NEWS UPDATE :

7 Wanita Inspiratif PKS, Salah satunya Putri Tokoh NU

Senin, 30 April 2012



Dalam rangka Milad PKS ke 14 DPD PKS Kota Tegal memberikan penghargaan kepada 7 tokoh wanita inspiratif Kota Tegal tahun 2012.

Diantaranya kepada Ibu Erni Ratnani, SE dan Ibu Dra. Zulfa Husein dari Tegal Timur. Ibu Fida Haluma, Amd dan Ibu Tri Yuniarti, SPdi dari Margadana. Ibu Choridah binti Surhim dari Tegal Selatan. Ibu Suryani, S.Si, Apt dan Ibu Dr. Hj. Sitti Hartinah DS, MM dari Tegal Barat.

Ke-7 tokoh wanita inspiratif tersebut dianggap layak menerima apresiasi/penghargaan karena perjuangan dan kiprah mereka di masyarakat sangat bermanfaat namun mereka juga tetap memperhatikan keluarga.

Salah satu contohnya ibu Choridah. Janda empat anak ini sangat aktif sebagai penggerak ibu-ibu Pos Wanita Keadilan (PWK) di desanya, desa Debong Tengah. Beliau merupakan putri pertama dari (alm) Kyai Surhim, seorang tokoh NU Kota Tegal yang juga salah satu pendiri Partai Keadilan (PK). Selain aktif di PWK, ibu Choridah juga membina anak-anak di kampungnya untuk belajar mengaji setiap sore di rumahnya. Selain itu alumni santri pesantren putri Kaliwungu ini juga aktif menjadi pengurus pengajian ibu-ibu warga nahdiyin di kampungnya.

Acara penganugerahan 7 wanita inspiratif sekaligus Tabligh Akbar dalam rangka Milad PKS ke-14 ini di laksanakan di Gedung Arofah kota Tegal, Ahad 29 April 2012, dihadiri 500-an orang dari 30 PWK se-DPD Kota Tegal dan Kader PKS.

Dalam sambutannya salah satu tokoh yang menerima penghargaan, Dr. Hj. Sitti Hartinah merasa terharu sampai menitikkan air mata, atas pemberian apresiasi ini. Beliau membagi pengalamannya bagaimana mengabdi di masyarakat dengan tetap berperan sebagai ibu istri yg baik di dalam rumah tangganya.

Acara yg diawali oleh pembacaan dzikir Al Matsurat berlangsung khusyuk dan antusias karena peserta juga mendapat siraman rohani oleh Ustadz Teguh Rusyanto, S.Pdi. Dalam tausiahnya, Ustd. Teguh menyampaikan tentang Pengarusutamaan Keluarga. Maksudnya, seorag ibu harus memiliki keseimbangan antara amanah di luar dengan perannya sebagai ibu dan istri di rumah. Sehingga kekokohan dalam rumah tangga tetap terjaga. Hal tersebut juga disampaikan oleh Bpk Amiruddin , Lc selaku Ketua DPD PKS Kota Tegal dalam sambutannya.

Dalam sambutannya Ketua Bidang perempuan DPD PKS Kota Tegal Ibu Ismatul Maula Amd juga membacakan pesan dari Ketua Bidang perempuan DPP PKS Ustadzah Anis Byarwati yg berisikan....

"Memang demikianlah cinta menyejukkan, menyenangkan, membelai penuh damai, mencerahkan, menyemangati sekaligus menggerakkan menuju kebahagiaan hakiki. Demikian pula kisah hidup kami para kader PKS hanya cinta yang kami miliki dan cinta itulah yang menghidupi, cinta kepada sang Maha Pencipta yang Maha penyayang yang memerintahkan semua hamba untuk menebar kasih seluas alam terbentang"


*sumber:www.pks-tegalkota.com



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Kader-kader 'Unik' Akhwat PKS Piyungan

Ahad 29 April 2012 bertempat di Masjid Khalid bin Walid desa Sitimulyo Piyungan Bantul, Bidang Perempuan (Bidpuan) DPC PKS Piyungan bekerjasama dengan Kaderisasi (Akhwat) DPC PKS Piyungan menyelenggarakan acara Dauroh Tarqiyah untuk kader Akhwat Ummahat di bawah DPC PKS Piyungan.

Dalam acara ini, Bidpuan memberikan bingkisan kepada kader-kader akhwat yang mempunyai nilai keunikan dibandingkan kader lain. Mereka memang tidak sempurna sebagai manusia, terpilihnya pun bisa menjadi pro kontra. APRESIASI ini bukan tidak menghargai Kader yang lain, bukan tidak mengakui kader yang lain. Akan tetapi, empat orang ini telah mewakili berbagai kategori, yaitu :

1. Endah Iswari K.

Ibu yang akrab disapa bu Endah usianya tak lagi muda. Beliau lahir di Yogyakarta, 31 Januari 1954 (58 tahun), mempunyai 4 anak dan 12 cucu. Siapa sangka, beliau masuk kedalam barisan kaum muslimin (mualaf) saat usianya masih muda. Semangat belajar, yang membuat beliau cepat mengerti “apa maunya Alloh dalam keyakinan barunya”. Wawasan keislaman beliau luas, juga lancer membaca Al Qur’an. Ibadah sunnah pun menjadi kebiasaan. Beliau mulai gabung bersama dakwah tahun 1998 dan semangat dalam liqo’ juga kegiatan-kegiatan yang dilakukakan oleh struktur.

2. Novi Sri Mulyani

Sosok Mbak Novi sangat akrab dikalangan remaja. Akhwat yang selalu tersenyum dan ringan tangan ini tidak diragukan lagi kesabarannya dalam membina remaja. Mbak Novi yang lulus dari Fakultas Pertanian akhir tahun 2011 silam merupakan akhwat yang lahir dari keluarga sederhana tapi penuh izzah dan tinggi cita-cita. Untuk membiayai kuliah dan kehidupannya, beliau pernah bekerja paruh waktu dan juga nge-les pelajaran disana sini. Kesibukannya ini tidak mengurangi aktifitas beliau dalam dakwah. Semasa kuliah, Mbak Novi tercatat sebagi kader kampus yang aktif, disamping di piyungan aktif di DPRa Srimulyo, beberapa wajihah dan kampungnya di Bintaran.

3. Erna

Sosoknya pendiam, dan selalu Nampak bersahaja. Ummi dari khoirotun Hisan ini memang “hanya” lulusan pesantren setingkat SMP. Tapi beliau tak nampak canggung kala berbaur dalam komunitas PKS. Beliau selalu ada dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan struktur dan uniknya tidak pernah terlambat. Yah, setiap kali ada acara yang membagi doorprize siapa yang datang pertama, dapat dipastikan beliaulah orangnnya. Di balik kesederhanaanya, beliau pernah menghafal sekitar 10 Juz Al Qur’an dan sekarang beliau berjuang untuk menjaga dan menambahnya.

4. Nila Indah Vinaria

Hidayah Alloh datang beberapa waktu menjelang pernikahannya. Yah, Mbak Nila memang mualaf. Beliau mengucapkan syahadat tahun 2006. Setelah itu, beliau langsung memakai hijab yang rapi, dan bergabung dalam aktifitas suaminya di PKS. Luarrrr Biasa. Luwes, Tanpa canggung, tanpa rikuh, beliau langsung beraktifitas seolah beliau orang yang sudah lama menjadi kader tarbiyah. Menjadi Co POS WK bahkan mengisi Pos WK pun beliau jalankan dengan amanah. Beliaupun termasuk pembelajar cepat. Membaca Al Qur’an pun beliau sudah cukup lancar.


Setelah acara penyerahan bingkisan selesai, acara dilanjutkan dengan Kajian yang bertema “Peran Muslimah Dalam Dakwah” yang disampaikan Ibu Asri Widiarti, S.Si. Ibu yang terkenal sebagi penulis cerpen, penulis buku “Tarbiyah Madal Hayah” dan “Tak Kenal Maka Ta’aruf” yang diterbitkan oleh ERA Intermedia juga pengisi acara “Rumah ku Surga ku” MQ FM ini amat piwai menyampaikan ilmunya. Contoh konkrit, baik dari jaman shahabiyah hingga modern menambah seru dan semangat para peserta. Pukul 11.00 WIB seluruh rangkaian acara telah purna. Dan satu persatu bersalaman pulang, membawa spirit baru.

(TiMedia)




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Silaturohim Bidpuan PKS Piyungan ke Ketua Aisyiyah Piyungan

Sabtu sore, 28 April 2012 Bidpuan yang diwakili Bu Hida (Ketua), Bu Upik (Bendahara) dan Bu Tri (Kaderisasi) melakukan silaturohim ke rumah Bu Warni, Ketua Aisyiyah Kecamatan Piyungan. Kegiatan ini sekaligus digunakan sebagai sarana belajar kami kepada tokoh perempuan. Ibu yang pernah menjadi Juara pertama Lomba Keluarga Sakinah Tingkat Kabupaten Bantul 2009 dan Juara 2 Tingkat Propinsi pada tahun yang sama ini menyambut kami dengan ramah.

Bu Warni aktif berorganisasi sejak kecil, dan saat di SPG mulai aktif dalam organisasi Aisyiyah. Berdakwah di kampung pun beliau mulai dari nol. Sudah sunnah perjuangan, aral rintangan dalam dakwah adalah teman dan dari situ beliau belajar. Pun disekolah (beliau pensiunan Guru). Meskipun mengajar di SD Negeri dan bukan Guru Agama, peran sebagai da’iyah tidak beliau lupakan. Memulai belajar dengan tilawah atau hafalan, contoh nyata yang belaiu terapkan di tempat beliau mengajar. Subhanalloh….

Hal baru yang kami temui, adalah ketertiban administrasi, dalam bentuk mengisi buku tamu setiap orang yang silaturohim ke rumah beliau. Satu jam tak terasa. Banyak ilmu yang kami serap, bagaimana menjadi perempuan yang sukses dalam pekerjaan, keluarga dan membingkainya dengan semangat dakwah. Diakhir silaturohim, kami hadiahkan buku “Langkah Cinta untuk Indonesia dan Keluarga” – Kiprah Almh. Hj. Yoyoh Yusroh, S.Pd.I.

(TiMedia)




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Hidayat-Didik Didukung WNI di Australia



[Media Indonesia] - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini mendapat dukungan dari warga negara Indonesia yang tinggal di Australia sebagai cagub-cawagub DKI Jakarta.

Kepastian dukungan itu diperoleh ketika Hidayat dan Didik melakukan teleconference melalui video call dengan warga Jakarta di Negeri Kangguru tersebut.

"Melalui internet saya dan Bang Didik teleconference dengan warga Indonesia, khususnya warga Jakarta yang domisili di Sydney. Mereka benar-benar mendukung kita," ujar Hidayat dalam rilis yang diterima mediaindonesia.com, Minggu, (29/4).

Hidayat menambahkan, dirinya dan Didik menyapa dan sempat mendengar dan menyerap aspirasi dari mereka selama kurang lebih 45 menit. Walaupun mereka tak bisa memilih karena berada di negeri seberang, Hidayat dan Didik mengaku senang mendapat dukungan dari warga Jakarta yang ada di sana.

"Setidaknya mereka bisa menghubungi saudaranya di Jakarta untuk ikut memberikan dukungan kepada kami," ujarnya.

Anggota DPR tersebut mengatakan hanya Pemilu Kada DKI Jakarta yang bisa menggema di luar Indonesia. Ini berbeda dengan pemilu kada di daerah lainnya.





___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Didik Bangga Berjuang Bersama PKS di Pemilukada

INILAH.COM - Bakal calon Wakil Gubernur Didik J Rachbini, merasa bangga bisa berjuang bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Pemilukada DKI Jakarta. Dia pun merasa sangat terhormat menerima sambutan dari kader PKS terhadapnya, meski dia berasal dari partai yang berbeda.

Hal tersebut disampaikan Didik J Rachbini, saat menghadiri acara ikrar pemenangan Hidayat Nurwahid dan Didik J Rachbini, di Gelanggang Olag Raga (GOR) Bulungan, Jakarta Selatan. Mendapatkan sambutan hangat dan dukungan penuh dari kader PKS, Didik menyatakan kebanggaannya, dia pun sudah merasa PKS bagai rumahnya sendiri.

