NEWS UPDATE :

PKS Memang Keren! Paling Peduli Generasi Muda

Selasa, 30 April 2013


Kepedulian dan kecintaan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Samarinda terhadap masyarakat samarinda tidak diragukan, termasuk kepada Generasi Muda dalam hal ini anak-anak sekolah.

Salah satu bukti kecintaan dan kepedulian tersebut ditunjukan dengan mengadakan sebuah acara khusus bagi anak-anak sekolah yang akan lulus UN, yang disebut “PKS PAS-PEDULI ANAK SEKOLAH dengan tema Bongkar Rahasia Sukses Pasca UN”, Minggu (28/4), di sekretariat PKS Samarinda. Jln M yamin Samarinda.

Dalam kegiatan tersebut hadir sekitar 60 pelajar dari berbagai SMA,SMK,dan Madrasah Aliyah (MA), yang baru saja menyelesaikan ujian nasional (UN).

Para peserta diberikan berbagai macam informasi yang sangat membantu mereka,baik yang akan melanjutkan pendidikan(kuliah di dalam atau di luar negeri) serta motivasi berprestasi.

Dalam Sambutannya, Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda dan Ketua DPD PKS Samarinda, Bapak Sarwono,SP,MM, mengatakan bahwa PKS Selama ini sudah berkontribusi nyata Perbaikan dan pembinaan Pendidikan, Perjuangan PKS di Dewan dan Legislatif telah mengantarkan Alokasi Beasiswa yg cukup Besar, Anggaran untuk Guru dan lainnya, dan ini hanya salah satu dari sekian  aksi nyata PKS Peduli terhadap pendidikan terutama generasi muda, khususnya anak-anak sekolah, karena itu, acara PKS PAS ini merupakan bagian dari bentuk kepedulian nyata dan kecintaan kami pada anak-anak sekolah.

Hadir sebagai pembicara Pertama, dalam pertemuan tersebut akademisi dari Universitas Mulawarman, Samarinda, Bapak Prof Dr. Helminuddin, selaku Pembantu Rektor  III (Bidang Kemahasiswaan) Universitas Mulawarman,  beliau memberikan bekal masuk perguruan tinggi dan info terkait beasiswa yang ada khususnya di Universitas Negeri. Beliau sangat mengapresiasi agenda PKS PAS dan PKS langsung, “ PKS adalah Partai yang sangat berjasa dalam perjuangan pembangunan bangsa dan daerah, para anggota dewan PKS sangat kritis dan mampu hidup sederhana, selain itu PKS mampu menjadi lokomotif Pembinaan kepemimpinan Anak-anak Muda, dan ini adalah bagian acara yang sangat produktif dan bagus untuk pembinaan kapasitas baik mentalitas dan intelektualitas generasi muda” ujar beliau mantap. 

Berbeda dengan pembicara yang pertama, pembicara yang kedua adalah  seorang alumni Australian Nasional University dari Australia yang juga terkenal sebagai penulis buku Mba Ernawati, M.St, selaku pegiat  kepenulisan di Forum Lingkar Pena Kaltim dan Australia ini memberikan tips dan trik bagaimana cara mendapatkan beasiswa hingga belajar ke luar negeri serta motivasi belajar sepanjang hidup. Mba Ernawati mengatakan “Jadi siapapun kita, bahkan anak dari kampung pun kita bisa berpeluang kuliah ke luar negeri, kalau kita  rajin belajar dalam hal ini mencari informasi via internet, prestasi  IPK nya bagus, dan Aktif di organisasi. Dan ini sering ditunjukan para fans dan kader PKS, sampai saya sering bertemu dengan beberapa Kader PKS di Luar Negeri khususnya Australia”

Dalam Acara ini, dalam wawancara dengan peserta, hampir semua peserta senang dan merasa enjoy dengan acara ini, karena selain acara talkshow terkait info kuliah dan beasiswa, acara ini juga di meriahkan dengan motivasi, games dan doorprize.  Salah satu peserta yang kami wawancarai, adalah Adillah Rizma dari SMK 3,” PKS memang Keren, Paling Peduli Anak Muda, saya dan teman-teman sangat senang dengan acara ini  (PKS PAS,red) dan sangat berharap PKS bisa mengadakan acara lainnya tentunya dalam hal pembinaan generasi muda, contohnya bakti social, diskusi dan outbond” katanya

Acara ditutup dengan pembagian hadiah dan penyampaian kegiatan lanjutan informasi penting lainnya. Ditambahkan oleh Bapak Sarwono “Alhamdulillah, acara ini berjalan lancar dan sukses berkat kerjasama kami dengan pihak masyarakat dan  sekolah  bersama Bidang GM PRO (Generasi Muda dan Profesi) DPD PKS Samarinda dan PKS sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang ikut mensukseskan acara ini,” ujar Sarwono mengakhiri.


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Minal Jahaalati ilan Nuur... Dari Liberal Kiri menjelma "Akhwat"


by Nastarita
Samarinda

Dahulu kita adalah manusia yang hina, sampai Allah memuliakan kita dengan da'wah dan tarbiyah, kalau kita meninggalkan salah satunya saja.. niscaya kita akan kembali hina.

***

Aku tidak terlahir dikeluarga agamis, tidak pernah ada perintah untuk sholat, berjilbab, apalagi diminta tarbiyah oleh orang tua. Mereka hanya orang awam tanpa pendidikan tinggi yang berfikir "bersikap baik saja sudah cukup". 

Jadilah aku tumbuh menjadi anak dengan nilai-nilai kebaikan yang kusepakati dengan diriku sendiri. Pikirku, selama tidak berbohong, tidak mencuri, tidak pacaran, tidak membantah orang tua, tidak menganggu orang lain. Maka itu sudah baik. Titik. Tidak ada yang berhak mengganggu gugat. Tidak ada yang boleh mengatur bagaimana caraku menjalani hidup sebagai seorang muslimah (liberal bgt ya >_<)

Sebenarnya sejak SMA aku banyak berinteraksi dengan aktivis rohis, hanya saja tarikan dunia yang terlalu kuat membuatku akhirnya lebih memilih menghabiskan waktu untuk ke bioskop, nonton bola (oohhh pantesan tadabur bolanya mantaPKS :D -red), atau genjrang genjreng gitar di kos ketimbang ikut mentoring. Pernah kakak-kakak kelasku memberikan hadiah seragam lengan panjang lengkap dengan jilbabnya. Apa yang kukatakan saat itu? "Kasih ke yang lain aja kak". Astaghfirullah, Sampai sekarang aku masih sering menangis kalau mengingat betapa sering dulu aku mengabaikan peluang hidayah dari Allah.

Hidupku hanya tentang aku saja, apa yang kusuka dan apa yang tidak kusuka. Sampai aku mengenal mereka, wajah-wajah teduh berkerudung lebar dengan senyum yang menyejukkan. Mereka yang di awal aku memasuki dunia kampus selalu kutatap dengan pandangan sinis. "Gede banget sih jilbabnya, gak panas apa?" begitu pikirku. Aku pernah berada dalam barisan yang berlawanan dengan mereka, mengepalkan tangan kiriku tinggi-tinggi dengan yel-yel "Hidup revolusi rakyat!" saat mereka meneriakkan kalimat takbir.

Aku juga masih sangat ingat, peristiwa di suatu sore saat aku sedang duduk-duduk di gazebo kampus, seorang senior menyapa "assalaamu'alaykum, dek..ada yg manggil tuh..ayo buruan" perlu sekian detik untuk membuatku sadar bahwa yg dimaksud adalah panggilan sholat maghrib. Lantas apa yg kulakukan? Nyaris tak bergeming, kubalas salamnya sambil berkata "duluan aja kak". Astaghfirullah, mengapa dulu aku sejahil itu?

Maka saat aku memutuskan untuk berjilbab, senior-senior di kampus pun sepertinya cukup tersentak. Apalagi sepekan setelah itu aku muncul dengan jilbab ala akhwat... lebar, longgar, lengkap dengan rok dan kaos kaki. Mungkin pikir mereka "kesambet apa nih anak?" hehehe. Padahal merekalah yang menjadi perantara hidayah itu. Mereka hanya tidak tau, bahwa berhari-hari aku kehilangan selera tidur, berfikir keras "mengapa wajah mereka seteduh itu? Mengapa mereka tetap tersenyum saat mendapati sikap sinisku? Mengapa mereka tidak pernah menyerah untuk mengajak ku ikut mentoring walau sudah berulang kali kutolak. ahh kalian ini.. bagaimanalah caraku membalasnya?

Di PKS ini aku belajar banyak hal, memulai tarbiyah dari nol, tidak tau apa-apa, bacaan qur'an yang terbata-bata (boro-boro hafalan). Aktivis-aktivis di sini lah yang mengajarkanku mulai dari makan dan minum tidak sambil berdiri sampai meyakinkanku bahwa aku akan jadi kawan dekat setan kalau melewatkan qiyammul lail dua hari berturut-turut. Mereka mengenalkan aku pada Allah, membuatku cinta pada Rasulullah. Mereka mengajarkanku untuk mengkristalkan banyak hikmah, dari setiap peristiwa bahagia maupun nestapa. Aku mendapatkan mereka disini, di PKS. Amazing!

Aku bukannya tak pernah kecewa, tapi kalau mengingat-ingat bagaimana aku dulu sebelum berada dibarisan ini, rasa-rasanya tak pernah sedikitpun terbesit keinginan untuk pergi. Aku ingin berada di jalan ini selamanya, menua bersama mereka, meretas jalan menuju syurga.. InsyaAllah.. []

*penulis: @nastarabdullah on twitter

______
Ps. Terima kasih utk semua saudara, semua murobbi yang sdh begitu sabar membimbing. Mohon maaf atas segala kekerdilan akhlakku, semoga kita istiqomah :)




:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Waluyo “difable”, Kader PKS Jogja "Beyond Imagination"


Belajar Hidup dari seorang Waluyo
Kader PKS Pengusaha madu “difable” yang tangguh

Oleh Ardi Ansyah

Warga Yogyakarta di sekitar UGM dan jl. Kaliurang mungkin sudah sangat familier dengan Motor RODA 3 dengan tulisan Madu Asli. Setiap ada yang ditanya..kenal nggak dengan Penjual Madu Asli yang wira – wiri tiap hari, sering mengikutkan anaknya di motor. Hampir semua menjawab.. Ya..kenal, pernah lihat. Tapi Siapa sih sebenarnya dia?? Mari kita kenal lebih dekat dan belajar dari pengalaman beliau.

