NEWS UPDATE :

Hasil Lengkap Pertemuan Petinggi PKS di Lembang

Kamis, 31 Januari 2013

Lembang - Petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar rapat di kediaman Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin di Lembang, Jabar. Sejumlah hal penting dibahas, berikut penjelasan lengkapnya.

Penjelasan lengkap tentang pertemuan di Lembang disampaikan oleh Ketua FPKS DPR Hidayat Nurwahid dalam konferensi pers usai pertemuan di kediaman Ketua Majelis Syuro PKS di Lembang, Jabar, Kamis (31/1/2013).

"Pertama, pertemuan ini dilakukan dengan Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminudin, hadir pimpinan harian DPP PKS, Ketua Bidang di DPP, dan Ketua Fraksi, Pembina Fraksi. Salah satu yang di yang dibahas adalah perkembangan terkait musibah yang ditimpakan pada ustad LHI yang sekarang masih Presiden PKS," kata Hidayat mengawali konferensi pers.

Dalam pertemuan tersebut pimpinan PKS mencermati sejumlah pertimbangan untuk menentukan langkah ke depan. "Kami mempertimbangkan dan mencermati perkembangannya. Kami apresiasi pada banyak kader yang begitu tabah dan sabar dan mendoakan supaya masalah ini cepat selesai. Kami juga apresiasi pada banyak tokoh yang mendukung perjuangan kami dan mengkritisi penangkapan ini sebagai sesuatu yang terasa ada tebang pilihnya," ucap Hidayat.

Pimpinan PKS lantas membahas adanya keinginan Luthfi Hasan Ishaaq untuk mundur dari jabatannya. Posisi pimpinan PKS cenderung menyetujui.

"Kami membahas apa yang kami dengar dari LHI bahwa beliau merencanakan untuk mundur dari Presiden PKS. Kemungkinan tadi kami dengar dan sedang membahasnya. Nanti akan disampaikan sendiri di Jakarta," kata Hidayat.

Pengganti Luthfi akan ditunjuk Jumat besok oleh Hilmi. "Siapa yang menggantikan tadi dalam bahasan kami sudah menimbang mengkaji mendengar masukan besok siang, ketua Majelis Syuro akan umumkan," lanjut mantan Presiden PKS ini.

Hidayat lantas menyampaikan klarifikasi soal pernyataannya terkait adanya upaya menyandera PKS. "Saya kemarin menyampaikan dalam konteks dan keyakinan bahwa seluruh permasalahan itu kemarin kan diarahkan pada anggota fraksi di komisi 4, itulah karenanya kami menelisik satu per satu, dan semua mengatakan clean dan clear. Tapi kemudian kami terkejut, ternyata yang lain yang disebut sebagai tersangka," katanya.

"Apakah kemudian ada konspirasi atau tidak, akan kita lihat dalam perkembangan hari-hari ke depan. Karena memang ini adalah sesuatu hal yang sangat mengejutkan, dalam waktu yang sang sangat cepat terkait dengan seseorang yang jabatannya di partai adalah presiden. Saya yakin KPK menangkap bukan sebagai dalam kapasitas kepresidennnya, bahwa yang ditangkap adalah pejabat publik yang sekali lagi masih dituduh. Dia belum terbukti menerima suap sebagaimana yang dituduhkan," ujarnya.

Dalam kesempatan ini Hidayat juga merespons pertanyaan awak media tentang nama Ahmad Fathanah yang disebut sebagai kurir bagi Luthfi Hasan Ishaaq.

"Ahmad Fathanah baru dengar belakangan, hubungannya tidak mengerti detail, apa yang terkomunikasikan tidak tahu. Bukan kader, bukan anggota. Mungkin kawan atau relasi. Saya kira punya banyak pertemanan itu wajar. Kalau dari pertemanan itu ada hal-hal yang melanggar ya itu yang harus dibuktikan," ujarnya. [detik]

________________________________________________________

"Lid-da'wati rabban yahmiihaa" ..bagi Dakwah ini ada Rabb yang melindunginya





Abdul Wahid
Dosen Teknik Kimia UI



  1. #Dakwah ini telah memperkenalkan ni'matnya ukhuwwah secara praktek, bukan teori. Alhamdulillah.

  2. #Dakwah ini adalah yang kucari-cari sejak aku mengenal maknanya ber-Islam karena #Dakwah ini mengajarkan Islam tanpa bendera.

  3. Sekedar berbagi ni'mat yang kurasakan dalam #Dakwah ini: ukhuwwah yang tulus membuat aku dapat rumah kontrakan secara gratis selama kuliah.

  4. #Dakwah ini memang mengajarkan agar sesama umat Islam slg mengenal (at-ta'aruf), slg memahami (at-tafahum) dan slg menanggung (at-takaful).

  5. Alhamdulillah, aku merasakan suasana seperti itu dalam #Dakwah ini; bahkan aku pun tidak dibebani iuran utk makan bulanan krn memang tidak punya.

  6. #Dakwah ini telah memberi andil besar, bahkan sangat besar dalam hidupku hingga sekarang.

  7. #Dakwah ini telah mengajarkan kepadaku bagaimana membentuk keluarga yang dilandasi oleh keikhlasan sejak awal hingga akhir.

  8. #Dakwah ini telah mentarbiyahku bagaimana memandang segala peristiwa dengan penuh optimistis (at-tafa'ul); maaf, ketika IP-ku terjerembab...

  9. ..istilahnya "nasakom" (nasib satu koma), alhamdulillah, aku pun tetap optimis; karena #Dakwah ini tdk mengajarkan "kiamat" bagi musibah.

  10. #Dakwah ini selalu memberikan dorongan agar sll menebarkan rahmat kepada siapa pun meski kepada yang membenciku.

  11. #Dakwah ini telah mendorong kita semua untuk mencintai negeri ini dengan sepenuh hati; tidak menjual tanah air kpd orang asing.

  12. #Dakwah ini mengajarkan kebersihan hati (inti dari kesufian) dan kedekatan dengan Allah melalui wirid al-wazhifah.

  13. Tentu akan panjang sekali ungkapan syukur akan karunia Allah berupa #Dakwah yang penuh berkah ini.

  14. "Lid-da'wati rabban yahmiihaa" (bagi #Dakwah ada Rabb yang melindunginya....)

*diambil dari twitter @awahids

________________________________________________________

Luthfi Hasan Ishaaq: "Hasbunallah wa ni'mal wakil..."

Rabu, 30 Januari 2013


JAKARTA -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, memimpin jumpa pers di kantor DPP PKS, di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan (Jaksel), Rabu (30/1) pukul 23.05 WIB.

Dalam jumpa pers itu, dia menyampaikan bahwa pihaknya tak akan mengomentari penetapan statusnya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Saya tidak akan memberikan keterangan. Tidak memberikan jawaban dari pertanyaan seperti itu," katanya dalam jumpa pers yang berlangsung tidak sampai 10 menit itu.

Dikatakannya, pihaknya menghormati proses hukum yang ada dan UU yang ada. "Saya agak terkejut mendapat berita dari kawan-kawan bahwa di KPK ada pernyataan resmi LHI terindikasi kasus suap. Saya tidak tahu yang dimaksud siapa. Tapi, nama saya Luthfi Hasan Ishaaq yang biasa LHI."

Seandainya yang dimaksudkan KPK adalah dirinya, kata dia, "Maka saya sebagai warga negara akan taat pada hukum dan menghormati proses hukum, jika yang dimaksud saya. Tapi sudah barang tentu implikasi suap itu, andai itu benar, sudah barang tentu tidak akan terima. Saya tidak, partai saya, kader-kader PKS tidak terima indikasi suap itu."

Pihaknya meminta kepada jajaran partai untuk menahan diri dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT dan terus berjuang dan berdoa. Dalam jumpa pers itu, dia didampingi oleh jajaran PKS, yaitu Almuzammil Yusuf, Anis Matta, dan Hidayat Nur Wahid.

Luthfi menegaskan, pihaknya dan PKS terus berjuang agar partainya bebas dari korupsi. "Karena, korupsi bisa merugikan negara dan rakyat. Jadi, biasanya kalau sudah mendekati pemilu, kita rajin mengucapkan hasbunallah wa nikmal wakil. Begitu," tegasnya.

Dia pun menutup jumpa pers dan berjalan menuju lift untuk naik lagi ke ruang atas gedung DPP PKS. Saat ditanyai oleh wartawan, Luthfi menjawab soal penetapannya sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus suap di impor daging. "Saya belum tahu. Saya pelajari dulu masalahnya. Saya belum dapat berkomentar," tegas dia.

Sebelumnya, salah seorang anggota DPP PKS menyampaikan bahwa ada penyidik KPK di lantai atas gedung DPP PKS. Dia menyebutkan agar Luthfi diminta KPK segera ke atas. "Ditunggu di ruangan. Jumpa pers mohon ditunda," demikian informasi tersebut. Namun, jumpa pers terus digelar. [republika]

________________________________________________________

Heryawan dan Ketua DPRD Jabar boncengan naik motor jajal jalan baru lingkar selatan Sukabumi


Gubernur Jabar Ahmad Heryawan kendarai motor berboncengan dengan Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara untuk jajal jalan baru lingkar selatan Sukabumi yang baru saja diresmikannya, Selasa sore (29/1). Heryawan mengendari motor sekaligus menjajal jalan yang yang telah selesai pembangunannya untuk sesi 1 dengan jarak sejauh 6,9 KM. Sepanjang jalan heryawan menyapa masyarakat yang tinggal di sepanjang jalan baru ini.

________________________________________________________

"Bertani Demokrasi"


"Bertani Demokrasi"
Oleh Nandang Burhanudin


Perhatikan 4 perilaku petani berikut:

Petani A: Ia kurang gaul dan kurang wawasan. Bercocok tanam hanya di musim hujan. Saat kemarau, ia pergi merantau menjadi kuli bangunan. Ia rela berpisah meninggalkan sanak famili, demi dapur tetap berfungsi. Ia biarkan sepetak tanah warisan kering kerontang. Baginya, yang penting bisa makan. Gak punya cita-cita apapun.

Petani B: Ia petani yang sudah sering ikut kelompencapir dan beberapa kali mengikuti BLK di Dinas Pertanian Kecamatan. Ia paham bercocok tanam tak kenal musim. Saat hujan, ia tanam padi. Saat kemarau, ia tanam palawija. Namun, ia tak memiliki cita-cita masa depan. Yang penting cukup untuk kebutuhan hari-hari.

