NEWS UPDATE :

Kemenangan Yang Mengharukan

Minggu, 30 Juni 2013


5 tahun lalu, hanya wajah lesu dan mata yang berkaca-kaca yang tampak di wajah lelah dan kurang tidur para kader kami. Pancaran kesedihan yang tak bisa disembunyikan karena kekalahan  menyesakkan. Trendi (Taufikurrahman-Abu Syauqi) yang dijagokan kalah telak oleh incumbent Dada Rosada yang berpasangan dengan Ayi Vivananda.

Ah, lima tahun berlalu kini mata berkaca-kaca itu tetap hadir, tetapi dengan suasana yang berbeda. Ya, keharuan menyelimuti wajah rekan-rekan saksi karena kemenangan telak dari pasangan RIDO. Terbayar sudah rasa lelah akibat begadang yang diisi dengan Hirosah dan pemasangan atribut. Belum lagi Mapay lembur dan kegiatan-kegiatan yang tidak berhenti sampai detik terakhir perhitungan.

Do'a dan kerja memang jadi keseharian para relawan RIDO. Kini tinggal 'Mengelola Kemenangan" yang justru katanya lebih berat daripada "Mengelola Kekalahan".

Salam Cinta Untuk Anda Relawan RIDO, Bandung Juara bukan lagi mimpi...

___
*Semua saksi RIDO di semua TPS yang BERJUMLAH 4119-an TPS itu KADER DAN SIMPATISAN PKS
*sumber: pksbandungkota,com


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Rumah Sejati Kita | by @SalimAFillah




وَالأَصْلُ فِي الْمَبْنِيِّ أَنْ يُسَكَّنَا

Asal dalam ke-mabni-an ialah dihukumi sukun.
(Ibn Malik Al Andalusy, Alfiyah: Bait XXI)


Ketika Jamaluddin ibn ‘Abdillah ibn Malik Ath Thay menyusun seribu bait syair menyejarahnya, tujuan beliau adalah untuk menghimpun semua Kaidah Nahwu (Tata-Susun) dan Sharaf (Tata-Bentuk) Bahasa Arab; menjelaskan berbagai kerumitan dengan bahasa yang ringkas, padat, dan indah; serta membuat pelajaran Lughah ini menjadi asyik dan menarik.

Tetapi sebagaimana “Adab” yang dapat berarti “Sastra” menjadi kata dasar bagi “Peradaban”, maka Alfiyah Ibnu Malik yang penuh berkah hingga disyarah lebih dari 40 ‘Ulama itu tak hanya sekedar menjadi kaidah berbahasa, melainkan juga kaidah berperadaban.

Di antara hal itu, kita kutip secuplik dari Bab Mu’rab dan Mabni di awal tulisan ini. Kutipan “Wal ashlu fil mabniyyi an yusakkana” bermakna bahwa bentuk asli dari Mabni adalah tersukun pada akhir kalimah, sebab ia merupakan syakal yang paling ringan. Oleh karena itu ia bisa masuk pada Kalimah Isim, Fi’il, maupun Harf.

Bukan di sini agaknya tempat berkerut-dahi dengan kaidah berbahasa. Izinkan kami meloncat ke pemaknaannya bagi hidup keseharian kita, bahwa dengan sedikit mengubah harakatnya kita akan membaca kaidah ini teterjemahkan sebagai, “Asal dalam bangunan adalah agar ia ditempati.”

Maka sungguh benar; ketika manusia hari ini membangun rumah, istana, dan gedung bukan untuk ditempati melainkan sebagai investasi, ia menjadi bencana tak cuma di akhirat, tapi telah tercicip kerusakan sejak di dunia. Tak ada ahli ekonomi yang menyangkal bahwa krisis ekonomi 1997 terpicu dari soal properti di Korea dan Thailand, lalu ada subprime morgage di Amerika, hingga Burj Dubai dan kredit hipotek di Eropa. Semua terjadi karena manusia tak lagi menghayati “Asal dalam bangunan adalah agar ia ditempati.”

Para pendahulu kita yang shalih bukan hanya mentaati kaidah ini. Bahkan terhadap rumah yang benar-benar ditempati , tak lepas hati mereka dari was-was bahwa kediaman perehatan di dunia yang sementara itu akan melalaikan dari kampung akhirat yang abadi. Di hati mereka terus berdengung ayatNya, “Bermegah-megahan telah melalaikan kalian.”

“Aku tak suka memperindah rumahku kecuali sekadar memuliakan tamu”, ujar ‘Abdullah ibn ‘Umar suatu kali, “Sebab ia membuatku mencintai dunia, melalaikan akhirat, memberatkan langkah ke Masjid, dan memalaskan jiwa dari jihad fi sabiliLlah.”

Imam Ath Thabrani mengetengahkan riwayat dari Abu Juhaifah, bahwa RasuluLlah ShallaLlahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Dunia akan dibukakan kepada kalian, hingga kalian menghiasi rumah sebagaimana Ka’bah dihias. Kalian pada hari ini lebih baik dibandingkan pada hari itu.” Syaikh Al Albani mengesahkan hadits ini dalam Shahih Al Jami’, no 3614.

Betapa jauh kita hari ini dari petunjuk RasuliLlah dan teladan orang-orang yang diridhaiNya. Betapa bangga kita tentang seluas apa, sejumlah lantai, seharga berapa, senyaman apa, dan bagaimana mempercantiknya. Tanpa sadar bahwa rumah abadi kelak kita di akhirat belumlah dipasang batu pertamanya.

“Kesimpulan dari para ahli ilmu tentang menghias dan memperindah rumah adalah”, tulis Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid dalam Akhthar Tuhaddidul Buyut, “Bahwa ia bisa makruh atau haram. Sebab di dalamnya, terdapat penyia-nyiaan harta dan kebergayutan hati terhadap dunia.”

Hari ini kita mengenang seorang wanita mukminah yang ditunjuk Allah menjadi teladan sepanjang zaman. Dia yang memilih Allah sebagai tetangganya, sebelum meminta padaNya rumah sejati. Dia yang memilih sebuah majlis kecil untuk bermesra dengan Sesembahannya, ketika suaminya memimpin dunia dengan keangkuhan dan kelaliman dari kemegahan mahligai istana dan singgasana. Hari ini kita merenungkan doanya yang bersahaja.

 “Duhai Rabbi, bangunkan untukku di sisiMu, sebuah rumah di surga itu.” (Qs. At Tahriim [66]: 11)

Lebih dari Asiyah, hari ini kita amat berhajat memohon rumah sejati, rumah abadi.  Rumah yang sejak kini telah menjadi peraduan hati, memulihkan taat setiap kali kita tertatih. Agar ia menjadi tempat berteduh jiwa kita dari terik dan derasnya dunia. Agar kita yakin selalu bahwa hidup ini hanya persinggahan sejenak dan seberangan selintas. Agar di sana tersimpan segala puji-puji yang orang beri, sedang kita tak layak menerima. Agar ruh kita tentram dalam perjuangan ini, walau lelah-luka dan lara-duka menyobek raga.

Hari ini kita amat berhajat memohon rumah sejati, rumah abadi, di sisi Rabb Yang Maha Tinggi. Dan meminta pertolonganNya untuk mengetuk pintu rumah itu sejak kini, dengan bakti tak henti-henti.

sepenuh cinta, {dimuat dalam Hidayatullah-Juni}

salim a. fillah

__
http://salimafillah.com/rumah-sejati-kita/

:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Membuang ’Sampah Pikiran’


Ada kisah menarik dari Anas bin Malik. Suatu ketika ia berjalan dengan Rasulullah SAW. Ketika itu, datanglah seorang Arab badui dari arah belakang. Dengan serta-merta ia menarik jubah najraani yang dikenakan Rasulullah SAW.

Anas barkata, "Aku memandang leher Rasulullah dan melihat bahwa jubah itu telah meninggalkan bekas merah di sana karena kerasnya tarikan. Orang badui itu kemudian berkata, 'Wahai Muhammad, beri aku sebagian dari kekayaan Allah yang ada di tanganmu'. Rasul kemudian menolah kepadanya, dan tarsenyum, lalu memerintahkan agar orang itu diberi uang,"

Kisah ini menggambarkan betapa mulianya akhlak Rasulullah SAW. Beliau tidak pernah membalas keburukan orang dengan keburukan lagi. Saat dihina, beliau tidak marah atau sakit hati. Beliau justru mendoakan kebaikan. Mengapa Rasulullah SAW mampu tenang dan bijak menghadapi gangguan orang lain? Jawabnya, Rasulullah SAW memiliki kelapangan dada dan kejernihan pikiran.

Ternyata, yang membuat hidup kita tidak bahagia adalah diri kita. Penyikapan yang buruk terhadap suatu kejadian adalah sumber penderitaan. Mirip orang yang sariawan makan keripik pedas. la menangis, marah, dan uring-uringan. Yang membuat ia menderita bukan keripiknya, melainkan lidahnya yang berpenyakit. Bagi orang yang tidak sariawan, keripik tersebut nikmat dan renyah.

Saudaraku ada banyak hal yang membuat hidup kita tidak nyaman. Salah satunya adalah kegemaran menyimpan ’memori-memori’ buruk. Otak bisa diibaratkan wadah penyimpanan yang akan kotor ketika kita mengisinya dengan sampah.

Pengalaman-pengalaman buruk, separti penghinaan, perlakukan buruk, cemoohan, ketersinggungan, kegagalan, dan lainnya; adalah "sampah" yang barpotensi mengotori pikiran. Semakin sering kita menyimpan memori buruk di otak, semakin negatif sikap dan perilaku kita.

Karena itu, satu syarat agar hidup kita bahagia adalah membersihkan kepala dari "sampah-sampah" busuk. Bagaimana caranya? Pertama, selalu berusaha mengingat kebaikan orang dan melupakan keburukannya. Saat orang lain menyakiti kita, carilah seribu satu alasan agar kita tidak benci. Ingatlah selalu kebaikannya. Jangan sampai kita mengabaikan seribu kebaikan orang, hanya karena satu keburukan yang boleh jadi tidak sengaja ia lakukan.

Kedua, segera lupakan semua perlakuan buruk orang lain. lbaratnya, kalau tinta mengotori muka, maka tindakan yang bijak adalah segera membersihkannya, bukan membiarkannya, atau menunjukkannya pada yang lain. Demikian pula saat orang berlaku buruk pada kita, menghina misalnya, alangkah bijak bila kita segera menghapusnya, bukan memendamnya, membesar-besarkannya, atau menunjukkannya pada banyak orang.

Ketiga, mohonlah kepada Allah SWT agar diberi hati yang lapang dan pikiran yang jernih. Ada doa dalam Alquran yang bisa kita panjatkan,

"Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah urusanku; dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku; agar mereka mengerti perkataanku."

