NEWS UPDATE :

Kisah Gadis Kristen, Ikhwan dan Sopir Taksi

Kamis, 31 Mei 2012




twit Oktarizal Fiardi
@OktaRizalFr
Cairo




  1. Ada #kisah menarik yg terjadi di salah satu provinsi Mesir...

  2. Seorang gadis naik taksi. Setelah duduk dlm taksi sopir bertanya: "Memilih siapa ketika Pilpres?"

  3. Si gadis menjawab, "Mohammed Morsi" si sopir heran dan protes, "Kenapa? Dia kan Ikhwan?"

  4. Si sopir berancang2 mengkritik Morsi, "Saya seorang muslim dan nama saya Mohammed"

  5. Si gadis memotong dan balik menjawab: "Saya Kristen dan nama saya Marian"

  6. Si sopir tmbh bingung n brkata: "Bukankah Shafiq akan menempatkan Injil dalam buku pelajaran dan mnghapus ayat2 al Quran?"

  7. Si gadis menjawab: "Bagaimana mungkin saya akan memberikan suara saya kepada orang yg tdk mnghormati agamanya"

  8. Si gadis melanjutkan: "Ktk gereja sy diledakkan, Shafiq ada brsama Mubarak smntra Ikhwan ktk itu dipenjara...."

  9. "Ketika syuhada' berguguran, Shafiq mnjabat sbg Perdana Menteri sementara Ikhwan ada bersama demonstran d Tahrir"

  10. Setelah mndengar penuturan si gadis, sopir taksi berujar, "Stlh mndgar kata2 kamu saya akn pilih MORSI"

  11. Allahu akbar walillahi allhamd (Allah Maha Besar n Segala puji hny milik Allah)




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

PKS Kalahkan Demokrat di Pemilukada Maluku Tengah

[AMBON] Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya memenangkan Pemilhan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng). PKS bersama partai pendukung lainnya masing-masing Partai Gerindra, Partai Merdeka, PKB, dan Partai Golkaryang mengusung pasangan Abua Tuasikal dan Marlatu Leleury (TULUS) 89.868 suara atau 50,74 persen mengalahkan pasangan yang diusung Partai Demokrat Jusuf Laatuconsina-Liliane Aitonam (INA AMA) dengan perolehan 87.253 suara atau 49,26 persen.

Ketua KPU Malteng, La Alwi, SH, MH selaku pimpinan sidang rapat pleno di DPRD Kabupaten Malteng Rabu (30/5) sore menetapkan bupati dan wakil bupati Maluku Tengah terpilih periode 2012 – 2017 adalah, Tuasikal Abua – Marlatu Leleury. Penetapan ini melalui Surat Keputusan KPU 07/Kpts/KPU-KAB-MT/V/2012 dan SK O8/Kpts/KPU-KAB-MT/V/2012 yang dibacakan Ketua KPUD Malteng La Alwi. Alwi menjelaskan KPU Malteng tetap berpedoman pada peraturan pelaksanaan pemilihan umum. “KPU hanya menyalin hasil perhitungan secara berjenjang dari tingkat TPS, PPS, dan PPK. KPU tidak lagi melakukan rekapitulasi penghitungan suara. Kita hanya menyalin,” katanya.

Hasil rakapitulasi perhitungan suara kemdian disahkan oleh kedua saksi pasangan calon dengan catatan keberatan yang nantinya akan dipersoalkan pada jenjang Mahkamah Konstitusi (MK). Perbedaan perolehan suara mencapai 2.651 suara.
Sesuai hasil rekapitulasi di tingkat PPK di 17 Kecamatan, pasangan TULUS berhasil memenangi perolehan suara di 10 Kecamatan, sedangkan INA AMA meraih kemenangan di 7 kecamatan. TULUS menang di Kecamatan Amahai, Tehoru, Telutih, Banda, Nusalaut, Salahutu, Leihitu, Seram Utara Barat, Kobi dan Seti.

Sementara INA-AMA menang di Kecamata Kota Masohi, Teluk Elpa Putih, Saparua, Pulau Haruku, Leihitu Barat, TNS, dan Kecamatan Seram Utara. Bupati Malteng terpilih, Abua Tuasikal kepada SP Kamis (31/5) mengatakan apa yang diraihnya merupakan kemenangan rakyat. ‘Saya dan pak Marlatu Leleury tetap hanya sebagai pelayan, dan rakyat adalah penguasanya,” kata dia.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Malteng yang telah memberikan dukungan kepadanya saat pemilukada. [156]

*http://www.suarapembaruan.com/home/pks-kalahkan-demokrat-di-pemilukada-malteng/20734#.T8dAFKgg9qQ.twitter




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

PKS: Kebijakan SBY Membuat Mafia Narkoba Makin Bernafsu buka Pasar di Indonesia

Grasi yang diberikan Presiden SBY kepada terpidana narkotika asal Ausralia, Schapelle Corby semakin menunjukkan ketidaktegasan hukum di Indonesia.

Hal ini tentu akan dimanfaatkan para mafia narkoba.

"Menurut saya, dengan diberikannya grasi ini, maka para produsen narkoba akan berpresepsi bahwa penegakan hukum kita memang lemah dan ini akan membuat mereka makin tertarik untuk buka pasar disini," kata Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq di gedung DPR, Senayan, Jakarta Rabu, (30/5).

Menurutnya, dibutuhkan penjelasan pemerintah atas dikeluarkannya kebijakan ini.

"Bagi kami di Komisi I, kalau memang ada negosiasi ya sah-sah saja. Tapi kami mau tahu adakah timbal baliknya bagi Indonesia," demikian Mahfudz, Wakil Sekjen DPP PKS ini. [rmol.co]





___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Kisah Da'wah di Amrik: Pak Hadi & Yahudi | kultwit @dedhi_suharto




Oleh dedhi suharto
@dedhi_suharto
Penulis buku Qur'anic Quotient & Negarawan Qur'ani




  1. Bismillahirrahmanirrahim, alhamdulillah tercapai obsesi saya u dakwah di Amrik. Saat wakil dubes menawari saya u bedah buku QQ (Qur'anic Quotient).

  2. Dg mengurbankan ‘sightseeing’, saya kunjungi saudara2 muslim Indonesia di Madrasah, di Maryland, USA.

  3. Hadir di dalam bedah buku QQ beberapa orang kulit putih, suami dari para muslimah Indonesia. Mereka ikut bertanya ttg materi QQ.

  4. Hadir pula seorang pria single kulit putih yg akan masuk Islam. Dan saya ikut menyaksikan masuk Islamnya kulit putih tsb.

  5. Apa yg membuat kulit putih tsb masuk Islam? Katanya, dia senang dg ketenangan dan kedamaian komunitas muslim.

  6. Saya menduga komunitas muslim yg dia lihat adalah komunitas muslim Indonesia. Jadi, mrk bisa jadi jembatan budaya Islam-Barat.

  7. Bbrp tahun setelahnya, di San Fransisco sy jumpai kulit hitam yg masuk Islam dan bergaul di komunitas muslim Indonesia juga.

  8. Dan bbrp minggu yg lalu saya konfirmasikan kpd kru @Radio_pengajian yg tinggal Swedia dan dia membenarkan peran muslim Indonesia.

  9. Kembali ke Madrasah di Maryland, saya bersyukur bisa bedah buku QQ di sana. Sambutannya bikin saya tergerak menulis buku lagi.

  10. Alhamdulillah, semangat Madrasah di Maryland menghasilkan buku NQ (Negarawan Qur'ani -2009) dalam waktu sekitar 8 bulan setelahnya.

  11. Nah, saya akan menceritakan ttg Pak Hadi, yg bertugas mengantar saya pulang ke hotel. Beliau ini seorang sopir.

  12. Pak Hadi ini punya isteri muslimah berjilbab dan menjadi seorang pembantu di keluarga .... Yahudi!

  13. Isteri Pak Hadi ini sgt dipercaya oleh keluarga Yahudi tsb krn ia melaksanakan tugas dari keluarga itu dg baik.

  14. Keluarga Yahudi yg dilayani ternyata keluarga Yahudi yang berpengaruh di Amerika, jadi bukan sembarangan.

  15. Yang menarik adalah apa yg diajarkan oleh Keluarga Yahudi itu kepada anaknya, yg dijaga betul oleh isteri Pak Hadi.

  16. Anak Yahudi ini dilarang menonton TV dan diarahkan untuk bermain di alam bebas. Dan isteri Pak Hadi menjaga benar hal itu.

  17. Mendengar kisah itu, saya sungguh merinding dg fenomena muslim di Indonesia yg terlalu bebas membiarkan anak menonton TV.

  18. Tentu tidak harus melarang, tetapi semestinya tetap mengarahkan dan mengawasi saat anak menonton TV.

  19. Banyak tontonan yg tidak pantas ditonton anak kita. Masak kita kalah sama keluarga Yahudi tersebut?

  20. Atas ketekunan menjalankan instruksi, keluarga Yahudi tsb sangat berterima kasih dg muslimah kita itu.

  21. Bahkan ketika si anak Yahudi telah dewasa, mereka tetap mempekerjakan isteri Pak Hadi, meski sekedar nyopirin tugasnya.

  22. Dan anak Yahudi yg tumbuh dewasa itu pun sgt berterima kasih kpd Bu Hadi. Hal itu ia tunjukkan ketika di sekolah.

  23. Saat diberi buku Satanic Verses-nya Salman Rushdie ia menolaknya,"Ada muslimah di keluarga saya. Saya takut ini menyakitinya."

  24. O ya, ternyata saya tidak langsung dibawa ke hotel oleh Pak Hadi, tapi dibawa ke rumahnya di Virginia.

  25. Dan di sana saya disuguhi nasi sayur lodeh tempe, makanan yg sungguh berkelas di Amerika krn semuanya mesti impor, hehe..

  26. Dan nikmatnya adalah iringan musiknya, berupa rebanaan oleh Bu Hadi dkk. Rupanya saatnya mereka latihan rebana.

  27. Dan rumah Pak Hadi di Virginia terbuat dari papan. Jadi, sayur lodeh, rebana, rumah papan.. membuat saya lupa sedang di Amerika.

  28. Ditambah satu lagi.. mereka pake boso Jowo. Jadi, sesaat saya merasa sdg berada di sebuah kota di Jawa Timur, hehe..

  29. Dan bagaimana dg pengorbanan saya tidak ikut sightseeing/jalan2 lihat kota Washington DC? Ternyata Allah menggantinya.

  30. Panitia training memberi bonus acara "sightseeing" hg teman2 berkomentar,"Ini sih kita sudah pernah." Hehe..

  31. Dan pasti ada seorang yg sangat bahagia dg sightseeing "resmi" tersebut, yaitu... saya ! Hehe..

  32. Cukup kulwit #memory dakwah di Amrik. Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubuu ilaik.




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

JIL Gelar Diskusi Buku 'Dilema PKS'

Rabu, 30 Mei 2012


Diskusi Buku
“Dilema PKS: Suara dan Syariah”
Narasumber:
Ulil Abshar-Abdalla dan Burhanuddin Muhtadi
Moderator:
Saidiman Ahmad (Manajer JIL)
Teater Utan Kayu, Jakarta Timur
31 Mei 2012, Pukul 19.00 – 21.00 WIB



Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PKS di Medan, 26-30 Maret 2012 mengusung tema “Bekerja dalam Kebhinekaan untuk Kejayaan Bangsa.” Tema kebhinekaan ini tidak mengejutkan. Pada 2008, PKS malah menyelenggarakan Mukernas di Bali dengan menampilkan logo hitam kuning mereka bersinar dari balik pura. Pada Pemilu 2004, partai ini menanggalkan slogan Islamisme dan menggantinya dengan “bersih dan peduli.” Terjadi pergeseran orientasi?

Olivier Roy, Asef Bayat, dan beberapa pengamat lain menyebut gejala ini sebagai pasca-Islamisme, di mana demokrasi mulai diterima. Gejala itu terjadi pada Partai Kebebasan dan Keadilan di Mesir, Partai an-Nahdla di Tunisia dan PJD (Parti de la Justice et du Développement) di Maroko. Juga terjadi pada AKP (Adalet ve Kalkınma Partisi) di Turki.

