NEWS UPDATE :

Selamat Idul Fitri 1432 H

Rabu, 31 Agustus 2011


RAMADHAN.
Dia Pergi dgn bersahaja.
Meninggalkan berkah & pengampunan.
Meninggalkan jejak pahala.
Membawa mimpi surga!

Andai jemari tak sempat berjabat
Jika raga tak bisa bersua
Bila Ada kata membekas luka
Semoga pintu maaf masih terbuka

Selamat Idul Fitri
1 Syawal 1432 H

تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّاوَمِنْكُمْ

Minal A'idin wal Faizin wal Maqbulin
Mohon Maaf Lahir & Batin

^_^

(KELUARGA BESAR PKS PIYUNGAN)

Khotbah di Mako Brimob, Tifatul Ajak Nazaruddin Bertobat

DEPOK - Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring menyindir Nazaruddin dalam khotbahnya saat Salat Idul Fitri 1432 Hijriah di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Nazaruddin diketahui salat berjamaah di Lapangan Mako Brimob bersama saudaranya M Nasir serta Hasyim. Tersangka kasus suap wisma atlet itu duduk di shaf kedua dengan juru bicara Rutan Mako Brimob, AKBP K Budiman. Saat khotbah, Tifatul mengatakan bila masyarakat hanya bergantung pada kekuasaan maka akan berakhir dengan kehancuran.

"Wahai Nazaruddin, jangan dikira, kalau kita berbuat sesuatu Allah tidak lihat. Tak ada yang tahu kecuali Allah SWT. Tidak gugur satu daun, dan tidak gugur satu biji di kegelapan malam. Allah Catat, biji saja Allah catat, apalagi manusia. Seolah-olah dia tidak paham Quran, seolah-olah Allah tidak dekat dengan manusia, padahal Allah dekat dengan urat lehernya sendiri," kata Tifatul dalam khotbahnya di Lapangan Mako Brimob, Depok, Rabu (31/8/2011).

Tifatul mengungkapkan walaupun seseorang bersembunyi melakukan kejahatan, korupsi, dan maksiat maka Allah telah mengetahuinya. Politisi asal PKS itu juga mengajak Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu untuk bertobat dihadapan Allah.

"Ya Nazaruddin, ya wahai umat. Allah akan mendekat sehasta, kalo kita bertaubat kepada Allah, maka Allah akan berlari kearah kita. Wahai hamba-hambaku yang telah melakukan dosa, sesungguhnya Allah mengampuni segala dosa," ucapnya.

Nazaruddin sendiri terlihat khusuk berdoa menjalankan salat. Sesekali dia menoleh ke arah Tifatul saat namanya disebutkan oleh Menteri Komunikasi dan Informasi itu. Khotbah Tifatul Sembiring sekitar 30 menit. Setelah Tifatul berkhotbah maka umat muslim yang mengikuti Salat Idul Fitri di Lapangan Mako Brimob kemudian bersalam-salaman dan membubarkan diri.

*)http://www.tribunnews.com/2011/08/31/khotbah-di-mako-brimob-tifatul-ajak-nazaruddin-bertobat


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Mudik Asyik, APA Kabar PKS di Kampong Kita?

Senin, 29 Agustus 2011

Mudik! siapa yang gak seneng dengan 'ritual' tahunan jelang Lebaran ini? termasuk saya yang Alhamdulillah sudah sampai di kampoang halaman tercinta dengan selamat. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, momen mudik ini bukan hanya kami nikmati untuk berkumpul dengan handai taulan, namun yang tak kalah penting adalah mudik ini kami jadikan momen untuk bertemu, menyapa dan berbagi dengan PKS di kampung halaman.


Apa kabar PKS di kampung kite? Alhamdulillah, bekerjama sama dengan pengurus PKS Ranting Desa Debong Tengah TEGAL dimana kami tinggal, kemarin Ahad 28 Ramadhan 1432 (28 Agustus 2011) kami mengundang para simpatisan yang terdiri dari ibu-ibu, bapak-bapak, simbah-simbah ke rumah kami, disamping untuk silaturohim juga untuk bagi-bagi 'bingkisan lebaran'.

Acara berlangsung sore hari ba'da Ashar diawali dengan pembukaan yang dipandu Bapak Ade Sekretaris PKS DPRa Debong Tengah yang juga Ketua RT di kampungku, dilanjut tilawah Al-Quran oleh ibu Khoridah Ketua PWK Debong Tengah dan dilanjut pembacaan Sholawat Nabi (sebagaimana tradisi nahdiyin di kampung kami) yang dipimpin oleh Bapak Kosim.

"Dengan bacaan sholawat tadi kita berdoa dan berharap semoga kita diberi panjang umur untuk terus berjuang di PKS. ALLAHU AKBAR..!!!" lantang dan bergetar suara Pak Kosim menutup sholawatan yang serentak disambut takbir oleh semua hadirin. Bapak tukang becak yang sudah punya cucu ini merasa terharu dengan kiprah PKS selama ini di kampungnya. Beliau memang salahsatu 'assabiqunal awwalun' simpatisan PKS sejak jaman Partai Keadilan (belum pakai S) yang turut berjuang bersama (alm) Kyai Surhim, turut merasakan 'pahit getir' menjadi kelompok 'asing dan aneh' di tengah gunjingan 'lautan hijau' yang marak saat itu, saat Pemilu 1999. Maka sore itu, seakan mewakili perasaan yang sama dari simpatisan PKS warga Debong Tengah, beliau mengucapkan rasa terima kasih, rasa syukur bisa bergabung dan tetap istiqomah berjuang bersama PKS, dari zaman minoritas hingga PKS sudah besar seperti sekarang di kampungnya. Saya hanya membatin, "Kami mengadakan acara ini untuk menyemangati dan agar mereka tetap istiqomah bersama PKS, eh.. malah mereka yang menyemangati kami... Subhanallah, luar biasa, Allahu Akbar..!!" Alhamdulillah secara realita perkembangan PKS di kampungku semakin pesat, bertambah banyak. Para pengurus yang 'hanya' simpatisan bukan kader liqo/tarbiyah ini tapi semangat mereka setiap kami bertemu justru mampu menyemangati kami. Mereka sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan PKS baik tingkat desa, DPC maupun DPD. Mereka giat menggerakkan warga dan mereka mampu memperluas segmen PKS.

Acara berlanjut dengan acara inti yakni Taushiyah dan Pembagian Zakat oleh ustadz Abdul Wahid Surhim, putra (alm) Kyai Surhim sesepuh dan pendiri PKS Desa Debong Tengah, yang baru mudik dari Bojong Gede Bogor.

"Alhamdulillah, tahun ini saya mendapat titipan amanah lagi untuk menyalurkan zakat dari IKMI Malaysia untuk warga Debong Tengah ini," ujar ustadz berputra 6 yang juga Pelajar S3 Malaysia yang sekarang tinggal di Bojong Gede Bogor.

"Acara ini terselenggara berkat kerjama IKMI Malaysia, PKS Debong Tengah, PKS Bojong Gede dan juga PKS Piyungan yang meliput kegiatan ini biar gaungnya mendunia," lanjut beliau.

Usai Taushiyah, beliau lalu menyerahkan secara simbolis kepada hadirin dengan besaran yang berbeda-beda. Untuk Pengurus PKS @Rp 100.000, Khotib jumat (6 orang) Masjid Asy-Syafiiyah Debong Tengah @Rp 50.000, dan yang lainnya ada @Rp 50.000 dan @Rp 30.000. Setelah penyerahan simbolis kepada perwakilan ibu-ibu dan bapak-bapak, pembagian selanjutnya dilakukan oleh Bapak Waridin Ketua PKS Debong Tengah total jumlah penerima 86 orang. Memang jumlah nominalnya tidak besar dan tidak bisa menjangkau lebih luas, namun mudah-mudahan akan menjadi berkah.

Mudik memang asyik dan menyenangkan, apalagi kalau sambil mudik kita bisa berbagi peduli dan berbagi semangat dakwah kepada kader-kader, simpatisan, para pengurus PKS di kampung halaman kita.***



*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

[download] Khutbah Idul Fithri 1432 H: "Memberi Kontribusi Kebaikan Sekecil Apapun"

Kamis, 25 Agustus 2011

Khutbah Idul Fithri 1432 H
Memberi Kontribusi Kebaikan Sekecil Apapun
Oleh: Ir. Abdul Wahid Surhim, MT.


*Insya Allah akan disampaikan oleh Ustadz Ir. Abdul Wahid Surhim, MT, pada Khutbah Idul Fithri 1432 H di Lapangan Volley Ball Kantor Balai PSDA Pemali Comal, Jl. Kapten Sudibyo 152 Tegal


Download DISINI



*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Download Khutbah Iedul Fitri 1432: "MENGGAPAI KEBAHAGIAAN HAKIKI DENGAN HATI FITRI"

Selasa, 23 Agustus 2011

Oleh: Admin PKSpiyungan

Khutbah Iedul Fitri ini kami susun dengan target untuk kalangan awam, masyarakat umum yang hidup di pelosok desa, sehingga tema yang kami sampaikan juga tema umum dengan bahasa sederhana yang kami harapkan mudah difahami. Teks Khutbah ini sebenarnya teks khutbah yang secara pribadi dipersiapkan untuk disampaikan pada Sholat Iedul Fitri 1432 di masjid kampung saya, masjid kalangan nahdiyin, yang beberapa waktu lalu meminta saya untuk menjadi khotib.

Sembari untuk menjadi arsip yang mudah dicari, teks Khutbah Iedul Fitri ini kami share disini, mudah-mudahan ada manfaatnya.

(Teks asli terdiri dari 2 bagian: Khutbah pertama dan Khutbah kedua, sebagaimana lazimnya di kalangan Nahdiyin, namun yang kami share disini adalah Teks Khutbah pertama minus doa dengan asumsi teks doa bisa didapat sendiri, begitu pula teks khutbah bagian kedua).

Silahkan download DISINI.



*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Tafsir Surat Al Qadr : Kapankah Lailatul Qadr?


بسم الله الرحمن الرحيم

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ {1} وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ {2} لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ {3} تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ {4} سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ {5}

1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur`an) pada malam kemuliaan.
2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan.
5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Pada edisi sebelumnya, telah kami sampaikan tentang Lailatul Qadr. Pada malam itu penuh dengan kebaikan dan keberkahan seluruhnya, selamat dari segala kejahatan dan keburukan apapun, setan-setan tidak mampu berbuat kerusakan dan kejahatan sampai terbit fajar di pagi harinya. Hal-hal apa saja yang berkaitan dengan Lailatul Qadr?

KAPANKAH LAILATUL QADR?
Sudah dijelaskan di atas bahwa Lailatul Qadr terjadi pada satu malam saja dari bulan Ramadhan pada setiap tahun, akan tetapi tidak dapat dipastikan kapan terjadinya [1]. Sehingga banyak hadits-hadits dan atsar-atsar yang menerangkan waktu-waktu malam, yang mungkin terjadi padanya Lailatul Qadr[2]. Di antara waktu-waktu yang di terangkan hadits-hadits dan atsar-atsar tersebut ialah sebagai berikut:

1. Pada Malam Pertama Pada Bulan Ramadhan.
Ibnu Katsir berkata: "Ini diriwayatkan dari Abu Razin Al ‘Uqaili (seorang sahabat)" [3].

2. Pada Malam Ke Tujuh Belas Pada Bulan Ramadhan.
Ibnu Katsir berkata [4]: “Dalam hal ini Abu Dawud telah meriwayatkan hadits marfu’ [5] dari Ibnu Mas’ud. Juga diriwayatkan dengan mauquf [6] darinya, Zaid bin Arqam dan Utsman bin Abi Al ‘Ash [7]. Dan ini adalah salah satu perkataan Muhammad bin Idris Asy Syafi’i. Juga diriwayatkan dari Al Hasan Al Bashri. Mereka semua beralasan, karena (malam ke tujuh belas Ramadhan adalah) malam (terjadinya) perang Badr, yang terjadi pada malam Jum’at, malam ke tujuh belas dari bulan Ramadhan, dan di pagi harinya (terjadilah) perang Badr. Itulah hari yang Allah katakan dalam firmanNya:

يَوْمَ الْفُرْقَانِ

(Di hari Furqan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan) [8].

3. Pada Malam Ke Sembilan Belas Pada Bulan Ramadhan.
Pendapat ini diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib, Ibnu Mas’ud dan Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhum [9].

