NEWS UPDATE :

Cinta di Rumah Dakwah

Selasa, 30 November 2010

Reporter: Abuhasan Surhim
Satu persatu ikhwan Piyungan mulai berkumpul di masjid Al-Ikhlas Bintaran Kulon selepas Isya. Ghiroh dakwah dan pancaran ukhuwah jelas terlihat di wajah mereka. Sapaan, senyum dan canda menambah hangat malam yang mulai temaram. Di masjid. Ya, di masjid hati kita menyatu untuk menimba ilmu, merajut ukhuwah, menegaskan azzam.


Agenda rutin bulanan yang digagas Kaderisasi DPC PKS Piyungan semalam, Senin (29/11), bertitel 'Liqo Bersama'. Seluruh kelompok liqo ikhwan di Piyungan dengan jumlah limapuluhan kader berkumpul. Ini juga merupakan sarana dan forum nyata menjaga soliditas.

Pukul 20.15 acarapun dimulai. Al-akh Suparman Abdurrahman, Ketua DPRa Sitimulyo, malam itu menggawangi acara. Usai pembukaan dan penyampaian susunan acara, giliran Ketua DPRa Srimulyo, al-akh Winarno Abdussalam, mengumandangkan ayat-ayat al-Quran. Tajwid dan tartilnya tidak diragukan lagi karena beliau merupakan ustadz TPA belasan tahun di kampungnya.

"Tantangan dan peluang dakwah yang makin meningkat menghajatkan kesiapan kader untuk meningkatkan nilai-nilai tarbawi. Untuk itulah, bidang Kaderisasi DPC Piyungan siap membersamai dan mengawal kader-kader Piyungan agar terus meningkat sisi fikriyah dan ruhiyah dengan berbagai program-program. Tentu saja, itu semua tidak akan berjalan tanpa dukungan dan partisipasi semua kader," terang al-akh Dhanie Asy-Syakib selaku Kabid Kaderisasi dalam sambutannya.

Usai sambutan dan pemaparan program Kaderisasi, agenda bergulir ke acara inti. Acara inti pada Liqo Bersama ini adalah Taushiyah Qiyadah. Beruntung kami malam itu dikunjungi oleh Ketua DPD PKS Bantul yang baru dilantik dua pekan kemarin, ustadz Jupriyanto.

"Kekokohan dakwah kita disamping sebanding dengan tingkat kekokohan kita sebagai individu, juga sangat ditentukan oleh kekokohan rumah tangga kita sebagai basis dan benteng dakwah," ustadz Jupriyanto mengawali taushiyahnya.

"Saya sering dapat pesanan dari para ummahat agar kepada para ikhwan disampaikan tentang materi keikhwanan," lanjut ayah dari Mumtaz Taqiyurrahman (8), Zaky Shofiyurrahman (7) dan Yazid Taufiqurrohman (1) dengan senyum mengembang yang disambut tawa para ikhwan penuh penasaran.

"Maksudnya apa? Pertama, bagi ikhwan yang masih sendirian perlu diingat bahwa antum sudah ditunggu para akhwat yang sudah siap mengarungi biduk dakwah bersama. Kedua, bahwa membina keluarga dan mendidik anak-anak menjadi generasi penerus merupakan tugas bapak-bapak juga. Sesibuk apapun para ikhwan dengan agenda maisyah dan amanah dakwah, tidak boleh melupakan untuk mendidik dan membersamai putra putrinya," terang alumni MIPA Kimia UGM angkatan 93 ini.

Suami dari ibu Supartiningsih, M.Hum, ini kemudian menguraikan salah satu potret keluarga dakwah yang bisa dijadikan cermin, yaitu keluarga Hasan al-Banna. Beliau selanjutnya mengurai sisi 'kebapakan' sang da'i seperti diterangkan detil dalam buku 'Cinta di Rumah Hasan Al-Banna'.

Al-Banna rahimahullah dirumahnya adalah seorang ayah yang kebaikannya begitu mengesankan anggota keluarga, ia memberi contoh yang agung dalam penunaian misi seorang ayah yang berhasil. Beliau dikarunia 6 orang anak (Wafa, Ahmad Saiful Islam, Dr.Tsana, Ir.Roja’, Dr.Halah, Dr.Istisyhad)

Diantara kesan seperti dituturkan putra-putri beliau adalah...

- Makan bersama yang menjadi prioritas
- Tak ada suara keras di rumah kami
- Perhatian yang begitu besar terhadap anak-anak dan kebutuhan keluarga
- Menasehati tidak secara langsung
- Ayah Menemani Kami saat bermain
- Ayah Memberi kami hukuman

Tradisi lemah lembut dalam mengelola keluarga mempunyai banyak manfaat. lemah lembut akan menambah ikatan batin antara anggota keluarga dan memperkuat pertalian keluarga.

Putri beliau, Tsana, yang berusia 11 tahun kala sang ayah syahid, mengatakan, ”Jarang sekali ayah menghukum kami kecuali bila ada suatu yang memang dianggap kesalahan berat atau terkait dengan pelanggaran perintahnya yang sebelumnya sudah diingatkan kepada kami. Aku mendapat hukuman 2x dari ayah, kali pertama ketika aku keluar tanpa memakai sandal dan kedua ketika aku memukul pembantu di rumah. Suatu ketika aku duduk diatas tangga dan melihat ayah datang dari kejauhan. Aku segera bangun dan menghampirinya tanpa menggunakan sandal. Padahal ayah sudah mempersiapkan sandal untuk bermain dan sepatu untuk ke sekolah. Ketika itu ayah melihatku sebentar saja, hanya sepintas, dan saat itu pula aku sadar bahwa pasti aku akan mendapatkan hukuman, aku segera kembali ke rumah. Setelah para ikhwan pulang, ayah masuk ke ruang makan dan memanggilku. Aku datang dengan langkah lambat karena takut. Ayah berkata, “Duduklah di atas kursi dan angkat kedua kakimu". Ayah lalu memukulku dengan penggaris pendek. Masing-masing kaki dipukul 10x. Tapi terus terang sebenarnya aku ingin tertawa, karena pukulannya pelan sekali sampai aku tidak merasakannya. Ayah hanya ingin membuatku mengerti bahwa aku telah melakukan kesalahan.”

Begitulah sekelumit cerita tentang 'kebapakan' seorang pemimpin dakwah yang memiliki kesibukan dan amanah dakwah begitu besar tapi begitu besar pula perhatian beliau terhadap tarbiyah anak-anaknya.

Sekira pukul sepuluh kurang sepuluh, Ketua DPD PKS Bantul mengakhiri taushiyahnya. Acara kemudian ditutup dengan doa kafarotul majlis dan hamdalah.

*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Silaturohim Aleg & Kader PKS DPRa Sitimulyo

Senin, 29 November 2010

Reporter: Sunardi Zalika
Ahad terakhir di bulan Nopember 2010 menjadi momen penting bagi kader-kader PKS DPRa Sitimulyo. Pagi itu, ahad 28/11/10, empat puluhan ikhwan akhwat ummahat dan jundi jundiyah calon kader masa depan PKS Sitimulyo berkumpul di rumah sederhana akh Edy Purnomo di dusun Nganyang Sitimulyo Piyungan Bantul. Rumah type 36 ini pun penuh sesak dan ramai dengan celotehan putra putri sambil berlarian tidak mau diam.

Yang makin menambah spesial acara kami kemarin adalah kehadiran Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Bantul dari PKS, ustadz Amir Syarifuddin. Beliau merupakan wakil PKS dari dapil IV Bantul yang meliputi 4 kecamatan, Piyungan-Pleret-Imogiri-Dlingo. Beliau hadir didampingi Ketua Dapil IV PKS Bantul, ustadz Abdillah.

Pukul 09.30 acara dibuka oleh akh Iwan Setiawan selaku master of ceremony. Lantunan ayat-ayat cinta Ilahi menyapa kemudian, melunakan dan menyirami hati-hati yang berpadu di jalanNya. Terlebih secara merdu dibawakan oleh akh Didi Darmadi yang punya suara bariton nan empuk.

Acara berikutnya yang pasti ada di setiap acara: sambutan. Sambutan disampaikan oleh al-akh Parman Abdurrahman, Ketua DPRa PKS Sitimulyo. Beliau menyampaikan informasi-informasi dan taklimat dari DPC. Diantaranya akan adanya Evaluasi Akhir Tahun DPC, Liqo Bersama ikhwan se-DPC, Sarasehan PWK se-DPC di Hari Ibu, dan program-progam DPC lainnya.

Sebagai 'pemanasan' sebelum acara inti, ustadz Dhanie Asy-Syakib dari Kaderisasi DPC Piyungan mengisi menu 'Motivation Corner'. Walau tidak berlangsung lama, beliau mampu menghangatkan dan membakar semangat dakwah para kader yang hadir untuk terus berazam dan meningkatkan amal serta ruhut tadhiyah (jiwa pengorbanan) sebagai bentuk rasa syukur kita yang telah diberi nikmat iman, ibadah, ukhuwah dan dakwah.

Acara inti kemudian diisi dua sesi. Pertama oleh ustadz Amir Syarifuddin yang menyampaikan perkembangan dan kondisi terkini seputar kegiatan dewan dan pemkab Bantul. Pada kesempatan itu juga beliau mensosialisasikan sekaligus meminta masukan dari para kader PKS terkait pembahasan RAPBD Bantul 2011 yang tengah dalam pembahasan dewan.

Pada sesi kedua, Ketua Dapil IV PKS Bantul, ustadz Abdillah, menyampaikan hasil Musda DPD PKS Bantul yang sudah terlaksana pekan kemarin, Ahad 21 Nopember 2010, yang telah memunculkan figur baru kepemimpinan DPD PKS Bantul dengan ketuanya ustadz Jupriyanto. Prioritas Program DPD adalah penguatan struktur DPD PKS hingga ke ranting (DPRa), konsolidasi di lini kader serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Diharapkan seluruh kader dan simpatisan bersemangat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh.

Sesi terakhir, ramah tamah ditandai dengan kehadiran teh hangat dan aneka kue khas jogja yang makin menambah hangat ukhuwah para ikhwah hingga tak terasa adzan dzuhur sudah berkumandang. Para ikhwah kemudian mengakhir acara silaturohim dengan sholat dzuhur berjama'ah.

*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Mengejar Sang Pencerah di Gedung Hijau


"Subhanallah...begitu nikmat kulalui hari-hari saat itu. Dan itulah salah satu yang membuat aku jatuh cinta dengan Jogja selain yayasan Insan Utama, CDPR dan KAMMI. Namun, Allah berkehendak lain dan menempatkan aku di Tasikmalaya mengikuti suami tercinta...."
--

by: Irzi Gunawan Azzahra*
Rombongan mobil suamiku dan teman-teman beserta keluarganya yang hendak menghadiri pesta pernikahan di Ambarawa berhenti di sebuah wisma putih yang begitu asri. Paduan hijau rerumputan dengan ringin bonsai yang begitu serasi menambah suasana serasa di puncak.

Aku mulai keluar dari mobil dan tanpa dikomando mataku langsung menyisir setiap ruas halaman dan jalan sekitar. “Hmm, segar sekali…” Namun ada yang membuat otak dipaksa berputar di tengah menikmati kesegaran di taman Wisma Anggaran. Perlu waktu untuk mengingat sesuatu yang mulai pudar dari memori akibat efek penuaan dini (istilah di kantorku). Hufft…

“Aku merasa pernah melewati jalan ini. Lihat! Toko karangan bunga yang berjejer di seberang jalan (mataku menatap ke depan tepat 180 derajat dari aku berdiri)…dan lihat pula! (Kini bola mataku berbelok ke arah kanan)…Gedung hijau berlantai 4, sepertinya tak sing bagiku. Dimanakah gerangan aku sekarang?” dialog batinku.

Mondar mandir sambil berfikir, hingga tak hiraukan penat yang melanda sejak perjalanan dan jiwa-jiwa lain di sekitarnya.

“Ahh, Subhanallah…aku ingat!” Kalimat itu keluar dari bibirku sesaat setelah kubaca papan nama yang tertempel di salah satu dinding gedung hijau “Masjid Syuhada-Kota Baru”. Hampir tiga kali dalam seminggu berkunjung ke tempat itu. Dan wisma ini? Dulu setiap aku melewati wisma ini, aku selalu membatin “dapatkah aku merasakan kenikmatan di gedung bertaman indah itu?” Maklum, aku anak kampung dimana tidak pernah melihat gedung semegah itu. Subhanallah, kini aku berdiri di sini, di wisma Anggaran..

