"Internal Belief" | kultwit @jendralgagah


"Internal Belief"

by @jendralgagah

Karena uni @fahiraidris kultwit #prasangka, jadi pengen sharing juga tentang "Internal Belief",yg merupakan kandangnya prasangka. Mau simak?
  1. Manusia telah bisa mengakses informasi dari sekitarnya sejak masih janin dalam kandungan. Sejak otak terbentuk sempurna.

  2. Setelah sempurna otak terbentuk, jadilah ia sebuah hardware.Lalu Allah anugerahi software yg bernama subconscious mind.

  3. Fungsinya sbg 'data storage', alias pusat penyimpanan informasi yg diterima dari luar diri. Janin telah bisa mnyimpan data.

  4. Itu mengapa, ibu hamil dianjurkan sering berkomunikasi dgn janin. Memperdengarkan yg baik. Janin akan menyerap semuanya.

  5. Itu pula sebabnya, kata nenek saya, ibu hamil diusahakan jangan sampai mendengar, melihat, merasakan semua yg buruk.

  6. Karena apapun yg dilihat, didengar, dirasakan sang ibu, akan dilihat, didengar, & dirasakan pula oleh janinnya. Amazing!

  7. Jika yg diakses oleh panca indera sang ibu buruk, maka buruk pula yg di 'saving' oleh janinnya. Begitupun sebaliknya.

  8. Disini peran pembentukan terjadi. Nilai agama, iman, aqidah dll, seharusnya ditanamkan di masa janin dlm kandungan.

  9. Apapun yg di 'save' oleh janin di 'data storage', itulah yg nantinya berpotensi menjadi #InternalBelief, keyakinan/nilai dasar seseorang.

  10. Sekali lg, jika yg disave adalah yg negatif, #InternalBelief akan berpotensi menjadi negatif. Begitu sebaliknya.

  11. #InternalBelief inilah yg nantinya akan disebut sebagai watak, sifat, karakter, keyakinan dst. Sesuatu yg terlihat sebagai default.

  12. Setelah lahir, data storage yg sebagian telah terisi sewaktu di perut ibu, kembali akan diisi lagi.

  13. Orangtua & lingkungan tetap jadi sumber informasi paling lengkap yg akan mengisi data storage pada bayi.

  14. Apapun informasi yg disajikan, akan diserap semuanya oleh bayi. Bayi belum miliki antivirus yg bisa memilah data terinfeksi.

  15. Uniknya, data storage ini yg mengatur segala gerak-gerik manusia. Apapun yg ada di data storage, itupula yg akan tertampak ke permukaan.

  16. Yg saya amati, data yg disimpan di data storage akan terlihat ketika manusia semakin dewasa.

  17. Sifat dasar seseorang, biasanya terlihat saat seseorang mendapat tekanan dari lingkungannya. Perhatikan reaksinya.

  18. Jika swaktu kecil, seseorang hidup di lingkungan orang pelit, kmungkinan besar saat dewasa org itu akan pelit.

  19. Hidup di lingkungan pemarah, pendengki, pemurung dkk jadilah ketika dewasa ia seperti sifat yg diserapnya itu.

  20. Hidup di lingkungan org yg ramah, dermawan, sopan, jadilah ia seperti lingkungannya itu.

  21. Itu sebab Rasulullah brkata, "Bayi itu lahir dlm keadaan fitrah, orangtuanya yg menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi".

  22. Para psikolog menyebutkan lingkungan sebagai "orangtua kedua". Krn efeknya sering lebih efektif dari orangtua aslinya.

  23. Jadi, jika temukan seseorang yg watak/karakternya berbeda dari orangtuanya, kmungkinan ia tak dibesarkan oleh ortunya.

  24. Saya misalnya. Meski saya tinggal dgn orangtua ketika kecil, tapi seharian saya tdk dengan ortu. Krn ortu pergi pagi pulang malam.

  25. Ortu adalah org yg sangat dermawan, dan saya (tadinya) adlh org yg pelit. Tp udah tobat kok.:D Knp? Krn lingkungan yg pelit.

  26. Sy dibesarkan oleh lingkungan yg tak kondusif. Pelit, pendengki, pelaku prasangka negatif, pemarah dll. Kacau pokoknya.

  27. Untung sejak SMA saya sudah ngekos. Jauh dari lingkungan rumah. Alhmdulillah dekat dgn lingkungan santri. Ya lumayanlah..

  28. Lumayan me-recovery negative #InternalBelief yg sy miliki sejak kecil. Meski masih ada sedikit sisanya sampai skrg.

  29. Perlu usaha keras utk menekan munculnya negative #InternalBelief itu.Krn sering dia muncul tanpa permisi dulu. Tiba-tiba muncul dia..

