NEWS UPDATE :

Mabit PKS Piyungan: "Wihdatul Iradah, Melebur dengan KehendakNYA"

Kamis, 30 Juni 2011

Selasa malam Rabu, 27 Rajab 1432 (28/6/11), DPC PKS Piyungan mengadakan MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) bertempat di masjid Al-Ikhlas Bintaran Kulon. Acara dimulai pukul 19.30 WIB dengan agenda awal Tadarus Al-Qur'an masing-masing peserta.

Pukul 21.00 agenda berlanjut dengan Taushiyah oleh Ustadz Basuki AR, MSi dengan tema besar "Wihdatul Iradah", menyatukan kehendak kita dengan kehendak Allah SWT Sang Pencipta. Beliau memaparkan dengan menggunakan multimedia sehingga makin memantapkan peserta dalam menyimak dan merenungi materi yang sungguh menggedor relung jiwa akan hakikat diri sebagai hamba yang sudah selayaknya untuk senantiasa taat patuh pada Sang Maha Kuasa.

"Kepatuhan hamba memiliki tingkatan-tingkatan. Tingkatan paling rendah adalah sang hamba merasakan kepatuhan itu sebagai "Beban". Sehingga yang ada hanyalah rasa berat," urai ustadz Basuki AR.

"Tingkatan kedua, hamba melihat kepatuhan sebagai "Kewajiban" sehingga yang ada hanyalah formalitas penunaian kewajiban. Yang penting sudah dikerjakan. Kualitas kepatuhan? tak ada dalam niat dan realita."

"Tingkatan ketiga, hamba melihat kepatuhan sebagai sebuah "Kebutuhan". Sehingga segala macam ketaatan dia kerjakan karena dia butuh dengan "hasil" kepatuhan tersebut, layaknya badan kita butuh makan agar sehat dan kuat untuk aktifitas. Tak ada beban dan dia lakukan sungguh-sungguh."

"Tingkatan keempat, hamba patuh dan taat sebagai bentuk "Syukur". Bersyukur atas segala nikmat yang tak terhitung dari Yang Maha Pemberi Nikmat, terlebih nikmat untuk bisa taat dan patuh padaNya."

"Dan tingkatan paling tinggi, adalah kepatuhan hamba padaNya atas dasar "Cinta", Mahabbatullah! Inilah puncak tertinggi kepatuhan sang hamba pada Tuhannya. Kalau sudah tertanam cinta maka lahirlah Wihdatul Iradah, penyatuan kehendak, yang hamba kehendaki adalah yang Allah SWT kehendaki. Apapun kehendak Allah, itu jua kehendak dirinya," tegas ustadz yang juga seorang Trainer dari Sinergy Leadership Center Yogyakarta.

Dengan penyajian multimedia tak terasa waktu sudah menunjuk pukul 23.00 saat ustadz Basuki AR selesai memberikan taushiyah yang sarat dengan ruhiyah.

Acara selanjutnya istirahat hingga pukul 03.00 peserta mulai bersiap untuk Tahajud. Sholat Tahajud diimami ustadz Mutahid sampai menjelang shubuh pukul 04.15.

Usai sholat shubuh berjamaah acara diisi kultum yang disampaikan ustadz Maryadi dari ta'mir masjid. Ustadz yang juga penyuluh agama ini pernah bertugas empat tahun di RS Sardjito selaku penyuluh bagi para pasien, untuk memotivasi dan mengingatkan pasien untuk tetap menjaga sholat. Pada kultum tersebut beliau menyampaikan tentang fadilah dan pentingnya sholat berjamaah dikaitkan dengan Isro' Mi'roj.

Acara kemudian diakhiri dengan dzikir ma'tsurat.



*)reported by admin pkspiyungan

*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

"Spesial Day" Hari Keluarga Nasional di DPRa PKS Sitimulyo

Reporter: Titik Wijayanti
Rabu, 29/6/11 merupakan hari yang special, bertepatan dengan peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW kebetulan juga merupakan Hari Keluarga Nasional. Pagi-pagi dalam suasana yang masih soegerrr..semilir angin yang soejuk.. mengiringi langkah kami. Pukul 06.00 wib seluruh kader Keluarga Besar DPRa PKS Sitimulyo mulai memadati halaman TKIT Ar Raihan Dusun Gampingan Sitimulyo Piyungan Bantul.

Acara liburan di Hari Keluarga Nasional ini DPRa Sitimulyo awali dengan Senam Keluarga yang diikuti semua kader tak terkecuali anak-anakpun ikutan senam dengan instruktur langsung dari DPD PKS Bantul. Dengan semangat..kamipun mengikuti gerakan dari Sang instruktur, meskipun agak sedikit kesulitan..tapi yang penting gerak oey.. Suasana ceria penuh tawa sudah tampak dari awal.

Sekitar 1 jam acara senam berlangsung, tapi kayaknya ketagihan ini, para ummahat sudah merencanakan untuk merutinkan agenda senam ini (^_^). Setelah senam selesai.. kemudian para kader berkumpul di teras TKIT Ar Raihan untuk menyantap ‘Sego Tumpang’ yang disajikan keluarga Bu Haryani selaku sohibul bait. Oh ya, acara ini sebetulnya Temu Rutin Keluarga Besar DPRa Sitimulyo tiap bulan dengan tuan rumah bergilir dan bulan ini giliran Bu Haryani, karena bertepatan Hari Keluarga Nasional maka acara dan lokasinya dimodifikasi, namun Pj 'ube rampe' tetap Bu Haryani yang kali ini menyajikan menu spesial Sego Tumpang.

Dalam kondisi yang lelah.. lapar.. (k’na sejak pagi belum sarapan..) “Sego tumpang” pun dilahapnya dalam sekejap…alhamdulillah… terasa nikmat saat kebersamaan ini tercipta, dalam kondisi apapun Insya Allah akan terasa menyenangkan.

Acarapun dilanjut dengan Arisan..dan Alhamdulillah yang dapat arisan kali ini keluarga Bp. Amir Syarifudin (aleg PKS DPRD Bantul) dan Bu Lilis, insya Allah bulan depan Temu Keluarga Besar PKS Sitimulyo di rumah beliau.

“Happy Family Day”

Keluarga adalah sasaran dakwah terdekat karena merekalah yang akan menjadi penerus dan pendukung dakwah kita, berkumpullah bersama Keluarga tercinta.

*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

KulTwit ust @Hafidhuddin : Hikmah Isro' Mi'roj

Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat beraktivitas. Semoga Allah memberikan karunia & rahmat-Nya kpd kita semua.

Kemarin, 27 Rajab 1432 H, btepatan dgn hari #isra'mi'raj, slh 1 peristiwa penting. Insya Allah, saya akan kultwit ttg hikmah #isramiraj (baca: isra' mi'raj) bbrp saat lg.

1. "Maha Suci Allah, yg tlh mperjalankan hamba-Nya pd suatu mlm dr Masjidil Haram k Masjidil Aqsha.." (17:1) #isramiraj

2. "..yg tlh Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kpdnya sbagian dr tanda2 (kebesaran) Kami." (17:1) #isramiraj

3. "Sesungguhnya Dia adlh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (17:1) #isramiraj

4. Terdapat 4 pelajaran penting (hikmah) dr peristiwa #isramiraj yg dpt kita ambil.

5. Pertama, peristiwa #isramiraj a mu'jizat terbesar kedua yg diterima Rasulullah saw stlh Al-Quran.

6. Krn itu, kita sikapi dgn iman (keyakinan) bhw peristiwa itu bnr2 terjadi. #isramiraj

7. Apalagi QS 17:1 dimulai dgn kalimat tasbih yg mnunjukkan kekaguman akan peristiwa yg agung. #isramiraj

8. Kedua, kt hrs mperkuat keimanan bhw Allah swt Maha Kuasa u melakukan ap yg dikehendaki-Nya, tmsk memperjlnkn hamba pilihan-Nya. #isramiraj

9. "..Dan Allah mnentukan siapa yg dkehendakiNya (u diberi) rahmatNya (kenabian)&Allah mpunyai karunia yg besar." (2:105) #isramiraj

10. Manusia yg dipilih-Nya a manusia yg mmiliki kebersihan hati&pikiran,akhlak mulia,&ksh syg kpd sesama. #isramiraj

11. Para Nabi&Rasul Allah, semuanya memiliki sifat & karakter tsb. #isramiraj

12. Ketiga, peristiwa #isramiraj tjadi pd malam hari yg berarti kekhusyuan,
kesyahduan, & ketenangan hati.

13. Byk ibadah yg diperintahkan dilakukan pd malam hari spt shalat witir, tahajjud, tarawih, dll. #isramiraj

14. "Dan pd sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah km sbg suatu ibadah tmbhn bagimu.." (17:79) #isramiraj

15. "..mudah2an Tuhan-mu mengangkat kamu k tempat yg terpuji." (17:79) #isramiraj

16. "Sesungguhnya bangun d waktu mlm hari a lbh tepat (u khusyuk) & bacaan di wktu itu lbh berkesan." (73:6) #isramiraj

17. Keempat, masjid mrpkn sumber kebaikan & kebangkitan umat. #isramiraj

18. Allah memerintahkan u memakmurkan masjid dgn kegiatan yg bermanfaat. #isramiraj

19. "Hanyalah yg memakmurkan masjid2 Allah ialah org2 yg beriman kpd Allah d hari kemudian.." (9:18) #isramiraj

20. "..serta ttp mndirikan shalat,mnunaikan zakat,&tdk takut (kpd siapapun) slain kpd Allah.." (9:18) #isramiraj

21. "Maka mrklah org2 yg diharapkn tmsk golongan org2 yg mendapat petunjuk." (9:18) #isramiraj

22. Pelajaran terakhir, shalat 5 waktu a slh satu hasil dr mi'raj Rasulullah saw. #isramiraj

23. Ktinggian derajat ibadah shalat adlh: 1.Mi'raj org2 yg beriman, 2.Tiang agama, 3.Pembeda muslim dgn non-muslim.. #isramiraj

24. 4.Tempat kita memohon pertolongan kpd Allah swt. #isramiraj

25. "Shalat a tiang agama. Brgsiapa yg mengerjakannya dgn baik,mk dia menegakkan agama.." (Al-Hadist)

26. "Brg siapa yg meninggalkannya (shalat), mk dia menghancurkan agama." (Al-hadist) #isramiraj

27. "Dan mohonlah pertolongan kpd Allah dgn sabar dan shalat.." (2:45) #isramiraj

28. "Dan (shalat) itu sungguh berat,kec bagi orang2 yg khusyuk." (2:45) #isramiraj

29. Demikian kultwit hikmah #isramiraj semoga kt dpt mngambil pelajaran. Smga bermanfaat. Amin.


Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin
Ketua Umum BAZNAS, Guru Besar IPB, Direktur Pascasarjana UIKA Bogor, Dewan Syariah Nasional MUI, dan Sekjen World Zakat Forum.

*dikutip admin pkspiyungan dari http://twitter.com/#!/hafidhuddin


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Template SUPERKEREN Website PKS: GRATIS!

Selasa, 28 Juni 2011

by: admin pkspiyungan
Alhamdulillah, setelah merilis Template Blog PKS + Tutorial berbasis blogspot yang ditujukan untuk blogger level DPC ke bawah, kami juga sudah mendesain ulang dan menghasilkan Template Website PKS yang ditujukan untuk situs level DPD/DPW/PIP masih berbasis blogspot TAPI cuma dan hanya dengan biaya 88rb IDR alias rupiah per TAHUN domain blogspot tsb bisa diganti menjadi domain .com / .org / .net / .co.id / biar berasa profesional.

Niatan kami, hanya ingin berbagi dan sangat berharap struktur PKS dimana saja punya website yang manfaatnya sungguh sangat banyak. Oleh karena hal tersebut diatas, kami (pkspiyungan) siap membantu TOTAL bagi struktur PKS (DPC/DPD/DPW/PIP) yang belum punya website atau sudah punya tapi ingin tampil keren atau ingin blognya berubah jadi domain .com / .org / .net dll. Segera saja hubungi kami via email: pkspiyungan@yahoo.co.id GRATIS..!!!

Alhamdulillah, diantara yang sudah kami bantu adalah website DPD PKS Tarakan Kalimantan Timur, dulunya beralamat www.dpdpkstarakan.blogspot.com dan sekarang sudah 'berubah' menjadi www.pkstarakan.com yang super kereeeennnnn...

