Selasa malam Rabu, 27 Rajab 1432 (28/6/11), DPC PKS Piyungan mengadakan MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) bertempat di masjid Al-Ikhlas Bintaran Kulon. Acara dimulai pukul 19.30 WIB dengan agenda awal Tadarus Al-Qur'an masing-masing peserta.
Pukul 21.00 agenda berlanjut dengan Taushiyah oleh Ustadz Basuki AR, MSi dengan tema besar "Wihdatul Iradah", menyatukan kehendak kita dengan kehendak Allah SWT Sang Pencipta. Beliau memaparkan dengan menggunakan multimedia sehingga makin memantapkan peserta dalam menyimak dan merenungi materi yang sungguh menggedor relung jiwa akan hakikat diri sebagai hamba yang sudah selayaknya untuk senantiasa taat patuh pada Sang Maha Kuasa.
"Kepatuhan hamba memiliki tingkatan-tingkatan. Tingkatan paling rendah adalah sang hamba merasakan kepatuhan itu sebagai "Beban". Sehingga yang ada hanyalah rasa berat," urai ustadz Basuki AR.
"Tingkatan kedua, hamba melihat kepatuhan sebagai "Kewajiban" sehingga yang ada hanyalah formalitas penunaian kewajiban. Yang penting sudah dikerjakan. Kualitas kepatuhan? tak ada dalam niat dan realita."
"Tingkatan ketiga, hamba melihat kepatuhan sebagai sebuah "Kebutuhan". Sehingga segala macam ketaatan dia kerjakan karena dia butuh dengan "hasil" kepatuhan tersebut, layaknya badan kita butuh makan agar sehat dan kuat untuk aktifitas. Tak ada beban dan dia lakukan sungguh-sungguh."
"Tingkatan keempat, hamba patuh dan taat sebagai bentuk "Syukur". Bersyukur atas segala nikmat yang tak terhitung dari Yang Maha Pemberi Nikmat, terlebih nikmat untuk bisa taat dan patuh padaNya."
"Dan tingkatan paling tinggi, adalah kepatuhan hamba padaNya atas dasar "Cinta", Mahabbatullah! Inilah puncak tertinggi kepatuhan sang hamba pada Tuhannya. Kalau sudah tertanam cinta maka lahirlah Wihdatul Iradah, penyatuan kehendak, yang hamba kehendaki adalah yang Allah SWT kehendaki. Apapun kehendak Allah, itu jua kehendak dirinya," tegas ustadz yang juga seorang Trainer dari Sinergy Leadership Center Yogyakarta.
Dengan penyajian multimedia tak terasa waktu sudah menunjuk pukul 23.00 saat ustadz Basuki AR selesai memberikan taushiyah yang sarat dengan ruhiyah.
Acara selanjutnya istirahat hingga pukul 03.00 peserta mulai bersiap untuk Tahajud. Sholat Tahajud diimami ustadz Mutahid sampai menjelang shubuh pukul 04.15.
Usai sholat shubuh berjamaah acara diisi kultum yang disampaikan ustadz Maryadi dari ta'mir masjid. Ustadz yang juga penyuluh agama ini pernah bertugas empat tahun di RS Sardjito selaku penyuluh bagi para pasien, untuk memotivasi dan mengingatkan pasien untuk tetap menjaga sholat. Pada kultum tersebut beliau menyampaikan tentang fadilah dan pentingnya sholat berjamaah dikaitkan dengan Isro' Mi'roj.
Acara kemudian diakhiri dengan dzikir ma'tsurat.
*)reported by admin pkspiyungan
*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia
Pukul 21.00 agenda berlanjut dengan Taushiyah oleh Ustadz Basuki AR, MSi dengan tema besar "Wihdatul Iradah", menyatukan kehendak kita dengan kehendak Allah SWT Sang Pencipta. Beliau memaparkan dengan menggunakan multimedia sehingga makin memantapkan peserta dalam menyimak dan merenungi materi yang sungguh menggedor relung jiwa akan hakikat diri sebagai hamba yang sudah selayaknya untuk senantiasa taat patuh pada Sang Maha Kuasa.
"Kepatuhan hamba memiliki tingkatan-tingkatan. Tingkatan paling rendah adalah sang hamba merasakan kepatuhan itu sebagai "Beban". Sehingga yang ada hanyalah rasa berat," urai ustadz Basuki AR.
"Tingkatan kedua, hamba melihat kepatuhan sebagai "Kewajiban" sehingga yang ada hanyalah formalitas penunaian kewajiban. Yang penting sudah dikerjakan. Kualitas kepatuhan? tak ada dalam niat dan realita."
"Tingkatan ketiga, hamba melihat kepatuhan sebagai sebuah "Kebutuhan". Sehingga segala macam ketaatan dia kerjakan karena dia butuh dengan "hasil" kepatuhan tersebut, layaknya badan kita butuh makan agar sehat dan kuat untuk aktifitas. Tak ada beban dan dia lakukan sungguh-sungguh."
"Tingkatan keempat, hamba patuh dan taat sebagai bentuk "Syukur". Bersyukur atas segala nikmat yang tak terhitung dari Yang Maha Pemberi Nikmat, terlebih nikmat untuk bisa taat dan patuh padaNya."
"Dan tingkatan paling tinggi, adalah kepatuhan hamba padaNya atas dasar "Cinta", Mahabbatullah! Inilah puncak tertinggi kepatuhan sang hamba pada Tuhannya. Kalau sudah tertanam cinta maka lahirlah Wihdatul Iradah, penyatuan kehendak, yang hamba kehendaki adalah yang Allah SWT kehendaki. Apapun kehendak Allah, itu jua kehendak dirinya," tegas ustadz yang juga seorang Trainer dari Sinergy Leadership Center Yogyakarta.
Dengan penyajian multimedia tak terasa waktu sudah menunjuk pukul 23.00 saat ustadz Basuki AR selesai memberikan taushiyah yang sarat dengan ruhiyah.
Acara selanjutnya istirahat hingga pukul 03.00 peserta mulai bersiap untuk Tahajud. Sholat Tahajud diimami ustadz Mutahid sampai menjelang shubuh pukul 04.15.
Usai sholat shubuh berjamaah acara diisi kultum yang disampaikan ustadz Maryadi dari ta'mir masjid. Ustadz yang juga penyuluh agama ini pernah bertugas empat tahun di RS Sardjito selaku penyuluh bagi para pasien, untuk memotivasi dan mengingatkan pasien untuk tetap menjaga sholat. Pada kultum tersebut beliau menyampaikan tentang fadilah dan pentingnya sholat berjamaah dikaitkan dengan Isro' Mi'roj.
Acara kemudian diakhiri dengan dzikir ma'tsurat.
*)reported by admin pkspiyungan
*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia
