4. Pada Malam Ke Dua Puluh Satu Pada Bulan Ramadhan.
Sebagaimana hadits Abu Sa’id Al Khudri, beliau berkata:

اِعْتَكَفَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ الأَوَّلِ مِنْ رَمَضَانَ, وَاعْتَكَفْنَا مَعَهُ, فَأَتَاهُ جِبْرِيْلُ, فَقَالَ: (إِنَّ الَّذِيْ تَطْلُبُ أَمَامَكَ), فَاعْتَكَفَ العَشْرَ الأَوْسَطَ فَاعْتَكَفْنَا مَعَهُ, فَأَتَاهُ جِبْرِيْلُ, فَقَالَ: (إِنَّ الَّذِيْ تَطْلُبُ أَمَامَكَ), قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطِيْباً صَبِيْحَةَ عِشْرِيْنَ مِنْ رَمَضَانَ, فَقَالَ: ((مَنْ كَانَ اعْتَكَفَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلْيَرْجِعْ, فَإِنِّيْ أُرِيْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ, وَإِنِّيْ نُسِّيْتُهَا, وَإِنَّهَا فِيْ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ فِيْ وِتْرٍ, وَإِنِّيْ رَأَيْتُ كَأَنِّيْ أَسْجُدُ فِيْ طِيْنٍ وَمَاءٍ)), وَكَانَ سَقْفُ الْمَسْجِدِ جَرِيْدَ النَّخْلِ, وَمَا نَرَى فِيْ السَّمَاءِ شَيْئاً فَجَاءَتْ قَزَعَةٌ فَأُمْطِرْنَا, فَصَلَّى بِنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى رَأَيْتُ أَثَرَ الطِّيْنِ وَالْمَاءِ عَلَى جَبْهَةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَرْنَبَتِهِ تَصْدِيْقَ رُؤْيَاهُ.

"Rasulullah melakukan i’tikaf pada sepuluh hari pertama di bulan Ramadhan, dan kamipun beri’tikaf bersamanya. Lalu Jibril datang dan berkata: “Sesungguhnya apa yang kamu minta (ada) di depanmu,” lalu Rasulullah berkhutbah pada pagi hari yang ke dua puluh di bulan Ramadhan dan bersabda: “Barangsiapa yang i’tikaf bersama Nabi, pulanglah. Karena sesungguhnya aku telah diperlihatkan Lailatul Qadr, dan aku sudah lupa. Lailatul Qadr akan terjadi pada sepuluh hari terakhir pada (malam) ganjilnya, dan aku sudah bermimpi bahwa aku bersujud di atas tanah dan air”. Saat itu atap masjid (terbuat dari) pelepah daun pohon kurma, dan kami tidak melihat sesuatupun di langit. Lalu tiba-tiba muncul awan, dan kamipun dihujani. Lalu Rasulullah shalat bersama kami, sampai-sampai aku melihat bekas tanah dan air yang melekat di dahi dan ujung hidungnya sebagai pembenaran mimpinya".[10]

Asy Syafi’i berkata: “Hadits ini adalah riwayat paling shahih”.[11]

5. Pada Malam Ke Dua Puluh Tiga Pada Bulan Ramadhan.
Sebagaimana hadits Abdullah bin Unais, beliau berkata:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ((أُرِيْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ ثُمَّ أُنْسِيْتُهَا, وَأَرَانِيْ صُبْحَهَا أَسْجُدُ فِيْ مَاءٍ وَطِيْنٍ)), قَالَ: فَمُطِرْنَا لَيْلَةَ ثَلاَثٍ وَعِشْرِيْنَ, فَصَلَّى بِنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَانْصَرَفَ, وَإِنَّ أَثَرَ الْمَاءِ وَالطِّيْنِ عَلَى جَبْهَتِهِ وَأَنْفِهِ, قَالَ: وَكَانَ عَبْدُ اللهِ بْنُ أُنَيْسٍ يَقُوْلُ: ثَلاَثٍ وَعِشْرِيْنَ.

"Sesungguhnya Rasulullah bersabda: ((Aku telah diperlihatkan Lailatul Qadr kemudian aku dibuat lupa, dan aku bermimpi bahwa aku bersujud di atas tanah dan air)). Maka kami dihujani pada malam yang ke dua puluh tiga, Rasulullah shalat bersama kami, kemudian beliau pergi sedangkan bekas air dan tanah (masih melekat) di dahi dan hidungnya”.

Dan Abdullah bin Unais berkata: Dua puluh tiga [12].

6. Pada Malam Ke Dua Puluh Empat Di Bulan Ramadhan
Sebagaimana hadits Abu Sa’id Al Khudri, berkata:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ((لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ أَرْبَعٍ وَعِشْرِيْنَ)).

"Rasulullah bersabda: ((Lailatul Qadr malam yang ke dua puluh empat))" [13].

Ibnu Katsir berkata: "Sanadnya para perawi tsiqat (kuat)" [14].

Demikian juga lafazh hadits yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanadnya dari Bilal.[15]

Kemudian Ibnu Katsir melanjutkan perkataannya (untuk mengomentari hadits Bilal tersebut): “(Pada sanadnya ada) Ibnu Lahi’ah (dan dia) dha’if, dan (hadits ini) tidak sesuai dengan apa yang telah diriwayatkan oleh Al Bukhari dari Ashbagh, dari Ibnu Wahb, dari ‘Amr bin Al Harits, dari Yazid bin Abi Habib, dari Abu Al Khair, dari Abu Abdillah Ash Shunaabihi berkata: “Bilal -Mu’adzin Rasulullah- telah memberitahu kepadaku bahwa Lailatul Qadr dimulai malam ke tujuh dari sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan). [16]” Maka hadits yang mauquf ini lebih sah, wallahu a’lam.

Demikian halnya telah diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Jabir, Al Hasan, Qatadah, Abdullah bin Wahb (yang semuanya mengatakan) bahwa Lailatul Qadr adalah pada malam yang ke dua puluh empat. [17]

7. Pada Malam Ke Dua Puluh Lima Di Bulan Ramadhan
Sebagaimana hadits Abdullah bin Abbas, beliau berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: اِلْتَمِسُوْهَا فِيْ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ, فِيْ تَاسِعَةٍ تَبْقَى, فِيْ سَابِعَةٍ تَبْقَى, فِيْ خَامِسَةٍ تَبْقَى.

"Nabi bersabda: Carilah Lailatul Qadr di bulan Ramadhan, pada sembilan malam yang tersisa, tujuh malam yang tersisa, lima malam yang tersisa" [18].

8. Pada Malam Ke Dua Puluh Tujuh Pada Bulan Ramadhan.
Sebagaimana hadits yang di keluarkan oleh Imam Muslim dari Ubay bin Ka’b:

عَنْ عَبْدَةَ وَعَاصِمِ بْنِ أَبِيْ النُّجُوْدِ سَمِعَا زِرَّ بْنَ حُبَيْشٍ يَقُوْلُ: سَأَلْتُ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ, فَقُلْتُ: إِنَّ أَخَاكَ ابْنَ مَسْعُوْدٍ يَقُوْلُ: مَنْ يُقِمْ الحَوْلَ يُصِبْ لَيْلَةَ القَدْرِ, فَقَالَ: رَحِمَهُ اللهُ, أَرَادَ أَنْ لاَ يَتَّكِلَ النَّاسُ, أَمَا إِنَّهُ قَدْ عَلِمَ أَنَّهَا فِيْ رَمَضَانَ, وَأَنَّهَا فَيْ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ, وَأَنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ. ثُمَّ حَلَفَ لاَ يَسْتَثْنِيْ أَنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ, فَقُلْتُ: بِأَيِّ شَيْءٍ تَقُوْلُ ذَلِكَ يَا أَبَا الْمُنْذِرِ؟ قَالَ: بِالْعَلاَمَةِ أَوْ بِالآيَةِ الَّتِي أَخْبَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, أَنَّهَا تَطْلُعُ يَوْمَئِذٍ لاَ شُعَاعَ لَهَا.

"Dari Abdah dan Ashim bin Abi An Nujud, mereka mendengar Zirr bin Hubaisy berkata: Aku pernah bertanya Ubai bin Ka’b, maka aku berkata: “Sesungguhnya saudaramu Ibnu Mas’ud berkata, barangsiapa yang mendirikan (shalat malam) selama setahun, pasti akan mendapatkan Lailatul Qadr.” Ubay bin Ka’b berkata: “Semoga Allah merahmatinya, beliau bermaksud agar orang-orang tidak bersandar (pada malam tertentu untuk mendapatkan Lailatul Qadr, Pen), walaupun beliau sudah tahu bahwa malam (Lailatul Qadr) itu di bulan Ramadhan, dan ada pada sepuluh malam terakhir, dan pada malam yang ke dua puluh tujuh”. Kemudian Ubay bin Ka’b bersumpah tanpa istitsna’ [19], dan yakin bahwa malam itu adalah malam yang ke dua puluh tujuh. Aku (Zirr) berkata: “Dengan apa (sehingga) engkau berkata demikian, wahai Abu Al Mundzir? [20]” Beliau berkata: “Dengan tanda yang pernah Rasulullah kabarkan kepada kami, yaitu (matahari) terbit (pada pagi harinya) tanpa sinar (yang terik)”.[21]

Juga hadits Abdullah bin Umar:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رِجَالاً مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرُوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِيْ الْمَنَامِ فِيْ السَّبْعِ الأَوَاخِرِ, فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ((أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِيْ السَّبْعِ الأَوَاخِرِ, فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيَهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِيْ السَّبْعِ الأَوَاخِرِ)).

"Dari Ibnu Umar, bahwa beberapa orang sahabat Nabi diperlihatkan (mimpi) Lailatul Qadr pada tujuh malam terakhir, lalu Rasulullah bersabda: “Aku kira mimpi kalian telah bersesuaian pada tujuh malam terakhir. Maka barangsiapa yang ingin mendapatkannya, carilah pada tujuh malam terakhir" [22].

Demikian pula hadits Mu’awiyah bin Abi Sufyan:

عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ أَبِيْ سُفْيَانَ, عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ قَالَ: ((لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ)).

"Dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan, dari Nabi dalam (masalah) Lailatul Qadr bersabda: “Lailatul Qadr pada malam ke dua puluh tujuh" [23]

Ibnu Katsir berkata: “Dan ini (Lailatul Qadr adalah malam ke dua puluh tujuh) adalah pendapat sebagian ulama salaf, pendapat madzhab Ahmad bin Hanbal, dan riwayat dari Abi Hanifah. Juga telah diriwayatkan dari sebagian Salaf, mereka berusaha mencocokkan malam Lailatul Qadr dengan malam yang ke dua puluh tujuh dengan firman Allah ( هِيَ) . Karena, kata ini adalah kata yang ke dua puluh tujuh dari surat Al Qadr. Wallahu a’lam”. [24]

9. Pada Malam Ke Dua Puluh Sembilan Pada Bulan Ramadhan.
Sebagaimana hadits Abu Hurairah, berkata:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ: إِنَّهَا لَيْلَةُ سَابِعَةٍ أَوْ تَاسِعَةٍ وَعِشْرِيْنَ, إِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تِلْكَ اللَّيْلَةَ فِيْ الأَرْضِ أَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ الْحَصَى.

"Sesungguhnya Rasulullah bersabda tentang Lailatul Qadr: “Sesungguhnya malam itu malam yang ke (dua puluh) tujuh atau ke dua puluh sembilan. Sesungguhnya, malaikat pada malam itu, lebih banyak dari jumlah butiran kerikil (pasir)" [25].

Juga hadits ‘Ubadah bin Shamit:

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ, أَنَّهُ سَأَلَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ, فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ((فِيْ رَمَضَانَ, فَالْتَمِسُوْهَا فِيْ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ, فإِنَّهَا فَيْ وِتْرٍ, فِيْ إِحْدَى وَعِشْرِيْنَ, أَوْ ثَلاَثٍ وَعِشْرِيْنَ, أَوْ خَمْسٍ وَعِشْرِيْنِ, أَوْ سَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ, أَوْ تِسْعٍ وَعِشْرِيْنَ, أَوْ فِيْ آخِرِ لَيْلَةٍ, فَمَنْ قَامَهَا ابْتِغَاءَهَا إِيْمَاناً وَاحْتِسَاباً ثُمَّ وُفِّقَتْ لَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ)).

