NEWS UPDATE :

[Kolom Pak Cah]: Catatan Akhir Tahun 2011 untuk Para Politisi

Sabtu, 31 Desember 2011


Catatan Akhir Tahun 2011 untuk Para Politisi:
Belajar Sederhana dari Hazel McCallion

Oleh: Cahyadi Takariawan*


Hazel McCallion adalah perempuan yang sangat kuat. Pada usianya yang sudah lebih dari 90 tahun, ia masih mampu menjadi walikota Mississauga, Ontario, Kanada. Ia selalu terpilih dalam pemilihan walikota sejak 1978. Sudah 33 tahun memimpin kota hingga sekarang, mampu mengubah Mississauga yang dulu kumuh, kini menjadi salah satu kota terindah di Kanada.

Masyarakat Mississauga selalu mendukung Hazel dalam setiap pemilihan walikota yang digelar secara langsung dan demokratis. Hazel selalu berhasil memenangkan para pesaing politiknya dalam ritual pemilihan umum, namun hal itu tidak membuatnya besar kepala dan sombong. Bahkan kekuasaan yang dimilikinya di Kota Mississauga, tidak mengantarkan ia menjadi seorang pemimpin yang glamour atau hedonis. Bahkan ia menampilkan jati dirinya sebagai seorang pemimpin yang sederhana dan bersahaja.

“Badai Hazel”



Nama asli Hazel McCallion adalah Joueneaux Hazel. Ia dilahirkan di wilayah Quebec pada tanggal 14 Februari 1921. Ayahnya bernama Herbert Armand Journeaux (1879 -1944), pemilik perusahaan perikanan dan pengalengan. Ibunya bernama Maude Travers (1876 - 1955) seorang ibu rumah tangga dan mengelola pertanian keluarga. Suaminya bernama Sam McCallion (1923-1997).

Ia dijuluki “Badai Hazel” oleh media, karena keberaniannya berbicara terbuka tanpa basa-basi. Hazel mengungkapkan bahwa Sam –suaminya-- selalu mendorong dan mendukung karier politiknya. Sebelum menjadi walikota, Hazel dan Sam mendirikan The Mississauga Booster, sebuah surat kabar lokal.

Hazel McCallion mulai karir politiknya di distrik Streetsville, berawal sebagai ketua Badan Perencanaan Streetsville pada tahun 1967. Ia terpilih sebagai walikota Streetsville pada tahun 1970, dan menjabat sampai tahun 1973. Ia mulai terpilih menjadi walikota Mississauga pada tahun 1978.

Karena popularitasnya, ia tidak memerlukan kampanye selama proses pemilihan umum walikota. Bukan hanya itu, ia bahkan menolak menerima donasi politik. Hazel tidak meminta pihak manapun untuk menyumbangkan dana bagi pemenangan dirinya dalam setiap pemilihan wakil kota. Ia memenangkan pemilihan walikota Mississauga 12 (dua belas) kali berturutan, hingga ia berhasil memenangkan pemilihan terakhir pada 25 Oktober 2010 kemarin, pada saat usianya sudah 89 tahun.

McCallion adalah politisi Kanada pertama yang secara terbuka mendukung pembentukan negara Palestina . Ia berpendapat bahwa isu Palestina telah terdistorsi oleh berbagai kepentingan politik. "Masyarakat Palestina layak membentuk dan memiliki negara sendiri. Mengapa tidak?” katanya.

Kesederhanaan Seorang Pemimpin


Hazel adalah figur pemimpin politik yang sederhana dan bersahaja. Sepanjang perjalanan karier kepemimpinannya sebagai walikota, ia menolak mendapatkan fasilitas sopir pribadi. Ia mengendarai sendiri mobil dinas walikota, tanpa dikawal petugas dan tanpa sopir pribadi. Setiap hari ia melakukan aktivitas tersebut tanpa canggung. Ia baru menerima fasilitas sopir pribadi, setelah usianya menjelang 90 tahun sempat mengalami kecelakaan lalu lintas. Penglihatannya sudah sangat berkurang yang menyebabkannya kurang jelas melihat jalan raya.

Karena kecelakaan itulah ia tidak bisa menolak diberikan fasilitas sopir pribadi. Tigapuluh tahun ia menyetir sendiri mobil dinas walikota, kini setelah usianya semakin tua ia merelakan diantar oleh sopir pribadi. Penghematan adalah alasan yang ia kemukakan saat menolak diberikannya fasilitas sopir pribadi. “Aku masih kuat menyetir sendiri, mengapa harus diberi sopir pribadi?” tanya Hazel.

Hazel mengungkapkan bahwa dirinya melakukan sendiri semua pekerjaan praktis kerumahtanggan. "Aku membersihkan rumah sendiri, berbelanja, juga berkebun. Rata-rata orang yang berada dalam posisi seperti aku, memiliki pembantu yang melakukan semua pekerjaan tersebut. Namun aku ingin mandiri dan aku memang suka berkebun. Pekerjaan praktis kerumahtanggaan adalah sebentuk latihan dan agar aku tetap rendah hati".

Luar biasa kuatnya kepribadian Hazel. Masyarakat Mississauga mencintai Hazel karena kesungguhannya membangun kota, dan menjadikan Mississauga menjadi wilayah hunian yang sangat nyaman bagi warga. Kini bahkan banyak masyarakat dari luar Mississauga yang ingin tinggal di wilayah itu, setelah menyaksikan keberhasilan pembangunan pada masa kepemimpinan Hazel.

Terlebih lagi karena kesederhanaan dan kebersahajaan Hazel. Ia adalah sosok pemimpin yang layak menjadi contoh bagi banyak politisi di Indonesia, yang sering tampak glamour dan bergaya hedonis. Hendaknya para pemimpin di Indonesia malu dengan Hazel, yang sudah berumur lanjut namun masih mengemudikan sendiri mobil dinasnya, tanpa diikuti pengawal serta dayang-dayang. Ia melakukan banyak penghematan untuk hal-hal yang tidak perlu dan tidak esensial.

Cobalah lihat penampilan beberapa kalangan pemimpin di tanah air. Memang ada standar protokoler yang tidak bisa mereka tolak, namun hitunglah jumlah pengawal, penyerta, dayang-dayang, sopir, asisten pribadi, sekretaris pribadi, dan banyak lagi yang bahkan tidak bisa disebut istilahnya. Berapa biaya sekali perjalanan seorang pejabat publik di Indonesia? Berapa mobil yang mengiringi ? Berapa personal yang mengawal?

Dan Hazel..... Ia berjalan sendiri. Menyetir mobil sendiri. Mengerjakan kegiatan rumah tangga sendiri.....



*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

MABIT Mtz PKS Bantul Bersama Pak Cah: "Revitalisasi Arkanul Bai'ah"

Jumat, 30 Desember 2011

Kamis, 29 Desember 2011, bertempat di Masjid Kholid bin Walid dusun Banyakan Sitimulyo Piyungan, kader-kader ikhwan mtz DPD PKS Bantul berkumpul dalam acara MABIT rutin bulanan yang diadakan Kaderisasi DPD PKS Bantul. Sebagaimana biasanya, di acara MABIT ini kami dibersamai para masyayikh dakwah dan kali ini yang mengisi adalah ustadz Cahyadi Takariawan yang akrab disapa Pak Cah.

Acara MABIT dimulai dengan ifthor bersama puasa sunnah Kamis dengan menu praktis ekonomis paket sederhana dari Olive fried chicken seharga @ Rp 5.000 plus air putih dan tahu isi serta guyuran hujan yang turut membersamai semenjak sore itu.

Seusai maghrib berjama'ah dilanjut dengan tilawah fardiyah dengan target 1 juz tiap peserta hingga isya.

Pukul 20.00 ustadz Cahyadi menyampaikan taujih dengan tema 'Revitalisasi Arkanul Bai'ah'.

"Ini materi yang sudah lama kita dapat, sudah hafal kita ingat, namun justru sangat terasa urgensinya di era sekarang ini. Bangunan dakwah akan tetap kokoh manakala al-fahmu, al-ikhlas,... sampai ats-tsiqoh tetap melekat pada para du'at, para kader-kader dakwah. Dan sebaliknya, kehancuran dakwah akan niscaya manakala sudah terkikis nilai-nilai sepuluh prinsip-prinsip dakwah itu dari diri kita," urai Pak Cah dengan membeberkan bertumpuk kisah dari pengalaman beliau menyusuri setiap jengkal bumi dakwah dari Sabang-Merauke.

Kisah-kisah sarat ibroh di jalan dakwah yang dipaparkan Pak Cah tak ayal membuat para hadirin peserta MABIT kadang terhenyak, terkesima dan hampir tak percaya. Bagaiamana itu bisa menimpa kader dakwah???

Satu setengah jam Pak Cah membersamai kami untuk kembali mengeja, memaknai, menguatkan kembali arkanul bai'ah yang menjadi pilar dakwah ini. Dengan itulah kita bisa istiqomah di tengah godaan-godaan duniawi.

*)by: admin pkspiyungan


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

"KAROMAH" dan "KERAMAT" dalam Tinjauan Syari'ah

Kamis, 29 Desember 2011

Oleh: H. Abdullah Haidir, Lc*
Ketua MPW PKS Arab Saudi

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita dengar atau bahkan kita saksikan adanya kemampuan luar biasa yang terdapat pada seseorang. Fenomena ini sering membingungkan bagaimana menyikapinya, khususnya jika hal tersebut dikaitkan dengan masalah agama. Akibatnya, tidak sedikit masyarakat yang terkecoh.

Untuk memahami masalah ini dengan baik, penting bagi kita untuk memahami satu permasalahan dalam hal ini, yaitu: Karomah. Sebagian masyarakat sering menyebutnya dengan istilah “Keramat”.

Pemahaman Karomah

Karomah adalah: Kejadian luar biasa yang Allah tampakkan kepada para wali-Nya selain para nabi.

Meskipun sama-sama kejadian luar biasa, namun karomah bukan mu’jizat. Sebab mu’jizat hanya terjadi pada Nabi dan Rasul, sedangkan karomah hanya terjadi pada orang saleh yang beriman dan bertakwa. Oleh karena itu tingkat karomah tidak sama dengan mu’jizat.

Apakah Karomah itu ada?

Ada sebagian orang yang menolak adanya karomah dalam kehidupan ini, karena menurutnya tidak dapat diterima akal.

Keyakinan orang muslim hendaknya merujuk kepada ajaran Islam yang dijelaskan dalam al-Quran dan Hadits atau yang disimpulkan oleh para ulama salafush-shaleh. Kenyataannya, kejadian luar biasa yang terdapat pada seseorang yang bukan Nabi disebutkan dalam Al-Quran dan Hadits Rasulullah SAW serta dikuatkan oleh realita yang ada berdasarkan riwayat orang-orang yang terpercaya.