Petani C: Awalnya seperti B. Ia tipe petani yang rajin ikut seminar, konferensi, bahkan hingga ke teori-teori yang wow. Saking wownya, ia hidup mengawang-ngawang. Harapannya setinggi langit, namun kaki tak berpijak ke bumi. Ia terperosok rayuan dan iming-iming pebisnis kayu jati dan Jabon. Saking histerinya dengan mimpi, ia tinggalkan bercocok tanam dan hanya menunggu Jabon yang entah kapan menghasilkannya. Tak lupa, ia BODOH-BODOHKAN petani A dan B yang menurutnya KUNO dan tidak punya cita-cita. Namun ia lupa, anak-istri-sanak family-keluarga sakit, perlu SPP, istri melahirkan, anak perlu susu. Semua hanya diberi janji, "Ntar ... kalau POHON JABON panen, saya berangkatkan HAJI semua." Padahal keluarganya butuh makan, susu, dan berobat.

Petani D: Paham betul harga jati 5-10 tahun mendatang.Ia pun ikut menanam. Namun, anak-istri dan sanak family harus ia nafkahi. Ia tak bisa pergi jauh, mengingat ada anaknya yang balita, ibu mertua sakit, dan istrinya masih lemah selepas melahirkan. Dengan kecerdasannya, ia memutar otak. Musim hujan ia tanami padi. Musim kemarau ia tanami palawija, di antara bibit-bibit jati yang sudah ditanam. Memang, hasil usahanya masih jauh dari harapan ideal. Terkadang, si petani sering terpeleset, terkena sabitan cangkul, hingga serangan hama yang terus merongrong. Tapi ia pikir, minimal itulah perjuangan yang bisa ia lakukan. Selain mencukupi kebutuhan keluarga, jika tak ada aral melintang, ia bisa berharap banyak dari jabon-jabon yang ditanam.

Saudaraku, hidup itu memang pilihan. Yang hitam putih dalam hidup, hanya kaitan dengan ketauhidan. Sisanya, kita rujuk rambu-rambu Al-Qur'an dan As-Sunnah. Mana yang halal dan yang haram sudah jelas. Yang harus kita waspadai adalah yang musytabihat (abu-abu). Jangan pernah mengharamkan hal mubah, selama belum ada dalil QATH'I. Selama dalam proses ijtihad, maka melapangkan dada hal terindah yang bisa kita lakukan. Selama itu, mari menebar kebermanfaatan yang sudah jelas-jelas ditegaskan baginda Rasulullah saw. dalam banyak hadis dan diperintahkan ayat Al-Qur'an:

1. Dedikasikan semua yang kita lakukan untuk akhirat.
2. Jangan lupakan bagian kita merasakan nikmat dunia.
3. Berbuat baik semaksimal dan seoptimal mungkin.
4. Jangan pernah berbuat kerusakan di muka bumi, sekecil apapun.

Sebab umur kita pendek. Mari menjadi jalan setapak yang bisa mengantarakan generasi yang akan datang menuju mata air kecemerlangan. Daripada menunggu JALAN TOL yang memang lapang dan bebas hambatan, tapi masih disibukkan dengan pembebasan tanah.[]

________________________________________________________

U.S. Embassy Menobatkan Netty Heryawan sebagai "Local Heroes" Anti Perdagangan Manusia

Selasa, 29 Januari 2013

Selamat kepada ibu Netty Prasetiyani Heryawan! 

Berdasarkan voting, dialah pemenang Kompetisi Local Heroes pilihan fans FB Kedubes AS Jakarta. Berikut adalah kutipan khusus untuk fans kami dari Ibu Netty tentang gerakan melawan perdagangan manusia: "Praktik Human Trafficking adalah potret perbudakan modern. Itu merupakan kejahatan kemanusiaan yang harus diberantas mulai dari hulu sampai hilir. Bukan kerja ringan, tapi tak ada yang tak mungkin jika kita bersungguh-sungguh melakukannya."

***
 

FB Kedubes AS Jakarta (U.S. Embassy-Jakarta) telah menyelenggarakan voting untuk memilih lima tokoh Local Heroes (pahlawan lokal) yang melawan perdagangan manusia di Indonesia. Kelima tokoh itu adalah: Sofiar Fauzi, Hetty Antje Geru, Memey, Netty Heryawan dan Rahayu Saraswati. Dari voting yang berlangsung 25 - 27 Januari 2013 suara terbanyak diraih ibu Netty Heryawan. Berdasarkan itulah, hari ini (Selasa, 29/1) U.S. Embassy menobatkannya sebagai Local Heroes 'icon' dalam perang melawan perdagangan manusia (human trafficking).


Dalam laman FB U.S. Embassy ditulis...

Netty Heryawan adalah istri Gubernur Jawa Barat namun dia sangat peduli dengan isu perdagangan manusia. Ibu Netty membentuk program Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di tingkat provinsi sampai tingkat kabupaten yang menjadi acuan untuk negara. Melalui program-program P2TP2A seluruh Jawa Barat, ratusan korban perdagangan manusia sudah dibantu dan sebagai hasil dari program pencegahan banyak warga Indonesia dilindungi. Dia juga ikut menjemput korban perdagangan manusia dari Batam. Netty, lulusan S2 bidang Kajian Perempuan, Universitas Indonesia, saat ini menjabat sebagai Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

Seorang penulis kompasiana, Jalu Priambodo, dalam artikel berjudul 'Manji, Wanda dan Netty' mengurai tentang sosok ibu Netty Heryawan...

Angin segar justru datang dari US Embassy ketika mengumumkan finalis Local Heroes melalui halaman Facebooknya. Saya dapati dalam daftar tersebut sosok dari kalangan muslim yang cukup terkenal. Memang, masyarakat Jawa Barat mungkin lebih mengenal suaminya, Gubernur Ahmad Heryawan. Beliau adalah istri Gubernur Jawa Barat, Netty Prasetiyani. Saya sebelumnya telah mengenal sosok Ibu Netty dalam aktivitas beliau sebagai Ketua Dekranasda Jawa Barat.

Bertolak belakang dengan anggapan masyarakat terhadap sosok istri pejabat, Netty bukan sekedar pemanis bagi Kang Aher. Di beberapa kesempatan saya mendapati Netty justru memiliki determinasi yang lebih tinggi dari sang suami. Ibarat pepatah, dibalik laki-laki kuat terdapat perempuan hebat, Netty tidak hanya mendukung suaminya di rumah, tapi juga memimpin langsung lembaga P2TP2A Jawa Barat.

P2TP2A merupakan lembaga yang menyediakan diri sebagai rumah perlindungan bagi perempuan. Diantara mereka yang mendapatkan advokasi adalah korban perdagangan manusia (human trafficking) dan kekerasan dalam rumah tangga. Fanny, mantan istri Bupati Aceng termasuk yang dilindungi oleh P2TP2A. Selain Fanny ada ratusan korban human trafficking dan TKW Indonesia yang memperoleh tempat tinggal, pelatihan dan pembimbingan.

Netty dalam aktivitasnya tidak hanya berdiam diri di kantor P2TP2A di Jalan Mulawarman Bandung. Beberapa kali ia langsung menjemput TKW Indonesia yang ditelantarkan di luar negeri. Kisah penjemputan TKW terkadang sangat mendebarkan karena Netty sebagai istri pejabat publik menolak mendapat pengawalan. Alasan Netty sederhana, kalau dirinya keluar negeri sebagai pejabat berapa anggaran yang harus dikeluarkan pemerintah daerah, belum lagi lamanya proses koordinasi pengamanan dan pengajuan anggaran, padahal TKW tersebut harus dijemput hari itu juga!

Sebagai ibu dari 6 putra dan putri, Netty tak menolak ajakan para aktivis perempuan untuk bersepeda dari Bandung ke Bekasi. Iya benar, dari Bandung ke Bekasi dengan sepeda. Tentunya bukan sembarang bersepeda, tapi Bersepeda dalam rangka kampanye melawan perdagangan manusia. Dan ternyata Netty benar-benar melakukannya full tanpa bantuan stuntman (atau stuntwoman dalam hal ini).

Sebagai istri dari deklarator PKS, tak jarang aktivitas Netty juga memperoleh reaksi  negatif dari dalam partai sendiri. Yang paling kentara jelas posisi beliau sebagai Ketua Tim Penggerak PKK. Salah satu tugas PKK adalah menyosialisasikan Keluarga Berencana. Nah, tahu sendiri kan bagaimana pandangan kader PKS terhadap dua huruf ini, KB. Akan tetapi, Netty justru punya jawabannya. Ia mengatakan bahwa KB tidak hanya urusan pembatasan punya anak, tapi juga memikirkan bagaimana kesejahteraan keluarga bisa dicapai dan keluarga sejahtera bisa dijauhkan dari kekufuran.

“Bayangkan ada tukang gorengan masih seumuran anak SMA tapi punya anak 6. Bagaimana kualitas perhatian dan pendidikan yang akan didapat anak-anaknya. Ini yang harus jadi perhatian kita”, Netty berargumen.

Keahlian Netty dalam berargumen sebenarnya didukung pendidikan tinggi yang diterimanya. Netty merupakan salah satu dari sedikit aktivis muslim yang mengambil pasca sarjana di jurusan Kajian Perempuan Universitas Indonesia. Netty pernah bercerita tentang bagaimana ia harus mengadu argumen dengan dosen yang menganut feminisme radikal. Saking radikalnya sampai ada yang menolak untuk menikah dan hamil.

Dengan mencermati kiprah Netty Prasetiyani, saya rasa beliau sangat layak untuk dinobatkan sebagai Local Heroes Indonesia. Netty juga menjadi sosok panutan yang ideal bagi aktivis perempuan Islam. Jika kalangan Islam liberalis bangga dengan Sosok Manji, maka dari kelompok Islam relijius juga boleh berbangga memiliki Netty Neryawan sebagai panutan. Seorang sosok pahlawan sejati bagi perempuan muslim Indonesia.

Sekali lagi kami mengucapkan SELAMAT pada bunda Netty atas segudang prestasinya. Terus terang, saya pribadi sangat senang kalo ada kader dan qiyadah PKS menjadi tokoh nasional yang maslahat, apalagi kalo itu dari kalangan akhwat. Luar biasa bangga...