"Dari Ubadah bin Ash Shamit, beliau bertanya kepada Rasulullah tentang Lailatul Qadr, maka Rasulullah bersabda: “Di bulan Ramadhan. Maka carilah ia pada sepuluh malam terakhir. Karena malam (Lailatul Qadr) itu (terjadi) pada malam-malam ganjil, pada malam ke dua puluh satu, atau dua puluh tiga, atau dua puluh lima, atau dua puluh tujuh, atau dua puluh sembilan, atau pada akhir malam (bulan Ramadhan). Barangsiapa yang menghidupkan malam itu untuk mendapatkannya dengan penuh harapan (pada Allah) kemudian dia mendapatkannya, akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu dan yang akan datang" [26].

10. Pada Malam Terakhir Pada Bulan Ramadhan.
Sebagaimana hadits Ubadah bin Ash Shamit [27] di atas, dan hadits Abu Bakrah:

عَنْ عُيَيْنَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ: حَدَّثَنيِ أبِيْ قَالَ: ذَكَرْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ عِنْدَ أَبِيْ بَكْرَةَ فَقَالَ: مَا أناَ مُلْتَمِسُهَا لِشَيْءٍ سَمِعْتهُ مِنْ رَسُوْلِ الله صَلىَّ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلاَّ فِيْ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ فَإِنِّيْ سَمِعْتُهُ يَقُوْلُ: ((اِلْتَمِسُوْهَا فَيْ تِسْعٍ يَبْقَيْنَ, أَوْ فِيْ سَبْعٍ يَبْقَيْنَ, أَوْ فِيْ خَمْسٍ يَبْقَيْنَ, أَوْ فِيْ ثَلاَثٍ, أَوْ آخِرِ لَيْلَةٍ)), قَالَ: وَكَانَ أَبُوْ بَكْرَةَ يُصَلِّيْ فِيْ الْعِشْرِيْنَ مِنْ رَمَضَانَ كَصَلاَتِهِ فِيْ سَائِرِ السَّنَةِ, فَإذا دَخَلَ الْعَشْرَ اِجْتَهَدَ.

"Dari Uyainah bin Abdurrahman, ia berkata: “Ayahku telah mengkhabarkan kepadaku, (ia) berkata, aku menyebutkan tentang Lailatul Qadr kepada Abu Bakrah, maka beliau berkata, tidaklah aku mencari malam Lailatul Qadr dengan suatu apapun yang aku dengarkan dari Rasulullah, melainkan pada sepuluh malam terakhir; karena sesungguhnya aku mendengarkan beliau berkata: ‘Carilah malam itu pada sembilan malam yang tersisa (di bulan Ramadhan), atau tujuh malam yang tersisa, atau lima malam yang tersisa, atau tiga malam yang tersisa, atau pada malam terakhir’,” berkata Abdurrahman: “Dan Abu Bakrah shalat pada dua puluh hari pertama di bulan Ramadhan seperti shalat-shalat beliau pada waktu-waktu lain dalam setahun, tapi apabila masuk pada sepuluh malam terakhir, beliau bersungguh-sungguh" [28].

Hadits yang serupa telah diriwayatkan dari Mu’awiyah [29].

Inilah waktu-waktu yang diterangkan di berbagai kitab-kitab tafsir maupun hadits. Jika kita perhatikan, banyak hadits-hadits shahih yang menerangkan, bahwa kemungkinan terbesar terjadinya Lailatul Qadr ialah malam-malam ganjil pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, terutama pada malam ke dua puluh satu dan dua puluh tujuh.

Muhammad Amin Asy Syinqithi berkata: "Tidak pernah ada ketentuan (pembatasan) yang memastikan waktu terjadinya malam itu (Lailatul Qadr) pada bulan Ramadhan. Para ulama telah banyak membawakan pendapat (perkataan) dan nash-nash. Di antara perkataan (para ulama) tersebut ada yang sangat umum. (Bahwa Lailatul Qadr) mungkin terjadi pada setahun penuh, akan tetapi ini tidak mengandung hal yang baru. Perkataan ini dinisbatkan kepada Ibnu Mas’ud, tetapi (sebetulnya) maksudnya ialah (agar manusia) bersungguh-sungguh (dalam mencarinya). Ada yang mengatakan bahwa malam itu (mungkin) terjadi pada bulan Ramadhan seluruhnya. (Mereka) berdalil dengan keumuman nash-nash Al Qur`an. Ada pula yang berkata, Lailatul Qadr mungkin terjadi pada sepuluh malam terakhir. Pendapat ini lebih khusus dari sebelumnya. Dan ada yang berpendapat, malam itu terjadi pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir tersebut. Maka dari sini, ada yang berpendapat pada malam ke dua puluh satu, ke dua puluh tiga, ke dua puluh lima, ke dua puluh tujuh, ke dua puluh sembilan, dan malam terakhir, sesuai dengan masing-masing nash yang menunjukkan terjadinya Lailatul Qadr pada malam-malam ganjil tersebut. Akan tetapi, yang paling mashur dan shahih (dari nash-nash tersebut) adalah pada malam ke dua puluh tujuh dan dua puluh satu… (Dengan demikian), apabila seluruh nash yang menerangkan Lailatul Qadr pada malam-malam ganjil tersebut semuanya shahih, maka besar kemungkinan Lailatul Qadr terjadi pada malam-malam ganjil tersebut. Dan bukan berarti malam Lailatul Qadr tersebut tidak berpindah-pindah, akan tetapi (ada kemungkinan), dalam tahun ini terjadi pada malam ke dua puluh satu, dan pada tahun berikutnya pada malam ke dua puluh lima atau dua puluh tujuh, dan pada tahun yang lainnya lagi terjadi pada malam ke dua puluh tiga atau dua puluh sembilan, dan begitulah seterusnya. Wallahu a’lam"[30]

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 07-08/Tahun IX/1426/2005M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-7574821]
_______
Footnote
[1]. Dan hal ini ada hikmahnya, sesuai dengan hadits yang telah berlalu dalam Shahih Al Bukhari (2/711 no.1919 & 5/2248 no.5705) dari Ubadah bin Shamit: (وَعَسَى أَنْ يَكُوْنَ خَيْراً لَكُمْ), “dan mudah-mudahan hal itu lebih baik untuk kalian”, sehingga Ibnu Katsir berkata: “Maksudnya adalah ketidaktahuan kalian terhadap kapan terjadinya Lailatul Qadr itu lebih baik bagi kalian, karena hal itu membuat orang-orang yang betul-betul ingin mendapatkannya akan berusaha dengan sungguh-sungguh beribadah di setiap kemungkinan waktu terjadinya Lailatul Qadr tersebut, maka dia akan lebih banyak melakukan ibadah-ibadah. Lain halnya jika waktu Lailatul Qadr sudah diketahui, kesungguhan pun akan berkurang dan dia akan beribadah pada waktu malam itu saja”. (Lihat Tafsir Al Qur’an Al Azhim (8/451).
[2]. Al Hafizh Ibnu Hajar di kitabnya Fathul Bari (4/262-266) membawakan lebih dari empat puluh lima pendapat ulama yang berkaitan dengan keterangan kemungkinan waktu-waktu terjadinya Lailatul Qadr.
[3]. Tafsir Al Quran Al Azhim (8/447). Dan kami tidak mendapatkan atsar yang menerangkan hal ini, kecuali apa yang telah dinukilkan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar di kitabnya Fathul Bari (4/263) dari Ibnu Abi Ashim dari Anas berkata: “Lailatul Qadr adalah malam pertama di bulan Ramadhan”.
[4]. Di dalam tafsirnya (8/447).
[5]. Hadits marfu’ adalah hadits yang disandarkan kepada Nabi, baik berupa perkataan,perbuatan, pernyataan, ataupun sifat beliau.
[6]. Hadits mauquf adalah hadits yang disandarkan kepada seorang sahabat Nabi, baik berupa perkataan,perbuatan, atau pernyataan.
[7]. Sunan Abu Dawud (2/53 no.1384). Dan Syaikh Al Albani mendha’ifkan hadits ini. (Lihat Dha’if Sunan Abi Dawud).
[8]. Al Anfaal:41.
[9]. Lihat Tafsir Al Quran Al Azhim (8/447) dan Fathul Bari (4/263).
[10]. HR Al Bukhari (1/280 no.780, 2/709 & 710 no.1912 & 1914, 2/716 no.1931) dan Muslim (2/826 no. 1167), dan lain-lainnya.
[11]. Lihat Tafsir Al Quran Al Azhim (8/447).
[12]. Muslim (2/826 no. 1167), dan Al Muwatha’ (1/320)
[13]. Musnad Ath Thayalisi (1/288).
[14]. Lihat Tafsir Al Quran Al Azhim (8/447).
[15]. Musnad Imam Ahmad (6/12), dan Syaikh Al Albani mendha’ifkan hadits ini (Lihat Dha’if Al Jami’ no.4957).
[16]. HR Al Bukhari (4/1621)
[17]. Lihat Tafsir Al Quran Al Azhim (8/448), dan lihat juga tafsir beliau pada surat Al Baqarah ayat 185 (Tafsir Al Quran Al Azhim (1/505).
[18]. HR Al Bukhari (2/711 no.1917), Abu Dawud (2/52 no.1381), Ahmad (1/231 no.2052, 1/279 no.2520, 1/360 no.3401, 1/365 no.3456), dan lain-lainnya.
[19]. Bersumpah tanpa istitsnaa’ adalah bersumpah dengan tidak menyebutkan kata “Insya Allah” setelahnya.
[20]. Kunyahnya Ubay bin Ka’b. (Lihat Taqrib At Tahdzib hal:120).
[21]. HR Muslim (2/828 no.762), Abu Dawud (2/51 no.1378), At Tirmidzi (3/160 no.793 dan 5/445 no.3351), Ahmad (5/130 no.21231).
[22]. HR Muslim (2/822 no.1165), Ahmad (2/8 no.4547, 2/27 no.4808, 2/157 no.6474) dan dishahihkan Al Albani (Shahih Al Jami’ no.2920).
[23]. HR Abu Dawud (2/53 no.1386). Dan Hadits ini dishahihkan Al Albani (Lihat Shahih Sunan Abi Dawud dan Shahih Al-Jami no.1240).
[24]. Tafsir Al Quran Al Azhim (8/448), dikatakan pula bahwa kata ( لَيْلَةُ الْقَدْرِ ) ada sembilan huruf, dan kata ini terdapat dalam surat Al Qadr sebanyak tiga kali pengulangan, maka jumlah keseluruhan hurufnya ada dua puluh tujuh, maka itulah malam Lailatul Qadr. (Lihat Adhwa’ Al Bayan 9/37).
[25]. Musnad Ahmad (2/519 no.10745 dan 2/529 no.10860), Shahih Ibnu Khuzaimah (3/332 no.2194), Musnad Ath Thayalisi (1/332 no.2545). Dan Al Albani menghasankan hadits ini. (Lihat Shahih Al Jami’ no.5473, dan Silsilah Ash Shahihah 5/240).
[26]. HR Ahmad (5/318, 321, 324 no.22675, 22793, 22815 dan 22817).
[27]. Ibid.
[28]. HR At Tirmidzi (3/160 no.794), An Nasa’i di As-Sunan Al Kubra (2/273 no.3403, 3404), Ahmad (5/36 no.20392, 5/39 no.20420), Ibnu Hibban di Shahihnya (8/442 no.3686), Al Hakim di Al Mustadraknya(1/604 no.1594), dan lain-lainnya. Dan hadits ini dishahihkan Al Albani. (Lihat Shahih Sunan At Tirmidzi, Shahih Al Jami’ no.1243).
[29]. Shahih Ibnu Khuzaimah (3/330 no.2189). Dan hadits ini dishahihkan Al Albani. (Lihat Shahih Al Jami’ no.1238).
[30].Adhwa’ Al Bayan (9/35-36). Syaikh Al Utsaimin pernah ditanya: ”Apakah malam lailatul qadar tertentu pada satu malam ataukah berpindah-pindah (berubah-ubah pada setiap tahunnya) dari satu malam ke malam yang lainnya?”, beliaupun menjawab dengan jawaban yang serupa dengan perkatan Syaikh Asy Syinqithi dalam tafsirnya tersebut, yaitu berpindah-pindah/berubah-ubah pada setiap tahunnya. Wallahu a’lam. (Lihat Majmu’ Fatawa Lajnah Da’imah: 14/228-229).
Ibnu Katsir juga membawakan pendapat ulama dalam masalah ini secara panjang lebar. (Lihat Tafsir Al Quran Al Azhim: 8/450).


