NEWS UPDATE :

Wacana Pejabat Publik Harus Lepas Parpol, Di PKS Itu Sudah Tradisi

Jumat, 31 Agustus 2012

Wacana agar pejabat publik, mulai dari presiden, menteri, gubernur, hingga bupati melepaskan diri dari partai politiknya, diakui oleh PKS sebagai perkara lama.

"Kami ini pelopor. Hidayat Nur Wahid jadi Ketua MPR, Tifatul Sembiring, dan Suswono jadi menteri, sudah lepas dari struktur partai. Kalau menteri lain kan ada yang masih jadi ketua partai," kata Mardani, Ketua Bidang Humas DPP PKS kepada Jurnalparlemen.com, Jumat (31/8).

Mardani yang kini duduk sebagai anggota Komisi VI mengaku bahwa hal tersebut memang sudah selayaknya dilakukan oleh pejabat publik.

Apalagi, PKS yang tetap setia sebagai partai dakwah, merekrut kader bukan semata mencari jabatan. "Kami ini partai kader, di mana setiap anggota masuk melalui penjenjangan. Mulai kader pemula, madya, dewasa sampai ahli, jadi kami nyaman dengan cara kami," tegasnya.

Itu pula sebabnya, PKS tidak akan merekrut artis untuk calon legislatif sebagaimana banyak dilakukan partai lain. "Bukan popularitas, tapi kapasitas dan integritas," jelasnya.

Kini, untuk persiapan Pemilu 2014, PKS sedang mengevaluasi dan mempersiapkan langkah. "Semua akan bergerak," cetusnya.

*sumber : jurnalparlemen


___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Syawalan ke Rumah ustadz Hilmi Aminuddin di Lembang

Oleh Cahyadi Takariawan*

Ustadz yang satu ini selalu tampak tegar dan optimistis. Sejarah dakwah yang dilaluinya sungguh sangat berliku. Berbagai benturan ideologis pernah dialaminya di zaman rezim Soeharto, namun dengan ketekunan, keuletan, kesabaran dan dedikasi yang tinggi, beliau berhasil memimpin gerakan dakwah memasuki wilayah kelembagaan negara.

Wajahnya tampak semakin tua, rambutpun semakin banyak yang putih. Namun semangat selalu tampak dari setiap pembicaraan yang tak pernah lelah. Pembicaraan beliau selalu menunjukkan ketegaran dan optimisme yang luar biasa. Sebuah jiwa yang sarat akan semangat dan kesungguhan dalam perjuangan.

Pagi itu, Kamis 30 Agustus 2012, kami berkesempatan mengobrol dengan beliau, di tengah rangkaian “open house” Syawal yang beliau gelar di tempat kediaman di Lembang selama tiga pekan. Suatu open house yang sangat panjang, dan menunjukkan jiwa keterbukaan beliau kepada siapapun.

Sebagaimana diketahui, banyak media menulis pribadi beliau dengan sinis, namun beliau tidak pernah menanggapi dengan kata-kata. Beliau menjawab semua pertanyaan dan tuduhan dengan amal dan kerja nyata. Open house tiga pekan di rumah beliau ini menjadi salah satu bukti, bahwa beliau adalah sosok pribadi yang sangat terbuka, “open mind”, dan mempersilakan siapapun datang serta berdialog dengan beliau.

Duduk sendirian di ruang kantin, tanpa pengawal atau protokoler, beliau menerima para tamu yang datang silih berganti dengan santai dan penuh canda. Para tamu dengan leluasa langsung datang menghampiri beliau, duduk dan mengobrol santai dengan beliau, bahkan meminta foto bersama beliau. Termasuk saya dan isteri, yang tanpa malu-malu minta kepada beliau untuk foto bersama, sebelum kami berpamitan meninggalkan Padepokan Madani Lembang.

Mendengar permintaan saya untuk foto bersama, beliau spontan berdiri dan mencari tempat untuk berfoto. Subhanallah, benar-benar sosok pemimpin yang sangat merakyat, dan bersedia memenuhi permintaan spontan para tamu yang hadir untuk silaturahim Syawal di rumah beliau. Sangat jauh dari kesan elit atau eksklusif. Beliau benar-benar menjiwai makna memimpin, dengan kedekatan kepada seluruh kalangan masyarakat.

Para tamu yang hadir tampak terdiri dari berbagai macam kalangan. Sangat beragam. Semenjak saya tiba di rumah beliau sekitar jam 10.00 wib hingga meninggalkan rumah beliau jam 13.00 wib, para tamu datang pergi silih berganti. Ditilik dari penampilan para tamu, kelihatan bahwa yang datang sangat beragam. Dari rakyat biasa, tetangga dekat, tetangga jauh, para aktivis dakwah, aktivis parpol, sampai para pejabat. Ada yang datang perorangan, ada yang datang bersama keluarga, ada pula yang datang bersama komunitas lembaga atau instansi masing-masing.

Beliau dengan ramah menerima para tamu, bersalaman, berpelukan, menemani mengobrol, dan menemani makan siang yang beliau sediakan untuk para tetamu. Saya perhatikan, yang bersalaman dan mengobrol dengan beliau bukan hanya para aktivis atau pejabat, namun para sopir yang datang mengantarkan rombongan, ikut pula bergabung bersama majelis beliau. Ikut bersalaman, ikut mengobrol santai dengan beliau, dan ikut pula menikmati jamuan makan siang. Luar biasa.

Lega sekali bisa bertemu beliau, bahkan mengobrol lebih dari dua jam dengan beliau. Kendati para tamu datang silih berganti, beliau tidak “mengusir” kami yang tidak bosan mendengar obrolan ringan bersama beliau. Rasanya masih ingin berlama-lama duduk bercengkerama dan mengobrol bersama beliau, namun kami harus tahu diri. Masih sangat banyak tetamu yang harus beliau temui.

Satu rombongan besar aktivis dakwah dari wilayah Sumatera datang saat kami berpamitan dengan beliau. Rombongan ini jauh-jauh datang dari Aceh, Medan, Padang, Palembang, Jambi, Bengkulu, Riau dan berbagai wilayah di Sumatera untuk bersilaturahim dengan ustadz Hilmi.

Setiap hari beliau menerima tetamu, sejak pagi hingga malam hari. Setiap hari beliau menemani megobrol para tetamu yang datang dan dilaturahim di rumah beliau. Namun stamina dan energi yang beliau sediakan serasa tidak ada habisnya. Semua tamu merasa senang dan nyaman bertemu beliau.

Semoga Allah senantiasa membimbing dan menguatkan beliau untuk selalu tegar dan istiqamah memimpin dakwah, membersamai umat menuju kejayaan dan kemenangannya. Aamiin.

*http://www.pksbanguntapan.com/2012/08/syawalan-ke-rumah-ustadz-hilmi.html



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Hikmah Memaafkan

Oleh Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Seorang lelaki Arab bernama Tsumamah bin Itsal dari Kabilah Al Yamamah pergi ke Madinah hendak membunuh Nabi Muhammad SAW. Segala sesuatu telah ia persiapkan secara matang, sebilah pedang tajam sudah disandangnya, dan ia pun masuk ke kota suci Madinah tempat Rasulullah bermukim.

Dengan semangat meluap-luap ia mendatangi majelis Rasulullah, untuk melaksanakan niatnya. Umar bin Khattab yang melihat gelagat buruk itu, langsung menghadang Tsumamah. Umar bertanya, “Apa tujuan kedatanganmu ke Madinah? Bukankah engkau seorang musyrik?”

Dengan terang-terangan Tsumamah menjawab, “Aku datang ke negeri ini hanya untuk membunuh Muhammad!”. Mendengar ucapannya, dengan sigap Umar langsung meringkusnya. Tsumamah tak sanggup melawan Umar yang perkasa, Umar berhasil merampas senjatanya dan mengikat tangannya, kemudian ia dibawa ke masjid.

Setelah mengikat Tsumamah di salah satu tiang masjid, Umar segera melaporkan kejadian ini pada Rasulullah. Rasulullah segera keluar menemui orang yang bermaksud membunuhnya itu. Setibanya di tempat pengikatannya, beliau mengamati wajah Tsumamah baik-baik yang terlihat kelelahan dan ketakutan. Kemudian berkata pada para sahabatnya, “Apakah ada di antara kalian yang sudah memberinya makan?”.

Para shahabat Rasul tentu saja kaget dengan pertanyaan Rasulullah. Umar yang sejak tadi menunggu perintah Rasulullah untuk membunuh orang ini seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Maka Umar memberanikan diri bertanya, “Makanan apa yang Andamaksud wahai Rasulullah? Orang ini datang ke sini ingin membunuh bukan ingin masuk Islam!”

Namun Rasulullah tidak menghiraukan sanggahan Umar. Beliau berkata, “Tolong ambilkan segelas susu dari rumahku, dan buka tali pengikat orang itu”. Walaupun merasa heran, Umar mematuhi perintah Rasulullah.

Setelah memberi minum Tsumamah, Rasulullah dengan sopan berkata kepadanya, “Ucapkanlah Laa ilaha illa-Llah (Tiada ilah selain Allah). ”Si musyrik itu menjawab dengan ketus, “Aku tidak akan mengucapkannya!”. Rasulullah membujuk lagi, “Katakanlah, Aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muhammad itu Rasul Allah.”

Namun Tsumamah tetap berkata dengan nada keras, “Aku tidak akanmengucapkannya!” Para sahabat Rasul yang turut menyaksikan tentu saja menjadi geram terhadap orang yang tak tahu untung itu. Tetapi Rasulullah malah membebaskan dan menyuruhnya pergi. Tsumamah yang musyrik itu bangkit seolah-olah hendak pulang kenegerinya. Tetapi belum berapa jauh dari masjid, dia kembali kepada Rasulullah dengan wajah ramah dan berseri ia berkata, “Ya Rasulullah, aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muahammad Rasul Allah.”

Rasulullah tersenyum dan bertanya, “Mengapa engkau tidak mengucapkannya ketika aku memerintahkan kepadamu?” Tsumamah menjawab, “Aku tidak mengucapkannya ketika masih belum kau bebaskan karena khawatir ada yang menganggap aku masuk Islam karena takut kepadamu. Namun setelah engkau bebaskan, aku masuk Islam semata-mata karenamengharap keridhaan Allah Robbil Alamin.”

Pada suatu kesempatan, Tsumamah berkata, “Ketika aku memasuki kota Madinah, tiada yang lebih kubenci dari Muhammad. Tetapi setelah aku meninggalkan kota itu, TIADA SEORANG PUN DI MUKA BUMI YANG LEBIH KU CINTAI SELAIN MUHAMMAD RASULULLAH”

***

Dulu, Umar Bin Khatab terkenal sebagai seorang jahiliyah yang kejam, ia tega membunuh anaknya sendiri. Juga terkenal sebagai orang yang memusuhi Islam.

Namun dengan arif dan bijaksana, Nabi melupakan semua masa lalu yang kelabu itu, lalu memaafkan semua kesalahan Umar. Sikap Nabi tersebut menimbulkan simpati yang mendalam bagi Umar. Dari sikap memusuhi, Umar berbalik menjadi bersimpati. Umar lalu menjadi pengikut Nabi, menjadi panglima perang dan menjadi khalifah yang terkenal bijaksana setelah Nabi wafat.

Khalid bin Walid sebelumnya juga terkenal bengis dan merupakan musuh utama Nabi dan para sahabat. Ia telah membunuh 70 orang sahabat-sahabat terbaik Nabi dalam perang Uhud.

Namun Nabi berhasil menaklukkan Khalid, tidak dengan kekerasan, tetapi dengan sikap bijaksana dan memaafkan semua kesalahan Khalid. Ia pun lalu berbalik menjadi pengikut Nabi dan tercatat sebagai panglima perang terbaik dan gagah berani sepanjang sejarah Islam.

Memang tidak selamanya kekerasan bisa diselesaikan dengan kekerasan, keburukandibalas dengan keburukan, perbuatan jahat dibalas dengan kejahatan pula. Hal itu sering tidak menyelesaikan masalah, sebaliknya justru menimbulkan dendam dan sakit hati berkepanjangan.