  30. Yg sy lakukan utk memegang peran 100 % atas diri saya adlh memelajari ilmu manusia. Seperti obrolan kita ttg #InternalBelief ini.

  31. Jadi, jika temukan seseorang dgn watak/karakter negatif, kmungkinan besar itu cetakan dari kecil :D

  32. Tak mungkin bisa diubah tanpa keinginan kuat utk mengubahnya. Yg bersangkutan harus merasa ia butuh berubah.

  33. Keinginan utk berubah dari diri sendiri itu modal paling dasar utk bisa berubah. Tanpa ingin brubah tak mungkin bisa brubah :)

  34. Modal kedua, si "tersangka" butuh merasa bahwa ada yg perlu diubah dalam dirinya. Kalau dia merasa nyaman2 saja..

  35. Kalau dia merasa nyaman & no guilty feeling, tak mungkin bisa diapa-apain. Wong yg punya pikiran merasa tak ada apa2 kok.

  36. #InternalBelief sesungguhnya adalah pemrograman pikiran yg seringkali terjadi tanpa disadari prosesnya. 

  37. Bagaimana mengubah #InternalBelief yg negatif & yg tak nyaman itu? Setelah keinginan & ada guilty feeling, selanjutnya adalah teknis.

  38. Saya akan bahas 3 teknik sederhana. SATU: yakini bahwa #InternalBelief adalah sebuah program pikiran. Ia sebuah data yg dimasukkan.

  39. Sama seperti data di harddisk komputer, begitupun data yg disimpan di data storage ini. Ia bisa di EDIT.

  40. Maka, semakin yakin anda bahwa data itu bisa di edit, semakin mudah pula mengeditnya. Begitupun sebaliknya.

  41. DUA : setelah meyakini, berhentilah memperkuat program itu dengan berkata, "saya memang begini, mau diapain lagi?"

  42. Oya, adakah #InternalBelief yg diciptakan setelah dewasa? Ada! Mungkin anda sering melakukan pemrogramannya tanpa disadari.

  43. Poin ke 41 itu contohnya. Kita sering berkata, "saya ini orangnya pemarah, terima apa adanya dong." « ini programming.

  44. "Sy ini orangnya ceroboh.." "Sy ini gak suka nunggu..","sy orangnya suka gak sabaran" "Sy ini begini..begitu."

  45. "Sy gak bisa move on.." "Sy selalu gagal kalo ngerjain itu.." "Sy gak yakin deh bisa.." "Sy males tiap ketemu dia.."

  46. Ini negative #InternalBelief yg kita ciptakan saat dewasa. Poin pentingnya ada pada pengulangan dgn emosi yg kuat. Mantep programingnya!

  47. Dengan pengulangan yg banyak saja, sebuah kalimat bisa jadi program canggih utk jd #InternalBelief, apalagi ditambah emosi yg dinaikin.

  48. "Aaaargh..saya kok susah banget ngelupain orang yg pernah menyakiti saya itu?"« Makin kesel, makin susah lupanya! Hahaha!

  49. Maka, yg ke DUA harus dilakukan adalah membuat sebuah program baru yg lebih positif, lalu tempel deh di #InternalBelief yg udah ada!

  50. Before: seorang pendendam. Program: "sy ini orangnya pendendam.." Edit: "sy ini mudah memaafkan." After: seorang pemaaf.

  51. Ganti semua kalimat negatif dgn "sy org yg penyabar.." "Sy ini pemaaf" "sy mudah mengelola perasaan sy" "sy bisa move on"

  52. Ulangi kalimat programing itu sebanyak-banyaknya. 7 hari 7 malam kalau perlu. Sambil rasakan & yakini kalimat itu mengubahmu.

  53. Bisa jg revisi, "Ya Allah, meski selama ini sy mendendam, sy ikhlas & memasrahkan padaMU, mulai skrg sy adlh seorang pemaaf"

  54. TIGA : cari lingkungan yg bisa berikan energi positif. Ganti teman dekat dgn yg bisa membuat kita jd lebih baik..

  55. Berkumpul dgn orang shalih, yg baik ibadahnya, baik wataknya, akan "memaksa" programming berubah lebih efektif.

  56. Sambil melakukan semua tekniknya, sambil kencengin doanya. Kita ini milik Allah. Allah yg maha mengubah. Minta padaNYA.

  57. Lakukan dgn serius, dan persisten. Perlahan, rasakan perubahannya. Tak perlu tergesa. Bisa jadi tak sebentar waktunya.

  58. Okeh,sekian dulu obrolan #InternalBelief nya. Gutlak. -the end-


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android