*by Admin pkspiyungan 
 
________________________________________________________

PKS Minta BNN Dilibatkan Dalam Rekrut Caleg

Ketua FRaksi PKS, Hidayat Nur Wahid menandatangani dan menjalin kerjasama
PKS dengan BNN terkait pemberantasan narkoba (7/1/2013)

JAKARTA--Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) terlibat dalam proses penilaian calon legislatif. Hal itu untuk menyaring caleg yang maju dalam 2014 agar terbebas dari narkoba.

"Menurut saya memang sudah seharusnya bila BNN dilibatkan dalam proses penilaian kualifikasi seorang caleg dari sisi bebas narkoba," kata Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR, Jakarta, Senin (28/1/2013).

Hidayat menyetujui bila caleg harus bebas narkoba meskipun hal itu belum masuk dalam UU Pemilihan Legislatif. Menurutnya, hal itu berbahaya bila wakil rakyat bekerja dalam pengaruh narkoba.

"Kalau seluruh partai menjadikan sayarat calegnya bebas narkoba, saya kira itu menjadi bagian dari sumbangsih kita, untuk meningkatkan kinerja lebih baik, baik DPR dan DPRD kedepan," kata Hidayat.

Mantan Presiden PKS itu mengaku prihatin dengan berkembangnya narkoba. Untuk itu, kata Hidayat, PKS melakukan pakta integritas bersama BNN.

"Kita kerjasama dengan BNN, untuk caleg kedepan agar betul-betul bebas narkoba. Tapi bukan hanya caleg kedepan, sekarangpun, anggota DPR harus punya peran, untuk mensosialisasi bahaya narkoba sosialisasi dan keluarganya," katanya.

Bahkan, kata Hidayat, anggota fraksi PKS secara langsung berani di test urine untuk narkoba. Selain itu, Hidayat mengatakan bahwa untuk merekrut artis bukan saja bebas narkoba namun loyal kepada partai.

"Tapi betul-betul loyal pada Partai, kader PKS, bebas narkoba, bebas hukum dan pidana. Prinsipnya. Kami tidak anti artis, dan tidak anti dengan. Popularitas tapi kami tidak jadikan mereka sebagai prioritas di PKS," ujarnya. (tribunnews)

________________________________________________________

Deddy Mizwar: "Apapun yang terjadi jangan pernah kehilangan cinta pada negeri ini”


by langitshabrina

Beberapa hari setelah deklarasi pencalonan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat dari koalisi PKS, PBB, Partai Hanura, dan PPP pada Pilgub 2013 saya terkaget dengan sebuah selebaran yang bertajuk “Kalem We da Aya #Ayobalikkekampus! H2S Hari-hari Sastra.” 

Pasalnya selebaran yang dibagikan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unpad tersebut adalah undangan untuk mengikuti KURUCETRA “Kumpul Rutin Cerita Sastra” yang membedah film “Tanah Surga Katanya” bersama Deddy Mizwar.

Sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya yang (hanya baru) melek politik, saya berpikir acara ini akan menjadi ajang kampanye buat Deddy Mizwar. Namun, setelah mengikuti acara tersebut ada ruh lain yang saya dapat.

Ya! Ruang-ruang diskusi sastra adalah tempat bisu untuk para praktisi politik. Di sana mereka tidak dapat berkampanye secara vulgar. Sastra adalah tempat insan-insannya menjual gagasan. Takada ruang istimewa bagi yang bertangan kosong dalam sastra. Siapapun menjual ideologi dalam karyanya. Pramoedya Ananta Toer dengan sosialismenya, Ayu Utami dengan feminismenya, atau M. Irfan Hidayatullah dengan Islamnya, mereka dengan penuh kesadaran membawa ideologi dalam karya-karyanya. Orang-orang yang bertangan kosong hanya akan berada di pinggiran dengan karya absurd yang tanpa sadar mendukung ideologi mainstream. Takada karya tanpa gagasan yang dijual dalam sastra.

Berbicara film berarti berbicara isi cerita. Membaca isi cerita berarti membaca gagasan yang ditawarkan oleh seorang seniman. Begitupun pada film “Tanah Surga Katanya..” yang diproduseri oleh Deddy Mizwar.

Film ini menceritakan perjalanan panjang seorang Salman mengeja kecintaan terhadap bangsanya. Ia dihadapkan dengan situasi-situasi antagonis yang memaksanya untuk mencari penghidupan di Malaysia. Ayahnya menikah dengan perempuan malaysia agar lebih mudah menjadi warga negara sana. Ia diajak ikut pindah dan menjadi warga negara malaysia. Di sisi lain, kakeknya adalah mantan relawan Konfrontasi Indonesia Malaysia tahun 1965. Kakeknya tentu takmengizinkan Salman pindah kewarganegaraan. Sesederhana apapun kehidupan di Perbatasan Indonesia-Malaysia itu, kakeknya tetap lebih memilih hidup di negeri sendiri ketimbang di negeri orang.

“Perjalanan cinta Salman pada negaranya ini mengajari kita soal anugerah terindah dalam mencintai,” kata Deddy Mizwar. “Cintailah manusia tanpa harus mengingkari kebenaran,” tambahnya.

Film ini mengajari kita soal banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghargai negara ini. Di Malaysia bendera Indonesia hanya dijadikan alas dagangan rempah-rempah. Ia taklebih dari warna merah dan putih yang tak berbeda dengan warna kuning, hijau, dan coklat. Adegan ini jadi simbol bahwa pihak yang menjual Sumber Daya Alam Indonesia ke luar negeri hanya menjadikan negara sebagai alas dagangannya untuk memperkaya diri. Salman sampai harus bersiasat untuk mengambil bendera itu dari orang yang menjadikannya sebagai alas. Ia menukarnya dengan sebuah sarung dan mengibarkannya sambil berlari ke Indonesia. Dalam adegan itu sangat terlihat perbedaan jalan Indonesia – Malaysia. Jalan di Malaysia lebih bagus daripada jalan di Indonesia. “Namun, sejelek apapun, itulah kebenarannya. Saya tidak mungkin membagus-baguskan negara kita dalam film itu. Nanti saya bohong!” ujar Deddy Mizwar. “Kalau dalam sepakbola Indonesia dikalahkan Malaysia, saya juga tidak mungkin menceritakan Indonesia menang dalam film ini, nanti saya bohong lagi. Citra visual dalam film adalah refleksi realitas yang ada di Indonesia.” Tambahnya.

Pesan dalam film ini terrangkum dalam puisi Salman ketika menyambut pejabat pemerintah dari Jakarta:

Tanah Surga Katanya

Bukan lautan hanya kolam susu, katanya

Tapi kata kakekku hanya orang-orang kaya yang bisa minum susu

Kail dan jala cukup menghidupimu, katanya

tapi kata kakekku ikan-ikan kita dicuri oleh banyak negara

Tiada badai tiada topan kau temui, katanya

Tapi kenapa ayahku tertiup angin ke malaysia?

Ikan dan udang menghamiri dirimu, katanya

Tapi kata kakek, “Awas ada udang di balik batu!”

Orang bilang tanah kita tanah surga

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman, katanya

Tapi kata dokter intel, belum semua rakyatnya sejahtera. Banyak pejabat yang menjual kayu dan batu untuk membangun surganya sendiri

Benar kata Deddy Mizwar, cintailah bangsa ini tanpa harus mengingkari kebenaran. Pesan ini dirangkum dalam adegan terakhir, pesan sang kakek sebelum wafat, “Apapun yang terjadi jangan pernah kehilangan cinta pada negeri ini!”

Film ditutup dengan adegan Salman berlari membawa bendera merah putih sambil berlari dari Malaysia ke Indonesia. Kembali gagasan nasionalisme disampaikan oleh Deddy Mizwar. Namun, kali ini disajikan dengan lebih halus, tidak sesatir Nagabonar Jadi Dua dan Alangkah Lucunya Negeri Ini.

Gagasan nasionalisme ini adalah ajakan untuk membenahi negara ini berdasarkan realitas yang ada di perbatasan. Generasi mudalah yang menjadi pemegang amanah perbaikan negara ini.

“Kaum Nabi Nuh dimusnahkan oleh Allah karena takmelakukan perbaikan, kaum Nabi Luth juga demikian, bahkan Turki Utsmani juga dimusnahkan oleh Allah, jangan sampai negara kita mengalami hal yang sama. Kalau ada ketidakberesan di negeri ini, lakukan sesuatu karena merasa tidak suka dalam hati adalah perbuatan selemah-lemahnya iman. Kalaupun negara ini akan dimusnahkan, paling tidak, saya ada di barisan orang-orang yang berbuat sesuatu melalui film,” ujar Deddy Mizwar.

“Tapi janganlah sampai negeri ini dimusnahkan. Ayo kita berbuat sesuatu untuk negeri kita dengan karya paling tidak.” Tambahnya. Moderator diskusi waktu itu sampai berkata, “Saya merasa sedang ada di PPT (Para Pencari Tuhan-pen). Serasa dinasehati sama Bang Jek.”

Gagasan dalam film ini sudah menjadi salah satu alasan saya untuk memilihnya dalah Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013 nanti. Ide perbaikan dan nasionalisme sudah ada dalam film-film Deddy Mizwar. Saatnya ia bekerja konkret untuk Jawa Barat sebagai salah satu bagian dari Indonesia. Gagasan besar untuk negara ini selalu hadir dari seorang besar bukan?!

*https://langitshabrina.wordpress.com/2012/11/21/belajar-mencintai-indonesia-dari-deddy-mizwar/

________________________________________________________

Demi janji, Aher pun meloncat ke ojek


Jakarta - Kemacetan di Jakarta pada sore ini tak menyurutkan niat Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk menepati janjinya.

"Assalamualaikum on the way nih, saya naik ojek dari JCC," katanya kepada INILAH.COM ketika ditanya mengenai janjinya, Senin (28/01/13) di Jakarta.

Sore itu, sekira pukul 17:00 Ahmad Heryawan dijadualkan melakukan pertemuan dengan Ketua PB NU Said Aqil Siradj di Kantor PB NU Jalan Kramat Raya, Jakarta.

"Saya harus mengikuti arahan Presiden di JCC, sudah janji dengan Kyai Aqil, terlambat tapi enggak terlalu parah," katanya setiba di Kantor PB NU.

Seperti diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Wapres Boediono menghadiri dan memimpin Rapat Kerja Pemerintah yang diselenggarakan di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jakarta. Rapat kerja ini dihadiri oleh kepala daerah, Kapolda, dan Pangdam dari seluruh Indonesia.