Bagi yang ingin tahu Template PKS super keren yang kami tawarkan silahkan liat di www.pkstarakan.com. Kami juga sudah membuat dan menyertakan Panduan/Tutorial untuk memakai Template tsb. Kalau masih kesulitan, kami juga siap mengerjakannya untuk PKS anda. Anda tinggal request, kasih alamat email gmail PKS anda plus password, foto-foto struktur PKS, sisanya kami yang akan mengerjakan hingga jadi, tinggal anda pakai. Praktis dan Gratis!

Btw, afwan dan sorry kalau untuk saat ini Template tersebut hanya kami tujukan khususon bagi blog/website PKS.


Piyungan, 26 Rajab 1432


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Senja nan indah di DPRa PKS Sitimulyo....

Senin, 25 Rajab 1432 (27-06-11). Senja nan teduh bersemilir angin sepoi dengan landskap persawahan usai terpanen, para ikhwah liqo pengurus DPRa PKS Sitimulyo berkumpul di rumah Abu Afnan Widodo. Beliau yang baru mudik dari kerja di pertambangan Halmahera Utara meminta teman-teman liqo DPRa Sitimulyo untuk Ifthor di rumahnya.

Maka sore itu, sepulang kerja ikhwan liqo DPRa Sitimulyo langsung meluncur ke sebuah rumah 'mewah' (mepet sawah) di dusun Sumokaton Sitimulyo Piyungan City. Mas Parman sang mas'ul DPRa sampai duluan bersama Kang Parjo dan Pakde Mujiran, disusul ane, akh Deni Sunardi, Mas Wahyu, Sarojo, Sinyo. Mereka Tim Inti DPRa PKS Sitimulyo, termasuk Mas Wahyu yang aseli Boyolali tapi sudah 'bertekad' untuk menjadi Keluarga Besar Sitimulyo. "Insya Allah you find the way....", mengutip Maher Zein.

Lantunan tilawatil qur'an memgawali acara Ifthor jama'i buka puasa tiap Senin ini. Satu persatu ikhwah membaca satu ruku' dengan tartil sambil disimak yang lain bergantian. Hingga pukul 17.32 WIB saat tiba waktu Maghrib rekan-rekan menikmati es buah dan aneka gorengan hidangan awal dari tuan rumah.

Buah itu manis dan menyegarkan, begitu pula 'buah' iman yang tiada lain ukhuwah akan sangat terasa manis dan menyegarkan terlebih ukhuwah di jalan dakwah penuh berkah ini. Begitulah yang kami rasakan dan nikmati di senja nan indah dalam semilir angin sepoi-sepoi....

Terimalah amal kami Ya Arhamar Rohimin, kokohkanlah iman kami, kuatkanlah tekad kami di jalan ini, dan kekalkanlah ukhuwah kami hingga Engkau himpunkan kembali kami di surga-Mu..... amin....

by: admin pkspiyungan


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Nilai-Nilai Harokah dalam Peristiwa Isra' dan Mi'raj

Senin, 27 Juni 2011

Oleh Ustadz Muhammad Ridwan*
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (17:1)

Peristiwa Isra’ Mi’raj adalah sebuah peristiwa Maha dahsyat yang terjadi pada tanggal 27 Rajab tahun ke 12 dari kenabian. dimana Alloh SWT mengawali firman Nya dalam surat Al-Isra’ ayat 1 dengan kalimat Subhana (Maha Suci Alloh) untuk menggambarkan betapa Agung dan Sucinya peristiwa ini, didalamnya banyak terkandung hikmah dan pelajaran yang sangat berharga bagi Rasululloh sendiri, sahabat, hingga kita ummatnya yang hidup di zaman kini. Peristiwa ini lebih tepatnya tejadi kira-kira 8 bulan sebelum Hijrahnya Rasululloh Saw dari Mekkah ke Madinah. Sehingga para Mufassirin berpendapat bahwa ada Korelasi yang kuat antara peristiwa Isra’ mi’raj dengan Peristiwa hijrah. Ada Nilai-Nilai Harokah (Pergerakan Dakwah) yang terkandung didalamnya.

Ada dua fase yang harus kita cermati jika kita ingin mengambil makna harokiyah dari peristiwa mi’raj. Fase yang pertama adalah sebelum Isra Mi’raj, yang kedua adalah fase di saat Rasululloh di Isra’mi’rajkan.

PERTAMA: Fase sebelum Isra Mi’raj

1. Al Fitnatu Alaa thoriiqid dakwah ( Fitnah dijalan dakwah )

Fitnah dan gangguan yang dialami disepanjang perjalanan dakwah Rasululloh sebelum isra’ mi’raj merupakan salah satu penyebab semakin terasa beratnya Amanah dakwah yang dipikul oleh Rasululloh dan para sahabatnya dikala itu, terlebih lagi peristiwa boikot yang dilakukan orang kaum Quraisy kepada seluruh keluarga Bani Hasyim. Kaum Quraisy tahu bahwa sumber kekuatan Nabi Saw adalah keluarganya. Oleh karena itu untuk menghentikan dakwah Nabi Saw sekaligus menyakitinya, mereka sepakat untuk tidak mengadakan perkawinan, transaksi jual beli dan berbicara dengan keluarga bani Hasyim. Mereka juga bersepakat untuk tidak menjenguk yang sakit dan mengantar yang meninggal dunia dari keluarga Bani Hasyim. Boikot ini berlangsung kurang lebih selama tiga tahun. Tentunya boikot selama itu telah mendatangkan penderitaan dan kesengsaraan khususnya kepada Nabi Saw dan umumnya kepada keluarga Bani Hasyim. Hal ini menyiratkan makna bagi kita bahwa : Ujian-ujian berat akan selalu mengiringi perjuangan para penggiat dakwah (Muharik dakwah) dimanapun dan sampai kapanpun.

Firman Alloh dalam surat Al-Anfal ayat 30

وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُواْ لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللّهُ وَاللّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.

2. Ahamiyah Ta’yiidu da’wah (Urgensi Dukungan Terhadap Dakwah)

Peristiwa wafatnya paman beliau, Abu Thalib. Peristiwa ini menjadi sangat penting dalam perjalanan dakwah Nabi Saw sebab Abu Thalib adalah salah satu paman beliau yang senantiasa mendukung dakwahnya dan melindungi dirinya dari kejahilan kaum Quraisy. Dukungan dan perlindungan Abu Thalib itu tergambar dari janjinya," Demi Allah mereka tidak akan bisa mengusikmu, kecuali kalau aku telah dikuburkan ke dalam tanah." Janji Abu Thalib ini benar. Ketika ia masih hidup tidak banyak orang yang berani mengusik Nabi Muhammad Saw, namun setelah ia wafat kaum Quraisy menjadi leluasa untuk menyakitinya .

Peristiwa wafatnya istri beliau, Siti Khadijah r.a. Peristiwa ini terjadi tiga hari setelah pamannya wafat. Siti Khadijah bagi Nabi Saw bukan hanya seorang istri yang paling dicintai, tapi juga sebagai sahabat yang senantiasa mendukung perjuangannya baik material maupun spiritual, yang senantiasa bersama baik dalam keadaan suka maupun duka. Oleh karena itu, wafatnya Siti Khadijah menjadi pukulan besar bagi perjuangan Nabi Saw. Namun Alloh menghibur Rasululloh dengan Firmannya di surat al-anfal ayat 64

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللّهُ وَمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mu'min yang mengikutimu.

Dari dua peristiwa yang disebut sebagai peristiwa Amul huzn (tahun Duka Cita) tergambarkanlah bahwa betapa pentingnya dukungan keluarga terhadap dakwah. Namun dukungan utama kita adalah Alloh SWT (Ta’yidulloh) dan dukungan orang-orang yang beriman(Ta’yidul Mu’minin).

KEDUA: Fase Isra’ dan Mi’raj

3. Al-masjidu Markazul Harakah (Masjid sebagai pusat pergerakan)

Sebelum Rasulullah mi’raj ke sidratil muntaha bersama malaikat jibril mengendarai buraq. Beliau SAW mengawali perjalanannya (isra’) dari Masjidil haram ke masjidil Aqso (minal masjid ilal masjid) bahkan nabi sempat mengimami sholat bersama para nabi dimasjid al-aqso (palestina) sabdanya :

Dari Abu Hurairah, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW : "..... Dan sungguh telah diperlihatkan kepadaku jama'ah para nabi. Adapun Musa, dia sedang berdiri shalat. Dia lelaki tinggi kekar seakan-akan dia termasuk suku Sanu'ah. Dan ada pula 'Isa bin Maryam alaihi`ssalam sedang berdiri shalat. Manusia yang paling mirip dengannya adalah 'Urwah bin Mas'ud ats-Tsaqafi. Ada pula Ibrahim 'alaihi`ssalam sedang berdiri shalat. Orang yang paling mirip dengannya adalah sahabat kalian ini, yakni beliau sendiri. Kemudian diserukanlah shalat. Lantas aku mengimami mereka. Seusai shalat, ada yang berkata (Jibril): "Wahai Muhammad, ini adalah Malik, penjaga neraka. Berilah salam kepadanya!" Akupun menoleh kepadanya, namun dia mendahuluiku memberi salam.(H.R.Muslim)

Jika ummat islam ingin kembali kepada kejayaannya maka kembalilah ke masjid ( back to mosque), jadikan mesjid sebagai pusat perjuangan.

4. Ats-tsiqoh bil qiyadah (Percaya kepada Pemimpin dakwah)

Saat Nabi SAW diisrakan ke Masjid al-Aqsha, subuhnya orang-orang membicarakan hal itu. Maka sebagian orang murtad dari yang awalnya beriman dan membenarkan beliau. Mereka memberitahukan hal itu kepada Abu Bakar radhiya`llahu anhu. Mereka bertanya: "Apa pendapatmu tentang sahabatmu yang mengaku bahwasanya dia diisrakan malam tadi ke Baitul Maqdis?" Dia (Abu Bakar) menjawab: "Apakah ia berkata demikian?" Mereka berkata: Ya. Dia menjawab: "Jika ia mengatakan itu, maka sungguh ia telah (berkata) jujur." Mereka berkata: "Apakah engkau membenarkannya bahwasanya dia pergi malam tadi ke Baitul Maqdis dan sudah pulang sebelum subuh?" Dia menjawab: "Ya, sungguh aku membenarkannya (bahkan) yang lebih jauh dari itu. Aku membenarkannya terhadap berita langit (yang datang) di waktu pagi maupun sore." Maka karena hal itulah, Abu Bakar diberi nama ash-Shiddiq (orang yang membenarkan). HR al-Hakim dari Aisyah radhiyallahu anha. Shahih lighairih menurut dalam ash-Shahihah (I: 306)

Sikap yang ditunjukkan oleh Abu Bakar As-Shidiq adalah sifat seorang kader dakwah sejati yang begitu tsiqohnya terhadap Rasululloh sebagai Qiyadah Dakwah ( pimpinan dakwah ) tak terpendam dalam hatinya Amrodutsstiqoh (krisis kepercayaan) karena Rasululloh adalah seorang qiyadah yang memiliki sifat Shidiq, Amanah, Tabligh,dan Fathonah.

Wallohu a’lam

*)sumber: http://www.islamedia.web.id/2011/06/nilai-nilai-harokah-dalam-peristiwa.html


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Hikmah Isro' Mi'roj

Oleh: Agus Priyatmono,S.Pd*)
Walaupun bulan Rajab hampir habis dan akan memasukki bulan Syaban tetapi menggali hikmah bulan Rajab tak akan habis. Apalagi pada bulan tersebut 14 abad yang lalu telah terukir dalam sejarah Islam satu peristiwa yang sangat menakjubkan dan sulit diterima oleh jangkauan akal manusia.

Peristiwa tersebut adalah Isro dan Miroj yaitu suatu peristiwa dimana Sang Maha Pencipta pemilik rahasia alam semesta memperjalankan seorang hambanya yang suci Muhammad SAW dalam dua perjalanan akbar. Perjalanan melintasi alam nyata dari Masjid Al Haram Makkah ke Masjid Al Aqsa Yerussalem Palestina serta perjalanan melintasi alam nyata ke alam ghaib dengan pembukaan tabir pembatasnya dari alam dunia ke alam masa depan.

