NEWS UPDATE :

PKS Gerak Cepat Selidiki Kasus Aleg Judi

Senin, 28 Februari 2011


"PKS berterima kasih kpd masyarakat dan pers yg partisipatif atas kasus ini. Segera kami akan jelaskan hasil klarifikasi dan penanganannya." (Mahfudz Siddiq)
--

Terkait dengan pemberitaan yang menyatakan bahwa salah satu anggota DPRD Gorontalo dari PKS yang tertangkap tangan saat bermain judi, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS mengirimkan tim Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) ke Gorontalo untuk menyelidiki kebenaran berita tersebut.

"Berita itu perlu diselidiki kebenarannya, karena kami mendengarnya dari media," papar Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq melalui siaran Persnya, di Jakarta, Minggu (27/2) sore.

Lutfhi menambahkan hasil penyelidikan BPDO kemudian dilaporkan kepada DPP untuk diambil langkah selanjutnya.

Seandainya terbukti salah, maka menurut Sekjen PKS Anis Matta yang bersangkutan bisa PAW (Pergantian Antar Waktu) atau PECAT dan PAW.

Dalam akun twitter-nya Ketua DPP PKS Mahfudz Siddiq memberi penjelasan sbb:

#Kasus aleg dprd PKS yg berjudi dan diduga sogok pers adl bagian dr tugas konsolidasi SDM yg hrs terus diperkuat.

#Konsekuensi tugas saat PKS perluas ruang partisipasi masyarakat untuk berjuang bersama PKS. Ada beberapa aleg DPRD non kader yg perkuat PKS (salahsatunya yang kasus Gorontalo ini, beliau tokoh eksternal yang bergabung dengan PKS-ed).

#Selain program kaderisasi thd mereka, penegakan disiplin organisasi dijalankan tegas melalui Badan Penegak Disiplin Organisasi.

#Input masyarakat ttg integritas & kinerja aleg-nya sgt penting, sbg alat kontrol & evaluasi. Ini jadikan PKS sbg a living organization.

#PKS tdk akan tutupi kasus2 pejabat publiknya dr kontrol masyarakat, dan secara terbuka pula tangani masalahnya.

#Ini aplikasi prinsip akuntabilitas, transparansi, representasi dan partisipatif PKS sbg org politik untuk kepentingan masyarakat.

#Kasus2 serupa berpeluang terjadi lagi. Sistem PKS bekerja meminimalkan potensi negatif. Melalui sistem rekrutmen selektif, kaderisasi (baca: tarbiyah) berkesinambungan, sistem kontrol kinerja dan penegakan disiplin organisasi.

#PKS berterima kasih kpd masyarakat dan pers yg partisipatif atas kasus ini. Segera kami akan jelaskan hasil klarifikasi dan penanganannya.


*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Ki Manteb: PKS Pancen OYE!

Apa yang bisa didebat lagi soal tudingan bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) antikesenian ketika wayang pun sudah dirambah. Bagaimanapun, wayang adalah simbol yang sangat Jawa dan kental budaya. Pujian pun meluncur dari mulut dalang kondang Ki Manteb Sudarsono.

"Siji-sijine partai sing maringi penghargaan kanggo dalang yo mung PKS (satu-satunya partai yang memberi penghargaan kepada dalang hanya PKS)," kata Ki Manteb Sudarsono, Jumat (25/2) malam. Di sela-sela musyawarah kerja nasional PKS, Ki Manteb ndhalang semalam suntuk mengambil lakon "Bima Bangkit".

Ki Manteb mendapat penghargaan PKS Award di ajang Musyawarah Nasional (MUNAS) II PKS di Jakarta Juni 2010. Yaitu, untuk kategori budayawan yang menyuarakan keadilan dan memberi solusi terhadap permasalahan negara tanpa menggurui melalui media wayang.

(Pada Munas ke-2, PKS memberikan tiga penghargaan PKS Award: Ki Manteb Sudarsono sebagai budayawan, Azyumardi Azra sebagai pengamat keislaman, dan Habiburrahman El Sirazy atas karya-karyanya di dunia sastra dan perfilman -red)

"Saya mendapat penghargaan karena dianggap konsisten mempertahankan pakem dalam pewayangan. Saya sendiri bingung kok teman-teman PKS begitu niteni (memperhatikan dengan saksama) soal ini," imbuh Ki Manteb.

Menurut dia, hal ini menunjukkan PKS memiliki perhatian besar pada seni dan budaya. Karena, soal-soal detail seperti pakem dalam dunia pewayangan pun tak luput dari perhatian dan bahkan memberikan penghargaan kepada para budayawan.

Ki Manteb pun bertutur bahwa dia kerap berdialog dengan mantan presiden PKS Hidayat Nur Wahid. Keduanya bicara tentang budaya dan tradisi Jawa, dengan menyertakan komunitas seniman Solo. "Kalau diskusi dengan Mas Hidayat gayeng (seru). Bisa sampai pagi," katanya.

Karena itu, ia sangat tidak yakin kalau ada isu-isu yang menyebut PKS antikebudayaan. "Mana ada pihak yang antibudaya nanggap wayang," bela dia.

Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq mengatakan, PKS berpendapat budaya adalah medium dakwah yang efektif. Apalagi, sudah dibuktikan oleh para Wali Sanga. "Ulama dulu memanfaatkan wayang untuk berdakwah,'' ujar dia.

Semangat para pejuang mengkritik pemerintah, kata Luthfi, juga kerap disampaikan lewat wayang. Karena itu, ujar dia, PKS berpendapat seni tradisional wayang harus dijaga kelestariannya. "Inilah warisan budaya luhur yang harus diketahui dan dipelajari oleh generasi muda Indonesia. Generasi muda perlu dipahamkan dengan wayang, dengan seni-seni tradisional agar mereka tidak hanya mengenal budaya impor, yang dalam beberapa hal tidak sesuai dengan kepribadian bangsa," tegasnya.

Dalam hajatan di Yogyakarta ini, perhelatan seni tak henti ditampilkan PKS. Bahkan, pelawak bergaya Ludruk, Kirun, juga tampil. Pun, tak ketinggalan aksi monolog bermedia "wayang suket" Ki Slamet Gundono dari Solo juga tampil di penutupan musyawarah. Tak tanggung-tanggung, tanpa sungkan Ki Slamet menjadikan Anis Matta, sekretaris jenderal PKS, sebagai nama wayangnya. Lakon yang diambil hari itu adalah soal semangat bekerja dan prinsip kepemimpinan.

Di tengah pertunjukan seni dalam penutupan musyawarah, Hidayat Nur Wahid pun sempat berdendang, yaitu menyanyikan lagu "Kasih Ibu", bersama anak-anak dari Sekolah Alam. Luthfi Hasan Ishaaq bahkan sempat naik berdialog dalam lakon yang dinaikkan Ki Slamet Gundono. Dengan lihai, Luthfi menggelitik penonton saat menyisipkan pertanyaan tentang kepemimpinan. "Manut pimpinan atau manut istri?" ujar dia ringan.

Musik yang ingar-bingar, juga bukan barang tabu. Selain mewarnai beragam presentasi selama musyawarah, seniman-seniman vokal pun tampil bergantian. Termasuk, dari kelompok Justice Voice yang melantunkan beragam lagu secara akapela. Dari lagu dangdut ala Rhoma Irama sampai dendang lagu yang pernah dipopulerkan Siti Nur Haliza, dilantunkan apik lima lelaki dari kelompok ini.


*sumber: Republika (27/2/11)
*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Pemimpin yang Tegas dan Bijaksana


Oleh KH Didin Hafidhuddin*
Sungguh sangat memprihatinkan apabila kita melihat perkembangan kondisi bangsa akhir-akhir ini, di mana sejumlah persoalan besar masih belum dapat diselesaikan secara tuntas, tepat, dan sesuai dengan ketentuan hukum dan nilai-nilai yang berlaku di negara kita.

Kasus Ahmadiyah sebagai contoh, hingga saat ini, masih menjadi duri dalam daging sehingga selalu menimbulkan gejolak horizontal di tengah-tengah masyarakat. Padahal, akar permasalahan Ahmadiyah ini sangat sederhana, yaitu adanya penodaan terhadap hal-hal yang sangat prinsip dalam ajaran Islam. Inilah yang kemudian mengundang lahirnya fatwa MUI yang menetapkan Ahmadiyah sebagai aliran sesat. Jadi, inti persoalannya bukan pada masalah toleransi, hak asasi manusia, dan kekerasan atas nama agama, melainkan pada tidak tuntasnya penyelesaian atas penodaan agama.

Jika saja Ahmadiyah ini segera dibubarkan ataupun dijadikan sebagai agama baru yang diakui secara resmi oleh negara, konflik antarmasyarakat yang sempat memakan korban jiwa tersebut dapat diminimalisasi. Apalagi, keberadaan Ahmadiyah di berbagai negara Muslim pun telah dinyatakan sesat dan keluar dari agama Islam. Di Pakistan, misalnya, Ahmadiyah telah diklasifikasikan ke dalam kelompok minoritas, bukan Islam. Demikian pula di Timteng dan Malaysia. Bahkan, Rabithah `Alam Islamy pun telah mengeluarkan fatwa tentang kesesatan Ahmadiyah sehingga mereka dilarang untuk menunaikan ibadah haji.

Begitu pula halnya dengan kasus-kasus besar lain seperti skandal Bank Century, kasus Bibit-Chandra, Gayus, dan mafia pajak serta megakorupsi lainnya. Semuanya seakan-akan dibiarkan mengambang dan tidak jelas penyelesaiannya. Padahal, masalah-masalah tersebut telah menguras energi bangsa ini. Seharusnya energi bangsa ini diarahkan pada upaya peningkatan kualitas pembangunan nasional.

Jika saja negara mengambil sikap tegas laiknya Rasulullah SAW yang memerintahkan penegakan hukum atas pelaku korupsi yang berasal dari kalangan elite (wanita Bani Makhzumiyyah), tingkat kejahatan korupsi dan penyalahgunaan wewenang dapat direduksi sehingga tidak lagi menjadi beban sosial masyarakat.

Dengan kompleksitas problematika bangsa saat ini, ada baiknya kita becermin dari pola kepemimpinan Abu Bakar RA dan Umar bin Khattab RA, sahabat Rasul yang paling utama. Abu Bakar adalah khalifah pertama yang tampil di masa transisi pascawafatnya Nabi SAW, dan yang menghadapi sejumlah persoalan kenegaraan dan keumatan yang berat, terutama gerakan penyimpangan dari ajaran agama. Sedangkan, Umar adalah figur pemimpin pelanjut perjuangan Abu Bakar, yang mampu mentransformasi Madinah menjadi kekuatan yang disegani dunia.

Kebijakan Abu Bakar

Ketika memegang tampuk kepemimpinan negara, Abu Bakar menghadapi gerakan penodaan agama yang melanda sejumlah suku di sekitar Madinah. Gerakan tersebut dipelopori oleh sejumlah orang yang mendeklarasikan diri menjadi nabi palsu, seperti Thulaihah bin Khuwailid, yang mengaku Nabi pada 10 H (tahun terakhir kehidupan Rasulullah SAW), meski pada akhirnya Thulaihah bertobat dan mati syahid di ujung kehidupannya. Di antara isu yang diusung oleh gerakan sesat tersebut adalah usaha untuk memisahkan antara kewajiban shalat dan zakat, yang memengaruhi sebagian kelompok kaya yang lemah imannya pada saat itu.

