NEWS UPDATE :

Demokrasi Mesir

Rabu, 30 November 2011

Oleh Rois Rahma Fathoni Lc
Mahasiswa Pascasarjana Universitas al-Azhar Mesir*

Umur kepemimpinan Husni Mubarak memang hanya tiga dekade. Tapi, runtuhnya rezim presiden tanpa wakil ini sejatinya mengakhiri enam dekade pemerintahan diktator. Setidaknya itulah yang diungkapkan mantan menteri luar negeri Amerika Condoleezza Rice di tengah-tengah badai demonstrasi rakyat Mesir. "Amerika harus mengevaluasi kebijakan-kebijakannya selama 60 tahun ini yang mendukung pemerintahan otoritarian Timur Tengah dan mengabaikan hak asasi manusia." Terhitung tiga kali Negeri Paman Sam mengubah keputusan untuk mendukung atau menolak tuntutan rakyat Mesir.

Mesir adalah dilema bagi Obama. Tentu saja, selain mengandung embrio gerakan Islam Ikhwanul Muslimin yang memungkinkan negara Timur Tengah lainnya menggeliat, geografis Mesir yang bersebelahan dengan Israel patut dipertimbangkan secara matang, perjanjian damai Camp David berpotensi robek.

Setelah Mubarak mundur, estafet kepemimpinan diserahkan kepada Kepala Majelis Militer Husain Thanthawi. Rakyat menyambut gembira. Sebab dari awal revolusi, aparatur keamanan yang bersahabat dengan demonstran hanyalah militer. Suara rakyat dan militer bersatu padu. Thanthawi turun ke Tahrir menyalami para pejuang. Revolusi yang indah karena mengonsolidasikan semua kekuatan rakyat Mesir.

Sayang itu tidak lama. Tanda-tanda awal perpecahan mulai tampak saat Pemerintah Mesir menggelar referendum amendemen UU. Media tidak berhenti mengembuskan isu, mengotak-ngotakkan kekuatan konstituen. Pemilih 'Ya' adalah pendukung Islam. Sedangkan pemilih 'Tidak' adalah blok Kristen dan Liberal. Hasil referendum membawa dampak besar bagi masa depan Mesir. Jika mayoritas rakyat Mesir menghendaki amendemen, pemilu legislatif lebih awal dari pemilu presiden. Begitu juga sebaliknya.

Sebelum referendum digelar, kelompok liberal dan beberapa calon presiden semisal Baradie dan Amr Musa berkampanye agar rakyat memilih tidak mengamendemen UU. Berbagai logika dikedepankan. Yang paling menonjol, saat ini Mesir bagai tubuh tanpa kepala, kebutuhan Mesir akan presiden sangat mendesak namun politik adalah permainan. Ada hitung-hitungan angka yang tidak dipublikasikan.

Pertama, tentang pamor Baradie dan Amr Musa tengah naik daun. Sebagai kandidat calon presiden tanpa motor partai, keduanya membutuhkan atmosfer ini. Kedua, kaum liberal juga memahami keterbatasan kekuatannya. Dengan mendahulukan pemilu presiden kemudian disusul pemilu legislatif, akan ada banyak waktu bagi mereka untuk bermanuver dan mengambil lebih banyak hati rakyat Mesir.

Ketiga, jika rakyat Mesir memilih untuk mengamendemen UU, yang artinya mendahulukan pemilu legislatif, maka ini petaka bagi calon presiden dan kelompok liberal. Bagi calon presiden, pemilu legislatif mengokohkan kekuatan partai. Jika partai mengusung calon presiden, mereka yang tidak memiliki mesin politik semakin tertinggal. Begitu juga rentang waktu yang panjang membuat popularitas menurun. Adapun bagi kelompok liberal, petaka ini berwujud kekalahan pemilu di depan mata.

Sejak itulah kekuatan Mesir terbagi. Dan media massa memberi andil memecah antara Islam dan anti-Islam. Berbondong-bondong rakyat Mesir antusias menuju kotak suara. Dan hasilnya, 77,2 persen lebih rakyat Mesir memilih untuk mengamendemen UU.

Saat ini, dengan tidak adanya presiden dan parlemen, posisi kepala negara serta penjaga undang-undang dipegang oleh Majelis Militer. Untuk mengakhiri masa transisi, Mesir harus menempuh jalan panjang: diawali referendum, pemilu legislatif, parlemen membentuk kepanitiaan amendemen undang-undang, referendum undang-undang, dan diakhiri pemilu presiden. Namun setiap kali mendekati tujuan, Mesir harus melewati tikungan tajam.

Adalah Ali Silmi yang mengobarkan api di salah satu tikungannya. Wakil perdana menteri bidang politik dan demokrasi ini melukis wajah baru sistem pemerintahan Mesir dengan memberikan tempat khusus bagi militer di atas negara, tidak bisa disentuh eksekutif dan legislatif; membentuk panitia perumusan UU yang semestinya dibentuk oleh parlemen.

Bukan itu saja, dengan beralasan menjadikan Mesir seperti Turki di zaman Attaturk, Ali Silmi memberi mandat kepada militer sebagai penjaga UU-Ini tugas parlemen. Sejarah tentu tertawa: model pemerintahan ala Attaturk dipandang sesuai setelah Turki tertatih-tatih keluar dari Perang Dunia I. Ali Silmi mencuri revolusi. Ide-idenya menggagalkan transisi. Hasil pemilu legislatif dan presiden tidak akan ada artinya sebab semua kewenangan sudah berada dalam kuasa militer. Ini berbahaya, diktator baru potensial terlahir. Ada negara di dalam negara.

Hebatnya, keputusan ini dilempar saat pemilu di depan mata. Yang mengejutkan, Silmi mendapat dukungan dari kaum liberal. Mereka memandang keputusan Wakil Perdana Menteri ini membawa dampak positif bagi mereka.

Pertama, jika semua elemen masyarakat Mesir turut mendukung Ali Silmi, siapa pun pemenang pemilu nanti yang diprediksi dari kalangan Islam, nothing to lose bagi mereka. Sebab, fungsi parlemen dipegang militer.

Kedua, jika rakyat Mesir menolak tentu harus melalui perundingan-perundingan panjang yang memakan waktu. Dengan begini ada kemungkinan pemilu diundur. Ketiga, kemungkinan ekstrem, penolakan tidak dilakukan secara damai, akan ada kerusuhan-kerusuhan yang juga berpotensi mengulur digelarnya pemilu.

Inilah untuk yang kedua kalinya secara besar-besaran media massa memecah kekuatan bangsa Mesir menjadi dua blok: Islam dan anti-Islam. Yang terjadi ternyata rakyat tidak diam. Ikhwanul Muslimin mengonsolidasikan berbagai kekuatan elemen Mesir. Bersama 50 partai politik, beberapa calon presiden juga organisasi pemuda revolusi mengecam tindakan Ali Silmi. Memberikan batas waktu kepada Majelis Militer sebagai pengelola sementara negara untuk mencabut keputusan Ali Silmi hingga Rabu, 16 November. Jika tidak, demonstrasi besar-besaran akan digelar di Lapangan Tahrir. Hingga batas waktu yang ditentukan, tidak sekalipun Husain Thanthawi muncul di layar televisi.

Segera pertanyaan-pertanyaan besar bermunculan dengan diamnya militer. Apakah Ali Silmi suruhan Majelis Militer? Apakah Husain Thanthawi berambisi untuk menduduki tampuk kepresidenan, apalagi antek-antek Mubarak di lembaga strategis pemerintahan belum diganti? Bukankah militer yang sebelumnya tidak pernah menolak perintah Mubarak sebetulnya juga kroni? Belum lagi penyelesaian kasus Husni Mubarak yang berjalan lamban. Terlebih keputusan militer dengan membawa Husni Mubarak ke Pengadilan Sipil tapi menyeret pejuang revolusi dengan tuduhan membuat kekacauan negara ke Mahkamah Militer.

Masa depan transisi

Majelis Militer yang saat ini menjadi pengelola negara sekaligus penjaga UU harus membagi kekuasaannya pada presiden dan parlemen. Keraguan rakyat Mesir akan keseriusan Majelis Militer mewujudkan cita-cita revolusi 25 Januari harus diakhiri demi stabilitas negara. Untuk itu, penting bagi Majelis Militer memberikan kepastian secara transparan kepada publik kapan agenda pemindahan kekuasaan dilaksanakan.

Sesuai hasil referendum, peta selanjutnya yang akan dilewati Mesir adalah pemilu legislatif. Pemilu merupakan jalan keluar terbaik bagi Mesir saat ini. Kekacauan dan gesekan antarpartai politik biar diselesaikan oleh rakyat Mesir sendiri, memilih siapa yang paling berkenan di hati mereka.

Kekuatan parlemen diharapkan menghasilkan UU prorevolusi, yang membuka kebebasan berpolitik, supremasi hukum, kesejahteraan penghidupan, dan kesetaraan hak yang telah ditindas 60 tahun oleh diktator.

Memang jalannya tidak mudah. Terlebih setelah Majelis Militer memberikan hak kepada kroni-kroni Mubarak untuk terjun kembali ke gelanggang politik, mencalonkan diri sebagai wakil rakyat dan presiden.

Kita akan bersama saksikan apakah revolusi akan sampai pada cita-cita tertingginya? Ataukah perjuangan 25 Januari hanya mengamputasi kepala otoritarian saja, sedangkan anggota tubuh yang lain tidak mampu tersentuh?

*)http://koran.republika.co.id/koran/24

*)follow Rois Rahma Fathoni: http://twitter.com/#!/kaisar_el_rema

*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Silaturohim PKS Piyungan ke Kyai NU & Tokoh Muhammadiyah

Senin malam, 3 Muharram 1433 (29/11/2011), ba'da Sholat Maghrib dan dzikir, saya bergegas keluar Masjid Al-Ikhlash Kuden Sitimulyo Piyungan dan meluncur ditengah-tengah guyuran hujan yang sejak sore menyirami bumi. Mengenakan jas hujan saya menerobos diantara rintik hujan, karena Ketua dan Sekjen DPC PKS Piyungan sudah menunggu di depan kantor Polsek Piyungan.

Agenda kami petang ini adalah silaturahmi ke tokoh ormas di kecamatan Piyungan, yakni Ketua PCNU Piyungan, H Anwar Zuhdi, S.Ag. Meski kondisi hujan, dingin dan tubuh terasa lelah setelah seharian beraktifitas, namun semua itu serasa hilang dengan agenda mulia itu, silaturahim.

"Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu Mengetahui.” (Q.s. at-Taubah [09]: 41)

Terlebih silaturahim juga merupakan perintah (arahan) awal Rasulullah SAW saat beliau baru tiba di kota Madinah dalam peristiwa hijrah dari Mekah.

“Wahai sekalian manusia, sebarkan salam, berilah makan, sambunglah kekerabatan, dan shalatlah di saat manusia terlelap tidur pada saat malam. Niscaya kau masuk surga, kampung keselamatan.”

Maka, momentum bulan Muharram sebagai bulan hijrah menjadikan kami jajaran pengurus PKS Piyungan berupaya meningkatkan dan memperbanyak silaturohim.

Memang tidak dapat dipungkiri kalau tubuh lelah, dingin dll, namun hal itu harus dicoba untuk diberantas. Dan ternyata selama sampai usai silaturahim, yang kami rasakan bukan lagi lelah, tapi bahagia dan menambah gairah dakwah.

Kami bertiga tiba di rumah Kyai NU, H Anwar Zuhdi, S.Ag., yang terletak di dusun Kembangsari, desa Srimartani, sekitar pukul 18.30’ WIB. Diantara kami saling bertanya, karena melihat pemandangan di dalam rumah beliau nampak seperti hari hari ketika lebaran saja. Kamipun serempak berpendapat, beliau baru dating dari menunaikan ibadah Haji (karena banyak menu kurma dan paket air zam-zam yang dibungkus plastik kecil-kecil).