Tujuan dari peristiwa itu cukuplah dua ayat Allah dalam kitabnya yang suci dan yang terjaga Al Quran Al Karim surat Al Isro’ ayat 1 dan An Najm ayat 13-18 yaitu untuk diperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagian kecil dari tanda-tanda kekuasaan Tuhan Sang Penguasa alam semesta. Kalau ditinjau secara akal peristiwa tersebut akanlah sulit terutama untuk peristiwa mi’raj, adapun untuk peristiwa isra’ pada zaman sekarang sudah dapat dibuktikan dengan teknologi.

Lepas dari itu semua dan runtutan peristiwa yang ada, banyak hikmah yang dapat diambil. Tetapi sebelum mengupas hikmah yang perlu kita pilah ada 4 peristiwa besar berkenaan dengan isro’ mi’raj. Peristiwa tersebut adalah:

1. Peristiwa sebelum kejadian isro’ mi’roj
2. Peristiwa isro’
3. Peristiwa mi’raj
4. Peristiwa sesudah kejadian isro’ mi’roj

Peristiwa sebelum kejadian isro’ mi’roj

Sebelum kejadian isro’ mi’roj, umat Islam dan Nabi yang Agung mendapatkan suatu ujian yang sangat berat. Ujian itu adalah pemboikotan kaum kafir Quraisy dan sekutunya terhadap umat Islam, wafatnya pendamping dan penyokong dakwah Nabi saw ummul mukminin Khadijah dan pamannya Abi Thalib serta penolakan dan penghinaan oleh bani Tsaqif di Thaif. Kempat ujian tersebut merupakan ujian yang berat bagi Nabi dan umat Islam saat itu. Puncaknya adalah dengan hati yang pedih Nabi saw mengadukan diri kepada Allah ‘Azza wa Jalla Sang Maha Penghibur bagi hambanya yang mengadu dengan lantunan do’a yang khusyuk dan harap.

Peristiwa isro’

Allah swt memberikan penghibur pertama kepada Nabi saw berupa perjalanan yang menakjubkan untuk ukuran zamannya. Jarak antara Makkah dan Yerusalem Palestina ditempuh berhari-hari dengan perjalanan biasa tetapi dapat ditempuh dengan sekejap mata. Teknologi masa depan yang digunakan Nabi saw pada zamannya atas izin Allah swt. Diperlihatkan pula kepada Nabi saw peristiwa yang terjadi dan terekam sempurna selama perjalanan itu termasuk cirri-ciri masjid Al Aqsa seperti halnya rekaman peristiwa dalam perjalanan biasa. Ketika di Al Aqsa, Nabi saw berjumpa dengan para Nabi as dan sholat bersama di sana. Hal ini menunjukkan bahwa para Nabi as memiliki tugas yang sama dengan Nabi saw yaitu mengajak segenap umat manusia untuk berislam, tunduk dan sujud hanya kepada Allah Yang Esa dan Nabi saw yang merupakan nabi penutup dan penyempurna bangunan dakwah islam dan risalah keselamatan itu. Terkadang manusia pada saat ini sering memilah-milah agama berdasarkan risalah yang dibawa oleh para nabi. Padahal agama atau risalah yang dibawa oleh para nabi adalah satu, yaitu Islam, agama keselamatan, agama para penghuni surga Allah.

Peristiwa mi’roj

Allah swt kemudian memberikan penghibur kedua kepada nabi Naw berupa perjalanan yang lebih dan sangat menakjubkan lagi, yaitu perjalanan ke alam ghoib, lapisan langit yang tertinggi dan gambaran masa depan sesudah mati berkenaan dengan balasan amal. Ketika tabir itu dibukakan oleh Sang Maha Hebat Allah ‘azza wa jalla, terlihat oleh Nabi saw peristiwa demi peristiwa yang sangat sulit dicerna akal manusia kecuali dengan kebeningan iman dan hati seorang hamba. Lengkap terekam oleh Nabi saw peristiwa-peristiwa yang dilalui seolah peristiwa tersebut berjalan detik demi detik hitungan manusia di alam dunia. Tabir alam dimensi lain terbuka, Nabi saw melihat lapisan langit yang disambut oleh saudaranya para nabi as dengan sapaan marhaban bil akhis shalih (selamat datang wahai saudaraku yang shaleh). Terlihat strategi dan tipu daya musuh abadi manusia, iblis laknatullah dengan dunia yang fananya. Terlihat kenikmatan surga dengan segala fasilitas yang ada yang jauh berbeda dengan fasilitas kemewahan di dunia. Terlihat kesengsaraan di neraka yang disiapkan untuk hamba Allah yang mendustakan kebenaran hakiki. Dan puncaknya adalah kenikmatan yang diberikan pada Nabi saw yaitu berkomunikasi langsung dengan Allah dan sekaligus beliau diberikan satu risalah syariat shalat, tiang penyangga keselamatan manusia setelah syahadat.

Peristiwa sesudah kejadian isro’ mi’roj

Setelah dua peristiwa tersebut, Nabi saw khabarkan kepada segenap manusia di Makkah. Terjadi guncangan dalam hati dan masyarakat, antara percaya dan tidak percaya bagi umat islam dan keanehan serta kemustahilan bagi kaum kafir. Keimanan teruji setelah peristiwa itu, diantaranya adalah shahabat karib beliau Abu Bakar menerima dengan ucapannya yang mantap sehingga beliau mendapat gelar As Shidiq (yang jujur) jujur menerima kenyataan iman. Suatu keniscayaan peristiwa yang ada yang terjadi dan bertentangan dengan akal manusia tetapi tidak bagi hati yang disinari oleh hidayah dan keimanan.

HIKMAH

Dari rentetan sejarah nyata isro’ mi’roj dapatlah dipetik beberapa hikmah dari sekian banyak hikmah yang terkandung. Diantaranya adalah:

1. Hendaklah kita selalu menggantungkan diri kepada Sang Maha Tempat Berharap bagi hambanya. Dialah tempat meminta dan berharap. Dialah Sang Khaliq yang tidak pernah mengecewakan hambanya yang selalu berharap dengan khusyuk dan cinta. Berbeda dengan manusia yang akan selalu mengecewakan bagi manusia lainnya yang berharap apalagi bila manusia telah berada pada puncak kekuasaan dan materi dan hatinya tidak disinari oleh cahaya hidayah.

2. Sesuatu yang mustahil bagi manusia tidak berlaku bila Allah berkehendak. Sehingga manusia diharapkan memiliki optimisme yang tinggi dalam menghadapi kehidupan dan menjalani kehidupan itu sendiri. Kehidupan di dunia hanyalah sekejap kedipan mata atau bahkan kurang dari itu dibandingkan dengan kehidupan di akhirat yang kekal dengan segala bentuk balasannya baik balasan baik maupun balasan buruk.

3. Kenikmatan iman tidak mungkin tercapai bila hati masih tertutup dengan keraguan dan kenyataan kehidupan yang ada. Apalagi bila hanya dibatasi kemampuan akal manusia yang terbatas atau pandangan nyata mata manusia yang lebih terbatas lagi.

4. Peristiwa isro’ mi’roj tidak terpisah dengan perintah shalat. Kekuatan sholat bagi seorang hamba akan membuka pintu kejumudan berpikir dan membersihkan kebebalan hati yang kotor. Dengan sholat pula akan meng-isro’ mi’roj-kan manusia ke dalam kedudukan mulia di antara hamba-hambanya yang mulia yang telah diberi kenikmatan oleh Allah swt dari golongan para nabi, shidiqqin, syuhada dan shalihin. Juga akan mengikat para hamba-hambaNya yang demikian dalam satu ikatan yang utuh, lepas dari ikatan nasab, ras maupun kepentingan keduniaan lainnya yang fana.


*)sumber: http://www.alfurqon.or.id/component/content/article/45-tausyiah/51-hikmah-isro-miroj

*posted: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Tatsqif PKS Piyungan Bersama Ustadz Samin Barkah, Lc, DPP PKS

Minggu, 26 Juni 2011


Alhamdulillah, pagi Ahad yang cerah, 26 Juni 2011 (24 Rajab 1432), seperti biasanya kader-kader ikhwan-akhwat DPC PKS Piyungan mengawali aktifitas Ahad dengan tholabul ilmu Tatsqif Kajian Ahad Pagi. Namun, pagi ini sangat istimewa karena ustadz yang membersamai kami adalah ustadz Samin Barkah, Lc, Ketua Departemen Pengenalan Islam, BPU (Bidang Pembangunan Umat) DPP PKS.

Beliau bersama rombongan DPP PKS Bidang Pembangunan Umat jaulah ke Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka Sosialisasi Robthul Am sekaligus TFT yang diselenggarakan di DPW PKS D.I. Yogyakarta, 25-26 Juni 2011. Disela-sela waktu, pagi tadi beliau berkenan hadir di Piyungan untuk mengisi Tatsqif rutin tiap Ahad yang digelar Bidang Kaderisasi DPC PKS Piyungan yang bertempat di masjid Al-Ikhlas Sampakan.

"Karena ini masih bulan Rajab, maka tema kajian kita berjudul 'Isro Mi'roj Dalam Perspektif Iman dan Ilmu Pengetahuan'," tutur ustadz Samin mengawali.

"Isro' Mi'roj terjadi saat Rasululullah saw berada pada puncak kesedihan setelah dua penyokong dakwah utama, yakni Khodijah istrinya dan Abu Thalib pamannya, dalam waktu berdekatan wafat. Inilah momen dimana sisi-sisi manusiawi Baginda Nabi sangat terasa, sedih, merasa sendirian, beratnya ujian bertubi-tubi. Maka, pada saat-saat seperti itulah Allah SWT ingin menghibur sekaligus menguatkan tekad Nabi dengan memberi 'hadiah' berupa tour, traveling, jaulah, rihlah, yakni Isro' Mi'roj," urai ustadz Samin Barkah.

"Kitapun, dalam aktifitas dakwah ataupun keluarga, ketika kondisi sudah terasa jenuh, suntuk, bete, maka untuk mengembalikan vitalitas adalah dengan melakukan traveling, rihlah, tour. Itu sunnah Nabi," sambung beliau.


Ustadz Samin lantas mengurai dengan gamblang tentang Isro' Mi'roj, hikmah dan ibroh bagi kita para kader dakwah, juga penjelasan Isro Mi'roj dari aspek ilmu pengetahuan.

Kami, yang baru pertama kali mendengar dan mendapat wejangan ilmu dari Ustadz Samin merasa sangat kurang waktu satu jam bersama beliau. Penjelasan dan uraian beliau sangat bernash, mudah difahami, interaktif dan dinamis, pokoke bikin betah.

Berhubung beliau masih harus melanjutkan agenda utama 'Sosialisasi Robthul Am dan TFT' maka pukul 07.10 WIB Tatsqif Kajian Ahad Pagi diakhiri. Syukron wa jazakumullah buat ustadz Samin Barkah dan ustadz Hadi Prabudi yang turut membersamai beliau, juga ustadz Amir Syarifuddin Aleg PKS Bantul yang mengantar jemput ustadz Samin Barkah.***

*)reported admin pkspiyungan

*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Kesungguhan Membangun Peradaban

Oleh : Cahyadi Takariawan
Semua kesungguhan akan menjumpai hasilnya. Ini bukan kata mutiara, namun itulah kenyataannya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang diusahakan dengan sepenuh kesungguhan. Kadang kita mengalami peristiwa hidup tidak seperti yang kita inginkan, bisa jadi salah satu penyebabnya adalah kurangnya kesungguhan dalam menggapainya. Kita terlalu santai, atau pasrah sebelum bekerja keras mencapai cita-cita.

Cobalah sedikit kita tengok kesungguhan orang-orang Hollywood bekerja menghasilkan karya film. Kesungguhan mereka tampak dalam besaran biaya yang dikeluarkan untuk proses pembuatan film, dan tampak pula dari kualitas produk yang dihasilkan. Kita tercengang melihat kesungguhan insan perfilman Hollywood yang mudah sekali menghamburkan dana ratusan juta dolar Amerika, demi memuaskan ambisi mereka. Padahal, dari keseluruhan usaha dan kesungguhan tersebut, hasilnya hanyalah : sebuah film!

