NEWS UPDATE :

KulTwit @adimasbayu: #berjamaah

Selasa, 31 Mei 2011


1. #berjamaah, dlm makna yg luas, ternyata sangat penting dalam kehidupan manusia.

2. Disebutkan dlm ilmu sosial, selain makhluk individu, manusia juga makhluk sosial. Sosial = kolektif = #berjamaah

3. Hakikat #berjamaah bagi manusia adalah kebutuhan. Menjadi keniscayaan karena manusia tdk bisa hidup sendiri.

4. Allah SWT mengakui hak-hak individual manusia, sekaligus mewajibkan manusia utk hidup #berjamaah.

5. Unik jika direnungkan bagaimana Allah SWT menyiratkan kaitan antara urusan individu dgn kewajiban #berjamaah. Berikut contohnya:

6. Dalam menjelaskan tentang kepastian datangnya kematian, Allah SWT menggunakan kata tunggal / individu. Lihat QS.3:185

7. Menyiratkan bahwa kematian & nasib manusia di alam sesudahnya adalah "urusan individu" setiap manusia dlm menghadapinya.

8. Sementara dalam perintah amal shalih / ibadah, Allah SWT menggunakan kata majemuk/kolektif. Ada perintah #berjamaah. Contoh -» QS.2:183

9. Menyiratkan bahwa Allah SWT mewajibkan #berjamaah dlm mengerjakan amal-amal shalih (bekal pasca-mati).

10. Ini 1 contoh (dalam agama), bahwa utk suatu urusan individu (keselamatan di akhirat), manusia hrs berusaha lewat amal-amal

11. #berjamaah itu menguntungkan. Sebagaimana sholat, yg pahalanya menjadi berlipat ganda jika dikerjakan secara #berjamaah.

12. #berjamaah itu memudahkan. Sebagaimana dlm sholat, sholatnya makmum jadi lebih "mudah" karena cukup mengikuti imam yg memimpin sholat.

13. #berjamaah itu beda dgn taklid. Sebagaimana dlm sholat, jika ada kesalahan dlm mengimami, imam bisa dikoreksi oleh makmum. Ada adabnya.

14. #berjamaah itu tertib. Ada kerapihan shaf. Ada kejelasan komando. Ada keteraturan gerak. Ada cara, adab, & aturan.

15. #berjamaah itu lebih menenangkan. Karena salah dari hasil musyawarah / ijtihadnya msh lbh baik daripada benar tapi tdk #berjamaah

16. Dgn #berjamaah, ada visi bersama yg besar. Dan ada kesadaran bahwa kita tdk sendirian memperjuangkan visi besar itu...

17. Maka, #berjamaah juga berarti membangkitkan optimisme & lebih mendorong utk istiqomah.

18. #berjamaah itu menguatkan. 1 batang lidi itu kecil & mudah patah, tapi ketika banyak lidi dihimpun & diikat, ia menjadi kuat & liat.

19. Masalah bangsa ini sudah sedemikian kusut. Maka sulit menyelesaikannya, kecuali elemen-elemen bangsa ini mau #berjamaah

20. Tolong-menolong dlm kemashlahatan bangsa (ta'awun 'alal birr) = "#berjamaah" dlm makna umum & luas.

21. Mari, kita #berjamaah dalam #BekerjaUntukIndonesia :)


*)dikutip dari http://twitter.com/#!/adimasbayu


*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Download Gratis Powerpoint Kajian Fiqih


Ustadz Hatta Syamsuddin seorang ikhwah yang sudah dua tahun rutin mengisi Kajian Fiqih di Sragen Jawa Tengah. Tema-tema seputar Fiqih yang beliau sampaikan dihadapan 500-an jamaah yang rutin mengikuti Kajian Ahad Pagi merupakan persoalan yang sangat dibutuhkan masyarakat umum, aktual dan tentu saja dengan pembahasan yang bisa dipahami dengan mudah.

"Bahasan dan isi ceramah saya ambilkan dari kitab yang sudah populer dan banyak diterima, yaitu Fiqih Sunnah dan Minhajul Muslim. Ini mengingat pembahasan fiqh sangat kaya akan perbedaan, dan saya melihat kedua kitab tersebut setidaknya mampu membahas dan meredam perbedaan dengan baik dan cantik. Dan untuk konsumsi masyarakat umum, insya Allah sudah cukup menjawab kebutuhan yang ada," ujar Dosen Ma'had Abu Bakar UMS Solo ini.

Agar ilmu lebih luas tersebar dan lebih banyak yang bisa mengambil manfaat darinya, beliau telah mengemas setiap isi kajian fiqih dalam format powerpoint yang bisa didownload di web beliau:

http://www.indonesiaoptimis.com/2011/04/download-gratis-powerpoint-ceramah.html

Semoga bermanfaat.



*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Aktifitas Kewanitaan PKS Piyungan Membina Ibu-ibu di Pucuk Gunung

Senin, 30 Mei 2011

Reporter: Novi Srimulyani
Ahad, 29 Mei 2011. Alhamdulillah cuaca cerah. Usai dzuhur, di tengah terik mentari yang menyengat, seorang ummahat dan seorang akhwat berboncengan memacu kuda besinya off road menaiki pegunungan kaligatuk. Jalanan nan mendaki, curam, meliuk-liuk, terjal, sangat cocok untuk off road.

Sekira tiga puluh menit perjalanan mereka sampai di dusun Duren (ini cuma nama dusun, gak ada kaitannya dengan buah duren, karena memang gak ada pohon duren di dusun duren). Siang itu, ada kegiatan PWK (Pos Wanita Keadilan) dusun Duren yang rutin tiap bulan yang menjadi salahsatu PWK binaan Bidang Kewanitaan DPC PKS Piyungan.

Sampai di pedusunan Duren kami mendapat info kalau tempat kegiatan di rumah Bu Mursinem yang lokasinya paling pucuk di hutan jati dan tidak bisa dijangkau dengan motor. Maka kami meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki.

Ngos-ngosan, lelah, tapi subhanallah.... tiga puluhan ibu-ibu yang menyambut gembira kehadiran kami seketika menghilangkan sgala lelah. Apalagi kala teh hangat dan jajanan khas kampung disuguhkan. Ada jadah, nagasari, rambak....

Kegiatan PWK bulan ini berupa siraman rohani yang disampaikan ustadzah Fajariyah. Guru TKIT Ar-Raihan Piyungan ini menyampaikan materi tentang akhlak dan etika. Penyampaian yang interaktif dengan bahasa jawa dari ummahat adik kandung Aleg PKS DPRD Bantul ini (Bapak Amir Syarifuddin) sangat mengena bagi ibu-ibu kampung.

Usai pengajian yang dilanjut obrolan sambil menikmati suguhan, sekira pukul tiga sore kami berpamitan. Kembali kami menyusuri hutan jati berjalan kaki dan dilanjut off road pegunungan kaligatuk.


*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Weekend DPRa PKS Srimartani Melayani Warga Dusun Bulusari

Reporter: Adam FM
Akhir pekan adalah waktu yang banyak dinantikan oleh sebagian besar masyarakat. Mereka ingin melepas lelah setelah sepekan beraktifitas dan bekerja. Ada yang telah merencanakan berlibur bersama keluarga, ada pula yang melakukan kegiatan sosial di lingkungan sekitar. Weekend pekan ini, Sabtu 28 Mei 2011, kader-kader PKS yang tinggal di wilayah Srimartani memberikan kepeduliannya kepada masyarakat melalui dua program sekaligus sebagai tindak lanjut dari silaturrahmi pekan lalu.

Nonton Bareng Film "Sang Pemimpi"

Dusun Bulusari yang terletak sekitar 15 KM arah timur dari Kota Yogyakarta itu menginspirasi DPRa PKS Srimartani untuk mengadakan pemutaran film Sang Pemimpi. Diilhami oleh karya sastra Andrea Hirata yang telah sukses menelurkan film Laskar Pelangi sebelumnya, acara ini disajikan khususnya untuk generasi muda dusun Bulusari agar memiliki semangat yang tumbuh untuk maju dalam segala bidang kehidupan. Lokasinya yang berbukit-bukit dan masih erat dengan alam semesta itu sangat pas dengan yang dikisahkan pada film laskar Pelangi dan Sang Pemimpi ketika generasi mudanya terus berjalan dan berjuang untuk mendapatkan hidup yang lebih baik, dengan berbekal pendidikan dan bekal ilmu agama sebagai bentengnya.

Acara dimulai pukul 21.00 WIB dan dihadiri oleh sebagian bapak-bapak yang baru pulang pertemuan rutin RT, disusul juga oleh anak-anak, remaja yang paginya mereka libur sekolah, juga para pemuda yang baru usai mempersiapkan acara pernikahan salah satu pemuda setempat.

Ketua DPRa Srimartani Eko Herri bersama akh Haryadi kader unggulan dari dusun Sanansari itu telah berada di lokasi lapangan olah raga pemuda RT 4 Bulusari pukul 20.30 WIB. Di tengah acara itu kami dijamu pula oleh tuan rumah yang juga didampingi oleh Purwanto dan Syamsul, kordus setempat yang cukup aktif bersama PKS. Kami berbincang tentang dusun Bulusari dan harapan-harapan masyarakat ke depan. Acara selesai sekitar pukul 23.00 WIB. Semoga yang menonton mendapatkan inspirasi dan motivasi dari film Sang Pemimpi dan menjadikan mimpi-mimpi positifnya terwujud dalam realita.

Nonton Bareng Layar Tancep Final Piala Champions

Di lokasi yang sama, setelah sekian jam dalam penantian, tibalah saatnya warga Bulusari menyaksikan jago-jago mereka berlaga di ajang final Piala Champions, masih di depan Layar Tancep yang digelar oleh PKS Srimartani. Jam 01.45 WIB dini hari pertandingan dimulai, debar-debar penonton membayangi setiap kali peluang gol tercipta oleh para jagonya, dan sorak sorai bergema di lapangan perbukitan dusun Bulusari waktu itu ketika 3 gol tercetak oleh pemain Barcelona yang akhirnya memenangkan pertandingan itu.

Ahh... ada yang gembira saat jagonya juara, tapi ada pula yang kecewa dengan kekalahan jagonya. Tetapi penonton tetap puas dengan PKS yang mengakomodir keinginan warga Bulusari dengan program itu.

Kami, PKS Srimartani, juga mengucapkan terima kasih kepada Mas Purwanto dan Mas Syamsul, dua kordus solid yang mengawal PKS di Srimartani. (Red.AdamFM)



*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Temu Rutin Silaturohim Kader DPRa PKS Sitimulyo Edisi Mei 2011

Cerahnya cuaca Yogyakarta minggu pagi 29 Mei 2011 nampak terpancar dari kecerian kader-kader ikhwan akhwat DPRa PKS Sitimulyo yang sedang mengikuti acara silaturohim kader se-DPRa yang dikemas dalam acara TKP (Temu Kader Partai). Di penghujung bulan mei ini bertempat di kediaman keluarga ust Bachtiar DE dusun Karanggayam Sitimulyo Piyungan. Suasana tambah meriah dengan kehadiran mujahid/ah muda yang ikut serta mendampingi ayah dan bunda.

Jam 10 pagi acara dimulai dengan pembukaan dan pembacaan Al-Qur'an. Dilanjutkan sambutan Pak Suparman Ketua DPRa PKS Sitimulyo atau lebih akrab disapa Mas'ul memaparkan info seputar kedeperaan. Laporan kegiatan DPRa selama sebulan yang sudah direalisasikan juga disampaikan. Dilanjut urun rembug, dialog, dan penyampain saran-saran dari kader untuk kemajuan DPRa. Suasana santai lesehan sambil menikmati aneka kue dari sohibul bait.

"Ikhwan akhwat yang saya banggakan saya sangat berterimakasih atas masukan-mnasukannya dan sekiranya ada gagasan ataupun ide lain terkait format TKP bulan depan juga kegiatan-kegiatan DPRa yang lain, saran juga bisa dikirim melalui SMS," papar beliau mengakhiri perbincangan sambil membagikan kartu nama (ce ileh, udah kayak pejabat top aja nich mas'ul.. he he he....). Pokoke top markotop, profesional!

Laporan keuangan kebagian di sesi berikutnya disampaikan mba Fia Sariwati, yang memang keahlian bidang keuangan sudah teruji sebagai accaounting sebuh BMT ternama di Bantul.

Di ujung TKP, acara yang juga dinanti dengan berdebar adalah 'pembukaan arisan'... dan yang mendapat arisan adalah Bu Haryani, sehingga acara TKP bulan Juni depan bertempat di rumah Bu Haryani di dusun Karangploso.

Demikian liputan singkat kegiatan bulanan Silaturohim kader se-DPRa Sitimulyo yang selesai pukul 11.30 WIB.

