NEWS UPDATE :

KulTwit @BayuGawtama: Sebenarnya Kita Kaya

Sabtu, 30 April 2011

Mumpung sepi, mau twit artikel "Sebenarnya Kita Kaya" dari buku #oasehati smoga bermanfaat ya.

1. Usai shalat subuh berjamaah, Fikri bertanya kepada para jamaah, "Nomor sepatunya berapa?" tentu saja beragam jawabannya.

2. ada yang 39, 41, 42 sampai ada yang 45. Fikri bermaksud meminjam sepatu untuk adik sepupunya yang akan menjalani wawancara pekerjaan.

3. Fuad, adik sepupunya yang baru datang malam hari dari Bandung, kehilangan sepatu saat shalat di masjid depan Terminal Leuwi Panjang.

4. Ia hampir tak mengenakan alas kaki berangkat ke rumah kakaknya di Depok. Beruntung ada orang yang berbaik hati memberikan sandal.

5. Hampir semua jamaah subuh di masjid itu berniat meminjamkan sepatu, hanya saja yang beruntung mendapat kesempatan beramal sepagi itu –

6. adalah Arif, karena ukuran sepatunya sama persis dengan yang diinginkan Fuad, yakni 42. Maka bersegeralah beberapa jamaah –

7. mengantar Fuad ke rumah Arif untuk mencoba sepatu. Alhamdulillah, sepatunya cocok di kaki Fuad, anak muda itupun terlihat senang.

8. Terbuka kembali harapannya untuk mendapat pekerjaan. Sebelumnya, Fikri, sang kakak sepupu, sempat bertanya dimana toko sepatu yang buka –

9. sebelum jam tujuh pagi. Hampir bisa dipastikan tidak ada toko yang buka sepagi itu. "Kaos kakinya punya?" tanya Arif lagi.

10. Fuad hanya menggeleng kepala, karena kaos kakinya pun ikut hilang bersama sepatunya. Tanpa banyak bicara, Arif bergegas ke dalam rumah –

11. - dan kembali dengan membawa kaos kaki. Tak hanya itu, ia pun membawa beberapa botol susu instan, "ini untuk anak-anak di rumah".

12. "Subhanallah..." serempak kalimat pujian itu keluar dari mulut para jamaah. Ada seorang jamaah yang berujar, "Kita kalah set sama Arif,

13. - sepagi ini sudah beramal saleh, berbagi kebaikan, menolong orang yang memerlukan, dan membagi rezekinya" Arif hanya tersenyum.

14. Sementara itu, usai mencoba sepatu milik Arif, Fuad mengucapkan terima kasih atas kebaikan saudara barunya itu. "Terima kasih pak, -

15. - nanti setelah pulang wawancara saya akan kembalikan". "Tenang saja, dipakai terus pun boleh" jawab Arif.

16. Umat Islam dimanapun sebenarnya kaya raya, tidak ada yang miskin kecuali ia yang merasa miskin.

17. Sepanjang ia memiliki saudara-saudara yang perhatian, peduli dan mengutamakan kepentingan saudaranya.

18. Sesulit apapun kehidupan ini, akan terasa mudah jika setiap beban dipikul bersama. Seberat apapun cobaan yang diderita seorang muslim,

19. jika memiliki saudara yang sangat peduli, semua akan menjadi ringan.

20. Fragmen seperti kisah Fikri, Fuad dan Arif pasti banyak terjadi di berbagai tempat. Berbagai episode selalu diputar berulang-ulang –

21. - dalam perjalanan kehidupan bermasyarakat di negeri ini, bahkan di berbagai negara lain di seluruh dunia. Membuktikan bahwa –

22. umat Islam tidak boleh ada yang merasa miskin selama masih ada saudara2nya yang tak bosan membantu.

23. Yang terlihat bukan semangat meminta, melainkan semangat menolong dan memberi.

24. Ada semangat untuk saling memberi pertolongan sekecil apapun, jika mungkin tercipta iklim berlomba untuk lebih dulu memberi.

25. Kesempatan berbuat baik memang selalu ada, jika bukan kita yang mengambilnya, orang lainlah yang melakukannya.

26. Kekayaan sesungguhnya bukan pada apa yang dimiliki dan dinikmati sendiri, melainkan seberapa banyak yang bisa dirasakan oleh saudara –

27. - dan lingkungan sekitarnya.

28. Kekayaan sebenarnya bukan pada apa yang ada di genggaman, melainkan tertanam dalam hati yg semakin terhibur setiap kali membantu sesama.

Demikian tweeps, tidak terlalu panjang artikel "sebenarnya kita kaya" ini, semoga bermanfaat. Terima kasih.


*)dikutip admin dari http://twitter.com/#!/bayugawtama


*posted: pkspiyungan.blogspot.com

HAMAS-FATAH Bersatu, AS-Israel Meradang!

Jumat, 29 April 2011

Kesepakatan bersama Hamas-Fatah, Rabu (27/4), disambut suka cita warga Palestina baik di Gaza maupun Tepi Barat. Namun, tidak demikian dengan sikap Israel dan Amerika.

Senator Amerika Gary Ackerman, memperingatkan bahwa kesepakatan rekonsiliasi antara Fatah dan Hamas akan membawa bencana. Menurut senator partai Demokrat yang menangani urusan Timur Tengah dan Asia Selatan ini, persetujuan Mahmud Abbas atas kesepakatan ini sama dengan mengapuskan peran Amerika.

Di tempat terpisah, Presiden Israel Shimon Peres mengingatkan bahwa dengan pembentukan pemerintah persatuan serta disepakatinya Pemilu pada Juli mendatang, kemungkinan Fatah memenangkan pemilu sangat kecil. Ia mengkhawatirkan peluang kemenangan Hamas semakin besar.

Presiden Israel ini juga menegaskan bahwa kesepakatan antara Hamas dan Fatah adalah kesalahan fatal, dan akan merintangi pembentukan Negara Palestina, serta menghilangkan kesempatan perdamaian dan stabilisasi di kawasan itu.

Menlu Israel Avigdor Lieberman dan Menhan Israel Ehud Barak juga memperingatkan bahwa Israeltidak akan menerima pemerintah Hamas. Sedangkan para politisi beraliran tengah menyatakan Israel sebaiknya menyampaikan dengan cepat rencana perdamaian sebelum masyarakat internasional memutuskan untuk mengakui kelompok Islam itu.

"Dengan perjanjian ini, garis merah telah dilintasi," kata Lieberman pada radio militer Israel sehari setelah kesepkatan Hamas - Fatah di Kairo.

"Kami dapat juga membekukan pengalihan pajak yang dikumpulkan Israel ke Pemerintah Otonomi Palestina," tambahnya.

Sementara itu, warga Palestina sendiri menyambut gembira kesepakatan bersejarah itu. Selain disambut gembira di Gaza, kesepakatan itu juga disambut gembira di sejumlah kawasan Tepi Barat. Sejumlah warga memaparkan harapan mereka supaya kesepakatan direalisasikan di lapangan dengan menghapus semua penyebab terjadinya perpecahan.

“Kami berharap semoga kesepakatan bisa menghapus lembar hitam dari sejarah rakyat Palestina, dan membantu melindungi hak rakyat untuk meraih kemerdekaan dan kedaulatannya,” kata seorang warga Tepi Barat Ali Zakarinah.

Warga Tepi Barat yang lain berpendapat bahwa kesepakatan Hamas – Fatah merupakan kemenangan perlawanan terhadap Israel. "Rakyat Palestina berhak memilih, mereka terbukti mampu menghadapi blockade dan serangan Israel ketika sendirian, apalagi ketika kawasan Arab telah berubah dan mendukung mereka?," ujar Khalik Qabha. [AN/bsb]

...

Hamas – Fatah Sepakat Bentuk Pemerintah Persatuan

Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) dan Gerakan Fatah menandatangani perjanjian untuk membentuk pemerintah persatuan sementara, Rabu (27/4). Perjanjian itu membuat banyak kalangan terperanjat karena sebelumnya kedua pihak terlibat persaingan sengit dan perbedaan mendalam mengenai bagaimana memecahkan konflik dengan Israel.

“Tiba saatnya bagi kita membuka lembaran baru untuk saling memahami dan mengembalikan agenda perjuangan demi merebut hak-hak kita”, ungkap Wakil ketua biro politik gerakan Hamas Abu Marzuq.

Kesepakatan membentuk pemerintah persatuan sementara sekaligus menentukan tanggal pemilihan umum itu bukanlah terjadi secara tiba-tiba. Hamas dan Fatah telah lama membahasnya di Mesir dengan diikuti serangkaian pertemuan rahasia.

Kesepakatan itu juga akan mengundang seluruh faksi di Palestina Rabu mendatang (4/5) guna menandatangani perjanjian rekonsiliasi nasional di Kairo. Mesir dipercaya sebagai mediator dalam pertemuan pekan depan di ibukotanya itu.

Perjanjian Hamas – Fatah seketika menghidupkan kembali harapan publik Palestina untuk hidup dalam persatuan dan satu kata dalam menghadapi Israel.

Sementara itu, Israel telah mewanti-wanti presiden Palestina sekaligus pemimpin gerakan Fatah Mahdmud Abbas atas akibat dari kesepakatan ini, namun Mahmud Abbas telah menolak peringatan ini. [AN/bsb]


*)sumber: http://muchlisin.blogspot.com/

*posted: pkspiyungan.blogspot.com

KulTwit @SalimAfillah: KAIDAH KUASA


Kaidah Kuasa dari 5 Khulafa'ur Rasyidin:

#KaidahKuasa 1. "Jika pasar mengalahkan Masjid, maka Masjid akan mati. Jika Masjid mengalahkan pasar, maka pasar akan hidup."
-Abu Bakar Ash-Shiddiq-


#KaidahKuasa 2. Negeri akan baik jika orang shalihnya kuat, orang jahatnya lemah. Negeripun rusak jika sebaliknya. -'Umar ibn Al Khaththab-

#KaidahKuasa 3. Pemimpin yang mudah menyerah pada tekanan menjatuhkan negara dalam kekacauan. Jernihlah selalu dengan ibadah. -'Utsman ibn Affan-

#KaidahKuasa 4. Seperti apa rakyat, demikianlah Allah memberi pemimpin sebagai wajah mereka. Selanjutnya, maukah dia membaikkan diri? -'Ali ibn Abi Thalib-

#KaidahKuasa 5. Memaksakan perubahan sertamerta, melahirkan penolakan menyeluruh. Mulailah dari pemahaman mendasar. -'Umar ibn 'Abdil 'Aziz-


*)dikutip dari http://twitter.com/#!/salimafillah


*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Kader 'Grass Root' Makin Solid

Reporter: Titik Wijayanti
Ahad, 24 April 2011, pukul 15.30 WIB, DPRa PKS Sitimulyo kembali mengadakan agenda rutinnya yaitu Temu Kader Partai (TKP) yang diadakan tiap hari Ahad akhir bulan. Bertempat di rumah yang asri, adem sembribit dan nyaman sekali.. yaitu rumah Bp. Suradi Dusun Mojosari Sitimulyo Piyungan mBantul Jogja Istimewa, disinilah kami berkumpul.

Satu persatu kader mulai berdatangan ada juga yang rombongan beserta anak, istri dan ponakan mulai memadati rumah beliau. Kader yang sudah luama sekali tidak muncul dalam kegiatan..tapi kali ini alhamdulillah datang ikut menghadiri acara TKP tersebut. Padahal awit esuk dumugi dzuhur kami juga mengikuti kegiatan Milad PKS se-Jogja yang diselenggarakan DPW PKS DI Yogyakarta di JEC (Jogja Expo Center). Betul-betul semangat dan ghiroh kami ON FIRE!