Subhanallah, bukan hanya sebatas silaturahmi berbicara tentang PKS-NU, tapi justru kami lebih banyak ngudi kawruh (belajar) kepada Kyai NU ini tetang seputar HAJI. Kyai Haji Anwar ini masuk dalam rombongan Haji HDWR NU, dan dalam regu beliau, terdiri dari jamaah haji yang berasal dari lingkungan Srimartani. Sebagian besar adalah orang yang lanjut usia. Sehingga beliau dan istri memang dipercaya untuk menjadi tulang punggung dan ketua regu.

Kyai ini selain masih berusia muda, beliau juga seorang da’i yang sangat dikenal oleh masyarakat di Piyungan dan sekitarnya. Satu hal yang sangat membuat kami termotivasi adalah dengan doa dan dorongan beliau agar kami, yang masih berusia muda, agar segera berniat, mendaftar dan mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah haji ke BAITULLAH, amiiin.

Selama silaturahim itu, kami selalu diajak untuk menikmati hidangan yang sangat beragam yang tersaji dihadapan kami, bahkan ketika kami pamitan, beliau dan istri belum memperkenankan kami undur diri sebelum menikmati hidangan makan malam yang memang sudah dipersiapkan bagi para tamu.

Subhanalloh, hati senang, fikiran tenang, perut kenyang, semoga menjadi barokah ; silaturahmi terjaga, ukhuwah kuat, dan ilmupun juga bertambah. Setelah makan malam kami undur diri dan segera menuju masjid disamping rumah Kyai H Anwar Zuhdi.

Subhanalloh, ketika kami sholat jamaah isya’, yang menjadi imam kami adalah bapak Muhammad Damanhuri, beliau adalah ketua PC Muhammadiyah Piyungan yang tinggal di dusun kembangsari, Srimartani juga. Memang di kampong yang Islami itu banyak para tokoh masyarakat. Setelah solat ba’diyah Isya, ust Andi TW dan Ust Sulistyo menyapa, berjabat tangan dan bersilaturahmi dengan Tokoh Besar Muhammadiyah Piyungan itu.

Tentu semua yang kami alami petang sampai malam itu memang kehendak ALLOH agar kami senantiasa bersyukur, menjadi semakin memahami makna sejati dari silaturahim. Semoga yang sedikit dan sebentar, silaturahim kami itu bias menjadi washilah kami untuk menata masyarakat ini ke arah yang lebih baik. Wallahu a’lam bishawab.

*)Reporter: Dhanie Asy-Syakib (Kabid Kaderisasi DPC PKS Piyungan)


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

[Kiprah Akhwat Piyungan] PWK Dusun Munggang: Ibu terbina, Anaknya pun Turut Terbina

Selasa, 29 November 2011

Ahad, 27 November 2011 atau menurut kalender nasional bertepatan dengan 1 Muharram 1433 H. Pertemuan dua pekanan PWK dusun Munggang kembali dilaksanakan. Kali ini bertempat di rumah Bu Giyarti. Acara inti seperti biasa, tadarusan membaca Al Qur'an dilanjutkan acara pendamping yang diserahkan kepada BidPuan DPC PKS Piyungan.

Ahad kemarin, Bidpuan menurunkan bu Novi "Klenggotan" untuk berbagi ilmu. Materi yang beliau sampaikan adalah pendidikan anak. Beliau sebagai guru PAUD memuaskan Ibu-ibu hingga waktu "mblandhang" sampai adzan Maghrib.

Sisi lain dari taklim ini yang belum pernah ter-upload adalah taklim anak-anak pasca TPA. Awalnya ceritanya, anak-anak ini yang kala itu (tahun 2007) usia kelas 1 sampai 4 SD selalu ikut ibunya taklim PWK. Namanya anak-anak, kadang cukup menggangu. Tercetuslah ide, bagaimana jika anak-anak ini diadakan acara tersendiri. Gayung bersambut, dan taklim anak pun terus berlanjut hingga kini.

Pendamping dari taklim anak ini adalah ♍Ьάk Yuli, kader akhwat Piyungan. Untuk dusun Munggang, taklim anak selama itu sudah awet - sangat lama. Menurut cerita, TPA di sini jatuh bangun, mati hidup sejak dulu kala. TPA terlama adalah yang saya ampu sejak tahun 2005 - 2008. Setelah itu berguguran satu per satu dan mati total.

Kini, anak-anak tersebut bukan anak kecil lagi. Mereka kini sudah sekolah antara 4 SD - 2 SMP. Maka dari itu, diperlukan formula khusus yang menampung keinginan mereka ngaji yang ditandai ikut ibunya saat taklim.



Apapun namanya, taklim anak / taklim pasca TPA / Tarbiyah Anak non Kader atau apalah belum memusingkan saya. Yang jelas, kalau pertemuan ibunya dua pekanan, anak-anak ini tiap pekan, ahad sore di rumah saya. Saya berharap, bibit-bibit kehanifan mereka terjaga dan kelak menjadi penerus dakwah ini. Amiin.

*)Reporter: Hida Nur Hidayah

*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Awali 1 Muharram 1433 H, PKS Piyungan Gelar Baksos & Family Gathering

Senin, 28 November 2011

Ahad pagi kemarin, 1 Muharram 1433 (27/11/11), seluruh kader PKS Piyungan tumpah ruah di pasar Piyungan semenjak waktu menunjukkan pukul 05.30 WIB. Para kader yang hadir ada yang sendirian, namun lebih banyak yang hadir dengan suami/istri dan buah hati mereka, seperti family gathering.

Sebut saja Pakde Mujiran, dengan senyum khasnya sopir toko bangunan ini tiba di lokasi dengan mengendarai motor bersama isteri dan tiga buah hati mereka yang masih kecil-kecil -satu di depan, satu ditengah, dan satu digendong umminya-.

Beberapa kader ummahat juga tampak asyik menggendong buah hatinya yang masih berusia beberapa pekan/bulan. Mereka sedini mungkin mengenalkan sang buah hati dengan dunia dakwah yang penuh berkah. Menikmati setiap detiknya di jalan dakwah.
Dan secara keseluruhan seluruh kader yang hadir nampak diraut wajah mereka keceriaan dan hamasah serta keakraban yang menghias ketika saling bertemu diantara ikhwah yang lain. (Yaa ALLOH kokohkan iman kami, kuatkan ukhwah kami, tsabatkan hati kami dalam jalan dakwah-MU).

Pagi di awal Tahun Baru Hijriyah 1433 H ini DPC PKS Piyungan punya gawe. Dalam rangka program GEBYAR MUHARRAM 1433 H, dan juga sebagai kegiatan awal di tahun baru Hijriyah 1433 H, Pagi itu para kader PKS Piyungan mengadakan Bakti Sosial di pasar tradisional Piyungan.

Acara pagi itu dibuka dengan salam dan ucapan tahun Baru Hijriyah 1433 H oleh host pagi itu yakni Akh Eko Adam (Ketua DPRa Srimartani).

Berlanjut para kader akhwat dan ummahat ( termasuk para jundi dan jundiyah yang masih belia) tebar bunga yang disertai dengan ucapan “Selamat Tahun Baru Hijriyah 1433 H” kepada para pedagang, pembeli dan pengunjung pasar lainnya. Tentu bagi-bagi bunga ini bermaksud untuk menyapa masyarakat, berkomunikasi langsung dengan mereka, dan untuk memberi uacapan Tahun BarU Hijriyah 1433 H agar semakin menggugah semangat untuk berbuat baik di waktu yang akan datang.

Bakti sosial pagi itu selain bagi-bagi bunga cantik kreasi para akhwat-ummahat yang berjumlah kurang lebih 1433 tangkai, juga berupa Layanan Kesehatan (Check tensi darah, gula darah, asam urat, konsultasi kesehatan), bersama dr Nazwar Hamdani Rahil. Ada juga Kerja bakti para ikhwan dengan membersihkan dan menguras kolam ikan pasar tradisional yang beberapa waktu yang lalu sudah dipanen ikannya.

Bersamaan dengan waktu yang menunjukkan pukul 07.00 WIB maka akh Eko Adam selaku MC pun mengakhiri rangkaian bakti sosial pagi tu. Memang Bakti sosial pagi itu sangatlah masih kurang, baik dari waktu yang terbatas hanya satu jam saja ataupun jenis amal yang baru bebarapa itu, namun meski baru sedikit, agenda pagi itu yang telah kami lakukan semoga diterima sebagai amal sholeh dan menjadi inspirasi serta penguat kebersamaan untuk kepedulian membangun dan melayani untuk kesejahteraan umat.


setangkai bunga tumbuh diatas gundukan beras..
lagi-lagi bunga PKS
moga tumbuh juga di hati simbah..
HARAPAN ITU MASIH ADA
(GEBYAR MUHARRAM DPC PKS PIYUNGAN)


1433 tangkai bunga warna-warni kreasi para akhwat-ummahat


It's Family Gathering. It's wonderful day. It's 1 Muharram 1433.


Mentari pagi menyapa kader-kader PKS Piyungan yang slalu setia tuk raih ridho-NYA


Selamat Tahun Baru 1433 H
Manfaatkan waktu tersisa hidup kita dengan terus menebar kebajikan sekecil apapun


*)Reporter: Dhanie Asy-Syakib


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Senyum Merekah Ibu-ibu Pasar Sambut Tahun Baru Hijriyah Bersama PKS Piyungan

Minggu, 27 November 2011

Mengawali Tahun Baru 1 Muharram 1433 H, hari ini (Ahad, 27/11/11) jam 6-7 pagi, DPC PKS Piyungan mengadakan Aksi Sosial & Bagi-bagi Bunga serta ucapan Tahun Baru kepada pedagang, mbok-mbok bakul, para pengunjung pasar tradisional Piyungan.

Begitu rombongan kader-kader PKS Piyungan yang terdiri dari akhwat, ikhwan, bahkan jundi-jundi pelanjut risalah dakwah memasuki pasar terbesar di kecamtan Piyungan ini, sontak ibu-ibu, mbok-mbok, simbah-simbah juga anak-anak yang ada di pasar menyambut dengan senyum merekah.

"Wahhhh, matur nuwun saestu mbak, matur nuwun..," ucap simbok-simbok dengan wajah ceria senyum merekah begitu menerima setangkai bunga indah dan ucapan selamat tahun baru.

Selamat Tahun Baru 1433 H
semoga kita hijrah kepada yg lebih baik
setiap mentari yg terbit Allah slalu memperbaharui iman kita
by: DPC PKS PIYUNGAN


-isi ucapan selamat ditangkai bunga-

"Jan, aku dipoto kaya artis wae," sontak mereka tersipu ketika admin yang bertindak fotografer memotret simbok-simbok ini.

"Saya minta 5 bunga..!!," sergah simbah disebelahku.

"Cucuku lima, nanti akan saya kasih semua dan saya bilangin ini hadiah tahun baru dari PKS," lanjut simbah ini sambil menyalami aku dengan hangat begitu permintaan 5 bunganya aku penuhi.

Maka sekejap pasar piyungan pagi itu berubah ceria penuh senyum merekah bertabur bunga yang ditenteng anak-anak, diapit ibu-ibu, diselipkan menghias barang dagangan.

Tak seberapa yang bisa kami berikan, namun paling tidak kami berusaha menebar senyum dan berbagi kebahagiaan pada mereka. Melihat mereka dengan senyum merekah membuat hati kami bahagia.






Sementara, di area luar gedung pasar, Tim Pelayanan Kesehatan masih beraksi memberikan layanan kesehatan gratis. Liputan lengkap jalannya acara yang mengawali "GEBYAR MUHARRAM PKS PIYUNGAN" ini insya Allah akan dilaporkan oleh reporter kami. Liputan singkat ini sebagai pendahuluan mengejar deadline.

*)by: admin

*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Keutamaan Bulan Muharram

Sabtu, 26 November 2011

[26-11-2011] - Kini kita berada di akhir Dzulhijjah, yang juga merupakan penghujung tahun 1432 H. Nanti malam kita akan memasuki bulan Muharam, yang juga menandai pergantian tahun dari 1432 H menuju 1433 H.