Lahir di Kebumen dengan kondisi yang kurang sempurna, membuat Waluyo berbeda dengan teman dan saudaranya yang lain. Meski demikian, rasa mindernya terhapus setelah mengetahui masih banyak teman – teman difablenya yang fisiknya lebih kurang. Sedangkan beliau masih bisa merangkak dengan sendiri, menjalankan sendiri kursi rodanya dan yang tidak kalah bersyukurnya masih bisa tersenyum dan berkomunikasi dengan banyak orang.

Kondisi cacat yang dialaminya ternyata tidak membuat Pak Waluyo berpasrah diri, berbagai kegiatan organisasi pernah diikuti bahkan pernah keliling jawa dengan menggunakan kursi roda dengan biaya seadanya.

Keliling Jawa membawa Misi Kemanusiaan


Perjalanan Keliling Jawa Mampir Di maskapai Mandala Airlines

Kebiasaan menemui banyak orang, berkomunikasi dengan berbagai kalangan membuat Pak Waluyo tumbuh menjadi Manusia dengan bermental kuat, ramah dan santun. Jiwa ini pulalah yang juga menjadikan Pak Waluyo bermental sebagai seorang pengusaha. Berbagai bisnis coba dirintisnya mulai dari Usaha percetakan, foto copy dan wartel sempat Berjaya selama beberapa tahun hingga akhirnya Gulung tikar di tahun 2007 dan meninggalkan hutang puluhan juta.

Bersama Ibu Rustriningsih Bupati Kebumen.


Hijrah ke Yogyakarta

Kejatuhan bisnisnya di Kebumen membuatnya harus hijrah Keyogyakarta sambil memboyong Istri dan 3 orang anaknya. Awalnya pedih… sangat pedih, harus ngontrak 1 kamar di lantai 2 rumah bertingkat di jl.Kaliurang km. 12 yang konon dianggap sangat angker. Harus naik turun tangga dengan merangkak dan harus menyicil uang kontrakan selama 1 tahun dengan penghasilan yang tidak menentu.

Tapi inilah hidup, episodenya harus dijalani. Di Yogyalah kembali ada sebuah harapan untuk memulai usaha yang baru, mulai dari nol bahkan minus karena harus menanggung hutang puluhan juta dari usaha terdahulu di Kebumen.

Awal – awal di Yogyakarta ketika jualan parfum dan madu

Bangkit kembali…, itulah mungkin motto seorang Waluyo. Dengan tetap tersenyum dimulailah kembali usahanya dengan bermodalkan kursi roda dan menjualkan Parfum dan Madu reseller secara door to door. ± 5 – 7 km perjalanan ditempuh tiap hari dengan mengayuh kursi roda, berangkat mulai jam 06.00 pagi hingga jam 4 sore. Selalu mampir di masjid ketika waktu sholat sambil menawarkan parfum dan madu ke para jamaah di parkiran setelah selesai shalat. Usaha ini terus dilakukan selama 1,5 tahun lamanya.

Fokus Jual Madu

1,5 tahun berjualan madu dan parfum door to door ternyata membuat pelanggan Waluyo semakin banyak, terutama madu. Setiap hari selalu ada yang pesan lagi untuk beli kembali. Khasiat madunya ternyata membuat pelanggannya jatuh cinta.

Merasa sudah memiliki pelanggan pak waluyo memutar otak dengan membuat merek dan brand madu sendiri. Bermodalkan pinjaman 1 juta dari sebuah lembaga zakat, pak waluyo memulai pemasaran madu dengan merek dan brand sendiri. Penjualan dengan Kursi Roda juga diganti dengan Motor Roda 3.

Madu Hutan Raya Waluyo

Ada kisah menarik ketika ingin membeli motor, secara iseng ada pelanggan yang menawari motor butut yang bisa diangsur. Alhamdulillah, modal nekat motor bututnya di modifikasi menjadi motor roda 3. Yang namanya motor butut selalu punya penyakit, terkadang staternya mati, rantainya rusak, bannya gembos. Kalau penyakit motornya datang ditengah jalan, hanya bisa berpasrah dan berdoa kepada Allah. Pernah suatu saat dilampu merah, staternya mati seluruh mobil yang antri di belakang klakson setengah mati. Untungnya ada saja tukang parkir yang menolong untuk mendorongkan motornya. Seumur – umurpun sebenarnya baru sekarang ini pak waluyo bisa mengendarai motor, ya.. sekali lagi modal nekat.

Suka Duka Jualan Madu

Berusaha mulai dari minus hingga bisa berkembang hingga sekarang ini tidak terlepas dari suka duka yang dijalani. Alhamdulillah.., keadaan sekarang menjadi lebih baik. Kalau dahulunya harus memakai kursi roda berjualan kini bisa memakai motor roda 3 yang mampu menampung banyak botol.

Dahulunya Nggak bisa antar anak istri jalan - jalan. “Tapi Alhamdulillah, sekarang sudah bisa liburan dan berangkat pengajian bersama anak dan istri, belikan mainan anak, sedekah, bahkan pernah diundang untuk menjadi pembicara motivasi enterprenunership ”. Ujarnya Waluyo.

Sekarang ini banyak pelanggan dari luar kota yang meminta kirim madunya, “ya.. Alhamdulillah sudah bisa memberi manfaat kepada banyak orang”. Ujarnya kembali.

Pak Waluyo Bersama Madu Hutan Rayanya.

Halaqoh Pekanan dan Kajian Ahad Pagi

Kejatuhan Bisnisnya ditahun 2007 membuat hikmah tersendiri bagi Waluyo dan keluarga. Salah satu solusi keluar dari masalah adalah memperbanyak sujud ditengah malam dan berdoa diberikan kesabaran dan kekuatan. Mendekat kepada Allah, berkumpul dengan orang – orang yang sholeh, mengkaji ilmu agama adalah salah sekian agenda rutin pekanan Waluyo dan keluarga.

Malam sabtu adalah waktu khusus halaqoh bersama teman – teman tarbiyah PKS dan Ahad Pagi bersama keluarga menghadiri kajian tafsir di masjid Nurul Ashri yang dipandu oleh Ust. Syatori Abdul Rauf, kegiatan ini sekaligus wisata rukhiyah bersama istri dan anak – anak.

Bangun jam 03.00, Tahajjud dan Shalat Tepat Waktu

Merintis bisnis madu dari nol, membuat Waluyo banyak belajar dari bisnis – bisnis sebelumnya. Faktor X selalu ada dalam kegiatan bisnis. Faktor X itu adalah keberkahan. Keberkahan itu adalah bertambahnya kebaikan. Berbisnis tanpa disertai dengan beribadah sungguh – sungguh kepada Sang pemilik rezeki sama saja dengan membangun bangunan tanpa Pondasi. Kelihatan kuat tapi disenggol sedikit menjadi sangat rapuh. Oleh karena itu kekuatan rukhiyah, kebersihan hati, kelurusan niat harus selalu terjaga dalam berbisnis.

Bangun jam 03.00 dan tahajjud sudah menjadi kebiasaan rutin waluyo dalam memulai hari. Pernah suatu saat ditanya apa resep bisa kuat menghadapi tantangan hidup.. Pak waluyo menjawab “Shalat Malam dan memandang wajah istri dan anak - anak”.

Cita – cita terdekat

Berkembangnya usaha madu waluyo tidak terlepas dari mimpi – mimpinya untuk bisa hidup yang lebih baik. Ketika ditanya apa 3 mimpi terdekat, beliau menjawab “Yang pertama adalah ingin punya rumah sendiri, yang kedua ingin punya armada motor yang baru dan yang ketiga ingin Melihat PKS menang dan tembus 3 besar. Insya Allah… “. Ujarnya sambil tersenyum.

Pak Waluyo Bersama Penulis

FB : facebook.com/WaluyoSitiadi


*sosok.kompasiana.com/2013/04/27/belajar-hidup-dari-seorang-waluyo-madu-550726.html


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

WOW, Ribuan Warga Jepara Menyemut di Milad 15th PKS


Jepara - Dalam Rangka Milad ke-15 Partai Keadilan Sejahtera (PKS), DPD PKS Jepara mengadakan Jalan Sehat untuk kader dan simpatisan se-Kab. Jepara, yang diadakan pada Hari Ahad Tanggal 28 April 2013 di Lapangan Desa Ngabul Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara. Acara diikuti Kader dari DPD sampai DPRa dan simpatisan sebanyak 12 ribu orang, juga dimeriahkan oleh Rebana Ranting Desa Mulyoharjo dan Nasyid Syahdu dari Semarang. Acara Milad ini, di ketuai oleh Bp. Giyanto dan didukung oleh H. Kamal Fauzi dan Cagub HP - DON. 

Puluhan ribu peserta jalan sehat dari seluruh Kecamatan di Kabupaten Jepara kumpul di lapangan Desa Ngabul mulai pukul 07.00 WIB. Mereka lantas mengikuti jalan sehat bersama selama 1 jam kemudian, Jalan sehat berawal dari Lapangan Ngabul, lalu ke jalan raya melintas Bundaran Ngabul dan bergerak ke barat ke arah Desa Langon, lalu kembali ke Lapangan Desa Ngabul. Panitia menyediakan beragam Door Prize seperti Sepeda Motor, Sepada Gunung, Almari Es, Mesin Cuci, Televisi dan berbagai hadiah elektronik lainnya.

Dalam orasinya, H. Kamal Fauzi (Dewan Syariah Wilayah Jateng) mengatakan Jalan sehat yang diselenggarakan tidak hanya acara seremonial, tetapi bagian dari konsolidasi struktural kader dan simpatisan. Dari konsolidasi ini, diharapkan nanti dalam Pilgub Jateng 26 Mei 2013 PKS mampu mengantarkan HP-DON Sukses di Pilgub Jateng dan pada Pemilu Legistatif 2014, PKS masuk Tiga Besar.

Ustd. Saifuddin Lc (Ketua DPD PKS) mengatakan target DPD PKS Jepara tahun 2014, mampu terbentuk satu fraksi di DPRD II Kab. Jepara dengan mampu mencapai 7 kursi dari sebelumnya yang hanya mendapatkan 2 kursi pada pemilu 2009.

Hadiah utama berupa 2 Sepeda Motor Honda Revo diraih oleh Ananda Zahro dari Sengon Mayong dan ibu Fitri Istiqomah dari Karangrandu Pecangaan.

