NEWS UPDATE :

Fahri Hamzah: Langsung Tersangka Saja Boediono

Sabtu, 11 Mei 2013


Jakarta - Anggota Timwas Century Fahri Hamzah menilai kalau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harusnya memberikan status tersangka terhadap Wakil Presiden RI Boediono.

Apalagi, KPK sendiri mengaku telah memeriksa mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Washington sebanyak 2 kali.

"Langsung tersangkakan Boediono saja," tegas Fahri saat dikonfirmasi INILAH.COM, Sabtu (11/5/2013).

KPK mengindikasikan, akan melakukan pemeriksaan terhadap Boediono pasca memeriksa Sri Mulyani. Namun, bagi Fahri, tanpa memanggil dan memeriksa Boediono, KPK sudah bisa menetapkan status tersangka.

Lanjut Fahri, KPK tidak harus memanggil Boediono untuk dimintai keterangannya. Melainkan, langsung menetapkan tersangka dan menjemputnya. Baginya, itu bisa dilakukan oleh KPK.

"Luthfi (Luthfi Hasan Ishaaq, mantan Presiden PKS, red) nggak pernah dipanggil (langsung dijemput dan dijadikan tersangka, red)," jelas anggota Komisi VII DPR ini.

Lanjut politisi asal Sumbawa, NTB ini, sebenarnya bukti keterlibatan Boediono dalam masalah Century ini sudah terang. Tinggal keberanian KPK saja dalam memberikan status.

"FPJP saja. Disitu Boediono menyerahkan kredit bermasalah yang diawali oleh proses bermasalah," terangnya.

Sebelumnya, KPK melalui Ketua Abraham Samad mengaku sudah memeriksa Sri Mulyani. Setelah Sri Mulyani, Abraham memberi sinyal untuk memanggil dan memeriksa Wakil Presiden Boediono. [gus/inilah]


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android
Share on :
 
© Copyright PIYUNGAN ONLINE
fixedbanner