"Saya walaupun berasal dari PAN tapi merasa seperti di rumah sendiri karena banyak pimpinan di PKS adalah sahabat-sahabat saya," ujar Didik dihadapan sekitar 5000 kader PKS, di GOR Bulungan, Minggu (29/4/2012).

Anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) itu juga mengatakan, seringnya dia dan Hidayat Nurwahid tidak hadir dalam satu acara yang sama, hal itu bukan berarti keduanya tidak kompak. Justru keduanya tengah berjuang bersama untuk bersosialisasi ke masyarakat, agar bisa mencapai target yang lebih luas, dan meraih dukungan lebih besar pada Pemilukada nanti. "Ini untuk kemenangan partai dakwah. Saya datang ke Turki, partai dakwah memenanginya. Di Mesir juga, Insya Allah di Jakarta juga akan kita menangkan," ucapnya.

Hidayat dan Didik tiba di GOR Bulungan tepat pukul 13.50 WIB dan langsung disambut dengan yel-yel: 'Yo ayo Bang Dayat dan Bang Didik' dari Garda Pemuda Keadilan. Suara takbir langsung menggema di dalam GOR saat Hidayat memasuki gedung. Tim nasyid Izzatul Islam menggelorakan semangat kader dengan membawakan nasyid kemenangan.




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Waqaf "Anak" untuk Dakwah




Musyafa Ahmad Rahim
[catatan jaulah da'wah di Australia]




Waqaf "Anak" untuk Ummat di Sydney

Saya sempat bertemu dengan salah seorang "brother", begitu teman-teman Indonesia di sana menyebutnya. Dia bercerita tentang suka duka da'wah di Sydney Australia.

Menurut beliau, masalah utama di sana adalah tidak adanya seorang syekh yang menjadi rujukan solusi bagi berbagai permaslahan umat Islam. Ada memang beberapa masyayikh, namun, tetap belum memadai, terutama untuk masa depan kaum muslimin di sana.

Sudah banyak upaya dilakukan untuk menutup masalah itu, namun kenyataannya, sampai sekarang masalah itu masih menjadi isu sentral pembicaraan kaum muslimin di sana. Termasuk, mereka telah menyediakan beasiswa bagi anak-anak di sana yang mau takhashshush (spesialisasi) syari'ah.

Sampai akhirnya, salah seorang dari mereka ada yang mendeklarasikan bahwa putranya yang baru lahir akan "diwaqafkan" untuk umat. Putranya yang bernama 'Ali, semenjak bayi dan sampai sekarang, kedua orang tuanya, dan juga kaum muslimin lainnya, kalau lagi "ngudang" (aksi menimang anak), selalu "mengarahkan" agar si anak di masa depannya tertarik untuk mengambil spesialisasi syari'ah, dan sampai sekarang (si anak berumur 9 tahunan) sudah nampak sekali tanda-tanda calon seorang syekh, alhamdulillah.

Karena "syekh 'Ali", begitu mereka memanggil si anak, sudah "diwaqafkan" untuk umat, maka kaum muslimin di sana telah sepakat agar "syekh 'Ali" ke depannya "dibebaskan" dari segala bentuk kesibukan mencari ma'isyah, namun yang bersangkutan tetap terjaga izzah, kemerdekaan dan harga dirinya.

Untuk itu, mereka telah menyiapkan satu bentuk investasi Islami untuk mendukung segala keperluan "syekh 'Ali" di masa depan, dan investasi tersebut akan dikelola secara professional dan syar'i yang sekiranya akan mendukung izzah, kemerdekaan dan harga diri "syekh 'Ali" tersebut.





___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Ketua Komisi I DPR dari PKS Mahfudz Siddiq 'ketangkep' saat Reses Aleg di Indramayu

Minggu, 29 April 2012



Di saat anggota dewan dari Komisi I DPR sedang diributin gara-gara kunjungan ke Jerman, Ketua Komisi I DPR dari PKS Mahfudz Siddiq malah 'ketangkep' saat sedang Reses Aleg di Indramayu. Apa gara-gara beliau tidak ikut ke Jerman? :)

Aleg PKS dari dapil Indramayu-Cirebon ini 'ketangkep kamera' sedang duduk santai lesehan di teras sebuah gedung sambil mendengarkan keluhan dari masyarakat sesaat sebelum acara Reses dimulai di kecamatan Haurgeulis, Indramayu, Minggu (29/4/12).

Mahfudz Siddiq, M.Si Ketua Komisi I DPR RI yang juga Wakil Sekjen PKS ini tidak ikut rombongan anggota dewan ke luar negeri karena beberapa hari ini beliau sedang sakit. Sebenarnya sampai hari ini (29/4) beliau juga masih kurang fit, tapi kerinduan beliau bertemu dengan masyarakat Indramayu nampaknya tidak menghalanginya untuk berkunjung dan bertemu warga sambil menyerap aspirasi mereka.


*sumber foto & berita: Fb Fraksi PKS Indramayu




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

PMI Apresiasi Ratusan Kader PKS Jadi Pendonor Tetap

REPUBLIKA - Sebanyak 180 kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bandarlampung siap menjadi pendonor tetap kebutuhan darah di provinsi itu.

"Kebutuhan akan darah sehat di Lampung cukup besar, tingkat kebutuhan darah yang kami terima pada tahun sebelumnya mencapai 10 sampai 15 per hari," kata Ketua DPW PKS Lampung Gufron Azis Fuadi.

Menurut dia, PKS akan menambah unit lumbung darah di daerah yang jumlah kadernya lebih banyak, seperti Metro, Lampung Tengah, Lampung Utara dan Tanggamus.

"Siapa pun membutuhkan darah, dari golongan mana pun, kami siap memenuhi kebutuhan darah tersebut selama kami masih bisa membantu," ujarnya.

Bagi masyarakat yang butuh darah atau ingin menjadi pendonor melalui Lumbung Darah PKS dapat menghubungi pusat layanan 0721-7503330 yang siaga 24 jam.

Sementara itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung memaparkan tingkat kebutuhan darah mencapai 2.000 - 3.000 kantong darah per bulan.

Sebanyak 55 persen berasal dari pendonor sukarela, dan 45 persen pendonor pengganti keluarga atau kerabat pasien. "Jika tidak ada, biasanya keluarga pasien terpaksa ambil pilihan lain yaitu membeli dari calo darah," kata Kabid Pelayanan PMI Lampung dr. Widya Astriyani.

Dia menambahkan, PMI mengapresiasi kader dan simpatisan PKS yang bersedia memenuhi kebutuhan darah, ditengah minimnya kebutuhan darah sehat bagi pasien yang membutuhkan.

"Namun kami mengharapkan kesadaran pendonor untuk jujur terkait kualitas darah yang akan didonorkan," katanya.




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Prof Al Yasa: PKS harus menjadi Partai “Tajdid”

Dalam melaksanakan kegitan rutin BPU (Bidang Pembinaan Ummat) DPW PKS Aceh telah mengadakan kunjungan ke tokoh-tokoh Aceh baik dari kalangan Ormas maupun Lembaga. Disela kesibukan Bapak Prof Al Yasa’ Abu Bakar yang sekarang menjabat sebagai Direktur Pogram Pascasarjana IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, beliau meluangkan waktunya untuk menerima kedatangan BPU dan DSW Aceh di ruangan kerja beliau dalam agenda silaturahim BPU dan penguatan tadayun sya’bi yang langsung disampaikan oleh Ketua DSW Aceh Ust Fahmi Zubir, Lc, M.Pd.

Dalam kunjungan yang dilaksanakan hari Senin 16 April 2012, Ketua BPU PKS Aceh Ust Sultan M. Rusdi, S.E memaparkan akan perlukan penguatan kembali peran ulama di Aceh terutama bagaimana ulama dalam memantau jalannya Syariat Islam di Aceh. Dalam contoh kasus ikut sertanya orang yang mengaku sebagai Putri Aceh dalam acara kontes Miss Indonesia, seharusnya pemerintah harus tegas untuk hal ini, jangan sampai orang yang bukan Aceh mengaku Aceh sehingga mencoreng nama baik Serambi Makkah yang sedang kita bangun. Lebih lanjut Sultan mengatakan bahwa “Kami siap dilapangan, dan untuk permasalahan teknis ulama tidak harus berfikir untuk hal-hal teknis, BPU siap untuk menutup permasalahan teknis”

Dalam kesempatan tersebut, Prof Al Yasa yang juga sebagai mantan Kepala Dinas Syariat Islam mengatakan bahwa kita semua menginginkan agar suara ulama itu harus dikedepankan, namun permasalahnya adalah bagaimana menformulasikan agar tidak mengangkat isu-isu yang sensitive dikalangan ulama.

Dalam kesempatan itu, BPU juga mendiskusikan dan meminta pandangan kepada bapak Prof. Dalam diskusi Santai beliau membagi kelompok dalam sejarah Umat Islam ke dalam tiga kelompok.

1) Salafiyah, yang mana salafiyah ini adalah sebuah kelompok yang terus mengagung-agungkan masa keemasan ulama salaf, tanpa mau melihat bagaimana realita zaman modern yang terus berkembang dengan tingkat pencapaian teknologi yang begitu berkembang.

2) Mazhabiyyah, Ini adalah sebuah kelompok yang terus-menerus memaksakan pandangan mazhab untuk terus eksis pada zaman sekarang, sehingga banyak terjadi kerancuan dalam memahami mazhab seakan-akan pendapat mazhab itu telah final, dan kelompok yang ke 3,

3) Tajdidiyah, beliau mengatakan bahwa di tengah tantangan zaman yang modern ini diperlukan formasi dalam memahami Islam dan dalam membuat bentuk wajah Islam agar menjadi Islam yang rahmatan lil ‘alamin, yang mana menghargai perbedaan dan tentunya bisa mengkomunikasikan antara salafiyah dan mazhabiyah. Di samping itu beliau berharap agar PKS bisa menjadi di antara partai sekaligus kelompok yang terus melakukan pembaharuan (tajdid).

Dalam kunjungan tersebut BPU memberikan cendra mata sebuah Buku “Revolusi Musim Semi Dunia Arab” yang mana Pak Prof Al Yasa Yang sempat mengunjungi Mesir dan melakukan penelitian di Mesir mengatakan bahwa watak Arab itu Keras, dan terjadinya revolusi merupakan keinginan rakyat. “Saya sangat senang ada yang mau menyimpulkan dari berbagai suber tentang revolusi Mesir” tambah pak Prof Al Yasa.


*Ditulis oleh : Afrial Hidayat, Lc (Sekretaris BPU PKS Aceh)



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Cermin Kebenaran

Sabtu, 28 April 2012

Oleh Anis Matta

Di awal hanya ada Allah sendiri. Lalu Ia menciptakan arsy-Nya di atas air. Setelah itu Ia ciptakan pena. Kemudian dengan pena itulah ia menitahkan penulisan semua makhluk yang akan Ia ciptakan di alam raya ini: langit, bumi, malaikat, manusia, jin hingga surga dan neraka. Dengan pena itu juga Ia menitahkan penulisan semua kejadian dengan urutan-urutannya pada dimensi ruang dan waktu. Begitulah susunan kejadiannya.

Dari Allah awalnya dan kelak ke sana akhirnya. Namun jika Allah tidak mendapatkan manfaat dari ciptaan-ciptaan-Nya, maka tidak ada yang dapat menjelaskan motif di balik sejarah kehidupan itu kecuali hanya satu kata: c i n t a!

“Maka”, kata Ibnu Qayyim dalam karyanya Taman Para Pencinta, “semua gerak di alam raya ini adalah gerak yang lahir dari kehendak dan cinta.” Dengan dan untuk itulah alam ini bergerak. Kehendak dan cintalah alasan pergerakan dan pemberhentiannya. Tak satupun makhluk di alam ini yang bergerak kecuali bahwa kehendak dan cintalah motif dan tujuannya.

Sesungguhnya hakikat cinta adalah gerak jiwa sang pencinta kepada yang dicintainya. Maka cinta adalah gerak tanpa henti. Dan inilah makna kebenaran ketika Allah mengatakan,

“Dan tiadalah Kami menciptakan langit dan bumi serta semua yang ada di antaranya kecuali dengan kebenaran.” (QS Al Hijr: 85).

