"Sarapan Pagi" Spesial Ukhuwah


Ahad pagi yang cerah, secerah wajah-wajah Keluarga Besar PKS Piyungan yang sejak pukul 6 pagi tadi berduyun-duyun berdatangan di area Masjid Al-Ikhlas. Ada yang berboncengan naik motor dengan anak istrinya, dengan teman liqo bagi yang masih jomblo, beberapa pakai xenia dan avanza. Padat merayap!

Pagi tadi, Ahad 8 Mei 2011, memang DPC PKS Piyungan punya hajat spesial mengumpulkan Keluarga Besar dari generasi awal sampai yang baru gabung. Acara ini diberi judul "Sarapan Pagi". Sarapan pagi memang udah rutin dan biasa, tapi kalau Sarapan Pagi bersama The Big Family of PKS Piyungan, itu yang spesial. Bahkan petinggi DPP PKS menyempatkan hadir "Sarapan Pagi" bersama kami. Siapa?

"Sarapan Pagi" sesi pertama diawali dengan tilawah Al-Quran dan dilanjut dengan Taushiyah dari ustadz Kartono. Berikutnya, tamu istimewa yang datang dari Jakarta ustadz Agus Purnomo aka Guspur, Wakil Ketua DPP PKS yang juga Aleg DPR dari dapil DIY, menyampaikan Taujih yang dilanjut dengan dialog.

"Sarapan Pagi" sesi kedua dilanjut di teras masjid dengan duduk lesehan melingkar sambil menikmati hidangan soto spesialnya bu Titi dengan cemilan tempe mendoan. Ustadz Guspur mengawali dengan ditemani Amir Syarifuddin Aleg PKS DPRD Bantul dari Piyungan. Turut membersamai semua Ketua DPC Piyungan lintas generasi, ustadz Juhadi (Ketua DPC pertama), Sutrisno (kedua), Wawan Wikasno (ketiga) dan Andi Tri Widodo (ketua DPC sekarang). Oh ya, ada pula Pak Ndut 'mantan preman' yang udah ikut liqo datang dengan istrinya.

Kalau peserta semua santai bergembira, tidak begitu bagi panitia bagian dapur yang ketar ketir karena peserta yang hadir melebihi 'kapasitas'. Mangkok udah ludes tapi masih ada yang blom kebagian, terpaksa pinjem piring dan diirit-irit porsinya hingga tetes terakhir kuah soto dan bulir terakhir nasi. Kalo mendoan jangan ditanya, bablas!

Sampai pukul 8, kelar sudah "Sarapan Pagi" di hari Ahad yang ceria. Kami pulang dengan membawa mahabbah fillah, manisnya ukhuwah yang tak tergantikan, dan indahnya kebersamaan di jalan dakwah.

Sekian liputan singkat diburu kejar tayang, yang pasti nikmatnya ukhuwah tak bisa digantikan dengan kata-kata, tapi hanya bisa dirasa kala dipraktekan dalam realita. Bukan begitu, bro?!


*)reporter: admin pkspiyungan


*posted: pkspiyungan.blogspot.com