NEWS UPDATE :

Obsesi PKS "Men-Surgakan Negeri"

Sabtu, 04 Mei 2013

"Men-Surgakan Negeri"


By: Solikhin Abu Izzuddin


Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jalan cukup menghidupimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu

Alhamdulillah. Bersyukurlah. Inilah negeri kita, Indonesia, taman Firdaus namun sayang kurang terurus. Inilah negeri kaya raya yang penuh berkah semoga dikelola dengan penuh amanah agar tidak salah kaprah menjadi kumpulan sampah pating blengkrah.

Saudaraku yang dirahmati Allah, sungguh negeri ini adalah amanah Allah yang mesti kita temukan potensinya untuk kita makmurkan sebagaimana misi kehidupan menjadi takmir bagi bumi, bagi negeri, yakni men-Surgakan negeri agar hadir berkah dari langit dan dari bumi sebagai "taushiah" dari Koes Plus sekian tahun yang lalu. Seorang ulama, Ibnu Taimiyah berkata, "Sesungguhnya di dunia ini ada taman-taman surga. Barangsiapa tidak bisa memasukinya di dunia ini, maka dia tidak akan bisa memasuki surga di akhirat."

Begitulah, negeri ini benar-benar menjadi taman Surga di dunia, namun sayangnya yang menikmati adalah mereka-mereka yang durjana. Indonesia dijuluki negara "Surga Pornografi" na'udzubillah, lindungi kami ya Allah. Indonesia yang santun dan ramah menjadi tempat paling aman dan "surga koruptor" astaghfirullah, ampuni kami dan pemimpin-pemimpin kami ya Allah. Indonesia yang berbarokah ini menjadi surga "media-media yang kotor" yang terus menebar berita-berita horor penuh provokator dan sering dilakukan para pesohor, innalillahi wa inna ilaihi rooji'uun. Ya Allah kembalikan kemuliaan dan kejayaan negeri ini dalam rahmat dan berkah-Mu. Sungguh kami cinta negeri ini agar kami bisa berdakwah dan memakmurkannya dengan amal ibadah dan prestasi menyejarah.

Saudaraku, yang dirahmati Allah ...
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman.
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

Negeri ini adalah amanah Allah. Tanah surga ini mesti dikelola dengan penuh cinta. Cintalah yang akan menyatukan potensi yang terserak. Cintalah yang akan mengumpulkan berbagai anak-anak negeri yang tergeletak. Cintalah yang akan menggerakkan berbagai energi yang selama ini terhenti agar dikelola dengan bijak agar sejarah mulia tegak tercetak.

Itulah kekuatan untuk mensurgakan negeri. Jangan lagi agar korupsi dan caci-maki di antara kita. Agar tak ada lagi duka derita saling jegal dan saling jagal dalam berebut kuasa.

Saudaraku, di sini di negeri inilah kita bekerja, bekerja dan bekerja. Bekerja itu memang melelahkan, namun kelelahan yang nikmat, kelelahan yang mendatangkan rasa bahagia, kelelahan yang akan hadirkan maghfirah dan ampunan, kelelahan yang akan lahirkan keberkahan dan menebarkan rahmat bagi seluruh alam. Wamaa arsalnaaka illaa rahmatan lil 'aalamieen.

Saudaraku, saatnya kita lakukan perubahan dengan memulai, bukan menuntut sana sini. Sebab menuntut menunjukkan kelemahan dan ketidakberdayaan. Perasaan tidak berdaya itu akan membuat kita lemas dan malas. Rasa lemas dan malas berbahaya karena akan memunculkan sikap dan sifat pengecut dan bakhil, takut dan enggan berkorban. Sikap semacam ini akhirnya membuat kita terpinggirkan, termarginalkan, menjadi orang yang terkalahkan di bawah tekanan orang lain dan lilitan hutang. Na'udzubillah min dzalik.

Karenanya mari kita maknai doa ini dengan sepenuh jiwa, "Allahumma inni a'uudzubika minal hammi wal hazani ... Wa a'uudzubika minal ajzi wal kasali ... Wa a'uudzubika minal jubni wal bukhli ... Wa a'uudzubika min ghalabatid daini wa qohrir rijaal... Aamiien.

Saudaraku, kita mencintai negeri ini, mencintai tanah air ini sebagai sebuah ungkapan --bukan hadits-- hubbul wathon minal imaan. Cinta tanah air adalah bagian tidak terpisahkan dari iman. Karena cinta tanah air inilah yang melahirkan semangat juang para pahlawan dan para syuhada mengasah bambu runcing untuk mengusir penjajah dan akhirnya merdeka.

Kini, sudahkah kita benar-benar mencintai dan mensurgakan negeri dengan mengasah pikiran yang runcing agar terbangun karya-karya penting, agar tersuguhsajikan prestasi-prestasi menyejarah yang cling, agar kita bisa mensejajarkan diri dengan bangsa-bangsa besar di dunia. Kitalah, Indonesialah negara muslim terbesar di dunia. Indonesialah negara keempat terbesar di dunia. Saatnya kita merekatkan cinta, bersama-sama bekerja, bersatu padu menSurgaka Negeri menciptakan harmoni agar Allah hadirkan barokah minas samaawaati wal ardhi.

Saudaraku, berbahagialah apabila hidup kita bisa benar-benar menghidupkan kehidupan, menghadirkan perubahan dengan kebaikan, menyajikan solusi dengan terobosan amal yang membahagiakan.

Semoga masih ada waktu bagi kita untuk menSurgakan Negeri ini dengan membersamakan diri kita dalam kebaikan, dengan membersamai anak-anak negeri ini dengan keteladanan, dengan melibatkan diri secara harmoni dalam perubahan, dengan cinta dan kasih sayang, dengan kerja penuh kesungguhan.

Teguhjajar, Bumi Sukowati, 4 Mei 2013

Solikhin Abu Izzuddin
Pengurus Bid.Perencanaan DPW PKS Jawa Tengah



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android
Share on :
 
© Copyright PIYUNGAN ONLINE
fixedbanner