Robbisyrohliy shodriy wayassirliy amriy ....(OS Thaahaa [20]: 25-28).



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Mata Air Kesejukan Berjama'ah


Oleh Muhammad Nursani

Saudaraku,
Perjalanan ini memang panjang dan melelahkan. Terkadang, mungkin kita terengah-engah kehabisan nafas untuk terus menapakkan kaki hingga sampai ke tujuan. Terkadang, mungkin kita terseok-seok merasa tak kuat dan hampir tertinggal oleh derap serta gerak para kafilah da'wah itu. Terkadang, mungkin kita tersandung dan mungkin terjatuh oleh aral dan kesulitan perjalanan. Terkadang....

Saudaraku yang dirahmati Allah,
Tak satupun di antara kita yang tak pernah mengalami suasana perasaan seperti itu. Hampir semua kita, sekokoh apapun kepribadiannya, pasti akan mengalami situasi lemah dan merasa kekurangan tenaga. Ya. Memang demikianlah jiwa manusia, seperti yang pernah disabdakan Rasululiah SAW dalam salah satu hadits shahih, bahwa keimanan itu ada kalanya bertambah dan berkurang. la bertambah karena amal shalih dan berkurang karena kemaksiatan.

Tapi ingat saudaraku,
Selama kita berusaha berada dalam kafilah ini, insya Allah kelemahan dan kekurangan kita tidak akan mampu menjatuhkan kita. Selama kita tetap komitmen bergerak dalam orbit komunitas jama'ah da'wah, insya Allah kita menerima banyak keistimewaan dan barakah. Selama kita tetap memelihara hubungan baik dengan kafilah da'wah, insya Allah semua kelalaian dan penyimpangan kita kemungkinan besar akan dapat diluruskan dan kembali pada jalan yang benar.

Kesimpulannya kita baru akan jatuh terpuruk, tenggelam dan terseret oleh arus yang lain, tatkala kita berada di luar arus atau orbit jama'ah da'wah.

Salah satu barakah hidup bersama orang-orang shalih adalah, mereka selalu mampu memberi nasihat dan pencerahan hati bagi orang yang duduk bersamanya. "Sebaik-baik sahabat adalah, orang yang bila engkau melihatnya, menjadikanmu mengingat Allah," begitulah sabda Rasulullah SAW. Renungkanlah perkataan Rasulullah tersebut. Sekadar melihat seorang teman yang shalih akan memberi cahaya keshalihan yang berbeda dalam diri orang yang melihatnya.

Saudaraku para kafilah da'wah,
Melihat orang lain yang lebih tinggi kadar ibadah, zuhud, jihad dan ilmunya, lebih tinggi darinya dalam hal ibadah, pasti akan memberi pengaruh yang besar dalam diri kita. Memang itulah tabiat jiwa manusia.

Karenanya, tidak ada yang lebih baik dari sering-sering berziarah dan menemui orang-orang yang berkarakter seperti itu. Merekalah yang akan mempengaruhi zuhud kita, ibadah dan jihad kita. Karenanya, para sahabat generasi pertama disebut sebagai generasi istimewa antara lain lantaran mereka senantiasa hidup bersama Rasulullah SAW. Ada seorang salaf mengatakan, "Jika aku merasakan kekerasan hati, maka aku segera pergi dan melihat wajah Muhammad bin Wasi'." (Nuzhatul Fudhola, 1/526). Ibnul Mubarak juga mengatakan, "jika melihat wajah Fudhail bin Iyadh, aku biasanya menangis."

Itulah salah satu prinsip yang dipegang oleh orang-orang shalih terdahulu. Bagi mereka, bertemu dengan saudaranya adalah bekal spirit yang dapat membekali kebangkitan ruhani mereka. Dan memang demikianlah yang terjadi.

Saudaraku,
Membaca dan menelaah peri hidup orang-orang shalih juga mampu membangkitkan semangat baru dalam diri kita. Bisa dikatakan, membaca dan menelaah peri hidup mereka, hampir sama dengan kita menziarahi dan berhadapan dengan mereka sehingga kita pun menerima barakah dari Allah karenanya.

Karenanya, Imam Ibnul Jauzi rahimahullah mengatakan:

"Aku berlindung kepada Allah dari peri hidup orang orang yang tidak punya cita-cita tinggi hingga bisa diteladani orang lain, yang tidak punya sikap wara' yang bisa ditiru oleh orang yang ingin berzuhud. Demi Allah, hendaklah kalian mencermati perilaku suatu kaum, mendalami sifat dan berita tentang mereka. Karena memperbanyak meneliti kitab-kitab mereka adalah sama dengan melihat mereka. Bila engkau mengatakan telah mendalami dua puluh ribu jilid buku, berarti engkau telah melihat mereka melalui kajian engkau terhadap tingkat semangat mereka, kepandaian mereka, ibadah mereka, keistimewaan ilmu mereka yang tidak pernah diketahui orang yang tidak pernah membacanya.” (Qimatuz Zaman 'indal ulama: 31)

Saudaraku,
Seringlah mengunjungi saudaramu dalam jalan ini. Jangan jauhkan mereka dari hati. Sering-seringlah berkunjung, bertatap muka. Disanalah engkau akan menemui berkah hidup berjama’ah, yang dapat memberi bekal bagi jiwa agar kita dapat melanjutkan perjalanan ini sampai tujuan terakhir… ridha Allah dan surga-Nya.




:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Hari Keluarga Nasional, Bidang Perempuan PKS Door to Door Sapa Ibu-ibu

Sabtu, 29 Juni 2013


Bidang Perempuan PKS menyambut peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) dengan cara lebih merakyat. Mulai Jumat siang sampai Minggu besuk (28-30 Juni), kader perempuan PKS akan terjun langsung ke tengah masyarakat untuk mengkampanyekan semangat keluarga harus tetap sehat meski kebutuhan hidup makin meningkat.

"Kami mendengar banyak keluhan masyarakat, terutama dari ibu rumah tangga, yang harus putar otak lebih keras setelah kenaikan harga BBM. Makanya kami minta kader perempuan PKS untuk mendatangi langsung keluarga-keluarga di Jawa Timur, terutama yang ekonominya masih kekurangan", jelas Ketua Bidang Perempuan DPW PKS Jatim, Dwi Sulistyorini.

Kegiatan ini diselenggarakan serentak di 38 DPD PKS se Jawa Timur. Agar lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, kader perempuan PKS menyiapkan aksi nyata berupa tebar puluhan ribu paket sayuran untuk masyarakat kurang mampu.

Di Surabaya sendiri hari ini sudah disebar 3000 paket sayuran untuk masyarakat di sekitar Kelurahan Mojo dan Gubeng, dipimpin langsung oleh Aning Rahmati, ketua bidang perempuan PKS Surabaya. "Alhamdulillah, sambutan masyarakat sangat baik. Saya yakin yang penting bukan pada hadiah paket sayurnya yang masyarakat hargai. Tapi lebih pada semangat untuk saling menguatkan di saat kebutuhan hidup makin berat", ungkapnya.

Di samping pembagian sayur, juga diselenggarakan kegiatan lain berupa pelayanan kesehatan keluarga, pelatihan pendidikan anak (parenting), pendampingan usaha keluarga dan pelatihan praktis pengelolaan keuangan rumah tangga.

"Pelatihan tentang kiat mengatur keuangan keluarga ini penting sebagai antisipasi kenaikan harga-harga. Apalagi setelah ini bertepatan dengan datangnya bulan puasa, lebaran dan tahun ajaran baru sekolah anak-anak", lanjut Dwi Sulistyorini.

"Intinya, kami selalu ingin, sesulit apapun hidup, dapur harus tetap ngebul dan keluarga harus tetap sehat", pungkas alumni FISIP Unair ini penuh harap. (hq)



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Mari Kita Ciptakan Quattrick!


Apa nikmatnya menaklukan puncak gunung? seperti ga ada kerjaan. Apa asyiknya mengejar-ngejar bola, berteriak kegirangan kalau membuat gol dan terkadang menangis kalau kalah? Apa sih motifnya, mengeluarkan uang, cape-cape menempelkan poster, masang spanduk, baliho, berpanas-panas kampanye, hanya untuk kekuasaan atau politik?

Kalau ada pertanyaan seperti itu, mungkin susah dijelaskan. Ungkapan kepuasan seorang pendaki gunung, pemain sepakbola dan kader militan takkan bisa dipahami oleh mereka yang hanya bisa berkomentar alias komentator. Kepuasan dan kenikmatan itu hanya milik pelaku, bukan pengamat. Sehebat apapun analisa pengamat tentang sebuah peristiwa, paling banter hanya memuaskan dahaga para penonton akan informasi.

Nikmatnya kemenangan, kepuasan dalam memenangi pertarungan Pilkada hanya bisa dirasakan oleh para pelakunya. Mereka yang menonton, kalau tidak mengapresiasi, dia akan menghujat, hanya sebatas itu. Jadi persetan dengan para komentator, kita asik-asik saja.

Pun demikian dengan berbagai kasus yang menimpa partai ini, ah,.. masing-masing sudah pada posisinya. Sekeras apapun kita bicara, tidak bisa merobah apa2 karena kita berada di garis depan. Kita hanya punya satu kata, bekerja, dilandasi tsiqoh dan kefahaman bahwa ini sudah on the track. Orang yang mencemooh para pendaki gunung pasti sedang berada di bawah, orang yang senang mencaci pemain, pastilah cuman sekedar penonton, karena sesama pemain biasanya ada rasa hormat, respect, walaupun berbeda Tim.

Mari kita nikmati pertarungan pilkada, pertarungan Pemilu legislatif, pesta demokrasi, ooh ada bilang demokrasi itu haram,.. biarin lah..

Sebentar lagi pesta demokrasi akan dimulai, kita sudah masuk dalam line up,.. komentator sudah siap dengan komentnya, pengamat siap dengan analisanya. Kita bersiap untuk menikmati setiap peristiwa dalam pertandingan ini,... Suerr, kalau anda terlibat, kemenangan itu sangat-sangat nikmat.

Untuk Kader Bandung, mari kita ciptakan Quattrick,.. Pilgub sudah, Piwalkot sudah, tinggal PILEG dan Pilpres,... Bandung Juara, Jawa Barat Juara,.. Indonesia pasti juara..

Pemain yang jadi pemenanglah yang akan mendapat tepuk tangan,.. bukan para pengamat atau komentator.

*by Ahadi

__
http://www.pksbandungkota.com/2013/06/kader-bandung-mari-kita-ciptakan.html




:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Hari ini, Kerinduan Kader Lampung Terobati dengan Hadirnya Anis Matta

LAMPUNG - Warga Lampung, khususnya kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), siap menyambut kedatangan Presiden PKS H.M. Anis Matta, Lc yang insyaallah akan menjejak bumi Ruwa Jurai Sabtu ini (29/6).

