NEWS UPDATE :

PKS Siap Pimpin Koalisi Parpol Islam

Jumat, 31 Mei 2013


JAKARTA -- Sebagai partai politik (parpol) yang berasaskan Islam, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memiliki basis massa yang 'real' jika dibandingkan dengan beberapa parpol yang beraliran yang sama.

Sadar akan kondisi tersebut, parpol yang berlambang kapas yang diapi dua bulan sabit ini mengaku siap menjadi pemimpin koalisi parpol Islam. Salah satu dasarnya adalah kesiapan semua infrastruktur dan kader yang dimiliki PKS.

"Apabila pada akhirnya partai-partai Islam mempercayakan PKS (memimpin koalisi), kami sangat siap untuk memimpin," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS, Indra kepada Antara di Jakarta, Jumat (31/5).

PKS, menurut dia, dalam membangun bangsa dan negara tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan harmonisasi dengan parpol lain dan juga elemen masyarakat. Oleh sebab itu, PKS, ia melanjutkan, sangat terbuka untuk berkoalisi dengan partai lain dalam membangun bangsa.

Indra menjelaskan PKS selama ini membangun sistem dan struktur partai bukan mengandalkan figur seseorang. Oleh sebab itu, menurut dia, tidak mengherankan apabila suara PKS terus meningkat dari setiap penyelenggaraan pemilu dan menang dalam beberapa pemilihan kepala daerah.

"Tiap pemilu suara kami selalu naik, dan beberapa pilkada seperti di Jawa Barat, Sumatera Utara, Sukabumi, Hulu Sungai Selatan yang diikuti kader kami, PKS menang," ujarnya.

Menurut dia, masyarakat Indonesia yang saat ini semakin religius, perlahan akan berkorelasi dengan keberpihakan mereka kepada partai Islam khususnya PKS. Dia mengatakan masyarakat semakin cerdas dalam melihat masalah dan memilih partai yang bekerja nyata bagi mereka.

"Kami percaya dengan ideologi dan asas yang kami miliki. PKS tidak akan terus menjaga hasil karya yang sudah kami perbuat untuk bangsa ini," katanya.

Pada Pemilu 2004, PKS memperoleh suara sebanyak 7,34 persen atau 8.325.020 dari total dan mendapatkan 45 kursi di DPR dari total kursi sebanyak 550. Dan pada Pemilu 2009, PKS memperoleh suara sebanyak 8.206.955 suara atau 7,9 persen dan mendapat 57 kursi di DPR (10 persen).

Pada Pemilu 2014 PKS memperoleh nomor urut tiga dan menargetkan masuk dalam tiga besar pemenang pemilu. Namun di awal tahun 2013, mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq ditangkap KPK karena diduga terlibat dalam pengaturan pemberian kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian kepada PT Indoguna Utama.

KPK juga mengenakan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kepada Luthfi sehingga berbagai asetnya disita lembaga pemberantasan korupsi tersebut. Sebelumnya, Survei Lembaga Klimatologi Politik menyebutkan masih terpuruknya elektabilitas partai berbasis massa umat Islam dan tokoh-tokohnya.

Hal itu semenjak meninggalnya Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan 'hilangnya' Amin Rais dari peredaran politik nasional sehingga partai Islam dan tokohnya tidak diperhitungkan lagi. PKS, PAN, PKB, PPP dan PBB masih menghuni papan bawah tingkat elektabilitas.

PKS yang menargetkan posisi tiga besar pada Pemilu 2014, dalam survei itu berada di posisi ketujuh dengan perolehan 5,1 persen suara responden. Setelah PKS, kemudian diikuti partai Islam lainnya secara berturut-turut yakni PAN (4,6 persen), PKB (4,4 persen), PPP (3,9 persen), dan PBB (0,9 persen).

Krisis kepemimpinan, kapasitas ketua umum partai Islam baru di level manajerial belum menjadi penggalang solidaritas atau 'solidarity maker' bagi umat Islam. Tokoh itu tidak memiliki kapasitas sebagai pendulang suara atau 'vote getter' dalam pemilu sehingga membutuhkan artis.

*http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/05/31/mnnpsv-pks-siap-pimpin-koalisi-parpol-islam


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Spanduk PKS Tolak Kenaikan BBM Marak di Makassar


Makassar - Penetapan penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh pemerintah pada Juni 2013 ditentang banyak pihak. Jika mahasiswa dan lembaga masyarakat berunjuk rasa menolaknya hal itu sudah biasa.

Namun, di Makassar penolakan terhadap kebijakan tersebut kini terang-terangan dilakukan Partai Keadilan sejahtera (PKS). Bentuk penolakan PKS dilakukan dengan memasang spanduk hampir di setiap jalan di Makassar yang bertuliskan "PKS Menolak Kenaikan BBM".

Di pertigaan Jalan Andi Pangerang Pettarani, dan Jalan Sultan Alauddin, misalnya. Di sebuah tiang tergantung spanduk penolakan penaikan harga BBM di kain putih dan merah. Di ujung spanduk ada lambang PKS.

Seperti diketahui, PKS merupakan partai koalisi pemerintah. Tapi kini terang-terangan menolak kebijakan pemerintah terkait penaikan harga BBM yang rencananya akan direalisasikan usai penetapan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Perubahan 2013.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKS Sulsel, Andi Akmal Pasluddin saat dikonfirmasi INILAH.COM mengakui, PKS menolak penaikan harga BBM semata-mata karena mengedepankan kondisi masyarakat. Penolakan harga BBM tidak ada hubungannya dengan kolaisi di pusat.

"Ini tidak ada hubungannya dengan koalisi, karena kami menolak penaikan BBM karena aspirasi masyarakat yang hidupnya akan semakin sulit. Penaikan BBM otomatis membuat harga-harga kebutuhan pokok akan naik juga," tandas Akmal. [yeh/inilah]


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

PKS: Kenaikkan BBM Akibat Kesalahan Pemerintah Mengelola Keuangan Negara

Jakarta (31/5) -  Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PKS Ecky Awal Mucharam  menyatakan bahwa dalam postur RAPBNP 2013 total belanja Negara mengalami peningkatan sebesar 46 Trilliun diakibatkan karena kesalahan pemerintah dalam mengelola keuangan negara.

“Kesalahannya karena pemerintah tidak mampu mengalokasikan secara berkelanjutan  kekurangan bayar subsidi BBM. Kekurangan bayar tahun 2010 sampai tahun 2012 dibebankan dalam tahun anggaran 2013. Ini merupakan bentuk ketidak adilan pengelolaan anggaran., “kata Ecky di DPR, Jum'at (31/5)
Ecky menyatakan, jumlah yang harus ditanggung akibat kurang bayar subsidi pada RAPBNP 2013 sebesar 36.9 Triliun yang terdiri untuk kurang bayar subsidi BBM sebesar 16.1 Trilliun, kurang bayar subsidi listrik 19.1 trilliun dan kurang bayar subsidi pupuk sebesar 1.7 trilliun.

"Pemerintah ditahun-tahun sebelumnya tidak match antara penerimaan tidak berbanding dengan pengeluaran Negara. Sehingga melakukan ketidakadilan terhadap pengelolaan keuangan negara dengan membebankan belanja tahun-tahun sebelumnya pada RAPBNP 2013. Ini merupakan kesalahan pemerintah dalam pengelolaan keuangan Negara,’ujar Ecky.

Karena itu, Ecky mendesak pemeritah mengambil tanggung jawab pengelolaan subsidi migas. Menurut Ecky, Pemerintah harus lebih kreatif dalam memberikan alternatif-alternatif lain untuk tidak menaikkan harga BBM. Agar pemerintah tidak melakukan pengulangan kesalahan yang disengaja.

"Salah satu alternatif adalah dengan asumsi penerimaan menurun tetapi belanja konstan sesungguhnya kenaikkan BBM dapat dihindari. Asumsi 30 trilyun yang digunakan sebagai pengurang subsidi dapat ditutup melaui SAL. Namun tetap harus diseimbangkan agar deficit tetap terjaga dibawah 3 persen. Kalaupun itu harus terkoreksi maka belanja KL harus menurun sebanyak 30 trilyun,” tutup Ecky.(kabarpks)

:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Mahfudz Siddiq: Naikkan BBM, Pemerintah Kejebur Lubang Berkali-kali

JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali bersebrangan dengan kebijakan pemerintah. PKS menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang akan dilakukan pemerintah dalam waktu dekat.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKS Mahfudz Siddiq mengatakan, pihaknya menolak rencana kenaikan harga BBM bersubsidi lantaran pemerintah gagal dalam pengendalian konsumsi BBM bersubsidi. Selama ini, kata dia, ada juga penyimpangan penyaluran BBM bersubsidi.

Mahfudz menambahkan, dalam dua kali rencana kenaikan harga BBM bersubsidi sebelumnya, PKS telah menyampaikan sejumlah rekomendasi terkait pengelolaan BBM bersubsidi. Namun, kata dia, pemerintah mengabaikan.

"Tidak digubris. Sekarang masalah yang dihadapi pemerintah sama seperti dulu. Jadi, ibarat orang yang kecebur lubang berkali-kali," kata Ketua Komisi I DPR itu, Jumat (31/5/2013) di Jakarta.

Ketika disinggung kembalinya sikap bertolak belakang PKS dengan koalisi pemerintah, Mahfudz mengatakan, sikap PKS lebih didasari objektifitas fungsi DPR dalam hal kontrol terhadap kebijakan dan penyusunan anggaran.

"Dalam dua kali kebijakan kenaikan harga BBM sebelumnya, PKS mendukung. Namun, sikap sepihak dengan tidak ditindaklanjuti rekomendasi PKS membuat PKS kali ini harus berpegang pada objektifitas tadi," pungkas Mahfudz.