Ya, film berdurasi dua jam. Diputar di bioskop dan layar televisi. Sekali orang menonton, mungkin ada yang mengulang menonton sekali lagi. Setelah itu bosan, tidak akan mengulang menontonnya lagi. Seluruh kesungguhan tim dalam menggarap sebuah film, mengeluarkan dana ratusan juta dolar Amerika, dan hasilnya hanyalah panggung hiburan. Hanya film. Sebuah khayalan, sebuah ketidakseriusan, ketidaksungguhan, karena bernuansa fiksi walau diangkat dari kisah nyata yang pernah ada.

Coba kita perhatikan. Film Avatar menjadi film paling mahal yang ada saat ini. Film yang diproduksi James Cameron ini menghabiskan biaya 500 juta dolar Amerika untuk pembuatannya. Berikutnya adalah film Pirates of the Caribbean: At World’s End buatan Gore Verbinski, menghabiskan biaya 300 juta dolar Amerika. Peringkat ketiga adalah film Spiderman 3 produksi Sam Raimi, menelan biaya produksi 258 juta dolar Amerika.

Peringkat keempat adalah film Pirates of the Caribbean: Dead Man’s Chest buatan Gore Verbinski, memerlukan biaya 225 juta dolar Amerika. Peringkat kelima adalah film X-Men: The Last Stand produksi Brett Ratner yang menghabiskan dana 210 juta dolar Amerika. Setelah itu barulah film Titanic. Film produksi James Cameron tahun 1997 ini menghabiskan biaya 200 juta dolar Amerika, padahal pembuatan kapalnya sendiri “hanya” memerlukan 123 juta dolar Amerika pada masanya.

Pada contoh film Avatar, biaya produksi 500 juta dolar Amerika dianggap kecil, karena sampai dengan awal tahun 2010 kemarin telah menghasilkan uang US $ 1,840,797,418. Fantastik, baik dana pembuatan maupun hasil yang didapatkan dari pemutaran film Avatar di seluruh dunia, selama setahun saja. Dari modal US $ 500 juta, hanya setahun di pasaran, sudah kembali US $ 1,8 M.

Coba kita rupiahkan, dengan kurs US $ 1 sama dengan Rp 8.600. Biaya pembuatan film Avatar adalah Rp 4.300.000.000.000 atau 4,3 trilyun rupiah. Bisakah kita hitung, proyek dakwah apakah yang bisa dibiayai dengan 4,3 trilyun rupiah ? Proyek kebaikan apa saja yang bisa dihadirkan dengan sediaan dana 4,3 trilyun rupiah ? Mimpi apa saja yang bisa terwujudkan oleh dana sejumlah itu ? Cobalah kita buat proposal untuk menghabiskan dana pembuatan film Avatar itu. Ternyata mereka habiskan begitu saja demi membuat hiburan bernama film.

Di Hollywood, dana 4,3 trilyun rupiah ternyata hanya diwujudkan dalam sebuah tayangan berdurasi sekitar 2 jam. Ya, hasilnya hanyalah film, hanya hiburan, hanya khayalan, hanya ketidaksungguhan. Padahal prosesnya sangat bersungguh-sungguh, namun hasilnya berupa hiburan dan tontonan saja. Kita sering mendengar keluhan sulitnya menghadirkan tuntunan, karena tidak ada yang serius membiayai, sedangkan untuk tontonan begitu mudah orang mengeluarkan biaya.

Dengan kurs yang sama (kita samakan kurs-nya sekedar untuk memudahkan penghitungan), kita bisa menghitung produksi film Titanic menghabiskan biaya Rp 1.720.000.000.000, atau 1,72 trilyun rupiah. Dana itu juga dianggap murah, karena sampai awal tahun 2010 telah mengeruk keuntungan sebesar US $ 1,835,300,000 atau sama dengan Rp 15.783.580.000.000, yaitu sekitar Rp 15,8 trilyun.

Jika kita ambil sampel enam film itu saja, total biaya produksinya mencapai US $ 1.693.000.000, atau sekitar Rp 14.559.800.000.000. Ya, 14,5 triliun rupiah hasilnya hanyalah enam buah film, enam tontonan, enam hiburan. Uang dalam kisaran Rp 14 triliun, apakah yang bisa dilakukan di Indonesia dengan uang sejumlah itu ? Coba kita tengok salah satu program pemerintah Indonesia, yang dikoordinasikan oleh Kementrian Koordinator Kesra.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengatakan, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 14 triliun untuk Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri pada tahun 2010 kemarin. Menko Kesra menyatakan, peningkatan alokasi anggaran untuk PNPM bisa membantu masyarakat untuk membangun dan mengembangkan potensi diri hingga bisa keluar dari kemiskinan.

Menurut Menko Kesra, PNPM Mandiri merupakan wadah pembelajaran bagi masyarakat terhadap nilai moral dan etika, “Masyarakat dibimbing untuk membangun kemitraan dalam mewujudkan keinginan bersama”. Agung Laksono menyebutkan, jumlah tersebut meningkat jika dibanding tahun 2009 yang sebesar Rp 9,9 triliun. Peningkatan ini karena respons masyarakat terkait program PNPM sangat positif. Dengan program ini masyarakat dibina dan diberdayakan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi yang baik, menguatkan semangat kegotongroyongan sosial dan ekonomi dalam rangka meningkatkan keberdayaan dan kemandirian masyarakat.


Kita bisa melihat anggaran PNPM Mandiri selama satu tahun hanya setara dengan biaya pembuatan enam buah film Hollywood saja. Enam film itu kalau kita lihat berturutan hanya memerlukan waktu satu hari saja. Padahal jika digunakan untuk program pemberdayaan masyarakat, ternyata bisa menjadi program nasional selama satu tahun. Luar biasa etos dan kesungguhan insan perfilman Hollywood, tidak berhitung uang yang dikeluarkan, demi sempurnanya produk sesuai yang diharapkan.

Lalu bagaimanakah dengan kesungguhan kita melakukan proyek kebaikan selama ini ? Bagaimana kesungguhan kita melakukan proses pembangunan manusia Indonesia seutuhnya ? Bagaimana kesungguhan kita dalam melakukan dakwah ? Sudah pasti, kesungguhan tidak bisa diukur dari banyaknya dana yang dikeluarkan. Namun perbandingan tadi saya angkat dalam rangka untuk menunjukkan betapa sebuah hiburan, sebuah tontonan, ternyata dibangun dari kerja keras dan kesungguhan menghadirkan berbagai hal terbaik, sehingga biayanya menjadi mahal.

Sekedar membuat tontonan 2 jam, proses pembuatannya berbulan-bulan, menggunakan berbagai peralatan canggih, menghimpun sangat banyak pakar dan keahlian, melibatkan ratusan hingga ribuan orang dalam pembuatannya. Mereka sangat perfect dalam pengambilan gambar, sehingga harus melakukan latihan serius dan harus mengulang-ulang adegan demi mendapat hasil yang sempurna. Tidak jarang harus membuang banyak bagian karena hasilnya tidak memuaskan. Dalam proses animasi, mereka menggunakan teknologi super canggih untuk mendapatkan hasil maksimal. Bayangkan bagaimana harus menggambarkan proses tenggelamnya kapal Titanic agar tampak seperti nyata.

Sementara untuk melakukan kebaikan, kadang belum tampak usaha yang serius dan belum tampak kesungguhan yang optimal dalam merancang maupun menjalankan programnya. Padahal yang akan dihasilkan bukanlah tontonan, bukanlah hiburan, namun sebuah peradaban yang nyata. Kita masih banyak permakluman dan permaafan kepada kegiatan yang ala kadarnya, yang kurang terencana, yang kurang bagus manajemennya. Semua kita maklumi sendiri, dengan alasan masih belajar, sedang berproses, harus bersabar, dan lain sebagainya.

Padahal kita tidak sedang mengada-ada tentang gambaran kapal Titanic, yang kita lakukan justru membangun sebuah kapal peradaban sesungguhnya. Kapal yang tidak boleh pecah dan karam. Kapal yang akan membawa kehidupan menuju kepada kebaikan dan cahaya. Kapal yang akan menjauhkan penumpangnya dari kerusakan, dan membawa mereka semua dalam bimbingan Ketuhanan. Kapal yang akan menghantarkan kepada pulau harapan. Seharusnya dilakukan dengan segenap kesungguhan jiwa, dilakukan dengan segenap pikiran dan perasaan. Bukan ala kadarnya, bukan semaunya, bukan sesempatnya.

Sudahkan kita bersungguh-sungguh melakukan kebaikan ? Sudahkah kita menghadirkan segenap kesungguhan dalam kerja di medan perjuangan ? Ingatlah, hasil akhir yang kita dapatkan bukanlah sebuah hiburan, bukanlah sebuah tontonan, namun sebuah peradaban. Sebuah kehidupan. Sebuah harapan.

Mari bekerja sepenuh kesungguhan.


nDalem Mertosanan, Yogyakarta, 26 Juni 2011

*)sumber: http://cahyadi-takariawan.web.id/?p=1308

*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

KulTwit @SriRahmiDPRD Aleg PKS Makasar : Perjalanan Membersamai Rakyat

Sabtu, 25 Juni 2011


Sri Rahmi, Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar asal PKS. Hari ini (Sabtu, 25/6/11) beliau keliling daerah Sulawesi Selatan bertemu dan merasakan geliat ekonomi rakyat . Perjalanan penuh kesan ini beliau sharing dalam twitnya...


1. Bismillah...go to (kab.) Palopo for jaulah. #perjalananrakyat

2. Smg semua agnda dimudahkan Allah. #perjalananrakyat

3. Insya Allah akan mampir di (Kab.) Barru (sulsel) bertemu dg KuBe penerima dana bantuan penguatan #ekonomirakyat bbrp wkt lalu. #perjalananrakyat

4. Karena duduk maka tak menemukan apapun. Karena berjalan maka kita menemukan banyak hal. #perjalananrakyat

5. Karena diam, kita tak mampu memberi. Karena bergerak, kita jd tahu apa yg mrk butuhkan. #perjalananrakyat

6. Sy baru sj mninggalkan kab.Barru. Mngunjungi KuBe abon tuna Radia. Sungguh mngharukan eksprsi rasa syukur mrk. #ekonomirakyat #perjalananrakyat

7. Abon tuna Radia sjk thn 90an. Dikelola dg manajmen tradisional, modal terbatas, smntara permintaan terus meningkat. #ekonomirakyat

8. Sampai skg pun tanpa pembukuan, cashflow tdk terbaca, produksi jalan terus, permintaan terus meningkat. #ekonomirakyat

9. Ketika sy tanya omzet & laba bulanannya, bu Radia tdk bs jawab scr akademik. Ada laba tp tdk tau jumlahnya brp. #ekonomirakyat

10. Yg mharukan adl jawbn sederhananya:"5 anak sy kuliah bs sy biayai dr hasil abon tuna ini.saat butuh byar uang kuliah ada uang". #ekonomirakyat

11. Bagi b Radiah, itulah laba dr bisnis abon tunanya selama ini. Bg nya tdk penting tahu nominalnya. Yg penting labanya terasa. #ekonomirakyat

12. Kpd anaknya yg kuliah, sy titipkan pesan pendampingan pembuatan pembukuan usaha. Yg kecil bs jd besar krn manajmen. #ekonomirakyat

13. B Radia mceritakan sejarahnya mbangun bisnis tunanya.peristiwa2 kecil yg mengharukan, diselingi kisah2 lucu yg menginspirasi. #ekonomirakyat

14. Sy mendengarkannya dg perasaan penuh haru. Sy membiarkannya. Itu salah 1 bentuk ekspresi syukurnya. #ekonomirakyat

15. Yg mbuat sy takjub di tengah keharuan adl tnyata sebagian dr dana bantuan itu dia infaqkan ke masjid dekat rmhnya. #ekonomirakyat

16. Saat ngtwit ini, dada sy msh sesak penuh haru atas kepolosan,kegigihan,ketulusan b Radia. #ekonomirakyat

17. Dg bantuan itu, skg b Radia sdh punya freezer besar utk menyimpan daging tuna yg siap olah #ekonomirakyat

18. Beliau jg berencana mbuat rmh produksi yg layak di samping rmhnya. saat ini msh menyatu dg dapur rmhnya. #ekonomirakyat

19. Kalo ibu ke sini lg, I Allah t4nya sdh jadi, katanya dg riang sambil memeluk sy. Hangat & tulus #ekonomirakyat

20. Wah...mengisahkan b Radia gak habis2 rasanya. Bnyak inspirasi. Tp cukup inilah kultwit yg mwakili #ekonomirakyatdlm #perjalananrakyat.