Jadi, cinta adalah makna kebenaran dalam penciptaan. Itu sebabnya, hati yang dipenuhi dengan cinta lebih mudah dan cepat menangkap kebenaran. Cinta tidak tumbuh dalam hati yang dipenuhi keangkuhan, marah dan dendam. Bukankah Nabi saw mengatakan makna sombong adalah menolak kebenaran. Begitulah keangkuhan menyesatkan Abu Jahal, Heraklius dan Saddam Husein.

Cinta melahirkan pengakuan dan kerendahan. Cinta adalah cahaya yang memberikan kekuatan penglihatan pada mata hati kita. Begitulah cinta akhirnya membimbing Abu Bakar, Al Najasyi dan Cat Steven kepada Islam. “Cinta dalam jiwa”, kata Iqbal, “serupa penglihatan pada mata”.

Pengetahuan bahkan bisa menyesatkan kalau ia tidak dibimbing oleh kelembutan tangan cinta. “Itu kebutaan.”, kata Einstein. Sebab ia tidak melahirkan pengakuan dan kerendahan hati. Itu juga yang menjelaskan mengapa ilmu pengetahuan modern justru menjauhkan Barat dari Tuhan. Di sana cinta tidak membimbing pengetahuan. Maka dengan penuh keyakinan Iqbal berkata dalam karyanya Javid Namah:

Pengetahuan bersemayam dalam pikiran,
Tempat cinta ialah hati yang sadar-jaga;
Selama pengetahuan yang tak sedikit juga mengandung cinta,
Adalah itu hanya permainan sulap si Samiri;
Pengetahuan tanpa Ruh Kudus hanya penyihiran



*Buku Serial Cinta - Anis Matta




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Meramu Hidup

Oleh Makmun Nawawi

Dengan ontelnya yang sudah usang, lelaki paruh baya itu berusaha menjajakan dagangannya, dari satu warung ke warung lainnya yang berjarak 30-an kilometer. Kelebatan kendaraan bermotor roda dua yang disaksikannya berseliweran tiap hari di hadapannya, sama sekali tak memikat di hatinya. Laju sepeda motor yang tentu lebih cepat dibanding sepeda tuanya, sama sekali tidak menggiurkannya. Dia lebih asyik menikmati ontelnya yang sudah berjasa menghidupi anak dan istrinya selama belasan tahun dengan berjualan kerupuk itu.

Langkah sepedanya yang pelan, ternyata mewujud pula dalam perilakunya yang kalem dan tenang. Itulah yang terjadi manakala waktu shalat tiba, Zhuhur atau Ashar. Entah kerupuknya masih menggunung setinggi 1,5 meter, maupun setengahnya, dia selalu singgah di masjid. Bahkan, lima atau 10 menit sebelum tiba waktu shalat, dia sudah duduk tafakur di rumah Allah itu, menanti azan dikumandangkan. Sesungging senyum, dia tebarkan manakala berjumpa dengan orang lain. Dari perilakunya, sama sekali tak terlihat gaya orang yang sedang dikejar setoran.

Setelah menunaikan shalat, biasanya seusai shalat Zhuhur, lalu bakdiah Zhuhur, dia mengambil posisi di sudut masjid. Kemudian pria yang rambutnya sebagian telah me mutih itu pun merebahkan tubuhnya seenaknya. Tidur, berbantalkan handuk kecil yang biasa melingkari lehernya. Kalau ada kipas angin masjid yang dihidupkan, biasanya dia mengambil tempat di bawahnya. Mungkin agar terasa lebih sejuk dan membangkitkan pulasnya tidur.

Tapi, dia sendiri tak pernah kelihatan menghidupkan kipas angin tersebut. Dia menyadari benar etika seorang musafir, kendati jamaah atau mukimin di situ sudah menganggap dia sebagai bagian dari jamaah masjid, karena seringnya ikut shalat berjamaah, terutama Zhuhur dan Ashar.

Setelah shalat dan tubuh kembali fresh, dia kembali me ngayuh sepedanya untuk mencari karunia Ilahi di muka bumi. Entah, berapa warung lagi yang harus dia datangi dan tawari kerupuknya. Jam berapa pula dia kembali pulang, menemui keluarga tercintanya.

Selain lelaki ini telah berjasa pada negeri, yang telah menciptakan lapangan pekerjaan, meski hanya untuk dirinya sendiri. Namun, pelajaran yang tak kurang nilainya adalah bagaimana dia membingkai dan meramu hidup ini dengan indahnya. Bagaimana dia merangkai aktivitas hariannya menjadi sebuah paduan harmoni yang manis dalam konteks ibadahnya pada Allah, baik secara vertikal maupun horizontal.

Lelaki sederhana ini mengajarkan banyak hal; tentang kesederhanaan, tawakal, sikap tidak tergopoh-gopoh (karena itu datang dari setan), tidur siang agar bisa qiyamullail (bangun malam), shalat di awal waktu dan berjamaah, serta tentang manajemen waktu. Banyak ayat Alquran yang menerangkan pentingnya hal-hal tersebut di atas. Salah satunya surah al-Ashr yang bercerita soal waktu.

Ketika banyak orang kacau-balau dan tidak tepat waktu dalam shalatnya, dengan dalih banyak pekerjaan atau waktu mepet, lelaki sederhana ini justru piawai sekali dalam menjadikan waktu-waktu shalat sebagai pemandu dari aktivitas hariannya.[]

*Hikmah REPUBLIKA (28/4/12)




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

KulTwit @mahfudzsiddiq : Kunjungan DPR ke Jerman & Apresiasi untuk PPI

Jumat, 27 April 2012




Mahfudz Siddiq
@MahfudzSiddiq
Wakil Sekjen PKS | Ketua Komisi I DPR R.I.




Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Jerman memprotes kunjungan kerja Komisi I ke Jerman. Mereka menilai studi banding itu tidak efektif dan memboroskan anggaran negara karena anggota DPR mengikutsertakan keluarga dalam rombongan (vivanews, 27/4).

Berikut kultwit Mahfudz Siddiq Ketua Komisi I DPR R.I. terkait hal tersebut:


  1. Secara pribadi saya apresiasi sikap kritis PPI Jerman yg "menguntit" perjalanan dinas Komisi 1 DPR.

  2. Memang seringkali kunjungan ke LN tdk efektif, apalagi sekedar studi banding.

  3. Bahkan dr cerita2 staf KBRI, kadang ada oknum pejabat yg ke LN minta diantar ke tempat yg "aneh-2".

  4. Itu terjadi pada kunjungan pejabat eksekutif, legislatif juga yudikatif ke LN.

  5. Jadi sikap kritis PPI Jerman harus diikuti oleh PPI di negara2 lainnya.

  6. Kalau saya cermati, yg dituntut dr kunjungan LN adl transparansi, akuntabilitas dan efektivitasnya. Ini bagus dan penting.

  7. Bahkan saya terpikir ada perwakilan PPI yg melekat mengikuti semua program kunjungan LN sampai selesai.

  8. Shg PPI tdk perlu sembunyi2 merekam dan hanya sebagian2 shg tdk dapat info dan gambar secara utuh.

  9. Terkait kunjungan kerja komisi 1 adl pelaksanaan fungsi pengawasan thd kinerja perwakilan RI di LN. Bukan studi banding.

  10. Saya pimpin rapat penentuan 4 negara obyek pengawasan. Dibahas sec komprehensif dan kritis.

  11. Dari 180-an perwakilan RI di LN, disepakati: afsel, ceko, polandia dan jerman. Ini agenda th 2012.

  12. Kenapa afsel? Indonesia mitra dagang no-3 terbesar afsel dan afsel pintu masuk Indonesia ke kawasan sekitarnya.

  13. Juga ada 2 industri pertahanan besar afsel yg sdh 16 th kerjasama dgn indonesia.

  14. Kenapa ceko dan poland? Indonesia br sahkan UU kerjasama industri pertahanan dgn kedua negara, dan ada peluang besar ke depan.

  15. Kenapa jerman? Jerman 1 dr 14 mitra strategis. Bbrp waktu lalu pres Jerman kunjungi Indonesia bersama parlemennya.

  16. Juga ada KMW produsen MBT Leopard, dimana ada kontroversi rencana TNI AD mau beli tank itu eks Belanda.

  17. Lalu saya arahkan agar efektif, program kunjungan tsb dgn agenda pokok: 1- rapat evaluasi kinerja KBRI dan hub bilateral.

  18. 2- pertemuan dgn parlemen komisi LN & komisi Pertahanan, 3- pertemuan dgn kemlu & kemhan, dan 4- kunjungi industri pertahanan.

  19. 4 agenda pokok itu diatur oleh KBRI dlm alokasi waktu 3 sd 4 hari. Dan Dubes slalu dampingi program tsb.

  20. Apakah ada acara lain2 di luar 4 agenda pokok tsb? Pastinya ada. Undangan makan malam dgn keluarga besar KBRI/KJRI misalnya.

  21. Juga kesempatan sight-seeing di sela perjalanan ke agenda pokok atau di sela waktu kosong.

  22. Apakah ada belanja? Sgt dimungkinkan, umumnya beli souvenir. Tp saya pastikan tdk diagendakan khusus.

  23. Saya mmg tdk bisa berkata apa2 ketika media atau teman PPI hanya "menyimak" di luar 4 agenda pokok tsb.

  24. Bgm dgn anggota keluarga yg ikut? Oh ya boleh. Dgn ketentuan: 1- pasti tdk dibiayai dinas alias pakai uang pribadi.

  25. 2- mereka tdk ikuti program resmi yg teragendakan, 3- tdk ganggu keseluruhan acara.

  26. Saya sering menerima delegasi parlemen banyak negara atau ikuti forum parlemen dunia. Hal yg sama juga berlaku.

  27. Kadang saya punya pikiran bhw anggota DPR lbh aman jika didampingi istrinya. Shg gak bisa "aneh-2". Ini hanya subyektifitas saya.

  28. Lalu bgm dgn transparansi kunjungan LN? Aturan di DPR, tiap rencana kunjungan LN harus: 1- diputuskan oleh rapat intern komisi.

  29. 2- ajukan izin ke pimp DPR disertai TOR kegiatan, 3- ajukan anggaran sesuai ketentuan Menkeu, 4- koord dgn pihak KBRI tujuan.

  30. Dan 5- sosialisasi or publikasi ke media ttg rencana kunjungan tsb plus TOR-nya.

  31. Soal akuntabilitas? Selesai kunjungan: 1- tim hrs laporkan hasil ke rapat intern komisi, 2- komisi hrs buat laporan ke pimp DPR.

  32. 3- komisi bahas hasil kunjungan dgn mitra kementrian terkait. Dan 4- publikasi ke media massa.

  33. Soal efektivitas? Dunia hub international mengenal 3 track-diplomacy: government, parliament dan people to people.

  34. Bahkan di negara sistem parlementer, inter-parliament diplomacy sgt penting dan menentukan.

  35. Sbg ketua komisi 1 yg bidangi hub LN, hampir tiap bulan saya menerima delegasi parlemen negara sahabat.

  36. Kunjungan ke-Presidenan pun biasanya menyertakan anggota parlemen.

  37. Itu sebabnya di tiap parlemen ada semacam GKSB (grup kerjasama bilateral). Ada kunjungan resiprokal.

  38. Di level pimp parlemen juga dikenal Muhibah Pimp Parlemen/DPR. Juga resiprokal.

  39. Khusus komisi 1 DPR yg bidangi luar negeri mmg sec khusus dianggarkan dana pengawasan perwakilan RI di LN.

  40. Namun saya tetapkan kebijakan bhw kunjungan pengawasan hrs diefektifkan dgn fungsi2 lain.

  41. Periode DPR lalu saya pernah usulkan agar kunjungan LN sertakan sejumlah wartawan untuk meliput. Namun blm direspon.

  42. Di awal periode DPR skrg saya sdh ulangi usulan saya. Tp blm jg direspon.

  43. Peran media massa sgt penting untuk mempublikasi proses dan hasil kunjungan, sekaligus alat kontrol delegasi.

  44. Saya jg usulkan agar ada wakil PPI yg sertai delegasi pada semua program kunjungan LN.

  45. Saya yakin rekan media dan PPI akan ikut dapatkan banyak info dan pelajaran penting jika sertai kunjungan LN tsb.

  46. Saya sedikit sharing hasil kunjungan tim yg saya pimpin ke afsel saat kunjungi daerah "macassar" di cape town.

  47. Ini bukan program pokok tp tambahan. Kunjungi makam syech yusuf, masjid yg dibangun pem Indonesia dan madrasah kecil.