Seperti diberitakan, pemerintah berencana menaikkan harga premium menjadi Rp 6.500 per liter dan solar Rp 5.500 per liter. Jika direalisasikan, sebanyak 15,53 juta keluarga miskin akan menerima uang tunai Rp 150.000 per bulan selama lima bulan. Hanya saja, pembahasan masih berjalan di DPR. (KOMPAS.com)



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Pesan Singkat untuk PKS dari mata yang berkaca-kaca... | dari pelosok Gunung Kidul


Haitami Fani el-alaby
UIN Sunan Kalijaga

Saya ingin sedikit bercerita mengapa saya harus menuliskan pengalaman ini dan mengabarkannya kepada anda. 

Jadi begini, pagi-pagi sekali, rabu (29/5) saya mendapatkan telpon dari seseorang agar diminta segera hadir ke pedukuhan Turunan desa Girisuko kecamatan Panggang, Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Saya pun terkaget-kaget. Jujur, saya sangat penasaran. Namun saya beranikan untuk bertanya lebih jelas dan sedikit memaksa, akhirnya  dia menjelaskan bahwa hari ini akan ada peresmian dan peletakan batu pertama renovasi total masjid Annur yang dulu pernah dulu saya ajukan.

Seteleh berbincang-bincang, ternyata yang menelpon saya adalah ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Gunung Kidul. Saya melaju ke lokasi bersama Ust Aliyudin, dari Keluarga Muslim cendikia (KMC) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ternyata, disana sudah banyak orang yang hadir. Peresmian kali ini dihadiri oleh pejabat padukuhan, kepala desa, unsur muspida dari kecamatan, koramil, kapolsek dan yang lainnya. Ternyata renovasi masjid Annur merupakan bagian rangkaian renovasi 8 masjid di Gubung Kidul.

Warga yang melihat kehadiran saya tentunya tidak asing lagi. Setiap warga yang melihat pasti melambaikan tangan, sungguh menghidupkan cerita lama dan saya benar-benar bernostalgia. Saya adalah peserta KKN angkatan 77 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta selama 2 bulan hidup ditengah-tengah masyarakat dusun Turunan. Suka dan duka saya lewati bersama masyarakt disini. Termasuk pertemuan saya dengan Ust Suwarno, DPC PKS Gunung Kidul. Dulu sewaktu saya mengabdi di padukuhan Turunan, saya memang sempat bertemu dan berkomunikasi dengan beliau. Sempat saya dengar, ternyata teman-teman anggota dewan dari fraksi PKS mengawal bantuan rumah untuk masyarakat termasuk diantaranya warga dusun Turunan yang beruntung mendapatkannya.

Sebenarnya masyarakat tidak banyak tahu dan justru masyarakat juga tidak senang-senang amat dengan PKS, sebab saya pernah mengundang Ust. Suwarno selaku ketua DPC PKS gunung Kidul untuk mengisi pengajian, dan wal hasil ada yang senang dan ada yang tidak senang dengan kehadiran beliau karena dinilai politis.

Melihat kesungguhan kader PKS, diam-diam saya mencoba membicarakan kepada beliau untuk membantu memperbaiki masjid yang saat itu sudah tua dan retak-retak akibat gempa. Belum lagi fasilitas yang sangat minim, sehingga mendorong saya memberanikan diri untuk membuka pembicaraan tersebut tanpa sepengetahuan warga. Usul saya mendapat respon baik dari ust Suwarno.

Seiring berjalannya waktu, saya tidak menuntut banyak kepada PKS untuk membantu program saya, dalam hal ini bekerja sama dalam pengabdian di masyarakat. Program saya berjalan dengan baik, bahkan dinilai sangat bagus oleh masyarakat. Bagaimana tidak, seluruh elemen masyarakat merasakan keberadaan kami selama 2 bulan itu.

Mulai dari pembenahan dan pemakmuran masjid, perbaikan jalan, penerangan jalan, perayaan 17an, membuat dan membina kelompok hadroh (seni musik khas nahdiyin -ed) dan lain sebagainya. Sampai sekarang, sebagian dari kegiatan-kegiatan tersebut masih dijalankan warga. Bahkan, ditengah-tengah kesibukan saya sempatkan hadir untuk memenuhi undangan warga Turunan dalam acara mujadahan. Ternyata sambutan masyarakat begitu hangat. Penampilan special adalah hadroh yang pernah kelompok KKN UIN Suanan Kalijaga bina ini unjuk gigi seiring peningkatan dalam berseni hadroh.

Ketika itu, saya sudah mendengar kabar dari PKS akan menindaklanjuti permohonan saya tersebut. Saya sampaikan dalam beberapa kesempatan kepada warga bahwa masjid Annur akan segera direnovasi. Raut senang menghiasi para jamaah.

Puluhan kali warga berterimak kasih atas kerja keras kader-kader PKS selama ini. Dan saya pun turut menyampaikan ucapan terima kasih itu. Dibalik perkembangan padukuhan, ternyata PKS turut serta didalamnya tanpa sepengetahuan warga. Namun setelah saya ceriatakan, masyarakat hanya bisa terdiam dengan mata yang berkaca-kaca. Saya coba tatap satu persatu mata itu, ternyata saya menangkap seakan ada pesan yang ingin disampaikan kepada saya namun tak kuasa untuk diucapkan. Pesan itu adalah ucapan terima kasih dan dukungan kepada kader PKS untuk terus bekerja. Subhanallah, ternyata mereka sudah mulai jatuh cinta kepada PKS. ***


*kiriman email

:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Jokowi Dipuji, PKS Dimaki

Wijaya Kusumah
Blogger

Jokowi sedang dipuja-puji, dan PKS sedang dicaci-maki di sini. Hal itulah yang saya ketahui setelah berinteraksi di rumah sehat ini. Lucu juga yah! Jadi ingat sewaktu pak JK dipuja-puji di sini, dan ibu Megawati dicaci-maki. Namun dalam pemilihan presiden, ternyata ibu Megawati lebih populer daripada pak JK.

Itulah dinamika politik. Kita tidak pernah tahu pasti apa yang terjadi. Sama halnya ketika Jokowi mencalonkan diri menjadi gubernur DKI. Banyak orang yang ragu bahkan meragukan kemampuannya. Kampanye hitampun dibuat. Seolah-olah Jokowi tak memiliki kehebatan apapun. Jokowi dianggap orang yang harus dihambat karirnya agar tak maju menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta.

Tapi politik terus berubah. Jokowi ternyata disukai media. Bukan karena Jokowi memiliki tim media yang tangguh, tetapi ini dikarenakan kepribadian Jokowi yang sangat sederhana. Banyak orang menulis tentangnya tanpa dibayar. Saya pun termasuk blogger yang menuliskan tentang Jokowi dan tanpa bayaran satu senpun.

PKS sedang dicaci-maki saat ini. Bisa jadi kondisi itu akan berubah seiring dengan dinamika politik di tanah air. Teruslah berbuat kebaikan dan teruslah mengkampenyakan diri sebagai partai yang solid. Bila nanti di pengadilan ada kader atau mantan ketua PKS LHI tak bersalah, bisa jadi caci-maki itu menjadi pujian. PKS akan menjadi partai harapan. Partai yang diharapkan bangsa Indonesia dengan kejujurannya. Media pun lambat laun akan berpihak kepada partai ini.

Kita tentu tahu duit 4 milyar di dalam kardus yang menghebohkan. Duit itu diberikan kepada Nazarudin (mantan anggota DPR komisi III) atas perintah tersangka korupsi Djoko Susilo. Publik tentu marah besar ketika tahu bahwa masih ada korupsi di negeri ini, dan melibatkan partai besar di dalamnya. Kita ingin hukum ditegakkan seadil-adilnya. Koruptor harus dimiskinkan. Bukan semakin nyaman di penjara sana.

Namun, publik tiba-tiba diam ketika media tak mempersoalkannya. Publik justru malah bereaksi keras dengan PKS yang belum tentu bersalah. Inilah Indonesia, keadilan terkadang belum menyentuh semua kalangan. Apa yang dituliskan Yudhi Latif di koran kompas, 28 Mei 2013 tentang keadilan untuk PKS nampaknya hanya menjadi angin lalu buat KPK. Semoga ini menjadi pembelajaran berharga buat bangsa ini.

Jokowi dipuji, PKS dimaki. Itulah yang terjadi saat ini. Kita lihat saja apa yang sesungguhnya terjadi. Partai besar dengan jumawa asyik bersantai ria. Kader-kadernya yang terduga korupsi masih menghirup udara segar dengan fasilitas mewahnya. Inilah wajah Indonesia. Bahkan Susno Duaji yang sudah divonis bersalah oleh pengadilan dan mendekam dalam penjara, masih bisa menikmati nasi padang, dan sate madura yang lezat. Beliau masih bisa tertawa lepas dan tak merasa bersalah. Luar biasa! Masih ada hukum rimba di negeri ajaib ini. Tapi lihatlah apa yang terjadi, ketika ada orang yang maling ayam. Boro-boro bisa makan sate ayam, wajah hitam lebampun menjadi potretnya di koran-koran.

Salam blogger persahabatan

Omjay


*http://politik.kompasiana.com/2013/05/31/jokowi-dipuji-pks-dimaki-564687.html


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

"Konspirasi, Adu Strategi dan Kuat-kuatan Nafas"











by Abdullah Haidir

Teori konspirasi itu justru diperkenalkan oleh Al-Quran (QS. Ali Imran: 54), sejarah sejak dulu dan sekarang jg membuktikan kenyataan spt itu.

وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

Keyakinan adanya konspirasi harus diyakini sebagai tantangan yg memang semestinya akan dihadapi di jalan dakwah. Bukn utk melemahkan semangat.