21. walaupn manaj tradisional,tp bRadia care thdp leglitas usaha.Bisnis abonnya sdh pnya SITU/SIUPP,P IRT&sertifikasi halal MUI. #ekonomirakyat

22. Salut...salut...ini jg ada bab sendiri kisahnya...ah bu Radia. #ekonomirakyat

23. Akhirnya sy pamit krn hrs melanjtkan perjalanan ke Palopo **4jamlagidariBarru** #ekonomirakyat #perjalananrakyat

24. Saat sy pamit,bRadia berbisik lirih, doakan sy bs naik haji dr usaha ini. Ya Allah Amin ya Allah. #ekonomirakyat

25. O ya, ada yg nyaris lupa. Ini point penting yg hrs sy sampaikan. B Radia ketat dlm quality kontrol produknya. #ekonomirakyat

26. Karyawannya dilarang mengemas produk sblm dicicipin b Radia. Racikan komposisi pun hrs dr tangannya. #ekonomirakyat

27. Sekian tweps ttg b Radia. Jk melewati Barru, mampirlah di jembatan kuning utk beli oleh2 abon tuna Radia. #ekonomirakyat #perjalananrakyat


*)dikutip admin pkspiyungan dari http://twitter.com/#!/srirahmidprd


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

KulTwit @FahriHamzah: PKS KITA

• Tidak ada partai yg dititipkan perhatian begini besar selain #PKSKITA ini oleh publik. Mari kita dewasa menyikapinya.

• Di hati kita yg terdalam, perhatian besar kepada #PKSKITA ini lah yg meyakinkan kita bahwa suatu hari pubik akan vote penuh.

• Kita hanya perlu memperbaiki niat kita dan kedewasaan kita. Masa depan di tangan kita jika kita teruji. #PKSKITA

• Soal niat dan kedewasaan itu tidak mudah. Karena itu kita mesti berlatih lapang dada. #PKSKITA

• Kadang2 maksud baik pun tidak diterima baik. Saatnya berlatih lapang dada. #PKSKITA

• Yang paling dewasa akan memimpin. #PKSKITA

• Jangan takut dikritik dan jangan berubah karena dicerca. Karena pendirian yg kuat akan meyakinkan bangsa ini. #PKSKITA

• Sorry kalau bernada kampanye. Emang ada maksud dikit2 ke situ. Hehehe #PKSKITA

• "Setiap yg mengkritik saya, saya tahu dia perhatian kepada saya dan besar kemungkinan maksudnya baik", itu respon kader #PKSKITA.


*)dikutip dari http://twitter.com/#!/Fahrihamzah


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Media Zionis: “Mesir Perangkap Bagi Para Intel Mossad”

Jumat, 24 Juni 2011

Mengomentari keputusan pihak Mesir menghukum Thoriq Abd Ar Razzaq yang ditduduh sebagai intel Mossad dengan penjara seumur hidup, dan vonis secara in absentia bagi dua perwira Mossad Edie Moshe dan Jozef Demore, beberapa media Zionis telah menilai bahwa Mesir saat ini telah menjadi perangkap bagi para intel Zionis, demikian lansir media lokal Mesir, Al Yaum As Sabi (24/6/2011)

Beberapa media Zionis seperti Jerusalem Post, Haaretz serta Chanel 7 menyebutkan bahwa Mesir berhasil menangkap warga Zionis dan orang-orang di luar warga mereka yang dituduh sebagai agen Mossad, dalam jumlah besar. Yang terakhir dari mereka adalah Ilan Grabel, yang dituduh peihak kemanan Mesir sebagai mata-mata yang bekerja untuk kepentingan Mossad dan memantik konflik antara rakyat dan militer.

Sebelumnya Mesir telah memvonis Thariq Abd Ar Razzak, seorang pebisnis Mesir dengan hukuman penjara seumur hidup, karena diuduh membangun jaringan mata-mata melawan Mesir dan beberapa negara Arab dengan bantuan dua perwira Mossad, yang juga divonis secara in absentia dengan hukuman penjara seumur hidup.

Pada tahun 2007 Mesir juga menangkap seorang wanita Mesir yang memiliki paspor Kanada dengan tuduhan melakukan kerja sama untuk kepentingan Mossad. Dengan ditangkapnya wanita ini, 3 warga Zionis juga diadili secara in absentia.

Pada tahun 1996 Mesir juga telah menangkap warga Zionis yang berbangsa Arab, Azzam Azzam dan menvonisnya dengan kurungan selama 15 tahun dengan tuduhan melakukan aktivitas mata-mata untuk kepentingan Mossad. Namun, pada tahun ke delapan menjalani hukuman ia dibebaskan dan ditukar dengan 6 warga Mesir yang ditangkap pihak Zionis.

Yang sampai sekarang masih mendekam di penjara Mesir adalah Audah Sulaiman Tarabin, yang memiliki paspor Mesir dan Zionis, yang dituduh memberikan informasi mengenai militer Mesir kepada pihak Zionis, yang sampai saat ini pihak Zionis belum mampu membebaskannya.*

*)http://hidayatullah.com/read/17688/24/06/2011/media-zionis:-%E2%80%9Cmesir-perangkap-bagi-para-intel-mossad%E2%80%9D.html

*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Lukisan Kehidupan

Kamis, 23 Juni 2011

Oleh: Abdullah Haidir*
Kita tentu pernah melihat sebuah lukisan yang indah, katakanlah tentang lukisan sebuah pemandangan. Sering kita terkesima dan terpana dengan lukisan seperti itu, komentar-komentar takjub dan apresiasi positif reflek terlontar dari mulut-mulut kita.

Tapi yang patut kita sadari adalah bahwa sesungguhnya yang membuat menarik bukan sekedar pemandangannya, tetapi kemampuan orang yang melukiskannya. Dengan objek pemandangan yang sama, jika dilukis oleh orang yang bukan ahlinya, tentu akan berbeda pula sikap dan apresiasi kita terhadap lukisan tersebut.

Kehidupan kita ini, pada dasarnya merupakan ‘pemandangan’ yang akan terekam bak sebuah lukisan. Bolehlah hal tersebut kita katakan sebagai ‘Lukisan Kehidupan’. Dan kitalah yang telah Allah tetapkan untuk menjadi pelukis bagi kehidupan kita sendiri. Maka, langkah kaki, lenggang tangan, lidah yang terucap, sejurus pandangan mata, pendengaran telinga dan gerak semua organ tubuh kita, tak ubahnya bagaikan kuas yang sedang menari-nari di atas kanvas kehidupan. Itulah arti dari hari-hari yang kita lalui dalam kehidupan ini.

Oleh karena itu, kini masalahnya bukan lagi apakah kita seorang maestro pelukis terkenal macam Picasso dan Afandi atau bukan, tetapi adalah bahwa -suka atau tidak suka- hasil ‘lukisan’ kita pada akhirnya akan dilihat dan dinilai orang. Kesadaran tersebut jelas akan mendorong naluri kita untuk berkata bahwa ‘lukisan kehidupan’ saya harus terlihat indah dipandang. Dan, selama kesempatan 'melukis' itu masih diberikan, kita masih diberi kebebasan berekspresi untuk memperindah lukisan kehidupan kita; meluruskan guratan-guratan yang kurang harmonis, memperjelas sapuan warna yang buram, mengarahkan segmen gambar yang tak terarah, dst.

Hingga akhirnya, ketika mata ini terpejam dan nafas terakhir telah dihembuskan, itulah saatnya lukisan kita telah usai, lalu dibingkai, dan kemudian siap dipajang di ‘ruang depan rumah kita’. Ketika itu pula kita tinggal menunggu bagaimana komentar orang-orang yang melihat lukisan kita yang secara refleks –tanpa basa basi dan formalitas- akan terlontar dari mulut-mulut mereka. Bagaimana reaksi dan apresiasi yang akan mereka berikan, tentu sangat tergantung dengan kualitas lukisan yang terpampang.. Di situlah salah satu parameter kehidupan kita sedang ditentukan.

Suatu saat para shahabat melihat jenazah yang sedang digotong, lalu mereka memuji kebaikannya, maka Rasulullah saw bersabda, ‘pasti.’ Kemudian lewat lagi jenazah yang lain, lalu mereka menyebut-nyebut keburukannya, Beliau bersabda, ‘Pasti.’ Umar bin Khattab bertanya, ‘Apanya yang pasti wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, “Yang kalian sebutkan kebaikannya, pasti masuk surga, sedangkan yang kalian sebutkan keburukannya pasti masuk neraka. Kalian adalah saksi-saksi Allah di muka bumi ini.” (Muttafaq alaih)

Seorang penyair berkata,

Innamal mar’u hadiitsu man ba’dahu
Fa kun hadiitsan hasanan liman wa’aa

[Seseorang akan menjadi pembicaraan orang-orang sesudahnya,
Maka jadilah bahan pembicaraan yang baik bagi orang yang mendengarnya.]



*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

KulTwit @SalimAfillah : Nasihat Ulama

Rabu, 22 Juni 2011

1. Tanda diterimanya 'amal hamba di sisi Allah adalah ketika satu ketaatan menuntunnya pada ketaatan yang lebih baik lagi. -Ibn Rajab-

2. Dan tanda ditolaknya 'amal seorang hamba adalah ketika ketaatannya diikuti dengan kemaksiatan; tak tercegah dia darinya. -Ibn Rajab-

3. Dan tanda diterimanya taubat seorang hamba adalah jika kekeliruan lalunya tak diulang & dia terus sibuk berketaatan. -Ibn Rajab-

4. Kebaikan sesudah keburukan akan menghapus yang jelek itu. Dan hal yang lebih baik sesudah kebaikan mengantar pada ridhaNya. -Ibn Rajab-

5. Di antara dampak maksiat: Ia membutakan mata hati, meredupkan cahayanya, menutup jalan ilmu, & menghalangi datangnya hidayah. -Ibnul Jauzy-

6. Atas 1 dosa, Adam dikeluarkan dari surga. Tiadakah malu merasa layak memasukinya dengan dosa yang kita belum bertaubat atasnya? -Ibnul Jauzy-

*)dikutip dari http://twitter.com/#!/salimafillah

*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

سُئِلَ حَكِيْمٌ "Seorang Bijak Ditanya"

Selasa, 21 Juni 2011

Oleh: Musyafa Ahmad Rahim
(Ketua Kaderisasi DPP PKS)

سُـئِــل حَـكِـيْـــمٌ

Seorang bijak ditanya:


سُئِلَ حَكِيْمٌ : مَنْ أَسْوَأُ النَّاسِ حَالاً؟


1. Siapakah manusia yang kondisinya paling buruk?

قَالَ : مَنْ قَوِيَتْ شَهْوَتُهُ .. وَبَعُدَتْ هِمَّتُهُ.. وَقَصُرَتْ حَيَاتُهُ .. وَضَاقَتْ بَصِيْرَتُهُ

Ia menjawab: Seseorang yang kuat syahwatnya, jauh cita-citanya, pendek hidupnya dan sempit bashirah-nya (mata hatinya).

سُئِلَ حَكِيْمٌ : بِمَ يَنْتَقِمُ اْلإِنْسَانُ مِنْ عَدُوِّهِ.....؟

2. Dengan apa seorang manusia membalas dendam kepada musuhnya?

فَقَالَ : بِإِصْلاَحِ نَفْسِهِ

Ia menjawab: dengan memperbaiki dirinya.

سُئِلَ حَكِيْمٌ : مَا السَّخَاءُ ...... ؟

3. Apa itu sifat derman?

فَقَالَ : أَنْ تَكُوْنَ بِمَالِكَ مُتَبَرِّعاً، وَمِنْ مَالِ غَيْرِكَ مُتَوَرِّعاً

Ia menjawab: Hendaklah engkau menyumbangkan hartamu dan wara’ dari harta yang bukan milikmu.

سُئِلَ حَكِيْمٌ : كَيْفَ أَعْرِفُ صَدِيْقِيْ اَلْمُخْلِصَ .....؟

4. Bagaimana aku tahu mana teman yang tulus ikhlas?

فَقَالَ : اِمْنَعْهُ .. وَاطْلُبْهُ..فَإِنْ أَعْطَاكَ ..فَذَاكَ هُوَ ,..وَإِنْ مَنَعَكَ..فَاللهُ الْمُسْتَعَانُ

Ia menjawab: Kalau dia memintamu, jangan dikasih, dan mintalah sesuatu darinya, jika ia tetap memberi, itulah dia teman sejati, dan jika ia tidak memberinya, maka, cukuplah Allah sebagai tempat meminta pertolongan.