  48. Menyaksikan puluhan siswa muslim yg sebagian berdarah Indonesia dan guru2 sukarela, kami cukup prihatin.

  49. Spontan delegasi komisi 1 urunan bantu madrasah tsb. Kami diskusi hangat dgn pakar sejarah Islam Afsel berdarah makasar.

  50. Mereka tanyakan knp janji Pres SBY pd 2008 mau bantu perpustakaan blm terlaksana?

  51. Saya cek ke konjen RI di capetown. Ternyata ada persoalan teknis yg blm selesai soal bantuan perpustakaan tsb.

  52. Saya janjikan ke pimp madrasah dan Ibu Konjen Sugiyah akan sgr bicarakan hal tsb dgn Menlu.

  53. Kalau untuk acara tambahan sprt itu ada hal penting didapat, apalagi dgn agenda pokok yg resmi.

  54. Terakhir, terbuka saja bhw saya juga sempatkan beli souvenir di free-market (sejenis pasar rakyat) dan di bandara.

  55. Dan saat makan siang di water-front (free-programme) berjumpa sejumlah ABK (anak buah kapal) asal Indonesia dan foto2 bersama.

  56. Nah saya sdh jelaskan semua apa adanya. Anda para tweeps yg saya hormati punya hak asasi menilai secara bebas dan terbuka.

  57. Saya setuju DPR hrs sering dikritik agar mereka tdk main2 dgn kekuasaannya sbg wakil rakyat.

.....

Tanya Jawab:


@bangzahar: "bang jangan lupa oleh2nya ya? Yg murah jg ga apa2 mumpung lg liburan di #jerman"
Maaf saya tdk ke jerman..

@syaifurrahman: bpk kmren kunker k jerman bawa anak istri jg ga?ato bhkn ikt jalan2 #sekedartanya
saya tidak pergi ke jerman. Tp bantu menjelaskan.

@diksupriyanto: Ustd lgi di Jerman ya?
saya sejak pekan lalu di bekasi. Lg kurang sehat.

@prana_panji: Knp klian slalu meminta dipahami,knp bkn kalian pahami rakyat.Krn perut kalian bs trisi dr pajak rkyt bkn dr partai
saya sdg menjelaskan bukan meminta dipahami.

@restutomo: apakah perwakilan RI sudah bekerja maksimal?khususnya dalam memajukan nama Indonesia...
Ada yg sdh ada yg blm!

@paijodirajo: Gile aja lu. Bawa wartawan maksudnya utk nyuap mereka? (cont) http://tl.gd/h63bt8"
Jgn suudzon dgn wartawan

@arkaatmaja: masalahnya, media tdk berikan tempat bagi DPR untuk jelaskan detil tentang kungker LN, tidak berimbang"
Berproses mas..

@siai_dalu: jangan cuma ke jerman aja pak..kunjungi juga aceh simeulue NAD"
Sudah saya kunjungi. Akan lagi..

@heavendragon: terima kasih penjelasannya Pak, kemaren sedih baca komentar yang menyudutkan pks..
Gak apa. Perbanyak dialog 2 arah aja.



Komentar:

Hermawan Sudibya ‏ @hsdby
Baca tuh kultwit ttg kepergian DPR ke #jerman dari Pak @MahfudzSiddiq yg lagi ramai di media. Supaya berimbang dan makin cerdas menilai.

Adhe Nuansa Wibisono ‏ @anwibisono
selama ini publik melihat agenda dinas LN DPR dr media massa, sedang tdk ada feedback resmi DPR. Jd tdk ada berita pembanding.

passtra jannah ‏ @passtrajannah
agar tidak salah menilai, mari kita budayakan diskusi, mumpung ada pak @MahfudzSiddiq yg menjelaskan kinerja komisi I belajar #politkbersih.

agus fredy mw ‏ @gusfredy
@MahfudzSiddiq sedang bercerita ttg kunjungan kerja DPR ke LN yg diprotes PPI itu. Kita harus adil dg membiasakan melihat kasus scr utuh.

Ezki Suyanto @ezkisuyanto
Guys simak TL @MahfudzSiddiq,ketua Komisi 1 soal lawatan anggota DPR ke LN. . Interesting explanation.

PKS di Jerman ‏ @PKSJerman
Nanya nih, ada ngga yak, akun politisi lain ngejelasin program via tuiter biar terjangkau ama kita2? Tuh, Pak @MahfudzSiddiq lagi ON. :)

Habibi Yusuf Sarjono ‏ @habibiyusuf
Simak kultwitnya @MahfudzSiddiq Ketua Komisi I ttg prjalanan dinas DPR ke luar negeri. Spy berimbang n obyektif. Msh bnyk yg bener kok.

Humane Human ‏ @BamzTeHa0612
sebaiknya berdebat scr sehat scr substansial dgn tdk melakukan personal attack dan stigmatisasi.

Panci_AlumuniumMan ‏ @prana_panji
Kecerdasan digunakn u/ kebijaksanaan..kebijaksaan lahir dr hati yg bersih..Hati yg bersih dr rezeki yg baik.



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Lindungi TKI Asal Aceh di Malaysia, PKS Desak Pemerintah Aceh Proaktif

Nourman Hidayat
“Pemerintah Aceh didesak segera melakukan langkah-langka perlindungan terhadap tenaga kerja asal Aceh yang ada di luar negeri terutama malaysia. Hal ini penting mengingat ada ribuan TKI termasuk TKW asal Aceh yang saat ini berada di Malaysia baik yang bekerja secara legal maupun illegal. Sampai saat ini belum ada satu data yang meyakinkan terhadap kondisi keselamatan para tenaga kerja ini.”

Demikian pernyataan ketua Bidang Buruh Petani Nelayan DPW PKS Aceh, Nourman Hidayat, SH, disela diskusi perburuhan DPW PKS, Rabu (26/4/12).

Menurutnya, selama ini arus warga Aceh yang bekerja di negeri jiran Malaysia tidak dapat didata dengan baik karena keberangkatan tenaga kerja ini sebagian besarnya tidak melalui jalur resmi penyalur tenaga kerja. Hal ini berimplikasi kepada perlindungan tenaga kerja yang juga tidak optimal. Begitupun dalam hal pembekalan diri serta kemampuan bekerja, tenaga kerja asal Aceh termasuk yang paling rentan bermasalah secara hukum.

Nourman menegaskan bahwa kasus terbunuhnya tiga orang TKI di malaysia beberapa hari lalu yang kemudian diduga sebagai korban perdagangan organ tubuh manusia, haruslah menjadi pelajaran bagi pemerintah Aceh. Bukan tidak mungkin TKI asal Aceh juga akan menjadi korban selanjutnya. Sejauh ini pemerintah pusat nyaris tidak melakukan apapun terhadap permasalahan ini. “Itu adalah contoh buruk yang pemerintah Aceh dilarang mencontohnya,” tegasnya.

Oleh karena itu, dengan kewenangan Aceh yg besar, pemeritah Aceh harus mampu memberikan rasa nyaman bagi warganya yang mencari penghidupan di negeri orang. Pemerintah aceh yang baru saja terpilih pada pilkada yang lalu harus memiliki konsep jelas dalam melindungi buruh Aceh. Demikian disampaikan Nourman Hidayat kepada media.

Nourman yang juga anggota DPRK Aceh Besar mendesak PJ Gubernur Aceh, Tarmizi A karim untuk melakukan langkah-langkah serius membenahi sistem perburuhan Aceh termasuk pengiriman tenaga kerja asal Aceh ke luar negeri. Payung hukumnya sudah ada yaitu pasal 174 – 177 UUPA, termasuk pengerahan tenaga kerja ke luar negeri.

DPW PKS Aceh sejak beberapa waktu lalu giat melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait lainnya menyangkut isue buruh baik yang ada di Aceh maupun yang ada di malaysia. Termasuk dengan beberapa organisasi buruh migrant.

Hal ini dilakukan mengingat Aceh adalah salah satu daerah di Indonesia yang paling banyak bekerja di Malaysia. Sebagian besar tenaga kerja adalah TKW dari kabupaten Aceh Tamiang, kota Langsa dan juga kabupaten Bireun. ***



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Yang Istimewa dari Silaturohim Hidayat ke PBNU



Hidayat Nur Wahid cagub DKI Jakarta bersama pasangannya Didik J Rachbini bersilaturohim ke kantor pusat PBNU. Berbincang hangat penuh keakraban dengan ketua umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan pengurus PBNU yang lain, Kamis (26/4).

Silaturohim yang indah penuh berkah. Dan sungguh kami sangat berbahagia melihat senyum kalian, para pemimpin ummat yang berpadu.

Bagi kami, senyum dan keakraban itulah yang paling istimewa. Sungguh kami mendamba ummat dan para pemimpinya selalu dalam harmoni, bekerjasama dalam hal-hal yang disepakti serta saling toleran dan memaafkan dalam hal yang diperselisihkan.




*FOTO : KHAIRUDDIN SAFRI

Aleg PKS Terjun ke Daerah Serap Aspirasi Perawat terkait RUU Keperawatan

Kamis, 26 April 2012

Anggota DPR RI Dapil Kepuluan Riau Herlini Amran menyerap aspirasi Perawat Propinsi Kepulauan Riau pada saat Reses Masa Sidang ke 3 tahun 2012 terkait masukan terhadap Rancangan Undang Undang (RUU) Keperawatan yang saat ini di bahas di DPR.

"Saat ini panja RUU keperawatan di Komisi IX DPR sedang intens membahas konten RUU Keperawatan, oleh karena itu saya sedang banyak meminta saran dan masukan agar output dari RUU ini dapat keluar secara optimal,” kata Herlini anggota Panja RUU Keperawatan hari selasa 24 April 2012 lalu.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa jumlah perawat di Indonesia sekitar 624.000 orang, sedangkan jumlah dokter mencapai 70.000 orang. “Jadi, faktanya 60 persen tenaga kesehatan adalah perawat,” kata Herlini.

Herlini menambahkan, “Dengan jumlah lulusan perawat yang besar tersebut merupakan potensi untuk pemerataan sumber daya kesehatan ke seluruh wilayah di Tanah Air” tambahnya

Menurut informasi ketua PPNI Irnal Syafie, jumlah perawat di Kepri sekitar 1700 orang dan 80 persen nya tersebar di Kota Batam. "Perawat di Kepri sangat berharap RUU Keperawatan dapat segera di sahkan. Mereka sudah lama menunggu adanya RUU ini," ujarnya.

Legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera mengatakan bahwa di daerah Kepuluan seperti Kepulauan Riau tenaga perawat sangat dibutuhkan, Jumlah dokter dan perawat yang saat ini berjumlah satu banding tiga dengan perawat di Kepri belum mampu mengakomodir permasalah masyarakat. “Saya berharap perawat memiliki perlindungan saat bertugas terutama untuk perawat yang berada di daerah Kepulauan,” imbuhnya.

Beberapa tujuan dibentuknya RUU Keperawatan itu untuk memajukan kesejahteraan umum sebagai salah satu tujuan nasional. Ini seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, perlu diselenggarakan pembangunan kesehatan.

"Penyelengaraan pembangunan kesehatan diwujudkan melalui penyelenggaraan pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan keperawatan. Dimana penyelengaraan pelayanan keperawatan harus dilakukan secara bertanggung jawab, akuntabel, bermutu, aman, dan terjangkau oleh perawat yang telah tersertifikasi, registrasi, dan lisensi," pungkasnya.