Kita tentu pernah membuktikan sendiri bahwa memaafkan memiliki kekuatan dan hikmah yang luar biasa. Memaafkan secara luar biasa bisa merubah antipati menjadi simpati serta meluruhkan dendam yang menggerogoti dan selalu meracuni hati kita. Mari saling memaafkan dengan bersungguh-sungguh. ***

*Padang Ekspres 29 Agustus 2012



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Mengupas Fiqih Da'wah Mursi

Muhammad Mursi intens berdiskusi dengan pejabat Iran di KTT Nonblok
(keterangan lengkap ada di bawah)

by: Akmal Sjafril*

Dr. Mursi ini perlu 'dikupas' dari sisi fiqih dakwahnya. Beliau ini harus jadi pelajaran. Utk bersikap tegas, tidak perlu keras dan provokatif, meskipun sikap orang pasti ada saja yg tdk suka.

Di Iran, beliau tdk mencela kebiasaan org Syi'ah utk melaknat sahabat Nabi saw, melainkan hanya membuka orasinya dgn shalawat dan memuji keempat Khulafaur Rasyidin dan seluruh sahabat Nabi saw.

Dr. Muhammad Mursi memulai pidatonya di Iran (KTT Nonblok-ed) dengan shalawat kepada Nabi Muhammad saw, mendoakan ahlul bait, Abu Bakar ra, 'Umar ra, 'Utsman ra, 'Ali ra dan seluruh sahabat Nabi saw. Dalam aqidah Syi'ah, semua sahabat Nabi saw telah murtad, kecuali 4 orang saja. Terlebih lagi Abu Bakar ra dan 'Umar ra yg selalu jadi bulan-bulanan caci maki mereka. Semoga Allah memberkahi Dr. Mursi karena keberaniannya, aamiin...

Beliau jg akademisi lulusan AS dan tinggal bertahun2 di sana, sehingga tak ada org yg bisa menuduhnya ekstremis, radikalis dst.

Beliau tetap berwibawa tanpa harus menuntut balas dendam kepada para perwira yg dulu berkonspirasi menangkapi para petinggi Al-Ikhwan, termasuk dirinya.

(Mursi mengganti Ketua Dewan SCAF dan Menteri Pertahanan Marsekal Husien Tantawi, juga mengganti Kepala Staf Angkatan Bersenjatan Jenderal Sami Anan namun keduanya langsung diberi medali penghargaan dan diangkat sebagai penasihat presiden -ed)

Play smooth is an important part of fiqih dakwah...

Ini sbg antisipasi, krn menurut saya ke depannya pasti ada aja yg bilang beliau ini kurang tegas lah, plin-plan lah, kurang berani lah dsb.

*dikutip dari fb Akmal Sjafril

---
*FOTO: Presiden Mursi Muhammad Mursi (kiri) berdiskusi secara intens dengan tiga pejabat Pemerintah Iran, antara lain penasehat pemimpin tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati (duduk disebelah Mursi), disela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok di Teheran, Iran, Kamis (30/8/12). Dalam pidatonya di KTT tersebut, Mursi menyebut rezim Pemerintah Suriah "penindas" dan meminta mereka menyerahkan kekuasaan kepada sistem yang demokratis. (Foto dan Keterangan diambil dari KOMPAS hari ini Jumat 31/8 hal. 8)



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Kader PKS DPRa Sitimulyo Gelar Buka Bersama Puasa Syawal

Piyungan - Kamis, 30 Agustus 2012 bertepatan 12 Syawal 1433 H bertempat di rumah akh Wahyu Aji sekjen PKS DPRa Sitimulyo di dusun Madugondo, kader pengurus PKS DPRa Sitimulyo menggelar acara "Buka Bersama Puasa Syawal".

Kegiatan ini dilakukan sebagai stimulus bagi para kader PKS untuk mengamalkan salah satu Sunnah Rasululullah SAW dengan berpuasa 6 hari di bulan Syawal yang memiliki keutamaan luar biasa sebagaimana sabda Nabi SAW:

من صام رمضان ثم أتبعه ستاً من شوال كان كصيام الدهر

"Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun." (HR. Muslim)

Alhamdulillah, kegiatan yang dipimpin akh Suparman Ketua DPRa Sitimulyo ini sudah mampu menstimulus para kader untuk berpuasa syawal, ada yang sudah jalan 3 hari tapi kebanyakan baru hari tadi mulai berpuasa Syawal. Semoga Allah mudahkan kita semua untuk meneladani Nabi dan mendapat keutamaan besar dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal.




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

4 Manfaat Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Abu Ayyub Al-Anshari radhiallahu 'anhu meriwayatkan, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

من صام رمضان ثم أتبعه ستاً من شوال كان كصيام الدهر

"Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun . (HR. Muslim).

Imam Ahmad dan An-Nasa'i, meriwayatkan dari Tsauban, Nabi shallallahu 'alaihi wasalllam bersabda:

"Puasa Ramadhan (ganjarannya) sebanding dengan (puasa) sepuluh bulan, sedangkan puasa enam hari (di bulan Syawal, pahalanya) sebanding dengan (puasa) dua bulan, maka itulah bagaikan berpuasa selama setahun penuh." ( Hadits riwayat Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam "Shahih" mereka.)

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Barangsiapa berpuasa Ramadham lantas disambung dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia bagaikan telah berpuasa selama setahun. " (HR. Al-Bazzar) (Al Mundziri berkata: "Salah satu sanad yang befiau miliki adalah shahih.")

Pahala puasa Ramadhan yang dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal menyamai pahala puasa satu tahun penuh, karena setiap hasanah (tebaikan) diganjar sepuluh kali lipatnya, sebagaimana telah disinggung dalam hadits Tsauban di muka.

Membiasakan puasa setelah Ramadhan memiliki banyak manfaat, di antaranya:

1. Puasa enam hari di buian Syawal setelah Ramadhan, merupakan pelengkap dan penyempurna pahala dari puasa setahun penuh.

Puasa Syawal dan Sya'ban bagaikan shalat sunnah rawatib, berfungsi sebagai penyempurna dari kekurangan, karena pada hari Kiamat nanti perbuatan-perbuatan fardhu akan disempurnakan (dilengkapi) dengan perbuatan-perbuatan sunnah. Sebagaimana keterangan yang datang dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di berbagai riwayat. Mayoritas puasa fardhu yang dilakukan kaum muslimin memiliki kekurangan dan ketidak sempurnaan, maka hal itu membutuhkan sesuatu yang menutupi dan menyempurnakannya.

2. Membiasakan puasa setelah Ramadhan menandakan diterimanya puasa Ramadhan, karena apabila Allah Ta'ala menerima amal seorang hamba, pasti Dia menolongnya dalam meningkatkan perbuatan baik setelahnya. Sebagian orang bijak mengatakan: "Pahala'amal kebaikan adalah kebaikan yang ada sesudahnya." Oleh karena itu barangsiapa mengerjakan kebaikan kemudian melanjutkannya dengan kebaikan lain, maka hal itu merupakan tanda atas terkabulnya amal pertama.

Demikian pula sebaliknya, jika seseorang melakukan suatu kebaikan lalu diikuti dengan yang buruk maka hal itu merupakan tanda tertolaknya amal yang pertama.

3. Puasa Ramadhan -sebagaimana disebutkan di muka- dapat mendatangkan maghfirah atas dosa-dosa masa lain. Orang yang berpuasa Ramadhan akan mendapatkan pahalanya pada hari Raya'ldul Fitri yang merupakan hari pembagian hadiah, maka membiasakan puasa setelah 'Idul Fitri merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat ini. Dan sungguh tak ada nikmat yang lebih agung dari pengampunan dosa-dosa.

Oleh karena itu termasuk sebagian ungkapan rasa syukur seorang hamba atas pertolongan dan ampunan yang telah dianugerahkan kepadanya adalah dengan berpuasa setelah Ramadhan. Tetapi jika ia malah menggantinya dengan perbuatan maksiat maka ia termasuk kelompok orang yang membalas kenikmatan dengan kekufuran. Apabila ia berniat pada saat melakukan puasa untuk kembali melakukan maksiat lagi, maka puasanya tidak akan terkabul, ia bagaikan orang yang membangun sebuah bangunan megah lantas menghancurkannya kembali. Allah Ta'ala berfirman:

"Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai berai kembali "(An-Nahl: 92)

4. Dan di antara manfaat puasa enam hari bulan Syawal adalah amal-amal yang dikerjakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya pada bulan Ramadhan tidak terputus dengan berlalunya bulan mulia ini, selama ia masih hidup.

Orang yang setelah Ramadhan berpuasa bagaikan orang yang cepat-cepat kembali dari pelariannya, yakni orang yang baru lari dari peperangan fi sabilillah lantas kembali lagi. Sebab tidak sedikit manusia yang berbahagia dengan berlalunya Ramadhan sebab mereka merasa berat, jenuh dan lama berpuasa Ramadhan.

Barangsiapa merasa demikian maka sulit baginya untuk bersegera kembali melaksanakan puasa, padahal orang yang bersegera kembali melaksanakan puasa setelah 'Idul Fitri merupakan bukti kecintaannya terhadap ibadah puasa, ia tidak merasa bosam dan berat apalagi benci.

Seorang Ulama salaf ditanya tentang kaum yang bersungguh-sungguh dalam ibadahnya pada bulan Ramadhan tetapi jika Ramadhan berlalu mereka tidak bersungguh-sungguh lagi, beliau berkomentar:

"Seburuk-buruk kaum adalah yang tidak mengenal Allah secara benar kecuali di bulan Ramadhan saja, padahal orang shalih adalah yang beribadah dengan sungguh-sunggguh di sepanjang tahun."

Oleh karena itu sebaiknya orang yang memiliki hutang puasa Ramadhan memulai membayarnya di bulan Syawal, karena hal itu mempercepat proses pembebasan dirinya dari tanggungan hutangnya. Kemudian dilanjutkan dengan enam hari puasa Syawal, dengan demikian ia telah melakukan puasa Ramadhan dan mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal.

Ketahuilah, amal perbuatan seorang mukmin itu tidak ada batasnya hingga maut menjemputnya. Allah Ta'ala berfirman :

"Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal) " (Al-Hijr: 99)

Dan perlu diingat pula bahwa shalat-shalat dan puasa sunnah serta sedekah yang dipergunakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala pada bulan Ramadhan adalah disyari'atkan sepanjang tahun, karena hal itu mengandung berbagai macam manfaat, di antaranya; ia sebagai pelengkap dari kekurangan yang terdapat pada fardhu, merupakan salah satu faktor yang mendatangkan mahabbah (kecintaan) Allah kepada hamba-Nya, sebab terkabulnya doa, demikian pula sebagai sebab dihapusnya dosa dan dilipatgandakannya pahala kebaikan dan ditinggikannya kedudukan.

Hanya kepada Allah tempat memohon pertolongan, shalawat dan salam semoga tercurahkan selalu ke haribaan Nabi, segenap keluarga dan sahabatnya.

*http://islamic-center.or.id/khasanah/islamic-learnings/ibadah/747-keutamaan-puasa-syawal.html


___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Disentil Mursi, Delegasi Suriah Walkout | KTT Non-Blok

Teheran - Delegasi Suriah meninggalkan ruang sidang pertemuan puncak Gerakan Non-Blok di Teheran, Iran, setelah pidato Presiden Mesir "menohok" mereka. Mohammed Mursi dalam pidato resminya menyatakan pemberontakan Suriah adalah "revolusi melawan rezim yang menindas". Ia mengatakan Gerakan Non-Blok memiliki "kewajiban etis" untuk mendukung pemberontakan itu.

Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Muallem, mengatakan pidato Mursi yang "menghasut pertumpahan darah lebih lanjut di Suriah".

"Komentar Mursi melanggar tradisi Gerakan Non-Blok dan merupakan bentuk campur tangan dalam urusan internal Suriah," katanya.

Pidato Presiden Mursi di Teheran menandai momen penting karena ia mendefinisikan kebijakan luar negeri yang baru dari negaranya. "Kita harus menerjemahkan simpati ini menjadi sebuah visi politik yang jelas yang mendukung transisi damai menuju sistem demokrasi pemerintahan yang mencerminkan tuntutan rakyat Suriah untuk kebebasan," katanya.

Dia membandingkan gerakan anti-pemerintah di Suriah dengan Palestina, mengatakan keduanya "aktif mencari kebebasan, martabat manusia, dan keadilan." Ia juga menekankan Mesir "siap untuk bekerja dengan semua pihak untuk menghentikan pertumpahan darah (di Suriah)." [tempo.co]




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Kronologi Konflik Sampang Versi NU

Kamis, 30 Agustus 2012

Sampang (beritajatim.com) - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sampang bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama ( PWNU) Jawa Timur membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) Konflik Nangkernang. TPF tersebut ditugaskan untuk mengumpulkan fakta, data dan informasi di lapangan baik dari kalangan Sunni maupun Syiah.