Mereka yang berkukuh pada pandangan bahwa Islamisme dan demokrasi adalah dua entitas berbeda yang tidak bisa disatukan akan menyatakan bahwa penerimaan gerakan Islamis terhadap demokrasi tidak lain hanyalah kamuflase. Demokrasi bagi kelompok Islamis hanyalah instrumen untuk mencapai cita-cita tertinggi, yakni pendirian negara Islam.

Tetapi sebetulnya persis pada argumen instrumentalisme itulah terletak potensi demokratis dari kelompok Islamis. Demikianlah yang terjadi pada Partai Keadilan Sejahtera. Partai yang bertumbuh dari gerakan Islamis ini bermetamorfosis menjadi partai politik dan sepenuhnya terlibat dalam proses demokratisasi pasca-otoritarianisme Orde Baru. Mereka menjadi bagian dari demokrasi Indonesia tanpa harus menanggalkan sepenuhnya agenda-agenda politik Islam. Al-harakah hiya al-hizb, wa al-hizb huwa al-harakah, kenapa tidak?

Diskusi JIL kali ini akan mengulas buku “Dilema PKS: Suara dan Syariah.” Dengan menggunakan teori-teori gerakan sosial, buku ini menelusuri perkembangan gerakan tarbiyah merespon perubahan sistem politik, mobilisasi sumber daya, framing isu, dan pola-pola rekrutmen. Pada level gerakan, kelompok tarbiyah (PKS) membangun isu jauh tentang serangan musuh terhadap Islam. Tetapi pada level politik praktis, mereka bergerak jauh lebih rasional dan kompromis seperti partai politik demokratis pada umumnya.

*http://islamlib.com/id/artikel/diskusi-buku-dilema-pks-suara-dan-syariah



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

F-PKS: RUU Kesetaraan Gender Tetap Berbasis Budaya dan Agama

Ledia Hanifa, anggota Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-undang Keadilan dan Kesetaraan Gender (RUU KKG) Komisi VIII DPR RI, meyakinkan bahwa setiap RUU tentu dimaksudkan untuk memberikan sebesar-besarnya kebaikan bagi masyarakat, termasuk RUU KKG.

“Semangat rancangan undang-undang KKG ini sebagaimana judulnya adalah untuk mengarah pada terjadinya keadilan gender, dengan beberapa titik tekan pada perlindungan dan pemberdayaan perempuan. Tentu saja sama sekali kita tidak ingin RUU ini justru memunculkan mudharat seperti goyahnya keharmonisan keluarga,” ujar Ketua DPP PKS Bidang Kewanitaan ini dikutip laman resmi fpks.or.id.

Aleg FPKS ini mengingatkan, adanya diskriminasi, ketidakadilan maupun tindakan-tindakan kekerasan berbasis gender yang utamanya banyak menimpa kaum perempuan memang merupakan fakta yang terjadi di tengah masyarakat. Belum lagi bila mengingat bahwa separuh penduduk Indonesia adalah kaum perempuan, sementara dalam hal akses pendidikan, akses kesehatan, ekonomi dan kebijakan justru para perempuan Indonesia masih tertinggal jauh dari kaum laki-laki. Padahal, dari para perempuan inilah akan lahir generasi penerus yang akan menjadi penentuan nasib bangsa masa datang.

Karenanya, menurutnya, kasus-kasus kekerasan dan ketidakadilan gender diupayakan hilang dari tengah masyarakat melalui undang-undang KKG. Tetapi keharmonisan keluarga, kodrat perempuan, serta pemuliaan hak dan tanggungjawab perempuan sebagai individu, isteri dan ibu juga tak akan ditinggalkan.

“Karena itu kita perlu sama-sama berjuang untuk menghilangkan diskriminasi dan kekerasan berbasis gender sambil mengukuhkan ketahanan keluarga dan memberikan support khusus bagi kaum perempuan sebagai individu, istri atau ibu untuk menjalankan hak dan tanggungjawab mereka sebagai manusia Indonesia yang berbudaya dan beragama,” kata wanita yang juga Ketua V Kaukus Perempuan Parlemen RI.

Sektor Pembangunan bukan Perkawinan

Sebelumnya, RUU ini banyak ditolak kaum Muslim. Organisasi kewanitaan Muhammadiyah, 'Aisyiyah PW Jawa Barat pernah melakukan pengkajian pada hari Selasa, (01/05/2012), Pimpinan Wilayah (PW) Aisyiyah Jawa Barat dalam acara “Round Table Discussion” (RTD).

Dalam diskusi yang berlangsung, undangan yang hadir menyepakati beberapa hal dalam mengkritisi RUU-KKG ini. Di antaranya, ‘Aisyiyah mengusulkan, agar RUU-KKG difokuskan dan dibatasi pada bidang atau sektor-sektor pembangunan yang memungkinkan negara untuk campur tangan di dalamnyabukan pada bidang perkawinan. Sektor pembangunan yang dimaksud adalah, yaitu; Bidang Politik, Pemerintahan, Kewarganegaraan, Pendidikan, Komunikasi dan Informasi, Ketenagakerjaan, Kesehatan dan Keluarga Berencana, Ekonomi dan Bidang Hukum.

Hasil RTD yang diselenggarakan oleh Majelis Hukum dan HAM, Majelis Tabligh dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Barat tersebut itu dirumuskan secara lebih detail dan dijadikan bahan masukan pada Komisi VIII DPR/RI melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat.* [hidayatullah.com]



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Dilema Syariat Islam dalam Negara





Kultwit @kaisar_el_rema
Mahasiswa Al-Azhar, Cairo, Egypt



  1. Di hari-hari ini, salah satu isu yang dihembuskan pengamat politik jika Islam memimpin adalah masalah #hudud.

  2. Syeikh Abdullah Khathib sangat bagus menulis tentang #hudud ini. Beliau ulama Al-Azhar dan kader tua IM. Kita share intinya ya.

  3. Islam sangat memberikan perhatian kepada nasib individu, keluarga, masyarakat. maupun manusia dalam satu negara.

  4. Sebab itu, pemimpin dalam Islam perlu memberikan kehidupan layak bagi rakyatnya. Memanusiakan manusia, bahasa Pak Hidayatnya. 

  5. Memenuhi kebutuhan primer semisal : rumah, pendidikan, pernikahan, serta lapangan kerja. Jadi Islam sudah memberikan perangkat pencegahan

  6. Jika semua kebutuhan primer tersebut sudah terpenuhi tapi tetap ada yang nyolong, Islam tidak buru-buru menghakimi.

  7. Islam masih mencari latar belakang, kenapa dia masih nekat nyolong? Apa tunjangan bulanannya tidak cukup? Kelaparankah dia?

  8. Suatu hari seorang buruh terbukti mencuri di masa Umar al-Khattab. Mengeluh si buruh : Perusahaan tidak memberi gaji yang layak.

  9. Umar memanggil Dirut : Kau biarkan manusia banting tulang di perusahaanmu dan kau bikin mereka kelaparan. Demi Allah ..

  10. .. kalau buruh ini tertangkap mencuri lagi, kau yang aku adili.

  11. Pada dasarnya, agama memberikan efek takut akan Tuhan serta balasan-Nya sebelum takut pada manusia dan hukumannya.

  12. Itulah yang menjelaskan mengapa seorang lelaki dan perempuan secara sadar datang untuk dihukum #hudud. Padahal tidak ada yang melihat ..

  13. .. apa yang sudah dilakukan keduanya. Jadi intinya kebutuhan primer harus terlebih dulu dipenuhi o/ negara.

  14. Sebab itu, #hudud termasuk syariat terakhir dalam Islam. Bukan di awal. #Sekian




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Pedagang Kecil Rame-rame Dukung HIDAYAT-DIDIK


Dukungan untuk pasangan HIDAYAT-DIDIK cagub-cawagub DKI Jakarta terus mengalir dari berbagai kalangan. Sosok Bang Hidayat yang sudah terkenal dan terbukti merakyat membuat kalangan rakyat kecil berduyun-duyun mendukung pasangan nomor 4 ini. Bukan saja secara pasif mendukung, para pedagang kecil suporter Bang Hidayat ini turut secara aktif 'berkampanye' dengan menempel poster dan banner HIDAYAT-DIDIK di gerobak dagangannya, salahsatunya Bang Rudi penjual gorengan.


Bu Wenah pedagang mie Kali Anyar pun gak mau ketingglan, rame-rame dukung HIDAYAT-DIDIK.



~*~

Buah mentimun si buah manggis,
Mari dipetik bawa ke kota.
Jangan manyun dan jangan menangis,
Ada HIDAYAT-DIDIK siap beresin Jakarta.

~*~

PKS Minta Aktivis Islam Tak Ekslusif

INILAH.COM, Instanbul - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengimbau para aktivis Islam di dunia membuka diri, serta membangun relasi dan kerja sama yang produktif dan berkesinambungan dengan beragam kelompok masyarakat.

Karena membangun negara, mengelola pemerintahan, terlebih menata kehidupan dunia, tidak mungkin hanya dilakukan oleh para aktivis Islam saja. Ini adalah misi bersama yang hanya bisa dicapai jika melibatkan sebanyak mungkin komponen masyarakat.

“Karena perjuangan untuk itu, termasuk di dalamnya unsur kemanusiaan, sosial, ekonomi, politik dan seluruh unsur yang dibutuhkan adalah misi bersama," ujar Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dalam pidatonya pada Konferensi Internasional bertema Islamic Unity and New World, yang diselenggarakan oleh ESAM (Ekonomik ve Sosyal Arastimalar Merkezi) ke-21, Minggu (27/5/2012) di Istanbul, Turki.

Pada konferensi yang dihadiri oleh utusan lebih dari 50 negara itu Luthfi menyatakan, sinyal kebangkitan dunia Islam semakin jelas terlihat dalam dua dekade terakhir. Kebangkitan dunia Islam ini, lanjut Luthfi, harus diiringi dengan kesiapan para aktivis Islam untuk berdialog dan bekerjasama dengan berbagai unsur, baik di level nasional maupun internasional guna mencapai misi bersama. Yakni menciptakan tatanan dunia atau membangun peradaban dunia yang lebih berkeadilan.

Lebih lanjut Luthfi menyatakan, semua negara sangat membutuhkan pengalaman negara lain di berbagai bidang baik ekonomi, sosial, dan politik. Untuk itu dunia Islam perlu membangun kerjasama, baik sesama negara Islam maupun dengan negara-negara lain di berbagai belahan dunia.

Dunia Islam tak pernah kekurangan pakar di berbagai bidang. Dan kepakaran itu akan terejawantahkan dan tersalur ketika pintu-pintu kerjasama dan keterlibatan mereka dibuka. Sehingga mereka secara bersama-sama dapat berkontribusi membangun peradaban dunia masa depan. [mah]



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Warga Jakarta di Inggris Dukung Hidayat-Didik

Selasa, 29 Mei 2012


Metrotvnews.com, London: Dukungan untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, Hidayat Nur Wahid-Didik J. Rachbini terus mengalir. Kini giliran warga Indonesia di Inggris. Deklarasi dukungan untuk pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera itu digelar di depan stadion tenis Wimbledon, London, baru-baru ini.

Para peserta yang hadir dalam acara deklarasi dukungan untuk Hidayat-Didik berasal dari berbagai kalangan, mulai dari profesional, mahasiswa, hingga ibu rumah tangga. Mereka mengenakan kaos HNW-Didik dan membentangkan spanduk dukungan kepada pasangan bernomor empat tersebut.

Perwakilan warga pendukung Hidayat-Didik, Irwan Darmasakti, mengatakan acara ini adalah salah satu bentuk kepedulian untuk melihat Jakarta yang lebih baik. "Kami yakin calon gubernur Hidayat Nur Wahid mampu menata Jakarta. Dengan reputasi dan pengalaman beliau menjadi ketua MPR, kami percaya Hidayat layak diberi kesempatan untuk memimpin Jakarta," kata Irwan.

"Apalagi Hidayat didampingi oleh cawagub Didik Rachbini yang tidak kalah berkualitas. Komposisi ini semakin membuat kami yakin bahwa inilah pasangan terbaik di pemilihan gubernur Jakarta kali ini," imbuh Irwan.

Irwan menjelaskan pihaknya berharap pemilihan gubernur Jakarta akan berjalan bersih, jujur, dan sportif, nilai-nilai yang sangat dijunjung tinggi dalam olahraga.