*)sumber: http://qurandigital.com/artikel/1-islami/87-tafsir-surat-al-qadr--kapankah-lailatul-qadr


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Penjelasan Hadits tentang I'TIKAF Part Time

Senin, 22 Agustus 2011

عَنْ أَبِى سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِالرَّحْمَنِ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ قُلْتُ هَلْ سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ قَالَ نَعَمِ اعْتَكَفْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعَشْرَ الأَوْسَطَ مِنْ رَمَضَانَ قَالَ فَخَرَجْنَا صَبِيحَةَ عِشْرِينَ قَالَ فَخَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَبِيحَةَ عِشْرِينَ فَقَالَ إِنِّي أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَإِنِّي نُسِّيتُهَا فَالْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ فِي وِتْرٍ فَإِنِّي رَأَيْتُ أَنِّي أَسْجُدُ فِي مَاءٍ وَطِينٍ وَمَنْ كَانَ اعْتَكَفَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلْيَرْجِعْ فَرَجَعَ النَّاسُ إِلَى الْمَسْجِدِ وَمَا نَرَى فِي السَّمَاءِ قَزَعَةً قَالَ فَجَاءَتْ سَحَابَةٌ فَمَطَرَتْ وَأُقِيمَتِ الصَّلاَةُ فَسَجَدَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الطِّينِ وَالْمَاءِ حَتَّى رَأَيْتُ أَثَرَ الطِّينِ فِي أَرْنَبَتِهِ وَجَبْهَتِهِ

Dari Abu salamah bin Abdurahman, ia berkata; “Aku bertanya kepada Abu Sa’id al Khudry, ‘apakah anda mendengar Rasulullah menerangkan tentang lailatul qadar?’. Ia berkata, ‘Ya!, kami beri’tikaf bersama Nabi saw. pada sepuluh hari pertengahan di bulan Ramadhan. Kemudian kami keluar pada pagi hari ke dua puluh [Ramadhan]. Rasulullah menyampaikan khuthbah kepada kami pada pagi hari ke duapuluh itu. Beliau bersabda, ‘sungguh telah diperlihatkan kepadaku lailatul qadar tetapi kemudian aku dilupakan kepadanya. Maka carilah oleh kalian pada sepuluh hari terakhir pada hari yang ganjil. Karena sesungguhnya aku melihat diriku [pada malam qadar itu] sujud di atas air dan tanah. Barangsiapa yang beri’tikaf bersama Rasulullah maka kembalilah’. Maka orang-orang kembali lagi ke mesjid. Kami tidak melihat di langi ada gumpalan awan. Tetapi tiba-tiba datang awan berarak lalu turun hujan. Kemudian diiqamatkan untuk shalat. Maka Rasulullah sujud [dalam shalatnya itu] di atas tanah dan air sehingga aku melihat bekas tanah dan air di ujung hidung dan dahi Rasulullah”. (Hadits Mutafaq Alaih)

Penjelasan Hadits

  1. Dalam riwayat Imam Ahmad dikatakan bahwa Malaikat Jibril datang memberitahukan kepada Nabi bahwa yang beliau cari, yaitu lailatulqadar berada dihadapan beliau. Maka pada pagi hari tanggal dua puluh Ramadhan para sahabat keluar dan pulang dari i’tikaf. Kemudian Nabi menyuruh mereka kembali lagi ke mesjid untuk melanjutkan i’tikaf pada sepuluh terakhir Ramadhan setelah diberi tahu oleh Jibril bahwa lailatul qadar berada di hadapan beliau. Beliau dan para sahabatnya mendapatkan lailatul qadar dengan menyaksikan tanda-tanda yang diperlihatkan kepada beliau dalam mimpi. Di antara alamatnya bahwa malam tersebut terjadi hujan dan Nabi shalat kemudian sujud sementara tanah mesjid basah dengan rembesan air hujan sehingga pasir basah menempel pada dahi dan ujung hidung beliau.
  2. Hadits di atas dan hadits-hadits yang lain menunjukkan bahwa salah satu tujuan utama dari i’tikaf adalah mendapatkan Malam Qadar dalam keadaan yang paling utama, yaitu keadaan mengkhususkan diri beribadah kepada Allah dengan beri’tikaf di Mesjid. Jika seseorang tidak dapat beri’tikaf secara penuh selama sepuluh hari Ramadhan siang dan malam di mesjid, maka dianjurkan ia memilih malam-malam tertentu dari malam ganjil untuk mengkhususkan diri beribadah kepada Allah pada malam tersebut. Bahkan kalau ia mampu ia melakukannya semalam suntuk, sebagaimana diriwayatkan dalam kitab Sunan Abu Dawud (Kitabushalat nomor hadits 1172) dan Muwatha Imam Malik (Kitabul I’tikaf nomor hadits 614) dari Abdullah bin Unais dengan sanad yang sahih;

عَنِ ابْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أُنَيْسٍ الْجُهَنِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي بَادِيَةً أَكُونُ فِيهَا وَأَنَا أُصَلِّي فِيهَا بِحَمْدِ اللَّهِ فَمُرْنِي بِلَيْلَةٍ أَنْزِلُهَا إِلَى هَذَا الْمَسْجِدِ فَقَالَ انْزِلْ لَيْلَةَ ثَلاَثٍ وَعِشْرِينَ فَقُلْتُ ِلإِ بْنِهِ كَيْفَ كَانَ أَبُوكَ يَصْنَعُ قَالَ كَانَ يَدْخُلُ الْمَسْجِدَ إِذَا صَلَّى الْعَصْرَ فَلاَ يَخْرُجُ مِنْهُ لِحَاجَةٍ حَتَّى يُصَلِّيَ الصُّبْحَ فَإِذَا صَلَّى الصُّبْحَ وَجَدَ دَابَّتَهُ عَلَى بَابِ الْمَسْجِدِ فَجَلَسَ عَلَيْهَا فَلَحِقَ بِبَادِيَتِهِ

Dari Abdullah bin Unais al Juhany dari ayahnya ia berkata, “Wahai rasulullah, aku tinggal di gurun pasir, meskipun demikian alhamdulillah saya tetap melaksanakan shalat padanya, maka perintahkanlah kepadaku satu malam yang aku singgah pada malam tersebut ke mesjid ini”. Maka Nabi bersabda, “Singgahlah kamu pada malam ke dua puluh tiga!”. Ditanyakan kepada putranya (yaitu Abdullah bin Unais), “Bagaimana caranya ayahmu melakukan itu?”. Ia menjawab, “Beliau masuk mesjid ketika shalat ashar kemudian beliau tidak keluar dari padanya untuk suatu keperluan sampai shalat subuh. Jika telah selesai shalat shubuh beliau mendapati hewan tunggangannya di pintu mesjid beliau duduk di atas hewan tunggangannya sampai kembali ke gurun pasir”.

Hadits di atas dengan jelas menunjukkan bahwa bagi orang yang tidak sempat beri’tikaf sepuluh hari penuh di akhir Ramadhan ia tetap mempunyai kesempatan untuk meraih lailatul qadar dengan ber’itikaf khusus pada malam ganjil saja yang diduga kuat bahwa malam tersebut adalah malam qadar. Inilah yang dilakukan oleh sahabat Nabi yang mulia, Unais Al Juhany atas perintah Nabi SAW.


*)sumber: http://persis.or.id/?mod=content&cmd=news&berita_id=1261


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Test

Jumat, 19 Agustus 2011

Product NameDevice CarrierCountryDownloader's
PKS PIYUNGAN9300Movistar(AR)Argentina2
PKS PIYUNGAN9300Vivo(BR)Brazil1
PKS PIYUNGAN9550TELUS (CA)Canada4
PKS PIYUNGAN9320AMX - Colombia (Comcel)Colombia5
PKS PIYUNGAN8520Celtel Congo(CD)Congo (DRC)1
PKS PIYUNGAN9810AMX - Dominican RepublicDominican Republic5
PKS PIYUNGAN9320Etisalat Egypt(EG)Egypt12
PKS PIYUNGAN9360Millicom / Local partners(GT)Guatemala1
PKS PIYUNGAN9220Vodafone IndiaIndia6
PKS PIYUNGAN9320TELKOMSEL (ID)Indonesia505
PKS PIYUNGAN9900Jordan Mobile Telephone Services(JO)Jordan2
PKS PIYUNGAN8520Kuwait Telecommunication Company(KW)Kuwait3
PKS PIYUNGAN9780MIC 2(LB)Lebanon2
PKS PIYUNGAN9860Maxis(MY)Malaysia5
PKS PIYUNGAN8520AMX - Telcel (MX)Mexico5
PKS PIYUNGAN9800EMS (Maroc Telecom)Morocco4
PKS PIYUNGAN9300Telecom(NZ)New Zealand1
PKS PIYUNGAN9800MTN Nigeria Communications Limited(NG)Nigeria5
PKS PIYUNGAN9810Omani Qatari SAOCOman2
PKS PIYUNGAN9780Telenor Pakistan(PK)Pakistan1
PKS PIYUNGAN9360Vox ParaguayParaguay1
PKS PIYUNGAN8350iNII Holdings(PE)Peru1
PKS PIYUNGANPlayBook Philippines2
PKS PIYUNGANPlayBookRIMPuerto Rico1
PKS PIYUNGAN9790Q-Tel (QA)Qatar7
PKS PIYUNGAN9860Saudi Telecom Company (SA)Saudi Arabia9
PKS PIYUNGAN9380Mobitel D.D.(SI)Slovenia1
PKS PIYUNGAN8520MTN Group(ZA)South Africa6
PKS PIYUNGAN8520Orange(ES)Spain1
PKS PIYUNGAN8520Digicel SurinameSuriname1
PKS PIYUNGAN9220Total Access Communication(TH)Thailand9
PKS PIYUNGAN9900Turkcell Iletisim Hizmetleri A.S.(TR)Turkey1
PKS PIYUNGAN9360Kyivstar GSM JSC(UA)Ukraine1
PKS PIYUNGAN9300Emirates Telecom Corp(AE)UAE1
PKS PIYUNGAN9930Verizon Wireless (USA)United States18
PKS PIYUNGAN9790Telefónica Móviles Venezuela(VE)Venezuela7
    639

Hirup Udara Bebas, Misbahkun Janji Tetap Bongkar Centurygate

[RakyatMerdeka] Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mukhamad Misbahkun menyambut suka cita pembebasan dirinya dari jeruji sel.

Misbakhun divonis hukuman dua tahun penjara atas kasus pemalsuan dokumen letter of credit (L/C) Bank Century. Dia dipenjara sejak 26 April 2010. Terhitung mulai hari ini, anggota Komisi VI DPR tersebut akhirnya dapat menghirup udara setelah mendapatkan pembebasan bersyarat.

"Saya bersyukur kepada Allah SWT yang telah menganugerahkan kesabaran, ketabahan dan keikhlasan serta memberikan nikmat sehat selama saya di penjara sehingga pada tanggal 18 Agustus 2011 ini telah memperoleh pembebasan bersyarat karena telah menjalani 2/3 dari masa hukuman yang seharusnya dijalani," tutur Misbahkun lewat rilis yang diterima redaksi, beberapa saat lalu.

Dia juga tak lupa mengucapkan terima kasih terhadap semua pihak yang mendukungnya menjalani proses hukum hingga dimasukkan ke dalam penjara.

"Pada hari kebebasan dari penjara ini, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Partai Keadilan Sejahtera, keluarga, para sahabat, anggota DPR RI, jaringan konstituen, LSM, para aktivis, rekan-rekan wartawan, dan simpatisan yang telah memberikan dukungan yang luar biasa besarnya kepada saya selama menjalani proses hukum hingga dimasukkan ke dalam penjara oleh rezim pemerintahan presiden SBY," paparnya.

Menurut dia, dukungan yang besar tersebut semakin membuka dan membangkitkan sebuah kesadaran bahwa vonis penjara yang diterimanya selama ini tidak pernah bisa lepas dari sebuah langkah perjuangan konstitusional yang dia lakukan sebagai anggota DPR RI. Terutama berkaitan posisinya selaku inisator Tim 9 untuk membongkar skandal besar bailout Bank Century yang dilakukan oleh pemerintah Presiden SBY. Dia tetap yakin keputusan hukum yang diarahkan kepadanya adalah tuduhan absurd dan dibuat-buat dengan penuh rekayasa.