Dalam rilis yang dikirim ke beritajatim.com, Senin (27/8/2012), Wakil Ketua PCNU Sampang, H Nuruddin JC menjelaskan bahwa hasil TPF bakal disampaikan kepada PBNU, pemerintah dan aparat hukum, sehingga hasilnya dapat menjadi referensi lahirnya sebuah resolusi konflik yang lebih komprehensif. Penyelesaian secara damai dan penuh kekeluargaaan kan menjadi acuan para ulama Sampang.

Seperti diberitakan sebelumnya, konflik SARA kembali pecah di Dusun Nangkernang, desa Karanggayam, Omben, Sampang, Minggu (26/8). Tercatat dua orang korban meninggal dunia, satu luka parah dan puluhan lainnya luka ringan dan puluhan rumah terbakar. "Korban luka selain terkena sabetan clurit juga terkena letusan bom rakitan," katanya.

PCNU sejak kemarin tengah mengumpulkan sejumlah data dan informasi dari lapangan. Data sementara yang berhasil dikumpulkan oleh PCNU Sampang, bentrok yang kedua kalinya yang memakan korban jiwa tersebut dipicu oleh letusan bom rakitan mirip ranjau yang sengaja ditanam disekitar tempat kejadiajn perkara (TKP). Bom yang ditanam di tanah itu mengenai sejumlah warga yang tidak sengaja menginjak. Letusannya sangat kuat dan terdengar hingga satu kilometer.

Mendengar ada letusan bom, tanpa dikomando ribuan warga sekitar dan diantaranya desa terdekat menuju lokasi dengan membawa senjata apa adanya. Di lokasi sudah ditemukan banyak jatuh korban bom. Bentrok dua warga itu akhirnya tak terhindarkan. Mereka saling serang dengan senjata tajam, batu, kayu dan bom molotov.

Diakui, awalnya kelompok anti syiah berdemo secara damai, tidak membawa senjata tajam. Mereka meminta bus yang akan membawa anak-anak itu kembali ke rumahnya, mereka kuatir anak-anak itu sengaja dicuci otaknya menjadi penganut faham aliran sesat seperti Tajul Muluk yang terbukti bersalah menganut ajaran sesat. tapi demo damai itu disikapi secara keras oleh kelompok syiah dengan mengacungkan clurit dan pedang, bahkan kelompok sunni ada yang terkena bom rakitan.

Melihat situasi seperti itu, kelompok sunni tersebut tersudut dan mundur ke rumahnya masing-masing, mereka mengambil benda tajam, kayu dan batu seadanya. Bentrokpun tak bisa dihindari. Mereka saling serang dengan senjata tajam dan bom rakitan. Sehingga banyak jatuh korban dari kedua belah pihak. "Jadi tidak benar yang menyerang hanya satu pihak. Kedua pihak sama sama menyerang. Kami tidak ingin melindungi siapapun. Itu temuan kami di lapangan" tegasnya.

Karena itu, organisasi Islam terbesar di Sampang tersebut meminta polisi juga mengusut tuntas kasus tersebut seadil-adilnya termasuk mengusut perakit dan orang yang menanam bom rakitan mirip ranjau. bom rakitan itu berdaya ledak luar biasa dengan sifat mematikan. Isinya bahan kimia dicampur kelereng. Buktinya warga yang terluka akibat bom, rata-rata terkena serpihan kelereng sedalam 2 cm di paha dan kaki.

"Bayangkan kalau terkena kepala. Berapa korbannya. jelasnya. Kalau melihat adanya bom rakitan yang ditanam di tanah sepertinya ada yang mensekenario untuk perang," katanya.

Saat ini, menurut Nuruddin, yang terpenting adalah menangani para korban di kedua pihak dan melokalisir konflik agar tidak menyebar ke tempat lain. Sebab kelompok syiah di Sampang tidak hanya ada di Dusun Nangkernang, tetapi ada di beberapa desa dan di kota Sampang. Tetapi mereka mampu beradaptasi dengan lingkungan dan menghormati kelompok lain yang jumlahnya lebih banyak.

Menurutnya, hubungan Sunni-Syiah di Sampang selama ini berjalan damai dan saling menghormati. Warga Sunni meski mayoritas menghargai setiap perbedaan. "Apalagi warga Syiah yang notabene sesama muslim, warga non muslim pun bisa hidup tentram di Sampang kok," ujarnya.

Dikatakan konflik Dusun Nangkernang Karanggayam dipicu oleh sikap acuh tidak acuh salah satu kelompok yang merasa bakal banyak yang membela di level nasional jika terjadi konflik. Mereka merasa hidup sendiri, tanpa menghiraukan warga lain yang resah, akibat prilaku keagamaan mereka yang dianggap sesat oleh warga sekitar. "Jangan sampai di negeri ini terjadi tirani minoritas," tegasnya.

Karena itu polisi diminta mengusut konflik tersebut secara tuntas dan mencari akar persoalan yang sebenarnya.

Pasca bentrokan pertama desember tahun lalu, dua kelompok sudah bersepakat berdamai dengan syarat keluarga Tajul Muluk, angkat kaki dari desa tersebut, karena keluarga Tajul Muluk dinilai sebagai biang keladi yang merusak suasana damai warga Dusun Nangkernang yang puluhan tahun mereka bina. Sepeninggal Tajul Muluk, mereka akhirnya bisa hidup damai, bahkan mereka melaksanakan salat jumat dan bulan ramadhon yang lalu mereka melaksanakan tarawih bersama.

Para kiai berharap konflik berdarah tersebut tidak terulang lagi. Karena itu, para kiai minta pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten setta pihak aparat memberikan solusi yang terbaik bagi kdua belah pihak. Tidak menyudutkan salah satu pihak yang bisa memperkeruh suasana. "Mari kita kedepankan dialog. Tidak mengecam salah satu pihak. Cari solusi yang terbaik. Jangan memciptakan dendam lanjutan pada anak cucunya," ajaknya.

Dia menambahkan dalam persoalan hukum PCNU menyeerahkan pada pihak kepolisian. Meski demikian NU berharap polisi bertindak secara adil dan bijak dengan lebih mengedepankan dialog untuk perdamain dan menjaga kondisi kondusif di kabupaten Sampang, apalagi menjelang pelaksanaan Pilkada Sampang pada Desember mendatang. Selain itu NU akan melakukan advokasi terhadap warganya yang tidak bersalah dan ikut menjadi korban.

*http://www.beritajatim.com/detailnews.php/8/Peristiwa/2012-08-27/144686/Kronologi_Konflik_Sampang_Versi_NU


___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Tidak Membalas Hinaan

عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، أَنَّهُ قَالَ: بَيْنَمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسٌ وَمَعَهُ أَصْحَابُهُ وَقَعَ رَجُلٌ بِأَبِي بَكْرٍ، فَآذَاهُ، فَصَمَتَ عَنْهُ أَبُو بَكْرٍ ثُمَّ آذَاهُ الثَّانِيَةَ، فَصَمَتَ عَنْهُ أَبُو بَكْرٍ، ثُمَّ آذَاهُ الثَّالِثَةَ، فَانْتَصَرَ مِنْهُ أَبُو بَكْرٍ، فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ حِينَ انْتَصَرَ أَبُو بَكْرٍ، فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ: أَوَجَدْتَ عَلَيَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «نَزَلَ مَلَكٌ مِنَ السَّمَاءِ يُكَذِّبُهُ بِمَا قَالَ لَكَ، فَلَمَّا انْتَصَرْتَ وَقَعَ الشَّيْطَانُ، فَلَمْ أَكُنْ لِأَجْلِسَ إِذْ وَقَعَ الشَّيْطَانُ

Dari Sa’id bin Musayyib, ia berkata: Ketika Rasulullah duduk bersama sahabat-sahabatnya tiba-tiba seseorang mencaci Abu Bakar. Orang itu menyakiti Abu Bakar. Mendengar itu Abu Bakar diam saja. Kemudian orang itu menyakitinya lagi dan Abu Bakar tetap diam. Selanjutnya orang itu menyakitinya lagi untuk yang ketiga kali, saat itu barulah Abu Bakar membalasnya. Tiba-tiba Rasulullah berdiri ketika Abu Bakar membalas. Lantas Abu Bakar berkata: “Apakah anda mendapatkan sesuatu yang tidak menyenangkan dari saya, wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab: “Malaikat turun dari langit mendustakan apa yang dikatakannya tentang dirimu, tatkala kamu membalasnya datanglah setan. Aku tidak mau duduk di tempat yang ada setan di sana”. (HR. Abu Daud)

Satu lagi akhlak mulia yang diajarkan Rasulullah tapi amat sulit untuk melaksanakannya. Barangkali kita sering mengalami hal yang dialami oleh Abu Bakar ini, tapi kita langsung membalas pada serangan pertama, bahkan dengan balasan yang lebih sadis dan keras.

Sudah saatnya untuk meningkatkan derajat, kita belajar untuk mengendalikan diri untuk tidak menghiraukan apa saja bentuk caci maki yang dilemparkan orang kepada kita. Biarkan dia berlalu begitu saja. Sibukkan diri dengan hal yang perlu dilakukan. Pekerjaan yang berarti banyak sekali yang perlu dilakukan di dunia ini dari pada sekadar membalas hinaan dan cacian. Amal nyata jauh lebih bermanfaat dari pada memusingkan fitnahan. Apalagi bila tuduhan itu menimpa sekelas jama’ah atau komunitas manusia.

Boleh jadi selama ini kita memberikan balasan keras, karena:

1. Tidak tahu bahwa mendiamkan atau tidak membalas itu merupakan akhlak mulia.

2. Takut orang lain ikut berburuk sangka kepada kita. Nanti mereka berpikiran; kalau memang tidak begitu kenapa tidak memberikan klarifikasi, kenapa diam saja?

3. Lemahnya keyakinan bahwa Allah akan membalas itu semua dengan pahala yang besar di akhirat nanti dan akan meninggikan wibawanya di hadapan manusia.

4. Tidak tahu hakikat sebenarnya bahwa orang yang mencaci itu sekalipun caciannya benar, ia lagi menyumbangkan kebaikannya kepada kita atau menyiapkan diri untuk memikul kesalahan kita. Apalagi kalau cacian itu jauh dari kenyataan atau hanya sekadar fitnahan.

5. Sifat seperti ini yang dinamakan dengan “hilm”, orang yang mempunyai sifat ini disebut “halim”, salah satu sifat Allah yang harus ditiru. Orang jahiliyah saja mengimpikannya dan berbangga bila ada pada dirinya sifat ini.

Kalaupun harus memberikan jawaban atau meluruskan tuduhan supaya orang lain tidak terjatuh kepada perbuatan buruk sangka kepada kita, maka kita bisa memakai cara yang baik, tenang dan santun. Keyakinan bahwa Allah akan menjaga harga diri kita perlu ditumbuhkan dengan memahami hadis ini.

Semoga Allah menuntun kita kepada akhlak-akhlak yang mulia sekalipun harus dengan langkah yang tertatih-tatih. Usaha dengan penuh keyakinan lambat laun akan membuahkan hasil. Segala yang baru susah diamalkan, sampai perbuatan ini menjadi biasa dalam diri kita dan menjadi akhlak yang akan muncul dengan spontan. Yang paling penting sekali, terlebih dahulu kita mengakui ini adalah akhlak mulia yang dianjurkan Allah.

Rasul juga berkata:

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَا مِنْ شَيْءٍ أَثْقَلُ فِي الْمِيزَانِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ»

Dari Abu Darda’, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada sesuatupun yang lebih berat pada timbangan amal di hari kiamat selain akhlak yang baik”. (HR. Abu Daud)

اللهم ارزقنا حسن الخلق، وارزقنا الحلم العلم والحكمة

Ya Allah, karuniakanlah kepada kami akhlak yang mulia, dan karuniakanlah kepada kami sifat santun, ilmu dan hikmah.

*http://www.al-intima.com/al-hadits/tidak-membalas-hinaan




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

PKS dan Ultah DPR ke-67 | Kultwit @aboebakar15

Rabu, 29 Agustus 2012




Aboe Bakar
@aboebakar15
Pelayan rakyat. Anggota DPR RI Komisi III.


  1. Hari ini (29/8/12) #67 tahun sudah usia DPR RI, terdapat semangat dan evaluasi diri didalamnya, semoga kedepan menjadi lebih baik.