Sekitar Pukul 16.00, acara dimulai dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Kemudian dilanjutkan sambutan dari Ketua DPRa PKS Sitimulyo Bp. Suparman 'Sang Mas'ul' (panggilan kami). Beliau melaporkan beberapa kegiatan-kegiatan yang sudah terlaksana dan yang akan dilaksanakan. Diantaranya laporan pelaksanaan Pelayanan Kesehatan gratis pada hari Jum’at, 22 April 2011 yang berjalan dengan lancar atas kerjasama TIM yang SOLID. Kemudian untuk agenda berikutnya Silkoh (Silaturohmi) bagi yang ikhwan dan pendampingan Pos WK untuk yang akhwat dan ummahat.

Setelah sambutan acarapun dilanjutkan dengan tausyiah dari Ustadz Danie Asy Syakib Kabid Kaderisasi DPC PKS Piyungan alumni Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim. Ada beberapa hal yang beliau sampaikan yang perlu diingat oleh setiap kader dakwah agar selalu mengokohkan iman, jama'ah dan struktur. Hubungan antara jamaah dan ukhuwah itu sangat kuat jika didasari oleh dimensi Aqidah (tidak ketergantungan pada sesuatu); dimensi Fikriyah (cara berfikir kita tentang sesuatu) dan Dimensi Struktural ( Kokoh/kuat dalam struktur, percaya pada qiyadah). Demikian point-point penting taushiyah yang makin menguatkan kita dalam dakwah dan jamaah ini.

Saatnya buka arisan...!! Yup, ini juga menu yang memperindah jalinan ukhuwah setiap acara TKP. Walaupun arisan ini iurannya cuma sedikit tapi bikin gayeng. Diaduk, dikuclek-kuclek, dikeluarin satu dan dibuka, dan akhirnya yang mendapatkan arisan kali ini adalah............. (eng ing eng)... pasutri Bahctiar/ bu Candra, yang berarti pertemuan bulan depan di tempat beliau.

Akhirnya, pukul 17.00 WIB acara silaturohmi kader DPRa Sitimulyo yang dihadiri 30-an kader ini berakhir. Alhamdulillah, syukur kami pada Mu ya Allah atas limpahan nikmat iman, Islam, ukhuwah dan dakwah di jalan Mu.

Inilah diantara cara kami, kader-kader grass root yang tinggal di dusun-dusun, untuk menjalin ukhuwah. Semoga kita semakin kokoh didalam ukhuwah, jamaah, dan solid secara struktural.

Allahu Akbar!


*posted: pkspiyungan.blogspot.com

KulTwit @SalimAfillah: Lembutkan Hatimu...

Kamis, 28 April 2011

من صفت نفسه بالتقوى، وطهر فكره بالإيمان، وصقلت أخلاقه بالخير نال حب الله وحب الناس.

Siapa yang cerah jiwanya oleh taqwa, jernih hatinya sebab iman, jelita akhlaqnya dengan kebajikan; niscaya dicinta Allah & para insan. (Aidh al-Qarni)

كل ما أصابك فأجره على الله من الهم والغم والحزن والجوع والفقر والمرض والدين والمصائب

Tiap yang menimpamu, Allah menanggung pahalanya; cekam gelisah, nestapa, sedih, lapar, kefakiran, penyakit, hutang, & musibah.
(Aidh al-Qarni)

أحسن شيء كلام صحيح،من لسان فصيح،في وجه صبيح كلام دقيق،يستخرج من بحر عميق،على لسان رجل رفيق

Sebaik hal: ucapan sahih dari lisan fasih di wajah jernih; perkataan menghanyut, dari dalamnya laut, di lisan lelaki lembut. (Yahya bin Mu'adz ar-Razy)

استمتع بالنظر إلى الصباح عند طلوعه فإن له جمالاً وجلالاً شراقاً يفتح لك الأمل والتفاؤل

Nikmatilah pemandangan pagi kala terbitnya. Sungguh padanya ada kejelitaan & keagungan, yang membuka bagimu imaji & optimisme. (Aidh al-Qarni)

من أعظم ما ينبغي أن يعالج في قلوب فئة ليست قليلة من المسلمين اليوم، هذا الشعور بالوهن والعجز، وقلة الحيلة

Termasuk hal terbesar yang harus diterapi di hati banyak muslimin hari ini; cinta dunia-takut mati, lemah & rasa tak daya. (Salman al-Audah)

ينبغي لمن تظاهرت عليه نعم الله أن يقيدها بالشكر، ويحفظها بالطاعة، ويرعاها بالتواضع لتدوم

Seyogia bagi yang dilimpahi kurnia; ikatlah dengan syukur, jagalah dengan taat, rawatlah dengan kerendahan hati. Agar lestari. (Aidh al-Qarni)

اللهم من أحبني فيك فأحبه واجمعني به في الجنان وأظلنا يوم القيامة بظلالك واغفر لنا أجمعين وارحمنا برحمتك يا رحمن يا رحيم

Ya Allah, cintailah pencintaku, kumpulkan kami di surgaMu, teduhi kami dengan naungMu, ampuni dosa kami, Ya Arhamar Rahimin. (Nabil Al-Awadhy)

سبحان من جعل الذل له عزة، والافتقار إليه غنى، ومسألته شرفاً، والخضوع له رفعةً، والتوكل عليه كفايةً

SubhanaLlah; berhina padaNya jadi mulia, berfaqir padaNya jadi kaya, tunduk padaNya jadi luhur, tawakkal padaNya jadi cukup. (Aidh al-Qarni)

أطيب ما في الدنيا محبة الله، وأحسن ما في الجنة رؤية الله، وأنفع الكتب كتاب الله، وأبر الخلق رسول الله صلى الله عليه وسلم

Hal t'cantik d dunia; mencinta Allah. Hal t'indah d surga; menatap Allah. Buku t'agung; Kitab Allah. Insan t'baik; Rasul Allah. (Aidh al-Qarni)


*)dikutip dari http://twitter.com/salimafillah


*posted: pkspiyungan.blogspot.com

PKS Bekerja: Pendampingan ibu-ibu Kelompok Tani


Reporter: Ikik Permanawati*
Kaum ibu di dusun Tambalan-Piyungan yg tergabung dalam kelompok tani 'Tri Rejeki', biasanya mengadakan pertemuan sekaligus PWK (Pos Wanita Keadilan) tiap tanggal 13 tiap bulan. Tapi karna bulan April ni berbarengan dg agenda lain, maka diundur tgl 17. Sejak awal bulan, mbak Isna yg koordinator PWK Tambalan, udah mewanti-wanti pada tim PWK Srimartani, "Ampun kesupen lho mbak, tgl 17 nggih... Mangkih ndak kecelik...".

Ada kebahagiaan tersendiri mendampingi ibu-ibu kelompok tani ini. Mereka selalu penuh semangat. Acara diadakan siang jam 10.00-12.00. Karna pagi dan sore kebanyakan dari mereka mengurus sawah dan ternak. Bentuk pendampingan pun bermacam-macam, ada pelatihan ketrampilan, penyuluhan, siraman rohani, dan format lain mengikuti 'request' dari ibu-ibu peserta.

Ahad 17 April, bersamaan dengan GBK yang sedang menggelora, di salah satu rumah di dusun Tambalan, berkumpul para ibu dusun Tambalan termasuk ada satu yang non muslim. Seperti biasa, acara pertama adalah yg berkaitan dg kelompok tani. Ada arisan, laporan keuangan, informasi, dll. Baru dilanjutkan 'PWK Time'. PWK kali ini hadir dengan format siraman rohani (setelah bulan lalu berupa penyuluhan) dg tema 'tetangga adalah salah satu tangga menuju surga'. Disampaikan oleh Bu Nuryani, kader asal Klaten Jateng yg kini tinggal di dusun Wanujoyo Kidul desa Srimartani kec Piyungan mengikuti suami.

"Alloh SWT lewat fiman dalam QS. An Nisa: 36, menegaskan pada kita untuk berbuat baik. Salah satunya adalah kepada tetangga," bu Nuryani mengawali.

Firman Allah Ta‘ala, “Dan berbuat baiklah kepada ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga yang jauh.” (An-Nisa’: 36).

Selanjutnya beliau menguraikan tentang hak-hak tetangga, larangan menyakiti tetangga sebab mereka bisa menjadi salah satu tangga untuk menuju surga. Tapi jika kita buruk dalam bertetangga, bisa menggelincirkan kita ke jurang neraka. Tak ketinggalan pula dilengkapi dg hadits-hadits Rasulullah saw.

Sabda Rasulullah saw. “Jibril tidak henti-hentinya berwasiat kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga, hingga aku beranggapan bahwa ia akan mewarisi.” (Muttafaq Alaih).

“Barangsiapa beriman kepada Allah, dan Hari Akhir, hendaklah ía memuliakan tetangganya.” (Muttafaq Alaih).

Bahkan Nabi saw memperingatkan dengan tegas dalam sabdanya: “Demi Allah ia tidak beriman. Demi Allah ia tidak beriman. Dan demi Allah ia tidak beriman!” Ditanyakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam; “Siapakah orang yang tidak beriman wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Yaitu orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.” (Muttafaq Alaih).

Acara kemudian dilanjut dg diskusi dan tanya jawab. Hingga menjelang dzuhur, seluruh acara telah tunai.
______

Alhamdulillah, Kewanitaan PKS DPRa Srimartani telah melakukan pendampingan dan pembinaan pada ibu-ibu Kelompok Tani 'Tri Rejeki' ini semenjak sebelum Pemilu 2009 dan sampai sekarang terus berlangsung. Semangat mereka mengikuti kegiatan PWK menambah energi kami untuk terus berbagi.

Pernah suatu kali kami meniadakan agenda PWK 'Tri Rejeki' ini, hemat kami karna pekan berikutnya akan ada Temu PWK se-kecamatan Piyungan, dan mereka juga diundang. Tak dinyana, ternyata mereka merasa kehilangan karna nggak ada mbak-mbak PWK PKS DPRa Srimartani yang berbagi sesuatu untuk mereka. Mbah Tris, sesepuh Kelompok Tani 'Tri Rejeki' menyampaikan protes mereka pada kami. Menyesal ketidakhadiran kami...., dan sejak itu kami berjanji TIDAK akan mengulangi hal yg sama, meniadakan agenda PWK!!


*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Tiada Warteg, Cilok pun Jadi (Catatan Milad PKS)

Rabu, 27 April 2011

Oleh Irzi Gunawan Azzahra*
Sedih rasanya ketika membaca status di facebook atau melihat di televisi para kader dan simpatisan PKS berbondong-bondong memutihkan Gelora Bung Karno untuk memeriahkan milad PKS ke-13 (17/4/11) sedang aku tak dapat merasakan kebahagiaan seperti yang mereka rasakan karena pada hari itu bebarengan dengan acara yang sama pentingnya. Namun kesedihanku akhirnya terobati ketika seorang teman mengabarkan tentang milad PKS yang akan diselengarakan se eks-Karisidenan Pekalongan yang dipusatkan di kota kelahiranku, Tegal.

Berharap sambil menyelam minum air, rencana yang telah kubuat beberapa minggu sebelumnya untuk bersilaturrahmi ke sanak saudara, dapat sekalian merayakan milad PKS dan meliputnya. Maklum, semenjak didirikannya partai yang mengusung salah satu jargon “adil, bersih, dan profesional” ini, aku belum pernah merasakan kemeriahan pertai penuh kasih sayang di kampung halamanku baik acara milad maupun pesta akbar PEMILU.

Namun apalah dikata, rencana manusia, Tuhan yang menentukan. Kepriben maning.... Tiba-tiba beberapa hari sebelum pulang kampung, suami sakit gigi yang menggila, dan beberapa hari berikutnya giliran aku sendiri yang tepar. Untuk memaksakan pulang sedianya tidak mungkin. Akhirnya, urunglah niat yang telah direncanakan dan tinggal mengambil hikmah dibalik semuanya.