Beberapa Contoh Karomah

Dalam al-Quran (QS. Ali Imran: 37), kita dapatkan kisah Maryam yang selalu hadir di hadapannya buah-buahan segar yang bukan pada musimnya, atau juga kisah pengikut Nabi Sulaiman u yang mampu memindahkan singgasana Ratu Saba’ dalam sekejap mata (QS. An-Naml: 40).

Dalam hadits, kita juga mendapatkan riwayat shahih dari Rasulullah SAW yang mengabarkan beberapa kejadian luar biasa yang dialami seseorang yang bukan Nabi.

Di antaranya, kisah tiga orang yang terkurung batu besar di dalam goa. Secara akal, kekuatan mereka tidak mampu menggeser batu tersebut. Namun setelah mereka masing-masing berdoa kepada Allah, maka batu tersebut sedikit demi sedikit bergeser sehingga mereka dapat keluar dari goa tersebut (Muttafaq alaih).

Demikian juga tentang kisah Juraij, seorang ahli ibadah yang dituduh berzina dengan seorang pelacur. Namun akhirnya dia bebas dari tuduhan itu setelah mohon kepada Allah, sehingga bayi pelacur terse-but dapat berbicara dan menyatakan bahwa ayahnya bukanlah Juraij (HR. Muslim).

Kemudian pada zaman Rasulullah SAW, Allah memberikan karomah kepada beberapa orang shahabatnya.

Di antaranya adalah apa yang dialami oleh ‘Usaid bin Hudhair dan Abbad bin Bisyr, ketika keduanya kembali setelah menemui Rasulullah SAW, mereka melewati jalan yang sangat gelap, namun mereka diterangi oleh cahaya yang terdapat pada tongkatnya hingga mereka tiba di rumah masing-masing (HR Bukhari).

Dari kalangan tabi’in, diriwayatkan oleh para perawi yang tsiqah (terpercaya) bahwa Abu Muslim Al-Khaulani dapat berjalan di atas air, dan jika dia minta hujan, maka hujan diturunkan [1])

Maka berdasarkan hal-hal di atas, Ahlussunnah wal Jama’ah berkeyakinan bahwa karomah dapat terjadi pada orang-orang yang saleh dan bertakwa.


Apakah Setiap Kejadian Luar Biasa Dianggap Karomah?

Walaupun kita berkeyakinan bahwa karomah itu ada, namun yang harus kita pahami dengan baik adalah bahwa tidak semua kejadian luar biasa dapat dianggap karomah. Karena hal tersebut dapat juga terjadi sebagai tipu daya setan untuk menyesatkan manusia. Hal ini penting diketahui, karena banyak kaum muslimin yang terpedaya ketika melihat kejadian luar biasa pada orang-orang yang ingin menyesatkan manusia.

Perlu diketahui, bahwa kejadian luar biasa dapat juga bersumber dari perbuatan jin atau setan, baik terjadi pada orang kafir, atau pada orang yang telah menjadi budak setan dengan menggadaikan agamanya kepada setan dan mempersembahkan apa saja yang diminta setan untuk mendapatkan imbalan berupa kemampuan luar biasa. Atau bahkan dapat terjadi juga pada ahli ibadah sebagai tipu daya setan untuk menggelincirkannya dari jalan yang benar.

Hal tersebut bukan perkara mustahil, sebab Allah telah memberikan kemampuan terhadap jin atau setan di luar kemampuan manusia, seperti gerak yang cepat, tidak dapat dilihat manusia, berubah bentuk, dapat merasuk ke dalam tubuh manusia dll. Hal itu dapat mereka perlihatkan di hadapan manusia sebagai pemandangan luar biasa dan tentu saja sebagai upaya mereka yang tanpa henti untuk menyesatkan manusia.

Sikap Jika Melihat Atau Mendengar Sesuatu Yang Luar Biasa?

Ketika kita melihat kejadian luar biasa pada diri seseorang atau mendengar berita tentang hal tersebut, maka hendaklah kita tidak tergesa-gesa memutuskannya sebagai karomah sebelum menilai beberapa hal:

1. Dari sisi subyeknya. Yaitu orang yang mengalami kejadian luar biasa tersebut adalah orang yang benar-benar beriman dan bertakwa kepada Allah Ta’ala.

2. Kejadian luar biasa itu sendiri bukan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Allah Ta’ala atau menjadi sebab dilanggarnya ajaran Allah Ta’ala.

3. Dari sisi pembawa berita, jika hal tersebut berupa berita. Yang menyampai-kan berita haruslah dikenal sebagai orang yang bertakwa dan telah teruji kejujuran-nya dalam ucapan dan perbuatan (tsiqah).

Jika ketiga hal tersebut menyertai kejadian luar biasa pada seseorang, maka layak disebut karomah. Namun jika tidak ada salah satunya apalagi ketiga-tiganya, maka kejadian tersebut tidak boleh dikatakan karomah.

Misal dari point no. 1, jika pelakunya seorang kafir, atau seorang muslim namun suka melakukan syirik, bid’ah dan kemaksiatan atau orang yang suka meninggalkan perintah Allah dan melakukan larangan-Nya.

Kejadian luar biasa pada orang semacam ini bukanlah karomah. Tetapi dia merupakan perbuatan setan untuk menyesatkan hamba Allah Ta’ala.

Dalam hal ini, hendaklah kita tidak terpaku pada simbol, atribut, julukan atau pengakuan-pengakuan yang dilontarkan.

Misal dari point no. 2, jika ternyata kejadian luar biasa tersebut merupakan sesuatu yang bertentangan dengan syari’at, seperti seseorang yang mengaku dapat melihat Allah Ta’ala, atau bermimpi bertemu malaikat dan menyatakan bahwa dirinya adalah nabi baru atau dirinya terbebas dari ketentuan syariat.

Demikian juga jika kejadian tersebut didapatkan dengan cara-cara yang diharamkan, seperti melakukan kesyirikan, menyembelih hewan tertentu untuk selain Allah, melakukan perkara bid’ah seperti membaca zikir atau wirid yang tidak diajarkan Rasulullah SAW, dll.

Dikisahkan bahwa Abdul Qadir Al-Kailani suatu saat sangat kehausan. Tiba-tiba datang awan kepadanya dan menurunkan hujan gerimis, sehingga dia dapat minum dan hilang dahaganya, lalu dibalik awan itu muncul seruan:

“Wahai fulan, aku adalah Tuhanmu, dan Aku telah menghalalkan bagimu segala sesuatu yang diharamkan.”

Maka dia segera berucap:

“Enyahlah engkau wahai laknat!”, kemudian dengan serta merta awan itu sirna.

Ketika ditanya kepadanya dari mana dia tahu bahwa itu adalah Iblis?!, beliau menjawab: “Dari ucapannya: Telah aku halalkan apa yang diharamkan” [2])

Di tengah masyarakat banyak yang tergelincir dari sisi ini. Khususnya jika kejadian tersebut diselubungi dengan simbol dan atribut agama. Sehingga banyak di antara mereka yang menjadi pengikut ajaran sesat karena orang yang mereka ikuti dianggap memiliki karomah.

Faktor lain (point no. 3) yaitu masalah siapa yang menyampaikan khabar tersebut, jika hal itu bersifat berita.

Banyak terjadi informasi tentang karomah pada orang tertentu hanya bersifat cerita dari mulut ke mulut yang sulit dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Meskipun cerita tersebut terkait dengan orang yang dikenal keimanan dan ketakwaannya, dan kejadiannya tidak bertentangan dengan syariat, namun jika sumber cerita tersebut tidak berasal dari orang yang beriman, atau orang beriman namun tidak dikenal kejujuran dan ketaqwaannya, maka hendaklah kita tidak tergesa-gesa mengatakannya sebagai karomah.

Dapat saja hal itu bersumber dari orang-orang yang memujanya secara berlebih-lebihan, atau dari orang yang ingin mengalihkan perhatian masyarakat dari perkara yang lebih penting, atau tujuan lainnya. Jika diamati, sebagian besar cerita tentang karomah umumnya sulit dicari rujukannya, dan biasanya hanya bersumber dari “Katanya.…”

Bahkan yang sudah tercatat dalam kitab sekalipun dan diketahui dari mana sumber cerita tersebut, ternyata setelah diteliti ulang dari sisi bobot yang menyampaikannya, diketahui kemudian bahwa ternyata banyak riwayat yang lemah.

Firman Allah Ta’ala:

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6)


Kesimpulan:

Karomah terjadi semata-mata karena pemberian Allah Ta’ala berkat keimanan dan ketakwaan seseorang dan bukan sesuatu yang terjadi karena direncanakan orang tersebut. Tidak ada ibadah atau wirid khusus untuk mendapatkannya, apalagi jika mengharuskan syarat-syarat ter-tentu, seperti menyembelih hewan, mendatangi ‘makam keramat’, membaca zikir yang tidak diajarkan Rasulullah SAW atau cara-cara lainnya.

Semoga Allah Ta’ala selamatkan aqidah dan iman kita dari segala kesesatan. Amin.

----------------------
[1]. Lihat: Karomatu Auliya’illah Ta’ala: Al-Laalikaa’i, hal. 208-209.

[2]. Lihat: Karomatu Auliya’illah Ta’ala, al-Laalikaa’i.



*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Keutamaan Iffah dan Bersabar - [Kajian Hadits]

Rabu, 28 Desember 2011

(Ditulis oleh: Al-’Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman ibnu Nashir as-Sa’di)

Abu Sa’id al-Khudri menyampaikan sabda Rasulullah SAW yang mulia:

وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ، وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللهُ، وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ


“Siapa yang menjaga kehormatan dirinya—dengan tidak meminta kepada manusia dan berambisi untuk beroleh apa yang ada di tangan mereka—Allah akan menganugerahkan kepadanya iffah (kehormatan diri). Siapa yang merasa cukup, Allah akan mencukupinya (sehingga jiwanya kaya/merasa cukup dan dibukakan untuknya pintu-pintu rezeki). Siapa yang menyabarkan dirinya, Allah akan menjadikannya sabar. Tidaklah seseorang diberi pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.” (HR. Al-Bukhari no. 1469 dan Muslim no. 2421)

Hadits yang agung ini terdiri dari empat kalimat yang singkat, namun memuat banyak faedah lagi manfaat.


Pertama: Ucapan Nabi

وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللهُ

“Siapa yang menjaga kehormatan dirinya—dengan tidak meminta kepada manusia dan berambisi untuk beroleh apa yang ada di tangan mereka—Allah akan menganugerahkan kepadanya iffah.”