"Memenjarakan saya adalah kezaliman sebuah rezim. Karenanya, selepas dari penjara ini, saya akan selalu berjuang untuk menuntaskan Kasus Bailout Bank Century," ujarnya.
[sumber: Rakyat Merdeka online]

**Fakta persidangan: Misbakhun bukan koruptor tapi dituduh memalsukan akta. Dikenakan pidana dengan UU Perbankan. Padahal UU perbankan untuk pegawai bank. Misbakhun korban penzaliman rezim ini, karena beliau inisiator kasus century. [ed]


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Hukum dan Adab I'tikaf

Kamis, 18 Agustus 2011




Oleh: Abdullah Haidir, Lc*
Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) DPW PKS Arab Saudi



Definisi:

I'tikaf (الاعتكاف) dari segi bahasa berasal dari kata (العكوف). Artinya; Menetap dan berada di sekitarnya pada masa yang lama. Seperti firman Allah dalam surat Al-Anbiya: 52 dan surat Asy-Syu'ara: 71.

Sedangkan dari segi istilah, yang dimaksud i'tikaf adalah menetap di masjid dalam waktu tertentu dengan niat beribadah.

Landasan Hukum:

Syariat I'tikaf dinyatakan dalam Alquran, hadits dan perbuatan Rasulullah saw serta para sahabat.

- Dalam surat Albaqarah ayat 125 Allah Ta'ala berfirman,

أَن طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ (سورة البقرة: 135

"…Bersihkan rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang I'tikaf, yang ruku' dan yang sujud." (QS. Albaqarah: 125)

Aisyah radhiallahu anha berkata,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ (متفق عليه

"Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam melakukan I'tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan hingga beliau wafat. Kemudian para isterinya melakukan I'tikaf sesudahnya." (Muttafaq alaih).

Para ulama sepakat bahwa I'tikaf adalah perbuatan sunah baik bagi laki-laki maupun wanita. Kecuali jika seseorang bernazar untuk I'tikaf, maka dia wajib menunaikan nazarnya.

Lama i'tikaf dan Waktunya

Pendapat yang kuat bahwa lama I'tikaf minimal sehari atau semalam, berdasarkan riwayat dari Umar bin Khattab, bahwa beliau menyampaikan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bahwa dirinya di masa jahiliah pernah bernazar untuk I'tikaf di Masjidilharam selama satu malam, maka Rasulullah saw bersabda, 'Tunaikan nazarmu." (HR. Abu Daud dan Tirmizi)

Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa I'tikaf dapat dilakukan walau beberapa saat saja diam di masjid. Namun, selain bahwa hal ini tidak ada landasan dalilnya, juga tidak sesuai dengan makna I'tikaf yang menunjukkan berdiam di suatu tempat dalam waktu yang lama. Bahkan Imam Nawawi yang mazhabnya (Syafii) berpendapat bahwa I'tikaf boleh dilakukan walau sesaat tetap menganjurkan agar I'tikaf dilakukan tidak kurang dari sehari, karena tidak ada riwayat dari Rasulullah saw dan para shahabat bahwa mereka melakukan I'tikaf kurang dari sehari.

Sedangkan lama maksimal I'tikaf tidak ada batasnya dengan syarat seseorang tidk melalaikan kewajiban-kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya atau melalaikan hak-hak orang lain yang menjadi kewajibannya. Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw di tahun wafatnya pernah melakukan I'tikaf selama dua puluh hari (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)

Adapun waktu I'tikaf, berdasarkan jumhur ulama, sunah dilakukan kapan saja, baik di bulan Ramadan maupun di luar bulan Ramadan. Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw pernah melakukan I'tikaf di bulan Syawal (Muttafaq alaih). Beliau juga diriwayatkan pernah I'tikaf di awal, di pertengahan dan akhir Ramadan (HR. Muslim). Namun waktu I'tikaf yang paling utama dan selalu Rasulullah saw lakukan hingga akhir hayatnya adalah pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan.

Masjid Tempat I'tikaf

Masjid yang disyaratkan sebagai tempat i'tikaf adalah masjid yang biasa dipakai untuk shalat berjamaah lima waktu. Lebih utama lagi jika masjid tersebut juga digunakan untuk shalat Jum'at. Lebih utama lagi jika dilakukan di tiga masjid utama; Masjidilharam, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha.

Terdapat atsar dari Ali bin Thalib dan Ibnu Abbas yang menyatakan bahwa I'tikaf tidak sah kecuali di masjid yang dilaksanakan di dalamnya shalat berjamaah (Mushannaf Abdurrazzaq, no. 8009). Disamping, jika I'tikaf dilakukan di masjid yang tidak ada jamaah shalat fardhu, peserta i'tikaf akan dihadapkan dua perkara negatif; Dia tidak dapat shalat berjamaah, atau akan sering keluar tempat I'tikafnya untuk shalat berjamaah di masjid lain.

Yang dimaksud masjid sebagai tempat I'tikaf adalah tempat yang dikhususkan untuk shalat dan semua area yang bersambung dengan masjid serta dibatasi pagar masjid, termasuk halaman, ruang menyimpan barang, atau kantor di dalam masjid.

Lebih baik lagi jika masjidnya memiliki fasilitas yang dibutuhkan peserta I'tikaf, seperti tempat MCK yang cukup, atau ruangan yang luas tempat tidur dan menyimpan barang bawaan.

Kapan mulai I'tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan dan kapan berakhir?

Jumhur ulama berpendapat bahwa I'tikaf dimulai sejak sebelum terbenam matahari malam 21 Ramadan. Berdasarkan kenyataan bahwa malam 21 adalah bagian dari sepuluh malam terakhir Ramadan, bahkan termasuk malam ganjil yang diharapkan turun Lailatul Qadar. Ada juga yang berpendapat bahwa awal I'tikaf dimulai sejak shalat Fajar tanggal 21 Ramadan. Berdasarkan hadits Aisyah ra bahwa Rasulullah saw jika hendak I'tikaf, beliau shalat Fajar, setelah itu beliau masuk ke tempat I'tikafnya (HR. Muslim).

Adapun waktu berakhirnya, sebagian ulama berpendapat bahwa I'tikaf berakhir ketika dia akan keluar untuk melakukan shalat Id, namun tidak terlarang jika dia ingin keluar sebelum waktu itu. Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa waktu I'tikaf berakhir sejak matahari terbenam di hari terakhir Ramadan.

I'tikaf Bagi Wanita

Wanita dibolehkan melakukan I'tikaf berdasarkan keumuman ayat. Juga berdasarkan hadits yang telah disebutkan bahwa isteri-isteri Rasulullah saw melakukan I'tikaf. Terdapat juga riwayat bahwa Rasulullah saw mengizinkan Aisyah dan Hafshah untuk melakukan I'tikaf (HR. Bukhari)

Namun para ulama umumnya memberikan syarat bagi wanita yang hendak melakukan I'tikaf, yaitu mereka harus mendapatkan izin dari walinya atau suaminya bagi yang sudah menikah, tidak menimbulkan fitnah, ada tempat khusus bagi wanita di masjid dan tidak sedang dalam haidh dan nifas.

Keluar dari Masjid saat I'tikaf

Secara umum, orang yang sedang I'tikaf tidak boleh keluar dari masjid. Kecuali jika ada kebutuhan pribadi mendesak yang membuatnya harus keluar dari masjid.

Aisyah radhillahu anha berkata,

وَإِنْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيُدْخِلُ عَلَيَّ رَأْسَهُ وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ فَأُرَجِّلُهُ وَكَانَ لَا يَدْخُلُ الْبَيْتَ إِلَّا لِحَاجَةٍ إِذَا كَانَ مُعْتَكِفًا (متفق عليه)

"Adalah Rasulullah saw menyorongkan kepalanya kepadaku sedangkan dia berada di dalam masjid, lalu aku menyisir kepalanya. Beliau tidak masuk rumah kecuali jika ada kebutuhan jika sedang I'tikaf." (Muttafaq alaih)

Perkara-perkara yang dianggap kebutuhan mendesak sehingga seorang yang I'tikaf boleh keluar masjid adalah; buang hajat, bersuci, makan, minum, shalat Jumat dan perkara lainnya yang mendesak, jika semua itu tidak dapat dilakukan atau tidak tersedia sarananya dalam area masjid.

Keluar dari masjid karena melakukan hal-hal tersebut tidak membatalkan I'tikaf. Dia dapat pulang ke rumahnya untuk melakukan hal-hal tersebut, lalu lekas kembali jika telah selesai dan kemudian meneruskan kembali I'tikafnya. Termasuk dalam hal ini adalah wanita yang mengalami haid atau nifas di tengah i'tikaf.

Akan tetapi jika seseorang keluar dari area masjid tanpa kebutuhan mendesak, seperti berjual beli, bekerja, berkunjung, dll. Maka I'tikafnya batal. Jika dia ingin kembali, maka niat I'tikaf lagi dari awal.

Bahkan, orang yang sedang i'tikaf disunahkan tidak keluar masjid untuk menjenguk orang sakit, menyaksikan jenazah dan mencumbu isterinya, sebagaimana perkataan Aisyah dalam hal ini (HR. Abu Daud).

Pembatal I'tikaf

Berdasarkan ayat yang telah disebutkan, bahwa yang jelas-jelas dilarang saat I'tikaf adalah berjimak. Maka para ulama sepakat bahwa berjimak membatalkan I'tikaf. Adapun bercumbu, sebagian ulama mengatakan bahwa hal tersebut membatalkan jika diiringi syahwat dan keluar mani. Adapun jika tidak diiringi syahwat dan tidak mengeluarkan mani, tidak membatalkan.

Termasuk yang dianggap membatalkan adalah keluar dari masjid tanpa keperluan pribadi yang mendesak. Begitu pula dianggap membatalkan jika seseorang niat dengan azam kuat untuk keluar dari I'tikaf, walaupun dia masih berdiam di masjid.

Seseorang dibolehkan membatalkan I'tikafnya dan tidak ada konsekwensi apa-apa baginya. Namun jika tidak ada alasan mendesak, hal tersebut dimakruhkan, karena ibadah yang sudah dimulai hendaknya diselesaikan kecuali ada alasan yang kuat untuk menghentikannya.

Yang dianjurkan, dibolehkan dan dilarang

Dianjurkan untuk fokus dan konsentrasi dalam ibadah, khususnya shalat fardhu, dan memperbanyak ibadah sunah, seperti tilawatul quran , berdoa, berzikir, muhasabah, talabul ilmi, membaca bacaan bermanfaat, dll. Namun tetap dibolehkan berbicara atau ngobrol seperlunya asal tidak menjadi bagian utama kegiatan i'tikaf, sebagaimana diriwayatkan bahwa Rasulullah saw dikunjungi Safhiah binti Huyay, isterinya, saat beliau I'tikaf dan berbicara dengannya beberapa saat. Dibolehkan pula membersihkan diri dan merapikan penampilan sebagaimana Rasulullah saw disisirkan Aisyah ra, saat beliau I'tikaf.

Dilarang saat I'tikaf menyibukkan diri dalam urusan dunia, apalagi melakukan perbuatan yang haram seperti ghibah, namimah atau memandang pandangan yang haram baik secara langsung atau melalui perangkat hp dan semacamnya.

Hindari perkara-perkara yang berlebihan walau dibolehkan, seperti makan, minum, tidur, ngobrol, dll.

Wallahua'lam bishshaawab


Maraji;

- Al-Majmu' Syarah Al-Muhazzab, Imam Nawawi rahimahullah.
- Al-Mughni, Ibnu Qudamah rahimahullah.
- Hiwar fil I'tikaf Ma'a Samahatissyekh Al-Allamah Abdullah bin Jibrin, rahimahullah.
- Fiqhul I'tikaf, Dr. Khalid bin Ali Al-Musyaiqih.