“Yah, mungkin tenagaku lebih dibutuhkan di sini…lagian, di mana pun bumi kita injak, itulah ladang da’wah kita…hehehe…” hibur rasa kecewaku.

Yah, benar!... “Tiada warteg, cilok pun jadi. Tak jadi pulang ke Tegal, di Tasik pun jadi.” Toh, sama-sama temanya, memutihkan Indonesia dengan tema utama “Berjuta Cinta untuk Indonesia”.

Ahad pagi (24/4/11), setelah menyelesaikan aktifitas rutin rumah, kami sekeluarga bersiap-siap untuk pergi menghadiri milad PKS ke-13. Semangat untuk melangkah ke gelora Sukapura Dadaha Tasikmalaya mengalahkan kondisi badanku yang masing kurang fit.

Sekitar pukul delapan, kami sekeluarga begegas meninggalkan rumah menaiki kuda besi dengan mengenakan baju bernuansa putih. Kurang lebih lima belas menit perjalanan, kami sampai di tempat tujuan, Dadaha, sebuah taman dan tempat olahraga di kota Tasikmalaya yang khas dengan pasar kagetnya di hari ahad. “Byuh…byuh…byuh…macet buaaanget!”

Berbagai acara secara kebetulan serentak di hari itu, ada acara jalan santai, tryout pelajar, belum para pedagang yang memenuhi trotoar. Kami saja harus rela mengantri untuk melewati jalan itu bersaing dengan mobil, andong (kereta kuda), dan becak serta gerobak-gerobak pedagang cilok, kacang rebus dan lain-lain. Semuanya memadati satu jalan.

“Fyuhh...Alhamdulillah, akhirnya nyampe juga!”

Dan, Subhanallah… Merinding aku menyaksikan halaman gelora Sukapura. Hanya terlambat setengah jam dari pukul delapan, namun halaman itu telah dipadati ribuan kader dan simpatisan dari berbagai kota, dari Ciamis, Garut, Banjar, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya. Dari dari berbagai kalangan, dari anak-anak hingga nini dan aki-aki. Aku langsung turun dari boncengan motor sesampainya di tempat parkir. Bolamataku langsung mengajakku berpetualang, menyisir satu-persatu dari sudut kanan hingga sudut kiri halaman gelora.

Tampak di lapangan parkir tidak hanya dipenuhi dengan sepeda motor, tapi berbagai jenis mobil juga menghiasi tempat parkir. Tak hanya itu, berjajar juga beberapa bis dari rombongan garut dan mobil pick up (terbuka). Aku berpikir, “ Semangat juga mereka yah, sampai mau berpanas-panasan di atas mobil tidak beratap, berpanas-panasan lagi di lapangan dan di dalam gedung…Subhanallah…two tumb for them!”

Dari tempat parkir, kami menuju ke pusat acara. Sebelum memasuki gedung, kulihat tenda-tenda bazaar turut meramekan acara milad. Dari yang menjual buku dan kitab, aneka pakaian dan jilbab, aneka makanan yang banyak diserbu hadirin. Ada cilok, baso tahu, donat, bahkan nasi timbel dengan berbagai lauk pauk yang sangat laris oleh para peserta yang belum sempat sarapan di rumah karena mungkin ingin segera menyaksikan acara milad yang dinanti-nanti. Oh ya, di paling ujung kiri gedung, ada stand kesehatan, stand andalan PKS di setiap acara baksosnya. Ada pemeriksaan golongan darah, gula darah, tensi, dan konsultasi gizi. Di sampingnya, ada panggung untuk menghibur yang hadir dengan iringan nasyid dan hiburan doorprize.

Heyy… di posisi tengah ada satu stand yang tak kalah menarik. Stand pendaftaran lomba-lomba. Ada tiga lomba yaitu lomba baca puisi khusus pasutri untuk pasangannya (cieehhh..), lomba menulis surat-surat pendek dalam Al Qur-an untuk anak-anak SD, dan lomba menulis opini tentang “Berjuta Cinta untuk Indonesia” teruntuk yang masih lajang (^_^). Lomba puisi dan menulis opini ini bertujuan untuk mengetahui dan memantau sejauh mana peserta milad antusias terhadap PKS. Dan yang sangat menarik dari salah satu peserta lomba, yaitu seorang pemuda dengan celana jean selutut yang bladus model sobek-sobek di bagian tepi, lebih terlihat seperti preman. Opininya begitu bagus, singkat, padat dan jelas yang menitikberatkan tentang ketauhidan, da’wah dan Negara.

Lalu aku dan suami beserta anak-anak mulai memasuki gedung yang remang-remang. Subhanallah…hampir tiada kursi yang tersisa, penuh sekali. Lantunan nasyid tak ketinggalan menghibur ribuan peserta milad. Hati pun bergetar, bulu kuduk berdiri, ketika dilantunkan ayat suci Al Qur-an yang dilanjut dengan mars PKS “Partai Keadilan Sejahtera, maju terus tanpa kenal lelah…kibarkan tinggi panji Allah, bangun Indonesia penuh berkah”.

Kemudian dilanjut dengan orasi para qiyadah, salah satunya anggota DPR RI fraksi PKS, Bapak Kemal Aziz Stamboel, dan dilanjut sambutan dari Walikota Tasikmalaya, Bapak Syarif Hidayat, M.Si yang diusung oleh PKS ketika PILKADA. Beliau berpantun,

”Ke Cicadas beli es, orang cerdas pilih Pe-Ka-eS ...tetep solid... insyaAllah ... !”

“Saya menjadi besar seperti ini karena dukungan PKS, maka saya pun mempunyai tanggungjawab untuk membesarkan PKS!” sambungnya.

Acara demi acara berlangsung hingga sampailah di penghujung penutupan. Acara pun selesai pada pukul setengah satu-an.

Adakah koreksinya dari keseluruhan acara? Tentunya di setiap acara, tidak semuanya sempurna, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Namun aku salut sama panitia yang telah menjalankan tugasnya dengan baik dalam memeriahkan milad PKS ke-13. Meskipun terjadi sedikit insiden, itu semua di luar dugaan dan tidak ada unsur kesengajaan. Para santika yang terangkum dari perwakilan tiap-tiap wilayah se-Priangan Timur sangat sigap dalam mengemban tugas. Terlihat pada saat para tamu berduyun-duyun memasuki gedung, para santika ini membuat benteng tengah untuk meminimalisir terjadinya sentuhan sesama non mahram.

Terik mulai bermain-main di atas ubun-ubun, ketika itu pula peserta milad mulai membubarkan diri selepas dibacakan doa. Sekelebat kutangkap seseorang yang sedang berjalan dalam kerumunan. “Siapa? Apa anehnya orang berjalan?” Namun yang ini lain dari yang lain. Subahanallah, seorang ikhwah sedang berjalan dengan kedua lutut dan tangannya yang beralaskan sandal japit, beliau begitu nyaman berjalan, tak pedulikan jalanan yang becek diiringi oleh istrinya yang sholehah dengan menggedong jundinya. Berkaca-kaca kelopak mataku melihatnya. Dalam batin aku bersyukur, “Alhamdulillah, dapat menghadiri milad ini, kalau tidak? Pasti aku akan sangat malu. Beliau saja yang mempunyai kekurangan fisik begitu semangatnya menghadiri milad…dan aku pun patut bersyukur atas nikmat yang Allah berikan…fabiayyi alaa-i robbikumaa tukadzdzibaan…”

