NEWS UPDATE :

Sesuai Janji Pilgub Jabar Sukses Buka 1 Juta Lapangan Kerja

Jumat, 30 September 2011

Propinsi Jawa Barat berhasil menciptakan sejuta lapangan pekerjaan baru dalam waktu kurang dari tiga tahun. Inilah kisah keteladanan dari Gub Jabar Ust Ahmad Heryawan, Lc yg telah berhasil memenuhi janji kampanye 3 tahun yang lalu untuk mewujudkan 1 juta lapangan kerja baru di Jabar. Bagaimana Jabar sukses meraih hal itu?


Berikut wawancara inilah.com dengan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hening Widiatmoko.

Oktober 2010, Jabar sudah menciptakan sejuta kesempatan kerja baru. Bisa dipaparkan jumlah tepatnya dan didasari fakta apa jumlah tersebut?

Di awal saya menjabat, pertengahan 2008, jumlah angkatan kerja 19,05 juta orang. Yang tertampung 16,79 juta, sehingga ada 2,26 juta atau 11,87% yang menganggur. Kami menargetkan pertumbuhan tenaga kerja pada 2010 sebesar 2% dari kondisi eksisting di 352.000 perusahaan. Setiap bulan tersedia sekitar 20.000 lowongan pekerjaan. Alhamdulillah, dalam waktu 2 tahun 4 bulan, penyerapan sudah melampaui target 1 juta. Tepatnya 1.063.302 orang.

Satu juta kesempatan kerja itu di sektor apa saja?

Terbesar diserap oleh sektor perdagangan, rumah makan dan jasa akomodasi. Termasuk juga sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan serta sektor industri. Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras semua pihak, khususnya Disnakertrans Jabar. Prestasi yang dicapai dalam kurun waktu kurang dari 3 tahun itu patut disyukuri dengan cara terus berinovasi untuk memecahkan masalah ketenagakerjaan di Jabar.

Bapak punya sisa waktu menjabat Gubernur sekitar 2 tahun lagi. Apakah masih ada target soal kesempatan kerja hingga akhir masa jabatan pada 2013?

Sesuai data Sakernas 2010 terdapat 1,95 Juta warga menganggur. Satu juta kesempatan kerja telah tersedia pada 2010. Kami masih punya tugas dan target menyerap satu juta lebih lagi hingga 2013. Kami akan mengoptimalkan beberapa langkah, dengan memperluas penyebaran informasi pasar kerja baik melalui kegiatan offline seperti job fair maupun online melalui website lowongan pekerjaan.

Langkah lainnya adalah kerja sama dengan dunia pendidikan melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) untuk membantu menempatkan alumninya melalui konsep career development centre dan tentu saja melalui pendekatan ekonomi makro dengan memberikan kemudahan kepada investor. Selain itu, juga upaya di sektor informal, khususnya menggali potensi pedesaan guna membuka kesempatan kerja, antara lain melalui program padat karya. Kami pun meneruskan program transmigrasi yang dibekali keterampilan prima sehingga tidak hanya memecahkan masalah kependudukan, namun juga masalah ketenagakerjaan, karena mekanisme ini membuka peluang kerja dengan konsep Jabar Mengembara (Warga Jabar mencari kesempatan kerja keluar dari kampung halamannya baik di dalam negeri maupun di luar negeri).

Terkait sektor informal tadi, apa yang telah dilakukan Pemprov Jabar untuk mendorong terealisasinya program itu?

Upaya yang sudah, sedang, dan akan kami lakukan adalah memberdayakan dan memperkuat sektor IKM (industri kecil menengah) dan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah). Ini harus dilakukan karena penyerapan kesempatan kerja di sektor pertanian mulai menurun. Sebabnya, tak lain peralihan penggunaan lahan dan bergesernya orientasi generasi muda di pedesaan untuk mencari pekerjaan di luar sektor pertanian. Tentunya tidak mudah untuk mendorong pertumbuhan IKM dan UMKM. Butuh kerja keras semua pihak dalam mewujudkannya. Soalnya, sektor itu masih mengalami kendala dalam pemasaran, promosi, manajerial, SDM dan lainnya.

Soal investasi, apa yang akan dilakukan Pemprov untuk meyakinkan investor agar mau menanamkan modalnya di Jabar?

Ketenagakerjaan merupakan hal penting yang harus dituntaskan karena terkait pertumbuhan penduduk dan besarnya jumlah angkatan kerja. Angka dua juta pengangguran terbuka menjadi target kami. Satu jutanya tersalurkan pada 2010. PR kami sekarang menciptakan kesempatan kerja lebih banyak lagi untuk mengurangi pengangguran. Satu cara untuk menyerap satu juta tenaga kerja itu ialah melalui investasi. Peluang dan potensi investasi di Jabar sangat banyak, didukung membaiknya kondisi hubungan industrial yang semakin harmonis dan kondusif. Peluang-peluang itu telah kami presentasikan dalam forum bisnis The Indonesian Investment Marketing di Willard Intercontinental, Washington DC pada Juli lalu, di antaranya energi panas bumi, infrastruktur, dan ketahanan pangan. Infrastruktur seperti pembangunan bandara internasional dan fasilitasnya dengan kebutuhan biaya Rp8,1 triliun, industri daging ternak sapi (beef cattle industry), dan tenaga terampil keperawatan dengan nilai kebutuhan investasi US$17 juta. Geothermal pun menjadi satu potensi yang sangat besar karena Jabar mampu bertahan sebagai powerhouse utama di Indonesia. Ini akan menopang peran Jabar dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Apa yang ditawarkan Jabar agar para investor tertarik untuk menanamkan uangnya di Jabar, tidak di daerah lain?

Tingkat pertumbuhan ekonomi Jabar adalah salah satu yang tercepat di Indonesia. Pada 2009, Jabar bisa menjaga pertumbuhan ekonomi lebih dari 4,2% dan 6,1% pada 2010. Diharapkan pada 2011 akan tumbuh tidak kurang dari 6%. Untuk mendukung itu, kami konsisten menerapkan praktik, kredibilitas dan akuntabilitas guna mendorong iklim bisnis yang sehat. Dan perlu diketahui juga, dari total investasi asing di Indonesia, 10,43%-nya ada di Jabar.

Peranan Jabar pada non-ekspor minyak Nasional mencapai rata-rata 20,27% per tahun. Ini memperkuat Jabar untuk membangun Bandara Internasional. Kami juga menawarkan 14 titik panas bumi yang prospektif di 8 kabupaten. Potensi 14 titik panas bumi itu sangat besar karena begitu semuanya dioperasikan, maka akan terhubung untuk pasar se-Jawa hingga Bali. Kami juga menggambarkan betapa kondusif dan prospektifnya berinvestasi di Jabar. Jabar menjadi provinsi yang utama dalam perkembangan ekonomi di Indonesia. Kontribusinya mencapai 17%. Belum lagi potensi SDM yang hingga kini menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia yaitu 43 juta jiwa. Pada 2025, kemungkinan menjadi 56 juta jiwa lebih. Dan ini merupakan pasar yang sangat besar di Indonesia.

Berapa target investasi yang masuk ke Jabar dan berapa target penyerapan tenaga kerjanya?

Berdasarkan data dari Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPPMD) Jabar, realisasi investasi dari PMA (Penanaman Modal Asing) dan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) pada periode triwulan pertama 2011 meningkat 140% dari periode yang sama pada 2010. Pada 2011, investasi yang masuk mencapai Rp18,67 triliun sedangkan tahun lalu sekitar Rp7 triliun. Kenaikan realisasi investasi ini sebagai hasil proses perizinan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PPTSP). Kami juga terus memantapkan infrastruktur wilayah sehingga makin meyakinkan pelaku usaha untuk berinvestasi di sini.

(Berdasarkan data BKPPMD Jabar, investasi di triwulan pertama 2011 sudah memenuhi sekitar 47% dari target investasi berdasarkan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). Target investasi Jabar tahun ini adalah Rp 39,47 triliun).

(Kadisnaker menambahkan, kenaikan realisasi investasi selaras dengan peningkatan serapan tenaga kerja. Di triwulan pertama 2011, tercatat sebanyak 51.883 tenaga kerja yang terserap dalam proyek investasi di Jabar. Jumlahnya meningkat sekitar 81,61% dibandingkan dengan tahun lalu yang jumlahnya 28.541 orang

Mengenai moratorium TKI ke Arab Saudi, apakah itu menjadi kendala bagi Jabar dalam mengatasi pengangguran? Dan bagaimana upaya mengatasinya?
Pengiriman TKI ke luar negeri bukanlah solusi yang dipilih oleh Pemprov Jabar dalam mengatasi pengangguran. Jika melihat data mengenai jumlah penempatan TKI asal Jabar, moratorium tersebut tidak terlalu berpengaruh secara signifikan terhadap solusi mengatasi pengangguran di Jabar. Berdasarkan data BPS, jumlah TKI asal Jabar yang ditempatkan di berbagai negara baik di kawasan Asia Pacifik maupun Timur Tengah dan Afrika jumlahnya 6.614 TKI.

Karena itu, sektor IKM dan UMKM menjadi salah satu program kami untuk menyerap tenaga kerja selain investasi. Sektor IKM ini sangat potensial dalam menyerap tenaga kerja. Dari 190.000 lebih IKM dan UMKM yang ada di Jabar, itu saja bisa menyerap tenaga kerja dua juta orang lebih. Jika bisa menambah jumlah yang sama, tidak hanya memenuhi target 2 juta kesempatan kerja, tapi juga menciptakan kesempatan kerja baru

Nah, soal target jutaan tenaga kerja itu dan pencapaian 1 juta tenaga kerja di 2010, banyak yang menganggap itu lebih bernuansa politis karena merupakan janji saat kampanye pasangan Hade. Menurut bapak?

Dalam era demokrasi dan kebebasan berbicara anggapan seperti itu sah-sah saja. Saya akui, memang banyak pihak yang meragukan pencapaian 1 juta tenaga kerja tersebut. Namun saya tetap open mind. Sebagai Gubernur tentu upaya menyejahterakan warganya merupakan sebuah kewajiban dan bila ada keraguan tentang hal itu silakan saja menelusuri validitas data yang dimiliki pemerintah. Yang pasti, data tersebut dapat diverifikasi karena didukung oleh sumber data yang dapat dipertanggungjawabkan dengan rincian berupa data by name, by address, dan by job serta by company. Tentu saja penyusunan pencapaian data 1 Juta kesempatan kerja tersebut untuk menepis anggapan yang meragukan data kami tadi.[adv]

*)sumber: http://www.inilahjabar.com/read/detail/1779695/jabar-sukses-buka-1-juta-lapangan-kerja



*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Catatan Harian Seorang Penjaga Kantor DPW

Rabu, 28 September 2011

Oleh: Cahyadi Takariawan
Awal tahun 2000, saya masih “menjabat” sebagai Wakil Ketua DPW Partai Keadilan (PK) D.I. Yogyakarta. Saat itu Ketua DPW PK DIY adalah pak Cholid Mahmud. Sebagai Wakil Ketua yang bertanggung jawab atas berbagai urusan internal, saya bermarkas di Kantor DPW Timoho. Setiap hari saya mengantor bersama Sigit dan beberapa ikhwah, bahkan tidak jarang bermalam di Kantor DPW. Saya bahkan sempat punya springbed yang ditempatkan di salah satu ruangan kantor DPW.

Salah satu yang sangat kita kembangkan waktu itu –sampai akhirnya sempat menjadi legenda—adalah Tarbiyah Tsaqafiyah yang lazim disingkat TTS. Kita membuat sendiri sistem manajemen TTS model DPW PK DIY. Sangat serius. Bahkan DPP pun waktu itu belum memberikan panduan perangkat manajemennya, namun kita di DIY sudah memiliki dan menerapkan. Sejak dari konsep tertulis, hingga aplikasinya.

Di antara kegiatan yang kita lakukan untuk memulai Tarbiyah Tsaqafiyah adalah Placement Test, untuk menentukan setiap kader akan dimasukkan “kelas” berapa. Seluruh kader berkumpul di kantor DPW, dan mengerjakan soal-soal dalam Placement Test. Tentu saja, kader waktu itu belum sebanyak sekarang.