“Ustadz Anis rencananya akan melepas kangen dengan warga dan kader Lampung di acara “Silaturahmi Cinta” pada hari Minggunya (30/6),” terang SC Kepanitiaan Fahmi Sasmita.

“Soekarno Muda” direncanakan hadir bersama Sekjen PKS Taufiq Ridho, Ust. Aboebakar Al Habsy, Ketua Wilda Sumatra Chairul Anwar dan rombongan.

“Setelah dua kali tertunda, kedatangan Ustadz Anis ke Lampung memang sudah sangat ditunggu-tunggu. Semoga semakin menyemangati kader,” jelas Fahmi.


__
http://www.pkslampung.org/?p=841


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Indikasi Terlihat Jelas, Hatta Rajasa Diistimewakan KPK Dalam Kasus Suap Impor Daging Sapi

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboebakar Al Habsy kembali mengkritik keras kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Anggota Komisi III ini tidak sepakat jika KPK menerapkan penyadapan dalam sistem pemberantasan korupsi.

Ia menambahkan, penyadapan KPK harus diatur dalam ketentuan setingkat undang-undang (UU), bukan hanya SOP seperti yang ada di KPK. Apalagi, dia melanjutkan, MK pernah membatalkan sebagian UU ITE karena penyadapan yang belum diatur setingkat UU.

"Kenapa UU ITE dibatalkan oleh MK, ini serius saya pikir. UU KPK harus diubah bukan kita anti pemberantasan korupsi. Maksud saya UU penyadapan itu perlu khusus. Sekarang ini penyadapan antar lembaga, repot juga kita. Jangan sampai penyadapan itu bukan pencegahan tapi penjebakan," kata Aboebakar saat Rapat Dengar Pendapat(RDP) bersama KPK di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/6).

Tidak hanya itu, Aboebakar juga menyindir KPK yang seolah-olah memberikan keistimewaan kepada beberapa pejabat negara. Padahal orang tersebut sudah disebut-sebut dalam persidangan terlibat dalam kasus korupsi.

"Kemarin Juard menyebut salah satu menteri, anehnya menteri itu tidak pernah diotak atik KPK. Berbeda dengan yang lain kalau disebut langsung panggil menjadi saksi. Kalau bisa benar-benar sudah diungkap lanjutkan seperti yang lain. Jangan ada ketidakadilan. Apakah sudah dipanggil atau bagaimana atau belum," terangnya.

Seperti diketahui, nama Menteri Perekonomian Hatta Rajasa sempat disebut dalam sidang kasus suap impor daging sapi dengan terdakwa Juard Effendi beberapa waktu lalu. Namun KPK tidak memanggil dan meminta keterangan kepada Hatta.

Hal ini tentu berbeda apabila dibandingkan dengan yang diterima oleh Menteri Pertanian Suswono. KPK sudah beberapa kali meminta kesaksian Suswono yang juga kader PKS itu.


*http://www.suaranews.com/2013/06/indikasi-terlihat-jelas-hatta-rajasa.html


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Diskusi Publik Komite Pemantau KPK: "Membedah Dakwaan LHI"



livetwit by @thofa_2020
-jurnalis-

Sdh di lokasi acara diskusi "Membedah Dakwaan LHI" (27/6) di Pulo Dua Restoran sdh bnyk media yg hadir..

Acara Membedah Dakwaan LHI ini baru saja dimulai..dengan moderator saudara Taufik Riyadi (Tori) dr Komite Pemantau-KPK..(KPKPK)

Tori: KPK sbg lembaga extraordinary,lembaga superbody sangat rawan sekali terjadi abuse of power..publik perlu mengawasi kerja & kinerjanya

Tori; fungsi utama KPK telah bergeser fungsinya menjadi lembaga penindakan..

Pembicara pertama Chudry Sitompul,SH.MH Ketua Hukum Acara UI ; bagi masy awam bnyk yg tdk mengerti ttg proses hukum dan apa itu srt dakwaan

Chudry Sitompul : siapa yg mendakwa atau mendalil wajib membuktikan apa yang didakwakan atau apa yg didalilkan..itulah tugas Penuntut Umum

Chudry Sitompul ; dakwaan jaksa penuntut umum harus jelas identitas org yg didakwa & dakwaannya tdk boleh berubah-ubah dakwaannya..

Chudry Sitompul ; Tugas peradilan 1.memberikan kepastian hukum & 2.memberikan rasa keadilan,dakwaan harus dibuat berdasarkan 2 hal tsbt

Chudry Sitompul ; semua kejahatan itu pasti ada motifnya, jika tdk ada motifnya maka itu adl ketidaksengajaan, motif itu perlu jelas..

Chudry Sitompul : yang tahu jelas ttg suatu perkara atau kasus adl tersangka/pelaku & saksi, tugas jaksa memberikan gambaran yg utuh & benar

Chudry Sitompul ; Surat Dakwaan itu sama seperti laporan jurnalis memenuhi syarat yg jelas ttg 5W + 1Hnya tdk boleh samar2 surat dakwaan..

CH ; surat dakwaan itu sebetulnya tdk susah2 amat, surat dakwaan pun ada yg tunggal dan berlapis..

CH ; semakin dakwaan dibuat berlapis dan kumulatif maka jaksa itu semakin tdk yakin dalam membuat dakwaan..

CH ; Jaksa itu adl bagian dari eksekutif atau bagian juga dari pemerintah krn Jaksa Agung itu diangkat oleh presiden..

CH : betul KPK itu independen tetapi ternyata Jaksa Penuntut Umum masih merupakan hak tunggal dari Kejaksaan Agung..jadi pertanyaan besar ??

CH : lalu apakah surat dakwaan jaksa penuntut umum itu murni hukum atau ada motif politik hukum..krn sekali lagi Jaksa itu bagian eksekutif

CH ; lalu ketika skrg sdh mendekati tahun politik, bukan tdk mgkn tuntutan yg ada bernuansa motif politik..

CH ; kita bisa lihat content analisis bagaimana surat dakwaan KPK terhadap LHI dibanding surat dakwaan dengan tersangka kasus lainnya..

CH : pada kasus LHI ini adl bagian proses yg kritis thdp KPK, nonsens apa yg dikatakan Jubir KPK bagi kita orang2 yg faham hukum..

CH ; KPK itu jangan jadi Kopkamtib gaya baru semua orang dibuat takut..

CH ; apakah surat dakwaan LHI ini memang murni proses hukum materiil dan formil atau ada motif politik didalamnya..

CH : mengenai TPPU & Korupsi LHI-AF ini, TPPU ini harus jelas tindak pidana utamanya..atau predicat crimenya..

CH : Sejarah TPPU dr Amerika untuk mencegah TPPU dr South America atas kejahatan narkotika yg saat itu dianggap extraordinary crime..

CH ; banyak skrg LSM menganggap orang yg mengkritisi penegakan hukum dianggap tdk mendukung pemberantasan korupsi,pdhl disana ada hak ssorng

CH ; KPK ini menjadi lembaga yg seolah olah keadilan dan kebenaran sdh ada di KPK saja, buat apa ada pengadilan kl begitu..

CH : mengkritisi KPK itu bukan anti KPK dan pro koruptor..

CH : Apakah betul Hakim Tipikor itu netral, doktrin KPK zero terhadap tersangka korupsi utk bebas di pengadilan..

CH ; motif politik hukum Jaksa Penuntut Umum yg merupakan bagian Kejaksaan sbg eksekutif - pemerintah..

CH ; hukum itu ; Yuridis, Sosiologis dan Filosofis tidak berdiri sendiri..

Pembicara selanjutnya lawyer LHI : Bpk Muh Assegaf..sedang menyiapkan nota keberatan terhadap dakwaan LHI..

Muhamad Assegaf ( MA ) : dalam kasus LHI ini kita semua dibuat banyak surprise-surprise yang baru.. banyak kejutan2 yg aneh dan janggal..

MA : apakah tertangkapnya AF di hotel Meridien itu adl yg namanya "tertangkap tangan"..

MA : lebih aneh lagi LHI sedang memimpin rapat di DPP PKS dan KPK dateng dgn surat penangkapan..yg diekspose ke publik " tertangkap tangan"

MA ; kejutan selanjutnya saat ditangkap, lawyer yg ada di DPP meminta utk mendampingi LHI, kata KPK hrs ada surat sbg lawyer..

MA ; berawal dr "tertangkap tangan" 1M kemudian berkembang kemana mana hal tersebut.. surat eksepsi tim hukum sedang dibuat..

Adnan Wirawan, tim kuasa hukum LHI : apakah benar pak LHI ini adl penyelenggara negara..padahal posisi LHI adl DPR bukan eksekutif

Adnan W : LHI didakwa bukan tindak pidana korupsi tetapi didakwa membujuk melakukan korupsi..dalam hukum apakah ada pasalnya..

Adnan W ; rumusan dakwaan juga aneh bertebaran pembujukan2 terhadap A,B,C,D,E...njelimet..tdk jelas..

Adnan W : masalah penyadapan, KPK tdk mempunyai wewenang utk melakukan penyadapan krn MK melarang UU NO 8 thn 2011 hrs ada UU khusus..

Adnan W ; KPK melakukan penyadapan dengan SOP yg dibuat sendiri oleh KPK, krn dilarang oleh MK maka hasilnya adl tdk sah..

Adnan W ; TPPU yg didakwakan terhadap LHI sama sekali tdk ada hubungannya dengan masalah import sapi dimana LHI "ditangkap tangan" oleh KPK.

Adnan W ; tuduhan korupsi itu adl pasal karet sama seperti tuduhan subversif pada masa lalu..

Adnan W : orang2 yg ada di BAP tdk ada di dakwaan sehingga ini sangat kuat sekali motif politik di dlmnya krn yg muncul hny dr PKS saja..

Sesi diskusi di buka :1. dr wartwan : mengapa nama Yudi yg kemudian muncul, 2,Adanya dakwaan berlapis dan kumulatif..

Chudry S ; banyak hak2 privasi seseorang yg telah dilanggar..lalu bnyk tuntutan hukum yg tdk ada korelasinya dgn kasus LHI ini..

CH : hak kekebalan jaksa penuntut itu harus dikritisi, harusnya bisa dituntut oleh TSK jika tuntutannya tdk benar, agar jaksa ber-hati2

CH ; Jaksa jangan seenaknya saja menuntut seorang tersangka seperti seorang nelayan yg menebar jala..kita adl negara hukum yg beradab..

CH ; masalah penyadapan itu dibawah UU khusus krn itu menyangkut hak privasi seseorang..tdk boleh sembarangan..

CH ; siapa yg menjamin penyadapan itu sesuai dgn aturan bagaimana hak privasi seseorang, anaknya, keluarganya..