*) Reporter: Deni Sunardi


*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Usai Nonbar Champions Dilanjut Tatsqif Kajian Ahad Pagi

Minggu, 29 Mei 2011

Reporter: Abuafnan Widodo
“Dari tadi malam, ane belum pulang, pak”, jawab Akh Dani Asy-Syakib Kabid Kaderisasi PKS Piyungan saat bincang pagi usai kajian TatsQif edisi Ahad, 29 Mei 2011. Terlihat “ubo rampe” yang digunakan NonBar Final Liga Champions beberapa jam sebelumnya tersusun rapi di sudut ruangan samping Masjid Al Ikhlas Sampakan. Mereka sibuk mengemasnya dan segera menuju Masjid menyambut Shubuh. Masjid Al Ikhlas dan Rifki Futsal tempat NonBar berlangsung memang satu komplek kepemilikan dan bisa dibilang menjadi basis kegiatan riayah dakwah dan riyadhoh jama’i PKS Piyungan.

Kalau acara malam (Nonbar dan Liga Futsal) divisi Media Center dan Kepemudaan, maka TatsQif rutin pekanan Kajian Ahad Pagi merupakan program Bidang Kaderisasi. Edisi pagi tadi, Ahad 29 Mei 2011 bertemakan Fiqh Dakwah. Ustadz Eko Novianto memaparkan tentang 10 Karakteristik Dakwah menurut Syaikh Jum’ah Amin. Satu persatu ke sepuluhnya diulas dengan gamblang, meskipun ada penekanan karena keterbatasan waktu. Adapun ke sepuluh karakter tersebut:

1. Rabbaniyah, artinya bersumber dari wahyu Allah
2. Wasathiyah, artinya tengah-tengah atau tawazun
3. Ijabiyah, artinya melihat sisi positif
4. Waqi’iyah, artinya realistis, mengikuti perkembangan
5. Akhlaqiyah, artinya sarat dengan keteladanan dan nilai kebenaran
6. Syumuliyah, artinya utuh / universalitas
7. ‘Alamiyah, bersifat mendunia / rahmatan lil alamin
8. Syuriyah, berpijak prinsip musyawarah
9. Jihadiyah, artinya bersungguh sungguh dan totalitas dalam perjuangan
10. Salafiyah, artinya menjaga orisinalitas dalam pemahaman dan akidah.

Di penghujung kajian Ust. Eko juga menguraikan Sifat Dakwah yakni Khusus (tertutup) dan Jahriyah (terbuka) yang masing masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya.

Uraian yang komprehensif ini semakin membuat kader untuk tsabat untuk terus menyemai benih di lading dakwah.

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” {Q.S.Al Anfaal: 45-46}

*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Liga Futsal Antar DPRa PKS Piyungan Dimeriahkan Sponsor & Simpatisan

Selain menggelar acara nonbar final champions di semua DPRa, bersamaan dengan malam Final Liga Champions UEFA, Sabtu 28 Mei 2011, DPC PKS Piyungan lewat Bidang Kepemudaannya juga menggelar Liga Futsal Antar DPRa bertempat di Rifki Futsal Sampakan dengan panitia acara dari kader-kader DPRa Sitimulyo selaku tuan rumah.

Tiga DPRa yang ada di Piyungan (Sitimulyo-Srimulyo-Srimartani) masing-masing mengirim 2 Tim dimana pemain-pemainnya mayoritas diambil dari kalangan simpatisan, yang umumnya mantan saksi pemilu 2009 dan juga kordus (koordinator dusun). Hal ini sesuai target progam yakni sebagai bentuk komunikasi, silaturohmi dan 'pembinaan' kalangan simpatisan.

Acara dimulai pukul 20.30 dengan sistem setengah kompetisi, dan akhirnya Grand final "MALAM FUTSAL antar DPRa" ini menampilkan derby DPRa Srimartani, dan Tim Srimartani 2 keluar sebagai juara tournament antar DPRa setelah melalui pertandingan ketat megalahkan Srimartani 1.

Selain sukses mendatangkan para simpatisan wakil dari tiap DPRa, Panitia Acara (Bidang Kepemudaan DPC) juga sukses menggaet beberapa sponsor untuk berpartisipasi pada Liga Antar DPRa tersebut, diantaranya dari Suzuki Medan Jaya cabang Piyungan, Bakso Shantous Sampakan. Kecuali sang juara liga, pemain favorite yang terpilih Faridz El Muslim dari Tim Srimulyo 1 juga berhak mendapatkan bingkisan dari sponsor yang diserahkan oleh Deni Sunardi selaku ketua panitia.

Usai penyerahan bingkisan, acara Liga Futsal Antar DPRa dilanjutkan dengan Nonton Bareng Final Liga Champions antara Barcelona vs MU dengan kemenangan 3-1 untuk Barcelona.

"Rangkaian acara malam futsal dan nonbar malam ini semoga bisa menjadikan akrabnya antara kader, simpatisan, kordus, saksi yang selama ini telah bekerja sama dengan DPC PKS Piyungan," tandas mas Deni sunardi dalam sambutan di akhir acara.


*posted: pkspiyungan.blogspot.com

PKS Piyungan Nonbar Champions di Semua DPRa Memenuhi Permintaan Warga

Diantara program Media Center DPC PKS Piyungan adalah memenuhi permintaan masyarakat untuk menggelar 'Nonton Bareng' atau disingkat nonbar event-event olahraga utamanya sepakbola yang banyak digandrungi warga. Maka, semalam (28-29 mei) pada event Final Liga Champions UEFA yang mempertemukan jawara Spanyol Barcelona vs jawara Inggris Manchester United yang menjadi tontonan favorit masyarakat, kami menggelar acara nonbar di semua DPRa (ada 3 DPRa di Piyungan).

DPRa Sitimulyo bertempat di Rifki Futsal Sampakan, DPRa Srimulyo di dusun Bintaran Wetan, dan DPRa Srimartani di lapangan olahraga Bulusari. Antusiasme warga tua muda (mayoritas anak-anak muda) memadati area nonbar gratis persembahan PKS Piyungan bekerjasama dengan anak-anak muda setempat.

Skor 3-1 yang mengantarkan Barcelona meraih titel Jawara Eropa untuk keempat kalinya ini memang tidak semua menyambut bergembira, terutama pendukung MU (dan Real Madrid seperti saya), tapi berkumpul dan merasakan denyut nadi masyarakat lapisan bawah dengan nonbar ini menjadikan PKS tetap bersama-sama merasakan dinamika warga.

Program nonbar PKS Piyungan sudah berjalan sejak sebelum pemilu 2004. Pada gempa Jogja 2006 yang bertepatan dengan Piala Dunia 2006 kami juga menggelar nonbar keliling ke barak-barak pengungsi sebagai salah satu program P2B PKS Piyungan. Hingga warga Piyungan sangat familiar, kalau mereka mau menggelar nonbar pasti mereka 'larinya' ke PKS Piyungan untuk meminta bekerjasama menggelar nonbar, seperti tadi malam di 3 titik.

*)liputan singkat by admin pkspiyungan

*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Kegiatan Pembinaan PKS Pakistan Untuk WNI Perempuan

Sabtu, 28 Mei 2011

WNI Perempuan Berbagi Cerita di Islamabad
Islamabad – Tampak beberapa perempuan dengan gaya berpakaian ala Indonesia memasuki Shifang Restaurant di kawasan Blue Area Islamabad, Pakistan. Mereka adalah WNI perempuan Indonesia di Islamabad dan sekitarnya, yang pada Jum’at 20 Mei 2011 itu menghadiri undangan acara Perempuan Berbagi Cerita yang diselenggarakan oleh PIP PKS Pakistan dalam rangka Milad PKS ke 13.

Antusiasme peserta tampak dengan tepatnya kehadiran mereka. Pukul 16.00 waktu Pakistan sebagian peserta sudah hadir di tempat. Bahkan peserta dari kalangan mahasiswi berkirim sms kepada panitia memberikan kabar keterlambatannya.
”Maaf agak terlambat ya, masih ada kuliah.” Begitu pesan sms yang terkirim dari salah satu mahasiswi IIUI yang turut diundang dalam acara itu.

Panitia yang telah menyiapkan tempat untuk shalat pun akhirnya mempersilakan kepada peserta yang telah hadir untuk menunaikan ibadah shalat Ashar terlebih dahulu. Tampaknya panitia telah memprediksi bahwa acara akan berbenturan dengan waktu shalat, sehingga disiapkan tempat shalat di pojok ruang restauran itu, agar peserta tetap dapat menunaikan kewajiban shalat. Sembari menunggu beberapa peserta yang masih dalam perjalanan, panitia juga memutarkan rekaman ulang liputan PKS TV pada pagelaran Milad di Gelora Bung Karno, Jakarta, 17 April 2011.

Tasmi’ Al Qur’an oleh Gadis Cilik

Pukul 16.50 acara dimulai. Setelah dibacakan susunan acara oleh MC, acara dibuka dengan tasmi’ al Qur’an surat al Fatihah dan at Tiin yang dibawakan oleh ananda Syaiqotul Husna, gadis cilik berusia 6 tahun yang saat ini bersekolah di Madrasah Sudaniyah, Islamabad. Syaiqoh adalah putri seorang mahasiswa Indonesia asal Makasar yang sedang menyelesaikan program magister di International Islamic University Islamabad.

Seusai tasmi’ al Qur’an, MC mempersilakan seluruh hadirin untuk berdiri guna bersama menyenandungkan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan lagu Bekerja untuk Indonesia. Ruangan tampak hening dan syahdu, serasa merebak kerinduan yang mendalam di lubuk-lubuk hati peserta terhadap negeri pertiwi tercinta yang sudah ditinggal dalam kurun beberapa tahun. Terlebih bagi mereka para perempuan Indonesia yang menikah dengan warga negara asing, kerinduan terhadap bumi pertiwi itu tentu begitu terasa.

Dialog Online bersama Anggota DPR RI

Acara yang bertemakan “Mengokohkan Peran Ibu sebagai Pilar Ketahanan Keluarga” itu diisi dengan dialog online bersama ustadzah Herlini Amran, M.A., anggota DPR RI Komisi VIII dan anggota Dewan Syari’ah Pusat PKS. Ibu Herlini yang juga alumni IIUI Pakistan tampak bersemangat menyampaikan makalah tentang ketahanan keluarga.

Dalam makalahnya yang berjudul ‘Keluarga Harmonis Sebagai Pilar Ketahanan Keluarga’ itu ibu Herlini memaparkan 7 aspek ketahanan keluarga, yaitu: Memiliki visi misi dalam berkeluarga, Memiliki konsep musyawarah dan saling terbuka dalam hal apapun, Memiliki konsep syukur dan sabar, Memiliki konsep saling toleransi, Memiliki konsep sikap santun dan bijak, Memiliki konsep pendidikan anak yang sama dengan suami, serta Kuatnya hubungan dengan Allah swt.

Beberapa pertanyaan terlontar dari para peserta, baik mereka yang telah menjadi ibu ataupun para mahasiswi yang merupakan calon ibu. Sehingga meski online, dialog yang dimoderatori oleh Ahyani Billah itu terasa hangat. Terlebih ketika ibu Herlini mendapatkan beberapa pesertanya adalah rekan dan adik kelasnya dahulu semasa kuliah di Pakistan. Seakan acara itu menjadi ajang reunian.

Apresiasi untuk Perempuan Indonesia

Acara itu memang diperuntukkan khusus perempuan Indonesia di Pakistan. Sehingga memiliki kesan tersendiri bagi para perempuan yang hadir untuk kumpul sesama perempuan Indonesia. “Sering-sering adakan acara seperti ini ya, bagus untuk perempuan saja,” demikian ungkap salah satu peserta sebelum meninggalkan tempat acara.

PIP PKS Pakistan memang ingin memberikan apresiasi khusus bagi para perempuan Indonesia. “Berbicara di hadapan para perempuan Indonesia, kami terbayang akan negara dan bangsa besar Indonesia, yang lahir dan tumbuh dari rahim-rahim para perempuan Indonesia. Sebab perempuan adalah madrasah pertama dan utama bagi generasi bangsa. Selain itu, perempuan juga merupakan tiang negara. Di mana pola dan karakter pembangunan bangsa tumbuh dan ditopang,” demikian Ketua PIP PKS Pakistan, Hifni Muzamminil Hasba, mengutarakan apresiasi mendalam terhadap perempuan Indonesia dalam sambutannya.