Seketika pula syaraf otakku diajak ke lorong waktu, kembali ke 14 tahun silam dimana aku berperan sebagai mahasiswa AKZI Depkes yang beralamat di daerah Godean Sleman. Alhamdulillah saat itu aku satu kost dengan wanita-wanita yang begitu semangat mengejar ilmu agama hingga jiwaku pun turut menggelora berbaur bersama mereka.

~~***~~

Pagi-pagi, setiap hari selasa jumat dan ahad, sehabis sholat subuh dan tilawah, suatu rutinitas pagi yang serempak kami lakukan adalah sibuk merapikan baju di badan dengan balutan jilbab ala ‘si nida’, maskot Majalah Annida yang begitu terkenal di masanya. Sekitar pukul 05.15 WIB, kami berempat sudah siap dan langsung menuju jalan raya di depan pertigaan gang Nogotirto Godean untuk menyegat ompreng. Yah, Ompreng…sebuah angkutan umum dengan pintu penumpang di bagian belakang dan biasa penumpangnya para ibu perkasa yang hendak mengais rejeki di pasar Kranggan dengan bakul penuh isi. Bermacam-macam pula isinya. Masih mending ketika bawaan dagangannya berupa sayur mayur atau jajanan pasar, namun harus menahan hidung ketika dagangannya berupa ayam hidup atau ikan mentah. Terlebih lagi ketika musim hujan tiba, kaki mereka beralaskan lumpur, ufft…tak jarang kaos kaki kami pun turut berubah warna hitam. Namun kami tetap nyaman berjubel ria dengan mereka.

Kenapa kami pilih naik ompreng? Karena ongkosnya relatif murah hanya 150 rupiah sebelum krisis moneter dibanding naik bis kota yang tarifnya 500 rupiah. Hmm, maklum lah mahasiswa harus pandai mengatur keuangan yang hanya dikirim orangtua sebulan sekali, sehingga 350 rupiah sangat berarti. Namun ketika kesiangan, maka terpaksa naik DAMRI atau KOPATA daripada harus absen. Lumayan 1,5jam mendapat pencerahan dari sang pencerah sebelum perkuliahan kampus di mulai.

Sesampainya di pasar Kranggan, semua penumpang turun termasuk kami. Bak artis bollywood, para pecinta menyambut kami, ada tukang becak, tukang panggul, penjual jajanan dan lainnya. Begitu riuh suasana kranggan, suara bising tak mereka hiraukan. Kami yang sedari rumah belum sarapan agak tergoda dengan pemandangan kue-kue pasar meski terpaksa langsung menata hati dan melanjutkan ekspedisinya.

Kami mulai jalan kaki meninggalkan keramaian yan begitu menggoda menyusuri trotoar yang masih berjajar pedangang, menyeberang perempatan Tugu, melintasi toko pizza dengan ludah yang terteguk, menikmati indahnya taman di sepanjang halaman Hotel Santika. Sesampainya di jembatan kali Code yang kini sebagian lahannya terendam lumpur merapi, kami menyebrang. Belum selesai di situ, kami harus mengelilingi rumah pinggiran code yang saat itu sebagian besar bermatapencaharian bengkel dan jual onderdil bekas hingga sampailah di gedung hijau yang sudah penuh dengan warna warni jilbab dan para pria bercelana katung.

Nafas yang tersengal-sengal dan kaki yang mulai terasa tremor seakan memprotes agar kami segera mengakhiri dan kami mulai memanjakannya dengan duduk di karpet polos hijau dalam ruangan luas yang terbagi dua oleh sekat kain yang memisahkan antara laki-laki dan perempuan, hanya terlihat kepala para ikhwan dan tentunya sang Pencerah.

Alhamdulillah, kami mulai menikmati dan melahap santapan ruhani dari sang Pencerah, Ustadz Cahyadi Takariawan dengan manajemen cintanya, Ust. Yunahar dengan ilmu psikologinya, Ust. Ghozali dengan fikihnya, ust. Syatori dengan akhlaknya, ust. Ma’ruf dengan problematika umatnya, dan keakhwatan ada ummi Ida Nurlela. Dan masih banyak lagi. Yah, di masjid Syuhada, tempat kami sarapan ruhani.

"Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tintanya), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering) nya, niscaya tidak akan habis-habisnya dituliskan kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS.Lukman: 27)"

Subhanallah…begitu nikmat kulalui hari-hari saat itu. Dan itulah salah satu yang membuat aku jatuh cinta dengan Jogja selain yayasan Insan Utama, CDPR dan KAMMI. Namun, Allah berkehendak lain dan menempatkan aku di Tasikmalaya mengikuti suami tercinta. Walau demikian, aku tetep semangat dan yakin dimana pun kami menginjakkan bumi Allah, di situlah ladang da’wah dan kebarokahan Allah pasti akan menyertai karena sang pencerah pun pasti banyak di Tasikmalaya seperti Ummi Nena dengan kalimat-kalimat surganya, Ustadz Tate, Ust. Tetep, Ustad Tono Wartono, Ummi Imas, Pak Urip yang selalu menyemangati prajuritnya dengan e-book bermanfaat, sang murobi yang senantiasa membimbing kami dan membuat suami lebih bersemangat bersatu dalam jama’ah ini, dan para pencerah lainnya.

Subhanallah… Alhamdulillah ya Robb, Kau telah membuat aku jatuh cinta pada pandangan kedua, Tasikmalaya…yang telah menjadi saksi perjalanan rumahtangga kami yang semakin banyak perkembangan positif, dan berada dalam naungan jama’ah yang begitu indah.

"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah dan jangan lah kamu bercerai berai..." (QS. 3:103)

*sumber: http://www.facebook.com/note.php?note_id=457839172099
*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Generasi Penanam Pohon

Minggu, 28 November 2010

Oleh: Cahyadi Takariawan
“Kita adalah generasi yang ditakdirkan menanam pohon. Generasi penerus kita nanti yang akan memetik hasilnya”, demikian salah satu ungkapan Prof. Dr. Boediono saat kami beraudiensi di Istana Wakil Presiden RI, Senin 22 Nopember 2010 kemarin. Saya cukup tersentak dengan pernyataan ini. Bukan apa-apa. Saya kemudian menjadi menerawang jauh ke depan.

Duduk di sebelah saya Dr. Fachmi Idris, Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang dengan tekun mencatat pokok-pokok pikiran Wakil Presiden RI tentang reformasi birokrasi dan kepemimpinan nasional. Saya mencolek Bang Fachmi sembari berbisik pelan, “Pernyataan seperti ini pernah diucapkan generasi Soekarno pada waktu itu. Pernah pula diucapkan oleh generasi pejuang setelahnya. Ternyata di zaman kita sekarang, kalimatnya masih sama, dan bisa jadi kelak duapuluh tahun lagi kita akan berpesan hal serupa kepada anak cucu kita”. Bang Fachmi hanya tersenyum.

Saya segera teringat cerita Sanich Iyonni tentang Naruto dan Tenten si Penanam Pohon di kota Konoha. Setelah lama berpisah, Tenten kembali ke Konoha dan menjumpai Naruto masih menjadi penanam pohon setia di Konoha, pada saat orang-orang telah meninggalkan kota itu karena banyak kekacauan yang terjadi di dalamnya. “Lalu apa yang membuatmu bertahan menanam pohon di Konoha ?” tanya Tenten.

“Ada sebuah nasihat legendaris dari seorang penanam pohon senior kita : daripada menjauh dari kota yang penuh polusi tanpa berbuat apa-apa, lebih baik menanam satu pohon untuk menghijaukan kota”, jawab Naruto.

Menanam pohon jelas merupakan pekerjaan yang memiliki visi kuat. Pohon tidak akan segera membesar dalam waktu singkat. Memerlukan waktu lama, bertahun-tahun, bahkan kadang puluhan tahun, sampai pohon tersebut tampak besar, dewasa, dan memberikan kemanfaatan. Mungkin manfaat keindahan, kesejukan, atau karena ada buah yang bisa dimakan, atau karena kayu yang bisa dijadikan bangunan dan peralatan.

Kita telah terlanjur menjadi generasi instan, yang menikmati sari buah-buahan yang telah diawetkan, jus buah awetan, menikmati buah kupas yang telah disajikan di supermarket, tanpa perlu menanamnya. Tanpa perlu menunggu proses tumbuh kembang dan berbuahnya. Bahkan tanpa perlu mengupasnya. Langsung makan, seperti ungkapan iklan sebuah produk makanan, “Tinggal lheb…”.

Menanam pohonh memerlukan kesabaran, tidak bisa langsung ingin menikmati hasilnya. Bisa jadi pohon jati yang gunakan sebagai pintu rumah kita adalah hasil tanaman kakek kita, yang tidak dinikmati ayah kita apalagi oleh kakek si penanam jati. Dan kalau kita menanam pohon jati sekarang, juga tidak akan kita nikmati pada usia kita, namun dinikmati oleh anak atau bahkan cucu dan cicit kita. Lalu mengapa harus menanam pohon jati jika tidak akan kita nikmati hasilnya ? Hanya satu jawaban: karena adanya harapan.

Kita berharap generasi penerus bisa menikmati hasil jerih payah kita. Berharap generasi mendatang lebih baik dari generasi sekarang. Berharap kota yang kita tinggali lebih hijau dan asri di masa yang akan datang. Berharap wilayah kita semakin teduh dan sejuk pada waktu duapuluh tahun ke depan. Berharap hutan bisa menahan banjir. Berharap hutan bisa mengatasi pemanasan global. Dan sejuta harapan lain, di masa depan.

Saya menerawang ke depan. Akankah kalimat yang sama saya ucapkan di hadapan generasi cucu saya kelak ? Dengan tubuh yang telah lemah akibat usia, dan hidup tinggal sisa hitungan waktu, saya berdiri sekuat tenaga agar tidak jatuh. Semangat saya berapi-api melihat anak-anak muda generasi cucu saya datang “sowan” ke rumah saya.

Saya berpidato penuh hikmah dan petuah. Anak-anak muda ini riuh bertepuk tangan mendengar apa yang saya sampaikan, dan mengapresiasi semangat seorang kakek yang mewariskan garis perjuangan kepada generasi muda. Apakah yang saya sampaikan pada waktu itu ?

“Saudara-saudara generasi muda, teruslah berjuang menegakkan kebenaran, menebarkan kebajikan. Generasi saya sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Generasi saya hanyalah generasi penanam pohon. Saya berharap kalian semua yang akan memetik dan menikmati hasilnya. Syaratnya satu. Teruskan langkah perjuangan yang telah kami rintis dari dulu. Jangan berhenti, jangan menepi !!”

Mungkin, salah satu dari generasi cucu saya itu menyeringai mendengar wejangan saya tersebut. Lalu ia berbisik kepada temannya, “Ah, itu kan kata-kata sejak zaman Soekarno…. Dulu pak Boediono juga pernah mengucapkan saat menjadi wakil Presiden. Jangan-jangan kelak kalau kita tua juga masih bicara seperti itu….” Dan temannya terkekeh-kekeh tertawa mendengar bisikan itu.

Ternyata, kita semua adalah generasi penanam pohon.

Pancoran Barat, 24 Nopember 2010

*sumber: cahyadi-takariawan.web.id
*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Cintalah yang Membuat Kita Bertahan

Sabtu, 27 November 2010

by: admin pkspiyungan
---
“SubhanaLLAH ikhwah piyungan nih, kegiatan ga ada habisnya, smoga jadi motivasi buat DPC OR DPRa lain khususnya di jabodetabek yg banyak kader.” [kutipan coment di fb dpp pks]

Saya pribadi yakin kerja-kerja dakwah dan keumatan (kader-kader) PKS dari hulu sampai hilir, dari DPP sampai DPRa, dari Sabang sampai Merauke, dimana ada (kader) PKS maka disitulah amal-amal kebajikan terus mengalir tanpa kenal musim (pemilu atau tidak).

Mungkin yang membuat keliatan sepi adalah karena faktor publikasi yang ‘belum’ mendapat prioritas amal. Mungkin arahan kebijakan dan kesadaran pentingnya publikasi media sudah ada di jajaran struktur maupun lapisan kader, tapi…….

Saya sendiri mengimpikan semua struktur PKS dari DPP sampai DPC (atau DPRa) memiliki situs yang aktif dan update. Sehingga memudahkan untuk studi banding kegiatan-kegiatan maupun mengakses kontak person di semua level struktur PKS. Sehingga tidak ada lagi cerita orang kesulitan mencari kantor/person PKS di suatu propinsi/kabupaten/kecamatan, desa bahkan dusun. Atau paling tidak kita ikutan terjangkit semangat yang menular lewat tulisan dan cerita kerja dakwah para ikhwah.