Itulah perjalananku dalam merayakan milad PKS ke-13 di Dadaha kota Tasikmalaya. Perjalanan penuh hikmah yang membangkitkan semangat perjuangan dalam jalan da’wah. Mungkin meski kontribusi kita tidak setinggi mereka para petinggi da’wah, semoga dengan mensukseskan milad ini, dengan senantiasa menganggap bahwa liqo adalah suatu kebutuhan, dengan menjalin ukhuwah islamiyah, tsiqoh kepada para qiyadah, sami’na wa atho’na dalam menjalankan tugas dari sang murobi/murobiyah, dengan mengorbankan harta untuk da’wah, saling mengokohkan, dan lain sebagainya, merupakan sumbangsih kita terhadap jalan da’wah. Dan jangan gentar akan adanya badai dari segala penjuru untuk mengombang-ambingkan ketsiqohan dan ke-istiqomahan kita serta senantiasa tabayun dan husnudzon. ALLAHU AKBAR!!!
~~~*****~~~

*)Penulis:
Irzi Gunawan Azzahra. Akhwat yang baru memiliki dua anak ini berasal dari Tegal dan mulai menekuni aktifitas menulis tahun 2010 di sela-sela kesibukannya sebagai ibu rumah tangga. Beberapa tulisannya yang lolos seleksi dalam perlombaan diantaranya, “Dua Wanita Perkasa” dalam antologi Cobek Digital Emak, “Mabit” dalam antologi menolak Valentine Day, “Nti Tanyem dan Sebungkus Kacang Kulit” dalam antologi kasih, dan “Silap Mata Merana Hati” dalam antologi berlatar Tegal. Motto hidupnya adalah “Awali langkah kita dg Basmallah, diikuti dg Ikhtiar, dan jgn lupa Tawakal”.

*Tulisan ini kiriman email yg diterima redaksi pkspiyungan
*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Kemal Stamboel, Tak Cari Kerja di DPR

KOMPAS (27/4/11)- Dewan Perwakilan Rakyat sering kali dianggap sebagai lapangan kerja dan lahan untuk memperoleh kekayaan. Namun, bagi Kemal Aziz Stamboel, anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, DPR merupakan lahan pengabdian. ”Tidak semua orang yang gabung di DPR itu untuk mencari pekerjaan. Bagi saya, itu bukan target. Kalau mau pekerjaan, ya di perusahaan, bukan di DPR,” katanya, Senin (26/4) lalu.

Lelaki kelahiran Malang tahun 1949 itu memang menghabiskan hampir separuh hidupnya untuk bekerja di lembaga konsultan pengawas keuangan. Ia juga malang melintang di sejumlah lembaga dan badan usaha milik negara serta lembaga swadaya masyarakat. Kemal pernah bekerja sebagai Presiden Direktur Pricewaterhouse Coopers Consulting Indonesia dan Country Leader IBM Business Consulting Indonesia selama 25 tahun.

Kemal juga pernah menjadi anggota Dewan Pengawas Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh dan Nias selama lima tahun. Ia juga pernah ditunjuk menjadi Wakil Ketua Pelaksana Dewan Teknologi, Informasi, dan Telekomunikasi Nasional. Pada waktu yang bersamaan Kemal dipercaya untuk menjadi komisaris beberapa BUMN dan perusahaan swasta.

Ia juga aktif sebagai Dewan Penyantun Masyarakat Transparansi Indonesia, Ketua Yayasan WWF Indonesia, Dewan Penasihat Yayasan Cahaya Guru, dan sejumlah yayasan lain yang bergerak di bidang sosial dan kesejahteraan masyarakat. Nama Kemal dikenal sebagai mantan Presiden Indonesia Financial Association, anggota Komite Nasional Kebijakan Governance, pendiri Indonesia-German Circle, dan pendiri Indonesia Institute for Good Governance.

Jika dilihat dari kemampuan ekonomi, Kemal tergolong mapan. Pekerjaan yang dijalani selama puluhan tahun cukup membuat kehidupannya berkecukupan. Lalu, mengapa ia kemudian memilih menjadi anggota DPR?

Rupanya, Kemal masih ingin mencari kepuasan lain dengan mengabdi kepada masyarakat dengan jalan menjadi wakil rakyat. ”Intinya, saya ingin menangkap aspirasi rakyat untuk kemudian mengkristalkan dalam bentuk undang-undang,” tuturnya.

Selain itu, Kemal juga ingin menyumbangkan pikiran dan gagasannya untuk kemajuan bangsa. Pengalaman pekerjaan serta aktivitasnya di berbagai lembaga pengabdian masyarakat dijadikannya modal untuk bekerja sebagai wakil rakyat.

Setelah dilantik menjadi anggota DPR pada tahun 2009, Kemal sempat menjabat sebagai Ketua Komisi I yang membawahkan bidang pertahanan dan keamanan. Namun, pada pertengahan Agustus 2010 Fraksi PKS memutuskan untuk memindahkan Kemal dari Komisi I ke Komisi XI yang menangani masalah keuangan.

Meski dicopot dari jabatan Ketua Komisi I, Kemal tak berhenti berkiprah. Ia justru menjadi lebih fokus mengawasi masalah keuangan negara serta perjuangan memerangi korupsi di Indonesia.

Anggota DPR dari Daerah Pemilihan Jawa Barat 11 itu tak datang ke Senayan dengan pikiran kosong. Kemal punya cita-cita menciptakan politik demokrasi yang berimbang dalam keterwakilan yang benar-benar menjadi penyambung seluruh aspirasi rakyat untuk memajukan bangsa. (NTA)

*)sumber: KOMPAS cetak (27/4/11)


*posted: pkspiyungan.blogspot.com

KulTwit @MahfudzSiddiq: T A S I K

• Tim kesenian SMA Tasikmalaya yg tampil di milad PKS, hari ini pentas di jakarta dlm event budaya. Mereka komunitas remaja kreatif.

• Saya terus berdoa mereka tdk tertekan krn opini media yg mislead dan provokatif. Mereka cinta Indonesia dan persatuan.

• Setiap orang bisa lakukan kesalahan di saat niat dan maksud baik sdg ditunaikan. Mereka hanyalah sekumpulan remaja biasa.

• Yang luar biasa adl saat mereka berkreasi ttg keberagaman di atas kesatuan merah putih saat banyak pemimpin tak lagi peduli.

• Kita nyaris membunuh jiwa patriotisnya saat mereka tersandung kecil dgn tafsir politis yg lampaui ruang imajinasi mereka.

• Saya hormat dgn Kapolresta Tasik yg perlakukan para remaja itu dgn manusiawi & bicara sbgmn seorang Bapak dgn anak2nya. Smntr kita....?

• Seni yg semestinya menghaluskan naluri, hati, akal dan tutur kita ternyata tak mampu lagi menggugah dgn makna simboliknya.

• Apakah sinisme & sarkasme tlah menjelma mnjadi pakaian sebagian warga bangsa ini? Atau kebencian telah mengeraskan jiwa-jiwa kita?

• Tuhan yg miliki pakaian kebesaran justru senantiasa memancarkan rahman & rahim Nya. Bahkan trhdp hamba Nya yg lakukan kekeliruan.

• Mungkin tanpa sadar kita sdg menggali lubang ketakutan & kecemasan yg akan mensublimasi sisa energi positif & kreatif bangsa ini.

• Selamat wahai para remaja pencinta Indonesia, hari ini kalian tlah tunjukan mampu terus berkarya di tengah cemoohan dan tudingan.

• Satu saat nanti, kalian lah yg akan mewarisi kepemimpinan dan kearifan bangsa besar ini: INDONESIA !


*)dikutip admin dari http://twitter.com/MahfudzSiddiq


*posted: pkspiyungan.blogspot.com

KulTwit @FahriHamzah: Negeriku


• Ambil lah waktu untuk bersabar, karena negeri ini besar dan jumlah orang yg harus kita dengar banyak. #Negeriku

• Ambillah waktu untuk menghitung jumlah pulau dalam jengkal demi jengkal nusantara kita yg gemilang. #Negeriku

• Ambillah waktu untuk menghitung jumlah suku bahasa dan budaya kita yg menakjubkan. Kita memerlukan kesabaran.#Negeriku

• Benang apakah yg telah digunakan menjahit pulau2 khatulistiwa ini? Dunia takjub melihatnya. #Negeriku

• Di Arab, satu kontinen, satu bahasa, satu agama, satu tradisi tapi negara berpuluh-puluh. #Negeriku

• Akan ada kembali seorang pembaharu yg akan mengibarkan kebangkitan di seantero nusantara pewaris gajah mada, natsir dan sukarno #Negeriku


*)dikutip admin dari: http://twitter.com/Fahrihamzah


*posted: pkspiyungan.blogspot.com

’Rahasia Dapur’ dibalik Kemenangan PKS Kami

Selasa, 26 April 2011

By: Titik Wijayanti
-----
Bi idznillah hanya dengan pertolongan Allah SWT, pemilu 2009 menorehkan catatan manis bagi kader dan pendukung PKS kecamatan Piyungan. Pada pemilu ini, PKS Piyungan memperoleh 3.493 suara atau meningkat 78 % dari perolehan tahun 2004 sebesar 1.957 suara.

Banyak cerita dan banyak pihak dibalik kemenangan ini. Salah satu cerita seru adalah kisah ’dapur umum’ yang digawangi Tim Kewanitaan DPC PKS Piyungan.

Dari hasil rapat DPC Piyungan hari Ahad (5/4) yang bertempat di bu Ida Sandeyan, diputuskan bahwa saksi PKS yang tersebar di 119 TPS (Sitimulyo 40, Srimulyo 41, Srimartani 38) perlu backup logistik yang mencukupi. Disamping karena sistem pemilu yang baru kemungkinan saksi akan bertugas 24 jam nonstop, juga untuk ’pencitraan’ PKS dimata masyarakat dan saksi dari parpol lain. Disepakatilah untuk membuat ’dapur umum’ yang berlokasi di rumah bu Arih Sumokaton dengan komandan ibu Nur Wakidah, Kabid Kewanitaan DPC PKS Piyungan.

Sehari sebelum ’pencontrengan, Rabu sore sejak pukul 16.30 WIB, sementara para ikhwan syuro memikirkan persiapan hari esok, ummahat, akhwat dan beberapa ibu-ibu Pos WK terdekat mempersiapakan masak besar/pesta masak untuk para saksi dan kader yang bertugas di TPS masing-masing pada hari H ’pencontrengan’, Kamis 9 April 20009. Sejumlah 400 kardus disiapkan untuk jatah dua kali makan dan dua kali snack.

Satu persatu para kader akhwat dan ummahat berdatangan. Ada yang bawa minyak, beras, telur, bahan masakan. Mereka berbondong-bondong bantu, istilahnya ’nyumbang’ dengan sukarela dan subhanallah terkumpul banyak. Rumahpun juga mulai rame dengan kedatangan para kader di rumah Ibu Arih. Semua kader kumpul jadi satu (pokoke seru buanget...!). Setelah sholat magrib, kesibukanpun mulai tampak. Ada yang ngupas bawang merah, bawang putih, ada yang ngeklipin kardus. Aktifitas ini berlangsung hingga larut malam.

Pagi harinya Kamis (9/4/09) sejak dari pagi habis subuh aktifitas dapur dimulai kembali. Ada yang masak sayur, ke pasar, ambil snak, beli plastik, marut kelapa.... (pokokke gakda yang nganggur...). Ada pula yang datang siang karena harus nyontreng dulu ke TPS. Untuk urusan menanak nasi yang cukup banyak, kami mendatangkan khusus mbah Pademo dari dusun Payak. Setelah nasinya matang kami ngantar beliau untuk nyontreng dulu.... (yang lain pulang duluan gakpapa, tapi kalau mbah Pademo yang pulang duluan bisa kacau nasi berikutnya..he..he..).

Terlihat seorang akhwat tanpa ragu atau jaim, ikut masuk dapur bersahabat dengan kepulan asap tebal, subhanallah... (calon Ibu rumah tangga yang baik nich.. untuk akhwat yang lain, perlu dicontoh).

Dapur umum ini ternyata bukan monopoli kader akhwat/ummahat, yang ikhwan juga ikut berpartisipasi sebagai Delivery Order (DO) sekaligus bagian icip-icip. Untuk petugas DO diampu oleh kader masing-masing DPRa. Lumayan capek yach, bolak-balik 4 kali. Pagi jelang siang jam 9 udah nganter snak. Jam 12-an nganter lagi jatah makan siang. Jam 3 sore balik lagi anter snak. Finishnya baru jam 7 malam buat ngantar makan malam.

’Berlimpahnya’ logistik buat para saksi PKS membuat kagum dan ’iri’ saksi dari partai lain serta petugas PPS. ”Saksi PKS mukti tenan. Durung entek sneke, wis diterke malih maeman, wis jan bejo tenan,” komentar petugas di TPS 05 Bintaran Wetan seperti dituturkan oleh saksi PKS di TPS itu.