Bagi Abu Bakar, gerakan tersebut kalau dibiarkan akan mengakibatkan rusaknya struktur ajaran Islam. Sehingga, ia memutuskan untuk memerangi kelompok tersebut dengan mengirimkan ekspedisi pasukan ke sejumlah wilayah yang dianggap telah menistakan agama.

Sebagaimana yang dikisahkan oleh Abu Hurairah, sebagian sahabat awalnya ragu dengan keputusan yang diambil Abu Bakar. Dengan ketegasan itu, para sahabat pun mendukungnya sepenuh hati. Menurut Abu Hurairah, jika saja Abu Bakar tidak mengambil tindakan tegas, gerakan sesat yang berubah menjadi makar itu berpotensi memecah belah dan mengancam keutuhan negara.

Meski usia kepemimpinannya sangat pendek--hanya dua tahun, Abu Bakar mampu mengokohkan fondasi negara sepeninggal Nabi SAW. Kelembutan dan ketegasannya terbukti mampu menyelamatkan negara dari kemungkinan terjadinya huru-hara dan disintegrasi sosial yang berkepanjangan.

Kebijakan Umar

Sepeninggal Abu Bakar, Umar tampil memegang tampuk kekhalifahan yang merupakan struktur kekuasaan tertinggi umat Islam pada saat itu. Umar pun menghadapi sejumlah persoalan besar, terutama krisis ekonomi yang menyerang Jazirah Arab hingga ke Syam. Sebuah peristiwa yang dikenal dengan istilah Tahun Ramadah. Kemudian, ia pun menghadapi tindakan sekelompok pebisnis elite yang berusaha mengeruk keuntungan pribadi dengan jalan melanggar hukum dan melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan syariat Islam.

Contohnya, ketika terjadi krisis susu di Madinah, sebagian pedagang susu berusaha menaikkan harga dengan jalan ihtikar (penimbunan). Kalaupun harga tidak naik, susu yang ada dicampur dengan air sehingga kualitasnya mengalami penurunan.

Mengetahui adanya pelanggaran hukum tersebut, Umar pun memerintahkan aparat pemerintahannya untuk melakukan inspeksi ke pasar dan mengambil tindakan hukum terhadap para pedagang yang terlibat. Bahkan, Umar tidak segan memberhentikan para pejabat apabila mereka terlibat menjadi backing dan melakukan tindakan kolutif. Bagi Umar, mengganti pejabat yang tidak amanah lebih baik daripada membiarkan mereka menggerogoti dan menghancurkan kepentingan negara dan rakyat.

Dengan ketegasan itu, Umar berhasil menstabilkan situasi negara. Kepercayaan terhadap negara dan aparatnya semakin kuat. Rakyat pun melihat dengan mata kepala mereka sendiri, bagaimana keteladanan dan sikap hidup yang ditunjukkan Umar. Bermodalkan kepercayaan dan dukungan rakyat inilah, Umar mampu mengembangkan wilayah kekuasaan Islam hingga Afrika dan Romawi, sehingga Madinah kemudian tumbuh menjadi kekuatan penting dan berpengaruh di percaturan global.

Oleh karena itu, ada baiknya para pemimpin kita belajar dari Abu Bakar dan Umar yang merupakan profil pemimpin yang tegas dan bijaksana. Ketegasan dan kebijaksanaan inilah yang sesungguhnya sangat diperlukan dalam mengatasi berbagai problematika bangsa saat ini. Wallahu a'lam.

*sumber: Republika
*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Memahami Strategi PKS

Minggu, 27 Februari 2011

Oleh: Rico Marbun*
[Peneliti The Future Institute]
---
Berbekal slogan baru 'Bekerja untuk Indonesia', Partai Keadilan Sejahtera mencanangkan target masuk 3 besar pada Pemilu 2014 yang akan datang.

Sekadar kilas balik singkat, pada pemilu 2009 lalu secara berurutan Partai Demokrat memperoleh 20,8% suara, Partai Golkar 14,5 % suara, PDIP 14,1%, serta PKS sendiri 7,9% suara. Berdasar target yang telah dicanangkan oleh PKS pada Mukernas Yogya yang berlangsung akhir bulan ini, berarti PKS harus menggeser atau menggerus salah satu dari 3 partai sebelumnya, Demokrat, Golkar atau PDIP.

Berbeda dengan partai Islam atau partai berbasis massa Islam lainnya, PKS tampaknya mengambil pendekatan strategi yang berbeda. Saat partai Islam lainnya cenderung mengambil pendekatan strategi 'kanibalistik', seperti yang ditunjukkan baru-baru saja saat PPP berseteru dengan PKB karena berebut Kiai-Kiai berpengaruh, PKS justru melirik segmen pemilih yang lebih luas. PKS sepertinya tidak berminat untuk menggerus basis massa pemilih Islam yang secara tradisionil memang dilakukan oleh partai Islam lainnya dari masa ke masa. Menurut saya, selain ingin keluar dari sindrom partai menengah ke partai besar, PKS ingin mematahkan stigma bahwa untuk menang, sebuah partai Islam harus memainkan strategi zero sum game dengan partai Islam lainnya.

Perubahan Struktur Demografis dan Pilihan Strategi

Bagaimana kita memahami pilihan strategi PKS? Tampaknya pilihan slogan baru PKS 'Bekerja untuk Indonesia', bukanlah tema yang lahir secara kebetulan. Tema ini lahir dari tuntutan lingkungan strategis serta evolusi internal PKS untuk menghadapi tentutan tersebut. Tema Bekerja untuk Indonesia mengindikasikan bahwa PKS melihat pemilih 2014 nanti adalah pemilih yang rasional. Artinya pilihan yang dijatuhkan atas sebuah partai politik lebih karena pertimbangan cost and benefit, bukan lagi karena pertimbangan emosional atau bahkan pertimbangan primordial semata. Singkatnya partai akan dipilih karena superioritas program dan manfaat.

Asumsi ini dapat dipahami karena dua perkembangan situasi strategis jelang pemilu 2014. Pertama, pemilu 2014 akan minim figur. Berbeda dengan dua pemilu sebelumnya, 2004 dan 2009, tampaknya partai-partai yang bertarung akan kekurangan figur kharismatis yang menjadi daya tarik bagi pemilih. PKB tidak lagi memiliki Gus Dur. PDIP dan PAN belum mampu menemukan psosok pengganti Megawati serta Amin Rais. Dan Susilo Bambang Yudhoyono jelas-jelas tidak bisa lagi mencalonkan diri sebagai presiden.

Artinya Partai Demokrat akan kehilangan magnet besar bahkan untuk sekadar mempertahankan perolehan suara di 2014 nanti. Konsekuensinya, pertarungan 2014 cenderung egaliter dan lebih merupakan pertarungan mesin politik partai. Bukan lagi pertarungan antar tokoh kharismatis.

Kedua, pergeseran demografis urban-rural. Asumsi bahwa masyarakat akan cenderung rasional dan pragmatis juga didukung oleh data demografis termutakhir. Data menunjukkan ada pergeseran level urbanisasi di Indonesia1. Pada tahun 1971 ada 17,4% penduduk urban di Indonesia. Secara konsisten porsi tersebut terus meningkat menjadi 22,3% pada tahun 1980, 30,9% pada tahun 1990, 42% pada tahun 2000, dan diprojeksikan menjadi 54,2% pada 2010 ini. Sehingga hampir dipastikan pada 2014 nanti tentu angka penduduk urban atau perkotaan jelas lebih tinggi daripada saat ini.

Perubahan situasi demografis ini sangat menguntungkan PKS. Mengapa? Karena data-data pemilu sebelumnya menunjukkan PKS umumnya lebih diterima oleh masyarakat perkotaan. Masyarakat perkotaan ditandai dengan besaran masyarakat menengah baik secara ekonomi maupun pendidikan. Ini berarti ada kesesuaian antara karakter kader PKS, pilihan strategi serta perubahan karakter pemilih.

Tentu saja analisa ini tidak menunjukan bahwa PKS pasti sukses mencapai target yang telah dicanangkan. Sejalan dengan momentum perkembangan karakter dan situasi pemilih pada 2014 nanti, PKS harus mampu membuktikan bahwa kerja mereka akan sebanding dengan pilihan slogan yang PKS ajukan. Bila tidak, meminjam kata Presiden SBY, tentu semuanya hanya akan menjadi pepesan kosong.

*) Rico Marbun adalah peneliti The Future Institute, Staf Pengajar Univ Paramadina & Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). E-mail: ricoui@yahoo.com

*sumber: detik.com
*posted: pkspiyungan.blogspot.com

"Wasiat" Presiden PKS saat Penutupan Mukernas

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaq menginstruksikan kepada seluruh jajaran DPW dan DPD PKS untuk mampu berbaur dengan masyarakat sekitar. Selain itu, dalam acara penutupan Mukernas PKS di Yogyakarta, Sabtu (26/2/2011), ia meminta kader-kader PKS untuk melaksanakan program kerja yang telah dirumuskan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan, agar seluruh kader PKS memperhatikan para generasi muda yang akan menjadi penerus perjuangan partai ke depan. Ia berharap, dalam prosesnya nanti akan lahir generasi pilihan untuk melanjutkan kepemimpinan di PKS.

"Semua anak kader yang kurang mampu, yang sudah berjuang untuk partai harus mendapatkan bantuan biaya pendidikan. Saya mewajibkan semua anak kader PKS untuk menempuh pendidikan minimal S-2," pinta Luthfi.

Dengan membantu biaya pendidikan bagi anak kader PKS, menurut Luthfi, adalah bentuk kontribusi nyata PKS dalam bekerja untuk Indonesia. Luthfi berharap himbauan tersebut mampu melahirkan anak-anak penerus bangsa yang handal.

"PKS melalui program kerjanya, dengan sendirinya terlibat dalam pembangunan karakter bangsa. Namun hal tersebut akan terjadi jika kader-kader yang difasilitasi oleh PKS mampu menjadi orang-orang yang memiliki daya saing," pungkas Luthfi.

*posted: pkspiyungan.blogspot.com

PKS Makin Membumi

Sabtu, 26 Februari 2011

Tudingan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bukan partai yang bisa menerima segala bentuk kesenian kembali terbantahkan. Pembukaan musyawarah kerja nasional PKS yang digelar di Yogyakarta, Kamis (24/2) malam, dipenuhi nuansa budaya Jawa berikut pergelaran seni.

Sejak dari pintu masuk, para tamu dan peserta pembukaan musyawarah sudah disambut among tamu dari kader PKS yang berpakaian sorjan lengkap dan mengenakan belangkon. Nuansa penuh adat dan budaya semakin kentara saat Kelompok Lima Gunung dari Magelang menampilkan Jazz Gladiator Gunung.

Meski judulnya jazz, ini adalah pertunjukan gerak tari. Gerakan energik ditampilkan 35 penari. Mereka memperagakan aktivitas orangorang yang tinggal di pegunungan, sekaligus menunjukkan semangat kerja. Arena pun riuh dengan gemuruh musik gamelan yang ritmis dimainkan Komunitas Manis Renggo.

Alunan gamelan terus bergema mengiringi tarian cucuk lampah menyambut kehadiran para pejabat teras partai yang hadir bersama Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Ketua panitia pelaksana musyawarah yang juga Ketua DPW DIY PKS, Sukamta, dalam sambutannya tidak menutupi `kesengajaan' mengangkat nuansa dan budaya Jawa. "Keanekaragaman budaya, adat, dan seni yang selama ini hidup di dalam urat nadi Yogyakarta memberikan nuansa kenyamanan dan ngangeni," kata dia yang tampil dengan balutan beskap oranye.