Deklarasi dukungan ke Hidayat-Didik dari warga Indonesia di luar negeri ini bukan yang pertama. Sebelumnya acara serupa antara lain diselenggarakan di Australia, Malaysia, Jepang, dan Arab Saudi.(Andhini)




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

PKS Jalin Kerjasama dengan Federation of Islamic Medical Assocation (FIMA)

BOGOR - Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 11-13 Mei 2012 FIMA (Federation of Islamic Medical Assocation) bekerja sama dengan Departemen Dakwah Bidang Pembangunan Umat BPU DPP PKS melaksanakan pelatihan dampak bahaya HIV/AIDS yang diadakan di vila ratu Caringin-Bogor Jawa Barat mengundang 50 peserta yang berasal dari seluruh propinsi se-Indonesia. Pelatihan ini menghadirkan pakar penyakin kelamin dan HIV/AIDS Prof. Dr Abdul Hamid Qudha, B.Sc, M.Sc, M.Phil, Dp.Bact, Ph.D (U.K) berkebangsaan Jordania dan Dr Muhammad Syalabi yang berkebangsaan Mesir namun berdomisili di Riyadh Arab Saudi. Dalam kesempatan yang sama juga mengundang pemateri dari Komite Penanggulangan Aids Nasional (KPAN) Halik Sidik Asisten departemen kelembagaan KPAN.

Pemilihan tempat acara di Puncak bogor lebih menarik, karena peserta akan diajak untuk menikmati indahnya alam segar Bogor. Banyak warga Jakarta menghabiskan waktu libur mereka untuk berekreasi ke Puncak walaupun posisi tempat acara bukan di puncak melainkan di Suka bumi. Kami sempat bertanya kepada panitia tentang peristiwa jatuhnya pesawat sukhoi, dan ternyata gunung tempat kami tinggal sangat dekat dan bagian dari gunung Salak.

Pembahasan mengenai Aids dimulai dengan pengenalan tentang bakteri atau Mikroba, yang mana di dalam tubuh manusia terdapat 40-45 Milyar Anti Bodi yang nantinya akan mempermudah penghancuran jasad manusia ketika dialam kubur. Sebagaimana dalam pembukaan acara yang mendatangkan Anggota DPR-RI Komisi XI, H. Anshar Siregar, Lc pernah menyampaikan kepada Mentri Kesehatan RI tentang jumblah anggaran kesehatan yang mencapai 30 Triliyun namun belum menyentuh kepencegahan penyakin-penyaki yang semakin hari semakin beragam jenis penyakit yang muncul, sehingga antara usulan dari komisi XI hampir senada dengan motto FIMA adalah “al-wiqayatu afdhalun minal ‘ilaj”, Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Belum lagi permasalahan HIV/AIDS yang sampai saat ini belum ada obatnya, sekarang bermunculan penyakit-penyakit kelamin yang mematikan, misalnya Sufilis, Seilend, Gonore, Herpes geniteli, Kondiloma akuminata, klamida trahomatis.

Dalam persentasi Prof. Dr Abdul Hamid Qudha menyampaikan bahwa bakteri adalah makhluk Allah, namun ketika manusia sewenang-wenang dan bergelimang dalam kemaksiatan, maka bakteri itu akan berubah menjadi penyakit yang berbahaya. Dari 87% bakteri yang bermanfaat, ada 10% bakteri yang berubah menjadi penyakin bila kekebalan tubuh manusia berkurang, adapun bakteri berbahaya hanya 3%. Namun dari 3% bakteri yang berbahaya, ia tidak akan berpindah melalui makanan, minuman, udara, dan air, akan tetapi ia menular melalui hubungan di luar nikah atau lebih dikenal dengan zina.

Hasil survei dunia tentang HIV/AIDS, ada beberapa cara penularannya. Faktanya, 72% menular melalui Seks di luar nikah, 8% menular melalui perselingkuhan, 8% melalui penggunaan obat-obatan terlarang, 4% melalui darah, dan 8% melalui cara yang belum terdeteksi. Dari jumblah total penularan HIV/AIDS, 88% penularanya melalui pekerjaan yang diharamkan di dalam agama Islam. Adapun agama selain Islam tidak membahas mengenai masalah bahaya Zina, dan obat-obatan terlarang.

Di Amerika, penyebaran HIV/AIDS disebabkan karena penyimpangan seksual (Homo, Lesbian, dkk) yang mencapai angka 58%, 25% dari penggunaan obat-obat terlarang, 8% disebabkan oleh pezinaan, 8% melalui cara yang belum terdeteksi, dan melalui darah 1%. Dari total jumlah penularan HIV/AIDS, 91% tertular melalui pekerjaan yang di haramkan di dalam agama Islam.

sedangkan di Inggris, hasil penelitian Prof Qudha, penularan HIV/AIDS melalui penyimpangan seksual mencapai 57%, Zina 26%, Obat-obatan terlarang 8%, penularan dari ibu yang terkena Aids 2%, darah 4%, dan melalui cara yang belum terdeteksi sekitar 3%. Bisa dipastikan sekitar 91% penularan Aids di Inggris melalui pekerjaan-pekerjaan yang dilarang di dalam agama Islam.

Apakah Kondom Solusi

Dunia sedang gencar-gencarnya mengampanyekan tentang pemakaian kondom agar terhindar dari HIV/AIDS. Namun pertanyaanya adalah, apakah kondom itu merupakan solusinya. Dari pemaparan prof Qudha dan Dr Muhammad Syalabi sangat bersebrangan dengan paparan dan penyampaian dari KPAN yang mengatakan bahwa kondom adalah solusi untuk menurunkan angka penyebaran HIV/AIDS. Prof Qudha menegaskan bahwa pori-pori kondom setelah diteliti lebih besar dari pada bakteri HIV/AIDS. Jadi, pemakaan kondom bukanlah solusi untuk menurunkan angka penularan HIV/AIDS, namun solusi yang konkritnya adalah bagaimana upaya Negara dan lembaga-lembaga sosial untuk menurunkan angka pelaku perzinaan.

Di akhir acara Prof Qudha menyampaikan pesan bahwa amanah untuk memakmurkan dunia ini adalah amanah Allah yang harus diemban manusia, oleh karena itu mulai dari sekarang kita mendidik anak-anak kita dan generasi-generasi kita yang akan mewariskan dunia ini agar selalu dibekali dengan nilai-nilai agama. Nilai-nilai agama ini tidak harus memaksa orang masuk Islam, namun bagaimana kita berupaya agar penduduk dunia berprilaku Islami, yang pada akhirnya penduduk dunia akan menilai dan melihat bahwa Islam adalah agama solusi.***

*pengirim berita: afrial_hidayat@yahoo.com


___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Syiar Kebaikan

Oleh Asma Nadia

Masih adakah orang jujur di negeri ini? Maafkan jika awalnya saya merasa pesimistis. Betapa tidak, saya berpijak di negeri di mana praktik korupsi dan kolusi marak serta hukum yang konon bisa dipermainkan. Istilah mencari jarum dalam tumpukan jerami mungkin masih lebih mudah ketimbang menemukan sosok jujur dan penuh integritas di Tanah Air.

Namun, pertemuan dengan sejumlah orang memaksa saya berpikir ulang. Sebuah workshop kepenulisan, sebenarnya ini merupakan pertemuan kedua kami. Pesertanya adalah staf Ditjen Pajak, yang sejauh ini telah menerbitkan dua buah buku yang mengisahkan ragam tantangan, godaan, serta peluang untuk berbuat godaan, serta peluang untuk berbuat tidak benar, yang dihadapi.

Pendeknya semua catatan hati para pegawai pajak yang mati-matian berjuang menegakkan nurani untuk menghindari korupsi. “Seharusnya, Ditjen Pajak menjadi Robinhood, yang mengambil sebagian dari kekayaan masyarakat mampu--tetapi dengan cara yang benar--lalu dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak.“ Perumpamaan menarik, pikir saya terhadap kalimat salah satu peserta workshop.

Propaganda? Saya tidak menya Propaganda? Saya tidak menyalahkan jika ada yang berpikir demikian. Seperti pembuka tulisan ini, kadang sulit untuk menerima kenyataan bahwa bagaimanapun kejujuran masih bisa dikenali di negeri ini. Istilah bad news is a good news, turut memberi andil dalam pemaparan lebih banyak berita buruk, yang saking dieksploitasi sedemikian rupa, kadang nyaris tak menyisakan jejak kebaikan.

Tidak salah, sebab keburukan wajib diberitakan agar ada langkah perbaikan dan pengawasan dari publik. Tapi, hal-hal baik juga harus diangkat secara proporsional. Supaya masyarakat tidak melulu akrab dengan perwakilan keburukan, seperti para koruptor, hingga ketika dimunculkan figur yang jujur, sulit menerimanya tanpa prasangka.

Pertemuan dengan sejumlah peserta workshop--yang ingin belajar menulis dalam ikhtiar mensyiarkan kejujuran itu--menggugah hati saya. Antusiasme mereka untuk menebalkan semangat perjuangan demi Indonesia yang lebih baik dan bermartabat--terasa menular. Pelanpelan rasa optimisme terhadap keberadaan pribadi-pribadi jujur di Tanah Air yang awalnya meredup, lalu menyala kembali.

Pada akhirnya saya tahu, tidak boleh kehilangan kepercayaan terhadap keberadaan orang-orang yang memegang teguh kejujuran. Khususnya setelah pertemuan dengan sejumlah staf dari instansi pemerintah yang konon termasuk `paling basah' itu. Sosok panutan terkait kejujuran kemudian juga saya jumpai di Departemen Kehakiman, kepolisian, jaksa, dan di berbagai lembaga pemerintahan lain. baga pemerintahan lain.

Teringat kisah salah satu alumni workshop ketika bukunya, Pergi Haji dengan Rp 100, terbit. Saat judul ini saya lontarkan banyak yang tidak percaya. Bagaimana mungkin sese orang bisa pergi haji dengan uang seratus rupiah? Tetapi, ini kisah nyata seorang pegawai negeri yang gajinya pas-pasan sehingga, bahkan perjalanan mimpi ke Tanah Suci, harus dimulai dengan menabung keping demi keping uang seratus rupiah.

Tapi, bukan hanya itu yang me narik, melainkan kenyataan bahwa narik, melainkan kenyataan bahwa penulis adalah pegawai Kementerian Keuangan. Dengan embel-embel demikian di mata awam, bukankah seharusnya mudah saja baginya untuk mendapatkan pemasukan sampingan di luar gaji? Karenanya, saya bersyukur sang pegawai negeri--yang tahun lalu akhirnya berhaji bersama istri--kemudian menulis perjuangannya yang sangat mungkin menginspirasi orang lain.

Mengabadikan semangat kebaikan lewat tulisan. Ya, mengapa tidak? Mungkin dengan demikian, kita bisa mengubah warna negeri yang pucat. Mengabarkan optimisme akan adanya sosok-sosok jujur di Tanah Air. Masih banyaknya pribadi baik. Hanya saja, banyak di antara mereka yang diam atau luput dari pandangan.

Dan tulisan, adalah satu media berjuang untuk meluruskan hal-hal yang menyimpang serta memopulerkan semangat dan jejak kebaikan.[]

*REPUBLIKA (26/5/12)



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Luthfi Hasan Ishaaq: Aktivis Islam Harus Membuka Diri

ISTANBUL — Para aktivis Islam perlu membuka diri, serta membangun relasi dan kerja sama yang produktif dan berkesinambungan dengan beragam kelompok masyarakat. Karena membangun negara, mengelola pemerintahan, terlebih menata kehidupan dunia, tidak mungkin hanya dilakukan oleh para aktivis Islam saja. Ini adalah misi bersama yang hanya bisa dicapai jika melibatkan sebanyak mungkin komponen masyarakat.

“Karena perjuangan untuk itu, termasuk di dalamnya unsur kemanusiaan, sosial, ekonomi, politik dan seluruh unsur yang dibutuhkan adalah misi bersama." Demikian paparan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq dalam pidatonya pada Konferensi Internasional bertema Islamic Unity and New World, yang diselenggarakan oleh ESAM (Ekonomik ve Sosyal Arastimalar Merkezi) ke-21, Minggu (27/5) di Istanbul, Turki. ESAM adalah sebuah lembaga kajian sosial dan ekonomi di Turki.