*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

KulTwit @fahrihamzah : KPK vs NAZAR

Selasa, 16 Agustus 2011



Fahri Hamzah
Wakil Sekjen DPP PKS
Wakil Ketua Komisi III DPR RI

  1. Tadi keluarga #Nazaruddin dan #Lawyer -nya OCK datang ke #DPR-RI minta nazar dilindungi di #KPK.
  2. Menurut #OCK sebagai #Lawyer dan Nasir sebagai keluarga, "mereka sdh tdk bisa berbuat apa2..." Kok bisa?
  3. Pertanyaannya, "apa yg terjadi dengan #Nazaruddin? Kok #Lawyer dan keluarga minta tolong?"
  4. Memang banyak misteri, terutama setelah #Nazaruddin ditangkap. Ini semua harus diungkap.
  5. Pertanyaan terpenting kepada aparat hukum ini adalah, "kenapa masalah ini diliputi misteri?" Terlalu banyak topeng.
  6. Kemana-mana #KPK dan penegak hukum kampanyekan transparansi tetapi kasus #Nazaruddin mereka tutupi.
  7. Mereka selalu ingin dianggap sakral dan berwibawa tapi dengan cara menjaga ketertutupannya.
  8. Mereka takut kelihatan bodoh-nya makanya menutup diri dari pengamatan publik.
  9. Karena bodoh, takut berbicara secara terbuka kepada #Lawyer lalu menakut-takuti saksi/tersangka.
  10. Para #Lawyer mengeluh karena kalau mereka makin pintar mendebat penyidik, maka klien jadi korban.
  11. Akar dari semua ini adalah kegagalan memahami konsepsi negara demokrasi dalam amandemen ke-4.
  12. Kalau para penyidik membaca UUD45 maka tindakannya yg tidak manusiawi ini adalah pelanggaran serius.
  13. Apalagi ini adalah #Nazaruddin yang "istimewa" bagi penegak hukum
  14. Dan #Nazaruddin memang tersangka, tapi jangan lupa bahwa dia adalah saksi atas banyak kasus lain.
  15. Karena dia memiliki posisi saksi itulah dia harus dilindungi #LPSK.
  16. Falsafah perlindungan itu bukan sekedar soal "bersaksi tanpa tekanan" tetapi lebih dr itu adalah perlindungan HAM
  17. Sejak awal #KPK mementingkan tujuan (pemberantasan korupsi) daripada cara (menghormati HAM)
  18. Padalah kalau sekedar mau efektifkan negara meski langgar HAM ya kembali aja ke UUD45 sebelum amandemen.
  19. #KPK sedang menikmati kampanyenya yg berlebihan dan sekarang sdh tdk bisa balik. Harus tetap PD dong
  20. Kasus #Nazaruddin harus jadi momentum mengembalikan #KPK ke jalan yg benar.
  21. Permintaan kita hanya satu: Transparansi!
  22. Sedih juga, ada lembaga namanya MTI/Masyarakat Transparansi Internasional. Tapi soal #KPK dukung terus meski tdk transparan.
  23. Kelompok kepentingan sedang tersingkap. #KPK juga nampak sdh seperti kuda troya. Mari kita tonton. Siapa asli siapa palsu.
  24. Yg mau terbuka maka dia asli, dia biarkan publik ambil haknya sesuai UU KIP. Dan yg palsu sebaliknya. Mereka simpan borok.
  25. Kini, setelah 13 tahun demokrasi kita. Ramai orang ingin jadi diktator. Mari cegah!!

sekian.


*)dikutip dari http://twitter.com/#!/Fahrihamzah


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Ifthor Keluarga Besar DPRa PKS Srimartani

~Mengkaji Psikologi Puasa~
Sabtu 12 Agustus 2011 keluarga kader PKS Srimartani mengadakan buka puasa bersama di rumah Bp. Fakhrudin dusun Petir Srimartani. Puasa adalah salah satu ibadah wajib yang memiliki banyak keutamaan bagi yang mengerjakannya.

Sang pembicara Ridwan Budi Pramono,S.Psi. menyampaikan tentang puasa dilihat dari segi psikologi. Puasa memang menyebabkan lapar dan haus sehingga melemahkan tubuh. Tetapi secara ilmiah, ternyata puasa justru menormalkan fungsi jantung, mengistirahatkan hati, membakar lemak dibawah kulit, memfungsikan cadangan protein, merangsang hormon, mengistirahatkan organ pencernaan, mengobati penyakit, menghilangkan endapan racun di dalam tubuh, menyehatkan fungsi ginjal, dan mencerdaskan otak.

Puasa dapat dijadikan sebagai metode melatih mental (jiwa) seseorang agar memiliki kepribadian yang baik (positif). Ridwan yang sehari-harinya adalah guru BK dan sedang menempuh S2 Psikologi UGM itu mengibaratkan ketika anak-anak mendapat pelatihan di sekolah, butuh waktu 20 hari efektif untuk menciptakan kebiasaan-kebiasaan baru untuk anak, terutama bagi anak di awal masuk sekolah. Kebiasaan yang berlanjut pada perilaku tersebut terus-menerus ditanamkan selama masa 20 hari, misalnya kebiasaan mengucap salam, berdoa, berperilaku hidup sehat, disiplin, dan sebagainya. Sedangkan 10 hari terakhir setelahnya adalah masa kritis ketika seseorang akan menentukan dirinya sendiri untuk bisa mempertahankan perilaku baik yang telah ditanamkan atau justru lepas darinya.

Berpuasa Ramadhan pun demikian. 20 hari yang pertama adalah pembiasaan seseorang untuk berbuat baik, meningkatkan ibadah seperti tarawih, witir, menahan hawa nafsu, bersedekah, dan sholat sunat. Sedangkan 10 hari yang terakhir di bulan Ramadhan adalah saat kritis yang bisa menunjukkan indikator sukses atau gagalnya puasa seseorang di bulan suci. Kita bisa dapati fenomena menurunnya jumlah jamaah sholat di masjid, dan meningkatnya jumlah pengunjung perbelanjaan untuk persiapan lebaran. Terlebih setelah lebaran, siaran media massa pun kembali banyak yang jauh dari Islami. Tetapi di sisi lain, banyak pula ditemukan masjid-masjid yang semakin banyak orang beriktikaf. Inilah realita yang bisa kita saksikan sebagai salah satu ciri berhasil ataukah gagal dalam berpuasa di bulan Ramadhan. Orang yang berhasil senantiasa mempertahankan perilaku baiknya meskipun Ramadhan berlalu, namun orang yang kembali berperilaku buruk setelah Ramadhan usai maka menjadi ciri orang yang gagal. Jadi, puasa dapat menjadi sarana menempa diri secara fisik maupun mental, memperbaiki diri hingga menggapai predikat takwa.

Kajian berakhir saat dering waktu berbuka terdengar, diiringi doa oleh Bp. Widodo yang sedang mudik dari Halmahera itu tuan rumah menyajikan hidangan istimewa seperti kolak, sate lontong, snack, dan teh manis. Selamat berbuka puasa... (AdamFM)

*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

PKS Piyungan Ifthor Bersama Tokoh Masyarakat se-Kecamatan

Senin, 15 Agustus 2011


Hari semakin senja, tatkala satu persatu kendaraan baik roda empat maupun roda dua mulai memenuhi halaman parkir yang telah tersedia. Senyum ramah PH DPC PKS Piyungan menyambut setiap yang datang. Di bagian depan para ikhwan, di sebelah pintu selatan rumah para akhwat. Sesekali para ummahat mengejar anaknya yang berlari menjauh. Ya, among tamu sekaligus momong putu :)eh, momong anak..

Sudah menjadi acara rutin tiap ramadhan, Haji Suharjono, seorang pengusaha simpatisan PKS menyediakan hari khusus untuk ifthor bersama PKS. Untuk ramadhan kali ini, pengusaha Peksi sekaligus pakan ternak yang sudah go internasional ini memberi waktu di hari Jum’at dan disepakati tanggal 12 Ramadhan 1432 H / 12 Agustus 2011. Moment ini, digunakan oleh DPC PKS Piyungan untuk mengundang tokoh masyarakat PKS di wilayah Kec. Piyungan. Tokoh masyarakat disini seperti ta’mir masjid, ketua RT, Dukuh, pedagang, dan orang yang memang ditokohkan oleh lingkungannya. Sementara dari bidang perempuan mengundang ibu-ibu perwakilan dari Pos WK, Ibu penerima PKS Award 2008 dan Ibu penerima PKS Award 2011.

Pukul 16.30 acara dibuka oleh akh Dhani (Ketua Bin-Kaderisasi) yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh ust. Wargito yang merupakan alumni peserta mukhoyyam al qur’an. Hadirin seperti tersihir mendengar bacaan Surat Al Qolam yang beliau lantunkan.

Berikutnya adalah acara inti yaitu taushiyah yang disampaikan oleh bapak Agus Sumartono yang merupakan Aleg PKS DPRD Propinsi DIY dari Kabupaten Bantul. Hadirin tampak antusias menyimak uraian beliau. Menjelang adzan Maghrib berkumandang untuk wilayah DIY, Aleg yang akrab di panggil Gus Ton ini menutup taushiyahnya. Dan, hidangan pembuka berupa kolak dan kurma pun dihidangkan.

“ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiingggggggggggg.....” suara dari masjid yang berada tak jauh dari rumah beliau berbunyi. Nging atau ngik atau nguk adalah istilah yang “hanya” ada di Jogja sebagai istilah sudah masuk waktu maghrib alias berbuka. Ust. Dhani memimpin do’a berbuka puasa. Alhamdulillah…….”telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan. insyaAlloh.”

Bapak-bapak segera bergegas ke Masjid Kabregan untuk menunaikan ibadah sholat Maghrib berjamaah. Rupanya tak satupun yang ingin tertinggal pada moment sholat di awal waktu, sehingga sebagian ibu-ibu yang dipersilahkan makan duluan pun ikutan bergegas mengambil air wudhu dan sholat maghrib berjamaah di musholla keluarga Pak Harjono. Beberapa ibu pamit duluan, karena rumahnya jauh dengan penerangan jalan yang redup dan hadir tanpa laki-laki.

Ibu-ibu selesai sholat, rombongan bapak-bapak telah kembali dari masjid. Semua berkumpul, makan bersama menikmati hidangan tuan rumah dengan lauk peksi yang nikmat luar biasa. Alhamdulillah. Perut kenyang, hati riang, pikiran terang, senyum cemerlang mewarnai tamu-tamu yang berpamitan pulang. “matur nuwun rawuhipun pak…bu…”

Kini, tinggallah beberapa pengurus PKS. Mau pulang juga?? Tentu…..tapi eiiiits….sabar. mari kita beres-beres, bersih-bersih dulu. Tak butuh waktu lama: sampah dibuang ditempatnya, tiker terlipat rapi, rumah bersih di sapu…..akhirnya, beriringan dipimpin ketua DPC kamipun berpamitan.

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (QS 94:7)

Sekali lagi kami, DPC PKS Piyungan haturkan jazakumullohu khoirul jaza kepada Eyang Japari, Pak Harjono dan Keluarga. (Hida)


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

DPRa PKS Srimartani Silaturohim dan Bantu Air Untuk Warga Perbukitan Piyungan yang Kekurangan Air Bersih

Jumat, 12 Agustus 2011

Kepedulian merupakan salah satu kunci penting bagi partai politik untuk bisa diterima dan menyatu dengan masyarakat. Semakin diterima oleh masyarakat, semakin besar pula rasa kepemilikan masyarakat terhadap parpol tersebut. Begitulah PKS Srimartani yang berusaha terus melayani umat (masyarakat).

Silaturrahim kami ke konstituen di Dusun Sanansari, Srimartani, Piyungan, Bantul berbeda dengan yang sebelumnya. Rabu/10 Agustus 2011, jam 20.30 WIB sepulang dari tarawih Ramadhan kami menaiki perbukitan utara Kecamatan Piyungan membawa truk kontainer air untuk warga RT 02 setempat. Sejak peristiwa gempa bumi 2007 yang lalu, daerah itu mengalami kesulitan air sehingga harus menggunakan air PAM. Fasilitas itu bisa mereka dapatkan dengan membayar iuran bulanan dan yang lebih membutuhkan kesabaran adalah mereka harus antri untuk mengalirkan air ke rumah masing-masing karena volume terbatas.

Itulah kiranya yang disampaikan oleh warga kepada kami. Tugiman, Maryanto, dan Yatno yang juga simpatisan PKS di dusun itu menerima bantuan air dari PKS secara simbolik oleh Ketua DPRa, Eko Herri. Bantuan air akan disalurkan terutama untuk memenuhi kebutuhan di bulan Ramadhan dan kegiatan di musholla terdekat. Sambil berbincang dalam ruangan dengan lampu ramang-remang itu akh Hari Sinjoe menyampaikan program-program pemerintah yang dapat diakses oleh masyarakat tetapi belum disosialisasikan secara menyeluruh oleh pemerintah setempat. Sedangkan akh Haryadi menyampaikan undangan ifthor (buka puasa bersama) bersama tokoh dan simpatisan se-Piyungan untuk hari Jumat/12 Agustus 2011.