Kedua: Ucapan Nabi

وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ

“Siapa yang merasa cukup, Allah akan mencukupinya (sehingga jiwanya kaya/merasa cukup dan dibukakan untuknya pintu-pintu rezeki).”

Dua kalimat di atas saling terkait satu sama lain, karena kesempurnaan seorang hamba ada pada keikhlasannya kepada Allah, dalam keadaan takut dan berharap serta bergantung kepada-Nya saja. Adapun kepada makhluk, tidak sama sekali. Oleh karena itu, seorang hamba sepantasnya berupaya mewujudkan kesempurnaan ini dan mengamalkan segala sebab yang mengantarkannya kepadanya, sehingga ia benar-benar menjadi hamba Allah semata, merdeka dari perbudakan makhluk.

Usaha yang bisa dia tempuh adalah memaksa jiwanya melakukan dua hal berikut.

1. Memalingkan jiwanya dari ketergantungan kepada makhluk dengan menjaga kehormatan diri sehingga tidak berharap mendapatkan apa yang ada di tangan mereka, hingga ia tidak meminta kepada makhluk, baik secara lisan (lisanul maqal) maupun keadaan (lisanul hal).

Oleh karena itu, Rasulullah bersabda kepada Umar:

مَا أَتَاكَ مِنْ هذَا الْمَالِ وَأَنْتَ غَيْرُ مُشْرِفٍ وَلاَ سَائِلٍ فَخُذْهُ, وَمَا لاَ فَلاَ تُتْبِعْهُ نَفْسَكَ

“Harta yang mendatangimu dalam keadaan engkau tidak berambisi terhadapnya dan tidak pula memintanya, ambillah. Adapun yang tidak datang kepadamu, janganlah engkau menggantungkan jiwamu kepadanya.” (HR. Al-Bukhari no. 1473 dan Muslim no. 2402)

Memutus ambisi hati dan meminta dengan lisan untuk menjaga kehormatan diri serta menghindar dari berutang budi kepada makhluk serta memutus ketergantungan hati kepada mereka, merupakan sebab yang kuat untuk mencapai ‘iffah.

2. Penyempurna perkara di atas adalah memaksa jiwa untuk melakukan hal kedua, yaitu merasa cukup dengan Allah, percaya dengan pencukupan-Nya. Siapa yang bertawakal kepada Allah, pasti Allah l akan mencukupinya. Inilah yang menjadi tujuan.

Yang pertama merupakan perantara kepada yang kedua ini, karena orang yang ingin menjaga diri untuk tidak berambisi terhadap yang dimiliki orang lain, tentu ia harus memperkuat ketergantungan dirinya kepada Allah, berharap dan berambisi terhadap keutamaan Allah dan kebaikan-Nya, memperbaiki persangkaannya dan percaya kepada Rabbnya. Allah itu mengikuti persangkaan baik hamba-Nya. Bila hamba menyangka baik, ia akan beroleh kebaikan. Sebaliknya, bila ia bersangka selain kebaikan, ia pun akan memperoleh apa yang disangkanya.

Setiap hal di atas meneguhkan yang lain sehingga memperkuatnya. Semakin kuat ketergantungan kepada Allah, semakin lemah ketergantungan terhadap makhluk. Demikian pula sebaliknya.

Di antara doa yang pernah dipanjatkan oleh Nabi:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, iffah, dan kecukupan.” (HR. Muslim no. 6842 dari Ibnu Mas’ud)

Seluruh kebaikan terkumpul dalam doa ini. Al-huda (petunjuk) adalah ilmu yang bermanfaat, ketakwaan adalah amal saleh dan meninggalkan seluruh yang diharamkan. Hal ini membawa kebaikan agama.

Penyempurnanya adalah baik dan tenangnya hati, dengan tidak berharap kepada makhluk dan merasa cukup dengan Allah. Orang yang merasa cukup dengan Allah, dialah orang kaya yang sebenarnya, walaupun sedikit hartanya. Orang kaya bukanlah orang yang banyak hartanya. Akan tetapi, orang kaya yang hakiki adalah orang yang kaya hatinya.

Dengan ‘iffah dan kekayaan hati sempurnalah kehidupan yang baik bagi seorang hamba. Dia akan merasakan kenikmatan duniawi dan qana’ah/merasa cukup dengan apa yang Allah berikan kepadanya.

Ketiga: Ucapan Nabi

وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللهُ

“Siapa yang menyabarkan dirinya, Allah akan menjadikannya sabar.”

Keempat: Bila Allah memberikan kesabaran kepada seorang hamba, itu merupakan pemberian yang paling utama, paling luas, dan paling agung, karena kesabaran itu akan bisa membantunya menghadapi berbagai masalah. Allah berfirman: “Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat.” (Al-Baqarah: 45) --Maknanya, dalam seluruh masalah kalian.

Sabar itu, sebagaimana seluruh akhlak yang lain, membutuhkan kesungguhan (mujahadah) dan latihan jiwa. Karena itulah, Rasulullah n mengatakan: وَمَنْ يَتَصَبَّرْ “memaksa jiwanya untuk bersabar”, balasannya: يُصَبِّرهُ اللهُ “Allah akan menjadikannya sabar.” --Usaha dia akan berbuah bantuan Allah terhadapnya.

Sabar itu disebut pemberian terbesar, karena sifat ini berkaitan dengan seluruh masalah hamba dan kesempurnaannya. Dalam setiap keadaan hamba membutuhkan kesabaran.
Ia membutuhkan kesabaran dalam taat kepada Allah sehingga bisa menegakkan ketaatan tersebut dan menunaikannya.

Ia membutuhkan kesabaran untuk menjauhi maksiat kepada Allah sehingga ia bisa meninggalkannya karena Allah.

Ia membutuhkan sabar dalam menghadapi takdir Allah yang menyakitkan sehingga ia tidak menyalahkan/murka terhadap takdir tersebut. Bahkan, ia pun tetap membutuhkan sabar menghadapi nikmat-nikmat Allah dan hal-hal yang dicintai oleh jiwa sehingga tidak membiarkan jiwanya bangga dan bergembira yang tercela. Ia justru menyibukkan diri dengan bersyukur kepada Allah.

Demikianlah, ia membutuhkan kesabaran dalam setiap keadaan. Dengan sabar, akan diperoleh keuntungan dan kesuksesan. Oleh karena itulah, Allah menyebutkan ahlul jannah (penghuni surga) dengan firman-Nya:

Dan para malaikat masuk kepada tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan), “Keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian.” Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. (Ar-Ra’d: 23—24)

Demikian pula firman-Nya:

“Mereka itulah yang dibalasi dengan martabat yang tinggi dalam surga karena kesabaran mereka….” (Al-Furqan: 75)

Dengan kesabaranlah mereka memperoleh surga berikut kenikmatannya dan mencapai tempat-tempat yang tinggi.

Seorang hamba hendaklah meminta keselamatan kepada Allah, agar dihindarkan dari musibah yang ia tidak mengetahui akibatnya. Akan tetapi, bila musibah itu tetap menghampirinya, tugasnya adalah bersabar. Kesabaran merupakan hal yang diperintahkan dan Allah-lah yang menolong hamba-Nya.

Allah menjanjikan dalam kitab-Nya dan melalui lisan Rasul-Nya bahwa orang-orang yang bersabar akan beroleh ganjaran yang tinggi lagi mulia.

Allah berjanji akan menolong mereka dalam semua urusan, menyertai mereka dengan penjagaan, taufik dan pelurusan-Nya, mencintai dan mengokohkan hati serta telapak kaki mereka.

Allah akan memberikan ketenangan dan ketenteraman, memudahkan mereka melakukan banyak ketaatan. Dia juga akan menjaga mereka dari penyelisihan. Dia memberikan keutamaan kepada mereka dengan shalawat, rahmat, dan hidayah ketika tertimpa musibah.

Dia mengangkat mereka kepada tempat-tempat yang paling tinggi di dunia dan akhirat.
Dia berjanji menolong mereka, memudahkan menempuh jalan yang mudah, dan menjauhkan mereka dari kesulitan.

Dia menjanjikan mereka memperoleh kebahagiaan, keberuntungan, dan kesuksesan.
Dia juga akan memberi mereka pahala tanpa hitungan.

Dia akan mengganti apa yang luput dari mereka di dunia dengan ganti yang lebih banyak dan lebih baik daripada hal-hal yang mereka cintai yang telah diambil dari mereka.

Allah pun akan mengganti hal-hal tidak menyenangkan yang menimpa mereka dengan ganti yang segera, banyaknya berlipat-lipat daripada musibah yang menimpa mereka.
Sabar itu pada mulanya sulit dan berat, namun pada akhirnya mudah lagi terpuji akibatnya. Ini sebagaimana dikatakan dalam bait syair berikut.

وَالصَّبْرُ مِثْلُ اسْمِهِ مُرٌّ مَذَاقَتُهُ
لَكِنَّ عَوَاقِبَهُ أَحْلَى مِنَ الْعَسَلِ

Sabar itu seperti namanya, pahit rasanya
Akan tetapi, akibatnya lebih manis daripada madu.

Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

(Diterjemahkan Ummu Ishaq al-Atsariyyah dari kitab Bahjatu Qulubil Abrar wa Qurratu ‘Uyunil Akhyar fi Syarhi Jawami’il Akhbar, hadits ke-33, hlm. 9l—93, Al-’Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman ibnu Nashir as-Sa’di)

*)http://asysyariah.com/keutamaan-iffah-dan-bersabar.html#more-3284



*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Kebahagiaan PKS DPRa Srimulyo di Penghujung 2011

Selasa, 27 Desember 2011

Di penghujung tahun 2011, DPRa PKS Srimulyo mendapatkan 2 kebahagiaan. Pertama : Minggu, 18 Desember 2011 telah lahir calon pemimpin masa depan dari pasangan Akh Andi Susanto (manager SPBU Payak Srimulyo) dengan Ukhti Septi Utami Putri (Ketua Bidang Kewanitaan DPRa Srimulyo). Putra Pertama dari pasangan tersebut diberi nama BENZEMA GHIYAS EL KAREEM.

Kebahagiaan kedua: Hari Senin 26 Desmber 2011 ukhti Ketut Tantri (Sekretaris PKS DPRa Srimulyo) melangsungkan akad nikah dengan mas Budi Santosa dari Sukoharjo. Kader-kader dan jajaran pengurus PKS DPRa Srimulyo hadir, termasuk Winarno Abdussalam Ketua PKS DPRa Srimulyo yang didaulat sebagai pembaca kalam Ilahi dalam prosesi ijab Qobul. Hadir pula dalam walimahan tersebut Akh Andi Tri Widodo Ketua DPC PKS Piyungan bersama istri serta beberapa kader PKS dari DPRa Srimartani dan Sitimulyo. Barokallahu laka wa baroka'alaik wajama'a bainakuma fii khoir...