Malam ini tadi (Selasa, 27 September 2011) saya tengah membuka-buka arsip lama di komputer, ternyata menemukan catatan harian yang belum pernah saya publikasikan selama ini. Saya merasa sayang kalau catatan ini hilang atau terbuang begitu saja, maka sekarang saya coba publikasikan untuk mengingat kembali peristiwa jadul itu.

Semoga ada manfaatnya untuk nostalgia. Berikut ini catatan harian tersebut.

AWET MUDA LEWAT TARBIYAH TSAQAFIYAH

Tarbiyah Tsaqafiyah memiliki banyak urgensi, salah satunya adalah membuat awet muda. Buktinya ? Pada Placement Test 23 Januari 2000 yang baru lalu, banyak jawaban pertanyaan yang membuat awet muda.

Saya lagi mengkonsep SK nomor 03 tatkala hasil ujian tersebut dikoreksi di kantor DPW, hari Ahad 23 Januari 2000 mulai jam 14.00 wib. Saya demikian terganggu oleh tim korektor, karena sebentar-sebentar terdengar suara tertawa yang kompak dari mereka. Saya menjadi penasaran dan akhirnya bergabung bersama mereka yang tengah asyik mengkoreksi hasil ujian. Rupanya inilah biangnya, yang membuat mereka tak bisa menahan geli.

Anda mengerti macam-macam Nifaq ? Nah, ternyata ikhwah memang kreatif. Macam-macam Nifaq menjadi banyak sekali variasi jawabannya. Perhatikan jawaban beberapa peserta Placement Test untuk pertanyaan tersebut:

1. Nifaq ada dua, yaitu Nifaq Dzimmi dan Nifaq Harbi (peserta dari DPD Kota Jogja)
2. Nifaq ada dua, yaitu setelah haidh dan setelah melahirkan (peserta dari DPD Sleman)
3. Nifaq ada dua, yaitu darah haidh dan darah persalinan (peserta dari DPD Sleman)
4. Nifaq ada dua, yaitu zakat dan shadaqah (peserta dari DPD Sleman)

Kita tahu ikhwah Yogya memang pandai plesetan, sampai akhirnya kepleset betulan. Mungkin jika ditanyakan kepada mereka, apakah Nifas itu, mereka akan menjawab: Nifas I'tiqadi dan Nifas Amali. Atau jika ditanyakan kepada mereka, ada berapa macam Infaq, bisa jadi akan dijawab: Infaq ada dua macam, yaitu Infaq I'tiqadi dan Infaq Amali. Dasar anak Yogya. Coba, bagaimana kita tidak awet muda !

Anda tahu siapakah Munafik Amali ? Perhatikan jawaban seorang peserta ini. "Munafik amal yaitu orang yang suka jlang-jlong dalam beramal" (peserta dari DPD Sleman). Bisakah anda membantu tim korektor untuk mencari arti kata "jlang-jlong" dalam Kamus Bahasa Indonesia? Mungkin malah dari bahasa Arab, dengan wazan "jlang-jlanga, yujlang-jlingu, jlang-jlong"! Saya jadi kepikiran untuk memasukkan mata kuliah bahasa Indonesia dalam kurikulum Tarbiyah Tsaqafiyah.

Tahukah anda apa syarat-syarat seorang Mufasir ? Saya kira anda perlu tahu. Perhatikan syarat Mufasir versi jawaban peserta Placement Test dari DPD Sleman berikut. (1) Dalam perjalanan (2) Tidak ada tempat tinggal (3) Beragama Islam.

Seorang peserta menambahkan dua persyaratan lagi, yaitu (1) Fi sabilillah (2) Keluar dari rumah.

Mungkin ia berpikir, tafsir akan lebih bersifat realistis apabila ditulis dalam perjalanan. Rupa-rupanya memang budaya plesetan ikhwah cukup kuat. Jika ditanyakan apakah syarat Musafir, mungkin akan dijawab dengan: memahami kaidah bahasa Arab, menguasai Ulumul Qur'an dan seterusnya. Lah, kapan perginya kalau syarat musafir kayak begitu.

Anda tentu mengenal Arkanul Bai'ah. Coba perhatikan jawaban peserta placement Test berikut. Arkanul bai'ah : (1) ada yang dibai'ahi (2) ada yang berbai'ah (3) ada tema bai'ah (4) ada isi bai'ah. Temannya yang lain menjawab arkanul bai'ah sebagai berikut: "Yubayyiukum 'ala sam'i wat tha'ati ...". Yo ora opo-opo.... Karo konco dewe kok...

Belum lagi tambahan bid'ah dalam arkanul bai'ah. Di antara tambahan yang paling banyak disebut adalah at tadaruj. Selain itu: al istiqomah, al iman, as shabru, at taqwa, at tawakal, ad da'wah, al ilmu, bahkan ada yang at tabaruj! Masya Allah. Masih banyak ikhwah yang kesulitan untuk membedakan nama-nama masjid dengan poin arkanul bai'ah.

Jawaban dari pertanyaan esai nomor 9 juga beragam. "Dalam keadaan shalat saya baru tahu kalau rukuh saya terkena najis", demikian bunyi pernyataannya. Berikut jawaban penyelesaian dari peserta Placement Test:

1. Saya belum pernah shalat pakai rukuh (peserta dari DPD Gunung Kidul)
2. Kok ingat-ingatnya, berarti tidak khusyu' (peserta dari DPD Kota Jogja)

"Ketika mendengar khutbah Jum'at saya tertidur dalam posisi duduk sampai khutbah selesai, kemudian dibangunkan untuk shalat Jum'at", demikian pernyataan esai nomor 10. Berikut jawaban peserta test: "Wong Jum'atan kok tidur…" (DPD Gunung Kidul). Sederhana ya, jawabannya.

Yang lain, untuk menjawab soal nomor 10 tersebut memberikan kaidah sebagai berikut: "Apabila mata tertutup maka dubur terbuka, dan apabila mata terbuka maka dubur tertutup" (DPD Sleman). Saya tidak tahu, apakah kaidah itu diambil dari pengalaman pribadinya atau pengalaman pribadi murabinya.

Mungkin anda baru kali ini mendengar ada kitab tafsir bernama Tafsir Jaelani. Sedangkan tafsir Jalalain ternyata ditulis oleh Jalal Bersaudara (DPD Sleman), jadi kira-kira temannya Panjaitan Bersaudara (Panbers) atau Koes Bersaudara (Koesbers).

Anda pernah mendengar nama-nama peperangan yang terjadi di zaman Nabi ? Jangan lupa, perhatikan jawaban peserta Placement Test atas pertanyaan check poin nomor 26 berikut: Perang Bi'tsah, Perang Amul Huzni, Perang Jarras dan Perang Liwa'ul Ulya. Tolonglah bantu tim korektor untuk mencarikan kitab Sirah Nabawiyah yang menceritakan adanya perang-perang tersebut.

Ada sekitar 21 orang peserta memilih Perang Bi'tsah, sekitar 15 orang memilih Perang Amul Huzni, 4 orang memilih Perang Jarras, dan 2 orang memilih Perang Liwa'ul Ulya. Ustadznya siapa ya? Yak opo kon iku cak, perang kok perang Bi'tsah…. Perang Jarras itu yang mana sih?

Mungkin soal-soal dalam Placement Test kemarin memang sulit, kendati sederhana. Sehingga, untuk mempercepat dalam menjawab, seorang peserta dari DPD Kota Jogja menjawab soal-soal esai mulai nomor 2 sebagai berikut:
2. dst
3. dst
4. dst

Lalu ia menuliskan di bagian bawah lembar jawaban: "Pilih kelas I saja !" Nah, simpel kalau sudah begini. Tidak memusingkan tim korektor.

Saya juga menghimbau bagi anda yang terbiasa khutbah Jum'at, jangan mengutip hadits yang diharakati oleh seorang peserta test dari DPD Sleman sehingga bunyinya menjadi sebagai berikut: Ataqullaha haitsuma kanata wa ataba'al hasanatas sayi'ata tamahaha wa khalaqannasi bikhalaqi husni. Percayalah, dengan bunyi seperti itu telah mengubah hadits shahih menjadi hadits palsu! (Timoho, 23 Januari 2000)



*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

KulTwit @FahriHamzah : Mewaspadai RUU-Intelijen

Selasa, 27 September 2011




Fahri Hamzah
Wakil Sekjen DPP PKS
Wakil Ketua Komisi III DPR RI



  1. Saya ingin mengkritisi #RUU-Intelijen yg saya tdk terlibat membahas di komisi 1. Sy baru dengar sedikit pagi ini.
  2. #RUU-Intelijen ini sangat berbahaya kalau hanya mau memikul maksud tertentu. Ada udang di balik batu.
  3. Kalau #RUU-Intelijen disepakati, ke depan, #BIN hanya akan mengurus teroris dan mendengar soal teroris.
  4. Bukankan Intelijen itu alat dengar? Masalahnya apa yg mau di dengar oleh negara? Salah satunya apa yg dianggap ancaman #RUU-Intelijen
  5. Dalam #RUU-Intelijen jelas, negara hanya mau dengar soal terorisme. Dan ancaman kita hanya terorisme. Ini ngawur!
  6. Ngawur karena negara besar di abad 21 ini memiliki persepsi ancaman yg tidak jelas. Dan membebek agenda orang. #RUU-Intelijen
  7. Kita negara besar yg gamang. Tiba2 bingung dan tidak tahu mau berjalan kemana. #RUU-Intelijen ini menjelaskan kebimbangan.
  8. Karenanya, mari kita pikirkan ulang #RUU-Intelijen ini. Setidaknya ada 3 lini content yg harus diperjelas.
  9. Pertama, #RUU-Intelijen harus menggambarkan visi negara sipil yg hadir di abad 21 ini. Intelijen adalah kupingnya.
  10. Kalau negara percaya diri dengan demokrasi, maka seluruh anasir non demokrasi harus dikubur. #RUU-Intelijen ini berpretensi repsesif.
  11. Demokrasi kita hari ini adalah anugerah karena kita memiliki kebebasan untuk mengarahkan diri ke depan. #RUU-Intelijen
  12. Karena itu, #RUU-Intelijen ini harus memikul keinginan negara untuk tahu banyak tentang banyak hal. Bukan saja soal jaringan #Terorisme.
  13. Ada masalah terorisme, korupsi, keamanan SDA, ancaman pangan dunia, krisis ekonomi, energi, dll. #RUU-Intelijen
  14. Isu2 penting itu tidak tercermin dalam #RUU-Intelijen tetapi hanya fokus pada soal terorisme. Bukankah sdh ada UU anti terorisme?
  15. Entah siapa yg mensponsori #RUU-Intelijen yg konon masuk melalui #DPR-RI ini. Otak kecil akal pendek.
  16. Kedua, visi perbaikan institusi. #RUU-Intelijen harus menjamin lahirnya #BIN yang demokratis dan accountable.
  17. Bahaya negara adalah kalau ingin tertutup dan memiliki diskresi. Dlm #RUU-Intelijen ini, BIN ingin jd operator dan kordinator sekaligus.
  18. Ketiga, barulah aspek sumberdaya manusia. Dan karena ini instansi penting. Isinya hrs-lah anak2 bangsa terbaik. #RUU-Intelijen
  19. Maka #RUU-Intelijen ini harus lahirkan efek pada sistem rekrutmen yg menjamin anak2 cerdas masuk ke situ.
  20. Sebab jika kecerdasannya rendah, pendengaran #BIN juga jadi "salah tengar" dan efeknya kacau. #RUU-Intelijen
  21. Sekian semoga bermanfaat. #RUU-Intelijen

*)http://twitter.com/#!/fahrihamzah

*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Ledakan Bom Solo Hanya Pengalihan Isu

Senin, 26 September 2011

REPUBLIKA – Joserizal Jurnalis, Relawan Medis Daerah Konflik, Perang dan Bencana, menengarai ledakan bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo, hanya pengalihan isu semata.

"Ledakan bom yang terjadi pukul 11.00 siang itu adalah sesuatu yang menggelitik akal kita," kata Jose, kepada Republika.co.id, Ahad (25/9) malam.