Sekiranya satu jam kami bersilaturrahim, semoga bermanfaat. Selamat menunaikan ibadah di Bulan Ramadhan. (Red.AdamFM)

*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Anis Matta: Politik Untuk Kemaslahatan Umat

Banda Aceh. Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Aceh mengadakan silaturahim dengan masyarakat Aceh melalui berbuka puasa bersama bertempat di Anjong Mon Mata Banda Aceh pada hari Kamis tanggal 11 Agustus 2011, bertepatan dengan 11 Ramadhan 1432 H. Dihadiri oleh 1500 orang undangan dari para tokoh masyarakat, parpol, ormas dan lain sebagainya.

Ketua DPW PKS Aceh, Tgk. H. Ghufran Zainal Abidin, MA., menjelaskan bahwa PKS Aceh selain menggelar silaturahim dengan masyarakat Aceh juga melakukan konsolidasi kader.

“Silaturahim dan buka Puasa bersama tersebut turut dihadiri tokoh nasional, H. M. Anis Matta, wakil ketua DPR-RI yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP PKS”, terang Ghufran.

Acara konsolidasi kader PKS Aceh, yang berlangsung di Hermes Palace Hotel berlangsung dari pukul 14.00 – 17.00 WIB dengan mengambil tema Ramadhan Momen untuk Konsolidasi Penguatan Ummat dan Bangsa. Acara dilanjutkan dengan silaturahim dengan masyarakat Aceh dan berbuka puasa bersama. Irwandi Yusuf selaku Gubernur Aceh sudah mengagendakan dapat menghadiri kegiatan ini. Agenda Anis Matta selanjutnya melaksanakan shalat Isya dan Tarawih dan mengisi ceramah di masjid Baitul Musyahadah Setui Banda Aceh.

Pada malam harinya setelah tarawih, Anis Matta dijadwalkan bertemu dan berbincang santai dengan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. Selain membicarakan masalah perkembangan politik dan sosial yang terjadi di Aceh, bukan tidak mungkin juga dirinya akan mendiskusikan koalisi-koalisi strategis. Apalagi sesuai dengan kondisi Aceh yang sebentar lagi akan menggelar pemilihan kepala daerah.

Politik untuk Kemaslahatan Ummat

Anis Matta dalam acara konsolidasi kader mengingatkan kader-kader PKS di Aceh untuk merefleksikan tujuan partai yaitu sebagai perekat umat. “Kader-kader PKS adalah jembatan berbagai kepentingan umat selama bermuara kepada kemaslahatan umat. Sehingga tidak ada satu pun pihak yang terganggu dengan kehadiran PKS dan aktivitas kader dakwahnya.” ungkap Anis Matta. “Sebagaimana Islam itu sendiri, maka kader PKS harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kemaslahatan umat, itulah politik kita”, katanya.

Di samping itu, Anis Matta memuji kepeloporan Aceh dan masyarakatnya, yang harus terus dipelihara dan dijaga kelangsungannya terutama untuk memberi arah perpolitikan Indonesia sehingga menjadi lebih baik ke depan. Masyarakat Aceh harus terus menjadi teladan yang memotori reformasi di segala bidang, tidak justru terpinggirkan dan harus menjadi penumpang gerbong atau pengekor hanya karena terlilit perseteruan dan perbedaan pandangan.

Wakil ketua DPR RI yang juga merupakan koordinator bidang ekonomi dan keuangan ini menambahkan bahwa ia berkeyakinan masyarakat Aceh yang kental dengan nilai Islam ini akan mampu mencari formula yang tepat merancang regulasi pilkada Aceh dan akhirnya mampu melahirkan pemimpin yang memenuhi harapan seluruh masyarakat Aceh. “Karakternya sama seperti masyarakat tempat lahir saya di Makassar“, selorohnya.

Pembangunan yang Partisipatif

Ketua Panitia, H. Saifunsyah menambahkan bahwa dalam kesempatan terbatas, Anis Matta juga dijadwalkan bertemu dengan pengusaha Aceh. Pertemuan tersebut dimaksudkan bertukar pikiran tentang konsep arah pembangunan Aceh yang lebih terfokus menuju Aceh yang lebih makmur, adil, dan sejahtera.

“Pikiran dan pendapat para pengusaha penting dikumpulkan guna menemukan format pembangunan yang melibatkan semua pihak agar lebih partisipatif” terang Saifunsyah. Indikator pembangunan yang maju, adalah di mana pemerintah, pengusaha dan masyarakat harus saling mendukung. Fenomena sekarang, malah ketiga unsur ini berjalan sendiri-sendiri, walhasil pembangunan Aceh lambat dan berdampak pada ketidakstabilan ekonomi. Pada kesempatan ini mari kita satukan ketiga unsur ini dan Aceh menjadi lebih sejahtera” ungkap Saifunsyah, Sekretaris Umum PKS Aceh.

*)http://pksaceh.net/konsolidasi-kader-pks-aceh/


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Ibadah adalah jalan kebahagiaan...



“Ketahuilah saudara-saudaraku bahwa IBADAH itu adalah buah ilmu. Faedah umur. Hasil usaha hamba-hamba Allah yang kuat-kuat. Barang berharga para aulia. Jalan yang ditempuh oleh mereka yang bertaqwa. Bagian untuk mereka yang mulia. Tujuan orang yang berhimmah. Syiar dari golongan terhormat. Pekerjaan orang-orang yang berani berkata jujur. Pilihan mereka yang waspada. Dan jalan kebahagiaan menuju surga.”

(Imam al-Ghazali, Minhajul Abidin)



*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

KulTwit @fahrihamzah : Khutbah Jum'at "manusia sebagai makhluk unik"


  1. Kultwit Khutbah Jum'at: tentang manusia sebagai makhluk unik....#KhutbahJum'at
  2. Pada awalnya, ketika Allah hendak ciptakan manusia, Dia menyampaikan maksud itu kepada malaikat di Surga..#KhutbahJum'at
  3. Kalimat Allah, "..sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.." (2:30) #KhutbahJum'at
  4. Di situ jelas bahwa manusia (ciptaan baru itu) adalah calon khalifah alias "wakil Tuhan" di bumi..#KhutbahJum'at
  5. Maka, malaikat, makhluk yg dikenal taat kepada Allah, membuat semacam "catatan" atau mungkin "protes"..#KhutbahJum'at
  6. Di ayat itu pula protes itu muncul, "..mengapa engkau menjadikan dibumi orang yg akan membuat kerusakan..."#KhutbahJum'at
  7. Maka, di ayat itu pula Allah menutup,"...sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.."#KhutbahJum'at
  8. Dialog itu menegaskan bahwa sejak awal ada keraguan pada manusia, tetapi Allah "menjamin" akan baik2 saja. #KhutbahJum'at
  9. Dasar "jaminan" Allah itu yg terjawab ketika Allah "menyertakan" ruh-nya dalam jasad manusia yg hina. #KhutbahJum'at
  10. Kenapa jasad manusia dibilang hina? Karena "awwaluhu nutfah wa akhiruhu jiifah", awalnya mani akhirnya bangkai #KhutbahJum'at
  11. Dalam proses dari mani menjadi bangkai, manusia membawa dalam perutnya kotoran. #KhutbahJum'at
  12. Maka seandainya bukan karena "ruh ilahi" maka seluruh manusia adalah hina. #KhutbahJum'at
  13. Pertanyaannya, bagaimanakah manusia mempertahankan potensi kebaikannya padahal potensi buruknya banyak? #KhutbahJum'at
  14. Maka manusia harus kembali kepada "ruhani" untuk melawan hawa nafsu kebinatangannya. #KhutbahJum'at
  15. Semoga #Ramadhan mengembalikan kita pada kemanusiaan yg fitri. #KhutbahJum'at


*)dikutip dari http://twitter.com/#!/Fahrihamzah
*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Spageti Jowo Hidangan Syuro PKS DPRa Sitimulyo

Kamis, 11 Agustus 2011

Malam sunyi diiringi lantunan ayat-ayat suci al-Quran di setiap masjid yang di lewatinya. Berjalan menuju saung langganan DPRa Sitimulyo. Tampak lampu remang-remang dari jauh. Selepas sholat tarawih pada hari selasa semua pengurus DPRa Sitimulyo berkumpul di pemancingan Mino Lestari. Setelah 15 menit dari jadwal yang di agendakan, barulah kumpul semua personil pengurus PKS DPRa Sitimulyo. Akh Suparman, Didi D, Mujiran, Parjo, Purnomo, Sunardi, dan Sulistio.

Akh parman sebagai Ketua DPRa mulai membuka syuro dengan mempresentasikan agenda yang akan dibahas pada malam itu. Agenda pertama merupakan agenda Baksos dengan target mengurangi beban masyarakat menjelang idul fitri, harga-harga sembako yang semakin membumbung tinggi. Denangan berdiskusi beberapa asumsi dan kemampuan, maka di ambil keputusan Insaya Alloh Baksos akan di laksanakan pada hari sabtu 20 Agustus 2011 pada pukul 14.00 WIB dengan lokasi dusun Nganyang RT 3, yang jumlah penduduknya mencapai 55 KK.

Agenda kedua merupakan agenda rutin DPC PKS Piyungan yang di amanahkan ke DPRa yaitu mengundang para tokoh masyarakat di Desa Sitimulyo untuk menghadiri Iftor bersama pada hari Jum’at 12 Agustus 2011 di rumah Bpk. Harjono, Alhamdulillah data nama sudah ditangan, sehingga tidak terlalu lama mendiskusikannya. Undangan langsung di bagi tiap-tiap wilayah agar segera di distribusikan.

Malam yang semakin larut dan mulai terasa dingin, akhirnya syuro di akhiri dengan santap Spagety jawa (Mie Rebus dan secangkir Susu Jahe) lumayan rodho anget, Gratisss juga!! Shodaqoh dari personil pengurus DPRa yang baru dapet rizqi. Setelah santap habis kamipun satu-satu pulang kerumah masing-masing. Alhamdulillah. (Reporter: Tio)




*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Menu 3 in 1 DPRa PKS Sitimulyo: Tidak Sekedar Buka Bersama

Rabu, 10 Agustus 2011

Senja nan indah mengiringi langkah para ikhwah jajaran PH DPRa PKS Sitimulyo, Senin 8 Ramadhan 1432, menuju rumah 'mewah' akh Widodo yang baru sehari mudik dari rantau di Halmahera.

Semilir angin sejuk sangat terasa karena rumah ini 'mewah' alias mepet sawah, sangat pas untuk ajang memadu 'mahabbah' fillah dan melepas lelah setelah seharian mencari ma'isyah: ada Pakde Mujiran sopir toko bangunan yang jadi Bendahara Umum DPRa, Pakde JO buruh pencetak bata yang bertugas pengumpul SPP/Infaq bulanan kader, ada Didi pedagang gula keliling pj aksi Yanmas, Pak Parman karyawan BMT sang Mas'ul DPRa, Mas Wahyu peternak ayam 'asisten' Mas'ul, akh Sunardi palu gada 'apa yang lu mau gue ada'. Mereka adalah para pelaku dan penggiat DAKWAH yang tak kenal lelah mengemban amanah di dusun-dusun yang ada di desa Sitimulyo Piyungan Bantul.

Acara rutin 'Seninan' dimulai dengan tilawah Al-Qur'an dilanjut taushiyah dengan tema 'Pintu-pintu Pembuka Kebaikan' dari hadits riwayat Imam Tirmidzi dari Mu'adz bin Jabal bahwa suatu saat Rasulullah saw berkata kepadanya:

اَلَا اَدُلُكَ عَلَى اَبْوَابِ الْخَيْر؟

"Maukah aku tunjukan kepadamu pintu-pintu kebaikan? yaitu: (1) Puasa adalah perisai (2) Shodaqoh memadamkan kesalahan sebagaimana air memadamkan api (3) sholat seseorang di kegelapan malam (qiyamullail)"

Pukul 17.41 berkumandang adzan Maghrib yang disambut dengan menikmati kolak dan teh hangat dan dilanjut menuju Masjid untuk sholat Maghrib berjamaah. Usai sholat, shohibul bait sudah menyiapkan menu ayam bakar untuk hidangan berbuka.