Namun, daripada sekedar bermimpi yang kadang bisa mendatangkan kecewa, daripada hanya meminta orang lain untuk berbuat, maka sekira dua setengah tahun lampau (per 15 Mei 2008) DPC PKS Piyungan merilis blog gratisan sebagai media komunikasi sekaligus sarana untuk mendokumentasikan segala hal tentang pks piyungan.

Merubah mimpi menjadi aksi. Aksi membuat blog mungkin sulit bagi yang tidak pernah berkecimpung di dunia bloger. Seperti dialami admin pkspiyungan yang memulai membuat blog dari nol besar, tidak tahu apa-apa alias gaptek (jurusan akuntansi malah menangani teknologi informasi). Boleh dikata, mbah google-lah 'sang murobbi' yang mengajari alif ba ta, menuntun pelan-pelan dan mengasah kemampuan admin pkspiyungan di dunia maya. Dari coba-coba akhirnya bi(a)sa.

Memelihara dan merawat lebih sulit dari pada membangun. Itu tantangan berikutnya pasca melewati fase mimpi ke aksi. Tantangan (baca: petualangan) berikutnya adalah merubah aksi menjadi konsistensi.

Dari aksi menjadi konsistensi memerlukan energi extra. Beruntung, PKS Piyungan punya talenta-talenta hebat yang menghidupkan (baca: update) blog dengan goresan-goresan keyboardnya. Yup, para reporter yang penuh semangat meliput kegiatan DPRa/DPC dan membuat tulisan benar-benar nafas bagi blog ini. Bukan hanya kegiatan, cerita dibalik kegiatan pun bisa jadi bahan tulisan, bahkan kesan perasaan pembelajaran dan ibroh dari suatu peristiwa layak untuk kita abadikan dalam catatan perjalanan dakwah. Seandainya tidak ada blog pkspiyungan, maka kami tidak akan pernah tahu bahwa ternyata kader-kader ikhwan akhwat piyungan banyak yang punya bakat menulis dengan gaya yang tidak kalah dengan Asma Nadia atau bahkan mbak HTR (u know what I mean).

Kendala sarana? Ada tapi tidak jadi hambatan. Hari gini hampir tiap kita punya HP, dan beberapa kali untuk mengirim laporan/liputan kegiatan dari para reporter ke admin cukup dengan kirim SMS aja. Kalau tidak ada jaringan internet atau malas ke warnet (atau gak punya uang) SMS no problema, yang penting update.

Jadi, biar aksi mewujud konsistensi? Cinta. Cintalah sumber dan muaranya. Cinta kepada jalan ini, cinta pada dakwah ini, cinta pada sedikit kontribusi kita di jalan ini. Tidak semua harus jadi reporter, penulis, admin blog. Tapi harus ada yang melakukannya. Kalau orang lain di lingkungan DPD/DPC/DPRa tempat anda berada belum ada? Mungkin andalah yang harus memulai. Mulailah dengan cinta, iringi dengan cinta, dan akhirilah dengan cinta.

Piyungan, Sabtu pagi 27 Nopember 2010

*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Laporan PWK DPRa PKS Srimulyo Nopember 2010

Jumat, 26 November 2010

Oleh: Ukhti Septi
[Kabid Kewanitaan DPRa PKS Srimulyo]
Selama bulan Nopember 2010 Bidang Kewanitaan DPRa PKS Srimulyo telah mengadakan pembinaan dan pendampingan terhadap aktivitas ibu-ibu PWK (Pos Wanita Keadilan) di 3 dusun.

1. PWK Gondang
Kegiatan berlangsung pada hari Ahad (7/11) jam 13.30 – 15.00 di rumah ibu Poniah dusun Gondang Srimulyo Piyungan. Sebanyak 30-an ibu-ibu mendapat penyuluhan praktis kesehatan keluarga dengan tema 'Pengunaan Cotton Bud yang aman dan sehat' dengan pemateri ukhti Septi.

2. PWK Klenggotan
Pekan berikutnya, Ahad siang jam 13.30 - 15.00 (14/11) bertempat di rumah bu Darti dusun Klenggotan, ibu-ibu disini meminta diisi tentang pengelolaan keorganisasi yang solid dan baik. Ukhti Nila selaku pengampu PWK Klenggotan menghadirkan akh Didik JN Ketua Tarang Taruna Srimulyo sebagai pembicara.

3. PWK Secang Kaligatuk
Kali ini, ukhti Novi dan ukhti Ketut harus mendaki perbukitan Kaligatuk untuk menyambangi ibu-ibu PWK Kaligatuk yang berkumpul di rumah bu Juwarto. Ahad, 21 Nopember 2010, dari jam sepuluh pagi hingga dzuhur penyuluhan tentang Kosmetik dan Jamu yang sehat disampaikan oleh ukhti Novi.

Alhamdulillah, secara umum kegiatan pembinaan dan pendampingan ibu-ibu PWK bulan Nopember 2010 ini berjalan lancar dan baik, dengan harapan semoga bermanfaat bagi ibu-ibu PWK.

*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Selamat Hari Guru: My Name is Khan..!

Salman Khan (Sal Khan) bisa memasukkan nama Bill Gates sebagai salah satu penggemarnya. Serius, ini Bill Gates orang terkaya di dunia.

Khan bukan jawara Lembah Silikon, seperti Mark Zuckerberg yang menemukan Facebook atau Andy Rubin yang membuat Google bangkit dengan Android. Khan cuma seorang guru.

Khan menghabiskan waktunya di sebuah bekas toilet mini yang ia sulap menjadi studio rekaman sekaligus perpustakaan. Ruangan berukuran 1,5 x 2 meter itu adalah think thank yang dia sebut: bgC3. Di ruang sesak inilah Khan menghabiskan waktunya bersama dua komputer, headphone di telinga, kaus tidur dan piyama, menunggu siang sambil membaca buku atau membuat video.

“Orang ini luar biasa,” kata Gates dalam surelnya. “Dia mengerjakan banyak hal dengan sumber daya yang amat terbatas.”

Mengapa Khan begitu dikagumi Bill Gates? Gates dan anak laki-lakinya yang berumur 11 tahun, Rory, terpana oleh video-video pendidikan bikinan Khan, dari video aljabar sampai biologi. Yang membuat kagum Gates adalah sosok Khan yang meninggalkan dunia gemerlap sebagai manajer investasi beralih menjadi guru yang mendidik jutaan orang lewat video Internet.

Di kontrakannya yang sempit di Lembah Silikon itulah guru digital ini membikin tutorial video. Hebatnya, semua itu dikerjakannya sendiri, mulai dari menyusun materi, memvideokan, hingga menjadi guru sekaligus. Khan sebenarnya adalah lulusan MBA (master business of administration) Universitas Harvard. Dulu dia manajer keuangan. Tapi hidupnya kini dia serahkan ke dunia pendidikan, yang dia sebut Khan Academy (http://khanacademy.org). Di Khan Academy itu, dia adalah satu-satunya guru. Dia bisa mengajar apa saja, dari kalkulus, trigonometri, kimia, fisika, biologi, sampai tentang perang Napoleon, dan pelajaran ekonomi dari pabrik cupcake.

Sejauh ini, dari bekas toilet itu, dia telah menciptakan 1.630 tutorial dan ditonton oleh 70 ribu orang per hari. Angka itu nyaris dua kali lipat jumlah mahasiswa Harvard plus Universitas Sanford. “Jumlah pengunjung tertinggi mencapai 200 ribu orang,” kata Khan. Sebuah kesungguhan dan ketulusan yang membuat banyak orang iri, termasuk Bill Gates.

“Keindahan dari pengajaran Khan adalah konsistensi dia,” ujar Gates.

Seperti entrepreneur hebat lainnya, Khan terjun di dunia pendidikan tanpa sengaja. Dia lahir dan besar di New Orleans. Khan putra imigran berdarah Bangladesh dan India. Di bangku kuliah, Khan adalah bintang. Dia punya tiga gelar dari universitas ternama di Amerika Serikat: MBA dari Harvard, bachelor of science bidang matematika dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), serta bachelor dan master dari MIT untuk bidang kelistrikan. Dia sempat menjadi presiden kelas di MIT.

Khan jatuh cinta kepada kegiatan mengajar setelah ia menjadi guru sukarelawan untuk anak-anak Brookline. Ini adalah anak-anak yang mengalami sindrom attention deficit disorder, yang kesulitan memusatkan fokus perhatian. Dia juga tersentuh ketika keponakannya, yang kelas VII, bertanya soal konversi berat dalam kilogram. Khan pun mulai membuat tutorial dengan menggunakan teknologi yang sederhana. Ia hanya menggunakan software Yahoo Doodle dan Microsoft Paint berteknologi rendah untuk membuat sketsa, dengan latar belakang hitam dan garis-garis berwarna cerah dan persamaan ketika ia bekerja melalui penjelasannya. Video pertama yang ia buat adalah pelajaran mengonversi gram untuk kilogram yang awalnya hanya ditujukan bagi sepupunya itu. Sejak itulah kecanduan mengajar di sekolah online dimulai.

Khan mulai membuat tutorial dengan menulis program JavaScript sendiri. Dia bekerja di sela-sela waktu istirahatnya sebagai manajer investasi, di antara waktu main bola. Lalu dia rekam dalam bentuk video dan diunggah ke YouTube.

Khan akhirnya benar-benar hidup untuk akademinya setelah mendapat pesangon US$ 1 juta (Rp 9 miliar). Uang itu dia sebut Khan Capital, yang digunakan untuk membiayai hidupnya dengan investasi. Khan berkukuh tak mau mengkomersialkan situsnya. “Saya sudah punya dua mobil Honda, istri yang cantik dan anak yang hebat, serta rumah,” katanya.

Tak ada sekat suku bangsa, ruang, apalagi teritorial. Baik yang ada di ujung Samudra Atlantik hingga pedalaman Hutan Amazon, semua diajari Salman Khan lewat sekolah dunia maya miliknya secara cuma-cuma.

Bagi sebagian orang, matematika memang sudah seperti momok yang sulit dimengerti, apalagi dikuasai. Perasaan yang sama dialami pula oleh seorang bocah Korea berusia 11 tahun.

Tapi, siapa sangka pelajaran yang selalu membuatnya stres tersebut berbalik menjadi pelajaran favoritnya setelah ia membuka situs buatan SalmAn Khan, www.khanacademy.org.

Tidak hanya anak dari Korea, sepasang orang tua di California, AS, tampak tak kuasa meluapkan rasa senang atas kemajuan yang dilakukan anak mereka dalam pelajaran aljabar.

“Saya tidak tahu siapa Anda. Tapi dalam pikiran saya, Anda adalah penyelamat. Anak-anak saya benar-benar bersemangat dengan matematikanya. Terima kasih,” ucapnya di situs yang dikelola seorang pria yang baru menginjak usia 33 tahun.

Khan tak pernah miskin dengan kebaikan. Sebab, pengusaha-pengusaha Lembah Silikon pun membanjiri dia dengan donasi. Indonesia butuh orang-orang baik budi dan tidak sombong seperti dia. Selamat hari guru, 25 November, teman.

*sumber: tempointeraktif.com, http://asrul.blogdetik.com/tag/salman-khan/
*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

MK Kuatkan Terpilihnya Nur Mahmudi

Mahkamah Konstitusi (MK) menguatkan kemenangan pasangan Nur Mahmudi Ismail-Idris Abdul Somad menjadi walikota dan wakil walikota Depok setelah MK menolak permohonan tiga pasang calon lainnya karena dalil yang diajukan tidak terbukti.

"Menolak permohonan Pemohon untuk seluruhnya," kata Ketua Majelis Hakim Konstitusi Mahfud MD, saat membacakan putusan dalam sidang PHPU di MK Jakarta, Kamis (25/11).

Menurut Mahfud yang didampingi delapan hakim konstitusi lainnya, mahkamah menilai dalil-dalil pemohon tidak berdasar dan tidak beralasan hukum sehingga harus dikesampingkan.

Tiga pasangan yang mengajukan sengketa hasil pemilihan kepala daerah adalah pasangan Gagah Sunu Sumantri - Derry Drajat, pasangan Yuyun Wirasputra - Pradi Supriatna dan pasangan Badrul Kamal - Agus Supriyanto.

Ketiga pasangan ini mendalilkan adanya pelanggaran terhadap pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok pada 16 Oktober 2010.

Pelanggaran itu diantaranya banyak warga yang tidak terdaftar dalam DPS dan DPT yang tersebar dihampir semua kecamatan di Kota Depok yang terdiri atas 11 kecamatan, pelanggaran jadwal tahapan Pilkada oleh KPU, pencurian start kampanye dan praktek pilitik uang oleh Pasangan Nur Mahmudi Ismail-Idris Abdul Somad.