___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Kultwit @dedhi_suharto : #InspirasiBola

Rabu, 25 April 2012

oleh Dedhi Suharto
@dedhi_suharto
Penulis Buku Negarawan Qur'ani (2009)


  1. Bismillahirrahmanirrahim, saya share #InspirasiBola menjelang Madrid-Munchen. Siapa tahu bermanfaat.

  2. Sebagai penikmat bola, saya menyukai bagaimana suatu kesebelasan disusun. #InspirasiBola

  3. Dalam setiap permainan, kesebelasan sepakbola senantiasa memiliki bagian penyerang, bagian pertahanan, dan kiper. #InspirasiBola

  4. Baik kesebelasan yg ofensif seperti Madrid, ataupun kesebelasan yg defensif selalu memiliki tiga bagian itu. #InspirasiBola

  5. Perbedaannya hanya pada bagian mana yang akan lebih difokuskan untuk berperan. #InspirasiBola

  6. Kiper fungsinya menjaga gawang agar tidak ke-gol-an, barisan prtahanan brfungsi menahan serangan dan penyusun serangan, .. #InspirasiBola

  7. .. dan barisan penyerang fungsinya menusuk pertahanan lawan dan mencetak gol agar menang. #InspirasiBola

  8. Nah, mestinya kita belajar dari bola. Mengambil #InspirasiBola.

  9. Kita msti memiliki kiper, barisan pertahanan, dan barisan penyerang agar tdk gagal, mampu brtahan, dan mncetak kesuksesan. #InspirasiBola

  10. Kiper kita adalah ikhlas, karena dia menjaga kita dari serangan syaitan yg akan melumpuhkan kita. #InspirasiBola

  11. Barisan pertahanan kita adalah sabar, karena dgnnya kita akan mampu bertahan dan siap menyusun serangan. #InspirasiBola

  12. Barisan penyerang kita adalah syukur, yang akan menambah kenikmatan2 kita hingga kita bahagia dan sukses. #InspirasiBola

  13. Perpaduan ketiganya (ikhlas, sabar, & syukur) sebgmn perpaduan kiper, barisan prtahanan, & penyerang ->> kunci kemenangan. #InspirasiBola

  14. Nah, silakan nanti malam nikmati Madrid-Munchen, tapi jangan lupakan sholat subuhnya. Salam. #InspirasiBola






___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

PKS Desak KPK Tuntaskan Kasus-Kasus Korupsi Kepala Daerah

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menuntaskan kasus-kasus korupsi yang dilakukan para kepala daerah, terutama yang bersumber dari laporan masyarakat.

"Tentu saja, kami mendorong KPK segera menyelesaikan kasus-kasus yang terjadi di daerah, terutama kasus korupsi yang dilakukan para kepala daerah. Terlebih kasus itu merupakan laporan dari masyarakat," ujar Nasir Djamil anggota dewan dari PKS yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR di Jakarta, Rabu (25/4).

Menurut Nasir Djamil, saat ini masyarakat menaruh harapan besar kepada KPK untuk menuntaskan berbagai kasus korupsi di daerah itu. Sudah seharusnya pula KPK proaktif menyikapi berbagai laporan masyarakat itu karena masyarakatlah yang tahu kondisi di daerahnya.

Dikatakannya, KPK tidak boleh terbelenggu oleh kekuatan tertentu dalam melaksanakan tugas-tugasnya, Karena itulah KPK harus proaktif terhadap laporan masyarakat terkait dugaan korupsi yang dilakukan kepala-kepala daerah.

"Jika KPK selalu beralasan kekurangan penyidik, maka KPK bisa saja menghadirkan penyidik independen agar kasus-kasus yang bertumpuk segera bisa diselesaikan," katanya.

Soal teknis di lapangan, ia menambahkan, KPK bisa mengedepankan fungsi supervisi dan koordinasi dengan kepolisian atau kejaksaan jika berhadapan dengan kasus korupsi di daerah.

"Saya sepakat jika menyangkut kepala daerah, maka kasus langsung ditangani KPK. Sedangkan untuk kasus yang melibatkan aparat lainnya, bisa dikoordinasikan dengan kejaksaan atau kepolisian," ujarnya.




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

PKS: Batalkan Rencana Grasi Corby 'Ratu Mariyuana'

KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diminta mempertimbangkan dampak negatif jika memberikan pengurangan masa tahanan atau grasi kepada terpidana kasus narkotika, Schapelle Corby, warga negara Australia. Pemberian grasi dinilai tak akan memberikan efek jera bagi para pelaku penyelundup narkotika ke Indonesia.

"Batalkan rencana grasi ke Corby," kata Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil melalui pesan singkat, Rabu (25/4/2012).

Nasir mengatakan, kasus peredaran narkotika bukanlah perkara biasa lantaran mengancam kehidupan manusia, bangsa, dan negara. Selain itu, kata dia, Kemenkum dan HAM harus memperhatikan banyaknya penyelundup narkotika asal Australia.

"Jangan sampai pemberian grasi ini tidak memberikan efek jera kepada pelakunya maupun warga Australia lain yang hendak mengedarkan narkoba di Indonesia," kata Nasir.

Selain itu, Nasir mempertanyakan kelayakan pemberian grasi lantaran ratu mariyuana itu tak mengakui kesalahannya. Padahal, kata dia, grasi adalah sebuah pengampunan.

Sebelumnya, Menkum dan HAM Amir Syamsuddin mengaku tengah mempertimbangkan pemberian grasi terhadap Corby yang kini menghuni LP Kerobokan, Bali. Amir berharap Pemerintah Australia melakukan hal yang sama atau resiprokal terhadap nelayan Indonesia yang divonis oleh pengadilan Australia akibat terlibat kasus penyelundupan orang secara ilegal ke negara tersebut.

Menanggapi alasan itu, Nasir mengatakan, "Kita tentu berharap nelayan kita mendapat keringanan hukuman. Namun, kita perlu juga memperhatikan kepentingan nasional kita." [KOMPAS]


Apa Kasus Schapelle Corby?

Schapelle Leigh Corby (lahir 10 Juli 1977; umur 34 tahun) adalah seorang mantan pelajar sekolah kecantikan dari Brisbane, Australia yang ditangkap membawa obat terlarang di dalam tasnya di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Indonesia pada 8 Oktober 2004.

Dalam tas Corby ditemukan 4,2 kg ganja, yang menurut Corby, bukan miliknya. Dia mengaku tidak mengetahui adanya ganja dalam tasnya sebelum tas tersebut dibuka oleh petugas bea cukai di Bali, namun pernyataan ini ditentang oleh petugas bea cukai yang mengatakan bahwa Corby mencoba menghalangi mereka saat akan memeriksa tasnya.

Bapak kandung Schapelle Corby, Michael Corby, sebelumnya pernah tertangkap basah membawa ganja pada awal tahun 1970-an.

Corby ditemukan bersalah atas tuduhan yang diajukan terhadapnya dan divonis hukuman penjara selama 20 tahun pada 27 Mei 2005. Selain itu, ia juga didenda sebesar Rp.100 juta. Pada 20 Juli 2005, Pengadilan Negeri Denpasar kembali membuka persidangan dalam tingkat banding dengan menghadirkan beberapa saksi baru. Kemudian pada 12 Oktober 2005, setelah melalui banding, hukuman Corby dikurangi lima tahun menjadi 15 tahun. Pada 12 Januari 2006, melalui putusan kasasi, MA memvonis Corby kembali menjadi 20 tahun penjara, dengan dasar bahwa narkotika yang diselundupkan Corby tergolong kelas I yang berbahaya.




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Kultwit @malakmalakmal : Kupas Tuntas #Gender




Oleh Akmal Sjafril
@malakmalakmal
Penulis Buku "Islam Liberal 101"



  1. Wacana kesetaraan #Gender kembali mengemuka setelah RUU-nya diusung kembali.

  2. RUU itu bernama RUU Keadilan dan Kesetaraan #Gender. Pengusungnya siapa lg kalau bukan feminis-liberal.

  3. Masyarakat Indonesia, termasuk umat Muslim, banyak yg terkecoh dgn istilah ‘kesetaraan #Gender’ ini.

  4. Oleh krn itu, kita perlu memahami dgn baik wacana #Gender ini.

  5. #Gender berbeda dgn jenis kelamin. Jenis kelamin dibedakan oleh organ tubuh dan fungsi biologis. Sudah jelas.

  6. Adapun #Gender, mnrt #mereka, adalah pembedaan antara laki2 dan perempuan berdasarkan konsep kultural masyarakat.

  7. Pembedaan yg dimaksud adalah seputar peran, perilaku, mentalitas, dan karakteristik emosional.

  8. Artinya, laki2 dan perempuan sesungguhnya tdk berbeda peranan sosialnya. Pembedaan terjadi krn kultur budaya.

  9. Oleh krn itu, bagi seorang aktivis feminis, mengidentikkan pekerjaan mengurus anak dgn perempuan adalah sebuah penghinaan.