Momentum Muharram sungguh sangat berharga untuk kita lewatkan, olehnya mari kita sejenak mengkaji Keutamaan Bulan Muharram yang disebutkan dalam Al-Quran maupun Al-Hadits. Diantara keuatamaan bulan Muharram adalah:



(1) Bulan Muharam merupakan salah satu bulan haram. Allah SWT berfirman :

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, (QS. At-Taubah : 36)

Dalam ayat di atas disebutkan bahwa ada dua belas : mulai dari bulan Muharam yang insya Allah akan tiba besuk malam, hingga bulan Dzulhijjah. Diantara dua belas bulan itu ada empat bulan haram yaitu bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab.

Ashurul haram (bulan haram), termasuk bulan Muharam ini adalah bulan yang dimuliakan Allah SWT. Bulan-bulan itu memiliki kesucian, dan karenanya menjadi bulan pilihan. Diantara bentuk kesucian dan kemuliaan bulan-bulan itu adalah kaum muslimin dilarang berperang, kecuali terpaksa; jika diserang oleh kaum kafir. Kaum muslimin juga diingatkan agar lebih menjauhi perbuatan aniaya pada bulan itu.

Dalam menafsirkan ayat ini, Imam At-Thabari dalam Tafsirnya mengutip atsar dari Ibnu Abbas r.a. : "Allah menjadikan bulan-bulan ini sebagai bulan-bulan suci, mengagungkan kehormatannya dan menjadikan dosa yang dilakukan pada bulan ini menjadi lebih besar dan menjadikan amal shalih pada bulan ini juga lebih besar."

(2) Keutamaan kedua dari bulan Muharam adalah nilai historis bulan ini sebagai bulan hijrah.

Yang seharusnya kaum muslimin mengambil semangat hijrah itu dalam kehidupannya.

Sungguh, hijrah merupakan perjuangan monumental yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Mereka rela meninggalkan segala harta, termasuk rumah dan perabotnya, menuju Yatsrib yang kemudian dikenal sebagai Madinah. Mereka rela meninggalkan tanah air menuju tanah yang tidak jelas peluang bisnis maupun ladang pekerjaan di sana. Bahkan lebih dari itu, dengan hijrah tidak sedikit para sahabat yang mempertaruhkan nyawa mereka. Termasuk Rasulullah SAW dan Abu Bakar, yang dikejar dan diburu hidup atau mati.

Tanpa hijrah, mungkin tidak ada peradaban Islam yang dimulai Rasulullah dari Madinah. Tanpa hijrah, mungkin tidak akan ada kemenangan demi kemenangan yang diraih Rasulullah dan para sahabatnya hingga mampu memfutuhkan Makkah dan menyebarkan Islam ke seluruh jazirah Arab. Hingga sekarang Islam dipeluk oleh lebih dari 1,2 milyar penduduk bumi.

Karena itulah, ketika Umar bin Khatab hendak menentukan tahun baru Islam, beliau memilih Muharam sebagai bulan pertama. Hijrah yang diambil sebagai titik tolak peradaban Islam. Maka kalender Islam pun disebut sebagai kalender hijriyah.

Lalu bagaimana kita mengambil ibrah dari peristiwa hijrah yang terjadi pada bulan Muharam 1433 tahun yang lalu? Sedangkan Rasulullah telah mensabdakan,

لاَ هِجْرَةَ بَعْدَ الْفَتْحِ

Tidak ada hijrah setelah futuhnya Makkah (HR. Bukhari)

Perlu diketahui, bahwa maksud hadits Rasulullah SAW itu adalah, tidak lagi wajib hijrah dari Makkah ke Madinah setelah futuhnya Makkah. Karena tidak ada kewajiban untuk hijrah dari negeri Muslim.

Hijrah yang dituntut Islam bagi ummatnya adalah hijrah maknawi, semangat hijrah seperti sabda Rasulullah SAW:

الْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

"Muhajir adalah orang yang meninggalkan segala larangan Allah." (HR. Bukhari)

Inilah hakikat hijrah, inilah semangat hijrah, dan inilah kesempatan bagi setiap muslim: hijrah adalah meninggalkan larangan Allah SWT. Maka ketika kita berusaha beralih dari kemaksiatan menuju ketaatan, itu adalah hijrah. Ketika kita berusaha meninggalkan kezaliman menuju keadilan, itu adalah hijrah. Ketika kita berusaha mengubah hidup kita dari kejelekan menjadi kebaikan, itu adalah hijrah.

(3) Kemuliaan ketiga dari bulan Muharam adalah, disunnahkannya puasa tasu'a dan ayura pada bulan itu.

Bahkan puasa tasu'a dan asyura serta puasa sunnah lainnya (senin kamis, ayamul bidh, puasa daud), nilainya menjadi puasa yang paling mulia setelah Ramadhan.

Rasulullah SAW bersabda :

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

Puasa yang paling mulia setelah puasa Ramadhan adalah (berpuasa) di bulan Allah, Muharam. (HR. Muslim)

Secara khusus, Rasulullah SAW menyebutkan keutamaan puasa asyura dalam sabdanya :

سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Rasulullah ditanya mengenai puasa asyura, beliau menjawab, "ia bisa menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim)

Sedangkan mengenai puasa tasu'a, Rasulullah berazam untuk menjalankannya, meskipun beliau tidak sempat menunaikan karena wafat sebelum Muharam tiba. Lalu para sahabatnya menjalankan puasa tasu'a seperti keinginan Rasulullah SAW :

إذا كان العام المقبل صمنا يوم التاسع

Apabila tahun depan (kita masih diberi umur panjang), kita akan berpuasa pada hari tasu'a (kesemblan). (HR. As-Suyuthi dari Ibnu Abbas, dishahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami')

Demikian sebagian dari keutamaan bulan Muharam, semoga kita dimudahkan Allah SWT untuk mengambil ibrah dan menggapai keutamaan itu.


Selamat Menyambut Tahun Baru Islam 1433 H

*)http://www.bersamadakwah.com/2011/11/khutbah-jumat-keutamaan-muharam.html


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Hangatnya Silaturohim Bidpuan PKS Piyungan ke Guru Teladan

25 November diperingati secara nasional sebagai hari guru (PGRI). Akan tetapi, guru dalam pengertian kami bermakna sangat luas. Guru tak hanya pendidik di sektor pendidikan formal tapi juga informal. Guru tak hanya guru sekolah, tapi guru Ngaji, guru kehidupan, dosen, tentor, Murobbi/yah, dan siapa saja yang dapat menambah kefahaman/ilmu.



Selamat Hari Guru ...

Momentum hari Guru ini tidak disiakan oleh Bidang Perempuan (Bidpuan) DPC PKS Piyungan untuk bersilaturohim ke rumah seorang Guru, tepatnya Guru Kehidupan. Kebetulan kami tidak ada yang pernah dididik langsung beliau di sekolah formal. Jum'at sore, 25 November 2011, kami: Hida, Titik, Utami dan Faiz berangkat menuju rumah beliau yang asri penuh bunga.

Namanya sudah sangat familier, bu Fatimah (bu Fat). Usianya sudah tak lagi muda, tapi semangatnya luar biasa. Beliau salah pendidik di sekolah swasta milik salah satu ormas Islam dan juga salah satu penerima PKS Awards DPC PKS Piyungan tahun 2008.

"Saya sudah 20 tahun menjadi guru. Saya belum PNS. Dan saya tidak peduli, bagi saya PNS itu amanahnya sangat berat. Biar saya PNS di surga kelak...," cerita beliau mengawali perbincangan.

Beliau dikaruniai 3 orang anak, yang pertama sudah lulus S2 dan sedang berencana melanjutkan S3 di Jepang. Anak yang kedua masih berstatus mahasiswa di salah satu universitas negeri di Jogjakarta. Dan bungsunya, satu-satunya perempuan masih SMA.

"Lha itu anak saya yang kedua aktif luar biasa. Di kampus ikut pengurus BEM. Dan aktif juga di PKS seperti mbak-mbak ini ...," lanjut beliau cerita tentang anak-anaknya.

"Saya mengajar kelas satu, masa peralihan dari TK. Masa yang berat, sampai-sampai saya sholat Dhuha di dalam kelas. Anak kelas satu belum bisa ditinggal, saya keluar ikut keluar, jadi solusi saya seperti itu. Tiap hari saya sapu dan pel, lalu saya gunakan untuk sholat. Saat berdo'a, suara saya keraskan. Bahkan kadang saya menyebut nama murid saya dalam berdo'a...".

Subhanalloh...lebih satu jam tak terasa lewat. Beliau banyak cerita, berbagi pengalaman menjadi guru, guru SD. Bahkan beliau menempati hati murid-muridnya, sehingga disekolah julukan beliau "Guru Selebritis" - setiap lewat selalu dikerumuni muridnya entah sekedar jabat tangan atau bertanya.

20 tahun bukan waktu sebentar sehingga pengalaman beliau luar biasa. Ditambah lagi aktifitas beliau di sebuah ormas dan pengajian. Terbukti beragam penghargaan telah beliau dapatkan. Kami jadi merasa sangat kerdil pengalaman.

"Jangan sungkan kalau mau kesini. No HP ibu masih sama tidak pernah ganti-ganti. Silaturohim itu tak harus ke yang lebih tua, ibu pun merasa perlu silaturohim ke rumah mbak-mbak ini ..."

Menjelang Maghrib, kami berpamitan. Sebuah buku kami hadiahkan kepada beliau. Hari ini, di hari Guru sebuah kisah tertorehkan. Terima kasih Guru ...

Reporter: Hida Nur Hidayah

*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Peran TNI Dan POLRI Dalam Menegakkan Kedaulatan di Tambang Freeport

Jumat, 25 November 2011



Oleh : Suripto, SH*
(Pendiri dan Ketua Dewan Penasehat Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia)
---


Dari tahun 1967 sampai dengan 2000, peran Tentara Nasional lndonesia-Angkatan Darat (TNI-AD) dalam memelihara keamanan dan pertahanan sangat dominan di Papua pada umumnya dan di daerah tambang Freeport khususnya.

Sejak tahun 2001 sampai dengan sekarang, peran Kepolisian lndonesia (Polri) dalam memelihara keamanan dan ketertiban umum sangat menonjol di daerah tersebut di atas. Sedangkan peran TNI lebih ditujukan untuk menghadapi datangnya ancaman dari luar. Adapun jika terjadi ancaman yang datangnya dari dalam negeri seperti konflik horizontal peran TNI hanya sebagai unsur bantuan atau pendukung saja.

Jadi jika terjadi konflik-konflik horizontal maupun vertikal di dalam negeri, maka hal ini menjadi tanggung jawab penuh Polri. TNI baru dilibatkan jika ada permintaan dari Kesatuan Polri.

Saat ini konflik atau perang yang terjadi di berbagai negara tidak lagi berlatar belakang ideologi. Maka era Perang Dingin sudah usai. Kini kita menjumpai konflik atau perang yang berbeda motivasinya, seperti konflik bahkan perang yang terjadi di Angota dan Sierra Leone adalah berlatar belakang perebutan kawasan yang mengandung deposit berlian. Begitu juga konflik bersenjata di Kongo dipicu oleh perebutan sumber daya alam emas dan tembaga. Perang yang hingga saat ini masih berlangsung di Afganistan, bermotivasi penguasaan jalur suplai minyak dan gas dari Asia Tengah ke Pantai Asia Selatan yang mempunyai jalan laut yakni Samudera Hindia. Perang yang terjadi di lraq pun berlatar belakang penguasaan sumber daya alam minyak dan gas bukan semata-mata bermotivasi menggulingkan Saddam Husein yang otoriter.

Selanjutnya perlu dicermati pula peristiwa yang baru-baru ini terjadi di Libya, apakah revolusi yang terjadi di negeri ini murni gerakan reformasi pro demokrasi atau ada hidden agenda, yaitu masalah perebutan deposit minyak mentah di negara itu.

Sehingga setelah Perang Dingin usai maka muncul bentuk perang baru yaitu apa yang dinamakan Resource War, yaitu perang yang dipicu atau berlatar belakang perebutan sumber daya alam, seperti; minyak, gas, emas, berlian, tembaga, bahkan air rninum.