CH ; sadapan menjadi momok yg menakutkan..tujuan mempermalukan seseorang seolah lebih dominan.."Nanti kita buka di pengadilan hsl sadapannya

CH ; Resiko Jaksa terhadap tuntutannya adl terburuk di tolak oleh hakim, lalu bagaimana dengan hak2 terdakwa yg sdh dipermalukan..

CH : kita bernegara itu perlu check and balances..kita blm sampai tujuan baru di awal2 tujuan kita bernegara..

CH : dalam negara demokrasi prinsipnya semua lembaga harus dapat dikontrol tidak ada lembaga yg tdk bs dikontrol termasuk KPK..

Muh Assegaf ; Yudi Setiawan adl tokoh yg entah darimana lalu muncul di TV bak seorang dosen yg sedang menjelaskan di white board..

Muh Assegaf : Yudi Setiawan adl seorang tahanan yg dengan senyumnya dan dengan santainya menjelaskan bak seorang dosen...dan ditayangankan

Muh Assegaf ; aneh bin ajaib seorang tahanan bisa diberi akses ke TV2 dan media2 ditayangkan berulang-ulang..motifasi jelas politik..

Muh Assegaf ; Yudi Setiawan ditayangkan berulang-ulang di TV milik ketua umum parpol, target utama jelas mendiskreditkan PKS..

Penanya ; jaksa2 yg profesional bnyk yg tdk mau untuk mendakwa kasus2 yg tdk jelas seperti ini, tugas tim hukum bwt jaksa malu,hakim yakin..

Penanya ;KPK saat ini sedang masuk ke dalam arus besar politik..mnrt jurnal peradilan..institusi extraordinary dijalankan oleh org2 ordinary

Penanya ;pakar2 hukum telah memberikan pandangan2 hukumnya, KPK lebih asyik dengan SOP2nya dan sadapan2nya..

Penanya : Yudi Setiawan dimasukkan dlm wacana Corporate Crime, yg tdk ada kaitannya dengan konstruksi hukum LHI ini..

Penanya : apakah hakim berani berbeda dengan media yg seolah dr awal sdh menempatkan LHI salah..

Penanya ; akademisi, dan pakar2 hukum harus mengkaji secara serius kasus hukum LHI ini, jangan sampai peradilan digiring oleh opini media..

Penanya : akademisi dan pakar2 hukum harus mencegah agar peradilan2 sesat yg bersasarkan penggiringan opini media tdk terjadi..

Penanya : masalah penyadapan ini adl Vacum of Law atau adanya kekosongan hukum, KPK melakukan penyadapan tersebut scr ilegal..dgn dasar SOP

Penanya : Penyadapan itu bukan perkara internal KPK saja, karena menyangkut kepentingan publik..kekosongan hukum penyadapan ini hrs jelas..

Penanya ; dapatkah kita masyarakat menggugat masalah penyadapan ini yg tdk diatur oleh UU dan hasil2 penyadapannya batal demi hukum..

Penanya : kasus Bibit-Chandra mnrt Kapolri di DPR sdh P21 tapi krn ada tekanan publik dan opini akhirnya pres mengeluarkan deponering..

Penanya : penggiringan opini publik ini digerakkan dan dikoordinasikan oleh LSM2 dan media, harusnya diselesaikan di pengadilan

Penanya : masalah pertemuan Chandra Hamzah ke rumah Nazarudin, lalu masalah komite etik yg kmrn terkait Abraham Samad solusi tdk jelas..

Penanya ; Opini yg ada skrg hny satu arah dr KPK dan LSM2 yg mendukung KPK oleh media pula tentunya..

Chudry S : agak ragu juga kita kalau dakwaan kejaksaan oleh jaksa penuntut umum tdk ada muatan hukum..

Chudry S : KPK itu hanya subsistem dlm sistem hukum politik yg lebih besar..

Chudry S ; coba masalah Yudi Setiawan ditanyakan ke Wamenkumham Denny Indrayana yg suka sidak2 apakah boleh seorang tahanan live di TV,.

Chudry S ; silahkan dilakukan content analisis kasus LHI ini terhadap Anas Urbaningrum yg sama2 Ketum Partai..

Chudry S : jangan2 ini tdk hanya utk menjelekkan PKS saja, tetapi bisa juga mengarah menjelekkan Islam secara lebih luas..

Chudry S : masalah penyadapan UU yg tdk ada aturannya, KPK lgsg masuk membuat SOP utk perkara yg sepenting itu & menyangkut hak seseorang

Chudry S ; satu2nya cara masalah penyadapan ini adl dibawa ke MK krn menyangkut hak2 konstitusi warga negara..

Chudry S ; KPK adl lembaga yg lahir karena lahirnya UU sehingga dalam menjalankan aktifitasnya hrs lah berdasarkan UU..

Faisal, tim kuasa hukum LHI ; BW komisioner KPK pernah mengatakan...institusi2 yg memiliki kekuasaan besar berpotensi melakukan korupsi..

Faisal ; lalu bagaimana skrg dgn KPK yg memiliki kekuasaan yg sangat besar bahkan superbody apakah tdk berpotensi abuse of power..

Taufik Riyadi ketua KPKPK ; kita semua lihat seluruhnya proses hukum yg berjalan pada kasus LHI ini..

Taufik Riyadi ; & kami akan lihat juga kerja2 KPK pada penanganan kasus2 lainnya, penanganan korupsi hrs sesuai UU..

Taufik Riyadi : pemberantasan korupsi harus dilandasi oleh keadilan dan bukan oleh kebencian..

Semoga demokrasi & demokratisasi kita dapat berjalan dengan baik..

Sekian livetweet diskusi "Membedah Dakwaan LHI" ini..mksh..semoga bermanfaat bagi kita semua..


*sumber: https://twitter.com/thofa_2020


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

PKS: Publik Harap KPK Bernyali Seret Aktor Intelektual Century


Jakarta : Anggota Komisi III DPR, Aboe Bakar Al Habsy, menghargai itikad Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menuntaskan penanganan kasus Bank Century sebelum Pemilu 2014.

"Itu berita baik, bila Ketua KPK memang memiliki itikad untuk segera menyelesaikan perkara Century," kata Aboe Bakar di Jakarta, Jumat (28/6/2013).

"Publik berharap KPK punya nyali untuk menyeret aktor intelektual kasus tersebut ke pengadilan," tambah dia.

Politisi PKS itu juga menyebut penggeledahan yang dilakukan penyidik KPK di kantor Bank Indonesia pada Senin 24 Juni lalu, sebagai satu langkah kemajuan.

"Saya kira itu langkah positif, meskipun banyak yang mempertanyakan kenapa tidak dari dulu-dulu dilakukan. Memang banyak yang mengkritik ini sebagai langkah lambat," tutur politisi yang mengaku sering disadap KPK itu.

Dia berharap pelan tapi pasti KPK bisa menuntaskan kasus Bank Century dan mengungkap aktor intelektual korupsi dalam pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek untuk bank itu.

"Sebenarnya penanganan kasus ini tidak kejar target. Kalau orang Jawa bilang, alon-alon waton kelakon (pelan-pelan asal tercapai)," tutup Aboe Bakar. (Ant/Riz)

*http://news.liputan6.com/read/624795/pks-publik-harap-kpk-bernyali-seret-aktor-intelektual-century

___
foto: http://adibsusilasiraj.blogspot.com/2009/12/nyanyian-sumbang-century.html


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Kesetrum arus Cinta (puisi anak kost di Jerman :D)



Cinta kekuasaan melahirkan Fir’aun
Cinta harta melahirkan Qarun
Butanya cinta membakar kedengkian Qabil tuk membunuh Habil
Terkisah cinta yang hilang arah

Namun tatkala cinta lurus tujuannya,
Cinta membuat gelombang samudra tertaklukkan
Membuat arus dahsyat menjadi energi
Menumbuhkan semangat juang
Menghangatkan yang beku
Melahirkan kehidupan

Dari biasa menjadi luar biasa
Dari tidak mampu menjadi mampu
Dari pilu menjadi bahagia
Hadir bak kekuatan tak terduga

Cinta itu motivasi
Cinta itu pelita energi
Adakah insan nan hampa dari cinta?
Asahlah ilmu Cinta
Dalami dan telusuri riak dan bara ilmu Cinta

Belum hidup Cinta tanpa kerja
Kerja menguntai kata menjadi aksi
Amal nyata nan mengangkat marwah
Kerja membuahkan karya
Nilai pembeda antara pemimpi ataukah arsitek peradaban

Merenda Cinta melalui Kerja bersenyawa Harmoni
Harmoni adalah nafas keselarasan
dibina dalam dekapan ukhuwah
Terasa sakinah terlihat indah
Gapaian bersama menuju cita mulia

Dan dunia pun tersenyum
Belajarlah ilmu cinta,
Hadirkan dalam Kerja,
Selaraskan dengan Harmoni…
Semoga firdaus yang hilang (Indonesia )
Bisa kembali menjadi tanah surga….
bermekaran bak taman bunga terindah di bumi ini  :) :) :)
Hannover, Jerman, 28 Juni 2013 pk. 09.45 CET
Jahar&Nana


*http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2013/06/28/kesetrum-arus-cinta-puisi-anak-kost--572887.html


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Kamu Kader Apaan?


Perjalanan dakwah yang penuh dengan hambatan, jalan yang panjang dan pendukung yang sedikit menciptakan beragam model kader-kader dakwah dalam prosesnya dan berikut macam-macam kader dakwah dalam proses perjalanannya.

1. Kader Militan

Kader militan adalah kader yang penuh dengan semangat. Penuh dengan gairah baru dalam berdakwah. Kader-kader seperti ini tidak tercipta dalam empuknya kasur, dalam nikmatnya makan malam, dalam hangatnya pelukan pasangan. Tapi kader-kader seperti ini terbentuk dalam kerasnya perjalanan dakwah yang penuh dengan semangat juang.

Kader-kader militan memiliki visi dan misi yang jelas dalam dakwah yang di jalani kerena kefahaman dalam dakwah ini.

2. Kader Meletan

Kader meletan memiliki dua makna. Pertama menjulurkan lidah dalam artian mengejek dan yang kedua kita ambil dari kata dasar pelet.

Jika diambil pada arti kedua maka kader meletan adalah kader yang suka memelet orang-orang disekitarnya. Kader-kader seperti ini tak ada keikhlasan di dalam hati mereka. Mereka bekerja hanya untuk mendapatkan pujian dari orang-orang yang menjadi objek peletannya, apalagi akhwat, beee.... Naudzubillah...

3. Kader Mulutan

Nah kader mulutan ini adalah kader yang memiliki ciri-ciri banyak bicara daripada banyak bekerja. Mereka sibuk berceracau terkadang tanpa tau apa yang diceracaukannya. Setiap hal tak luput dari objek pembicaraannya tapi kemudian akan bertolak belakang ketika sebuah pekerjaan diberikan padanya. Jangan ditanya selesai atau tidak pekerjaan yang mereka lakukan, karena akan selalu ada jawaban atas pekerjaan yang tak pernah selesai mereka lakukan.