"Kita dapat amanah dari DPC untuk pemasangan spanduk Ramadhan kiriman dari DPD PKS Bantul. Nanti setelah tarawih dan futsal kita pasang bersama-sama," ujar akh Parman Sang Mas'ul DPRa setelah santap berbuka. (Sebelum Ramadan DPRa Sitimulyo sudah pasang satu spanduk Ramadhan buatan DPC)

So, Senin itu 'sekali dayung' 3 Menu PH DPRa PKS Sitimulyo digulirkan: Buka Bersama, Futsal Bersama, Pasang Spanduk Bersama.

Di bulan Ramadhan kita juga perlu menjaga kebugaran salahsatunya dengan futsal, maka usai Tarawih di 'tempat tugas' masing-masing pukul 20.30-21.30 kita futsal yang diikuti 12 ikhwah (6 lawan 6). Satu jam futsal badan pun terasa fresh, segar, dan siyap untuk naik pohon pasang spanduk sebagai agenda penutup.

Semoga agenda-agenda ini berkah dan mendapat Ridho dari Allah SWT. Amin.


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Musim Kemarau Ramadhan DPRa PKS Srimartani Bantu Air untuk Warga Dusun Umbulsari

Selasa, 09 Agustus 2011

Musim kemarau yang telah berlangsung beberapa bulan terakhir ini telah membawa dampak kekeringan di beberapa wilayah di Kecamatan Piyungan. Akibatnya sebagian warga mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari. Salah satunya bisa ditemui di Dusun Umbulsari, Desa Srimartani, daerah tertinggi di bagian timur Kecamatan Piyungan yang berbatasan dengan Kecamatan Patuk, Gunungkidul. Sekitar 30 keluarga terpaksa harus mengangkut air dari sumber yang berada jauh dari pemukiman mereka.

Dukuh Umbulsari, Pak Perwoto yang ditemui Ketua PKS Srimartani, Eko Herri mengatakan bahwa telah dilakukan upaya penarikan air dengan pompa air namun belum berhasil karena daya mesin dan tingginya tampungan yang dituju. Oleh karena itu, pada Ahad 07 Agustus 2011 PKS Srimartani menggelar Aksi Sosial pemberian air bersih untuk warga Umbulsari. Untuk pertama kalinya, satu tanki air telah cukup sesuai kapasitas tampungan air yang ada. Pada pukul 14.00 WIB melalui duta PKS, akhi Haryadi menyerahkan setangki air bersih tersebut kepada Dukuh Umbulsari, Perwoto untuk dimanfaatkan oleh warga sekitar.

Semoga bantuan yang sedikit itu bisa dimanfaatkan lebih banyak lagi oleh masyarakat sehingga menunjang ibadah di bulan Ramadhan ini.

Bravo... PKS Srimartani.

(Red.AdamFM)




*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Safari Tarawih Aleg PKS di Wilayah Piyungan

Senin, 08 Agustus 2011

Salah satu hasil silaturohim ke tokoh masyarakat yang dilakukan oleh DPRa Sitimulyo beberapa waktu silam, yang salah satunya harapan masyarakat didatangi aleg PKS akhirnya kesampaian juga.

Dalam rangka Safari Ramadhan, Sabtu, 6 Agustus 2011 bapak Amir Syarifudin (Aleg DPRD Bantul) dari PKS hadir memenuhi harapan masyarakat dusun Somokaton, Sitimulyo. Kali ini, beliau hadir didampingi oleh bapak Sulistio (SekJen DPC), ust. Dhanie (BinKad DPC) dan bapak Suparman (Ketua DPRa Sitimulyo).

Tepat pukul 19.00 Pak Amir tiba di Masjid Al Muttaqiin dengan mengendarai sepeda motor. Iqomah berkumandang, beliau maju menjadi imam sholat isya'. Diantara jama'ah tampak pak Amat Jali (Dukuh Somokaton), dan pak -Ikhsan (ketua takmir).


Selesai sholat isya' dan sholat sunnah ba'da isya', Pak Amir memberi taujih/kultum tentang rukun iman. Jama'ah yang memenuhi Masjid yang pembangunannya dibantu oleh PKS sebagai bagian dari berkah gempa 2006 ini tampak antusias mendengarkan. Setelah kultum, jama'ah kembali bangkit mendirikan sholat tarawih dengan imam masih sama, bapak Amir Syarifudin.


8 rakaat tarawih ditambah 3 rakaat witir selesai sudah. Beberapa remaja mengambil tempat untuk tadarusan-membaca al Qur'an. Disudut yang lain, Pak Amir berbincang-bincang dengan Pak Dukuh, Ta'mir dan beberapa warga.



*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Fahri Hamzah: Pimpinan KPK Harus Ubah Paradigma Pemberantasan Korupsi

Minggu, 07 Agustus 2011

RIMANEWS - Pansel KPK telah mengumumkan 10 nama yang lolos menjadi calom pimpinan KPK. Dari 10 tersebut, Pansel kemudian akan menyaringnya menjadi 8 nama untuk selanjutnya diserahkan kepada Komisi III DPR untuk dipilih 4 orang menjadi pimpinan KPK mendampingi Busyro Muqoddas.

Kriteria apa saja yang akan menjadi indikator Komisi III menentukan 4 nama tersebut?

"Yang jelas mereka yang memiliki paradigma baru dalam sistem pemberantasan korupsi. Pimpinan KPK harus bisa merubah paradigma lama yang kurang efektif itu," ujar Wakil Ketua Komisi III DPR Fahri Hamzah, Minggu (7/8/2011).

Menurutnya, KPK saat ini cenderung mengedapankan aspek penindakan dalam pemberantasan korupsi. Padahal, seharusnya aspek pencegahan yang lebih diutamakan.

"Karena meskipun setiap hari koruptor ditangkap, tetapi sampai 100 tahun lagi korupsi juga masih akan ada kalau yang di utamakan adalah penindakan. Harusnya lebih kepada pencegahan." terangnya.

Setelah 8 tahun KPK berdiri, evaluasi untuk lembaga tersebut adalah kurangnya aspek pencegahan. Selama ini, menurutnya KPK melakukan pemberantasan korupsi tidak sampai ke akar, karenanya hanya melakukan penindakan.

"Dengan paradigma yang seperti itu pemberantasan korupsi yang kita harapkan tidak akan segera tercapai. Padahal jelas UU KPK itu memandatkan untuk pencegahan," imbuhnya.

Panitia Seleksi Pimpinan KPK mengumumkan calon-calon yang lolos seleksi untuk tahap selanjutnya. Ada 10 nama yang lolos seleksi berikutnya. Berikut 10 nama yang lolos untuk tes wawancara berdasarkan abjad.

1. Abdullah Hehamahua
2. Abraham Samad
3. Adnan Pandupradja
4. Aryanto Sutadi
5. Bambang Widjojanto
6. Egi Sutjiati
7. Handoyo Sudrajat
8. Sayid Fadhil
9. Yunus Husein
10. Zulkarnain

Selanjutnya dari 10 nama ini akan disaring menjadi 8 orang untuk diserahkan ke DPR. Dan nanti DPR akan memilih 4 dari 8 calon yang diajukan Pansel sebagai pimpinan KPK.(yus/dtk)

*)http://rimanews.com/read/20110807/37211/pimpinan-kpk-harus-ubah-paradigma-pemberantasan-korupsi


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

BERPUASA DI MUSIM PANAS


Oleh: Abdullah Haidir, Lc*
Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) DPW PKS Arab Saudi

* Berpuasa di musim panas di kalangan salaf dikenal dengan istilah Zama'ul Hawajir. Artinya rasa haus setelah pertengahan siang.


* Al-Baihaqi meriwayatkan dari Kitab Syu'abul Iman (3933) dari Qatadah, bahwa Amir bin Qais menangis saat menghadapi sakratul. Lalu ditanyakan kepadanya tentang sebab hal itu. Maka dia berkata,

مَا أَبْكِي جَزَعاً مِنَ الْمَوْتِ وَ لاَ حِرْصاً عَلَى الدُّنْيَا وَ لَكِنْ أَبْكِي عَلَى ظَمَأِ الْهَوَاجِرِ عَلىَ قِيَامِ الَّليْلِ فِي الشِّتَاءِ

"Aku menangis bukan karena takut kematian atau khawatir kehilangan dunia. Tapi aku menangisi zama'ul hawajir (berpuasa di musim panas) dan qiyamullail di musim dingin (yang akan aku tinggalkan)."

· Dalam Mushanaf Abu Syaibah (57) diriwayatkan bahwa saat Ibnu Umar menderita sakit, dia berkata,

مَا تَرَكْتُ خَلْفِي شَيْئاً مِنَ الدُّنْيَا آسَى عَلَيْهِ غَيْرَ ظَمَأِ الْهَوَاجِرِ وَغَيْرَ مَشْيٍ إِلَى الصَّلاَةِ

"Tidak ada sesuatu yang sangat aku sayangkan untuk aku tinggalkan di dunia ini selain zama'ul hawajir (berpuasa di musim panas) dan berjalan menuju tempat shalat."

· Diriwayatkan bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu anhu biasanya berpuasa di musim panas dan berbuka di musim dingin.

· Umar bin Khattab radhiallahu anhu saat menjelang kematiannya berpesan kepada puteranya; Abdullah. Dia berkata, "Hendaknya engkau mewujudkan sifat-sifat keimanan." Lalu beliau menyebutkan yang paling pertama; "Berpuasa saat panas sangat terik di musim panas."

· Diriwayatkan bahwa sejumlah wanita shalihat menunggu-nunggu datangnya musim panas untuk melakukan puasa. Ketika ditanyakan latar belakangnya, mereka berkata, "Sesungguhnya sebuah barang, jika harganya murah, semua orang dapat membelinya." Mereka ingin memberi isyarat bahwa mereka ingin bersungguh-sungguh melakukan suatu amal yang hanya dapat dilakukan oleh segelintir orang karena beratnya amal tersebut sebagai wujud tingginya cita-cita mereka.

· Suatu saat Abu Musa Al-Asy'ari berada dalam sebuah perahu. Tiba-tiba ada seseorang yang berseru kepadanya, 'Wahai penumpang perahu, berhentilah. Maukah aku beritahu kalian dengan ketentuan yang telah Allah tetapkan atas diri-Nya?' Abu Musa berkata, 'Ya, beritahukan kami.' Dia berkata, 'Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri-Nya bahwa siapa yang membuat jiwanya kehausan (untuk berpuasa) karena Allah pada hari yang panas, maka wajib bagi Allah memberinya minum pada hari kiamat."

Maka sejak saat itu, Abu Musa selalu menunggu-nunggu datangnya musim panas untuk berpuasa.

· Suatu ketika Al-Hajjaj melakukan safar, lalu dia singgah di sebuah perkampungan antara Mekah dan Madinah. Kemudian dia mengundang orang-orang untuk makan siang bersamanya. Tiba-tiba dilihatnya seorang badui, maka diundangnya orang tersebut untuk makan siang bersamanya. Namun badui tersebut berkata,

"Aku sudah diundang oleh yang lebih mulia darimu, dan aku sudah terima undangannya.'

"Siapa dia?" kata Al-Hajjaj

"Allah Ta'ala. Dia mengundangku untuk berpuasa, maka aku berpuasa."

"Di hari yang sangat panas seperti ini?" Kata Al-Hajjaj tercengang.

"Ya, aku berpuasa untuk menghadapi hari yang lebih panas dari hari ini…"

· Abu Darda berkata,

صُومُوا يَوْمًا شَدِيدًا حَرَّهُ لِحَرِّ يَوْمِ النُّشُورِ وَ صَلُّوا رَكْعَتَيْنِ فِي ظُلْمَةِ اللَّيْلِ لِظُلْمَةِ الْقُبُورِ

"Berpuasalah pada hari yang sangat panas, untuk menghadapi hari kebangkitan, dan shalatlah dua rakaat di kegelapan malam, untuk menghadapi gelapnya kubur."

· Abu Darda berkata, "Kami pernah melakukan perjalanan bersama Rasulullah saw di bulan Ramadan pada hari yang sangat panas, sehingga setiap kami meletakkan tangannya di atas kepalanya. Tidak ada di antara kami yang berpuasa selain Rasulullah saw dan Abdullah bin Rawahah." (Muttafaq alaih).

Allahumma waffiqna bithaa'atika ….


Sumber:
- Lathaiful Ma'arif; Ibnu Rajab Al-Hambali
- Hilyatul Auliya; Abu Nu'aim Al-Ashbahani.
- Mushannaf Ibnu Abi Syaibah.



*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia
 
© Copyright PIYUNGAN ONLINE
fixedbanner