Eman Pramono AR menambahkan, PKS tumbuh menjadi besar karena dibangun dari kerja yang harmoni antar personal. "Dari keharmonisan di masyarakat ini, PKS akan lekat dimasyarakat, karena pendekatan yang dilakukan melalui kultuu yang ada". (Gix)

*Humas DPD PKS Jepara/wids


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Anis Matta di mata Paman Janggut



Oleh @iman_azzam

Kata pertama saya ucapkan terima kasih kepada Admin PKS Piyungan yang telah berkenan memuat tulisan tentang Paman Janggut. (Aleg PKS yang hidupnya menumpang di masjid)

Ahad sore, 28 April 2013, saya menyempatkan diri shilaturrahim ke Komplek Masjid Syarifah Izzah Shalih tempat Paman Janggut tinggal. Sekaligus menjenguk isterinya yang baru keguguran calon anaknya yang ketujuh.

Paman janggut menyampaikan bahwa dia kaget diberitahu oleh teman-temannya di Banten tentang tulisan mengenai dirinya di blog PKS Piyungan. Bahkan pada saat beliau mau mengisi acara di Pandeglang, beliau dipanggil oleh moderator: "Kepada Paman Janggut kami persilahkan". Ada juga dari jamaahnya yang mendoakan, "Semoga Paman Janggut segera memiliki rumah". Seorang temannya  di Yayasan malah mencetak tulisan itu dan menempelkannya di dinding sekolah.

Isteri Paman Janggut, yang baru keguguran calon anaknya, menangis membaca tulisan itu  dan komentar-komentar yang masuk di blog PKS Piyungan. Bermacam rasa menyatu, antara bangga, haru, dan sedih. Paman janggut menghiburnya dengan kata-kata, "Umi isteri kebanggaan. Bisa bantu Abi berjuang dalam dakwah ini".

Saya merasa bersalah karena telah mempublikasi  tulisan itu tanpa ijin beliau. "Mohon maaf bila tidak nyaman dan kurang berkenan," kata saya. "Tidak apa-apa. Kenapa tidak sekalian disampaikan ke DR. Hidayat Nur Wahid dan Ustadz Anis Matta". "Memangnya mereka kenal dengan Paman Janggut?" tanyaku. "DR. Dayat yang menasihati saya untuk pulang ke Indonesia dan berdakwah di sini. Sedangkan Ustadz Anis adalah Kakak kelas di LIPIA dan saya tinggal satu rumah bersamanya dulu," jawab Paman Janggut yang membuatku makin penasaran.

Kata Paman Janggut, Ustadz Anis Matta adalah sosok yang sangat cerdas. Selalu menjadi mahasiswa terbaik waktu di LIPIA. Beliau rajin sekali membaca buku.

Paman Janggut sangat kagum dengan kuatnya ingatan ustadz Anis Matta. Saat pertemuan Kaderisasi PKS se-Indonesia belum lama ini di Puncak Bogor, Paman Janggut mendekati Ustadz Anis Matta yang telah menjadi Presiden PKS.

"Ustadz Anis, Apakah masih kenal saya?"

"A'la Rotbi, kan? Bagaimana kabar adik antum yang dulu diajak ayah ibu jenguk antum ke rumah kontrakan kita?"

"Alhamdulillah, sehat. Adik saya sekarang sudah jadi Bankir di Jakarta," jawab Paman Janggut sambil terkagum-kagum dengan ingatan beliau.

Saya, adiknya Paman Janggut, lebih kagum lagi dengan Ustadz Anis Matta. Saya saja sudah hampir lupa dengan pengalaman pertama kali ke Jakarta diajak orang tua  untuk menengok Kakak yang kuliah di LIPIA lebih dari 20 tahun yang lalu.

Ternyata yang saya datangi dulu adalah rumah kontrakan Pemimpin Besar yang pidatonya mampu menjebol tembok kemalasan kami, orang-orang yang terkurung dalam zona nyaman. Dialah Calon Pemimpin negeri ini, Ustadz Anis Matta. ***




:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

PKS Peduli Pendidikan: 1000 Pasang Sepatu Gratis untuk Pelajar SD SMP | AYO Tiru!


Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara merupakan sebuah kelurahan yang letaknya diperbatasan dengan wilayah Bekasi, Jawa Barat maupun cakung, Jakarta Timur.

Diawali dengan semangat akan kepedulian yang tinggi dan sebagai bentuk konsistensi memperhatikan penunjang keberhasilan dalam proses belajar mengajar, Pak Mahfud Haryadi selaku Ketua DpRa PKS Rorotan mencetuskan ide ini ke rekan-rekan struktur DpRa. Alhamdulillah, dari sebuah ide sederhana akhirnya insya Allah dalam rangka mengawali awal tahun ajaran pendidikan di Tahun 2013, DpRa PKS Rorotan meluncurkan program 1000 pasang sepatu gratis untuk anak pelajar SD dan SMP yang berprestasi dan memiliki kriteria kurang mampu.

Pembagian sepatu gratis ini, rencananya akan diberikan secara bertahap dan setelah melalui proses seleksi yang cukup melampirkan foto copy raport sekolah.

Semoga program berbagi sepatu gratis ini dapat dirasakan manfaatnya untuk warga Rorotan dan generasi penerus bangsa ini sehingga dapat berangkat kesekolah dengan perasaan penuh cinta dan semangat belajar yang tinggi.

"Kerja itu diawali dengan semangat belajar dan berbagi"


*kiriman: Nurliani Ummu Nashifa
Bu Lurah dpRa PKS Rorotan


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

[Transkrip+Video] Orasi Presiden PKS Anis Matta di Selat Bosphorus Turki


Selat Bosphorus, Turki |  27 April 2013


Bismillaahirrahmaanirrahiem..

Alhamdulillaahil ladzii jama’anaa haadzaa, wamaa kunnaa linajtami’a laulaa an jama’anallaah. (Segala puji bagi Allah atas pertemuan kita ini, dan tidaklah kita dapat bertemu kecuali Allahlah yang mempertemukan kita)

Uhayyikum ma’aasyiral ikhwaanii jamii’an, bitahiyyatil Islaam, assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. (Saya sampaikan salam pada Anda sekalian saudara-saudaraku, dengan salam sesuai ajaran Islam, assalaamu ’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh)

Ikhwan dan akhwat sekalian, hadirin dan secara khusus ibu Dubes yang menemani kita dalam acara ini. Sebelum saya lanjut saya ingin mengucapkan terima kasih dulu kepada ibu Dubes atas makan siang yang luar biasa tadi. Sayangnya kita tidak bisa mengundang Antum (hadirin – red) semua dalam acara makan siang itu.

Saudara-saudara sekalian, sebelum lanjut sekali lagi saya ingin tahu orang-orangnya masing-masing...

Yang dari Rusia dulu, mana Rusia? Berdiri.. Berdiri..
Dari Amerika? (Jawaban hadirin: masih di bandara). Belum sampai dia.
Dari Inggris? Tangannya gini (sambil mencontohkan salam 3 jari PKS ala Anis Matta).
Dari Jerman?
Dari Perancis?
Dari Itali? Dari mana lagi?

Belanda? Kalau ini bukan kader PKS. Ini warga negara Belanda. Ibu Dubes, dia sudah jadi warga negara Belanda bu. Jadi sudah keluar dari PKS. Kalau nggak salah dia anggota partai buruh di Belanda. Buat ikhwah di DPP ini bukan joke ya, ini benar beliau warga negara Belanda.

Kemudian dari Jepang? Berdiri, lihat ke kamera.

Kemudian kita ke Timur Tengah. Yang dari Mesir mana Mesir? Lihat ke kamera.
Dari Yordan?

Kemudian dari Saudi? Mana tadi yang tilawah (membaca Al Qur’an saat pembukaan acara – red) tadi, dari Riyadh?
Kemudian dari Syria tadi ada? Ini kalau ke sini berarti libur perang dulu ya..
Kemudian, Qatar? Lihat kamera dulu.
Kemudian, Sudan? Berdiri.. Berdiri..
Dari Kuwait?
Austria? Ini tetangga negara saya nih..
Dari Turki?

Kemudian dari mana lagi, sudah? Pakistan. Oh iya, tadi sama-sama main futsal soalnya.
Ikhwah sekalian, saya sengaja ingin menyebut ini satu per satu, dan dari DPP mudah-mudahan Antum sudah kenal semuanya ya?

Ini adalah sekjen PKS. Ini habis suaranya, jadi kalau saya jalan, mesti beliau ikut. Ini penting buat ibu Dubes. Saya ceramah, beliau yang nyanyi.
Nah, ini ada bendahara PKS, ini yang bayar.
Kemudian bersama kita ini ada dari Dewan Syariah. Ini alumni Riyadh.
Kalau sekjen ini alumni Jerman bu.
Kemudian ini ada tokoh kita dari NTB, ini para senior.

Ust. Arifinto, jadi kalau bicara AD/ART PKS, nah ini orangnya. Ini kamus berjalannya AD/ART PKS. Kemudian ini ada ust. Sumandjaya, kemudian ada kang Aus, sisanya ini adalah ketua-ketua bidang di DPP ada di GMPro, nanti insya Allah masing-masing Antum akan ketemu. Satu persatu, ada ketua bidang Seni Budaya, ada juga ekonomi dan pengembangan kewirausahaan, ada juga bidang pembangunan Umat, ini pemenangan pemilu, dan tim di belakang ini adalah staf dari masing-masing.

Saya sengaja ingin menyebut ini semuanya, supaya kita semua memiliki perasaan yang sama, bahwa dunia ini bukan hanya kecil karena dia sekarang digambarkan sebagai sebuah kampung kecil, tetapi terutama karena kita semuanya sekarang bisa merasakannya. Bahwa dunia tidak sebesar yang kita duga. Acara ini saya minta diselenggarakan kepada BHLN (Badan Hubungan Luar Negeri PKS – red) hanya dalam waktu satu pekan. Karena saya ingin tahu, kecepatan kita dalam mengorganisasi acara dalam skala dunia, itu seperti apa. Dan ikhwah sekalian, dengan merasakan bahwa dunia itu menjadi kecil karena kita tidak lagi punya kendala operasional, tidak punya kendala untuk bergerak, tidak ada lagi sesuatu yang kita sebut jauh, maka cita-cita yang besar itu juga seharusnya bisa menjadi kecil dalam pikiran kita. Dan apa yang kita anggap besar atau dianggap besar oleh orang, seharusnya juga itu bisa menjadi kecil dalam pikiran kita. Karena yang besar dan yang kecil itu, ukurannya bukan pada realitas, tetapi ukurannya pada cara kita mempersepsi apakah itu hal besar atau kecil. Acara ini memang pertama kali diselenggarakan oleh PKS, walaupun acara di masing-masing region itu selalu ada biasanya. Di Eropa sendiri, di Timur Tengah sendiri, dan seterusnya. Tetapi saya sengaja mengadakan acara ini dengan tiga tujuan.