Setelah dialog online, acara ditutup dengan do’a bersama. Selanjutnya peserta dipersilakan untuk menikmati hidangan Chicken Chowmein. Tepat beberapa saat menjelang adzan Maghrib, para peserta yang merupakan istri diplomat, istri lokal staff, mahasiswi, dan mereka yang menikah dengan warga negara asing itupun pamit satu persatu. Menapakkan langkah di jalanan Islamabad penuh cinta. Cinta membina generasi, cinta membangun negeri.

Semoga acara semacam ini dapat terselenggara kembali. Untuk perempuan Indonesia yang shalih, cerdas, dan berdaya guna. Semua itu sebagai wujud berjuta cinta untuk Indonesia.[AA]

*)liputan kiriman email dari PIP PKS Pakistan ke pkspiyungan@yahoo.co.id


*posted: pkspiyungan.blogspot.com

PKS Bentuk Tim Reformasi DPR

Jumat, 27 Mei 2011

VIVAnews - Partai Keadilan Sejahtera mendesak reformasi Dewan Perwakilan Rakyat segera dilaksanakan melalui revisi Undang-undang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (MD3). Menurut PKS, hasil amandemen konstitusi belum sepenuhnya diakomodasi DPR.

"Dalam konstitusi hasil amandemen, pembuatan Undang-undang sudah beralih ke DPR, tapi pemerintah masih memiliki sedikit kewenangan," kata Sekretaris Fraksi PKS Abdul Hakim saat dihubungi VIVAnews, Kamis 26 Mei 2011.

Dan meskinya, kata Hakim, kewenangan itu diterjemahkan dengan penyiapan mekanisme yang baik di mana DPR membentuk Law Center atau Pusat Hukum. Namun ini tak terjadi sehingga target legislasi DPR setiap tahun selalu meleset jauh dari yang direncanakan.

Kemudian soal anggaran, DPR masih kedodoran, banyak mengandalkan pemerintah. Badan Akuntabilitas Keuangan Negara yang diharapkan sebagai budget center masih kurang merepresentasikan fungsi DPR mengawasi anggaran negara.

"DPR kekurangan tenaga ahli, sementara Pemerintah bertaburan tenaga ahli. Di setiap Kementerian, bisa ada tenaga ahli dan staf-staf yang menekuni bidangnya," kata Hakim.

Dan anehnya, meski kedua kerja pokoknya itu kedodoran, DPR masih saja berkutat di hal-hal teknis seperti pembangunan gedung baru. Pembangunan gedung adalah wilayah teknis yang menjadi tanggung jawab Pemerintah dalam hal ini Sekretariat Jenderal DPR dan Kementerian Pekerjaan Umum.

"Tidak perlu Badan Urusan Rumah Tangga sebesar sekarang," kata Hakim. BURT harus dirasionalisasi menjadi sekadar komite yang mewakili fraksi-fraksi DPR.

Bukan hanya itu, nama BURT pun perlu diganti. "Namanya perlu berkaitan dengan urusan peningkatan kinerja," kata Hakim.

Dan semua usulan ini sedang digodok PKS dalam Tim Reformasi Parlemen yang diketuai langsung oleh Abdul Hakim. "Kami coba formulasikan dalam revisi UU MD3," katanya.

*)http://politik.vivanews.com/news/read/222689-pks-bentuk-tim-reformasi-dpr

*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Perjuangan Bertemu Qiyadah

Oleh : Cahyadi Takariawan*
Namanya Agung Nugroho. Seorang aktivis dakwah yang tinggal di Danurejan, Yogyakarta. Dia bukan pengurus teras PKS, dia hanya seorang kader biasa, sama seperti kader lainnya. Namun dia memiliki semangat yang luar biasa besarnya untuk terlibat dalam upaya mencerdaskan masyarakat Indonesia melalui membaca. Sejak tahun 2003 Agung mendirikan Pustaka Keliling Adil, yang dia jalankan sendiri dengan penuh dedikasi.

Dengan sepeda motor miliknya, ia membawa buku-buku dan hadir ke tengah masyarakat Jogja. Ia meminjamkan buku itu secara gratis kepada siapapun yang memerlukannya. Ya benar, gratis. Padahal ia mengeluarkan biaya untuk mengoleksi buku, merawat, dan membawanya dengan motor ke tengah masyarakat. Ternyata antusias masyarakat demikian besar. Ini yang menjadikan Agung bertambah semangat.

Ia ingin menambah jumlah buku dan sarana yang lebih memadai untuk membawa buku-bukunya agar bisa semakin menjangkau banyak kalangan masyarakat. Maka ia membuat brosur berisi profil Pustaka Keliling Adil, dan berharap akan bisa dibagikan kepada para anggota legislatif saat acara Mukernas PKS di Yogyakarta bulan Februari 2011 yang lalu. Lebih-lebih, ia berharap bisa bertemu dengan para qiyadah PKS yang akan hadir pada Mukernas tersebut. Tapi, mungkinkah ? Ia sadar siapa dirinya.

Ia tidak tahu bagaimana bertemu ustadz Hilmi, ustadz Luthfi atau ustadz Anis. Ia bukan orang senior, juga bukan pengurus teras, apa mungkin diberi waktu dan kesempatan bertemu para qiyadah tersebut ? Kalaupun para qiyadah membuka diri untuk bertemu semua kader, namun pasti ada protokoler tertentu yang membuatnya tidak akan mudah bertemu para qiyadah. Apalagi kalau alasannya karena akan mengajukan proposal, pasti tidak mudah. Tapi keinginannya sangat kuat untuk bertemu langsung dengan para qiyadah.

Ia berpikir keras, bagaimana cara bertemu para qiyadah tanpa merepotkan pihak protokoler?  Lesehan di Malioboro, itu momentum yang mungkin bisa mempertemukan dirinya dengan para qiyadah. Ya, mungkin itu momentumnya.



Jumat 25 Februari 2011, para peserta Mukernas PKS beserta para qiyadah akan makan lesehan di Malioboro, sebagai salah satu acara ramah tamah dengan masyarakat Yogyakarta. Agung telah siap di Malioboro tempat digelar makan lesehan itu jam 16.30, padahal acara baru akan dimulai jam 19.30. Ia tidak mau kehilangan momentum itu. Ia datang awal untuk melihat seting tempat dan mengetahui dimana tempat duduk para qiyadah. Benar, ia menemukan satu tempat VVIP yang nantinya akan menjadi lokasi makan para qiyadah dan pejabat penting di lingkungan PKS, seperti para Menteri dari PKS.

Ia menunggu di sekitar lokasi VVIP, sambil membagi brosur Pustaka Keliling Adil kepada para peserta yang mulai berdatangan di lokasi acara. Sore menjelang maghrib, hujan turun dengan cukup deras. Agung tetap setia menanti hadirnya para qiyadah yang dijadwalkan tiba jam 19.30. Ia mengerjakan shalat maghrib di mushalla sekitar acara, dan bersegera kembali berjaga ke tempat semula. Namun betapa terkejut, ketika usai shalat maghrib ia menjumpai tempat VVIP tersebut sudah dijaga dengan ketat oleh Kepanduan.

Ia gelisah, bagaimana cara ia akan masuk ke sana ? Ia tidak peduli. Ia tetap saja berdiri di sekitar lokasi VVIP. Hingga waktu Isya tiba, ia segera ke mushalla untuk menunaikan shalat. Usai shalat Isya ia kembali ke lokasi acara, dan lebih terkejut lagi karena tempat VVIP sudah penuh diisi para qiyadah dan pejabat PKS, dengan pengawalan yang tampak sangat ketat. Bagaimana ia bisa masuk dan bergabung ? Mana mungkin akan diizinkan, sedang ia bukan panitia Mukernas, bukan pengurus teras PKS, bukan siapa-siapa di lokasi acara itu. Ia hanya seorang Agung, yang sangat ingin bertemu para qiyadah.

Ia menatap dari kejauhan. Tiba-tiba matanya tertuju kepada sekelompok pengamen yang diizinkan mengamen di lokasi VVIP. Segera ia menuju ke kerumunan pengamen Malioboro yang tengah menghibur tamu VVIP, dan berdiri di antara para pengamen. Subhanallah, ternyata tak ada yang mempermasalahkan. Pihak panitia mungkin mengira ia adalah bagian dari kelompok pengamen, pihak pengamen mungkin mengira ia panitia. Jadi ia aman saja ikut beraksi di tengah pengamen.

Acara ramah tamah di tempat VVIP berjalan lancar, hingga tiba saat makan malam lesehan. Agung masih saja berdiri bersama para pengamen, dan belum mengetahui bagaimana cara bertemu para qiyadah itu. Ia melihat ustadz Hilmi Aminudin, ustadz Luthfi Hasan Ishaq, ustadz Sukamta, ustadz Zuhrif Hudaya dan para ustadz lainnya tengah duduk bercengkerama dengan akrab dan santai, sembari menikmati sajian lesehan Malioboro. Namun ia tidak berani maju untuk menyapa. Ia “hanya” kelompok pengamen, saat itu.

Cukup lama ia berada di tengah para pengamen, sejak kedatangan para tamu VVIP, hingga kini acara makan malam sudah selesai dan para tamu bersiap hendak meninggalkan lokasi acara, kembali ke tempat Mukernas. Ia tetap tidak tahu bagaimana bisa menyapa ustadz Hilmi dan ustadz Luthfi. Ia tetap saja berdiri di tengah para pengamen.

Tidak dinyana, ustadz Zuhrif Hudaya memanggilnya. Ya, tentu saja ustadz Zuhrif mengenalnya, karena ia kader Jogja. Ustadz Zuhrif berencana akan maju Pilkada Walikota Jogja. Ternyata ustadz Zuhrif meminta untuk memotret di tempat itu, bersama para qiyadah. Senang sekali Agung mendapat kesempatan ke depan. Segera ia maju dan menerima kamera ustadz Zuhrif untuk memotret. Jepret, jepret, jepret...... Ia memotret ustadz Hilmi, ustadz Luthfi, dan para qiyadah lainnya, termasuk para menteri dari PKS.... Luar biasa senang hatinya.

Hatinya berdegub kencang. Saat memotret itu, ia tepat berada di depan ustadz Hilmi dan ustadz Luthfi ! Masyaallah, tak pernah terbayang ia akan berada dalam jarak sedekat ini dengan para qiyadah. Sungguh, ia tidak pernah membayangkan mendapat kesempatan istimewa seperti ini. Tanpa dipikir panjang, usai memotret ia mengeluarkan brosur Pustaka Keliling Adil, dan langsung ia serahkan kepada ustadz Hilmi, ustadz Luthfi, dan semua tamu VVIP yang ada di lokasi itu. Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaha illallah, wallahu akbar ! Ternyata brosur itu diterima para qiyadah, dan langsung dibaca !

Ia tidak percaya. Sungguh, ia melihat sendiri ustadz Hilmi dan ustadz Luthfi membaca brosur itu ! Masyaallah......

Lebih terkejut lagi, tidak berapa lama ustadz Sukamta, ketua DPW PKS DIY, melambaikan tangan kepadanya, isyarat agar ia mendekat. Segera ia datang di depan ustadz Sukamta, ustadz Hilmi dan ustadz Luthfi. Inilah saat itu. Ya, inilah saat yang ditunggu-tunggu. Untuk pertama kalinya ia berjabat tangan dengan ustadz Hilmi dan ustadz Luthfi. Senang sekali hatinya, tak bisa dilukiskan dengan kata-kata....

Ustadz Sukamta mengenalkan dirinya dengan ustadz Hilmi dan ustadz Luthfi, serta para ustadz lainnya. Kemudian ia diminta menceritakan Pustaka Keliling Adil yang dikelolanya. Sangat bersemangat ia mendapat kesempatan langka ini. Segera ia cerita segala yang dilakukan, membawa buku-buku dengan sepeda motor, dan mendatangi masyarakat untuk meminjamkan buku dengan gratis kepada mereka.

Ustadz Hilmi dan ustadz Luthfi mendengar dengan seksama.

“Jadi antum membawa buku itu dengan motor biasa ?” tanya ustadz Hilmi.

“Iya ustadz. Itu fasilitas yang saya punya”, jawab Agung.

“Insyaallah saya akan bantu antum dengan dua motor khusus seperti yang antum perlukan”, kata ustad Hilmi.

Setengah tidak percaya ia mendapat respon yang secepat itu. “Benar ustadz ?” tanya Agung seperti tidak percaya.

“Iya benar”, jawab ustad Hilmi.

“Masyaallah, terimakasih ustadz, jazakallah khairan katsira”, ungkap Agung sangat gembira.

Belum selesai terkejutnya, tiba-tiba ustadz Luthfi menyodorkan sejumlah uang kepadanya. “Ini untuk antum Agung”, kata ustadz Luthfi sembari menyerahkan dana lima juta rupiah.

“Ini untuk apa ustadz ?” tanya Agung.

“Untuk membeli buku, melengkapi koleksi buku antum”, jawab ustadz Luthfi.