Pada konferensi yang dihadiri oleh utusan lebih dari 50 negara itu Luthfi menyatakan, sinyal kebangkitan dunia Islam semakin jelas terlihat dalam dua dekade terakhir. Kebangkitan dunia Islam ini, lanjut Luthfi, harus diiringi dengan kesiapan para aktivis Islam untuk berdialog dan bekerjasama dengan berbagai unsur, baik di level nasional maupun internasional guna mencapai misi bersama. Yakni menciptakan tatanan dunia atau membangun peradaban dunia yang lebih berkeadilan.

Lebih lanjut Luthfi menyatakan, semua negara sangat membutuhkan pengalaman negara lain di berbagai bidang baik ekonomi, sosial, dan politik. Untuk itu dunia Islam perlu membangun kerjasama, baik sesama negara Islam maupun dengan negara-negara lain di berbagai belahan dunia.

Luthfi juga menyatakan, dunia Islam tak pernah kekurangan pakar di berbagai bidang. Dan kepakaran itu akan terejawantahkan dan tersalur ketika pintu-pintu kerjasama dan keterlibatan mereka dibuka. Sehingga mereka secara bersama-sama dapat berkontribusi membangun peradaban dunia masa depan.

*http://www.pks.or.id/content/luthfi-hasan-ishaaq-aktivis-islam-harus-membuka-diri



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Pelajaran dari Lady Gaga

Senin, 28 Mei 2012

Tajuk Republika (28/5/12)

Lebih dari dua pekan, berbagai kalangan `berjuang' menolak rencana konser penyanyi urakan asal Amerika Serikat, Lady Gaga. Penolakan yang dilakukan terus-menerus, terutama oleh umat Islam melalui berbagai organisasi, akhirnya membuahkan hasil.

Kuasa hukum Big Daddy--promotor yang mendatangkan Lady Gaga untuk tampil di Gelora Bung Karno Jakarta pada 3 Juni 2012--Minola Sebayang menyatakan, penyanyi bernama lengkap Stefani Joanne Angelina Germanotta itu batal tampil di Indonesia. Dalam pernyataan persnya, Ahad (27/5), Sebayang memberi alasan pembatalan tersebut bukan karena tidak mendapatkan izin. Melainkan, lebih pada persoalan keamanan.

Tentu saja gagalnya Lady Gaga tampil di Jakarta menjadi angin segar bagi masyarakat karena suara mereka yang disampaikan dengan cara damai didengar. Dalam alam demokrasi seperti saat ini, penolakan mayoritas masyarakat seharusnya menjadi pertimbangan utama bagi promotor, pemerintah, maupun aparat keamanan dalam mengeluarkan izin sebuah kegiatan. Konser-konser yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat harusnya mendapat perhatian yang lebih bagi aparat terkait.

Banyak pelajaran yang dapat kita petik dari rencana konser Lady Gaga. Pertama, masyarakat mempunyai hak untuk menyuarakan penolakan terhadap sebuah konser apabila penyanyi yang ditampilkan bertentangan dengan budaya dan akhlak Indonesia, baik dalam konteks berbangsa maupun beragama.

Namun, hendaknya penolakan masyarakat dilakukan dengan cara-cara yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penyampaian aspirasi yang dilakukan masyarakat harus dengan akhlak dan norma yang baik. Jangan sampai penolakan konser karena penyanyi yang akan tampil dikhawatirkan merusak akhlak dan budaya Indonesia, tapi saat berdemo menolak kehadiran mereka dilakukan dengan cara merusak.

Kedua, aparat keamanan dan instansi terkait ke depannya harus lebih berhati-hati dalam mengeluarkan izin sebuah konser penyanyi dari luar. Baik kepolisian maupun instansi pemerintah yang berwenang melahirkan izin, harus mempertimbangkan banyak faktor sebelum memberi lampu hijau kepada promotor. Aparat keamanan dan instansi pemerintah mempunyai peran yang sama dengan tokoh masyarakat dalam menjaga ketenangan dalam hidup bermasyarakat. Persyaratan izin yang ketat untuk konser hendaknya menjadi dasar bagi aparat agar kasus penolakan Lady Gaga tidak terulang.

Pelajaran ketiga adalah promotor harus lebih arif dalam mendatangkan penyanyi. Walaupun Indonesia merupakan negara demokrasi terbesar dengan pers yang bebas, bukan berarti penyanyi seperti apa pun bisa tampil di Tanah Air. Para promotor sudah selayaknya mendatangkan penyanyi-penyanyi yang berkualitas, namun tidak dilengkapi dengan kontroversi. Apalagi, bila kontroversi tersebut menyangkut pornoaksi dan sangat bertolak belakang dengan budaya di Indonesia. Selama ini, banyak penyanyi kelas dunia tampil di Jakarta dan tidak ada penolakan karena penampilan mereka dapat diterima masyarakat dengan baik.

Batalnya Lady Gaga manggung bisa juga untuk menunjukkan kepada dunia internasional bahwa bangsa ini mempunyai norma dan budaya yang kuat. Indonesia mempunyai harga diri dan kekuatan untuk menolak penampilan musikus dunia yang tidak pantas tampil di tengah masyarakat Indonesia. []



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

PKS: Pelarangan Konser Lady Gaga Harus Dihormati

PelitaOnline - MERESPON keputusan resmi Polda Metro Jaya yang melarang dilaksanakannya konser Lady Gaga di Indonesia, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta beberapa pihak menghormati keputusan tersebut. Karena pelarangan tersebut memang wewenang Kepolisian RI.

"Saya apresiasi positif, toh bukan Indonesia saja yang menolak. Atas keputusan yang telah diambil oleh kepolisian kita semua harus menghormati, karena ini memang tugas dan kewenangan mereka," ujar anggota komisi III DPR Fraksi PKS Aboe Bakar Al Habsyi, Minggu (27/5).

Negara-negara yang menolak konser Lady Gaga di antaranya Cina, Filipina, Korea Selatan, Lebanon dan Singapura.

"Semoga diskursus soal perizinan ini segera dapat diakhiri, karena tidak membawa kebaikan untuk bangsa ini, ini terlalu menguras energi bangsa ini. Masih banyak persoalan bangsa yang lebih besar dan harus segera diselesaikan," jelasnya.

Selain itu, Aboe juga meminta promotor dapat menyelesaikan persoalan tiket yang telah dibeli calon penonton. Konsumen harus mendapatkan pengembalian tiket sebagai hak mereka.

"Ya, itu sebuah risiko bisnis ketika mereka menjual tiket konser yang belum beres perijinannya. Saya berharap ke depan kejadian seperti ini tidak terulang. Penyelenggara bebas menjual tiket padahal belum mengantongi izin, pasti konsumen yang akan dirugikan," katanya.

Lebih jauh Aboe juga mengingtkan kepada pemerintah agar pembatalan konser tersebut tidak berpengaruh terhadap iklim investasi Indoensia,

"Jangan sampai alasan keamanan jadi kambing hitam. Saya khawatir nantinya dianggap seolah Jakarta ini tidak aman, kan enggak bagus buat iklim investasi di Indonesia," tandasnya.



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Penjaringan Caleg PKS Terbuka Bagi Semua Agama

TRIBUNNEWS.COM NUNUKAN,- Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Nunukan, Kaltim, M Nasir menyampaikan, saat ini partainya mengadakan penjaringan bakal calon legislatif (caleg) yang akan dicalonkan pada Pemilu 2014.

Penjaringan ini dibuka untuk umum dari segala golongan termasuk etnis, suku ataupun agama. Karena itu, bagi yang ingin mendaftar dapat datang ke Skretariat DPD PKS Nunukan atau menghubungi pengurus ditingkat DPC atau ranting di wilayah masing-masing.

Nasir mengatakan, penjaringan sengaja dilakukan lebih awal agar para caleg tersebut punya kesempatan yang luas untuk sosialisasi diri ke masyarakat. Sehingga pemilihpun tahu latar belakang caleg secara baik.

Dengan begitu, pihaknya optmistis bisa meraih tiga besar pada Pemilu 2014 di Kabupaten Nunukan.

Soal kemungkinan masuknya calon dari kalangan non muslim, Nasir mengatakan hal tersebut dimungkinkan saja tergantung pada kondisi daerah itu serta dukungan masyarakat.

"Kita membuka diri demi kemajun bersama," ujarnya.

Apa yang dilaksanakan saat ini masih sebatas penjaringan, sebagai tahap awal dari keseluruhan seleksi sambil menunggu petunjuk teknis dari DPP.

"Intinya kami memberikan kemudahan dan kami juga sudah membentuk tim penjaringan tokoh bakal caleg ditingkat DPD hingga DPC," ujarnya.

Nasir mengatakan, Insya Allah penjaringan ini akan disambut baik oleh tokoh masyarakat, karena memang begitu banyak kegiatan partai ini yang telah dirasakan manfaatnya. Selain itu PKS masih dikenal sebagai partai bersih dan peduli, serta senantiasa melayani masyarakat. Saat ini ada beberapa tokoh yang sudah menyatakan kesediaannya untuk bergabung dengan PKS.



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Aidh Al-Qarni pun Melaknat & Mendoakan Kebinasaan Rezim Biadab Suriah

Minggu, 27 Mei 2012

DR. Aidh Al-Qarni yang terkenal kelembutannya, tidak dapat membendung amarahnya atas pembantaian yang terjadi di kota Haulah, Suriah.

Dia mengatakan, "Tentara Suriah melihat dataran tinggi Golland diinjak-injak tentara zionis, namun mereka tidak tergerak untuk mengarahkan senjatanya kepada zionis. Justeru mereka arahkan senjatanya kepada rakyatnya sendiri..."

"Laa haula wa laa quwwata illa billah, saya saksikan di pagi hari, pembantaian di Haulah, anak-anak di propinsi Homs Suriah dibunuh dalam keadaan tangan terikat. Hanya kepada Allah tempat mengadu. Semoga rezim Suriah mendapatkan laknat Allah berturut-turut.."

Dia lanjutkan lagi, "Adakah seorang muslim atau siapa saja orang merdeka di dunia ini tidak gemetar melihat pemandangan memilukan tsb? Demi Allah, saya telah membaca sejarah serbuan tentara Mongol, namun tidak saya dapatkan kesadisan dan kehinaan sebagaimana telah dilakuan rezim Assad terhadap rakyatnya sendiri yang muslim."

"اللهم يا عزيز يا جبار، يا واحد يا قهار، اقصم ظَهْر بشار.. اللهم إن النظام السوري ولغ في الدماء، وقتل الأطفال والنساء، ورفض شريعة سيد الأنبياء، اللهم غل يديه، وأعمِ عينيه وابتر قدميه".

Ya Allah, Yang Maha Mulia lagi Kuasa, Yang Maha Esa dan Perkasa, lumpuhkanlah Basyar. Ya Allah, rezim Suriah haus darah, membunuh anak-anak dan wanita, menolak syariat para nabi. Ya Allah ikatlah tangan mereka, butakan mata mereka dan putuskan kaki-kaki mereka...."

http://sabq.org/Akifde


*pengirim berita: Ustadz Abdullah Haidir, Lc (Riyadh)


-----

Tentara Suriah Tembak Mati 32 Anak-anak

Liputan6.com, Homs: Jumlah korban tewas dalam serangan tentara pemerintah terhadap warga sipil di kawasan Suriah tengah dilaporkan naik menjadi lebih dari 90 orang. Demikian pernyataan kelompok oposisi dan saksi, Sabtu (26/5) waktu setempat. Hal ini juga memunculkan pertanyaan tentang efektivitas dari misi pemantauan PBB yang seharusnya mengamati gencatan senjata di negara itu.

Laman San Francisco Gate menuliskan, Ahad (27/5), para pejabat PBB mengkonfirmasi sedikitnya terdapat 32 anak-anak di antara jumlah korban tewas tersebut. Para korban tewas dan terluka ketika pasukan Suriah yang setia kepada Presiden Bashar Assad menyerbu desa Taldo di Houla, Homs, selama beberapa jam pada Jumat malam.

Insiden ini tampaknya menjadi salah satu serangan tunggal paling berdarah dan mematikan selama aksi pemberontakan 14 bulan yang melawan pemerintahan Assad sejak rapuhnya gencatan senjata PBB yang diberlakukan 12 April silam [baca: Suriah Kembali Berdarah, 50 Orang Tewas]. (Vin)




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Mereka yang NEBENG Status Aktifis Dakwah

Sabtu, 26 Mei 2012

semoga bukan anda....