Kerja maraton di dapur umum terus berlangsung. Sambil menata nasi dan menunggu kelengkapan sayuran untuk jatah makan malam, kamipum tidak melawatkan acara di salah satu TV swasta yang menayangkan live event Pemilu 2009. Deg-degan dan harap-harap cemas gitu lhoh... Ada juga yang cari info jumlah suara PKS yang ada di dusunnya lewat SMS. Ada kejadian lucu dimana salah satu kader akhwat saat tahu di daerahnya hanya sedikit yang memilih PKS, e..e... beliaunya nangis.... hik..hik..hik. Akhwat yang lain mencoba menghibur sambil menahan ketawa geli. Alhamdulillah, TPS tempat mangkalnya 'dapur umum' PKS menang sebagai juara satu. Allahu Akbar! [tapi ini bukan karena 'serangan nasi bungkus' lho!]

Jam 5 sore acara masak-memasak kelar. Setelah beres-beres, para kader akhwat-ummahat mulai berpamitan. Ada cerita bahagia, ada pula kisah sedih. Dua kondisi yang akan selalu menghiasi hati kita silih berganti. Namun, kalau Allah adalah tujuan dan tempat berlabuh diri ini, pastilah kebahagiaan abadi kan menanti di surga-Nya.

Keep spirit till the end!

------
*nb: hari ini (26/4/11) admin tak sengaja ketemu dan baca tulisan jadul ini (postingan dua taon lalu 15/04/09, sama2 bulan april). sungguh, masih terasa suasana bahagia itu. kami posting ulang sbg wujud "wa amma bini'mati rabbika fahaddits".

posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Kita Bekerja Untuk SIAPA?

Oleh : Cahyadi Takariawan*
Tidak pernah bosan saya mengajak anda semua untuk selalu berbuat kebaikan, semaksimal kemampuan yang bisa kita lakukan. Ajakan ini sesungguhnya untuk menyemangati diri sendiri, dan mengingatkan diri ini, agar selalu melakukan hal terbaik yang bisa kita lakukan. Sejarah hidup yang teramat pendek jangan disia-siakan dengan aktivitas yang tidak memberi kontribusi bagi kebaikan. Namun, ada catatan tebal yang harus selalu kita ingat: kita bekerja dan berbuat baik, untuk siapakah?

Suatu saat anda menolong tetangga yang sedang mengalami kesulitan. Dengan penuh perasaan tanggung jawab anda membantunya, anda memberikan pertolongan yang sangat diperlukannya. Pada kesempatan yang lain, tetangga tersebut memerlukan pertolongan lagi. Bergegas anda memberikan bantuan. Berkali-kali anda mendatangi rumahnya, dan memberikan bantuan yang sangat bermanfaat baginya. Lagi dan lagi, tidak bisa dihitung berapa banyak anda menolongnya. Tidak bisa diingat lagi berapa kali anda berbuat baik kepadanya.

Namun bukannya ucapan terimakasih yang anda dapatkan. Tetangga tersebut justru menyebarkan fitnah kemana-mana, justru menjelek-jelekkan anda di hadapan warga, bahwa anda terlalu pelit untuk menolong. Anda dianggap tidak ikhlas membantu, dan sangat individualis. Anda dianggap tidak memiliki kepedulian terhadap kondisi tetangga. Ramailah gosip di antara tetangga, menyebar berita negatif tentang anda. Akhirnya anda menjadi selebritis di lingkungan tempat tinggal, karena banyak dibicarakan orang.

Sedih bukan main rasa hati anda. Rasanya sudah tidak kurang anda membantu tetangga tersebut dalam berbagai kesulitan hidupnya. Lalu mana imbalan baiknya ? Mana ucapan terima kasihnya ? Mana apresiasi positifnya ? Mengapa justru ia melempar fitnah dan tuduhan kemana-mana ? Saat mengalami kejadian seperti itu, apa yang akan anda lakukan ?

“Kalau begitu, selamanya saya tidak akan membantu dia lagi. Tidak ada gunanya saya membantu orang yang tidak mengetahui balas budi”.

“Menyesal sekali saya membantunya selama ini. Ternyata dia orang yang tidak layak dikasihani, justru sekarang dia memusuhi”.

“Anda saja saya tidak membantunya selama ini, itu akan lebih baik bagi saya. Karena sudah banyak membantu, masih juga difitnah”.

Sayang sekali jika seperti itu ungkapan anda. Sungguh, anda telah kalah di titik itu. Jika kita bekerja dan berbuat baik dengan penuh harapan akan mendapatkan apresiasi positif dari manusia, bisa dipastikan kita akan mengalami kekecewaan yang teramat fatal. Karena bisa jadi, pekerjaan dan perbuatan baik tersebut tidak mendapatkan apresiasi seperti yang kita harapkan. Bahkan ada kalanya, mereka yang mendapatkan kebaikan dari kita, justru menjadi orang yang membenci dan memusuhi kita. Orang yang paling banyak kita bantu, bisa jadi justru paling memusuhi dan membenci kita.

Baiklah, kita tidak perlu merinci sebab-sebabnya, mengapa apresiasi yang kita harapkan ternyata tidak selalu sesuai dengan kenyataan. Tidak perlu kita korek sebab-sebabnya. Namun kita lebih fokus kepada pertanyaan yang lebih substansial, untuk siapakah kita berbuat kebaikan ? Untuk siapakah kita bekerja ? Jika mengharap balasan kebaikan dari manusia, ingatlah manusia itu sangat lemah dan penuh keterbatasan. Tidak mungkin akan bisa memberikan apresiasi yang memadai sesuai dengan kadar kebaikan yang kita berikan.

Saya mengingatkan diri sendiri dan anda semuanya, mari bekerja untuk Sang Pencipta Manusia. Tuhannya manusia. Pemilik dan Penguasa alam semesta. Dialah Tuhan, Allah Yang Maha Kuasa. Dialah Dzat Yang Maha Sempurna. Yang bisa memberikan apresiasi secara tepat dan adil. Yang bisa memberikan balasan bahkan secara berlipat, dan tanpa batas. Yang tidak pernah memiliki kekurangan. Yang tidak memiliki keterbatasan. Dia Maha Membalas segala perbuatan. Sekecil apapun kebaikan, ataupun keburukan. Dia sangat teliti dan jeli.

Mungkin anda adalah tokoh masyarakat, yang telah banyak berbuat kebaikan untuk membangun masyarakat di desa anda. Puluhan tahun anda bekerja untuk memajukan masyarakat, berjuang untuk membangun ekonomi, sosial dan budaya masyarakat. Anda kerjakan siang dan malam, tanpa mengenal lelah. Anda mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, harta benda dan semua fasilitas yang anda miliki demi kebaikan masyarakat desa. Puluhan tahun anda berada di tengah mereka mengajak melakukan kebaikan dan hasilnya sedikit demi sedikit mulai terasakan. Perlahan namun pasti, kondisi wilayah anda semakin membaik, semakin maju, semakin kondusif.

Namun jangan anda kecewa, jika anda maju dalam pemilihan kepala desa, ternyata bukan anda pemenangnya. Orang lain telah terpilih menjadi pemenang, dan orangnya biasa saja. Anda merasa sangat heran, bagaimana ada orang yang tidak ikut dalam perjuangan puluhan tahun di desa itu, namun justru menjadi pemenang dalam pemilihan kepala desa ? Anda merasa telah menjadi tokoh yang sangat dikenal masyarakat desa melalui perjuangan panjang yang anda lakukan, namun tidak menghasilkan suara signifikan dalam pemilihan.

Yang bisa lebih menyakitkan bagi anda, ternyata ada sebagian warga desa yang melakukan black campaigne terhadap anda. Menjelek-jelekkan anda, menjatuhkan nama anda, mengajak masyarakat membenci dan akhirnya tidak memilih anda. Sedih sekali rasanya, anda merasa telah menghabiskan puluhan tahun yang panjang untuk perjuangan, namun orang lain telah menikmati hasilnya. Anda merasa dicampakkan dan dibuang secara hina ke tong sampah. Di masa tua, ternyata anda tidak mendapatkan posisi yang mapan.

Dengan marah dan penuh emosi, anda berbicara di hadapan masyarakat desa. “Jika tidak ada saya, desa ini masih tertinggal, kumuh dan kotor. Sayalah yang telah berjuang tiga puluh tahun membangun desa ini. Dulu tidak ada orang yang mau berjuang, semua saya lakukan sendirian. Ternyata kalian tidak menghargai perjuangan saya. Sia-sia semua yang sudah saya lakukan untuk kalian”.

Sayang sekali jika anda menyesali semua tumpukan kebaikan yang telah anda usahakan puluhan tahun. Tetas keringat dan air mata telah anda relakan mewarnai detik-detik perjuangan yang sangat panjang. Melelahkan, dan semua telah Allah berikan catatan balasan berupa pahala kebaikan atas segala detail usaha serta jerih payah anda. Keringat anda, rasa lelah anda, air mata anda, bermalam-malamnya anda, pengorbanan anda, semua telah Allah tetapkan balasan kebaikan. Telah Allah tuliskan pahala atas segala amal anda. Jangan anda merusak dan menghapus pahala kebaikan itu dengan rasa penyesalan dan rasa kesia-siaan. Jangan, karena itu potensial merusakkan nilai amal kebaikan anda.

Mungkin anda adalah tokoh dalam sebuah organisasi dakwah. Sejak awal mula berdirinya organisasi, anda termasuk perintisnya. Anda mengetahui segala suka duka merintis dan membesarkan organisasi dakwah, semua penuh perjuangan yang melelahkan. Berbagai tantangan dan hambatan terus menghadang sejak awal pendirian, dan anda termasuk tokoh yang gigih berjuang menghidupi organisasi. Sekian banyak kekurangan dan kelemahan anda hadapi bersama rekan-rekan seperjuangan, di masa-masa sulit anda mampu bertahan dan tegar dengan banyaknya ujian berupa kesulitan.

Anda relakan meninggalkan anak isteri, berlama-lama melakukan perjalanan ke berbagai daerah. Anda relakan meninggalkan pekerjaan, demi perjuangan menyebarkan usaha dakwah ke berbagai tempat. Sampai ke pelosok, sampai ke pedalaman, sampai daerah terpencil. Menyeberang sungai, mendaki bukit, menaiki sepeda motor tua, kadang berjalan kaki puluhan kilometer. Menyeberang laut dengan menaiki kapal kelas super ekonomi, tanpa membawa bekal yang berarti. Sementara keluarga yang di rumah juga tidak dicukupi dengan keperluan hidup sehari hari. Tawakal kepada Allah, dan Allah Maha Mencukupi.

Kini organisasi dakwah anda sudah membesar. Pengurus dan kader sudah bertebaran di seluruh pelosok tanah air. Tidak pernah terbayangkan oleh anda, bahwa organisasi dakwah yang anda rintis tigapuluh tahun yang lalu itu akhirnya tumbuh berkembang, membesar, menjadi sebuah kekuatan yang sangat membanggakan. Terasa lega, bahwa hasil perjuangan panjang itu mulai kelihatan buahnya. Tiga puluh tahun yang lalu, organisasi yang anda rintis itu tidak dikenal siapa-siapa, tidak dipedulikan siapa-siapa, bahkan banyak diejek dan ditertawakan, namun dengan sabar anda tetap membersamainya. Kini organisasi itu telah menjelma menjadi idola, banyak dielu-elukan dan diakui kebesarannya.

Namun, sesuatu terasa mengganjal bagi anda. Perjuangan yang telah anda jalani puluhan tahun itu ternyata tidak mendapatkan apresiasi dari petinggi organisasi. Beberapa orang generasi awal yang merintis organisasi bersama anda, kini telah menempati posisi penting. Mereka memiliki kehidupan yang sangat layak, berbeda dengan anda. Seorang teman anda, sesama generasi perintis organisasi, memiliki rumah mewah, mobil mewah, dan fasilitas kehidupan yang sangat mencukupi. Anak-anaknya sekolah dan kuliah di luar negeri. Isterinya tampak mengenakan perhiasan warna warni. Tersulutlah rasa iri, mengapa jauh berbeda seperti ini ?