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Lomba & Demo Masak Kader Akhwat PKS Piyungan di Hari Ibu

Senin, 26 Desember 2011

Ahad, 25 Desember 2011 bertempat di komplek TKIT Ar Raihan Piyungan diadakan kegiatan yang bertajuk "Lomba dan Demo Masak" diikuti seluruh kader akhwat (termasuk ummahat) di wilayah DPC PKS Piyungan. Total peserta ada 10 kelompok, di mana setiap kelompok beranggotakan 4 orang. Akhwat yang tidak ikut lomba turut hadir sebagai suporter.

Gema Hari Ibu di mana-mana dengan berbagai kegiatan yang sangat variatif. Bidang Perempuan (Bidpuan) DPC PKS tidak mau ketinggalan moment spesial ini. Dan, acara kali ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kreativitas kader sekaligus sebagai konsolidasi internal akhwat. Diharapkan setelah acara ini kader mampu dan mau berbagi ilmu "masak"nya di PWK-PWK binaan Bidpuan PKS Piyungan maupun di tempat lainnya.

Hujan deras yang turun ahad dini hari pada awalnya membuat panitia dan peserta cukup pesimis. Alhamdulillaah sekitar pukul 7 hujan tinggal rintik-rintik. Satu persatu, peserta hadir dengan semua perabotan di motornya. Yaa, peraturannya memang semua bahan dan peralatan disediakan sendiri oleh peserta :) Luar biasa, dari mulai sendok hingga oven plus kompor beserta gas di bawa sendiri oleh peserta dengan naik motor :)


Pukul 08.35 acara dimulai dengan tilawah oleh bu Fajar, dilanjutkan sambutan oleh ketua panitia yaitu Bu Warti. Dalam sambutannya, Bu Warti kembali mengingatkan peran Ibu dalam keluarga, masyarakat dan bangsa. Suatu ketika, Khalid bin Walid pernah ditanya :"benteng apa yang paling kuat untuk negara?" Beliau menjawab :"Ibu"

Setelah itu, sie acara membacakan Tata tertib lomba dan tepat pukul 09.00 lomba dimulai. Waktu yang diberikan 90 menit. Peserta langsung cekatan meracik bumbu dan mengolah bahan yang sudah disiapkan. Sementara itu, panitia melakukan persiapan tempat penyajian dan demo masak. Plan A, B berubah menjadi C, D dan F :) Maksudnya bongkar pasang menyesuaikan kondisi yang ada. Mendung di langit kian menghitam, hujan pun turun dengan lebat. Semua acara tetap berjalan sesuai rencana, sesekali peserta kena percikan air hujan.



Sesuai Jadwal, pukul 10.30 makanan siap tersaji di meja penjurian. Subhanalloh, meski sebelumnya rahasia-rahasiaan tidak ada satupun menu yang sama. Nama-namanya pun unik :

- Kelompok 1 : Tahu Kremes Kemayu


- Kelompok 2 : Pizza Roti Tawar Sayur


- Kelompok 3 : Vegetable Virgin


- Kelompok 4 : Sus Pizza Bayam


- Kelompok 5 : Rollade Isi Tahu Sayur


- Kelompok 6 : Kornet Isi Sayur


- Kelompok 7 : Bolu Kukus Sayur


- Kelompok 8 : Sapta Sari


- Kelompok 9 : Nugget Ayam Wortel


- Kelompok 10 : Roti Panggang Isi Sayur


Chef Thabrany yang menjadi juri tunggal mencicipi satu persatu hidangan, bahkan saus/vla tidak beliau lewatkan. Ada 7 kriteria penjurian : Orisionalitas resep, Kreativitas, Komposisi Nutrisi, Rasa, Higienitas, Nilai Jual dan Kerja sama tim.

Acara selanjutnya adalah acara yang dinanti, belajar kepada Chef profesional. Beliau adalah Chef Muhammad Thabrany atau lebih terkenal dengan Chef Bony Thabrany. Chef yang pernah bekerja di beberapa hotel berbintang ini memang sudah beberapa kali di undang di acara DPC PKS Piyungan, yang terakhir pada tahun 2008 silam. Kini beliau bekerja sebagai Chef Advisor and Food Consultant.

Menu awal adalah Pizza, makanan dari Italia yang sedang "in" di masyarakat. Karena suatu hal, menu diganti dengan Spaghetti Saos Sayur. Sambil 'bekerja' beliau memaparkan banyak hal tentang dunia memasak, seperti perbedaan lidah antara orang Eropa, Perancis, Amerika dan lainnya ; cara memasak yang benar ; pengalaman beliau keliling nusantara dan beberapa negara ; termasuk juga rahasia bisnis makanan. Luar biasa, sebuah ilmu dan pengalaman baru.

Setelah matang, dan siap peserta tak sabar mencicipi spaghetti saos sayur ala chef Thabrany. Bagi sebagian besar, ini pengalaman pertama mencicipi spaghetti.

"Mirip mie ayam tapi lebih enak" komentar seorang ummahat.

"Enak..., jamurnya enak seperti daging.." tambah yang lain

"Dadi pingin njajal, tuku mie-ne neng ngendi to? " Tanya seorang ummahat yang lain.

... Maklum, kami memang kader PKS nDeso ...

Setelah puas icip-icip, tibalah saatnya diumumkan pemenang Lomba. Sesuai penjelasan chef sebelumnya kemudian disesuaikan dengan kriteria dari panitia, inilah juara masak akhwat DPC PKS Piyungan tahun 2011 :


- Juara I : Kelompok 10 dari DPRa Srimartani
- Juara II : Kelompok 9 dari DPRa Srimulyo
- Juara III : Kelompok 6 dari DPRa Sitimulyo

Hadiah berupa uang tunai masing-masing diserahkan oleh Chef Thabrany, Bu Tri Wuryani (Kabid Kaderisasi Akhwat) dan Bu Warti (ketupat).

Testimoni Peserta :

"PJUANGAN MENINGGALKAN ANAK. Kami tidak menyangka akan jadi juara, karena yang terpikir pertama adalah bagaimana membuat pizza yg praktis, dari roti tawar, dan rasa sayuran hjau (bayam & brokoli) sebagai menu kelompok kami dan kami cuma latihan 1X dan alhamdulillaah Juara I " (ummahat dari Srimartani)

"Seru masak sambil hujan-hujan, masak bareng-bareng lebih asyik, masak cuma 1 macam bisa ngerasain beberapa masakan he..he" (Faiz-Sitimulyo)

"Seneng, banyak pengalaman baru. Eh, ini malah langsung di todong ngisi di PWK Kaligatuk nih ..." (Aan-Srimulyo)

Berangkat rintik, pulang pun rintik. Yaa, karena memang musim hujan. Peserta riang, panitia sumringah. Tinggal menunggu kiprah kader di masyarakat mengaplikasikan ilmunya. Alhamdulillah ... Selamat Hari Ibu :)



*)Reporter: Hida Nur Hidayah



*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Anis Matta: Dahlan Iskan Layak Jadi Capres

Minggu, 25 Desember 2011

SURABAYA- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai sosok Menteri Negera (Meneg) BUMN Dahlan Iskan layak untuk menjadi calon presiden.

"Kami kira Dahlan Iskan memang layak untuk maju sebagai Capres," kata Sekjen DPP PKS Anis Matta usai temu kader di Hotel Oval, Jalan Diponegoro, Surabaya, Sabtu (24/12/2011).

Sayangnya, Anis tidak menyebut alasan terkait mewacanakan mantan Dirut PLN ini untuk duduk dikursi RI 1 itu.

Selain itu, beberapa tokoh lain yang layak berpeluang sebagi capres pada 2014 nanti. Seperti, Anas Urbaningrum, Abu Rizal Bakrie, Prabowo Subianto, Djoko Suyanto, Pramono Edi Wibowo dan juga Hatta Rajasa. "Pak Mahfud MD juga pantas untuk nyapres," tambahnya.

Menurutnya, semakin banyak calon yang akan bertarung dalam Pilpres tentunya akan lebih baik. Hal itu, dapat mencerminkan demokrasi yang sudah ada berjalan dengan mulus. Namun, kata Anis, seharusnya aturan terkait pencalonan ada perubahan.

Seperti President Threashold diturunkan tidak 20 persen, minimal sama dengan Parlementary Threashold. Hal itu, tentunya membuka peluang bagi partai yang lolos PT untuk mengusung calon. Kemudian, deklarasi capres juga harus lebih awal. Dengan demikian masyarakat akan lebih tahu calon-calon yang akan memimpin negeri ini.

Indonesia sendiri, memiliki banyak calon-calon pemimpin yang bagus meski bukan dari kalangan partai. "Indonesia banyak calon-calon yang kualifikasinya baik meski tidak dari orang partai," cetusnya.

Sedangkan di internal PKS sendiri memiliki beberapa tahapan untuk mengusung calon presiden. Pertama adalah kajian dari Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PKS dan mendorong kader internal yang potensial untuk maju. Kedua, PKS sudah membentuk panitia seleksi untuk kriteria pencapresan hingga penetapan.

"Sampai sejauh ini masih proses dan belum mengkerucut sebuah nama capres yang akan diusung PKS," katanya.

*)http://news.okezone.com/read/2011/12/24/337/546866/pks-lihat-dahlan-iskan-bisa-masuk-bursa-capres


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Ini Pejabat yang Tak Sungkan Berdesakan di KRL

Jumat, 23 Desember 2011




[detik.com] Jakarta - Di jam-jam sibuk, umumnya kereta rel listrik (KRL) di Jabodetabek disesaki penumpang. Rupanya sedikit dari banyaknya pejabat di negeri ini tidak sungkan menggunakan KRL dan transportasi umum lainnya. Siapa saja?



1. Tb Soenmandjaja Rukmandis


Anggota DPR dari FPKS ini mengaku sehari-hari menggunakan angkutan umum untuk menuju Gedung DPR. Dari rumahnya yang terletak di Bogor, Kang Soenman, demikian dia biasa disapa, berjalan kaki menuju tempat angkot ngetem. Perjalanan dia lanjutkan menggunakan KRL hingga Stasiun Karet. Nah, dari stasiun ini, Kang Soenman memilih naik Kopaja 608 jurusan Blok M - Tanah Abang hingga ke Gedung Dewan.

Padahal kalau mau, Soenman bisa menggunakan Toyota Rush dan Suzuki APV yang terparkir di rumahnya. Namun dia lebih suka berangkat kerja dengan angkutan umum karena lebih irit. Berdesakan di KRL bukanlah masalah, karena Soenman bisa bertemu banyak orang untuk menyerap aspirasi.