Baik yg menolak adanya konspirasi dan mengeksploitirnya, sama2 menunjukkan tidak cermat dalam mengamati peristiwa secara utuh.

Perjalanan masih panjang, onak duri masih membentang, namun tak ada kata surut bagi pejuang...

Adanya konspirasi, tak lain krn adanya perjuangan ajeg, solid, spartan & terus tumbuh... menghadangnya secara konvensional mnjadi tak mungkin.

Konspirasi tidak dapat dihadapi dengan pandangan sempit, kesimpulan dangkal, kerja parsial, operasi lokal dan reaksi emosional...

Menghadapi konspirasi memang wilayah adu strategi, kuat2an nafas dan kemampuan berjalan di tengah badai.

Kemenangan melawan konspirasi memang bukan pd jatuhnya musuh, tapi pada kekuatan kit berdiri dan terus berjalan...

Bahkan bisa jadi, kemenangan menghadapi konspirasi, justeru dipetik generasi kemudian. Yg penting istiqomah sampai penghujng kehidupan..

Tiada yg lebih indah di jalan juang, selain panji2 kebenaran yang kuat dipegang... Tiada yg lebih merekah, selain senyum di jalan dakwah..


*https://twitter.com/abdullahhaidir1



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

"Jangan Hasad dan Jangan Lemah oleh Hasad"











Abdullah Haidir
Riyadh



Penyakit berat yang mengancam kehidupan kita adalah #hasad atau dengki.

#Hasad adalah tidak suka dengan kebaikan yang ada pada orang lain, bahkan dia ingin agar kebaikan itu hilang dari orang tsb.

Dikatakan bhw pd setiap manusia tidak ada yang sepi dari sifat #hasad. Hanya saja ada yg dapat menahannya, tapi ada yg tdk dapat membendungnya.

Karena itu kita diperintahkan untuk sering2 berlindung dari penyakit #hasad dan dari orang hasad.

Sebab jika #hasad sudah bersarang di hati, dari sana lahir berbagai keburukan dan perbuatan nista...

Dan orang yg paling rugi atas sifat #hasad adalah orang yang hasad itu sendiri. Baik thd dirinya, maupun agamanya.

Dalam sejarahnya, pembangkangan dan permusuhan sumbernya adalah #hasad.

Iblis membangkang kpd Allah, krn #hasad thd Nabi Adam, mengapa dia yg terbuat dari api bersujud kpd Adam yg terbuat dari tanah (Al-A'raf 12).

Qabil membunuh habil karena #hasad terhadap saudaranya yang mendapat isteri lebih cantik darinya dan kurbannya diterima sedang dia tidak.

Perhatikan bagaimana kejinya perbuatan saudara2 Nabi Yusuf kpd adiknya yg masih kecil. Tak lain krn #hasad mereka thd NabiYusuf…

Kaum Yahudi yang #hasad thd Rasulullah saw dan bangsa Arab yg mendapatkan kemuliaan akhir kenabian melahirkan sekian banyak perbuatan nista.

Abdullah bin Ubay bin Salul yang #hasad dengan kemuliaan Rasulullah saw, menjadikannya sbg gembong munafik dg segala perbuatan liciknya…

Begitulah seterusnya, #hasad tidak pernah sepi dari kehidupan manusia.

Benarlah jika dikatakan bahwa #hasad memakan kebaikan, sebagaimana api memakan kayu bakar.

#Hasad membuat gelap mata, yg tampak hanyalah keburukan orang yg didengki. Tidak sedikitpun kebaikan dia akui, walau sebenarnya banyak.

#Hasad lahir karena kehidupan yg lebih berorientasi dunia, materi, pamor, popularitas, kedudukan dan jabatan…dll.

#Hasad dapat menjangkiti siapa saja, tak terkecuali orang yang sedang berada di jalan dakwah sekalipun…

Rasulullah saw tdk khawatir dg kefakiran umatnya. Dia justeru khawatir ketika pintu2 dunia terbuka...

Lalu umatnya saling berlomba2 mengejar dunia, saling sikut dan saling dengki..(HR. Muslim) 

Mari periksa lagi diri kita dari sifat #hasad berlindunglah kpd Allah dari penyakit yg satu ini..

Biasakan melapangkan dada kita thd kebaikan2 yg dimiliki saudara2 kita. Bahkan kita ikut gembira dg kegembiraan mereka...

Obat #hasad paling mujarab adalah kembali kpd Allah, mengingat kematian dan berharap kemuliaan dariNya serta tdk berorientasi duniawi semata.

Jika ada org yg #hasad thd kita, juga jangan terlalu sedih dan galau. Krn org2 yg lebih mulia dari kita pun tetap ada yg hasad kpdnya..

Berlindunglah kpd Allah dari org yg #hasad. Kemudian tetaplah berjalan di jalan kebaikan. Jangan sekali2 kebaikan kita hentikan krn hasad org lain.

Cukuplah ketenangan, keteguhan serta senyum kita membuat org yg #hasad kian menderita. Penderitaan yg tak berpahala, justeru berdosa.

Jangan balas #hasad dg hasad. Balaslah dg doa, ucapan baik, dan menebar cinta, kerja dan harmoni...

Jangan terlalu berharap org yg #hasad akan berubah... Ini memang jenis penyakit yg sulit dihilangkan. Yg penting diri kita tetap ajeg dan kuat..

Kata Mu'awiyah ra: "Semua permusuhan mudah dipadamkan. Kecuali permusuhan yang sumbernya adalah #hasad."

Riyadh, Rajab 1434...



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

PKS Siap Menggaet Fatin & Afgan


JAKARTA—-Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menggaet Fatin X Factor Indonesia dan penyanyi Afgan untuk dijadikan sebagai brand ambassador salah satu organisasi sayap kepemudaan PKS.

“Kami maunya seperti Fatin dan Afgan yang saat ini sedang kami dekatkan. Namun belum ketemu karena jangan sampai merusak reputasi mereka, dan nanti mereka akan menjadi 'brand ambassador' dari organisasi sayap kepemudaan kami,” ujar Kepala Bidang Humas PKS Mardani Ali Sera, Rabu (29/5/2013).

Dia mengatakan syarat brand ambassador PKS adalah pemuda dan pemudi yang bertipikal baik, berprestasi, dan tidak narkoba.

Ali Sera mengatakan pihaknya menyiapkan tiga strategi menggaet pemilih pemula dalam Pemilu 2014. “Pertama membuat struktur partai yang berkaitan dengan pemilih pemula dan perempuan,” kata Mardani di Jakarta, Rabu (29/5).

Untuk soal ini, partainya sudah mempersiapkan organisasi sayap bersifat kepemudaan di bawah PKS, dari tingkat nasional hingga daerah.

Strategi kedua, memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan Twitter untuk memberikan informasi kegiatan dan kampanye PKS karena media ini sangat efektif dengan penggunanya kini masing-masing 80 juta dan 20 juta orang.

“Misalnya ketika kami mengumumkan lomba jingle PKS dan lomba narasi pemuda tentang PKS, melalui Facebook dan Twitter. Penggunaan media sosial itu juga untuk memberitahukan kepada jejaring partai jika ingin berkumpul,” katanya.

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum pada Pemilu 2004, jumlah pemilih pemula sekitar 27 juta dari 147 juta pemilih, sedangkan pada Pemilu 2009 sekitar 36 juta pemilih pemula dari 171 juta pemilih.

Data Badan Pusat Statistik tahun 2010 penduduk Indonesia usia 15-19 tahun adalah 20.871.086 orang, dan usia 20-24 tahun 19.878.417 orang sehingga total pemilih muda pada 2014 sebanyak 40.749.503 orang.

*http://www.solopos.com/2013/05/29/pemilu-2014-pks-bakal-gaet-fathin-x-factor-indonesia-afgan-411254



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Hasil Polling Parpol Pilihan Warga Kompasiana (PKS Menang Telak)


Sebelumnya penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya karena meleset sehari dari janji untuk menampilkan hasil Polling Partai Politik Pilihan Warga Kompasiana siang kemarin karena ternyata agenda hari ini sangat padat (maklum namanya juga kuli…., hehe…..). 

Penulis juga mengucapkan terima kasih & penghargaan yang tulus kepada Warga Kompasiana yang telah berpartisipasi dalam Polling Parpol Pilihan Warga Kompasiana yang berlangsung mulai kemarin Rabu, 29 Mei 2013 pukul 12.00 WIB hingga hari ini Kamis, 30 Mei 2013 pukul 06.00 WIB.

Seperti yang telah penulis janjikan, hasil Polling Partai Politik Pilihan Warga Kompasiana akan penulis sampaikan hari ini beserta sedikit analisisnya (Hehe….., kaya pengamat politik aje….:D). 

Sebagaimana yang penulis sampaikan kemarin bahwa Polling ini mungkin hasilnya tidak sepenuhnya valid 100% namun bisa menjadi bahan referensi & introspeksi bagi Warga Kompasiana. Hasil polling kali ini pun juga belum tentu menggambarkan bahwa hasil Pemilu 2014 nanti hasilnya mirip/sama tapi masih memungkinkan juga hasilnya bisa mirip/sama karena kedepan dinamikan politik pasti akan semakin asyik. 

Sebenarnya hasil Polling ini bisa langsung diketahui secara langsung (Real Time) namun ga seru kayaknya jika tidak ada sedikit analisis tentang hasil pollingnya, yuk langsung aja ke TKP.



Keterangan :

Suara Tidak Sah : Suara yang tidak memilih 15 Parpol Peserta Pemilu & melebihi batas pemilihan yaitu hari Kamis, 30 Mei 2013 pukul 06.00 WIB. Ada 14 suara PKS, 1 suara PDIP & 1 suara Partai Gerindra yang melebihi batas waktu polling sehingga dianggap tidak sah.

