NEWS UPDATE :

Klarifikasi Berita KOMPAS 'Caleg PKS Bagi Duit Saat Kampanye'

Rabu, 19 Maret 2014


Mari kita simak penjelasan Bu Detti Febrina (@dettife) Humas DPW PKS Lampung tentang Berita KOMPAS http://t.co/8BoRrqgJy0

Berikut penjelasannya Bu Detti Febrina via akun twitternya @dettife sore ini (19/3/2014)
   
1- Apa ada yang memerhatikan 'lubang' di berita ini?: Bagi-bagi Duit Saat Kampanye Caleg PKS Divonis 6 Bulan Penjara http://t.co/hOS6R56qWS
   
2- Berita itu tidak memuat pernyataan dari pihak ET (inisial -ed).
   
3- Sekelas Kompas, lagi-lagi .. Ah ..
   
4- Dari sisi aktualnya, berita itu juga ga 'segar'. Wartawan lokal sudah menurunkannya pada tanggal 3-4 Februari di awal kasusnya mencuat.
   
5- Tapi yang jauh lebih penting adalah tidak diberikannya hak jawab ET sebagai pihak yang diberitakan. Fatal menurut saya.
   
6- Kemarin wartawan Kompas yang menurunkan berita menghubungi saya via whatsapp. 'Gimana cerita kasus ET?' Gitu awalannya.
   
7- Saya jawab ceritanya dah selesai. Vonis dah lebih seminggu lewat. Berita dah 2 bulan lalu. Kemana aja?
   
8- Rupanya atas dasar selewatan di WA itu dijawabnya bahwa itulah hak jawabnya. Subhanallah ..
   
9- Karena tidak sukses menghubungi ET dan cukup dengan nowel saya di WA, itu sudah jadi hak jawab. Plis ..
   
10- Poin 2 adalah soal kasusnya sendiri. Benar ET sudah divonis. Prosesnya super cepat karena ada limit persidangan untuk pelanggaran pemilu.
   
11- Kalo baca judul beritanya pasti ngeri. Dan lagi-lagi bawa nama PKS. Sedaplah sudah ..
   
12- Bagi para cerdik pandai, ada dua pilihan. Jadikan peluru (maklum hawa pemilu). Atau ke2, mau sedikit melihat yang tidak terlihat.
   
13- 2 Februari, pertama kali saya dihubungi wartawan setempat soal kasus ET. ET langsung saya telp. Minta dijelaskan duduk & berdiri perkaranya.
   
14- Waktu itu wartawan bukan tanya soal money politic, tapi tanya apa betul ET - saya biasa panggil beliau Bang - ngusir panwas?
   
15- Maka beginilah cerita meluncur dari. *info bekgron saja sblnya. ET anggota dewan pada 1999-2004-2009. 2009 beliau ga mau dicalonkan.
   
16- Kejadian yg membawanya ke vonis pelanggaran pemilu tjd Sabtu malam tgl 25 Jan di rumah keluarganya di Pesisir Barat. Ada temu timses.
   
17- Di tengah acara tiba2 ada 6 orang berpakaian sipil (tanpa seragam tanpa pin) masuk dan ikut menyimak.
   
18- Sekali lagi itu temu timses. ET tidak sedang berkampanye. Saat dibagikan uang 50 ribu ke pasukan timses, 2 dari 6 orang tadi foto-foto.
   
19- ET lalu bertanya anda sekalian ini siapa. Kenapa waktu saya kasih uang foto-foto? Mereka mengaku dari panwas.
   
20- ET lalu minta ditunjukkan tanda pengenal panwas. Mereka ga bisa menunjukkan. Singkatnya terjadi debat mulut. Bang ET emosi. 6org itu diusir.
   
21- ET: "Kalo masuk assalamu'alaikum. Ngenalin diri baik-baik, pasti saya sambut baik. Tapi ini panwas ga ada sopan santunnya."
   
22- Sebelumnya, Bang ET juga pernah punya 'cerita' dengan panwas di tempat lain. Di Cukuhbalak. Panwasnya minta duit, ET ga kasih.
   