Ketika Presiden AS Barack Obama akan datang, imbuh Jose, muncul peristiwa latihan militer di Aceh. Lalu Ustadz Abu Bakar Ba'asyir (ABB) berhasil dihubungkan dengan peristiwa tersebut, sehingga terancam hukuman 15 tahun penjara.

Jose menambahkan, ketika sedang hangat-hangatnya kasus Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam pemilu lalu, muncul ledakan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton. "Saat ini, ada kasus Nazarudin yang merupakan bom waktu—sebagian sudah meledak—terhadap sejumlah orang penting negara ini, termasuk presiden," ujarnya.

Lalu kasus Andi Nurpati yang patut diduga terlibat persoalan besar di Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang juga mengancam sah atau tidak sahnya pemilu yang lalu. Belum lagi kasus Antasari Azhar dan Bank Century yang ditutup-tutupi, karena diduga melibatkan presiden dan wakil presiden.

"Setelah itu, ada orang Islam yang tewas di daerah Kristen pada tanggal 11 September, sama dengan peristiwa 9/11 di AS. Kemudian terjadi kerusuhan Ambon," papar Relawan Medis yang pernah terjun ke Ambon ini.

Saat ini, kata Jose, terjadi bom Solo. Tidak lama kemudian ada pengakuan penjaga warnet yang melihat pelaku membuka internet. Dan yang dibuka adalah laman Alqaidah dan Ar-Rahmah. Pelaku juga meninggalkan tas yang berisi mushaf Alquran. Sama seperti pembajak pesawat pada peristiwa 9/11, yang juga meninggalkan tas berisi Alquran.

Sore harinya, Presiden SBY langsung tahu bahwa pelaku peledakan di Solo adalah kelompok yang meledakkan bom di masjid Mapolresta Cirebon. "Tentu saja runtutan peristiwa dan fakta-fakta ini, membuat kita berpikir adanya hubungan kemungkinan (possibility connection)," ujarnya.

Hubungan kemungkinan itu, kata Jose, bisa jadi continous conditioning (pengkondisian berkelanjutan) terorisme di Indonesia, sehubungan dengan kedatangan Obama ke Bali bulan November 2011.

Yang kedua adalah pengalihan isu, sehubungan dengan akan disahkannya RUU Intelijen dan RUU Keamanan Negara oleh DPR. "Dan terakhir, bisa jadi ini merupakan rencana pihak-pihak tertentu yang ada hubungannya dengan masalah Ambon," pungkasnya.

*)http://m.republika.co.id/berita/nasional/umum/11/09/25/ls3467-joserizal-ledakan-bom-solo-hanya-pengalihan-isu


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Nasihat untuk Sang Putra

Oleh: Ust. Musyafa Ahmad Rahim, MA
Ketua Kaderisasi DPP PKS
---

نَصِيْحَةُ عَرَبِيٍّ لاِبْنِـــهِ

Nasihat Seorang Arab Kepada Putranya

Wahai puteraku …
Agar engkau menjadi seorang raja yang berwibawa di hadapan manusia ..
Janganlah berbicara dalam berbagai urusan ..
Kecuali setelah mengecek kebenaran sumbernya ..
Dan jika seseorang datang membawa berita, cari bukti kebenarannya sebelum dengan berani engkau berbicara ..
Hati-hati dengan isu .. jangan percayai setiap yang dikatakan, jangan pula percaya sesuatu yang setengah engkau lihat ..

Dan jika engkau mendapatkan cobaan berupa seorang musuh .. hadapi dengan berbuat baik kepadanya .. tolak dengan cara yang lebih baik, niscaya permusuhan itu berubah menjadi cinta kasih.

Jika engkau hendak mengungkap kejujuran orang, ajaklah ia pergi bersama .. dalam bepergian itu jati diri manusia terungkap .. penampilan lahiriahnya akan luntur dan jatidirinya akan tersingkap! Dan “bepergian itu disebut safar karena berfungsi mengungkap yang tertutup, mengungkap akhlaq dan tabiat”.

Jika engkau diserang banyak orang sementara engkau berada di atas kebenaran .. atau jika engkau diserang dengan kritikan-kritikan buruk .. bergembiralah .. sebab mereka sebenarnya sedang berkata: “engkau orang yang sukses dan berpengaruh”, sebab...

- anjing yang mati tidak akan ditendang,

- dan tidak dilempar kecuali pohon yang berbuah

Wahai puteraku ..

Jika engkau hendak mengkritik, biasakan untuk melihat dengan mata tawon lebah .. dan jangan memandang orang lain dengan mata lalat, sebab engkau akan terjatuh kepada perkara yang busuk!

Tidurlah lebih awal wahai puteraku agar bisa bangun lebih awal .. sebab keberkahan ada di pagi hari, dan saya khawatir kehilangan kesempatan mendapatkan rizki Allah yang Maha Penyayang disebabkan engkau begadang di malam hari, sehingga tidak bisa bangun pagi!

Akan aku ceritakan kepadaku kisah seekor kambing dan serigala, supaya engkau aman dari orang yang berbuat makar.

Dan saat seseorang memberikan tsiqah-nya kepadamu, jangan sampai engkau mengkhianatinya!

Akan aku ajak engkau ke sarang singa .. akan aku ajarkan bahwa singa itu tidak menjadi raja hutan dikarenakan aumannya!!
Akan tetapi, karena ia berjiwa tinggi! Tidak mau memakan hasil buruan binatang lain, betapapun ia lapar dan perutnya melilit-lilit .. jangan mencuri jerih payah orang lain .. sebab engkau menjadi keji!

Akan aku ajak engkau menemui bunglon .. agar engkau menyaksikan sendiri tipu dayanya! Bunglon merubah warna dirinya sesuai dengan tempat ia berada .. agar engkau mengetahui bahwa yang seperti bunglon itu banyak .. dan berulang-ulang! Dan bahwasanya ada orang-orang munafik .. banyak pula manusia yang berganti-ganti pakaian .. dan berlindung dibalik alasan “ingin berbuat baik”.

Wahai puteraku ..

Biasakan engkau bersyukur .. bersyukur kepada Allah! Cukuplah menjadi alasan untuk bersyukur kepada-Nya bahwa engkau dapat berjalan, mendengar dan melihat!

Bersyukurlah kepada Allah, dan syukuri pula manusia .. sebab Allah SWT akan menambah orang-orang yang bersyukur. Dan manusia senang saat mendapati seseorang yang diberi sesuatu lalu orang itu menghargainya!

Wahai puteraku .. ketahuilah bahwa sifat utama yang paling agung dalam kehidupan ini adalah sifat jujur!

Dan bahwasanya kebohongan, meskipun tampak memberi keselamatan .. namun jujur lebih berakhlaq bagimu! Dan bagi orang sepertimu!

Wahai puteraku …
Persiapkan alternatif untuk segala urusan .. agar engkau tidak membuka jalan kehinaan!

Manfaatkan segala peluang .. sebab peluang yang datang sekarang .. bisa jadi tidak akan berulang!!

Jangan berkeluh kesah .. aku harap engkau optimis .. siap menghadapi kehidupan ..

Jauhilah orang-orang yang putus asa dan pesimis, lari dari mereka! Dan jangan sampai engkau duduk dengan seseorang yang selalu memandang sial kepada segala hal!!

Jangan bergembira saat melihat orang lain terkena musibah .. jangan pula menghina orang karena postur atau penampilannya, sebab dia tidak menciptakan dirinya .. dan saat engkau menghina orang lain, pada hakekatnya engkau menghina ciptaan dari Dzat yang Maha Mencipta dan Membuat bentuk rupa.

Jangan membuka aib orang, sebab Allah akan membuka aibmu di rumahmu .. sebab Allah-lah Dzat yang menutupi .. dan mencintai orang yang menutupi!

Jangan menzhalimi siapa pun .. dan jika engkau hendak menzhalimi dan engkau merasa mampu menzhalimi, ingatlah bahwa Allah SWT lebih mampu!

Jika engkau merasa hatimu mengeras, usaplah kepala anak yatim .. engkau akan terheran-heran .. bagaimana usapan itu dapat menghilangkan rasa keras hati dari hatimu, seakan hatimu menjadi pecah dan melunak!

Jangan mendebat .. dalam perdebatan .. kedua pihak merugi.
Kalau kita yang kalah, kita merugi telah kehilangan kebesaran kita, dan jika menang, kita juga merugi, telah kehilangan orang lain yang menjadi lawan debat kita .. semua kita kalah .. baik yang merasa menang .. dan yang merasa belum menang!

Jangan monopoli pendapat .. yang bagus adalah engkau mempengaruhi dan dipengaruhi!
Hanya saja, jangan larut dalam pendapat banyak orang .. dan jika engkau merasa bahwa pendapatmu benar .. tegarlah dan jangan terpengaruh!

Wahai puteraku ..
Engkau dapat merubah keyakinan orang .. dan menguasai hati mereka tanpa engkau sadari! Bukan dengan sihir, bukan pula dengan jampi .. namun, dengan senyumanmu .. dan kosa katamu yang lembut .. dengan keduanya, engkau dapat menyihir!!

Oleh karena itu, tersenyumlah .. maha suci Allah yang telah menjadikan senyuman sebagai ibadah dalam agama kita, dan kita mendapatkan pahala darinya!!

Di Cina .. jika engkau tidak murah senyum, mereka tidak akan berikan lisensi kepadamu untuk membuka kedai.

Jika engkau tidak menemukan orang yang tersenyum kepadamu, tersenyumlah engkau kepadanya!

Jika bibirmu terbuka karena senyuman .. dengan cepat .. terbuka pula hati untuk mengekspresikan isinya.

Jika orang meragukanmu, bela dirimu .. jelaskan .. dan beri keterangan pembenarannya!

Jangan suka nimbrung dan mengenduskan hidungmu dalam segala urusan .. jangan pula ikut-ikutan, berposisi bersama banyak orang saat mereka bersikap!!

Wahai puteraku .. jauhkan dirimu dari hal ini .. aku sangat tidak suka kalau melihatmu seperti ini!!

Jangan bersedih wahai puteraku terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan! Sebab kita tidak diciptakan kecuali untuk diuji dan diberi cobaan .. sehingga Allah melihat kita .. adakah kita bersabar?

Karena itu .. santai saja .. jangan keruh hati! Yakinlah bahwa jalan keluar dekat ..

“jika mendung semakin hitam, pertanda, sebentar lagi hujan”!!

Jangan meratapi masa lalu, cukuplah bahwa ia telah berlalu .. sia-sia kalau kita memegang gergaji kayu, lalu menggergaji!!

Tataplah hari esok .. persiapkan diri .. dan singsingkan lengan baju untuk menghadapinya!!

Jadilah orang yang mulia .. berbanggalah dengan dirimu!

Sebagaimana engkau melihat dirimu, begitulah orang lain akan melihatmu ..

Jangan sekali-kali meremehkan dirimu!! Sebab engkau menjadi besar saat engkau ingin besar .. hanya engkau saja yang memutuskan ia menjadi kecil!

Terakhir...
Jika cocok dengan tema ini, jangan katakan: “terima kasih”. Namun, katakanlah: “semoga Allah memberikan Rahmat kepada yang mempublikasikannya, dan menjadikannya sebagai penambah berat kebaikannya”.

Dan katakan pula: “ya Allah, ampuni penulis tema ini dan yang mempublikasikannya, juga kedua orang tuanya dan seluruh keluarganya, ampuni apa yang telah lalu dan yang akan datang dari dosanya, lindungi dia dari adzab kubur dan adzab neraka”.




*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

HAMAS: Langkah ke PBB Perangkap untuk Melikuidasi Isu Palestina

Jumat, 23 September 2011

Khan Yunis – Petinggi Gerakan Perlawanan Islam Hamas Dr. Shalah Bardawil kembali menegaskan gerakannya menolak langkah kepergian Mahmud Abbas ke PBB dan meminta pengakuan negara Palestina di atas perbatasan tahun 1967, karena itu adalah langkah sepihak dan mengandung pelepasan sebagian besar wilayah bersejarah Palestina.

Dia mengatakan, “Apa yang disebut tuntutan September adalah tuntutan Israel dan Amerika sejak awal.” Dia menilai itu sebagai perangkap untuk melikuidasi isu Palestina dan untuk memberikan 78% wilayah bersejarah Palestina kepada Israel, setelah itu dilakukan perundingan bertahun-tahun terhadap tanah yang tersisa dan menggugurkan hak kembali pengungsi Palestina.