Golput : Yang menyatakan Golput atau menuliskan angka nol


Analisis

Dari hasil Polling Parpol Pilihan Warga Kompasiana diatas ada beberapa hal yang cukup menarik untuk dianalisis:

1. Apa faktor kemenangan PKS dalam Polling ini?

2. Mengapa partai-partai lain sangat rendah pemilihnya?

3. Swing Voters masih sangat besar

Apa faktor kemenangan PKS dalam Polling ini?

Cukup menarik jika diperhatikan bahwa ternyata PKS bisa menang mutlak dalam Polling ini padahal Warga Kompasiana sangat heterogen dan tiga bulan terakhir ini dihebohkan dengan berbagai tulisan yang mengulas kasus hukum yang melibatkan LHI yang menyeret PKS, bahkan tak jarang diiringi dengan saling menghujat & mencaci. Lalu mengapa saat dilakukan polling kemarin PKS menang mutlak??? Ada beberapa faktor yang mungkin mendukung kemenangan tersebut :

1. Kader-kader PKS yang menjadi Warga Kompasiana masih solid & tidak terpengaruh dengan berbagai opini politik & hukum yang menjerat mantan Presiden PKS tersebut dan terus dibahas di Bumi Kompasiana ini.

2. Ada kemungkinan pemilih PKS tidak semuanya kader PKS, bisa jadi ada diantara mereka adalah swing voters yang selama ini cenderung pasif & lebih banyak diam, menyimak/memperhatikan dinamika politik yang terus dibahas di Bumi Kompasiana ini. Bisa jadi prahara yang menimpa PKS ini justru malah membuat swing voters ini bersimpati dan memilih PKS meski jumlah pastinya tidak tahu berapa.

3. Rendahnya pemilih partai-partai lain tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi PKS, hal ini menjadi tanda tanya besar apakah memang minat Warga Kompasiana terhadap partai-partai selain PKS sangat rendah? Atau sosialisasi polling ini masih kurang massif?

Mengapa partai-partai lain sangat rendah pemilihnya?

Pertanyaan ini juga sangat menarik, mengapa partai-partai selain PKS sangat rendah pemilihnya? Padahal penulis sangat yakin banyak Warga Kompasiana yang menjatuhkan pilihan ke partai-partai lain seperti Partai Demokrat, PDIP, PAN, PKB, Partai Golkar, gerindra, dan lain-lain. Namun mengapa partai-partai tersebut sangat sedikit pemilihnya? Apakah memang sudah terjadi pergeseran? Atau mereka khawatir diketahui afiliasi/pilihan politiknya sehingga memilih untuk tidak ikutan polling? Apapun jawabannya harus tetap dihargai karena itu adalah suara Warga Kompasiana.

Swing Voters masih sangat besar

Sebenarnya penulis merasa kurang puas karena yang mengikuti polling ini masih belum banyak padahal Warga Kompasiana jumlahnya pasti sangat banyak meski penulis tidak tahu berapa jumlah populasi Warga Kompasiana. Namun bila dilihat dari jumlah dibaca dengan yang mengikuti polling selisihnya sangat besar.

Suara swing voters inilah sebenarnya yang sangat menentukan, ini yang harus diperhatikan oleh partai-partai peserta pemilu, mereka harus memiliki strategi yang jitu untuk bisa memperoleh suaranya. Bisa jadi swing voters ini adalah masih banyak diantara mereka yang sebenarnya sudah menentukan pilihan politiknya namun masih malu-malu untuk diketahui oleh public Kompasiana.

Kesimpulan

Selamat buat PKS yang menang pada polling kali ini, namun jangan sampai para kader maupun simpatisannya merasa Ge-eR dengan hasil pooling ini karena belum tentu hasil polling ini valid. Jadikanlah ini sebagai motivasi & introspeksi serta bekerja lebih keras lagi jika ingin benar-benar mewujudkan targetnya tembus 3 besar di Pemilu 2014 nanti.

Bagi pendukung partai-partai lainnya tak perlu berkecil hati penulis yakin jumlah anda tidak seperti yang ada pada hasil polling, mungkin jumlahnya sangat banyak bahkan melebihi PKS tapi mungkin juga sebaliknya.

So…..bagi yang menang tetaplah rendah hati, bagi yang kalah tak perlu berkecil hati.Tetaplah untuk saling menghormati & menghargai, Warga Kompasiana adalah warga yang terdidik, saling menghargai, santun dalam lisan & tulisan serta saling berkontribusi untuk kemajuan bangsa Indonesia . Mari persembahkan dunia yang indah dan ramah bagi anak-cucu kita kelak.

Sampai jumpa dalam Polling berikutnya……

Salam Cinta & Persaudaraan


Ponco
Kompasioner


*http://politik.kompasiana.com/2013/05/31/hasil-polling-parpol-pilihan-warga-kompasiana-pks-menang-telak-564665.html



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

"Kau, Anugerah Terindah dariNya"











by Nastarita

Aku ingat pertama kali kita bertemu,
hatiku berdesir, bergetar melebihi biasanya

Kubisikkan pelan-pelan dalam hati..
..semoga rasa ini bertahan selamanya
Hingga kelak kita berakhir di tempat yang dijanjikan Allah untuk kita

Aku ingat hari-hari berat yang kita lalui,
perdebatan-perdebatan antara siapa yg harus mengalah
Rasa kesal yang membuncah,
pun sampai rasa tidak percaya yang mulai berkuasa

Tapi semua selalu berakhir,
dengan aku yang kembali menggenggam tanganmu mesra
Sadar bahwa, hidupku tanpamu tak akan sama
Sadar bahwa, kau adalah anugrah terbaik yang bisa aku minta pada Allah

Kau yang mengubahku dari seonggok daging bergerak tak bermakna
Menjadi sebenar-benarnya manusia,
Mengajarkanku bahwa hidup ini bukan tentang AKU semata

Kau yang membantuku mengkristalkan banyak hikmah
Dibalik senyum dan nestapa, disela-sela musibah

Kau, anugrah Allah bernama Tarbiyah
Aku ingin Menua, membangun istana syurga, menghembus penghujung nyawa
Dengan kita yang tetap seperti ini, sejalan seirama :’)


*penulis: @nastarabdullah on twitter



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

"Prahara PKS dalam Bait-bait Lagu"


Prahara PKS dalam Bait-bait Lagu


By: Nandang Burhanudin

***

Setelah NU-MUhammadiyah disibukkan dengan perbedaan 1 Ramadhan dan 1 Syawwal setiap tahun, maka kekuatan-kekuatan Islam di luar kedua ormas besar tersebut dikebiri satu per-satu. Tuduhan demi tuduhan bertubi-tubi, seakan tak kenal henti. FPI dikebiri sedemikian rupa oleh barisan JIL-Sekuler-Liberal agar dibubarkan. Setelah sebelumnya MMI, JAT, dibonsai hingga persiapan penerapan Syariat di beberapa kota yang marak tahun 2000, namun 13 tahun kemudian meregang nyawa; lenyap tak berbekas.

Kini PKS dapat giliran, ibarat lagu; kalangan Islamphobia bahu membahu mengerahkan berbagai amunisi, mulai dari ekstrim kiri hingga ekstrim kanan. Ujung-ujungnya sama:

Berharap PKS terjatuh dan tak bisa bangkit lagi.
Tenggelam dalam lautan luka dalam
PKS tersesat dan tak tahu arah jalan berjuang
PKS jika bisa ditinggalkan kadernya
Karena PKS tanpa kader tak ubahnya butiran debu

Itu dari ekstrim kiri. Mau tidak mau, suka tidak suka, rekayasa dari rekayasa kasus LHI hingga kasus 45 wanitanya AF lebih heboh dari kasus korupsinya, siapapun yang masih mau sedikit terbuka tidak akan bisa memejamkan mata bahwa rasa konspirasinya terlalu pekat.

Belum lagi dari ekstrim kanan. Walau istilah ini saya kurang setuju menggunakannya. Dimana aib yang melanda PKS seakan hujan berkah bagi beberapa kalangan, yang entah mengapa sedemikian bahagianya mereka, hingga lupa dengan slogan Syariat yang menjadi rahmat dan khilafah yang menyatukan umat. Bukannya bahu membahu, namun malah ibarat lagu:

PKS berlari sang pembenci terdiam. PKS menangis sang pembenci tersenyum. PKS berduka sang pembenci bahagia. PKS pergi sang pembenci kembali. PKS coba meraih mimpi, sang pembenci coba ‘tuk hentikan mimpi. Seakan keduanya takkan menyatu.

Saat berharap PKS menjadi butiran debu, justru kader-kader PKS terhenyak dan bangkit. Kader-kader yang tadinya terasuki virus 5 L, berubah tampil hangat dengan 5 S. Karena bagi kader-kader PKS, berpartai itu bagian dari dakwah. Cinta utamnya adalah dakwah. Besarnya cinta itulah ibarat lagu:

Demi cintaku pada dakwah
Kemanapun kau kan ku bawa
Walaupun harus kutelan lautan bara

Demi cintaku pada dakwah
Ke gurun ku ikut denganmu
Biarpun harus berkorban jiwa dan raga

(remark "Cinta Kita" Amy Search & Inka Christie)

Kader-kader PKS siap melakukan lebih dari itu. Ibarat kata, jika dakwah itu adalah istri, maka kader-kader PKS siap berbulan madu di awan biru.