قِيْلَ لِحَكِيْمٍ :مَاذَا تَشْتَهِيْ .....؟

5. Apa yang menjadi kesenanganmu?

! فَقَالَ : عَافِيَةَ يَوْمٍ

Ia menjawab, sehari saja saya selamat dan aman!

فَقِيْلَ لَهُ : أَلَسْتَ فِي الْعَافِيَةِ سَائِرَ اْلأَيَّامِ ...؟

Maka ditanyakan kepadanya: Bukannya sepanjang hari engkau selamat dan aman?

فَقَالَ : اَلْعَافِيَةُ أَنْ يَمُرَّ يَوْمٌ بِلاَ.. ذَنْبٍ

Ia menjawab: Yang dimaksud dengan ‘selamat dan aman’ adalah ada satu hari berlalu dan engkau tidak berbuat dosa pada hari itu.

قَالَ حَكِيْمٌ : اَلرِّجَالُ أَرْبَعَةٌ : جَوَّادٌ وَبَخِيْلٌ وَمُسْرِفٌ وَمُقْتَصِدٌ

6. Seorang bijak berkata: Manusia ada empat; dermawan, pelit, berlebihan dan ekonomis.

فَالْجَوَّادُ : مَنْ أَعْطَى نَصِيْبَ دُنْيَاهُ لِنَصِيْبِهِ مِنْ آخِرَتِهِ

Dermawan yaitu seseorang yang memberikan jatah dunianya untuk akhiratnya.

وَالْبَخِيْلُ : هُوَ..اَلَّذِيْ لاَ يُعْطِيْ وَاحِداً مِنْهُمَا نَصِيْبَهُ

Seorang pelit yaitu seseorang yang tidak memberikan jatahnya, baik untuk dunia maupun untuk akhirat.

وَالْمُسْرِفُ : هُوَ الَّذِيْ يَجْمَعُهُمَا لِدُنْيَاهُ

Seorang musrif (yang berlebihan) adalah seseorang yang menggabungkan seluruh jatahnya untuk urusan dunia.

وَالْمُقْتَصِدُ: هُوَ الَّذِيْ يُعْطِيْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا نَصِيْبَهُ

Seorang yang muqtashid (ekonomis) adalah seseorang yang memberikan kepada masing-masing jatahnya; dunia untuk dunia dan akhirat untuk akhirar.

قَالَ حَكِيْمٌ : أَرْبَعَةٌ حَسَنٌ، وَلَكِنْ أَرْبَعَةٌ أَحْسَنُ

7. Seorang bijak berkata: ada empat hal baik, namun, ada empat hal lebih baik;

اَلْحَيَاءُ مِنَ الرِّجَالِ..حَسَنٌ، وَلَكِنَّهُ مِنَ النِّسَاءِ..أَحْسَنُ

a. Sifat malu dari kaum lelaki adalah baik, namun, sifat malu yang dimiliki kaum perempuan lebih baik.

وَالْعَدْلُ مِنْ كُلِّ إِنْسَانٍ..حَسَنٌ، وَلَكِنَّهُ مِنَ الْقُضَاةِ وَاْلأُمَرَاءِ..أَحْسَنُ

b. Keadilan dari semua manusia adalah baik, namun, keadilan dari para hakim dan pemimpin adalah lebih baik.

وَالتَّوْبَةُ مِنَ الشَّيْخِ ..حَسَنٌ، وَلَكِنَّهَا مِنَ الشَّبَابِ..أَحْسَنُ

c. Taubat dari seseorang yang sudah tua adalah baik, namun, taubat dari seorang muda lebih baik.

وَالْجُوْدُ مِنَ اْلأَغْنِيَاءِ..حَسَنٌ.. وَلَكِنَّهُ مِنَ الْفُقُرَاءِ..أَحْسَنُ

d. Derman bagi orang kaya adalah baik, namun, derma dari kaum fakir adalah ahsan.

قَالَ حَكِيْمٌ : إِذَا سَأَلْتَ كَرِيْماً .... فَدَعْهُ يُفَكِّرُ....فَإِنَّهُ لاَ يُفَكِّرُ إِلاَّ فِيْ خَيْرٍ

8. Jika engkau bertanya kepada seorang mulia, maka biarkannya ia berfikir, sebab ia tidak berfikir kecuali yang terbaik.

وَإِذَا سَأَلْتَ لَئِيْماً.. فَعَجِّلْهُ.. لِئَلاَّ يُشِيْرَ عَلَيْهِ طَبْعُهُ ..أَنْ لاَ يَفْعَلَ

Dan jika engkau bertanya kepada seorang yang buruk (tercela), maka segerakan, agar wataknya tidak memberi isyarat kepadanya untuk berkata: “Jangan lakukan”!

قِيْلَ لِحَكِيْمٍ : اَلأَغْنِيَاءُ أَفْضَلُ أَمِ الْعُلَمَاءِ ... ؟

9. Manakah yang lebih afdhal; ulama atau orang kaya?

فَقَالَ : اَلْعُلَمَاءُ أَفْضَلُ

Ia menjawab: Ulama lebih baik

فَقِيْلَ لَهُ : فَمَا بَالُ الْعُلَمَاءِ يَأْتُوْنَ أَبْوَابَ اْلأَغْنِيَاءِ . وَلاَ نَرَى اْلأَغْنِيَاءَ يَأْتُوْنَ أَبْوَابَ الْعُلَمَاءِ..؟

Ditanyakan kepadanya: Lalu kenapa para ulama mendatangi pintu-pintu orang kaya?! Dan kami tidak melihat orang-orang kaya mendatangi pintu-pintu para ulama?!

فَقَالَ : لِأَنَّ الْعُلَمَاءَ عَرَفُوْا فَضْلَ الْمَالِ ، وَاْلأَغْنِيَاءُ لَمْ يَعْرِفُوْا فَضْلَ الْعِلْمِ

Ia menjawab: Sebab para ulama mengetahui keutamaan harta, sementara orang-orang kaya tidak mengetahui keutamaan ilmu.

قَالَ حَكِيْمٌ : اَلنَّاسُ فِي الْخَيْرِ أَرْبَعَةٌ : فَمِنْهُمْ مَنْ يَفْعَلُهُ .. اِبْتِدَاءً، وَمِنْهُمْ مَنْ يَفْعَلُهُ ... اِقْتِدَاءً

10. Dalam hal kebajikan, manusia ada empat macam; ada yang memulai, ada yang melakukannya dalam rangka berqudwah.

وَمِنْهُمْ مَنْ يَتْرُكُهُ .. حِرْمَاناً ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَتْرُكُهُ .. اِسْتِحْسَاناً

Dan diantara mereka ada yang meninggalkannya karena tidak ada kesempatan dan diantara mereka ada yang meninggalkannya karena memandangnya sebagai sesuatu yang terbaik.

فَمَنْ يَفْعَلُهُ اِبْتِدَاءً ........ كَرِيْمٌ

a. Adapun yang melakukannya dalam rangka memulai, maka ia adalah seorang yang mulia.

وَمَنْ يَفْعَلُهُ اِقْتِدَاءً ....... حَكِيْمٌ

b. Ada pula yang melakukannya karena mencontoh dan berteladan, maka ia adalah seorang yang bijaksana.

وَمَنْ يَتْرُكُهُ اِسْتِحْسَاناً ...... غَبِيٌّ

c. Ada juga yang meninggalkannya karena menganggap baik, maka ia adalah seorang bodoh.

وَمَنْ يَتْرُكُهُ حِرْمَاناً ........ شَقِيٌّ

d. Dan ada pula yang meninggalkannya karena tidak mendapatkan kesempatan, maka ia adalah seseorang yang celaka.


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Kultwit @Suryadelalu Aleg PKS DPRD Jabar tentang #DIPLOMAT

Senin, 20 Juni 2011


Peristiwa yang menimpa Ruyati, TKW yang dieksekusi mati dengan cara pancung pada Sabtu (18/6) kemarin, menyibak tentang kinerja para duta besar negara RI (diplomat). Terkait itu Ir. Lalu Suryade,M.Si, Aleg PKS DPRD Propinsi Jawa Barat, mencoba sharing tentang #diplomat melalui twitnya.

• Ada buku ttg pengalaman #diplomat-2 Indonesia selama masa tugas di luar negeri.

• Buku tersebut ternyata lebih banyak bercerita tentang pengalaman peribadi sang #diplomat, seperti penyesuaian cuaca, makanan, dll.

• Hanya pengalaman Ali Alatas yg sungguh berisi, dan berkisah tentang tantangan diplomasi serta upaya mencapai target #diplomat-ik.

• Nah, ada judul buku "Diplomasi Dalam Aksi: Sebelas #Diplomat Indonesia" yg ditulis oleh Nugroho Wisnumurti, 2008. Penasaran pengen baca.

• Para #diplomat itu wajah dan jiwa Indonesia di negara mitra. Namun, seringkali jadi 'buangan' atau bagian bargaining politik saja.

• Ketika seseorang hendak dijadikan duta besar di Timur Tengah, JK masih lumayan menanyakan, "Apakah beliau bisa bahasa Arab?". #diplomat

• Itu sederhana, dan hal terpenting lain tentu saja, "Apakah ybs memiliki integritas dan kapabilitas sebagai seorang #diplomat?".

• Posisi tawar sebuah negara dlm pergaulan internasional antara lain ditentukan oleh kadar kemampuan #diplomat-nya.

• Negoisasi untuk ciptakan kondisi yg mampu mengubah arah strategi dan taktik lawan adalah satu bentuk keberhasilan seorang #diplomat.

• Diplomasi disebut juga sebagai “garis depan pertahanan negara” (diplomacy is the front line of defense). #diplomat

• Kelemahan kita di mata dunia menjadi sempurna, dengan lemahnya kemampuan diplomatik para #diplomat.

*)dikutip dari http://twitter.com/#!/suryadelalu

---
NB: Dubes RI untuk Arab Saudi Gatot Abdullah Mansyur bukan dari PKS. Kader PKS yang pernah jadi dubes untuk Arab Saudi adalah Salim Segaf Al-Jufri yang sekarang jadi Menteri Sosial.

*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

TERUS MELANGKAH! Pasangan Muda PKS Siap Berlaga di Pilwalkot Yogyakarta

Pasangan muda yang diusung PKS Zuhrif Hudaya-Aulia Reza Sabatian, siap berlaga dalam Pemilihan Wali Kota Yogyakarta periode 2011-2016, yang akan digelar September 2011. Dengan semangat "The Dream Catcher" mereka siap merealisasikan mimpi-mimpi warga Jogjakarta.

Untuk mengenal sosok serta visi-misi Zuhrif Hudaya yang saat ini menjabat sekjen DPW PKS DI Yogyakarta, berikut wawancara Zuhrif Hudaya yang dimuat di koran Seputar Indonesia (SINDO):

Bagaimana anda memaknai Kota Yogyakarta?

Merujuk pada visi-misi yang telah disepakati oleh legislatif, eksekutif dan komponen masyarakat, Yogyakarta merupakan kota pendidikan berkualitas, kota pariwisata berbudaya dan kota jasa yang ramah lingkungan. Mendasarkan pada hal tersebut, kita senantiasa harus mendukung dan mendorong agar selalu lebih baik dan menjadikan Yogya sebagai kota ideal.

Maksudnya Yogya sebagai kota yang ideal?

Idealnya,Yogya tidak lagi dikomparasikan dengan kabupaten atau kota-kota lain di Indonesia. Karena itu sudah tidak pas. Yogya sudah seharusnya memiliki cita-cita yang menggambarkan kekhususan atau kekhasan sebagaimana kota-kota lain di dunia seperti Savannah di negara bagian Georgia, Amerika Serikat, yang mengedepankan nilai-nilai heritage, Penang di Malaysia dan kota-kota lainnya yang menitikberatkan budaya, pendidikan serta nilai kesejarahan. Cita-cita ideal dari Yogyakarta inilah yang harus dimiliki oleh semua komponen yang ada di kota ini.Posisi kepala daerah sangat vital dalam merengkuh, merangkul semua stakeholder untuk meraih cita cita bersama, bukan cita-cita segelintir atau sekelompok orang.

Kepemimpinan seperti apa yang dibutuhkan untuk meraih cita-cita itu?

