NEWS UPDATE :

Training Wirausaha Ayam Crispy Kewanitaan PKS Piyungan

Senin, 25 Oktober 2010

Reporter: Ken Sri
Divisi Akhwat DPC PKS Piyungan kembali menggelar kegiatan Liqo Bersama pada bulan Oktober yang basah ini. Hampir tiap hari Piyungan diguyur hujan. Biarlah sang air beredar sesuai ketentuannya. Yang pasti, kita punya agenda tetep jalan terus.

Liqo bersama kali ini hadir dengan format yang berbeda dari biasa. Kalo pada bulan-bulan yang lalu seringkali berupa taklim, maka kali ini kami adakan 'Training Pembuatan Ayam Crispy'.

Why? Dengan maksud agar menambah wawasan kami tentang aneka olahan ayam. Bukan hanya sampai disitu. Diharapkan seusai training kami bisa membagi pengalaman ini pada belasan kelompok ibu-ibu simpatisan PWK (Pos Wanita Keadilan) yang tersebar di seantero Piyungan. Masih ada lagi. Tak hanya menguasai cara pembuatan & menularkan pada orang lain. Terpenting, ketrampilan ini diharapkan melahirkan kemandirian ekonomi bagi kami. Terutama untuk akhwat ummahat yang aktivitas sehari-hari lebih banyak di rumah. Caranya ya dengan buka outlet gitu...

Tak heran jika lebih dari 30 peserta memadati rumah ibu Farikhah di dusun Ngijo Piyungan, tempat berlangsungnya acara pada Kamis 14 Oktober lalu. Semangat Mr.Anggono, sang trainer, yang rela berhujan-hujan demi berbagi pengalaman, menjalar pada kami. Beliau ini aseli wong solo. Dan sukses dengan outlet ayam crispy di Jogja. Gak pelit ya..? Gak takut juga kalo-kalo usahanya tersaingi sama kami.. Hehe..

Mr.Anggono mendemokan tahap demi tahap pengolahan. Detail sampai takaran bahan yang harus digunakan.

"Untuk hasil yang paling maksimal, kita gunakan tepung...(merk tertentu), juga minyak...(merk tertentu pula)."

"Bukan promosi lho..., tapi merk tadi memang punya kualitas yang bagus dibanding yang laen."

Beliau menguraikan sambil tangannya dengan terampil membalut daging dengan adonan tepung.

Tiba saatnya potongan-potongan ayam tadi memasuki tahap akhir pengolahan. Yaitu 'berendam' sejenak dalam minyak panas di penggorengan. Wah, dari radius 5 meter lebih, aroma sedapnya mengumbar kemana-mana...! Memanjakan indra pembau dah...!

Seorang peserta mengajukan tanya,

"Kerenyahan kulit crispy ini bisa tahan berapa lama, pak?"

"Dengan bahan dan bumbu seperti yang saya sampaikan tadi, Insya Alloh bisa tahan seharian, mbak..."

Mr.Anggono membolak-balik kawanan ayam crispy yang menggeliat di penggorengan.

"Oya, sisa bumbu dan tepung ini bisa dimanfaatkan untuk olahan crispy dengan bahan lain. Ikan, tahu, tempe, dll. Pokoknya pantang mubadzir....".

Rupanya si ayam udah mateng sempurna. Dan siap untuk diicipi. Hmm... Yummy...

Tak terasa, waktu berlalu begitu lincah. 1,5 jam berlalu sejak dimulainya acara tadi. Sekarang udah menjelang maghrib. Di akhir acara, Mr.Anggono menyampaikan bahwa dirinya siap menjadi konsultan bagi yang berminat membuka outlet ayam crispy.

Baik bener ya... Thanks, Mister...