  10. Demikian jg anggapan bhw perempuan itu lebih lemah dan perlu didahulukan adalah penghinaan.

  11. Ekstremnya, ada aktivis gender yg menolak diberi tempat duduk di kereta atau busway. Sebab ia merasa sama kuat.

  12. Anggapan bhw perempuan itu lebih emosional jg dianggap pelecehan. Mrk ingin dianggap sama rasionalnya dgn laki2.

  13. Pdhal, perempuan mmg harus emosional. Krn salah satu tugasnya adalah melahirkan.

  14. Melahirkan itu berat dan sakit luar biasa. Tp begitu melihat bayinya, perempuan bisa langsung terbuai.

  15. Bayangkan kalau perempuan seperti laki2. Habis melahirkan, tetap sakit meskipun bayinya sudah di pelukan.

  16. Kekuatan emosional ini jg membantunya utk bersabar dlm membesarkan anak. Laki2 tak sanggup melakukannya.

  17. Tentu saja, ‘tuduhan pelecehan’ ini pun merembet kemana-mana. Termasuk ke masalah hijab.

  18. Bagi kaum feminis, hijab adalah bentuk pengekangan perempuan, atau sering jg disebut kriminalisasi perempuan.

  19. Menurut mrk, aurat perempuan adalah haknya sendiri. Boleh ditutupi dan boleh diperlihatkan saja.

  20. Jika ada yg terangsang dan terdorong berbuat jahat, maka hanya yang jahat itulah yg harus dihukum.

  21. Adapun perempuan, ia tak boleh dicegah utk membuka auratnya sendiri.

  22. Di belahan dunia lain, ada jg aktivis feminis yg memperjuangkan ‘hak utk bertelanjang dada’.

  23. Mnrt mereka, karena laki2 biasanya dibolehkan bertelanjang dada, maka perempuan pun seharusnya boleh.

  24. Blm lama ini saya pun mendengar sebuah pertanyaan nyeleneh: mengapa Muslimah tak boleh adzan?

  25. Feminisme, sbg anak kandung dr konsep #Gender, hanya berkutat dlm masalah itu2 saja.

  26. Intinya, mrk ingin agar perempuan dianggap sama dgn laki2. Sama dlm segala hal.

  27. Feminisme lahir dari perasaan tertekan sebagian perempuan krn dizalimi oleh sebagian kaum lelaki.

  28. Meskipun hal ini benar2 ada, namun sebenarnya ia bukanlah sebuah fenomena yg merata terjadi.

  29. Oleh krn itu, tdk semua perempuan sepakat mendukung feminisme dan konsep #Gender.

  30. Feminisme, pada hakikatnya, justru menyakiti perempuan itu sendiri.

  31. Sbg contoh, kaum feminis memperjuangkan karir perempuan hingga pd tahap seolah2 ibu rumah tangga itu hina belaka.

  32. Bagi mereka, ibu yg berdedikasi tinggi melahirkan, membesarkan dan mendidik anak2nya itu tidaklah maju.

  33. Bagi mrk, perempuan yg aktif dlm pembangunan itu yg bekerja kantoran. Ibu rmh tangga tdk ada peranannya.

  34. Sudah barang tentu ada banyak sekali ibu yg tidak setuju dgn pemikiran spt ini.

  35. Kita tahu, bahkan teori pendidikan modern membenarkan, bahwa peran ibu tak mungkin tergantikan.

  36. Kehilangan figur ibu bs menjadi hal yg sangat fatal bagi seorang anak yg masih di bawah umur.

  37. Feminisme jg menganggap hina proses pernikahan secara Islami, krn nikahnya perempuan harus disetujui oleh ayahnya.

  38. Mnrt mereka, setiap perempuan harus bebas memilih pasangannya sendiri utk dijadikan suami.

  39. Hal ini justru semakin membuka keran pergaulan bebas, dan korbannya hampir selalu perempuan.

  40. Sebab, bagi laki2, yg selalu mengandalkan rasionya, perempuan selalu bisa dimanipulasi.

  41. Di film2 Hollywood pun kenyataan ini terlihat jelas. Tokoh perempuan, betapapun cerdas, ttp mudah dimanipulasi.

  42. Di dunia Barat, kenyataannya memang demikian. Feminis merasa menang, pdhal laki2-lah yg pegang kendali.

  43. Feminisme sesungguhnya adalah sikap yg tdk bs melepaskan diri dr inferioritas thd laki2.

  44. Krn inferioritas itu, mereka menganggap semua pekerjaan laki2 lebih hebat, dan mrk menginginkannya.

  45. Ketika masa2 awal feminisme dikumandangkan, isunya bahkan lebih sederhana, yaitu seputar celana!

  46. Saat itu, kaum feminis berjuang agar kaum perempuan boleh pakai celana. Seperti laki2.

  47. Maka jgn heran jika skrg mereka ingin bertelanjang dada, seperti laki2. Beginilah inferioritas.

  48. Amina Wadud, tokoh feminis dr kalangan Muslim liberal di AS, jg pernah membuat gebrakan.

  49. Ia menggelar Shalat Jum’at dgn dirinya sbg Khatib dan Imam shalat. Shalatnya di Gereja.

  50. Tindakannya ini didasari pemikiran yg serupa dgn yg ingin perjuangkan agar Muslimah boleh adzan.

  51. Tentu saja, tdk ada yg meneruskan perjuangan Amina Wadud. Selesai sampai di situ saja.

  52. Sebab, pd kenyataannya, Muslimah tak merasa perlu menambah kewajibannya (yg sdh banyak) dgn Shalat Jum’at.

  53. Seorang Muslimah mmg tak punya kewajiban shalat di Masjid. Dlm Islam, tugas laki2 dan perempuan memang beda.

  54. Oleh krn itu, tak pernah ada kewajiban Shalat Jum’at atau adzan bagi perempuan. Amina Wadud cuma ‘cari kesibukan’.

  55. Kaum feminis jg memaksakan agar jumlah perempuan di parlemen mencapai angka 30%.

  56. Pertanyaannya: apa iya sudah sebanyak itu perempuan yg ingin jadi wakil rakyat?

  57. Bagaimana kalau jumlahnya memang sedikit? Apa kuota harus tetap dipaksakan?

  58. Bagaimana kalau jumlah peminat banyak, tapi kualitas tdk cukup? Apa harus dipaksakan, hanya krn perempuan?

  59. Krn isu feminisme berasal dari perasaan tertindas, maka tokoh yg dikemukakan selalu tokoh ‘korban’.

  60. Oleh krn itu, tokoh perempuan di Indonesia dipaksakan haruslah RA Kartini. Sebab ia korban keadaan.

  61. Kita hrs ingat bhw yg membesar2kan tokoh Kartini adalah pihak Belanda. Pasti ada maunya.

  62. Dlm kisah Kartini, ia bercerita ttg ketidakpahamannya akan al-Qur’an, krn al-Qur’an di lingkungannya tak blh diterjemahkan.

  63. Penggalan kisah ini memberi kesan bhw Islam itu kolot dan tdk maju. Pdhal itu salahnya lingkungan tempat Kartini hidup.

  64. Di daerah2 lain, banyak perempuan yg tdk menderita spt RA Kartini, dan jauh lbh berprestasi.

  65. Ust Tiar Anwar Bahtiar, misalnya, telah ‘menggugat’ penokohan Kartini ini. http://bit.ly/JpaTRP.

  66. Dewi Sartika dan Rohana Kudus, misalnya, adalah tokoh pendidikan perempuan. Bukan sekedar berwacana.

  67. Rahmah El Yunusiyyah adalah tokoh pendidikan dan perjuangan. Ia ikut bergerilya.

  68. Dan siapa org Indonesia yg tdk kenal Cut Meutia? Atau Cut Nyak Dhien?

  69. Ketika suaminya, Teuku Umar, syahid, Cut Nyak Dhien-lah yg mengobarkan semangat jihad. Kurang apa?

  70. Cut Nyak Dhien berjihad sampai usia lanjut, dan baru bs ditangkap di usia lanjut. Kurang apa?

  71. Begitu takut Belanda padanya, sampai2 ia dibuang keluar Aceh. Kurang apa?

  72. Satu2nya alasan mengapa nama2 ini jarang dibahas adalah: karena mereka tdk ditindas. Pdhal inilah cerminan Islam.

  73. Di jaman sekarang pun, feminisme masih mengeksploitasi penderitaan.

  74. Bagi mereka, hijab identik dgn penderitaan. Pdhal banyak yg berhijab tp sm sekali tdk menderita.

  75. Kaum feminis ogah mengekspos tokoh semacam Ibu Yoyoh Yusroh, pdhal jauh lebih hebat drpd Siti Musdah Mulia.

  76. Yoyoh Yusroh semasa hidupnya adalah seorang ibu dari 13 org anak dan seorang anggota DPR.

  77. Tdk sekedar jd anggota dewan, beliau pun aktif perjuangkan Palestina, bahkan berkunjung ke wilayah konflik.

  78. Kesibukan (dan hijabnya) tdk mengganggu tugas utamanya menjadi seorang istri dan seorang ibu.

  79. Kesibukannya tdk mengganggu kebiasaan tilawah hariannya: 3 juz per hari (!!!).

  80. Pernahkah nama Yoyoh Yusroh disebut2 oleh para aktivis feminis? Never!

  81. Di luar feminisme, kita juga perlu mengenal ‘anak-anak kandung’ konsep #Gender yg lainnya.

  82. Feminisme, yg menuntut disamakannya laki2 dan perempuan dlm segala hal, hanya salah satu dr konsekuensi konsep #Gender.

  83. Anak kandung konsep #Gender yg berikutnya adalah: homoseksualitas !

  84. Sebagian kaum feminis yg ekstremis sdh berani mengatakan bhw lesbianisme adalah puncak dr feminisme.

  85. Sebab, mnrt mereka, lesbianisme adalah bukti bhw mrk tak butuh laki2.

  86. Konsep #Gender, pada hakikatnya, memang membuka pintu bagi homoseksualitas, termasuk bagi lelaki.

  87. Sederhananya: jika laki2 dan perempuan itu sama, mengapa harus berpasangan dgn lawan jenis?

  88. Krn laki2 dan perempuan itu sama, maka laki2 boleh berpasangan dgn sesama laki2. Demikian jg perempuan.

  89. Maka, menyetujui konsep #Gender, pada hakikatnya sama dgn membuka pintu bagi merebaknya homoseksualitas.

  90. Tentu saja, homoseksualitas hanya membawa masalah. Krn tdk sesuai fithrah manusia.

  91. Di bbrp negara, perkawinan sejenis sudah dilegalkan. Hasil perjuangan bertahun2.

  92. Akan tetapi, pasangan homoseks tak bisa dapatkan anak. Ini masalah, krn fithrah-nya manusia pasti inginkan keturunan.

  93. Secara legal-formal, mrk pecahkan masalah ini dgn menuntut hak utk adopsi bagi pasangan homoseks.

  94. Akan tetapi, lagi2 muncul masalah baru. Sebab seorang anak butuh seorang ayah dan seorang ibu.

  95. Padahal, kaum homoseks tak mampu memberikan yg demikian. Akhirnya, anaklah yg menjadi korban.

  96. Di Indonesia, kejahatan sadis banyak yg dilakukan oleh kalangan gay.

  97. Meskipun pelakunya adalah gay yg feminin, namun ketika marah dan cemburu, ia mengandalkan kekerasan. Jadi lelaki.

  98. Anak kandung konsep #Genderberikutnya adalah transgender.

  99. Jika laki2 dan perempuan itu sama, apa salahnya laki2 berpakaian seperti perempuan, dan sebaliknya?

  100. Jika laki2 dan perempuan itu sama, apa salahnya operasi kelamin sesukanya?

  101. Pendukung feminisme, homoseksual dan transgender pd akhirnya jg akan menggugat agama.

  102. Kaum feminis, misalnya, menggugat al-Qur’an krn Tuhan di dlmnya menggunakan kata ganti laki2 (Huwa).

  103. Pdhal, meski bhs Arab berikan kata ganti laki2 utk Tuhan, tak ada yg membayangkan bhw Tuhan itu laki2.

  104. Kaum homoseks menolak kisah diazabnya kaum Nabi Luth as krn perilaku homoseksual.

  105. Banyak pembenaran yg mrk berikan. Antara lain, mrk bilang kisah itu hanya dongeng.

  106. Di kesempatan lain, mrk bilang bhw kaum itu diazab bkn krn homoseks, tp karena caranya salah, yaitu dgn sodomi.

  107. Ada jg yg bilang bhw azab diturunkan krn mrk tdk sopan kpd tamu2 Nabi Luth as.

  108. Dengan demikian, konsep #Gender selamanya takkan berdamai dengan ajaran Islam. Sama spt liberalisme.

  109. Jadi, pikir2lah sebelum mendukung wacana kesetaraan #Gender.

  110. Perempuan akan dibohongi dgn kemajuan ala feminisme, homoseksualitas merebak, waria bertambah banyak. Akibat konsep #Gender.

  111. Semoga Allah SWT melindungi negeri ini dari kerusakan moral yg demikian, aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin…

  112. Semoga kaum Muslimah menyadari kemuliaannya, tanpa perlu merasa rendah di hadapan laki2, aamiin…





___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Menanam Kebaikan

Oleh Yudi Latif

Kecemasan dan pesimisme akan masa depan hanya bisa diatasi dengan berlomba-lomba menanam biji kebaikan hari ini.

Ada banyak alasan yang membuat kita kecewa dengan perkembangan kehidupan di negeri ini. Ke mana saja kita menghadap, yang tampak seolah hanyalah kekacauan, kepandiran, kerakusan, kemunafikan, kelicikan, dan kelambanan. Mediokritas menjadi warna dominan yang kita sapukan di atas kanvas kepemimpinan nasional di segala bidang.

Warna inilah yang memantulkan kecemasan ihwal krisis kepemimpinan. Ketidakteraturan menjadi tatanan umum kehidupan bernegara. Kekacauan tatanan inilah yang melahirkan kemacetan dan ketakterkendalian di mana-mana. Aji mumpung menjadi etos kekuasaan. Mentalitas menerabas inilah yang mengembangbiakkan korupsi dan menguras cadangan kekayaan bersama.

Fenomema mediokritas ini berakar dari apa yang disebut Frank Furedi (2004) sebagai the cult of philistism, pemujaan terhadap budaya kedangkalan oleh perhatian yang berlebihan pada interes-interes material dan praktis. Dunia pendidikan sebagai benteng kedalaman ilmu mengalami proses peluluhan kegairahan intelektual, tergerus oleh dominasi etos manajerialisme dominasi etos manajerialisme dan instrumentalisme; suatu etos yang menghargai seni, budaya, dan pendidikan sejauh yang menyediakan instrumen untuk melayani tujuantujuan praktis.

Orang-orang yang mengobarkan kegairahan intelektual berisiko dicap sebagai 'elitis', 'tak membumi', dan 'marjinal'. Kedalaman ilmu dihindari, kedangkalan dirayakan. Merebaklah kegandrungan pada gebyar lahir, ketimbang isi batin. Kita cenderung melompat pada hasil akhir, ketimbang meniti perbaikan proses secara berkeringat dan bertanggung jawab. Kekinian dihebohkan begitu banyak gerak-gerik tanpa gerakan; begitu dahsyat gebyar pencitraan tanpa kedalaman substansial; begitu banyak perjalanan sekadar untuk jalan di tempat; begitu banyak perubahan sekadar untuk menambah masalah.

Pelbagai krisis yang timbul di sepanjang ekstravaganza pesta demokrasi saat ini pada hakikatnya, merupakan letupan permukaan dari krisis kebatinan karena pengabaian olah-batin oleh penyelenggara dan warga negara.