Dia melanjutkan, “Apa yang terjadi adalah rangkaian dari mata rantai kudeta terhadap proyek nasional Palestina.” Ini merupakan bahaya besar bagi persoalan Palestina yang dilegalkan, jauh lebih buruk dari Oslo. Karena langkah ini menghancurkan hak pembebasan menentukan nasib sendiri bagi rakyat Palestina dan pada akhirnya mengarah kepada pelepasan hak kembali pengungsi Palestina dan pemukiman rakyat Palestina di berbagai Negara setelah diakuinya hak Israel oleh Negara Palestina untuk eksis di atas 78% wilayah Palestina, bahkan orang-orang Palestina yang ada di dalam Israel pun akan terancaman diusir ke wilayah yang disebut sebagai negara Palestina di atas 22% wilayah historis Palestina.

Bardawil mengungkapkan bahwa para pimpinan Fatah telah memberitahukan selama pertemuan rekonsiliasi bahwa mereka menolak langkah seperti ini dan apa yang terjadi tidak lain hanyalah maneuver politik yang tidak akan keluar ke dunia ril, namun yang nampak secara terang-terangan berbeda dengan semua perkataan yang mereka sampaikan dalam pertemuan-pertemuan. (asw)


*)sumber: http://www.infopalestina.com/ms/


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Pakar: Hak Rakyat Menghukum Abbas di Depan Pengadilan Revolusi

Amman – Pakar Hukum Internasional mengungkapkan kekhawatirannya tentang apa yang disebutnya “transaksi politik” saat ini sedang terjadi di gedung PBB, yang tujuannya agar Israel mendapatkan pengakuan internasional dan Arab tentang keyahudiannya sebagai kopensasi atas pengakuan Negara Palestina di atas perbatasan tahun 1967.

Pakar Hukum Internasional asal Yordania, Amis Qasim, dalam orasi yang disampaikan di ibukota Yordania, Amman, mengatakan, “Langkah-langkah Amerika Israel Eropa yang menentang upaya Palestina di PBB, berkonsekuensi adanya formula perundingan untuk mendekatkan pesyaratan Zionis Israel untuk mendapatkan pengakuan Palestina akan keyahudian Negara Israel.”

Dia menilai upaya Palestina meminta keanggotaan negara di atas perbatasan tahun 1967 di PBB mengandung lebih banyak sisi-sisi negatif dari pada positifnya. Langkah ini untuk menutupi aib pimpinan Palestina setelah kegagalannya dari sejak perjanjian Oslo tahun 1993.

Dia menambahkan, “Otoritas Palestina mengatasi kegagalannya dengan kegagalan lain, untuk mengembalikan rute perundingan yang saat ini beku dan memenuhi kekosongan politik yang ada serta memberikan capaian yang hilang.” Qasim mengingatkan kembali pernyataan Presiden Otoritas Ramallah Mahmud Abbas ketika dia mengatakan, “Perundingan adalah pilihan yang pertama dan yang terakhir.”

Qasim mengkritik pernyataan pihak-pihak Otoritas Ramallah yang menyatakan bahwa pihak Palestina tidak akan rugi apa-apa bila upaya ini gagal. Apabila berhasil maka kondisinya akan lebih baik. Dia menilai, “Pernyataan itu kehilangan kebijaksaan politik dan menempatkan isu Palestina sebagai percobaan.”

Dia mengingatkan bahwa permintaan keanggotaan Palestina di PBB dengn Negara di atas perbatasan tahun 1967 telah membuat perbatasan permanen dan bertentangan dengan apa yang disebutkan dalam resolusi PBB nomor 194, yang menegaskan tentang hak kembali pengungsi Palestina ke rumah-rumah dan tanah asal mereka diusir secara paksa akibat agresi Zionis Israel tahun 1948 dan pemberian ganti rugi kepada mereka.

Karena itu, Qasim berpendapat, “Adalah hak rakyat Palestina untuk menghukum otoritas Palestina di depan pengadilan revolusi karena telah mengabaikan hak-hak rakyat Palestina.”

Dia menyatakan bahwa kegelisahan Amerika dan Israel terhadap upaya Palestina di PBB ini tidak lain hanya upaya untuk menaikan harga perundingan mendatang. Dia menyerukan agar “digerakan pendapat konsultasi Mahkamah Internasional tahun 2004 terkait dengan tembok pemisah rasial dan pemboikotan Israel karena hal itu dianggap sebagai langkah sepihak dari upaya di PBB.” (asw)

*)sumber: http://www.infopalestina.com/ms/



*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

HAMAS: Rakyat Palestina Tidak Mewakilkan Seorangpun Untuk Menyerahkan Haknya

Gaza - Departemen Urusan Pengungsi di Hamas menegaskan bahwa rakyat Palestina tidak mewakilkan kepada seorangpun untuk menyerahkan hak-haknya, Lembaga Pembebasan Palestina (PLO) sekalipun tidak memiliki hak untuk melakukan konsesi lewat tuntutan September, bahkan seharusnya berjuang mengembalikan hak dan bukan menguranginya.

Dalam diskusi dengan para pakar hukum internasional seputar tuntutan otoritas kepada PBB untuk meraih keanggotaan penuh di PBB, Departemen menegaskan bahwa tuntutan keanggotaan penuh merupakan langkah yang belum dipikirkan konsekuensinya terhadap persoalan pengungsi Palestina yang bisa jadi menambah bencana berbahaya.

Langkah tuntutan September dilakukan usai gagalnya proses perundingan damai dan pengakuan PLO akan kelemahannya mengembalikan hak rakyat Palestina lewat perundingan dengan Israel selama 20 tahun.

Kegagalan yang dialami PLO seharusnya diperbaiki dengan memperkuat persatuan nasional dan mengaktifkan perlawanan dalam semua bentuknya, dan bukan memilih tanpa pertimbangan dan hanya berdasarkan kehendak pribadi yang justru bermanfaat untuk kepentingan musuh, dimana Israel mendapatkan pengakuan penuh dan mengangkat levelnya dari pengakuan ini.

Ketua Otoritas Palestina, Mahmud Abbas memutuskan sendiri kebijakan Palestina, dan tidak menerapkan kesepakatan rekonsiliasi nasional yang telah ditandatangani di Kairo lima bulan lalu, yang memutuskan pembentukan pimpinan sementara PLO yang mengakomodasi segenap faksi nasional, yang kebijakannya diambil melalui kesepahaman.

Disebutkan bahwa Abbas pergi sendiri dan tidak bermusyawarah dengan seorang pun. Ia mengambil langkah yang bisa membahayakan masa depan Palestina dengan melanggar semua konstutusi Palestina serta mengabaikan semua pengorbanan dan perjuangan Palestina sejak 90 tahun.

Departemen menegaskan di antara bahaya akibat langkah “Tuntutan September” akan meningkatkan level pengakuan entitas Israel dari pengakuan entitas tanpa Negara menjadi pengakuan Negara secara penuh, ini merupakan pengakuan terkuat dalam hukum internasional.

Pengakuan resmi bagi pihak Israel akan menghapus hak pengungsi tahun 1948 kembali ke wilayah milik mereka, menghapus hak kembali bagi pengungsi. Abbas tidak mendapatkan jaminan konstitusi dan tidak memikirkan hal itu saat menuntut pengakuan Negara.

Pengakuan keanggotaan secara penuh tidak akan memperbaiki kondisi rakyat Palestina di Tepi Barat dan Gaza, mereka tidak mungkin mengembalikan wilayah yang dirampas tahun 1967, sebab Israel yang mengendalikan perlintasan dan perbatasan tidak akan mengijinkan hal itu.

Abbas tidak menambahkan hal baru dalam langkah ini, ia hanya ingin menggerakan proses perundingan yang sudah mati. Ia pergi ke Dewan Keamanan PBB yang sudah dipastikan menolak langkah ini dengan veto Amerika, kemudian ia akan pergi ke Sidang Umum PBB dan ditegaskan bahwa Palestina hanya Negara pengawas saja tanpa ada hal baru.

Dengan langkah Abbas ini, UNRWA akan melepaskan diri dari komitmennya membantu pengungsi Palestina dan menyerahkan urusan pelayanan pengungsi kepada Negara yang memayungi mereka.

Dengan langkah ini pula, Abbas akan diminta menghentikan perlawanan bersenjata secara final, karena operasi bersenjata terhadap entitas yahudi akan dianggap sebagai serangan Negara terhadap Negara, yang akan membuat Israel melakukan balasan yang bisa sampai kepada penjajahan baru.

Departemen menyatakan, tidak benar jika kita mengajukan Israel ke pengadilan internasional maka kita bisa memburu Negara Israel atas kejahatannya, sebab Israel bukan anggota pada pengadilan ini. Maka langkah yang ditempuh Abbas hanya merupakan upaya menggerakan perundingan yang mati.

Sebagai rakyat Palestina pejuang, kita tidak mesti berkomitmen kepada seruang yang ingin mengurangi hak kita, terutama hak menempati tanah dan hak kembali, hak kita untuk membela diri, membela negeri untuk mengembalikan hak kita secara penuh dan menyeluruh, ungkap laporan Departemen Urusan Pengungsi Hamas. (qm)

*)sumber: http://www.infopalestina.com/ms/


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Anis Matta: Target Reshuffle Fund Raising

Kamis, 22 September 2011

detik.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai reshuffle yang akan dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bukan dimaksudkan untuk perbaikan kerja kabinet. Reshuffle itu sebatas untuk penggalangan dana bagi Presiden SBY.

"Kita menangkap gelagat, ini sih targetnya fund raising. Anda boleh tulis besar-besar, targetnya fund raising bukan perbaikan kinerja," ujar Sekjen PKS Anis Matta kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/9/2011).

Menurut Anis, SBY merupakan presiden yang paling banyak melakukan reshuffle kabinet. Tetapi kinerjanya tidak juga membaik.

"Tapi nanti kalau Anda lihat susunan menteri yang akan diganti, ini kan nggak ada urusannya dengan menteri yang bermasalah. Justru di kementerian yang basah yang mau diganti. Yang mau diganti di tempat basah semua," jelas dia.

Anis yang juga Wakil Ketua DPR ini mengaku bila PKS hingga saat ini belum diajak komunikasi oleh SBY. Namun kata Anis, komunikasi tersebut sudah tidak penting bagi PKS.

"Belum diajak ngobrol, itu urusannya Presiden dan itu tidak penting buat PKS," cetusnya.

*)http://www.detiknews.com/read/2011/09/22/152439/1728334/10/anis-matta-target-reshuffle-fund-raising


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

PKS Minta MA Perjelas Kepindahan Hakim Albertina Ho

JAKARTA – Kepindahan hakim Albertina Ho mendapat banyak pertanyaan dari pihak luar. Anggota DPR dari Fraksi PKS, Aboebakar Alhabsy meminta agar Mahkamah Agung (MA) memberikan penjelasan seputar kepindahan hakim yang sering menangani kasus besar tersebut.

"Siapapun pasti akan menyimpulkan apa yang menimpa hakim Albertina Ho adalah demosi (pemindahan suatu jabatan ke jabatan yg lebih rendah-ed), bukan promosi," katanya, Rabu (21/9).

Terlebih lagi, posisi Albertina di PN Jakarta Selatan juga diperbantukan di peradilan TIPIKOR (Tindak Pidana Korupsi). Ia menyakini kepindahan itu akan sulit diterima publik. Sebab, selama ini Albertina memegang kasus-kasus besar seperti kasus Antasari Azhar, Gayus Tambunan, dan Cirus Sinaga.

"Tidak cuma saksi yang dibuat grogi, Jaksa pun kerap mati gaya dengan ketegasan hakim ini pada saat memimpin sidang," katanya.

Maka dari itu, MA harus memberikan penjelasan agar tidak ada spekulasi yang bisa berkembang secara liar. Selain itu, agar kepercayaan publik pada MA tidak turun. "Publik akhirnya menduga-duga persoalan apakah yang membikin Hakim Albertina dibuang keluar Jawa," katanya.