  2. Sebagai lembaga yang mewakili rakyat, memang DPR selalu menyimpan banyak warna.

  3. Memang banyak masukan seputar kinerja DPR diusianya yang ke #67, utamanya yang berkaitan dengan produktifitas parlemen.

  4. Soal kehadiran dan penyelesaian pembahasan legisalsi merupakan kritik tajam yang diberikan kepada para legislator.

  5. DPR RI di tahun 2010 menyelesaikan 16 RUU dari 36 RUU yang diusulkan.

  6. Pada tahun 2010 ada 70 RUU yang diprioritaskan, dengan perincian 36 RUU usulan DPR dan 34 RUU usulan pemerintah.

  7. Dari 36 RUU usulan DPR, telah diselesaikan 16 RUU.

  8. Dari 34 RUU usulan Pemerintah, telah diselesaikan 9 RUU.

  9. Berdasarkan masa persidangan I,II,III, dan IV tahun sidang periode 2011-2012, DPR dan pemerintah telah menyelesaikan 26 RUU.

  10. Harus diakui bahwa untuk menjalankan fungli legislasi, pengawasan dan anggaran tidaklah mudah.

  11. Seorang anggota harus berjibaku dengan jadwal yang ketat, agar ketiganya berjalan secara harmonis.

  12. Belum lagi untuk melakukan kegiatan serap aspirasi ke daerah pemilihan, yang tentunya harus berbagai waktu dan tenaga.

  13. Semoga tetap diberikan kekuatan untuk menjalankan amanah, diberikan kesehatan untuk memenuhi semua jadwal, dan di berikan ketenangan serta kebijakan dalam setiap pembahasan rapat

  14. Dirgahayu DPR yang ke #67, semoga selalau berbenah menjadi lebih baik.

  15. Semoga pula FPKS dapat mengimplementasikan visinya "terdepan dalam reformasi parlemen".





___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Political Branding | Kultwit @Setialesmana





@Setialesmana
Jurnalist



  1. Bismillahirrahmaniirahim. Tweeps, mhn ijin utk share ttg #PoliticalBranding. Semoga bermanfaat.

  2. Ktk bicara #PoliticalBranding maka kita hrs pahami dulu soal Political Barcode. Yaitu soal persepsi publik thd Parpol/politisi tsb.

  3. Barcode adl tanda2 yg hrs kita munculkan. Dlm berpolitik juga ada tanda2 yg hrs dimunculkan.

  4. Gampangnya; ketika Anda undang kawan2 ke restoran Anda, yg harus dicermati adal apa yg dibicarakan mrka setelah pulang.

  5. Kalau mereka bilang ke orang2, eh jangan ke restoran itu ya, nggak banget makanannya. itu artinya Barcode Anda jelek.

  6. Saat ini ada Parpol atau tokoh publik yang berbuat apa saja salah, selalu dipersepsi salah oleh publik.

  7. Silahkan Anda menilai diri sendiri, apakah semua yg anda lakukan itu selalu dianggap salah apapun.

  8. MIsalnya, ada Parpol, saat dia mau berkoalisi di Pilkada, kemanapun dia mengarahkan dukungan, pasti dianggap salah.

  9. Utk menuju Poltical Barcode yg tepat; maka harus dikuasai dulu #1 Own The Issue, menguasai isu yg tepat.

  10. #2. Start a Groundswell, #3 Turn out the Vote, dan #4 Keep Your Promises.

  11. #1 Own The Issue: mengidentifikasin issue, mengkompilasi issu, mendeskripsikannya, dan membuat solusinya.

  12. Jadi Politisi ataupun Parpol harus mampu mengidentifikasi issue dan kemudian memberi solusi2 yg dibutuhkan publik.

  13. Ketika Anda sdh terjebak pd barcode yg salah dlm konteks own the issue ini, maka harus segera keluar dr jebakan itu.

  14. kemudian membuat diferensiasi2 dan solusi kreatif yg dibutuhkan publik.

  15. Mulailah dari Groundswell (akar rumput). Tapi... cek dulu masih punyakah Anda akar rumput?

  16. Jika secara riil Parpol masih punya akar rumput, maka berbahagialah, setidaknya langkah berikutnya jelas.

  17. Mulailah dari isu atau hal2 kecil (fringe issue) yg memang dibutuhkan publik. Ingat Solusi utk publik!

  18. Jika dulu punya kerja2 riil dimasyarakat (Baksos, bantuan ekonomi, dan solusi2 riil bg masyarakat) kembalilah kesitu.

  19. Ukuran keberhasilan "start a Groundswell" itu gampang, muncul nggak dukungan spontanitas publik?

  20. Jika akar rumput berbondong2 sumbang tenaga ide, dana, tenaga; maka artinya upaya Anda berhasil!

  21. Itu yg tjd pd Obama, ketika banyak volunteer dgn sukarela menyumbang ide, tenaga, bahkan dana utk kemenangan Obama.

  22. Strategi berikutnya adl #3 Turn Out The Vote, bagaimana mengelola pemilih, terutama bagaimana menyentuh swing voters.

  23. Belajarlah dari konsep Penggembala Kambing spt yg dilakukan Rosulullah dimana kecil.

  24. Perbandingan Voters ada pada rumus 30:10:60. 30% adlh pemilih setia; 10% pemilih "bandel", dan 60% Swing Voters.

  25. Buatlah strategi agar voter yg 10% dan 60% itu bergabung dgn yg 30% itu kuncinya, dan itu tdk mudah!

  26. Strateginya: Your Issues is Provocative (isu yg luar biasa). Hrs ada isu luar biasa yg membuat Anda jd perhatian.

  27. Your momentum is building. Bangunlah momentum yg memuluskan penguasaan isu itu. ciptakan panggung!

  28. Selanjutnya adalah menangkan debat! karena akan muncul beragam pertanyaan yg menguji ketulusan Anda!

  29. Strategi berikutnya adalah #4 Keep Promises; buktikan semua janji2 Anda. jangan dibalik dgn bikin janji2 diawal!

  30. Buatlah publik menemukan bahwa betul Janji2 Anda itu sudah ditunaikan! dan itu dgn testimoni2 publik sendiri.

  31. Jadikan Parpol Anda jadi bahan omongan baik dimana2, di semua level masyarakat. bukan dgn Baliho atau spanduk gede2.

  32. Iklan, baliho dan spanduk itu hanya utk reminder publik bahwa Anda memang menunaikan semua janji Anda!

  33. Sekali lagi, jadikan kesaksian dari masyarakat menjadi iklan positif bagi Anda/Parpol Anda. itu jauh lbh efektif.

  34. Dalam bahasa kita, strategi getok tular itu jauh lebih efektif meyakinkan dukungan publik bagi Anda/Parpol Anda.

  35. Namun harus diingat, kunci keberhasilan getok tular adalah ketulusan dari kerja-kerja yg Anda lakukan selama ini.

  36. Kesimpulan dari diskusi soal #PoliticalBranding ini adalah, keikhlasan, ketulusan, dan tepati semua janji.

  37. Proses Branding itu tdk berangkat dari Common Sense, tapi dari metafora. gali dulu metaforanya!

  38. Proses menggali metafora (deep Branding) ini harus serius dan terus menerus dilakukan.

  39. Cek vote Journey (perjalanan pemilih) bertemu dgn isu Parpol Anda dimana & kapan saja pemilih baca opini ttg Anda?

  40. Gimana jk Anda kadung dipersepsikan buruk oleh pemilih? yakinkan Anda sdg bersihkan diri di titik Vote Journey itu.

  41. Kini menjaring masa via simpul2 massa besar (kyai, Majelis Taklim, dsb) seringkali nggak lagi efektif.

  42. Jaring massa lbh efektif via jaringan komunitas (club bikers, club olahrga, atau sejenisnya). Lbh kuat solidaritasnya.

  43. Disinilah pentingnya menggali harapan2 publik agar upaya bersih2 tadi dipersepsikan atau diterima baik oleh publik.




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Ingin Bahagia? Qona'ah dan Peduli itulah Kuncinya | Kultwit @herrynurdi




Herry Nurdi
@herrynurdi
seorang penulis yg suka membaca




  1. Bahagia ternyata bisa diukur. Ada semacam happymeter yg bisa lihat meski seseorang menyembunyikan perasaannya dgn baik.

  2. Salah satu indikatornya adalah seorang yg bahagia ternyata cenderung memulai perbincangan dan membuka obrolan dgn orang lain.

  3. Salah satunya lagi orang yg bahagia cenderung memberikan respon positif atas berbagai topik obrolan. Hayo siapa yg sering respon negatif?

  4. Respon negatif adalah salah satu tanda unhappy. Padahal yg sedang ditwit positif, #eh reaksinya negatif.

  5. Majalah Newscientist menerbitkan laporan. Orang afrika ternyata penduduk paling bahagia dan gembira di dunia. #eh

  6. Sementara warga eropa timur adalah penduduk yang paling tidak bahagia di dunia. Padahal pencapaian materialnya beda jauh ya sama afrika.

  7. Nigeria adalah negara dengan persentasi penduduk yang paling bahagia dan paling gembira di benua afrika.

  8. Sementara Inggris berada di urutan ke 24. Indonesia urutan ke berapa ya, nggak muncul nih di penelitian happy numbers.

  9. Kita semua sepakat menjadi kaya tidak selalu berarti menjadi lebih bahagia. Tapi pikiran kita ttg bahagia justru selalu berkelindan dgn kaya.

  10. Seorang peneliti suku masai di afrika dr univ illinois justru merasa lebih sering bahagia di banding penduduk new york.

  11. Jepang pasca perang dunia II adalah salah satu negara miskin di dunia. Sekarang jepang termasuk negara tertinggi dalam industri dan kaya.

  12. Dalam journal happiness nation justru pada masa lalu rakyat jepang merasakan kebahagiaan di banding sekarang.

  13. Dalam 50 tahun terakhir pendapatan penduduk jepang meningkat 10 kali lipat. Tapi angka bunur diri juga sangat tidak terkendali tinggi.

  14. Pekerja amerika yg menerima gaji 40K dalam setahun malah justru cenderung lebih sering murung. Padahal sebelumnya cita2 adalah gaji tinggi.

  15. Fakta ini banyak dibahas dalam The American Paradox: spiritual hunger in an Age of Plenty.

  16. Ternyata gaya hidup atau hidup gaya adalah penyumbang ketidakbahagiaan terbesar dalam kehidupan manusia modern.

  17. Para pejabat inggris juga melaporkan hasil kekayaannya setiap tahun. Tapi BBC melaporkan semakin tinggi semakin #galau pejabat ini.

  18. Prof Peter Ubel dr Michigan Univ malah berani sekali menyimpulkan hub kebahagiaan dengan materi koneksinya cuma 1% saja paling tinggi.

  19. Bagaimana dgn pemenang undian, lotere atau rejeki tiban, apakah mereka juga lebih bahagia?

  20. Ternyata tidak. Banyak yg setelah menang undian kehidupannya jadi tidak terkawal. Orang Kaya Baru cenderung jadi korban diri sendiri.

  21. Belanja, makan, minum dan berfoya-foya menjadi kebiasaan OKB yg akhir berdampak pada kesihatan jiwa dan badan.

  22. Ternyata kaya kuncinya sederhana, merasa cukup atas anugerah. Dalam islam ajaran ini disebut dengan qanaah.

  23. Saya pernah dengar becandaan. Jadi orang kaya susah, tawaran selalu menjadi salah satu tantangan dalam hidupnya.

  24. Misalnya minum teh, orang kaya selalu ditawari hal lain yg berkaitan dengan #minumteh seperti teh apa?

  25. Hot tea, lemon tea, ginger tea atau apa? Setelah diputuskan, misalnya lemon tea, maka akan ada tawaran baru? Panas atau dingin?

  26. Bahkan setelah di diputuskan dingin selalu ada pertanyaan lagi, manis atau kurang manis, atau plain just lemon tea? Capeee dueeeh..

  27. Hal serupa tidak serupa tidak ternyata pada mereka yg hidup sederhana. Es teh manis, pasti yg keluar es teh manis. Tanpa pertanyaan tambahan.

  28. Orang yg bahagia kadar kortisol dalam darahnya bagus, rendah tidak mengganggu kesehatannya. Degup jantungnya juga normal, biasa.

