NEWS UPDATE :

Abul Futuh serukan presiden sementara Mesir untuk mundur

Senin, 08 Juli 2013


KAIRO - Abdel-Moneim Abul-Futuh, pemimpin partai dan seorang kritikus mantan Presiden Morsi, meminta presiden interim Adly Mansour untuk mundur setelah 42 orang tewas dalam bentrokan antara tentara dan demonstran pro-Morsi di markas Garda Republik pada hari Senin (8/7).

Abul Futuh, yang mengundurkan diri dari Ikhwanul Muslimin setelah arab spring 2011, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa insiden itu "kejahatan mengerikan terhadap kemanusiaan dan semua orang Mesir."

Sebelumnya pada hari Senin, Partai Salafi Nour, yang awalnya sepakat pada Rabu untuk penggulingan Presiden Mohamed Morsi, mengumumkan bahwa mereka "akan menarik diri dari proses politik" menanggapi insiden itu.

"Kami ingin menghindari pertumpahan darah, tetapi sekarang darah telah tertumpah. Jadi sekarang kami ingin mengumumkan bahwa kami akan mengakhiri semua negosiasi dengan pemerintah baru," tambah Nour.

Presiden Morsi dikudeta oleh Angkatan Bersenjata Mesir pada hari Rabu (3/7) menyusul protes nasional menyerukan kejatuhannya. Hakim Adly Mansour, kepala Mahkamah Konstitusi Tinggi, dilantik sebagai presiden sementara negara itu, Kamis (4/7).

Penghapusan Morsi memicu kemarahan di kalangan pendukungnya, terutama umat Islam, dipelopori oleh Ikhwanul Muslimin.

Setidaknya 42 tewas dan lebih dari 300 terluka dalam bentrokan pada Senin pagi antara pendukung mantan presiden Mohamed Morsi dan tentara di markas Garda Republik di Kairo Nasr City.


*al-ahram


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android
Share on :
 
© Copyright PKS PIYUNGAN 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by PKS PIYUNGAN