Tujuan yang pertama adalah menyempurnakan semua langkah-langkah konsolidasi yang sudah kita lakukan sejak prahara yang lalu, sampai puncaknya kemarin di acara Milad PKS dan juga Rapimnas. Dan sekarang kita bikin closing yang manis di sini, dengan mengundang seluruh kader PKS di seluruh dunia yang ada insya Allah, untuk hadir di Istanbul ini. Dan langkah konsolidasi ini saudara-saudara sekalian, tujuan utamanya saya kira bukan lagi mencegah demoralisasi dalam hati kita semuanya seperti yang dikira banyak orang, tetapi terutama adalah sekarang ini, dalam situasi sekarang ini, terutama bertujuan untuk mempertahankan kegembiraan di dalam diri kita semuanya. Mempertahankan keceriaan di dalam diri kita semuanya. Karena kita tidak bisa melakukan hal-hal besar di dalam hidup kita kecuali kalau mood yang bersumber dari kegembiraan itu ada di dalam diri kita semuanya.

Dan sengaja kita adakan ini di bulan empat, ini musim semi, musim bunga. Segala hal tumbuh di musim semi ini. Dan sekarang di Istanbul ada festival Tulip juga, supaya kita tahu bahwa insya Allah tahun 2013 ini, datang 2014, itu akan menjadi musim semi bagi PKS insya Allah.

Kegembiraan ini saudara-saudara sekalian, saya perlu menggarisbawahi. Sumber energi kita, kekuatan kita, dalam mencapai hal-hal besar di dalam hidup kita itu ditentukan oleh kemampuan kita mempertahankan sumber kegembiraan itu. Karena itu tidak boleh ada peristiwa di dalam hidup ini yang bisa mencabut kegembiraan dari hati kita semuanya. Tidak boleh ada. Jangan biarkan ada peristiwa dalam hidup ini yang bisa mencabut kegembiraan dari hati kita. Kalau kita punya kegembiraan di dalam hati kita, yang akan muncul kemudian itu adalah perasaan berdaya. Keberdayaan ini ikhwah sekalian, saudara sekalian, ini juga yang menentukan seberapa jauh kaki kita bisa melangkah. Banyak hal-hal besar yang bisa kita lakukan, tapi seringkali kita tidak melakukannya karena kita punya perasaan tidak berdaya. Yang dalam bahasa kita disebut dengan al-‘ajz. Karena itu Rasulullah SAW menganjurkan kita membaca doa dua kali dalam satu hari untuk dijauhkan dari al-‘ajz. Allahumma innii a’uudzubika minal hammi wal hazan, wa a’uudzubika minal ‘ajzi wal kasal. Al-hammu wal hazn, gundah gulana, kegalauan, kesedihan, itu adalah virus yang mematikan sumber kegembiraan kita. Dan itu tidak boleh ada. Itu ada di dalam dasar jiwa kita dan itu harus dikeluarkan.

Karena itu di dalam Qur’an, emosi yang merupakan antitesa dari iman, itu ada dua yang paling banyak diulang dalam Qur’an. Yang pertama adalah al-huzn atau kesedihan, dan yang kedua adalah al-khauf atau rasa takut. Itu sangat mendasar dalam Qur’an. Kalau kita punya perasaan itu di dalam diri kita, yaitu kesedihan dan ketakutan, maka yang akan muncul selanjutnya adalah perasaan tidak berdaya, al ‘ajz. Dan kalau kita tidak berdaya, merasa tidak berdaya, walaupun sebenarnya berdaya, yang muncul kemudian itu adalah al-kasal, kemalasan. Dan kalau kita malas, yang muncul kemudian itu adalah, tidak berdaya dan malas ini adalah karakter yang berhubungan dengan diri kita ke dalam. Tapi akan muncul karakter selanjutnya yang berhubungan dengan hubungan sosial politik kita, wa a’uudzubika minal jubni wal bukhl. Dan kita akan menjadi pengecut, tidak berani mengambil resiko, tidak berani melakukan langkah-langkah besar, karena selalu dihantui oleh ketakutan. Wa a’uudzubika minal jubni wal bukhl. Karena itu tidak mau berkorban. Itu satu paket sifat-sifat ini, tapi dua sifat ini yaitu pengecut dan pelit, itu berhubungan dengan hubungan sosial kita. Dan karena itu, kalau ini ada, yang akan muncul selanjutnya adalah realitas sosial, wa a’uudzubika min ghalabatid daini wa qahrir rijaal. Dililit hutang, dan ditindas orang lain. Artinya apa? Secara ekonomi marginal, secara politik juga marginal. Dan saudara-saudara sekalian perhatikan, akarnya adalah al-hammu wal hazan, itu akar psikologisnya.

Karena itu saudara-saudara sekalian, kita adakan acara ini di sini, supaya kita mempertahankan sumber kegembiraan kita bahwa dunia ini ternyata kecil-kecil saja, tidak sebesar yang kita duga. Bahwa masalah yang kita hadapi ini ternyata tidak sebesar yang kita duga. Dan bahwa sebenarnya cita-cita yang ingin kita capai ini insya Allah, ada dalam jangkauan kaki kita dan ada dalam jangkauan tangan kita, insya Allah. Dan karena kita berjalan, doa musafir ini makbul, tadi ust. Ahzar sudah membacakan doa dengan sangat baik, waman yuhaajir fii sabiilillaah, yajida fil ardhi muraaghaman katsiiran wa sa’ah. Banyak faidah yang akan dia dapat, dan terutama itu adalah kelapangan. Saudara-saudara sekalian, itu tujuan pertama kita semuanya berkumpul di sini. Dan karena itu saya ingin Antum semua merasakan bahwa suatu waktu Antum bukan lagi sekadar perwakilan-perwakilan PKS di situ.


Nah ini terkait dengan tujuan yang kedua. Setelah tujuan konsolidasi ini saya juga ingin menegaskan dalam momentum ini bahwa saat ini kita juga akan mengembangkan seluruh target kerja dan juga fungsi-fungsi dari BHLN. Saya tahu selama ini kerja-kerja BHLN itu lebih banyak bersifat tarbawi. Pembinaan kader-kader yang ada di sana, karena umumnya adalah pelajar dan pekerja. Masyarakat Indonesia yang ada di satu negara itu. Itu yang kita garap, dan terutama yang kita lakukan itu hanya kerja-kerja pengkaderan bu. Dan karena fokus kita pada kerja-kerja pengkaderan, biasanya saya melihat keberadaan kader-kader kita di luar negeri ini tidak dimaksimalkan. Termasuk di dalam orientasi pribadi masing-masing. Yang saya maksud orientasi pribadi itu begini. Ada kader yang misalnya belajar di luar negeri. Dia hanya fokus di bidangnya itu, tetapi apa yang merupakan fungsi-fungsi dasar yang sebenarnya bisa dia lakukan waktu dia ada di luar, itu tidak dilakukannya, karena itu di luar dari concern-nya. Di luar dari perhatiannya.

Dan mulai dari sekarang, kita juga ingin memberikan beban baru kepada BHLN, yaitu menambah bebannya kepada kerja-kerja tarbawi pengkaderan itu, juga dengan kerja-kerja diplomasi. Dan karena itu nanti, BHLN bukan hanya bekerja mengkonsolidasi kader-kader PKS yang ada di luar negeri, tetapi juga menjadi ujung tombak yang menghubungkan PKS pertama-tama dengan semua partai-partai yang ada di luar negeri. Sebab seperti yang saya sampaikan di Milad kemarin, bahwa misi kita ini adalah misi yang beyond politics. Lebih dari sekadar tujuan politik, misi kita adalah misi peradaban, misi kita adalah misi kemanusiaan.

Dan Antum semuanya, saudara-saudara semua yang ada di luar negeri sekarang, akan kita berikan beban untuk mulai melakukan juga kerja-kerja diplomasi. Dan salah satu hal yang akan kita lakukan nanti adalah memperkuat hubungan Partai Keadilan Sejahtera dengan seluruh partai politik yang ada di dunia. Dan saudara-saudara yang ada di luar negeri semuanya itu, akan menjadi ujung tombak dari penguatan hubungan internasional itu. Oleh karena itu saudara-saudara sekalian, terutama di BHLN, saya sudah menyampaikan beberapa kali kepada ketuanya, bahwa persiapkan infrastrukturnya, persiapkan SDM-nya untuk melakukan fungsi-fungsi yang lebih besar daripada yang selama ini sudah dilakukan BHLN. Yaitu fungsi-fungsi diplomasi itu tadi. Karena itu saya juga meminta BHLN supaya nanti semua kapasitas SDM yang kita perlukan dalam sebuah hubungan internasional yang kuat itu harus ada. Termasuk di dalamnya adalah spesialisasi yang kita perlukan.

Dan salah satu jenis spesialisasi yang perlukan itu adalah ahli-ahli dalam studi kawasan. Saya ingin menegaskan ini dari sekarang, karena saya sudah menyampaikannya kepada pak Taufiq (sekjen PKS – red) supaya ini disiapkan. Kita perlu banyak kader sebagai ahli dalam studi kawasan Amerika misalnya, studi tentang Eropa, studi tentang Timur Tengah, tentang Afrika, Rusia, Asia Tengah, dan seterusnya. Kenapa ini perlu saya tegaskan sekarang? Karena kita ini ditakdirkan oleh Allah SWT, berada dalam sebuah negara Islam terbesar di dunia. Dan berada dalam negara keempat terbesar di dunia. Jadi kalau kita mengatakan bahwa PKS sekarang ini adalah partai Islam terbesar di Indonesia, itu artinya partai ini adalah partai Islam terbesar di semua negara Islam, terbesar di dunia. Jadi jangan under estimate dalam hal kita mempersepsi diri sendiri.

