NEWS UPDATE :

"PKS Korea Spring Challenge 2013" Unjuk Gigi PKS Luar Negeri

Rabu, 01 Mei 2013


Guna mengenalkan eksistensi kader-kader PKS di Korea, memastikan soliditas struktural serta meningkatkan ma’nawiyah kader dan simpatisan PKS di Korea, hari Sabtu-Ahad, tanggal 27 dan 28 April 2013, yang merupakan pertengahan musim semi yang cukup indah di Korea menjadi ajang terobosan kreatif kader-kader PKS melalui program “PKS Spring Challenge 2013”. Program yang memadukan pembinaan jasmani dan rohani dalam satu paket, berupa Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) dan Paintball Game. Program yang juga diselenggarakan dalam rangka ikut memeriahkan Milad PKS ke-15 ini, digelar khusus hanya untuk ikhwan.

Masjid yang dikelola Muslim Indonesia bernama Shirothol Mustaqim, di kota Ansan menjadi tempat MABIT. Kota Ansan, sekira 20km sebelah selatan kota Seoul adalah kota yang cukup ramai dengan warga Indonesia. Lebih dari 60 pelajar dan pekerja Indonesia di Korea hadir di Masjid mengikuti acara ini. Rangkaian MABIT diisi dengan kajian Islam, tilawah Al-Qur’an berkelompok dan lomba hafalan Surat Yasin. Ustadz Musyaffa Ahmad Rahim Lc., MA., ketua Bidang Kaderisasi DPP PKS menyegaja datang ke Korea untuk bertindak sebagai pembicara. Pada kajian malam, beliau berceramah tentang konsekuensi deklarasi Syahadah seorang Muslim, bahwa salah satunya adalah merespon setiap seruan Allah, melakukan pembelaan terhadap ajaran Nabi SAW serta memperjuangkan Islam. Beliau juga menjelaskan bagaimana dalam sejarah yang diceritakan dalam Al-Qur’an tentang orang yang konsekuen terhadap Syahadahnya dan yang sebaliknya, serta bagaimana kesudahannya yang dijanjikan oleh Allah SWT.

Hadirnya sosok seorang guru yang juga merupakan ayah dari anak yang hafizh Al-Quran, seorang da’i dan pejuang yang sarat kapabilitas ilmu syari’ah serta pengalaman membina ummat yang dimilikinya sangat menyentuh qolbu dan menyirami rohani para peserta. Ini adalah kesempatan langka di Korea, sehingga sangat dinantikan dengan dan disyukuri oleh para peserta, terbukti peserta begitu antusias menyimak. Terbatasnya durasi waktu yang tersedia, menjadikan banyak peserta yang berkonsultasi di sesi pertanyaan sehingga waktu pelaksanaan berlangsung hingga larut malam. Kegiatan ini sejak awal sampai selesai, sarat dengan khasanah ilmu keislaman, sama sekali tidak ada unsur mempromosikan partai. Sebuah persembahan dari kader-kader PKS untuk Muslim Indonesia di Korea yang haus akan ilmu dan wejangan penyemangat mempertahankan keimanan yang mahal di negeri ginseng.

Keesokan paginya, sekitar pukul 03.30 WKS peserta dibangunkan untuk melaksanakan shalat tahajud secara sendiri-sendiri. Waktu subuh di Korea saat itu adalah pukul 04.09 WKS atau sama dengan pukul 02.09 WIB. Setelah memimpin jama’ah shalat subuh, Ustadz Musyaffa kembali memberikan tausiyah mengenai pelajaran yang bisa diambil dari dua orang wanita yaitu isteri Nabi Nuh a.s dan isteri Nabi Luth a.s, yang dikisahkan di dalam Al-Qur’an bahwa mereka adalah contoh ekstrim manusia yang berada di lingkungan dakwah yang sangat kondusif, namun malah menentang dakwah. Sementara dua wanita lain yaitu isteri Fir’aun dan Maryam yang mendapat ujian berat namun justru mampu meraih derajat tinggi di sisi Allah atas keimanannya. Peserta diingatkan untuk tidak menjadikan tempat, situasi dan kondisi sebagai alasan untuk tidak meraih keutamaan ibadah, apalagi jika sampai menjauh dari Allah Ta’ala.

Tiba saatnya Tilawah Al-Qur’an, para peserta dikelompokkan menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok dipimpin oleh kader-kader PKS yang memang sudah biasa mengajar Al-Qur’an di Masjid dan Mushola di Korea. Surah Yasin yang dibaca, diawali dengan penyampaian adab Tilawah dan pentingnya ibadah ini. Dalam lomba tahfizh Surah Yasin, muncullah dua pemenang lomba yang hafal penuh dan satu orang yang hafal sebagian dari Surah Yasin,  panitia pun memberikan hadiah sebagai penutup acara MABIT.

Acara pagi dilanjutkan dengan olahraga Paintball di pulau Daebu, yaitu sebuah pulau yang berjarak sekitar 1 jam dari lokasi MABIT dengan menggunakan bus. Dengan gagah para peserta memakai seragam dan perlengkapan tentara yang disediakan oleh instruktur. Permainan yang menantang, cukup melelahkan, melatih kejelian dan taktik namun sangat menyenangkan. Selain sebagai sarana hiburan dan olahraga, event ini diharapkan mampu melatih keberanian para peserta menghadapi tantangan yang cukup memacu adrenalin. Selesai permainan, para peserta beramah-tamah serta memberikan kesan dan pesan. Peserta kembali ditaushiyahi oleh Ustadz Musyaffa tentang pentingnya berkontribusi dalam dakwah apapun status dan profesinya, untuk memperoleh pahala yang besar dan memperbaiki kondisi ummat, meski tanpa harus menjadi ustadz.

Salah satu pengurus PIP-PKS Korea Selatan, Muhammad Rusdi menjelaskan kepada peserta mengenai fungsi PIP PKS di luar negeri yaitu sebagai wadah kader dan simpatisan PKS di luar negeri untuk memperoleh informasi serta layanan dari PKS di Tanah Air. Menjaring aspirasi warga Indonesia di Korea, mengkoordinir dan menjaga keberlangsungan aktifitas dakwah dan kerja sosial para kader PKS di Korea. Terakhir acara ditutup dengan do’a rabithah. Alhamdulillah, acara berakhir dengan kebahagiaan, keterjalinan persaudaraan dan kesan bernilai. InsyaAllah, kader-kader PKS di Korea akan tetap konsisten berdakwah dengan cinta, berkarya demi ummat dalam kerja-kerja positif dan kreatif sehingga terjalin harmoni yang dicita-citakan bersama. Serta siap memenangkan PKS menjadi Partai Islam yang besar yang mampu berkontribusi mengembalikanIndonesia menjadi sepenggal Firdaus.



Salam Cinta, Kerja dan
Harmoni dari Korea.


*http://pkskorea.org/pks-di-korea-konsolidasikan-kader-dan-jaring-simpatisan-dengan-cara-kreatif/



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android
Share on :
 
© Copyright PIYUNGAN ONLINE
fixedbanner