Setelah rombongan tamu utama hadir, ruangan `digoyang' irama rancak dari kelompok Jogja Hip Hop Foundation. Suasana menghangat ketika dua lagu mereka tampilkan, yaitu "Ngelmu Pring" dan "Jogja Istimewa".

Lirik lagu kedua yang disuguhkan kelompok ini seolah mewakili dukungan PKS terhadap keistimewaan daerah ini. "Jogja! Jogja! Tetap istimewa. Jogja istimewa untuk Indonesia." (donlot disini)

Tari Lawung Ageng karya Sri Sultan Hamengku Buwono I tak ketinggalan menjadi suguhan utama. Tarian ini menggambarkan semangat latihan perang bersenjata tombak.
Dalam bahasa Jawa, tombak juga disebut sebagai lawung.

Konon, tari ini terinspirasi latihan perang yang dilakukan oleh Prajurit Nyutro Trunojoyo. Dia adalah salah satu pasukan elite Keraton Mataram. Keunikan tarian ini adalah selipan dialog yang menggunakan bahasa campuran Jawa, Madura, dan Melayu.

Sri Sultan Hamengku Buwono X ketika memberikan sambutan mengatakan, pilihan lokasi musyawarah ini menunjukkan niat PKS untuk berbuat bagi Yogyakarta yang baru saja diterpa letusan Gunung Merapi.

Dengan nada bercanda, Sultan menyebutkan kontribusi PKS langsung terasa antara lain karena para pengurus partai menginap di rumah penduduk atau di hotel Melati.
"Dampaknya dirasakan langsung oleh rakyat yang bergerak di jasa penginapan, kuliner, sampai kaus, pasar tradisional, dan cendera mata khas Yogyakarta," kata dia.

Selain menyinggung Yogyakarta yang ngangeni, Sukamta juga mengatakan musyawarah PKS di Yogyakarta memang punya nilai istimewa. Karena, kata dia, di kota ini tertoreh sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pilihan lokasi ini, tutur Sukamta, juga menjadi momentum memperkokoh relasi PKS dengan Yogyakarta. "(Juga) untuk lebih mengokohkan dukungan PKS kepada para penggawa keistimewaan," kata dia.

Dengan semangat "Makaryo Kanggo Indonesia", lanjut Sukamta, ini merupakan kontribusi langsung dalam proses pemulihan Yogyakarta pascaletusan Merapi, baik fisik maupun tatanan ekonomi.

Fragmen tarian Ramayana Anoman Obong menjadi suguhan penutup dari rangkaian pembukaan musyawarah. Para penari perempuan menggunakan pakaian tertutup. Tanpa kehilangan esensi budaya dan kebijakan lokal, busana bisa disesuaikan.


*sumber: Republika
*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Fahri Hamzah Kulwit Tentang "KOALISI"


"Setelah Setgab terbentuk, muncul kekeliruan dan komplikasi yg luas karena SBY seperti mau lepas tangan dr KOALISI. Bahkan banyak kecurigaan bahwa Setgab adalah hasil komunikasi SBY dan Ical (pasca dikalahkannya JK oleh keduanya pd pilpres)" --Fahri Hamzah--


Di sela-sela kesibukannya mengikuti Mukernas PKS di Yogyakarta, Wakil Sekjen PKS Fahri Hamzah menyempatkan diri untuk mengisi Kulwit alias kuliah di twitter yang kali ini akan membeber seputar "KOALISI" yang memang lagi panas-panasnya. Selamat menyimak:

1. Jam 12:45:35 AM (saya baru free) sy twitt soal #KOALISI beberapa dulu.

2. Scott Mainwaring yg menyebut bahwa kombinasi presidensialisme + multipartisme itu rumit distabilkan

3. Ok rumit tapi bukan berarti tdk bisa. Karena kerumitan itu memang kita ciptakan: kita trauma dgn parlementer + pembatasan

4.Di antaranya karena aturan #KOALISI yg tidak ada dalam Konstitusi dan uu apapun di Indonesia maka PKS berinisiatif membuat piagam

(Piagam Koalisi antara PKS dan PD silahkan baca disini-red)
http://pkspiyungan.blogspot.com/2009/06/teks-piagam-kerjasama-pks-pd.html

5.Apapun, inisiatif ini untuk menyusun rujukan dalam #KOALISI itu sebuah terobosan. Tapi kan tdk kuat. (bersambung)

6. Kita lnjutkan soal #KOALISI yg sy anggap tdk ada dasar-nya tapi ada itikad PKS untuk mengatur-nya dalam "piagam"

7.Dalam piagam #KOALISI telah diatur betul bahwa hak prerogatif presiden tdk boleh dikurangi sedikitpun.

8.Tapi Dalam piagam #KOALISI diatur tujuan mulia dari koalisi agar tidak terjebak kepada "asal bagi2 kue kekuasaan".

9.Piagam #KOALISI juga mengatur mekanisme komunikasi agar lancar, terutama siapa yg memimpin #KOALISI ? Ical atau SBY?

10.Setelah Setgab terbentuk, muncul kekeliruan dan komplikasi yg luas karena SBY seperti mau lepas tangan dr #KOALISI

11. Bahkan banyak kecurigaan bahwa Setgab adalah hasil komunikasi SBY dan Ical (pasca dikalahkannya JK oleh keduanya)

12.Logika sederhana, jika Golkar melawan SBY dalam pilpres, layakkah ia memimpin Setgab? Argumen ini tdk pernah dibicarakan #KOALISI

13.Tapi sudahlah, sekarang Setgab yg sejak awal menyimpan masalah "sebagai wujud #KOALISI" itu terbukti gagal menyatukan. Salah siapa?

14.Ada akar dari kesalahan ini yg lama2 orang akan tahu. Akar dari semua hirukpikuk yg tak perlu ini akan terbongkar. Ada kepalsuan.

15.Jika saya baca ulang piagam #KOALISI yg dittd oleh PKS dan PD memang terlalu ideal. Sebuah kerja terobosan akan segera digelar.

(Piagam Koalisi antara PKS dan PD silahkan baca disini-red)

16.Komunikasi sebagai kunci dibuat dalam 3 wilayah (parpol, parlemen, kabinet). Jika berjalan pemerintahan #KOALISI pasti solid.

17.PKS-lah yg menggagas konsep ini sejak awal sehingga PD memang lebih banyak setuju. Tapi memang rupanya banyak masalah.

18.PKS tentu juga ingin membicarakannya tetapi memang memerlukan tingkat kedewasaan tertentu. Dan dewasa adalah kunci #KOALISI bkn kuasa.

19.Sekarang, kedewasaan #KOALISI harus diupayakan sampai ujung. Sebab hadirnya pemerintahan yg kuat sedang kita butuhkan.

20. Tetapi terpulang kepada pemimpin #KOALISI-nya (siapa ya??) apakah mau kuat atau lemah. Bagi PKS nothing to lose!

21.Penegasan ketua majelis syuro #UstadzHilmi bahwa #KOALISI bercita2 membangun kemajuan bangsa dan bukan bagi2 kuasa itu penting.

22.Sebagian elit #KOALISI merasa bahwa karena sudah di kasi jabatan di #Kabinet maka harus diam menerima keputusan(ini transaksional sekali).

23.Buat PKS, karena jabatan itu amanah, maka amanah juga ada di luar kekuasaan. Jadi persepsi transaksional itu perlu dibongkar dr #KOALISI

24.Amanah dalam kekuasaan itu PKS terima sebagai konsekwensi dari kontrak awal karena PKS adalah partai pengusung SBY.

25.Karena itu, tidak pernah terpikir oleh PKS bahwa 4 kursi menteri itu adalah "hadiah" tetapi amanah #KOALISI yg profesional&harus sukses.

26.Itu sebabnya PKS me-nonaktifkan semua menteri dari struktur agar komunikasi SBY dengan mereka profesional.

27.Mentradisikan profesionalisme kabinet itu penting supaya jgn setiap keributan di DPR (yg memang tempat ribut) menganggu kabinet.

28.Tapi, PD malah memakai ancaman reshuffle sebagai senjata. Setiap ada keributan di DPR dia bilang "mau reshuffle!".

29.Kita lihat saja apa yg akan terjadi. Dlm mukernas ini, PKS tidak membahas soal #KOALISI karena tema kami "bekerja untuk Indonesi".

30.SBY harusnya biarkan orang sibuk. Biarlah DPR sibuk berdebat, Kabinet dan pemda sibuk bekerja dan penegak hukum sibuk mengawasi.

"Negeri ini dirusak oleh 2 tipe orang : pemikir yg tak kerja & pekerja yg tak mikir"

*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Anis Matta: Mukernas Momentum PKS Tinggal Landas

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bakal menjadikan 2011 sebagai tahun kesiapan tinggal landas. Selain mengoptimalkan pemberdayaan sosial, target politik tinggal landas PKS adalah mengajukan calon presiden pada Pemilu 2014.

Sekretaris Jendral PKS Anis Matta mengatakan, musyawarah kerja nasional (mukernas) yang digelar di Yogyakarta pada 24-27 Februari 2011 menjadi momentum untuk tinggal landas. "Musyawarah ini adalah puncak dari konsolidasi yang digarap sepanjang 2010, dan sudah kami selesaikan di awal 2011 ini,” kata Anis Matta.

Semua persoalan internal sudah bisa diselesaikan dalam 2011 ini. “Setelah internal selesai, kami akan take off (lepas landas—Red), siap bekerja lebih banyak untuk masyarakat,” tegas Anis. Ibaratnya, sebut dia, 2010 adalah turun mesin setelah kerja politik terkait Pemilu 2009, dan saat ini sudah siap berlaga ke arena yang lebih luas.

Terkait dengan rencana lepas landas tersebut, Anis mengatakan, 16 butir program rencana aksi PKS sudah disiapkan. Rencana tersebut akan diluncurkan dalam mukernas di Yogyakarta ini.

Salah satu fokus dari rencana aksi itu, menurut Anis adalah peningkatan kapasitas pelayanan sosial. Selama ini, program pelayanan sosial sudah menjadi program PKS, tambah dia, tetapi akan lebih diperkuat dan diperluas jangkauannya. Salah satu upayanya adalah pendirian 100-an lembaga swadaya masyarakat baru yang menangani layanan sosial.

Pembangunan kapasitas kader pemimpin di internal partai, sebut Anis, juga menjadi fokus dari rencana aksi PKS. Kerja sama dengan partai politik di negara lain pun diperkuat. Yang sudah terjalin adalah kerja sama dengan partai politik di Inggris, dan segera menyusul dengan partai politik di Cina.

Fokus besar lain dari rencana aksi PKS, tambah Anis, adalah pembangunan bangsa, yaitu dengan menggarap sektor usaha kecil dan menengah. PKS menargetkan satu juga usaha dengan kategori modal berkisar Rp 5-20 juta akan tumbuh dari inisiatif dorongan partai ini.

Khusus untuk politik, Anis mengatakan, tinggal landas PKS akan tecermin dari niat mereka untuk mengajukan calon presiden dalam Pemilu 2014. “Kami sudah jauh lebih siap.”

Sebelumnya, Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq mengatakan, setelah konsolidasi internal selesai, langkah PKS ke depan adalah konsolidasi dengan umat. "Konsolidasi sosial dan menyelesaikan kesalahpahaman umat tentang partai ini," kata dia saat bertandang ke Republika.

*sumber: Republika
*posted: pkspiyungan.blogspot.com

PKS Adakan Seminar Nasional Keumatan

Reporter: Abuhasan Surhim*
Untuk mewujudkan persatuan umat, para pemimpin dan ulama hendaknya menyamakan dahulu persepsi mereka. Ketika seluruh pemimpin telah menyamakan visi, misi serta persepsi, maka umat dan pengikutnya akan menuruti titah dari pemimpin tersebut.

