Muzzammil Yusuf: Tebang Pilih Kasus, KPK Tidak Fair


Politisi Partai Keadilan Sejahtera Al Muzzammil Yusuf menilai Komisi Pemberantasan Korupsi tebang pilih dalam menindak suatu kasus korupsi. Muzzammil membandingkan kasus yang menjerat mantan presiden partainya, Luthfi Hasan Ishaaq, dengan kasus yang menyeret politisi Demokrat, Angelina Sondakh.

"Kita fair membandingkan dengan kasus Angie (Wisma Atlet) Rp32 miliar. KPK mengisyaratkan menggunakan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) untuk menjerat Angie. Tapi ternyata tidak digunakan," kata Muzzammil di Gedung DPR, Rabu 15 Mei 2013.

Menurut dia, KPK telah berlaku tidak adil terhadap partainya. Untuk itu, dia berharap KPK menghormati PKS dan menjaga prinsip hukum, di mana semua pihak berkedudukan sama di mata hukum.

"Jangan kepada PKS semangat, tapi kepada yang lain tidak semangat. Hambalang bagaimana. Sudah belum ke PPATK? Itu lebih hebat lagi nilainya Rp2,5 triliun," ujar dia.

Menurut dia, berdasarkan laporan Indonesia Coruption Whatch, partainya adalah yang paling baik dan tercatat tak pernah korupsi. Namun, begitu petinggi partainya tersangkut korupsi, KPK kemudian sangat agresif.

"Hambalang di depan muka kita. Itu diungkap oleh Pak Bambang (Widjojanto - Wakil Ketua KPK), sudah diminta ke PPATK. Kan sudah ada ada tiga tersangka. Carilah TPPU-nya," kata dia.

Sebelumnya, KPK telah menjerat Luthfi Hasan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang dalam kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Luthfi di jerat pasal 3 atau 4 atau 5 Undang-Undang No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan TPPU jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Terkait kasus ini, KPK juga telah menyita aset Luthfi berup tiga rumah. Sementra enam mobil Luthfi yang dititipkan ke kantor DPP PKS masih dalam proses penyitaaan hari ini. (umi)

*http://politik.news.viva.co.id/news/read/413008-politisi-pks--kpk-tidak-fair



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android