Turki ini penduduknya berapa? Sekitar 70an (juta) kalau tidak salah, kan? Satu di antara yang terbesar di kawasan ini, karena Mesir kalau tidak salah sekitar 80-85 (juta), Iran mungkin 60-70an (juta) juga sekarang kalau dipetakan. Ini adalah negara-negara besar di kawasan ini semuanya. 22 negara Arab semuanya kalau dikumpulkan baru sama jumlahnya dengan seluruh populasi Indonesia. Karena itu ada seorang politisi di Kuwait, suatu waktu konsultasi dengan NDI (National Democratic Institute – red). Bagaimana cara saya kampanye di dapil saya? Ini NDI bertanya kepada si calon/caleg ini, berapa jumlah pemilih di dapil Anda itu? Dia bilang 3.000. NDI bilang Anda tidak perlu kampanye. Ketuk pintu tiap rumah, Anda menang. Tapi berapa jumlah pemilih di dapilnya pak Syahfan (salah satu kader PKS yang hadir) misalnya, ketua BP3. Itu satu provinsi totalnya bu, seluruh provinsi Bengkulu itu adalah dapilnya. Jadi bisa kita bayangkan perbedaan ada skala. Tapi kita ini saudara-saudara sekalian, terbiasa mempersepsi diri kita itu kecil. Dan karena itu tidak membayangkan bahwa kita juga bisa melakukan kerja-kerja besar. Padahal orang lain memandang kita dengan cara yang sangat berbeda.

Dan salah satu kelemahan Indonesia sekarang ini, mumpung ada ketua komisinya di sini, dan juga mungkin mumpung ada ibu dubes. Saya juga dulu di komisi satu pak. Salah satu kelemahan besar Indonesia yang dicatat oleh seluruh negara-negara Islam itu salah satunya adalah peran Indonesia dalam masalah-masalah internasional tidak terlalu kuat, posisinya itu tidak terlalu kuat. Kita tidak punya standing yang kuat dalam banyak sekali masalah-masalah internasional, padahal orang berharap bahwa sebagai negara muslim terbesar di dunia seharusnya kita terlibat dalam masalah-masalah besar itu. Dan sebagai negara keempat terbesar di dunia, seharusnya kita mengambil peran yang sama besarnya dengan ukuran kita sendiri sebagai negara besar. Coba Antum bayangkan Qatar misalnya dengan penduduk asli cuma sekitar 200 ribu orang, dan sekarang jadi 1,4 (juta) karena eks-patriat yang datang ke sana, itu bisa melakukan kerja-kerja besar dengan hanya penduduk yang kecil seperti itu. Misalnya fungsi-fungsi mediasi, dan itu sebenarnya yang seharusnya dilakukan oleh Indonesia sebagai the big brother bagi seluruh negara-negara Islam di dunia. Dan karena itu saudara sekalian, kita ingin menyiapkan infrastruktur ini dari sekarang, supaya kita tidak lagi berfikir bekerja dalam skala Indonesia, tetapi mulai berfikir dalam skala global.

Untuk tujuan yang kedua ini maka perlu ada tujuan yang ketiga dari acara ini. Yaitu kita perlu mencari sumber inspirasi sejarah. Itu juga itu sebabnya kita mengadakannya di sini. Yang kita inginkan, yang saya inginkan dari saudara-saudara sekalian yang datang di sini, bukan sekadar membaca sejarah Istanbul ini, dan bukan sekadar mengenang pembebasan Konstantinopel dulu pada abad ke-15. Tetapi yang lebih penting dari itu semuanya adalah menyadari bahwa semua peristiwa besar di dalam sejarah itu disebut besar karena peristiwa itu beyond imagination. Di luar dari imajinasi orang. Dulu Muhammad Al-Fatih itu diangkat menjadi khalifah waktu umurnya 16 tahun. Karena itu diledek oleh semua senior-senior yang ada di kerajaan. Apa yang bisa dilakukan anak muda kecil ini? Lalu dia berfikir, apa yang tidak dipikirkan oleh para senior itu semua. Dan yang tidak bisa dipikirkan oleh mereka adalah membebaskan Konstantinopel. Dan itu yang dia jadikan sebagai tujuannya. Dan beliau membebaskan Konstantinopel ini dalam umur 23 tahun. Saya menggarisbawahi umur 23 tahun ini supaya kita jangan merasa terlalu muda. Kita ini sudah tua untuk ukuran pencapaian orang-orang itu semua. Iya kan? Tetapi yang dilakukan itu adalah sesuatu yang di luar imajinasi orang. Dan segala sesuatu yang besar di dalam sejarah itu disebut besar karena dia ada di luar imajinasi kita semuanya, setidaknya di luar imajinasi orang-orang yang hidup di zamannya.

Dan karena itu jika kita ingin mencapai misi-misi besar di dalam hidup kita, persiapkanlah diri kita melakukan sesuatu di luar imajinasi orang lain. Dan jika saya mengatakan bahwa misi PKS itu beyond politics, itu berarti bahwa kita juga harus melakukan langkah-langkah beyond imajination. Saya ingin menggarisbawahi masalah imajinasi ini. Karena semua penciptaan realitas itu pada mulanya diciptakan dalam imajinasi. Segala sesuatu yang menjadi kenyataan di bumi ini, jauh sebelum dia menjadi kenyataan, pertama-tama dia menjadi kenyataan dalam imajinasi. Itu dulu. Dan karena itu kita perlu memberi ruang bagi imajinasi kita ini semuanya, supaya cita-cita yang besar itu disertai dengan langkah-langkah yang besar di luar dari imajinasi orang. Tetapi sebelumnya seperti apa yang saya katakan tadi, kita perlu membebaskan diri kita dari semua kendala-kendala psikologis itu tadi. Galau, khawatir, sedih, takut, dan seterusnya, kita lepas diri kita semua dari perasaan itu, setelah itu kita buka pintu imajinasi kita seluas-luasnya.

Dan saya katakan kepada seluruh kader PKS waktu di Semarang, hari ini kita akan membuat rencana pemenangan pemilu, tetapi rencana ini tidak ada detailnya. Yang ada targetnya. Yang ada milestone-nya. Isinya seperti apa? Kita serahkan pada seluruh orang-orang lapangan untuk berijtihad sebebas-bebasnya. Karena boleh jadi, kita pikir kita yang ada di DPP ini sudah berfikir keras, tapi ada anak muda yang kerjanya cuma mengkhayal setiap hari, boleh jadi dia mempunyai ide yang jauh lebih bagus dari kita yang setiap hari telah merasa berfikir keras. Dan karena itu saya menginginkan seluruh kader kita, beri ruang bagi imajinasi kita untuk bekerja. Supaya seluruh kekuatan produktivitas kita itu mempunyai akar di dalam diri kita semuanya, yaitu ada pada kekuatan imajinasi kita semuanya.

Saudara-saudara sekalian, ini tiga tujuan dari pertemuan acara yang kita selenggarakan di Istanbul ini. Dan sekali lagi karena yang ingin kita capai ini adalah misi besar, yang saya sebutkan sebagai misi peradaban, dan bukan sekadar target-target politik, termasuk di dalamnya adalah pemenangan pemilu 2014 itu. Dan saya menganggap bahwa pemenangan pemilu 2014 ini hanyalah jembatan menuju cita-cita yang jauh lebih besar daripada cita-cita politik yang sederhana itu. Ada cita-cita kemanusiaan, cita-cita peradaban, yang jauh lebih besar dari itu. Dan saya kira, waktu kita memimpin Indonesia nanti insya Allah, janganlah membayangkan bahwa kita hanya akan memimpin Indonesia. Tetapi kita juga akan membawa Indonesia menjadi salah satu kekuatan yang menentukan masa depan dunia. Dan itu sebabnya nanti saudara-saudara sekalian, ini nanti ada pertemuan dengan AKP (Justice and Development Party of Turkey – Turkish: Adalet ve Kalkinma Partisi) pada hari Selasa. Ada GMPro nanti, dan juga dari fraksi, saya ingin mereka semua menyampaikan satu ide kepada AKP. Ini kita usulkan, kita propose kepada mereka, bahwa sekarang waktunya seluruh partai Islam di dunia membuat satu forum internasional. Untuk partai-partai Islam sedunia itu tempat kita membicarakan isu-isu global, dan bagaimana Islam bisa memberi kontribusi bagi penyelesaian masalah-masalah global tersebut. Sekarang ada banyak forum global, dan seharusnya kita juga bisa menciptakan forum yang sama dengan itu.

Saya mau cerita sedikit ke ibu dubes, beberapa bulan yang lalu saya diundang secara pribadi ke sini, tadi kita lewati istananya di situ, di Kempinski itu ada Ciragan Palace, yang jadi host-nya itu Menlu Turki Ahmet Davutoglu waktu itu. Itu adalah satu forum, namanya Oriental Forum. Forum timur yang salah satu cita-citanya adalah menghadirkan seluruh strategic civil dari berbagai negara, dan pada pertemuan terakhir bulan Februari, cuma saya tidak datang yang Februari ini karena baru jadi Presiden di PKS. Yang sebelumnya saya datang pada pertemuan sebelumnya. Temanya tentang The New Map After Arab Spring. Tentang masalah strategis seperti itu. Saya kira kita sudah waktunya nanti mengusulkan kepada partai-partai Islam yang ada di dunia sekarang ini untuk membentuk satu forum internasional, dimana kita ikut mempromosikan tiga hal, bukan hanya bagi dunia Islam tetapi bagi dunia seluruhnya. Dan saya kira ini adalah misi global PKS.

Yang pertama, ikut mempromosikan demokrasi, yang kedua global prosperity, dan yang ketiga adalah global peace. Jadi kita harus ikut mendukung tiga isu besar ini. Ikut mempromosikan demokrasi, kesejahteraan global, dan juga perdamaian global.

Dan saudara-saudara sekalian, karena tiga misi ini, misi global yang kita emban ini, dan ini akan menjadi pesan bagi PKS insya Allah, untuk mempromosikan ini. Kita menginginkan kesejahteraan bukan hanya bagi diri kita, tetapi juga bagi seluruh penduduk bumi ini. Kita menginginkan perdamaian bukan hanya bagi negeri kita, tapi juga bagi seluruh penduduk bumi ini. Kita menginginkan demokrasi juga menjadi sistem politik bukan hanya bagi negeri kita, tapi juga demokrasi menjadi sistem politik bagi seluruh dunia. Kita ikut mempromosikan itu semua, karena salah satu kandungan inti dari nanti demokrasi itu adalah menciptakan global justice. Keadilan global. Dan saya kira dengan ide-ide dasar seperti ini, kita bisa masuk, berbagi dengan semua kekuatan yang ada di dunia, untuk ikut serta memberikan solusi bagi masalah-masalah yang dialami oleh dunia.