“Masyaallah, terimakasih ustadz. Jazakallah khairan katsira”, jawab Agung.

Luar biasa gembira hatinya. Luar biasa gelora jiwanya. Tak mengira bisa bertemu, berjabat tangan dan berbicara langsung dengan para qiyadah. Ternyata bukan sekedar bisa bertamu, bahkan mendapatkan hadiah yang sangat diperlukan untuk mengembangkan perpustakaan kelilingnya. Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaha illallah, wallahu akbar !

Singkat saja pertemuan di tempat VVIP itu, namun sangat berkesan baginya. Acara selesai, para tamu kembali ke acara Mukernas di Hotel Sheraton Yogyakarta. Agung pulang dengan hati yang sangat berbunga-bunga..... Tak pernah terbayang akan bertemu peristiwa seperti itu dalam hidupnya.

Terbayang ia akan segera bisa melengkapi buku-buku perpustakaannya, dan memiliki dua unit motor khusus untuk pustaka keliling. Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaha illallah, wallahu akbar !

Ia seakan masih tidak percaya, ketika hari Ahad 27 Februari 2011, ia dipanggil ke Hotel Sheraton Yogyakarta, tempat berlangsungnya rangkaian acara Mukernas PKS. Tahukah antum, ke ruang apa ia dipanggil ? Ya, ia dipanggil ke ruangan ustadz Hilmi. Benar-benar tak pernah terbayang oleh benaknya. Bercita-cita saja tidak berani, untuk bertemu ustadz Hilmi di ruangan beliau saat acara Mukernas.

Saat ia masuk, di dalam ruang telah menunggu ustadz Hilmi, ustadz Luthfi, dan beberapa pengurus teras DPW PKS DIY. Untuk kedua kalinya, ia bertemu dan berjabat tangan dengan para qiyadah ini, setelah dua hari sebelumnya bertemu di lesehan Malioboro.

Dalam kesempatan itu ustadz Hilmi memberikan dana Rp. 42 juta rupiah untuk membeli dua motor untuk Pustaka Keliling Adil. Inilah mimpi yang cepat sekali terealisasikannya. Ia tidak mengira akan secepat ini proses bantuan yang dijanjikan saat bertemu di Malioboro. Dan ternyata diserahkan langsung oleh ustadz Hilmi, di ruang beliau saat Mukernas PKS di Yogyakarta.

Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaha illallah, wallahu akbar !

Namanya Agung Nugroho. Seorang kader dakwah yang tinggal di Danurejan, Yogyakarta. Dia bukan pengurus teras PKS, dia hanya seorang kader biasa, sama seperti kader lainnya. Namun dia memiliki semangat yang luar biasa besarnya untuk bertemu para qiyadah, dan Allah mengabulkan keinginannya.

Lewat kisah ini Agung Nugroho ingin kembali menyampaikan ucapan terima kasih kepada ustadz Hilmi Aminudin dan ustadz Luthfi Hasan Ishaq. Dana itu kini telah berujud dua Motor Pintar Pustaka Keliling Adil, dan menjadi tambahan koleksi buku. Jazakumullah khairal jaza’ para qiyadah, yang telah berkenan bertemu dan mendengarkan aktivitas seorang kader biasa, bahkan memberikan bantuan yang sangat diperlukan. Insyaallah sangat bermanfaat untuk program pencerdasan masyarakat Indonesia.

* * * * * *

Ini “pesan sponsor” titipan Agung Nugroho:

Pustaka Keliling Adil adalah salah satu Perpustakaan yang ada di wilayah Jogjakarta, yang melayani peminjaman buku secara gratis. Kini Pustaka Keliling Adil telah memiliki cabang dan 2 motor Pintar. Dalam rangka mensukseskan Gerakan Budaya Membaca, maka dengan ini Pustaka Keliling Adil mohon bantuan kepada para donatur berupa buku atau majalah layak baca anda, untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan. Kirimkan saja bantuan buku anda ke : Pustaka Keliling Adil di Ledok Tukangan DN 2 / 177 RT 005 RW 001 Yogyakarta 55212, telp. 0274 553911, HP 081578071460.

---
*)dari email ustadz Cahyadi Takariawan ke pkspiyungan@yahoo.co.id

*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Kunjungan Dinas DPRa PKS Srimartani

Reporter: Adam FM*
Kamis, 26 Mei 2011. DPRa PKS Srimartani kembali jalin silaturrahmi. Program rutin kunjungan ke tokoh masyarakat (Silkoh) kali ini tidak hanya ke tempat tinggal para tokoh melainkan juga di tempat kerja tokoh, di tengah jam istirahat dinas.

Siang itu ketika terik mentari kian menyengat badan, Ketua DPRa Srimartani Eko Herri kembali melakukan kunjungan ke Bapak Herman Yusuf Yudianto, Ketua RT 04 Dusun Umbulsari, dusun paling timur dan tertinggi di daratan Kecamatan Piyungan, arah ke Gunung Ngelanggeran (gunung purba yang pernah diisukan aktif kembali dari tidur lamanya). Tampak Pak RT berbaju putih lengkap dengan kumisnya ditemani rekannya, Yanuar Eko menyambut kedatangan DPRa PKS Srimartani.

Di tempat kerja Pak RT itu Eko memaparkan maksud kunjungannya beserta program-program PKS yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat seperti program Pelayanan Kesehatan, Program Pembinaan Masyarakat, Program Nonbar, Program Pelatihan, dsb. Sementara itu pak RT (panggilan akrabnya di kantor) menyampaikan kebutuhan warganya saat ini lebih bersifat pembinaan atau penyuluhan, seperti penyuluhan tentang rumah tangga dan pendidikan anak. Beliau mengeluhkan adanya warga yang sering membuat resah lantaran tidak cocok dengan suami atau istrinya. Pernikahan pada usia terlalu muda yang tanpa persiapan ilmu dan mental yang cukup juga membawa dampak pada masyarakat terlebih pada keluarga besarnya yang dapat berujung terburuk dengan perceraian (na’udzubillahi min dzalika). Sedangkan mengelola keluarga itu sendiri dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang dilandasi dengan ilmu dan agama. Selain itu, kondisi generasi muda yang semakin menurun dari segi kualitas moralnya seperti yang banyak diberitakan di media massa membuat beliau sangat mengharapkan PKS turut memberi solusi yang tepat.

Pada akhir kunjungannya Eko menyatakan bahwa PKS siap mengakomodir kebutuhan masyarakat Umbulsari tersebut dengan program Pendidikan Keluarga. Bentuk dan pelaksanaan program tersebut akan dikoordinasikan lebih lanjut oleh Pak RT dengan warganya. OKE... kita tunggu tanggal mainnya PKS dan Pak RT. Tetap bekerjalah PKS untuk Indonesia... (Red.Adam FM)

*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Empat Alamat Celaka dan Bahagia

Rasulullah saw bersabda:

Tanda orang celaka itu ada empat:
1. Melupakan dosa-dosa masa lalu, padahal semuanya tercatat dg rapi dan detail di sisi-Nya.
2. Selalu mengenang kebaikan masa lalu, padahal belum diketahui diterima Allah atau tidak.
3. Dalam soal duniawi selalu memandang yg lebih di atas.
4. Dalam soal agama selalu memandang yg dibawahnya.

Allah berfirman:
“Aku menghendaki dia tetapi ia tidak menghendaki Aku, maka Aku tinggalkan dia”.



Tanda orang bahagia juga ada empat:
1. Selalu mengingat dosa yg tlah lalu.
2. Melupakan kebaikan yg pernah ia lakukan.
3. Dalam urusan agama melihat kpd yg lebih tinggi darinya.
4. Dalam urusan dunia melihat orang yg dibawahnya.


علامة الشقامة اربعة

نسيان الذنوب الماضية وهي عندالله تعالى محفوظة
وذكرالحسنات الماضية ولايدرى اقبلت ام ردت
ونظره الى من هوفوقه فى الدنيا
ونظره الى من هودونه فى الدين

يقول الله :اردته ولم يردنى فتركته

علامة السعادة اربعة

ذكرالذنوب الماضية
ونسيان الحسنات الماضية
ونظره الى من هوفوقه فى الدنيا
ونظره الى من فوقه فى الدين


*)dikutip dari Kitab "Nashaihul 'Ibad" Imam Nawawi Al-Bantani

*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Serial (4): "Durar As-Suluk fi Siyasat Al-Mulk"

KAJIAN KITAB DURAR AL-SULUK FI SIYASAT AL-MULUK
(Petuah-petuah Taujih Siyasi Untuk Para Raja dan Pemimpin)

Karya: Imam Abu al-Hasan ‘Ali bin Habib al-Mawardi

Oleh: Ustadz Musyaffa Ahmad Rahim, M.A.
Ketua Bidang Pembinaan Kader DPP-PKS

Petuah_06

وَلِحُسْنِ الظَّنِّ بِهَا أَسْبَابٌ؛ فَمِنْ أَقْوَى أَسْبَابِهِ اَلْكِبْرُ وَاْلإِعْجَابُ، وَهُوَ بِكُلِّ أَحَدٍ قَبِيْحٌ، وَبِالْمُلُوْكِ أَقْبَحُ، لِأَنَّهُ دَالٌّ عَلَى صِغَرِ الْهِمَّةِ، مُخْبِرٌ بِعُلُوِّ الْمَنْزِلَةِ، وَكَفَى بِالْمَرْءِ ذَمًّا أََنْ تَكُوْنَ هِمَّتُهُ دُوْنَ مَنْزِلَتِهِ.

وَقَدْ قَالَ بَعْضُ أَشْرَافِ السَّلَفِ: لَا يَنْبَغِيْ أَنْ يَرَى شَيْئًا مِنَ الدُّنْيَا لِنَفْسِهِ خَطَرًا فَيَكُوْنُ بِهِ تَائِهًا

وَالْمُلُوْكُ أَعْلَى النَّاسِ هِمَمًا وَأَبْسَطُهُمْ أَمَلاً، فَلِذَلِكَ كَانَ الْكِبْرُ وَاْلإِعْجَابُ بِهِمْ أَقْبَحُ

وَكَانَ عَبْدُ اللهِ بْنُ الْعَبَّاسِ رِضْوَانُ اللهِ عَلَيْهِ يَقُوْلُ: سَمِعْتُ أَبَا بَكْرٍ اَلصِّدِّيْقَ رِضْوَانُ اللهِ عَلَيْهِ يَقُوْلُ:

(إِِذَا أَرَدْتَ شَرِِيْفَ النَّاسِ كُلِّهِم ... فَانْظُرْ إِلَى مَلِكٍ فِي زِِيِّ مِسْكِيْنٍ)

(ذَاكَ الَّذِيْ حَسُنَتْ فِي النَّاسِ رَأْفَتُهُ ... وَذَاكَ يَصْلُحُ لِلدُّنْيَا وَالدِّيْنِ)
Husnuzh-zhan terhadap nafsu mempunyai beberapa sebab, diantaranya yang paling kuat adalah al-kibr dan ‘ujub.

Dua akhlaq ini, bagi semua semua orang adalah akhlaq buruk. Terlebih buruk lagi kalau ada pada para raja (pemimpin).

Sebab, hal ini menunjukkan kecilnya cita-cita dan tingginya kedudukan dan cukuplah celaan bagi seseorang yang cita-citanya lebih rendah daripada kedudukannya.

Sebagian dari salaf yang mulia berkata: “Tidak sepatutnya bagi seseorang yang berakal untuk melihat sesuatu dari dunia sebagai sesuatu yang penting, jika demikian, maka ia akan menjadi kebingungan dan salah jalan".

Dan raja adalah manusia yang paling tinggi cita-citanya dan paling luas angan-angannya, karena itu sifat al-kibr dan ‘ujub menjadi lebih buruk baginya

Abdullah bin Abbas –radhiyallahu ‘anhum- berkata: saya mendengar Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu- berkata:

Jika engkau ingin melihat manusia yang mulia, maka lihatlah kepada seorang raja yang berpenampilan seorang miskin.

Itulah orang yang kasih sayangnya dipandang baik oleh manusia, dan
Itulah orang yang memperbaiki dunia dan agama.

Ulasan:

Ada beberapa hal yang dapat digaris bawahi dari PETUAH ini, diantaranya:

1. Husnuzh-zhan terhadap nafsu, yang pada petuah yang lalu telah dijelaskan akibat-akibat buruknya, mempunyai banyak sebab, utamanya adalah al-kibr dan ‘ujub.

2. Al-kibr sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah SAW adalah: “menolak kebenaran dan merendahkan orang lain” (hadits shahih, diriwayatkan oleh Muslim, no. 147).