Seperti diberitakan, Alberthina Ho, secara resmi dimutasi ke Pengadilan Negeri Sungai Liat, Bangka Belitung. Pemutasian ini telah mendapatkan SK (Surat Keputusan) pada Kamis (15/9) kemarin.

Ia mengatakan akan pindah ke PN Sungai Liat, Babel, paling lambat sebulan setelah SK dari Mahkamah Agung tersebut diterbitkan.

*)http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/11/09/21/lrussx-pks-minta-ma-perjelas-kepindahan-hakim-albertina-ho


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Baitud Da'wah

Oleh : [alm] KH Rahmat Abdullah

Suatu malam menjelang fajar, dalam inspeksi rutinnya, Khalifah II Umar bin Khattab mendengar dialog menarik antara seorang ibu dengan gadis kencurnya."Cepatlah bangun, perah susu kambing kita dan campurkan dengan air sebelum orang bangun dan melihat kerja kita."Bu, saya tak berani, ada yang selalu melihat gerak-gerik kita."Siapa sih sepagi ini mengintai kita?" sang ibu balik bertanya. "Bu, Allah tak pernah lepas memperhatikan kita." Khalifah segera kembali dengan satu tekad yang esok dilaksanakannya, melamar sang gadis untuk puteranya, 'Ashim bin Umar. Kelak dari pernikahan ini lahir seorang cucu : Umar bin Abdul Aziz, khalifah kelima.

Tuan & Nyoya Da'wah yang saya hormati, Tentu saja istilah baitu da'wah ini tidak dimaksudkan sebagai rumah tempat warganya setiap hari berpidato. Juga bukan keluarga dengan aktifitas belajar mengajar seperti laiknya sebuah sekolah formal. Ia adalah sebuah wahana tempat pendidikan berlangsung secara mandiri dan alami namun bertarget jelas.

Ada kegawatan yang sangat ketika roda keluarga meluncur tanpa kendali. Saat salah seorang anggotanya sadar apa yang sedang terjadi, segalanya mungkin telah terlambat. "Keterlambatan" itu dapat mengambil bentuknya pada ABG yang asing dari nilai-nilai ayah ibunya, atau ayah yang lupa basis keluarganya oleh kesibukan kerja diluar, atau ibu yang terpuruk dalam rutinitas yang membunuh kreatifitasnya, atau karir yang menggilas peran dan fitrah keibuannya.

Banyak orang merasa telah menjadi suami, istri atau ayah dan ibu sungguhan, padahal mereka baru menjadi ayah, ibu, suami, atau istri biologis. Sangat kasar kalu diistilahkan menjadi jantan, betina, atau induk dan biang, walaupun dalam banyak hal ternyata ada kesamaan. Kalau hanya memberi makan dan minum kepada anak-anak: kambing, ayam, dan kerbau telah memerankan fungsi tersebut dengan sangat baik. Dan, isu sentral "pewarisan nilai-nilai kehidupan" dalam kehidupan mereka tak soal. Buktinya, tak satupun anak ayam yang berkelakuan kerbau atau anak kerbau berkelakuan belut, atau anak kambing berkelakuan serigala. Adalah suatu penyimpangan bahwa ada anak manusia bertingkahlaku babi, serigala, harimau, atau musang.

Tentu saja ini tidak dimaksud mendukung program robotisasi anak yang dipaksa menghafal seluruh program yang dijejalkan bapak-ibunya tanpa punya peluang menjadi dirinya sebagai hamba Allah, karena mereka harus menjadi hamba ayah, hamba ibu, dan hamba guru. Ini tidak ada hubungannya dengan program tahfidz atau apresiasi seni Islami yang menjadi bagian dari sungai fitrah tempat air kehidupan mengalir sampai jauh.

Misteri Berkah

Saat ini ada beberapa keluarga sederhana, dibimbing oleh "intuisi" kebapakan dan keibuan, mendapat berkah dalam mendidik anak-anak mereka. Anak SMU-nya lulus dengan baik, plus hafal 1000 Alfiah Ibnu Malik, rujukan utama gramatika Arab (Nahwu). Lumayan mengagumkan, jebolan SMU menjadi rujukan sesama mahasiswa di sebuah Universitas terkemuka di Negara Arab. Tahun-tahun berikutnya sang adik menyusul dengan hak beasiswa ke sebuah universitas unggulan di Eropa. Lainnya bisa melakoni dua kuliah yang "pelik" : bahasa Arab di sebuah kolese paling representatif sementara siangnya mengambil jurusan Ekonomi. Kemenakannya hafal Al-Qur'an 30 juz menjelang akhir semester delapan di institut teknologi paling bergengsi di negeri ini.

Kemenakan lainnya lulus akademi militer angkatan darat tanpa kehilangan kesantriannya yang pekat. Sang bapak jauh dari penguasaan teori ilmu-ilmu pendidikan. Ketika digali hal yang spesial dari kelakuannya, muncul jawaban yang signifikan : Kecintaan keluarga tersebut kepada ulama (dalam arti yang sesungguhnya) dan keberaniannya amar ma'ruf nahi mungkar tanpa harus selalu mengandalkan mimbar tabligh. Mengesankan sekali ucapan Ali Zainal Abidin, cucu Ali bin Abi Thalib, "Barangsiapa meninggalkan kewajiban amar ma'ruf nahi mungkar, maka anak, isteri, dan pembantunya pun akan membangkang kepadanya."

Ternyata memang, keikhlasan seseorang atau keluarga kerap menembus sampai beberapa generasi sesudahnya. Boleh jadi seseorang merasa telah mejadi bagian dari da'wah yang besar dan berkah, tetapi bukan sikap da'i yang dirawatnya. Alih-alih dari membimbing masyarakat dengan fiqh dan akhlak da'iyah, justru sebaliknya, hanya ghibah dan pelecehan yang digencarkannya terhadap masyarakat. Padahal, besar kemungkinan mereka tidak tersentuh da'wah atau tidak mendapatkan komunikasi yang memadai.

Ikhlas, nilai plus yang menembus lintas generasi Keikhlasan yang "naif" Nabi Ibrahim yang rela –demi melaksanakan perintah Allah- meninggalkan istri dan bayinya di lembah yang tak bertanaman di dekat rumah Allah yang dihormati (QS.Ibrahim : 37) menghasilkan bukan hanya turunan nasab yang konsisten, tetapi juga turunan fikrah yang militan.

Ummu Sulaim ibu Anas bin Malik yang begitu stabil emosinya dan begitu mendalam keikhlasannya menerima kematian bayinya, mendapat 100 anak dan cucu, semuanya telah hafal Al-Qur'an dalam usia sangat dini. Itu hasil hubungan yang penuh berkah -ditingkahi doa berkah Rasulullah SAW- di malam yang sangat beralasan baginya untuk "meratapi" bayinya yang tiada. Demikian pula pengkhianatan istri Nabi Luth dan Nabi Nuh –yang karenanya Allah menyebutnya dengan imra-ah (perempuan) bukan zaujah (istrinya)- melahirkan generasi yang sangat berbeda. Yang satu generasi sangat rabbani seperti Nabi Ismail as, yang cermin kepribadiannya membersit dalam ungkapan pekat nilai-nilai tauhid : "'Ayahanda, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu, akan kau temukan daku insya Allah termasuk orang-orang yang sabar." (QS.37:102)

Di seberang lain dengan pongahnya Yam bin Nuh berkata,saat ayahnya mengajak naik bahtera penyelamat, "Aku akan berlindung ke gunung yang akan menyelamatkanku dari air bah." (QS.11:43). Di zaman ketika setiap serigala dengan mudah menyerbu masuk ke rumah-rumah yang tak lagi berpagar dan berpintu, siapa yang merasa aman dan mampu melindungi anak-anak fitrah dari terkamannya? Siapa yang tabah melindungi gelas bening dan kertas putih suci itu dari ancaman yang setiap waktu dapat memecah-hancurkan dan mencemari mereka? Siapa yang tak tergetar hatinya melihat cermin bening yang semestinya ia perhatikan betul raut wajahnya disana, seraya merintihkan desakan suara hatinya dalam sujud panjang di keheningan malam:

"Dan Kami telah berpesan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya mengandungnya dengan susah dan melahirkannya dengan susah. (Masa) hamil dan menyapihnya tiga puluh bulan. Sehingga ketika ia mencapai masa kuatnya dan mencapai usia empat puluh tahun ia berkata : Ya Rabbi, ajarkan daku agar dapat mensyukuri nikmat yang Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan beramal shalih yang Engkau ridhai serta perbaikilah untukku dalam keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu, dan aku termasuk kaum yang menyerahkan diri." (QS Al Ahqaf: 15).


*posted: pkspiyungan.blogspot.com

KulTwit @MahfudzSiddiq : Persoalan SIN & E-KTP

Rabu, 21 September 2011




Mahfudz Siddiq
Pengurus DPP PKS
Anggota DPR RI sejak 2004, Ketua Komisi I DPR RI
Alumnus Th.1990 FISIP UI Prog Ilmu Komunikasi


  1. Th 2007 saya di komisi 2 bahas ide Single Identity Number #SIN untuk seluruh penduduk Indonesia. Agar tdk ada satupun penduduk tak tercatat.
  2. dan agar tiap penduduk punya no induk kependudukan tunggal untuk beragam urusan: KTP, Pajak, Bank, SIM, Asuransi, Kartu Pemilih, dll.
  3. tp kemendagri keberatan krn hrs mengintegrasikan sistem identifikasi penomeran dgn berbagai lembaga pemerintah dan swasta. Tdk mudah.
  4. jalan moderasinya adalah membuat SIAK sistem adm kependudukan sebatas nomor induk tunggal untuk KTP. Anggaran besar sekali untuk ini.
  5. janji Mendagri data siap sblm 2009 dan jadi data dasar untuk data pemilih pada pemilu 2009. Janji meleset meski dana sdh banyak keluar.
  6. data pemilih pada pemilu 2009 ikut amburadul hingga muncul angket daftar pemilih di DPR. Ada yg curiga juga ini disengaja.
  7. skrg E-KTP yg anggarannya sgt besar adalah program lanjutan dari SIAK yg hasilkan NIK nomor induk kependudukan.
  8. tp E-KTP ttp sektoral dan blm berbasis SIN, shg ada peluang KTP ganda. Lalu tdk valid 100% sbg basis data pemilih dlm pemilu yad.
  9. smntr program E-KTP bergulir dugaan korupsi dan carut-marut pelaksanaan muncul. Ingat thn depan ada Pilkada DKI.
  10. jika E-KTP yg bermasalah ini jadi basis data pemilih pada pilkada DKI, bgm kira2 kualitas pilkadanya nanti?
  11. jadi mari E-KTP kaitkan dgn konteks Pilkada dan juga Pemilu serta gagasan besar SIN yg Malaysia saja sdh beres sejak lama. Alamak...


*)http://twitter.com/#!/mahfudzsiddiq

*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Tiga Pesan Penting

Oleh: Cahyadi Takariawan*
Sore hingga malam ini tadi, Rabu 14 September 2011, saya menghadiri acara “Halal bi Halal” (HBH) yang dilaksanakan oleh Ikatan Alumni Lemhannas RI (IKAL) XLV, di Penang Bistro Kebon Sirih. Adapun IKAL XLV (baca : Ikal 45) adalah organisasi yang dibentuk untuk mewadahi para alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) XLV yang telah berlangsung tahun 2010 kemarin selama 9,5 (sembilan setengah) bulan di kampus Lemhannas (Lembaga Ketahanan Nasional) RI, Jakarta.

Alhamdulillah hadir lebih dari 40 orang anggota IKAL XLV. Walau berlangsung cukup singkat, namun sangat tampak kehangatan suasana, setelah lama tidak bertemu satu sama lain. Saya sendiri merasa enjoy berada dalam kehangatan persahabatan bersama para anggota IKAL XLV lainnya yang merupakan cerminan sendi-sendi keutuhan NKRI. Ada unsur TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Ada unsur POLRI, ada unsur Kementerian, ada unsur Kampus, ada unsur Perbankan, ada unsur Mahkamah Agung dan Kehakiman. Ada pula unsur Ormas, Parpol, LSM, serta tokoh-tokoh masyarakat.