Menurut MK masalah DPT yang tidak tertib tidak dapat dijadikan alasan untuk membatalkan hasil Pilkada karena masalah tersebut memang terbentur dengan kekacauan administrasi kependudukan yang memang baru akan siap pada Tahun 2011.

Tentang pelanggaran jadwal tahapan Pilkada yang telah dibuat dan disosialisasikan kepada masyarakat, Mahkamah menilai pemohon tidak mampu menguraikan jadwal atau tahapan yang dilanggar oleh KPU.

Dalil tentang melanggar jadwal kampanye dengan melakukan sosialisasi program atau visi misi ke semua media oleh pasangan Nur Mahmudi - Abdul Somad, kata Mahfud, itu wewenang Panwaslukada.

"Tetapi berdasarkan keterangan Panwaslukada Kota Depok dalam persidangan maupun keterangan tertulis yang disampaikan, Panwaslukada tidak menerima laporan dari masyarakat maupun Pemohon terhadap dugaan pelanggaran yang didalilkan," katanya.

Sedangkan dalil praktik politik uang dengan cara membagi-bagikan uang, bahan makan, serta perabot rumah tangga, pemohon hanya menyebut beberapa kasus saja, di mana antara satu dengan kasus lainnya berdiri sendiri, bersifat spontan dan sporadis.

"Fakta hukum yang diajukan Pemohon juga sangat sumir karena tidak menjelaskan bagaimana `money politic` yang dituduhkan telah terjadi sehingga dikualifikasikan sebagai pelanggaran yang sistematis, terstruktur dan masif," kata Mahfud.

Pasangan Nur Mahmudi Ismail - Idris Shomad memenangkan Pilkada setelah memperoleh suara sebanyak 227,744 suara (40,99 persen).

Sedangkan pasangan Gagah Sunu Sumantri - Derry Drajat hanya memperoleh 54.142 suara (9,7 persen), pasangan Yuyun Wirasaputra - Pradi Supriatna sebanyak 124.511 suara (22,1 persen) dan pasangan Badrul Kamal - Supriyanto memperoleh 149.168 suara (26,8 persen). (*)

*sumber: www.antaranews.com
*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PKS Pilih Pimpinan KPK yang Bernyali

Kamis, 25 November 2010

[detik.com] - Dua calon pimpinan KPK telah melalui tahap fit and proper test di Komisi III DPR. FPDIP dan FPKS mengisyaratkan akan memilih pimpinan KPK yang lebih bernyali untuk memberantas korupsi.

"PKS akan memilih orang yang lebih bernyali untuk pemberantasan korupsi," kata Wakil Ketua DPR, Anis Matta, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/11/2010).

Menurut Anis, KPK membutuhkan pimpinan yang tegas. Keberanian pimpinan KPK menjadi kunci sukses KPK mengusut setiap kasus korupsi.

"Nanti kita lihat, beban moral KPK ini luar biasa seperti kasus Century memang dibutuhkan KPK yang punya nyali besar," ujar pria yang juga Sekjen PKS ini.

Hal yang sama disampaikan Wakil Ketua DPR dari PDIP, Pramono Anung. Pramono mengatakan, pimpinan KPK yang akan dipilih yang paling berkompeten dalam pemberantasan korupsi.

"Lebih suka yang berani bertindak melakukan pemberantasan korupsi," kata Pramono.

Pramono berharap KPK mengusut berbagai kasus besar. Ia meminta agar kasus mafia pajak Gayus Tambunan diselesaikan. "Termasuk kasus Gayus dengan kepemimpinan yang baru kita optimis lebih bagus," ujar dia.

Dalam fit and proper test semalam, Bambang Widjojanto berapi-api menjawab pertanyaan anggota Komisi III DPR. Bambang juga menebar banyak janji jika terpilih menjadi pimpinan KPK.

Sementara itu Busyro Muqoddas lebih tenang. Busyro bahkan disindir sejumlah anggota Komisi III DPR karena dinilai kurang tegas dalam menjawab pertanyaan. [detik.com]

*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Kebahagiaan Hidup

Oleh: Ustadz Arifin Ilham
Kebahagiaan hidup di dunia ini bermula dari merasakan halaawatul iimaan (manisnya iman). Dan, halaauwatul iimaan adalah buah dari al-Mujaahadah fii thaa'atillah (usaha sungguh-sungguh untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah swt).

Allah memberi hidayah halaawatul iimaan kepada hamba-Nya, karena hamba itu terus-menerus “merayu” ridha-Nya dengan kemurnian akidah, kenikmatan beribadah, dan kemuliaan akhlak. Seseorang akan merasakan nikmatnya beribadah ketika ia konsisten melaksanakan ketaatan kepada-Nya.

Ibarat seorang musafir yang menempuh perjalanan ke suatu tempat. Dia akan merasa senang ketika akan memulai perjalanan, juga ketika masih dalam perjalanan. Puncak perasaan senang itu datang saat ia telah sampai ke tempat yang ditujunya.

Diumpamakan juga seperti anak kecil yang diajak berekreasi oleh orang tuanya. Dia akan merasa gembira ketika orang tuanya menjanjikan hal itu. Dia akan lebih gembira lagi ketika ia dan orang tuanya mulai bersiap-siap untuk berangkat ke tempat itu. Puncak kegembiraannya adalah pada saat ia sampai ke tempat tujuan.

Diibaratkan juga seperti seorang yang akan menikah. Dia merasa senang pada saat-saat menjelang pernikahannya. Terlebih lagi setelah pernikahan itu dilaksanakan.

Begitu iuga dengan seorang hamba yang beribadah kepada Allah swt. Dia akan melaksanakan ibadahnya dengan senang hati, khusyuk, dan nikmat. Puncak kenikmatan beribadahnya dirasakan pada saat menjelang kematian. Dia akan merasakan kebahagiaan. Karena itulah pintu pertemuannya dengan Allah swt. Zat yang selalu diibadahinya dengan segenap perasaan tunduk dan cinta selama hidupnya di dunia.

Allah swt berfirman,
Dan orang-orang yang beriman berkata: "Sesungguhnya orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang kehilangan diri mereka sendiri dan kehilangan keluarga mereka pada hari kiamat." Ingatlah, Sesungguhnya orang- orang yang zalim itu berada dalam azab yang kekal. [42:45]

Yang dimaksud dengan kehilangan diri dan keluarga ialah tidak merasakan kenikmatan hidup abadi karena disiksa.

Subhanallah. Ingatlah bahwa orang-orang beriman akan tetap berkumpul bersama keluarga mereka yang beriman di akhirat nanti. Sementara orang-orang yang tidak beriman, keluarga mereka akan terpisah dan bercerai-berai. Sungguh kehidupan di dunia adalah cerminan dari kehidupan akhirat. Jika di dunia kita hidup sukses dan bahagia dalam ketaatan kepada Allah, maka di akhirat pun kita akan menjadi orang yang sukses dan bahagia di bawah naungan ridha Allah swt.

Mereka yang sukses di akhirat dimulai dari kesuksesan mereka dalam menjalani hidup di dunia, dan kesuksesan menjalani hidup di dunia adalah dengan menjadi hamba yang bertaqwa.

Ingatlah bahwa mereka yang masuk ke surga bukan karena banyaknya pahala shalat, zakat, puasa atau ibadah mereka yang lain, tetapi semua itu karena rahmat dan ridha Allah swt.

Surga terlalu mahal untuk diperoleh dengan ibadah yang hanya 60 sampai 70 tahun usia hidup kita, meski banyak orang yang usia hidupnya kurang dari itu, dan usia yang digunakan untuk beribadah pun tidak mencapai separuhnya. Sementara nikmat yang Allah berikan kepada kita tidak terhitung dengan jumlah angka-angka yang dibuat untuk urusan duniawi.

Akan tetapi, Allah mencintai kita semua. Karena rahmat dan kasih sayang-Nya itulah, Dia memberikan rasa cinta dalam hati kita. Perasaan cinta pada keimanan dan menjadikannya terasa nikmat dan indah bagi orang-orang yang beriman.

*posted by: pkspiyungan.blogspot.com
*dikutip dari buku "Sesegar Telaga Kaustar" (Senayan Publishing)

Arisan & Silaturohim Kader DPRa PKS Sitimulyo

Rabu, 24 November 2010

Reporter: TiQu
Bertempat di rumah Ibu Titi dusun Banyakan Sitimulyo Piyungan, DPRa PKS Sitimulyo menggelar temu silaturohim kader se-DPRa Sitimulyo.

Ahad pagi itu sekitar pukul 09.00 suara riuh anak-anak kader terdengar memadati rumah keluarga ibu Titi, maklum kader DPRa Sitimulyo sebagian besar sudah berkeluarga. Alhamdulillah tigapuluhan kader datang di acara ini. Setelah semuanya lengkap, acarapun dimulai, dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dilanjutkan sambutan oleh Ketua DPRa Sitimulyo.

Setelah sambutan, salah seorang kader ada yang nyeletuk, “Arisane gek dibuka..! (arisannya dibuka dong…!)”. “Antum bayar dulu dong..,” seru koordinator arisan gak mau ketinggalan. Sontak semuanya pada ketawa. Ternyata sudah tidak sabar menanti detik-detik siapa yang dapet arisan.

Acarapun dilanjutkan kembali dengan laporan-laporan tiap bidang: Bidang Kewanitaan melaporkan kegiatan PWK (Pos Wanita Keadilan) di beberapa dusun seperti dusun Gempolsari, Ngablak, Monggang. Dari bidang Pelayanan Masyarakat melaporkan berbagai rencana agenda-agenda bulan depan.

Acara selanjutnya adalah Taushiah yang disampaikan ustadz Danie Asy-syakib yang menyampaikan pentingnya para kader untuk mentarbiyah dan memiliki liqo binaan. “Kalau kita berhenti membina para remaja dan pemuda di lingkungan sekitar kita, otomatis berhenti pula regenerasi kader dakwah kita,” urai Ustadz Danie dengan penuh semangat.

Di ujung acara, arisan pun dibuka dan yang beruntung adalah akh Purnomo sehingga secara otomatis pula pertemuan silaturohim kader DPRa PKS Sitimulyo selanjutnya akan bertempat di rumah akh Purnomo dusun Nganyang.

*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Lilitan Perangkap

Oleh: Abdul Hamid al-Bilaly
Imam Ibnul Qayyim berkata, “Orang yang ingat pada lilitan perangkap, maka akan mudah baginya meninggalkan sebutir biji” (Al-Fawaid, hal. 89).

Imam Ibnul Qayyim mengambil perumpamaan seorang itu laksana seekor burung kelaparan melihat perangkap yang didalamnya terdapat makanan yang dapat menyelamatkannya dari kelaparan yang dideritanya itu.

Dia lantas kebingungan, antara dua ketertarikan dan dua ketakutan. Antara tertarik pada makanan dengan pancaran warnanya dan tertarik untuk menyelamatkan diri dan ingin hidup. Antara takut pada kelaparan yang berakibat pada kematian dan rasa takutnya pada perangkap yang juga berakibat pada kematian.

Dia harus memilih, apakah dia lebih dikuasai oleh rasa laparnya dan daya tarik makanan yang dicarinya lalu melupakan akibat-akibatnya dan dia pun akan terjerembab didalam perangkap menjadi tawanan pemburu yang akan menyembelihnya atau memperlakukan sekehendaknya. Ataukah dia akan mengingat akibat semuanya itu sehingga dia menghindarinya dan lebih memilih keselamatan, bersabar menahan lapar, daripada hidup dalam keadaan kenyang tapi menjadi tawanan.

Demikian pula halnya orang yang ingat pada siksa kubur, pertanyaan Munkar Nakir, goncangan hari kiamat yang menakutkan, diungkapnya kesalahan di akhirat, kebingungan dan penyesalan di akhirat, serta ingat pada pengadilan Allah pada hari kiamat, niscaya ia tidak akan mengutamakan ‘perhiasan’ yang dibaliknya tersembunyi sesuatu yang menyulut kemurkaan Allah dan yang dapat menjauhkannya dari jalanNya.

Dan nisacaya ia akan lebih memilih kelaparan dan kekurangan harta daripada menjadi nista dan diperbudak oleh setan yang memperlakukannya sesukanya. Hal ini karena “dunia” itu seperti kata Yahya bin Mu’adz adalah “khamernya setan”, siapa yang mabuk karenanya, ia tidak bakal sadar, kecuali bila telah berada di antara golongan orang-orang yang mati sambil menyesal diantara orang-orang yang merugi. (Shifatush Shafwah, 4/98).