Inilah macam-macam kader dakwah dalam perjalanannya. Kamu kader yang mana?

Wallahu'alam


*sumber: http://muslimina.blogspot.com/2013/06/kamu-kader-apaan.html


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

KPU Tetapkan RIDO Jadi Pemenang Pilwakot Bandung

Jumat, 28 Juni 2013


Bandung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung menetapkan pasangan Ridwan Kamil-Oded M Danial (RIDO) sebagai Calon Wali Kota-Calon Wakil Wali Kota Bandung terpilih 2013-2018. Penetapan itu setelah pasangan yang diusung PKS-Partai Gerindra ini meraih 45,24 persen suara sehingga menang satu putaran karena memenuhi syarat lebih dari 30 persen.

Hasil tersebut terungkap usai penyampaian hasil suara di 30 PPK pada Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bandung 2013 di Bandung Convention Center (BCC) Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Jumat (28/6/2013). KPU menetapkan pasangan RIDO usai berita acara dibacakan Sekretaris KPU Kota Bandung Agus Priyono.

"RIDO meraih 434.130 suara atau 45,24 persen dari seluruh perolehan suara kandidat sebanyak 959.715. Artinya telah memenuhi lebih dari 30 persen suara sah. Karena itu, pasangan RIDO ditetapkan sebagai Calon Wali Kota-Calon Wakil Wali Kota terpilih 2013-2018," tuturnya.

Usai pembacaan itu, Ketua KPU Kota Bandung Apipudin mengetuk palu pertanda rapat pleno menyatakan RIDO sebagai pemenang Pilwalkot Bandung 2013. Menurut rencana, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung terpilih akan dilantik pada 16 September 2013 mendatang.[ang/inilah]


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Kalah dari PKS di Pilwalkot Bandung, Timses Demokrat Ngamuk di Pleno KPU


Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung menetapkan pasangan Ridwan Kamil-Oded M Danial (RIDO) sebagai Calon Wali Kota-Calon Wakil Wali Kota Bandung terpilih 2013-2018.  Penetapan itu setelah pasangan yang diusung PKS-Partai Gerindra ini meraih 45,24 persen suara sehingga menang satu putaran karena memenuhi syarat lebih dari 30 persen.

Hasil tersebut terungkap usai penyampaian hasil suara di 30 PPK pada Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bandung 2013 di Bandung Convention Center (BCC) Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Jumat (28/6/2013). KPU menetapkan pasangan RIDO usai berita acara dibacakan Sekretaris KPU Kota Bandung Agus Priyono.

"RIDO meraih 434.130 suara atau 45,24 persen dari seluruh perolehan suara kandidat sebanyak 959.715. Artinya telah memenuhi lebih dari 30 persen suara sah. Karena itu, pasangan RIDO ditetapkan sebagai Calon Wali Kota-Calon Wakil Wali Kota terpilih 2013-2018," tuturnya.

Usai pembacaan itu, Ketua KPU Kota Bandung Apipudin mengetuk palu pertanda rapat pleno menyatakan RIDO sebagai pemenang Pilwalkot Bandung 2013. 

Namun, seperti diberitakan merdeka.com, saat melakukan pembacaan berita acara yang dilakukan Ketua KPU Kota Bandung Apipudin, salah seorang tim kampanye dari pasangan nomor urut satu yang diusung Partai Demokrat (Edi Siswadi-Erwan Setiawan) tiba-tiba mengamuk dan menyatakan keberatan atas hasil Pilwalkot Bandung 2013.

Pria bernama Iwan Suhermawan itu berteriak dan menentang apa yang disampaikan Ketua KPU Apipudin. Karena waktu terpotong dengan ibadah Shalat Jumat, Apipudin pun meminta menunda rapat.

Namun Iwan yang mengatasnamakan enam kandidat terus menginterupsi rapat pleno dan berkukuh menolak. "Saya menolak hasil Pilwalkot Bandung dan ini berasal dari enam pasang kandidat," katanya yang berada di barisan depan kursi saksi.

Mendengar interupsi Iwan, Ketua KPU menjawab, "silakan kalau ada keberatan, nanti saya beri kesempatan."

Hasil Lengkap Rekapitulasi

Berikut hasil lengkap Pilwalkot Bandung yang diikuti 8 pasangan:

1    Edi Siswadi-Erwan Setiawan    (17,6%)
2    Wahyudin-Toni Aprilani    (8,31%)
3    Wawan Dewanta-Sayogo    (1,87%)
4    M.Ridwan Kamil-Oded M. Danial    (45,24%)
5    Ayi Vivananda-Nani Suryani    (15,16%)
6    M.Qudrat Iswara-Asep Dedy Ruyadi    (7,67%)
7    Budi Setiawan-Rizal Firdaus    (2,72%)
8    Bambang Setiadi-Alex Tahsin    (1,37%)

Menurut rencana, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung terpilih akan dilantik pada 16 September 2013 mendatang.[ang]

___
*foto ilustrasi: tribunnews


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Luar Biasa, Pasangan yang diusung PKS kalahkan incumbent dari Demokrat di Pilkada Bangka


Alhamdulillah Koalisi PKS-PDIP berhasil mengalahkan incumbent di Pilkada Kabupaten Bangka tanggal 26 Juni 2013 kemarin. Pasangan TENTRAM ( Tarmizi-Rustamsyah ) unggul dari incumbent Yusroni Yazid - Rozali yang diusung oleh Partai Demokrat, PPP, PAN, Hanura, Gerindra.

Berdasar quick count LSI (Lingkaran Survey Indonesia) pasangan nomor urut 3 ini memperoleh 36,37 persen suara, sedangkan pasangan incumbent Yusroni Yazid- Rozali memperoleh 31,91 persen suara.

Berikut adalah hasil lengkap perhitungan Quick Count LSI :

1. H. Tarmizi-H. Saat Rustamsyah (Tentram) 36,37 persen
2. H. Yusroni Yazid-Rozali (YusRo) 31,91 persen
3. Hj. Noorhari Astuti-Rendra Basri (Nusantara) 20,49 persen
4. H. Abdul Gani Aup-Vendy Andireja (Gandy) 11,24 persen

Jika perhitungan KPU tidak jauh beda dengan perhitungan Quick Count, dapat dipastikan Pilkada Kab Bangka hanya berlangsung  satu putaran dengan TENTRAM sebagai pemenangnya

Hal ini merupakan sebuah kabar yang menggembirakan setelah kemenangan pasangan RIDO di Bandung yang diusung PKS. Ini menjadi bukti bahwa kader PKS di tingkat kabupaten masih solid dan tidak terpengaruh dengan media mainstream yang selama ini cenderung mendiskreditkan PKS. Ini juga menjadi bukti bahwa masyarakat masih butuh dan percaya dengan PKS sebagai partai yang dapat mengayomi dan menyerap aspirasi dari masyarakat.

Semoga kemenangan kemenangan ini dapat berulang untuk daerah-daerah yang lain. Perjuangan ini masih panjang, butuh keuletan dan kesabaran untuk melewatinya. Insya Allah 2014 PKS 3 Besar.


*kiriman Humas PKS Babel


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Belajar dari Keluhuran Adab Imam Syafii dan Imam Ahmad | by @SalimAFillah






Salim A Fillah


1) Satu hari di Baghdad; Imam Ahmad mengungkapkan pada Asy Syafi'i keinginannya bersafar lagi ke Yaman tuk mendengar hadits 'Abdurrazaq.

2) Adalah beliau dulu pernah melakukannya pada suatu musim haji bersama Yahya ibn Ma'in. Kala itu, di Makkah mereka bertemu 'Abdurrazaq.

3) Yahya berkata, "Kita tak perlu ke Yaman, penulis kitab Mushannaf ada di sini. Kita minta saja dia mengimlakkan haditsnya pada kita."

4) Maka Imam Ahmad menyahut, "Demi Allah, ilmu yang berkah tidak diperoleh dengan cara itu. Akan kususul beliau ke Shan'a seusai haji."

4) Dengan bekal menipis, Ahmad sendirian berangkat ke Yaman. Bagi beliau, kurang Adab jika mendahului atau membersamai Imam 'Abdurrazaq.

5) Di Shan'a, untuk menyambung hidup, Ahmad bekerja serabutan pada siang hari. Barulah malamnya dia dapat bermajelis menyimak hadits.

6) Imam 'Abdurrazaq yang tahu keutamaan & ketekunan Ahmad belajar hadits, segera berupaya membantu. Tapi aneka pemberian beliau ditolak.

7) "Bukankah Malik membiayai murid-muridnya?", tegur beliau. "Sungguh menyimak ilmumu lebih aku sukai dari dunia seisinya", sahut Ahmad.

8) Nah, kali kedua ini, dapat dirasakan Imam Asy Syafi'i; tampaknya Ahmad menghadapi masalah yang sama; biaya. Belum juga dia berangkat.

9) Maka dengan kedudukannya yang mulia di sisi Harun Ar Rasyid; Imam Asy Syafi'i menulis surat agar Ahmad diangkat sebagai Qadhi Yaman.

10) Di masa muda, Asy Syafi'i juga pernah jadi Qadhi Yaman; yang keadilan & kecerdasannya masyhur hingga membuat banyak orang dengki.

11) Bahkan ianya berujung fitnah yang membuat Asy Syafi'i ditangkap & digelandang paksa jalan dalam belenggu dari Shan'a hingga Baghdad!

12) Maka dalam suratnya Imam Asy Syafi'i minta agar Ahmad dijamin aman dalam jabatannya & dibebaskan mengundurkan diri kapanpun dia mau.

13) Ini dilakukan Asy Syafi'i demi membantu supaya Ahmad bisa terbiayai ke Shan'a, berjumpa 'Abdurrazzaq, sekaligus mengamalkan ilmunya.

14) Inilah yang dapat dilakukan; sebab membantu dengan uang pribadi sedang tak mungkin; beliau juga 'miskin' karena wara' & dermawannya.

15) Begitu Ahmad tahu tentang surat ini, dengan wajah masam didatanginya Imam Asy Syafi'i, "Abu 'Abdullah, demi Allah andai bukan Anda..

16) ..yang melakukannya, pasti aku bersumpah untuk tak lagi menemui dia selamanya. Demi Allah, aku tidak mau ke Yaman dengan cara ini."

17) Maka Asy Syafi'i pun memohon maaf & memeluk murid yang dibanggakannya. Kelak saat meninggalkan Baghdad menuju Mesir beliau bersyair.

18) "Aku pergi dari Baghdad & tiada kutinggalkan di sana seorang yang lebih 'alim, faqih, zuhud, & wara'; daripada Ahmad ibn Hanbal."