3. ‘Ujub adalah Rasa senang atau gembira atau bangga dengan diri sendiri dan dengan segala hal yang keluar dari dirinya, baik berupa ucapan atau perbuatan.

4. Dua akhlaq atau sifat ini, adalah sifat dan akhlaq buruk, bagi siapa saja. Dan jika dua akhlaq atau sifat ini ada pada seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi, maka bobot keburukannya semakin berat dan tinggi.

5. Dalam kacamata siyasi dua sifat dan akhlaq ini mempunyai dampak yang sangat tidak baik, yang diungkapkan oleh Imam Mawardi dengan pernyataan: “Sebab, hal ini menunjukkan kecilnya cita-cita dan tingginya kedudukan dan cukuplah celaan bagi seseorang yang cita-citanya lebih rendah daripada kedudukannya”. Yang secara singkat maksudnya adalah bahwa seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat atau politisi, jika terkena dua penyakit ini, maka himmah (semangat dan cita-citanya) menjadi sangat rendah, tidak sepadan dengan kedudukannya.

6. Dampak lainnya adalah seorang pemimpin itu akan menjadi kehilangan arah yang jelas dan bahkan tersesat jalan.

7. Dampak buruk lainnya adalah cita-citanya menjadi rendah dan pandangannya menjadi sempit.

8. Akibat lebih buruk lagi adalah, seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat atau politisi, tidak lagi membawa kemaslahatan dunia dan agama.

9. Padahal, semestinya, seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat atau politisi adalah seorang manusia yang paling tinggi cita-citanya dan paling luas pandangannya.

10. Dan semestinya pula, dengan cita-cita tinggi dan pandangan luas tersebut, seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat atau politisi, membawa kemaslahatan untuk urusan dunia dan urusan agama.


Petuah_07

لَكِنَّ السَّكِيْنَةَ وَالْوَقَارَ أَحْمَدُ وَأَوْلَى بِهِ مِنَ الْكِبْرِ وَاْلإعْجَابِ.

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ لَا يُفَرِّقُ بَيْنَ الْكِبْرِ وَالْوَقَارِ وَهَذَا جَهْلٌ بِمَعْنَاهُمَا

فَأَمَّا الْكِبْرُ وَاْلإِعْجَابُ فَقَدْ يَجْتَمِعَانِ فِي الذَّمِّ وَيَفْتَرِقَانِ فِي الْمَعْنَى، فَاْلإِعْجَابُ يَكُوْنُ فِي النَّفْسِ وَمَا تَظُنُّهُ مِنْ فَضَائِلِهَا، وَالْكِبْرُ يَكُوْنُ بِالْمَنْزِلَةِ وَمَا تَظُنُّهُ مِنْ عُلُوِّهَا

Akan tetapi ketenangan dan kewibawaan lebih terpuji dan lebih utama bagi seorang raja dari pada al-kibr dan ‘ujub.

Sebagian orang ada yang tidak dapat membedakan antara al-kibr dan al-waqar (tenang penuh wibawa), dan hal ini adalah ketidaktahuan tentang makna keduanya.

Al-kibr dan ‘ujub sama dalam hal dicela, namun keduanya berbeda makna;

• ‘Ujub terkait dengan diri (kepribadian) dan hal-hal yang dipersangkakan olehnya sebagai keutamaan kepribadian itu, sedangkan

• Al-kibr terkait dengan kedudukan dan hal-hal yang dipersangkakan olehnya sebagai ketinggian kedudukan itu

Ulasan:

Ada beberapa hal yang dapat saya garis bawahi dari petuah Imam Mawardi ini, diantaranya adalah

1. Sifat al-kibr dan ‘ujub adalah sifat yang tercela, khususnya jika dua sifat ini ada pada seorang raja, atau pemimpin atau pejabat atau politisi. Sebagaimana telah dijelaskan pada PETUAH_6.

2. Yang harus dimiliki oleh seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi adalah sifat dan sikap as-sakinah (tenang) dan al-waqar (tenang penuh Wibawa).

3. Namun, banyak orang tidak dapat membedakan antara as-sakinah dan al-waqar di satu sisi dengan al-kibr dan ‘ujub di sisi yang lain. Hal ini dikarenakan, hamper tidak ada perbedaan diantara dua kutub ini. Istilahnya beti (beda tipis) dalam hal penampilan, namun, sebenarnya kedua kutub ini perbedaannya sangatlah substansial. Menurut Imam Mawardi, ketidak mampuan manusia dalam membedakan diantara keduanya, dikarenakan mereka tidak mengatahui makna (substansi) keduanya.

4. Untuk menjelaskan perbedaan diantara dua kutub tadi (as-sakinah dan al-waqar di satu sisi, dan al-kibr dan ‘ujub di sisi yang lain), Imam Mawardi terlebih dahulu menjelaskan perbedaan antara al-kibr dan ‘ujub, yang menurut beliau,

5. ‘Ujub itu terkait dengan jiwa dan kepribadian dan segala sesuatu yang dipandang sebagai nilai lebih yang ada pada jiwa dan kepribadian itu, semisal, wajah yang ganteng, tubuh tegap dan tegar dan semacamnya. Sementara..

6. Al-kibr adalah segala sesuatu yang terkait dengan kedudukan dan yang terkait dengan ketinggian kedudukan tersebut, semisal, status sebagai aktifis, politisi, pejabat, pemimpin atau raja.

7. Sekali lagi, karena al-kibr dan ‘ujub merupakan sifat yang buruk, dan akibatnya, termasuk akibat siyasinya, sangat tidak baik, hendaklah seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat atau politisi, membersihkan dirinya dari dua sifat ini.

8. Dan pada petuah-petuah mendatang, insyaAllah, Imam Mawardi akan menjelaskan hal-hal yang terkait dengan al-waqar dan as-sakinah.

(bersambung)
----
*)serial sebelumnya: http://pkspiyungan.blogspot.com/2011/05/serial-3-durar-as-suluk-fi-siyasat-al.html



*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Buka Perlintasan Rafah, Mesir Dipuji Hamas


Hamas menyambut baik kebijakan pemerintah Mesir membuka perlintasan Rafah secara permanen demi memudahkan lalu lintas warga Palestina. Mesir rencananya akan mulai membuka pintu perbatasan Rafah pada Sabtu (28/5).

Dalam keteranganya dari biro informasi yang dilansir pusat informasi Palestina, Hamas menyebutkan bahwa gerakan Hamas menyambut baik dan sangat menghargai kebijakan pemerintah Mesir untuk membuka perlintasan Rafah secara permanen. Hamas menyebut kebijakan tersebut sebagai implementasi dari semangat revolusi Mesir.

''Kebijana ini juga menunjukan sejauh mana hubungan persaudaraan rakyat Palestina dan Mesir yang mulai menampakkan peranya terhadap masalah Palestina,'' tulis pernyataan Hamas.

Hamas menganggap keputusan tersebut sebagai inisiatif yang berani dari Mesir untuk menghapuskan blokade Gaza yang telah menyengsarakan rakyat Palestina selama beberapa tahun terakhir. ''Kami berharap langkah ini menjadi jembatan bagi terciptanya kerja sama dan dukungan terhadap rakyat Palestina dalam upaya memperolah hak-haknya kembali,'' katanya.

Pemerintah Mesir memutuskan untuk membuka perlintasan Rafah secara permanen mulai Sabtu besok (28/5). Kecuali pada hari Jum’at dan hari-hari besar lainya, pintu perbatasan akan dibuka mulai jam 9 pagi hingga jam lima sore. Dalam pernyatanya, pejabat Mesir mengatakan bahwa kebijakan ini diambil untuk memudahkan lalu lintas pergerakan warga Palestina melalui Mesir.

*)Republika Online


*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Ummahat menyusuri bukit berjalan kaki, demi kegiatan PWK

Kamis, 26 Mei 2011

Reporter: Ken Sri Permanawati*
Terik mentari pukul 10.30, 13 Mei'11. Dua ummahat menyusuri jalanan di perbukitan Tambalan, ujung timur Piyungan. Adalah bu Yani dengan putranya dalam gendongan, bersama bu Ida Deliani. Mereka hendak mengisi acara PWK (Pos Wanita Keadilan) dusun Tambalan yang rutin tiap tanggal 13. PWK Tambalan salahsatu PWK binaan DPRa PKS Srimartani.

Critanya tadi mereka nupang bus jurusan jogja-wonosari. Naik dari ibu kota kec. Piyungan. Tapi mereka yang baru sekali ini numpang bus ke lokasi PWK, lupa harusnya turun dimana! Alhasil ketika ditanya bang kondektur mereka bilang turun Tambalan gitu. Nah, begitu masuk wilayah tambalan, bang kondektur kasih aba2 kalo udah sampe. Begitu turun jleeg... Bu Yani n Bu Ida masih clingak-clinguk.... Lha! Rumahnya mbah Tris (tempat acara) kok belum keliatan...!

Olala, ternyata mereka turun terlalu dini... Mau ngejar bus yang tadi, nggak mungkin (ya iyalah, dah ngilang, tancep gas dari tadi. Hehe). Nunggu bus berikutnya? Wah, setengah jam belum karuan ada! Ya wis, lanjutkan perjalanan dengan 'armada' yang ada ajah. Alias jalan kaki. Lumayan juga, jalannya nanjak terus je...

Sampe lokasi dengan napas ngos-ngosan, tapi legaaa rasanya. Bisa ngeyop plus slonjor. Ibu2 yang udah pada ngumpul langsung menyambut,

"Walah, sami mlampah tho niki wau, bu?" (wadoh, jalan kaki toh bu?)

"Nderek bis, bu. Tapi le mandap kecepeten. Dadose dilajengke mlampah. Lha dereng apal daleme....", bu Yani menanggapi sambil tersipu.

"Ah ahh.... Mbenjang malih matur kondekture yen mandap Tambalan nggen tambal ban ngaten. Kondekture pun dong....", mbah Tris menimpali dengan nada simpati.
(Oke mbah, kita catat nih. Biar besok2 lagi nggak terulang ^.^)

Beberapa saat kemudian acara PWK dimulai. Kajian keislaman oleh bu Ida Deliani. Seorang ibu rumah tangga yang selalu tampil enerjik. Beliau sering mengisi majelis taklim ibu2. Bahkan punya binaan di kawasan remang2 sarkem.

Tema kajian kali ini adalah tentang "titipan Alloh". Bahwa sejatinya apapun yang kita miliki di dunia ini, tak ada satu pun yang benar2 milik kita. Semua hanya titipan, hanya pinjaman dari Alloh. Harta, anak, suami, dan bahkan diri kita sendiri (nyawa, anggota tubuh, kemanpuan kita). Maka kita harus senantiasa menyiapkan mental agar selalu siap bila suatu saat tiba2 Alloh mengambil kembali titipan itu.

"Sesungguhnya semua milik Alloh, dan sesungguhnya semua akan kembali kepada Alloh." QS. Al Baqarah:156

Kesadaran yang mendalam bahwa semua milik Alloh dan semua akan kembali pada Alloh, akan membawa kita pada kehidupan yang tenang, damai, dan optimis.

Mendengar uraian bu Ida, ibu2 tampak tekun menyimak. Bu Ida yang komunikatif membuat mereka tak menghiraukan suasana yang gerah. Diskusi mah makin asyiiik! Sampe akhirnya kumandang adzan dzuhur yang menghentikan aktivitas PWK.


*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Kue 'Kembang Goyang' dari PWK Pos Piyungan

Reporter: Ken Sri Permanawati*
Satu pekan berikutnya, tanggal 20 Mei'11, giliran PWK Pos Piyungan yang minta jatah. Mereka pengen diajari cara membuat 'kue kembang goyang' (centil ya namanya...??). Dinamai kembang goyang karena dibuat menggunakan cetakan berbentuk kembang, dan ada prosesi menggoyang-goyangkan cetakan saat proses memasak.

Awalnya, bu Lusi (kader PKS Srimartani) iseng ajah bikin nih kue. Eh, ternyata anak2nya plus anak2 tetangga (ortunya juga..) pada suka! Lalu berdasar resep dari bu Lusi, seorang tetangga bermaksud juga untuk snack suatu acara. Maksud hati biar tambah yummi, ditambahkan suatu bahan. Alih-alih si kembang goyang makin yummi, yang ada malah gatot! Alias gagal total....

Bermula dari kisah itu maka perkumpulan ibu2 RT 03 Pos Piyungan menginginkan agenda PWK diisi dengan praktek bikin tuh kue.

Meski sinarnya masih benderang, namun pelan2 sang surya mulai menyerah pada putaran waktu.