Anda hanyalah seorang tua yang berjalan kaki. Rumah anda sangat sederhana di pinggiran kota. Sepeda motor anda seusia perjuangan yang telah anda jalani. Bahkan anda kesulitan membiayai sekolah dan kuliah anak-anak anda, jangankan ke luar negeri. Sekolah di kampung sendiri saja demikian berat membiayai. Hidup anda hingga kini masih penuh dinamika perjuangan, sementara anda lihat generasi seperjuangan anda telah berada pada posisi kemapanan.

Marah sekali rasa hati anda. Geram, anda menggoreskan kata-kata, menuliskan kegelisahan. “Organisasi dakwah ini besar karena perjuangan yang saya lakukan. Jika tidak saya hidupi organisasi ini tiga puluh tahun yang lalu, tidak akan menjadi sebesar ini. Saya telah habiskan semua yang saya punya, telah saya sumbangkan apa yang melekat pada diri saya dan isteri saya. Tanah saya jual, perhiasan istri kami relakan terjual, semua demi kelangsungan hidup organisasi. Pekerjaan tetap di perusahaan saya tinggal, agar saya bisa berkhidmat untuk organisasi, padahal dulu saya mendapatkan gaji besar dari perusahaan. Semua saya relakan demi membesarkan organisasi ini”.

“Namun setelah organisasi ini membesar, kalian campakkan saya begitu saja. Rasanya seperti menjadi orang terbuang, menjadi orang yang tidak memiliki arti sama sekali. Kalian telah menjadi orang yang lupa diri, kalian hidup bermewah sementara saya hidup seperti sampah. Menyesal sekali saya telah ikut membesarkan organisasi ini. Sia-sia semua perjuangan yang saya lakukan, jika akhirnya hanya seperti ini. Brengsek semua kalian ini, tidak bisa menghargai jasa para pendiri”.

Marah, gemas, geram, dendam. Bercampur baur antara kecintaan dengan kebencian. Anda melontarkan sumpah serapah, mengungkit-ungkit jasa dan kebaikan yang sudah anda lakukan tiga puluh tahun. Anda menyesali kebaikan yang sudah anda lakukan, berupa perjuangan panjang, berupa berlelah-lelah, berjalan siang dan malam ke berbagai wilayah, berjaga malam untuk merancang dan mengaplikasikan strategi. Anda merasa tidak dihargai dan tidak mendapatkan apresiasi yang memadai.

Anda ungkit tanah yang dulu anda jual, sepeda motor yang digadaikan, perhiasan isteri yang disumbangkan, perabotan rumah yang digunakan melengkapi perkantoran. Anda ungkap kembali waktu yang telah anda curahkan, tenaga yang telah anda baktikan, pikiran yang telah anda sumbangkan. Tigapuluh tahun perjuangan bukanlah waktu yang sedikit, jelas itu masa yang panjang. Anda ungkit itu semua, demi mendapatkan pengakuan dan apresiasi. Anda merasa telah terzhalimi.

Tidak, anda tidak boleh seperti itu. Anda tidak layak mengungkit dan menyesali amal kebaikan yang telah Allah tetapkan pahala berlipatnya. Anda tidak boleh merasa sia-sia terhadap segala langkah perjuangan anda puluhan tahun membesarkan organisasi dakwah, dengan segala kesulitan dan hambatan, dengan segala keringat, darah dan air mata. Anda tidak boleh meratapi sejarah yang telah anda torehkan dalam membesarkan organisasi. Jangan lakukan, karena itu semua potensial merusakkan amal kebaikan anda. Jangan anda sesali, karena itu berpotensi merontokkan pahala kebaikan yang telah Allah tuliskan.

Anda boleh memberikan masukan dan kritik, tentu saja, dalam rangka tausiyah dan menguatkan organisasi saat ini. Namun tidak dengan kebencian, tidak dengan dendam, tidak dengan kemarahan, tidak dengan kedengkian. Apalagi hanya terpicu oleh perbedaan materi, ada sebagian generasi perintis organisasi yang berada dalam kondisi kemapanan, dan sementara anda termasuk yang masih sangat jauh dari kesejahteraan. Jadi sebenarnya kemarahan anda karena apa ?

Semua langkah kebaikan, semua tetes keringat, semua air mata, semua titik darah yang pernah keluar dari diri anda, telah menjadi amal kebaikan yang berlipat pahalanya. Telah membuahkan berkah bagi diri, keluarga dan organisasi anda. Tidak ada kebaikan yang sia-sia, semua pasti ada hasilnya. Tidak mesti hasil itu berupa balasan langsung di dunia, namun bisa kita nikmati nanti di surga. Tidak mesti balasan kebaikan itu datang dari organisasi yang kita tumbuhkan, namun bisa jadi dari arah lain yang tidak pernah kita sangka sebelumnya. Allah Maha Adil dan Bijaksana.

Berharaplah kepada Allah saja, sebab Dia yang Maha Kaya. Berharaplah kepada Allah, sebab Dia Yang Maha memberi balasan. Pasti anda tidak akan kecewa. Allah tidak akan menyia-nyiakan semua jerih payah anda. Allah tidak akan melupakan semua usaha dan perjuangan anda. Allah tidak akan melalaikan balasan bagi setiap titik kebaikan, walau sebesar dzarrah. Tidak ada manusia yang bisa melakukan itu semua dengan sempurna, karena manusia sangat banyak kelemahan dan keterbatasannya.

Menyakitkan rasanya ? Dakwah ternyata melelahkan, dakwah ternyata menyakitkan, benarkah ? Coba kita simak kembali tausiyah ustadz Rahmat Abdullah, Allah yarham.

“Memang seperti itulah dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu.. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai..

Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret.. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.. Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yang diturunkan Allah….

Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan. Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”. Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani… Justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada. Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.

Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada Abu Bakar. Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..”

Demikian untaian mutiara yang sangat dalam dari Allah Yarham, ustadz Rahmat Abdullah. Sekarang saatnya introspeksi, masuk ke dalam relung jiwa kita sendiri. Menata, mengaca, mengoreksi hati. Menjawab dengan jujur, sebenarnya kita bekerja untuk siapa? Jika untuk manusia, bersiaplah untuk merana. Jika untuk Allah semata, bersiaplah mendapatkan kebaikan berlipat dariNya. Di dunia, atau nanti di surgaNya.

Pancoran Barat, 21 April 2011



*)SUMBER: http://cahyadi-takariawan.web.id/?p=886

*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Menjenguk Mantan Kader


Reporter: Nur Wakidah
Bidang Perempuan (Biduan) PKS Piyungan, Sabtu, 23 April 2011, melakukan kunjungan silaturohmi sekaligus menjenguk ‘mantan’ kadernya yang tengah dirawat di rumah sakit PKU Muhammadiyah Bantul.

Di tengah gerimis hujan, pukul 16.30 WIB dua mobil melaju menuju RS PKU Muhammadiyah Bantul yang terletak di tengah ibukota Kabupaten Bantul Yogyakarta. Rombongan ini hendak menengok Mbak Puji yang barusan melahirkan tidak normal alias operasi caesar tepat di Hari Kartini, 21 April 2011 jam 12.37 WIB, seorang bayi laki-laki dengan berat 2,4 kg pj 47 cm.

Mbak Puji ini dulunya kader akhwat Piyungan yang super aktif sebagai Kabid Perempuan DPRa Srimartani, namun semenjak menikah dengan Mas Muji dua tahun yang lalu (15 Maret 2009) beliau tidak aktif lagi di Piyungan karena diboyong sang suami pindah ke Sorogaten kecamatan Sanden-Bantul dan sekarang aktifnya di daerah ujung kulon-kidul kabupaten Bantul itu. Walau jarak memisahkan kita, namun cinta ini takkan sirna.

Sampai di rumah sakit di ruang Annisa 7 disambut senyum bahagia Pak Muji dan ibundanya Bu Abdul Muhyi.

“Mana Mbak Pujinya?,” kita tengak tengok kok nggak ada yang kita cari. Kamar pasien yang ada tulisan Ny Puji Lestari juga kosong tak berpenghuni.

“Mbak Pujinya baru di ruang bayi,” Pak Muji memberi penjelasan.

Tak berapa lama, terdengar suara adzan maghrib berkumandang. Dan kitapun menuju ke masjid yang ada di lantai atas untuk menunaikan sholat maghrib.

Selesai sholat, kembali ke ruang Mbak Puji dan bertemu dengan wajah sumringah Mbak Puji.

“Subhanallah, sungguh pengalaman yang luar biasa bagi saya Bu….. antara rasa takut dan sakit,” Mbak Puji mengawali cerita pada ibu-ibu yang menjenguk. Ada bu Tri, bu Prapti, bu Arih, bu Hida, bu Lusi, bu Nardi, dkk. Ibu-ibupun hanya tersenyum saja karena mereka ini sudah punya putra lebih dari satu.

“Biar merasakan nikmatnya berjuang…,” sahut bu Tri ibu 5 anak.

“Dan makin sayang dan hormat dengan ibu maupun ibu mertua,”sahut ibu-ibu yang lain.

Di antara gemericik hujan kita mendengarkan cerita Mbak Puji dengan pengalaman barunya setelah penantian dua tahun bagi buah hati. Dan akhirnya kitapun pamit pulang karena hari semakin malam.

Barakallah, smoga menjadi anak yang sholeh, menyenangkan orang tua, berjuang di jalan Allah di muka bumi ini sebagaimana kedua orangtuanya. Amin ya rabbal ‘alamin….



*posted: pkspiyungan.blogspot.com

MILAD PKS: PKS Mimika Kerja Bakti Sekitar Gereja

Senin, 25 April 2011


Dalam rangka Milad PKS ke-13, DPD PKS Kabupaten Mimika Papua menyelenggarakan rangkaian acara 'PKS Peduli Kitorang Pu Kota (PKS Peduli Kota Kita)'. Rangkaian acara yg dimulai dari hari Minggu (24/4) dimulai dengan acara Bersih Kota Mimika dan selanjutnya diadakan Bakti Sosial di Satuan Pemukiman Transmigrasi 13 pada pekan selanjutnya.

Ketua DPD PKS Kab. Mimika, Muslihuddin, S.Pd.I. mengatakan dalam sambutannya, bahwa rangkaian acara dalam rangka Milad PKS ini difokuskan untuk bekerja dan terus berkarya untuk Kabupaten Mimika.

Rangkaian acara yg bertepatan dilakukan pada libur paskah bagi umat Kristiani ini dihadiri oleh ratusan kader PKS, baik tua maupun muda, dari depan Kantor DPD PKS Kabupaten Mimika di Jalan Maleo hingga ke Jalan Ki Hajar Dewantara, para kader PKS membawa peralatan kebersihan untuk membersihkan jalan dan selokan. Juga mobil sampah PKS pada hari tersebut ‘diserbu’ masyarakat yang merasa terbantu dalam membuang sampah. “Insya Allah, layanan ini kami rutinkah”, ujar Abu Shafiyyah, Wakil Sekretaris DPD PKS Mimika.

Pada rangkaian acara tersebut juga dilanjutkan dengan memperbaiki gorong-gorong yang rusak di samping Gereja Katolik Tiga Raja, Gereja Katolik terbesar di Kabupaten Mimika.

Salah seorang jemaat Gereja Tiga Raja, Valent, yang melintas sepulang dari melakukan ibadah Paskah dan menyapa para kader PKS yang sedang bekerja memperbaiki gorong-gorong tersebut menyatakan ucapan bahagianya dan terimakasih atas apa yang telah dilakukan oleh PKS. “Ini membuktikan bahwa PKS memang benar-benar bekerja cepat dan sigap untuk semua lapisan golongan masyarakat. Ini membuktikan bahwa PKS menjunjungtinggi toleransi dan kerukunan hidup antar agama”.


*)liputan ini adl kiriman email dari DPD PKS Mimika ke pkspiyungan@yahoo.co.id

