"Muda, Berani, Tak Obral Janji"


Muhammad Idrus
Republik Indonesia lahir karena tekad dan perjuangan kaum muda bersama rakyat. Pada 28 Oktober 1928 kaum muda dari berbagai penjuru Nusantara bersumpah: Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa Indonesia.

Kaum muda pemberani juga mengangkat senjata melawan penjajah dengan membentuk Tentara Pelajar dan bergabung dalam Laskar Hisbullah/Sabilillah atau BKR/TKR. Hingga terjadi Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945, oleh Bung Karno dan Bung Hatta yang waktu itu berusia 44 dan 43 tahun.

Kaum muda dan mahasiswa pula yang menumbangkan kezaliman Orde Lama melalui Angkatan 1966. Lalu, meluruskan Orde Baru yang menyimpang lewat Gerakan Reformasi 1998.

“Saya bergabung dengan gerakan mahasiswa dan aktivis muda Reformasi untuk mengawal perubahan. Saat itu kita proklamasikan 6 Visi Reformasi dan sampai sekarang belum tuntas diwujudkan,” ujar Muhammad Idrus, mengenang perjuangan semasa kuliah di FT Universitas Indonesia.

Kini, 15 tahun pasca Reformasi, Idrus menyadari tak mudah untuk merealisasikan visi perjuangan. Kondisi rakyat masih memprihatinkan, sementara perilaku elite pejabat makin mengkhawatirkan. Karena itu, sebagai Calon Anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Idrus tak mau obral janji.

“Politik adalah medan perjuangan, bukan tempat mencari nafkah. Lewat politik kita membela kepentingan rakyat dan mengawal perubahan. Memberi kontribusi terbaik untuk kemajuan umat dan bangsa,” begitu tekad Idrus, tertanam dalam hati dan dibuktikan lewat aksi.

Walaupun sudah menjadi CEO Kinan Group dan Ketua BPP HIPMI, Idrus tak sungkan untuk terjun langsung ke akar rumput. Menyapa Majelis Taklim ibu-ibu, main futsal bersama anak-anak muda kampung, berdiskusi dengan para pedagang dan nelayan di pasar tradisional dan pesisir pantai.

Seperti kesaksian Ustadzah Zaenab, Ketua Majelis Taklim Nurul Jihad, Semper: “Baru kali ini saya melihat caleg yang habis sambutan tidak langsung pergi, tetapi menunggu sampai acara selesai dan mau menyapa ibu-ibu Majelis Taklim.”

Ada lagi testimoni Ustadz Casdin, Pembina Majelis Taklim Kamal Muara: “Bang Idrus sosok sederhana yang mau menemui kami di daerah ujung utara Jakarta. Semoga bisa kembali untuk silahturahim dengan masyarakat setelah menjadi anggota DPR. Kami siap dukung Bang Idrus.”

Kondisi ekonomi masyarakat yang miskin dan rentan, itulah yang menjadi keprihatinan utama Idrus. Disamping itu, layanan kesehatan dan fasilitas pendidikan yang perlu ditingkatkan. Untuk itu, Idrus mengerahkan Relawan Indonesia Bangun Desa (IBD) memulai budidaya jamur dan cabe di wilayah Jakarta Barat dan Utara. Selain itu membentuk komunitas ekonomi Jakarta Punya Usaha (JUP). Sasarannya ibu-ibu rumah tangga agar punya penghasilan tambahan dan anak-anak muda agar tidak putus asa di tengah sulitnya lapangan pekerjaan.

Tokoh Pemuda Kapuk Muara, Tedy, sekaligus Pembina masyarakat di Kampung Apung menyatakan spontan: “Belum ada caleg seperti Bang Idrus yang punya visi ekonomi memberdayakan masyarakat secara langsung. Semoga terpilih menjadi anggota DPR.”

Ada lagi, Karim, Ketua Karang Taruna Marunda mengungkapkan perasaannya: “Bang Idrus tokoh muda yang beda, berani menampilkan visi untuk mengubah Jakarta, tapi tidak obral janji kepada masyarakat. Beliau hanya mau bersinergi bersama untuk membuat rakyat sejahtera.”

Walau muda usia, Idrus sudah kaya dengan pengalaman, jatuh-bangun dalam berwirausaha. Idrus juga aktif dalam organisasi sejak jadi Pengurus OSIS SMAN 13 Jakarta, Ketua Ikatan Remaja Masjid al Mubasyirin, Karang Taruna Kelurahan Kalibaru, Badan Eksekutif Mahasiswa UI, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) hingga Ketua Generasi Muda Keadilan. Tak hanya itu, Idrus juga menjadi pimpinan di organisasi profesi: BPP HIPMI dan APVA Indonesia.

Dengan bekal pengalaman itu, Idrus berani menghadapi resiko sebagai Wakil Rakyat yang penuh godaan dan tantangan. Idrus akan fokus pada tugas DPR di bidang “Legislasi, Penganggaran dan Pengawasan”. Tak akan mengurus proyek pemerintah (APBN/APBD), karena itu mengundang konflik kepentingan.

Idrus berjuang sepenuh hati untuk mewujudkan Indonesia yang adil secara politik, sejahtera secara ekonomi, dan bermartabat dari sisi sosial-budaya bersama seluruh komponen masyarakat, terutama di wilayah Jakarta Utara dan Barat.

Tak perlu tebar pesona dan obral janji. Karena rakyat kecil butuh aksi dan bukti nyata.

Kesaksian Warga:


- “Bang Idrus salah seorang pemuda yang susah untuk mengumbar janji. Selama saya memoderatori beliau dengan masyarakat selalu saja ada alasan untuk mengajak masyarakat bekerja bersama dibanding mengumbar janji atau membagi sembako.” (Ibu Endang, Ketua RW 03 Wijaya Kusuma).

- “Bang Idrus harus bisa mengayomi masyarakat dengan amanahnya. Kami sebagai FOKUSS siap mendukung Bang Idrus untuk maju menuju gedung DPR.” (Pak Taufik, Ketua Forum Komunikasi Ukhuwah dan Silahturahim RW 10 [FOKUSS-10], Duri Kepa).

- “Bang Idrus asli anak Cilincing. Semoga bisa maju ke Senayan dan jangan lupa untuk main bola bersama teman-teman sepakbola Ubur-Ubur.” (Bang Udin, Pembina Sepak bola Ubur-Ubur, Kalibaru).

- “Semoga Bang Idrus maju ke Senayan, Engkong siap dukung.” (Engkong Soleh, Tokoh Masyarakat Kemanggisan Ilir).

- “Semoga Bang Idrus mampu memberdayakan ekonomi masyarakat dengan atau tanpa menjadi anggota Dewan.” (Badu, Jurangan 13 Gerobak Bubur Sehat, Grogol)

- “Bang Idrus sosok pemuda sholeh yang memiliki mimpi bisa memajukan Jakarta. Semoga terpilih menjai anggota Dewan.” (Ust Arifin, Tokoh Masyarakat Kampung Muka Ancol)

- “Bang Idrus adalah orang yang langsung bekerja membantu kami ketika kebakaran di Krendang. Sekarang giliran kami membantu bang Idrus agar jadi wakil rakyat di Senayan.” (Pak Suryadi, Ketua RT 07/02 Krendang)

- “Bang Muhamad Idrus harus berani memperjuangkan rakyat kecil terutama pedagang. Tidak perlu berjanji, langsung bertindak saja.” (Ibu Ipah, pedagang di penampungan Teluk Gong)