Ketua IKAL XLV adalah Brigjen TNI Nugroho Widyotomo, namun beliau berhalangan hadir dalam acara HBH sore hingga malam ini. Melalui telepon, beliau berpesan tiga hal singkat kepada seluruh anggota IKAL XLV. Pesan disampaikan oleh Dr. Fachmi Idris selaku Sekretaris IKAL XLV.

Saya menyimak dengan serius pesan pak Nugie, panggilan akrab Brigjen TNI Nugroho Widyotomo. Tiga pesan penting beliau kepada seluruh anggota IKAL XLV adalah :

1. Jaga kekompakan

2. Jaga profesionalitas di instansi masing-masing

3. Jangan korupsi

Itulah tiga pesan singkat Jendral Nugie, namun isinya sangat padat dan berbobot. Pertama, jaga kekompakan. Pesan ini mengandung makna yang sangat dalam dan luas, karena di antara problem bangsa ini adalah “tidak kompak”. Antar elit dan pemimpin negara tidak kompak, antar kementrian tidak kompak, antar kesatuan TNI dan POLRI tidak kompak, antar parpol tidak kompak, antar ormas tidak kompak, antar umat beragama tidak kompak, antar penegak hukum tidak kompak, antar elemen masyarakat tidak kompak. Penyakit “tidak kompak” ini berdampak serius, karena menimbulkan disharmoni, diskomunikasi, bahkan disorientasi arah berbangsa dan bernegara.

Kedua, jaga profesionalitas di instansi masing-masing. Sebagai alumni PPRA XLV Lemhannas, harusnya bisa menunjukkan kinerja yang optimal dan profesional di instansi atau lembaga masing-masing. Usai pendidikan harusnya memiliki kualifikasi yang meningkat dibanding sebelumnya, maka lembaga atau instansi yang mengutus harus mendapatkan kemanfaatan berupa meningkatnya kinerja dan profesionalitas para alumnus PPRA Lemhannas. Pendidikan bukan hanya syarat formal untuk kenaikan pangkat, jabatan, jenjang karier dan lain sebagainya, namun harus memiliki signifikansi dengan peningkatan kualitas SDM.

Ketiga, jangan korupsi. Dahsyat sekali pesan ini, dan sangat tepat disampaikan di saat seperti ini. Korupsi adalah penyakit menular dan mematikan bangsa Indonesia. Hampir-hampir, seluruh bagian pemerintahan telah dilanda penyakit bernama korupsi. Negara Indonesia lumpuh oleh korupsi. Dunia olah raga kita tidak bisa menang di tingkat dunia, warga negara kita dieksekusi semena-mena di negara tetangga, kekayaan alam kita dikeruk perusahaan asing dengan leluasa, pengangguran dan kemiskinan semakin merebak dimana-mana, jangan-jangan itu semua dampak dari korupsi.

Maka tepat seruan itu disampaikan di bulan Syawal, “jangan korupsi”. Jangan hanya mengkritik anggota DPR atau Kementrian yang diberitakan korupsi, namun perilaku bebas korupsi harus dimulai dari diri kita sendiri. Dimulai dari setiap pribadi, dimulai dari masing-masing kita sendiri. Jangan menunjuk dan mengacungkan kepalan tangan kita ke orang lain, tetapi kita sendiri menyimpan perilaku korup. Hentikan korupsi, sekarang juga. Lagi-lagi, harus dimulai dari kita.

Terimakasih Jendral Nugie atas tiga pesan singkat yang sangat padat dan berat tersebut. Jika kita semua bisa melaksanakan tiga pesan itu saja, maka sudah sangat banyak persoalan bangsa Indonesia terpecahkan. Sudah sangat banyak penyakit bisa disembuhkan. Sudah sangat banyak penyimpangan bisa diluruskan. Sudah sangat banyak potensi bisa dioptimalkan.

Semoga.


*)http://cahyadi-takariawan.web.id/?p=1623#more-1623


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

KulTwit @FahriHamzah : #Reshuffle

Selasa, 20 September 2011





Fahri Hamzah
Wakil Sekjen DPP PKS
Wakil Ketua Komisi III DPR RI


  1. Mari kita share sedikit soal #Reshuffle Kabinet yg banyak keliru mengutip saya, terutama di MediaIndonesia hari ini.
  2. Bagi saya, #Reshuffle itu tdk menarik kalau fokus ingin ganti orang dan bukan ganti cara kerja.
  3. Harusnya #Reshuffle itu terkait cara kerja, bukan sekedar ganti manusia semata.
  4. Manusia baru tanpa konsep kerja yg terintegrasi dgn kantor presiden maka #Reshuffle bohong doang.
  5. Ini harus ditegaskan karena pengalaman kita soal #Reshuffle itu hanya citra doang, tdk menyentuh substansi.
  6. Saya curiga, isu #Reshuffle ini memiliki maksud lain. Tepatnya power struggle di belakang SBY.
  7. Pemilu sudah cukup dekat dan karenanya barisan pemain jelan 2014 segera diatur. Ini soal sumberdaya dan logistik.
  8. Para menteri yg masuk #Reshuffle di tengah jalan sangat mungkin diperintah untuk fundrising 2014.
  9. Kalau serius dan tdk ingin dicurigai maka SBY jangan mau dikomporin dari luar untuk #Reshuffle tapi perhitungan.
  10. Masih ingat dulu, ramainya mau #Reshuffle dan pecah kongsi. Kita dah kayak mau perang. Eh malah gak jadi.
  11. Pak SBY kan sdh tidak menjadi presiden lagi periode depan. Maka perubahan ke depan hrs konsepsional.
  12. Kalau mau perubahan itu jadi solusi maka yg penting adalah evaluasi, apa masalah kabinet dan pemerintahan selama ini?
  13. Pertama, efektifkan manajemen koalisi dan presiden hrs memimpin sendiri setgab agar punya wibawa.
  14. Jika #Reshuffle hanya pengalihan isyu. Maka umur efektifnya pasti hanya sebentar karena isyu berubah setiap saat.
  15. Sekian, awasi #Reshuffle dan awasi kegiatan fundrising menjelang pemilu 2014.


*)http://twitter.com/#!/Fahrihamzah


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Buka Bersama Puasa Syawal DPRa PKS Sitimulyo

Senin 19 September 2011 (20 Syawal 1432), PH ikhwan DPRa PKS Sitimulyo-Piyungan mengadakan acara Buka Bersama Puasa Syawal bertempat di Waroeng Steak. Disamping untuk menghidupkan Sunnah Nabi dengan berpuasa 6 hari di bulan Syawal, kegiatan ifthor jama'i ini sekaligus sebagai konsolidasi jajaran pengurus DPRa PKS Sitimulyo.

Pukul 16.50 rombongan yang dipimpin Akh Parman Ketua DPRa Sitimulyo bertolak dari Rifki Futsal Sampakan menuju Waroeng Steak dengan menggunakan mobil 'serbaguna' akh Didi Darmadi. 'Serbaguna' bisa dipakai berdagang beras-gula, alat angkut pasang spanduk-rontek-dll di Pilkot Jogja, juga bisa untuk jalan-jalan ikhwah seperti sore kemarin -tinggal gelar tikar dan lesehan di mobil-.

Pukul 17.48 saat adzan maghrib berkumandang dua belas ikhwan yang hadir menikmati hidangan spesial di Waroeng Steak berkat sponsor utama dua ikhwah 'Hamba Allah' yang tidak mau disebut namanya.

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa sunah 6 hari di bulan Syawal, maka ia bagaikan berpuasa setahun penuh.” (Al-Hadits)

by: Nardi


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Anis Matta: Reshuffle Kabinet Tak Menolong SBY

Sekjen PKS Anis Matta tak bisa menahan jika Presiden SBY berniat mereshuffle kabinet. Namun ia mengingatkan, reshuffle kabinet tidak serta merta mampu menolong SBY dari situasi buruk penurunan popularitasnya.

"Reshuffle sama sekali tidak bisa menolong SBY. Hanya reshuffle yang berujung perbaikan kinerja yang bisa menolong SBY, seperti yang diharapkan masyarakat adalah pembuktian janji kampanye," ujar Anis Matta kepada detikcom, Senin (19/9/2011).

Menurut Anis, banyak PR yang harus dikerjakan Presiden. Melakukan reshuffle kabinet tanpa pertimbangan jernih justru bisa mempersulit posisi presiden dalam memimpin pemerintahan.

"Reshuffle kabinet adalah urusan rumah tangga presiden. Namun melimpahkan kesalahan kepada para menteri tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah. Reshuffle harus benar-benar dikaji mendalam. Tanpa pertimbangan matang, reshuffle justru jadi beban," paparnya.

Yang lebih konkret dan perlu dilakukan Presiden SBY, tutur Anis, adalah membenahi kinerja secara menyeluruh. Selain itu, SBY juga harus lebih fokus pada program pemerintahan yang belum efektif.

"Masalah SBY hanya bisa diatasi jika berorientasi kepada kinerja secara serius. Fokus kepada agenda strategis pemerintahan," ucap Anis.

*)http://www.detiknews.com/read/2011/09/19/131350/1725375/10/anis-matta-reshuffle-kabinet-tak-menolong-sby

*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

KulTwit @FahriHamzah : Tim Bela KPK

Senin, 19 September 2011



Fahri Hamzah
Wakil Sekjen DPP PKS
Wakil Ketua Komisi III DPR RI


  1. Saya membaca aksi beberapa orang yg kemudian ditangkap oleh pimpinan #KPK, entah untuk apa, terbentuklah #TimBelaKPK.
  2. Saya yakin pimpinan #KPK telah semakin kehilangan akal. Karena itu, kelakuannya semakin tidak mencerminkan lembaga negara.
  3. Coba anda pikir, ada jenderal dan tim suksesnya tiba2 mau dukung #KPK lalu dengan senang hati diterima.
  4. Memang lebih baik dari kerjasama diam2 pimpinan #KPK selama ini dgn pihak luar (seperti membocorkan data dan BAP).
  5. Tetapi, pembentukan #TimBelaKPK semakin menegaskan bahwa #KPK berkelakuan seperti LSM. Dia gak sadar disumpah dan makan APBN.
  6. Padahal yg di sumpah saja gampang salah gunakan posisi apalagi yg tidak disumpah. Lalu bagaimana cara kerja-nya #TimBelaKPK?
  7. Kesibukan mencari pendukung menjelaskan #KPK tidak percaya dengan apa yg dilakukan. Dan akhirnya pencitraan #TimBelaKPK
  8. Padahal, #KPK tidak perlu mendapat dukungan dan pencitraan sebab UU telah memperkuat-nya dan kinerja akan membuatnya populer .
  9. Pembentukan #TimBelaKPK ini meneguhkan keyakinan saya bahwa pimpinan #KPK disorientasi.
  10. Sambil membaca respon, saya lanjutkan sebentar lagi.
  11. Apa yg salah dari #TimBelaKPK yang salah adalah pimpinan #KPK. Mereka tdk paham UU 30/2002 itu.
  12. Pimpinan #KPK gak paham latar filosofis UU dan juga kenapa terjadi pelemahan kepada kpk akhirnya bentuk #TimBelaKPK.
  13. Satu2-nya yg mereka paham dari semua ini adalah Koruptor #FightBack, sehingga pengritik disebut kolaboirator koruptor.
  14. Dan para pendukung termasuk #TimBelaKPK halal melakukan apapun asalkan atas nama bela #KPK.
  15. orang2 yg tergabung dalam #TimBelaKPK ini lupa bahwa #KPK adalah polisi dan jaksa negara sekaligus untuk memberantas korupsi.
  16. Sebagai polisi dan jaksa negara yg disumpah dan makan uang rakyat seperti DPR, wajib kita kritisi semua langkahnya.
  17. #KPK sebagai institusi kita jaga tetapi pemimpin yg melenceng kita sikat saja. Dan itu berlaku bagi semua lembaga negara.
  18. Kembali ke koruptor #FightBack siapakah mereka itu? Apakah saya? Kalau ya mana persidangannya? Saya datang.
  19. Sekarang, orang2 cuci nama dengan mendukung #KPK seolah mereka barisan generasi pembaharu. Padahal mereka ini anti reformasi.
  20. Mereka yg ingin #KPK kerja dengan metode kopkamtib adalah pengkhianat demokrasi yg malas berpikir.
  21. Kalau anda mau #KPK baik bagi bangsa ini, kembaikan dia sebagai "trigger mechanism" yg mensupervisi dan mengkoordinasi.
  22. Kembalikan #KPK kepada jati dirinya sebagai lembaga negara yg diberi tugas oleh UU untuk memimpin pemberantasan Korupsi.
  23. #TimBelaKPK ini akan didorong sebagai alat pencitraan seolah pimpinan #KPK itu identik dengan #KPK itu sendiri. Padahal beda.
  24. Sibuk bangsa ini dibuat ramai oleh #KPK tapi pertanyaan; mana hasilnya? Mana polisi, jaksa, BPK, BPKP, inspektorat, dll?
  25. Apakah bangsa ini maling semua dan orang suci hanya ada di #KPK (polisi dan jaksa juga) dan #TimBelaKPK (jenderal dan lawyer kaya itu?)
  26. Kerumitan kita karena banyak yg tdk mau diskusi akal sehat tapi suka menyerang pribadi. Sehingga tdk sampai substansi.
  27. Saya siap diundang oleh #TimBelaKPK atau mereka datang ke komisi 3. Saya hanya mau tanya, siapa yg nyerang #KPK ?
  28. Lebih jauh aku mau tanya, apakah #Lawyer yg membela klien adalah penyerang #KPK? Wahai #TimBelaKPK jawablah.
  29. Para pemimpin yg manja berhentilah, waktu kalian sudah habis. Biarkan generasi yg tegar memimpin perubahan.
  30. Manja, pencitraan, tidak fokus, dan penakut adalah ciri pemimpin yg akan tumbang!!