"Kalau ingin bersatu ya persamakan dulu persepsi pemimpinnya. Kalau pemimpin sudah bersatu maka tidak mungkin umatnya tak menurut," ucap Prof DR KH Ali Musthofa Ya'qub, Imam Besar masjid Istiqlal pada Seminar Nasional Keumatan sebagai rangkaian Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PKS di Gedung Mandala Bhakti Wanitatama, Jumat (25/2).

Ali kemudian mengambil contoh kasus, persoalan penetapan Hari Raya Idul Fitri selalu muncul beberapa versi dan tidak pernah bisa sama. "Ini luar biasa sekali, karena beda lebaran itu hanya terjadi di Indonesia. Di Malaysia, Brunei, Pakistan dan negara-negara Islam semuanya kalau lebaran bersatu," imbuhnya. "Inilah potret pemimpin-pemimpin Islam Indonesia, ngurusi lebaran saja gak rampung-rampung," sesal Imam Istiqlal.

Sementara Wakil Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, DR Hamim Ilyas menyatakan salah satu upaya solusi penyatuan umat adalah dengan penyatuan kalender Islam (penanggalan hijriyah) yang berlaku internasional. Upaya ini telah dan sedang dilakukan dengan dibentuknya Tim Kerja Pengkajian Perumusan Kalender Islam di bawah tanggung jawab ISESCO (Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization) suatu badan dari OKI (Organisasi Konferensi Islam).

Sedangkan dari Dewan Syari'ah PKS, KH Surahman Hidayat menyatakan diantara wasilah syar'iah untuk memperkuat arah menuju kesatuan umat adalah memperbanyak shilaturrahim pemimpin ummat.

"Dewan Syariah PKS terus menerus melakukan silaturahim dengan ormas-ormas Islam. Di akhir tahun 2010 kami berkunjung ke Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah yang salah satu tindaklanjutnya adalah digelarnya seminar kali ini," ungkap beliau.

Sedangkan salah upaya praktis dalam penyatuan ummat melalui bersatunya waktu Idul Fitri atau Idul Adha maka Dewan Syariah PKS menyarankan agar semua pihak qana'ah untuk tidak memutlakkan metode yang dipilih. Dengan penerimaan semua pihak bahwa hasil ru'yat ada kemungkinan keliru demikian pula kesimpulan hisab mempunyai ruang untuk kemungkinan tidak akurat. "Penerimaan demikian menjadi penting, bukan saja untuk membuka wilayah toleransi (tasamuh) tetapi juga untuk membuka ruang sinerji (ta'awun) antara kedua metode untuk mencapai kesatuan ummat dalam hari raya," tegasnya.



Dalam guyuran hujan lebat, seminar yang diikuti ratusan peserta ini berakhir sekitar jam 16.00 WIB. Antusiasme peserta yang sampai tak tertampung tempat duduk hingga sebagian mereka lesehan di lantai menunjukkan bahwa tema dan upaya mewujudkan persatuan ummat adalah kebutuhan yang penting dan mendesak. Walaupun seminar ini belum bisa menyelesaikan beraneka problem perpecahan yang melanda ummat, namun upaya-upaya penyatuan ummat jangan sampai ditinggalkan, sekecil apapun.

*sumber: pkspiyungan.blogspot.com

PKS Siap Gandeng Tokoh Luar

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan siap menggandeng tokoh dari luar PKS untuk bersama-sama membangun bangsa. Mereka akan bersama-sama bekerja bagi kemaslahatan masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, dalam pidato politik Pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PKS, Kamis (24/2) malam. Tema yang diangkat dalam Mukernas PKS kali ini adalah `Bekerja untuk Indonesia'.

Kata Luthfi, tema tersebut ditetapkan sebagai semboyan PKS hingga 2015. "Ini menegaskan karakter PKS adalah partai yang terus bekerja dari waktu ke waktu, untuk kemaslahatan bangsa dan negara," ujar dia.

Tetapi, Luthfi menegaskan bahwa dalam bekerja untuk Indonesia ini, PKS tidak akan bisa sendirian. "Terlalu banyak persoalan untuk diselesaikan," kata dia.

PKS menyatakan siap menggandeng tokoh-tokoh kredibel, profesional, dan istiqamah, sekalipun tidak berasal dari PKS untuk bersama membangun Indonesia. Tapi, tegas dia, cita-cita ideal ini memang baru bisa terwujud jika PKS menjadi tiga besar dalam Pemilu 2014.

Untuk membangun Indonesia, tegas Luthfi, perlu bergandeng tangan seluruh komponen masyarakat. "Inilah makna dari keterbukaan Partai Keadilan Sejahtera," ujar dia lantang.

Dalam pidato politik itu, Luthfi juga mengatakan, PKS siap menjadi partai politik pertama yang memenuhi ketentuan UU Partai Politik terbaru untuk mengikuti Pemilu 2014. PKS juga menegaskan konsistensi sikap politik mereka. "Dalam peta partai politik di Indonesia, PKS (telah) menjadi partai pertama yang menuntaskan konsolidasi organisasi dan siap diverifikasi sebagai peserta Pemilu 2014," kata Presiden PKS itu.

PKS juga telah telah menyiapkan Rencana Kerja Strategis Partai 2010-2015 dan Rencana Program Kerja 2011. Rencana strategis dan program kerja itu, kata Luthfi, akan disosialisasikan ke seluruh pengurus partai sampai ke tingkat daerah dalam musyawarah kali ini.

Dalam orasi politik itu, Luthfi menyatakan bahwa PKS akan selalu istiqamah dalam kebenaran dan amar ma'ruf nahi munkar. "PKS menghindari sikap `pagi kedelai, sore tempe'. Pagi hari bicara A, sore hari bicara B," ujar dia.

PKS harus meneguhkan eksistensi di tengah-tengah masyarakat. Hal ini karena PKS bukan lagi partai kecil sehingga setiap gerak langkahnya, ditunggu dan menjadi perhatian masyarakat. "PKS harus selalu berani menunjukkan jati dirinya," ungkapnya.

Karena itulah, ujar Luthfi, PKS harus menghindari perilaku gajah kalingan suket atau gajah sembunyi di rumput. "Atas dasar prinsip inilah PKS dalam sikap politiknya mendukung hak angket kasus Bank Century, dan terakhir hak angket kasus Mafia Pajak," kata dia.

Selain masalah politik, PKS juga memberikan sorotan terhadap problem sosial yang kini menghinggapi Indonesia. Yaitu, terpotret dalam wajah kekerasan, penyakit sosial, hingga meningkatnya bunuh diri.

"Program kaderisasi dan pembinaan umat menjadi program strategis dan unggulan PKS untuk empat tahun ke depan," kata Luthfi. Kaderisasi dan pembinaan ini bertujuan melahirkan manusia Indonesia yang bermoral, cerdas, dan berdaya guna.

Pembukaan Mukernas, kemarin malam, dibuka oleh Luthfi Hasan bersama Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X. Sultan memasuki ruangan berdampingan dengan Ketua Majelis Syura PKS Hilmi Aminuddin. Musyawarah ini diikuti sekitar 2.500 pengurus PKS dari pusat sampai daerah bahkan luar negeri, dan dijadwalkan berlangsung 24-27 Februari 2011.

Sultan, dalam sambutan sebelum turut membuka Mukernas PKS, mengatakan prinsip keadilan dan kesejahteraan yang melekat di PKS adalah modal yang saat ini sangat dibutuhkan bangsa Indonesia. Apalagi, tambah dia, adil itu lebih dekat dengan takwa.

Partai politik seharusnya berfungsi sebagai elemen integrasi dan semen perekat bangsa. "(Sekarang adalah) tantangan (bagi) seluruh partai untuk merumuskan kembali platform. Keadilan dan kesejahteraan dipastikan tak tergantikan. Bangsa ini patut diingatkan sejarah runtuhnya bangsa-bangsa selalu karena ketidakadilan," kata Sultan menegaskan.

Ia meminta parpol mengakar ke rakyat. Pemahaman demokrasi juga tak pernah tunggal. "Demokrasi bukan tujuan, tapi cara untuk mencapai tujuan. Dalam prosesnya, Indonesia masih berada di tataran demokrasi prosedural.

*sumber: Republika (25/2/11)
*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Peserta Mukernas PKS Geruduk Malioboro


Yogyakarta - Setelah menjalani aktifitas seharian yang penat, sebanyak kurang lebih 2500 peserta mukernas PKS geruduk malioboro untuk makan di lesehan sepanjang jalan Malioboro Yogyakarta (25/2). Acara makan di lesehan tersebut juga di hadiri oleh Presiden PKS dan seluruh jajaran pengurus DPP PKS.

Hadir pula 4 Menteri dan 2 Gubernur yang berasal dari PKS. Sebagaimana disampaikan oleh penanggungjawab acara Budi Wiyarno kepada www.today.co.id, bahwa ribuan peserta Mukernas berbondong-bondong menyerbu Malioboro.

"2500-an peserta Mukernas mengikuti jadwal untuk makan bersama presiden PKS dan para pejabat dari PKS. Peserta dibagi dalam dua gelombang, sore dan malam. Hal tersebut dilakukan karena lesehan tidak cukup menampung peserta yang berjumlah ribuan," papar Budi, di arena kegiatan, Jumat (25/2/2011).

Menurut Budi, tujuan digelarnya acara tersebut adalah untuk mengenalkan Malioboro kepada peserta Mukernas seluruh Indonesia. Disamping untuk sosialisasi PKS kepada warga Yogyakarta, acara tersebut diselenggarakan untuk mensosialisasikan gerakan nasional PKS 'Menumbuhkan UMKM' di seluruh Indonesia.

Antri peserta Mukernas untuk mengikuti acara makan lesehan, diwarnai hujan rintik-rintik yang terus mengguyur dari siang hari. Namun, antusiasme peserta yang belum pernah ke Malioboro, membuat acara tersebut tetap meriah.

Banyaknya peserta yang menyerbu lesehan Malioboro, membuat jalan menuju keraton tersebut memutih oleh pakaian yang dikenakan oleh peserta Mukernas.** (sumber: www.today.co.id)

*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Hilmi Aminuddin: Jogja Memang Istimewa

Jumat, 25 Februari 2011

[detik.com]- Dipilihnya Kota Yogyakarta sebagai tempat diselenggarakannya Mukernas PKS bukan sembarangan. PKS memilih Kota Gudeg itu sebagai bentuk dukungan terhadap Provinsi DIY dalam memertahankan eksistensi keistimewaan DIY.

"Yogyakarta dipilih sebagai tempat diadakannya Mukernas PKS bukanlah pilihan yang sembarangan. Ini juga untuk mendukung DIY dalam mempertahankan eksistensi DIY," ungkap Hilmi dalam sidang Mukernas di Hotel Sheraton Mustika di Jl Solo - Yogyakarta, Jumat (25/2/2011).

Menurut Hilmi, dukungan terhadap keistimewaan DIY juga sebagai bentuk ungkapan akan kenangan PKS terhadap usaha dan langkah (alm) Sri Sultan Hamengku Buwono IX dalam memersatukan NKRI dengan cara mewakafkan seluruh tanah di Yogyakarta untuk dijadikan wilayah Republik.

Selain itu, lanjut dia, alasan lain dipilihnya Yogyakarta adalah untuk memberikan semangat, empati dan simpati terhadap masyarakatnya yang baru saja terkena bencana alam erupsi Merapi pada bulan November tahun lalu. Hal ini sekaligus menunjukkan kepada masyarakat luar bahwa Yogyakarta aman untuk dikunjungi.