Konflik yang terjadi di Papua pada umumnya dan di Freeport khususnya perlu kita cermati, apakah keberadaan perusahaan asing di daerah tersebut memicu terjadinya konflik seperti yang ditengarai di negara-negara lain yang mengandung sumber daya alam yaitu terjadinya apa yang disebut "Resource War".

kalau demikian bagaimana semestinya peran TNI dan Polri dalam menjaga martabat dan integritas Bangsa lndonesia serta menegakkan kedaulatan Republik lndonesia. Apakah TNl dan Polri sudah siap serta waspada menghadapi tantangan berupa Resource War yang dapat berdampak terjadinya disintegrasi Bangsa lndonesia?

Sumber Konflik di Freeport

Keberadaan perusahaan asing, Amerika Serikat (AS), PT Freeport lndonesia, yang beroperasi di sektor pertambangan mineral di papua Barat, berdasarkan Perjanjian Kontrak Karya sejak tahun 1967 dan baru akan berakhir tahun 2041, menurut informasi selama 43 tahun beroperasi (1967-2010) telah menghasilkan 7,3 ton tembaga serta 724,1 juta ton emas, dan merupakan penghasil emas terbesar di dunia.

Dari Kontrak Karya, lndonesia hanya menerima 1% sedangkan perusahaan AS mendapat 99 %. Berdasarkan perhitungan, selama 43 tahun Freeport rnengeruk kekayaan lndonesia sebesar Rp 8. 426, 7442 trilyun, bandingkan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kita tahun ini yaitu Rp 1.202 trilyun.

Adapun yang menjadi sumber konflik selama ini adalah pembagian hasil keuntungan yang tidak adil. Tetapi di samping itu sumber konflik lainnya adalah; pencemaran lingkungan, kerusakan lingkungan, tuntutan upah yang lebih manusiawi bagi para karyawan/ buruh, dan masyarakat Papua yang hingga kini masih tertinggal.

Pembagian keuntungan antara Pemerintah dengan PT Freeport berdasarkan Kontrak Karya untuk pertambangan mineral yang tidak adil itu, maka Pemerintah lndonesia mengusulkan agar dilakukan renegoisasi. Tampaknya renegoisasi akan mengalami jalan buntu, sehingga mulai dirasakan rasa kecewa masyarakat yang kritis yang menghendaki nasionalisasi dan bermunculan issu seperti; lndonesia dijajah oleh modal asing-kapitalisme, neo kolonialisme, dan anti Amerika. Bahkan perasaan tidak puas dan kekecewaan ini kemudian berkembang sampai kepada issu Pemerintah SBY adalah boneka Amerika.

Sumber konflik berikutnya ialah masalah pencemaran lingkungan, yaitu limbah tambang yang menimbuni sungai Aikwa. Dari sample air menunjukan bahwa air sungai mengandung racun yang dapat membunuh organisme sungai yang sensitif, bermunculan tumbuhan yang berwarna hijau terang sepanjang 8 km. Di tepi sungai menunjukan bahwa kandungan tembaga dari limbah telah mencemari sungai. Pencemaran lingkungan ini diakui juga oleh pakar lingkungan dari AS yakni Harvey Himberg dan David Nelson yang terjun ke lapangan selama beberapa hari menyusuri sungai Aikwa.

Kerusakan lingkungan pun terjadi di Pegunungan Grasberg karena pengerukan-penggalian bukit itu yang mengandung emas dan tembaga. Setiap harinya 230.000 ton limbah tailing di Sungai Aghawagon sebagai akibat dari pengerukan itu. Kita dapat bayangkan tahun 2014 nanti, pencemaran lingkungan dan kerusakan lingkungan bakal memusnahkan seluruh kekayaan alam kita yang berada di Papua Barat. Bukan itu saja, tetapi akan terjadi alienasi penduduk yang bermukim di sekitar itu, sehingga budaya masyarakat di Papua juga bakal punah.

Sumber konflik lainnya ialah masalah tuntutan kenaikan upah dari karyawan/ buruh PT Freeport lndonesia. Berdasarkan catatan Serikat Pekerja, saat ini gaji karyawan terendah sebesar Rp 6 jutb per bulan. Sementara itu kebutuhan hidup di lokasi pertambangan atau di Timika, Papua Barat bisa mencapai tiga kali lipat bila dibandingkan dengan kota besar seperti Jakarta.

Mereka protes karena gaji karyawan PT Freeport lndonesia terendah, di Amerika sendiri lebih dari 30 kali lipat dari karyawan Papua, atau hampir mencapai Rp 180 juta per bulan. Serikat Pekerja menuntut kenaikan upah buruh sebesar Rp 2l juta per bulan. Sudah dua bulan lamanya para karyawan memperjuangkan kenaikan upah namun sampai hari ini tuntutan mereka belum dikabulkan oleh pihak Management PT Freeport. Malahan yang terjadi adalah peristiwa penembakan oleh Satuan Polri terhadap buruh yang mogok kerja. Sedikitnya ada l0 orang terluka pada peristiwa berdarah yang terjadi pada tanggal l0 Oktober 2011.

Dari keterangan-keterangan yang dapat di kumpulkan, aksi pemogokan yang dilakukan oleh karyawan/ buruh ini yang memang murni menuntut kenaikan upah buruh mulai direkayasa, bahwa aksi ini diwarnai dengan muatan politis, yaitu dikait-kaitkan dengan tuntutan referendum dan gerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Keberpihakan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Indonesia

Di muka telah disinggung bahwa kita sekarang berada di era bukan "Perang Dingin" lagi tetapi di era “Resource War”, yaitu konflik atau perang yang bersumber pada perebutan sumber daya alam.

Secara geo ekonomi politik, posisi lndonesia yang mengandung kekayaan alam seperti: kayu hutan, ikan, air minum, mineral pertambangan, dan energi minyak serta gas, sudah barang tentu menjadi incaran negara-negara seperti; AS, China, lndia, Australia, Malaysia, Singapura, bahkan Perancis dan lnggris untuk menguasai atau menguras sumberdaya alam kita. Papua adalah salah satu wilayah lndonesia yang memiliki kekayaan alam terbesar dan terbanyak jenis dan ragamnya dibandingkan wilayah-wilayah lainnya. semestinya TNI dan Polri memprioritaskan persepsi ancaman nasionalnya adalah sumber alam, yang disebut secara ekplisit. Bukan dengan rumusan umum, yaitu ancaman non tradisional. Tegas-tegas harus disebutkan ancaman terhadap sumber daya alam. Artinya pengurasan sumber daya alam, pencernaran. lingkungan, kerusakan lingkungan, alienasi penduduk di sekitar wilayah pertambangan, pembagian hasil keuntungan, dan human security harus menjadi tolok ukur tentang adanya ancaman nasional itu.

Maka kebijakan TNI dan Polri terhadap perusahaan asing yang beroperasi,di tanah air kita jadi jelas. Sehingga dengan demikian maka PT Freeport tidak semaunya sendiri untuk melakukan pelanggaran terhadap ancaman nasional, seperti; pencemaran lingkungan, upah karyawan/ buruh di bawah standar yang layalc alienasi penduduk, menolak renegoisasi Kontrak Karya, tidak sewenang-wenang terhadap human security.

Apabila hal ini telah menjadi persepsi ancaman nasional, maka setiap pelanggaran harus dikenakan sangsi dan sangsi terberat adalah nasionalisasi. Dengan demikian, jika Aparat TNI dan Polri berpihak kepada Freeport yang melanggar ancaman nasional, maka harus dikenakan sangsi yang berat juga, karena mereka telah melakukan pengkhianatan terhadap negara dan rakyat lndonesia. Keberpihakan kepada Freeport ini merupakan suatu pengkhianatan terhadap negara yang ancaman hukumannya harus dipersamakan seperti teroris atau kegiatan spionase yang bekerja untuk musuh negara.

Maka dana-dana yang telah dikeluarkan oleh Freeport untuk TNI maupun Polri seiak tahun 1998 sampai sekarang harus diusut tuntas. Penerimaan dana ini jelas merupakan salah satu bentuk keberpihakan kepada PT Freeport lndonesia dan merupakan pengkhianatan terhadap negara dan rakyat lndonesia.

Penutup

Kita sekarang berada pada era Resource War, maka kita harus jelas sikapnya dalam peperangan ini. Kalau hukum perang yang diberlakukan, maka dalam renegoisasi misalnya, maka kita hanya mengenal 'take it or leave it' atau perdamaian tanpa syarat. Aparat Keamanan TNI dan Polri yang berpihak pada perusahaan asing yang melanggar rambu-rambu persepsi ancaman nasional harus di-cap sebagai PENGKHIANAT NEGARA, yang ancaman hukumannya seperti teroris atau kegiatan spionase yang bekerja untuk musuh negara.**

*)http://satunegeri.com/berita-155-peran-tni-dan-polri-dalam-menegakkan-kedaulatan-di-tambang-freeport.html


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

PKS Kumpulkan Alim Ulama Sulsel

SYARIAH Consultant Center (SCC) atau pusat konsultasi Syariah DPW PKS Sulsel akan menggelar temu Alim Ulama se-Sulsel di Hotel Mercure, Makassar. Mereka akan memperbincangkan banyak hal selama tiga hari terhitung mulai Minggu, 27-29 November mendatang.

Mulai dari perbincangan tentang syariah, pendidikan, sosial, budaya, hingga politik dan konstitusi akan menjadi topik utama pembicaraan kegiatan tersebut. Para alim ulama ini berasal dari kalangan eksternal PKS yang dimintai kesediaannya oleh pengurus DPD PKS di Sulsel.

Ketua Panitia Temu Alim Ulama, Hadi Ibrahim Baso, mengatakan meski kegiatan ini dipelopori oleh PKS namun ia menjamin kegiatan ini akan bersih dari warna dan bendera partai politik tertentu.

Ia juga menjamin, acara ini bukan sebagai upaya PKS Sulsel menggalang dukungan dari kaum alim ulama untuk kepentingan politiknya di Sulsel. Acara ini menurutnya, telah dikerjasamakan dengan Biro Mental dan Spiritual Pemprov Sulsel.

SCC PKS Sulsel meminta 24 DPD PKS di Sulsel untuk menghadirkan dua tokoh ulama dari ekternal partainya di daerah untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hingga Kamis (24/11/2011) telah ada 115 alim ulama yang mengkonfirmasikan kehadirannya di acara tersebut.

“Ini murni forum diskusi alim ulama, tidak ada kepentingan partai politik tertentudi dalamnya. Saya menjamin tidak ada atribut partai di acara ini, apalagi sudah dikerjasamakan dengan pemprov,” kata Hadi, Kamis (24/11/2011).

Diskusi yang rencananya akan dipandu oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Prof Dr Arifuddin Ahmad ini akan menghadirkan Ketua SCC DPP PKS KH Surahman Hidayat sebagai keynote speaker, sedangkan sebagai pembicara SSC akan melibatkan perwakilan Nahdlatul Ulama KH Burhanuddin, perwakilan PW Muhammadiyah KH Jalaluddin Sanusi, dan Ketua SSC PKS Sulsel KH Arsul Maddupe.(*)

*)http://makassar.tribunnews.com/2011/11/24/pks-kumpulkan-alim-ulama-sulsel

*)foto (atas): Seminar Nasional Keumatan menghadirkan perwakilan NU, Muhammadiyah, MUI dan Dewan Syari'ah PKS dalam Rangka Mukernas PKS di Yogyakarta (25/2/2011)

*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Hanya Tangani Kasus Kecil, PKS Sebut KPK Melemah

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengkritik kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi menangani perkara korupsi. KPK dinilai melemah karena hanya menangani perkara korupsi di daerah dengan jumlah uang puluhan juta rupiah.

"Seperti kata pepatah, tak ada rotan akar pun jadi. Tak ada yang besar, yang kecil jadi," kata Ketua DPP PKS Nasir Djamil, Kamis (24/11/2011).