Apalagi kalau kita melihat sekarang ini, masalah besar yang dihadapi oleh dunia sekarang ini, salah satunya adalah masalah energy security, kemudian juga masalah food security. Ini masalah pangan, masalah energi yang dihadapi oleh seluruh dunia sekarang ini sebagai salah satu masalah masa depan yang paling krusial. Dan kalau kita bicara energi, hampir-hampir bisa kita katakan kita bicara tentang dunia Islam seluruhnya. Iya kan? Hampir-hampir bisa kita katakan seperti itu. Dan juga kalau kita bicara pangan walaupun ini mungkin kita share dengan yang lainnya tetapi kita perlu juga mengetahui bahwa kita bisa ikut memberikan share yang besar dalam proses penyelesaian masalah-masalah global seperti ini. Dan karena itu saya berharap nanti GMPro dengan fraksi waktu menyampaikan, waktu bertemu dengan AKP nanti ini tolong disampaikan kepada mereka ide ini, karena sebenarnya ini sudah berkali-kali kita bicarakan dalam berbagai forum. Tapi ini disampaikan lagi, mudah-mudahan insya Allah ide ini bisa kita wujudkan dalam waktu yang tidak terlalu jauh, supaya kita mulai juga ikut terlibat dalam penyelesaian masalah-masalah global.

Saudara-saudara sekalian, kalau kita ikut menyelesaikan masalah-masalah global seperti ini, itu secara de facto artinya, kita ingin ikut menghapuskan semua kekhawatiran orang tentang kehadiran partai Islam di pentas nasional dan juga kehadiran partai Islam di pentas global. Yang selama ini masih sering dianggap ancaman, atau ada sikap under estimate dari orang-orang, karena mereka mereka menganggap bahwa para aktivis partai Islam ini, lebih banyak mendekati masalah ideologis, dan tidak punya kapasitas yang memadai untuk mengimplementasikan ideologi itu menjadi agenda kerja. Dan karena itu jika mereka memimpin, mereka tidak akan berhasil. Dan saya kira dengan memberikan jawaban dalam bentuk implementasi, jawaban dalam bentuk performance seperti itu, mudah-mudahan kita bisa menghapus kekhawatiran semua orang tentang kehadiran partai Islam di pentas global. Termasuk di antaranya adalah kekhawatiran orang, termasuk di negeri kita, jika partai Islam memimpin, apa yang bisa mereka lakukan? Nah, menjawab kekhawatiran seperti ini dalam bentuk performance, dalam bentuk kerja, itu jauh lebih efektif daripada memberikan penjelasan ideologi kepada mereka itu. Dan dengan menjawab masalah secara de facto seperti itu insya Allah, saya kira kekhawatiran itu akan berbalik menjadi rasa ingin tahu yang besar kepada agenda kemanusiaan yang kita bawa ini. Dan saya membayangkan bahwa insya Allah itu akan terjadi dalam waktu yang tidak terlalu jauh.

Saudara-saudara sekalian, mudah-mudahan insya Allah dengan urutan sistematika kerja seperti ini, kita bisa menciptakan hidup yang lebih produktif dari apa yang ada sekarang. Dan misi-misi besar seperti itu saudara-saudara sekalian, hanya bisa kita capai kalau kita punya tiga semangat yang sudah kita putuskan di Rapimnas kemarin.

Yang pertama adalah kita datang dalam dunia politik ini membawa cinta. Yang kedua kita juga datang dengan semangat bekerja. Dan yang ketiga adalah, kita datang dengan semangat untuk menciptakan harmoni.
Cinta itu menyatukan segala hal yang berserakan, menyambung segala hal yang terputus. Dan jika kita menerapkan hukum dengan pendekatan cinta, kita insya Allah juga bisa menciptakan keadilan. Karena hukum itu tidak ditegakkan untuk menyiksa orang dengan hukuman, tidak. Hukum itu adalah tools of change. Itu adalah alat perubahan. Dan karena itu dia harus mempunyai fungsi itu. Dan jika kita ingin memfungsikan hukum sebagai alat perubahan, sebagai tools of chage, dia harus dikelola dengan cinta.
Dan yang kedua, kita juga ingin semua orang yang punya semangat bekerja itu punya tempat di negeri kita. Dan kita juga ingin tumbuh menjadi bangsa yang sejahtera dari kekuatan kita sendiri, karena kita bekerja dengan tenaga yang kita miliki, dengan etos kerja keras yang kita miliki. Sebab siapa pun yang bekerja keras, insya Allah pasti akan menciptakan hasil.
Dan yang ketiga, kita juga ingin menciptakan harmoni, supaya kehidupan sosial kita itu damai. Karena tidak ada arti bagi semua pencapaian kita ini, kecuali kalau kita bisa mengelola perbedaan-perbedaan kita itu dan menciptakan harmoni.

Saudara-saudara sekalian, dengan tiga nilai-nilai inti ini, saya berharap insya Allah PKS bukan hanya menang dalam pemilu, tetapi terutama bisa menghidupkan kembali nilai-nilai inti masyarakat Indonesia. Dan dengan nilai-nilai inti masyarakat Indonesia ini, kita juga bisa membawa sesuatu perubahan besar bukan hanya bagi Indonesia, tapi juga bagi kehidupan kemanusiaan di seluruh dunia ini insya Allah. Inilah kerja-kerja yang saya maksud, bukan beyond politics bagi kita di Indonesia, tapi saya kira bagi kebanyakan orang di Indonesia ini juga adalah beyond imagination. Di luar dari imajinasi yang ada pada mereka itu.

Saudara-saudara sekalian, mudah-mudahan dengan keberadaan kita semua di sini, kita bisa menyerap aura dari Muhammad Al-Fatih itu, yaitu aura untuk melakukan hal-hal besar di luar dari imajinasi semua orang. Dan karena itu, mudah-mudahan semua yang hadir di sini, dari berbagai negara di sini punya perasaan yang sama. Saya tahu jika menghitung suara, suara di mana Antum tinggal itu tidak besar. Iya kan? Tidak banyak. Yang di Rusia mungkin tidak banyak. Iya kan? Yang di Emirat Arab tidak banyak suara yang ada di situ. Tapi tujuannya bukan suara. Sekali lagi, tujuannya bukan suara. Suara itu akan kita ambil dengan sendirinya, tapi tujuannya bukan itu. Saya ingin idenya lah yang masuk ke dalam pikiran saudara-saudara semuanya, auranyalah yang kita serap insya Allah. Dan karena itu suatu waktu kita bisa melakukan kerja-kerja lebih besar daripada apa yang diimajinasikan orang selama ini insya Allah.

Saya mau tanya Antum semua, terutama yang sebelah kanan ini. Ini kira-kira kita siap tidak melakukan kerja-kerja besar seperti ini? Kurang mantap suaranya. Siap? Siap?
Kita tanya dulu Rusia siap nggak ini? Waah, mantap, Rusia mantap.
Belanda siap? Luar biasa.
Mesir siap?
Yordan? Mantap.
Inggris siap?

Saya kira insya Allah dengan kesiapan seperti ini mudah-mudahan sekali lagi, saya sekarang menjadi sangat yakin bahwa apa yang kita cita-citakan masuk tiga besar insya Allah dapat jadi kenyataan. Dan saya juga semakin yakin bahwa kita bukan hanya akan masuk tiga besar, tetapi insya Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama, kita akan memimpin republik yang kita cintai ini.

Was salaamu ’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh..





*dakwatuna


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Bertemu AKP Turki, PKS Usul Dibentuk Forum Partai Islam Sedunia

Senin, 29 April 2013


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengadakan konsolidasi pengurus dan kader perwakilan PKS sedunia. Kegiatan itu digelar di atas kapal di Selat Bosphorus, Turki.

Acara dilaksanakan dalam perjalanan menyusuri Bosphorus selama sekitar tiga jam. Ini merupakan konsolidasi jaringan internasional pertama sejak PKS berdiri.

Dalam pertemuan DPP PKS dengan perwakilan luar negeri yang digelar Sabtu (27/4) juga dihadiri Dutabesar Indonesia untuk Turki Nahari Agustini. Lebih 200 pengurus perwakilan dan kader menghadiri konsolidasi.

Agenda utama konsolidasi berupa orasi politik Presiden PKS, Anis Matta. Dalam orasinya Anis meminta seluruh komponen PKS mempertegas program kerjanya yakni menjalankan misi kemanusiaan global.

Mantan wakil ketua DPR itu menyatakan PKS tidak berorientasi politik kekuasaan semata. "Kerja kita beyond politics, menjalankan misi kemanusiaan, membangun peradaban global," ujar Anis dalam keterangan pers yang diterima JPNN, Minggu (28/4)

Anis memotivasi agar semua komponen partai bernomor pilih tiga tersebut tidak mengecilkan kemampuan diri sendiri. Dikatakannya, jumlah penganut Islam sekarang berada di papan atas dunia dan mengalami perkembangan pesat di seluruh pelosok negeri, termasuk di Amerika Serikat dan Eropa.

Sementara Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

"Karenanya, jangan pernah mempersepsikan diri kita kecil. Inilah salah satu kelemahan mendasar Indonesia. Qatar, misalnya, cuma berpenduduk sekitar 1,4 juta jiwa, tetapi mampu melakukan kerja-kerja besar dalam skala global," ucap Anis.

Menurut pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan itu, sepatutnya Indonesia ke depan harus menjalankan fungsi sebagai "big brother" bagi seluruh bangsa di dunia. Indonesia dengan potensi luar biasa seharusnya menjalankan peran berskala global.

Dia menambahkan, terdapat tiga pekerjaan rumah global yang perlu dijalankan Indonesia secara umum dan PKS khususnya, yakni memperjuangkan demokrasi, perdamaian dan keadilan, serta mewujudkan kesejahteraan global.

Anis mencontohkan penyelesaian masalah ketahanan energi dan pangan dunia. Hal itu merupakan masalah dunia yang wajib diselesaikan masyarakat dunia secara bersama. "Ini pula persoalan yang menghimpit umat Islam global," tuturnya.

Atas ruang lingkup persoalan tersebut, Anis menyatakan, PKS yang dijadwalkan bertemu dengan Pengurus Pusat AK Party (Adalet ve Kalkinkma Partisi) pada hari Selasa (30/4), akan mengusulkan pembentukan forum partai-partai Islam sedunia. AK Party merupakan partai Islam yang kini berkuasa di Turki

"Mudah-mudahan, forum bersama dapat dikukuhkan dalam waktu dekat. Kita harus melawan penilaian bahwa partai-partai Islam tidak mampu memimpin dan bekerja untuk misi-misi skala nasional (di negara masing-masing) hingga internasional," terang Anis yang disamput pekik takbir peserta konsolidasi.

Untuk keperluan itu mantan Presiden PKS yang kini Ketua Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid akan bergabung dengan rombongan yang sudah berada di Istanbul sejak 24 April.