23- Menurutnya bisa jadi ada sangkut paut dg kejadian itu sehingga dia dipepet terus hingga terjadilah insiden Sabtu malam 25 Januari.
   
24- Kasus bergulir. Panwas tanpa pengenal yang diusir itu melapor ke Polsek/Gakkumdu. ET diproses.

25- Entah bagaimana ceritanya, mereka dapat dua saksi memberatkan. 2 org timses ET yang di polsek tiba2 mengaku bahwa mereka adalah masyarakat.
   
26- Bahwa benar ET lagi kampanye dan mereka dikasih duit 50 ribu. Tapi ada juga saksi yang bertahan dan ga mau belot.
   
27- Waktu ditanya ke 2 eks timses yang membelot itu, kenapa belot mereka ga jawab. Dan disuruh tandatangan BAP, padahal mrk ga baca isi BAP.
   
28- Tandatangan BAP tapi ga tau isi BAP (???) Silakan terjemahkan sendiri.
   
29- Kasus ET lanjut ke sidang. Sudah vonis. Sudah banding dan vonisnya (hari ini) pun menguatkan putusan PN. Ya Allah ..
   
30- Bang ET yg saya kenal adalah orang yg sederhana. Keras tapi perhatian pd ikhwah. Dari sejak jadi dewan sampe sekarang rumahnya msh ngontrak.
   
31- Semoga musibah ini justru mengangkat derajatnya.
   
32- Harus capcus untuk #melingkar . Insyaallah nanti tengok mention. Maaf lebih kurangnya.


*sumber: https://twitter.com/dettife/
(chirpstory: http://chirpstory.com/li/195388)




Share on :

16 komentar :

Anonim mengatakan...

.Wah ternyata berat juga dakwah partai ini, Ya Allah semoga ET diberikan kesabaran dan iinaikkan derajadnya atas perjuangannya. Dan saya imbau bagi para kader2 hati2 dalam merekrut timses, banyak yg ingin menghancurkan partai ini dengan cara jadi penyusup pura2 mendukung padahal dia seorang munafik yg ingin menjatuhkan partai dakwah ini

Anonim mengatakan...

Politik uang sudah marak di mana-mana, caleg bagi-bagi uang sudah bukan rahasia. partai-partai lain hampir merata bagi-bagi uang. rupanya perlu ada tim mata-mata untuk menfoto para caleg dan melaporkannya kepada panwaslu. kalau panwaslu tidak merespon maka harus dilaporkan kepada pihak keamanan, atau dipublikasikan di media.

bidan nina mengatakan...

Ngga waras emang tuh Panwas.... lagaknya doang sok idealis, tapi cuma sama PKS

Anonim mengatakan...

PKS harus mulai memformat internal intelijen sendiri, harus ada konsultan khusus untuk hal seperti ini. Karena contoh2 jebakan orang terhadap Luthfi dan ET itu produk intelijen. Saya sarankan agar Kader PKS lebih waspada, lebih proaktif, saat ini saya lihat kader PKS selalu dibuat sibuk mengklarifikasi jebakan2 yang diciptakan, saatnya untuk maju 10 langkah kedepan, yaitu mendeteksi jebakan2 apa yang akan diciptakan untuk menghancurkan/ mempermalukan PKS, bertindak ekspansif untuk mengeliminasi potensi, dan proaktif merubah environment dengan membuka profil2 busuk yang memang berniat busuk terhadap PKS sesegera mungkin. Kader harus punya sifat 'Percaya tapi Verifikasi'. Dulu Pa Aher polos menghadapi lingkungan, kata2 dipelintir, sekarang beliau JAUHHH lebih cerdas melampaui musuh2nya. Ingat manusia saat jadi hamba uang pasti menghalalkan segala cara, mereka ini antek komunisnya kapitalis..