Yogya tentu butuh leadership yang mampu menekankan dan mengajak pada nilai-nilai pendidikan berkualitas, nilai budaya adiluhung dan nilai nilai kesejarahan. Semua itu harus dijadikan pondasi yang nantinya jadi pijakan bagi kita untuk melompat. Berikutnya, kepemimpinan kedepan harus bisa menjadi suri tauladan dan motor penggerak. Memimpin Yogyakarta akan lebih mudah dibanding daerah lain karena kultur masyarakatnya sangat mudah sekali diajak ke arah yang lebih baik dengan nilai-nilai budaya, kultur kegotong-royongan dan toleransi.

Anda siap merealisasikan cita-cita itu?

Jika itu menjadi amanah, tentu tidak ada alasan bagi saya untuk tidak siap merealisasikan cita-cita itu. Selama ini, saya sudah memiliki pengalaman di pemerintahan selama delapan tahun di legislatif, jadi sedikit banyak sudah tahu dinamika pemerintahan. Legislatif itu kan bagian dari pemerintahan juga. Saya terbiasa mengelola, mendistribusikan dan berdiskusi masalah anggaran. Jika dibanding calon lain, tentu hal itu menjadi nilai lebih saya. Termasuk pengalaman saya dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan beriokrat termasuk wali kota. Apalagi saya pernah jadi pimpinan di Komisi D yang membidangi Kesra (Kesejahteraan Masyarakat), Komisi B bidang ekonomi dan keuangan serta Komisi C bidang infrastruktur. Teman-teman di birokrasi sudah paham, kenal dan mengerti tentang ide gagasan, sikap, tindak-tanduk serta perilaku saya selama ini.

Apa yang mendasari tekad Anda maju di Pilwalkot?

Apa yang menjadi keputusan teman teman (PKS) untuk mengusung saya di kepemimpinan Yogyakarta periode berikutnya dilandasi ibadah saja. Sehingga bertemu dengan siapapun, bersilaturahmi dengan para tokoh, saya anggap sebagai hal yang enjoy-enjoy saja. Karena silaturahmi ada nilai pahalanya, saya menyampaikan ide dan gagasan juga ada nilai pahalanya. Terpilih ataupun tidak terpilih itu menjadi hak masyarakat dan sudah menjadi takdir Allah. Saya hanya bisa berusaha.

Apa yang akan ditawarkan kepada masyarakat jika terpilih?

Saya kira setiap calon akan menyampaikan ke publik bahwa saya akan lebih baik, saya akan teruskan dan menyejahterakan itu pasti. Tidak mungkin calon akan menawarkan untuk menyengsarakan masyarakatnya. Tapi yang perlu dicermati warga Yogya untuk memilih adalah cara mencapai visi tersebut. Kalau saya melihat, problem biaya beban hidup masyarakat kini semakin besar karena terjadi inflasi terus menerus. Kemudian, pendapatan yang diterima stagnan dan konstan. Mereka juga berharap kenyamanan didalam hidup serta lingkungannya. Permasalahan itu, akan menjadi bidikan kami nantinya. Artinya, harus ada pemecahan masalah atas peningkatan pendapatan ataupun pengurangan beban hidup.

Semua itu akan dicarikan solusinya dengan melihat potensi keuangan yang ada di pemerintah. Kami akan mengupayakan agar keuangan daerah dapat terdistribusi secara merata kepada seluruh masyarakat, tidak terpusat pada segelintir atau sekelompok orang. Kemudian masyarakat harus merasa nyaman tinggal di lingkungannya yang rapi dan baik, karena fakta sebagian besar masyarakat Yogya tinggal di perkampungan.

Dari sisi pembangunan fisik apa yang perlu dilakukan?

Sisi fisik ada dua pendekatan. Pertama adalah perbaikan infrastruktur perkampungan dan berikutnya penambahan bangunan yang sifatnya ungkitan. Untuk pembangunan infrastruktur perkampungan dilakukan melalui anggaran berbasis wilayah. Sedangkan guna mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi akan ada pengalokasian anggaran untuk pembangunan yang sifatnya ungkitan.

Pembangunan melalui program ungkitan ini diperlukan agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan masyarakat yakni terciptanya lapangan pekerjaan dan peningkatan kesejahteraan.***


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

DPW PKS DIY Apresiasi Kerja Keras Semua Kader pada Pilkada Kulonprogo

"Assalamu'alikum wr wb, atas nama struktur diucapkan jazakumullahu khoiron jaza' atas bantuan dan partisipasi kader dalam pemenangan pemilu KP, walaupun perolehan suara di KPU tadi malam berada pada urutan kedua 29,34 %". (SMS DPW DIY - pagi ini)

Pilkada Kulonprogo telah usai, Ahad 19 Juni 2011, dengan karunia Allah SWT PKS mampu meraih 29,34 % total suara. Walau belum bisa mengantarkan ustadz Ahmad Sumiyanto (KI) untuk menduduki wakil bupati, tapi semangat dan pengorbanan dari semua lapisan kader, simpatisan, dan masyarakat akan abadi tercatat dalam lembaran amal yang akan kita petik di negeri abadi, insya Allah.

Saat saya bertemu ustadz Ahmad Sumiyanto sore kemarin (19/6/11) di DPD Kulonprogo usai mengetahui hasil quick count beliau menghadapinya dengan senyum khasnya. "Hasil itu sudah tercatat di lauhul mahfudz bahkan sebelum kita diciptakan, namun yang penting adalah ikhtiar kita, itulah nilai kita," mantap beliau.

Alhamdulillah, 2 kecamatan PKS meraih kemenangan, kecamatan Lendah dan kecamatan Galur. Kecamatan Galur adalah 'tanah air' ustadz Sumiyanto, dan ini menunjukan beliau sangat mengakar di kampung halamannya. Di dua kecamatan ini, DPD Bantul turut mensupport dengan mengirim kader-kader dari berbagai DPC termasuk dari PKS Piyungan diperbantukan dalam direct selling sampai hari H.

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." (9:105)

...


...
NB: Pilkada Kulonprogo diikuti 4 pasangan. Ada 12 kecamatan di Kulonprogo.

*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Sharing Twit @IskanQL Aleg PKS Terkait #Ruyati

Minggu, 19 Juni 2011


Berikut sharing Iskan Qolba Lubis, anggota DPR RI komisi VIII Fraksi PKS, terkait Ruyati, TKW yang dieksekusi mati dengan cara pancung pada Sabtu (18/6) kemarin.
...

1. Kita tentu menghormati hukum yg ada di KSA (Kerajaan Saudi Arabia), tp ada keanehan yg hrs diselidiki Deplu.

2. Pembunuhan yg membuat nyawa seseorang hilang kriminal, Raja pun tdk berhak memberikan"ampunan".

3. Hak berhak mengampuni adlh kel.korban,spt anak kandung atau suami/istri.

4. Pembunuhan pun hrs dipastikan apa benar2 direncanakan atau dlm posisi terdesak/terancam.

5. Seseorang yg sdh divonis hukuman mati/dipancung didepan umum tdk dieksekusi dg cepat apalagi diam2.

6. Bahkam ada yg sdh divonis mati/pancung tdk dieksekusi,...

7. Krn menunggu kel korban yg msh anak 2, ditunggu dewasa u/ minta keampunan u/tdk dipancung, diganti dg penjara+diat.

8. walaupun kel korban tdk memberi maaf tdk langsung dieksekusi mana tahu dg berlanjutnya waktu,hati mrk berobah.

9. Dan disinilah peran KBRI Riyadh melakukan pendekatan kpd kel.korban.

10. Hukuman mati/pancung tdk serta merta dieksekusi krn ada prinsip hukum yg dianut:

11. "khoto fil afwi khoirun min khoto fil qotli" salah dlm putusan membuat trdkwa bebas, mendingan dr salah membuat seseorang hrs mati.

12. Krn begitu tingginya hak hidup bg seseorang, dan kehormatan seseorang jauh lebih tinggi dr ka'bah itu sendiri.

13. Antara putusan dan eksekusi terlalu cepat tdk diberikan hak kpd Ruyati u/ mndptkn prinsip2 tsb.

14. Antara putusan dan eksekusi terlalu cepat,yg membuat ksmptn u/mendapatkan maaf dr kel.korban sirna.

15. Kom 1 jg hrs mendalami hal ini, demi harga diri qt sebagai bangsa, kecuali klu qt tdk merasakan hal itu lg.

16. qt jg punya pengalaman kasus kelaparan jemaah hj 2 thn yg lalu yg blm dibayar perusahaan tsb kpd IND.


*)dikutip admin dari http://twitter.com/#!/IskanQL

*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Akhirnya PKS Patok PT 3 Persen

Jumat, 17 Juni 2011

Senayan - Sekjen PKS Anis Matta, memastikan partainya telah memutuskan untuk menyetujui ambang batas perolehan suara (parliamentary threshold) pada Pemilu 2014 sebanyak 3 persen. Sebelumnya di Badan Legislasi DPR, PKS mengasumsikan PT berkisar 3-4 persen.

”Ya soal PT untuk revisi UU Pemilu, kita mengusulkan 3 persen. Sebenarnya kalau mau, PKS bisa saja tetap pada pandangan semula. Pilihan ini juga untuk menghormati partai baru atau partai kecil untuk tetap bisa ikut dalam peserta pemilu mendatang,” ujar Anis di Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (17/6).

Anis mengatakan, dari sembilan partai yang lolos di DPR saat ini pun sebenarnya tingkat perolehan suaranya relatif rata-rata mendekati angka itu. Karenanya jika terlalu mematok angka PT tinggi sampai 5 persen belum tentu hal yang realistis.

”Coba kita perhatikan, sebenarnya perolehan suara dari sembilan partai yang menguasai DPR saat ini pun relatif sama. Jadi kami pun menggunakan angka yang cukup realistis juga pada ketentuan PT dalam Pemilu 2014 mendatang,” kata wakil ketua DPR ini.

Di tingkat partai yang tergabung dalam koalisi persoalan PT tidak sama. Seperti Golkar mengusulkan PT 5 persen. Sedangkan di tengah-tengah, 4 persen diusulkan Demokrat. Sedangkan partai lainnya bersama PKS hanya 3 persen.

Atas wacana kemungkinan persoalan PT ini dibawa dalam rapat Setgab, Anis pun mengatakan tidak setuju. Menurutnya, persoalan PT ini tetap diselesaikan di DPR saja.

”Kita tidak perlulah perbedaan usulan PT dibahas di tingkat Setgab,” pungkasnya


*)http://www.jurnalparlemen.com/news/2011/06/pks-akhirnya-melunak-patok-pt-3-persen

*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

PKS: PT 5 Persen Bisa Picu Kartel Politik

Ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) sedang dibahas di DPR. PKS menolak angka 5 persen. Salah satu alasannya karena khawatir munculnya kartel politik.

"Kita mempertimbangkan banyak faktor. Satu, kita sebenarnya ingin memperbaiki sistem politik dengan menyederhanakan partai politik. Tetapi yang kedua kesiapan partai-partai politik juga mesti dipertimbangkan. Jangan sampai menutup pintu sehingga menghasilkan kartel politik," ujar Sekjen PKS, Anis Matta di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Jumat (17/6/2011).

Kartel politik merupakan suatu bentuk relasi antar elite politik yang dicirikan dengan koalisi antar elite dan minimnya kekuatan oposisi. Hal tersebut mengakibatkan terlindunginya para elite politik dari mekanisme akuntabilitas.

Meski demikian, sebenarnya PKS setuju dengan angka PT 5 Persen. Namun, kata Anis, PT 5 persen sebaiknya tidak diberlakukan saat ini.

"Memang paling efektif PT itu idealnya 5 persen. Cuma infrastuktur politik kita tidak dipersiapkan. Dan itu sudah sejak Orde Baru," kata Anis.

Partai besar seperti PDIP dan Golkar memasang PT pada angka 5 persen. Argumentasi yang dikemukakan adalah sistem presidensial tidak bisa ditopang dengan sistem multipartai. Dengan angka 5 persen, maka jumah partai di parlemen akan semakin sederhana.

Namun ide ini ditentang partai-partai gurem seperti PKS, PPP, PAN, Hanura dan Gerindra. Mereka mematok angka 3 persen dengan alasan agar aspirasi masyarakat lebih banyak tertampung karena jumlah partai tidak sedikit. Sementara Partai Demokrat memilih angka moderat, yakni 4 persen.

