Reporter: Ken SriDivisi Akhwat DPC PKS Piyungan kembali menggelar kegiatan Liqo Bersama pada bulan Oktober yang basah ini. Hampir tiap hari Piyungan diguyur hujan. Biarlah sang air beredar sesuai ketentuannya. Yang pasti, kita punya agenda tetep jalan terus.
Liqo bersama kali ini hadir dengan format yang berbeda dari biasa. Kalo pada bulan-bulan yang lalu seringkali berupa taklim, maka kali ini kami adakan 'Training Pembuatan Ayam Crispy'.
Why? Dengan maksud agar menambah wawasan kami tentang aneka olahan ayam. Bukan hanya sampai disitu. Diharapkan seusai training kami bisa membagi pengalaman ini pada belasan kelompok ibu-ibu simpatisan PWK (Pos Wanita Keadilan) yang tersebar di seantero Piyungan. Masih ada lagi. Tak hanya menguasai cara pembuatan & menularkan pada orang lain. Terpenting, ketrampilan ini diharapkan melahirkan kemandirian ekonomi bagi kami. Terutama untuk akhwat ummahat yang aktivitas sehari-hari lebih banyak di rumah. Caranya ya dengan buka outlet gitu...
Tak heran jika lebih dari 30 peserta memadati rumah ibu Farikhah di dusun Ngijo Piyungan, tempat berlangsungnya acara pada Kamis 14 Oktober lalu. Semangat Mr.Anggono, sang trainer, yang rela berhujan-hujan demi berbagi pengalaman, menjalar pada kami. Beliau ini aseli wong solo. Dan sukses dengan outlet ayam crispy di Jogja. Gak pelit ya..? Gak takut juga kalo-kalo usahanya tersaingi sama kami.. Hehe..
Mr.Anggono mendemokan tahap demi tahap pengolahan. Detail sampai takaran bahan yang harus digunakan.
"Untuk hasil yang paling maksimal, kita gunakan tepung...(merk tertentu), juga minyak...(merk tertentu pula)."
"Bukan promosi lho..., tapi merk tadi memang punya kualitas yang bagus dibanding yang laen."
Beliau menguraikan sambil tangannya dengan terampil membalut daging dengan adonan tepung.
Tiba saatnya potongan-potongan ayam tadi memasuki tahap akhir pengolahan. Yaitu 'berendam' sejenak dalam minyak panas di penggorengan. Wah, dari radius 5 meter lebih, aroma sedapnya mengumbar kemana-mana...! Memanjakan indra pembau dah...!
Seorang peserta mengajukan tanya,
"Kerenyahan kulit crispy ini bisa tahan berapa lama, pak?"
"Dengan bahan dan bumbu seperti yang saya sampaikan tadi, Insya Alloh bisa tahan seharian, mbak..."
Mr.Anggono membolak-balik kawanan ayam crispy yang menggeliat di penggorengan.
"Oya, sisa bumbu dan tepung ini bisa dimanfaatkan untuk olahan crispy dengan bahan lain. Ikan, tahu, tempe, dll. Pokoknya pantang mubadzir....".
Rupanya si ayam udah mateng sempurna. Dan siap untuk diicipi. Hmm... Yummy...
Tak terasa, waktu berlalu begitu lincah. 1,5 jam berlalu sejak dimulainya acara tadi. Sekarang udah menjelang maghrib. Di akhir acara, Mr.Anggono menyampaikan bahwa dirinya siap menjadi konsultan bagi yang berminat membuka outlet ayam crispy.
Baik bener ya... Thanks, Mister...
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com
Liqo bersama kali ini hadir dengan format yang berbeda dari biasa. Kalo pada bulan-bulan yang lalu seringkali berupa taklim, maka kali ini kami adakan 'Training Pembuatan Ayam Crispy'.
Why? Dengan maksud agar menambah wawasan kami tentang aneka olahan ayam. Bukan hanya sampai disitu. Diharapkan seusai training kami bisa membagi pengalaman ini pada belasan kelompok ibu-ibu simpatisan PWK (Pos Wanita Keadilan) yang tersebar di seantero Piyungan. Masih ada lagi. Tak hanya menguasai cara pembuatan & menularkan pada orang lain. Terpenting, ketrampilan ini diharapkan melahirkan kemandirian ekonomi bagi kami. Terutama untuk akhwat ummahat yang aktivitas sehari-hari lebih banyak di rumah. Caranya ya dengan buka outlet gitu...
Tak heran jika lebih dari 30 peserta memadati rumah ibu Farikhah di dusun Ngijo Piyungan, tempat berlangsungnya acara pada Kamis 14 Oktober lalu. Semangat Mr.Anggono, sang trainer, yang rela berhujan-hujan demi berbagi pengalaman, menjalar pada kami. Beliau ini aseli wong solo. Dan sukses dengan outlet ayam crispy di Jogja. Gak pelit ya..? Gak takut juga kalo-kalo usahanya tersaingi sama kami.. Hehe..
Mr.Anggono mendemokan tahap demi tahap pengolahan. Detail sampai takaran bahan yang harus digunakan.
"Untuk hasil yang paling maksimal, kita gunakan tepung...(merk tertentu), juga minyak...(merk tertentu pula)."
"Bukan promosi lho..., tapi merk tadi memang punya kualitas yang bagus dibanding yang laen."
Beliau menguraikan sambil tangannya dengan terampil membalut daging dengan adonan tepung.
Tiba saatnya potongan-potongan ayam tadi memasuki tahap akhir pengolahan. Yaitu 'berendam' sejenak dalam minyak panas di penggorengan. Wah, dari radius 5 meter lebih, aroma sedapnya mengumbar kemana-mana...! Memanjakan indra pembau dah...!
Seorang peserta mengajukan tanya,
"Kerenyahan kulit crispy ini bisa tahan berapa lama, pak?"
"Dengan bahan dan bumbu seperti yang saya sampaikan tadi, Insya Alloh bisa tahan seharian, mbak..."
Mr.Anggono membolak-balik kawanan ayam crispy yang menggeliat di penggorengan.
"Oya, sisa bumbu dan tepung ini bisa dimanfaatkan untuk olahan crispy dengan bahan lain. Ikan, tahu, tempe, dll. Pokoknya pantang mubadzir....".
Rupanya si ayam udah mateng sempurna. Dan siap untuk diicipi. Hmm... Yummy...
Tak terasa, waktu berlalu begitu lincah. 1,5 jam berlalu sejak dimulainya acara tadi. Sekarang udah menjelang maghrib. Di akhir acara, Mr.Anggono menyampaikan bahwa dirinya siap menjadi konsultan bagi yang berminat membuka outlet ayam crispy.
Baik bener ya... Thanks, Mister...
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com


