Dalam kaitan ini, peringatan Wiranatakoesoema pada sidang BPUPK seperti menganti sipasi kemungkinan ini. “Pada hemat saya, hal yang menyedihkan ini karena manusia tidak atau tidak cukup menerima latihan batin, ialah latihan yang menimbulkan dalam sanubarinya suatu kekuatan yang menggerakkan ia (motive force) untuk mengenal kebenarannya dan menerima macam-macam pertanggungan jawab sebagai seorang anggota masyarakat yang aktif, ... bukankah tujuan kita pro patria. Tetapi, pro patria per orbis concordiam. Maka alam moral ini hendaknya kita pecahkan, karena latihan otak (intellect) saja, betapa besarnya juga, sungguh tak akan mencukupi untuk menjadikan manusia menjadi anggota masyarakat yang baik.“

Betapa pun negeri ini diliputi awan kelam, kita tidak boleh mengutuk bangsa sendiri dengan pesimisme negatif. Psikolog David D Burn mengingatkan, depresi kejiwaan meru pakan hasil pemikiran yang salah. Pemikiran negatif mendistorsikan persepsi sehingga segala hal dipandang buruk dan tak bermak na. Ketika seseorang atau suatu bangsa a. Ketika seseorang atau suatu bangsa depresi oleh belenggu pesimisme dan ketidakbermaknaan, daya hidup dilumpuhkan oleh nestapa 4D (defeat ed, defective, disserted, dan deprived) yang dihayati sebagai kebenaran mutlak. Di sini, Burn mengan jurkan perlunya pemikiran positif dan rasa optimistis.

Pemikiran positif dan optimisme tersebut tentu saja harus besifat realistis. Bukan menunggu kebaikan bak rezeki durian runtuh, melainkan perlu disertai kerja keras dengan kebenaran dan kesabaran dalam pacuan waktu. Bahwa kecemasan dan pesimisme akan masa depan hanya bisa diatasi dengan berlomba-lomba menanam biji kebaikan hari ini.

Pesimisme akan masa depan terjadi karena sedikit orang yang menanam kebaikan di hari ini. Padahal, kemarin dan hari esok ditentukan hari ini. Mengapa begitu, karena waktu cepat berlalu sehingga masa kini dalam hitungan hari segera beralih menjadi masa lalu. Maka dari itu, siapa yang dapat mengontrol hari ini dapat me ngontrol masa lalu; sedangkan siapa yang dapat mengontrol masa lalu dapat mengontrol masa depan.

Apa yang membuat kesilaman sebagai kenangan keagungan dan kedatangan sebagai harapan kebahagiaan adalah kesabaran dan keseriusan kita merebut hari ini. Seperti kata Leo Tolstoy, “Dua petarung yang paling kuat adalah kesabaran dan penguasaan waktu“. []


*REPUBLIKA (25/4/12) Kolom Resonansi




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Mencermati RUU KKG

Selasa, 24 April 2012

A ILYAS ISMAIL
Dosen UIN Syarif Hidayatullah, Dekan FAI UIA Jakarta


Beberapa pekan terakhir, banyak pihak mendisku sikan RUU KKG yang merupakan usul inisiatif DPR, khususnya Komisi VIII DPR. RUU KKG ini penting untuk dibahas agar tidak menimbulkan polemik dan kontroversi yang tidak perlu dalam masyarakat. Dengan dijiwai semangat “Hari Kartini“ pada April ini, pembahasan RUU KKG semakin memperoleh momentumnya yang amat tepat.

Pada era baru saat ini, discourse mengenai kesetaraan dan keadilan gender amat penting. Ada dua alasannya. Pertama, masalah kesetaraaan dan keadilan gender kini menjadi isu global. Kedua, karena paham patriarchy atau masculine culture yang ribuan tahun berpengaruh di dunia, menurut Fritjof Capra (The Turning Point, Science, Society, and Culture), kini mulai ditinggalkan orang. Kata penulis kondang John Naisbitt, paham kesetaraan dan keadilan gender bergerak ke arah “kepemimpinan wanita“, yang tanda-tandanya sudah terlihat sejak pengujung abad lalu dan kini makin fenomenal.

Dilihat dari sisi ini, RUU KKG datang tepat pada waktunya atau malah mungkin agak terlambat. Tapi, terlambat masih lebih baik ketimbang tidak sama sekali. RUU KKG yang terdiri atas 10 bab dan 79 pasal memuat, antara lain, asas dan tujuan, hak-hak perempuan, kewajiban negara, pengarusutamaan gender (PUG), dan partisipasi masyarakat, serta satu bab tentang ketentuan peralihan.

Pasal karet (krusial)

Secara umum, RUU KKG memuat hal-hal yang secara umum sudah diterima dan berkembang dalam masyarakat kita. Namun, ada beberapa hal yang perlu dikritisi secara serius, khususnya menyangkut soal perkawinan dan hak memilih pasangan (Pasal 12). Pada hemat penulis, Pasal 12 adalah pasal yang paling krusial dalam RUU KKG ini. Masalahnya menyangkut tiga hal sebagai berikut ini.

Pertama, pasal ini bisa dipahami dan ditafsirkan secara berbeda-beda (multitafsir). Padahal, norma hukum harus tegas dan jelas serta tidak boleh bersifat multitafsir (multy-interpretable).

Kedua, pasal ini memberi peluang terhadap kemungkinan pernikahan beda agama. Padahal, pernikahan beda agama telah dilarang oleh fatwa MUI, juga dilarang dan dipandang tidak sah oleh UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Lebih jauh lagi, semangat Pasal 12 ini memberi peluang terhadap kemungkinan pernikahan sejenis. Ini sangat dilarang agama (Islam) dan bertentangan dengan budaya bangsa.

Ketiga, Pasal 12 selain interpretable juga potensial bertabrakan dengan ketentuan dan UU lain yang sudah ada. Sebuah UU, seperti diketahui, tak boleh bertentangan dengan UU lain yang berlaku dan terlebih lagi tak boleh bertentangan dengan konstitusi, serta nilai-nilai budaya yang dijunjung tinggi oleh masyarakat dan bangsa Indonesia.

Selain Pasal 12, ada hal lain yang perlu dipertegas dalam RUU ini, yaitu soal penghapusan diskriminasi dalam pendidikan (Pasal 14, poin c). Dalam pasal ini tidak disebutkan secara tegas (eksplisit) penghapusan diskriminasi dalam pendidikan. Padahal, seperti diketahui, diskriminasi yang selama ini terjadi tak hanya dalam hukum dan politik semata, tetapi juga dalam bidang pendidikan.

Saran dan masukan

Sesuai judulnya, RUU KKG mengedepankan ide kesetaraan dan keadilan gender. Namun, secara implisit, RUU KKG lebih mementingkan kesetaraannya ketimbang keadilannya. Hal ini, menurut hemat penulis, yang membuat RUU KKG sulit diterima.

Selain soal nama, soal asas (Pasal 2), hemat penulis, juga kurang tepat. Dalam pasal ini, tidak dikemukakan asas yang sangat penting, yaitu asas kebaikan bersama (mashlahah `ammah), asas persaudaraan (ukhuwah), serta asas kerja sama dan saling membantu (al-ta`awun). Sesungguhnya, kita sulit berbicara kesetaraan dan keadilan gender bila kita mengabaikan asas-asas di atas.

Ketiga asas ini lebih penting dari pada asas manfaat (poin d) karena secara filosofis, asas manfaat diturunkan dari paham pragmatisme yang melihat sesuatu dari kepentingan sesaat atau suatu pola pikir yang bergerak dalam durasi yang pendek. Sedangkan, ketiga asas yang penulis sebutkan tadi diturunkan dari filsafat hukum (Islam) yang menekankan kebaikan lebih luas, yaitu kebaikan universal (kulliyat) dan bukan kebaikan partikular (juz'iyyat).

Hal lain yang perlu digarisbawahi ialah soal pengarusutamaan gender (PUG). Disebutkan, “PUG dilaksanakan oleh pemerintah di tingkat pusat dan daerah.“ (Pasal 16) terdiri atas menteri, kepala lembaga, dan seterusnya (Pasal 17 dari poin a hingga h). Dalam RUU ini, tidak diatur dan sama sekali tidak disebut-sebut keberadaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Menurut penulis, ini agak aneh dan ganjil (absurd). Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, sesuai nomenklatur dan domainnya serta supaya tidak ada contradictio in terminis, perlu diberi kedudukan dan porsi khusus dalam RUU KKG ini.

Hal lain yang juga perlu ditekankan dalam RUU KKG adalah soal peran serta masyarakat. Disebutkan, “Setiap orang dapat berperan serta dalam upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender.“ (Pasal 66 ayat 1). Pada hemat penulis, pasal ini tidak kuat, bahkan sangat lemah, untuk dapat mendorong adanya dukungan dan peran serta dari masyarakat dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender.

Padahal, kita mengetahui bahwa dukungan dan partisipasi masyarakat dalam soal ini sangat penting. Penulis percaya bahwa tanpa dukungan dari berbagai elemen masyarakat secara luas, upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender ini tidak akan berjalan dengan sukses.

Terakhir, penulis mengusulkan agar RUU KKG ini tidak perlu disahkan secara tergesa-gesa, tetapi perlu dibahas secara lebih dalam dan mendapat masukan secara lebih luas dari berbagai elemen masyarakat. []


*REPUBLIKA (23/4/12)






___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Indahnya Liqo Spesial PKS Sitimulyo di Mataram Indah

Senin, 23 April 2012

"Bukan karena hari ini indah lalu kita tersenyum,
tapi karena kita tersenyumlah hari ini menjadi indah"


Senin, 1 Jumadil Tsani 1433 H (23/4/12), atau 3 bulan persis menuju Ramadhan, kami Liqo kader-kader PKS DPRa Sitimulyo mengadakan acara Liqo Spesial 'Ifthor Jama'i' bertempat di pemancingan Mataram Indah, Banguntapan, Bantul.

Senin sore cerah nan ceria penuh kebahagiaan yang kami rasakan. Bahagia karena sebentar lagi akan bertemu dengan Ramadhan yang penuh keberkahan, tinggal menghitung hari... Jumadil Tsani-Rajab-Sya'ban lalu ... Ramadhan. Bahagia juga karena berkumpul dengan ikhwah yang rajin ihyaus sunnah dengan berpuasa sunah Senin meskipun mereka para buruh yang berpeluh lelah seharian berpanas mencari ma'isyah untuk keluarga di rumah. Salah satunya pakde Mujiran yang sore itu terlihat sangat lelah namun tetap tersenyum merekah kala berjumpa ikhwah.

"Kok terlihat lemes banget pakde ini?" tanyaku saat bertemu sore itu di Sampakan tempat kami berkumpul sebelum ke lokasi acara.

"Iya pak, tadi seharian kerjaan banyak. Gotang gotong bes sumur 40 buah," jawab akh Mujiran yang kerja buruh di toko bangunan ini. Siang tadi Jogja memang panas menyengat.

"Masih kuat puasa?" tanyaku lagi.

"Alhamdulillah pak, sudah saya niatkan," jawab bapak tiga anak ini dengan tersenyum.

Setelah berkumpul, kami menuju lokasi ifthor di pemancingan Mataram Indah yang berjarak sekira 2 km arah barat.

Sekira pukul 17.20 setiba di lokasi, acara diawali dengan dzikir ma'tsurat sore yang dilanjut do'a rabithah dan do'a kemenangan dakwah khususnya untuk qiyadah kami ustadz Hidayat Nur Wahid.

Pukul 17.42 tiba waktu maghrib dan kamipun berbuka dengan penuh kesyukuran dan keceriaan. Ifthor sore itu sepenuhnya ditanggung akhuna Sarojo yang memang meminta dan mengajak rekan-rekan liqonya ifthor di tempat spesial. Jazakallah ahsanal jaza ya akhi.

by: admin








___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Kultwit Aleg PKS @nasirdjamil44 : Sikap PKS atas RUU Kesetaraan Gender




M. Nasir Djamil
@nasirdjamil44
Pelayan Rakyat, Wakil Ketua Komisi III DPR RI / F-PKS




  1. Assalamu'alaikum..... Senin pagi penuh inspirasi....!!!

  2. Alhamdulillah sudah berada di Aceh... bumi Serambi Mekah.

  3. Reses Masa Sidang III 2011/2012 DPR RI. Ada beberapa agenda di Dapil NAD 1.

  4. InsyaAllah hari ini agenda di Pulau Simeulue bersama @tifsembiring dan rombongan dari Jakarta serta Aceh.

  5. Agenda di Pulau Simeulue ditujukan untuk melihat ekses gempa.

  6. Agenda #Reses juga mnjd Keynote Speaker dlm Seminar "Keluarga Pondasi dasar dalam Membangun Karakter Bangsa".

  7. Seminar tersebut kerjasama dengan Rumah Keluarga Indonesia @pksaceh.

  8. Salah satu materi #Reses yang dibawa Aleg PKS DPR RI ke Dapil adalah ttg Perkembangan #RUUKKG (RUU Keadilan dan Kesetaraan Gender-ed).