2. Akbar Faizal

Politikus dari Partai Hanura, Akbar Faizal, juga salah satu pejabat yang menyimpan mobilnya dan memilih menggunakan kendaraan umum saat pergi ke tempat kerja. Akbar yang tinggal di Depok, Jawa Barat, tidak mau kehilangan banyak waktu di jalan karena macet. Itu makanya dia memilih menggunakan KRL.

Biasanya Akbar naik dari Stasiun KA Depok Lama dan turun di Stasiun Dukuh Atas. Lalu dia melanjutkan perjalanan ke Gedung DPR dengan menumpang taksi atau ojek. Akbar menaruh mobilnya di Gedung DPR karena terkadang dia harus menghadiri kegiatan Dewan di luar Gedung DPR. Untuk diketahui, Akbar memiliki Honda Civic keluaran 2008 dan Honda CRV edisi 2009 yang dibelinya sebelum menjadi anggota Dewan.

3. Aus Hidayat Nur

Anggota DPR Aus Hidayat Nur juga salah satu penumpang setia KRL. Mengingat rumahnya terletak di Jalan Kelapa Dua Raya RTM Cimanggis, Depok, maka Aus menjadikan KRL sebagai kendaraan umum andalan. Selain lebih efektif dan efisien, Aus juga menggunakan KRL untuk menerapkan hidup sederhana.

Bagi pria yang lama berkecimpung di dunia bisnin multi level marketing ini, jabatan di DPR hanyalah 5 tahun. Karena itu tak sewajarnya jika lantas membuatnya menjalani gaya hidup mewah.

Biasanya politus PKS ini keluar dari rumah dengan menumpang sepeda motor anaknya hingga Stasiun Universitas Indonesia. Kemudian dia naik KRL hingga ke Stasiun Tanah Abang. Perjalanan ke Gedung DPR dilanjutkannya dengan menggunakan ojek. Namun bila kegiatan di parlemen tak padat, ia terkadang menggunakan Proton Exora, mobil produksi Malaysia yang dibeli dengan cara mencicil ini.

4. Bambang Widjojanto

Pria yang baru saja duduk di kursi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ini adalah penggemar KRL. Bagi Bambang, alat transportasi umum memang sudah sangat akrab baginya. Dia tak pernah gengsi menggunakan KRL atau ojek untuk mengantar dia ke tempatnya bekerja. Namun bukan berarti dirinya sama sekali mengharamkan mengendarai mobil.

Mengingat rumahnya di Depok Timur dengan kantor KPK yang di Kuningan, Jakarta Selatan, cukup jauh, maka KRL adalah pilihan transportasi yang paling rasional. Meski sudah jadi anggota KPK, dia akan tetap memprioritaskan memakai ojek atau KRL untuk bekerja.

5. Dahlan Iskan

Dahlan Iskan selama menjadi Menteri BUMN sedah dua kali terpergok menaiki KRL. Pada 5 Desember lalu, Dahlan menaiki KRL tanpa pengawalan. Kegiatan itu dilakukan Dahlan untuk melihat pelayanan dan operasional BUMN transportasi tersebut..

Kegiatan serupa dilakukannya hari ini, Jumat (23/12/2011) saat akan menghadiri sidang kabinet yang digelar di Istana Bogor. Mantan Dirut PLN ini naik dari Manggarai menuju Bogor. Setibanya di Stasiun Bogor, perjalanan ke Istana Bogor dilanjutkan dengan menggunakan ojek.

Masih ada beberapa pejabat yang terlihat bersahaja jika ditilik dari penggunaan kendaraan umum. Misalnya saja anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Budiman Sujatmiko. Saat ini dia tengah menyicil rumah sederhana dan tak segan ngojek ke kantornya di Senayan.

Anggota Komisi IX dari F-PDIP Nursuhud juga sejak dilantik jadi anggota dewan tetap memakai ojek. Dia mengaku punya mobil, tapi sering digunakan anaknya. Ojek menjadi pilihan dia lantaran bisa mengantarkannya ke Gedung DPR tepat waktu.

Dengan menaiki angkutan umum, para pejabat itu memang terkesan sederhana dan membumi. Meski beberapa dari mereka lebih mempertimbangkan efisiensi saat memilih menggunakan angkutan umum. Semoga pejabat yang naik angkutan umum ini semakin banyak, dan bukan hanya untuk meningkatkan citra.

*)http://www.detiknews.com/read/2011/12/23/114601/1798352/10/ini-pejabat-yang-tak-sungkan-berdesakan-di-krl?991104topnews



*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Tuntaskan Kasus Tragedi Mesuji, PKS Siap Kawal

LENSAINDONESIA.COM: Anggota Komisi III dari FPKS Abu Bakar Al-Habsyi mengatakan upaya apapun demi kepentingan rakyat akan didukung. Terlepas dari apapun namanya, pembentukan Panitia Kerja (panja) DPR adalah alternatif paling strategis untuk menuntaskan persoalan mesuji.

“Memang beberapa teman ingin agar panja ini fokus pada persoalan pertanahan, hal ini disebabkan sengketa pertanahan terjadi diberbagai daerah yang bersinggungan dengan perkebunan dan pertambangan. Pastinya panja ini akan melibatkan para pihak terkait seperti Menhut atau kepala BPN,”katanya kepada LICOM, di DPR, Jakarta, Kamis (22/12/2011).

Namun ia menegaskan juga akan tetap mengawal penuntasan dugaan pelanggaran HAM berat yang terjadi di Mesuji. “Sepertinya hal ini sudah menjadi trend, dimana aparat kita mendapatkan suapan biaya pengamanan dari pihak swasta, akibatnya mereka represif pada rakyat sendiri yang seharusnya dilindungi,”katanya.

Karenanya dia beralasan penuntasan indikasi pelanggaran HAM akan menjadi parameter penegakan hukum dan perlindungan HAM di Indonesia. ronald/LI-06


*)http://www.lensaindonesia.com/2011/12/22/tuntaskan-kasus-tragedi-mesuji-pks-siap-kawal.html


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Ifthor Bersama DPRa PKS Sitimulyo di ujung Muharram

Di sisa-sisa bulan Muharram ini, Kamis 26 Muhharam 1433 (22/12), PH DPRa PKS Sitimulyo kembali menggelar ifthor keliling yang kali ini giliran akh Sarojo yang menjadi sohibul bait. Ifthor pekanan ini sekaligus Majlis Syuro DPRa yang membahas agenda-agenda kerja DPRa PKS Sitimulyo.

Muharram bulan satu-satunya yang mendapat nisbat "SyahruLlah" karena keutamaan yang begitu besar tinggal menghitung hari. Salahsatu anjuran yang ditekankan Nabi SAW di bulan Muharram adalah memperbanyak puasa, sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Muslim:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

"Puasa yang paling utama sesudah puasa Ramadlan adalah puasa pada Syahrullah (bulan Allah) Muharram"

Alhamdulillah, senja di Kamis yang cerah itu para ikhwah jajaran pengurus DPRa PKS Sitimulyo lengkap hadir termasuk akh Widodo yang kebetulan baru pulang mudik 'libur' dua pekan dari kerja di pertambangan Halmahera. Hanya satu yang ijin, akh Sunardi, yang ibundanya wafat dan baru saja dimakamkan Kamis siang itu. Kamis itu kami semua sudah takziyah ke tempat akh Sunardi dan sebetulnya tanpa ijin pun kami sudah memahami kondisinya, namun akh Sunardi tetap merasa penting untuk minta ijin dan mohon maaf tidak bisa bergabung di acara DPRa PKS Sitimulyo sore itu.

"Msh kerja bakti pasang2 lampu, afwan ga bs dtg" - SMS akh Sunardi sore itu minta ijin karena persiapan Tahlilan di rumahnya.

Senja Kamis di ujung Muharram itu, agenda kita awali dengan tilawatil qur'an bergiliran. Dilanjutkan dengan tadabur salah ayat yang telah dibaca dari surat Ali Imran ayat 83:

أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

"Maka mengapa mereka mencari agama yang lain dari agama Allah? padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah lah mereka dikembalikan."

Kita semua akhirnya akan kembali pada Sang Pencipta, sekuat apapun, sehebat apapun, sebanyak apapun harta kita, setinggi apapun jabatan kita, tak ada yang mampu menahan dari taqdir Ilahi. Kita tak berdaya di hapadanNya. Lantas apa yang membuat kita tak mau tunduk pasrah padaNya? pada ketentuan-ketentuanNya? mengapa masih saja kita congkak di hadapanNya?

يَا أَيُّهَا الْإِنسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِي

"Hai manusia, Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu yang Maha Pemurah?" (82:6)

Kepasrahan dan ketundukan kita padaNya adalah satu-satunya jalan yang akan menyelamatkan kita di dunia terlebih kelak di akhirat. Kapan, dimana, dalam kondisi apa, tak satupun yang tahu saat sang maut datang. Bersiap setiap saat dengan memberi amal terbaik adalah satu-satunya jalan menghadapinya.

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ

“Orang yang cerdas ialah orang yang menahan hawa nafsunya dan berbuat (amal sholeh) untuk (bekal) kehidupan setelah mati.” (HR. Turmudzi).


Pukul 17.58 WIB tiba waktu Maghrib untuk wilayah D.I Yogyakarta. Kami pun mengawali berbuka dengan bersama-sama berdo'a...

اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

“Ya Allah keranaMu aku berpuasa, dengan rezekiMu aku berbuka, telah hilang rasa haus dan telah basah kerongkongan dan telah tetap pahalanya Insya Allah”

Usai membasahi kerongkongan dengan teh manis hangat, buah-buahan (buah manggis, buah dukuh yang dibawa akh Wahyu), kami lantas menuju masjid Nuruttaqwa dusun Banyakan Sitimulyo yang berada beberapa meter di depan rumah akh Sarojo untuk menunaikan sholat maghrib berjama'ah.

Habis sholat maghrib kita kembali ke rumah akh Sarojo dan sudah tersaji menu utama berbuka: nasi, sop, ayam, tempe, kerupuk, sambal, yang sudah dipersiapkan bu Fajariyah. Alhamdulillah nikmat lezat apalagi makan rame-rame dengan ikhwah.

Agenda pamungkas syuro DPRa dipimpin langsung akh Suparman sang mas'ul DPRa yang membahas laporan dan evaluasi kegiatan Bakti Sosial PKS DPRa Sitimulyo yang telah diselenggarakan hari Ahad 18 Desember 2011 di dusun Ngablak. Alhamdulillah sukses. Bahasan kedua terkait agenda DPRa rutin bulanan tiap Ahad pekan terakhir yakni Forum Silaturohim Keluarga Besar DPRa PKS Sitimulyo yang rencana (sesuai giliran) bertempat di rumah Pak Abdillah besok Ahad 25 Desember 2011.

