NEWS UPDATE :

Citra Diri PKS Dibangun Berbasis Reputasi

Jumat, 17 Mei 2013


Direktur Utama PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman, mengungkap bahwa uang Rp 1 miliar yang ditemukan KPK saat menangkap Ahmad Fathanah beberapa waktu lalu diberikan untuk safari dakwah PKS di Sumatera, Nusa Tenggara Barat dan sumbangan ke Papua. Namun, ungkapan Maria diatas serta merta ditampik oleh Humas Partai Keadilan Sejahtera, Mardani Ali Sera yang mengatakan bahwa silakan saja, Pak AF kah, Bu Elizabeth kah atau siapapun membeberkan fakta-fakta itu, karena itu fakta sepihak sesuai dengan persepsinya.

“Kami juga punya fakta lain, di mana ternyata AF ini banyak menjual nama PKS untuk keuntungan pribadinya. Nanti dibuktikan saja di pengadilan semua pernyataan itu. Karena memang itu kan disampaikan ibu Elda, nanti ada fakta lain yang menjelaskan, benarkah seperti itu,” tutur Mardani ketika diwawancarai Beningpost.com, Kamis (16/5).

Terkait anggapan adanya upaya dari PT Indoguna yang memojokkan PKS, Mardani menyatakan serahkan kepada publik karena faktanya adalah, sejak 2010-2012 kuota impor daging di Kementan selalu turun bahkan target Menteri Pertanian, Suswono pada tahun 2014 itu 0% kuotanya, "Karena kita juga ingin swasembada daging sehingga agak aneh mengaitkan konstruksi hukumnya bahwa PKS menjual fee untuk kuota, karena kuota (impor) turun terus, jadi konstruksinya dijelaskan," katanya.

Tak lupa Mardani juga menjelaskan tentang safari dakwah yang dilakukan PKS bahwa ini kegiatan oleh dakwah Sumatera. Dakwah Sumatera itu salah satu bagian dari DPP, tapi kepanitiannya lokal, yaitu teman-teman Sumatera. Saat itu, Pak Luthfi sebagai presiden diminta untuk berkeliling, memberikan orasi dan bertemu dengan tokoh masyarakat.

Mardani mengimbuhkan tentang harapan PKS untuk kedepannya, yaitu supaya segera diputuskan di pengadilan semuanya, sehingga kebenaran itu terungkap ke publik karena untuk PKS kebenaran itulah yang nanti akan menjelaskan kepada publik bagaimana PKS sebenarnya, "Insya Allah kami siap!" terang Mardani.

“Karena semakin cepat selesai, semakin kami bisa berkonsentrasi untuk kembali melayani masyarakat, kalau sekarang kan kita sibuknya melayani media terkait tuduhan-tuduhan dan energi kami terbuang, tapi karena ini bagian dari ujian yang harus kami hadapi, insya Allah kita coba saja,” jelas pria yang rendah hati ini.

Mardani juga menyinggung perihal langkah strategis untuk membangun kembali citra diri PKS, "Citra diri PKS dibangun berbasis reputasi, jadi tidak berbasis media, tidak berbasis pencitraan semata. Karena itu terhadap kasus ini dan kasus-kasus yang lain, langkah utama kami adalah kita mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Kita bersihkan diri kita, kita tingkatkan amal kita, kita tingkatkan pelayanan kita ke masyarakat."

Rumusnya sederhana, katanya, kalau suara saja yang dicari itu harganya mahal, "Tapi kalau hatinya yang ditaklukkan karena akhlak dan amal saleh kita, harga suara itu akan akan murah (mudah didapat),” pungkasnya.

*http://beningpost.com/read/6076/citra-diri-pks-dibangun-berbasis-reputasi-bukan-media-atau-pencitraan



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android
Share on :
 
© Copyright PIYUNGAN ONLINE
fixedbanner