Tiada yang mengganggu
Bulan madu di atas pelangi
Hanya berdua
Nyanyikan lagu cinta
Walau seribu duka
Kita takkan terpisah

Lekatnya cinta kader-kader PKS terhadap Indonesia, karena spirit juang para kader yang tak pernah berhenti untuk bekerja, mencipta harmnoni. Hal ini sudah menjadi komitmen bahwa kader-kader PKS siap menjadi HARAPAN INDONESIA. Oleh karena itu, kader-kader PKS sama sekali tidak membenci KPK. Malah sejak awal mendukung pemberantasan korupsi. Yang dibenci adalah ketidakadilan dan pengadilan jahat. Namun bagi kader-kader PKS, kejahatan tidak akan dibalas kejahatan. Persis seperti lagu:

Tatap tegaklah masa depan
Tersenyumlah tuk kehidupan
Dengan cinta dan sejuta asa
Bersama membangun Indonesia

Jadi, apapun yang terjadi terhadap pimpinan PKS, yaitu Ust. LHI, kader-kader PKS menganggapnya hanya sandiwara para mafia untuk menutupi kebusukan mereka. JB bagi kader PKS seperti lagu:

Aku tahu ini semua tak adil
Aku tahu ini sudah terjadi
Mau bilang apa aku pun tak sanggup
Air mata pun tak lagi mau menetes
Alasannya seringkali ku dengar
Alasannya seringkali kau ucap
Kau dengannya seakan ku tak tahu
Sandiwara apa yang telah kau lakukan kepadaku

Singkat kata, para konspirator paham, jika kader-kader PKS yang dibully, dijamin tidak akan ada chaos, demo besar-besaran, ataupun bom meletup dimana-mana. Karena para konspirator paham, kader-kader PKS seperti nasyid Shotul Harakah:

Pegang teguhlah kebenaran
Buang jauh nafsu angkara
Berkorban dengan jiwa dan raga
Untuk tegaknya keadilan

Kader-kader PKS sadar, umat Islam diposisikan sebagai domba-domba yang siap diadukan satu sama lain. Hanya umat seringkali tak sadar. Persis seperti lagu Bung Haji Rhoma Irama dalam lirik lagu berikut:

Adu domba adu domba mengadu domba
Domba dipertaruhkan
Adu domba adu domba mengadu domba
Domba dipertaruhkan

Demi keuntungan domba jadi korban
(Diadu domba)
Demi kesenangan domba kesakitan
(Diadu domba)

Adu domba adu domba mengadu domba
Domba dipertaruhkan
Adu domba adu domba mengadu domba
Domba dipertaruhkan

Sayang-sayang seribu kali
Domba-domba tak menyadari
Kasihan aduhai kasihan
Domba-domba pun bermusuhan
Hentikanlah hentikan itu kedhaliman
Janganlah dan janganlah kau mengadu domba

Sudah ah, nanti ada yang bilang, ustadz kok gak pake dalil Al-Qur'an dan Sunnah!


22:02; 30/05/13



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

"Kesaksian" Akhwat USA tentang Sumber Harta Ustadz Luthfi

Kamis, 30 Mei 2013


"Allah-lah Sang Maha Kaya itu...."


Ina Khikmawati
Montana,USA 2013

Ingin menyampaikan rasa terimakasih dan harunya kepada Ust Luthfi Hasan Ishaq (Presiden PKS), Ust. Ahzami Samiun Jazuli dan Ust. Nurmahmudi Ismail (Walikota Depok), wabilkhusus DPP PKS Bid Kewanitaan dan urusan rumah tangga kader. Serta sahabat-sahabat saya yang selalu menghadirkan wajah saya dalam Rabithah kalian, baik yang saya kenal maupun yang tidak saya kenal, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Tidak ada ucapan yang lebih baik ,selain Jazakumullohu khairon jaza'....

Semua adalah rencana Allah SWT. Tidak ada yang paling sempurna skenarionya selain skenario Alloh.


..............Semua berawal dari sini...........


DPP PKS mengadakan pertemuan keluarga kader se-Jabodetabek. Seperti biasanya, kalau judulnya keluarga kader, tentu yang hadir kebanyakan adalah para kaum ibu-ibu.

Tapi yag paling istimewa adalah kehadiran para mantan presiden PKS dari era pertama (jaman PK), sampai terkini.  Yakni , DR. Hidayat Nurwahid (HNW), Ust. MUzammil Yusuf, Ust. Nurmahmudi Ismail, Ust. Luthfi Hasan Ishaq. Saya merasa beruntung sekali karena bisa bertemu dengan mereka, ini adalah kesempatan langka bagi saya.

Hadir sebagai peserta pertama, karena kebetulan hari itu ada acara juga di tempat lain. Sehingga saya bisa langsung datang ke acara tepat waktu.

Acara berjalan seperti biasa, ada sambutan, dan taujih.

Taujih disampaikan oleh DR. Ahzami Samiun Jazuli, tentang keluarga, peran orang tua, dan pendidikan anak.

Ah, kesempatan saya untuk bertanya kepada salah satu ustadz yang cukup terkenal di Bekasi ini.

Saya bertanya tentang bagaimana cara mendidik anak untuk para single parent, agar anak-anak tetap tumbuh seperti anak-anak yang didampingi lengkap oleh kedua orang tuanya.

Ustadz Ahzami menyampaikan jawabannya dengan diselingi gurauan yang menyejukkan.

Setelah Ustadz Ahzami selesai menjawab, tiba-tiba ust Luthfi Presiden PKS berdiri dan bertanya kepada saya...

"Ibu,...suami ibu dimana?" tanya beliau pelan, spontanitas.

"Di Amerika, Ustadz." Jawab saya spontan juga, agak malu-malu plus deg-degan karena gak menyangka akan ditanya seperti itu.

"Tadi ust. Nurmahmudi Ismail (walikota Depok-red) dan saya berbisik-bisik.. beliau mau membiayai tiket perjalanan ibu untuk bertemu suami ke Amerika, nanti teknisnya kita bicarakan," ucap beliau singkat.

"Allohu Akbar.. Allohu Akbar.." seisi ruangan serbaguna DPR RI Kalibata sontak riuh dengan kalimat thoyyibah itu.

Saya sendiri tidak menghiraukan, hanya bisa sujud syukur. Tak henti-hentinya kupanjatkan kepada Alloh.

Teringat doaku yang "tak bermutu"..

"Yaa Alloh pertemukanlah saya dengan suami saya, pertemukanlah anak-anak dengan abinya.. kami sudah kangen sekali... saya tidak tahu caranya, tapi Engkau punya cara yang indah untuk mempertemukan kami"...

Dan ternyata  inilah jawabanNya...

Saya sendiri kurang yakin, lalu saya temui beliau di depan mobil beliau, diantara kerumunan wartawan, saya katakan,

"Ustadz, jazakallahu khairan jaza'..."

"Ya, ukhti, waiyyaki, nanti biar semua diurus," jawab beliau

***

Karena berbagai urusan keluarga yang harus saya selesaikan,  juga aktifitas sebagai single parent, harus kesana kemari, antar jemput anak-anak serta cuci nyeterika (lho kok malah curhat..hehhe), saya sempat lupa dengan janji pak Presiden ini.

Hingga akhirnya saya ditelpon oleh teman saya di DPP PKS.

"Bu Ina, pak Nurmahmudi berkali-kali nelpon bu Ina, tapi gak diangkat-angkat, kalau sempat call back beliau, atau hubungi ajudannya, ini nomornya.."

Mashaa Allah, saya baru teringat beberapa hari ini, HP nya low batt and gak saya charge.

Ah, macam orang penting saja aku nih, ditelpon sama orang nomer satu di Depok, padahal kenal pun enggak. Apalagi kontribusiku di PKS bisa dibilang gak ada, nyusahin iya, kali..hiks.

Mashaa Allah, inikah ukhuwah itu?

***

Ketika gonjang ganjing perihal harta kekayaan Ustad LHI, dan petinggi-petinggi PKS itu, saya ingin teriak...

Bukan ingin membela mereka, karena mereka sudah berbuat baik kepada saya dan keluarga, tapi saya ingin membela kebenaran firman Allah :

"Orang-orang yang menfkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS al-baqarah [2]: 24).

”Dan kebaikan sekecil apapun yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya.”(QS. Al-Muzammil: 20)

Kenapa harta mereka sepertinya bertambah dan bertambah, bahkan sebagian sampai terlihat berlebihan di mata orang lain?

Saya hanya bisa berguman dalam hati,

"Bagaimana Allah akan mencegah rezekiNya, kalau infaknya saja begitu ringan mereka keluarkan?"

Balasan di dunia sudah Allah tampakkan, semoga Allah sisakan juga pahala di akherat, aamiin...

Betapa saya melihat dengan kepala sendiri, bagaimana mereka tidak bergantung pada dunia ini, tapi dunia ini menjadi wasilah mereka untuk berbuat kebajikan.

Jadi buat yang masih bertanya-tanya dari mana harta mereka?

Sejatinya saya ingin mengajak, terutama  kepada diri saya pribadi,

Mari kita tengok, berapa besar infak yang kita keluarkan?

Sudah berapa harta yang paling kita cintai, kita serahkan ke jalan Allah, atau kita infakkan kepada orang yang membutuhkan?

Atau jangan-jangan kita hanya berinfak dengan recehan, sambil menyimpan harta kesayangan kita, lalu berharap kepada Allah dengan harapan semu?

Wallohu A'lam bishowab


Ina Khikmawati
Montana,USA 2013


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

PKS: Harga BBM Naik, Beban Petani Makin Berat

JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR, Hermanto menyayangkan rencananya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disiapkan pemerintah. Menurut Hermanto, Kenaikan harga BBM ini akan membebani petani karena akan menimbulkan dampak pada kenaikan biaya produksi dan distribusi sektor pertanian.

"Kenaikan harga BBM akan mengakibatkan terjadinya kenaikan harga sarana produksi pertanian, seperti pupuk, obat-obatan yang dibutuhkan petani dan lainnya. Ini jelas akan menurunkan tingkat kesejahteraan para petani," kata Hermanto kepada JPNN, Selasa (28/5).