  9. Agustus2011 Draft #RUUKKG resmi diserahkan dari Deputi Perundang-undangan DPR RI ke Komisi VIII DPR RI.

  10. Kemudian dibentuk Panja #RUUKKG oleh Komisi VIII DPR pada bulan Oktober 2011.

  11. #RUUKKG resmi masuk Prolegnas 2012 pada bulan Desember 2011 yg lalu.

  12. Mulai bulan Okt 2011 smp dgn maret 2012 dilakukan RDP&RDPU bersama pemerintah,ormas, LSM,dll.

  13. Berdasar RDP&RDPU tsb disepakati akan ditulis ulang naskah #RUUKKG oleh Deputi Per-UU-an DPR RI.

  14. Oya Kultweet saya ttg #RUUKKG akan lebih banyak seputar Legislasinya :)

  15. Peraturan per-UU-an tentang perempuan sudah banyak dimuat dalam berbagai UU.

  16. Diantaranya adlh UU No.7/1984 ttg Ratifikasi CEDAW (Konvensi Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi thd Wanita).

  17. Lainnya adalah UU No.23/2002 ttg Perlindungan Anak, UU No.1/1974 ttg Perkawinan.

  18. UU No.23/2004 ttg Penghapusan KDRT, UU No.52/2009 ttg Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

  19. lainnya adalah UU No.21/2007 ttg Pemberantasan Traficking.

  20. Pertanyaannya adalah apkh dgn keberadaan #RUUKKG akan memberikan manfaat bagi perempuan dan masyarakat secara umum?

  21. Beberapa UU sebelumnya tlah mengatur ttg perlindungan thd Perempuan.Tapi implementasi di lapangan krg maksimal.

  22. Diakui atau tidak tidak optimalnya implementasi UU tersebut karena penyelenggaraan negara yg krg profesional.

  23. Ada beberapa isu menarik dan wacana yg berkembang di Komisi VIII ttg #RUUKKG.

  24. Ada beberapa polemik dalam #RUUKKG yaitu...

  25. Definisi Gender, Keadilan Gender, Kesetaraan Gender, dan Diskriminasi.

  26. Asas dan tujuan Kesetaraan Gender.

  27. Affirmative Action bagi perempuan.

  28. hak-hak perempuan dalam berbagai bidang.

  29. Kewajiban negara dalam memenuhi hak-hak perempuan.

  30. Anggaran Responsif gender.

  31. Wacana yg berkembang di Komisi VII DPR: "#RUUKKG penting,karena melindungi dan mengakomodir hak perempuan".

  32. Wacana: "#RUUKKG ini akan dijadikan sebagai UU Payung" Padahal kita sudah tidak mengenal UU payung :)

  33. Wacana: "Substansi yang ada dalam #RUUKKG ini sudah terakomodir dalam perundangan lain" sudah saya Tweet td bbrp UU-nya.

  34. Wacana: "#RUUKKG ini tidak boleh bertentangan dengan nilai agama, budaya, norma di masyarakat".

  35. Wacana: "Apkh pmrintah siap mengimplementasikan UU yg detil sprt ini,pdhl UU lain saja banyak yang bermasalah implementasinya".

  36. Secara legislasi masih sangat terbuka peluang untuk memberikan masukan-masukan dr seluruh elemen masyarakat.

  37. Substansi #RUUKKG masih akan terus berubah.... Kawal terus!!!

  38. Sampaikan aspirasi ttg #RUUKKG kpd @FPKSDPRRI dan Kapoksi VIII FPKS ibu @lediahanifa ....!!!

  39. Sampaikan aspirasi ttg #RUUKKG ini dengan santun. @FPKSDPRRI siap memperjuangkan!!!





___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Karena Ukuran Kita Tak Sama

Oleh Salim A. Fillah


seperti sepatu yang kita pakai, tiap kaki memiliki ukurannya
memaksakan tapal kecil untuk telapak besar akan menyakiti
memaksakan sepatu besar untuk tapal kecil merepotkan
kaki-kaki yang nyaman dalam sepatunya akan berbaris rapi-rapi

Seorang lelaki tinggi besar berlari-lari di tengah padang. Siang itu, mentari seakan didekatkan hingga sejengkal. Pasir membara, ranting-ranting menyala dalam tiupan angin yang keras dan panas. Dan lelaki itu masih berlari-lari. Lelaki itu menutupi wajah dari pasir yang beterbangan dengan surbannya, mengejar dan menggiring seekor anak unta.

Di padang gembalaan tak jauh darinya, berdiri sebuah dangau pribadi berjendela. Sang pemilik, ’Utsman ibn ‘Affan, sedang beristirahat sambil melantun Al Quran, dengan menyanding air sejuk dan buah-buahan. Ketika melihat lelaki nan berlari-lari itu dan mengenalnya,

“Masya Allah” ’Utsman berseru, ”Bukankah itu Amirul Mukminin?!”

Ya, lelaki tinggi besar itu adalah ‘Umar ibn Al Khaththab.

”Ya Amirul Mukminin!” teriak ‘Utsman sekuat tenaga dari pintu dangaunya,

“Apa yang kau lakukan tengah angin ganas ini? Masuklah kemari!”

Dinding dangau di samping Utsman berderak keras diterpa angin yang deras.

”Seekor unta zakat terpisah dari kawanannya. Aku takut Allah akan menanyakannya padaku. Aku akan menangkapnya. Masuklah hai ‘Utsman!” ’Umar berteriak dari kejauhan. Suaranya bersiponggang menggema memenuhi lembah dan bukit di sekalian padang.

“Masuklah kemari!” seru ‘Utsman,“Akan kusuruh pembantuku menangkapnya untukmu!”.

”Tidak!”, balas ‘Umar, “Masuklah ‘Utsman! Masuklah!”

“Demi Allah, hai Amirul Mukminin, kemarilah, Insya Allah unta itu akan kita dapatkan kembali.“

“Tidak, ini tanggung jawabku. Masuklah engkau hai ‘Utsman, anginnya makin keras, badai pasirnya mengganas!”

Angin makin kencang membawa butiran pasir membara. ‘Utsman pun masuk dan menutup pintu dangaunya. Dia bersandar dibaliknya & bergumam,

”Demi Allah, benarlah Dia & RasulNya. Engkau memang bagai Musa. Seorang yang kuat lagi terpercaya.”

‘Umar memang bukan ‘Utsman. Pun juga sebaliknya. Mereka berbeda, dan masing-masing menjadi unik dengan watak khas yang dimiliki.

‘Umar, jagoan yang biasa bergulat di Ukazh, tumbuh di tengah bani Makhzum nan keras & bani Adi nan jantan, kini memimpin kaum mukminin. Sifat-sifat itu –keras, jantan, tegas, tanggungjawab & ringan tangan turun gelanggang – dibawa ‘Umar, menjadi ciri khas kepemimpinannya.

‘Utsman, lelaki pemalu, anak tersayang kabilahnya, datang dari keluarga bani ‘Umayyah yang kaya raya dan terbiasa hidup nyaman sentausa. ’Umar tahu itu. Maka tak dimintanya ‘Utsman ikut turun ke sengatan mentari bersamanya mengejar unta zakat yang melarikan diri. Tidak. Itu bukan kebiasaan ‘Utsman. Rasa malulah yang menjadi akhlaq cantiknya. Kehalusan budi perhiasannya. Kedermawanan yang jadi jiwanya. Andai ‘Utsman jadi menyuruh sahayanya mengejar unta zakat itu; sang budak pasti dibebaskan karena Allah & dibekalinya bertimbun dinar.

Itulah ‘Umar. Dan inilah ‘Utsman. Mereka berbeda.

Bagaimanapun, Anas ibn Malik bersaksi bahwa ‘Utsman berusaha keras meneladani sebagian perilaku mulia ‘Umar sejauh jangkauan dirinya. Hidup sederhana ketika menjabat sebagai Khalifah misalnya.

“Suatu hari aku melihat ‘Utsman berkhutbah di mimbar Nabi ShallaLlaahu ‘Alaihi wa Sallam di Masjid Nabawi,” kata Anas . “Aku menghitung tambalan di surban dan jubah ‘Utsman”, lanjut Anas, “Dan kutemukan tak kurang dari tiga puluh dua jahitan.”

Dalam Dekapan ukhuwah, kita punya ukuran-ukuran yang tak serupa. Kita memiliki latar belakang yang berlainan. Maka tindak utama yang harus kita punya adalah; jangan mengukur orang dengan baju kita sendiri, atau baju milik tokoh lain lagi.

Dalam dekapan ukhuwah setiap manusia tetaplah dirinya. Tak ada yang berhak memaksa sesamanya untuk menjadi sesiapa yang ada dalam angannya.

Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat tulus pada saudara yang sedang diberi amanah memimpin umat. Tetapi jangan membebani dengan cara membandingkan dia terus-menerus kepada ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz.

Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat pada saudara yang tengah diamanahi kekayaan. Tetapi jangan membebaninya dengan cara menyebut-nyebut selalu kisah berinfaqnya ‘Abdurrahman ibn ‘Auf.

Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat saudara yang dianugerahi ilmu. Tapi jangan membuatnya merasa berat dengan menuntutnya agar menjadi Zaid ibn Tsabit yang menguasai bahawa Ibrani dalam empat belas hari.

Sungguh tidak bijak menuntut seseorang untuk menjadi orang lain di zaman yang sama, apalagi menggugatnya agar tepat seperti tokoh lain pada masa yang berbeda. ‘Ali ibn Abi Thalib yang pernah diperlakukan begitu, punya jawaban yang telak dan lucu.

“Dulu di zaman khalifah Abu Bakar dan ‘Umar” kata lelaki kepada ‘Ali, “Keadaannya begitu tentram, damai dan penuh berkah. Mengapa di masa kekhalifahanmu, hai Amirul Mukminin, keadaanya begini kacau dan rusak?”

“Sebab,” kata ‘Ali sambil tersenyum, “Pada zaman Abu Bakar dan ‘Umar, rakyatnya seperti aku. Adapun di zamanku ini, rakyatnya seperti kamu!”

Dalam dekapan ukhuwah, segala kecemerlangan generasi Salaf memang ada untuk kita teladani. Tetapi caranya bukan menuntut orang lain berperilaku seperti halnya Abu Bakar, ‘Umar, “Utsman atau ‘Ali.

Sebagaimana Nabi tidak meminta Sa’d ibn Abi Waqqash melakukan peran Abu Bakar, fahamilah dalam-dalam tiap pribadi. Selebihnya jadikanlah diri kita sebagai orang paling berhak meneladani mereka. Tuntutlah diri untuk berperilaku sebagaimana para salafush shalih dan sesudah itu tak perlu sakit hati jika kawan-kawan lain tak mengikuti.

Sebab teladan yang masih menuntut sesama untuk juga menjadi teladan, akan kehilangan makna keteladanan itu sendiri. Maka jadilah kita teladan yang sunyi dalam dekapan ukhuwah.

Ialah teladan yang memahami bahwa masing-masing hati memiliki kecenderungannya, masing-masing badan memiliki pakaiannya dan masing-masing kaki mempunyai sepatunya. Teladan yang tak bersyarat dan sunyi akan membawa damai. Dalam damai pula keteladannya akan menjadi ikutan sepanjang masa.

Selanjutnya, kita harus belajar untuk menerima bahwa sudut pandang orang lain adalah juga sudut pandang yang absah. Sebagai sesama mukmin, perbedaan dalam hal-hal bukan asasi tak lagi terpisah sebagai “haq” dan “bathil”. Istilah yang tepat adalah “shawab” dan “khatha”.

Tempaan pengalaman yang tak serupa akan membuatnya lebih berlainan lagi antara satu dengan yang lain.

Seyakin-yakinnya kita dengan apa yang kita pahami, itu tidak seharusnya membuat kita terbutakan dari kebenaran yang lebih bercahaya.

Imam Asy Syafi’i pernah menyatakan hal ini dengan indah. “Pendapatku ini benar,” ujar beliau,”Tetapi mungkin mengandung kesalahan. Adapun pendapat orang lain itu salah, namun bisa jadi mengandung kebenaran.”

sepenuh cinta,

Salim A. Fillah


*http://salimafillah.com/karena-ukuran-kita-tak-sama/






___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
 
© Copyright PIYUNGAN ONLINE
fixedbanner