"Kita juga berupaya meringankan beban derita para korban dengan mendirikan posko-posko serta membangkitkan kembali perekonomian Yogyakarta yang sempat lumpuh akibat erupsi. Adanya ribuan warga PKS di Yogya selama beberapa hari ini juga akan membantu perekonomian masyarakat Yogya," katanya.

Hilmi juga menyayangkan saat Merapi bergejolak dan warga Yogyakarta masih dalam suasana duka, namun ada pihak-pihak yang tega mengotak-atik keistimewaan DIY. Sampai saat ini, PKS tetap mendukung aspirasi masyarakat DIY dan Sultan sebagai pemimpin.

"Demokrasi itu merupakan suara rakyat, dan suara rakyat merupakan legitimasi, maka dari itu PKS akan terus mendukung. Dukungan PKS itu didasari dari masyarakat Yogya yang menghargai nilai sejarah," katanya.

Dia menambahkan, PKS tetap akan menjadi partai moderat yang tidak memihak ke kanan atau ke kiri. Sebab bila menjadi ekstrim akan hancur terlindas yang lain. Ketidakberpihakan ke kiri atau ke kanan itu merupakan sebuah perekat dan akan mampu menjaga keseimbangan.

"Tidak ke sayap kanan atau sayap kiri, tapi kalau begitu ekstrim kita akan hancur dilindas oleh orang lain. Ketidakberpihakan itu bisa menjadi penjaga keseimbangan. Memiliki tubuh besar tidak apa-apa, asalkan seimbang, tidak berat sebelah sehingga continuity pekerjaan dapat berjalan," pungkas Hilmi yang menargetkan PKS masuk 3 besar, tetapi tidak harus nomor tiga.***

*sumber: detik.com
*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Mukernas: 2014, PKS Targetkan Masuk Tiga Besar


[KOMPAS] - Partai Keadilan Sejahtera meneguhkan target meraih posisi tiga besar dalam pemilihan umum 2014. Peneguhan target ini ditegaskan dalam Musyawarah Kerja Nasional II di Yogyakarta, Kamis (24/2/2011) malam.

"Perolehan kursi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di lembaga legislatif semakin bertambah setiap tahunnya, dan ini menunjukkan bahwa formula kaderisasi yang dilakukan PKS sudah tepat, sehingga kami berkeinginan untuk bisa meraih tiga besar dalam pemilihan umum mendatang," kata Luthfi (Presiden PKS).

Menurut dia, masuk menjadi tiga besar dalam pemilihan umum mendatang akan mampu menjadikan PKS sebagai kekuatan penyeimbang, sehingga bisa memberikan konstribusi yang maksimal bagi kemajuan Indonesia.

Pada saat partai politik ini mengikuti pemilihan umum untuk pertamakalinya, kata dia, PKS meraih tujuh kursi di DPR RI, dan menempatkan seorang kadernya di kabinet. Kemudian meningkat menjadi 45 kursi dan tiga menteri saat berada di bawah kepemimpinan Hidayat Nur Wahid.

"Perolehan kursi di DPR pun kembali bertambah menjadi 57 kursi, serta empat kader di kabinet saat dipimpin Tifatul Sembiring," katanya.

Saat ini, menurut dia, PKS sudah berada di seluruh provinsi di Indonesia, dan berada di 80 persen lebih kota maupun kabupaten, serta lebih dari 60 persen di masing-masing kecamatan dari kota atau kabupaten itu.

"Sehingga kami yakin bahwa PKS siap menjadi partai pertama yang siap diverifikasi untuk maju dalam pemilihan umum 2014," katanya.

Untuk menyongsong pemilihan umum tersebut, maka target dalam waktu dekat adalah menambah satu juta kader pada 2011, serta terus mengokohkan pola manajemen organisasi kepartaian. "Perlu juga diingat, bahwa masuk menjadi tiga besar belum tentu berada di urutan ketiga," katanya.

Pembukaan

Acara pembukaan Mukernas II PKS berlangsung dalam balutan kebudayaan yang menjadi ciri khas Yogyakarta, seperti penampilan tarian ciptaan Sri Sultan Hamengku Buwono I yaitu Beksan Lawung Ageng, penampilan kelompok hip hop yang terkenal dengan lagu keistimewaan untuk DIY, dan tarian Anoman Obong. Sejumlah anggota panitia mengenakan pakaian khas Yogyakarta yaitu surjan dan blangkon.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X membuka Mukernas II PKS yang mengusung tema "Bekerja untuk Indonesia" itu.

Sultan menyambut baik Mukernas II PKS digelar di Yogyakarta, karena menurut dia akan mampu membangkitkan perekonomian dan pariwisata daerah ini yang sempat terpuruk akibat bencana erupsi Gunung Merapi pada Oktober-November 2010.

"Melalui mukernas II ini, PKS secara tidak langsung bisa menggerakkan pariwisata di Yogyakarta yang berbasis kerakyatan, mulai dari kuliner, pasar tradisional hingga ke pedagang cenderamata khas Yogyakarta," katanya.

Sultan juga berharap PKS sebagai partai dengan misi keadilan mampu menunjukkan konstribusi yang nyata bagi tegaknya keadilan dan kebenaran di Indonesia, serta menegakkan hak asasi manusia (HAM), terlebih dengan adanya sejumlah kasus kekerasan bernuansa agama, belum lama ini.

*sumber: Kompas.com
*posted: pkspiyungan.blogspot.com

PKS Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia


Musyawarah Kerja Nasional Partai Keadilan Sejahtera di Yogyakarta, 24 hingga 26 Februari 2011 merupakan konsolidasi internal untuk menegaskan karakter partai yang terus bekerja bagi kemaslahatan bangsa dan negara Indonesia.

Pembukaan Mukernas II PKS di Hotel Sheraton Yogyakarta, Kamis malam yang dilakukan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X ini, dihadiri Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dan Sekjen PKS Anis Matta, beberapa anggota DPR RI kader PKS dan para ketua DPW dan DPD PKS se Indonesia, serta anggota DPRD kader partai ini dari provinsi dan kabupaten/kota.

Selain itu, juga hadir Menteri Sosial Salim Segaf Al jufri, Menkominfo Tifatul Sembiring, dan Menristek Suharna Suryapranata, Ketua Dewan Syuro PKS Hilmi Aminuddin, Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Untung Wahono, Ketua Dewan Syariah Pusat Surahman Hidayat, serta Hidayat Nur Wahid.

Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya mengatakan kader PKS merupakan kader yang militan.

"PKS sebagai partai putih mampu memberikan kontribusi bagi bangsa, sehingga mampu mencerahkan kehidupan berbangsa," katanya.

Menurut Sultan, Mukernas II PKS di Yogyakarta ini diharapkan memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara melalui pemikiran-pemikiran dan karya-karya nyata.

"Dari mukernas ini juga menunjukkan kepedulian PKS terhadap masyarakat Yogyakarta yang terpuruk akibat bencana erupsi Gunung Merapi, khusunya sektor pariwisata," katanya.

Dengan banyaknya kader PKS yang hadir dalam mukernas ini, kata Sultan akan menggairahkan kembali sektor pariwisata, usaha perhotelan, kuliner, pasar tradisional maupun pasar cenderamata.

Sedangkan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dalam sambutannya mengatakan tema Mukernas II ini sekaligus menjadi semboyan PKS hingga 2015, yakni "Bekerja untuk Indonesia".

Menurut dia, semboyan ini menegaskan bahwa karakter PKS adalah partai yang terus bekerja dari waktu ke waktu untuk kemaslahatan bangsa dan negara.

"Terlalu banyak persoalan yang dihadapi bangsa ini, sehingga tidak mungkin PKS bekerja sendirian, kita harus bergandengan tangan dengan komponen lain untuk membangun Indonesia dan bahu membahu mewujudkan cita-cita bersama menciptakan masyarakat yang madani," katanya.

Menurut dia, sebagai partai dakwah yang terus mendapatkan dukungan dari masyarakat Indonesia dan kerja nyata semakin banyak dirasakan manfaatnya, PKS harus terus meneguhkan eksistensi dan perannya di masyarakat.

"Atas dasar inilah PKS dalam sikap politiknya mendukung hak angket kasus Century dan hak angket kasus mafia pajak," katanya.

Ia mengatakan secara khusus mewakili PKS menyampaikan di hadapan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan warga masyarakat Yogyakarta bahwa berdasarkan pertimbangan sosiohistoris, politis, dan memperhatikan aspirasi masyarakat Yogyakarta, maka DPP PKS melalui Fraksi PKS di DPR RI mendukung sepenuhnya gagasan penetapan Sri Sultan dan Paku Alam sebagai gubernur dan wakil gubernur DIY. (V001/M008/K004)

*)http://www.antaranews.com/news/247570/mukernas-pks-tegaskan-semboyan-bekerja-untuk-indonesia


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Sambutan Sri Sultan pada Pembukaan Mukernas PKS

Kamis, 24 Februari 2011

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Yang saya hormati Ketua Majlis Syuro PKS,
Yang saya hormati Presiden PKS beserta pengurus DPP,
Yang saya hormati Ketua dan Pengurus DPW PKS se-Indonesia,
Para kader, para simpatisan PKS yang saya hormati bapak-bapak ibu-ibu hadirin segenap peserta mukernas PKS yang militan.

Marilah kita tundukan kepala dan tengadahkan tangan seraya mengucap puji syukur ke hadirat Allah SWT karena hanya atas izinNya jualah kita bisa bertatap muka dan berdialog dalam acara pembukaan mukernas PKS malam hari ini.

Dengan memilih Yogyakarta sebagai ajang mukernasnya menunjukkan bahwa PKS telah berbuat untuk Yogyakarta, dengan turut menggerakkan pariwisata Yogyakarta yang berbasis kerakyatan. Karena kebanyakan peserta mukernas mungkin menginap di rumah penduduk atau di hotel-hotel melati, maka dampaknya langsung dirasakan oleh UKM yang bergerak di sektor penginapan, jasa kuliner, pasar tradisional, atau warung-warung dan art shop kecil yang menjual kaos atau cinderamata khas Yogyakarta.

Dengan skala nasional dengan motto “Berbuat untuk Indonesia”, sebagai partai yang menyandang misi keadilan, PKS dalam kiprahnya juga telah menunjukkan kontribusinya yang dibuktikan dengan gigih telah berupaya turut menegakkan keadilan dan kebenaran.

Karena agenda utama PKS adalah menegakkan HAM dan kebebasan beragama, hal ini sungguh tepat untuk meredam kekerasan yang bernuansa agama yang akhir-akhir ini merebak kembali. Karena memang berlaku adil itu lebih dekat dengan taqwa.

Oleh sebab itu tidaklah mengherankan jika PKS pernah menyerukan agar bangsa ini bertingkah arif penuh damai, dan menyalurkan aspirasi dengan etika demokrasi tidak dengan menunjukkan arogansi. Pernyataan ini dalam situasi maraknya amuk masa seperti akhir-akhir ini sungguh menyejukkan suasana.

Saat inilah tepat untuk menjadikan partai politik elemen integrasi dan semen perekat persatuan bangsa dengan menguatkan tali silaturohmi antar sesama.

Hal ini merupakan tantangan seluruh partai untuk merumuskan kembali platform perjuangannya. Keadilan dan kesejahteraan bisa dipastikan adalah pilihan yang tak tergantikan bagi PKS untuk dijadikan platformnya.

Bangsa ini patut diingatkan sejarah runtuhnya bangsa-bangsa selalu disebabkan oleh tiadanya keadilan. Keadilan yang berjalan seiring dengan kesejahteraan adalah jaminan keberlangsungan bangsa ini kedepan.