Adzan Isya yang berkumandang sekaligus menjadi tanda selesainya rangkaian kegiatan Kamis sore itu.

Allahumma lakal hamdu ya Rabb... berbagai nikmat tak terhitung Kau curahkan untuk kami... wafatkan kami dalam syukur nikmat kepada Mu, Ya Rahman Ya Rahim. Amin.....

by: ADMIN


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Ternyata Kalangan Kristen Koptik Mesir Pilih Partai IM, ini alasan mereka...


Salah satu penyumbang kemenangan Freedom and Justice Party (FJP) partai bentukan Ikhwanul Muslimin pada pemilu Mesir berasal dari kelompok Kristen Koptik. Sebagaimana dilansir oleh situs resmi IM ikhwanweb, para pemilih yang berasal dari pemeluk Kristen Koptik memberikan alasanya mengapa memberikan totalitas dukungan terhadap Partai IM.

Merval Williaw, salah seorang pemeluk Kristen Koptik menyatakan bahwa pada pemilihan putaran pertama memilih FJP dan pada putaran selanjutnya saya juga akan memilihnya kembali. “Alasan utama mengapa saya mendukung dan memilih FJP adalah karena partai ini memfokuskan diri pada keadilan bagi seluruh masyarakat Mesir dan saya percaya 100% FJP akan mewujudkan keadilan bagi semua”.

Pemeluk Kristen Koptik lainya yang juga memilih FJP adalah Farha Maher Ibrahim. Maher memaparkan, “Saya tidak terpengaruh dengan propaganda negatif atau rumor yang beredar tentang negara Islam. Bagi saya tidak masalah, selama negara Islam memberikan keadilan dan kebebasan bagi semua pihak, maka itu perlu didukung, saya berkeyakinan FJP yang dilahirkan dari rahim Ikhwanul Muslimin ini dapat mewujudkan keadilan itu.”

Selanjutnya, Amal Sobhi yang juga pemeluk Kristen Koptik memberikan harapanya, “Semoga FJP sukses dalam mewujudkan keadilan dan kesetaraan bagi semua masyarakat Mesir. Saya melihat bahwa FJP sangat demokratis, hal ini terlihat dari prioritas utama FJP untuk meweujudkan keadilan dan kesetaraan hak baik Muslim maupun Kristen Koptik”.





*)http://www.ikhwanweb.com/article.php?id=29447

*)www.fimadani.com



*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

PKS Piyungan Turut Berduka dan Berdoa atas Wafatnya Ibunda Ketua Kepemudaan PKS Piyungan

Kamis, 22 Desember 2011

Hari ini, 22 Desember 2011, tepat di Hari Ibu, Keluarga Besar PKS Piyungan turut berduka melepas dengan iringan do'a atas wafatnya ibunda al-akh Sunardi (Kabid Kepemudaan DPC PKS Piyungan) yang siang tadi jam 14.00 WIB dimakamkan di sasono giriloyo Sentono.

Mbah Musradi, 70 tahun, ibunda al-akh Sunardi berpulang ke haribaan Allah SWT tadi malam, di saat beliau masih 'menemani dan membersamai' anak-anak kecil dusun Nganyang yang mengaji rutin malam kamis dibawah bimbingan ustadz Pakde Abi Mujiran ('kader senior' PKS DPRa Sitimulyo), yang kebetulan pengajian keliling malam itu bertempat di rumah Mbah Musradi.

"Ba'da Maghrib ibu masih menyalami anak-anak yang datang mengaji di rumah ibu malam itu," ujar akh Sunardi.

"Sekira pukul 19.00, tiba-tiba ibu tampak sakarat... dan tidak ada lima menit kemudian beliau sudah wafat, pengajian belum selesai...akhirnya anak-anak disuruh pada pulang," sambung akh Sunardi.

Inna lillaahi wa inna ilaihi rajiun...

اللَّهُمَّ اغْفِرْلَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا

Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya, kasihanilah ia, lindungilah ia, dan maafkanlah ia. Muliakanlah tempat kembalinya, lapangkan kuburnya. Bersihkanlah ia dengan air, salju, dan air yang sejuk, dan bersihkanlah ia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau telah membersihkan pakaian putih dari kotoran. Masukkanlah ia ke dalam surga-Mu dan lindungilah ia dari siksa kubur dan siksa api neraka.

Amin.....


----
*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu: Hadits Palsu?


Oleh: Ustadz Ahmad Sarwat, Lc*

Ah, masak sih? Bukankah hadits itu sudah terkenal dimana-mana, bahkan disebut-sebut oleh semua penceramah dari pengajian di istana sampai kakilima? Kalau memang hadits palsu, kenapa tidak pernah ada yang bilang? Lagian kenapa bilangnya baru sekarang?


Mungkin sederet protes seperti itu yang akan mengalir keluar dari mulut kita kalau membaca judul di atas. Ya, benar. Hadits bahwa surga di bawah telapak kaki ibu memang sangat populer di jagad dunia pengajian dan majelis taklim.

Tiap ada anak bandel sama orang tua, khususnya ibu, pasti nasehat-nasehatnya akan mengutip hadits surga di bawah telapak kaki itu. Bahkan ada lagu anak-anak yang sering kita dengar :

Surga di telapak kaki ibuuuu . . . .
Itulah hadits Nabi Muhammaaaad . . .
Syalalala . . .

Lalu kok tiba-tiba ada yang bilang hadits itu palsu? Memangnya benar palsu atau bagaimana? Lalu kalau palsu, terus letaknya surga dimana dong? Apa pindah ke bawah telapak kaki ayah? atau telapak kaki siapa?

Lagian, kalau surga tidak lagi di telapak kaki ibu, karena ternyata haditsnya palsu, apakah anak jadi boleh melawan ibunya?

Dan bagaimana dengan nasib si Malinkundang? Apakah dengan begitu kemudian kutukannya dicabut sehinga kembali lagi menjadi manusia setelah bertahun-tahun jadi batu?


Penjelasannya begini :

Lafadz al-jannatu tahta aqdamil ummahat itu memang tidak kita temukan rujukannya di dalam kitab-kitab hadits yang muktamad. Bahkan meski haditsi itu sangat ngetop dimana-mana, rasanya tidak ada yang tahu, siapa sih perawinya?

Saya sendiri membolak-balik kitab kuning sampai pusing tujuh keliling, ternyata tidak ketemu juga. Mungkin kapasitas ilmu saya masih sangat rendah kali ya.

Di dalam kitab Adh-Dhu'afa' disebutkan bahwa hadits ini diriwayatkan dari Musa bin Muhammad bin Atha' dari Abu Al-Mulih dan Maimun dari Ibnu Abbas secara marfu', bahwa hadits ini adalah munkar. Al-Hafidz menyebutkan tentang perawi hadits ini, yaitu si Musa adalah kadzdzab (pendusta).

Abu Bakar Asy-Syafi meriwayatkan hadits ini di dalam Ar-Ruba'iyat dari Manshur bin Al-Muhajir dari Abu Nadzhar Al-Abar dari Anas secara marfu'. Ibnu Thahir mengatakan bahwa Manshur dan Abu Nadzhar, keduanya tidak dikenal. Dan haditsnya munkar.

Al-Albani bilang bahwa hadits ini termasuk palsu, diriwayatkan oleh Ibnu Adi dan Al-Uqaili di dalam kitab Adh-Dhu'afa.

Sebenarnya tidak semua ulama hadits mengatakan bahwa hadits ini maudhu' atau munkar. Sebab kita juga menemukan bahwa di dalam kitab Al-Jami' Ash-Shaghir karya Al-Imam Ash-Shuyuthi, ada disebutkan juga hadits ini, dan penulis menyebut hadits ini sebagai hadits hasan, yaitu hadits surga itu di bawah telapak kaki ibu.

Sedangkan hadits bunyinya : siapa yang mencium di antara kedua mata ibunya, maka mendapat penutup (penghijab) dari neraka, adalah hadits yang dhaif.

Nah, lepas dari perbedaan hukum atas hadits ini, antara mereka yang mengatakan palsu, munkar atau hasan, ada baiknya kita cari lagi hadits yang senada, tetapi yang benar-benar terlepas dari perbedaan pendapat.

Dan alhamdulilah akhirnya kita bisa temukan hadits yang hasan bahkan dishahihkan oleh banyak ulama. Sehingga kedudukan surga yang berada di bawah telapak kaki ibu, insya Allah tidak akan berubah.

Sebab ternyata ada hadits lain yang derajatnya maqbul, baik shahih atau hasan, dan isinya tetap menyatakan bahwa surga masih tetap di bawah telapak kaki ibu. Hadits itu adalah hadits Mu'awiyah bin Jahimah, dimana beliau pernah mendatangi Rasulullah SAW dan bertanya :

"Ya, Rasulallah. Aku ingin ikut dalam peperangan, tapi sebelumnya Aku minta pendapat Anda". Rasulullah SAW bertanya,"Apakah kamu masih punya ibu?". "Punya", jawabnya. Rasulullah SAW,"Jagalah beliau, karena sesungguhnya surga itu di bawah kedua telapak kakinya". (HR. An-Nasai, Ahmad dan Ath-Thabarani)

أخبرنا عبد الوهاب بن عبد الحكم الوراق قال حدثنا حجاج عن ابن جريج قال أخبرني محمد بن طلحة وهو ابن عبد الله بن عبد الرحمن عن أبيه طلحة عن معاوية بن جاهمة أنه جاء النبي صلى الله عليه وسلم فقال : يا رسول الله أردت أن أغزو وقد جئت أستشيرك ؟ فقال : هل لك أم ؟ قال : نعم . قال : فالزمها فإن الجنة تحت رجليها . رواه النسائي ( 2 / 54 ) ، وغيره كالطبراني ( 1 / 225 / 2 ) . وسنده حسن إن شاء الله ، وصححه الحاكم ( 4 / 151 ) ، ووافقه الذهبي ، وأقره المنذري ( 3 / 214

Sanad hadits ini oleh banyak ulama diterima sebagai hadits yang hasan, bahkan Al-Hakim dan Adz-Dzahabi menyebutnya sebagai hadits shahih.

Maka kita tetap wajib berbakti kepada ibu kita, karena ternyata surga 'masih' di bawah telapak kakinya dan tidak pindah ke telapak kaki orang lain. Sedangkan si Malinkundang, legenda dari Sumatera Barat itu, tetap masih jadi batu karena durhaka kepada ibunya.