    *)dikutip dari http://twitter.com/#!/Fahrihamzah

    *posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

    Pramono: KPK Tak Percaya Diri

    KOMPAS.com — Wakil Ketua DPR Pramono Anung menilai keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membentuk tim analisis dan advokasi merupakan cermin ketidakpercayaan diri lembaga antikorupsi tersebut. Ia mengatakan, tim itu seharusnya tak perlu dibentuk jika KPK bekerja sesuai peraturan yang ada.

    "Saya melihat KPK ada semacam kekhawatiran ketika sorotan publik menjadi besar. Padahal, sesuai dengan UU yang mengatur KPK, mereka ini, kan, sudah memiliki kewenangan yang luar biasa," kata Pramono di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/9/2011).

    Ia mengatakan, dugaan pelanggaran kode etik pimpinan KPK, seperti diungkap tersangka kasus dugaan suap proyek wisma atlet SEA Games, Muhammad Nazaruddin, tidak perlu ditutup-tutupi KPK. Menurut politisi PDI Perjuangan itu, secara lembaga KPK masih dinilai kredibel dan kuat.

    "Yang tidak kredibel adalah orang-orang yang melakukan itu. Jadi, orangnya tidak perlu dilindungi," kata dia.

    Seperti diberitakan, latar belakang pembentukan tim itu adalah banyaknya opini yang mengarah pada pelemahan KPK serta menyerang pribadi pimpinan KPK. Tim lalu dibentuk untuk menganalisis informasi yang berpotensi merusak nama baik KPK sekaligus membuat kontra opini dari informasi itu.

    Tim itu beranggotakan 10 orang yang semuanya berasal dari eksternal KPK. Tim diketuai oleh mantan Panglima TNI Endriartono Sutarto. Adapun anggotanya di antaranya adalah Taufik Basari, Alexander Lay, dan Ari Juliano.

    *)http://nasional.kompas.com/read/2011/09/19/1419110/Pramono.KPK.Tak.Percaya.Diri


    *posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

    Persiapan Teknis dan Non Teknis Bagi Jamaah Haji

    Oleh: Abdullah Haidir, Lc*
    Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah PKS Arab Saudi

    Musim haji kembali tiba, banyak kaum muslimin yang telah bersiap-siap menunaikannya. Sekedar sharing, saya ingin menyampaikan beberapa point yang patut dipersiapkan, baik yang bersifat teknis, maupun non teknis.

    * Bangunlah keikhlasan untuk beribadah, lalu jaga dan rawatlah. Khusus dalam ibadah haji, masalah keikhlasan menjadi sangat rawan, karena tawaran prestise di masyarakat sangat 'menggiurkan'. Banyak-banyaklah berdoa kepada Allah agar selalu diberikan keikhlasan seraya selalu menata hati agar tidak tergoda oleh berbagai hal yang dapat mengurangi keikhlasan.

    * Siapkan pula suasana rohani yang kondusif untuk beribadah. Ibadah haji adalah 'even ibadah' yang sangat besar. Sayang, kalau pada even sebesar itu, kita tidak mendapatkan 'rasa' apa-apa selain hal-hal seremonial. Minimal, seorang jamaah haji hendaknya dapat merasakan 'sensasi spiritual' yang menyemangatinya untuk terus lebih dekat dengan Allah. Nah, ibarat seorang atlit yang akan menghadapi pertandingan besar, maka tentu dia akan melakukan persiapan maksimal untuk meraih prestasi terbaik di even itu, begitu pula halnya dengan calon jamaah haji. Hendaknya dia mempersiapkan kondisi jiwa dan hatinya agar mampu menangkap 'kucuran' rahmat Allah Ta'ala padanya.

    * Persiapan fisik juga tidak kalah penting. Suasana hati yang kondusif namun tidak didukung kesehatan fisik, juga akhirnya tidak maksimal. Sering-seringlah berlatih jalan kaki, karena hal itu akan banyak dilakukan saat beribadah haji. Tak ketinggalan, persiapkan pula alas kaki yang kuat dan nyaman. Hal itu akan sangat membantu kita menempuh perjalanan jauh dan melelahkan. Sebaiknya jangan mengandalkan beli alas kaki/sandal di miqat, biasanya kurang nyaman dan rawan hilang karena bentuknya sama satu sama lain. Belilah di tempat anda sebelum berangkat, pilih yang terasa paling nyaman di kaki anda, juga yang memiliki bentuk dan warna khas, sehingga mudah dicirikan.

    * Di antara hikmah ibadah haji adalah tarkul ma'luufaat (meninggalkan sesuatu yang sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari) sebagai pembinaan bagi ruhani agar tidak tergantung terhadap dunia, seperti makanan, pakaian dan berbagai fasilitas kehidupan lainnya yang menjadi serba terbatas.

    Hal ini menuntut kita untuk bersiap-siap menghadapi kondisi berat atau apa adanya, tidak cepat mengeluh, sabar menghadapi berbagai kemungkinan yang tak terduga, dan tidak terlalu beroreintasi mendapatkan fasilitas yang mewah atau maksimal dengan melupakan substansi dari nilai ibadah haji.

    Jangan terlalu risih, kalau suatu saat kita harus duduk di atas pasir atau bebatuan, pakaian ihram kita kumal dan berdebu, keringat berkucuran, tidur di atas tikar, berdampingan dengan orang yang berkulit hitam legam, atau sekali waktu 'nangkring' di atas bak terbuka. Justeru kondisi kumal dan dekil itulah yang Allah banggakan dari hamba-Nya, ketika Dia ikhlas mencari ridanya. Namun hal ini bukan berarti kita sengaja membuat diri kita kotor, atau ceroboh mencari rombongan yang tidak amanah dan suka menelantarkan jamaahnya.

    * Ibadah haji juga sangat memberikan perhatian terhadap doa-doa yang kita panjatkan. Secara umum, kita dianjurkan banyak berdoa dalam ibadah haji. Secara khusus, ada enam tempat yang kita disunnahkan khusyu berdoa di sana; Di Shafa, Marwa saat Sa'i, Arafah saat wukuf, Muzdalifah setelah mabit dan shalat Shubuh, setelah melontar jumrah Ula, dan setelah melontar jumrah Wustha (kedua).

    Karena itu, perbaikilah kualitas doa kita, berlatihlah bermunajat, mengadukan segala keluh kesah kita kepada Allah dan memanjatkan doa-doa panjang, walau dengan bahasa kita sendiri. Belajarlah pula seni berdoa agar kita merasakan nikmat dengan doa tersebut sebelum berharap terkabulnya, seorang salaf ada yang berkata, 'Kesenangan saya dalam berdoa, melebihi keinginan saya untuk dikabulkan'. 'Sensasi spiritual' itu di antaranya dapat kita tangkap di sela-sela doa kita.

    * Selain mendekatkan hubungan kita kepada Allah, ibadah haji juga peluang yang sangat besar untuk membangun hubungan sesama manusia, khususnya kepada orang-orang terdekat. Lebih khusus lagi apabila kita berada di luar negeri dan ada kerabat yang datang menunaikan haji. Maka jangan hilangkan kesempatan berharga tersebut untuk menemuinya, walau sesaat, pengaruhnya akan sangat terasa dan kesannya akan sangat dalam. Jangan lupa, siapkan hadiah-hadiah sepantasnya sebagai 'tanda mata'.

    * Kondisi tersesat atau kehilangan benda dan dokumen berharga akan sangat mengganggu kekhusyu'an ibadah anda. Karena itu persiapkan diri baik-baik, jaga kewaspadaan, siapakan tempat yang praktis dan aman bagi benda berharga. Kenali tanda-tanda tempat tinggal anda dengan baik. Alat telekomunikasi sangat membantu, persiapkan pula dengan baik.

    Semoga Allah memberikan kemabruran bagi ibadah haji kita semua. Amin.


    Riyadh, Dzulqaidah 1431H

    *)NB: Bagi yang berminat ebook Panduan Ibadah Haji dan Skema pelaksanaan Haji, dapat mengirim alamat emailnya ke email saya; abu_rumaisha@hotmail.com, insya Allah akan saya kirim ke email yang bersangkutan.



    *posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

    Halal bi Halal "3 in 1" DPC PKS Piyungan

    by: Hida Nur Hidayah
    Ahad, 18 September 2011 kader DPC PKS Piyungan mendapat berkah yang luar biasa dari sebuah acara. Ibarat kata pepatah, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.

    Acara yang dilakukan di Masjid Al Ikhlas Bintaran Kulon pada awalnya adalah tasyakuran atas pernikahan akh Taufik (Kabid Pelayanan Masyarakat) DPC PKS Piyungan menikah dengan akhwat Imogiri, ukh Isnaini Fitriana. Akad nikah telah dilaksanakan pada tanggal 4 September yang lalu.

    Nah, berkah apa yang didapat? Berkah acara yang 3 in 1.

    Pertama, turut bergembira karena salah satu ikhwah (saudara) telah menikah dan diundang syukuran (makan2 juga :))

    Kedua, dalam muqoddimah taushiyah yang disampaikan oleh ust. Nur Hadi (sesepuh dakwah di Piyungan), beliau menyampaikan bahwa materi taushiyah ini adalah materi dauroh keluarga sakinah. Pengajian walimah sekaligus dauroh keluarga sakinah.

    Ketiga, salam-salaman antara pengantin dengan tamu undangan sudah disepakati sebagai halal bi halal DPC PKS Piyungan, jadi tidak perlu diadakan lagi.

    3 in 1 with Love ... :)



    *posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

    PKS Tolak Rencana Kenaikan Listrik, Ini Alasannya

    Jumat, 16 September 2011

    Fraksi PKS DPR menolak rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik rata-rata sebesar 10 persen per 1 April 2012. Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PKS, Achmad Rilyadi, di Jakarta, Jumat (16/9), mengatakan pemerintah masih mempunyai opsi lain menutupi peningkatan subsidi listrik.

    "Kuncinya cuma satu yakni pemerintah niat dan mau bekerja keras untuk mengurangi biaya listrik PT PLN (Persero)," katanya.

    Menurut dia, opsi menutupi kenaikan beban subsidi listrik yang bisa dilakukan pemerintah di antaranya menyediakan pasokan gas sebesar 400 triliun British thermal unit (TBTU). Volume gas itu 27,5 TBTU lebih tinggi dibandingkan usulan pemerintah yang disampaikan dalam Nota Keuangan RAPBN 2012 sebesar 372,5 TBTU.

    "Ambilah harga harga rata-rata gas dengan tingkat cukup maksimal yakni 8,2 dolar AS per MMBTU, maka berdasarkan hitungan kami akan ada penghematan subsidi sebesar Rp9,22 triliun," ujarnya.