Ngaku kader tapi nda pernah mengkader
Sukannya bernostagia dan rihlah aja
Kalau disuruh membina males-malesan

Ngaku Sholeh, tapi nda mampu mensholehkan orang lain
Di kelas jadi gunjingan, di kos di kucilkan,
di rumah nda mampu memberi warna

Ngaku baik, tapi nda ada langkah konkrit
sukanya mengkritik dan TAK berfikir apa yg sudah dilakukan

Ngaku pengin melayani umat,
tapi nda mau memasyarakat
Sukanya berkumpul dengan kalangan sendiri dan lebih suka zona nyaman

Ingin memperbaiki orang lain,
dia saja bingung mau memperbaiki diri sendiri
Sudah tahu kekuranganya, tapi tak mau BERBENAH diri

Punya mimpi memperbaiki dunia,
sementara dirinya nda tahu mana yang harus di perbaiki dulu
hanya bisa berangan-angan tapi tumpul realisasi


by: arief setiyadi
http://www.facebook.com/asetiyadi





___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Kultwit @dedhi_suharto : Rajab & Palestina

Jumat, 25 Mei 2012




Oleh dedhi suharto
@dedhi_suharto
Penulis buku Negarawan Qur'ani (2009)



  1. Bismillahirrahmanirrahim, saya share sedikit ttg #Palestine dan hubnya dg umat Islam Indonesia.

  2. Semalam saya dapat pencerahan terkait QS Al Isra ayat 1 ttg makna "baaroknaa haulahu". Pencerahan yg mencerdaskan.

  3. QS Al Isra ayat 1 sbgmn yg kita tahu menceritakan perjalanan Nabi SAW dari masjid al Haram Mekah ke masjid al Aqsha di #Palestine.

  4. Dijelaskan bahwa masjid al Aqsha di #Palestine itu diberkahi sekelilingnya ("baaroknaa haulahu").

  5. Secara klasik kita memahami bahwa itu berarti tempat2 sekitar masjid al Aqsha di #Palestine itu diberkahi. Dan memang benar demikian.

  6. Ternyata pemahaman yg lebih luas dan kontemporer menunjukkan bahwa "haulahu"/sekitarnya ini tdk saja bermakna tempat yg dekat #Palestine.

  7. Tetapi biarpun tempatnya jauh seperti Indonesia, bila memperhatikan masjid al Aqsha dan masalah #Palestine, juga termasuk "haulahu".

  8. Sepanjang pengetahuan saya, setidaknya sebagian umat Islam Indonesia senantiasa memberikan perhatian terhadap masalah #Palestine.

  9. Pun di era Soeharto, masy Indonesia mendukung gerakan intifadhah masyarakat #Palestine. Baik dg unjuk rasa ataupun dg penggalangan dana.

  10. Intifadhah yg ditandai dg aksi lempar batu org dewasa maupun remaja #Palestine ini ternyata mampu mempertahankan eksistensi #Palestine.

  11. Dan kita patut bersyukur bahwa umat Islam Indonesia berperan aktif mendukung intifadhah di #Palestine yg menjadikan kita sbg "haulahu".

  12. Salah satu wanita muslim kita yg memperjuangkan #Palestine adalah alm. Ustadzah Yoyoh Yusroh.

  13. Krnnya bila Anda brkunjung ke #Palestine, muslim di sana akan ajak bicara ttg ustz. Yoyoh. Menunjukkan kita ini dekat (haulahu) dg mrk.

  14. Krn kita "haulahu" min masjid al Aqsha #Palestine, maka kita pun mendapatkan keberkahannya.

  15. Saat krisis moneter trjadi dan brlanjut dg kerusuhan, sungguh saya sendiri khawatir Indonesia akan seperti Uni Soviet. Bubar.

  16. Dan ternyata NKRI tetap eksis. Saya yakin itu bagian dari keberkahan karena kita "haulahu" min masjid al Aqsha #Palestine.

  17. Karena itu di saat kita krisis negarawan spt saat ini, saya sudah mulai punya standar tokoh yg akan saya dukung sbg presiden.

  18. Capres kita itu hendaknya org yg perhatian terhadap #Palestine, baik dg tulisannya, demonstrasinya, maupun dananya.

  19. Ya Allah jdkan kami sahabat2 #Palestine, yg mendukung perjuangan mrk hg kami menemuiMu. Krnnya berkahilah kami dan negeri Indonesia ini.

  20. Cukup kultwit singkat #Palestine. Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubuu ilaik.




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Menguasai Hati Orang Lain | Sihir yang dibolehkan

Oleh Ust. Farid Nu’man

Mukadimah

Ada seorang bertanya kepada ulama, “Adakah sihir yang dibolehkan?”, jawab ulama itu, “ Ada , yaitu senyummu kepada saudaramu.”

Diriwayatkan tentang Imam Sufyan ats Tsauri, bahwa dia amat sering menangis di tengah malam dalam sujud panjangnya dan dikegelapan kamarnya. Namun ia amat murah senyum di siang harinya ketika berinteraksi dengan manusia. Hatinya lembut kepada manusia, sehingga mereka mencintainya, mendengarkan petuahnya, dan menunggu nasihatnya. Itulah balasan yang Allah ‘Azza wa Jalla berikan untuknya, lantaran sikapnya yang mempesona di mata manusia.

Imam Aun menceritakan tentang gurunya, yaitu Imam Muhammad bin Sirrin radhiallahu ‘anhu, bahwa ia adalah orang yang amat keras dan ketat terhadap dirinya sendiri, namun begitu fleksibel dan banyak memberikan kemudahan kepada orang lain. Begitu pula Imam Muzani (murid Imam Syafi’i), ia disifati manusia sebagai, “Seorang yang sangat mempersempit dirinya sendiri dalam kewara’an, sedangkan terhadap orang lain ia memberikan kelonggaran yang seluas-luasnya.”

Imam Sufyan ats Tsauri pernah berkata –sebagaimana yang dikutip Imam an Nawawi dalam Majmu’ Syarah al Muhadzdzab, “Sesungguhnya fiqih itu adalah keringanan yang datang dari orang yang dapat dipercaya, sedangkan berlaku keras dan menyulitkan itu dapat saja dengan mudah dilakukan setiap orang.”

Imam Hasan al Bashri berkata, “Sesungguhnya sejelek-jeleknya hamba Allah adalah yang mendatangkan persoalan-persoalan yang buruk, dan dia menyusahkan hamba Allah yang lain dengan hal itu.”

Imam al Auza’i berkata, “Jika Allah hendak mencegah hambaNya dari berkah ilmu, ia memberikan persoalan-persoalan ruwet di mulut orang itu.”

Imam Atha’ berkata, “Jika kalian dihadapkan pada dua perkara, bawalah kaum muslimin kepada yang lebih mudah di antara keduanya.”

Imam Asy Sya’bi berkata, “Sesungguhnya seseorang diberi dua pilihan, lalu dia memilih yang paling mudah di antara keduanya, dia akan disenangi Allah.”

Demikianlah para salafus shalih. Mereka begitu menghargai kemanusiaannya manusia, mengetahui sisi kejiwaan para mad’u, dan terlebih dari itu, mereka amat piawai dalam menerapkan dan menempatkan syariat ini sebagaimana mestinya. Amat berbeda dengan manusia (baca: sebagian para da’i) sekarang, lebih banyak menyulitkan dibanding memberikan kemudahan, mengancam dibanding kabar gembira, menyempitkan dibanding toleransi, melarang-larang dibanding memberikan alternatif, menuduh dibanding berbaik sangka, memvonis dan menghakimi dibanding mengajak dengan lembut. Memanggilnya dengan panggilan yang mengerikan seperti mubtadi’ kabir (gembongnya pelaku bid’ah), mudhill (orang yang sesat), dan lain-lain, dibanding mendoakannya seperti hadanallahu wa iyyah (semoga Allah memberikan petunjuk kepada kita dan dia) atau saddaddallahu khuthahu (semoga Allah meluruskan langkahnya). Mereka mencaci memaki kegelapan, dibanding menyalakan lilin.

Menguasai Hati Orang Lain

Objek da’wah, walau ia ahli maksiat dan pelaku kesesatan, adalah manusia yang memiliki hati sebagaimana lainnya. Hati adalah pintu pertama kegoncangan jiwa, sebagaimana menjadi pintu pertama terhadap petunjuk. Ia bisa berontak jika ditusuk, melawan jika disakiti, dan menjauh jika dikeraskan. Maka jagalah perasaan manusia, rebutlah hati mereka dengan lembutnya seruan, hikmahnya lisan, dan santunnya akhlak. Anda tidak bisa menguasai orang lain kecuali dengan senyuman, tutur kata yang sopan, kedermawanan, dan keteladanan. Berikan mereka harta yang banyak, namun dengan cara melempar, kasar dan di ungkit-ungkit, maka ia akan menolak harta tersebut walau amat membutuhkannya. Sekalipun menerima, ia amat terpaksa dan menerima dengan air mata dan hati yang perih.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya kalian tidak mampu menguasai manusia dengan harta kalian, namun mereka dapat dikuasai dengan manisnya wajah dan akhlak yang baik.” (HR. Abu Ya’la, Imam Hakim menshahihkannya. Bulughul Maram, Bab At Targhib min Musawi al Akhlaq. no. 1341)

Tidak sedikit mad’u yang lari meninggalkan da’i lantaran luka dihati, kekecewaan, dan kesempitan yang ditawarkan kepada mereka. Sehingga pertemuan dengan da’I bukan suatu yang dirindukan, namun bagaikan pertemuan dengan jaksa penuntut umum yang siap memberikannya tuntutan dan sanksi, atau reserse yang siap menginterogasi dan membawanya ke penjara, atau guru killer yang siap memberinya setumpuk Pekerjaan Rumah. Tidak demikian wahai ikhwah, jangan begitu wahai da’i ….. Apakah kita mau da’wah ini justru menjadi fitnah menyeramkan bagi mereka lantaran kegarangan para du’at?

Mengikuti Uslub (metode) Al Qur’an

Al Qur’an hendaknya menjadi pedoman utama para da’i. Uslub tarbiyah dan da’wahnya amat indah dan mempesona, dan memberika keberuntungan yang amat besar bagi da’wah. Al Qur’an mengajarkan kita kelembutan dan menjauhi kekasaran dalam menghadapi manusia, agar ia mau mendekat, menerima seruan, dan mengikuti ajakan. Simaklah.

Allah Jalla wa ‘ Ala berfirman:
“Oleh karena rahmat dari Allah engkau bersikap lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Jadi, maafkanlah mereka dan memohonkan ampun bagi mereka.” (QS. Ali Imran: 154)

FirmanNya yang lain:
“Tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan) itu dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.” (QS. Al Fushilat: 34-35)

Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun ‘Alaihimassalam untuk menggunakan kata-kata yang lembut (Qaulan layyinan) ketika menda’wahi manusia paling zalim, Fir’aun, sebagaimana yang dikisahkan dalam surat Thaha ayat 44.

Selain itu, Al Qur’an yang ada ditangan kita telah mengajarkan, jika ia mengharamkan sesuatu pastilah diberikan alternatifnya. Al Qur’an telah mengharamkan riba dengan pasti, tetapi ia menghalalkan jual beli. Al Qur’an telah mengharamkan zina dan menilainya sebagai perbuatan amat keji, tetapi ia menghalalkan pernikahan, Al Qur’an melarang dengan tegas membunuh manusia dengan cara tidak haq, tetapi ia memerintahkan jihad dan mengagungkannya. Demikianlah Al Qur’an, tidaklah ia melarang sesuatu dan mencelanya melainkan ia juga memberikan alternatif dan solusinya. Ambillah ini sebagai pelajaran.

Tidak dibenarkan da’i melarang-larang manusia dari ini dan itu, tetapi ia tidak mendorongnya kepada hal yang lebih baik dan selamat, yang tentunya tidak bertentangan dengan syariat. Tidak dibenarkan ia melarang-larang anak-anak band dari hobinya itu, tanpa memberikan alternatif hiburan yang dibenarkan syariat. Tidak benarkan da’i mencaci maki para peminat media jahiliyah, tanpa menyodorkan media Islami. Tidak dibenarkan pula menuding film atau sinetron murahan dan picisan, tanpa memberikan gantinya yang lebih baik.