Menurut dia, fokus KPK kepada korupsi di daerah telah menghancurkan harapan publik yang menginginkan penuntasan kasus korupsi besar seperti skandal Bank Century dan korupsi di sejumlah kementerian.

"Inilah KPK jilid II yang menurut saya telah menghancurkan ekpektasi publik yang ingin agar KPK lebih berani mengusut dan menuntaskan kasus-kasus besar," sambungnya.

Wakil Ketua Komisi Hukum DPR pengganti Fahri Hamzah ini berharap KPK menguatkan fungsi sinergi dengan kepolisian dan kejaksaan di daerah untuk menangani perkara korupsi.

"Aneh, mengapa di Semarang mereka handle, sedangkan di daerah lain justru tidak. Ini ambigu dan cenderung melupakan untuk mendorong polisi dan jaksa di daerah. KPK akhirnya bisa disingkat menjadi Kuat Pada yang Kecil," sindirnya.

Kemarin (24/11) KPK menangkap 2 anggota DPRD Semarang, Sumartono dari PD dan Agung Purno Sarjono dari PAN. Keduanya diduga melakukan tindak pidana suap terkait terkait pembahasan APBD 2012. Selain anggota DPRD, KPK juga menangkap Seskot Semarang Ahmad Zainuri. Tim penyidik menyita 21 amplop yang isinya sekira Rp 40 juta.

*)dari berbagai sumber

*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

[Analisa] Krisis Ekonomi Dunia dan Usaha Barat Manfaatkan Kekayaan Arab

Kamis, 24 November 2011

Bilal Hasan*

Media massa Amerika dan barat belakangan memuat berbagai artikel dan informasi soal krisis ekonomi besar yang mengancam Amerika kemudian Eropa kemudian negara-negara dunia seluruhnya, termasuk negara-negara Arab. Krisis ini mengingatkan kita tentang krisis ekonomi yang menerpa dunia tahun 1929.

Sebagian kolumnis dan pengamat lainnya bicara tentang ekonomi kapitalisme secara keseluruhan. Mereka mengatakan, sistem ekonomi kapitalisme adalah sistem rapuh dan lemah. Ini pendapat ekonom penting yang memiliki bobot di dunia internasional. Piere Carlo Padawan, wakil Sekjen Organisasi Kerjasama Pertumbuhan ekonomi mengatakan, “Krisis ekonomi saat ini sangat tajam, berbahaya dan sangat serius. Pusat krisis ini dari Amerika bisa berpindah ke Eropa.”

Setelah itu ia berbicara soal sistem ekonomi barat secara umum, “Kami menghadapi sistem ekonomi barat yang terbukti rapuh dalam menghadapi krisis.” Ia meminta agar sistem ekonomi Eropa diperbaruhi.

Di tengah krisis ini, muncul pembicaraan soal krisis utang. Alan Croker, penasehat ekonomi presiden Amerika menegaskan bahwa krisis utang dan perbankan di Eropa masih menjadi ancaman terbesar bagi pemulihan ekonomi Amerika. Apalagi Amerika mengeksport 20% produknya ke Eropa. Karenanya, Croker menganjurkan Eropa untuk mengambil langkah cepat guna menerapkan “rencana penyelamatan krisis utang”. Sebab krisis ini akan mengancam Amerika masuk dalam krisis stagnasi yang akan berdampak negatif bagi elektabilitas Obama dalam pemilu presiden kedua di negaranya.

Krisis ini merembet dari Amerika ke Eropa. Yunani mengalami penyusutan ekonomi dan mengancam terjadi krisis keuangan. Juga berimbas kepada Italia dan Spanyol yang harus membayar utangnya dan bunganya yang sangat besar.

Mengomentari hal itu, sejumlah sumber perbankkan menegaskan bahwa Badan Pengawas Perbankan di Eropa mengumumkan bahwa bank-bank Eropa membutuhkan 144 milyar dolar untuk mengembalikan kepercayaan terhadap sistem perbankkannya.

Para pengamat sepakat bahwa penyebab utama krisis ekonomi yang menimpa Amerika Serikat yang berimbas kepada negara lain karena anggaran belanja tinggi yang ditanggung negara Adidaya ini akibat penjajahan Irak dan Afganistan. Di Irak saja anggaran Amerika membengkak hingga 700 milyar dolar.

Menghadapi anggaran mahal ini, Amerika segera saat itu menaikkan harga minyak mentah hingga menembus angka 150 USD. Bahkan berimbas langsung kepada sektor ekonomi lain yakni sektor properti tahun 2008 akibat ketidakmampuan kelompok berpenghasilan terbatas untuk membayar cicilan hutang kepada mereka. Disusul setelah itu keberanian bank-bank dan perusahaan besar untuk memangkas tenaga pekerja. Demikianlah serangkaian kemunduran di dalam berbagai sektor ekonomi.

Krisis merembet dari Amerika ke Eropa hingga mengenai Inggris, dan negara-negara Eropa Timur, terutama Rusia yang segera mengucurkan dana penyelamatan ekonominya sekitar 300 milyar USD.

Tidak mungkin membicarakan krisis ekonomi dunia tanpa membicarakan situasi di dunia Arab dan kekayaan mereka serta sebagian celaan terhadap apa yang terjadi di dalam ekonomi dunia. Sejak 2008, terbit laporan Amerika yang bicara soal badan dana Arab seperti Badan Dana Generation dan sovereign wealth funds (SWF), badan kekayaan kedaulatan. (SWF merupakan suatu fund yang dimiliki oleh suatu negara yang terdiri atas aset-aset seperti saham, obligasi, properti, dan aset keuangan lainnya. Dana yang dikelola SWF sepenuhnya adalah milik negara). Laporan ini dibuat oleh Ricardh Haas, mantan pejabat perencana di kementerian luar negeri Amerika. Haas menfokuskan laporannya pada sumber kekayaan cadangan devisa yang dimiliki oleh negara-negara teluk. Ia mengungkapkan kekhawatirannya jika fund-fund itu menguasai sistem keuangan Amerika. Ada laporan kedua yang dibuat oleh Daniel Wirzner yang dimuat dalam Majalah Amerika tahun 2008 dengan judul “Kedaulatan Datang”. Ia menfokuskan bahwa era kekuasaan badan-badan keuangan devisa Arab sudah tiba akibat menggelembungkan dana devisa Arab (yang dimiliki oleh pemerintah). Ini analisis yang berisi ajakan tersembunyi untuk mengambil alih dana di fund-fund tersebut dengan cara apapun atau menggagalkannya untuk mempengaruhi situasi pasar dunia.

Adalah Henry Kissinger juga pernah searah dengan wacana ini yang pernah dia tulis dalam Majalah internasional Herarld Tribun edisi 19 September 2008. Ia memperingatkan akumulasi milyaran minyak mentah di teluk dan di fund-fund kekayaan negara teluk. Ia mengajak barat untuk bekerja mengurangi kemampuan organisasi OPEC sehingga tidak berubah pengaruh ekonomi ke pada pengaruh politik. Di sinilah Ksingger mengajak agar Amerika menggunakan strategi politik untuk menghadapi fund-fund Arab dalam hal kekayaan minyak.

Politik barat selalu berusaha menguasai kekayaan strategi Arab. Bukan hanya itu, mereka berusaha melakukan langkah lanjutan menguasai akumulasi keuntungan negara-negara Arab yang ingin digunakan untuk mengembangkan ekonomi mereka. Pengembangan investasi inilah yang tidak diinginkan oleh sosok seperti Ksingger yang bukan lagi kasus individual namun menjadi semacam aliran yang memiliki penganut di pusat-pusat penentu kebijakan di negara-negara Eropa.

Karenanya, negara-negara Arab harus memiliki perhatian dalam mengendalikan dana mereka. Mereka harus mencari jalan lain untuk investasi di dalam negeri mereka yang bisa mengembangkan dan menaikkan posisi ekonomi mereka. Contoh hal itu adalah proyek pembangunan rel kereta api di Arab Saudi.

Bukan hanya itu, perlu perencanaan dan kerjasama dengan negara-negara Arab lainnya. Misalnya membangun jaringan transportasi yang menghubungkan antara negara-negara Arab, baik jalur laut, udara atau darat.

Tahun 1980, di saat muncul teori perundingan damai ala Cam David, muncul pula studi Amerika Eropa yang fokus mengembangkan jaringan transportasi di kawasan Arab. Bukan hanya antar tetangga namun seluruh kawasan timur tengah termasuk Israel. Namun studi itu menginginkan agar pusat transportasi itu di Israel. Meski proyek dari studi ini tidak berhasil namun terungkap bahwa bahwa proyek barat selalu tidak ingin mengembangkan kawasan Arab bahkan hanya ingin memperkuat posisi Israel melalui pembangunan jaringan Israel dengan ibukota-ibukota Arab.

Jaringan transportasi antar Arab ini sangat penting dan strategi untuk kepentingan semua pihak dalam menghadapi musuh dan pihak yang tamak. Sehingga hubungan antar Arab menjadi titik tolak dalam berfikir dan merencanakan. Untuk selanjutnya, itu untuk menghadapi gagasan hubungan Arab – Israel dari barat. (bsyr)

*)Asy-Syarq Ausath

*)http://www.infopalestina.com/ms/


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Serial (7): "Durar As-Suluk fi Siyasat Al-Mulk"

Rabu, 23 November 2011

KAJIAN KITAB DURAR AL-SULUK FI SIYASAT AL-MULUK
(Petuah-petuah Taujih Siyasi Untuk Para Raja dan Pemimpin)

Karya: Imam Abu al-Hasan ‘Ali bin Habib al-Mawardi

(Oleh: Musyafa Ahmad Rahim-Ketua Kaderisasi DPP PKS)



PETUAH_11

وَقَالَ بَعْضُ الْبُلَغَاءِ: اِلْزَمِ الصَّمْتَ، فَإِنَّهُ يَكْسِبُكَ صَفْوَ الْمَحَبَّةِ، وَيُؤَمِّنُكَ سُوْءَ الْمَغَبَّةِ، وَيُلْبِسُكَ ثَوْبَ الْوَقَارِ، وَيَكْفِيْكَ مُؤْنَةَ الِاعْتِذَارِ

Sebagian pakar balaghah berkata: “Tetaplah diam, sebab ia akan memberimu kecintaan yang bening, mengamankanmu dari kesudahan (akhir kehidupan) yang buruk, memberimu pakaian waqar dan membebaskanmu dari “ongkos” atau “biaya” mengemukakan alasan atau meminta permakluman.

وَتَكَلَّمَ أَرْبَعَةٌ مِنْ حُكَمَاءِ الْمُلُوْكِ بِأَرْبَعَةِ كَلِمَاتٍ كَأَنَّهَا رُمِيَتْ عَنْ قَوْسٍ

Ada empat raja yang bijak yang mengucapkan empat kalimat (yang substansinya sama), seakan meluncur dari dari satu busur;

فَقَالَ مَلِكُ الرُّوْمِ: أَفْضَلُ عِلْمِ الْعُلَمَاءِ اَلسُّكُوْتُ
وَقَالَ مَلِكُ الْفُرْسِ: إِذَا تَكَلَّمْتُ بِالْكَلِمَةِ مَلَكَتْنِيْ، وَلَمْ أَمْلِكْهَا
وَقَالَ مَلِكُ الْهِنْدِ: أَنَا عَلَى رَدِّ مَا لَمْ أَقُلْ أَقْدَرُ مِنِّيْ عَلَى رَدِّ مَا قُلْتُ
وَقَالَ مَلِكُ الصِّيْنِ: نَدِمْتُ عَلَى الْكَلَامِ وَلمْ أَنْدَمْ عَلَى السُّكُوْتِ

Raja Romawi berkata: “Sebaik-baik ilmu ulama’ adalah diam”.
Raja Persia berkata: “Jika aku mengucapkan satu kata, satu kata itu mengendalikan diriku dan aku tidak mampu mengendalikannya”.
Raja India berkata: “Aku lebih mampu membantah sesuatu yang belum aku ucapkan daripada membantah yang sudah aku ucapkan”.
Raja Cina berkata: “Saya menyesali perkataan yang terucap dan tidak menyesali diam”.