    Irel, sapaan Achmad Rilyadi, melanjutkan nilai penghematan tersebut setara dengan tambahan pendapatan listrik PLN dari rencana kenaikan TDL sebesar 10 persen di 2012.

    Pada rapat dengar pendapat Komisi VII DPR dengan Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman pekan lalu, pemerintah secara resmi mengajukan kenaikan TDL sebesar 10 persen per 1 april 2012. Melalui kenaikan TDL itu, pemerintah menghitung ada penghematan subsidi sebesar Rp 9 triliun. Kalau tidak ada kenaikan listrik 10 persen di 2012, maka angka subsidi yang dalam Nota Keuangan diusulkan Rp 45 triliun akan bertambah menjadi Rp54 triliun.

    Opsi lainnya yang masih bisa dilakukan pemerintah agar TDL tidak perlu naik adalah konsisten menerapkan harga batu bara acuan untuk keperluan domestik sesuai Indonesian Coal Index (ICI). Menurut Irel, dengan memakai patokan ICI, harga batu bara yang dibeli PLN menjadi lebih murah. Dengan kebutuhan batu bara PLN sebesar 48,1 juta ton di 2012, maka diperkirakan akan ada penghematan sekitar Rp2-3 triliun.

    "Jadi, rencana kenaikan TDL masih bisa dihindari," katanya. Pemerintah dan Komisi VII DPR dijadwalkan membahas alokasi subsidi listrik dan kenaikan TDL pada 2012 tersebut Senin (19/9).

    *)http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/11/09/16/lrlkhz-pks-tolak-rencana-kenaikan-listrik


    *posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

    Geopolitik Global dan AS Satu Dekade Pasca 9/11

    Oleh: Jusman Dalle*
    Ada perbedaan secara signifikan pada peringatan satu dekade peristiwa 9/11 (baca: nine eleven) di Amerika Serikat (AS) kali ini, yaitu Osama bin Laden telah tewas.

    Kita ketahui bahwa bencana 9/11 sepulu tahun silam, menjadi gerbang awal babak baru bagi politik luar negeri AS, yaitu menggalang kekuatan dalam rangka war on terror (perang melawan teror).

    Sebagai pimpinan Al Qaeda dan orang yang diklaim oleh AS mengarsiteki serangan yang meruntuhkan dua menara kembar World Trade Centre (WTC) dan jantung pertahanan-keamanan AS di Pentagon pada 11 September 2001, tewasnya Osama bin Laden merupakan hadiah terbesar bagi Paman Sam dan dunia. Khususnya dalam agenda perang melawan terorisme.

    Empat bulan lalu, tewasnya Osama bin Laden diumumkan langsung oleh Presiden Barack Husein Obama pada Ahad (1/5/2011). Osama tewas setelah diberondong oleh serangan SEAL Team 6 (ST6), yaitu pasukan elit kontra teroris yang anggotanya disaring dari pasukan elit angkatan laut AS (Navy) SEAL.

    Tokoh yang oleh sebagian besar umat Islam tersebut sebagai simbol perlawanan terhadap hegemoni Barat tersebut, diserbu di kediamannya di sebuah mansion di pinggiran kota Abbottabad, 50 km (30 mil) barat laut ibu kota Pakistan, Islamabad.

    Pertanyaan masyarakat dunia yang turut merasakan dampak perang melawan terorisme tersebut, setelah Osama tewas berakhirkan agenda AS dalam perang melawan terorisme yang selama ini dijadikan alasan menginvasi dan mengintervensi sejumlah negara, termasuk intervensi terhadap Indonesia? Bagaimana geopolitik global di masa mendatang dalam kaitannya dengan war on terror ini.

    Tentu terlalu simplistis jika secara spontan kita menjawab "iya" atau "tidak", mengingat perang melawan terorisme berhasil menciptakan multiple effect. Desain propaganda media Barat yang disetting oleh kepentingan AS, menjadikan terorisme sebagai momok bagi penduduk bumi.

    Bahwa kini dunia dihantui oleh terorisme yang tidak ada matinya, dan bahkan semakin menggurita. Pintu fobia ini menjadi panggung indah bagi AS untuk melancarkan berbagai agenda war on terrornya.

    Pada kesempatan ini, penulis akan mengulas lebih jauh dampak politik peristiwa teror paling mematikan (menewaskan tidak kurang dari 3000 orang) sepanjang sejarah AS.

    Belum termasuk yang tewas akibat perang yang digelar AS dan sekutunya dalam pengejaran terhadap Osama bin Laden dan Al Qaeda, tak terhitung lagi jumlahnya. Sepuluh tahun terakhir, bagi AS sebagai pioner, motor dan panglima war on terror, peristiwa 9/11 memberi keuntungan politik.

    Akhirnya war on terror bukan saja berakibat terhadap renggang atau bahkan retaknya relasi Islam (yang distigmatisasi menjadi ideologi katalis teror) dan Barat (berkat penggiringan opini publik, seolah menjadi korban). Akan tetapi, lebih jauh telah menciptakan efek pada perkembangan politik, sosial dan ekonomi global.

    Pertama, yaitu terbangunnya aliansi politik baru yang dikomandoi AS. Agenda war on terror berhasil merekatkan AS dengan sekutu-sekutunya dari lintas bangsa dan benua.

    Khususnya bagi sesama negara Barat dan negara-negara Arab (yang kaya akan minyak) yang masuk dalam shaf perang tersebut. Hal ini memungkinkan AS memberi pengaruh lebih jauh pada kebijakan-kebijakan politik dalam dan luar negeri negara sekutunya, termasuk memobilisasi sumberdaya modal dan militer dalam memuluskan agenda war on terror.

    Kedua, beberapa negara yang selama ini menjadi ancaman bagi pengaruh AS dapat direduksi atau bahkan dimatikan. Sebutlah misalnya Irak Pra Invasi 2003 yang menjadi salah satu rival AS dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.

    Namun setelah George W. Bush mengomandoi perang yang digelar sejak 9 April 2003, karena menuduh rezim Saddam Husein mengembangkan senjata pemusnah massal yang menjadi teror terhadap keamanan dunia khususnya di kawasan Timur Tengah (walau kemudian tidak terbukti), Irak menjadi lemah (kalau tidak mau dikatakan hancur) akibat terfragmentasi oleh perang saudara antar suku karena desain kepentingan politik.

    Bahkan Fakta politik di Irak tersebut tidak hanya memberi manfaat politik bagi AS akan tetapi manfaat ekonomi. Khususnya dalam proyek-proyek recovery infrastruktur pasca perang dan pengelolaan minyak Irak sebagai penghasil minyak tersbesar ke-2 di dunia setelah Arab Saudi.

    Di Timur Tengah pasca Irak dihancurkan, Arab Saudi tampil sebagai anak emas AS. Rezim Saud bahkan menyiapkan pangkalan militer bagi AS yang menjadi pusat kontrol untuk kawasan Timur Tengah. Berbagai kemitraan dibangun oleh kedua negara baik ekonomi, maupun militer.

    Di Asia Tengah, Afganistan yang sedari awal diidentifikasi sebagai tempat pelarian Osama bin Laden dan menjadi pusat komando jaringan Al Qaeda, AS dan sekutunya berhasil menempatkan militer dan menggelar mesin perangnya di kawasan. Di bawah komando Fakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), bersama Pakistan, negara kayak minyak tersebut porak poranda akibat perang.

    Akan tetapi, nahas karena AS dan sekutunya sebagaimana di Irak justru terjebak hingga mengerahkan sumberdaya militer dan modal yang tidak sedikit. Sebagaimana dilansir oleh Reuters (10/9/2011) hasil perhitungan dari Brown University di AS memperkirakan di tiga negara tersebut As merugi hingga 4,4 trilun dollar atau sepertiga dari nilai beban utang AS saat ini sebesar 14,7 triliun dollar.

    Tak sampai di situ, mitra politik AS juga rekat meluas hingga ke Asia Timur yaitu Jepang, Asia tenggara yaitu Singapura dan juga Australia di benua Australia.

    Akhirnya secara geopolitik, AS sukses menghegemoni dunia tapi dengan harga yang mahal karena setiap negara sekutu tersebut harus dikucuri dana untuk melancarkan agenda war on terror nya.

    Bahkan Indonesia yang menjadi mitra strategis kedua di Asia Tenggara setelah Singapura, untuk pembentukan pasukan elit anti teror Polri atau Detasemen Khusus (Densus) 88, pada tahun 2002 Washington merogoh kocek sebesar 16 juta dollar sebagaimana dilansir Human Rights Watch. Ini baru untuk satu negara, yaitu Indonesia.

    Bagaimana dengan negara lain? Sejumlah data menunjukkan jika setiap tahun dana untuk perang war on terror terus mengalami peningkatan.

    Tahun 2007 Paman Sam merogoh kocek sebesar 93 miliar dollar, tahun berikutnya 2008, bertambah menjadi 141 miliar dollar untuk seluruh sekutunya. Padahal saat itu, krisis telah memporak porandakan ekonomi Paman Sam. Tak heran jika krisis ekonomi AS terus berlanjut. Apalagi di Libya, AS berperan sentral dalam mendanai "perang" melawan rezim Muammar Qadhdhafi.

    Tak dapat dipungkiri bahwa kucuran danalah yang selama ini memuluskan langkah AS dalam membangun kekuatan politik (sekutu) dengan berbagai negara lintas benua untuk agenda war on terorror.

    Tapi kini AS tengah menderita dan ngos-ngosan akibat defisit anggaran karena besarnya beban utang. Bahkan saat ini rasio utang AS terhadap produk domestik bruto (PDB) lebih dari 100 persen. Tahun 2010 lalu, total utang AS yaitu U$ 14,58 triliun, sementara PDB tahun anggaran yang sama hanya U$ 14,53 triliun.

    Karena dengan besarnya utang tersebut, maka porsi pembayaran utang dalam APBN akan menyandera kebijakan anggaran negara untuk diprioritaskan melayani kreditor asing dan para investor pemilik surat berharga negara.

    Pada sisi efektifitasnya, secara internal, beban pembayaran utang akan menjadi pemicu terjadinya kontraksi belanja sosial, merosotnya kesejahteraan rakyat, dan melebarnya kesenjangan.

    Beban pembayaran utang telah mengurangi kemampuan negara untuk menstimulus perekonomian dengan dukungan pendanaan bagi pembangunan. Besarnya beban pembayaran utang setiap tahun mengakibatkan berkurangnya alokasi anggaran pembangunan dan pengurangan subsidi bagi rakyat yang menjadi tanggung jawab negara.

    Adalah tindakan bodoh jika AS terus menumpuk utang untuk politik luar negerinya sementara krisis di dalam negeri menimbulkan gejolak politik dan rentan instabilitas. Dengan memangkas atau bahkan menghentikan kucuran dana bagi sekutunya, maka pengaruh politik AS akan berkurang.

    Akhirnya krisis ekonomi AS yang turut dipengaruhi oleh agenda war on terror pasca 9/11 ini, menjadi babak baru dalam pergeseran geoekonomi dan geopolitik yang siap di-takeover oleh sejumlah negara emerging market, khususnya yang tergabung di dalam BRIC (Brazil, Rusia, India dan China).

    Adalah sunnatullah dan fitrah peradaban jika suatu peradaban (hegemoni : dalam kasus Amerika) layu, maka peradaban lain akan muncul. Tegantung siapa yang paling siap.***






    Jusman Dalle
    Jl. Urip Sumoharjo Km. 05 Makassar
    jusmandalle@rocketmail.com
    085299430323


    *Penulis adalah Analis Ekonomi Politik SERUM Institute dan Pengurus Pusat KAMMI dan Telah menulis ratusan artikel yang dipublikasikan oleh media massa nasional –cetak & online- seperti Media Indonesia, Koran Tempo, Harian Republika, Detik.com, OkeZone.com, dll



    *sumber: http://www.detiknews.com/read/2011/09/11/190228/1719857/471/geopolitik-global-dan-as-satu-dekade-pasca-9-11?nd992203605
    *posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia
     
    © Copyright PKS PIYUNGAN 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by PKS PIYUNGAN