  29. Sebuah penelitian mendapatkan hasil para ekskutif muda kadar kortisolnya tinggi, tambah alkohol, tambah junkfood maka jadilah malapetaka.

  30. #eh iyah, tambah juga nikotin, rokok, dan macem-macem yg sering dikonsumsinya semakin membuatnya tidak sehat & tidak bahagia. Ngaji aja yuk!

  31. Selain qanaah tadi. Hasil penelitian tentang authentic happiness adalah ketika seseorang bahagia karena bs membantu dan menolong orang lain.

  32. Maka betul semata sabda Rasulullah tercinta. Manusia yg paling baik adalah manusia yg paling banyak manfaatnya.

  33. Dalam hal ini bisa ditafsir, manusia paling baik bisa pula diartikan kebaikan pd kehidupannya sendiri. Lebih sehat, lebih bahagia, de el el.





___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Hadang Korupsi APBD, PKS Sarankan buat UU Pengadaan Barang dan Jasa

Nasir Djamil
Praktek Kotor dengan cara mengeruk uang pendapatan belanja negara atau daerah yang dilakukan pejabat pemerintah daerah dengan mengamankan sisa anggaran APBN/APBD ke rekening pribadi kian marak dilakukan. Hal itu, dilakukan agar sisa anggaran (silva) tidak balik ke negara.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi Hukum DPR RI, Nasir Djamil membenarkan maraknya hal tersebut. Maka dari itu, dirinya meminta agara sistem pengelolanan keuangannya harus diubah.

"Itu memang sering terjadi kesalahan seperti itu. Makanya kan harus dirubah," ujar Nasir Djamil di Gedung DPR, Senin (27/8).

Menurut politikus PKS itu, dalam hal ini Kemenkeu dan Kemendagri harus bersinergi untuk mengatasi masalah ini. Pasalnya, modus seperti ini sudah kerapkali berpeluang untuk disalahgunakan oleh kepala Pemerintahan Daerah karena dapat memerintahkan bendahara sebagai anak buahnya.

"Ada kepala daerah juga tersangkut masalah ini, ketika dia membeli barang lalu kepala daerah itu meminta untuk membeli barang itu anggarannya dipindahkan ke rekening dia. Gara-gara itu kepala daerah kena," kisahnya.

Lebih lanjut Nasir mengatakan, modus seperti itu sebenarnya paling tinggi pada pengadaan barang dan jasa. Sehingga kalau mau serius, kata dia, dibuat UU Pengadaan Barang dan Jasa.

"Kalau mau serius dan DPR mau serius, mari sama-sama kita buat UU pengadaan barang dan jasa. Posisinya persoalan itu kan di perpres kan perpres itu kan kedudukannya enggak kuat," tegasnya.

Dia pun mengatakan, jika 30 persen lebih kasus-kasus korupsi dan suap seperti itu terjadi pada pengadaan barang dan jasa. Makanya periode lalu, RUU itu gagal untuk dibahas di DPR. Karena itu sumber-sumber uang bagi kepala daerah, bukan di kepala daerah tapi disemua level pemerintah.

"Saya berharap memang pemerintah dan DPR terkait dengan upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi ini mungkin salah satu kado untuk diserahkan untuk mengakhiri periode 2014," tukasnya.

Seperti diketahui, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengingatkan perlunya pemantauan penyerapan anggaran APBN dan APBD dalam Triwulan ke IV ini. Sebab, modus tindakan koruptif dilakukan dengan cara memindahkan dana anggaran APBD ke rekening pribadi.

"Bisa saja mereka mengaku bahwa tindakan ini adalah untuk mensiasati sistem pertanggungjawaban anggaran yang tidak boleh melewati tanggal 18 Desember. Tetapi perbuatan seperti ini, apapun tujuannya, tetap tidak bisa ditolerir. Pada saat seorang pejabat memindahkan uang negara ke kantong pribadinya, itu sudah masuk definisi korupsi," ujar Wakil Kepala PPATK, Agus Santoso melalui pesan singkatnya, Minggu (27/8).

Agus mengingatkan agar setiap pimpinan memantau secara seksama penyerapan anggaran sebagaimana yang telah direncanakan oleh instansi masing-masing. Karena dari data PPATK, korupsi terjadi karena peluang, yaitu menumpuknya realisasi anggaran di akhir tahun anggaran.

Dia pun mengatakan jika kasus seperti ini sering terjadi setiap tahun, dan menyebar di seluruh daerah di Indonesia. Oleh karena itu, pengawasan dan pemantauan penyerapan anggaran harus senantiasa dilakukan para pimpinan. [wartanews.com]




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

F-PKS Siap Ajukan Interpelasi Atas Tingginya Korban Mudik 908 Meninggal

Yudi Widiana
Data terakhir dari Mabes Polri, korban arus mudik dan arus balik tercatat 908 orang meninggal. Sementara itu jumlah kecelakaan lalu lintas ada 5.233 kejadian dan luka berat 1.505. Tentu saja, angka tersebut sangat memprihatinkan.

"Pemerintah harus meminta maaf kepada publik atas tingginya angka kecelakaan tersebut. Tingginya angka kecelakaan saat mudik tidak terlepas dari buruknya manajemen mudik yang diterapkan pemerintah. Bahkan dibandingkan tahun lalu, manajemen mudik tahun ini jauh lebih buruk," kata anggota Komisi V dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Yudi Widiana Adia, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 28/8).

Menurut Yudi, dua penyebab kecelakaan paling menonjol adalah kelalaian pemudik serta buruknya sarana dan parasarana jalan. Kedua hal itu berada dibawah tanggung jawab pemerintah. Soal kelalaian misalnya, itu terkait erat dengan minimnya sosialisasi dan ketegasan soal kedisipilinan berkendara di jalan raya. Misalnya, orang yang tidak memiliki pengetahuan memadai tentang keselamatan berkendara dan aturan rambu-rambu lalu lintas bisa mudah memperoleh surat ijin mengemudi.

"Amanat UU No .22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan bahwa pemerintah harus membudayakan penyelengaraan jalan yang mengutamakan keselamatan antara lain dengan pendidikan dan penegakkan hukum yang bisa memberi efek jera. Itu tidak dilakukan pemerintah," tegas Yudi.

Begitu juga soal sarana dan prasarana jalan yang buruk. Selama ini, ungkap Yudi, tidak pernah ada penyelenggara jalan yang dihukum bila terjadi kecelakaan yang disebabkan buruknya sarana jalan. Padahal UU No.22/2009 secara rinci mengatur hal itu.

"Masukan dan kritikan dari DPR setiap kali rapat dengan pihak pemerintah seperti dianggap angin lalu. Oleh karena itu jika pemerintah tidak meminta maaf, DPR bisa saja mengajukan hak interpelasi dengan alasan pemerintah lalai menjalankan UU," demikian Yudi.

*http://www.rmol.co/read/2012/08/28/75972/PKS-Ancam-Ajukan-Interpelasi-Bila-Pemerintah-Tak-Segera-Minta-Maaf-



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

PKS Usul Syarat Pengajuan Capres = Parlemen Treshold

Mahfudz Siddiq
Partai Keadilan Sejahtera berharap ambang batas terhadap pencalonan presiden dan ambang batas parlemen disamakan diangka 3,5 persen. Dengan angka sebesar itu, maka menurut PKS akan muncul calon-calon presiden alternatif.

"Agar pada 2014 menjadi ajang kontestasi politik calon-calon kepemimpinan baru," kata Wasekjen PKS, Mahfudz Siddiq di DPR RI, Jakarta, Selasa (28/08).

Mahfudz mengatakan, masyarakat mesti diberikan pilihan yang banyak untuk capres. Sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat soal perubahan bisa terwujud. Tidak seperti sekarang ini, kata Mahfudz.

Faktanya ada banyak kader partai tersandera dan terjebak oleh kasus-kasus yang mencuat belakangan ini. Karena itu, lanjut Mahfudz, sepanjang calon-calon yang muncul tersandera secara politik, tentu menjadi tidak sehat. Dan yang rugi pun masyarakat.

"Jadi kita memang membutuhkan calon baru yang tidak punya sandungan apa-apa hingga dia bisa leluasa mengambil keputusan tanpa tersandera secara politik," katanya.

Mahfudz juga menyatakan dukungannya terhadap calon alternatif dari jalur non-partai atau independen. Menurutnya, kalau jalur itu diberikan keleluasaan akan lebih baik. Kendati demikian, kata dia, isu itu sudah pernah dibahas secara alot pada periode lalu.

Lalu mayoritas kekuatan politik tetap pada pandanganya bahwa capres hanya bisa dilakukan melalui jalur partai politik. Tak mengapa juika pandangan itu masih tetap dipertahankan. Asala saja, kata Mahfudz, ambang batas pengajuan capres dengan parlemen disamakan.

Tujuannya ya itu tadi, supaya memberikan ruang bagi tokoh-tokoh alternatif baru untuk menjadi capres. Dengan begitu, kata Mahfudz, setiap partai yang lolos ambang batas parlemen berhak mengajukan capresnya. "Itu akan lebih sehat," katanya.

Soal pengawasan dana kampanye, Mahfudz menilai UU yag ada sekarang suah mengaturnya dengan baik. Cuma, kata dia, sebaiknya Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu dapat lebih aktif mengawasi aliran dana dan sumbangan-sumbangan pada kampanye Pilpres.

Dan tak lupa KPU dan Bawaslu juga menjalin kerjasama dengan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan dan Komisi Pemberantasan Korupsi. "Sehingga dapat menyaring jika ada aliran dana yang tidak wajar," kata Mahfudz. [skalanews.com]



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Anis Matta: Presiden, Menteri, Gubernur, Bupati, Tak Boleh Berparpol

Selasa, 28 Agustus 2012

detik.com - Sekjen PKS Anis Matta sepakat dengan dorongan agar semua pejabat publik tak boleh berparpol. Termasuk presiden, menteri, gubernur dan bupati.

Aturan baru dapat diterapkan DPR dengan merevisi UU Pilpres, dan UU Pilkada. Setelah RUUK DIY mengatur larangan gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono untuk berpartai.

"Para pejabat publik yang pegang porsi jabatan besar seperti itu sebaiknya melepas jabatan di partai supaya dia benar-benar fokus bekerja. Jadi memang selayaknya Presiden, Menteri, Gubernur, dan Bupati, tidak perlu menjadi anggota partai," kata Anis.

Hal ini disampaikan Anis kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2012).

Menurut Anis, Presiden dan menteri yang sudah dilantik harus mundur dari partai. Agar kemudian bekerja sungguh-sungguh karena tak ada lagi peluang diajukan jika bekerja tidak maksimal.

"Kalau dia bagus, partai kan kan bisa calonkan dia lagi. Partai tidak memberi toleransi jika dia tidak success jadi harus kerja keras maksimal,"katanya.

Ide agar semua pejabat publik tidak berparpol awalnya muncul karena ada klausul dalam RUU Keistimewaan Yogyakarta bahwa gubernur dan wakil gubernur DI Yogyakarta yakni Sri Sultan dan Paku Alam tidak berpartai.

Wakil Sekretaris FPD DPR Achsanul Qosasi menilai pejabat publik harus diatur juga tidak boleh berparpol. Agar setiap pejabat publik benar-benar menjadi milik rakyat. Baik di tingkat presiden, gubernur, maupun bupati.




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Politikus PKS yang Berani Unjuk Gigi di Twitter

Laman online detik.com hari ini (28/8/12) mengulas "10 Politikus yang Berani Unjuk Gigi di Twitter".

1. Tifatul Sembiring
2. Akbar Faizal
3. Anas Urbaningrum
4. Pramono Anung
5. Fahri Hamzah
6. Roy Suryo
7. Indra J Piliang
8. Budiman Sudjatmiko
9. Lukman Hakim Saifuddin
10. Yusril Ihza Mahendra

Dua diantara politikus itu adalah Politikus PKS: Tifatul Sembiring dan Fahri Hamzah. Berikut kami kutip dari detik.com:

Tifatul Sembiring

Sejak awal aktif di Twitter, entah sudah berapa ribu mention dialamatkan ke akun politisi PKS @tifsembiring ini. Mulai dari hujatan, kritik, sapaan atau iseng mengerjai. Maklum, posisinya sebagai Menkominfo kerap mengundang pengguna akun Twitter lain untuk iseng.

Tapi ya namanya Tifatul, dia tak mundur walau kerap diisengi. Kadang mantan presiden PKS ini malah menjawab kritikan dengan pantun. Dia selalu mengimbau lewat kuliah tweet-nya, gunakan media sosial dengan bijak dan bertanggung jawab.