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Demi Ukhuwah DPRa PKS Srimartani Adakan "TKP"

Rabu, 20 Oktober 2010

Reporter: Ken Sri
Pagi yang cerah pada Ahad 17 okt 2010 kemarin. Keluarga besar PKS Ranting Srimartani menyambut dengan riang. Abi, umi, remaja, balita, batita tak ketinggalan! Jam 09.00, pada ngumpul di rumah taqwa-nya pak Rohmat ‘Irama’ (konon katanya suara beliau ini super mirip sama suara bang haji Roma kalo lagi berdendang!). Rumahnya dipinggir lapangan sepakbola kecamatan Piyungan, semilir kalo ada angin numpang lewat. Nyaman untuk pertemuan, cukup luas dan gak brisik (kecuali lagi ada tanding bola..hehe..!)

Ahad tu sebenarnya paling enak buat istirahat di rumah. Tapi ini ada acara yang lebih menarik: TKP (Temu Kader Partai) DPRa PKS Srimartani. Tujuan TKP adalah untuk mengokohkan personel ranting Srimartani dalam mengawal dakwah kedepan melalui PKS. So, sangat rugi kalo dilewatkan…

Pagi itu, 20-an ikhwan-akhwat serta 8 balita memadati tempat acara. Semua dalam suasana riang 'n gembira. Acara dipandu oleh pak Yoyok. Diawali dengan tilawah Al Qur’an dilanjutkan sambutan ketua DPRa Srimartani, pak Eko Heri. Beberapa hal kami bahas, program DPRa kedepan. Salah satunya adalah program jelang Qurban. DPRa Srimartani kebetulan dapat amanah untuk mendistribusikan hewan qurban ke daerah-daerah yang membutuhkan.

Sebenarnya acara akan diawali dengan tausyiah dari pak Amir Syarifudin, aleg PKS DPRD Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta. Tapi tunggu punya tunggu beliau tak kunjung datang. Hemat kami, nantilah tausyiah di akhir tak mengapa. Dan benar saja, di detik-detik terakhir beliau datang! Alhamdulillah…

“Maaf ya saya telat, tadi ada sedikit kerepotan. Anak saya tadi pulang dari subuhan di masjid langsung pit-pitan (naik sepeda). Tapi sampe jam 9 kok gak pulang-pulang!”, pak Amir crita sambil mengatur nafas.
“Ternyata anak saya ditabrak orang. Alhamdulillah gak terlalu parah. Setelah dapat perawatan seperlunya di RS, boleh pulang”, Nampak kelegaan di wajah beliau. Juga kami tentu saja…

Beliau menyampaikan bahwa dakwah kita adalah dakwah yang syumuliyah, universal, menyeluruh di segala bidang.
“Tantangan kita sangat banyak, maka kita harus tingkatkan kualitas SDM untuk menaklukkan tantangan itu!”
“Islam harus maju. Harus menguasai dunia tanpa lalai mengejar akhirat,” pungkas beliau.

Wah tak terasa, ternyata sudah menjelang dzuhur. Habis dzuhur kami ada agenda lanjutan. Nengok putra ke-4 Pak Widodo - Ibu Nur Wahidah (Koordinator PWK DPC PKS Piyungan) yang lahir 14 okt lalu. Bayi laki-laki yang lucu menggemaskan dan tampan. “Mahfudz Afnan Habibi”, menambah daftar generasi rabbani penerus perjuangan di negri tercinta ini. Aamiin…….


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PKS: Golkar Ngaca Dong!

Selasa, 19 Oktober 2010


Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta partai-partai mitra koalisi, terutama Partai Golkar, tidak mendorong reshuffle kabinet. Ingat, Golkar hanya pendatang baru dalam gerbong koalisi.

"Golkar nggak ikut koalisi dalam Pilpres. Dia pendatang belakangan. Sebagai pendatang belakangan, harus tahu diri dong," tukas Ketua DPP PKS Mahfudz Siddiq kepada INILAH.COM, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (19/10/2010).