Mengikuti Uslub Rasulullah

Petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah sebaik-baiknya petunjuk. Bahkan jika manusia dalam kondisi fatrah (baca: futur) namun tetap di atas sunnahnya, beliau katakan ‘faqadihtada’ ( ia telah di atas petunjuk). Maka wajib bagi para da’i mengikuti jejaknya yang mulia, dan meneladani uslub da’wahnya yang bersinar.

Terhadap kaum yang menolak da’wahnya, ia berkata, “Allahummaghfirli qaumi fainnahum laa ya’lamun” (Ya Allah, ampunilah kaumku, sesungguhnya mereka kaum yang tidak mengetahui).

Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah itu lembut, menyukai kelembutan dalam segara urusan.” (HR. Muttafaq ‘Alaih. Riadhusshalihin. no. 631)

Dari ‘Aisyah pula, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya kelembutan itu tidaklah menjadikan sesuatu kecuali menambah indah, dan tidaklah dicabut dari sesuatu (kelembutan itu) kecuali menambah kejelekan.” (HR. Muslim. Ibid. no. 633)

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Siapa yang diharamkan dari sifat lembut, maka telah diharamkan dari semua kebaikan.” (HR. Muslim. Ibid. no. 636)

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda; “Sesungguhnya kalian tidak mampu menguasai manusia dengan harta kalian, tetapi mereka dapat dikuasai dengan manisnya wajah dan akhlak yang baik.” (HR. Abu Ya’la, Imam Hakim menshahihkannya. Bulughul Maram, bab. At Targhib min Musawi al Akhlaq. No. 1341)

Rasulullah pernah ditimpuki batu di Thaif ketika berda’wah kepada Bani Tsaqif, namun begitu beliau tetap tabah dapat mampu menahan diri, tidak emosional untuk membalas. Bahkan ketika malaikat penjaga gunung berkata kepadanya, “Apakah engkau meminta kepadaku agar membalikkan bumi tempat mereka tinggal ini?” Nabi menjawab, “Tidak, aku hanya memohon kepada Allah agar dari tulang sulbi mereka nanti akan lahir generasi yang menyembah Allah semata dan tidak menyekutukanNya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam Bukhari meriwayatkan, pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ada seorang pemuda yang menjadi ‘pelanggan’ hukuman hudud lantaran hobinya meminum khamr. Acapkali orang ini diserahkan kepada nabi, beliau melaksanakan hudud atasnya.

Sebagian sahabat ada yang berkata, “Semoga Allah merendahkannya, selalu saja dia dilaporkan kepada Nabi karena kasus khamr.”

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam marah seraya berkata, “Jangan berkata demikian, jangan menolong syetan lebih mudah memperdayakannya. Demi Zat yang jiwaku ada di tanganNya, aku tidak mengetahui dari orang ini kecuali bahwa dia mencintai Allah dan RasulNya.” (HR. Bukhari dari Umar radhiallahu ‘anhu dan Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)

Alangkah indahnya Rasulullah mendidik dan menyeru umatnya. Maka janganlah kita membuat manusia berputus asa dari rahmat Allah ‘Azza wa Jalla, walau sebesar apapun kesalahan dan dosa yang dilakukan. Hendaknya kita tetap menganggap mereka sebagai umat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, mereka memiliki potensi untuk berubah dan kembali kepada jalan yang benar. Bukankah dahulu kita pernah mengalami masa-masa jahiliyah sebagaimana mereka, atau mungkin kejahiliyahan yang melebihi mereka? Betapa sabar para pembimbing (murabbi) dan ustadz terhadap diri kta. Maka, jangan buat umat lari dari ampunan Allah Ta’ala yang teramat luas.

Mengikuti Uslub Para Sahabat

Para sahabat adalah bintang-bintang di antara manusia. Bintang, keberadaannya membuat indah langit di malam hari, begitu pula para sahabat Nabi di tengah-tengah umat. Adakah manusia yang membenci bintang? Petuah-petuah mereka adalah petunjuk yang lahir dari madrasah nabawiyah.

Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu berkata, “Orang-orang yang benar-benar faqih itu adalah orang yang tidak membuat manusia berputus asa dari rahmat Allah, namun tidak juga memberi keringanan kepada mereka untuk melakukan maksiat kepada Allah.” (diriwayatkan oleh Imam Ad Darimi secara mauquf, secara marfu’-nya terdapat dalam Jami’ al Ahadits wal Marasil)

Umar bin al Khathab radhiallahu ‘anhu berkata, “Ada tiga hal yang bisa membuat saudaramu mencintaimu, yaitu: memanggilnya dengan nama yang paling dia sukai, melapangkan tempat duduk baginya dalam suatu majelis, dan memulai ucapan salam.”

Ikhwah …. tidak sedikit para da’i yang memboikot manusia lantaran maksiat kecil yang dibuatnya. Ia tidak menyapanya, apalagi salam, tidak mau duduk satu majelis dengannya, tidak memanggilnya dengan panggilan kesukaannya. Justru di belakang ia menggunjingnya dengan mengatakan, ia jahil, ahlul hawa, ahlul ma’shiyah, dan lainnya. Tentu ini bertantangan dengan sunah Umar radhiallahu ‘anhu, dan akan membuat manusia semakin menjauhinya.


Mengikuti Uslub Para Ulama Rabbani

Imam Abdullah bin Mubarak pernah membuat syair:

Pada saat engkau bergaul dengan masyarakat yang penuh cinta kasih
Bersikaplah kepada mereka seolah-olah engkau saudara mereka
Jangan mencela setiap kekurangan kaum,
Atau engkau tidak akan pernah memiliki teman

Menjelang wafatnya, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dihadapkan ke kiblat dan berkata, “Aku bertobat dari perbuatanku yang mengkafirkan ahli kiblat (muslim).” Dia mengulanginya dua kali. Syaikh Aidh al Qarny berkata, “Ibnu Taimiyah adalah ulama yang sangat jarang mentakfir-kan orang walau ia sangat keras terhadap ahli bid’ah. Namun saat ini orang sangat gampang mentakfirkan karena dangkalnya ilmu fiqih mereka.“

Takfir memang ada dalam konsep Ahlus Sunnah, namun hanya boleh dilakukan jika syarat-syaratnya (dhawabith) terpenuhi, itu pun hanya dilakukan oleh ulama mumpuni atau sekelompok ulama yang melakukan ijtihad kolektif.

Imam Ibnul Qayyim dalam I’lamul Muwaqi’in-nya menyebutkan bahwa Imam Ahmad jika ditanya tentang masalah yang diharamkan dia berkata, “Aku tidak suka ini, aku takut ini diharamkan.”
Begitu pula ulama lainnya. Mereka lebih suka mengatakan ghairu masyru’ (tidak disyariatkan), lebih baik jangan, aku benci ini, mungkin engkau lupa. Dibanding mengatakan ini haram, sesat, kafir, Allah tidak menyelamatkanmu, kembalinya ke neraka, engkau pendusta, dan vonis menyeramkan lainnya. Namun demikian, mereka juga tidak segan akan mengatakan hal yang demikian itu jika permasalahannya jelas dan tidak samar keharamannya, kesesatannya, dan kekafirannya.

Dari Ibnul Junaid, dia berkata, bahwa Imam Yahya bin Ma’in mengatakan, “Pengharaman air anggur (nabidz) itu adalah shahih. Akan tetapi aku tidak mau berkomentar dan aku tidak mengharamkannya. Karena ada orang-orang shalih yang meminumnya dengan dalil hadits-hadits yang shahih. Dan ada orang shalih lainnya yang mengharamkannya, juga dengan hadits-hadits shahih.” (Siyar 11/87-88)

Imam Ahmad pernah ditanya tentang orang yang shalat sunah setelah ashar, ia menjawab, “Kami tidak melakukannya, namun kami tidak akan mencela orang yang melakukannya.”

‘Aisyah radhiallahu ‘anha pernah mengomentari ucapan Ibnu Umar yang melarang manusia menangisi mayit anggota keluarganya. Katanya, “Mudah-mudahan Allah mengampuni Ibnu Umar. Aku yakin ia tidak berdusta, tetapi dia lupa atau salah.” (HR. Malik dalam Muwatha’ Bab Al Janazah)

Demikianlah, manusia yang ilmunya luas akan mampu menahan lisan kotor dan kasar dalam mengomentari kesalahan manusia. Ada manusia yang amat keras terhadap saudaranya yang minum sambil berdiri, padahal manusia berselisih paham tentangnya. Ada yang menyebutnya makruh tahrim (makruh yang mendekati haram) seperti Syaikh al Albany dan Imam Ibnu Hazm, lantaran ada riwayat dari Anas bin Malik yang melarang minum sambil berdiri, katanya, “Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah melarang manusia minum sambil berdiri.” Qatadah bertanya: “Kalau makan bagaimana?” Dijawab, “Kalau makan berdiri itu lebih busuk dan jahat.” (HR. Muslim)
Adapun jika terlanjur minum sambil berdiri hendaknya memuntahkannya. (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)

Namun ada pula yang menyebutnya mubah (boleh). Sebab dari Ibnu Umar ia berkata, “Dahulu kita di masa Rasulullah, adakalanya makan sambil berjalan, dan kita minum dengan berdiri.” (HR. At Tirmidzi, ia menshahihkannya) Amir bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, berkata: “Saya telah melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam minum sambil berdiri dan juga pernah melihatnya minum sambil duduk.” (HR. Tirmidzi). atau Imam Malik meriwayatkan bahwa Umar, Utsman, dan Ali pernah minum dengan berdiri. Ada pula yang mengatakan semuanya bisa benar, tergantung kondisi. Sedangkan Imam an Nawawi dalam kitabnya yang terkenal Riyadhushshalihin menulis Bab Bolehnya minum sambil berdiri, namun lebih sempurna (akmal) dan utama (afdhal) sambil duduk. (Lihat Riyadhusshalihin. Hal. 220. Maktabatul Iman – Al Manshurah. Tahqiq oleh Muhammad ‘Ishamuddin Amin)

Ada pula manusia yang keras dan melotot tajam terhadap saudaranya yang kencing sambil berdiri Abu Wail menceritakan bahwa Abu Musa al Asy’ary pernah bersikap keras dalam hal kencing berdiri. Dia berkata, “Sesungguhnya Bani Israel itu, apabila ada kencing yang mengenai baju mereka, maka mereka mengguntingnya.” Maka Hudzaifah berkata, “Sebaiknya engkau tidak berkata demikian, karena Rasulullah pernah datang ke sebuah kandang milik suatu kaum, dan beliau kencing sambil berdiri.” (HR. Bukhari dan Abu Daud)

Ucapan Hudzaifah,” Sebaiknya engkau tidak berkata demikian..”, ketika mengomentari ucapan Abu Musa mencerminkan bahwa Abu Musa telah berlebihan dalam menyikapi sesuatu yang dianggapnya salah, dan ternyata justru Rasulullah pernah melakukannya.

Sikap Imam Adz Dzahabi yang Amat Elegan dan Objektif

Imam Adz Dzahabi rahimahullah adalah salah satu murid Imam Ibnu Taimiyah. Ia amat piawai dalam ilmu hadits dan sirah. Hati manusia menjadi tenang, ketika membaca hadits riwayat Imam Hakim lalu setelah itu tercantum ‘Wafaqahu Adz Dzahabi” (Telah disepakati Adz Dzahabi) yaitu keshahihannya, lantaran Imam Hakim termasuk yang mutasahil (menggampangkan) dalam menshahihkan hadits, karena itulah Imam Adz Dzahabi merasa perlu untuk meninjau kembali.

Ia memiliki karya yang amat brilian dan monumental yakni Siyar A’lamin Nubala, karya yang berisi tentang biografi tokoh ulama, khalifah, satrawan, serta peristiwa-peristiwa yang melingkupinya. Sengaja kami kutipkan komentar-komentarnya yang objektif, khususnya komentarnya tentang kekeliruan yang dilakukan manusia dan tokoh ternama, sebab di dalamnya terdapat pelajaran yang amat berharga bagi orang yang menghargai ilmu, mencintai ulama, objektifitas dan menjunjung akhlak Islam. Berikut akan kami uraikan beberapa contoh dan simak baik-baik.