Pukul 4 sore, rumah bu Lusi yang tak seberapa luas telah penuh sesak oleh emak-emak. Antusias bener mereka. Semua bahan dan alat telah disiapkan oleh tuan rumah yang sekaligus trainer. Ummahat asal Palembang ini emang lihai dah urusan masak memasak. Gak pelit lagi bagi2 resep. Eh, gak cuma resepnya doank yg dibagi. Tetangga deket rumah sering deh dapet kiriman masakan. (wah jadi inget tekwan racikan beliau ni, asli, uenaaak tenaan! Ups...malah ngelantur!hehe, Maap..)

Sambil mengedarkan lembaran resep pada semua peserta, bu Lusi menerangkan bahan & alat yg diperlukan.

"Gampang sekali bu bikinnya, semua bahan dicampur aja jadi satu. Byur, byur, byur. Aduk rata dan...bla...bla...bla...", papar bu Lusi.

Acara ini juga dihadiri bu Mujiati, dukuh Pos Piyungan. Beliau pun terlihat antusias.

"Cemilan begini ndak ada yang jual lho di Piyungan. Bisa jadi peluang usaha ini!", tutur bu Muji.

Memang bener, kalo para emak mau kreatif memproduksi & memasarkan, bisa buat tambah2 uang blanja deh.

30-an peserta yang hadir semua mempraktekkan cara bikin nih kue. Diakhir acara, semua pada icip-icip hasil karya mereka. Kreezz..nyamm nyamm, gurih-gurih manis gimana gitu rasanya.... Hmm pengennya mo lagi mo lagi gitu... ^_^^_^
Tak lupa, tuan rumah juga menyiapkan kantong plastik buat para emak yang pengen bawain pulang tuk yang dirumah.

Indahnya hidup ini jika diwarnai dengan -s a l i n g-
saling berbagi
saling memberi
saling memahami
saling mengingatkan
saling apa lagi ya? Banyak dech ya pokoknya.... :):)


*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Siap 86! PKS Siaga Layani Permintaan Warga

"Penuhi Permintaan Warga Bantul, PKS Piyungan Gelar Nonbar Final Liga Ti-Phone"

Sorak sorai kegembiraan bukan saja bergema di Stadion Manahan Solo saat Persiba Bantul merebut juara Liga Ti-Phone Divisi Utama 2011 dengan mengalahkan Persiraja Banda Aceh 1-0, tapi juga dirasakan masyarakat Bantul yang hanya menonton lewat siaran TV.

Antusiasme warga Bantul menyaksikan tim kesayangannya berlaga di final Liga Ti-Phone Divisi Utama 2011 juga terwujud dengan mereka menggelar acara nonton bareng (nonbar) layar lebar, dan di beberapa tempat bekerjasama dengan PKS, salahsatunya di kecamatan Piyungan.

Tim Media DPC PKS Piyungan beberapa hari sebelum laga final sudah mendapat permintaan warga di beberapa dusun untuk memfasilitasi nonbar dan karena keterbatasan sarana (LCD Proyektor) maka kami hanya bisa memenuhi 2 permintaan nonbar yakni di dusun Bintaran Wetan dan dusun Ngijo.

Di dua dusun itu, acara nonbar sangat meriah, warga tua muda berduyun-duyun memenuhi area nonbar. Sepanjang laga final tak henti-hentinya mereka mensupport dengan sesekali berteriak. Dan akhirnya gema kegembiraan pecah saat Jimmy Napitupulu yang memimpin pertandingan meniup peluit tanda laga berakhir dengan kemenangan Persiba Bantul 1-0 berkat gol semata wayang hasil sundulan kepala Wahyu Wiji Astanto pada menit 44 setelah menerima umpan dari Slamet Nurcahyo yang melakukan tendangan bebas dari sayap kiri.

"Besok, PKS ngadain lagi nonbar Final Liga Champions ya? Malam minggu sesuk antara Barcelona vs Manchester United. Kudu iso yo!," ujar anak-anak muda dusun Bintaran Wetan usai beres-beres perkap setelah nonbar tadi malam.

"Siap 86!" jawab kami yang disambut gembira anak-anak muda.


*)Reporter: admin pkspiyungan


*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Silaturohmi DPRa PKS Sitimulyo Jenguk Kader yg Keguguran

Rabu, 25 Mei 2011

Reporter: Titik 'TiQu' Wijayanti*
Selasa, 24 Mei 2011 disore hari Pukul 17.00 WIB , irit-iritan kendaraan memadati jalan,suasana sore hari yang begitu mendukung… rombongan DPRa PKS Sitimulyo yang dikomandoni Sang Ketua DPRa Bp. Suparman melaju menuju rumah salah satu kader PKS Sitimulyo ibu Eva Mifta Hasan di dusun Kuden Sitimulyo Piyungan. Beliau baru saja dirawat dari RS Panembahan Senopati Bantul karena keguguran. Beliau dirawat sejak hari jum’at, 19 Mei 2011 dan Alhamdulillah Senin Sore, 23 Mei 2011 sudah bisa pulang.

Beliau pun cerita perihal kegugurannya, yang ternyata didalam rahimnya terdapat daging yg tidak berfungsi disinyalir itu merupakan daging yg sisa kehamilannya yang pertama. Kalopun bayinya bisa bertahan maka nantinya akan cacat, dan ternyata Allah berkehendak lain.

"Alhamdulillah kita malah bersyukur dengan kejadian ini, ternyata ada hikmahnya, dan semoga ini menjadi bekal kami di akhirat kelak," ungkap Pak Iswahyudi , suami bu Eva yang juga Kepala Dusun Kuden.

Waktupun beranjak semakin gelap, pukul 17.30 adzan magrib pun berkumandang kamipun pamit.



*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Malam Silaturohmi DPRa PKS Srimartani

Reporter: Adam FM
Di tengah hiruk pikuk mengais rizki di bumi Jogja ini, kader-kader DPRa PKS Srimartani yang menduduki ujung timur wilayah kecamatan Piyungan terus melangsungkan kiprahnya. Jumat malam, 20 Mei 2011 jarum kompas menunjuk arah utara, tepat menuju dusun Bulusari, dusun yang berada di perbukitan bagian utara. Tepat pukul 19.30 WIB sang ketua DPRa, Eko Herri meluncur ke sana menghampiri Mas Purwanto (kordus solid) menemui Bapak Alek (panggilan dukuh Bulusari).

Kunjungan ini dilakukan untuk menjalin komunikasi kembali dengan para tokoh, mempererat silaturrahmi dengan masyarakat (konstituen) sebagai kekuatan partai sekaligus melebarkan sayap dakwah di Srimartani.

Dalam kunjungan itu, kami diterima oleh Bapak Alek. Di rumah yang biru itu Mas Purwanto menyampaikan keinginan warga khususnya para pemuda RT 04 untuk menghadirkan PKS di tengah mereka melalui program-programnya. Keyakinan yang nampak di wajah Mas Pur mendorongnya siap mengawal kiprah PKS di daerahnya. Aspirasi itu ditanggapi baik oleh Pak dukuh dengan memberi izin dan dukungan untuk diadakan program-program yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat. Ketua DPRa menyampaikan bahwa PKS mengapresiasi positif aspirasi pemuda-pemuda Bulusari yang akan diwujudkan dengan program-program yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Pak Dukuh menyambut baik kehadiran PKS terlebih dengan kiprah Mas Pur sebagai kordus di sana. Di sela kunjungan itu Pak Dukuh menyampaikan usulan-usulan program seperti Pembinaan Masyarakat melalui penanganan sampah dan pengolahannya agar berdaya guna ekonomi, selain itu juga program pemanfaatan SDA lokal yang ada sehingga berdaya guna untuk peningkatan taraf hidup masyarakat.

Gencarnya serangan terhadap PKS juga membuat Pak Dukuh ingin tahu lebih banyak tentang PKS melalui diskusi yang panjang kali lebar kali tinggi. “PKS itu partai dakwah Islam, mengapa menerima kader dan pengurus nonmuslim?, apakah PKS akan tetap istiqomah dengan asas Islamnya?, apakah nonmuslim itu memang sadar sepenuhnya sehingga bergabung dengan PKS ataukah karena kegigihan kader-kader PKS sehingga nonmuslim pun menerima kehadiran PKS?”

Ketua DPRa menyampaikan bahwa PKS itu partai dakwah, dakwah itu menyeru kepada siapapun bahkan kepada nonmuslim. PKS menyerukan bahwa Islam itu rahmat bagi seluruh alam, bukan hanya milik umat Islam, sehingga ketika Islam sedang minoritas tetap kokoh dan bermanfaat, ketika berkuasa maka Islam tetap mengayomi siapapun seperti yang dicontohkan Rasulullah. Sedangkan saudara-saudara nonmuslim bergabung dengan PKS karena memang telah menerima PKS seutuhnya dengan tetap menjaga jati diri PKS sebagai partai Islam dan partai dakwah.

Jam 21.00 WIB kunjungan diakhiri. Kami berpamitan seraya menyampaikan agenda terdekat di Bulusari yaitu Nonton Bareng Piala Champion sebagai agenda Weekend DPRa Srimartani yang akan diawali dengan Pemutaran Film Edukatif. Terimakasih Mas Pur, kordus yang solid, dan Pak Alek, dukuh yang apresiatif. (Red.AdamFM)

*)liputan kiriman email dari Eko Heri Purwanto, Ketua DPRa Srimartani

*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Pelatihan Tim Medis DPRa PKS Srimulyo


Tim Medis DPRa PKS Srimulyo mengadakan pelatihan bagi kader-kader ikhwan akhwat DPRa Srimulyo, Sabtu 21 Mei 2011, bertempat di rumah ukhti Yuliatun dusun Klenggotan Srimulyo Piyungan. Pelatihan meliputi cek asam urat, gol darah + gula darah. Pj acara: Aa Gin. Dari jam 17.00 - 18.00.

*)liputan singkat kiriman email dari Winarno Abdussalam, Ketua DPRa Srimulyo


*posted: pkspiyungan.blogspot.com

(rekaman utuh) Kesaksian Ust Hilmi pada Takziyah (alm) Yoyoh Yusroh


(Translate dari rekaman audio oleh Abu Rasyidah)
...


Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un tsumma Innalillahi wa inna ilaihi raji’un tsumma Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Alhamdulillah wash sholatu was salamu ‘ala rasulillah wa ‘ala alihi wasohbihi wa ma walah.
Wa qolallahu azza wa jalla fi kitabihil aziz, a’udzubillahi minasy syaitanir rajim,
wa likulli ummatin ajal, faidza ja-a ajaluhum la yasta’khiruna saah – wa la yastaqdimun.
wa qola: kullu nafsin dza-iqatul maut, wainnama tuwaffauna ujurakum yaumal qiyamah, fa man zuhziha ‘anin naari wa udkhilal jannata fa qad faza. Wa mal hayatud dunya illa mata’ul ghurur.
wa qola: minal mukminina rijalun shodaqu ma ‘ahadullaha alaihi, fa minhum man qadla nahbahu wa minhum man yantazhir, wa maa baddalu tabdilaa.
Shodaqollahu azhim

Hadirin dan hadirat yang dimuliakan Allah swt,

Saya diminta untuk mewakili keluarga besar almarhumah ustadzah Yoyoh Yusroh dan keluarga besar ayahanda beliau, ayahanda almarhumah, KH Abdushshomad (alm) dan Hj. Siti Aminah ibunda Yoyoh, begitu juga tiga belas anak-anaknya.

Pertama-tama untuk menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada hadirin-hadirat yang telah meluangkan waktu untuk bertakziyah dan mendoakan almarhumah. Mudah-mudahan doanya insya Allah diterima oleh Allah swt.

Jika sebagai manusia ada kekhilafan, ada kesalahan, ada kelalaian mohon dimaafkan. Begitu juga jika ada hutang-piutang yang tidak diketahui keluarga mohon disampaikan kepada pihak keluarga untuk diselesaikan dan atau kemudian jika tidak sempat menghubungi keluarga mudah-mudahan bisa meridhokan, bisa meridhokan sehingga tidak menjadi beban bagi almarhumah.

Hadrin dan hadirat yang dimuliakan Allah swt,

Selain mewakili keluarga besar almarhumah saya di sini juga mewakili keluarga besar jamaah Partai Keadilan Sejahtera yang pada hari ini merasa kehilangan kader terbaiknya, kader yang merintis dari awal pertumbuhan jamaah dakwah ini, gerakan dakwah ini. Dari awal tahun 80 beliau sudah bergabung dengan aktifitas dakwah ini, bergabung dengan penuh semangat wala wal intima', semangat loyalitas dan komitmen. Bergabung dalam gerakan dakwah ini dengan semangat thoat wat tadlhiyyah. Seluruh hidupnya diwakafkan, diserahkan pada dakwah ini. Seluruh perjalanan hidupnya telah bergabung dengan dakwah ini secara totalitas, diberikan untuk dakwah ini. Dalam hal ini kita merasa kehilangan.