Rencana kenaikan harga BBM telah disampaikan oleh Presiden SBY dalam dialognya dengan komunitas bisnis dan keuangan dalam acara Thomson Reuters Newsmaker, di Gedung One Raffles Quay, Singapura, Selasa, 23 April 2013. Dalam acara tersebut, Presiden mengatakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) merupakan langkah pemerintah untuk mengurangi beban subsidi.

Politikus PKS asal Sumatera Barat ini menambahkan, kenaikan harga BBM bersubsidi dipastikan berdampak terhadap inflasi dan sangat memukul daya beli masyarakat, khususnya para petani.

"Kebijakan ini juga akan mengakibatkan terjadinya koreksi terhadap pertumbuhan ekonomi secara nasional. Bahkan, pendapatan petani bakal turun drastis," tegas Hermanto. (fuz/jpnn)

*http://www.jpnn.com/read/2013/05/28/174158/Harga-BBM-Naik,-Beban-Petani-Makin-Berat-


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

PKS Pertanyakan Tindaklanjut Laporannya terkait Johan Budi ke Polri

Anggota Komisi III DPR RI dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil (kiri) dan kuasa hukum PKS Suhardi Le Meira (kanan) mendatangi Badan Reserse Kriminal Polri, Jakarta Selatan, Kamis (30/5/2013). PKS mempertanyakan laporannya terkait juru bicara KPK Johan Budi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Keadilan Sejahtera kembali mendatangi Gedung Badan Reserse Kriminal Polri, Jakarta Selatan, Kamis (30/5/2013),  untuk mempertanyakan tindak lanjut laporannya. PKS pernah melaporkan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi dengan tuduhan penghinaan terkait peristiwa penyitaan mobil di DPP PKS beberapa waktu lalu.

"Kami datang ke sini sebagai perwakilan dari PKS untuk mengecek laporan terkait peristiwa yang terjadi pada 6-7 Mei di DPP PKS," ujar kuasa hukum PKS Suhardi Le Meira, di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis.

Suhardi mengatakan, tidak datang untuk menyerahkan bukti baru dan melaporkan dengan pasal lainnya. Kedatangan PKS hari ini juga tidak untuk melaporkan petugas KPK lainnya.

"Agenda hari ini masih melihat perkembangan penyidikan kemarin. Nanti kita akan datang lagi untuk menyampaikan laporan dengan pasal baru," katanya.

Tim kuasa hukum PKS hadir bersama Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Nasir Djamil. Nasir mengaku juga ingin mengetahui tindak lanjut laporan itu.

"Saya sendiri dalam rangka menjalankan fungsi sebagai anggota DPR. Mengetahui sejauh apa laporan ini ditindaklanjuti," ujarnya.

Sebelumnya, Johan Budi dilaporkan atas tuduhan  penghinaan. Johan dinilai telah menyampaikan pernyataan yang tidak benar bahwa PKS menghalang-halangi petugas KPK untuk melakukan penyitaan mobil. Sementara itu, rencana PKS untuk melaporkan 10 orang petugas KPK yang mendatangi DPP PKS, belum dilakukan. PKS akan mengumpulkan barang bukti terlebih dahulu.

PKS sempat berseteru dengan KPK yang berusaha menyita enam mobil milik mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq yang ditetapkan sebagai tersangka kasus pencucian uang bersama orang dekatnya, Ahmad Fathanah. Saat penyidik KPK hendak menyita mobil-mobil itu, petugas keamanan PKS beserta organisasi massa menghalang-halangi hingga akhirnya mobil itu masih belum bisa disita dan hanya disegel di kantor DPP PKS.

PKS berdalih bahwa KPK ketika itu datang tanpa membawa surat penyitaan. Sementara pihak KPK mengaku sudah sesuai prosedur. Saat mendatangi kantor DPP PKS, penyidik mengaku telah membawa surat penyitaan.

*http://nasional.kompas.com/read/2013/05/30/14414819/PKS.Pertanyakan.Laporannya.terkait.Johan.Budi.ke.Polri


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

PKS Harus Merubah Haluan


Andri 24id
Kompasioner

Kasus LHI yang unik, pemberitaannya yang menarik, dan dampaknya yang sangat fantastik, memaksa PKS untuk merubah haluan. Dengan terbentuk imej buruk secara merata di bumi persada Indonesia ini maka PKS harus memutar haluan mungkin sampai 180 derajat. Dan saya sangat menekankan bahwa perubahan haluan ini sebagai suatu keharusan bagi PKS.

Kasus LHI lebih berat ekspos media dan penyebaran opini yang masiv ke publik media di Indonesia. Lemparan fakta dan kalibrasinya seperti gayung bersambut dan langsung masuk ke ruang-ruang publik masyarakat Indonesia. Penyebaran ini jauh lebih besar dibandingkan pembahasan delik hukum dan pengungkapan fakta berdasarkan KUHAP yang menjadi acuan proses penegakkan hukum yang membangun konstruksi hukum yang sehat bagi negeri ini. Dan itu sudah banyak dibahas oleh para pakar hukum.

Sehingga bisa disimpulkan berita PKS akan menjadi ’sabiwir hiji’ kalau urang sunda bilang begitu. Menjadi pembicaraan yang terus berkumandang di telinga hampir seluruh masyarakat Indonesia. Yang harus kita fahami adalah antara konten berita (pembusukan atau propaganda) dan penyebaran berita, itu adalah dua sisi yang berbeda.

Penyebaran berita ini adalah proses yang teramat mahal. Bagaimana perusahaan-perusahaan besar menggelontorkan milyaran sampai trilyunan untuk konsisten beriklan di TV atau media lainnya. Hanya untuk meng-cover area publik dengan berita tentang dia. Atau bahkan menyekap mata perhatian publik hanya kepada dia. Proses menyekap publik ini baru satu langkah meraih dominasi perhatian publik.

Ini juga yang menjelaskan mengapa beberapa partai merapat ke media. Atau media yang merapat ke partai. Karena pengaruh media, hari ini; sungguh dahsyat untuk membuat sesuatu menjadi tiba-tiba terkenal. Ingat kisah perwira polisi yang nari india, yang tiba-tiba menjadi selebritis, dsb.

Langkah kedua adalah proses internalisasi berita itu ke dalam diri setiap penerima. Penerimaan berita adalah proses lanjutan. Di sini juga akan terjadi proses yang lebih rumit terkait kompleksitas dan perbedaan latar belakang penerima berita.

Kita lihat pada kasus Ariel, semua penerima berita menerima konten berita yang sama. Tapi ada pihak yang memandang negatif dan menjatuhkan Ariel. Namun ada juga pihak yang mengambil posisi mengangkat Ariel.

Dulu kafir Quraiys juga menyebarkan opini busuk ke segenap penjuru untuk membuat Muhammad saw mendapat stigma negatif  sehingga diperhitungkan masyarakat tidak akan terpengaruh dakwah beliau. Jangankan menerima dakwah beliau mungkin mau tahu saja tidak, karena publik menjadi benci.

Ternyata tidak, pembusukan itu malah membuat publik secara umum menjadi lebih penasaran. Rasa penasaran yang semakin membesar membuat mereka menyempatkan diri mengklarifikasi. Di saat itulah beliau menjelaskan. Dan dakwah beliau bukan lagi MENGAJAK tapi MERESPON.

Perubahan dari MENGAJAK jadi MERESPON.

Perubahan itulah yang sekarang tengah dialami para kader PKS di lapangan. Jadi terjadi perubahan cara meraih perhatian publik dari menyebarkan secara pro-aktif atau dengan menawarkan, menjadi merespon dan menjawab. LUAR BIASAKAN?

Di sinilah PKS harus merubah haluan. Bahwa sejauh ini para kader PKS terus bekerja dengan menawarkan berbagai kegiatan, mulai dari baksos, siaga bencana, pelatihan-pelatihan, dsb. Semuanya bersifat PKS membuka komunikasi dengan mereka.

Maka keran komunikasi telah terbuka, dan dakwah kembali menemukan era baru yang membuatnya semakin terbuka, gebyar dan penuh berkah. Teruslah bekerja untuk menyampaikan cinta demi meraih harmoni.


*http://politik.kompasiana.com/2013/05/30/pks-harus-merubah-haluan-560633.html


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Kian Nyata PKS Terzholimi, Tokoh Agama Datang Beri Dukungan dan Doa


Jakarta - Setelah para pakar hukum menyatakan bahwa KPK telah mendiskriminasikan PKS dengan kasus LHI, dukungan terus berdatangan ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS). 

Rabu pagi (29/5) Prof Philip K Wijaya dari DPP Wali Umat Buddha Indonesia (Walubi), bertandang ke FPKS DPR. Beliau antara lain menyampaikan dukungan moral untuk PKS. Lalu siangnya, KH Mujib Khudhori, Ketum PP Ikhwanul Muballighin dan rekan-rekan berkunjung juga ke FPKS DPR RI. Beliau juga sampaikan simpati dan doa untuk PKS, yang menurut mereka, sedang dizhalimi.

Seperti diberitakan oleh media-media besar, berita-berita miring terus dilimpahkan ke PKS, dari mulai kasus suap yang diduga dilakukan oleh LHI eks Presiden PKS, hingga kasus pencucian uang yang sebenarnya KPK telah terburu-buru dikarenakan belum terbuktinya kasus suap yang dijeratkan ke LHI. 

(fbhnw/kabarpks)


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

"Memahami Sikap Kader PKS Terhadap Qiyadah"



“dasar kader taklid buta!!”
“mau aja dibodoh-bodohin sama qiyadahnya!!”
“udah nganggep qiyadah itu setara nabi ya? suci, ga pernah salah”
“doktrinasinya kuat banget sampe segitu taklidnya sama qiyadah”

Mungkin itulah segelintir kata-kata yang sering dilontarkan kepada kader PKS oleh orang-orang yang “belum memahami” rasa cinta terhadap saudara seiman seperjuangan yang hari ini memegang amanah sebagai “qiyadah” (pemimpin). Mereka yang mungkin belum mengerti dan memahami makna ketaatan dan ke-tsiqah-an yang diperlukan jamaah ini dalam mengarungi tantangan-tantangan dakwah dalam kehidupan.