*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Impian Hari ini adalah Kenyataan Hari Esok

Selasa, 23 November 2010

Saudaraku,
Janganlah engkau putus asa, karena putus asa bukanlah akhlak seorang muslim. Ketahuilah bahwa kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin, dan impian hari ini adalah kenyataan di hari esok. Waktu masih panjang dan hasrat akan terwujudnya kedamaian masih tertanam dalam jiwa masyarakat kita, meski fenomena-fenomena kerusakan dan kemaksiatan menghantui mereka. Yang lemah tidak akan lemah sepanjang hidupnya dan yang kuat tidak akan selamanya kuat.

Allah swt. berfirman,
"Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi), dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir'aun dan Haman serta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu." (Al-Qashash: 5-6)

Putaran waktu akan memperlihatkan kepada kita peristiwa-peristiwa yang mengejutkan dan memberikan peluang kepada kita untuk berbuat. Dunia akan melihat bahwa dakwah kita adalah hidayah, kemenangan, dan kedamaian, yang dapat menyembuhkan umat dari rasa sakit yang tengah dideritanya. Setelah itu tibalah giliran kita untuk memimpin dunia, karena bumi tetap akan berputar dan kejayaan itu akan kembali kepada kita. Hanya Allah-lah harapan kita satu-satunya.

Bersiap dan berbuatlah, jangan menunggu datangnya esok hari, karena bisa jadi engkau tidak bisa berbuat apa-apa di esok hari.

Kita memang harus menunggu putaran waktu itu, tetapi kita tidak boleh berhenti. Kita harus terus berbuat dan terus melangkah, karena kita memang tidak mengenal kata "berhenti" dalam berjihad.

Allah swt. berfirman,
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, sungguh akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami. "(Al-Ankabut: 69)

Hanya Allah-lah Dzat yang Maha Agung, bagi-Nya segala puji.

Hasan Al-Banna

*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Jupriyanto Pimpin PKS Bantul

Senin, 22 November 2010

BANTUL (KR) - Jupriyanto SSi terpilih menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bantul. Sedang Agung Dwi Nugroho SSi sebagai Sekretaris DPD, Amir Syarifudin menjadi bendahara dan Subaryanto bidang kaderisasi.

Untuk Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) sebagai ketua Arif Haryanto SSi (mantan Ketua DPD) dan Early Utami SPsi Sekretaris MPD. Drs Abdur Rozak dan Muhammad Zulfan Amd sebagai Ketua dan Sekretaris Dewan Syariah Daerah (DSD).

Demikian hasil Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Bantul di Gedung Jogja Expo Center (JEC), Minggu (21/11). Musda bertema ‘Kokohkan Pembinaan Tingkatkan Pelayanan Raih Kemenangan’ ini dihadiri seluruh pengurus DPC dan kader se-Bantul.

Bupati Bantul Sri Suryawidati saat memberi sambutan pada acara pembukaan berharap, PKS Bantul dapat berpartisipasi dan mendukung pembangunan di Kabupaten Bantul.


Sedang Ketua Umum terpilih, Jupriyanto SSi mengatakan target PKS Bantul ke depan adalah penguatan dan konsolidasi di lini kader inti dan kader pendukung. Jika kader inti dan kader pendukung solid, maka target pemenangan Pemilu 2014 akan terpenuhi dengan sendirinya. Ia juga berpesan agar seluruh kader dan simpatisan bersemangat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh.

Sedang Ketua DPW PKS DIY, DR Sukamta meminta pengurus DPD Bantul bersungguh-sungguh dalam menjalankan amanah kepengurusan serta meningkatkan kualitas kader. Juga meminta seluruh pengurus dan kader agar serius memikirkan agenda keumatan. Dengan strategi ini, diharapkan kemenangan dakwah akan tercapai.

*sumber: koran Kedaulatan Rakyat (KR), edisi Senin 22/11/2010
*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Anis Matta Dukung KPK Ambil Alih Kasus Gayus

[detik.com] - Wakil Ketua DPR Anis Matta mendukung kasus mafia pajak yang melilit Gayus Tambunan diambil alih oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia berpendapat agar penanganan kasus itu obyektif.

"Secara obyektif karena ini melibatkan polisi memang lebih bagus diambil alih KPK. Namun pada akhirnya ini bermuara pada komitmen pemerintah untuk melakukan penegakkan hukum," kata Wakil Ketua DPR Anis Matta, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (22/11/2010).

Menurut Anis, semua aparat penegak hukum di Indonesia saat ini tengah mengalami masalah.

"Saya secara pribadi mendorong supaya ini diambil alih KPK. Walaupun menurut saya ini taruhan juga untuk KPK karena selama ini kasus besar yang nyangkut di KPK yang belum selesai juga banyak," kata Anis.

Anis menilai tidak tuntasnya kasus Gayus Tambunan dikarenakan ada masalah pada penegak hukum baik polisi, jaksa maupun hakim.

"Masak masalah begini saja nggak selesai. Itu artinya political will untuk penegakkan hukum kita tidak kuat," kata Sekjen PKS ini.

*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

kebahagiaan adalah hak

Sahabat saya yang hatinya baik,
Kebahagiaan adalah hak.

Dan seperti semua hak,
...kitalah yang diharapkan datang menjemputnya.

Maka janganlah lupakan bahwa,

Waktu terbaik untuk berbahagia adalah sekarang.
Tempat terbaik untuk berbahagia adalah di sini.
Dan cara terbaik untuk berbahagia adalah
membahagiakan orang lain.

Be happy, no matter what!

Mario Teguh

*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PKS Desak Susun UU Perlindungan TKW

Hidayatullah.com--Kasus penyiksaan yang dialami oleh Sumiati Binti Salan Mustapa bukanlah kasus pertama yang dilakukan keluarga Arab Saudi terhadap tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia. Pemerintah diharapkan membuat perangkat hukum yang mampu melindungi para pekerja di luar negeri.

Bidang Perempuan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mencatat ada 5.563 pembantu rumah tangga asal Indonesia bermasalah di Saudi Arabia sepanjang tahun 2010. Dari jumlah tersebut, 1097 mengalami penganiayaan, 3.568 sakit akibat kondisi kerja tak layak, dan 898 mengalami kekerasan seksual dan tidak digaji.

Ketua DPP Bidang Perempuan PKS Anis Byarwati menyatakan kondisi ini sangat memprihatinkan, dan perlu ada tindakan konkrit. Menghentikan penyiksaan TKW di Saudi Arabia maupun negara lain, kata Anis, tidak cukup dengan kata-kata.

Untuk itu bidang perempuan DPP PKS menuntut diadakannya komunikasi bilateral yang lebih intensif antara pemerintah Indonesia dengan negara penerima TKW.

“Memorandum of Understanding (MoU) antara pemerintah Indonesia dan Saudi Arabia harus dibuat karena dengan ini perlindungan tenaga kerja di sektor domestik memiliki sandaran hukum”, kata Anis lagi.

Selain itu, legislatif harus terlibat melindungi TKW di luar negeri. “Kami mendesak agar Undang-Undang Perlindungan TKW dan kebijakan terkait pengiriman TKW oleh PJTKI (Perusahaan Jasa TKI) harus segera disusun”, ujar Anis.

Khusus untuk kasus Sumiati, dia meminta agar Pemerintah mengamati secara seksama proses hukum bagi pelaku penyiksaan yakni sebuah keluarga di Madinah. Dengan kembali terjadinya kekerasan dan menimpa Sumiati, Anis menilai para pemangku dan pengambil kebijakan sudah seharusnya evaluasi diri.

“PJTKI [Perusahaan Jasa TKI] harus menyempurnakan sistem pengawasan atas keselamatan, kesehatan, dan keamanan TKW secara periodik”. PJTKI, kata dia, seharusnya tidak sekedar mengambil keuntungan terhadap bisnis pengiriman TKW yang menggiurkan ini.

”PJTKI harus menyempurnakan kurikulum pembekalan untuk TKW, harus ada materi ketrampilan, pembinaan mental, hak asasi manusia, dan perlindungan diri.” Menurutnya, kemampuan bahasa yang memadai sangat penting bagi tenaga kerja yang akan mencari uang di luar negeri untuk guna menghindari kesalahpahaman komunikasi dengan majikan.

*sumber: hidayatullah.com
*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Penyuluhan Jamu & Kosmetik Sehat Ibu-ibu PWK DPRa PKS Srimartani

Minggu, 21 November 2010

Kasihan ginjal dan hati ibu-ibu nanti. Yang namanya jamu sama sekali tidak diperkenankan adanya penambahan bahan-bahan kimia. Apalagi dengan dosis yang tinggi,” tutur akhwat yang sebelumnya telah mendapatkan pembekalan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang bekerja sama dengan Salimah DIY ini.
---

Reporter: Ukhti Enes
Pengetahuan obat-obatan tidak hanya dibutuhkan segelintir orang tertentu saja. Mereka yang tinggal di pedesaan, bahkan di pedalaman, sangat dianjurkan pula untuk membekali diri dengan pengetahuan tersebut. Saat ini, obat-obatan, dalam hal ini termasuk juga jamu hingga kosmetik, telah merambah hingga ke pelosok-pelosok dengan berbagai merek dan tampilan. Namun sangat disayangkan karena tidak sedikit di antaranya merupakan produk palsu. Bukannya menjadi lebih sehat, lebih cantik, tetapi penyakit yang justru muncul.

Dilatarbelakangi oleh hal tersebut, Sabtu (13/11) Divis Kewanitaan DPRa PKS Srimartani mengadakan penyuluhan terhadap ibu-ibu Pos Wanita Keadilan (PWK) dusun Tambalan Srimartani, Piyungan. Dari kegiatan tersebut diharapkan para ibu yang notabene-nya lebih sering bersinggungan dengan produk-produk tersebut menjadi lebih teliti dan berhati-hati , tidak mudah termakan iklan serta harga yang murah.

Ukhti Novi Srimulyani yang menjadi pembicara dalam acara yang dihadiri tigapuluhan ibu-ibu tersebut menuturkan bahwa saat ini banyak obat tradisional (jamu) menambahkan bahan kimia untuk mempercepat khasiat setelah pemakaian. Masyarakat akan merasa cocok sehingga menjadi ketagihan untuk kembali melakukan pemakaian jika sewaktu-waktu mendpaati penyakit yang serupa. Padahal tanpa mereka sadari bahaya mulai mengintai.

“Kasihan ginjal dan hati ibu-ibu nanti. Yang namanya jamu sama sekali tidak diperkenankan adanya penambahan bahan-bahan kimia. Apalagi dengan dosis yang tinggi,” tutur akhwat yang sebelumnya telah mendapatkan pembekalan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang bekerja sama dengan Salimah DIY ini.

Antusias para peserta yang sebagian besar berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan petani ini ternyata cukup tinggi. Apalagi, dalam kesempatan tersebut pembicara juga memperlihatkan beberapa produk palsu yang telah beredar di pasaran dengan ‘numpang’ salah satu merek terkenal.

“Kalau kosmetik begituan mah kami tidak mau pakai, mbak. Udah kayak gini saja, alami..!”, celetuk salah seorang peserta yang diikuti suara riuh ibu-ibu lainnya mengiyakan.

Boleh jadi sebagian dari mereka tidak pernah mengenal apalagi beresentuhan dengan produk- produk tersebut. Namun sangat mungkin orang-orang terdekat mereka telah menjadi ‘korban’. Oleh karena itu menjadi penting mengetahui hal tersebut, tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga siapapun yang ada di sekitar mereka.

*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Maknai Setiap Aktivitas

Oleh: Aan Anna
Apakah selama ini kita sudah memaknai setiap aktivitas kita, setiap peristiwa yang kita alami, setiap hari? Ya, setiap hari. Di balik semua aktivitas kita tentu terdapat hikmahnya.

Sering aktivitas kita menjadi sebuah rutinitas yang kita jalani setiap harinya, namun kita lupa untuk memaknainya, karena makna itu harus kita cari, kita renungkan hingga kemudian kita ambil hikmahnya sebagai sebuah pelajaran yang berarti.

Tidak memandang apakah itu aktivitas ringan maupun berat. Mulai dari makan, tidur, kuliah, sekolah, sholat, membaca, renang, mencuci, berjalan, duduk sekalipun ketika kita mencoba untuk mencari hikmah dibaliknya, insyaAlloh akan kita temukan. Pada hakikatnya kita mempunyai kesempatan untuk belajar dari kehidupan.

Pemaknaan setiap aktivitas membuat hati lapang, tenang, sejuk rasanya. Seperti ketika kita sedang menunggu teman, satu menit berlalu kemudian satu jam berlalu menunggu tanpa kepastian. Dongkol rasanya, sebel, marah, campur baur tidak karuan, itu yang akan kita rasakan ketika kita berpikir negative yang justru menguras energi kita sendiri.