Sesungguhnya yang merasa kehilangan bukan hanya jamaah dakwah Partai Keadilan Sejahtera, bukan hanya bangsa Indonesia, tetapi saya sendiri dari sejak pagi menerima takziyah dari segenap penjuru dunia, dari negara-negara ASEAN, dari negara-negara Timur Tengah menyampaiakn takziyah ini. Karena sekali lagi yang kehilangan bukan hanya jamaah dakwah Partai Keadilan Sejahtera, bukan hanya bumi pertiwi Indonesia, tapi ikut kehilangan juga Masjidil Aqsha dengan Baitul Maqdis-nya, seluruh mujahidin-mujahidah di Palestin sudah menyampaikan takziyahnya dan merasa kehilangan. Bukan hanya bumi Indonesia yang kehilangan amarhumah bahkan bumi di mana terletak Masjidil Aqsha-pun merasa kehilangan, bumi para mujahidin-mujahidah yang sampai hari ini sedang dikepung oleh tentara zionisme Israel turut juga merasa kehilangan. Karena beliau selain mewakili jamaah dakwah Partai Keadilan Sejahtera, sebagai anggota DPR juga mewakili bangsa Indonesia hadir di tengah-tengah pejuang mujahidin di Gaza, sehingga mereka pun ikut merasa kehilangan.

Bahkan, baru saja kita juga menerima takziyah dari kesatuan-kesatuan milliter dan kepolisian Indonesia yang sedang bertugas melaksanakan menjaga perdamaian di Sudan di Darfur pun menyampaikan takziyahnya. Semuanya ini adalah merupakan respon atas kehilangan seorang daiyah, seorang mujahid/mujahidah dakwah yang telah memperlihatkan dedikasinya untuk apa yang dia yakini, apa yang dia cita-citakan dan apa yang dia perjungkan.

Hadirin dan hadirat yang dimuliakan Allah swt,

Sekilas bagaimana dakwah ini bertemu dengan beliau, pada akhir tahun – sekitar pertengahan tahun 80 beliau sebagai mahasiswi di IAIN Ciputat, waktu itu masih mahasiswi baru dan kebetulan saya sekali-kali diundang ceramah oleh mahasiswa di sana - mahasiswi di sana, ternyata beliau bukan hanya pendengar ceramah yang baik tapi langsung menginginkan adanya komitmen dengan nilai-nilai yang diceramahkan. Dan sejak saat itulah beliau tidak pernah lepas dengan dakwah ini, dengan segala pengorbanannya. Bahkan ketika rezim Orde Baru memenjarakan saya selama dua tahun beliau terus melakukan langkah-langkah dakwah dan ketika saya keluar dari penjara beliau segera menemui saya lagi dan bergabung lagi, tanpa malu dengan eks tahanan politik. Terus bergabung.

Bahkan ada titik-titik sejarah yang mungkin pada generasi sekarang sulit mengaplikasikannnya. Ketika masuk saatnya beliau harus menikah beliau datang kepada saya dan mengatakan, “Ustadz saya diminta orang tua untuk segera menikah.” Saya katakan, “Insya Allah saya doakan semoga diberikan kemudahan.” “Tapi calonnya minta dicarikan ustadz, saya ingin sesama aktifis dakwah.” “Ada pilihan?” “Tidak ada pilihan. Pilihan jamaah dan pilihan Allah itulah yang akan menjadi pilihan saya.”

Dan segeralah saya mencari-cari siapa yang sudah jadi, sudah tentu pada saat itu masih mahasiswa dan mahasiswi yang iklimnya sulit untuk siap nikah waktu itu. Dalam kesulitan mencari itu akhirnya kita menggunakan logika qum ya Hudzaifah! Lalu yang menyambut panggilan qum ya Hudzaifah, itulah suami beliau yang setia mendampingi beliau sampai sekarang yaitu akhunal fadhil Budi Darmawan. Yang ketika saya minta segera mengasih tahu orang tua beliau di Bandung, bahkan belum tahu nama lengkapnya. Ketika ditanya oleh orang tuanya, “Budi siapa nama calon istrimu?” “Yoyoh.” “Yoyoh apa?” “Belum tahu.” Tapi orang tua Budi Darmawan ini seorang sholih dan sholihah dan menemui saya dan merestui rencana pernikahan bahkan mempersiapkan segala perangkat rumah tangganya dan kemudian sayalah yang melamar beliau kepada KH. Abdushshomad almarhum, yang kemudian juga beberapa hari kemudian menyelenggarakan pernikahannya. Seluruhnya bahkan proses ini sepertinya almarhumah dan akh Budi Darmawan kayaknya belum pernah ketemu sebelum proses ini. Inilah sikap generasi pertama dari yang memegang komitmen dengan dakwah ini. Yang kisah-kisah seperti itu sangat banyak tapi yang sangat menonjol adalah kisah almarhumah ini.

Begitu juga dengan perjuangan-perjuangan, baik sebelum era reformasi dengan segala ketekunannya ekspansi dakwah hampir ke seluruh penjuru Indonesia dan sesudah era reformasi dan kita bersama komponen bangsa yang lain membangun kehidupan berbangsa dan bernegara ini menuju yang lebih baik, almarhumah dengan sangat tekun menjadi legislator dua periode di DPR, Ti Ti...tiga? Tiga periode di DPR, yang periode ketiganya ini belum selesai. Jadi beliau tiga periode ini secara terus menerus berjuang dan membuktikan dedikasi dalam kiprahnya. Bahkan ketika ditugaskan di komisi I, luar biasa perkembangan kiprahnya merambah seluruh dunia yang memerlukan kontribusi Indonesia baik dalam pembebasan Palestina, perdamaian Sudan atau di Lebanon atau di Istanbul hampir tugas-tugas internasional semua beliau laksanakan. Ini sudah barang tentu menjadi suri tauladan bagi kita semua dan beliau tidak pernah dalam melaksankan tugas ini mengeluh biaya dan menanyakan dari mana biayanya? Siapa yang mengurusnya? Tidak! Seluruhnya dimenej dikelola dengan kemampuan semangat ruhul badzlu wat tadlhiyah. Keteladanan inilah yang harus kita ikuti dan kita lanjutkan.

Sudah barang tentu beliau tadi jam 03.30 dipanggil oleh Allah swt untuk insya Allah menikmati pahala dari kerja keras, dari pengorbanan, dari perjuangan, dari jerih payah. Mudah-mudahan insya Allah kita diberi kesempatan oleh Allah swt untuk bergabung dengan beliau kalak di jannatil Firdausi a'la.

Tadi saya bacakan ayat yang menyebutkan minal mukminina rijalun shodaqu ma ‘ahadullaha alaihi, fa minhum man qadla nahbahu wa minhum man yantazhir, dan almarhumah termasuk yang man qadla nahbahu, telah menunaikan tugasnya dan menghadap kepada Allah swt, dan kita termasuk waminhum man yantazhir. Mudah-mudahan kita diberi kekuatan oleh Allah swt utk tetap meneruskan semangat seperti yang dicontohkan oleh almarhumah yaitu semangat wa maa baddalu tabdilla, tidak pernah mau mengubah keyakinan keimanan dan aqidahnya, tidak pernah mau merubah idealisme sikapnya dan tidak mau merubah minhaj langkah-langkah perjuangannya dan tdk mau merubah ghoyah tujuan perjuangannnya, wa maa baddalu tabdiila, itulah yang diwariskan oleh almarhumah kepada kita. Mudah-mudahan Allah swt pertama-tama menempatkan almarhumah fi maq'adi shidqin ‘inda malikin muqtadir ("Di tempat yang disenangi disisi Tuhan Yang Maha Kuasa" 54:55 -ed) dan mudah-mudahan juga memberikan kepada kita semangat wa maa baddalu tabdiila, istiqomah terus lurus dalam memperjuangkan nilai-nilai yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah swt,

Kisah perjuangan beliau kalau ditulis mungkin berjilid-jilid buku. Silahkan dari saya sebagai pembuka bagi hadirin-hadirat yang mungkin kreatif memunculkan sejarah-sejarah perjuangan dari kader-kader dakwah yang telah qodho nakhbahu yang telah menunaikan tugasnya dengan sungguh benar. Mudah-mudahan insya Allah bisa diwariskan kepada generasi penerusnya terutama putra-putrinya yang insya Allah dalam kesibukannya berjuang tapi insya Allah putra-putrinya tiga belas adalah minash shilihin was sholihat. Dan ini juga membuktikan bahwa kesibukan perjuangan tidak membuat lalai mengurus rumah tangga, begitu juga kesibukan rumah tangga tidak membuat lalai untuk melaksanakan tugas-tugas perjuangan. Ini contoh mempertemukan antara tugas-tugas kerumahtanggaan dan tugas-tugas perjuangan disatupadukan dalam jiwa hidup perjuangan dan pengorbanan yang penuh telah diberikan oleh almarhumah ustadzah Yoyoh Yusroh. Insya Allah, aqulu qouli hadza, astaghfirullaha li wa lakum.

Assalamu ‘alaikum wr wb.

---
[Translate dari rekaman audio oleh Abu Rasyidah / www.mimbarpenyuluh.com]

Catatan:

* Sambutan ini disampaikan dihadapan ratusan pelayat setelah pelaksanaan sholat jenazah atas almarhumah Yoyoh Yusroh di Masjid Komplek Rumah Dinas DPR RI – Kalibata, Sabtu 21 Mei 2011 / 17 J. Tsani 1432, sesaat sebelum diberangkatkan ke Tangerang untuk dimakamkan.
* Teks kesaksian ini merupakan hasil translate dari rekaman suara, dan ada beberapa kata yang barangkali tidak sama persis karena suaranya tidak terekam jelas (sepertinya tidak lebih dari 5 kata), tetapi tidak sampai menggangu dari segi isi.
* Nada suara ustadz Hilmi Aminudin berat dan beberapa kali sangat nampak kesedihan dan keharuan beliau bahkan hampir pecah tangis.
* Dari kalangan jamaah juga sesekali terdengar isak tangis kesedihan dan beberapa kali terdengar takbir mendengar kisah perjuangan almarhum ustadzah Yoyoh Yusroh.



*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Kepanduan, engkaulah idaman.....


Gelora dakwah dan semangat nan membuncah senantiasa bergemuruh di dada para ikhwah. Itu pula yang sangat terlihat pada kader-kader PKS yang mengikuti Mukhoyam Dasar II yang digelar Kepanduan DPW PKS Jawa Barat, 20-22 Mei 2011.

Sebanyak 96 ikhwah perwakilan dari 26 DPD se-Jabar mengikuti mukhoyam "Kemah Peduli Kader PKS" yang bertempat di Madani Leadership Center Lembang Bandung Jawa Barat.

Berbagai menu 'penggemblengan' fisik dan mental dimulai semenjak hari pertama mukhoyyam yang dibuka resmi pada Jumat pagi 20 Mei dengan menggemakan lagu Indonesia Raya dan Mars PKS. Hujan dan angin kencang yang mewarnai sepanjang acara hanya menambah semangat para ikhwah. Dahsyat!

Puncak acara, menu yang paling ditunggu setiap kegiatan mukhoyyam adalah longmarch di hari terakhir, Ahad 22 Mei 2011. Longmarch 8 jam nonstop melintasi lembah, hutan, rawa, sungai, riang gembira diiringi nyanyian khas mukhoyam...

wahai kawan-kawanku…
kau pandu keadilan…

tiga hari..
dua malam..
kita bersembunyi..
di tengah-tengah hutan..

dibekali..
korek dan garam..
isi hutan..
yg kita makan..

hai pandu keadilan..
engkau pilihan..
sambut seruan..
ayo mukhoyam..

...

kami tahan sakit-sakit
tidak masuk rumah sakit
kami tahan menderita
siang malam kuditempa

walo diriku ditempa
hatiku tetap gembira
gembira, gembira, selamanya...

gembira..gembira..
pandu slalu gembira..
siaga..siaga..
pandu slalu siaga..

bersiap..bersiap..
pandu slalu bersiap..
siaga..siaga..
pandu slalu siaga...

siapa..siapa..
siapa mau bersusah..
susah itu hanyalah,
bagi jiwa yg lemah..

bersiap-siagalah...


...

...akhirnya finish di bukit Tunggul.

"Mukhoyyam ini adalah bagian dari i'dad (persiapan) menuju kemenangan dakwah tahun 2014. Partai dakwah siap songsong kemenangan, Allahu Akbar!" tegas ustadz Dudi Lutfi, Ketua Deputi Kepanduan DPW PKS Jabar pada upacara penutupan mukhoyyam.