وَلْيَعْلَمْ أَنَّ الْحَاجَةَ إِلَى الصَّمْتِ أََكْثَرُ مِنَ الْحَاجَةِ إِلَى الْكَلَامِ، لِأَنَّ الْحَاجَةَ إِلَى الصَّمْتِ عَامَّةٌ، وَالْحَاجَةُ إِلَى الْكَلَامِ عَارِضَةٌ، فَلِذَلِكَ مَا وَجَبَ أَنْ يَكُوْنَ صَمْتُ الْعَاقِل فِي الْأَحْوَالِ أَكْثَرَ مِنْ كَلَامِهِ فِيْ كُلِّ حَالٍ

Dan hendaklah seseorang mengetahui bahwa kebutuhan kepada diam lebih banyak daripada kebutuhan kepada bicara, sebab kebutuhan kepada diam bersifat umum (sepanjang waktu), sedangkan kebutuhan kepada bicara bersifat temporer, oleh karena itu menjadi sebuah kewajiban agar seorang yang berakal lebih banyak diam dalam keadaan bagaimanapun dari pada berbicara yang sesuai dengan situasi dan kondisi.

حُكِيَ أَنَّ بَعْضَ الْحُكَمَاءِ رَأَى رَجُلاً يُكْثِرُ الْكَلَامَ وَيُقِلُّ السُّكُوْتَ، فَقَالَ لَهُ: إِِنَّ اللهَ تَعَالَى إِنَّمَا جَعَلَ لَكَ أُذُنَيْنِ وَلِسَانًا وَاحِدًا لِيَكُوْنَ مَا تَسْمَعُهُ ضِعْفَ مَا تَتَكَلَّمَ بِهِ، فَإِذَا دَعَتْهُ الْحَاجَةُ إِلَى الْكَلَاَمِ سَبَرَهُ

Diceritakan bahwa seorang bijak melihat seorang lelaki yang banyak berbicara dan sedikit diam, maka ia berkata kepadanya: “Sesungguhnya Allah SWT telah menjadikan untukmu dua telinga dan satu lidah, agar apa yang engkau dengar dua kali lipat dari apa yang engkau ucapkan, jika ada keperluan untuk berbicara, maka ia memilih-milihnya terlebih dahulu.

وَقِيْلَ: اللِّسَان وَزِِيْرُ الْإِنْسَانِ، فَإِذَا تَكَلَّمَ حَذِرَ مِنَ الْإِكْثَارِ، فَقَلَّ مَنْ كَثُرَ كَلَامُهُ إِلَّا وَكَثُرَ نَدَمُهُ

Dikatakan: Lidah adalah menterinya manusia, oleh karena itu, jika ia berbicara hendaklah hati-hati jangan sampai kebanyakan, sebab, sedikit sekali orang yang banyak berbicara kecuali akan banyak pula penyesalannya.

وَقَدْ قِيْلَ: مَنْ كَثُرَ كَلَامُهُ كَثُرَتْ آثَامُهُ

Dikatakan pula: Siapa yang banyak berbicara, banyak pula dosanya.

وَلَا يَنْبَغِيْ أَنْ يَعْجَبَ بِجِيْدٍ كَلَامِهِ وَلَا بِصَوَابِ مَنْطِقِهِ، فَإِنَّ الْإِعْجَابَ بِهِ سَبَبُ الْإِكْثَارِ مِنْهُ

Dan janganlah seseorang takjub kepada pembicaraannya yang baik dan logikanya yang benar, sebab rasa takjub ini menyebabkan ia banyak berbicara.

وَقَدْ قِيْلَ: مَنْ أُعْجِبَ بِقَوْلِهِ أُصِيْبَ بِعَقْلِهِ

Dikatakan pula: Siapa yang takjub dengan ucapannya, niscaya akalnya akan tertimpa sesuatu.


ULASAN:


Ada beberapa hal yang dapat digaris bawahi dan perlu sedikit mendapat ulasan dari PETUAH_11 ini, diantaranya:

1. PETUAH_11 ini sebenarnya masih kelanjutan dari PETUAH_10, namun karena panjang, maka pengirimannya saya buat dalam dua PETUAH. Oleh karena itu, PETUAH_11 ini masih berbicara tentang pentingnya seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi untuk lebih banyak diam dari pada berbicara. Oleh karena itu, dalam PETUAH_11 ini, Imam Mawardi masih menjelaskan tentang keuntungan-keuntungan diam bagi seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi.

2. Diantara keuntungan-keuntungan lain dari diam (selain yang telah disebutkan dalam PETUAH_10), termasuk di dalamnya adalah keuntungan-keuntungan diam secara siyasi adalah sebagai berikut:

a. Dengan diam, maka rasa cinta diantara dua orang, atau dua pihak, akan tetap terjaga kejernihan dan kebeningannya.

b. Engan diam, maka seseorang, khususnya seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi, akan aman dari akibat buruk.

c. Dengan diam, maka seseorang, khususnya seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi akan mendapatkan waqar (wibawa).

d. Dengan diam, maka seseorang, khususnya seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi, tidak perlu keluar ongkos atau biaya klarifikasi, atau meminta maaf, atau membuat bayanat untuk memperjelas dan meluruskan pernyataannya, dan untuk keperluan-keperluan semacam ini yang lainnya.

3. Ada hal menarik yang disebutkan Imam Mawardi dalam kitab-nya ini, yaitu tentang adanya kesamaan substansi dari pernyataan empat orang raja yang bijaksana, dari negeri yang berbeda-beda dan saling berjauhan. Hal ini menandakan bahwa “kesepakatan” mereka merupakan kesamaan pengalaman yang sangat perlu diperhatikan oleh semua raja, atau pemimpin, atau pejabat atau politisi. (silahkan dibaca dan direnungkan kembali ucapan empat raja yang bijaksana tersebut).

4. Kaidah umumnya adalah sebagai berikut:

a. Kebutuhan kepada diam bersifat asas, umum dan berlaku sepanjang waktu, sedangkan kebutuhan untuk berbicara bersifat temporer, yaitu manakala keadaan benar-benar menuntut seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi untuk berbicara.

b. Jika seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi, hendaklah ia melakukan proses as-sabr, yaitu menyiapkan berbagai opsi konten berbicara, lalu menyeleksinya satu persatu, dan baru setelah melakukan penyeleksian seksama, ia berbicara dengan yang terbaik.

c. Dan jika seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi sudah melakukan proses as-sabr tersebut, dan mengharuskannya berbicara, maka, hendaklah ia berhati-hati, jangan sampai berbicara kebanyakan.

d. Dan kalau seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi sudah berbicara, dan ternyata, pembicaraannya tepat dan benar, serta logikanya bagus, jangan sampai hal ini menjadikannya takjub, sebab, begitu dia takjub, maka ia akan terperosok untuk banyak berbicara, yang berarti ia akan terjerumus kepada situasi yang berpotensi besar mebahayakannya secara siyasi.

5. Kenapa seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi harus senantiasa komitmen dengan kaidah-kaidah umum ini? Sebab:

a. Mulut manusia hanya satu sedangkan telinganya dua, hal ini mengajarkan agar manusia, khususnya seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi, lebih banyak diam dari pada bicara.

b. Siapa yang banyak berbicara, niscaya akan banyak menyesal.

c. Siapa yang banyak berbicara, niscaya akan banyak dosanya.



PETUAH_12

وَمِمَّا هُوَ أَلْزَمُ فِيْ أَخْلَاقِ الْمَلِكِ وَأَلْيَقُ: اِعْتِمَادُ الصِّدْقِ وَاجْتِنَابُ الْكَذِبِ، فَإِنَّهُ سَهْلُ الْبَادِرَةِ، خَبِيْثُ الْعَاقِبَةِ، لِأَنَّهُ يَعْكِسُ الْأُمُوْرَ إِلَى أَضْدَادِهَا، وَيَسْتَبْدِلُ الْحَقَائِقَ بِأغْيَارِهَا، فَيَضَعُ الْبَاطِلَ مَوْضِعَ الْحَقِّ، وَيَتَخَيَّلُ أَنَّ الْكَذِبَ يَتَشَبَّهَ بِالصِّدْقِ

Termasuk akhlaq yang menjadi kemestian bagi seorang raja dan lebih layak: Selalu menjadikan kejujuran dan kebenaran sebagai pegangannya serta menjauhi kedustaan dan kebohongan, sebab kebohongan itu gagasan yang mudah, namun sangat buruk akibatnya, sebab ia merubah banyak urusan kepada kebalikannya, mengganti realita dengan selainnya, menempatkan kebatilan pada posisi kebenaran dan tampak dalam khayalan bahwa kebohongan itu mirip kejujuran.

كَلاَّ فَإِنَّ الزَّمَانَ يَكْشِفُ عَنْ خَبَايَاهُ، وَيَنُمُّ عَلَى خَفَايَاهُ.

Jangan demikian, sebab waktu akan mengungkap segala hal yang berada di balik tabir dan membongkar segala hal yang selama ini tersamar.

وَكَذَلِكَ قَالَ النَّبِي - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
(رَحِمَ اللهُ اِمْرَءًا أَصْلَحَ مِنْ لِسَانِهِ، وَأَقْصَرَ مِنْ عَنَانِهِ، وَأَلْزَمَ طَرِيْقَ الْحَقِّ مَقُوْلَهُ، وَلَمْ يُعَوِّدِ الْخَطَلَ مِفْصَلَهُ)

Dan demikianlah Rasulullah SAW bersabda: “Semoga Allah SWT merahmati seseorang yang memperbaiki lisannya, mengekang kendalinya dan memastikan ucapannya selalu berada di jalan kebenaran, serta tidak membiasakannya untuk salah ucap”.

ULASAN

Ada beberapa hal yang dapat digaris bawahi dan perlu sedikit mendapat ulasan dari PETUAH_12 ini, diantaranya:

1. PETUAH_12 ini sebenarnya masih terkait dengan pembahasan tentang Al-WAQAR yang mesti dimiliki oleh seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi.

2. Agar Seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi memiliki WAQAR (tenang penuh wibawa), maka hendaklah ia:

a. Menjadikan ash-shidq (kejujuran dan kebenaran) sebagai pegangan utama akhlaqnya.

b. Menghindari dan menjauhi al-kadzib (kedustaan dan kebohongan).

3. Selanjutnya, Imam Mawardi – rahimahullah – menjelaskan sisi negatif dari al-kadzib menurut sudung pandang akhlaq politik (akhlaq siyasiyah), maka beliau menjelaskan:

a. Al-kadzib itu sesuatu yang mudah terlintas dalam benak dan pikiran seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi. Maksudnya, mudah sekali gagasan untuk mengambil pilihan al-kadzib bagi mereka. Nas-aluLlaha al-‘afwa wal ‘afiyah (Semoga Allah SWT menghindarkan kita dari pilihan dusta dan bohong ini serta memaafkan kita).

b. Namun demikian, akibat dan kesudahan dari al-kadzib ini sangatlah buruk, dan bahkan busuk.

c. Al-kadzib mempunyai dampak-dampak negatif, termasuk menurut sudut pandang politik, yang sangat luar biasa, yaitu:

i. Merubah hakekat (kenyataan dan realita) menjadi sebaliknya.

ii. Tertukarnya posisi al-haq dan al-bathil. Maksudnya, yang semestinya dinyatakan sebagai al-haq, malah dinyatakan sebagai batil, dan semestinya dinyatakan sebagai batil malah dinyatakan sebagai al-haq.

iii. Segala hal yang dusta dan bohong, tampak dan terbayang sebagai kebenaran. Na’udzu billah min dzalik.

4. Yang harus diketahui dan diyakini oleh seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi adalah bahwa berjalannya waktu, segala hal yang tersembunyi dan tersamar, pada akhirnya akan terbuka dan terbongkar. Fakta ini hendaklah semakin mendorong mereka untuk selalu menjadikan ash-shidq sebagai pegangannya dan menghindari dan menjauhi al-kadzib.