Rapat kerja yang diikuti oleh seluruh Menteri, pimpinan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK), Gubernur, dan Bupati/Wali Kota di seluruh tanah air itu, pada sesi I akan diisi dengan presentasi oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto; Menko Perekonomian Hatta Rajasa; Menko Kesra Agung Laksono; dan Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto; dan diakhiri dengan penyerahan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) oleh Mendagri Gamawan Fauzi kepada para Gubernur se-Indonesia. [inilah]

________________________________________________________

To be Doers! | Rahasia Kecemerlangan Legenda Pemimpin Islam


To be Doers!

Oleh Herry Nurdi*

Sering membayangkan periode-periode dalam Perang Mu’tah sebagai gambaran sebuah film kolosal, penuh tokoh-tokoh heroik dengan kejadian-kejadian yang spektakular. Zaid bin Haritsah bertempur dengan gagah berani, mengangkat tinggi-tinggi panji-panji, sekian banyak tombak yang menancap ditubuhnya. Dia terus maju memimpin, meski tombak dan panah mengucurkan darahnya. Akhirnya, panglima kaum Muslimin Zaid bin Haritsah jatuh juga ke tanah.

Panji-panji Rasulullah segera diambil oleh panglima kedua, Ja’far bin Abi Thalib. Dia bertempur dengan sangat berani. Memimpin pasukan yang hanya berjumlah ribuan, melawan tentara Romawi yang berhimpun lebih dari 200.000 orang. Tangan kanan Ja’far bin Abi Thalib, tertebas pedang. Kini tangan kirinya yang memegang panji-panji sambil terus memimpin pasukan. Lalu tangan kirinya pun, terpotong oleh lawan. Dengan pangkal lengannya kini Ja’far mempertahankan bendera. Akhirnya, Ja’far menemui syahidnya dengan cara mendekap panji dengan pangkal lengan yang sudah tak bertangan.

Abdullah ibn Rawahah kini mengambil alih kepemimpinan pasukan. Memang sempat terbetik galau dan ragu dalam hatinya. Tapi segera semua itu ditepisnya tak bersisa. Sudah sejak semalam, sesungguhnya Abdullah ibnu Rawahah tak makan. Di diberi sepotong daging oleh saudaranya, di tengah-tengah laga, ”Agar tegak tulang punggungmu menghadapi lawan.”

Tapi ketika dipegangnya daging yang hanya sekerat itu, Abdullah ibnu Rawahah merasa terlalu lama. ”Apakah kau masih sibuk dengan dunia?” pertanyaan itu memburunya. Kemudian dia pun maju mengangkat pedang, dan terbunuh di tengah pertempuran.

Disinilah muncul pertanyaan-pertanyaan besar di tengah peperangan. Rasulullah hanya berpesan, ”Angkatlah Zaid bin Haritsah sebagai panglima. Jika dia terkena musibah, Ja’far bin Abi Thalib yang akan menggantikannya. Dan kalau Ja’far bin Abi Thalib juga terkena musibah, Abdullah ibnu Rawahah yang akan menjadi panglima.” Itu saja pesan Rasulullah, tak ada pengganti setelah Abdullah ibnu Rawahah. Padahal kini ketiganya sudah meninggal dunia setelah bertempur dengan gagah.

Terjadi kekosongan pemimpin, dan tentu saja membuat situasi ricuh dan genting. Di tengah-tengan keadaan yang demikian rupa, Tsabit bin Arqam menangkap panji-panji Rasulullah yang tadi dipegang oleh Abdullah ibnu Rawahah. ”Wahai kaum Muslimin, inilah panji-panji Rasulullah! Pilihlah seorang pemimpin di antara kalian!”

Waktu terus berpacu, musuh terus menyerang. Sementara pasukan tak ada komandan. Mendengar teriakan Tsabit bin Arqan, pasukan kaum Muslimin justru menunjuknya sebagai panglima. ”Andalah orangnya!”

”Bukan aku. Aku tak bisa!” jawab Tsabit bin Arqam yang tahu benar menjadi panglima di tengah perang sama sekali bukan urusan gampang.

Kemudian pasukan kaum Muslimin menunjuk Khalid bin Walid sebagai panglima perang. Khalid segera mengambil panji-panji Rasulullah, dan bertempur dengan gigihnya. Dalam satu kesempatan, Khalid bin Walid pernah mengisahkan betapa dahsyatnya peperangan kala itu. ”Pada waktu Perang Mu’tah, ada sembilan pedang yang hancur di tanganku. Sampai-sampai yang tersisanya di tanganku hanyalah sepotong besi dari Yaman yang aku gunakan untuk berperang,” tuturnya.

Bayangkan, sembilan pedang ia gunakan. Satu per satu pedang hancur, karena lawan yang harus dihadapi memang bukan kepalang. Satu hancur, diambilnya pedang lain. Satu pedang lagi hancur, diambilnya pedang lain. Sampai-sampai yang tersisa hanya sepotong besi Yaman yang ia gunakan untuk berperang.

Dua pasukan bertempur dengan hebatnya sampai menjelang malam. Dan ketika malam, keduanya berhenti untuk mengambil jeda. Panglima Khalid bin Walid menarik pasukan untuk istirahat menjauh dari pasukan musuh. Pasukan Romawi pun tak mengejar, karena hari itu mereka mengalami pengalaman yang belum pernah dirasakan. Pertempuran gigih dari pasukan yang jumlahnya jauh lebih kecil dari kekuatan mereka yang besar.

Panglima Khalid bin Walid segera mengatur strategi yang diterapkannya esok hari. Semalam, sang panglima memerintahkan, agar pasukan yang berada di sayap kiri berpindah ke sayap kanan. Pasukan yang ada di garis belakang, kini maju menggantikan pasukan yang ada di garis depan. Dan ketika matahari pecah, dan dua pasukan kembali berhadap-hadapan, tentara Romawi melihat panji-panji baru di depan mereka. Tentara Romawi melihat wajah-wajah baru yang mereka hadapi hari ini. Mereka menyangka, kaum Muslimin mendapatkan bantuan 'tentara baru' semalam. Dan secara mental, hal ini telah menjatuhkan semangat perang mereka yang memang sudah kelelahan.

Ketika peperangan ini berakhir, dan pasukan Muslim kembali ke Madinah, dan pasukan Romawi tidak mengejarnya, para sejarawan mencatatnya sebagai kemenangan tersendiri antara pasukan yang berjumlah kecil dengan tentara Romawi yang hitungannya raksasa. Pasukan Muslimin kehilangan 12 orang pasukan yang syahid di medan laga. Sementara tentara Romawi mengalami kehilangan yang banyak sekali jumlahnya.

*** 

Lalu apa hubungannya kisah ini dengan muscle memory? Pernah dengar atau mengetahui apa itu muscle memory?

Muscle memory itu adalah ingatan yang ada dalam setiap jengkal tubuh kita. Setiap syaraf kita menyimpan ingatan-ingatan yang akan membantu segala aktivitas manusia. Salah satu contoh kecilnya adalah, saat kita memencet tuts telepon untuk menghubungi seseorang, ujung jari kita sudah hampir menghapal nomor-nomor siapa yang akan kita hubungi, tanpa perlu melakukan calling memory dari otak besar yang mengendalikan banyak hal. Inilah yang disebut muscle memory.

Khalid bin Walid memiliki muscle memory yang baik dalam hal berinisiatif melakukan sesuatu pada saat-saat yang penting dan genting. Dia memutuskan memimpin pasukan, mengambil alih tampuk panglima, mengatur strategi dan mengoordinir perlawanan. Hitungannya detik, tak bisa menunggu lama, apalagi untuk berpikir mendalam. Karena terlambat berarti kekacauan. Meski demikian, Khalid bin Walid memimpin pasukan dengan gemilang, cerdas, strategis dan penuh ketajaman analisa tentang kondisi lawan.

Tapi tentu saja, respon yang demikian cepat tidak datang tiba-tiba. Perlu pembiasaan dan latihan panjang, serta jam terbang. Dan itulah yang dilakukan oleh Khalid bin Walid sebelum mengambil tanggung jawab besar sebagai panglima pasukan. Dia memang seorang fields commander, komandan lapangan, berpengalaman dan memiliki pengetahuan luas yang mendalam tentang perang. Sehingga, ketika saatnya datang, seluruh tubuhnya bekerja. Setiap muscle dalam tubuhnya mengirimkan memory-memory untuk dijadikan bahan pertimbangan keputusan.

Begitu juga dengan kita, seharusnya. Kita harus melatih diri untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik dan mencegah perilaku-perilaku mungkar. Agar setiap jengkal tubuh kita memiliki memory bagaimana harus bersikap dan mengambil keputusan tentang kebaikan atau pada saat menghadapi kemungkaran. Dan pada saatnya kita memimpin, dalam skala apapun, besar atau kecil, maka keputusan-keputusan kita memiliki orientasi yang baik dan benar.

*http://herrynurdi.com/2013/01/28/to-be-doers/

nb: To be Do-ers ... Jadilah pelaku !!
________________________________________________________

"Walaupun beda partai, tapi soal gubernur saya siap gerilya untuk Kang Aher"

Senin, 28 Januari 2013


by Deni Sukmajaya
Ketua DPC PKS Sumur Bandung

Hari ini ahad 27 Januari kami dari DPC PKS Sumur Bandung  sudah merencanakan kegiatan “mapai lembur” (menyisir desa/DS) dalam rangka pemenangan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor urut 4 Ahmad Heryawan- Deddy Mizwar dalam pemilihan gubernur Jawa Barat. 

Sebelum kami melakukan kegiatan “mapai lembur” terlebih dulu kami konsolidasi dengan beberapa kader di sebuah pelataran RW setempat.  Saat kami tengah ngobrol, tiba-tiba terdengar suara yang agak mengagetkan kami (saya langsung teringat dengan salah seorang guru besar/profesor bidang sejarah dan budaya Indonesia yakni Prof. Mansur Suryanegara karena suara seseorang ini mirip sekali dengan suara Prof. Mansur). Setelah kami tengok ternyata seorang bapak paruh baya mendatangi kami dan beliau mengucapkan beberapa komentar dalam bahasa sunda (yang kalau saya terjemahkan artinya kirakira begini :

“Seumur hidup saya dan selama saya menjadi warga kota Bandung belum pernah ada seorang gubernur yang seperti ini (Ahmad Heryawan maksudnya). Beliau gubernur  tapi juga ustad bisa ceramah dan menjadi imam dalam sholat fardhu, solat jumat maupun solat taraweh.  Walaupun saya beda partai dan beda idiologi tapi saya salut dengan beliau. Bagi saya saat ini tidak ada bendera biru, kuning  maupun merah tapi yang ada adalah kerja untuk mensejahterakan rakyat, dan saya lihat itu ada pada pak Ahmad Heryawan…. dan kalian tenang saja karena saya akan melakukan gerilya untuk membantu memenangkan beliau agar kembali  menjadi gubernur Jawa Barat periode 2013-2018.” 