*)http://www.facebook.com/ustsarwat/posts/340179239332738



*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Mewaspadai Penyakit Miopi dalam Pergerakan Dakwah

Rabu, 21 Desember 2011


Oleh: Cahyadi Takariawan

"Salah satu penyakit yang berbahaya dalam pergerakan dakwah adalah Miopi Dakwah. Penyakit ini dapat menyebabkan gerakan dakwah kehilangan arah, karena hanya disibukkan oleh hal-hal yang bersifat praktis dan kekinian. Aktivis dakwah sangat sibuk, menyita seluruh waktu dan perhatian, namun seluruhnya hanya terkait dengan menjawab persoalan dan target sesaat, karena tidak mampu melihat jarak jauh."
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Menurut Wikipedia, miopi (dari bahasa Yunani : myopia, penglihatan-dekat) atau rabun jauh adalah sebuah kerusakan refraktif mata dimana citra yang dihasilkan berada di depan retina ketika akomodasi dalam keadaan santai. Penyakit ini menyebabkan seseorang hanya mampu melihat obyek dalam jarak dekat, dan tidak dapat melihat dalam jarak jauh.

Penyebab miopi dapat bersifat keturunan (herediter), ketegangan visual atau faktor lingkungan. Faktor herediter pada miopi pengaruhnya lebih kecil dari faktor ketegangan visual. Terjadinya miopi lebih dipengaruhi oleh bagaimana seseorang menggunakan penglihatannya, seperti seseorang yang lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer atau televisi, atau seseorang yang menghabiskan banyak waktunya dengan melihat obyek dekat tanpa istirahat.

Faktor lingkungan juga dapat memengaruhi misalnya pada rabun malam yang disebabkan oleh kesulitan mata untuk memfokuskan cahaya dan membesarnya pupil, keduanya karena kurangnya cahaya, menyebabkan cahaya yang masuk ke dalam mata tidak difokuskan dengan baik.

Dapat juga terjadi keadaan pseudo-miopi atau miopi palsu disebabkan ketegangan mata karena melakukan kerja jarak dekat dalam waktu yang lama. Penglihatan mata akan pulih setelah mata diistirahatkan.

Miopi bisa disembuhkan dengan beberapa model terapi. Pemakaian lensa kontak kacamata dengan lensa sferis negatif merupakan pilihan utama untuk mengembalikan penglihatan. Beberapa tindakan bedah juga dapat dilakukan seperti photorefractive keratectomy (PRK) atau laser assisted in-situ keratomileusis (LASIK). Dapat juga dilakukan orthokeratologi atau terapi penglihatan (vision therapy).



Miopi Dakwah

Salah satu penyakit yang berbahaya dalam pergerakan dakwah adalah Miopi Dakwah. Penyakit ini dapat menyebabkan gerakan dakwah kehilangan arah, karena hanya disibukkan oleh hal-hal yang bersifat praktis dan kekinian. Aktivis dakwah sangat sibuk, menyita seluruh waktu dan perhatian, namun seluruhnya hanya terkait dengan menjawab persoalan dan target sesaat, karena tidak mampu melihat jarak jauh.

Angka-angka, hitungan bilangan, posisi dan kedudukan, memang penting dan diperlukan dalam perjalanan dakwah. Seperti misalnya menetapkan target peningkatan jumlah kader, “bertambahnya satu juta kader pada tahun 2012”. Atau menetapkan target politik, “menjadi tiga besar pemenang Pemilu nasional”. Atau menetapkan target dalam Pilkada, “memenangkan Pilkada provinsi”. Semua target itu penting, dan harus diusahakan dengan sekuat kemampuan untuk mencapainya.

Ada pula yang hanya bercorak lima tahunan, sesuai ritme dan ritual demokrasi. Mereka hanya berbicara apa target 2014, menghitung hari menuju rivalitas politik di tahun 2014, menghitung resources yang diperlukan untuk memenangkan pertempuran politik di 2014. Tentu saja ini sebuah keharusan untuk menang, namun tidak boleh terjebak hanya berhitung pada waktu yang sangat pendek, 2014 saja. Seakan itu adalah segalanya, tanpa melihat ada hal yang di balik angka dan target kemenangan politik tersebut.

Jangan sampai gerakan dakwah hanya berhenti pada pencapaian target-target bilangan dan posisi “sesaat” tersebut. Karena ada hal yang sangat penting, untuk apa satu juta kader baru tersebut ? Akan diarahkan kemana potensi mereka ? Bagaimana pula dengan penataan kader-kader lama? Bagaimana mengoptimalkan potensi kader yang sangat beragam jenis dan kondisinya?



Menjadi pemenang Pemilu dan Pilkada tentu sangat penting, namun ada hal yang sangat penting, bagaimana mengelola kemenangan Pemilu? Bagaimana mengelola kemenangan Pilkada? Apa korelasi kemenangan Pemilu dengan penguatan dakwah? Apa korelasi kemenangan Pilkada dengan pengokohan kader dan struktur dakwah? Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang harus dijawab, setelah target-target angka dan kedudukan tersebut tercapai.


Gejala Miopi Dakwah

Ketika saya menulis tentang bahaya miopi dakwah ini, bukan berarti bahwa kita sudah terkena atau terjangkiti. Ini adalah sebuah peringatan dini dan sebuah upaya menjaga orisinalitas dakwah yang sangat kita cintai, agar tidak terjatuh ke dalam penyakit miopi yang bisa menghancurkan dakwah. Jadi, ini lebih merupakan sebuah tindakan pencegahan sebelum terjadinya hal yang tidk diinginkan.

Para pemimpin gerakan dakwah dan para aktivis harus mewaspadai berjangkitnya penyakit miopi dalam menjalankan agenda dakwah. Di antara gejala Miopi Dakwah adalah:


1. Kehilangan Visi

Visi (vision) merupakan ungkapan yang menyatakan cita-cita atau impian (want to be) yang ingin dicapai di masa depan. Visi memberikan pernyataan tentang tujuan akhir dari perjalanan kehidupan pribadi atau organisasi. Visi adalah pernyataan luhur tentang cita-cita yang hendak dicapai. Bisa dalam bentuk visi pribadi, visi keluarga, visi organisasi, bahkan visi negara. Visi menjadi penunjuk arah yang pasti, ke mana langkah mesti diarahkan. Visi menjadi pemandu perjalanan dalam kehidupan pribadi, keluarga, organisasi dan negara.



Maka, gerakan dakwah harus memiliki visi yang jelas dalam sepanjang perjalanannya. Semakin jelas dan kuat visi yang dimiliki gerakan dakwah, akan semakin jelas dan kuat pula pilihan jalan yang harus dilalui. Semakin jelas pula gerakan dakwah memandang dan mendefinisikan penyimpangan yang terjadi. Semakin lemah visi, semakin kabur pula pandangan tentang tujuan, sehingga memudahkan terjatuh ke dalam penyimpangan.

Organisasi yang tidak memiliki visi, atau kehilangan visi, akan membuat perjalanannya mengalir begitu saja, terbang bersama angin yang berhembus. Menuju apapun, dimanapun, entah namanya apapun. Lalu kapan dakwah akan sampai tujuan, sementara tidak pernah mendefinisikan tujuan akhir ? Gerakan dakwah melakukan pemborosan potensi, karena kegiatan yang dilakukan tidak mengarah kepada suatu visi yang jelas.

Dalam pergerakan dakwah, pada awalnya visi telah ditetapkan dengan sangat kuat. Namun saat berada dalam perjalanan, bertemulah dengan berbagai macam jenis godaan. Tidak seluruh godaan itu pahit, bahkan sebagian dari godaan itu bercorak sangat menarik. Jika gerakan dakwah tergoda untuk mengejar target-target sesaat semata, akan menyebabkan pelemahan visi, bahkan dalam jangka waktu lama, bisa terjatuh ke dalam kehilangan visi.

Begitu terjadi pelemahan visi, maka semua pandangan dan perhatian hanya akan terfokus menatap jarak dekat. Gerakan dakwah jatuh dalam penyakit rabun jauh yang sangat membahayakan. Seluruh aktivitas yang dilakukan, terlepas dari bingkai visi yang telah dicanangkan dari awal. Miopi bisa menghinggapi gerakan dakwah, sehingga tidak mampu menatap visi yang sesungguhnya sudah ditetapkan dengan jelas.


2. Tidak Memiliki Rencana Strategis (Renstra)

Rencana Strategis (Renstra) dibuat oleh organisasi dan lembaga untuk menyongsong visi masa depan seperti yang dicita-citakan. Ada profil ideal yang jelas, kondisi seperti apa yang ingin diwujudkan duapuluh tahun ke depan, atau limapuluh tahun ke depan, atau bahkan seratus tahun ke depan. Dari profil ideal tersebut, pergerakan dakwah kemudian menterjemahkan ke dalam sejumlah rencana strategis jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek.


Ada sangat banyak metodologi untuk membuat dan menetapkan renstra. Ilmu manajemen organisasi sudah sangat berkembang, sehingga banyak pilihan teori dan metodologi pembuatan renstra. Tentu saja semua pilihan itu bersifat ijtihad yang perlu diuji kesahihannya di lapangan, dan tidak ada satupun yang terbebas dari kekurangan. Namun, menggunakan sebuah metodologi tertentu akan memudahkan gerakan dakwah membuat, menetapkan, mengimplementasikan serta mengevaluasi renstra.

Mungkin bagi sebagian kalangan aktivis, membuat renstra itu pekerjaan “berat” yang tidak menyenangkan. Karena harus mengumpulkan berbagai data, harus “melukis” gambaran ideal masa depan, pada kurun waktu duapuluh tahun ke atas. Beberapa kalangan aktivis bahkan menganggap renstra sebagai momok yang harus dihindari, karena membuat kepala pusing saat membuat. Gejala ini menandakan miopi sudah menghinggapi mereka, karena terlalu lama menatap obyek dekat yang memikat.

Saya sangat miris melihat gerakan dakwah yang berjalan tanpa renstra. Karena jika berjalan tanpa renstra, pasti hanya melaksanakan agenda-agenda rutin yang menjebak, dan melaksanakan rencana sesaat sebagai reaksi atas situasi dan kondisi sekitar. Untuk sekedar menang pada tahun 2014 memang tidak memerlukan renstra, karena program yang bercorak praktis saja bisa membuahkan kemenangan. Namun kemenangan dakwah bukan hanya tahunan, yang diinginkan adalah tertanamnya nilai kebaikan secara kokoh pada berbagai sisi kehidupan.