Anonim mengatakan...

mudah melawannya, 1 berita buruk dilawan 100ribu berita baik, yang buruk ga ada apa2nya. Kader PKS, harus rajin menulis, rajin komen di media2 mainstream, harus militan, kalo perlu sampai server mereka meledak heuheu. Citrakan terus kader2 PKS siapapun mereka supaya orang2 kenal.

di dunia live, harus berjamaah, jangan bercerai berai. Harus siap tarung ide dan fisik dengan indah.

Yang terkahir PILIH PKS di pemilu 2014! itu akan menyelesaikan banyak masalah kebusukan. SAATNYA BERSIH..BERSIH...

pusatkemejapria mengatakan...

tukang pembuat fitnah selalu berkeliaran menciptakan peluang....

grosir crystal x asli mengatakan...

Allah sebaik2 pembuat makar jika mereka berbuat makar

Anonim mengatakan...

masalahnya klo di partai lain "JATAH" tuk panwas dah pasti gede, makanya PASWAS pada tutup mata sama partai lain,

kemarin kita adakan acara pemberitahuan acara di masalahkan segal tetek bengeknya, setelah kita kirim team khusus selidik punya selidik intinya hanya minta "JATAH" semua di jamin lancar dan baik-baik aja

Anonim mengatakan...

Mereka bisa saja mengelabui hukum negeri ini tapi pasti cepat atau lambat akan dapat balasannya..Kemenangan PKS tidak akan terbendung lagi...mereka semua sudah panik..

bram banuaji mengatakan...

mereka panik karena PKS makin tak terbendung.. Allahu Akbar!!

bocah lugu mengatakan...

ahhh ane tau itu model orang-orang kek gitu!!!!hidupnya banyak makan uang haram...para wartawan tanpa surat kabar itu!
banyak banget di sini daerah ane, lampung...jangankan kader bersih, guru-guru semua dipalakin,,,kalo g dikasih/kabur biar g ketemu, dimasukin koran/sebar fitnah....astagfirullah, dan parahnya mereka itu keroyokan, kompak melakukan keburukan -_-"
kalo keliling ngaku jadi wartawan terus mintain duit,,kalo fitnah ngaku jadi masyarakat/orang terzolimi, kalo takut g dipercaya, suruh temennya keliling2 sebar fitnah gaje...semua cuma demi duit 50 itu tuh, atau bensin gratis...ckckck....alhamdulillah masyarakat sekitar paham busuknya hati mereka, jadi maklum kalo ada fitnah2 bgitu....tapi g tau daerah lain kalo denger begituan bakal percaya pa g...

amin mengatakan...

yup, komen sama dengan bocah lugu. saya guru, disekolah sering ada wartawan gadungan kayak gitu. cuma meras, kalau nggak dikasih dicari-cari tuh kesalahan sekolah. kalau nggak percaya datang aja kesekolah saya di jln Palembang-Jambi, Tungkal Jaya.

just4yass mengatakan...

Gugat aja tuh kompasnya dan saksi palsu. Tunjukkan kalo kita juga BERANI! Udah gak zaman PKS selalu didzolimi harus sesekali dilawan

Anonim mengatakan...

memang harus super WASPADA. sekecil apapun kesalahan kader atau caleg PKS pasti akan dibesar-besarkan. Sangat disayangkan media nasional seperti KOMP.... masih saja keliru dalam memberitakan, seolah-olah jadi bahan jualan. Semoga tetap bersabar untuk ust. ET. kami dari jauh tetap mendoakan mu agar setiap ujian dapat dilalui.

ella khumairoh mengatakan...

Seperti itulah,,semakin tinggi sebuah pohon semakin kencang angin berhembus..semakin pks berjaya semakin banyak ujian yg hrs dihadapi..semoga semakin jaya..Allahu akbar..

ides mengatakan...

sebagian besar yg daftar jadi panwas itu adalah pengangguran terselubung, atau mereka awalnya WTS (Wartawan Tanpa Suratkabar) yg suka meres, atau LSM abal2. Yang jelas motivasi mereka adalah duit. Jadi jangan berharap mereka dapat jalankan tugasnya dg benar dan baik karena itu pikiran naif.

Poskan Komentar

 
© Copyright PIYUNGAN ONLINE
fixedbanner