Bukankah revolusi Mesir disebakan oleh sepotong roti? Protes besar-besaran rakyat Mesir itu karena soal keadilan dan kesejahteraan. Dalam soal ekonomi terkait dengan melambungnya harga-harga bahan pokok dan tersumbatnya rasa keadilan masyarakat. Kondisi ini patut menjadi perenungan elit politik kita.

Bapak ibu hadirin sidang mukernas PKS yang diridhoi oleh-Nya,

Partai politik merupakan bagian yang inhern dalam proses demokratisasi di Indonesia. Namun perlu diperhatikan bahwa partai politik bukan sekedar organisasi yang memiliki hubungan terbatas dengan konstituennya.

Masa hidup partai politik tidak bergantung pada masa jabatan atau pada masa hidup para pemimpinnya. Ia harus mampu eksis dan berakar kuat dalam masyarakat, dengan melakukan kegiatan yang aspiratif memasyarakat.

Dalam konteks politik, aspirasi rakyat terakumulasi menjadi kehendak rakyat. Lalu bagaimanakah kita bisa membaca dan mengelola kehendak rakyat itu secara benar tanpa distorsi?

"Suara rakyat adalah suara Tuhan" adalah adagium demokrasi yang menyebut betapa pentingnya suara rakyat dalam melakukan penataan hubungan antara negara dengan masyarakat.

Demokrasi sendiri merupakan jembatan untuk melakukan penataan dengan menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi, atau secara harfiah diartikan kekuasaan ada di tangan rakyat.

Untuk menggambarkan suatu proses emansipatoris dalam menentukan hal-hal dalam dokumen publik, demokrasi mengharuskan untuk mencermati wacana demokrasi yang pemahamannya tidak pernah tunggal. Amerika yang merupakan contoh tumbuhnya demokrasi menyebut sedang belajar berdemokrasi.

Tetapi demokrasi bukanlah tujuan. Demokrasi adalah cara untuk mencapai tujuan. Dalam prosesnya, dinilai Indonesia masih berada dalam tataran demokrasi prosedural karena belum mencerminkan keadilan dan kesejahteraan sebagaimana diperjuangkan oleh PKS.

Dalam kehidupan demokrasi yang otentik, suara rakyat ditempatkan pada posisi tertinggi. Celakanya sekarang ini, idiologi kerakyatan itu berubah menjadi adagium baru politik uang: “suara rakyat suara uang”.

Dalam hal ini, PKS yang dikesankan sebagai partai putih yang dinilai belum terkontaminasi oleh dampak negatif politisasi hitam diharapkan dapat memberi kontribusi guna membalikkan kondisi politik yang buram itu menjadikan politik itu sesuatu yang mencerahkan bagi kehidupan berbangsa.

Bapak ibu sidang mukernas PKS yang diridhoi oleh-Nya,

Dengan harapan seperti itulah, pemerintah propinsi DIY menyampaikan ungkapan rasa syukur atas digelarnya mukernas PKS hari ini. Semoga PKS tetap menjadi partner dan progresnya rakyat dalam menyikapi berbagai masalah sosial, politik, agama dan budaya.

Semoga pula hasil mukernasnya memberikan manfaat tidak terbatas bagi kalangan internal partai saja, tetapi sesuai mottonya “Berbakti untuk Indonesia” juga meluas demi kepentingan dan manfaat seluruh bangsa Indonesia.

Akhir kata, semoga Allah SWT berkenan melimpahkan taufik serta hidayah-Nya bagi kesejahteraan bangsa Indonesia yang berkeadilan, saya ucapkan selamat bermusyawarah bagi kepentingan bangsa. Sekian terimakasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO X

---
NB: Transkrip teks ini adalah hasil rekaman audio oleh admin blog PKS Piyungan yang turut meliput acara Pembukaan Mukernas PKS

*sumber: pkspiyungan.blogspot.com

Bekerja Untuk Indonesia, Mukernas PKS Dibuka di Yogyakarta


[detik.com] - Malam ini, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Yogyakarta. Mukernas dihadiri oleh kurang lebih 3.500 kader PKS seluruh Indonesia.

Dalam acara pembukaan Mukernas yang dilakukan di Ballroom Hotel Sheraton Yogyakarta, Kamis (24/2/2011) ini, hadir Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dan Sekjen PKS Anis Matta, serta seluruh anggota DPR yang merupakan kader PKS dan Ketua DPW dan DPD PKS se-Indonesia, serta aggota dewan dari provinsi dan kabupaten/kota.

Kemudian turut hadir Menteri Sosial Salim Segaf Al jufri, Menkominfo Tifatul Sembiring, dan Menristek Suharna Suryapranata. Dan juga Ketua Dewan Syuro PKS Hilmi Aminuddin, Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Untung Wahono, Ketua Dewan Syariah Pusat Surahman Hidayat, serta Hidayat Nur Wahid.

Dalam pembukaan Mukernas yang mengambil tema 'Bekerja Untuk Indonesia' ini, hadir pula Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Sebelum acara pembukaan dimulai, peserta mukernas disuguhi kesenian tradisional dari warga lereng Merapi, penampilan dari Hip Hop Chair Foundation, kemudian juga tari Beksan Lawong Ageng karya Sri Sultan Hamengkubuwono I.

Saat ini masih berlangsung pidato dari Presiden PKS. Sementara Sri Sultan sendiri dalam sambutannya, sempat memuji dengan menyebut kader PKS sebagai kader yang militan.

Selain itu, Sri Sultan juga menyebut PKS sebagai partai putih yang mampu memberikan kontribusi bagi bangsa sehingga mampu mencerahkan kehidupan berbangsa.

Meskipun cuaca Yogyakarta tengah diguyur hujan, namun tak menyurutkan niat para kader PKS untuk menghadiri mukernas ini. Sebagian besar peserta yang mengenakan seragam PKS yang didominasi warna putih, membuat suasana ballroom Hotel Sheraton yang dipenuhi dengan bendera dan atribut PKS ini memutih.

*posted: pkspiyungan.blogspot.com

DPR, Kekuasaan, dan Mafia Pajak


"...ini akan memunculkan kesan kuat bahwa upaya perbaikan akan selalu kalah oleh jaringan konspirasi terorganisasi dengan dukungan kekuasaan dan para anggota mafia yang memiliki kekuatan pendanaan..."
---
Oleh: Laode Ida
(Wakil Ketua DPD RI)

Rapat Paripurna DPR, Selasa (22/2) malam, berakhir dengan ”kemenangan tipis” pihak berkuasa. Voting terbuka atas usul hak angket untuk mengusut mafia pajak ditolak dengan posisi 266 (Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, Gerindra, dan Partai Kebangkitan Bangsa minus Lili Wahid dan Effendy Choirie) berbanding 264 suara (Golkar, PDI-P, Partai Keadilan Sejahtera, dan Hanura).

Dengan hasil itu, upaya untuk secara terbuka membongkar para mafioso dan jaringannya yang hingga kini masih terus memperkaya diri dengan menggerogoti sumber pendapatan negara telah terbendung oleh kekuatan politik yang ditopang kuat barisan istana.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pastilah sedikit lega dengan dihentikannya manuver dari sebagian politisi Senayan itu.

Soalnya, kalaupun selanjutnya kasus mafia pajak ditangani oleh DPR (melalui panitia kerja atau panja-ed), dampak atau pengaruh politiknya pastilah tak sedahsyat melalui pansus hak angket yang bisa setiap saat mengganggu ”kenyamanan tidur” pihak penguasa, seperti yang pernah terjadi pada kasus hak angket Bank Century.

Maklum, skenario selanjutnya hanya akan ditangani oleh panitia kerja yang biasanya hanya terkait dengan urusan teknis dan rekomendasi kebijakan yang tindak lanjutnya bergantung pada derajat keseriusan pemerintah.

Mengundang kecurigaan

Sikap politik pihak Presiden Yudhoyono yang menolak pembentukan pansus hak angket mafia pajak pantas dipertanyakan. Sebab, yang semula menginisiasi atau menyuarakan perlunya kasus mafia pajak—bagian dari dampak pemeriksaan dan pernyataan Gayus Tambunan—adalah Partai Demokrat (PD). Akan tetapi, justru PD yang kini ngotot menolak.

Pertama, bisa jadi anggota Fraksi PD yang mendorong agar kasus mafia perpajakan diangkat menjadi hak angket DPR memang semula berniat baik membongkar kejahatan para mafioso yang rapi berjejaring dengan para penyelenggara negara.

Apalagi sedikit didorong oleh pernyataan Gayus Tambunan dan Staf Khusus Presiden Denny Indrayana yang mengisyaratkan beberapa perusahaan milik Ketua Umum Partai Golkar (Aburizal Bakrie) diduga mengemplang pajak.

Namun, sikap politik mereka dikoreksi oleh pimpinan partai yang lebih paham jejaring mafia pajak selama ini yang kemungkinan menyerempet elemen-elemen kekuasaan. Apabila diteruskan, hak angket justru bisa menjadi bumerang di samping menciptakan instabilitas politik yang bisa mengganggu ketenteraman kerja dan bahkan memperburuk citra pemerintahan Presiden Yudhoyono.

Lebih-lebih lagi, ternyata Gayus Tambunan—saat memberikan keterangan pers seusai divonis tujuh tahun penjara— mengaku ada rekayasa oleh Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum dalam penyebutan nama Aburizal Bakrie oleh dirinya.

Kedua, ada kecanggihan dari kalangan mafia pajak yang bermain dan memengaruhi pimpinan parpol tertentu untuk memblokir upaya mengusut tuntas kejahatan itu. Dalam konteks ini, pastilah ada unsur transaksionalnya.

Apalagi memang para pengemplang pajak itu memiliki data tentang keterlibatan jaringan kekuasaan dalam kerja permafiaan, seperti yang pernah diungkap Gayus dan sejumlah pihak lain. Kalau semua ini terungkap, lagi-lagi bukan mustahil berdampak negatif terhadap pemerintahan Yudhoyono.

Negara antiperbaikan

Kalau dugaan kecurigaan ini terjadi, baik pihak penolak usul hak angket maupun penguasa yang mendukung sikap itu telah melindungi para mafia pajak dan jejaringnya di dalam birokrasi dan kekuasaan di negeri ini. Dengan kata lain, negara ini telah secara terbuka bersikap ”antiperbaikan dan antipenyehatan” diri lewat kekuatan di parlemen; sekaligus menghindarkan diri dari upaya perbaikan melalui gerakan dan kebijakan politik.

Sikap politik pihak penguasa seperti itu memang sangat ironis, kontradiktif dengan hakikat pemerintah yang seharusnya mendukung segala upaya penyelenggaraan pemerintahan yang bersih.

Apalagi terkait dengan pajak sebagai sumber utama penerimaan dan pembiayaan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan negeri ini.

Ini berarti, secara langsung atau tidak langsung, di satu sisi akan menghambat upaya pengoptimalan peningkatan penerimaan negara dari sektor pajak (yang berarti juga menghambat penciptaan tercapainya kesejahteraan rakyat) dan di sisi lain membiarkan segelintir elite menimbun kekayaan melalui pengemplangan pajak. Tepatnya, para perusak negara akan dimanja secara politik dan oleh kekuasaan sehingga mereka bisa terus bebas menjalankan kebiasaan buruknya.

Kondisi seperti ini merupakan bagian dari preseden buruk dalam upaya pengelolaan pemerintahan yang baik, sebagaimana selalu dinyatakan Presiden Yudhoyono.