NB: Kabupaten Mimika adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Timika. Kabupaten Mimika memiliki luas sekitar 20.039 km² atau 4,75% dari luas wilayah Provinsi Papua. Mimika didiami oleh 7 suku, dua diantaranya suku asli, yaitu suku Amungme yang mendiami wilayah pegunungan dan suku Kamoro di wilayah pantai. Selain kedua suku tersebut masih ada lima suku kekerabatan lainnya, yaitu:Suku Dani (Lani), Suku Damal, Suku Mee, Suku Nduga, Suku Moni.


*posted: pkspiyungan.blogspot.com

"Family Gathering" Milad PKS ala Jogja


Reporter: Titik Wijayanti & Hida*
Ahad, 24/4/11. Ribuan kader keluarga besar PKS se-DIY dari anak-anak ampe emak-emak dari ujung kulon Kulonprogo hingga pucuk gunung GunungKidul, dari pelosok dusun-dusun mBantul hingga lereng Merapi Sleman, dan tuan rumah daerah perkotaan Kota Jogja tumplek blek memadati halaman luas Jogja Expo Center (JEC) menghadiri berbagai rangkaian kegiatan Milad ke-13 PKS dengan tema Family Gathering.

Alhamdulillah.. cuaca sangat mendukung, tidak panas juga tidak hujan ditambah hembusan angin sepoi-sepoi terasa semakin menyejukkan suasana.

Acara diawali dengan senam bersama, semua kader tanpa terkecuali mengikuti sang instruktur Senam PKS Nusantara.

Setelah senam selesai dilanjutkan dengan pembukaan, dengan pembacaan ayat suci alqur’an oleh anak-anak kader dari SDIT Salman Al Farisi yang sudah hafal Al-Qur’an 3-4 Juz.

Dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Bangkitlah Negeriku yang menggelorakan semangat.

Sukamta, Phd, Ketum DPW PKS DIY selanjutnya membuka secara resmi acara Milad PKS sekaligus melaunching program Tarbiyah Anak Kader.

"Untuk Anak-anakku, kami sadar bahwa engkau adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Engkau adalah mutiara kami, masa depan kami, harapan kami, amal jariyah kami. Anakku, kan kujaga engkau, semampu kami, dengan sepenuh kasih sayang kami. Mari kita bangun keluarga kita, menjadi ahli surga, ahli ilmu yang dengan ilmu, Allah muliakan kita. Anakku, mari kita terangi rumah kita dengan Al Quran, kita jemput keselamatan kita di dunia dan akhirat dengan da’wah dan tarbiyah. Menjadi tugas jama’ah ini, khususnya orangtua untuk menciptakan suasana tarbawiyahnya anak-anak kita. Ayo perhatikan tarbiyah anak-anak kita, Ayo support tarbiyah anak-anak kita," ujar Ketua DPW lulusan doktoral Inggris dihadapan anak-anak kader dan para orangtua mereka.

Usai acara seremonial, Family Gathering dimeriahkan dengan berbagai lomba dan permainan yang sudah disediakan panitia. Lomba Pindah Belut, Bikin gol ala Messi, Lomba eyes blind, flying fox, menyusun puzzle, Tarik Tambang Akhwat dan Ummahat, Tarik Tambang Ikhwan, Balap Karung Bapak dan Anak.

Disamping beraneka lomba, panitia juga menyediakan Stand bebakaran ikan lengkap dengan ikannya. Serbu......



Akhwat Lemper: Lembut tapi Perkasa...

Kepanduan tak ada lawan...

iki nek kalah, kebangeten....
(TERLALU...)


*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Milad PKS Solo Raya Menggelora!

Minggu, 24 April 2011


Ribuan kader simpatisan dan masyarakat memadati area Lapangan Kota Barat Surakarta, Ahad 24/4/11, tempat digelarnya Refleksi 13th PKS (Milad PKS ke-13 untuk wilayah Solo Raya).

Pantauan reporter (ce ileh, kayak wartawan beneran aja), sejak pukul 08.00 WIB massa sudah mulai berdatangan dari daerah-daerah Solo Raya eks-karisedenan Surakarta yang meliputi 7 kabupaten/kota: Surakarta, Boyolali, Wonogiri, Klaten, Karanganyar, Sukoharjo, Sragen.

Hujan yang melanda sehari sebelumnya dan juga pas dinihari hari H membuat lapangan agak becek, namun Panitia sudah menyiapkan "tenda besar jawa" beratapkan ijuk yang akan menyejukkan para hadirin. Dan, alhamdulillah, pasa acara cuaca sangat bersahabat tidak hujan juga tidak panas: pas banget! Subhanallah wal hamdulillah wa laa haula illa billah...

Acara secara keseluruhan berlangsung dalam suasana sederhana, khidmat, dan sarat gelora semangat!


Joko Widodo Walikota Surakarta (foto atas) yang turut hadir pada acara Milad PKS ini dalam sambutannya turut "menyuntikkan" semangat. Beliau berujar:

"Hal biasa, kalau dalam politik ada yang menggesek, ada turbulensi, ada yg terpeleset satu dua jatuh. Saya kira itu biasa dlm politik. Yang penting, pengelolaan produk, pengelolaan brand, dan pengelolaan konstituen harus terus dibangun oleh PKS. Sehingga tagline "bersih peduli" akan tetap melekat pada PKS yang mengakibatkan kalau masyarakat ingin mencari partai yang "bersih dan peduli" maka otomatis akan milihnya PKS."

Sontak hadirin menyambut dengan Takbir. Allahu Akbar...!!!

Setelah sepekan lalu mengikuti langsung gegap gempita kesolidan dan semangat massa PKS di Senayan, alhamdulillah hari ini kami mendapat kesempatan melihat dan merasakan langsung semangat dan kesolidan kader simpatisan dan masyarakat umum yang membanjiri acara Milad PKS di Surakarta, salahsatu dari empat lokasi Milad PKS DPW Jawa Tengah.

Demikian liputan singkat, selanjutnya biar kamera yang akan bercerita.

"Tenda Jowo beratap ijuk"

"Meluber. Massa tak tertampung"

"Semangat tak kenal usia. Simbah-simbah bawa tiker sendiri dari rumah sudah tahu kalo bakalan meluber"


*)Reporter: Admin pkspiyungan langsung dari Lapangan Kota Barat Surakarta. Liputan Milad PKS di Jogja dan beberapa kota lain menunggu laporan dari reporter yg bertugas, kami juga berharap anda mau berbagi cerita Milad PKS di tempat yang anda ikuti (email ke pkspiyungan@yahoo.co.id disertai foto).

*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Pertumbuhan Berkesinambungan


Oleh Anis Matta

Ketika Nabi Muhammad SAW memulai dakwahnya, ia hanya seorang diri. Beberapa tahun kemudian, tepatnya 23 tahun saat beliau melaksanakan hajjatul wada', kaum Muslim telah berjumlah sekitar 100 sampai 125 ribu orang dalam berbagai riwayat. Dengan jumlah penduduk dunia ketika itu sekitar 100 juta orang, maka rasio kaum Muslim terhadap penduduk dunia adalah 1 per 1000 orang.

Sekarang, sekitar 1500 tahun kemudian, jumlah kaum Muslim telah bertumbuh tanpa henti dan menjadi 1,5 milyar hingga 1,9 milyar. Bayangkanlah bagaimana rasio itu bertumbuh dari 1 per 1000 menjadi 1 per lima dalam kurun waktu 1500 tahun.

Islam sebagai agama bekerja dalam skala waktu sejarah, bukan dalam skala waktu individu atau umat. Ia terus akan bertumbuh hingga tak satu pun jengkal bumi yang tidak dijangkaunya dan tak satu pun manusia yang tidak mendengar nama Allah disebutkan. Pertumbuhan berkesinambungan adalah ciri utamanya.

Kesadaran akan waktu bukan saja menumbuhkan kemampuan berpikir sekuensial dan kesadaran akan efek akumulasi, tapi juga pada makna pertumbuhan sebagai cara mengukur kekuatan dan prospek dari sebuah ide atau kerja. Kekuatan substansial dari sebuah ide atau kerja selalu dapat diukur dari kemampuannya untuk bertumbuh secara berkesinambungan.

Berapa banyak ideologi dan gerakan dalam sejarah manusia yang lahir, tumbuh dan mekar lalu mati dalam kurun waktu yang singkat. Misalnya komunisme. Semula gegap gempita tentang komunisme sejak awal ia lahir sebagai sebuah ideologi hingga berkembang pesat dengan dukungan sebuah imperium besar tak sanggup membuatnya berumur lebih dari satu abad.

Umur ideologi dan gerakan, apapun bentuknya, selalu ditentukan oleh kekuatan substansialnya untuk bertumbuh secara berkesinambungan. Sebab ini menentukan dalam skala waktu apa ideologi dan gerakan itu bekerja. Ideologi dan gerakan yang tidak punya potensi pertumbuhan berkesinambungan biasanya hanya akan bekerja dalam skala waktu individu, atau paling jauh, dalam skala waktu komunitas.

Pertumbuhan berkesinambungan adalah alat ukur sejarah. Sebab hanya ideologi dan gerakan yang bekerja dalam skala waktu sejarah yang akan bisa bertumbuh secara berkesinambungan. Itu sebabnya mengapa Qur'an memberi ruang yang begitu luas untuk membicarakan sejarah; biar semua kita sadar bahwa hanya ketika kita bekerja dalam skala waktu sejarah kita punya peluang untuk bertumbuh tanpa henti.**



*)http://muchlisin.blogspot.com/2011/04/pertumbuhan-berkesinambungan.html

*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Bener nich PKS masih suka ngadaian Bakti Sosial?

Sabtu, 23 April 2011


Reporter: Titik Wijayanti*
Setelah dua pekan lebih yang lalu DPRa PKS Srimulyo mengadakan Aksi Sosial (03/04/11), Jum’at, 22 April 2011 giliran DPRa PKS Sitimulyo yang mengadakan acara serupa berupa Yankes (Pelayanan Kesehatan) gratis dan kali ini dilaksanakan di sebuah pelosok dusun terpencil Dusun Nganyang Sitimulyo Piyungan Bantul Ngayogyokarto Hadiningrat.

Kurang lebih pukul 13.00 wib, bertempat di rumah bapak Adi Wiyarjo dengan diiringi hujan lebat.., tim medis, kader DPRa PKS Sitimulyo dan Remaja dusun Nganyang telah siap dilokasi. Sekitar pukul 13.30 wib warga mulai berdatangan, saking banyaknya yang mendaftar sampai-sampai kami kewalahan, tapi alhamdulillah atas kerjasama tim yang solid kamipun bisa menanganinya.

Selain Pengobatan gratis, juga disediakan cek Golongan Darah. Pada Pelayanan Kesehatan kali ini alhamdulillah telah tertangani 75 pasien. Dan kebanyakan keluhan mereka sakit meriang, batuk, pilek. Dibagian cek golongan darah ada 37 pasien, kebanyakan dari mereka para remaja dan anak-anak. Saat cek golongan darah reaksi mereka juga bermacam-macam, karena saking takutnya dengan jarum..tapi ingin tahu golongan darahnya sampai-sampai ada minta dicek paliiiiiiing akhir..

Katanya: mbak aku paliiiing akhir aja ya? Aku isin soale aku mengko nangis.. (hihii belum diapa-apain dah nangis)..

Ada juga yang disogok (diming-imingi) pake Es Krim sama Ibunya, biar anaknya mau dicek golongan darahnya..

”ayo itu-tu gakpa-pa, cuman kayak digigit semut” kata ibunya.

”takut mbok...” kata anaknya.

”nanti tak beliin es krim wis” kata ibunya.

si anak: ^_^

Pada aksi sosial Yankes kali ini Tim Medis terdiri dari 1 dokter, 3 perawat dan 1 apoteker. Selain itu kami juga dibantu oleh warga yang basic-nya dibidang kesehatan, dan alhamdulillah semua berjalan dengan lancar.

Sekitar Pukul 15.30 WIB, Alhamdulillah pasien sudah mulai berkurang dan insyaallah tertangani dengan baik. Dan acarapun ditutup. Ucapan terimakasih kami ucapkan kepada bp. Adi Wiyarjo dan Remaja Dusun Nganyang Sitimulyo yang sudah menyediakan tempat, sarana dan prasaranya. Semoga setip aksi kita bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

”Aksi PKS untuk Masyarakat, Bekerja untuk Indonesia”

spanduk ceria aksi kami! karena kami bahagia, maka kami ceria. xixixi.


*posted: pkspiyungan.blogspot.com

PKS Partai Dakwah, dari dulu dan akan tetap begitu


Yg kami harapkan ke istiqamahan nya dalam perjuangan Pks... Dgn tetap di jalur dakwah dan tarbiyah.. (comment on FB. baru saya baca pagi ini)
...