Namun ketika kita mencoba untuk berpikir positif, bersikap positif, dan bertindak positif, insyaAlloh semua lebih ringan kita hadapi. Alloh itu sesuai prasangka hambaNya. Ketika kita berprasangka baik insyaAlloh itulah yang akan terjadi, dan sebaliknya ketika kita berprasangka buruk, bisa jadi itulah yang akan terjadi.

Karena, bisa jadi untuk menggapai sesuatu yang kita harapkan Alloh memberikan jalan yang tidak pernah kita dug. Kita perlu dilewatkan jalan yang berliku, terjal, banyak rintangan.

“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Alloh mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (Q.S. Al baqarah : 216)

*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Menu Liqo

Sabtu, 20 November 2010

by abuhasan
"Assalamu'alaikum. Nanti Malam Qiyamullail jam 03.00 t4 Sampakan + Futsal 5.30-6.30. Syukron"

bagai dawai rindu, sms berantai menyapa ikhwah satu liqo di ujung hari tasyriq (jum'at 19/11).

waktu menunjuk pukul 02.20 kala kuterjaga. sabtu dinihari yang sumuk. ya, dari semalam hawa udara di jogja terasa panas. maka usai mandi badan terasa lebih segar, terlebih setelah menghirup udara di luar rumah.

tidak sendirian saya sepagi ini beraktifitas, di depan rumah sudah melintas penjual ikan yang hendak ke pasar. saya mengikut di belakang dengan tujuan masjid sampakan.

akhi parjo. bapak dua putra ini sudah mendahului saya kala sampai di masjid al-ikhlas di perempatan sampakan piyungan saat jam menunjuk pukul 02.45. tak berapa lama muncul akh bachtiar, haryadi, pakde mujiran, sunardi, suparman, didi, dan akh wahyu. ijin satu, akh priyanta yang masih di semarang, sore tadi sms kalau beliau masih tertahan kerjaan di semarang.

sesuai jadwal, tepat pukul 03.00 qiyamullail dimulai. taujih robbani menyapa hati, mulai dari ar-rahman, al-waqi'ah, al-ghosyiyah, merangkai khouf dan roja'. hingga tak terasa sudah pukul 03.46 kala rokaat terakhir witir diselesaikan. adzan shubuh pun dikumandangkan pukul 04.50 oleh akh parjo dengan suaranya yang merdu.

"alhamdulillah, motor ane sekarang rodanya tiga," tutur akh didi usai taujih murobbi dan ma'tsurat ba'da shubuh. ikhwah yang lain memberi tahniah akan kemajuan usaha dagangnya. beliau sudah beberapa bulan merintis usaha jualan gula jawa dan beras. kalau dulu keliling mengantar dagangan pakai roda dua, sekarang karena permintaan dan volumenya meningkat maka beliau menambah armada dengan motor tosa roda tiga.

pakde mujiran cerita tentang kondisi anak-anaknya yang beberapa hari ini panas. akh parman bercerita tentang istrinya yang tidak doyan daging kambing/sapi, terpaksa yang masakin daging qurban nitip ke ibunya. akh bachtiar mengutarakan proses pendaftaran cpns. akh haryadi dan ikhwah yang lain juga bercerita kondisi diri dan keluarga sepekan ini dalam forum liqo ba'da shubuh sambil ditemani teh hangat. tak lupa mutaba'ah ibadah yaumiyah menjadi menu wajib.

ruhiyah, fikriyah, ukhuwah, dan terakhir jasadiyah. persis di belakang masjid sampakan ini ada lapangan futsal. ikhwah semuanya sudah ready sepatu dan pakaian olahraga. badan pun terasa fresh usai futsal hampir satu jam. semoga menu liqo ini bisa menjadi bekal untuk aktifitas dakwah para ikhwah. dan semoga Allah SWT senantiasa menjaga kita semua di jalan-Nya hingga nafas terakhir.

*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

DPW PKS Jogja Salurkan Puluhan Sapi & Ratusan Kambing Qurban ke Pengungsi Merapi

DPW PKS DIY telah menyalurkan 36 ekor sapi dan 123 ekor kambing ke berbagai wilayah DIY, khususnya ke lokasi-lokasi pengungsian Merapi.
---

Oleh: Arif Rahman Hakim*
Hari raya qurban baru saja berlalu, wajah-wajah lelah namun bahagia terpancar di wajah pak Nandar Winoro dan pak Triharjono, mereka berdua adalah pengurus DPW PKS D.I. Yogyakarta yang bertanggungjawab terhadap penerimaan dan penyaluran hewan qurban dilingkungan DPW PKS DIY.

Pada Idul Adha 1431 Hijriyah atau tahun 2010 ini, DPW PKS DIY telah menyalurkan 36 (tigapuluh enam) ekor sapi dan 123 (seratus duapuluh tiga) ekor kambing ke berbagai wilayah DIY, khususnya ke lokasi-lokasi pengungsian Merapi. Hewan-hewan qurban tersebut antara lain berasal dari Menkominfo Ir. Tifatul Sembiring, Ketua DPW PKS DIY Dr Sukamta, Anggota DPR RI Agus Purnomo, SIP, beberapa simpatisan PKS dari berbagai negara dan daerah lain di luar Jogja serta berbagai lembaga nonprofit yang dialamatkan kepada para pengungsi Merapi di Jogjakarta.

Ada hal yang cukup merepotkan pada distribusi hewan qurban tahun ini, karena hampir seluruh hewan qurban yang diamanahkan pada DPW PKS DIY ditujukan kepada pengungsi korban erupsi gunung Merapi, sedangkan di lapangan, para pengungsi Merapi juga sudah menerima penyaluran hewan qurban dari berbagai elemen masyarakat yang lain, sehingga tidak sedikit yang menolak saat ditawarkan untuk menerima hewan qurban untuk disembelih di posko pengungsi. Mereka beralasan bahwa daging qurban sudah banyak, dan tidak ada tempat untuk menyimpan daging qurban tersebut (karena mereka bukan di rumah, tapi di barak pengungsian), padahal hewan qurban harus segera dipotong saat hari-hari tasyrik masih berlangsung, yaitu tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah, bila lewat dari tanggal 13 Dzulhijjah, maka tidak dianggap sebagai menyembelih hewan qurban, namun menyembelih hewan biasa saja.

Betapapun repotnya, karena Ketua DPW PKS DIY sudah berpesan agar penyeluran hewan qurban harus sesuai dengan amanah dari shahibul qurban, maka harus disampaikan pada para pengungsi. Alhamdulillah, bak pepatah: dimana ada kemauan, maka disitu ada jalan, akhirnya semua hewan qurban dapat terdistribusi pada para pengungsi, khususnya pada kelompok-kelompok pengungsi yang berada di tengah-tengah masyarakat, yang selama ini terabaikan dari bantuan pemerintah.

*Arif Rahman Hakim, Humas DPW PKS D.I. Yogyakarta
*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Tifatul & Operator TV Salurkan 60 Truk Bantuan Bagi Korban Merapi

[detik.com] - Menkominfo Tifatul Sembiring bersama operator-operator televisi (TV) menyerahkan 60 truk bantuan untuk korban letusan gunung Merapi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Bantuan langsung diterima oleh Pemda Propinsi DIY.

Dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (20/11/2010), acara serah terima bantuan ini berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB di Kepatihan. Acara dihadiri oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X.

"Masalah korban letusan gunung Merapi ini, masih akan panjang, tidak bisa diselesaikan dalam tempo sebulan atau dua bulan. Sehingga bantuan kepada korbanpun masih sangat dibutuhkan, terutama dalam tahap recovery dan rehabilitasi nanti", ujar Tifatul Sembiring.

Bantuan terbesar dihimpun oleh Tvone melalui program Satu Untuk Negeri akan menyalurkan 37 truk bantuan. Selanjutnya grup MNC 10 truk, Indosiar 7 truk, TVRI 3 truk, SCTV 2 truk, B Channel 2 truk dan RRI 1 truk. Disamping itu ada pula sumbangan dari ARSSI (Asosiasi Radio Swasta Seluruh Indonesia), Megavision dan Spacetoon. Sedangkan Mayapada Grup menyumbangkan langsung dana cash melalui lembaga swadaya manusia (LSM)relawan Merapi.

"Sumbangan-sumbangan ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan, gotong royong, serta solidaritas masih sangat kuat mengakar pada masyarakat Indonesia," imbuh Tifatul.

Sumbangan yang diberikan berupa sembako, selimut, pakaian, obat-obataan dan kebutuhan rumah tangga lainnya. 50 Unit pesawat televisi dan 1.000 pesawat radio serta senter juga disumbangkan bagi korban Merapi.

"Saya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas bantuan dari masyarakat kepada korban letusan Merapi", ujar Sri Sultan HB X.

Rencananya Tifatul dan rombongan juga akan mengunjungi Sekolah Tinggi Multi Media, MMTC Yogyakarta, yang bekerjasama dengan beberapa LSM dengan mengadakan Trauma Healing Center.

"Hal yang penting harus diperhatikan adalah solusi jangka panjang. Seringkali cepat terlupakan setelah adanya peristiwa baru," tutup Tifatul.

*sumber: detik.com
*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Tak Ada Negara Miskin Kirim TKW Kecuali RI

Makkah - Bila menginginkan masalah tenaga kerja wanita (TKW) di Arab Saudi selesai, satu-satunya solusi adalah dengan tidak mengirim TKI. Saat ini, selain Indonesia, tidak ada negara yang mengirim TKW.

"Sekarang ini di Saudi juga di negara-negara Islam di Timur Tengah sudah tidak ada lagi negara yang semiskin apa pun mengirimkan TKW pembantu rumah tangga. Itu sudah tidak ada kecuali Indonesia," kata Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS) Hasyim Muzadi.

Hasyim menyampaikan hal itu usai ramah tamah Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali dengan wartawan Media Center Haji (MCH) di Restoran Al Khalidiah, Makkah, Sabtu (20/11/2010).

Negara-negara lain memutuskan kebijakan tidak mengirim TKW ke Arab karena untuk menyelamatkan mereka hampir tidak mungkin.

"Maka sebenarnya, kalau memang masalah TKW ini mau selesai ya yang dikirim TKI saja jangan TKW rumah tangga," tegas mantan Ketua Umum PBNU itu.

Menurut Hasyim, sebetulnya problem TKW itu 60 persen ada di Indonesia. Sementara di luar negeri itu adalah ekses daripada kesalahan mismanagement di Indonesia.

Namun diakui Hasyim, masalah TKW sudah akut dan sulit diselesaikan. Kalau memang mau diselesaikan sudah harus lewat diplomasi tingkat tinggi, yakni bagaimana diplomasi antar kepala negara agar TKW ditarik saja.

Negara-negara lain seperti Yaman, Pakistan, Banglades, Somalia, Filipina sudah tidak ada yang mengirimkan TKW untuk pekerjaan rumah tangga. "Nggak ada, cuma Indonesia saja. Malah kadang-kadang kita dibilang bangsa tidak punya malu sama mereka," ungkap Hasyim sedih.

Selain diplomasi tingkat tinggi level kepala negara, harus ada gerakan lintas kementerian seperti antara Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Hukum dan HAM.

"Dari Menkum HAM untuk mengatur imigrasinya juga untuk mengatur penertiban PJTKI mampu ndak Kementerian Tenaga Kerja. Baru setelah itu dilakukan koordinasi untuk menarik pulang TKW-TKW itu," kata pengasuh Pesantren Al Hikam Malang dan Depok tersebut.

Pengiriman TKW tidak hanya memunculkan tragedi penyiksaan, tapi juga tragedi keluarga seperti suami yang kawin lagi atau hancurnya kehormatan keluarga.

"Masalah TKW bukan menyanggut devisa tapi masalah kehormatan bangsa. Masalahnya mampu nggak Kementerian Tenaga Kerja menyetop pengiriman TKW?" kritik Hasyim.

*sumber: detik.com
*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Laporan Tebar Qurban 1431 DPC PKS Piyungan

Jumat, 19 November 2010

Reporter: Sunardi Zalika
“sore ini antum tunggu di pasar lama piyungan, truk yang ngantar kambing dan sapi dah mau sampe” pesan singkat itu masuk ke nomor 0817273018.

Setelah ane sampe lokasi, akh Purnomo dan akh Didi sudah menunggu. Sore itu juga (Senin 15/11) semua hewan qurban diantar di dusun Nganyang pusat penyembelihan hewan kurban DPC PKS Piyungan tahun ini.

Selasa pagi (16/11) jam delapan, penyembelihan dimulai dengan memotong 2 ekor sapi oleh Haji Nahrowi selaku tokoh masyarakat setempat, yang juga jagal handal, dilanjutkan pemotongan 26 ekor kambing oleh Ketua DPC Piyungan akh Andi TW yang mendadak jadi tukang jagal.