5. Sebagai penutup terhadap PETUAH_12 ini, Imam Mawardi menutupnya dengan mengutip riwayat (dho’ifah) yang berisi ajaran sebagai berikut:

a. Hendaklah seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi selalu memperbaiki lisannya. Hal ini mencakup:

i. Perbaikan aspek kefasihan bicaranya.
ii. Perbaikan penyampaikannya (khithab)-nya.
iii. Perbaikan konten dan muatannya, dan terutama
iv. Jangan mengandung sisi kebohongan dan kedustaan.

b. Hendaklah seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi dapat mengendalikan lisannya, jangan mudah berkomentar, apalagi “kelepasan” berkomentar. Namun, komentar yang keluar darinya sudah diperhitungkan matang-matang.

c. Hendaklah seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi selalu memastikan kebenaran dalam ucapannya.

d. Hendaklah seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi melatih lidahnya yang tidak bertulang itu agar tidak mudah “keseliu” atau “terkilir” apalagi “keceklik”.

--------
*Baca Serial sebelumnya:
- Serial (6): "Durar As-Suluk fi Siyasat Al-Mulk"


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

"GEBYAR MUHARRAM 1433 H" PKS Piyungan

Selasa, 22 November 2011

Tahun baru 1 Muharram 1433 H (insya Allah bertepatan Ahad 27-11-2011) sudah di depan mata. Muharram merupakan momentum perubahan dalam makna peningkatan yang semestinya kita optimalkan dengan kerja-kerja di jalan dakwah, baik berupa pelayanan kepada masyarakat maupun peningkatan kapasitas para kader-kader dakwah.

Dalam kerangka itu, DPC PKS Piyungan sudah merancang berbagai agenda kegiatan dengan tajuk besar "GEBYAR MUHARRAM 1433 H". Berbagai ragam menu Muharram tersebut sudah digodok pada Syuro Majelis Pertimbangan Cabang (MPC) PKS Piyungan yang juga dihadiri Amir Syarifuddin Aleg PKS DPRD Bantul dari Piyungan, Sabtu 19-11-2011, di rumah Pak Abdillah.

Diantara agenda "GEBYAR MUHARRAM 1433 H" PKS Piyungan:

- Launching 1 Muharram 1433

Agenda pembuka "Gebyar Muharram" dengan kegiatan Bakti Sosial di Pasar Tradisional Piyungan. Kegiatan berupa pelayanan kesehatan, kerja bakti Kepanduan bersih-bersih pasar dan mushola pasar, tebar 1433 tangkai bunga + ucapan selamat Tahun Baru Hijriyah.

- Kunjungan dan Bingkisan ke Panti Asuhan Yatim
- MABIT Ikhwan persiapan Puasa Asyuro
- Buka Bersama Puasa Asyuro ikhwan-akhwat Keluarga Besar PKS Piyungan
- Malam Silaturohim & Dialog simpatisan-Aleg
- Bakti Sosial PKS Peduli di 3 desa (DPRa)
- Liga Futsal antar Risma Piyungan
- Untuk mu Ibu (Spesial Hari Ibu bersama PWK se-Piyungan)
- Lomba masak antar liqo ikhwan
- Silaturohim & berbagi hadiah ke tokoh-tokoh ormas Piyungan
- Tebar kalender
- Rihlah/Family Gathering

Untuk suksesnya berbagai agenda "GEBYAR MUHARRAM 1433" tersebut PKS Piyungan sudah menunjuk Koordinator Umum akh Dhanie Asy-Syakib dan membentuk tim-tim kerja.

Semoga Allah SWT memudahkan, menolong dan memberkahi langkah-langkah kami.

*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

PKS Komitmen Pilih Capim KPK yang Independen

Senin, 21 November 2011

Hari ini, Senin (21/11/2011), seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan dimulai.

Ketua Poksi III Fraksi PKS DPR, Aboebakar Alhabsy, meminta seluruh anggota Poksi III PKS untuk mengikuti proses ini dengan sungguh-sungguh. Termasuk, kepada seluruh tenaga ahli, diminta untuk mendalami bahan yang ada.

"Kami akan memanfaatkan proses fit and proper test ini untuk mendalami setiap capim KPK. Karena ini merupakan tahap akhir dari proses seleksi maka kami tak boleh kecolongan, kita harus selamatkan KPK, kita harus perkuat KPK dengan memilih pimpinan yang memiliki integritas terhadap pemberantasan korupsi," kata Aboebakar.

Pada proses seleksi ini, katanya, PKS ingin memastikan bahwa pimpinan terpilih adalah profil independen, bebas kepentingan politik, dan memiliki kemampuan untuk menggerakkan KPK sebagai sebuah tim pemberantasan korupsi. (tribunnews/yat)

*)http://www.tribunnews.com/2011/11/21/pks-komitmen-pilih-capim-kpk-yang-independen


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Ketua Bidpuan PKS Piyungan Tak Pedulikan Hujan Demi Membina Ibu-Ibu Kampung

Hari ahad adalah hari padat. Apalagi bulan dzulhijjah atau bulan besar memang bulan favorit orang Jawa untuk mengadakan hajatan. Dan paling banyak perkawinan.

Ahad, 20 November 2011. Waktu menunjukkan pukul 13.00 saat acara PWK (Pos Wanita Keadilan) dusun Bangkel RT 03 dimulai. Bertempat di rumah bu RT (bu Kamiyati), ada 18 ibu-ibu yang hadir siang ini.

Dusun Bangkel masuk kelurahan Srimulyo-Piyungan. Kalau kita menyusuri jalan Jogja-Wonosari, setelah pasar Wage kita tengok ke kiri ada pebukitan, disitulah letaknya dusun Bangkel. Dan RT 03 tepatnya disebelah timur bukit tersebut. Atau selatan diketemukannya 'crop circle' yang menghebohkan beberapa waktu silam.

Acara diawali dengan acara rutin seperti iuran dan rembug kampung eh rembug RT. Baru, setelah jam 14.00 acara diserahkan kepada Bidpuan, selaku pendamping kegiatan mereka selama ini.

Dan, Ketua Bidang Perempuan DPC PKS Piyungan bu Prapti turun langsung ke PWK Bangkel untuk berbagi Ilmu. Tema yang disampaikan isteri Ketua DPC PKS Piyungan ini adalah Meraih Hidup Penuh Berkah.

Siang itu, Piyungan mendapat barokah hujan yang luar biasa. Awan tebal, guntur menyambar, hujan deras tiada henti -bahkan sampai Isya hujan masih berlangsung. Alhamdulillah, dengan rahmat dan pertolonganNya semua itu tak menyurutkan langkah kami untuk terus mengabdi, berdakwah, bekerja untuk Indonesia.***

Reporter : Hida Nur Hidayah


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Dukung Garuda Muda di Final, PKS Gelar Nonbar

Laga Final sepakbola yang mempertemukan Timnas Garuda Muda vs Harimau Malaysia menjadi laga yang paling bergensi di SEA Games XXVI. Sebagai bentuk dukungan kami kepada Timnas Indonesia U-23 maka PKS Piyungan yang dimotori Bidang Kepemudaan akan menggelar acara Nonton Bareng (nonbar) layar lebar Final Indonesia vs Malaysia nanti malam (Senin, 21/11) di stadion Rifki Futsal Piyungan.

Gelaran acara ini hasil kerjasama DPC PKS Piyungan dengan Rifki Futsal dan mengundang tim-tim futsal di wilayah kecamatan Piyungan yang biasa berlatih di stadion Rifki Futsal. Para kader dan simpatisan PKS Piyungan juga akan turut serta berbondong-bondong menyemarakkan dan menjadi supporter Garuda Muda.

Tak hanya PKS Piyungan yang akan menggelar acara nonbar Final penuh gensi ini, tapi struktur PKS dimana saja juga diserukan untuk memberi dukungan moril bagi Timnas Indonesia salahsatunya dengan mengadakan nonbar, bahkan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan juga akan menggelar acara nonbar ini.

"Untuk memberi dukungan moril kepada para pemain, kami akan menggelar nonton bareng. Bisa di Gedung Sate atau di Pakuan," ujar Pak Gubernur Jabar yang merupakan sesepuh PKS.

Pak Heryawan optimistis tim Garuda Muda mampu mengalahkan Malaysia di Final Sepakbola Sea Games.

Heryawan mengatakan meski sebelumnya pernah dikalahkan Malaysia, namun dia melihat tim asuhan Rahmad Darmawan bakal bangkit. Apalagi nanti malam merupakan pertandingan final, sehingga seharusnya pemain mengeluarkan seluruh kemampuannya.


"Saya optimistis timnas kita bakal mengalahkan Malaysia, walau kemarin sempat kalah. Minimal timnas menang 1-0. Tapi berapapun gol, yang penting menang," ujar Pak Heryawan, Minggu (20/11/2011).

Heryawan mengatakan kemenangan timnas sepakbola merupakan kewajiban. Menurutnya, kemenangan itu akan melengkapi prestasi Indonesia yang sudah dipastikan menjadi juara umum di SEA Games kali ini.

"Sepakbola merupakan olahraga yang paling banyak peminatnya. Karena itu gelar juara umum yang diraih Indonesia bakal lebih sempurna kalau timnas kita menang. Jadi mari kita dukung," imbuhnya.


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

MPW PKS Papua : Dinamika di Tengah Berjuta Kendala

Minggu, 20 November 2011

Oleh : Cahyadi Takariawan
(Sekretaris MPP PKS)

Sangat naif gurauan yang suka memplesetkan MPW menjadi “Majelis Pensiunan Wilayah”, yang mengesankan lembaga ini hanya tempat berkumpulnya para “pensiunan” dan melakukan reuni atau kangen-kangenan semata. MPW PKS Papua menolak “plesetan” semacam ini, dan mereka telah menunjukkan kerja nyata yang sangat bermanfaat bagi wilayah Papua.

Saya merasa surprise diundang oleh rekan-rekan PKS Papua dalam acara Pelatihan Pengembangan Kepemimpinan, Sabtu 19 Nopember 2011 di Jayapura. Acara itu sendiri sejatinya diagendakan sebagai program MPW (Majelis Pertimbangan Wilayah) PKS Papua, untuk peningkatan kapasitas kepemimpinan para pengemban struktur PKS di tingkat propinsi dan kabupaten, para anggota legislatif PKS, serta para bupati dan walikota dukungan PKS.

Multikultur PKS Papua

Saya selalu menikmati pemandangan yang “berbeda” setiap kali menghadiri acara kepartaian di wilayah Papua. Berbeda dari suasana di wilayah lainnya, yaitu tampak keragaman etnik dari peserta. Di antara yang hadir adalah pengurus DPD PKS wilayah pegunungan, yang rata-rata adalah masyarakat asli Papua, beserta para anggota legislatif di kabupaten tersebut yang juga warga asli “kelas satu” Papua. Sementara para pengurus DPD PKS wilayah pantai, rata-rata adalah kelompok pendatang, dari Jawa atau Sulawesi atau propinsi lainnya.

Di sinilah letak uniknya. PKS Papua adalah simbol sebuah penyatuan keragaman budaya, etnik dan warna kulit. Anggota dan pengurus PKS di wilayah PKS Papua memberikan potret penggambaran bagaimana penyebaran partai dakwah telah meluas ke semua wilayah Indonesia tanpa terkecuali. Saya menyaksikan bagaimana mereka berbaur tanpa canggung, berkomunikasi secara wajar dalam berbagai macam kegiatan kepartaian.

Saya sempat berdialog dengan para pengurus DPD PKS Jayawijaya, DPD Nabire, DPD Paniai dan beberapa kabupaten pemekaran baru. Mereka dengan antusias hadir mengikuti acara Pelatihan tersebut sebagai bekal mengelola partai di kabupaten. Hadir pula para anggota legislatif PKS se wilayah Papua yang berjumlah 26 orang, 12 di antara mereka adalah warga asli Papua. Hadir pula Bupati Kerom dukungan PKS, bapak Jusuf Waly yang juga berkesempatan berbagi pengalaman mengelola partai dan pemerintahan.