Sontak kami sambut komentar beliau dengan takbir dan mengamini apa yang beliau ucapkan. 

Pengalaman ini semakin manguatkan tekad kami untuk memenangkan dakwah ini. Kami pun segera melanjutkan kegiatan “mapai lembur” bersama para kader PKS DPC Sumur Bandung.***




________________________________________________________

Jangankan Narkoba, Caleg PKS pun Tidak Merokok

Jakarta - Kasus dugaan narkoba yang mendera Raffi Ahmad berimbas juga ke politik. Sebab Raffi tengah digadang-gadang menjadi caleg PAN. Nah, berkaca dari kasus itu, tentu menarik pelajaran bagi semua partai agar berhati-hati dalam merekrut caleg. PKS sendiri punya aturan lebih ketat soal caleg.

"Jadi begini, caleg PKS itu punya kesadaran. Artinya so far tidak merokok. Merokok itu jelas merusak kesehatan," kata anggota majelis syuro PKS Tifatul Sembiring saat berbincang dengan detikcom, Minggu (28/1/2013).

Menurut Tifatul, tugas seorang caleg tentu berat. Selain menjaga moral juga punya tugas untuk berdakwah. "Semua kader itu akan memiliki beban untuk berdakwah," jelasnya.

Jadi, bila caleg tak merokok, selain memiliki kesehatan yang baik juga bisa menjadi contoh dalam berdakwah. Lebih lagi bila caleg itu kemudian lolos menjadi anggota parlemen. Nah, bisa dibayangkan selain isu korupsi yang mendera juga akan tersandera dengan kasus narkoba.

"Dengan adanya kasus korupsi dan narkoba, ini menjadi peringatan bagi pejabat publik dan pejabat," tuturnya.

*http://news.detik.com/read/2013/01/28/093219/2153708/10/jangankan-narkoba-caleg-pks-pun-tidak-merokok?9922032

________________________________________________________

Doorprize PKS Bikin Semua Hadirin Menangis Haru... | Betapa Indah Skenario Allah



by Adi Sucipto
 
Kisah mengharukan pada saat pengumuman pemenang hadiah utama door prize di acara Tabligh Akbar Safari Dakwah 3 DPP PKS Wilda Sumatera, di Bangka Belitung (25/1/2013).

***

Seorang Ibu bernama Sri Kirana, warga Kelurahan Pintu Air Atas, tak henti-hentinya mengucapkan syukur setelah meraih tiket umroh di acara Door Prize Tabligh Akbar PKS di kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Sebelum diserahkannya hadiah tersebut secara simbolis, Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaaq mengajaknya berdialog di atas panggung....

"Suami ibu namanya siapa?" tanya Presiden PKS.

"Supriadi" jawab ibu itu.

"Suami ibu kerjanya apa?"

"Buruh"

"Kalau dikasih tambahan hadiah, ibu mau ngajak siapa pergi umrohnya?

"Saya.. saya mau ngajak suami saya," jawab ibu itu dengan mata mulai berkaca-kaca.

"Kenapa mau ngajak suaminya, bu?" tanya Presiden PKS lagi.

"Karena suami saya dulu pernah dapat rezeki umroh, ditawarin umroh, begitu.. dia bilang saya mau berangkat sama istri saya, kalau gak sama istri saya, saya nggak mau..."

Serempak panitia serta masyarakat yang menyaksikan mengucapkan takbir, "Allahu Akbar."

"Baik, untuk ibu Sri Kirana hadiah umrohnya diberikan oleh panitia, sedangkan umroh untuk suaminya dibiayai oleh DPP PKS," ujar Luthfi Hasan Ishaaq.

Kembali warga masyarakat bertakbir, sambil menyeka air mata masing-masing karena haru.


***


DR. Hidayat Nurwahid berkesempatan mencabut undian untuk hadiah kedua, sebuah sepeda motor. Ternyata pemenangnya adalah seorang gadis cilik baru berumur 9 tahun.

"Saudara sekalian, mari kita saksikan… seorang gadis kecil ternyata sudah berani datang ke acara Partai Keadilan Sejahtera," demikian beliau memberi komentar setelah sang anak maju ke atas panggung.

"Namanya siapa, nak?" tanya Pak Hidayat.

"Nofi"

"Pernah datang ke kantor PKS?" yang ditanya menggelengkan kepala

"Kalau sudah dapat motor ini, mau datang ke kantor PKS?"

"Mau."

"Tapi kalau mau pake motornya, harus punya SIM dulu. Mau diberikan ke siapa nanti motornya, apa bapaknya datang ke sini?" tanya Pak Hidayat lagi.

Kemudian panitia memanggil, agar bapaknya Nofi ikut ke panggung...

"Enggak, enggak punya bapak..." aku Nofi lirih.

"Ibunya?" tanya Pak Hidayat.

Tapi Nofi kemudian menangis, sambil menggelengkan kepala.

Barulah semua orang yang hadir tahu bahwa Nofi ternyata seorang yatim piatu dan kini tinggal bersama neneknya. Pak Hidayat pun menyerahkan hadiah tersebut di antara para hadirin yang menyaksikan.

Saat itu suasana benar-benar mengharukan.

ALLAHU AKBAR.... betapa dahsyat dan indah skenarioNYA. Moga senantiasa Allah curahkan berkah pada jama'ah dakwah ini...

________________________________________________________

"Sederhana itu memperindah semua.." | kultwit @salimafillah





Salim A. Fillah
@salimafillah


  1. #Sederhana itu memperindah semua. Yang berkuasa mulia. Yang jelata bermartabat. Yang kaya dicinta. Yang miskin terhormat.

  2. #Sederhana itulah; bukan kemegahan gemerlap; yang lebih mudah mengundang doa-doa yang tulus & rahasia.. Dan juga cinta.

  3. #Sederhana memang membuat kita rendah; di mata para pihak yang mengukur kemuliaan dengan dunia. Ia kehinaan semu; tak ada ruginya.

  4. #Sederhana dalam makan, meringankan badan. Sederhana soal pakaian, meringankan perjalanan. Sederhana dalam papan, meringankan perjuangan.

  5. #Sederhana dalam fikir, memudahkan tindakan. Sederhana dalam tutur, memudahkan hubungan. Sederhana dalam tampil, memudahkan kepemimpinan.

  6. #Sederhana dalam takut, menjauhkan maksiat. Sederhana dalam harap, menguatkan taat. Sederhana dalam cinta, melezatkan ibadat.

  7. #Sederhana di keluarga, mengeratkan ikatan; sederhana dalam berteman, mengurangi dengki; sederhana dalam bermasyarakat, menegaskan hormat.

Hendri Karisma ‏@infoHendri:
Seorang ahli matematika mengatakan "kebenaran yg plg agung adalah yg plg sederhana, begitu jg manusia plg agung" :D
Pada kenyataannya dalam memecahkan suatu masalah secara matematis, selalu dimulai dengan "sederhanakanlah".


________________________________________________________

Cerita Hebat Halaqoh Akhwat di Australia

Minggu, 27 Januari 2013


"Mencintai Halaqoh Online"

by Erna Wati Aziz
Master of Studies The Australian National University

Sungguh, bertahun-tahun menjalani halaqoh di Samarinda, tak pernah terbersit oleh saya akan menikmati halaqoh dengan bentuk lain. Halaqoh yang hanya suaralah menjadi pelepas rindu dengan saudara-saudara se-halaqoh. Halaqoh yang bermil-mil jaraknya, namun dapat menghubungkan tali silaturahim antara murabbi dengan mutarabbi. Halaqoh yang hanya dapat dihadiri secara rutin oleh orang-orang yang berazzam kuat untuk terus tertarbiyah. Ya, halaqoh itu bernama halaqoh online.

Halaqoh ini tak lazim ditemukan di Indonesia, namun sering sekali ditemukan di luar negeri, khususnya dijalani oleh ikhwah yang tinggal atau sedang menuntut ilmu. Halaqoh ini tidak seperti halaqoh kebanyakan yang sangat mudah diakses tanpa banyak persiapan: tinggal datang, tinggal duduk manis mendengarkan murabbi dan tinggal mengkhusyu’kan diri di dalam majelis. Halaqoh online adalah halaqoh penuh perjuangan lahir dan batin. Bagaimana tidak, proses menemukan kelompok halaqoh tidak semudah proses transfer halaqoh di Indonesia. Di sini tidak semua states memiliki perwakilan, maka kita harus sepintar-pintarnya mencari halaqoh-halaqoh itu bak mencari jarum di dalam jerami. Terkadang antara murabbi dan mutarabbi tidak pernah bertatap muka, tidak mengenal wajah hanya suara. Begitupun antara saudara sehalaqoh hanya bisa menebak-nebak rupanya setelah melihat foto-foto di Facebook, itupun kalau teman sehalaqoh punya account FB. Kalau tidak, hanya saling bertukar foto melalui e-mail dan masih melanjutkan acara tebak-tebakan itu sepanjang halaqoh berjalan.

Cukupkah dengan suara dan foto maka kita bisa langsung saling mengenal? Jawabannya bervariasi, sebab psychology masing-masing orang berbeda-beda. Ada yang sangat terbuka, ada yang biasa-biasa saja, sampai ada yang kasak-kusuk tak betah karena tak nyaman dengan hanya mendengar suara saja. Dengan begitu otomatis ta’liful qulb antara saudara sehalaqoh dapat terganggu, seperti terganggunya kami saat koneksi internet yang tiba-tiba terputus ditengah-tengah kekhusyu’an kami mendengarkan taujih dari murabbi. Dan jika sudah begitu, tertatih-tatihlah saudara yang menjadi host saat halaqoh berlangsung, mensetting ulang, meng-add ulang teman yang terputus jaringannya, sembari harus tetap khusyu’ mendengarkan sang murabbi.