Mungkin tidak ada media (eksternal) yang mewartakan sibuknya PKS setiap saat dalam kerja-kerja Da'wah dan Tarbiyah baik untuk kalangan kader (internal) maupun masyarakat (eksternal). Yang ada adalah hiruk pikuk sensasi politis yang laris manis bagi media pengais rupiah. Itulah pekerjaan mereka (media), dan biarlah mereka bekerja spt itu. Itu urusan mereka. Lantas apa pekerjaan kita (PKS)?

Bagi PKS tiada hari yang terlewati dari kerja-kerja dakwah membina kader dan ummat merawat dan memupuk benih keimanan agar tumbuh laksana pohon yang akarnya kuat batangnya tegak dan buahnya lebat. Pribadi sholih dan menebar manfaat bagi yang lain.

Setiap hari tidak akan sepi dari kerja-kerja ratusan (ribuan) ustadz-ustadzah para murobbi murobbiyah kader-kader PKS membina ratusan (ribuan) kelompok-kelompok halaqoh, liqo, ta'lim. Dari Aceh hingga Papua. Dan itu adalah pekerjaan pokok, kerja utama, amal prioritas, agenda terbanyak dari Partai Keadilan Sejahtera.

Bulan-bulan ini DPP PKS super sibuk setiap akhir pekan mengirim kader-kader senior para ustadz ke pelosok tanah air untuk kegiatan Talaqi Madah, I'dad Murobbi, TFT Murobbi. Setiap pekan, struktur PKS (DPP, DPW) menggelar acara Ifthor dan Kajian sore di kantor-kantor DPP/DPW. (Di DPW PKS DI Yogyakarta, sepekan dua kali tiap Senin dan Kamis. Sewaktu rombongan PKS Piyungan mampir DPP seusai Milad PKS di Senayan, kami melihat banner ifthor jama'i di kantor DPP.)

Setiap bulan DPD/DPC menggelar MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa). Kaderisasi setiap level struktural menta'limatkan Program Usbu' Ruhiy (pekan ruhiyah). DPP juga mengadakan Mukhoyam Qur'aniyah program utk melahirkan hafidz (penghafal qur'an).

Berapa ribu kader murobbi PKS yang terlibat dalam agenda-agenda dakwah dan tarbiyah? dan berapa juta kader/simpatisan yang mendapat siraman ruhani, tambahan ilmu, terjalinnya ukhuwah dengan agenda-agenda dakwah tarbiyah ini? LALU BANDINGKAN DENGAN "KERJA-KERJA POLITIK" PKS! Hanya "segelintir" kader-kader PKS yg "ngurusi" politik (sebagai aleg, menteri, gubernur, bupati). Dan merekapun "JUGA" tetap terlibat dalam agenda dakwah dan tarbiyah (tidak akan pernah lepas). Apakah masih dikatakan PKS bukan partai dakwah lagi? Apakah PKS sudah politik ansich? Politik bagi kami hanyalah salahsatu bagian dari kerja-kerja dakwah.

Saya menulis pagi ini (Sabtu, 23/4/11) jam 07.30 seusai melakukan agenda tarbiyah rutin (semoga Allah SWT menerimanya). Setiap malam sabtu(dinihari), liqo kami punya agenda rutin Tahajud bersama di masjid Al-Ikhlas Piyungan. Kumpul sebelum jam 03.30, lalu qiyamullail hingga subuh, wirid ma'tsurat, dan ditutup dengan riyadhoh kesukaan kami: FUTSAL (lapangan futsal persis di belakang masjid).

Saat ini, sy diamanahi 4 kelompok liqo: madya, muda dan pemula(2). Kalau diamanahi jadi legislator malah akan saya tolak, krn saya tidak punya kapasitas disitu. Sy sudah cukup bahagia meniti hari-hari dengan para mutarobbi. Merawat taqwa, merajut ukhuwah, bersama-sama berkiprah nyata di DPRa/DPC. Turut andil walo kecil dalam membangun peradaban mewujudkan misi suci "Rahmatan Lil 'Alamin". Sungguh kami merasakan kebahagiaan tak terkira dalam jamaah ini. Kami bersyukur pada Allah SWT yang telah mentaqdirkan kami menjadi bagian dari jamaah ini. Dan anda, di jamaah manapun, semoga bisa menikmati indahnya hidup dalam naungan kasih sayang Ar-Rahman Ar-Rahim. Dan semoga Allah SWT kelak mengumpulkan kita semua dalam firdaus-Nya. Amin.


*)penulis: admin pkspiyungan


*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Beginilah PKS Mencetak Kader Militan

Jumat, 22 April 2011


دَقَائِقُ اللٓيْلِ غَالِيَةٌ فَلَا تُرَخِٓصُوْهَا بِالْغَفْلَة

"Detik-detik malam hari itu sangat berharga, maka janganlah kamu menyia-nyiakan dengan kelalaian." (Hasan Al-Banna)

Tidak ada amal yang lebih utama kecuali melembutkan hati, karena hati adalah pangkal segala kebaikan. Upaya dan program untuk menjaga hati, merawat ruhani, menguatkan pohon keimanan dalam manhaj Tarbiyah menjadi prioritas program.

Bulan April ini, DPD PKS Bantul kembali menggelar program MABIT bagi kader-kader pembina (murobbi) se kabupaten Bantul-DIY. Program rutin bulanan ini dilaksanakan hari Kamis 21 April 2011 mulai pukul 17.00 WIB dengan agenda awal Dzikir Ma'tsurat Sore hingga tiba waktu Maghrib dan dilanjutkan dengan Ifthor (buka puasa) bersama.

Ba'da maghrib dilanjutkan dengan menyantap nasi bungkus. Peserta membentuk lingkaran2 kecil menikmati makanan sambil mengeratkan ukhuwah. Sambil menunggu Isya peserta melakukan aktivitas indiviual dengan tilawah Al-Quran yang ditarget oleh Panitia setiap peserta membaca 2 juz sampai sebelum Qiyamullail.

Usai sholat Isya berjamaah dilanjutkan Taushiyah yang disampaikan oleh ustadz Sukamto, Phd, Ketua DPW PKS DI Yogyakarta.

Pukul 02.30 WIB dimulai Qiyamullail 11 rokaat termasuk witir. Untaian ayat-ayat surat Ar-Rahman, Al-Waqi'ah, dan surat2 awal juz 30 meresap mengisi relung-relung jiwa perindu surga.

Seratusan lebih kader-kader ikhwan murobbi mengikuti MABIT dengan tetap menjaga suasana khusyu' sepanjang acara yang ditutup dengan Dzikir Ma'tsurat Pagi usai sholat shubuh berjamaah.

"Siapa ingin diberi kemudahan saat berdiri di depan-Nya pada Hari Kiamat, hendaklah ia dilihat Allah sujud di kegelapan malam dan qiyam sebab takut akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya." (Ibnu Abbas r.a.)


*)reporter: admin pkspiyungan


*posted: pkspiyungan.blogspot.com

PKS Ambil Hikmah Kemenangan Real Madrid

Kamis, 21 April 2011

Maaf kepada fans Barcelona, saya akan mengulas kemenangan Real Madrid atas Barcelona 1-0 pada Final Copa Del Rey 2011 yang berlangsung dinihari tadi (21/4/11). Tentu dalam rangka mengambil hikmah untuk perjalanan dakwah.


Setelah dihancurkan Barcelona 5-0 di Liga Spanyol 29 Nopember 2010, Mourinho 'sang pelatih fenomenal' mulai yakin bahwa menuruti omongan pengamat itu hanya akan menghancurkan timnya. Saat itu para pengamat bola 'mengompori' Mourinho agar menerapkan strategi menyerang, yang tentu menguntungkan sang lawan yang lebih licin bermain dan sangat menguasai pertandingan. Hasilnya? kalah telak!

Dan saat ini, pada Final Piala Raja 2011, Mourinho menerapkan strateginya sendiri tanpa terpengaruh 'keinginan' para pengamat dan media massa agar menampilkan permainan menyerang. Strategi yang diterapkan oleh Jose Mourinho memang bukanlah permainan indah. Ketika susunan pemain Madrid diumumkan, Jose Mourinho memperlihatkan starting XI yang rada unik; tanpa ada satu pun penyerang murni. Mourinho juga menumpuk pemain di area timnya sendiri, sembari sesekali melakukan serangan balik. Strategi ini terbukti efektif mampu meredam gempuran hebat bertubi-tubi dari Barcelona yang secara statistik menguasi permainan 65 berbanding 35 persen. Strategi yang banyak dikritik, namun memberikan hasil positif.

Saya mencatat beberapa pelajaran buat kita:

1) Strategi (manhaj) dakwah tidak boleh terprovokasi oleh omongan (kritik) pengamat atau pemberitaan media, dengan istilah lain "jangan mengikuti irama gendang orang lain".

Ini pula yang ditegaskan oleh Ketua Majlis Syuro PKS ustadz Hilmi Aminuddin dalam salahsatu taujihnya beliau mengatakan "Jangan terprovokasi, jangan terseret-seret, jangan gampang jadi korban dikomporin. Gak perlu. Kita tidak perlu dipanasi orang lain, sebab temperatur jama’ah ini sudah kita atur sendiri. Kebutuhannya, panasnya segimana, kita ngatur sendiri. Nggak bisa lah dikompor-komporin siapapun."

Ini pula yang harus kita fahami dalam masalah pilihan kebijakan qiyadah, misalnya soal koalisi atau oposisi. Tidak menuruti omongan pengamat A atau B, terprovokasi oleh si X atau Y. Atau oleh sebab ketersinggungan gengsi kita umpamanya, atau kejengkelan akibat diprovokasi, lalu kita melakukan langkah-langkah sembarangan (reaktif). Karena pilihan kebijakan (strategi) harus berdasar banyak faktor, yang kalau di perusahaan harus pakai analisa SWOT (bukan sewot): Strength, Weakness, Opportunity, Threats.

"Kami bermain dengan cara seperti yang kami ingikan, dan kami juga tampil seperti itu melawan tim yang luar biasa. Itu membuat apa yang kami lakukan tampak luar biasa," ujar Mourinho (detik.com).

2) Kebijakan qiyadah tidak akan mungkin berhasil tanpa adanya komitmen, ketsiqohan, disiplin dan kerja keras jundiyah (para kader).

Perhatikan komentar dari pemain Real Madrid:

Bek Real Madrid, Sergio Ramos, mengaku siap mengikuti Pelatih Jose Mourinho hingga mati dan juga terkesan dengan kinerja pria asal Portugal tersebut yang ia nilai berhasil membangkitkan kembali mental juara "Los Blancos". Pernyataan ini disampaikan Ramos usai kemenangan 1-0 timnya atas Barcelona di final Copa del Rey, Rabu atau Kamis (21/4/2011) dini hari WIB.

"Mourinho adalah kapten dalam kapal kami dan kami akan bersamanya hingga mati. Apa yang ia tanamkan dalam diri kami adalah bekerja dengan luar biasa," tegas Ramos. (dikutip dari http://bola.kompas.com/)

Inilah yang membuat Real Madrid sukses melawan The Dream Team Barcelona, yang semua sepakat saat ini tidak ada Tim yang begitu digdaya sedunia selain Barcelona. Strategi Mourinho dan disiplin para pemain menerapkan strategi sang pelatih mampu menaklukan mission impossible.

Ikhwah fillah, kalau kita amati, sesungguhnya "badai" yang melanda PKS akhir-akhir ini adalah upaya untuk "memecah" dua kekuatan dahsyat (ba'daLlah): (strategi) Qiyadah dan (ketaatan) Jundiyyah. Mereka tidak ingin dua kekuatan ini terus menyatu hingga tak henti-hentinya memprovokasi para kader agar hilang tsiqoh dan tidak taat lagi pada qiyadahnya.

Menghadapai upaya2 ini kita hanya mengatakan kepada mereka sebagaimana yang Nabi saw katakan kepada kaum yang menentangnya: "Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya aku akan bekerja (pula). Maka kelak kamu akan mengetahui" (QS 39:39)

Atau seperti jawaban Nabi Syu'aib kepada kaumnya yang menentang:

Dan (dia berkata): "Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah (akhir kesudahannya), sesungguhnya akupun menunggu bersama kamu". (QS 11: 93)

Jadi, mari kita bekerja sesuai dengan strategi yang sudah diputuskan oleh syuro para qiyadah, dan biarlah mereka yang menentang kita persilahkan untuk bekerja dengan strategi mereka. Kita nikmati "permainan" ini dengan terus Bekerja Untuk Indonesia dan berserah diri pada-NYA.

Faidza 'azamta fatawakkal 'alaLlah...
apabila kamu telah bertekad maka bertawakkallah pd Allah.


*)penulis: admin pkspiyungan


---
NB: maaf saya mengetahui hasil pertandingan Real Madird-Barcelona dari internet (tidak melihat langsung).


*posted: pkspiyungan.blogspot.com
 
© Copyright PIYUNGAN ONLINE
fixedbanner