*)http://www.detiknews.com/read/2011/06/17/144738/1662641/10/anis-matta-tanggapi-dingin-upaya-islah-yusuf-supendi


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Anis Matta: Soal Nazaruddin, Partai Lain Jangan Ikut Campur!

Kasus suap proyek pembangunan wisma atlet Sea Games di Pelembang yang diduga melibatkan beberapa politisi Demokrat, salah seorang di antaranya adalah Muhammad Nazaruddin, merupakan persoalan internal partai berlambang bintang mercy itu.

Meski politisi Demokrat itu adalah anggota DPR, hal itu tidak serta merta citra wakil rakyat secara keseluruhan akan tercoreng.

"Menurut saya ini masih merupakan masalah internal Partai Demokrat. Sebaiknya kita tidak ikut campur. Lebih bagus kita ngopi ngopi saja," ujar Wakil Ketua DPR Anis Matta di gedung DPR, Senayan, Jakarta, (Jumat, 17/6).

Sekjen DPP PKS ini menegaskan sampai saat ini pimpinan DPR belum bersikap atas keterlibatan Nazarudin, yang juga anggota Komisi VII DPR itu dalam sejumlah kasus, termasuk kasus pengadaan dan revitalisasi sarana dan prasana di Ditjen Ditjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Diknas tahun 2007.

"Kecuali kalau nanti teman-teman di BK (Badan Kehormatan) sesuai dengan prosedur yang ada mengambil sikap dan itu sepenuhnya urusan BK," pungkas Anis. [zul]

*)http://www.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=30355

*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Napak Tilas Dakwah PKS di BIAK NUMFOR

Oleh: Cahyadi Takariawan*
Tiba juga akhirnya di Biak Numfor. Berjuta kenangan saya membuncah di daerah yang satu ini. Ingat saat sembilan tahun yang lalu, untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki ke Biak atas kehendak Allah. Pengalaman yang sungguh tidak akan terlupakan seumur hidup saya.

Saya datang ke Biak Numfor sembilan tahun lalu itu sesungguhnya bukanlah termasuk dalam jadual yang direncanakan. Semula rekan-rekan aktivis dakwah di Papua mengajak saya mengunjungi Biak dan meneruskan perjalanan selanjutnya dari Biak. Akan tetapi, karena berbagai keterbatasan, rencana ke Biak akhirnya dibatalkan, sehingga dari Jayapura rencana langsung ke Makassar, padahal rekan-rekan aktivis di Biak telah menyiapkan berbagai kegiatan.

Mendapatkan berita pembatalan rencana saya ke Biak, Bandi Sukmadi, seorang aktivis dakwah di Biak bergurau kepada rekan-rekan lainnya, “Kita buat trouble saja pesawatnya, sehingga bisa singgah di Biak”. Barangkali ungkapan kekecewaan mereka telah sedemikian rupa, sehingga didengarkan dan dikabulkan Allah.

Pesawat Merpati yang saya tumpangi dari Jayapura menuju Makassar, direncanakan transit di Timika, dan langsung ke Makassar. Selepas transit di Timika, baru 30 menit terbang, mendadak ada pengumuman dari kapten penerbangan, bahwa pesawat mengalami kerusakan dan terpaksa mendarat di Biak untuk melakukan perbaikan. Akhirnya jam 11.00 wit Merpati mendarat di Biak. Selama hampir dua jam menunggu perbaikan, saya mengontak rekan-rekan aktivis Jayapura agar dihubungkan dengan para aktivis di Biak, tetapi ternyata tidak berhasil.

Kurang lebih jam 13.00 wit pesawat berangkat lagi, karena telah berhasil diperbaiki. Akan tetapi baru 30 menit terbang, kembali kapten penerbangan memberikan pengumuman bahwa pesawat masih mengalami kerusakan sehingga akan mendarat untuk kedua kalinya di Biak. Jam 14.00 wit pesawat kembali mendarat di Biak, dan saya kembali mengontak rekan-rekan Jayapura Ternyata perbaikan pesawat cukup lama, dan tidak ada kejelasan nasib penumpang apakah akan ganti pesawat atau menginap, atau alternatif lainnya. Di pesawat itu ada juga dua selebritis, Lulu Tobing dan Garin Nugroho yang tengah syuting film di wilayah Papua.

Jam 17.00 WIT datanglah beberapa aktivis dakwah Biak ke bandara. Karena tidak ada kejelasan nasib sampai jam 17.30 wit, akhirnya saya putuskan untuk mabit di Biak agar bisa bertemu dengan para aktivis dakwah, dan baru besok harinya diteruskan perjalanan ke Makassar. Ternyata Merpati memberikan fasilitas untuk itu, berupa hotel gratis. Jadilah bertemu dengan aktivis dakwah di Biak pada malam harinya. Seusai pertemuan, Bandi mengatakan, “Kami berharap lebih sering ada kunjungan ke Biak, dan bukan hanya karena pesawat yang rusak”.

“Tapi pesawatnya rusak itu berkat doa anda”, jawab saya.

Ah, itu kenangan tahun 2002 saat pertama kali saya “dipaksa” transit di Biak agar bisa bertemu para kader dakwah yang sangat merindukan kehadiran saudaranya. Skenario Allah pasti terjadi, dan sarananya adalah kerusakan pesawat Merpati.

Setelah peristiwa itu saya beberapa kali hadir lagi dengan sengaja dan direncanakan ke Biak. Di antara kehadiran yang paling sering adalah di tahun 2004. Saya sempat bolak balik di wilayah Papua membersamai para aktivis dakwah dalam berbagai kegiatan mereka. Semenjak itu, saya tidak pernah lagi mengunjungi Biak. Baru sekarang bisa hadir kembali, setelah tujuh tahun absen.

Tadi pagi saya mendarat di Biak Numfor dari Jayapura. “Rarama Be Bye Ro”, selamat datang di Biak, demikian ungkapan di bandara Frans Kasiebo. Tampak para senior di Biak menjemput saya dan isteri di bandara. Ada pak Sumardi, Agus Riyanto dan beberapa aktivis lainnya. Senang sekali rasanya bisa kembali berjumpa mereka.

“Kita menginap di Basana Inn ustadz”, kata pak Sumardi.

Kamipun diantar menuju Hotel Basana Inn, tempat saya biasa menginap setiap kali ke Biak tujuh tahun yang lalu.

Tidak banyak berubah. Saya segera ingat tempat ini, serasa di rumah sendiri. Ya, tidak salah lagi. Kamar-kamar yang berjajar seperti kos mahasiswa, masih seperti dulu. Di sini saya selalu menginap sejak pertama kali datang ke Biak sembilan tahun lalu. Saya segera melihat ke arah depan hotel. Waw, masih sama juga. Warung makan Jawa Timur yang menyediakan Pecel Madiun. Di warung itu biasanya saya sarapan atau makan siang. Ah, benar-benar utuh mengenang kegiatan antara 2002 hingga 2004. Saya serasa kembali ke masa lalu. Sangat indah.

Di tahun 2004 saya pernah membuat rekan-rekan aktivis dakwah di Biak cemas, karena pesawat yang membawa saya dari Serui menuju Biak ternyata dibatalkan penerbangannya disebabkan faktor cuaca. Sangat biasa kejadian seperti ini di wilayah Papua. Cuaca cepat berubah, sehingga pesawat-pesawat kecil tidak berani terbang dalam cuaca buruk. Akhirnya pesawat batal terbang pada hari itu dan ditunda besok atau bahkan lusa menunggu cerahnya cuaca.

Saya harus sampai di Biak malam itu, karena esok paginya ada acara publik yang harus saya hadiri. Tapi saya masih di Serui karena pesawat batal terbang. Hari sudah menjelang malam. Tidak ada cara lain, kecuali melewati laut, menyeberang menuju Biak. Masalah berikutnya muncul, sudah tidak ada lagi kapal penumpang yang beroperasi pada jam yang sudah hampir malam ini. Satu-satunya cara adalah menyewa speedboat.

Bismillah, saya naik speedboat mengarungi lautan lepas dari Serui menuju Biak. Enam jam di atas lautan, berdua saja dengan pengemudi speedboat. Ombak di tengah lautan terasa cukup besar sehingga speedboat seperti terbanting-banting. Jalannya speedboat harus berkelok-kelok menyesuaikan dengan irama ombak yang datang. Sangat gelap suasana malam hari itu, atas izin Allah sampai juga saya di Biak. Alhamdulillah.

Betapa bahagia para aktivis dakwah di Biak menyambut kedatangan saya turun dari speedboat. Pertama bahagia karena saya selamat, mengarungi lautan lepas dengan speedboat selama enam jam, berdua saja dengan pengemudi. Kedua bahagia karena saya bisa datang mengisi acara yang telah dijadwalkan. Jika saya tidak hadir, acara yang digelar para aktivis dakwah di Biak bisa berkurang nilainya, karena nama saya sebagai pembicara terlanjur dipublikasikan luas.

Saya masih termangu ketika dipersilakan masuk kamar oleh petugas hotel. Benar-benar utuh kenangan saya, hadir semuanya. Begitulah cara petugas Basana Inn mempersilakan tamunya. Di tangannya ada obat nyamuk semprot, dia menyemprotkan obat nyamuk sebelum tamu masuk kamar. Ya, persis, seperti itu sejak sembilan tahun yang lalu. Tidak ada yang berubah. Kamipun masuk kamar, dan meletakkan barang-barang bawaan.

Tak sabar saya mengajak isteri sarapan pagi di warung makan Jawa Timur yang berada di seberang hotel. Pecel Madiun, itu menu kesukaan saya di warung ini. Masih sama juga suasananya. Benar-benar muncul dengan sangat kuat semua kenangan di Biak Numfor.


Siang selepas Dhuhur bertemu dengan para kader senior di Biak Numfor. Banyak sekali wajah baru, belum saya jumpai tujuh tahun lalu saat terakhir ke Biak. Alhamdulillah, banyak tenaga baru untuk menggarap ladang dakwah di sini. Bertempat di TKIT Permata Insani saya menyampaikan tausiyah untuk mereka. Saya merasa bangga dengan perkembangan dakwah di Biak yang tampak di mata, seperti munculnya sekolah TKIT dan SDIT yang dulu belum ada.

Sore selepas Ashar bertemu kader dalam forum yang lebih luas. Saya memberi tausiyah tentang Ketahanan Keluarga, bertempat di sekolah SDIT. Syukur alhamdulillah, saya merasa sangat berbahagia bisa bertemu mereka semua. Sungguh saya sangat merindukan rekan-rekan di sepanjang wilayah Papua, karena saking lamanya tidak datang mengunjungi mereka.

Malam selepas Isya’, para aktivis dakwah berkumpul di rumah pak Sumardi untuk menjamu kami dengan bakar ikan. Subhanallah, saya ingat saat di Sydney dijamu pak Anwar dengan bakar barbeque di halaman belakang rumahnya yang luas. Malam ini saya bersama para kader dakwah Biak bersantai dengan bakar ikan di halaman depan rumah pak Sumardi. Para ummahat duduk di ruang tamu mendengarkan tausiyah dari isteri saya. Sedangkan para suami sibuk dan asyik membakar ikan segar di halaman depan rumah.

Sangat tersanjung kami diperlakukan sangat istimewa oleh para kader di Biak Numfor. Saya merasakan getar kerinduan yang sama seperti saya rasakan. Terimakasih atas penghormatan yang luar biasa ini. Walau hanya sempat menginap satu malam, namun sungguh sangat berkesan bagi saya. Ini benar-benar napak tilas perjalanan 2002 – 2004. Semua kenangan saya muncul dengan sangat kuatnya.


Selamat bekerja, selamat berkarya saudara-saudaraku di Biak Numfor. Bumi dakwah yang anda pijak ini sangatlah luasnya. Sangat banyak pula tantangannya. Namun justru dengan itu akan menghidupkan gairah dan semangat anda tanpa jeda. Justru dengan itu akan memupuk rasa cinta dan setia anda di jalan dakwah ini tanpa sisa. Nikmati semuanya : lelahnya, kendalanya, keterbatasannya, tantangannya. Semuanya, nikmati saja.

Jangan sampai sisa.

Biak Numfor, 15 Juni 2011

*)http://cahyadi-takariawan.web.id/?p=1215#more-1215


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia
 
© Copyright PKS PIYUNGAN 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by PKS PIYUNGAN