Sementara itu, Dubes Nahari Agustini mengucapkan selamat atas terselenggaranya agenda konsolidasi Perwakilan PKS seluruh dunia di Istanbul. (gil/jpnn)



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Dakwah dengan Cinta membuat Non Muslim nyaman bersama PKS | Kisah Ko Aheng


Awalnya Aheng adalah seorang Tionghoa yang aktif di partai berlambang banteng, Ia merintis usahanya mulai dari berdagang kue keliling hingga sekarang akhirnya memiliki usaha kue yang terbilang sukses.

Semenjak bertemu dengan kader-kader PKS di Pademangan khususnya kelurahan Pademangan Barat, Ia mulai simpatik dengan PKS. Aheng simpatik dengan kerja & kerendahan hati dari kader-kader PKS yang menjadi pejabat publik.

Kini Aheng menjadi pendukung berat PKS, rumahnya selalu terbuka untuk kegiatan PKS. Acara lomba masak sampai acara reses anggota dewan pun beberapa kali di adakan di rumahnya.

Setidaknya Hidayat Nur Wahid, Adang Daradjatun dan H.Muhammad Subki (Ketua DPD PKS Jakarta Utara) pernah berkunjung dan membuat acara reses di rumahnya, karena selain pengusaha Ko Aheng juga seorang tokoh di Pademangan Barat.

Pada saat pemilihan gubernur di DKI Jakarta Aheng menjadi pendukung berat pasangan Hidayat+Didik, ia tidak pernah absen dari kampanye, bahkan Ia proaktif mengajak keluarganya untuk memilih pasangan nomer 4 ini. Bahkan, pada saat milad PKS ke 15 di Semarang Ia ikut hadir di sana bersama rombongan kader-kader Jakarta Utara.

"Kita doakan semoga Aheng mendapatkan hidayah dari Allah SWT." pungkas H.Muhammad Subki, Lc. saat acara makan siang dengan Ko Aheng, Pengurus DPD Jakarta Utara dan Ketua DPC-DPRa se Jakarta Utara di Rumah makan Bu Tjitra, Yogyakarta ahad (22/4) lalu sehari setelah menghadiri Milad ke 15 PKS di Semarang.

Hal yang menarik lagi sejak simpatik dengan PKS, Ia dan keluarganya kini tak lagi makan daging Babi, walaupun belum Islam pada saat tarawih pun istrinya beberapa kali ikut sholat tarawih berjama'ah, bahkan bila ada acara PKS istrinya kerap kali memakai kerudung. Inilah Ko Aheng dan keluarganya, cintalah yang membuat kita bertemu, Ia memang seorang Tionghoa dan ini membuktikan bahwa keragaman yang ada di PKS adalah sebuah harmoni.

Ko Aheng foto bersama Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan Kader PKS Pademangan saat menghadiri Milad ke 15 PKS di Semarang

Ko Aheng foto bersama Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Kader PKS Pademangan saat menghadiri Milad ke 15 PKS di Semarang

Ko Aheng bersama Adang Darojatun

Ko Aheng dan Istri (sering memakai jilbab pada acara PKS) turut mengikuti agenda kampanye Hidayat-Didik

Ko Aheng turut mengikuti agenda kampanye Hidayat-Didik

Ko Aheng, Ketua DPD Jakarta Utara Ust. M. Subki, CAD Jakut dan Kader PKS Jakut foto bersama saat rihlah di Yogyakarta sehari setelah menghadiri Milad ke 15 PKS

*http://www.islamedia.web.id/2013/04/dakwah-dengan-cinta-membuat-non-muslim.html


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Anis Matta 'Bebaskan' Imajinasi Anak Muda PKS untuk Menangkan Pemilu


Istanbul - PKS kini tak mau lagi terkungkung pada pendekatan ideologis untuk menjaring massa di Pemilu 2014. Kerja kreatif lewat imajinasi 'liar' anak muda bakal digalakan.

Presiden PKS Anis Matta mengatakan, PKS memiliki target untuk memenangkan Pemilu 2014. Namun tak ada rencana detail dari target itu.

"Kita serahkan ke orang lapangan untuk berijitihad," kata Anis di Istanbul, Turki, Minggu (28/4/2013).

Anis bicara di hadapan 100 perwakilan PKS dari 22 negara. Mereka adalah pelajar dan pekerja di kawasan Eropa, Asia dan Amerika Serikat. Hampir semuanya masih berusia muda.

Menurut Anis, anak muda mungkin saja punya ide lebih baik dari tokoh tua di internal PKS. Karena itu, mereka perlu diberi ruang imajinasi untuk bekerja.

"Beri ruang bagi imajinasi kita untuk bekerja supaya menunjang seluruh produktifitas," imbuhnya.

Lebih lanjut, mantan wakil Ketua DPR ini meminta para kadernya di luar negeri agar ikut berperan dalam memberi solusi atas masalah dunia. Termasuk masalah energi dan pangan.

"Kita lihat kalau ikut menyelesaikan masalah global, secara de facto kita ikut membersihkan kehawatiran orang tentang partai Islam," tegasnya.

Selama ini, kata pria asal Bone, Sulsel, ini, partai Islam selalu dianggap ancaman atau dipandang sebelah mata. Terutama bila bicara soal ideologis.

"Ada anggapan kalau mereka memimpin, mereka tidak akan berhasil," imbuhnya.

"Karena itu, jawaban kita dalam bentuk performance, mudah-mudahan kita bisa menjawab kekhawatiran orang tentang partai Islam," sambungnya. (detikcom)



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

“Semarak Cinta” di Milad PKS Kabupaten Serang


Serang – “Semarak Cinta”, itulah mungkin tema yang tepat untuk melukiskan perayaan milad ke-15 Partai Keadilan Sejahtera yang diadakan di Lapangan Cinangka Kab. Serang, Ahad (28/04). Bagaimana tidak, begitu banyak kegiatan yang digelar untuk memeriahkan acara tersebut, sebut saja di antaranya bazaar murah untuk masyarakat umum, berbagai macam perlombaan,  pembagian puluhan hadiah serta launching Bakal Calon Anggota Dewan Dapil 4 Kabupaten Serang.

“Semua kegiatan Ini adalah bukti cinta PKS kepada masyarakat” ujar Ketua DPD PKS Kab. Serang, Najib Hamas dalam orasi sambutannya. Menurutnya, masyarakat tidak perlu lagi manyangsikan pengabdian PKS karena sejarah telah membuktikan PKS tidak hanya hadir saat menjelang Pemilu, tapi pengabdian PKS kepada masyarakat tidak mengenal waktu.

Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang hari itu juga dihadiri oleh Kepala Biro Protokoler DPP PKS, Ayi Muzayini, Lc dan juga seluruh Bakal Calon Anggota Dewan PKS Dapil 4 Kab. Serang, Bakal Caleg DPR-RI, KH. Mas’a Thayib serta perwakilan dari Kepolisian dan Koramil setempat.

Dalam orasinya, Kepala Biro Protokoler DPP PKS, Ayi Muzayini menegaskan target PKS untuk menjadi partai nomor satu di negeri ini, “PKS ingin mencontoh Wali Songo yang walaupun hanya sembilan orang tapi mampu meyebarkan Islam ke seluruh Inndonesia karena mereka memiliki kekuatan cinta, dengan kekuatan cinta inilah PKS berharap dapat menguasai Indonesia” ujarnya.

Acara pagi hari dimulai dengan senam PKS Nusantara bersama kader simpatisan PKS kemudian dilanjutkan dengan aneka kegiatan, seperti : lomba mewarnai tingkat TK dan SD, lomba tumpeng, kompetisi futsal dan lain-lain. Juga dibagikan puluhan door prize bagi masyarakat yang hadir dalam acara tersebut dengan hadiah utama sebuah TV 21 inch. Masyarakat tumpah ruah mengikuti aneka kegiatan walaupun digelar di tengah terik matahari, tenda yang disediakan panitia tak mampu menampung banyaknya masyarakat yang hadir. 


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Dennis Penna Yikwa: “Ini adalah partai yang di berkahi Tuhan Yang Maha Esa"


PKS Lantik Pengurus DPD Memberamo Tengah Papua

[detik.com] Dewan Pengurus Daerah PKS Kabupaten Membarano Tengah, Propinsi Papua, pada Jum’at(26/4) resmi dilantik dan dikukuhkan. DPD PKS Kabupaten Memberano Tengah adalah daerah yang ke-29 yang di lantik dari seluruh DPD yang yang ada di Popinsi Papua.

“Pengokohan ini menjadi sangat penting karena ini adalah tiket PKS menuju target 3 besar di Pemilu 2014 mendatang,” ujar Koordinator Wilayah Dakwah Indonesia Timur DPP PKS Aidil Heryana dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (28/4/2013).

Sementara Ketua DPD PKS Memberano Tengah, N.Dennis Penna Yikwa, S.Sos menyatakan bersama PKS dirinya ingin membangun Kabupaten Memberamo Tengah lebih adil dan sejahtera. “Ini adalah partai yang di berkahi Tuhan Yang Maha Esa, Karena perjuangan PKS sesuai dengan apa yang di harapkan oleh masyarakat Membermo Tengah, khususnya dan masyarakat Papua pada umumnya,”ungkapnya.

Struktur Kepengurusan DPD PKS Memberamo tengah, diisi oleh berbagai elemen masyarakat, seperti tokoh pemuda, tokoh-tokoh perempuan serta Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua. Selain dihadiri oleh seluruh anggota kepengurusan baru, acara ini juga dihadiri oleh Calon Anggota Legislatif yang berjumlah 15 orang dari 20 jatah kursi di DPRD. Dari jumlah jatah kursi yang ada, PKS Memberano Tengah berhasil menempatkan 30% caleg perempuannya.

*http://news.detik.com/read/2013/04/28/090251/2232208/10/pks-lantik-pengurus-dpd-memberamo-tengah-papua


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

"Antara PKS dan Fenomena Caleg Selebritis" | by @abifahmiazizi


Abi Fahmi Azizi
Taiwan

Pemberitaan kemarin (Kompas.com, 28/4) melansir dari 12 partai politik peserta Pemilu 2014 hanya tiga partai politik yang tidak mengusung calon legeslatif dari kalangan artis atau selebritis yaitu PKS, PBB dan PKPI. Fenomena apa sebenarnya yang sedang terjadi?

Jawaban singkatnya, inilah fenomena politik instant. Politik instant yang  akan remuk dalam jangka pendek dan sesaat. Namun, sangat disayangkan dampaknya masif dan dapat merusak dalam jangka panjang sejarah perpolitikan dan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Apakah ada yang salah dengan mencalegkan artis atau selebritis? Tidak. Tidak ada yang salah seandainya para selebritis ini jauh hari sebelumnya sudah terlibat dalam politik praktis dan serius dalam berpolitik dan sudah pula menunjukkan kiprahnya sebagai aktivis yang peduli dengan persoalan-persoalan dan pemecahan masalah kemasyarakatan.