Menurutnya, wajar jika PKS mendapat jatah menteri lebih banyak dibanding Golkar. Sebab, PKS sudah menjalin kontrak politik dengan Presiden SBY jauh sebelum Golkar. "Nggak perlu ada yang merasa dilebih-lebihkan dibanding PKS," ujarnya.

Secara khusus, Mahfudz juga menanggapi isu bakal digantinya menteri asal PKS. "Kalau mau ganti menteri PKS, nggak apa-apa, tinggal diomongin aja sama Presiden," katanya enteng.

Mahfudz mengingatkan Presiden sudah terikat kontrak dengan PKS. Karenanya, jika akan ada pergantian menteri PKS mesti dibicarakan dulu perubahan kontrak politik.

"Kalau mau ada perubahan kontrak koalisi harus ada pembicaraan langsung antara pak SBY dengan PKS. Urusan mengganti orang sebagai menteri itu paling gampang bagi PKS. Tapi payungnya kan ada, kontrak politik," tuturnnya. [bar]

*inilah.com

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Tokoh Agama Imbau Warga Depok Sikapi Hasil Pemilu dengan Damai

Senin, 18 Oktober 2010

Depok - Perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kota Depok telah selesai. Kini masyarakat tengah menunggu hasil pemilihan walikota yang digelar pada Sabtu 16 Oktober kemarin. Siapa yang akan menjadi pemimpin Kota Depok untuk periode 2011-2016, secara resmi akan diumumkan KPU Depok.

Menyikapi penyelenggaraan Pilkada yang sudah digelar, salah satu tokoh masyarakat dan tokoh agama Kota Depok, KH Abdullah Ja'cub, meminta agar masyarakat menerima hasil pemilu dengan damai.

"Biasa, pemilu ada yang menang dan yang kalah. Pihak-pihak yang kalah supaya legowo, jangan demo apalagi sampai anarkis. Sebab Depok adalah kota religius, ekonomi, pemukiman, pendidikan," kata Abdullah yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Modern Daarussalaam yang berlokasi di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kota Depok.

Abdullah yang juga merupakan Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren se-Kota Depok dengan jumlah anggota 58 pesantren ini menilai, Pilkada Kota Depok kemarin secara umumnya berjalan dengan lancar. Namun sayang, tidak ada proses pendaftaran ulang bagi para calon pemilih.

Ketiadaan proses ini akhirnya menyebabkan banyak warga Depok yang tidak mendapatkan surat undangan untuk memilih. Namun pilkada sudah digelar dan dilaksanakan warga harus menerimanya.

"Namun demikian kita berharap yang menang supaya bersyukur, tidak sombong, juga menjalankan kewajibannya dengan benar," terang Abdullah.

Siapapun Walikota yang terpilih nanti, lanjut Abdullah, diharapkan bisa memenuhi janji kampanye. Pertama, program-program yang telah dijanjikan selama kampanye dijalankan
sebenar-benarnya.

"Jangan cuma tertulis di atas kertas," terangnya.

Yang kedua, lanjut Abdullah, kalau sudah duduk di kursi walikota, baju politiknya dibuka. Maksudnya, walaupun saat pencalonan diusung oleh partai-partai tertentu, setelah menjadi Walikota dia sudah di atas semua lapisan dan golongan masyarakat.

"Harus merakyat, turun langsung ke masyarakat, hadir saat diundang oleh masyarakat, dan jangan pilih-pilih masyarakat," tuturnya.

Tidak lupa, Abdullah mengutip Kitab Suci Al-Qur'an surat An-Nisaa ayat 59, yang isinya 'Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya)'.

"Dan Walikota termasuk dalam Ulil Amri yang disebut di ayat ini. Oleh karena itu, selama walikota nanti tidak menyimpang dari aturan-aturan Allah dan Rasul-Nya, wajib bagi masyarakat untuk menaati dan mendukungnya," tutup Abdullah.