19) Dari mereka kita merunduk malu menyimak jalan ilmu; ada tekun, ada Adab, ada perhatian, ada hormat, ada hati-hati, ada pengertian.

20) Rahimahuma wa rahimanaLlah, semoga Allah sayangi mereka & kita; rasukkan keteladanan keduanya dalam jiwa; kumpulkan kelak di surga:)


*https://twitter.com/salimafillah


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

FAHRI HAMZAH : SEBUAH FENOMENA dalam "KEUNIKAN" KARAKTERNYA



By : Ria Sanusi

Tulisan ini terinspirasi dari diskusi yang terjadi antara saya dengan teman-teman di sebuah grup blackberry. Percakapan yang dibuka dengan info dari saya tentang Fahri Hamzah yang mencak-mencak kepada para awak media (wartawan) di salah satu stasiun TV, karena difitnah mempunyai kedekatan dengan Ahmad Fathanah. Sebuah foto Fahri Hamzah yang sedang makan bersama AF tersebar di banyak media, dimana foto tersebut dianggap Fahri Hamzah hanya sebuah foto biasa saja. Namun oleh media sengaja dibesar-besarkan, guna mendukung dugaan mereka mengenai adanya  "hubungan manis" antara Fahri Hamzah (PKS) dengan tersangka utama dalam kasus suap impor daging sapi tersebut. Tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada Fahri Hamzah, foto itupun menjadi sasaran empuk para wartawan. Sehingga inilah yang membuat seorang Fahri Hamzah meradang luar biasa kepada mereka.

Diskusi yang semula datar-datar saja, lama-kelamaan jadi semakin hangat & alot. Begitu banyak komentar, tanggapan & argumentasi yang disampaikan oleh saya & teman-teman se-grup. Yang jelas, pro & kontra ramai mewarnai alur disksusi kami semalam. Dan saya adalah termasuk salah seorang dari mereka yang "pro" dengan sikap keras (tegas) Fahri Hamzah dalam menghadapi para wartawan/media yang nakal itu. Dari diskusi yang cukup panjang ini, tiba-tiba ada seorang dari grup kami mengusulkan kepada saya untuk membuat tulisan tentang FAHRI HAMZAH, terutama yang berkenaan dengan masalah "karakter" beliau yang kami anggap memiliki keunikan ini. Maka lahirlah tulisan ini, setelah sebelumnya saya juga pernah mengulas sedikit tentang beliau dalam tulisan saya yang berjudul : Fenomena Di antara 3”F”: Sebagai Apa Kita Akan Dikenang?

Menulis tentang Fahri Hamzah, bagi saya adalah sesuatu yang fenomenal. Karena entah mengapa, selalu ada "getaran" emosional yang mengikuti setiap hentakan jemari saya diatas keybord laptop. Dan mungkin saja dalam pemaparannya nanti, seakan-akan kental unsur subjektivitasnya. Mengingat saya adalah salah seorang "fans"-nya (hehehe...). Padahal terus terang saja, saya sendiri tidak pernah kenal dengan beliau. Walaupun kalau  soal nama saya memang sudah tidak asing lagi, dan sudah terlalu sering mendengarnya. Namun sampai detik hari ini, saya belum pernah sekalipun berjumpa apalagi berkomunikasi baik secara langsung maupun tak langsung dengan beliau. Saya cuma tahu & sering melihat Fahri Hamzah di TV, terlebih lagi sejak merebaknya kasus suap impor daging sapi yang diduga melibatkan Ustadz Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) & PKS. Sejak itulah, saya sering mengikuti "sepak terjang" beliau, meski tak semuanya.

Bagi saya, FAHRI HAMZAH memang memiliki satu "keunikan" yang jarang dimiliki oleh orang lain. Terlebih lagi dalam tubuh para kader PKS, yang memang sudah terkenal dengan kesantunan & kelemah-lembutannya ini. Hadirnya seorang Fahri Hamzah dengan segala keunikannya itu, mau tidak mau, suka tidak suka, harus diakui memang bahwa beliau telah berhasil membuka mata dunia tentang "kepribadian" PKS selama ini. Dengan gayanya yang khas orang NTB (keras & berapi-api), Fahri Hamzah selalu tampil "berani". Maka tak heran, jika sosoknya selalu disegani oleh lawan, namun tetap disayangi oleh kawan. Dan saya, adalah termasuk orang yang sangat mengagumi karakter beliau tersebut. Dan karena "kekaguman" saya ini, ada teman yang mencandai saya dengan mengatakan, karena saya & Fahri Hamzah mempunyai satu kemiripan : SAMA-SAMA KERAS & GARANG...!!! Hehehe...

Akan tetapi terlepas dari siapa Fahri Hamzah, disini saya tertarik untuk mengulas sedikit tentang sifat & karakter manusia. Dari beberapa referensi yang saya baca, ada perbedaan antara sifat & karakter manusia. Kalau "sifat" lebih cenderung kepada yang berbentuk rangsangan atau respon terhadap sesuatu. Misalnya penyayang, penyabar, pemaaf, pemarah, iri, dengki dan lain-lain. Tidak permanen dan masih atau dapat dirubah, namun perlu waktu yang lama serta tergantung kepada si pemilik, mau merubahnya atau tidak. Sedangkan kalau "karakter" lebih cenderung kepada masalah kejiwaan dan dia bisa merupakan kumpulan dari beberapa sifat yang telah ada (cakupannya lebih luas). Cenderung permanen (walaupun tidak mutlak juga),  karena dalam perjalanannya, ternyata faktor lingkungan juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam membentuk/mempengaruhi sifat & karakter seseorang. Namun pada dasarnya karakter ini sangat sulit untuk dirubah, sebab dia sudah terbentuk secara alami dari sejak dalam kandungan. Dengan kata lain, karakter merupakan sifat bawaan yang akan menjadi ciri khas dari setiap manusia, yang sudah ditakdirkan oleh Allah SWT kepadanya.

Adapun kaitannya dengan Fahri Hamzah, dari beberapa kali penampilannya baik di media cetak maupun elektronik, tentu saja orang sudah bisa menebak bagaimana sifat & karakter beliau. Meskipun  ternyata, orang juga mempunyai persepsi yang berbeda-beda dalam memberikan penilaiannya. Begitu pula yang terjadi pada diri saya & teman-teman yang melakukan diskusi malam itu. Saya berdua teman diantara mereka, sangat setuju dengan sikap Fahri Hamzah dalam menghadapi ulah wartawan pada saat itu.  Masih menurut kami (saya) pula, bahwa bukan tanpa sebab atau alasan jika Fahri Hamzah marah kepada mereka. Serta bukan karena merasa "sok jagoan" pula, Fahri Hamzah menunjukkan sifat/karakter aslinya di hadapan para wartawan itu. Andai saja mereka beritikad baik, masa iya Fahri Hamzah juga harus tetap memperlihatkan taringnya? Saya rasa, Fahri Hamzah tidak akan segegabah itu. Beliau pun pasti masih punya sopan santun serta memiliki akhlaq yang baik (plus cerdas). Dan dalam pengamatan saya, belakangan ini juga sebetulnya Fahri Hamzah sudah cukup "lunak dan jinak" dalam bersikap, setelah kemarin-kemarin selalu tampil garang & seolah-olah ingin menerkam siapa saja yang dianggapnya tak mampu berlaku adil & profesional.

Namun dimata beberapa orang teman (dalam diskusi kami), Fahri Hamzah dinilai terlalu emosional. Menurut mereka, Fahri Hamzah tidak harus selalu tampil garang. Harus mampu main tarik ulur dalam bersikap. Dan menurut mereka pula, sebaiknya Fahri Hamzah tak perlu menanggapi ulah nakal para awak media yang menyebarkan foto itu. Cool ajalah...begitu kata mereka. Dan masih menurut mereka pula, orang diluar PKS tidak akan simpati kepada yang sangar & meledak-ledak seperti Fahri Hamzah. Bisa-bisa yang simpati malah jadi kabur, karena melihat gaya beliau. Benarkah demikian? Salahkah penilaian dari teman-teman saya itu?

Tentu saja tidak. Sebab, memang dalam situasi dan kondisi tertentu kita memang harus pandai-pandai menentukan sikap. Adakalanya kita harus lembut, kalem & slowly dalam menghadapi suatu persoalan, tapi adakalanya pula kita harus tampil "bak macan yang terganggu tidurnya" dalam menanggapi persoalan yang lainnya. Dalam hal ini saya sependapat dengan teman-teman saya. Akan tetapi  dalam kasusnya Fahri Hamzah kemarin, menurut saya sikap beliau sudah benar & wajar. Karena bukan sekali dua kali ini, beliau (dan PKS) dibully habis-habisan oleh media massa, tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelumnya. Masalah  akan ditinggalkan oleh pengikut/simpatisan PKS, saya rasa terlalu dini untuk kita berasumsi demikian. Sebab menurut saya, hal itu tidaklah berbanding lurus dengan apa yang telah dipertunjukkan oleh Fahri Hamzah ataupun yang se-karakter dengannya.. Bagi para musuh (haters) PKS, baiknya PKS tetap saja akan dinilai/dilihat buruk oleh mereka. Karena kebencian & penyakit hati sudah begitu kuatnya menggerogoti jiwa/pikiran mereka. Bagi para haters, PKS itu tidak ada nilai baiknya...titik...!!!

Di PKS sendiri, ada banyak karakter manusia yang berkumpul. Ada Ust. Mardani Ali Sera, Ust. Hidayat Nurwahid, Mahfudz Siddiq dan lain-lain yang terkenal kalem/cool/low profile. Tapi ada juga Ust. Anis Matta, Fahri Hamzah, Aboebakar AlHabsyi dan kawan-kawan yang tegas/lugas/keras. Saya yakin, mereka ini pasti sudah memiliki peranannya masing-masing dalam tugas menghadapi (meng-counter) berbagai macam masalah/kasus yang menerpa PKS. Dan dalam sejarah Islam-pun kita sudah mengenal beberapa karakteristik dari para sahabat Rasulullah saw. Ada Abubakar Assiddiq yang penyabar & lemah lembut. Tapi ada pula seorang Umar bin Khaththab yang  garang & kemana-mana selalu membawa pedang kesayangannya. Sampai-sampai diceritakan dalam riwayatnya, bahwa syetan pun akan lari terbirit-birit jika berjumpa dengan Umar saking takutnya. Namun dibalik ke"sangaran"nya itu, Umar bin Khaththab memiliki hati selembut salju. Sejarah pun sudah banyak melukiskan tentang kelembutan & kepekaan beliau ini. Yaaa...begitulah romantika, dinamika & harmonisasi yang terjadi dalam dunia Islam. Begitu indah,  serasi, menakjubkan sekaligus juga sangat fenomenal..