Di pihak lain, partai-partai politik juga jauh-jauh hari sebelumnya sudah melakukan kaderisasi terhadap para selebritis sehingga mereka cakap dan kompeten dalam berpolitik dan menterjemahkan fungsi-fungsi politiknya.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Menurut Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang, banyak partai politik yang sengaja menggaet artis hanya dijadikan sebagai [alat untuk menjaring] vote getter semata. Mereka memanfaatkan popularitas artis untuk menarik masa yang ada (Kompas.com, 28/4).

"Partai pragmatis untuk mendulang suara yang besar. Artis-artis yang populer dipakai untuk menghasilkan suara yang besar dan kursi di DPR," kata Sebastian Salang, Minggu (28/4/2013).

Small think vs. Big think

Partai-partai politik (parpol) seharusnya berpikir jauh ke depan untuk kepentingan masyarakat bukan kepentingan sesaat dalam jangka pendek. Masyarakat seharusnya diberikan pendidikan politik cerdas dan sehat. Masyarakat harus diajarkan bagaimana cara bijak memilih wakil-wakil rakyat yang berkualitas sehingga mampu menyuarakan dan memperjuangkan aspirasi mereka di parlemen.

Sebagai konsekuensinya maka parpol harus menawarkan kader yang sudah terdidik dengan baik dalam berpolitik dan melakukan pelayanan kepada masyarakat atau menawarkan tokoh-tokoh masyarakat yang memang sudah teruji sebagai figur yang yang mampu memberikan kontribusinya bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Belajar dari pandangan Bernd H. Schmitt (2007) dalam bukunya "Big Think Strategy: How to Leverage Bold Ideas and Leave Small Thinking Behind" saatnya parpol-parpol meninggalkan cara berpikir kerdil (small thinking) dan beralih untuk berpikir besar (big thinking) pada masa yang akan datang.

Masyarakat harus diajarkan agar mampu membedakan antara parpol yang berpikiran kerdil (parpol kerdil)  dan parpol yang berpikiran besar (parpol besar). Parpol kerdil cenderung menjadikan figur artis atau selebritis sebagai pengungkit. Parpol ini menggunakan artis untuk mengungungkit perolehan suara atau menjadikan artis hanya sebagai vote getter menurut Sebastian Salang tersebut di atas.

Sebaliknya parpol yang berpikiran besar tidak membutuhkan figur pengungkit. Parpol semacam ini hanya membutuhkan kreativitas dan perubahan (creativity and change). Parpol ini memilih melakukan kreativitas tanpa batas dan melakukan perubahan perlahan namun pasti sebagai pencapaian prestasi atas apa yang mereka cita-citakan.

Parpol kerdil memilih untuk berpikiran sempit (narrow-mindedness). Artis dan figur instant lainnya dijadikan semata-semata sebagai sarana mencapai kepentingan parpol dan sekedar untuk meramaikan dan memeriahkan pesta demokrasi. Pesta demokrasi identik sebagai pesta gemerlap yang melekat dengan dunia para artis.

Lain lagi dengan parpol parpol besar. Parpol besar membutuhkan kepemimpinan visioner (visionary leadership). Kebutuhan parpol besar adalah kepemimpinan, baik kepemimpinan personal yang tercermin dari kepemimpinan Presiden atau Ketua parpol maupun kepemimpinan kolektif yang terlihat dari kemampuan manajemen seluruh kader parpol secara terstruktur, terukur dan teratur. Kader-kader ini mampu mengarahkan haluan parpolnya ke arah yang lebih baik meskipun tanpa komando dari atas. Mewujudkan tujuan bersama yang mulia adalah cita-cita parpol besar.

Parpol kerdil cenderung menghindari risiko dibandingkan dengan parpol besar yang memiliki ide-ide dan aksi-aksi berani. Parpol kerdil takut menghadapi risiko kekalahan dalam putaran kompetisi pesta demokrasi sehingga mereka membutuhkan figur-figur instant dan bajakan agar tampak sebagai partai yang konsisten dan dekat dengan rakyatnya. Sebaliknya parpol besar lebih memilih menawarkan ide-ide berkualitas dan berguna bagi masyarakat serta menawarkan terobosan baru dalam memaknai pesta demokrasi. Kemenangan tidak harus diwujudkan dengan gemerlap dan kemewahan seorang figur melainkan dari kapasitas, kapabilitas dan kualitas figur yang sudah terbukti di masyarakat binaannya. Kekalahan bagi parpol besar bukanlah kehancuran melainkan awal dari suatu gerakan perubahan.

Bagian terpenting dalam membedakan parpol kerdil dan parpol besar terlihat dalam perhatian dan fokus parpol. Parpol kerdil lebih memperhatikan hal-hal yang sifatnya jangka pendek sehingga jadilah sebagai parpol dengan fokus jangka pendek (short-term focus). Hal ini dapat terukur dengan jelas dengan aktivitas-aktivitas reaktif dan sesaat. Jika menyumbang atau memberikan bantuan kepada masyarakat biasanya  karena ada kepentingan bagi pesta demokrasi yang semakin mendekat. Sebelumnya tidak pernah dekat dengan masyarakat tiba-tiba menjadi super aktif dan menyalurkan banyak sumbangan dan bantuan. Kemilaunya akan kian meredup dan semakin jauh ketika musim kampanye telah berlalu.

Berbeda halnya dengan parpol besar yang selalu menjaga stamina dan konsistensi mereka dalam memberikan sumbangan positif bagi kemajuan dan perkembangan masyarakat, bangsa dan negara. Bagi parpol besar konsistensi dan kerja keras selali ditujukan untuk dampak akhir (lasting impact) yang lebih baik sehingga membutuhkan kerja keras dan kesabaran untuk selalu berjuang bersama masyarakat tanpa mengenal musim dan waktu. Sumbangan parpol besar biasanya kecil-kecil, tetapi memberikan dampak  besar bagi perkembangan dan kemajuan masyarakat karena dilakukan secara berkelanjutan dan konsisten. Itulah parpol berpikiran besar.

Kader dan simpatisan PKS selalu berharap agar partai ini menjadi parpol besar. Parpol dengan pikiran-pikiran besar. Partai kreatif dan menjadi pelopor perubahan ke arah yang lebih baik. Partai visioner dengan kepemimpinan yang mampu menawarkan perubahan. Parpol dengan ide-ide dan aksi-aksinya yang berani, progresif dan revolusioner. Parpol yang selalu menjadikan tujuan akhirnya sebagai cita-cita mulia dan tertinggi yang bisa berdampak dalam bagi kehidupan dan perkembangan masyarakat yang lebih baik serta bangsa dan negara yang berkemajuan. Salam cinta, kerja dan harmoni[].

Tainan City, Taiwan, 29 April 2013

Abi Fahmi Azizi
@abifahmiazizi


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

PKS Denpasar "Go Green" Siapkan 1000 ikat sayur untuk botol bekas


PKS Go Green: Selamatkan Bumi Kita

Bulan April 2013 adalah bulan penting bagi para pemerhati lingkungan di seluruh dunia karena salah satu hari di bulan tersebut – tanggal 22 – dijadikan mementum sebagai Hari Bumi. Hari Bumi   dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap planet yang ditinggali manusia ini. Kini Hari Bumi paling tidak diperingati oleh lebih dari 175 negara. Sebagai partai yang peduli terhadap permasalahan lingkungan, Partai Keadilan Sejahtera tidak ketinggalan dalam mengisi momentum ini.

Bertempat di sebuah lahan pekarangan milik simpatisan PKS di DPRa Sidakarya, seluruh jajaran pengurus, kader dan simpatisan PKS DPC Denpasar Selatan, Bali menggelar kegiatan PKS Go Green. Acara dilangsungkan pada hari Minggu 28 April 2013 mulai pukul 06.00 hingga 09.00 Wita. Kegiatan ini merupakan keberlanjutan dari agenda sejenis sebelumnya yang digelar Bulan Maret di DPRa Panjer. PKS Go Green merupakan agenda rutin unggulan DPC PKS Denpasar Selatan karena sangat bermanfaat bagi masyarakat dan juga selaras dengan program Pemerintah Provinsi Bali yang mengusung motto Bali Clean and Green.

Pada kegiatan PKS Go Green kali ini, jumlah dan jenis sayur-mayur yang disediakan jauh lebih banyak dan bervariasi dari sebelumnya. Tak kurang dari 1000 ikat sayur yang terdiri dari kacang panjang, bayam, terong,tauge, sawi, kangkung, buncis dan beberapa sayur lain menghiasi meja lapak yang dijaga oleh ibu-ibu kader PKS Denpasar Selatan. Sayur mayur tersebut dapat diperoleh secara gratis oleh masyarakat dengan syarat membawa tiga botol bekas plastik. Jadi setiap 3 botol bekas plastik dapat ditukar dengan 3 buah jenis sayur-mayur. Selain itu juga tersedia aneka jenis Barbeku (Barang Bekas Berkualitas) yang dikumpulkan oleh seluruh kader PKS. Diantara jenis Barbeku yang tersedia adalah baju, celana untuk dewasa hingga anak-anak, aneka sandal, tas wanita, dan juga berbagai asesories yang biasa dijual di butik-butik kerajinan tangan. Seluruh barbeku ini dijual dengan harga yang sangat murah, yaitu maksimal 3 ribu rupiah.

Warga masyarakat di sekitar lokasi kegiatan PKS Go Green menyambut acara ini dengan sangat antusias. Mereka berbondong mendatangi lokasi kegiatan dengan membawa botol-botol bekas untuk ditukarkan dengan sayur-mayur. Sambutan hangat juga disampaikan oleh Klian Adat (Kepala Dusun) Banjar Desa Sidakarya, Bapak Wayan Reno. Beliau sangat senang dengan acara seperti ini dan berharap untuk dapat dilanjutkan di masa mendatang. Beliau juga sangat senang dengan semboyan PKS “Cinta, Kerja dan Harmoni”.Kata-kata inisangat sesuai dengan nafas Bali yang selalu berusaha saling mencintai dalam bekerja untuk mewujudkan Bali yang Harmonis.

Selamat kepada PKS Denpasar Selatan, teruskan aksi-aksimu untuk mewujudkan Bali yang hijau dan harmonis.

*Humas DPC PKS Denpasar Selatan



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android
 
© Copyright PKS PIYUNGAN 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by PKS PIYUNGAN