*sumber: detik.com

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Kewanitaan DPRa PKS Srimartani Tak Henti Membina Ibu-ibuTani

Minggu, 17 Oktober 2010

Reporter: Ken Sri
---
just laporan singkat...
Seperti biasa... tiap tanggal 13 Divisi Kewanitaan DPRa PKS Srimartani punya agenda rutin bersama ibu-ibu Pos Wanita Keadilan (PWK) Dusun Tambalan. Mereka ini adalah ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Tani TRI REJEKI. Markas besar mereka di pendopo milik Mbah Tris, dusun Tambalan, Srimartani, Piyungan, Ngayogyakarto.

Bulan ini kami mengusung tema 'Bahaya zat addiktif pada makanan'. Menggandeng pemateri seorang mahasiswi tingkat akhir Fakultas Pertanian UGM, mbak Novi. Acara yang berlangsung pada Rabu kemaren 13 Oktober 2010 ini dimulai jam 10.30 WIB. Beliau menyampaikan beberapa jenis zat Addiktif yang seringkali digunakan dalam makanan. Antara lain pemanis, pewarna, penyedap, pengawet.

"Ibu-ibu... yang berbahaya dari bahan-bahan tadi tentu saja yang merupakan bahan-bahan buatan. Kalo yang alami sih aman-aman saja," urai mbak Novi.

Beliau juga menyampaikan macam-macam bahan yang berbahaya. Juga ciri-ciri yang bisa dilihat bila digunakan pada bahan makanan tertentu.

Peserta menyimak dengan seksama. Dan berebut melontarkan pertanyaan pada sesi tanya jawab.

"Mbak, kalo kasus indomie tu gimana? di luar negri ditarik dari peredaran sakjane kenapa tho?".

"Mbak, yen ngimbu gedhang nganggo karbit ki bahaya ora yo?"

Dan masih banyak lagi pertanyaan dari ibu-bu yang pada penasaran. Alhamdulillah semuanya tuntas terjawab oleh mbak Novi.

Di luar materi yang disampaikan siang itu, ada satu hal yang bikin ati adem. Ibu-ibu yang dulu awalnya (ketika pertama kali dibentuk PWK setahun lebih yang lalu, sebelum pemilu 2009) tampil dengan pakaian semau gue saat menghadiri PWK, berangsur-angsur mulai merapatkan hijabnya. Alhamdulillah sejak beberapa bulan yang lalu, selalu ada peningkatan. Satu persatu mereka tampil lebih rapi dan lebih brukut. Hingga bulan ini, dari 30an ibu-ibu tinggal dua-tiga orang yang belum berjilbab. Yang seorang memang beragama non-Islam. Seneng saya.....

Keep istiqomah ya Bu.....!!.

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Nur Mahmudi Unggul Karena Massa PKS Patuh Mencoblos

Jakarta - Lewat hasil quick count Puskaptis, pasangan Nur Mahmudi Ismail dan Idris Abdul Shomad unggul dengan suara 38,38 persen. Kemenangan ini dinilai sebagai wujud kepatuhan massa PKS dalam melakukan pencoblosan dalam pemilihan walikota Depok.

"Saya pikir PKS lebih solid, jauh lebih fanatik, dan jauh lebih patuh dibanding partai lain untuk mencoblos," kata pengamat politik UI, Maswadi Rauf, saat berbincang dengan detikcom, Minggu (17/10/2010).

Menurut Maswadi, ada sekitar 50 persen pemilih di Depok yang tidak menggunakan hak suaranya. Hal ini menunjukkan adanya potensi suara bagi partai lain, namun tidak berhasil dimanfaatkan.

Sementara bagi PKS, secara hubungan personal kadernya lebih dekat. Sehingga, tidak sulit untuk mendapatkan suara dari partai Islam tersebut.

"Itulah risikonya kalau banyak yang tidak memilih. Yang kecil tapi kompak bisa menang. Dari 50 persen yang nyoblos, 30 persennya milih PKS," tegasnya.

Ke depan, Maswadi menyarankan agar para peserta pemilukada tidak hanya berkampanye untuk mencoblos jago masing-masing. Namun, ada juga upaya untuk mengajak masyarakat agar mau menyalurkan suaranya.