Bukan mustahil hal ini akan memunculkan kesan kuat bahwa upaya perbaikan akan selalu kalah oleh jaringan konspirasi terorganisasi dengan dukungan kekuasaan dan para anggota mafia yang memiliki kekuatan pendanaan. Inilah yang sungguh sangat memprihatinkan.

*sumber: KOMPAS cetak (Kamis, 24/02/11)
*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Emha: Ini Malam Revolusi PKS...!!

Reporter: Abuhasan Surhim*
Emha Ainun Nadjib yang juga dikenal dengan Cak Nun tampil dengan Komunitas Musik Kyai Kanjeng pada acara “Munajat Nasional” dalam rangka Mukernas PKS 2011 di Yogyakarta. Ribuan warga Jogja bersama keluarga besar PKS tumpah ruah memadati Mandala Bhakti Wanitatama yang berubah menjadi arena budaya, pada Rabu malam 23 Februari 2011. Acara dibuka dengan sambutan dari Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq dan dihadiri jajaran DPP PKS.

Emha tampil full tim dengan Kyai Kanjeng dan juga ditemani sang istri, Novia Kolopaking.

“Novia ini sangat beruntung dapat saya…,” ujar Emha yang kontan disambut tawa hadirin.

“Lho, fakta itu kan harus dibalik di depan publik agar pencitraan jadi baik....,” sambung Emha yang makin membuat hadirin terpingkal dengan “kritik halus” ala Emha.


Berikut transkrip cuplikan “orasi” Emha yang sempat saya rekam:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Karena ini PKS, saya akan mengawali dengan ayat dari surat al-Fath. Mudah-mudahan perjumpaan malam hari ini, yang banyak orang heran, bagaimana mungkin Kyai Kanjeng bareng PKS? Itu membatalkan pemetaan politik dan kebudayaan yang terlanjur ada. Tapi malam ini mudah-mudahan menjadi malam kemenangan bagi semua umat manusia, kemenangan bagi seluruh bangsa Indonesia.

(Emha lalu membaca surat Al-Fath ayat 1-3)

(Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. Supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus. Dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat/banyak).

Ada eskalasi kemenangan di dalam ayat itu, saya tidak akan menguraikannya karena itu akan menyinggung perasaan para asatidz PKS, karena mereka pasti lebih tahu dari saya, tapi ada beberapa janji Allah di ayat itu.

Saya langsung saja mengawali dengan rasa syukur bahwa PKS mengundang Kyai Kanjeng. Bukan masalah Kyai Kanjeng pengin tampil, … tapi begini, ini ada seorang teman diantara anda, teman saya dari Arizona AS, Max W….., yang sedang mempelajari dan meneliti politik dan islam di Indonesia. Dia itu tidak faham, kok bisa Emha Kyai Kanjeng ber-acara bareng sama PKS? karena pemetaan yang dia alami selama ini: PKS itu kutub selatan, saya itu kutub utara, atau satu di barat satu di timur. Dan malam hari ini kita bersyukur karena kita bukan di kutub utara, kita bukan di kutub selatan, tapi kita bersama-sama menjadi penghuni katulistiwa. Kan gitu toh?

Kita juga akan menuju satu pemahaman dan proses politik, kebudayaan, peradaban yang Laa Syarkiyyah wa Laa Ghorbiyyah, bukan barat dan bukan timur.

Jadi nanti ustadz Hidayat Nur Wahid dan para petinggi PKS kita mohon maju ke panggung. Dia (HNW) yunior saya di Gontor, jadi saya akan lihat muhadorohnya beliau. Kalo ustadz Hidayat butuh 6 tahun untuk tamat di Gontor saya cukup 2 tahun, karena memang kemampuan mencari ilmunya berbeda (geerrr…..). Itu mengapa Gontor segera mengusir saya keluar, tapi kalau ustadz Hidayat dia harus sampai tamat karena butuh 6 tahun dia baru bisa menjadi pendekar (geerrr…...). “Itu carane wong putus asa membela diri,” sambung Emha disambut riuh.


Emha melanjutkan...

Begini, malam ini kita akan punya obrolan beberapa tema tentang PKS.

Pertama: PKS dan Kesenian

PKS selama ini dianggap punya masalah terhadap kesenian. Nah, malam ini kita akan elaborasi. Dengan beliau (HNW) mengundang Kyai Kanjeng disini, itu berarti sudah khatam majlis tarjihnya PKS, ba’tsul masailnya PKS (Dewan Syariahnya PKS), bahwa musik itu tidak termasuk bid’ah, sebagaimana partai politik juga bukan bid’ah. Nah, saya kira proporsi mengenai fiqih dan ushul fiqih masalah ini sudah beres di PKS sehingga dengan gagah perkasa malam hari ini menghadirkan Kyai Kanjeng. “Dan Kyai Kanjeng akan mendidik PKS agar supaya lebih kurang ajar sedikit….” (geerrr……)

Kedua: PKS dan Nasionalisme

Itu juga masih dicurigai orang. Kita tunjukan malam hari ini, dengan PKS minta saya disini, saya menduga husnudzon PKS ingin menunjukan bahwa PKS itu nasionalis. PKS itu kan sedang bergerak dari kelompok yang mengkhawatirkan dan menakutkan orang lain menjadi kelompok yang diharapkan oleh orang lain. Kan banyak yang cemas pada pemilu kemarin (2009), kan seluruh Eropa dan Amerika takut sama PKS menang. Gimana kalau PKS menang? Nah, pemilu yang akan datang dunia berharap PKS yang menang!

“Yo, tapi klakonmu (kelakuanmu) dirubah. Agak lebih ramah, punya ekspresi kultural, bisa memahami orang tahlilan….,” sambung Emha yang disambut tawa riuh hadirin.

Ketiga: PKS dan non-muslim

Malam hari ini, PKS akan menegaskan bahwa dia pengamal ajaran Muhammad SAW, bahwa muslim adalah yang ucapan dan perilakunya mengamankan semua pihak. Nah, malam ini saya sudah mengundang seorang pendeta dari Semarang dari gereja Isa al-Masih. Nanti kita akan sandingkan dengan ustadz Hidayat Nur Wahid di panggung ini.

Dengan demikian, malam ini adalah pemberitahuan kepada seluruh dunia bahwa PKS bukan orang eksklusif, bukan orang kuper, bukan orang dangkal, dan malam hari ini merupakan revolusi kebudayaan PKS untuk maju kedepan dan memimpin yang lebih baik bagi semua pihak.

(15 menit file aseli rekaman pengantar Emha diatas dapat didonlot disini)


Acara totality sangat luar biasa. Ustadz Hidayat Nur Wahid, ustadz Luthfi, ustadz Sukamta (Ketua DPW PKS DIY) dan Musthafa Kamal (Ketua Fraksi PKS) tampil sepanggung dengan Emha dan Pendeta Rudi yang jauh-jauh dari Semarang antusias hadir di acara PKS.

“Mas Rudi, kamu juga bisa jadi ketua cabang PKS di Semarang….,” canda Emha usai Pendeta Rudi tampil berbicara tentang pentingnya ketulusan dan kebersamaan membangun bangsa.

Di penghujung acara, usai Kyai Kanjeng menyanyikan medley lagu-lagu daerah dari mulai Sabang hingga Merauke, Emha meminta ada hadirin dari PKS untuk tampil di panggung bernyanyi bersama Kyai Kanjeng. Tak diduga, tampillah salah satu hadirin yang ternyata pengurus PKS dari Nusa Tenggara Timur. Dia membawakan salah satu lagu daerah NTT dengan fasih dan lancar, namun kalimat di bait terakhirnya digubah menjadi berbunyi "...PKS.... tetap terbaik…!!!” yang bikin Emha dan Novia geleng-geleng sambil senyam-senyum.

Pukul 23.10 acara berakhir dengan ditutup lantunan do’a oleh ustadz Hidayat Nur Wahid. Do'a untuk kemaslahatan bangsa dan juga kemaslahatan Mukernas PKS yang malam nanti (Kamis, 24/2) akan dimulai.

Selamat ber-mukernas bagi 2500 qiyadah PKS seantero Indonesia dan dunia.

SELAMAT BEKERJA UNTUK INDONESIA!

*sumber: pkspiyungan.blogspot.com

Hilmy Aminuddin: Tak Masalah Menteri PKS Dicopot!

Rabu, 23 Februari 2011


Sidang paripurna DPR terkait pengambilan keputusan usulan hak angket atas mafia pajak menimbulkan komplikasi baru di tubuh koalisi. Sikap Partai Golkar dan PKS yang berbeda dengan koalisi dinilai sebagai pembangkangan. Apa reaksi PKS?

Pasca sidang paripurna DPR, rumor ihwal pencopotan sejumlah pos menteri milik PKS mencuat ke permukaan. Hal ini tidak terlepas dari sikap PKS yang kerap berbeda dengan koalisi.

Ketua Majelis Syura DPP PKS KH Hilmy Aminuddin menegaskan jika pun pada akhirnya empat kursi menteri PKS dicopot presiden, pihaknya sama sekali tak merisaukan.

"Berjuang untuk kepentingan negara tidak mesti di dalam pemerintahan. Jadi tidak ada soal bagi kami," cetusnya kepada INILAH.COM melalui saluran telepon, Rabu (23/2/2011). Berikut wawancara lengkapnya:

Apa landasan sikap PKS terkait dukungan atas usul angket pajak melalui sidang paripurna DPR?

Sikap itu merupakan bentuk tanggungjawab kita kepada masyarakat. Karena sebanyak 70 persen APBN kita dihasilkan dari pajak. Kita ingin pajak bersih dari hal yang seperti dilakukan Gayus.

Namun sikap ideal PKS ini dinilai oleh kalangan koalisi sebagai sikap pembangkangan terhadap koalisi. Apa komentarnya?

Yang penting kita tidak membangkang kepada rakyat. Acuan kita kan untuk kepentingan rakyat.

Rumor berkembang, atas sikap PKS yang kerap berbeda dengan koalisi disebut-sebut jatah kursinya di kabinet akan dikurangi. Apa komentarnya?

Belum tahu. Presiden SBY belum bicara apa-apa sama saya. Namun, kalau soal kabinet bukan urusan kami, itu hak prerogatif presiden.

Jika berandai-andai, pada akhirnya empat kursi menteri dari PKS dilepas semua, apakah siap?

Tidak ada masalah. Berjuang untuk kepentingan negara tidak mesti di dalam pemerintahan. Pers juga kan tidak terlibat dalam pemerintahan tidak ada masalah, kan? Jadi sama sekali bukan menjadi soal bagi kami.

*sumber: inilah.com
*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Dakwah Ini Bergerak..!!


Oleh: Eko Novianto*
---
Karena Kau sudah percaya bahwa aku kuat menjalani ini semua, akan aku buktikan kepadaMu bahwa aku kuat dan pantang menyerah..!
(Sholihah Naily Syahidah)

Pendahuluan

Sholihah Naily Syahidah memang bukan tokoh besar bagi anda kebanyakan. Dia ‘hanya seorang’ perempuan belia yang tak jauh berbeda teman sebayanya. Dia mengenal fb seperti banyak orang mengenal fb. Dia menulis status sebagaimana banyak orang lakukan. Tapi tulisannya di fb itu telah mengingatkanku. Bukan saja soal kontennya yang di atas rata rata tapi juga karena ia sudah mengingatkan bahwa dakwah ini bergerak! Makaseh, Nel. Terima kasih anak, saudaraku... Barokallahu fikum...

Dakwah Ini Bergerak!