Demikian pula yang terjadi dalam tubuh PKS. Diantara sekian banyak kader yang berkecimpung & berkiprah di dalamnya, bukanlah suatu kebetulan jika Fahri Hamzah yang selalu diamanahkan "tugas" untuk berhadapan dengan orang-orang yang keras pula seperti dirinya. Sebagaimana yang kerap kita saksikan akhir-akhir ini di berbagai media massa. Saya sangat yakin, PKS pasti punya alasan yang kuat terhadap seorang Fahri Hamzah. Apapun yang beliau lakukan, semua itu pasti tak lepas dari pantauan para pengurus PKS. Lagi pula Fahri Hamzah bukanlah anak kemarin sore yang baru terjun ke dalam dunia perpolitikan di Indonesia. Pengalamannya dalam berorganisasi dari sejak remaja sampai selanjutnya mendapat kepercayaan sebagai anggota dewan DPR RI dari Fraksi PKS, telah mengantarkan beliau menjadi seorang politikus yang handal dan selalu diperhitungkan oleh lawan (musuh/haters PKS). :"Karakter" yang tegas, lugas serta berapi-api itulah yang senantiasa mengiringi setiap gerak & langkah Fahri Hamzah, kapan dan dimanapun beliau berada.

Begitulah, terlepas dari sikap pro-kontra atau benar-salah dari seorang Fahri Hamzah, semua itu tentu adalah  satu "keunikan" sekaligus juga merupakan segudang kelebihan yang melekat pada dirinya. Disamping juga merupakan asset berharga bagi partai dakwah yang bernama PKS, sama seperti keunikan dan ke-khas-an dari para kader PKS lainnya. Dikarenakan masing-masing orang selalu punya kelebihan serta kekurangannya, dan itulah yang mampu memberi warna seindah pelangi dalam perjalanannya.

Dan saya pun teringat pada sepenggal tausyiah dari Ustadzah Srivira Chandra dalam sebuah acara seminar beberapa waktu yang lalu. Kata beliau, sifat dasar/karakter manusia itu gak perlu dirubah. Biarkan saja dia berkembang & mengalir (terbentuk/terpola) seperti apa adanya. Yang penting adalah si pemilik karakter bisa memposisikan dirinya sesuai dengan porsinya. Dan selama itu tidak menyimpang atau bertentangan dengan nilai-nilai Islam, monggo saja... (mengambil istilah Ust. Mardani Ali Sera) :D


___
catatan penulis: Tulisan ini ku-persembahkan kepada saudara-saudara seperjuanganku di PKS Pamulang, specially "Hamasah.com" yang tersayang...

You'r my inspiration, and thanx to all...!!!



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

LHI Dijerat, PKS Dilaknat











Oleh Nandang Burhanudin
*****


“Assalamu’alaikum. Apa kabarnya tadz …. he he ….”. Jamaah setia itu telah kembali dari umrohnya.

“Waalaikumussalam. Kabar baik pak. ‘Umroh maqbulah insya Allah”, jawab saya.

“Allahumma Aaamiiin …. Gimana tadz … makin rame saja ya Indonesia. Tawuran di sana-sini. Bahkan tawuran sekarang di level partai, Setgab …. he he …”, ungkapnya.

“Ya begitulah pak … Indonesia itu selalu kaya, walau kaya masalah … he he …”, jawab saya santai.

“He he … maaf tadz. Ngomong-ngomong kasus LHI dah disidang ya? Darin itu memang Mumtazah … Betulan dah nikah ya?”, candanya nyindir.

“Ya. Saya sich nunggu divonis hukum saja. Kalau perlu seberat-beratnya. Juga yang saya tunggu, vonis hukuman untuk Anas Urbaningrum+Andi Mallarangeng dan semua koruptor di negeri ini….habisi saja ….”, jawab saya santai.

“Lho kok nggak belain LHI tadz?”, tanyanya.

“Lho kenapa mesti dibela. Kalau memang salah, tegakkan hukum. Yang saya ndak setuju itu, jika hukumnya tebang pilih … Tegakkan keadilan, karena keadilan itu mendekatkan pada takwa … Saya memahaminya, keadilan dalam penegakkan hukum akan menjaga masyarakat dan umat Islam dari prahara dan penderitaan yang direkayasa …. Itulah makna takwa yang salah satu artinya al-wiqayah (menjaga dari kemudharatan) …”, ungkap saya panjang lebar.

“Excellent tadz …. terus kalau terbukti PKS menerima aliran dana korupsi, ndak apa-apa dong dibubarkan?” tanyanya menelisik.

“Ya tidak apa-apa pak. No problemo. Dan jika aparat hukum mau adil, saya yakin semua partai di negeri ini layak dibubarkan. Termasuk lembaga negara, bahkan lembaga Presiden sekalipun …. bubarkan saja semua … Kalau sekedar PKS yang dibubarkan, itu tendensius dan nampak kepentingan politiknya menjelang Pemilu 2014 … he he …”, terang saya.

“Wah kok kayak lagi emosi tadz …”, ia bertanya lagi.

“He he … oooh … ndak pak. Saya hanya berpikir logis saja. Ada tidak adanya pemerintahan, negeri ini sudah autopilot. Rakyat hidup sendiri-sendiri. Negara hanya mengurusi “kenaikan” harga, tapi tidak dibarengi dengan public service dan public fasilities yang memadai. Pajak diembat hingga Kiamat …. “, tegas saya.

“Wah kalau dibubarkan semua …. negara ini tidak ada dong …”, ia merenung.

“Ya, biarkan saja tidak ada. Toh ada juga tidak diurus serius. Negeri super aneh: Suap 1 M yang belum terbukti, bisa memupus perampokan Bank Century 6.7 Triliyun (6700 milyar), kasus Hambalang 1200 Milyar. Rekening Gendut, Lapindo, Korupsi Al-Qur’an, BLBI. Lalu jika memang LHI menikahi Darin, apa hubungannya dengan kasus korupsi? Lalu bagaimana dengan para pezina yang pandai menghapus jejaknya? Bagi saya, jika LHI salah … hukumlah. Tapi jangan lupakan yang lain!”, tegas saya.

“Waduh … makin pusing tadz … kalau boleh tinggal di tanah Haram, saya mau tinggal dan meninggal di sana saja. Lebih dekat ke taubat …”, ungkapnya.

“Ya … nggak usah pusing pak. Perangi saja koruptor dan partai sarang koruptor di Pemilu 2014. TV-TV milik mereka, kurangi jam menontonnya. Ramaikan masjid. Dekati masyarakat tidak mampu. Bina dan didik generasi dari kecil. Bagi saya itu lebih mendekatkan pada ampunan Allah … daripada diam dan lari ke negara lain ….”, hibur saya.

“Oh ya … sip pak ustaz … makasih ya sudah mau berbagi … Wassalam”, ia pun pergi setelah bersalaman.

*****

Sahabat, terkadang kita bertemu dengan orang-orang yang ingin menuntaskan rasa penasaran. Tugas kita, ternyata bukan membela mati-matian hingga terkesan buta. Tugas kita adalah, sampaikan kebenaran itu walaupun pahit dan arahkan visi orang yang mengajak bicara kepada masalah yang lebih besar dan perlu ditanggulangi.

Sebab orang tersandung masalah, bukanlah aib. Bisa jadi masalah yang menimpanya, mencerdaskan dan menggiringnya untuk muhasabah kemudian bertaubat. Justru yang menjadi aib adalah, ketika kita mengolok-olok, mencela, dan menyebarluaskan aib.

Adanya vonis hukum adalah sanksi terberat yang akan memupus kesalahan. Seperti pezina, ia dibersihkan dosanya setelah dirajam. Jika ia taubat nashuha, bisa jadi ia telah menuju surga. Bandingkan dengan pengumbar aib, pencela, pengolok …. dosanya akan tetap melekat sejauh mana radius tebaran aib, celaan, caci maki, olok-olok yang ia sebarkan. 

Wallahu A’lam


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Rahasia Kebahagiaan Kader PKS


Oleh : Ust Achmad Fatony
Pengasuh Pesantren Al Kahfi, Tarik, Sidoarjo

Pagi hari, atau sorenya, saya biasa mengenang teman-teman PKS. Mereka yang saya kenang itu berbeda-beda latar belakang. Sebut saja namanya Simon. PNS golongan rendahan. Untuk nafkah keluarga, gajinya minus. Tiap hari harus berhutang, kecuali hari itu dagangan sembako istrinya laris. Tapi, untuk datang di acara pengajian PKS, Simon tak pernah absen. Lebih-lebih jika ada demo pro Palestina, ia ajak istri dan ke-3 anaknya yang masih balita. Mereka hadir menumpang angkot, tanpa sepeser pesangon dari panitia demo.

Pagi hari, atau sorenya, saya biasa mengenang teman-teman PKS. Di antara mereka ada seorang marbot sebuah masjid. Sebut saja Parmin. Ia sebatang kara. Usianya sudah kepala 5. Dengan gaji 300 ribu rupiah, ia merasa berkecukupan. Pantang baginya meminta-minta, atau sekedar berkeluh kesah mengungkap sisi kefakiran diri. Bahagianya hadir manakala datang waktu sholat. Ia bergegas meraih mik dan melantangkan adzan. Bahagia itu meluap saat bertemu kader PKS di masjid yang selalu hangat menyapa dan meladeni pertanyaan-pertanyaannya tentang Islam. Kepada semua orang, Parmin ngotot menyebut dirinya sebagai kader PKS.

Pagi hari, atau sorenya, saya biasa mengenang teman-teman PKS. Kader PKS yang saya kenang bukan hanya mereka, atau semisal mereka. Ada juga dokter spesialis. Panggil saja namanya Hamdan. Hidupnya serba cukup. Mobilnya ada beberapa. Rumahnya bagus. Anak-anaknya belajar di sekolah-sekolah mahal. Ia dan uang dan mobil-mobilnya, selalu hadir di berbagai kegiatan PKS. Zakat maal ditunaikan tak pernah telat. Shodaqoh dilepas tanpa pikir panjang. Sebelum menjadi jujugan mereka yang papa, kader PKS ini pro aktif mendatangi dan mengulurkan dompetnya.

Mengapa mereka tak memilih pola hidup pragmatis ? Yang hidup pas-pasan, wajar kok jika sibuk melulu dengan urusan berburu fulus. Buat apa buang-buang potensi untuk PKS. Memangnya teman-teman PKS-nya akan mengangkat taraf hidupnya jika mereka menjadi pejabat ? Sudah 3 kali Pemilu dan terus-terusan mencoblos PKS, hidup tetap kere saja. Sedangkan kader PKS yang kaya, mengapa rela buang-buang kemewahan untuk PKS? Bukankah kekayaan didapatkan bukan hasil gotong-royong kader PKS lainnya? Nikmat merasakan kemewahan, wajar kok ingin lebih nikmat lagi dengan hidup lebih mewah lagi.