Prestasi MPW PKS Papua

Yang lebih memberikan nilai surprise adalah format dan pelaksana acara Pelatihan Pengembangan Kepemimpinan tersebut. Pelatihan ini menyatukan pengurus tingkat wilayah dan daerah, beserta para pejabat publik dari lingkungan legislatif dan eksekutif dukungan PKS. Dengan demikian diharapkan akan memunculkan sinergitas visi dan langkah membangun Papua. Sekitar 70 peserta Pelatihan tersebut merupakan jajaran elite PKS di wilayah Papua, yang apabila mampu melakukan konsolidasi secara intensif akan mampu menghadirkan kerja nyata bagi kemajuan Papua.

Pelaksana acara tersebut adalah MPW PKS Papua. Ini bisa digunakan untuk menakar dinamika lembaga MPW di sebuah wilayah, apalagi ini terjadi di wilayah nan jauh dari ibukota yang kerap terlupakan media. Sebelum melaksanakan Pelatihan ini, MPW PKS juga telah menggelar Bedah Platform PKS di Jayapura yang dihadiri para pakar, akademisi, politisi dan praktisi. Hasil bedah Platform PKS tersebut ditindaklanjuti dengan pembuatan Platform Pembangunan Papua yang diawaki oelh MPW PKS beserta para pakar dan akademisi yang terlibat dalam bedah Paltform tersebut.

Surprise, MPW PKS Papua berhasil menyusun bahan Platform Pembangunan Papua. Bahan itu kini telah diserahkan kepada MPP (Majelis Pertimbangan Pusat) PKS untuk mendapatkan koreksi.

Jika ada MPW PKS di suatu wilayah yang masih mencari bentuk kegiatan, maka MPW PKS Papua telah bekerja dan menunjukkan produktivitas hasil. Dari Papua kita berkaca, sangat banyak hal bisa kita lakukan, walau di tengah jutaan kendala. Mengelola dan memahami 29 Kabupaten dengan medan yang sangat sulit dan persoalan masyarakat yang sangat kompleks, tidak pernah menyurutkan semangat para aktivis di Papua. Mereka eksis di tengah berjuta kendala.

Wawasan Kebangsaan bagi Papua


Dalam Pelatihan Pengembangan Kepemimpinan yang berlangsung Sabtu 19 Nopember 2011 kemarin, saya mendapatkan jatah mengisi sesi pertama dengan tema Wawasan Kebangsaan dan Kenegaraan. Dengan materi ini diharapkan seluruh peserta semakin memiliki wawasan kebangsaan dan kenegaraan yang kokoh sehingga bisa meningkatkan komitmen untuk berjuang dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebagaimana diketahui, di Papua akhir-akhir ini marak kembali tuntutan merdeka yang dipelopori oleh beberapa kalangan elit, yang ingin memisahkan diri dari NKRI.

Ketika memberikan Kata Sambutan dalam Pembukaan Pelatihan tersebut, akhuna Sutoyo, Ketua MPW PKS Papua menyampaikan harapan, agar para pemimpin di Papua menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan akhlak yang baik, yakni bersikap santun, toleran, menepati janji, dan berkompetisi secara positif. “PKS ingin menjalankan politik keadilan dan menegakkan keadilan politik bagi masyarakat dengan moralitas yang bersih, peduli dan profesional”, lanjut Sutoyo.

Berdasarkan pemahaman atas kondisi perpolitikan di Papua dewasa ini, ungkap Sutoyo, PKS berkeyakinan bahwa Papua di masa depan harus berada dalam kondisi sehat dan dinamis. Yakni terjadinya pematangan dalam memahami pelaksanaan demokrasi yang mantap di wilayah papua ditandai dengan kedewasaan para elit politik dalam berkontribusi bagi tegaknya keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Penerapan Undang-undang Otonomi Khusus nomer 21 tahun 2011 yang memberikan kewenangan Papua untuk mengatur daerah secara maksimal perlu terus ditingkatkan agar tercapai tujuan pembangunan masyarakat dan wilayah Papua.

Sutoyo juga menyampaikan harapan, dalam usaha membangun stabilitas politik di Papua, berbagai persoalan yang dapat memicu instabilitas seperti separatisme, kekerasan politik, sukuisme, radikalisme perlu ditangani secara persuasif, bijaksana dan tegas dari para pemimpin dengan lebih dahulu mendalami akar masalah secara sosiokultural dalam bingkai NKRI. Hal ini sesuai dengan Platform Pembangunan Papua yang dikonsep oleh MPW PKS Papua.***


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Tarbiyah Tsaqofiyah PKS Piyungan Hadirkan Ustadz Libya

Ahad pagi tadi, 20-11-2011, kami PKS Piyungan kedatangan tamu istimewa seorang ustadz 'dari' Libya ustadz Sidiq Nugroho, Lc. Ustadz 'alumni' salah satu universitas di Libya ini hadir menjadi pemateri Tarbiyah Tsaqafiyah (Tatsqif) Kajian Ahad Pagi yang rutin tiap pekan hari Ahad diadakan Bidang Kaderisasi DPC PKS Piyungan jam 06.00-07.00 WIB di masjid Al-Ikhlas Sampakan Piyungan.

Ustadz Sidiq menyampaikan materi tafsir surat Al-Mudatsir.

"Hai orang-orang yang berselimut, bangunlah!"

"Ayat yang mengawali surat al-Mudatsir ini lugas tanpa tedeng aling-aling menyuruh para da'i untuk melepaskan 'selimut' yang membelenggu dirinya. 'Selimut' ini bermakna segala sesuatu yang membuat kita 'nyaman'. Bisa berupa harta, jabatan, atau apapun yang membelenggu seseorang dari tugas utamanya sebagai kholifah, sebagai da'i yang seharusnya tidak berleha-leha 'tiduran' apalagi di tengah keterpurukan ummat dan bangsa," terang ustadz Sidiq.

"Berilah peringatan!"

Dalam melaksanakan tugas sebagai seorang da'i maka ada rambu-rambu yang harus diperhatikan agar dakwah kita berhasil. Ustadz Sidiq lalu menerangkan 8 rambu-rambu dakwah:

- Dzhuhuril madba, titik tolak dakwah kita adalah Islam sebagai jalan keselamatan dunia akhirat.

- Alhujjah balighoh, apa yang kita dakwahkan harus berdasar pada argumentasi dan penjelasan yang terang.

- Attarghibu fil haq, memberi kabar gembira jangan menakut-nakuti.

- Isti'malul hikmah walmau'idzoh hasanah, kita menyampaikan dengan hikmah dan nasehat yang baik.

- Muroatiudz Dzuruf, dai harus pandai melihat situasi kondisi dan pandai menempatkan diri.

- Jadzabiyatul mauqif, seorang dai agar tampil menarik memikat.

- Jamalul uslub, memakai pendekatan yang baik, cara-cara yang baik. dalam melihat siapapun kita harus memakai 'ainun mahabbah' (pandangan penuh cinta, penuh kasih sayang kepada siapapun), dan jangan sekali-kali melihat orang dengan 'ainun ma'rokah' (pandangan permusuhan).

- Istiqomatusy Syakhsyiyah, karakter/kepribadian yang baik dari seorang da'i harus tidak berubah-rubah, bagaimanapun kondisinya seorang dai dia harus tampil dengan kepribadian yang baik. Ini yang memang sulit, karena dai juga manusia yang terkadang situasi kondisi yang sedang dia hadapi secara personal bisa mempengaruhi kepribadiannya.

Demikian ringkasan taushiyah dari ustadz Sidiq Nugroho pada Tatsqif Ahad Pagi yang diselenggarakan DPC PKS Piyungan, Ahad 20/11/2011.

Satu jam bersama ustadz Sidiq Nugroho tak terasa dan terlalu singkat bagi kami para kader-kader PKS yang sangat membutuhkan taushiyah, arahan, nasehat yang membimbing langkah-langkah kami di jalan ini.

Alhamdulillah, Ahad pagi yang spesial, berkumpul dengan para ikhwah dalam majlis ilmu yang penuh barokah.


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Mabit Asyik 3 in 1 PKS Sitimulyo-Piyungan

Sabtu, 19 November 2011

Sebagi kader-kader yang telah bertekad untuk menapaki jalan dakwah, maka quwwatur ruhiyah (kekuatan ruhiyah) menjadi bekal utama yang akan membuat perjalanan panjang di jalan ini terasa menyenangkan, olehnya PKS DPRa Sitimulyo kembali menggelar acara MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa), Jum'at (18/11/11) di masjid Al-Ikhlas Sampakan Piyungan.

Mabit dimulai dengan isya berjama'ah di masjid Sampakan yang menjadi 'base camp' penempa ruhiyah kader-kader PKS Piyungan.

Usai sholat dilanjut taushiyah yang disampaikan ustadz Abu Hasan dengan tema "Menjemput Kemenangan dengan Perbanyak Sujud". Kemenangan di dunia maupun kemenangan di akhirat.

Ma’dan bin Abi Tholhah Al Ya’mariy, ia berkata, “Aku pernah bertemu Tsauban –bekas budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam-, lalu aku berkata padanya, ‘Beritahukanlah padaku suatu amalan yang karenanya Allah memasukkanku ke dalam surga’.” Atau Ma’dan berkata, “Aku berkata pada Tsauban, ‘Beritahukan padaku suatu amalan yang dicintai Allah’.” Ketika ditanya, Tsauban malah diam.

Kemudian ditanya kedua kalinya, ia pun masih diam. Sampai ketiga kalinya, Tsauban berkata, ‘Aku pernah menanyakan hal yang ditanyakan tadi pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda,

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً

‘Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak shalat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu’.” Lalu Ma’dan berkata, “Aku pun pernah bertemu Abu Darda’ dan bertanya hal yang sama. Lalu sahabat Abu Darda’ menjawab sebagaimana yang dijawab oleh Tsauban padaku.” (HR. Muslim)

Memperbanyak sujud berarti memperbanyak sholat, dan memperbanyak sholat berarti memperbanyak sholat-sholat sunnah karena sholat wajib sudah tertentu bilangannnya 5 waktu sehari tidak bisa bertambah.

Seusai membeberkan keutamaan-keutamaan sholat-sholat sunnah, Ustadz Abu Hasan kemudian menjelaskan tentang macam-macam sholat sunnah.

Sekira pukul 03.00 para ikhwah peserta Mabit melaksanakan qiyamullail sebagai sholat sunnah yang paling utama setelah sholat wajib. Sebagaimana sabda Nabi Saw:

”Shalat paling utama setelah sholat wajib ialah Qiyamul Lail” (H.R. Muslim)

Saat datang waktu shubuh, akh Parjo dengan suara merdunya melantunkan adzan shubuh. Dan usai shubuh, acara berikutnya dzikir ma'tsurat.

Setelah dzikir ma'tsurat dan doa rabithah acara dilanjut taushiyah dari Mas'ul DPRa PKS Sitimulyo, al-akh Suparman (foto-paling kiri). Beliau menyampaikan tentang pentingnya ittiba' dan mencontoh Rasululllah SAW sebagai uswatun hasanah.

"Kalau kita mau sukses dunia akhirat, maka tiada lain kita harus ittiba' mencontoh Rasulullah saw. Kalau kita sudah mengikuti jalan yang ditempuh Nabi saw maka berarti kita sedang menapaki jalan kesuksesan," ujarnya. *Super Sekali, pak mas'ul*

Acara in-door di masjid usai dan dilanjut dengan agenda pamungkas out-door riyadhoh futsal.

Selama satu jam dari jam 5-6 pagi futsal tidak hanya menyegarkan badan tapi juga mengeratkan jalinan ukhuwah diantara kami. Futsal PKS tidak sekedar olahraga fisik, tapi sarana efektif untuk menguatkan ukhuwah. Kalau ukhuwah kuat, maka jalan dakwah terasa indah.

Alhamdulillah berbagai rangkaian acara Mabit 3 in 1 (Ruhiyah-Fikriyah-Jazadiyah) menjadi bekal bagi kami untuk menapaki jalan ini, jalan dakwah penuh barokah.**



*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia
 
© Copyright PKS PIYUNGAN 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by PKS PIYUNGAN