“Mas Parman siapin terpal, pakde Parjo siapin timbangan, jangan lupa plastik sekalian,” komando akh Didi selaku Ketua Panitia Qurban 1431 DPC PKS Piyungan.

“Mana nih konsumsinya kang….. gak ada ya….?”, seru Deni Sunardi yang baru nongol.

“Antum itu kerja juga belum….. makan yang dipikirin,” sahut akh Jono Ragil yang disambut tawa canda kader-kader lain. Kerja da'wah memang akan lebih bergairah kalau suasana ukhuwah meriah.

Tahun ini DPC PKS Piyungan sebar 32 kambing dan 2 ekor sapi. Seperti tahun–tahun sebelumnya penyebaran daging kurban berdasarkan 3 prioritas:

1. Dusun tertinggal yaitu dusun dengan penduduk banyak tapi, penyembelihan hewan kurban sangat minim.
2. Dusun binaan yaitu daerah yang selama ini menjadi basis PKS.
3. Dusun Ekspansi yaitu dusun yang selama ini belum menjadi basis massa PKS.

Tidak hanya kader ikhwan yang bergelut dengan hewan qurban, barisan akhwat-ummahat yang dikomandoi Ummu Lisa turut meringankan kerjaan da’wah hingga pukul dua siang daging kurban telah terdistribusikan ke 3 desa, meliputi area DPRa Sitimulyo, Srimulyo, dan Srimartani.

“Lha itu kambing masih ada 6 buat akh Didi ya..?”, canda akh Putut.

“Lha antum itu gimana toh akh, yang 4 buat dusun Sanansari, 2 lagi untuk dusun Watugajah. Disana baru besok Sholat Ied-nya, jadi kambingnya kita anter besok juga tidak sekarang,” terang akh Didi dengan wajah serius yang disambut tawa ikhwah lain. Maklum, baru kali ini ditunjuk jadi ketua panitia, jadi gak bisa bercanda. xi…xi…xi…

*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Isi Waktu Luang Dengan Berbuat!

Oleh: Aidh Al-Qarni
Orang-orang yang banyak menganggur dalam hidup ini, biasanya akan menjadi penebar isu dan desas desus yang tak bermanfaat. Itu karena akal pikiran mereka selalu melayangdayang tak tahu arah. Dan,

{Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang.}
(QS. At-Taubah: 87)

Saat paling berbahaya bagi akal adalah manakala pemiliknya menganggur dan tak berbuat apa-apa. Orang seperti itu, ibarat mobil yang berjalan dengan kecepatan tinggi tanpa sopir, akan mudah oleng ke kanan dan ke kiri.

Bila pada suatu hari Anda mendapatkan diri Anda menganggur tanpa kegiatan, bersiaplah untuk bersedih, gundah, dan cemas! Sebab, dalam keadaan kosong itulah pikiran Anda akan menerawang ke mana-mana; mulai dari mengingat kegelapan masa lalu, menyesali kesialan masa kini, hingga mencemaskan kelamnya masa depan yang belum tentu Anda alami. Dan itu, membuat akal pikiran Anda tak terkendali dan mudah lepas kontrol. Maka dari itu, saya nasehatkan kepada Anda dan diriku sendiri bahwa mengerjakan amalan-amalan yang bermanfaat adalah lebih baik daripada terlarut dalam kekosongan yang membinasakan. Singkatnya, membiarkan diri dalam kekosongan itu sama halnya dengan bunuh diri dan merusak tubuh dengan narkoba.

Waktu kosong itu tak ubahnya dengan siksaan halus ala penjara Cina; meletakkan si narapidana di bawah pipa air yang hanya dapat meneteskan air satu tetes setiap menit selama bertahun-tahun. Dan dalam masa penantian yang panjang itulah, biasanya seorang napi akan menjadi stres dan gila.

Berhenti dari kesibukan itu kelengahan, dan waktu kosong adalah pencuri yang culas. Adapun akal Anda, tak lain merupakan mangsa empuk yang siap dicabik-cabik oleh ganasnya terkaman kedua hal tadi; kelengahan dan si "pencuri".

Karena itu bangkitlah sekarang juga. Kerjakan shalat, baca buku, bertasbih, mengkaji, menulis, merapikan meja kerja, merapikan kamar, atau berbuatlah sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain untuk mengusir kekosongan itu! Ini, karena aku ingin mengingatkan Anda agar tidak berhenti sejenak pun dari melakukan sesuatu yang bermanfaat.

Bunuhlah setiap waktu kosong dengan 'pisau' kesibukan! Dengan cara itu, dokter-dokter dunia akan berani menjamin bahwa Anda telah mencapai 50% dari kebahagiaan. Lihatlah para petani, nelayan, dan para kuli bangunan! Mereka dengan ceria mendendangkan lagu-lagu seperti burung-burung di alam bebas. Mereka tidak seperti Anda yang tidur di atas ranjang empuk, tetapi selalu gelisah dan menyeka air mata kesedihan.

*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

adakah obatnya....?

Kamis, 18 November 2010

Bagaikan patung, seorang Arab Badui berdiri di hadapan rumah tabib terkenal. Nampak sekali ada beban di hatinya. Sorot matanya sayu. Satu persatu orang yang datang berobat diamati. Ketika tiba gilirannya, ia segera masuk ke tempat berobat.

"Semoga Allah merahmatimu, adakah engkau punya obat untuk penyakit dosa-dosaku?"

Tabib itu diam. Sejenak kemudian kepalanya menunduk. Pandangan matanya terbentur lantai tanah. Tidak ada jawaban. Dicobanya memeras pikiran.

Tak lama kemudian, tabib itu menjawab, "Ambillah jerih payah kefakiran, ruh kesabaran, dan campurlah dengan kelembutan fikiran, tambahkan secukupnya rasa tawadhu' dan khusyu', lalu tumbuklah adonan itu di lesung taubat dan khudhu'. Basahilah dengan airmata takut. Setelah itu, letakkanlah di tempayan rendah diri kepada Allah. Nyalakan di bawahnya api tawakkal, aduklah dengan istighfar, sampai tampak tanda-tanda taufiq dan ketenangan. Bila sudah cukup pindahkan ke nampan mahabbah, dinginkan dengan mawaddah, tiriskan dengan rasa duka, tambahkan kekuatan iman dan rasa takut kepada Yang Maha Rahman."

"Berobatlah dengan obat itu setiap hari. Dan, selama minum obat itu, jauhkan olehmu segala bentuk dosa. Pakailah pakaian malu, teguhkan hatimu untuk jujur dan setia, dan jangan masuk ke rumahNya kecuali melalui pintu taubat. Jika engkau terus melakukan pengobatan seperti itu, hatimu akan menjadi jernih di antara hati manusia yang ada. Dan, rasa sakit yang ditimbulkan oleh dosa-dosa itu Insya Allah akan sirna."

*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Berbaik sangkalah pada Allah...

Rabu, 17 November 2010

Oleh: Ibn Surhim
Alhamdulillah, pak Hasan pulang. Tadi, pas liat bapak sholat jamaah di masjid, saya langsung plong,” tutur ustadz Nahrawi yang bertamu ke rumah orangtua ane ba’da Isya semalam.

“Saya sudah bingung mencari Khotib untuk sholat Idul Adha besok. Yang sudah dijadwalkan tiba-tiba berhalangan,” lanjut Ketua Ta’mir masjid Asy-Syafiiyah desa Debong Tengah Tegal.

Bismillah, walaupun tidak sesuai dengan skeneraio awal kepulangan ke kampung halaman, permintaan itu tidak bisa ditolak. Pak ta’mir pun pulang diiringi senyum.

Sebetulnya mudik ke kampung kali ini karena diminta kakak untuk mendokumentasikan dan meliput qurban PKS Malaysia yang disalurkan untuk para simpatisan PKS dan masyarakat sekitar di desa Debong Tengah Tegal Jateng. Tahun ini kami dapat amanah 4 ekor kambing.

Berangkat dari Jogja sekira delapan pagi dan sampai di Tegal jam tiga sore Selasa kemarin (16/11). Kampung sini mengikuti kalender pemerintah sehingga idul adha hari Rabu. Saat pak ta’mir ke rumah, kebetulan ane lagi baca khutbahnya ustadz Anis Matta yang ada di facebook DPP PKS “Jalan Kebangkitan Dan Kepemimpinan Itu Adalah Bekerja Dan Berkorban".

Visioner. Kata yang tepat mengomentari isi khutbah sekjen PKS ini. Di saat perasaan jemu, suntuk, dan perasaan tak berdaya menghinggapi pegiat da’wah menghadapi tribulasi internal dan eksternal, harus ada pengingat akan arah perjalanan ini.

Kita hanya ‘dituntut’ untuk berbuat tanpa ada kewajiban ‘berhasil’. Kitapun tidak akan dituntut Allah atas pekerjaan orang lain, tapi obyek hisab nanti adalah amal pribadi kita. Kalau toh murobbi, qiyadah, mad’u melakukan ‘penyimpangan’, itu bukan dalil bagi kita untuk meninggalkan medan amal, karena perkara amal adalah urusan kita dengan Allah, majikan kita.

Itulah yang dilakukan Kholid bin Walid kala ‘berseberangan’ dengan sang Qiyadah Umar bin Khothob. Atau bahkan kala Umar ‘bersebrangan’ dengan Rasulullah kala perjanjian Hudaibiyah. “Ngapain kita mau damai sama kafir-kafir itu? Bukankah engkau Nabi? Bukankah kita mu’min dan mereka adalah Kafir? Bukankah kita di pihak yang benar dan mereka pihak yang salah? Kenapa kita mengalah? Kenapa kita merendahkan diri kita?” cecar Umar geram yang hanya dibalas senyum Rasulullah. "Kita udah jauh-jauh dari Madinah, kaki sudah lelah, harta sudah musnah, hampir sampai tujuan kok disuruh mengalah. Yang bener aje", itu bahasa kite. Butuh dua tahun bagi Umar untuk faham kebijakan qiyadah (Rasulullah) saat Fathu Makah akhirnya terjadi dua tahun setelah perjanjian damai itu.

Khutbah ustadz Anis (usatdz ane waktu di ma’had al-ishlah STAN dulu) sangat pas buat para kader, pegiat da’wah, pemuda pengemban risalah, anak kampus, kaum intelektual, masyarakat perkotaan. Namun, yang ane hadapi untuk khutbah di kampung kali ini adalah masyarakat tradisional, kaum awam, ndeso. Agak kurang pas kalau mereka harus mencerna tentang narasi peradaban.

Khotibunnaas ‘ala qodri ‘uqulihim. Bicaralah pada manusia sesuai kadar pengetahuan mereka. Sejarah Nabi Ibrohim as sarat dengan pelajaran dan hikmah untuk semua kalangan. Tergantung dari sudut mana dan aspek apa yang akan kita gali. Lewat bantuan mbah google didapatlah ulasan perjalanan Kholilullah ini yang salah satu hikmahnya adalah … “Berbaik sangkalah kepada Allah”. Point hikmah itu diulas ustadz Ahmad Yani (PPD Khoiru Ummah) dalam salah satu khutbahnya.

Dari point itu dikembangkan jadi lima hikmah perjalanan da’wah Nabi Ibrohim as yang mudah-mudahan pas dengan kondisi jamaah:

- Berbaik sangka kepada Allah
Tidaklah Allah memerintah sesuatu kecuali kebaikan yang akan ditemukan walau kadang tidak masuk akal dan menyakitkan.

- Hidup adalah ujian
Ujian Allah disesuikan dengan kemampuan kita, ketika kita diuji Allah berarti kita dinilai Allah mampu mengatasinya, masalahnya mau atau tidak kita menerimanya dengan sabar dan ikhlas.

- Ikhtiar dan tawakal tanpa putus asa
Kisah Hajar mencari air tanpa kenal putus asa 7 kali bolak balik shofa marwa dengan rute yang sama. Sebelum akhirnya Allah memberikan zamzam.

- Pentingnya mendidik keluarga untuk taat pada Allah semata
Ismail dan Hajar mendukung Nabi Ibrohim untuk menunaikan perintah Allah menyembelih putranya. Kalau bukan anak yang sholeh dan istri yang sholihah kita tidak tahu kesudahan akhir apa dari cerita Nabi Ibrohim.

- Setiap kebaikan akan dibalas dengan kebaikan di dunia dan akhirat

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (16:97)

Usai sholat Idul Adha yang dilaksanakan di masjid Asy-Syafi’iyah (ini nahdiyin, jadi tidak di lapangan), bapak-bapak pengurus DPRa PKS Debong Tengah (mereka bukan kader liqo) dibantu ibu-ibu PWK melaksanakan pemotongan hewan qurban yang digelar di rumah orang tua ane. Rencananya daging qurban akan dibagi untuk tetangga sekitar, ibu-ibu PWK, bapak-bapak jamaah Ta’lim Rutin PKS (TRP) DPRa Debong Tengah dan masyarakat sekitar. Mungkin dapatnya tidak banyak, tapi yang penting semua merasa, karena kita (PKS) untuk semua.

