Kader PKS tak lelah merajut Ukhuwah


Hujan deras disertai angin kencang yg melanda piyungan bagian timur Jum'at sore kemarin (13/5) tak menyurutkan niat kader-kader ikhwan akhwat ummahat DPC PKS Piyungan untuk berangkat menengok keluarga kader PKS yang tengah dirawat di rumah sakit.
---


Reporter: Hida Nur Hidayah

Menjenguk orang sakit merupakan manifestasi (wujud) ukhuwah (persaudaraan) yang sangat mulia. Karena itu Rasulullah saw mengumpamakan penjenguk bagaikan orang yang berada dalam taman surga yang dido’akan ribuan malaikat. “Sesungguhnya seorang muslim apabila menjenguk saudaranya sesama muslim. Tak ubahnya seperti seorang tinggal di taman surga sampai ia kembali.” (HR. Muslim, Tirmidzi, dan Baihaqi).

Ali ra. Berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. Berkata, “Apabila seorang muslim menjenguk saudaranya, ia terus menerus berada dalam taman surga dan akan diliputi rahmat. Kalau menjenguk pagi hari, ia dishalawati (dido’akan) tujuh puluh ribu malaikat hingga sore. Dan kalu menjenguk sore hari, ia dishalawati tujuh puluh ribu malaikat hingga pagi.” (HR. Abu Daud, Ahmad, Ibnu Majah, dan Baihaqi)

::___----___::

Hujan deras disertai angin kencang yg melanda piyungan bagian timur Jum'at sore, 13 Mei 2011 kemarin tak menyurutkan niat sebagian kader DPC PKSPiyungan untuk berangkat menengok keluarga ikhwah yg sakit. Thoriq, anak kedua dari pak Wawan Wikasno (mantan ketua DPC PKS piyungan) tengah mendapat rizqi sakit.

"Kamarku bocor, kasure klebes. Pohon pepaya depan rumah ambruk. Belum sempet bersih2 dan ngurusin, karena kadung janji mau nengok...," ujar bu Prapti Kabid Kewanitaan DPC yang mengkoordinir acara.

Berangkat dari pertigaan Karanggayam, puluhan kader yang didominasi ikhwan berangkat menuju RS Rajawali Citra. Pakde Mujiran yg berada paling depan mengambil arah lewat perkampungan, bukan jalan besar. Pengalaman pertama bagi beberapa orang, karena jalan kampung ini memang bukan jalan favorit karena aspalnya rusak. Dan gelap.

Belum juga sampai tujuan, adzan maghrib berkumandang. Dan, begitu tiba di rumah sakit, tujuan pertama rombongan adalah musholla. Sholat maghrib berjama'ah, dengan imam pak Andi, Ketua DPC.

Di mushola ini pula, kami bertemu dengan "sohibul bait" pak Wawan Wikasno. Tak perlu bertanya bagian informasi, begitu usai sholat kami langsung menuju ruang kahyangan 3 tempat dek Thoriq dirawat.

Di pembaringan, Thoriq ditemani kakaknya yg setia, Wafa, tengah berbaring sambil nonton bernard bear. Alhamdulillaah, kondisi Thoriq sudah mulai membaik. Panasnya turun dan sudah mulai mau makan. Mereka calon-calon pemimpin PKS Piyungan masa depan, penerus perjuangan orangtuanya, asset yang sangat berharga dalam dakwah ini.

Anak-anak dan ibu masuk ruangan, bapak-bapak duduk di teras. Di pojok utara, terlihat pak wawan, pak andi, pak sulistio dan pak dhanie ngobrol serius. Membuat "makar", katanya (makaryo, gitu). Koordinasilah, ada beberapa hal penting perlu dibahas, dan kebetulan ketemunya di sini.

Waktu semakin malam, beberapa ummahat mengkode suaminya. Rumah banjir, ªϑª ЎäΏб mau ketempatan kajian kampung, juga suaminya mau mabit. Agenda masih berlanjut, terpaksa memutus keasyikan kami sore itu.

Kami berpamitan diiringi do'a yg dicontohkan Rasulullah saw. : “Ya Allah Tuhan sekalian manusia, semoga Engkau menghilangkan penyakit ini, hanya Engkaulah yang Maha Penyembuh, tidak ada yang maha Penyembuh kecuali Engkau, dengan kesembuhan yang sempurna.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah).


*posted: pkspiyungan.blogspot.com

0 Response to "Kader PKS tak lelah merajut Ukhuwah"

Poskan Komentar