Hanya segitu challenge-nya? Tentu tidak. Challenge yang paling berat adalah menetapkan hati untuk tetap khusyu’ mendengarkan taujih dan diskusi dengan saudara sehalaqoh. Sebab ini adalah halaqoh online, maka dengan sangat mudah kegiatan online lainnya menyusup di sela-sela halaqoh berjalan. Facebook, E-mail, Blog dan lain-lain adalah temptation yang menggiurkan bagi peserta halaqoh untuk tidak dibuka! Sebab murabbi dan saudara sehalaqoh lainnya pun tak melihat aktivitas sampingan kita. Berbeda dengan halaqoh tatap muka dimana semua dapat saling menjaga.

Maka tak cukuplah ‘azzam di dalam hati ini untuk terus terbina dalam tarbiyah yang dapat menjaga keistiqomahan kami untuk tetap menjalani halaqoh online. Kami butuh yang lebih dari itu. Yaitu mencintainya dengan segala kekurangannya. Mencintainya sebab kami mencintai kalian dan tetap ingin bersama dalam jamaah ini dengan segala kekuarangannya. Mencintainya sebab rindu kami pada kalian yang menghidupkan perjuangan ini dengan segala kekuarangannya. Mencintainya sebab kami teramat yakin Allah SWt akan lebih mencintai kami dengan segala kekuarangan kami.

Maka hadirkan kami dalam doa-doa kalian, agar kami tetap ikhlas dan sabar menapaki jalan panjang tarbiyah kami. Hadirkan kami dalam munajat-munajat kalian agar Allah SWT ridha atas keistiqomahan kami dan kalian. Hadirkan bayang-bayang kami dalam halaqoh-halaqoh kalian, agar syukur kalian yang mendapatkan fasilitas nyaman berhalaqoh tak putus-putus terlafazkan dalam hati, hingga tak ada alasan lagi untuk tidak menghadirinya dengan suka cita,  dan tentu saja cinta.

“Assalamu’alaikum….”
“Wa’alaikumsalam…”
“Hallo, siapa saja yang sudah online?”
“Saya sudah, si A sudah online tuh kayaknya…”
“Sebentar, ana izin dulu ya, mau jemput anak…”
“Si B izin telat bu, kan kita beda 3 jam waktunya dengan si B, jadi mungkin masih tidur…”
“Si C masih on the way bu, baru dari kampus…”
“OK, kita mulai dengan yang ada saja… Ayo, kita buka dengan tilawah..”
“Hallo…hallooo…kedengaran ga?”
Tut..tut…tut..tuttttttttt
DISCONNECT


Canberra,  January 2013

*Untuk murabbi saya di Sydney dan saudara-saudara sehalaqoh di Canberra, Darwin, Wollongong dan Tasmania, sungguh cinta ini hanya karena Allah… Terima kasih atas sabar yang tak henti-henti hadir dalam setiap perjumpaan. I’ll miss the halaqoh…really… :D

________________________________________________________

PKS Senantiasa Dekat dengan Masyarakat dan Melayani


JAKARTA - Sebagai tindak lanjut dari Posko Bantuan PKS untuk korban pasca banjir, hari ini Ahad (27/1) DPC PKS Grogol Petamburan mengadakan Pelayanan Kesehatan di DPRa PKS Tomang tepatnya di RW 11,12,13,14 diatas tanggul Banjir Kanal Barat. Wilayah ini pada banjir kemarin turut terendam banjir setinggi dada orang dewasa.

________________________________________________________

Hidayat: PKS Harus Menjadi Rahmatan Lil Indunisiyyin

Mesin Partai Keadilan Sejahtera (PKS) makin kencang berputar. Para kader sangat optimis, PKS akan menempati posisi tiga besar dalam Pemilu 2014.

Optimisme itu terlihat dalam putaran terakhir Safari Dakwah III PKS di alun-alun Taman Merdeka, Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), Jumat (25/1/2013). Para pengurus  DPP PKS telah bersafari, menyambangi seluruh ibukota provinsi di Sumatera sejak 5 Januari lalu. Ribuan kader dan simpatisan memadati alun-alun Pangkalpinang untuk mengikuti tabligh akbar dalam rangka Safari Dakwah III PKS.

Dalam pesannya, Ketua Bidang Kebijakan Publik DPP PKS, Hidayat Nur Wahid menegaskan, Indonesia membutuhkan pemimpin yang mau terjun ke tengah masyarakat dan memberi keteladanan. Karena itu, PKS siap memimpin Indonesia.

"Islam itu diturunkan sebagai rahmatan lil 'alamiin. Itu artinya juga, PKS harus menjadi rahmatan lil Indunisiyyin (Rahmat bagi Indonesia). Maka, kalau PKS jadi tiga besar, baik itu nomor 3 atau nomor 1, itu bukanlah bid'ah," tandas Ketua Fraksi PKS DPR RI ini disambut pekik takbir massa.

Hidayat menambahkan, umat Islam tak boleh hanya menjadi pelengkap penderita. Dalam rangka mmperingati Maulid Nabi, setiap muslim harus menyadari bahwa Rasulullah Muhammad SAW menginginkan umatnya menjadi umat yang dapat  dibanggakan.Salah satu caranya adalah dengan istiqomah dalam kebaikan di segala bidang, termasuk dalam berpolitik. "Survei membuktikan, saat ini cuma ada dua parpol yang tak satupun kadernya terlibat korupsi. Salah satunya adalah PKS," tandas Hidayat. [pks.or.id]

________________________________________________________

Luarbiasa, Gemuruh Lautan Massa Sambut Presiden PKS di Alun-alun Pangkalpinang

Sabtu, 26 Januari 2013


PANGKALPINANG - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Lutfi Hasan Ishaaq menegaskan, PKS tak akan ikut-ikutan latah terhadap situasi partai politik yang mencari tokoh politik populer atau memiliki popularitas, seperti saat ini. Sebab bagi PKS, popularitas saja tidaklah cukup.

"Yang diperlukan PKS adalah semangat untuk menegakkan keadilan, kesamarataan agar tidak ada lagi rakyat yang dibawah garis kemiskinan," ujarnya di hadapan ribuan massa saat Safari Dakwah PKS di Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang, Jumat (25/1) kemarin.

Menurut dia, meskipun saat ini sedang ramai-ramainya perpecahan partai maupun perebutan tokoh-tokoh nasional yang berkualitas, PKS tidak akan seperti itu, yakni merebut orang populer yang sedang mencari tempat untuk mendapatkan kursi.  "Apalah hanya untuk mengejar jabatan saja, mengejar kursi penentu kebijakan, no way. PKS hadir untuk kesejahteraan. Maka jangan biarkan kader-kader PKS tidak bekerja," tegasnya.

Ditambahkannya, antusiasme kader dan simpatisan PKS di Sumatera dan Babel pada khususnya menjadi semangat menuju target 3 besar di 2014 nanti. "Kita telah menyelesaikan seluruh rangkaian di Sumatera. Telah mendatangi seluruh ibukota provinsi di Sumatera. Semangat di Sumatera dan di Babel memberi inspirasi kedepan PKS akan masuk 3 besar untuk membawa Indonesia yang adil dan sejahtera," ujarnya seraya disambut teriakan takbir dari massa.

Ia mengatakan, PKS akan terus mengawal pemerintahan agar tidak ada lagi ketidakmerataan dan ketidakadilan. Babel sebagai daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam hanya dinikmati oleh segelintir orang saja. Terutama yang memiliki modal sedangkan angka kemiskinan di Babel masih tinggi.  "Ini akibat kurangnya keadilan, ketidakmerataan, hilangnya semangat penegak hukum dan jajaran pemerintahan. Agar pengawalan kita semakin kuat, teguran kita semakin kuat maka kita harus sepakat suara Babel harus diberikan kepada PKS," ajaknya.

Anggota DPR RI, Ansyori Siregar, dalam kesempatannya mengatakan pada 2014 mendatang, PKS akan membuat sejarah baru dengan menjadi partai nomor satu di Indonesia. Dengan semangat membara, ia juga menegaskan PKS akan membuat sejarah dengan  membungkam kritikan pakar yang menyatakan Partai Islam tak bisa menjadi partai nomor satu di Indonesia.

Sementara, Mantan Presiden PKS, Hidayat Nur Wahid menegaskan, saat ini Indonesia memerlukan keteladanan seorang pemimpin yang terjun langsung ke masyarakat. Memberi inspirasi bagi masyarakat.  "Teladan kita Nabi Muhammad SAW, beliau yang memberi pengajaran agar kita dapat menjadi umat yang dibanggakan," katanya seraya menambahkan PKS satu dari dua parpol yang tidak ada kader korupsi berdasarkan hasil survei dari lembaga survei terkemuka di Jakarta.

Ketua DPW PKS Babel, Ridwan Thalib sendiri menyebutkan, kedatangan petinggi DPP PKS akan menjadi silahturahmi yang mendekatkan pengurus PKS dengan kadernya. Kegiatan ini juga menjadi pemacu dan pendorong PKS tumbuh besar dan bermanfaat di Babel.

Sementara dalam Safari Dakwah di Hotel Santika pada Jum’at (25/1) tadi malam, Lutfi Hasan Ishaaq membantah bahwa jumlah suara partai berazaskan kaidah Islam tersebut mengalami penurunan dalam setiap periode Pemilu.  "Penurunan suara PKS itu tak benar! Jika dirunut kembali, bukan hanya PKS saja yang menurun perolehan suaranya. Bahkan partai yang lainnya justru mengalami penurunan perolehan suara yang begitu drastis di periode Pemilu," yakin Lutfi.

Menurut dia perolehan suara PKS tak mengalami perubahan yang cukup signifikan, melihat jumlah kursi yang diraih kader-kader PKS di Senayan justru meningkat yang diartikan bahwa penurunan perolehan suara pada Pemilu lalu tak berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat yang memilih para kader PKS."Sedangkan untuk PKS saya menilai pemilu demi pemilu hasil perolehan suaranya tetap konstan, jika pun terjadi perubahan selisihnya tak begitu jauh. Oleh karena itu PKS harus tetap mempertahankan jati dirinya dan konsisten sebagai sebuah partai yang berazaskan Islam," jelas dia.

Tak sebatas itu, dikatakannya bahwa jumlah kekuatan PKS di daerah memang berbeda-beda termasuk Babel. Kendati demikian, Ia meyakini secara keseluruhan kemenangan PKS dalam setiap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) jauh lebih banyak jika dibandingkan partai Islam lainnya. [radarbangka]

________________________________________________________

Kang Aher yang mempesona wartawan...