A. Sikap Imam Adz Dzahabi terhadap seorang ahli hadits terkenal, Imam Ibnu Hibban, yang pernah mengucapkan ucapan berbahaya, “Kenabian adalah ilmu dan amal.” Mendengar itu manusia menuduhnya zindik, karena ucapan seperti itu pernah diucapkan seorang filosof bahwa kenabian itu bisa diusahakan dengan ilmu dan amal, bukan karena pilihan Allah. Lalu manusia mengadukannya kepada khalifah, maka khalifah membuat keputusan untuk membunuhnya. Bagaimana komentar Imam Adz Dzahabi?

Ia berkata dalam Siyar A’lamin Nubala (16/92-104), “Ibnu Hibban merupakan salah seorang ulama besar. Namun demikian, kita tidak menilainya terpelihara dari kesalahan. Apa yang diucapkannya itu dapat saja dilakukan oleh seorang muslim atau oleh filosof zindik. Seorang muslim tentu tidak diperkenankan bicara demikian.. namun bila terlanjur, maka ia diamaafkan.”

Kemudian Adz Dzahabi menjelaskan bahwa Ibnu Hibban sebenarnya tidak bermaksud membatasi kenabian sebatas ilmu dan amal saja. Beliau hanya ingin menjelaskan bahwa keduanya merupakan sifat paling sempurna bagi seorang nabi. Adapun ucapan filosof, “Kenabian itu bisa diusahakan sebagai hasil dari ilmu pengetahuan dan amal.” Maka ucapan inilah yang disebut kekafiran, dan ini bukan sama sekali yang dimaksud Imam Abu Hatim Ibnu hibban. Tidak mungkin ia bermaksud seperti itu.”

Ikhwah … lihatlah komentar ini, begitu indah dan santun, tanpa mengurangi nilai kritiknya. Apa jadinya seandainya bukan Imam Adz Dzahabi yang memberikan komentar? Niscaya Imam Ibnu Hibban akan dituduh sebagai zindik, kafir, dan lain-lain.

B. Sikap Adz Dzahabi tentang Al Aswad bin Yazid yang telah melakukan puasa sepanjang tahun (shaum ad dahr). Padahal shaum ad dahr itu terlarang dalam syariat Islam. Imam Adz Dzahabi membenarkan kabar tersebut. Lalu ia mengomentari: “Sepertinya, larangan tentang shaum ad dahr belum sampai ke telinga Ibnu Yazid, atau ia bertakwil di dalamnya.” (Siyar 4/50-53). Seperti itulah Adz Dzahabi, ia mencarikan dalih bagi Al Aswad bin Yazid dengan mengatakan bahwa kemungkinan Al Aswad belum mendengar hadits yang melarangnya, atau sudah mendengar tetapi ia tidak memahami adanya keharaman di dalamnya.

C. Sikap Adz Dzahabi terhadap Ulama hadits, Salah seorang Imam Jarh wa Ta’dil, yakni Imam Yahya bin Ma’in. beliau adalah kawan dari Imam Ahmad bin Hambal. Dikutip dari Al Hushain bin Fahm, bahwa Yahya bin Ma’in pernah berkata: “Dulu aku pernah berada di Mesir, lalu akau lihat seorang budak wanita dijual dengan harga seribu dinar. Aku belum pernah melihat wanita secantik dia, semoga Allah memberinya keselamatan.” Lalu aku (Al Hushain ) berkata: “Wahai Abu Zakaria, orang sepertimu berbicara seperti itu? Beliau berkata: “Ya, semoga Allah memberinya keselamatan dan juga pada setiap orang yang cantik.”

Ikhwah …. Apa komentar Imam Adz Dzahabi? Ia berkata, “Cerita ini dapat diterima sebagai sebuah lelucon (gurauan) belaka dari Abu Zakaria (Yahya bin Ma’in).” Demikianlah, menurut Imam Adz Dzahabi itu hanyalah lelucannya Imam Yahya bin Ma’in. ia tidak benar-benar bermaksud mengatakan demikian terhadap wanita dalam keadaan serius. Jika bukan Adz dzahabi yang mengomentari, mungkin Imam Yahya bin Ma’in akan dituduh fasiq. Koq, ulama memuji-muji kecantikan wanita.

D. Sikap Adz Dzahabi terhadap Jarh (celaan) Imam Al Qadhy Abu Bakar bin al Araby al Maliki terhadap Imam Abu Muhammad bin Hazm azh Zhahiry dengan celaan yang amat merendahkan. Di dalam kitabnya, Al Qawashim wal Awashim, Ibnul Araby menyebut Ibnu Hazm sebagai orang tolol dari isybiliyah (sevila sekarang, Spanyol), tidak mengerti mazhab-mazhab, sesat dan ahli bid’ah. Nah, bagaimana komentar Imam Adz Dzahabi terhadap celaan Imam Ibnul ‘Araby ini?

Ia berkata, “Al Qadhy Abu Bakar rahimahullah kurang bersikap adil dalam menilai guru dari ayahnya (maksudnya Ibnu Hazm). Beliau juga tidak fair dalam membicarakannya, dan terlalu merendahkan. Padahal Al Qadhy Abu Bakar, walau kedudukannya tinggi dalam ilmu pengetahuan, ia belum mencapai derajat Abu Muhammad (Ibnu hazm), dan masih terlalu jauh. Semoga saja, Allah memberikan maghfirah kepada keduanya.”

Imam Izzuddin bin Abdussalam berkata, “Aku tidak pernah mendapatkan kitab-kitab Islam mengenai keilmuan yang lebih bagus daripada kitab Al Muhalla karya Ibnu Hazm dan Al Mughni karya Syaikh Muwafaqqud Din (Ibnu Qudamah).” Adz Dzahabi berkata, “Syaikh Izzuddin telah berkata benar. Kitab ketiga adalah As Sunan Al Kubra karya Al Baihaqi. Keempat , At Tamhid, karya Ibnu Abdul Barr. Maka siapa saja yang memperoleh karya-karya tersebut, dan ia seorang yang cerdas dan telah melakukan kajian mendalam terhadap kitab-kitab tersebut, maka dialah ulama yang sebenarnya.” (Siyar 18/188-192)

Ikhwah fillah …, sebenarnya masih banyak lagi keindahan akhlak Imam Adz Dzahabi dalam memberikan penilaian objektif terhadap orang dan tokoh yang keliru, seperti sikapnya yang adil terhadap Imam al Ghazaly antara yang merendahkannya dan mengkultuskannya, atau sikapnya yang adil terhadap Imam Waki’ (gurunya Imam Syafi’i) yang juga melakukan puasa dahr dan meminum air anggur.

Demikianlah seorang da’i, seharusnya mengajak manusia yang keliru menuju kearah kebaikan, serta memperhatikan kedudukan orang tersebut di hati masyarakat, agar bisa menyikapinya secara bijak dan bajik. Bukan menghakimi dan merendahkan kedudukannya di mata manusia, yang justru melahirkan perlawanan keras dan penyimpangan yang lebih jauh.

Wallahu A’lam wa Lillahil ‘Izzah


*)http://abuhudzaifi.multiply.com/journal/item/42



*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Lagi, Dukungan Beragam Ormas Mengalir untuk Hidayat-Didik


[indopos.co.id] - DUKUNGAN untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI yang diusung PKS, Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini terus mengalir. Dukungan yang datang berasal dari sejumlah komunitas dan organisasi dengan beragam latar belakang.

Beberapa ormas menyatakan dukungannya kepada Hidayat-Didik untuk menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Seperti Dewan Masjid DKI Jakarta, Laskar Pembela Islam (LPI), Tariqot Al-Idrisiyah, Brigade Masjid, dan perwakilan DPP PAN. Mereka menegaskan siap memenangkan Hidayat-Didik dalam Pilgub DKI Jakarta pada 11 Juli 2012 mendatang.

“Kami telah berkordinasi dengan pengurus Dewan Masjid sampai tingkat kelurahan,” ujar Ketua Dewan Masjid DKI Jakarta H Daud Poliraja. Komandan Wilayah Brigade Masjid DKI Jakarta Suhadi menyatakan, seluruh anggota Brigade Masjid solid mendukung pasangan Hidayat-Didik. “Alhamdulillah, seluruh anggota Brigade Masjid sudah solid. Soliditas ini juga termasuk mendukung bahkan mengamankan suara Hidayat-Didik,” terangnya.

Selain ormas, sejumlah komunitas juga melabuhkan dukungannya untuk Hidayat-Didik. Silaturahmi Nasional Alumni Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor pada 24 Maret 2012 lalu, salah satu butir hasil pertemuan tersebut adalah memberi dukungan kepada Hidayat Nur Wahid, sebagai alumni pondok pesantren tersebut. “Seperti kawan-kawan alumni Pondok Pesantren Gontor, tempat beberapa tokoh nasional seperti Cak Nur, Hasyim Muzadi dan masih banyak tokoh lain yang menimba ilmu di lembaga tersebut, sekarang bersama kami. Ada fatwa dari pak kyai untuk memberikan dukungan kepada alumninya,” ujar Hidayat.

Disebutkan Hidayat, selain jaringan alumni, komunitas lain yang juga memberi dukungan dari masyarakat Betawi. Dukungan mengalir melalui Laskar Betawi, perhimpunan betawi yang juga mendukung PKS ketika Pilkada 2007. Sementara sinyal dukungan diberikan komunitas suku Jawa melalui dalang kondang Ki Manteb Sudarsono yang dengan tegas menyatakan dukungannya terhadap Hidayat.

Komunitas lain yang turut memberikan dukungan adalah Badan Musyawarah Masyarakat (Bammus) Sunda, masyarakat muslim Arab Al Irsyad, dan Suara KebangsaanTionghoa Indonesia (SAKTI).



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Kabar Keabadian

Imam Ibnul Jauzi*

Demi Allah, saya membayangkan masuk surga dan selamanya berada di sana, tanpa sakit, tanpa meludah, tanpa tidur, tak ada penyakit mewabah, dan selalu sehat. Kebutuhan selalu terpenuhi. Kenikmatan silih berganti setiap saat tiada batas. Hampir saya tidak percaya jika syariat tidak menjabarkan dengan jelas dan gamblang keadaan surga.

Perlu disadari bahwa seluruh kedudukan yang akan dicapai di sana sangat tergantung pada kerja keras setiap orang di dunia. Adalah aneh jika banyak orang yang menyia-nyiakan setiap detik waktunya dengan meiakukan hal-hal yang tiada berguna. Sebenarnya, satu tasbih atau pujian kepada Allah saja akan merupakan tanaman kurma dalam surga yang buahnya bisa dimakan sepanjang zaman. Wahai orang yang khawatir kehilangan itu semua, teguhkanlah hati Anda untuk selalu berharap surga.

Wahai orang-orang yang selalu resah dengan datangnya maut, bayangkanlah rasa getir kematian setelah Anda dikaruniai kesehatan. Sesungguhnya, sejak roh Anda dicabut, bahkan sebelum roh itu dicabut, tersingkaplah kedudukan manusia nanti di akhirat.

Akan sangat ringanlah manusia yang telah tersingkap baginya kelezatan yang akan segera ia alami. Ingatlah oleh Anda bahwa rasa takut akan datang saat ajal menjelang. Bersegeralah beramal sebelum sang umur tenggelam dan tak lagi bisa menemani dalam perjalanan abadi.

Merenunglah dan berusahalah melihat perjalanan hidup orang-orang yarig sungguh-sungguh dalam menghadapi kehidupannya. Itu akan banyak memberikan dorongan bagi pikiran untuk memperoleh keutamaan dan taufik. Perlu Anda ketahui juga, andaikata Dia menginginkan sesuatu untuk Anda, pasti Dia akan menyediakannya.

Adapun berteman dan bergaul dengan orang-orang yang tidak tahu kabar keabadian dan hanya tahu kabar-kabar dunia merupakan sebab utama timbulnya peryakit hati. Oleh karena itu, menjauh dari keburukan-keburukan semacam itu adalah tindakan pencegahan yang akan membuahkan keselamatan.

“Mereka hanya mengetahui yang lahir saja dari kehidupan dunia; sedang tentang kehidupan akhirat mereka lalai” (Ar-Ruum: 7)

فطنٍ بكل مصيبة في ماله
وإذا يصاب بدينه لم يشعر

"ia sangat perasa akan musibah yang menimpa hartanya,
namun tidak sadar tentang musibah yang menimpa agamanya"


*dikutip dari kitab "Shaidul Khathir"





___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

PKS DPRa Srimulyo Adakan 'Bakti Masyarakat' di Dusun Ngijo-Piyungan

Kamis, 24 Mei 2012

PIYUNGAN - Mengadi dan melayani pada masyarakat adalah tugas mulia yang harus selalu dilakukan oleh semua kader dakwah. Mengabdi dan melayani baik niat pribadi atau organisasi maupun permintaan dari masyarakat sama pentingnya untuk terus berkarya ditengah masyarakat.