*)liputan hasil 'wawancara' admin pkspiyungan dg Kepanduan DPD PKS Ciamis

*)foto by: uus rusydiana


*posted: pkspiyungan.blogspot.com

(Anis Matta) Delapan Mata Air Kecemerlangan

Selasa, 24 Mei 2011


Islam datang dengan 2 pesona; pesona kebenaran yang abadi dan pesona manusia muslim yang temporal. Dan pada setiap momentum sejarah di mana kedua pesona itu bertemu, Islam selalu berada di puncak kekuatan dan kejayannya. Akan tetapi, itulah masalah Islam saat ini. Ia memang tidak akan pernah kehilangan pesona kebenarannya, karena kebenarannya bersifat abadi. Namun, ia kini masih kehilangan pesona manusianya.

Buku Delapan Mata Air Kecemerlangan ini merupakan upaya Anis Matta menjawab problematika itu. Untuk menjadikan muslim sebagai pesona Islam, maka kita harus mempertemukan manusia-manusia muslim itu dengan mata air kecemerlangannya.

Mata Air Pertama: Konsep Diri

Konsep diri adalah suatu kesadaran pribadi yang utuh, kuat, jelas, dan mendalam tentang visi dan misi hidup; pilihan jalan hidup beserta prinsip dan nilai yang membentuknya; peta potensi; kapasitas dan kompetensi diri; peran yang menjadi wilayah aktualisasi dan kontribusi; serta rencana amal dan karya unggulan. Konsep Diri menciptakan perasaan terarah dalam struktur kesadaran pribadi kita. Keterarahan adalah salah satu mata air kecemerlangan.

Konsep Diri manusia Muslim adalah kesadaran yang mempertemukan antara kehendak-kehendaknya sebagai manusia; antara model manusia Muslim yang ideal dan universal dengan kapasitas dirinya yang nyata dan unik, antara nilai-nilai Islam yang komprehensif dan integral dengan keunikan-keunikan pribadinya sebagai individu; antara ruang aksi dan kreasi yang disediakan Islam dengan kemampuan pribadinya untuk beraksi dan berkreasi; dan antara idealisme Islam dengan realitas pribadinya.

Mata Air Kedua: Cahaya Pikiran

Perubahan, perbaikan, dan pengembangan kepribadian harus selalu dimulai dari pikiran kita. Sebab, tindakan, perilaku, sikap, dan kebiasaan kita sesungguhnya ditentukan oleh pikiran-pikiran yang memenuhi benak kita. Bukan hanya itu, semua emosi atau perasaan yang kita rasakan dalam jiwa kita seperti kegembiraan dan kesedihan, kemarahan dan ketenangan, juga ditentukan oleh pikiran-pikiran kita. Kita adalah apa yang kita pikirkan.

Maka, kekuatan kepribadian kita akan terbangun saat kita mulai memikirkan pikiran-pikiran kita sendiri, memikirkan cara kita berpikir, memikirkan kemampuan berpikir kita, dan memikirkan bagaimana seharusnya kita berpikir. Benih dari setiap karya-karya besar yang kita saksikan dalam sejarah, selalu terlahir pertama kali di sana: di alam pikiran kita. Itulah ruang pertama dari semua kenyataan hidup yang telah kita saksikan.

Mata Air Ketiga: Kekuatan Tekad

Tekad adalah jembatan di mana pikiran-pikiran masuk dalam wilayah fisik dan menjelma menjadi tindakan. Tekad adalah energi jiwa yang memberikan kekuatan kepada pikiran untuk merubahnya menjadi tindakan.

Pikiran tidak akan pernah berujung dengan tindakan, jika ia tidak turun dalam wilayah hati, dan berubah menjadi keyakinan dan kemauan, serta kemudian membulat menjadi tekad. Begitu ia menjelma jadi tekad, maka ia memperoleh energi yang akan merangsang dan menggerakkan tubuh untuk melakukan perintah-perintah pikiran.

Bila tekad itu kuat dan membaja, maka tubuh tidak dapat, atau tidak sanggup menolak perintah-perintah pikiran tersebut. Akan tetapi, bila tekad itu tidak terlalu kuat, maka daya rangsang dan geraknya terhadap tubuh tidak akan terlalu kuat, sehingga perintah-perintah pikiran itu tidak terlalu berwibawa bagi tubuh kita.

Maka, kekuatan dan kelemahan kepribadian seseorang sangat ditentukan oleh sebesar apa tekadnya, yang merupakan energi jiwa dalam dirinya. Tekad yang membaja akan meloloskan setiap pikiran di sleuruh prosedur kejiwaan, dan segera merubahnya menjadi tindakan.

Mata Air Keempat: Keluhuran Sifat

Pada akhirnya semua kekuatan internal –kosep diri, pikiran dan tekad- yang telah kita bangun dalam diri kita, haruslah bermuara pada munculnya sifat-sifat keluhuran. Kecemerlangan seseorang di dalam hidup sesungguhnya berasal –salah satunya- dari mata air keluhuran budi pekertinya. Dari mata air keluhuran itu, semua nilai-nilai kemanusiaan yang mulia terjalin menjadi satu kesatuan, dan menampakkan diri dalam bentuk sifat-sifat terpuji.

Sifat-sifat itulah yang akan tampak di permukaan kepribadian kita, mewakili keseluruhan pesona kekuatan kepribadian yang kita miliki, yang sebagiannya terpendam di kedalaman dasar kepribadian kita. Kekuatan pesona sifat-sifat keluhuran itu seperti sihir, yang akan menaklukkan akal dan hati orang-orang yang ada di sekitarnya, atau yang bersentuhan dengannya secara langsung.

Setiap sifat memiliki akar tersendiri yang terhunjam dalam di kedalaman pikiran dan emosi kita. Seperti juga pohon, sifat-sifat itu tersusun sedemikian rupa di mana sebagian mereka melahirkan sebagian yang lain. Ada sejumlah sifat-sifat tertentu yang berfungsi seperti akar pada pohon, yang kemudian tumbuh berkembang menjadi batang, dahan dan ranting, daun dan buah. Demikianlah kita tahu bahwa semua sifat keluhuran berakar pada lima sifat: cinta kebenaran, kesabaran, kasih sayang, kedermawanan, dan keberanian.

Mata Air Kelima: Manajemen Aset Fundamental

Obsesi-obsesi besar, pikiran-pikiran besar, dan kemauan-kemauan besar selalu membutuhkan daya dukung yang juga sarana besarnya. Salah satunya dalam bentuk pengelolaan dua aset fundamental secara baik, yaitu kesehatan dan waktu.

Fisik adalah kendaraan jiwa dan pikiran. Perintah-perintah pikiran dan kehendak-kehendak jiwa tidak akan terlaksana dengan baik, bila fisik tidak berada dalam kondisi kesehatan yang prima. Kadang-kadang, jumlah “penumpang” yang mengendarai fisik kita melebihi kapasitasnya dan membuatnya jadi oleng. Akan tetapi, perawatan yang baik akan menciptakan keseimbangan yang rasional antara muatan dan kapasitas kendaraan.

Waktu adalah kehidupan. Setiap manusia diberikan kehidupan sebagai batas masa kerja dalam jumlah yang berbeda-beda, yang kemudian kita sebut dengan umur yang terbentang dari kelahiran hingga kematian. Tidak ada manusia yang mengetahui akhir dari batas masa kerja itu, yang kemudian kita sebut ajal. Hal itu menciptakan suasana ketidakpastian, tetapi itulah aset paling berharga yang kita miliki.

Ibarat menempuh sebuah perjalanan yang panjang, fisik kita berfungsi sebagai kereta, dan waktu yang terbentang jauh atau dekat, seperti rel kereta. Seorang masinis boleh menentukan stasiun terakhir yang kita tuju, tetapi dia harus menjamin bahwa kereta yang dikemudikannya dan rel yang akan dilewatinya benar-benar berada dalam keadaan baik.

Kesehatan dan waktu adalah dua perangkat keras kehidupan yang sangat terbatas. Akan tetapi, manusia-manusia cemerlang selalu dapat meraih sesuatu secara maksimal dari semua keterbatasan yang melingkupinya.

Mata Air Keenam: Integrasi Sosial

Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan masyarakat di mana kita berada bukan saja merupakan ukuran kematangan pribadi seseorang, tetapi lebih dari itu. Sebab, lingkungan sosial kita harus dipandang sebagai wadah kita untuk menyemai semua kebaikan yang telah kita kembangkan dalam diri.

Dengan cara pandang ini, maka setiap diri kita akan membangun hubungan sosialnya dengan semangat partisipasi: menyebarkan bunga-bunga kebaikan di taman kehidupan masyarakat kita.

Dengan semangat ini, maka semua usaha kita untuk menciptakan keharmonisan sosial menjadi niscaya. Bukan saja karena dengannya kita dapat menyebarkan kebaikan yang tersimpan dalam diri kita, tetapi juga karena kita menciptakan landasan yang kokoh untuk meraih kesuksesan, berkah kehidupan, dan kebahagiaan dalam hidup.

Jika kematangan pribadi merupakan landasan bagi kesuksesan sosial, maka kesuksesan sosial merupakan landasan bagi kesuksesan lain dalam hidup, seperti kesuksesan profesi.

Mata Air Ketujuh: Kontribusi

Kehadiran sosial kita tidak boleh berhenti pada tahap partisipasi. Harus ada langkah yang lebih jauh dari sekadar itu. Harus ada karya besar yang kita kontribusikan kepada masyarakat, yang berguna bagi kehidupan mereka; sesuatu yang akan dicatat sebagai jejak sejarah kita, dan sebagai amal unggulan yang membuat kita cukup layak mendapatkan ridha Allah SAW dan sebuah tempat terhormat dalam surga-Nya.

Kontribusi itu dapat kita berikan pada wilayah pemikiran, atau wilayah profesionalisme, atau wilayah kepemimpinan, atau wilayah finansial, atau wilayah lainnya. Namun, kontribusi apa pun yang hendak kita berikan, sebaiknya memenuhi dua syarat: memenuhi kebutuhan masyarakat kita dan dibangun dari kompetensi inti kita. Masyarakat adalah pengguna karya-karya kita, maka yang terbaik yang kita berikan kepada mereka adalah apa yang paling mereka butuhkan, dan apa yang tidak dapat dipenuhi oleh orang lain. Akan tetapi, kita tidak dapat berkarya secara maksimal di luar dari kompetensi inti kita. Karena itu, kita harus mencari titik temu diantara keudanya.

Caranya adalah sebagai berikut: buatlah peta kebutuhan kondisional masyarakat kita, dan kemudian buatlah peta potensi kita, untuk menemukan kompetensi inti diri kita. Apabila titik temu itu telah kita temukan, maka masih ada satu lagi yang harus kita lakukan; menjemput momentum sejarah untuk meledakkan potensi kita menjadi karya-karya besar yang monumental. Ini semua mengharuskan kita memiliki kesadaran yang mendalam akan tugas sejarah kita sebagai pribadi, sekaligus firasat yang tajam tentang momentum-momentum sejarah kita.

Mata Air Kedelapan: Konsistensi

Sebagai manusia beriman, kita meyakini sebuah prinsip, bahwa bagian yang paling menentukan dari seseorang adalah akhir hidupnya. Maka, persoalan paling berat yang kita hadapi sesungguhnya bukanlah mendaki gunung, tetapi bagaimana bertahan di puncak gunung itu hingga akhir hayat.

Mengukir sebuah prestasi besar dalam hidup dan mempertahankannya hingga akhir hayat, adalah dua misi dan tugas hidup yang berbeda; berbeda pada kapasitas energi jiwa yang diperlukannya, berbeda pada proses-proses psikologisnya, berbeda pula pada ukuran kesuksesannya.

Untuk dapat bertahan di puncak, kita harus menghindari jebakan-jebakan kesuksesan, seperti rasa puas yang berlebihan atau perasaan menjadi besar dengan kesuksesab yang telah kita raih. kita harus mempertahankan obsesi pada kesempurnaan pribadi, melakukan perbaikan berkesinambungan, melakukan perbaikan berkesinambungan, melakukan pertumbuhan tanpa batas akhir, dan mempertahankan semangat kerja dengan menghadirkan kerinduan abadi kepada surga dan kecemasan abadi dari neraka, serta menyempurnakan semua usaha-usaha manusiawi kita dengan berdoa kepada Allah untuk mendapatkan husnul khatimah. Semua itu agar kita menjemput takdir sejarah kita yang terhormat di bawah naungan ridha Allah SWT, dan agar kita kelak menceritakan episode panjang kepahlawanan ini kepada saudara-saudara kita di surga.

*)http://muchlisin.blogspot.com/2009/03/delapan-mata-air-kecemerlangan.html


*posted: pkspiyungan.blogspot.com
 
© Copyright PIYUNGAN ONLINE
fixedbanner