Hari-hari ini, tuduhan tersebut semakin kencang ketika mantan presiden PKS, ustadz Luthfi Hasan Ishaaq, ditangkap oleh KPK dalam kasus suap impor sapi yang dari ke hari makin tidak jelas kebenaran kasusnya. Ketika kader-kader PKS berusaha “membela” saudara seimannya tersebut yang belum benar-benar terbukti bersalah, maka tuduhan-tuduhan diatas pasti langsung teralamatkan kepada kader-kader PKS. Ironisnya, banyak juga tuduhan-tuduhan tersebut berasal dari mereka-mereka yang sama-sama berjuang dalam dakwah Islam ini, meskipun beda “jalan perjuangan” ataupun mereka yang “pernah membersamai jamaah ini”.

Sebenarnya, adalah suatu respon yang wajar ketika seseorang membela orang yang dicintai yang tiba-tiba dituduh dengan tuduhan yang belum terbukti, apalagi ketika mereka mengenal orang tersebut dalam kesehariannya, seperti halnya kader PKS mengenal ustadz LHI. Dan respon ini pun umum juga dilakukan oleh mereka yang menuduh sama ketika orang yang dicintainya dituduh semena-mena. (Contoh pembela Gusdur, pendukung Megawati, atau pecinta Jokowi)

Padahal harusnya kita sebagai muslim sadar, apalagi aktivis-aktivis dakwah, bahwa menuduh seseorang melakukan sebuah kemaksiatan dalam Islam adalah suatu perkara yang berat. Harus menghadirkan saksi-saksi yang menguatkan dan terpercaya kejujurannya serta bukti-bukti yang menguatkan. Bahkan seorang Ali bin Abi Thalib pun pernah kalah oleh seorang yahudi dalam persidangan memperebutkan baju besi karena tidak punya bukti dan saksi yang kuat. Lalu kemana akhlaq seorang muslim yang harusnya dimiliki melihat saudaranya sedang “diuji”? bukankah lebih baik husnudzon daripada caci maki dengan opini yang sebenarnya belum terbukti?

Tidak, tidak ada satupun kader PKS yang menganggap qiyadahnya adalah seorang nabi, yang kata-katanya selalu benar. Tidak, tidak seperti itu. Saya pribadi yang “hanya” simpatisan sering berseberangan opini dengan opini qiyadah. Kader PKS justru menganggap bahwa qiyadah pun juga bisa salah. Tapi kader-kader tersebut menolak justifikasi opini publik sebelum ada keputusan bersalah. Jika bersalah? Hukum!!Tak ada pandang bulu. Begitulah pesan Nabi.

Cuma justru kadang saya berpikir, justru mereka yang menuduh dan mencaci makilah yang kadang menganggap kader-kader PKS harus seperti nabi, harus tidak pernah salah, dan tidak mewajarkan jika kader PKS pun juga bisa salah. Jika salah sedikit saja maka caci maki hampir pasti mampir ke telinga para kader:)

Jikalau benar-benar bersalah, apakah mereka lupa bahwa dalam Islam pun ada mekanisme taubat? Apakah kesalahan pribadi menjadi kesalahan jamaah? Rasulullah pun pernah menegur sahabat yang mencaci maki seorang perempuan yang berzina dan dihukum rajam atas permintaannya sendiri, “Bisa jadi dia yang kalian caci maki itu lebih mulia derajatnya di sisi Allah daripada kalian,” kata Nabi.

Tulisan ini pun juga sebagai otokritik untuk kader PKS yang kadang seringpula melakukan hal yang sama terhadap “yang tidak sepaham” dengan kita. Kalo saya ngikutin gayanya kang @hafidz_ary ”yang logis dan rasional ajalah, jangan fanatic”:)

Terakhir, saya ingin menutup dengan kalimat “qiyadah kami memang bukan malaikat ataupun nabi, punya kemungkinan untuk salah, tapi juga bukan fir’aun ataupun iblis yang kesalahannya tak terampuni”. 

Sekian.


Naufal Ibnu Amzani
@nauval_12 on twitter



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

PKS Tolak Kenaikan BBM Melalui Mekanisme APBN-P 2013

Jakarta - Bila pemerintah tetap mengajukan usulan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui mekanisme APBN Perubahan (APBN-P) 2013, anggota Badan Anggaran (Banggar) dari F-PKS Memed Sosiawan akan mengusulkan kepada fraksinya untuk menolak kenaikan BBM.

Menurut Memed, ada beberapa pertimbangan yang akan dia sampaikan terkait penolakan rencana kenaikan BBM melalui mekanisme pembahasan APBN Perubahan 2013. Pertama, kemampuan daya beli masyarakat sudah semakin berat menjelang bulan puasa Ramadhan dan Idul Fitri yang jatuh pada bulan Juli-Agustus 2013.

Kedua, pada bulan Juni-Juli merupakan tahun ajaran baru, sehingga banyak orangtua yang memasukkan anaknya ke semua jenjang sekolah hingga Perguruan Tinggi (PT) yang tentu memakan biaya.

Ketiga, target pendapatan pajak tidak tercapai sebesar Rp 41 triliun, kemudian pemerintah mengurangi Belanja Kementerian sebesar Rp 25 triliun. Namun, pemerintah menambah Belanja Negara sebesar Rp 40 triliun lagi, artinya memperbesar defisit anggaran kembali, jauh lebih besar dari defisit APBN 2013 sebesar 1,65 persen. Bahkan, defisit APBN-P 2013 bisa mencapai 2,5 persen.

Keempat, pemerintah sudah pernah diberi kewenangan oleh UU APBN 2013 untuk menaikkan harga BBM, tetapi tidak dilaksanakan hampir selama lima bulan sampai saat ini. "Kemudian, kalau kewenangan tersebut diberikan kembali oleh UU APBN-P 2013, dengan sisa waktu pelaksanaan kewenangan tinggal lima bulan lagi, apakah hal yang sama tidak akan terulang kembali?" tanya Memed yang juga anggota Komisi VI DPR ini.

Apalagi, sekarang masyarakat dalam kondisi sedang tertekan kemampuan daya belinya akibat angka inflasi yang meningkat dan sudah mendekati 7 persen. Memed menyatakan, rencana pemerintah yang akan menaikkan BBM, tidak perlu melalui mekanisme pembahasan APBN Perubahan 2013 di rapat paripurna. "Cukup rapat  kerja sama pemerintah dan DPR," katanya.

Hal ini sesuai dengan Undang-undang APBN 2013 pada pasal 8 ayat 10 yang berbunyi: Belanja subsidi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) dapat disesuaikan dengan kebutuhan realisasi pada tahun anggaran berjalan untuk mengantisipasi deviasi realisasi asumsi ekonomi makro, dan/atau perubahan parameter subsidi, berdasarkan kemampuan keuangan negara.

"Artinya, sejak UU APBN 2013 berlaku mulai tanggal 1 Januari 2013, pemerintah mempunyai kewenangan sebagaimana diamanatkan dalam pasal 8 ayat 10 undang-undang tersebut untuk menyesuaikan belanja subsidi BBM (ayat 1) dan subsidi listrik (ayat 2), yang berarti juga dapat menyesuaikan harga BBM berdasarkan kemampuan keuangan negara."

*http://www.jurnalparlemen.com/view/3317/politisi-pks-tolak-kenaikan-bbm-melalui-mekanisme-apbn-p-2013.html


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Contoh Anggota Dewan Yang Memperjuangkan Kepentingan Masyarakat

Anggota DPR: Hutang Gaji dan Tunjangan Guru Harus Didahulukan

Jakarta - Dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI bersama Menteri Agama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Sekjen Kementrian Sosial mengenai usulan APBN Perubahan 2013, Kementerian Agama termasuk yang mendapat banyak sorotan. Hal ini terutama terkait rencana program pemanfaatan tambahan anggaran yang diterima Kemenag.

Di saat kementrian-kementrian diminta melakukan penghematan dan melakukan pemotongan anggaran, Kementrian Agama justru mendapat revisi tambahan anggaran lebih dari satu Triliun rupiah. Karena itu rencana penghematan senilai 55 Milyar dari sekitar 11 program kementrian yang disampaikan oleh Menteri Agama sesungguhnya tidak terlalu mengganggu rencana keseluruhan program Kementrian yang sudah disusun.

Sayangnya, beberapa rencana program pemanfaatan tambahan anggaran yang diajukan Kemenag itu nampak tidak memenuhi standar prioritas pemanfaatan. Ledia Hanifa Amaliah, anggota dewan asal FPKS menjadi orang pertama yang menyampaikan kritiknya terhadap rencana Kemenag meningkatkan anggaran pemberian Beasiswa Siswa Miskin sebesar satu Triliun Rupiah dan Beasiswa Bidik Misi sekitar 47 miliar rupiah.

“Bagaimana mungkin Kemenag bisa merencanakan peningkatan anggaran beasiswa sementara kita tahu dalam pagu anggaran Kemenag ada hutang gaji dan tunjangan bagi puluhan ribu guru di seluruh tanah air?” kata Ledia dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (30/5/2013).

Ledia lebih lanjut menjelaskan guru dan tenaga honorer pendidikan masih banyak yang belum mendapatkan hak gaji dan tunjangan profesi mereka selama berbulan-bulan bahkan ada yang berbilang tahun.