Suatu saat di bulan november....
Ia turun, dan para stafnya keheranan. Tak ada siapapun. Tak ada kemeriahan apapun. Mereka akhirnya saling berbisik sementara lelaki tadi berjalan dan mulai mengedarkan pandangannya ke seluruh area.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Diperta) di wilayah Cimangkok, Sukabumi. Inilah tempat yang mendadak ia kunjungi di sore ini. Areal yang cukup luas, sepi, nampak beberapa pohon yang malas tegak, juga kelihatan ada kegiatan pembangunan yang terbengkalai.

Mendapati seorang pria kurus yang tengah mencangkul disitu, ia pun mendekatinya. Membicarakan beberapa hal dan sebagainya. Setelah terlihat mendapat kesimpulan dengan apa yang terjadi di tempat ini, ia pun meminta ajudannya untuk menlepon. Rupanya kepala dinas bersangkutan, dan pembicaraan pun berlanjut dengan staf yang kian berbisik membayangkan mimpi apa orang yang ditelpon itu. Kena toel sang Gubernur di sore mendung.

Setelah itu ia pun meluncur ke sebuah pelosok kampung. Saya sebut kampung rasanya tak berlebihan. Karena memang demikian nyatanya. Kolam ikan dan sawah di kiri-kanan jalan sempit. Hawanya pun sejuk. Sampai di tujuan, ia pun agak berlari. Tak memperhatikan seorang staf yang terbirit membawakan payung untuknya. Ya, sore itu langit sukabumi hujan.

Ia pun sampai di depan sebuah rumah, membuka pagar bambu khas desa-desa dan masuk. Rumah sederhana. Masih heran dengan apa yang saya lihat, ia keluar lagi. "Mau masuk? tapi maaf tempatnya memang agak sempit", ujarnya dengan sumringah. Sebelum sempat menerka atas alasan apa ia nampak bahagia, akhirnya ia beri jawabnya: "di rumah, keluarga lagi kumpul, gak apa-apa nunggu disni ya," katanya sambil menunjukkan beberapa kursi di teras rumah.

Rumah yang sederhana. Saya pikir jika pejabat pasti akan punya dinasti kecil. Setidaknya keluarganya 'terlindung' disana. Namun dilihat bagaimanapun ini rumah biasa. Terlalu biasa malah. Di dalamnya tinggal nenek kesayangan seorang Ahmad Heryawan. Nenek berusia 106 tahun yang setiap hari bisa melahap 3 juz Al Quran. Nenek yang giginya masih bagus dan belum pikun. Begitu sering ia ceritakan dengan bangganya.

Itulah pertama kali saya beraktivitas panjang dengannya. Melihat sendiri orang seperti apa ia. Nyatanya demikian. Tak rumit, responsif, dan saya merasa sedang tak bekerja pada atasan. Biar usia saya tak berbeda jauh dengan putra pertamanya, dari cara berinteraksi saya merasa seperti rekan setara saja. Padahal jauh. Jauuuuuh sekali posinya. Saya cuma peliput lepas. Ia seorang Gubernur, pemangku kekuasaan tertinggi di provinsi yang kepadatannya sudah seperlima Indonesia.

Tak rumit. Pakaiannya paling atasan batik atau kemeja polos dengan celana bahan warna hitam. Jika tiba waktu shalat, dimana bertemu mesjid, rangkaian mobil pun berhenti. Mushalla kecil sampai Mesjid besar. Terurus atau tidak, tak masalah. Suatu kali bahkan pernah di acara Gubernur Saba Desa di sebuah daerah di majalengka. Aparat kecamatan dan desa setempat sempat heboh saat Gubernur hendak shalat. Pasalnya, mushalla itu sempit, gelap, dan (maaf) nampak tak terurus. "Gak apa-apa, gak apa-apa, shalat disini saja." Ujarnya santai saat beberapa orang menawarinya shalat di area kantor, yang lebih nyaman.

Ia responsif. Saya salut. Sering saya perhatikan dalam diskusi dan audiensi-audiensi. Bila ada yang mengeluhkan sesuatu persoalan, wajahnya lantas memurung. Nampak berpikir keras. Seperti sedang bertanya-tanya, apa yang salah? dimana letak persoalannya? Bagaimana memecahkannya? 

Ia juga aktif menjalin relasi dengan perusahaan. Mengincar (dalam artian positif) kantong-kantong CSR (Corporate Social Responsibility). Dari situlah salah satunya, ia bisa menggenjot pembangunan RKB (Ruang Kelas Baru)  terbanyak sepanjang sejarah Jabar.

Saya perhatikan, lewat bantuan twitter di akun @aheryawan ia sering mendapat masukan dan informasi. Pernah suatu saat di daerah garut heboh berita kelaparan di suatu kampung. Berita membesar dan memancing banyak hujatan gugatan. Ia pun mengirim 10 ton beras ke daerah bersangkutan. Ketika sampai, ternyata yang disebut kelaparan, hanya dua rumah bukan sekampung yang heboh diberitakan. Mereka makan nasi aking. Petugas pemprov yang sampai di lokasi kebingungan, mau diapakan beras sebanyak itu? Namun instruksi dari sang pimpinan sederhana: "Bagikan saja di kampung itu."

Ini hanya sekilas. Barangkali bila diteruskan, bisa jadi tulisan yang tak karuan, hehe. Mudah-mudahan yang disampaikan proporsional. Tak dilebih-lebihkan. Allah-lah yang lebih tahu apa yang berkelumit di hati hamba-hambaNya. Bila ada yang baik moga bisa jadi contoh dan jadi bagian diri. Bila ada yang salah, hanya pada Allah kita berlindung dan memohon petunjuk.[]

by roni sewiko

*http://mataronis.blogspot.com/2012/11/sikapnya.html#more

________________________________________________________

Postwedding Gagal... | Catatan 'Romantis' Akhwat

"Postwedding Gagal"


by Hikari Azzahirah

jadi ceritanya, kata orang-orang, suami sayah itu fotografer. punya side job jadi fotografer nikahan orang. which is suka nyuruh-nyuruh orang yang baru nikah itu buat foto postwedding yang posenya unyu-unyu. sayah sendiri pernah liat beberapa album di henponnya. atau pas lagi iseng, buka2 album yang masih anget dari cetakan. ya namanya juga cewek, keinginan punya foto unyu2 gitu kadang muncul juga. meskipun kadang saya suka ngutuk diri sendiri

“hadeuh, cuss… poto kek gitu ga penting2 amat kalee…” kata salah satu karakter diri sayah sih gitu. yang dengan segera dibantah oleh karakter saya yang laen. “ya kan pengen ada kenang2an buat anak cucu nanti. ininih poto unyu2 waktu masih muda dulu. haha” dan pertentangan antara dua karakter itu masih ada hingga sekarang. ga jelas sapa yg menang. muahahaha

pas di gombong itu, hari sabtu siang abis dari nikahannya ajeng, kami capcus ke benteng van der wijck. sebagai obat karena ga bisa msuk ke benteng van der berg-nya jogja pas dulu itu. hehe. sampe benteng sekitar jam 12 kurang. sepiiiiii banget… cuman ada 5 orang-an dan rombongan anak SD yg ga seberapa jumlahnya.

sambil nunggu sholat dzuhur, aku iseng bilang “Kak, poto berdua yuk… kan jarang poto berdua.” *kayaknya tampang gue waktu itu memelas bener. haha

hmm… yaudah.. terserah elu aja dah…”

asyem. *lempar sendal*

dan foto2 berdua itu adalah hasil dari nyetting self timer di kamera dan gue lari2 dari lokasi kamera ke sampingnya si kakak. dan hasilnya sudah bisa ditebak. berantakaaaann…. muahuahuahahaha


kaku, haha (ini poto yg lumayan layak pajang dari beberapa poto geje)

kadang gue mikir, ini suami gue malu kali ya foto2 dengan pose geje kayak gitu..  padahal dia sendiri adalah pencipta pose2 postwedding yang unyu2 buat para korban kameranya. -___-”

tapi emang iya sih, si kakak ini adalah manusia yang paling khawatir klo episode hidupnya jadi mirip2 sama adegan sinetron.padahal gue ga ngerti sebelah mananya yang adegan sineron =..=

misalnya pas lagi di kamar hotel di Gombong waktu itu.

“Kak.. aku mau ngomong sebentar,” kataku sambil megang dua tangannya.

dia diem, lalu cengarcengir. “kayak adegan sinetron tauk…” katanya sambil ngelepasin tangan.

gue : *bengong*

emang ada ya adegan sineetron suami-isteri duduk berhadapan pegangan tangan buat ngomong sesuatu yg serius? aku ga pernah liat sinetron lagi sih. jadi ya gatau. akhirnya ngomong2nya kagak jadi deh, heuheuheu.. dudul emang suami gue. =))

oya, tadi sore sebelum maghrib. pas sama2 lagi bengong aja di kamar, si kakak tiba2 bilang

“aku sayang sama adek”

gue : heh? pemandangan di mata gue otomatis berubah dari seprei kasur ke mukanya si kakak

“tapi ga bisa klo harus bilang aku sayang sama adek” sambil bergaya kayak orang lagi ngasih bunga

gue *dalam hati* : lha kan tadi bilang? -_____-”

harusnya kan aku bilang “aku juga sayang sama kakak”…

tapi fragmen sore itu berakhir dengan wajahku yg bengong ngeliatin mukanya yang tetep datar.. krik krik krik…

suami isteri macam apa ini? =)) =))

http://hikariazzahirah.wordpress.com/2013/01/25/postwedding-gagal/


*yg jelas pasangan zuper kocak dan kompak hehehe... kenalin dan follow nih >> @HikariAzzahirah & @sayawicakz

________________________________________________________

Suplemen Liqo... agar liqo menyenangkan

Liqo, halaqoh, tarbiyah, #melingkar. Begitulah kita menyebutnya. Tempat kader-kader dakwah ditempa.. dalam suka dan duka.. cieee. Inilah sesungguhnya kekuatan inti PKS. Karena tak satupun kader PKS kecuali pasti dia menjadi bagian liqo, dari grassroot sampai Presiden PKS.

Nah, disini ane hanya akan bercerita liqo yang menjadi amanah dakwah ane selaku murobbi. Standarnya liqo itu berjalan rutin sepekan sekali. Namun di liqo ane, dalam rangka makin memperkokoh ruhiyah - mengeratkan ukhuwah - plus menyegarkan jasmaniyah, kita sudah terapkan 'Suplemen Liqo' yang juga sepekan sekali, tiap Sabtu pagi. Dimana menu suplemen liqo ini diawali qiyamullail jama'i sekitar jam tiga dinihari. Dari rumah masing-masing lantas kita ngumpul di masjid Al-Ikhlas Sampakan Piyungan. Sekitar satu jam qiyamullail dengan imam bergantian tiap pekan (sekaligus buat nerapin hafalan).