Pagi hari, atau sorenya, saya biasa mengenang teman-teman PKS. Mereka yang papa, atau yang kaya, semua bahagia menjadi kader PKS. Saya kenang mereka di sela-sela lantunan do’a saya, yang terkandung di sana rahasia bahagia mereka. Yaitu, saat saya baca do’a akhir rangkaian dzikir Al Ma’tsurat (yang juga seharusnya dibaca oleh semua kader PKS). Yaitu, saat saya melafalkan do’a itu, bahwa kami kader PKS sungguh sudah lebur dalam cinta pada Sang Maha Pencipta. Bahwa eksistensi kami sebagai PKS, hanya sarana berbakti pada-Nya, menjadi identitas salah satu rombongan penolong agama-Nya. Yang kami mohonkan kepada Dia sembari mengemis pilu sepanjang tarikan nafas kami, hanyalah ridho dan surga-Nya.

Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini,
telah berkumpul karena cinta-Mu,
dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu,
dan bersatu dalam dakwah-Mu,
dan berpadu dalam membela syariat-Mu.
Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya,
dan kekalkanlah cintanya,
dan tunjukkanlah jalannya,
dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup,
dan lapangkanlah dada-dada kami dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
dan indahnya takwa kepada-Mu,
dan hidupkan ia dengan ma'rifat-Mu,
dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.



*http://pksnews.com/rahasia-kebahagiaan-kader-pks/



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Doa Kita untuk Mereka






Dwi Budiyanto
Jogja



“Sejak dulu kami menyepakati,” demikian tulis Imam Ahmad ibn Hambal, “jika seseorang menghina saudara mukminnya atas suatu dosa, dia takkan mati sampai Allah mengujinya dengan dosa yang semisal dengannya.”

Tidak menghina orang baik itu perkara yang wajar adanya. Akan tetapi, tidak menghina mereka yang (sedang) tergelincir dosa butuh kesungguhan juga. Ini bukan pekerjaan sederhana. Betapa sering kita memperolok orang lain yang sedang terpeleset dan berperkara. Mengejek mereka sambil memicingkan sebelah mata. Alih-alih menginstrospeksi diri, kita malah menyibukkan diri untuk menjadikan mereka yang tergelincir dalam kekhilafan sebagai bahan gunjingan. Maka, sekali lagi, betapa sering kita dengan sikap jumawa mempertanyakan, “Kok bisa dia berbuat sekerdil itu?” Seakan kita merasa sangat yakin bahwa kita akan mampu melampaui ujian serupa. Sungguh, hanya kepada Allah kita memohon pada Allah agar mengistiqamahkan hati kita dalam ketaatan kepada-Nya.

Ketika seseorang menghina saudaranya yang tergelincir kesalahan, pada saat bersamaan ia sedang menggelincirkan diri pada kesalahan yang bersebab kesombongan. Jumawa bahwa dirinya lebih baik. Sungguh perkataan Sufyan bin Uyainah patut kita renungkan. “Siapa yang kemaksiatannya terletak pada syahwat, maka taubat bisa diharapkan darinya. Sebab Adam a.s. bermaksiat karena keinginan syahwat, ia bertaubat lalu diampuni. Sementara jika kemaksiatannya terletak pada kibr (kesombongan), maka aku khawatir is sebagai orang yang dilaknat. Iblis bermaksiat karena kesombongan karenanya ia dilaknat.” Begitulah yang terjadi, ketika seseorang menghina saudaranya yang tertimpa kesalahan, ia sendiri tidak menyadari bahwa penghinaan yang dilakukannya adalah kesalahan yang lebih parah. Apa yang diperoleh dari menghina? Pahala dari Allah berupa jaminan surgakah? Atau bertumpuknya keburukan dan kehinaan diri? Alangkah indah manakala kita bersibuk menelisik diri daripada menguliti saudara sendiri.

Suatu hari Sufyan bin Al-Hashin duduk berbincang dengan Iyas bin Mu’awiyah. Ketika melintas seorang anak muda, Sufyan menuturkan keburukan anak muda itu. Iyas bin Mu’awiyah lalu mencergahnya dan mengatakan, “Diamlah wahai Sufyan, apakah engkau pernah terlibat dalam pertempuran melawan Romawi?” Sufyan menjawab tidak pernah. Kembali Iyas bin Mu’awiyah bertanya pada Sufyan bin Al-Hashin. “Kalau begitu pernahkah engkau ikut dalam perang melawan pasukan Tatar?” Kembali Sufyan menjawab tidak sambil menggelengkan kepala. “Orang Romawi dan orang Tatar selamat dari keburukan lisanmu,” demikian kata Iyas bin Mu’awiyah, “tapi, seorang Muslim cedera karena lisanmu!” Sungguh ada banyak hal yang patut dibanahi dari diri kita hari-hari ini. Ketika media mempermudah jangkauan untuk mengetahui ruang-ruang pribadi seseorang, seringkali kita menjadi latah untuk mengomentari. Kita pun menjadi tak sadar sedang digiring ke arah tradisi pergunjingan yang tiada manfaat. Kita mendadak menjadi gampang mencela dan mudah dibuat kecewa pada hal-hal yang tidak terlalu penting. Betapa hal-hal demikian sangat menguras energi dan mudah membelokkan orientasi; dari semangat beramal ke arah hasrat pergunjingan. Na’udzubiLlahi min dzalik.

Alangkah menusuk nasihat Ibnu Athaillah As-Sakandary. “Betapa banyak kemaksiatan yang mewariskan rasa hina dan rendah di hadapan Allah ta’ala,” tuturnya. Beliau lalu melanjutkan, “Sungguh, itu lebih baik dari ketaatan yang mewariskan sikap merasa mulia dan sombong.” Begitulah kearifan sikap dinasihatkan pada kita. Agama ini melarang seseorang untuk mencaci dan menghina orang yang melakukan kesalahan. Pada yang berdosa saja kita tak boleh mencelanya, apalagi pada mereka yang kesalahannya belum diputuskan benar tidaknya. Puncak tertinggi dari masyarakat Muslim adalah menegakkan hukum sesuai yang dituntukan Allah, dan bukan menyibukkannya dengan cacian dan hinaan.

Bukankah kita tak mengetahui jalan cerita kehidupan seseorang? Bukankah telah bertabur banyak tauladan, mereka yang pernah tergelincir dalam kekhilafan, ternyata mampu menuntaskan kehidupannya dalam kebaikan. Yunus pernah terjerat khilaf. Ketika ia berdakwah di Ninawa dan yang ia temukan hanyalah pembangkangan. Hilanglah sabarnya. Ia pergi meninggalkan Ninawa sebelum diperintakan-Nya. Sang Nabi ‘mutung’. Lalu, ia ditelan ikan. Setelahnya ia menginsyafi seluruh kesalahannya dengan doa (Qs. al-Anbiyaa’ [21]: 87). Ia tak lagi dalam hina. Yunus bertabur kemuliaan. Kisah hidupnya menjadi teladan, maka Quran mengisahkan.

Sungguh, tak akan terhina orang yang dimuliakan Allah karena taubatnya setelah khilaf. Tak akan mulia orang yang dihinakan Allah bersebab jumawa yang ditempuhnya dalam taat.

Pada mereka yang keluarganya sedang didera ujian, doakan semoga lekas terurai masalah. Jangan memperolok dan menghinakannya. Kita tak berharap ujian serupa ditimpakan atas diri kita. Begitu pula pada mereka yang gagal menghadapi ujian kehidupan dari Allah, kita panjatkan doa agar Allah menyayangi mereka yang berusaha memperbaiki diri. Berdoa pula agar kita istiqamah dalam ketaatan kepada-Nya, lalu menuntaskan tugas hidup kita dengan khusnul khatimah. []


*Penulis: @dwiboediyanto on twitter


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Sebentar Lagi Air PDAM di Depok Bisa Langsung Diminum

Kamis, 27 Juni 2013

Warga Depok akan semakin nyaman tinggal di kotanya. Pasalnya, sebentar lagi PDAM Kota Depok akan membuat air PDAM yang mengalir ke rumah-rumah warga bisa langsung diminum. PDAM Depok juga akan mengembangkan wilayah zona air minum yang mencakup daerah Cinere dan Limo.

Dalam waktu dekat, PDAM akan membuat titik air yang dapat langsung diminum. Titik air minum itu diawali di Balai Kota Depok. Di antaranya di pasang di dekat Masjid Baitul Kamal, lapangan, dan halaman parkir Gedung Baleka. Rencana ini sedang dalam proses Detailed Engineering Design (DED).

"Ada tiga titik yang akan kami bikin di Balai Kota Depok. Konsepnya adalah Reperse Osmosis (RO). Konsep itu menghilangkan semua bakteri dan air pun layak langsung diminum. Mengenai bentuk kerannya, itu masalah teknis," kata Direktur Utama PDAM Tirta Asasta Kota Depok Muhammad Kholid di Balai Kota Depok, Rabu (26/6/2013).

Ditargetkan pada Agustus 20013, jaringan tersebut sudah terpasang. Sebelum digunakan, pihaknya bakal mengetes air ke Dinas Kesehatan. Itu untuk meyakinkan bahwa air bebas bakteri dan layak diminum langsung.

"Ini sebagai pelayanan publik, dan PDAM bukan hanya mencari untung. Masyarakat pun dipersilakan datang ke Balai Kota untuk minum air itu," paparnya.

Pihaknya pun akan terus menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinyuitas air siap minum secara berkala.

Kholid mengungkapkan, pihaknya juga akan mengembangkan Zona Air Minum (ZAM). ZAM adalah wilayah yang air dari pipa PDAM dapat langsung diminum masyarakat.

Wilayah yang dituju adalah Cinere dan Limo. Bahan baku airnya dari Sungai Pesanggrahan.

"Saat ini kami masih mengkajinya, baik kemauan warganya menggunakan fasilitas tersebut, dan kemampuan membayarnya. Kemudian, kajian kelembagaanya, jaringan, dan investasinya. Di Malang dan Sentul, Kabupaten Bogor sudah menerapkannya" jelasnya.

Menurut Kholid, untuk membangun ZAM diprediksi butuh dana ratusan miliar Rupiah. Jika APBD Kota Depok tak sanggup mendanainya, maka tidak menutup kemungkinan mengajak kerja sama pihak swasta.

"Pihak swasta juga dipersilakan melakukan kajiannya. Secara teknologi sudah banyak yang menerapkan. Di Jepang, air limbah manusia dapat diolah dan diminum langsung," paparnya.

Kholid menambahkan, jumlah pelanggan PDAM Kota Depok semakin bertambah, saat ini mencapai 6.600 pelanggan.


*sumber: http://www.islamedia.web.id/2013/06/sebentar-lagi-air-pdam-di-depok-bisa.html


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android
 
© Copyright PKS PIYUNGAN 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by PKS PIYUNGAN