Pernah Tifatul berpantun yang kemudian dianggap menyinggung suku tertentu. Tapi Tifatul lekas minta maaf dan menjelaskan bahwa tweetnya tak bermaksud menyinggung. Pernah juga dia menggunakan bahasa alay dalam tweetnya, yang kemudian membuat geger ranah Twitter.

Tifatul kini termasuk salah satu pejabat yang memiliki follower terbanyak, ada 400 ribu. Pastinya, Tifatul yang memegang sendiri akun twitternya tanpa bantuan staf ahli, selalu rajin menyapa tiap followernya setiap pagi.

"Assalamu'alaikum wrwb. Pagi rekan2. Bersyukur menyambut hari. Moga selalu diberiNya sehat, ilmu manfaat & akhlak terpuji. Semangat!" tweet Tifatul pada Selasa (28/8/2012) pagi ini.

Fahri Hamzah

'Mantab Bung Fahri', kata-kata ini sempat populer beberapa waktu lalu. Ya, kata-kata itu ditunjukkan untuk politikus PKS yang menggunakan akun @fahrihamzah di twitter. Kata-kata itu diberikan kepada Fahri yang dahulu kerap membuka debat publik, mulai dari isu KPK, Polri, Century, hingga urusan agama.

Fahri, dengan 52.905 Followers, termasuk tipe politikus yang berani menghadapi semua. Pesan-pesan bernada miring pun kadang dia balas. Fahri juga kerap panen kritik, cacian, atau juga dukungan. Meski banjir cacian, sama sekali dia tidak bawa ke ranah pidana. Fahri menghadapinya dengan elegan di Twitter.

Satu lagi, walau termasuk anggota barisan partai koalisi, tweet Fahri Hamzah pun kerap mengkritik pemerintah. Bahkan kata-kata pedas tidak sungkan dia kicaukan. 'Mantab Bung Fahri'.

---**---


Tentu selain dua tokoh PKS diatas masih banyak tokoh, pengurus dan kader PKS yang sudah aktif menggunakan twitter sebagai salah satu sarana dakwah.

“Para dai harus melek TI agar bisa menyebarkan dakwah melalui facebook atau twitter yang penggu­nanya setiap hari terus bertambah,” tutur Tifatul Sembiring saat memberikan orasi ilmiah Peringatan Satu Abad Perguruan Thawalib Padang Panjang, di Aula Hamka Kompleks Pergu­ruan Thawalib, Padang.

“Ketika para dai memahami dan menguasai penggunaan tekno­logi informasi, maka bisa digu­nakan sebagai salah satu sarana dakwah kepada masyarakat,” lanjut Menkominfo ini.


___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Peristiwa Terbesar Pasca Runtuhnya Dinasti Utsmaniyah

DR Muhammad 'Imarah
Pemikir Islam abad ini, Dr. Muhammad Imarah menyatakan bahwa Revolusi Mesir 25 Januari adalah awal dari kebangkitan dunia Timur, tidak hanya Mesir. Dia bahkan menegaskan bahwa revolusi ini merupakan peristiwa terbesar di dunia Timur pasca runtuhnya Dinasti Utsmaniyah.

Pernyataan ini dia sampaikan dalam acara bedah bukunya yang berjudul "Revolusi 25 Januari" yang diadakan oleh Club Himpunan Mahasiswa Asing di Mesir, Ahad (26/08/2012) kemarin.

"Ini merupakan awal kebangkitan dunia Timur, bukan hanya Mesir," tegas Dr. Imarah.

Dr. Imarah menilai bahwa revolusi Mesir ini juga akan membuka jalan bagi penerapan syariat Islam. Terkhusus untuk menjawab orang-orang yang ragu akan mungkinnya penerapan syariat Islam, Dr. Imarah dengan tegas menyatakan penerapan syariat Islam itu sangat mungkin sekali. Diturunkannya al-Quran adalah bukti nyata penerapan syariat Islam itu mungkin.

Menurut Dr. Imarah, sebab utama suksesnya Revolusi 25 Januari silam adalah pertolongan dari Allah. Dia juga mengkritik tegas kekuasaan militer yang semena-mena terhadap rakyatnya. Menurutnya, militer memiliki tugas khusus dan utama yang bukan mengatur pemerintahan.

Dalam pertemuan yang khusus dihadiri oleh mahasiswa asing di Mesir ini, Dr. Imarah secara panjang lebar menjelaskan esensi pemerintahan Islam dan hubungannya dengan revolusi.

Dr. Imarah menjelaskan arti revolusi (tsaurah), dan perbedaannya dengan perbaikan (islah). Menurutnya, di satu sisi kedua istilah memang memiliki pengertian yang sama, yaitu perubahan yang mendalam dan mengakar. Namun terdapat perbedaan dari segi cara mencapai perubahan tersebut. Perubahan dalam revolusi cenderung cepat, sedangkan perubahan dalam islah cenderung bertahap dan memakan waktu lama.

Lebih lanjut soal pemerintahan Islam, Dr. Imarah menjelaskan esensi utama dalam pemerintahan Islam adalah syuro. Oleh karenanya, di dalam al-Quran hanya disebutkan istilah Ulil Amri untuk menunjukkan pemerintah, bukan istilah Wali Amri.

Bedanya adalah, pemerintahan Ulil Amri menitikberatkan kepada syuro atau dibangun diatas lembaga (muassasah), sedangkan pemerintahan Wali Amri hanya berdasarkan perseorangan. Dalam hal ini, dia banyak memberikan contoh-contoh syuro yang terjadi pada masa Sahabat dulu.

"Sistem pemerintahan Islam adalah sistem syuro," ujarnya.

Untuk menegaskan hal ini, bahkan Dr. Imarah mengatakan bahwa syuro adalah bagian dari kaidah dalam syariat Islam.

"Syuro merupakan bagian dari kaidah syariat Islam," tegasnya lagi.

Menanggapi pertanyaan dari hidayatullah.com tentang bagaimanakah bentuk khilafah Islamiyah mendatang, Dr. Imarah menegaskan bahwa bentuk pemerintahan itu tidak penting dalam Islam. Baik khilafah Islamiyah itu berbentuk sebuah republik ataukah kerajaan, itu tidak penting menurutnya. Yang terpenting di dalam pemerintahan Islam itu terdapat syuro.

Dr. Imarah juga mengkritik orang-orang yang mengharamkan revolusi dan partai politik. Menurut beliau, orang-orang seperti ini masih beranggapan taat kepada Wali Amri adalah wajib. Padahal dalam al-Quran sudah ditegaskan bahwa yang wajib ditaati itu adalah Ulil Amri, bukan Wali Amri.*



*http://www.hidayatullah.com/read/24464/27/08/2012/dr.-imarah:-revolusi-mesir-awal-kebangkitan-dunia-timur.html




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Bacaan sebagai Alat Pengorganisiran: Keberhasilan PKS


Oleh Ragil Nugroho*
Aktivis Kiri


Kalau Tak Ada Rembulan Mana Bisa Pungguk Rindu

Para rekan dan rekanita Kiri,
Bicara di antara rekan dan rekanita Kiri membuat saya deg-degan. Kurang lebih selama enam puluh purnama saya tinggal di lereng gunung, yang jangankan sosialisme, kata kiri saja tak pernah terdengar. Kalaupun kata kiri disebut paling-paling nasihat ibu kepada anaknya: kalau makan jangan pakai tangan kiri, kalau dikasih sesuatu jangan diterima dengan tangan kiri, kalau memberi jangan pakai tangan kiri, kalau angkat tangan di sekolah jangan pakai tangan kiri. Itulah, kata kiri selalu didahului kata jangan.

Di tempat saya tinggal yang tak begitu ramai itu, walaupun muda-mudinya ke mana-mana bawa telepon seluler—tentunya gaul dengan facebook dan twitter—tak pernah saya temukan bacaan Kiri. Sehingga ketika diminta ngomong hubungan bacaan progresif dengan pengorganisasian gerakan revolusioner, saya seperti kera yang tingak tinguk: kebingungan. Daripada nggak ngomong, saya bicara tentang meluasnya bacaan Islam hubungannya dengan meningkatnya suara PKS.

Majalah Hidayah merupakan bacaan yang sering saya temukan di rumah tetangga saya yang rata-rata menengah kebawah. Sesuai dengan namannya, majalah ini diterbitkan oleh komunitas Islam. Isinya membimbing umat Islam untuk mendapatkan hidayah—petunjuk di jalan Tuhan. Kalau saya tanyakan bagian apa yang disukai, dijawab rubrik kisah nyata. Yaitu, tentang seseorang yang mendapatkan laknat dari Tuhan karena perbuatan jahatnya. Bisa bermacam-macam bentuk laknat itu. Kisahnya konon nyata, diungkapkan dengan bahasa populer digabung gaya sastra. Agar lebih mantap, seringkali dilengkapi dengan pengambaran yang menyeramkan tentang berbagai akibat yang diterima para pendosa. Pembaca pun semakin bisa meresapi. Kisah-kisah yang konon nyata tersebut pernah juga diangkat menjadi sinetron televisi. Hasilnya sama: banyak disukai.

Simak penggalan kisah Sebelas Penjudi Tersambar Petir dalam Majalah Hidayah:

“Namun, baru saja sepeda motor itu bergerak beberapa meter meninggalkan arena judi, suara ledakan berbunyi amat keras. Tar, tar, tar. Erik pun tersambar dan seketika itu pula terpental dari boncengan tukang ojek.”

Itu kisah Erik yang dilaknat Tuhan karena bermain judi. Ia tersambar petir dan tewas. Sehari sebelumnya istrinya melihat Erik di warung komplek pelacuran. Saat ditanya okeh istrinya apakah di warung itu, Erik menjawab tegas: biar disambar petir kalau aku berada di lokasi itu. Teman-teman judi Erik yang lain juga mendapat laknat: telingga terasa sakit sampai tuli. Kisah berakhir dengan pertobatan para penjudi itu. Mereka kapok berjudi.

Dari segi isi, Majalah Hidayah tergolong lengkap. Mulai dari tema Alam Gaib, Setetes Hidayah (pengalaman penganut agama lain yang masuk Islam), Nisa (rubrik perempuan), Ponpes (kisah-kisah seputar pesantren), Aktual, Tafsir (penjelasan secara populer ayat-ayat dalam al Qur’an), Keluarga Sakinah, Budaya Islam, Potret (profil para pendakwah), Fiqih, Ensiklopedia, Tips Kesehatan, Kajian Pustaka, Kosultasi Zikir, Kosultasi Keluarga Sakinah sampai Konsultasi Fiqih.

Di antara majalah-majalah Islami lainnya, Majalah Hidayah yang paling laku di pasaran. Setiap edisinya—terbit sebulan sekali—memiliki 2, 1 juta pembaca. Sekali lagi: dua koma satu juta. Saya tak tahu pasti, apakah majalah kelas menengah perkotaan seperti Tempo memunyai pembaca sebanyak itu.

Biasanya, setelah terbit yang berlangganan membaca terlebih dahulu. Setelah itu, beberapa hari kemudian tema utama diceritakan bak seorang propagandis profesional. Tepat ngrumpinya bukan tempat yang formal, tapi tempat yang santai seperti ketika berbelanja sayur atau ketika memberi makan anak kala sore hari. Karena diceritakan dengan berbagai ekspresi dan bahasa yang memikat a la orang-orang kampung, akhirnya si pedengar tertarik, dan meminjam. Begitulah majalah Hidayah menyebar hingga dibaca oleh dua koma satu juta orang.

Bagi keluarga Islam yang terdidik dan lebih ideologis, Majalah Sabili bacaannya. Majalah ini politis. Tema-tema politiknya lebih banyak serangan terhadap imperialisme Amerika Serikat maupun Yahudi di Israel. Tema-tema seperti ini terus menerus diangkat setiap edisinya dengan sudut pandang yang berdeda-beda. Hubungan politik juga ditunjukkan dengan memberikan dukungan secara terbuka kepada partai idola saya: PKS. Majalah ini memang tidak bisa dilepaskan dari jaringan Tarbiyah—organisasi yang menjadi janin PKS.

Susunan pengelola Majalah Sabili edisi awal (1980-an): (alm) K.H Rahmat Abdulah (kemudian menjadi Ketua Majelis Syuro PK dan PKS yang pertama), Muhammad Zainal Muttaqin (nama samaranya Muhammad Ishaq atau Abu Rodli) dan Ade Erlangga Masdiana sebagai dewan redaksi, Arifinto (Arifin Toat) sebagai penanggung jawab distributor, serta Ahmad Fery Firman (Atwal Arifin) yang mengerjakan proses setting.