"Kalau sekarang banyak keluhan, tapi enggan mendatangi TPS, dan malas ke TPS, ya nggak ada gunanya. Di sinilah keunggulan hubungan antar personal PKS," paparnya.

Hasil ini, kata Maswadi, sebetulnya agak bertolak belakang dengan sebagian aspirasi masyarakat Depok. Khususnya kalangan internal aparatur pemerintahan.

Dalam beberapa kasus, ada sejumlah kekecewaan terkait cara memimpin Nur Mahmudi yang dianggap kurang adil dalam mengangkat pejabat di lingkungan Pemkot.

Namun, dengan perolehan suara pada Pilwalkot yang digelar kemarin, sepertinya ketidaksukaan itu sudah mereda. "Kelihatannya sudah tidak mempengaruhi lagi," tutupnya.

Hasil quick count Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis menunjukkan pasangan Nur Mahmudi Ismail dan Idris Abdul Shomad meraih suara 38,38 persen. Jago PKS ini unggul di 8 kecamatan.

Sementara pasangan lainnya, Badrul Kamal dan Priyanto 27,78 persen, Yuyun dan Peradi mengantongi 22,93 persen serta Gagah dan Derry 10,91 persen.

Nur Mahmudi unggul di 8 kecamatan. Sementara, pasangan lain Yuyun dan Peradi jawara di 2 kecamatan. Badrul Kamal dan Priyanto unggul di 1 kecamatan. Sementara Gagah dan Derry tidak unggul di kecamatan mana pun.


*detik.com

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Karya Monumental Harokah Kita

Kamis, 14 Oktober 2010

Oleh: Cahyadi Takariawan
Bagi saya, karya yang paling monumental adalah "kader". Begitu seseorang atau suatu organisasi perjuangan telah mencetak kader yang siap meneruskan garis perjuangan para pendahulu, itulah karya monumental. Kader dengan sendirinya menjadi monumen hidup, yang siap mencetak karya berikutnya dan kader berikutnya. Sepanjang sejarah perjuangan, bertebaranlah kemilau karya dari para kader yang terus berbuat, terus bergerak, terus berkontribusi di tengah masyarakat.

Nama diri kita tidak dikenang orang, pekerjaan bertahun-tahun mencetak kader tidak akan tertulis dalam buku sejarah, namun hasilnya sangat nyata dan tak bisa diingkari keberadaannya. Kader menyebar cepat dan masuk ke seluruh bidang kehidupan, menebar kebaikan, mencetak prestasi amal, menyumbangkan tenaga, pikiran, waktu, harta bahkan jiwa mereka untuk tercapainya tujuan perjuangan. Kader tidak perlu dimuseumkan, kader tidak perlu disimbolisasi menjadi patung atau tugu monumen, karena kader telah bekerja untuk mencetak prestasi amal, mencetak amal terindah yang mampu mereka torehkan bagi peradaban.

Pekerjaan mencetak dan membina kader tidak membuat anda menjadi terkenal dan dikenal. Tidak akan diakses media, tidak akan dijadikan rujukan pertanyaan wartawan. Berbeda dengan pekerjaan di ranah publik, yang memungkinkan pelakunya menjadi terkenal bak selebritis. Kedua aktivitas tersebut sama-sama diperlukan dalam kehidupan, dan tidak boleh dipertentangkan satu dengan lainnya. Keduanya memiliki kontribusi kebaikan bagi upaya mencapai tujuan perjuangan.