Bertepatan dengan ulang tahun Generasi Muda Asem Gedhe (GMAG) dusun Ngijo yang ke-20, kader PKS DPRa Srimulyo berusaha untuk membuktikan pengabdiannya. Memakai nama Asem Gedhe Karena di dusun Ngijo disamping salah satu petigaan jalan utama tumbuh pohon asem yang cukup besar yang dijadikan ikon anak anak muda di dusun tersebut.

Atas permintaan GMAG ,kegiatan diawali pada hari sabtu, 19 Mei 2012 dengan nonton bareng final Liga Champion Europa di lapangan dekat pohon asem, DPRa Srimulyo memfasilitasi perlengkapannya.

Dilanjutkan hari Minggu sore, 20 Mei 2012 bertempat di serambi masjid Assalam Ngijo diadakan aksi cek Golongan Darah, cek asam urat dan Gula Darah. Tim Medis PKS DPRa Srimulyo dipimpin langsung oleh Lurahe PKS Srimulyo, Kang Winarno Abdussalam. Pada kesempatan ini tim yang bisa hadir diantaranya Kang Andi Tri Widodo (Camat PKS Piyungan), kang Putut Budiyanto(BKO nya Srimulyo), kang Toha, kang Eko Partono, kang Kasno dll. Acara mulai pukul 16.00 sd 17.20 (sebelum adzan maghrib). Pesan masyarakat minta untuk diadakan lagi dan ditambah cek kadar Kolesterol.. Mantaps!!

Semoga Allah SWT menerima dan meridhoi kerja-kerja kami menebar kemaslahatan bagi masyarakat. Amin.


*Reported by Winarno AS



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Gratis Template Spesial Blog PKS Keren v-14 | Hadiah Milad PKS ke-14


Dalam rangka MILAD PKS ke-14 (20 April 2008-20 April 2012) dan MILAD Blog PKS PIYUNGAN ke-4 (15 Mei 2008-15 Mei 2012) kami persembahkan desain template spesial blog PKS KEREN v-14. Tampilan PKS KEREN V-14 bisa dilihat di http://pkskeren-v14.blogspot.com/

Kami berusaha membuat Tutorial/panduan yang sesederhana dan semudah mungkin bagi anda yang akan memakai template ini. Ikuti tahap demi tahap dari awal. Tutorial ini kami asumsikan untuk para pemula. Tentu masih banyak kekurangan dan untuk itu kami siap membantu baik via online (email pkspiyungan@yahoo.co.id) atau kalau mau tatap muka juga bisa, bisa kami datang ke tempat anda atau anda datang ke tempat kami janjian via email.

Bagi struktur PKS yang akan membuat PELATIHAN/TRAINING media terutama tentang membuat dan mengelola website/blog kami juga bersedia membantu.

Demikian yang kami persembahkan untuk anda dengan harapan kerja-kerja PKS di dunia nyata akan semakin berkibar dan bergema dengan ditunjang oleh kerja-kerja para insan media yang mengabarkan ke dunia maya.

Piyungan, 24 Mei 2012

Admin blog PKSPiyungan
on twitter @pkspiyungan


link donlot: http://www.mediafire.com/?3yjobiqqo9tzqze




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

KEPEMIMPINAN NASIONAL | Tidak Cukup Hanya Didiskusikan





Oleh: H. Abdullah Haidir, Lc
PIP PKS Arab Saudi



Aktif bergabung dalam institusi politik atau mendukungnya secara positif dengan orientasi yang jelas dan benar, merupakan langkah ideal dan riil untuk mewujudkan kepemimpinan ideal.


Kepemimpinan, selalu menjadi bahan diskusi menarik. Dari mulai akar rumput hingga di kalangan cendikia, baik formal maupun informal.

Ini semua memberikan isyarat kuat bahwa secara fitrah, kita menginginkan pemimpin ideal dan merupakan orang terbaik di tengah komunitas yang ada. Berikutnya, disadari atau tidak, kepemimpinan merupakan kebutuhan mutlak dalam kehidupan bermasyarakat. Dan sebaliknya, tidak ada seorang pun yang secara fitrah, rela dipimpin oleh pemimpin zalim. Mereka pasti meyakini bahwa kepemimpinan zalim hanya akan mendatangkan bencana bagi rakyatnya.

Syariat sendiri menguatkan urgensi kepemimpinan ini. Banyak nash yang menunjukkan hal tersebut. Contoh riil dalam masalah ini adalah, sikap para shahabat yang menunda penguburan Rasulullah saw sebelum menetapkan pemimpin mereka setelah kepergian beliau saw.

Masalahnya adalah, kepemimpinan bukanlah sesuatu yang lahir seketika, kapan dikehendaki, ketika itu pula akan terwujud. Atau dia sesuatu yang dapat dipesan begitu saja jauh-jauh hari sebelumnya, agar kita mendapatkan pemimpin 'sesuai pesanan' di kemudian hari.

Justeru kepemimpinan lahir karena ada 'sesuatu langkah' yang menjadi faktor lahirnya pemimpin terbaik. Maka, bersikap proaktif dalam hal ini, selagi dilandasi oleh orientasi yang benar untuk kebaikan umat, tidak sekedar mengejar kekuasaan belaka, atau sekedar mengejar keuntungan pribadi, jauh lebih baik ketimbang sikap pasif, hanya melihat dari kejauhan atau hanya pandai memberikan komentar. Satu langkah nyata, lebih baik dari seribu kata tanpa realita.

Sikap aktif seperti ini memang sering mengundang cibiran dengan berbagai macam tuduhan dan prasangka. Namun sesungguhnya, sekali lagi, selama dilandasi oleh orientasi yang benar, justeru sikap ini yang lebih bertanggung jawab, karena dengan begitu kepemimpinan ideal baginya bukan sekedar wacana, tapi sebuah harapan riil yang membutuhkan tindakan riil. Sikap ini akan memberikan dorongan untuk berkontribusi dan bahkan siap menanggung resiko untuk itu, baik tenaga, harta maupun mental. Bahwa ada pihak yang menggunakan perkara ini sebagai kesempatan untuk meraih keuntungan pribadi atau kelompok, hal tersebut semestinya tidak menjadi alasan untuk menjauhinya, justeru cara yang paling efektif menghadapi mereka adalah dengan terjun langsung mewarnai medan ini dengan membawa paradigma baru yang benar dan lurus.

Berbicara tentang kepemimpin dalam skala nasional pada masa kini, nyaris tidak dapat kita pisahkan dari dunia politik. Lebih spesifik dapat kita katakan, bahwa bahwa kepemimpinan dalam skala nasional yang ada kini tak lepas dari institusi politik yang memproduk atau mengusungnya. Dalam hal ini adalah partai politik. Suka atau tidak suka, terima atau tidak terima, hal ini telah menjadi kenyataan.

Memang ada faktor pendidikan, budaya dan sosial yang menjadi bibit lahirnya kepemimpinan berkualitas. Namun pada akhirnya, secara legal formal, kepemimpinan nasional harus melalui pintu institusi politik resmi. Mayoritas, kalau tidak dikatakan semua, para pemimpin di berbagai negara kini berasal dari partai politik yang nota bene merupakan istitusi politik yang diakui, khususnya di negara-negara yang mempraktekkan pemilu untuk memilih pemimpinnya. Bahkan termasuk negara-negara yang baru selesai melakukan revolusi di Timur Tengah sekalipun, partai politik lebih dahulu didirikan sebelum mereka memilih pemimpinnya. Terlepas apakah mekanisme yang ada di dalamnya fair atau tidak, terlepas apakah kemudian kepemimpinannya kredibel atau tidak. Bahkan, kalaupun ada figur yang cukup berpengaruh namun tidak berasal dari institusi politik, mereka pun tetap membutuhkan dukungan institusi politik sebagai kendaraan untuk dapat berkiprah dalam kepemimpinan nasional. Karenanya, tidak bijak jika hanya melihat sebelah mata terhadap keberadaan partai politik sebagai institusi politik yang diakui, apalagi dengan berbagai stigma negatif. Semestinya dia juga dilihat sebagai kancah pengkaderan kepemimpinan yang sangat dibutuhkan sebuah bangsa dan berbagai potensi positif lainnya. Maka, sehat tidaknya institusi politik ini pada akhirnya sangat menentukan seberapa banyak dan berkualitas kepemimpinan yang akan dilahirkan.

Karena itu, mengingingkan kepemimpinan ideal, baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang, dalam kontek kini dan disini, salah satunya dapat dilakukan dengan berkontribusi ikut memperkuat dan menyehatkan institusi politik yang ada. Baik sebagai fungsionaris, anggota, atau sekedar memberikan support positif. Semakin bagus dan transparan mekanisme organisasi dalam tubuh institusi tersebut, seperti tertatanya program kaderasisi, rapihnya manajemen dan roda organisasi, mulusnya proses suksesi, serta hidupnya musyawarah atau diskusi, akan semakin baik dan banyak pemimpin yang akan diproduk. Berikutnya, semakin banyak calon-calon pemimpin kredibel yang siap dipentaskan dan akhirnya akan semakin menyehatkan perpolitikan sebuah bangsa.

Di samping, jika kita merujuk dua syarat utama kepemimpinan dalam konsep Al-Quran, yaitu; Mumpuni dalam ilmu dan kekuatan (QS. Al-Baqarah: 247), hal tersebut sedikit banyak dapat terealisir melalui aktifitas dalam institusi politik. Karena, dari segi ilmu, aktif dalam institusi politik akan banyak menambah wawasan tentang ilmu politik dalam tataran aplikatif yang sulit didapatkan kecuali mereka yang langsung terjun di dalamnya. Sesuatu yang sangat dibutuhkan bagi seorang pemimpin dalam dimensi luas. Akademisi berkelas dalam bidang kajian politik, tidak serta merta dapat menguasai dunia politik kalau dia tidak terjun langsung dalam agenda politik praktis. Belum lagi kalau berbicara masalah popularitas dan elektabilitas yang menjadi 'rumus baru' dalam dunia politik masa kini.

Adapun dari segi kekuatan, pada masa sekarang kekuatan yang dibutuhkan tidak semata kekuatan fisik, tapi yang sangat prinsip dalam sebuah kepemimpinan masa kini justeru kekuatan politik. Sebesar apapun kekuatan individu seseorang dalam memimpin, kalau tidak didukung kekuatan politik, maka dia tidak akan dapat menjalankan roda kepemimpinannya dengan baik. Pengalaman kepemimpinan BJ Habibi saat menjabat Presiden RI yang tidak didukup full berbagai kekuatan politik kala itu, dapat dijadikan pelajaran. Bahkan SBY yang popularitasnya cukup tinggi pada pilpres lalu merasa perlu membentuk koalisi beberapa partai politik untuk membangun kekuatan politik.

Karenanya, menurut hemat saya, aktif bergabung dalam institusi politik atau mendukungnya secara positif dengan orientasi yang jelas dan benar, merupakan langkah ideal dan riil untuk mewujudkan kepemimpinan ideal. Meskipun harus diakui bahwa langkah ini mengundang resiko dan konsekwensi. Namun, adakah sebuah harapan dan cita-cita besar tanpa resiko dan konsekwensi? Justeru itu lebih baik daripada menjadikan wacana kepemimpinan hanya sebatas topik pembahasan dalam diskusi dan obrolan yang tak kunjung habis, apalagi kalau berakhir dengan silang sengketa atau tuduhan dan prasangka, untuk kemudian secara praktis medan ini didominasi oleh orang-orang yang semata menjadikan kekuasan sebagai tujuan.

Kini, carilah institusi politik yang kita anggap ideal, atau setidaknya mendekati ideal jika tidak ada yang kita anggap ideal, untuk kita dukung atau berkiprah di dalamnya sebagai upaya mewujudkan kepemimpinan ideal.

Alhamdulillah, saya sudah mendapatkannya! Anda?


Riyadh, Rajab 1433 H




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
 
© Copyright PKS PIYUNGAN 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by PKS PIYUNGAN