Selamat Iedul Qurban, semoga Allah menerima amal dan pengorbanan kita.

Tegal, 10 Dzulhijjah 1431

*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Khutbah Idul Adha 1431: Jalan Kebangkitan Dan Kepemimpinan Itu Adalah Bekerja Dan Berkorban

Selasa, 16 November 2010

Oleh: Ustadz Anis Matta, Lc
Pagi ini memori sejarah kita membuka dirinya kembali, membawa kita pada kenangan ribuan tahun lalu. Pagi ini kita kenang lagi manusia-manusia agung yang telah menciptakan arus terbesar dalam sejarah manusia, membentuk arah kehidupan kita, dan membuat kita semua berkumpul di lapangan besar ini untuk sholat dan berdoa bagi mereka. Pagi ini kita agungkan lagi nama-nama besar itu: Nabi Ibrahim dan istrinya Hajar, Nabi Ismail dan Nabi Muhammad saw.

Bayangkanlah bahwa lebih dari 4000 tahun lalu tiga manusia agung itu – Ibrahim, Hajar dan Ismail – berjalan kaki sejauh lebih dari 2000 km – atau sejauh Makassar Jakarta – dari negeri Syam – yang sekarang menjadi Syria, Palestina, Jordania dan Lebanon – menuju jazirah tandus – yang oleh Al Qur’an disebut sebagai lembah yang tak ditumbuhi tanaman apapun.

Bayangkanlah bagaimana mereka memulai sebuah kehidupan baru tanpa siapa-siapa dan tanpa apa-apa.Bayangkanlah bagaimana mereka membangun ka’bah dan memulai peradaban baru. Bayangkanlah bagaimana 42 generasi dari anak cucu Ibrahim secara turun temurun hingga Nabi Muhammad saw. membawa agama Tauhid ini dan mengubah jazirah itu menjadi pusat dan pemimpin peradaban dunia.

Bayangkanlah bagaimana Ka’bah pada mulanya hanya ditawafi 3 manusia agung itu, kini setiap tahunnya ditawafi sekitar 5 juta manusia dari seluruh pelosok dunia yang melaksanakan ibadah haji – dan dalam beberapa tahun ke depan akan ditawafi sekitar 12 juta manusia setiap tahun, persis seperti doa Nabi Ibrahim:

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah membawa sebagian dari keturunanku untuk tinggal di sebuah lembah yang tak tertumbuhi tanaman apapun, di sisi rumahMu yang suci..Ya Tuhan kami, itu agar mereka mendirikan sholat.. maka penuhilah hati sebagian manusia dengan cinta pada mereka..” ( Surat Ibrahim: 37).

Bayangkanlah bagaimana jazirah yang tandus tak berpohon itu dihuni oleh hanya mereka bertiga dan kini berubah menjadi salah satu kawasan paling kaya dan makmur di muka bumi, persis seperti doa Ibrahim:

“Dan ingatlah tatkala Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku jadikanlah negeri ini negeri yang aman, dan berilah rezeki kepada penduduknya berupa buah-buahan yang banyak..”(Surat Al Baqarah: 126)

Bayangkanlah bagaimana Nabi Ibrahim bermunajat agar lembah itu diberkahi dengan menurunkan seorang nabi yang melanjutkan pesan samawinya, dan kelak Nabi Muhammad saw menutup mata rantai kenabian di lembah itu, lalu kini – 1500 tahun kemudian – agama itu diikuti sekitar 1,6 sampai 1,9 milyar manusia muslim, persis seperti doa Ibrahim:

“Ya Tuhan Kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.” (Surat Al Baqarah 129)

Bayangkanlah bagaimana – dari sebuah kampung kecil di Irak bernama Azar – Nabi Ibrahim datang seorang diri membawa agama samawi ini, melalui dua garis keturunan keluarga; satu garis dari istrinya Sarah yang menurunkan Ishak, Ya’kub hingga Isa, dan satu garis dari istrinya Hajar yang menurunkan Ismail hingga Muhammad, dan kini setelah lebih dari 4 millenium agama samawi itu – Islam, Kristen dan Yahudi – dipeluk oleh lebih dari 4 milyar manusia.

“Dan Ibrahim telah Mewasiatkan Ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, Maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam” (Surat Al Baqarah: 132).

ALLAHU AKBAR 3X

Pagi ini kita kenang lagi perjuangan 4 milenium lalu itu. Dan akan terus kita kenang hingga riwayat kehidupan berakhir saat kiamat datang kelak. Begitulah agar kesadaran sajarah kita tetap terjaga, bahwa;

Pertama, pertumbuhan adalah ciri agama.

Berbagai kerajaan, dinasti, rezim dan imperium datang silih berganti dalam sejarah manusia. Ia lahir, tumbuh besar, berjaya, lalu menua, melemah dan akhirnya mati. Tapi agama yang dibawa Ibrahim datang dan terus bertumbuh tanpa henti hingga kini. Tak ada kekuasaan – sezalim dan setiran apapun ia – yang sanggup menghentikan laju pertumbuhannya. Agama ini membangun kerajaan dalam hati dan pikiran manusia, bukan bangunan megah di atas tanah yang akan segera punah oleh waktu. Agama terus bertumbuh karena memberi arah bagi kehidupan manusia, mengakhiri pencarian akalnya akan kebenaran, kebaikan dan keindahan, serta memenuhi dahaga jiwanya akan cinta, ketenangan dan kebahagiaan. Lihatlah bagaimana doa-doa Nabi Ibrahim menjadi kenyataan satu per satu dan terus menerus sepanjang waktu. Nabi Ibrahim mengajarkan kita sunnatullah yang menjadi hukum sejarah sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an:

“Adapun buih itu pasti akan pergi sia-sia. Sedang yang bermanfaat bagi manusia akan bertahan di muka bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan”.(Surat Ar Ra’du: 17)

Kedua, agama adalah narasi terbesar dalam sejarah manusia.

Arus sejarah yang digerakkan oleh narasi Barat lahir dari ruh Kristiani. Sementara arus sejarah yang digerakkan narasi Timur lahir dari Islam. Jadi di Barat maupun di Timur agamalah yang membentuk semua peradaban besar yang pernah menghiasi lembar-lembar sejarah manusia. Dan selamanya akan terus begitu. Semua pemberontakan manusia untuk keluar dari jalan agama – seperti yang kita saksikan di abad yang lalu melalui gelombang sekularisme dan ateisme, baik atas nama ilmu pengetahuan atau atas nama yang lain – hanya akan berujung dengan kesia-siaan dan kesengsaraan. Lihatlah misalnya bagaimana perang dunia pertama dan kedua mengorbankan sekitar 94 juta nyawa manusia. Pemberontakan itu lahir dari keangkuhan manusia yang terlalu rapuh, disusun oleh akal yang terlalu sederhana untuk melawan kebenaran abadi yang dibawa oleh agama.

“Allah adalah cahaya langit dan bumi…”(An Nuur: 35 )

Ketiga, Islam adalah agama masa depan manusia.

Rasio pemeluk Islam adalah sekitar 1 orang Muslim untuk setiap 1000 penduduk bumi di zaman Nabi Muhammad saw. Kini angka itu berkembang menjadi 1 orang Muslim untuk setiap 5 orang penduduk bumi, termasuk sekitar 100 juta muslim yang menghuni benua Eropa dan sekitar 100 juta muslim yang menghuni China daratan.

Semua perang yang ditujukan untuk merusak citra agama ini – seperti label fundamentalisme dan terorisme – demi mencegah manusia memeluknya tidak akan sanggup mencegah pertumbuhan dan penyebarannya, bahkan di jantung sekularisme seperti Eropa dan Amerika.

Sementara itu semua sistem dan ideologi lain mulai bangkrut satu per satu seperti komunisme. Dan kini kapitalisme pun sedang menyusul secara perlahan dan pasti. Semua sistem dan ideologi itu tidak akan mampu memenuhi tuntutan dan dahaga manusia akan kebenaran, keadilan dan kebahagiaan. Dunia membutuhkan pencerahan baru, dan hanya Islamlah yang bisa membawa cahaya. Dunia membutuhkan sumber solusi, dan hanya Islamlah yang bisa menawarkan jalan keluar.

“Urusan (agama) ini pasti akan menjangkau seluruh manusia, sepanjang siang dan malam menjangkau (seluruh pelosok bumi)”.

Keempat, bekerja dan berkorban adalah tradisi kebangkitan dan kepemimpinan.

Bekerja itu seperti menanam pohon. Berkorban itu adalah pupuk yang mempercepat pertumbuhannya. Kita mengenang Nabi Ibrahim hari ini karena ia hanya bekerja menabur kebajikan di ladang hati manusia. Tanpa henti. Kita mengenang Nabi Ibrahim hari ini karena pengorbanannya yang tidak terbatas.

Makna hidup kita – baik sebagai individu maupun sebagai umat dan bangsa – terletak pada kerja keras dan pengorbanan tanpa henti dalam menebar kebajikan bagi kemanusiaan. Bekerja adalah simbol keberdayaan dan kekuatan. Berkorban adalah simbol cinta dan kejujuran. Itu nilai yang menjelaskan mengapa bangsa-bangsa bisa bangkit dan para pemimpin bisa memimpin. Hanya mereka yang mau bekerja dalam diam yang panjang, dan terus menerus berkorban dengan cinta, yang akan bangkit dan memimpin. Itulah jalan kebangkitan. Itulah jalan kepemimpinan. Itu nilai yang menjelaskan mengapa Islam – di masa lalu – bangkit dan memimpin peradaban manusia selama lebih dari 1000 tahun. Dan itu jugalah jalan kebangkitan kita kembali: bekerja keras dan berkorban tanpa henti. Dengarlah firman Allah swt:

“Dan katakanlah (hai Muhammad), bekerjalah kalian, nanti Allah yang akan menyaksikan amal kalian, beserta RasulNya dan orang-orang yang beriman”. (Surat At Taubah:105)

ALLAHU AKBAR 3X
Hari ini – sebagaimana kita mengenang manusia-manusia agung itu; Nabi Ibrahim dan istrinya Hajar, Nabi Ismail dan Nabi Muhammad saw – kita juga mendengar rintihan hati umat manusia dari berbagai pelosok dunia. Di belahan dunia Islam ada rintihan anak-anak Palestina, Irak, Afganistan, Sudan, dan Khashmir yang membutuhkan solidaritas dan bantuan kita untuk membebaskan mereka dari kezaliman dan penjajahan. Bahkan bumi pertiwi sedang berduka. Hampir setiap saat, kita dikagetkan dengan berbagai macam bencana dan musibah, tak ada ujungnya. Bencana ada di sekitar kita, lebih-lebih di bulan ini, mulai dari banjir lumpur Warior, tsunami Mentawai dan gunung Merapi, bahkan gempa bumi setiap hari. Ratusan jiwa meninggal.

Sementara di belahan dunia lainnya, ada milyaran jiwa manusia yang hidup dalam kehampaan dan juga menanti para pembawa cahaya kebenaran untuk menyelematkan dan mengeluarkan mereka dari himpitan hidup yang pengap kedalam rengkuhan cahaya Islam yang penuh rahmat. Tangis hati para korban kezaliman di Dunia Islam dan rintihan jiwa para pencari kebenaran di Dunia Barat sama-sama menantikan kehadiran kepemimpinan baru yang datang membawa cahaya kebenaran, cinta bagi kemanusiaan, tekad untuk bekerja keras serta kemurahan hati untuk terus berkorban.

Marilah kita bangkit membebaskan diri kita dari keserakahan dan kebakhilan, kesedihan dan ketakutan, kelemahan dan ketidakberdayaan, egoisme dan perpecahan. Marilah kita bangkit dengan semangat kerja keras dan pengorbanan tanpa henti, melupakan masalah-masalah kecil dan memikirkan serta merebut peluang-peluang besar bagi kejayaan umat dan bangsa kita. Marilah kita bangkit dengan kepercayaan penuh bahwa Islam adalah masa depan manusia dan bahwa masa depan adalah milik Islam. Marilah kita bangkit dengan semangat dan keyakinan penuh bahwa kita bisa memimpin umat manusia kembali jika kita mau bekerja keras dan berkorban demi cita-cita besar kita.

ALLAHU AKBAR 3X

*sumber: dakwatuna.com
*posted by: pkspiyungan.blogspot.com
 
© Copyright PKS PIYUNGAN 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by PKS PIYUNGAN