Suatu saat, Umar menyampaikan kepada para sahabat beliau, “Tamannau, bersobsesilah kalian”. Maka para sahabat mulai menyampaikan obesesi mereka. Ada yang mengatakan, ”Aku sangat ingin memiliki emas yang memenuhi rumah ini untuk aku infaqkan fi sabilillah”. Sahabat lain juga menyampaikan obsesi mereka masing-masing. Setelah semuanya menyampaikan, mereka bertanya kepada Umar, ”Apakah obsesimu ya Amiral Mukminin”. Jawab Umar, ”Aku sangat ingin rumah ini dipenuhi oleh kader sekualitas Abu Ubaidah Al Jarrah”. Luar biasa obsesi Umar. Obsesi tentang kader yang handal, kader yang berkualitas, namun juga kader yang banyak.

Kader bisa menjadi simbol, apakah sebuah pergerakan memiliki kehidupan atau sudah mati. Namun kader bukan hanya simbol, kader adalah esensi. Kader yang banyak bisa didistribusikan potensinya di berbagai bidang, ada yang di ranah publik, ada pula yang di ranah ”domestik”. Ada jenis pekerjaan yang berorientasi publik dan oleh karena itu memerlukan tolok ukur dan parameter publisitas. Ada jenis pekerjaan yang bercorak domestik dan oleh karena itu sepi dari dunia publisitas. Keduanya saling bertautan dan saling menguatkan. Pada keduanya diperlukan kader yang tepat. Pada keduanya diperlukan kefahaman dan keikhlasan. Pada keduanya diperlukan kesungguhan dan prestasi.

Selamat berkarya.



*dicuplik (sebagian) dari: http://cahyadi-takariawan.web.id/?p=264

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

senyum dong akhi

Rabu, 13 Oktober 2010

by: cahyadi takariawan*
---
si engkong pingin nonton tv, diambil nya remot lalu di idupin tuh tv , saluran 1 film pocong , pindah ke saluran 2 film nyi blorong , pindah lagi ke saluran 3 film drakula.

si engkong jadi heran kenapa tv film nya horor melulu, lalu dipanggil nya si udin cucu nya.

engkong: din...coba liat antene tv ngadep kemana.
Setelah di cek, si udin laporan: ngadep kuburan kong.
engkong: pantesan, coba lu puter antene nya supaya ngadep KODIM, sapa tau lagi ada film RAMBO....

he...he...he....
xi...xi...xi...
^_^

*ane jiplak dari comen pakcah di facebook akh setiya trustco

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Menyambut Tantangan Ken Sri


By : Akhwat Qowwiy
“Tulis..tulis..tulis...” ini ni yang ada dibenak ane saat ini, setelah tertohok “hiyakk dess..gubraak” ^_^’ baca artikel sang adek tercinta KenSRi. Tapi sebenare juga dah lama pingin nulis..cuman so sibuk aja he. Yang pasti... Kangeeeeeeen banget dech.. lama gak munculin laporan,dll.


---
Rabu,13/10/10. Pagi-pagi buta, di selimuti hembusan angin pagi..dinginnyaa minta ampun, enaknya membenahi selimut, tapi..hemm..ane harus nganter ibunda tercinta untuk berbelanja di pasar (biasanya bapak yang nganter, karna sesuatu hal maka ane harus ambil alih tugas).

Begitu masuk pasar, parkiran sudah penuh dan harus sedikit bersabar untuk ngantri jika ingin motor terpakir dengan aman. Berjubel orang..berdesak-desakan, yang tidak seperti biasanya.. ternyata ini pasaran Wage (menurut kalender Jawa). Pantes aja yang biasanya gakda yang jualan kambing, begitu masuk pintu pasar sudah disambut kambing-kambing...^^..

Tapi bukan sekawanan kambing yang pingin ane bahas..he…he…

Belajar dari Sang Penjual sayur

Selain ngantar ibu, dari rumah pun ane sudah bersiap2 dengan catatan belanjaan..titipan sang kakak: ada kangkung 2 iket, bayam 2 iket, cabe merah ½ kg, lele 1 kg, ayam ½ kg.