Sikap idiologis dan politis Majalah Sabili sudah dirancang sejak awal. Majalah ini terbit dengan dua tujuan. Pertama, sebagai sarana nasyrul fikroh al-Islamiyah (penyebaran pemikiran-pemikiran Islam). Disiapkan sebagai juru bicara pemikiran-pemikiran Islam untuk membentengi umat Islam dari gagasan-gagasan Barat yang negatif. Kedua, majalah ini ingin menampilkan diri sebagai media Islam yang cerdas, bermutu dan profesional. Ide-ide yang ditampilkan tidak melepaskan diri wawasan ilmiah dengan isi yang sesuai dengan dinamika umat Islam.

Sabili awalnya majalah ilegal. Terbit pertamakali tahun 1980-an. Bergerak di bawah tanah membuat kelompok Tarbiyah memerlukan sarana berbicara kepada para kader dan umat Islam secara luas. Sabili sarana itu. Lewat Sabili ini lingkaran-lingkaran Tarbiyah dididik (tasqib) tentang idiologi dan politik Islam. Pembelajaran yang dilakukan tidak hanya mendengarkan materi dari murobbi (guru), tapi masing-masing kader juga didorong memperoleh pengetahuan sendiri. Di sini Majalah Sabili berperan sebagai referensi atawa bahan bacaan untuk menambah pengetahuan baru. Saya tidak mau mengatakan bahwa gagasan menerbitkan majalah ini mengikuti anjuran Lenin dalam risalah Dari Mana Kita Mulai?. Nanti dikira bid’ah oleh para Leninis sekolahan.

Selain tema yang ideologis dan politis, dalam perkembangannya Majalah Sabili memperluas pokok pembahasan. Misalnya sekarang ada rubrik wirausaha. Biasanya rubrik ini memberikan motivasi agar pembaca menjadi mandiri secara ekonomi. Orang-orang yang awalnya miskin kemudian sukses secara ekonomi, akan dijadikan contoh. Tentu saja ekonominya yang Islami—tidak hanya mengejar keuntungan tapi juga kewajiban bersedekah setiap kali mendapatkan rezeki. Majalah ini juga melek budaya. Ada rubrik cerita pendek yang berisi tema-tema yang berhubungan dengan keislaman.

Oplah Majalah Sabili berkembang sebagai berikut: Tahun 1988 oplahnya 2.000 eksemplar kemudian meningkat menjadi 2.500 eksempkar tahun berikutnya, 3. 000 eksemplar, 8. 000 eksemplar (di tahun 1990), 1.1000 eksemplar, sampai mencapai angka 17.000 eksemplar di tahun 1991. Setelah tahun 1991 beroplah 25.000 eksemplar, terus menanjak pada tahun-tahun selanjutnya menjadi 30.000 eksemplar, 35.000 eksemplar, lalu 45.000 eksemplar, dan pada bulan Januari 1993, oplahnya mencapai 60.00 ekseplar. Masa puncaknya terjadi tahun 2002-2003 dengan oplah 140.000 eksemplar setiap edisi. Tiras tersebut setara dengan satu juta pembaca. Setelah mencapai masa puncak oplahnya menurun pada kisaran 40.000 eksemplar dengan pembaca sekitar 324.000 orang.

Para rekan dan rekanita kiri,
Saya lanjutkan. Ketika suatu waktu berkunjung ke tetangga yang paling kaya, saya menemukan Majalah Paras dan NooR. Ini memang diperuntukkan bagi kaum Muslimah yang berduit. Tampilannya eksklusif. Mengilap. Oplahnya antara 20.000 sampai 30.00 eksemplar.

Majalah ini biasanya berisi halaman-halaman mode, desain rumah, tips memasak, dan artikel-artikel singkat bertema Islami, misal: Apakah boleh menurut syariah, untuk menghilangkan kerut-kerut dengan Botax? Apakah produk-produk transgenik yang mengandung bahan genetik buatan dari spesies lain aman untuk digunakan?

Tema tulisan di halaman depan Majalah Paras:
Fikih Wanita:
Cumbu Rayu
Suami Istri
Kala Haid

Menyiasati Anggaran
Bulan Madu

Kiat-kiat Memilih
Katering, Gedung, Fotografer, Tatarias, Dekorasi dan Busana Pengantin

Busana:
Modern&Traditional
Weding Gown
Aneka Tudung Pengantin

Kecantikan:
Perawatan Pranikah
Tekno-Herbal

Figur:
Ir. Hj. Hayatun Fardah
Sosok Kreatif di Balik Pemberdayaan Perempuan Kalsel

Bisa disimak info kesehatan di Majalah NooR:
Menyamarkan Kerutan dengan Botax Halalkah?
Di era moderisasi ini makin banyak pilihan bagi perempuan untuk mempercantik diri secara instan. Ingin Tampil langsing, pilih sedot lemak. Ingin tampil cantik tanpa kacamata, pilih laser. Ingin tampil selalu muda sepanjang usia, pilih botox. Yang terakhir yang paling fenomenal dan mengundang tanya seputar kehalalalannya.

Info mode di majalah Noor:
[di bawah gambar perempuan muda berpose Islami dengan latar kota di luar negeri] tertulis:

Menggabungkan gaya dan konsep kantor memerlukan trik tersendiri. Jangan pernah melupakan unsur dasi, scarft atau elemen lain yang memberikan sentuhan chic.

rekan dan rekanah kiri sekalian,
Apa yang saya sampaikan tadi merupakan majalah-majalah yang dibaca oleh para tetangga saya. Tapi jangan salah, mereka tidak hanya membaca majalah. Buku juga dibaca. Mungkin para rekan dan rekanah kiri pernah mendengar ESQ (Emotional Spiritual Quantient). Ya, tepat. Buku tersebut ditulis oleh Ari Ginanjar. Isinya tentang teori-teori pengembangan diri model Barat yang digabungkan dengan kemampuan emosional, spriritual dan kusuksesan. Beberapa tetangga saya membaca buku ini. Kalau sudah masuk ke tempat terpencil seperti tempat tinggal saya, tak mengherankan kalau buku ESQ telah dicetak 400.000 eksemplar.

Tentu yang paling menghebohkan buku La Tazan: Jangan Bersedih. Buku ini merupakan buku motivasi ala Islam. Muncul sebelum era Mario Teguh. Karena larisnya, banyak bajakannya di Taman Pintar Yogyakarta. Penggalan dari La Tazan yang menjadi favorit tetangga-tetangga saya, sebagai berikut: “Setiap manusia melihat dunia sesuai dengan perbuatannya, pikirannya dan motivasinya. Apabila perbuatannya baik, pikirannya suci dan motivasinya tulus, dia akan melihat dunia ini bersih dan indah sebagaimana dunia itu diciptakan. Jika yang terjadi sebaliknya, dunia akan terlihat gelap gulita dan dia melihat segala sesuatu terasa hitam pekat.”

Saya agak heran ketika berkunjung ke rumah tetangga saya yang paling ujung. Dia rupanya juga penggemar sastra. Tapi nanti dulu. Bukan sastra Kiri yang dibaca, tapi Ayat-ayat Cinta. Okelah para rekanah Kiri menganggap karya ini patriarki dan mengkampayekan poligami, tapi tetangga saya tak peduli. Istrinya malah menangis tersedu-sedu ketika membacanya. Ketika saya tanya, sudah membaca berapa kali: 10 kali. Novel ini memang laris manis. Oplahnya sudah mencapai 300.000 eksemplar. Filmnya juga diserbu penonton dan masuk dalam jajaran film terlaris.

Begitulah bacaan-bacaan tetangga saya. Memang tidak saya temukan bacaan Kiri. Mungkin disembunyikan dan dibaca secara diam-diam di kamar. Sehingga saya tak bisa menguraikan apakah ada hubungan antara bacaan progresif dan gerakan Kiri. Yang pasti, saat ini Kiri di Indonesia tak pernah terdengar sampai ke Lereng Merapi. Mungkin mereka punya basis merah di tempat lain.

Akhirnya, saya sedikit ragu-ragu: Apakah meluasnya berbagai jenis bacaan Islam tersebut ada hubungannya dengan meningkatnya perluasan struktur PKS atu tidak? Hanya Tuhan yang tahu. Yang pasti, pada tahun 2004 PKS sudah mempunyai cabang 100% di tingkat kabupaten dan 65% di level kecamatan, dan menargetkan 75% dari keseluruhan desa/kelurahan di Indonesia. Pantas kalau PKS bisa menduduki posisi empat besar dalam Pemilu 2009, dan suara mereka dari pemilih desa—tempat pembaca Hidayah berada—mengalami peningkatan.

*http://politik.kompasiana.com/2012/08/27/bacaan-sebagai-alat-pengorganisiran-keberhasilan-pks/


___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Pasca Kunjungan Delegasi PKS, Pemerintah Myanmar Bentuk TPF Rohingya

PKS Apresiasi Pembentukan TPF Kasus Rohingya Myanmar

Hidayat Nurwahid memimpin delegasi F-PKS
bertemu Kementerian Sosial Myanmar
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengapresiasi pembentukan tim pencari fakta kasus pembantaian etnik Rohingya. Dari keterangan pemerintah Myanmar yang disampaikan kepada delegasi PKS, tim tersebut beranggotakan 27 orang.

"Ini baik sekali sebagai awal dari penyelesaian menyeluruh atas konflik horizontal yang terjadi di sana,"kata Politisi Senior PKS Hidayat Nurwahid saat memberikan keterangan dalam konferensi pers di gedung DPR, Jakarta, Senin (27/8/2012).

Senada dengan PKS, pemerintah Myanmar pun mengapresiasi kunjungan Fraksi PKS ke Myanmar. Menteri Sosial Myanmar U Aung Kyi menyatakan siap untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban konflik Rohingya.

Sebelumnya, tujuh orang delegasi Fraksi PKS telah melakukan kunjungan selama enam hari (21-26 Agustus 2012) dalam rangka melakukan misi diplomatik di Myanmar.




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

PKS Kirim Tim Pencari Fakta ke Sampang

Senin, 27 Agustus 2012

Konfrensi Pers FPKS di gedung DPR (27/8/12)

Metrotvnews.com, Jakarta : Anggota Fraksi PKS DPR RI Hidayat Nur Wahid menyatakan keprihatinan atas terjadinya bentrokan di Sampang, Madura. Ia mendesak polisi menuntaskan kasus kekerasan tersebut.

“Kami turut prihatin dan dan berbelasungkawa kepada keluarga korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka ” kata Hidayat melalui pernyataan tertulis, Senin (27/8).

Mantan Ketua MPR RI mengatakan, Fraksi PKS juga mengecam terjadinya kekerasan yang menyebabkan jatuhnya korban tewas maupun luka-luka.

Hidayat menyampaikan Fraksi PKS telah mengirimkan tim pendahulu ke titik terjadinya konflik dan mengumpulkan bahan serta keterangan untuk memahami lebih jauh akar permasalahan yang sebenarnya. Tim ini, lanjut Hidayat, terdiri dari Anggota DPR Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan Madura yakni Abdul Aziz Suseno dan perwakilan Fraksi PKS yang terlibat dalam penyusunan UU Penanganan Konflik Sosial.

“Tim Pencarian Fakta PKS tidak akan mencampuri kasus atau perkara hukum yang ditangani oleh institusi berwenang. Tim hanya akan mempelajari dan memberikan rekomendasi solusi atas fakta sosial di balik kasus kekerasan tersebut,” jelasnya.

FPKS berharap dengan perhatian yang tinggi dari pemerintah daerah dan pusat serta berbagai elemen masyarakat maka konflik di Sampang tidak akan berlanjut. Pihak yang berbeda pendapat diharapkan bisa segera mencari penyelesaian damai dan menumbukan sikap saling toleransi atas perbedaan yang ada.

*http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/08/27/103573/PKS-Kirim-Tim-Pencari-Fakta-ke-Sampang/1




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

PKS Mengecam Aksi Kekerasan di Sampang

Jakarta (27/8) - Fraksi PKS DPR RI menyatakan keprihatinan dan penyelasan atas terjadinya bentrokan di Sampang, Madura Jawa Timur. “Kami turut prihatin dan dan berbelasungkawa kepada keluarga korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka,” kata Hidayat.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi I DPR sekaligus mantan Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid di Press Room DPR, Senin (27/8).