Beberapa pekan yang lalu, di Sabtu siang, telaponku berdering. Lalu terdengarlah suara anak muda yang sangat aku kenal. Lelaki muda ini adalah anak sahabatku. Dia memintaku untuk mengisi daurah yang dia selenggarakan. Aku sanggupi saja, selain karena aku punya waktu luang, aku juga ingin mengalami perjalanan bernilai ruhiah tinggi.

Singkat cerita, aku dijemput ba’da Asar dan sesaat kemudian kami berdua melaju dengan motor. Berdua saja. Kami lewati bukit bukit di Selatan Bantul dengan sedikit bergegas. Jembatan sesek dan jembatan yang hilang tersapu banjir lahar dingin semakin membuat kami tergesa gesa. Dengan cara mengemudi khas anak muda, aku nikmati dzikir di belakang punggung prajurit muda ini.

Bahkan ban motor itu sempat bocor dan aku berpindah ke motor anak muda lainnya. Seperti tongkat estafet, aku kembali melaju menyusuri kaki bukit Kretek – Pundong itu.

Anak muda, Anak kawanku

Dulu aku melaju bersama sang bapak. Dulu aku lewati beberapa rute bersama sang bapak. Sore ini Allah tunjukkan bahwa dakwah ini bergerak. Sore ini aku bersama generasi dakwah yang selanjutnya. Allah... Bergidik aku sendiri...

Penutup

Soal istiqomah mengikuti putaran dakwah bukanlah hal sederhana. Ada banyak varian untuk menghentikan laju dakwah ini.

Soal mewariskan semangat perjuangan bukanlah hal mudah. Mereka dan juga kita bisa tergoda dengan godaan yang khas pada masing masing rentang usianya.

Dan soal bekerjasama dengan generasi selanjutnya dari dakwah ini bukanlah hal sederhana. Ada banyak cerita dakwah yang menunjukkan bahwa estafeta ini tak mudah.

Soal istiqomah bukanlah hal mudah, kecuali Allah menjadikannya mudah. Soal mewariskan semangat dakwah adalah hal rumit, kecuali Allah sederhanakan itu untuk kita. Dan soal bekerjasama dengan generasi dakwah yang selanjutnya adalah hal yang kerap mengganggu, kecuali Allah menyelamatkan kita dari hal ini.

Laa sahlan illa ma ja’altahu sahlan.... Amiin....

*sumber: pkspiyungan.blogspot.com

Salafi Ingin Merubah Pandangan Politiknya

Selasa, 22 Februari 2011

Revolusi Mesir kemarin rupanya tidak hanya merubah peta politik di Mesir dan Timur Tengah, tapi mulai menggoyahkan pandangan kalangan salafi dalam masalah sosial politik.

Dai salafi Mesir ternama, Ahmad Hassan, meminta para syaikh salafi meninjau ulang kembali sejumlah pemikiran dan pandangannya untuk masuk dalam kancah politik dan bepartisipasi dalam pemilihan presiden dan anggota parleman yang akan datang.

Hal tersebut disampaikan dalam muktamar Salafi di Manshurah Mesir yang sedianya ditujukan untuk mempertahankan pasal 2 UUD Mesir agar tidak diamandemen, berubah menjadi momen untuk meninjau kembali sejumlah pandangan baku di kalangan salafi. Muktamar mereka kali ini dari segi pengorganisasian dan tampilan menyerupai Ikhwanul Muslimin.

(UUD Mesir pasal 2 menyatakan, Islam adalah agama negara. Arab adalah bahasa resmi, dan sumber legislasinya adalah yurisprudensi Islam. Kalangan sekularis mengatakan, Pasal 2 ini tidak cocok di negara yang sepersepuluh populasinya beragama kristen. Mereka berencana untuk mengamandemen-ed)

Pada hari Jumat lalu, Hasan berkata, "Saya memohon para masyaikh (guru) kami untuk meninjau ulang kembali sejumlah pandangan yang telah dimiliki sejak sekian tahun lalu, seperti pencalonan anggota DPR dan MPR, serta pencalonan presiden. Saya memohon kepada para masyaikh untuk berkumpul merumuskan dasar-dasar agar para pemuda kita dapat keluar dari fitnah dan simpang siur yang mereka hadapi beberapa hari yang lalu. Para pemuda kita dibuat bingung, syaikh ini berkata begini, sedangkan syaikh yang itu berkata begitu. Pandangan dan ijtihad yang banyak tersebut membuat para pemuda kita menjadi bingung." Demikian ungkap Hasan seperti dikutip oleh harian Al-Yaum As-Sabi.

Dia juga menambahkan, "Jika sekarang kita tidak berkumpul untuk merumuskan hakekat dan prinsip-prinsip, saya tidak tahu, kapan lagi kita akan dapat berkumpul."

Hassan menekankan, "Wajib bagi kita untuk saling tolong menolong. Negeri ini sedang dibangun dari awal lagi, sementara kita selalu bersikap pasif. Saya tidak katakan di tepi jurang, tapi kita berada jauh di belakang sejarah. Kita tidak membuat sejarah. Fiqih dan pemahaman macam apa seperti ini? Sungguh berbeda antara pemahaman realita dengan pemahaman tentang kewajiban."

Hassan juga menekankan bahwa seharusnya para ulama menampilkan keberadaannya saat krisis dan ujian terjadi di tengah para pemuda kita di Tahrir Square dan semua medan yang ada, untuk mengendalikan perasaan dan meluruskan emosi mereka sesuai Kitabullah Ta'ala.

Beliau tambahkan, "Saya mohon para ulama kami dan masyaikh kami, jika sekarang kita tidak berkumpul, kapan lagi kita akan berkumpul. Tidak mengapa saya salah dan tidak mengapa saya tergelincir, ini adalah masalah ijtihad. Dan masalahnya akan semakin buruk jika orang-orang mulianya menjauh. Boleh jadi orang yang memiliki ghirah terhadap agamanya dan terhadap bangsanya berupaya namun keliru dalam ijtihadnya, itu tidak mengapa, yang penting kita anggap mereka tetap saudara dan para ulama serta para tokohnya tetap berkumpul. Hendaknya kita buang fanatisme jahiliah yang tercela terhadap partai, jama'ah, syaikh dan pandangan serta fatwa pribadi."

"Kita telah tinggalkan medan tersebut (sosial politik) diisi oleh mereka yang tidak cakap berbicara atas nama Allah dan Rasul-Nya, dan kita tinggalkan medan untuk mereka yang di antaranya ada yang tidak dapat membaca satu pun ayat dalam Kitabullah, atau kita tinggalkan medan untuk mengingatkan kumpulan manusia dengan hadits-hadits Rasulullah."

Kami tegaskan bahwa kami tidak akan membiarkan seorang pun mengusik UUD pasal 2. Tidak layak kita selalu bersikap pasif. Kini kita wajib bergerak untuk berdakwah. Jangan sampai sekarang pada masa membangun, justru kita bermental merusak atau merobohkan. Wajib bagi warga Mesir yang terhormat untuk tidak menjadi sebab terhalangnya program pembangunan."

Di lain pihak, DR. Hazim Syauman berkata, "Kejadian di Alexandria (pemboman gereja) terlaksana dengan tujuan untuk menimbulkan ketakutan di kalangan salafi, dan langkah berikutnya adalah mengikis habis kalangan salafi dengan berbagai cara. Revolusi ini butuh disikapi dengan sujud syukur kepada Allah. Jika anda ingin merubah keadaan, hendaknya anda bersikap realistis."

*sumber: www.islamedia.web.id
*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PKS Pit-pitan Kanggo Sedaya

Senin, 21 Februari 2011

Bersepeda dengan cinta, demikian di sampaiakan Sukamta, P.Hd, ketua DPW PKS Yogyakarta dalam acara "PKS Pit pitan Kanggo Sedaya" (Bersepeda untuk semua-ed). Acara ini digelar dalam rangka menyemarakkan Musyawarah Kerja Nasional partai putih tersebut yang rencana akan digelar di Kota Gudeg pada 24-26 Februari 2010.

Bersepeda dengan cinta maksud Sukamta adalah setiap aktifitas dari sepeda bisa dinisbatkan pada cinta diri, cinta sesama dan cinta alam. "Dengan bersepeda tubuh sehat, polusi terkurangi dan menambah persahabatan," kata Sukamta. Ditambahkannya bahwa PKS sangat menghargai keberadaan berbagai komunitas sepeda yang ada di Yogyakarta. "Memang ini tadi baru kader, besok besok kita bisa bergabung dengan komunitas sepeda yang ada," tambahnya. Sebagaimana diketahui, saat ini telah ada beberapa komunitas sepeda di Jogja Jaringan diantaranya Sepeda Hijau Kampus Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia, UAJY, “Bike to Work”, Sego Segawe, Komunitas Sepeda Jaya Karyawan UAJY, dan Paguyuban Sepeda Pojok.

Seribuan kader PKS memenuhi jalan Gambiran untuk mengikuti perhelatan "PKS Pit pitan Kanggo Sedaya" ini. Berangkat sekitar 07.30 WIB start dari kantor DPW PKS Yogyakarta di Jl. Gambiran. Bergerak ke barat melewati Selatan pabrik SGM ke Kantor Pos dan singgah sebentar di Alun-alun Utara, bergerak ke timur mentok ke selatan melewati Jogja Tronik ke arah Timur lagi hingga finish kembali di kantor DPW PKS Yogyakarta di jl. Gambiran.

Tampak dalam rombongan sepeda Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq mengayuh onthel berbaur dengan peserta. Dalam nasehatnya kepada peserta yang hadir, Lutfi mengatakan beberapa?? arti penting dari sepeda. Bersepeda mengajarkan agar hidup ini tidak monoton, selalu mobile. Agar manusia senantiasa bisa beradaptasi dengan lingkungan yang selalu berubah. Dan itulah ciri manusia yang bisa membangun bangsa, katanya.

Lutfi menambahkan, generasi muda, generasi pembangun bangsa harus kuat,bisa bertahan dalam situasi apapun. Demi memberikan kontribusi bagi bangsa, bahkan merubah variabel yang sudah tertata dalam hidup bukan masalah. Lutfi mengambil contoh tentang konsumsi beras orang indonesia dibanding rata rata orang dinegara laian. Mengutip sebuah riset, Lutfi mengatakan di Indonesia satu orang rata rata menghabiskan 135kg/tahun sedang di negara lain hanya 60kg/org/ tahun. Artinya, generasi ini nanti jangan kalah oleh kabiasaan, kita yang harus membangun kebiasaan baik, bagi diri dan bangsa, ungkapnya.





Sukamta mengamini pernyataan pimpinan partai putih tersebut. Sebagai bentuk nyata Sukamta mengingatkan bahwa pada tahun 1960-an Yogyakarta dikenal dengan Kota Sepeda. Bersama masyarkat Jogja, kita ingin bersama mengembalikan masa itu,katanya. Selanjutnya Sukamta mengutip tema mukernas PKS 2011 Dari Jogja bekerja untuk Indonesia.


Dalam kesempatan tersebut digelar pula pembagian door price bagi peserta. Puluhan hadiah disediakan oleh panitia. Ngatijan, pemenang hadiah utama sepeda gunung berterimakasih pada PKS yang telah menyelanggarakan acara meriah ini. Bakul kupat tahu berusia 58 tahun tersebut mengakui menyukai kegiatan bersepeda dan mengaku senang mendapatkan hadiah utama. Terimakasih PKS, semoga kedepan tambah sae (baik), tambah maju, katanya ceria.

*sumber: www.islamedia.web.id
*posted by: pkspiyungan.blogspot.com
 
© Copyright PKS PIYUNGAN 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by PKS PIYUNGAN