Setelah sepeda motor terpakir, begitu melangkahkan kaki, tiba-tiba... lhoh..ibuku sudah menghilang.. (waduh..baru sejenak sudah kehilangan jejak) kuamati orang-orang yang wara-wiri kesana-kemari..sapa tahu salah satunya ada ibuku.. dan benar saja ternyata ibuku berada di kerumunan penjual sayur bayam dan kangkung.

Para pembelipun harus dengan langkah sigap klo pingin dapet sayur..ikut berebut..sayur yang masih berada di karung-pun (belum sempat si penjual meletakkan di alas) sudah disambar pembeli. Setelah itu baru pada laporan: “Yu, aku ambil 5, uangnya nanti ya, aku ambil 4, aku ambil 3..dan seterusnya..." dan tak ketinggalan ibuku pun bilang “aku ambil 4 lo yuu..” akupun hanya bisa terdiam dan melongo..melihat tingkah polah para pembeli, dan tahu apa jawaban penjual sayur tadi..Cuma “Yaa..!” sambil berdiri terdiam sambil melebarkan senyum tuanya.

Sebenarnya masih kunanti jawaban lain dari mulutnya.. (diminta uangya dulu misalnya, ato dicek beneran gak yg mereka ambil de..el..el..). Tapi ternyata kata2 itu gak keluar juga.. heh..emm ternyata apa? Ya..ibu itu hanya modal “kepercayaan” yang harganya lebih mahal dari pada sayur bayam dan kangkung tersebut.

Jadi terharu..dengan tubuh rentanya, beliau masih ingin menunjukkan kekuatan jasmaninya untuk bisa mengais rejeki demi hidup untuk sehari-hari. Beliau tidak mengeluh..

Eit..terharunya pun berlalu, dan kulanjutkan lagi memenuhi catatan2 belanjaan yang belum kubeli dan membantu ibu membawa pulang belanjaan seabrek untuk dijual kembali di rumah ^_^.

Yup, belajar dari penjual sayur tadi: dengan adanya kepercayaan, orangpun akan jadi transparan/tidak berbohong/jujur, menepati janji, dan akan muncul pula sebuah tanggung jawab.

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Liqo Spesial di Waroeng Steak

Selasa, 12 Oktober 2010

by abuhasan
"Sendoknya kok ndak ada? cuma ada garpu sama pisau. Gimana nanti makannya?", Pakde Mujiran mengamati peralatan diatas meja sambil mencari-cari sendok yang tidak bakalan ketemu. Ikhwah yang lain juga tingkahnya sama.

"Untung saya datangnya duluan, jadi bisa lihat-lihat orang bagaimana cara makannya, ben ra kethok ndeso," timpal akh didi yang sudah memegang pisau dan garpu dengan pede-nya.

Senin sore kemarin (11/10), acara rutin liqo buka puasa bersama memang untuk kali ini betul-betul spesial. Kalau biasanya keliling dari rumah ke rumah ikhwah bergiliran, untuk sore kemarin ikhwah-ikhwah ndeso pelosok piyungan ini diajak wisata kuliner di pusat kota Jogja dengan menu yang seumur hidup mereka belum pernah: Waroeng Steak! Resto steak yang paling terkenal dan paling ruamai di Jogja.

Yup, sesekali ikhwah-ikhwah ndeso yang mayoritas kuli ini merasakan sesuatu yang berbeda, disamping senin kemarin pas giliran tuan rumahnya adalah akh Wahyu Aji, ikhwah aseli Boyolali yang masih single sendiri, so belum ada yang masakin, makanya buka bersamanya di luar rumah.

Jadi, kalo biasanya buka bersama puasa senin ini paling banter menu pecel lele, maka sore itu menunya: Steak Sirloin Dobel plus juice melon.

"Untung kita ikut liqo, jadi kenal namanya steak," kelakar ikhwah-ikhwah sambil memotong-motong daging steak pakai pisau yang tersaji diatas hotplate kala waktu maghrib sudah tiba.

"Untung waktunya sore hari, pas Waroeng Steak tidak begitu ramai, jadi tidak bikin geger para pengunjung," batin ane. Coba habis dzuhur atau bada maghrib, dijamin ngantri.