3. Tidak Memiliki Program Jangka Panjang

Visi dakwah direalisasikan dengan pembuatan rencana strategis, sedangkan renstra diwujudkan secara lebih membumi dalam bentuk Program Jangka Panjang (PJP). Jika sudah kehilangan visi, menyebabkan gerakan dakwah gagal menyusun renstra, dan akhirnya tidak memiliki PJP. Ini adalah konsekuensi logis yang sambung menyambung, karena PJP diturunkan dari renstra dan renstra diturunkan dari visi.

Merekrut kader dalam jangka waktu tertentu dan jumlah tertentu adalah program jangka pendek. Memenangkan Pemilu 2014 adalah program jangka pendek. Memenangkan pilkada adalah program jangka pendek. Karena terbatas oleh waktu yang sangat pendek, dan sering memaksa mengeluarkan resources yang luar biasa besarnya.

Di antara program jangka panjang adalah pendidikan dan pembinaan kader sesuai potensi yang dimilikinya, serta menyiapkan lahan aktivitas bagi para kader sesuai dengan kepentingan dakwah dalam jangka panjang. Mengelola negara memerlukan banyak potensi, keahlian, dan harus menyiapkan sejumlah persyaratan formal sesuai ketentuan. Untuk sukses mengelola negara dan pemerintahan, tidak cukup dicapai dengan memenangkan pemilu dan pilkada.

Kadang program jangka panjang ini kurang menarik dan dianggap kurang menantang. Lebih menarik dan lebih menantang sesuatu yang jelas di depan mata, seperti pertempuran politik dalam pemilu dan pilkada. Adapun penyiapan berbagai potensi untuk menyongsong kemenangan jangka panjang, dianggap sebagai sesuatu yang “ngawang-awang” atau utopis. Minimalnya dianggap sebagai “bisa ditunda” dan berkategori “tidak mendesak”, dengan alasan “kita berjamaah masih lama”.

4. Gerakan Dakwah Menyempit pada Satu Sektor

Salah satu gejala miopi adalah menyempitnya perhatian gerakan dakwah kepada satu sektor saja dengan mengabaikan sektor lainnya. Sebagai contoh gerakan dakwah disempitkan hanya pada sektor tarbiyah atau pembinaan saja, seakan-akan dakwah hanya mengurus pembinaan sumber daya manusia. Seakan-akan dakwah hanya urusan mengaji dan membina diri menjadi pribadi salih. Padahal dakwah itu adalah upaya menebarkan nilai-nilai kebajikan dalam seluruh sisi dan dimensi kehidupan, bukan hanya pribadi, tapi juga keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Bukan hanya individu, namun juga sistem.

Contoh lainnya, gerakan dakwah diseret mengikuti ritme politik praktis, sehingga menyempitkan pandangan hanya pada urusan politik saja. Seakan-akan harus menang mutlak sekarang, harus menguasai kemenangan pilkada di berbagai propinsi, kabupaten dan kota sekarang, harus unggul dalam pemilihan umum legislatif sekarang, dan seterusnya. Seakan-akan kalau tidak menang dalam rivalitas politik sekarang, dakwah akan hancur selama-lamanya. Inilah gejala miopi dakwah yang membahayakan, karena hanya mengurus politik saja dengan mengabaikan sisi-sisi strategis lainnya.

Jika gerakan dakwah menyempit hanya fokus pada satu sisi saja, berarti telah melawan fitrah dakwah yang bersifat utuh menyeluruh. Doktrin pemahaman dakwah yang dibangun selama ini bisa runtuh, karena dakwah tidak menyentuh seluruh sisi kehidupan, namun hanya satu sisi saja dengan meninggalkan lainnya.

5. Mengabaikan Aset Masa Depan Gerakan

Jika gerakan dakwah hanya fokus kepada satu sisi saja, berdampak mengabaikan banyak aset masa depan. Kader-kader dakwah yang tersebar di berbagai wilayah dan pelosok-pelosok daerah, memiliki potensi yang sangat beragam. Mereka adalah aset masa depan pergerakan yang tidak ternilai harganya. Kesetiaan, pengorbanan, perjuangan yang telah mereka lakukan setiap hari setiap saat, sungguh tidak dapat dinilai dengan materi.

Sebagai contoh, jika dakwah hanya fokus pada sisi tarbiyah, maka sekian banyak potensi akan termubadzirkan karena tidak memiliki saluran berkegiatan. Hanya para ustadz dan para kader yang berlatar belakang pendidikan serta pembinaan akan terserap dalam program-program tarbiyah, sementara kader yang memiliki potensi ekonomi, politik, budaya dan lain sebagainya akan terabaikan.

Demikian pula jika dakwah menyempit hanya fokus mengurus politik, akan menyebabkan sekian banyak kader yang tidak memiliki minat dan peluang politik menjadi terbengkelai. Mereka terdiri dari kader yang berpotensi dan berdedikasi tinggi, namun tidak bisa terlibat dalam kancah politik praktis dengan berbagai alasan. Akhirnya mereka menjadi “pengangguran” di jalan dakwah, karena potensinya tidak tersalurkan. Padahal merekalah yang sangat diperlukan dalam menyusun kemenangan dakwah.


Langkah Terapi

Sebagaimana miopi pada umumnya, miopi dakwah juga bisa disembuhkan dengan serangkaian terapi. Yang paling sederhana adalah pemakaian “lensa sferis negatif” untuk mengembalikan penglihatan jarak jauh. Tindakan “bedah mata” juga dapat dilakukan seperti model photorefractive keratectomy (PRK) atau laser assisted in-situ keratomileusis (LASIK). Dapat juga dilakukan orthokeratologi atau terapi penglihatan (vision therapy).

Dalam konteks miopi dakwah diperlukan langkah terapi yang menyeluruh. Bukan sekedar menggunakan lensa sferis negatif atau bedah mata dan terapi penglihatan. Miopi dakwah tidak sekedar urusan mata fisik, namun mata hati, bashirah dan ruhaniyah. Dengan demikian terapinya pun memerlukan sentuhan yang menyeluruh, baik secara ruhiyah, fikriyah maupun idariyah (manajemen).

Kita mulai dari pembersihan jiwa yang kontinyu. Aktivis dakwah tidak boleh terbelenggu oleh motivasi duniawi, karena itu yang mengotori hati. Bersihkan jiwa dengan kemurnian penghambaan kepada Allah. Kemudian mencerahkan pemikiran, menajamkan konsep pergerakan. Kita bergerak berdasarkan visi yang jelas, dipandu oleh rencana strategis yang jelas, dan mengemban program jangka panjang yang jelas. Ditindaklanjuti dengan perbaikan manajerial, agar mampu mengoptimalkan semua potensi kader dengan penataan yang serasi dan seimbang.

Semoga Allah membimbing langkah dakwah kita, dan menjauhkan kita dari miopi dakwah. Amin.



*)http://cahyadi-takariawan.web.id/?p=2028


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Cinta Dunia Takkan Selaras dengan Cinta Akhirat

Imam Ibnu Al-Jauziy*

Saya melihat keresahan manusia dikarenakan mereka berpaling dari Allah dan selalu terjerumus dalam cinta dunia yang kelewat batas. Setiap kali ia kehilangan dunia, ia merasa gelisah luar biasa.

Adapun orang yang dikaruniai makrifat kepada Allah akan selalu tenang menghadapi hidup, karena hidupnya penuh dengan keridhaan menerima ketentuan Allah. Apa pun yang telah ditakdirkan baginya akan selalu diterima dengan penuh kerelaan. Jika berdoa namun tidak diterima, tak terlintas dalam kalbunya kecaman kepada Sang Khaliq, karera ia sadar bahwa dirinya hanyalah hamba yang diatur oleh "Tuan"nya. Yang penting baginya adalah mengabdi sebaik-baiknya kepada Sang Khaliq.

Dari situ akan muncul sifat tidak tamak dalam mengumpulkan dunia dan tidak berpura-pura untuk mendapat simpati manusia serta tidak larut dalam gelombang hawa nafsu. Dalam dirinya telah tertanam satu keinginan untuk mencapai yang kekal dengan mengorbankan yang fana.

Orang yang memiliki makrifat akan tidak disibukkan dengan segala kepentingan-kepentingan yang ada; kesibukannya terkuras untuk melayani Sang Pemilik hal-hal itu. Anda bisa melihat ia sangat santun tatkala berduaan dengan-Nya dalam khalwat dan munajat namun sangat asing ketika bergaul dengan manusia-manusia makhluk-Nya, ridha dengan takdir yang digariskan padanya.

Adapun orang yang tidak dikaruniai itu semua akan berada di dalam kubangan lumpur kotor kehidupan. Bayangannya untuk mendapatkan dunia yang ia inginkan tak mungkin akan terwujud semua. Jadilah ia dikepung oleh keinginannya sendiri dan merana melihat nasibnya. Oleh karena keburukan tingkah lakunya di dunia, ia pun merana di akhirat karena tidak mempersiapkan untuk akhiratnya.

Semoga Allah memperbaiki ihwal kita sehingga kita bisa menempuh jalan-Nya.


*)dikutip dari Kitab "Shaidul Khathir"


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Baksos 3 in 1 PKS DPRa Srimulyo Diserbu Warga Pegunungan Kaligatuk

Selasa, 20 Desember 2011

Reporter: Winarno Abdussalam
(Ketua DPRa PKS Srimulyo)

Minggu, 18 Desember 2011, DPRa PKS Srimulyo mengadakan aksi sosial di daerah pegunungan dusun Gondang Kaligatuk Srimulyo Piyungan. Kegiatan ini merupakan rangkaian agenda "GEBYAR MUHARRAM 1433 PKS PIYUNGAN".

Aksi Sosial PKS Srimulyo Peduli ini berlangsung sangat meriah diikuti kalangan orang tua sampai anak-anak turut serta dalam baksos 3 in 1, yang meliputi: (1) Pelayanan Kesehatan berupa cek asam urat, cek gula darah dan tensi, (2) Penjualan pakaian pantas pakai dan (3) Lomba anak-anak berupa lomba mewarnai untuk usia Paud dan Usia TK sedangkan untuk usia SD mengikuti lomba menggambar.

Kegiatan tersebut dimulai pukul 11.00 dan diakhiri pada pukul 13.30. Antusias masyarakat begitu besar. Saat Acara Baksos baru dibuka secara resmi kontan masyarakat yang mayoritas ibu ibu langsung menyerbu tempat penjualan pakaian pantas pakai.

Peserta lomba kurang lebih 61 anak memperebutkan juara 1 dan 2 untuk masing masing kategori. Untuk juara lomba mendapat hadiah Medali dari PKS DPRa Srimulyo dan bingkisan. Khusus juara 1 menggambar ditambah trophi dari PKS DPRa Srimulyo.










*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia
 
© Copyright PIYUNGAN ONLINE
fixedbanner