“Kita bukan menolak perluasan beasiswa, tapi harus ada skala prioritas. Ini kan penambahan anggaran, dan membayar hutang gaji dan tunjangan bagi guru semestinya diprioritaskan. Sebab itu adalah hak mereka. Dan bagaimana kegiatan ajar mengajar bisa berjalan baik kalau para guru tidak konsen mengajar karena harus berpikir bagaimana caranya mencari tambahan penghasilan di luar tugas utamanya sebagai guru,” imbuhnya.

Karena itu Ledia berharap kesempatan melakukan perubahan APBN 2013 ini tak hanya mengubah angka-angka tetapi termasuk dalam membuat skala prioritas program.

*http://news.detik.com/read/2013/05/30/061634/2259797/10/anggota-dpr-hutang-gaji-dan-tunjangan-guru-harus-didahulukan


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Pengamat: Jika PKS Menang Dapat Kuasai Asia


Perkara yang menimpa Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq berpengaruh terhadap konsolidasi partai politik tersebut, hingga partai besutan Anis Matta itu dinilai sudah menjadi macan yang kehilangan gigi taring.

“Ada kekhawatiran yang sangat besar baik dari dalam maupun luar negeri terhadap PKS yang kini diibaratkan seperti macan yang sudah mulai ada taringnya, oleh sebab itu sebelum menjadi lebih besar, dihabisi dahulu tenaganya,” kata Pengamat politik yang juga pengajar Ilmu Sosial Politik Universitas Bengkulu Lamhir Syam Sinaga di Bengkulu, Selasa (28/05).

PKS saat ini, mengalami konspirasi politik bertujuan agar partai tersebut tidak fokus pada doktrin perjuangannya serta tidak fokus pada target-target partai.

“Jadi target orang itu bagaimana supaya PKS nantinya tidak termasuk menjadi partai yang bisa berbuat apa-apa, dibuat sedemikian rupa menjadi partai netral yang tidak berpengaruh di kancah politik dan bisa dikendalikan, itu target mereka. Jadi target mereka itu bukan sampai membubarkan PKS,” katanya.

Sebagian pihak meyakini, kata Lamhir, kalau PKS dalam keadaan aman dan tidak bermasalah maka partai besutan Anis Matta itu bisa saja menjadi partai nomor satu di Indonesia pada Pemilihan Umum 2014.

Partai yang berpengaruh adalah partai yang mempunyai empat unsur yang saling bersinergi.

“Ada unsur tradisional, emosional, power dan interest. Unsur tradisional ini menyangkut kekeluargaan, sedangkan emosional merupakan keterkaitan emosi, di sini PKS sangat solid sehingga persatuan serta kadernya sangat bagus,” katanya.

Namun menurut dia, untuk menjadi partai yang berpengaruh butuh unsur interest yang memuat keinginan masyarakat tentang keamanan dan kesejahteraan.

“Setiap partai akan manjadi besar dan mendapatkan dukungan massa kalau dapat memberikan security dan prosperity baik untuk masyarakat maupun untuk partai. Untuk menciptakan unsur interest ini dibutuhkan orang-orang yang handal dalam negosiasi maupun dalam melakukan lobi-lobi. Dan orang-orang itu yang saat ini kita lihat dihancurkan di PKS, sehingga mereka ibarat kehilangan taring kalau orang seperti itu tidak ada di partai,” kata dia.

Hantaman permasalahan yang menimpa PKS membuat plotting mass akan mengalihkan pilihannya ke partai lain pada pemilihan umum nanti.

“Jadi floating mass yang semula percaya kepada PKS menjadi masa yang akan beralih ke partai lain, karena mereka melihat tidak ada lagi faktor security pada PKS,” katanya.

Menurut dia konspirasi politik yang menimpa PKS tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga ada ikut campur tangan negara asing.

“Bukan orang dalam saja, tetapi ada indikasi luar, ini disebabkan ketakutan negara luar oleh karena PKS sudah mempunyai pengaruh besar saat ini, dan jika PKS menjadi partai nomor satu serta menguasai Indonesia, bukan tidak mungkin ideologi Indonesia juga akan bergeser. Apalagi saat ini di Mesir dan Turki dimenangkan oleh partai yang satu doktrin dan ideologi dengan PKS,” kata dia.

Ia memaparkan di Mesir dimenangkan oleh partai Ikwanul Muslimin dengan pemimpin Mesir saat ini Mursi serta di Turki dipimpin Oleh Erdogan dari Partai Keadilan dan Pembangunan yang ideologinya sama dengan PKS.

“Jadi kalau PKS menjadi partai pemenang Indonesia akan menjadi negara yang mengikuti ajaran Islam, itu yang ditakuti pihak luar apa lagi negara barat. Dengan berhasilnya Erdogan di Turki dan Mursi di Mesir yang satu ideologi dengan PKS nantinya bisa membuat poros jika PKS menang di Indonesia,” kata dia.

Sehingga nantinya, menurut dia, bisa menghasilkan kekuatan yang ditakutkan oleh negara barat. Oleh karena itu PKS yang mulai menjadi suatu kekuatan baru kini secara perlahan dihancurkan.

“Erdogan di Turki menguasai Eropa, Mursi di Mesir menguasai Timur Tengah dan Jika PKS menang dapat menguasai Asia bukan tidak mungkin akan menjadi kekuatan strategis,” ujarnya.(net)



*sumber: Harian Bengkulu Ekpress

-foto: vivanews

:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

PKS, Tetap Menyemut Walau Tersudut


Badai yang sedang menerjang PKS ternyata tidak menyurutkan langkah para simpatisannya untuk bergabung dan hadir dalam kegiatan yang diadakan para kader PKS. Hal ini terbukti dengan berduyun-duyunnya mereka menghadiri acara Forum Silaturahmi Wanita Keadilan yang diadakan oleh Badan Pembinaan Umat DPD PKS Kota Cimahi.

Sekitar 120 kader PKK Kota Cimahi menghadiri acara yang rutin digelar di minggu ketiga tiap bulannya itu. Kali ini (Minggu, 26/5) dalam rangka ikut berpartisipasi dalam Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni tema yang diusung adalah Gerakan Peduli Lingkungan Hidup.

Seperti biasa acara dimulai dengan tilawah, pembukaan dan sambutan dari Ketua Jaringan Lembaga Wanita DPD PKS Kota Cimahi Ir.Hj Rita Sukendar serta dari Ketua Bidang Pembinaan Umat Bapak Reza Mahdi.



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Setelah Ada KPK, Kenapa Korupsi Malah Membahana Merajalela?





@Setialesmana
jurnalis



Ada pertanyaan yg blm terjawab, mengapa setelah ada KPK, korupsi di negeri ini rasanya makin merajalela dan membahana?

KPK adl komisi pemberantasan korupsi, mnrt pendapat saya yg awam didalamnya terkandung tugas pencegahan korupsi, bkn hanya penindakan.

Sejak Sekolah Dasar saya selalu diajari pencegahan (preventif) jauh lebih baik dan efektif dibanding kuratif, sesuatu yg sdh terlanjur terjadi.

Kalau begitu, kenapa @KPK_RI tdk memperkuat tindakan pencegahan korupsi selain penindakan yg sdh terjadi? Pasti lbh efektif dan murah.

Murah dlm arti sesungguhnya (penggunaan anggaran negara) dan murah dlm arti biaya sosial (gonjang ganjing yg mengharu biru negeri ini).

Pencegahan dlm pengertian saya yg awam, tentu mudah dilakukan karena dlm banyak kasus didahului pengintaian dan penyadapan dlm waktu lama.

Jika memang sudah tahu (lewat penyadapan) ada orang2 yg berniat korupsi kenapa tdk sejak dini dicegah agar mereka urungkan niatnya.

Bisa dong KPK ancam mereka: "Hei kalian dlm pengawasan kami. Jika rencana tetap dijalankan siap2 dpt hukuman keras!". Bisa kan cara begitu?

Selain orang2 itu mikir & batalkan rencana mereka, dipastikan tdk ada kerugian negara krn korupsinya nggak jadi. Ini pendapat saya lho yg awam.

@KPK_RI juga bakal harum. "Wuih jangankan korupsi, baru niat saja orang udah takut lho sama KPK", begitu kira2 publik bicara.

Jika punya niat mencegah dan memberantas korupsi kenapa tdk dicegah agar tdk terjadi? Kan KPK selalu punya bukti awal kata Johan Budi.

Sekarang yg terjadi adl hingar bingar atau festivalisasi kata Bung @Fahrihamzah tapi korupsinya sendiri di negeri ini makin menggila dan berani.

Kalau penindakan itu dlm bentuk memberi efek jera bagi calon2 koruptor, lha yg terjadi koruptor makin marak, kerugian negara makin besar.

Jujur saya yg awam ini gagal memahami dimana dan kapan fungsi pencegahan korupsi dijalankan KPK? Padahal sdh duit rakyat yg guede.

Kenapa kemampuan hebat KPK dlm menyadap & mengawasi kelakuan pejabat publik tidak bisa digunakan utk tindakan pencegahan daripada festivalisasi?

Kalau KPK mencegah kejahatan korupsi tjd sebelum kejahatan itu terjadi, sy yakin banyak yg bertaubat dan berterimakasih sdh diingatkan!

Para calon2 koruptor yg tobat itu akan beryukur: "Ya Tuhan untung ada @KPK_RI yg memperingatkan kami shg tdk terjerumus ke jurang korupsi".

Nah, bagi yg udah diancam tapi tetap membandel itu yg harus dihukum keras dgn sekeras2nya, tapi tdk berarti mempermalukan keluarganya lho...

Sekali lagi ini pendapat saya yg orang awam yg gemas lihat leletnya penanganan korupsi dan maraknya korupsi baru spt diberitakan media.


*https://twitter.com/Setialesmana



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android
 
© Copyright PKS PIYUNGAN 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by PKS PIYUNGAN