Selain itu, Fraksi PKS juga mengecam terjadinya kekerasan yang menyebabkan jatuhnya korban tewas maupun luka-luka. “Kami mendesak pihak keamanan, dalam hal ini kepolisian untuk mengusut tuntas kasus kekerasan tersebut dan mencari akar permasalahan yang sebenarnya,” tegas Hidayat.

Hidayat menyampaikan Fraksi PKS telah mengirimkan tim pendahulu ke titik terjadinya konflik dan mengumpulkan bahan-bahan dan keterangan untuk memahami lebih jauh tentang akar permasalahan yang sebenarnya. Tim ini, lanjut Hidayat, terdiri dari Anggota DPR Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan Madura yakni Abdul Aziz Suseno dan perwakilan Fraksi PKS yang terlibat dalam penyusunan UU Penanganan Konflik Sosial.

“Tim Pencarian Fakta PKS tidak akan mencampuri kasus atau perkara hukum yang ditangani oleh institusi berwenang. Tim hanya akan mempelajari dan memberikan rekomendasi solusi atas fakta sosial di balik kasus kekerasan tersebut,” jelasnya.

FPKS berharap dengan perhatian yang tinggi dari pemerintah daerah dan pusat serta berbagai elemen masyarakat lainnya maka konflik tidak akan berlanjut dan isu-isu yang berkembang yang cenderung memanaskan situasi dapat diredakan secepatnya. “Pihak-pihak yang berbeda pendapat diharapkan bisa segera mencari penyelesaian damai dan menumbukan sikap saling toleransi atas perbedaan yang ada,” tutup Hidayat.

*http://www.pks.or.id/content/pks-mengecam-aksi-kekerasan-di-sampang



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Kisah Imam Malik & Penuduh Zina | Kultwit @salimafillah





Salim A. Fillah
@salimafillah



1) Mengkaji Manaqib para Aimmah; di antara yang paling berkesan hari ini adalah asal mula ungkapan "La yufta wal Maliku fil Madinah." #kisah

2) Dalam masa Atba'ut Tabi'in ungkapan ini masyhur tersepakati, "Janganlah terlahir fatwa padahal Imam Malik masih hidup di Madinah."  #kisah

3) Termula ia dari kejadian aneh; kala seorang wanita yang dikenal sebagai pezina meninggal & perempuan ahli rawat jenazah dipanggil.  #kisah

4) Perawat jenazah pun memandikan jasad wanita itu; tapi dengan rasa geram di hati mengingat bahwa si mayyit masyhur sebagai pendosa.  #kisah

5) Maka tatkala membasuh bagian kemaluan sang mayat; tak mampu lagi menahan gemas hati, diapun memukulnya & menggerutukan serapah.  #kisah

6) "Duhai, sudah berapa kali ini kaupakai mendurhakai Allah!", hardiknya. Ajaib, tangan yang memukul itu melekat di kemaluan jenazah.  #kisah

7) SubhanaLlah, maka jadi ricuhlah suasana pemulasaraan jenazah. Para 'alim & cendikia dihadirkan, ditanya & dimintai jalan keluar. #kisah

8) Ada yang mengusulkan potong saja tangan pengurus jenazah. Ada yang berpendapat iris saja bagian tubuh mayyitnya. Semua tak elok.  #kisah

9) Buntu semua pembahasan, tak memuaskan segala jawaban; maka merekapun membawa perkara ini kepada Imam Daril Hijrah; Malik ibn Anas.  #kisah

10) Imam Malik menyatakan sembari meleleh air mata, "Ma'adzaLlah, betapa beratnya dosa menuduh zina, hingga Allah menetapkan hadNya."  #kisah

11) Allah turunkan hukum tentang dosa Qadzaf; menuduh seorang wanita berzina tanpa dapat menghadirkan bukti & 4 saksi dalam QS 24: 4. # #kisah

12) Maka Imam Malik memfatwakan agar pengurus jenazah yang tangannya melekat di kemaluan mayat itu dikenai had Qadzaf; dera 80 kali.  #kisah

13) Sebab walau telah masyhur bahwa jenazah yang dimandikan itu semasa hidupnya adalah pezina; tapi tiada 4 saksi melihat langsung.  #kisah

14) Jadi ringkas kisah; si pengurus jenazah pun dicambuk 80 kali sesuai had Qadzaf. TabarakaLlah, begitu tunai, lepaslah tangannya.  #kisah

15) Sejak itulah muncul ungkapan, "La yufta wa Malik fil Madinah!" Tapi sungguh kita belajar jauh lebih banyak hal lagi dari  #kisah ini.

16) Bahwa selain zina sebagai perbuatan, ada dosa tak kalah besar yang sering diremehkan; Qadzaf, menuduh zina tanpa bukti & 4 saksi.  #kisah

17) Walaupun ma'ruf, sudah jadi rahasia umum bahwa mayat itu dulunya pezina, tapi syari'at Allah berlaku pada dakwaan; mana 4 saksi?  #kisah

18) Maka melanggar kehormatan sesama, menghina dosa yang diperbuatnya, & mengungkap aibnya adalah perbuatan yang seyogyanya dijauhi.  #kisah

19) Ini berlaku pada yang hidup maupun mati. Pada si hidup, menghina dosa kan membantu syaithan, memutus harapan dari ampunan Allah.  #kisah

20) Apalagi jika ia fitnah; kerusakan yang timbul jauh lebih besar lagi. Pada si mati; siapa kita hingga memasti dosa & menghakimi?  #kisah

21) Pada soal hukum; ini juga menegaskan hakikat bahwa melalui syari'atNya Allah bukan hendak menghukum & menyakiti hamba dengan had.  #kisah

22) Dengan menetapkan hukuman berat atas zina; dosa yang dampak merusaknya luas, Allah hanyalah hendak menjaga kemashlahatan manusia.  #kisah

23) Belum kita temukan dalam sejarah penegakan syari'at di masa RasuluLlah & para Khalifah pezina dihukum had karena delik aduan. #kisah

24) Ini karena beratnya syarat; 4 saksi yang melihat bagaimana "benang memasuki lubang jarum". Yang pernah ada; tersebab pengakuan.  #kisah

25) Itupun hakim diperintah & diteladankan membuat syubhat untuk menghindari Had, "Barangkali cuma mencium", "Mungkin hanya memeluk".  #kisah

26) Selama Hakim membuat peraguan-peraguan itu pada pengaku zina; yang bersangkutan berhak mencabut pengakuan. Had tak dijatuhkan.  #kisah

27) Kehormatan tertuduh juga dilindungi dengan Had Qadzaf; 80 kali dera tuk yang tak bisa hadirkan 4 saksi -walau sebetulnya benar-.  #kisah

28) "La yufta wa Malik fil Madinah, janganlah lahir fatwa sementara Imam Malik masih hidup di Madinah"; dari ini kita belajar banyak.  #kisah

29) Imam Ahmad pun berkata, "Jika seorang menghina saudara muslimnya atas suatu dosa; takkan dia mati sebelum jatuh di nista serupa."  #kisah

30) Mari berhati-hati & berdoa; moga Allah jaga kita dari dosa zina maupun dosa menuduh zina. Amat besar kerusakan akibat keduanya.  #kisah

31) Di antara hal yang membuat kami bersama mengasaskan Penerbit @proumedia ialah hadirnya banyak buku tentang zina & "Riset Qadzaf".  #kisah

32) Tahun 2002-03 ramai hadir buku-buku pengungkap zina dengan detail-detail menjijikkan; undercover-lah, in the kost lah, & lainnya.  #kisah

33) Tapi yang dampak rusaknya tak kalah luas adalah 'survey & penelitian' yang menghebohkan; "97,5 % Mahasiswi Jogja tidak Perawan".  #kisah

34) Keras saat itu kami menyebutnya "Qadzaf"; karena andai yang tidak perawan itu 50% saja, si peneliti menuduh zina 47,5% yang lain.  #kisah

35) Dan ternyata memang si peneliti memang hanya mencari kehebohan; sama sekali tak menggunakan metodologi penelitian yang ilmiah.  #kisah

36) Dia tidak memperhitungkan dampak penelitiannya itu; berapa kampus swasta di Jogja, warung-warung makan, & kost-kostan yang tutup.  #kisah

37) Aptisi DIY & Ketua Kopertis saat itu, Prof. Dr. Sugiyanto, Apt. pernah berbincang dengan kami & Wakil Walikota HM Syukri Fadholi.  #kisah

38) Tertanggungjawabkan-kah semua gulung tikar itu? Tentu tidak. Tapi yang tak kalah ngeri; saat seorang kawan di Aceh bercerita.  #kisah

39) Sejak "97,5 %" menyebar, banyak orangtua sadar agama dari daerah berlatar Islam kuat tak sudi mengirim putranya kuliah di Jogja.  #kisah

40) Lalu ke mana? Pokoknya ke selain Jogja. Dan? "Akhirnya rusak juga", kata beliau. Sampai akhirnya beliau mengunjungi Yogyakarta.  #kisah

41) Saya dampingi beliau ke daerah berkampus & saya tanya, "Jadi, suasana berkebaikannya kondusif mana antara Jogja & kota-kota itu?" #kisah

42) Beliau menjawab yakin & mantap, "JOGJA!" Bahkan beliau katakan belum ada kota pendidikan lain yang atmosfernya "seshalih" Jogja.  #kisah

42) Beliau menjawab yakin & mantap, "JOGJA!" Bahkan beliau katakan belum ada kota pendidikan lain yang atmosfernya "seshalih" Jogja.  #kisah

43) Saya yang tinggal di Jogja tak hendak lena. Tentu di Jogja tetap ada keburukan-keburukan, tampak maupun tidak. Itu yang adil.  #kisah

43) Saya yang tinggal di Jogja tak hendak lena. Tentu di Jogja tetap ada keburukan-keburukan, tampak maupun tidak. Itu yang adil.  #kisah

44) Tetapi menuduh 97,5% itu memang betul-betul tak masuk akal & membawa kerusakan yang amat banyak. Semoga Allah ampuni beliau.  #kisah

44) Tetapi menuduh 97,5% itu memang betul-betul tak masuk akal & membawa kerusakan yang amat banyak. Semoga Allah ampuni beliau.  #kisah

45) Maka sebagai penutup, saya ceritakan pada kawan Aceh itu salah satu hikayat Buya HAMKA. Alkisah, suatu hari seseorang berkata..  #kisah

45) Maka sebagai penutup, saya ceritakan pada kawan Aceh itu salah satu hikayat Buya HAMKA. Alkisah, suatu hari seseorang berkata..  #kisah

46) ..pada HAMKA, "Buya, kemarin saya ke Makkah. Eh ternyata ya Buya ya, ternyata di Makkah itu ada pelacur Buya! Gimana itu Buya?"  #kisah

46) ..pada HAMKA, "Buya, kemarin saya ke Makkah. Eh ternyata ya Buya ya, ternyata di Makkah itu ada pelacur Buya! Gimana itu Buya?"  #kisah

47) Jawab HAMKA sembari tersenyum, "Ah masak? Bulan lalu saya baru pulang dari San Fransisco. Di sana itu ternyata tak ada Pelacur."  #kisah

47) Jawab HAMKA sembari tersenyum, "Ah masak? Bulan lalu saya baru pulang dari San Fransisco. Di sana itu ternyata tak ada Pelacur."  #kisah

48) Apa maksud Buya HAMKA? Ke manapun kita pergi, di manapun kita berada; diri kita yang sebenar tergambar dalam apa yang kita cari.  #kisah

48) Apa maksud Buya HAMKA? Ke manapun kita pergi, di manapun kita berada; diri kita yang sebenar tergambar dalam apa yang kita cari. #kisah

49) Di San Fransisco tak ada pelacur, kalau TIDAK mencari. Di Makkah ada maksiat kalau itu yang DICARI. Semoga kita pencari kebaikan.  #kisah

49) Di San Fransisco tak ada pelacur, kalau TIDAK mencari. Di Makkah ada maksiat kalau itu yang DICARI. Semoga kita pencari kebaikan.  #kisah

50) Demikian  #kisah kita pagi ini Shalih(in+at); moga manfaat. Mohon doa, sehabis ini menyetir Ngawi-Jogja, moga selamat-berkah perjalanan:)





___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
 
© Copyright PIYUNGAN ONLINE
fixedbanner