Sabtu pagi ini (26/1) alhamdulillah cuaca Jogja mendukung. Gak hujan or gerimis. Qiyamullail hingga menjelang shubuh (shubuh saat ini di wilayah Jogja 04.16 WIB). Setelah shubuh jamaah dilanjut wirid matsurat -sebagai suplemen kedua- dengan doa rabithah di akhirnya. Menghadirkan wajah para ikhwah, juga para qiyadah yang walau belum pernah bertatap muka -khusus tadi juga turut dihadirkan akhi mimin @underdakwah yg sempat titip pesan via twitter :D.

Jam 5-6 pagi menu suplemen berikutnya riyadhoh kesukaan kita... futsal. Lapangannya tepat di belakang masjid yang kita pakai. Dan yang punya 'stadion futsal' ini ta'mir masjid. Tarifnya pun super murah meriah: tiga puluh lima ribu rupiah per jam.

Satu jam futsal lumayan menguras keringat, tenaga dan tawa. Biasalah, kalo ikhwah riyadhoh tetep aja full canda dan tawa, dan itulah yang makin bikin asyiiiiikk.

Berhubung anggota liqo yang merantau kerja di pertambangan Halmahera belum mudik jadi... suplemen terakhir (sarapan pagi bersama) absen dulu. Kalo Akh Abu Afnan mudik pasti habis futsal teman-teman ditraktir sarapan pagi spesial sop Pak Min (#modus). Mudah-mudahan pekan depan beliau dah mudik.. hehehe :D

Gitu aja deh cerita singkat 'suplemen liqo'. Antum semua pasti punya kiat, tips, dan cerita masing-masing terkait pengelolaan liqo agar liqo kita menjadi liqo yang muntijah, dinamis, dan .... menyenangkan.[]


Piyungan, 26 Januari 2013

by: admin pkspiyungan

________________________________________________________

Hidayat Nurwahid 'Perwajahan Sempurna' PKS

Jumat, 25 Januari 2013

Oleh Fanni Fathihah*

Alih-alih tenggelam usai kekalahan di Pilkada DKI lalu, justru karir politik Dr Hidayat Nur Wahid (selanjutnya disingkat HNW) semakin moncer. Berawal dari rotasi beberapa posisi DPP dan DPR pusat, HNW diangkat menjadi ketua Fraksi PKS menggantikan Mustafa Kamal yang “turun” menjadi wakil. Dan seperti biasa di PKS, tidak ribut-ribut mengenai perubahan komposisi ini.

Setelah menjadi ketua Fraksi, HNW langsung “tancap gas”. Berbagai pernyataanya di media massa langsung menjadi santapan pers. Salah satunya adalah tentang dukungan penuh PKS terhadap eksistensi KPK. Seperti diketahui PKS sempat menjadi bulan-bulanan publik dengan pernyataan pembubaran KPK oleh Fahri Hamzah. Apapun alasannya, isu ini sempat menimbulkan keraguan publik terhadap niat baik PKS memberantas korupsi. Meski pada kenyataannya menurut survey ICW terakhir politisi PKS paling bersih dari urusan korupsi. Setelah pernyataan HNW , polemik ini selesai. Clear!

Ketika baru-baru ini banjir menerjang Jakarta, HNW dengan sigap langsung blusukan memasuki gang-gang sempit yang terkena banjir. HNW bahkan tidak segan-segan memasakkan sarapan untuk para pengungsi. Meski tidak diliput media nasional, sepak terjang HNW kembali mengingatkan orang pada sepak terjang PKS yang berbuah manis kemenangan mereka di DKI tahun 2004. Artinya wajah “peduli” yang selama ini sempat dianggap copot dari wajah PKS, kembali ditampilkan oleh HNW.

Ditunjuknya HNW sebagai ketua Fraksi yang mewakili wajah PKS, adalah pilihan tepat dan langkah yang cerdas. Paling tidak ada tiga alasan untuk ini :

Pertama, HNW adalah politisi yang memiliki track record politik bagus. Ketika menjabat ketua MPR, beliau menolak mobil mewah yang disediakan. HNW juga dekat dengan berbahgai kalangan. Sebagai kader Muhammadiyah HNW yang lulusan Gontor itu juga mengakrabi kalangan pesantren. HNW juga bersahabat dengan tokoh lintas agama bahkan memiliki jaringan sampai luar negeri. Artinya HNW mewakili wajah cendikiawan muslim Indonesia yang moderat.

Kedua, sebagai tokoh nasional HNW sangat akrab dengan kalangan wartawan. Meski tingkatan beliau tidak se “media darling” Jokowi atau Dahlan Iskan. Ini sangat dibutuhkan oleh PKS sendiri dalam menjual partainya ke masyarakat jelang Pemilu 2014.

Ketiga, untuk kalangan internal PKS sendiri tidak ada resistensi. Harus diakui di PKS banyak kepala yang memiliki kecenderungan berbagai perbedaan pemikiran. Meski kecenderungan ini tidak mengkristal menjadi faksi-faksi yang lumrah di partai-partai lain, tapi sedikit banyaknya berpengaruh terhdap laju mesin partai. Dengan tampilnya HNW, perbedaan itu menjadi satu. Tidak ada resistensi dan semua mendukung. Hal ini terbukti ketika pencalonan HNW yang terkesan mendadak di Pilkada DKI.

Terakhir dengan tampilnya (kembali) HNW sebagai wajah PKS, diharapkan dapat memuluskan target 3 besar partai dakwah ini di tahun 2014. Apakah akan terbukti? Kerja keras kader dan waktulah yang akan menjawabnya. [kompasiana: Wajah PKS di HNW]


________________________________________________________

Hidayat kunjungi keluarga (alm) Karno, Relawan SAR yang gugur Syahid bantu korban banjir


Jakarta (24/01) - Bencana banjir yang menimpa ibu kota Jakarta kurang lebih sepekan terakhir tidak hanya menyisakan kesedihan bagi korban banjir, tetapi juga menyisakan kesedihan untuk Nurlela (29) istri dari almarhum Karno (35), relawan tim SAR (Tim Pencari dan Penyelamat) yang gugur kala menunaikan tugasnya membantu korban banjir di wilayah Kebon Baru, Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan acara kerja bakti massal di penjaringan Jakarta Utara (Kamis 24/1), Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid, menyatakan keprihatinan dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada alm. Karno. "Saya prihatin atas kejadian tersebut. Namun demikian, kami memberikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Alm. Karno atas ketulusan dan dedikasi yang sangat tinggi untuk membantu korban bencana banjir di Jakarta. Dan Insya Allah beliau gugur dalam keadaan syahid," kata hidayat.

Hidayat juga berkesempatan mendatangi rumah alm. Karno di Gg. Perintis RT 10/10, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (24/1), pukul 11 siang. Kehadiran Hidayat adalah untuk mendoakan korban dan anaknya yang baru lahir dan berusia 2 hari. Hidayat juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada keluarga korban berupa tabungan pendidikan dan perlengkapan bayi, yang diterima langsung oleh istri alm. Kasno, Nurlela.

Wanita tangguh ini menuturkan saat-saat terakhir bersama suaminya. "Saya bertemu dengan Bapak hari Rabu (16/1) jam 11 siang, lalu mendapat informasi bahwa Bapak terbawa arus pada Rabu malam sekitar pukul 8,” tutur Nurlela sedih. Dengan wajah sendu, Nurlela mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan perhatian Hidayat pada suami dan keluarganya. Sementara rekan kerja alm. Karno sendiri menilai, bahwa almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik dan suka membantu di mata rekan seprofesinya sebagai tukang ojek.



*pks.or.id

________________________________________________________

Sambut Maulid Nabi, PKS kerahkan puluhan ribu kader bantu korban banjir

Kamis, 24 Januari 2013

PKS bersama rakyat membersihkan sampah karena banjir di Pancoran, Jaksel (24/1)

JAKARTA - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera Jakarta akan mengerahkan kadernya untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan membantu para korban banjir di seantero ibukota.

Demikian diungkapkan Ketua Bidang Kebijakan Publik DPP PKS, Hidayat Nur Wahid di Jakarta. Menurut Hidayat, puluhan ribu kader ini akan disebar ke seluruh titik bencana banjir, Kamis (24/1).

"Para kader ini akan memperingati Maulid Nabi dengan membantu proses recovery para korban banjir, di antaranya dengan membantu membersihkan lingkungan, membagikan air bersih dan memberikan pelayanan kesehatan," tutur Ketua Fraksi PKS ini.

Hidayat sendiri akan terjun langsung ke lokasi banjir di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara. Di sini Hidayat akan turut membantu menyalurkan air bersih untuk korban banjir dan meninjau lokasi pelayanan kesehatan yang diberikan oleh kader PKS.

Dari Penjaringan, Hidayat akan menyambangi keluarga almarhum Karno (35) di Gang Perintis, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Karno adalah relawan SAR yang gugur dalam tugasnya membantu korban banjir, Jumat (18/1) lalu.

Hidayat ikut terjun langsung
"Kami akan sampaikan bantuan kemanusiaan untuk keluarga yang ditinggalkan, beserta anaknya yang baru saja lahir. Bantuan berupa tabungan, makanan, pakaian dan perlengkapan keperluan bayi. Ini sekaligus sebagai ungkapan simpati atas semangat kerelawanan beliau," ungkap Hidayat.

Istri Hidayat, Diana Abbas Thalib menambahkan, dia juga menjamin segala keperluan kesehatan dan pengobatan ibu dan anak almarhum secara cuma-cuma, di Rumah Sakit  Bunda Aliya yang dikelolanya.

Kunjungan ke rumah keluarga almarhum Karno juga akan diisi pembacaan tahlil dan doa untuk almarhum. Hidayat menambahkan, dia mengapresiasi kepedulian almarhum dan seluruh relawan yang mengorbankan keselamatan dirinya demi menolong para korban banjir.

"Saya berharap jiwa-jiwa peduli semacam ini senantiasa hadir untuk menyemangati warga Jakarta guna mengatasi dampak banjir," tandasnya.[]

*http://id.berita.yahoo.com/sambut-maulid-nabi-pks-kerahkan-kader-bantu-korban-004700218.html

________________________________________________________

 
© Copyright PIYUNGAN ONLINE
fixedbanner