Saiful Mujani Research: Elektabilitas PKS Tetap Tinggi di Jakarta

Soliditas PKS Teruji di DKI
Kemenangan pasangan Jokowi-Ahok dalam pemilihan kepala daerah sontak dihubungkan dengan kinerja partai-partai pendukung. Jokowi-Ahok didukung PDIP dan Gerindra, sedaang pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli didukung PD, PKS, dan koalisi parpol lain.

Lalu pertanyaannya, apakah kemenangan Jokowi-Ahok ini berimbas pada elektabilitas partai? Survei Exit Poll yang digelar Saiful Mujani Research and Consulting menemukan tidak berimbas linear.

Dalam survei atas pemilih yang baru menunaikan hak pilihnya, Partai Demokrat yang mencalonkan Foke-Nara ditemukan tetap menjadi teratas jika "Pemilihan Anggota DPR dilaksanakan sekarang." Demokrat memperoleh dukungan 19 %. Walau yang tertinggi, tapi suara PD ini turun drastis dibanding hasil pemilu 2009 yang memperoleh suara 33 %.

Menariknya lagi, seperti pada hasil Pemilu 2009, posisi kedua tetap pada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yakni 17 %. Angka yang sama diperoleh pada pemilu 2009. Hal ini menunjukan soliditas PKS sangat luar biasa. Padahal banyak pengamat yang mencibir pilihan PKS dengan mendukung Fauzi Bowo di putaran dua. Bahkan mereka mengatakan "PKS akan hancur kalau mendukung Fauzi Bowo". Nyatanya? Suara PKS sangat stabil. Kalau pemilu digelar sekarang, seperti survey dari mantan petinggi LSI ini, PKS tetap menjadi idola dan pilihan warga Jakarta, bahkan bisa merebut posisi puncak kembali seperti pemilu 2004 mengingat jarak perolehan antara PKS dan PD sangat dekat, 17 % PKS dibanding 19 % PD.

Sementara partai pendukung Jokowi-Ahok, PDIP, naik sedikit menjadi 13,4 %. Pada Pemilu 2009, PDIP dapat 10,74 persen.

Bagaimana dengan Gerindra yang setelah pilkada DKI pasang baliho segede gaban di Harmoni bertuliskan: "Gerindra-INDIKATOR PERUBAHAN JAKARTA". Exit Poll yang digelar Saiful Mujani Research and Consulting  ini menunjukan ternyata Gerindra hanya dapat 6,5 persen. Kalah dengan Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan yang sama-sama mendapat 9 persen.

Exit poll dilakukan pada tanggal 20 September 2012 di 400 TPS yang dipilih secara random dan proporsional dari seluruh kota di DKI Jakarta. Di tiap TPS terpilih di pilih 2 pemilih (laki-laki dan perempuan) yang keluar dari TPS sebagai responden. Jumlah responden yang berhasil diwawancarai sebanyak 740 (92.5%), Margin of Error ±3,7% pada tingkat kepercayaan 95%.


*by Admin PKS Piyungan

sumber:
- Exit poll Saiful Mujani Research and Consulting (vivanews.com)
- Data KPU Perolehan Suara Pemilu 2009 di DKI Jakarta



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia