NEWS UPDATE :

"Derita Hidup Permanen" | Jamil Azzaini

Minggu, 31 Maret 2013


By Jamil Azzaini 

Tak ada manusia yang selalu bahagia. Pasti ada beberapa moment dalam hidupnya merasakan derita, itu sangat manusiawi. Namun, kita tak boleh terjebak dalam derita yang permanen, derita yang berlangsung lama. Apalagi derita itu menyebabkan kita juga menderita di kehidupan setelah dunia.

Menurut pengalaman hidup saya dan juga “curhat” banyak orang kepada saya, ada beberapa sebab yang menyebabkan derita permanen. Pertama, hutang yang berlebihan. Hutang ini konon seperti narkoba, sekali Anda mencoba biasanya menjadi ketagihan. Yang lebih mencelakakan, hutang berbunga besar digunakan untuk menutup hutang berbunga kecil.

Bagi yang bekerja, hutang di perusahaan menjadikan dirinya tertawan. Ketakutan berpendapat, memberikan usulan, masukan atau kritikan lebih sering muncul saat bekerja. Begitu pula saat ada pilihan yang lebih baik di luar perusahaan, iapun tidak berani mengambilnya karena pikirannya tertuju dengan hutang di perusahaan.

Tak perlu Anda terlihat hidup “wah”, mapan dan kaya namun dibangun di atas hutang, itu sangat menyiksa. Jauhi jargon “biar tekor asal kesohor”. Hidup sederhana dan bersahaja tanpa hutang itu jauh lebih tenang dan membahagiakan. Kumpul dengan keluarga tenang. Saat ibadah tenang, menentukan pilihan-pilihan hidup juga tenang.

Kedua, kesalahan memilih pasangan hidup. Memang menyegerakan menikah itu baik, tetapi bukan berarti asal menikah dengan sembarang orang. Selalu pikirkan, “Apakah orang ini kelak bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak-anakku? Apakah dia bisa mengangkat derajat hidupku di dunia dan menyelamatkanku di akhirat?”

Ilmu menikah dan berumah tangga tidak pernah kita dapatkan dibangku sekolah maka carilah pasangan yang beriman dan memiliki keinginan untuk selalu belajar serta senang bila menerima nasihat. Orang yang sombong dan keras kepala berpotensi besar menjadi sumber masalah di kehidupan berkeluarga.

Bagaimana bagi yang sudah menikah? Belajarlah terus, berguru dengan orang bijak dan berilmu. Sering diskusi di rumah bersama pasangan hidup. Jadikan rumah sebagai tempat berbagi ilmu, cinta dan perhatian. Rumah bukanlah hotel atau restoran yang hanya dijadikan tempat menginap dan makan.

Derita memang selalu ada, namun jangan jadikan derita itu permanen. Hidup ini singkat, rugi bila sebagian besar hidup kita diisi dengan derita…

Salam SuksesMulia!


*http://www.jamilazzaini.com/derita-hidup-permanen/


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android
Share on :
 
© Copyright PKS PIYUNGAN 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by PKS PIYUNGAN