Berhubung momen-nya istimewa, maka "tidak adil" kata akh Wahyu, kalau yang di rumah (para isteri tercinta) hanya dapat cerita doang. Maka, kami pesan lagi steak sirloin dibungkus untuk dibawa masing-masing ikhwah buat ummi tersayang di rumah.

Usai dari Waroeng Steak, kami bersepuluh ke masjid dekat situ untuk menunaikan sholat Maghrib berjamaah. Ba'da maghriban, para ikhwah pulang ke rumah masing-masing dengan membawa cerita dan bingkisan steak.


piyungan, 3 dzulqoidah 1431


*spesial thanks syukron katsir buat akhuna Wahyu Aji yang dengan semangat jadi sponsor tunggal acara.

**acara liqo buka bersama senin ini sudah berjalan tiga kali usai Ramadhan, yang pertama di rumah akh Sunardi (18 syawal), kedua di rumah pakde Mujiran (25 syawal) dan ketiga di Waroeng Steak, pekan depan insya Allah di rumah Sang Musafir Om Wied yang pekan ini lagi mudik di Jogja.

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Merenda Jejak Dakwah DPRa PKS Srimartani


by Ken Sri
Mengapa oh mengapa...?
Udah 18 hari blog qt trcinta ini GAK UPDATE.
Rekor...! Pd kmana ni para pejuang berpena? Pd kmana ni para kontributor?

Tiap hri lho tak tengokin, 3x sehari. Lebih kadang. Pas buka pintu tuh, semangat gitu. Pasti udah ada yg baru nih! Jebul msh sama kyk td, kyk kmaren, kyk gek mbiyeen kae....! Wadoh...!

Yen karepe update terus ki yo sing sembodo. Yo kirim2 opo tho opo. Diary kek, ato uneg2. Ato td hbs baca buku or dpt ilmu baru. Tularin donk ke kita lewat blog ini.

Tapi jan-jane, klo smua kegiatn n kbar seantero dpc piyungan tu pd mau mngabadikan, gak bakalan seret deg update blog..! Iya tho?

Ada dikit kbar nih. Stidaknya biar top line yg udah bertahta stengah bulan lebih bisa lengser. Smoga brikutnya para kontributor susul myusul menggores pena. Ya..?

Ahad sore kmaren (10/10/10), dpra pks srimartani mengadakan forum ukhuwah kader. Selain sbagai ajang silaturahim antar kader, jg sbagai sarana untuk penyampaian info trkini, penjaringan aspirasi kader, dll.

Ini adalah forum ukhuwah perdana pasca lebaran. Berlangsung di kediaman abu syitha, petir. Rumah yg sehuk, dikelilingi kebun, hutan, n sawah. Elok tenan! Ditemani teh manis n aneka camilan, mnambah hangat suasana dah.

Buah forum ukhuwah dpra sri martani antara lain:
1. Info rohlah dpc piyungn tgl 24 okt mndatang di pantai glagah indah.
2. PWK di dusun tambalan tgl 13 okt, dg agenda penyuluhan ttg bahaya zat adiktif pd mkanan.
3. Rencana untuk mgadakan TRP kader.
4. Rencana untuk mgadakan forum dg para kordus.
5. Prsiapan mnyambut idul adha.
6. Dll.

Walo kmrn yg dtng gak full team, alhamdulillah acr ttp berjln dg lancar. Mereka yg izin antara laen karena putra putrinya sdg sakit (smg adek2 pd lekas sembuh ya...), ada yg msuk kerja, dll.

Udah ya, sgitu doank critanya. Kita tunggu goresan pena sodara2 yg laen yg pasti lebih sip...! Ya Bro? Ya Sist? Biar blog kita tercinta ni ttp bisa ambegan, brnapas, melangsungkan hidup...

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com
 
© Copyright PIYUNGAN ONLINE
fixedbanner