NEWS UPDATE :

Pemberantasan Terorisme Tak Boleh Langgar HAM

Jumat, 24 September 2010

Jakarta - Kerja Densus 88 memberantas terorisme layak diapresiasi, namun tidak boleh dilakukan dengan cara-cara yang melanggar HAM. Pemberantasan terorisme juga harus menjunjung tingi asas praduga tidak bersalah.

"Lembaga Bantuan Hukum Medan mengingatkan bahwa tugas Densus 88 adalah melumpuhkan, serta mengungkap bukan membunuh. Penembakan langsung yang dilakukan aparat Densus di sejumlah daerah di Sumatera Utara yang mengakibatkan tewasnya beberapa orang membuktikan cara kerja Densus 88 membabi buta dan tanpa prosedur," kata Ahmad Irwandi Lubis, peneliti LBH Medan Divisi Hak Asasi Manusia, dalam siaran pers kepada detikcom, Jumat (24/9/2010).

Ahmad menuturkan, tindakan membabi buta yang dilakukan Densus 88 melanggar Perkap Kapolri Nomor 8 tahun 2009 tentang implementasi prinsip Dan standar HAM dalam penyelenggaraan tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia. Selain itu cara membabi buta juga merugikan Densus 88, karena teroris yang ditangkap tidak bisa dimintai keterangan lebih lanjut.

"Para pelaku seharusnya diadili secara fair sehingga semakin banyak informasi yang bisa digali lewat proses hukum. Mereka tidak boleh ditembak mati di luar proses hukum (Extra Judicial killing), bukti menjadi hilang dan peluang untuk membuka tabir akar tindak terorisme semakin sulit," papar Ahmad.

*detik.com

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

F-PKS Minta Panglima TNI Perbolehkan Wanita TNI Berjilbab

Kamis, 23 September 2010

Jakarta - FPKS meminta agar calon Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mempertimbangkan agar wanita TNI boleh mengenakan jilbab saat berdinas. Atas permintaan itu, Agus akan mempertimbangkannya.

Pemakaian jilbab tersebut diyakini tidak akan mengganggu aktivitas para wanita ini. "Kalau bisa wanita bisa berpakaian sesuai aturan agama. Ini tidak akan mengganggu tugasnya," ujar anggota FPKS Yoyoh Yusroh.

Hal itu dikatakan dia dalam fit and proper test Laksamana Agus Suhartono di Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (23/9/2010).

Yoyoh menjelaskan model pakaian untuk TNI tidak perlu diubah, hanya disesuaikan saja modelnya dengan yang mengenakan jilbab. Menurutnya, cukup banyak juga wanita yang enggan masuk TNI karena harus melepas jilbab mereka.

"Mereka takut kehilangan identitas mereka," jelas Yoyoh.

Menanggapi hal ini, Agus berjanji akan mempertimbangkan masukan tersebut. Menurutnya untuk PNS di lingkungan TNI, mengenakan jilbab tidak masalah. Namun memang wanita TNI belum diperbolehkan mengenakan jilbab saat ini.

"Ini perlu dikaji dan hal ini akan jadi bahan pertimbangan untuk kami," jawab Agus.

Sekadar diketahui, wanita TNI berjilbab telah diterapkan di Aceh menyusul penerapan syariat Islam yang mengatur cara berpakaian. Lengan pendek diganti dengan lengan panjang dan rok diganti dengan celana panjang.
(rdf/nrl)

*sumber: detik.com

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Laporan PBB: Israel Melanggar Hukum Internasional


KOMPAS.com — Laporan Tim Penyelidik PBB kelar sudah. Isinya sangat tegas mengatakan kalau Israel melanggar hukum internasional tatkala menyerang kapal kemanusiaan Mavi Marmara pada 31 Mei 2010 lalu. Sebagaimana warta media AP, AFP, dan CNN pada Kamis (23/9/2010), laporan tim itu menyatakan, aksi serbuan oleh perwira komando yang menyebabkan sembilan sukarelawan tewas itu berlebihan dan melanggar tingkat kebrutalan yang bisa diterima.

Di dalam laporan itu disebutkan pula bukti-bukti kalau Israel harus diadili lantaran aksi Negara Zionis itu termasuk kategori "pembunuhan disengaja".

Namun, bukan Israel namanya kalau tidak memilih sikap "kepala batu". Pihak Israel bahkan mengatakan laporan ini bias dan berpihak. Militer negara itu tetap ngotot kalau tentaranya bertindak sebagai bentuk bela diri saat menyerbu pada saat itu.

Bukti jelas

Sembilan pegiat Turki pendukung Palestina terbunuh, sedangkan sejumlah lainnya luka setelah pasukan komando Israel menduduki konvoi enam kapal saat mencoba melewati perairan Gaza yang diblokade Israel.

Muncul kritik luas kalangan internasional atas tindakan Israel ini. Sementara itu, hubungan Israel memburuk dengan Turki yang merupakan sekutu Muslimnya di Eropa.

Dalam laporan sepanjang 56 halaman itu, sebuah panel terdiri dari tiga ahli hukum internasional PBB menyatakan, "Jelas ada bukti yang mendukung perlunya mengadili aksi kriminal terkait ayat 147 Konvensi Jenewa: pembunuhan disengaja; penyiksaan atau perlakuan tidak manusiawi; sengaja menyebabkan penderitaan berat atau cedera serius pada tubuh atau kesehatan orang lain."

Tim pencari fakta PBB juga mengatakan, blokade Israel atas wilayah Palestina tidak sesuai undang-undang karena krisis kemanusiaan di wilayah itu.

Demi laporan itu, tim melakukan wawancara terhadap lebih dari 100 saksi di Inggris, Jordania, Swiss, dan Turki.

*sumber: KOMPAS

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Buah Ramadhan: Kisah Direktur PLN "Mengharamkan" Rokok

Selasa, 21 September 2010

Oleh: Dahlan Iskan*
---
Inilah CEO's note edisi ke-9 yang untuk menuliskannya tidak perlu mikir. Ini gara-gara e-mail curhat seorang karyawan yang dikirim ke beberapa rekannya pertengahan bulan Ramadan lalu. Salah satu alamat cc e-mail tersebut untuk saya sehingga saya ikut membacanya. E-mail itulah yang kemudian mendapat reaksi luas, bersahut-sahutan, dari karyawan lainnya.

Saya terus mengikutinya dengan seksama. E-mail itu lantas saya teruskan ke semua direksi PLN. Mereka pun ikut menanggapi. Lalu lintas e-mail antar karyawan itulah yang menjadi bagian pertama CEO's note kali ini. Sedangkan tanggapan para direktur saya tempatkan di bagian berikutnya.

Inilah CEO's note dadakan karena sudah harus terbit pada akhir Ramadan. Agar berkahnya masih kuat. Setidaknya, agar momentumnya masih nyambung. Setidaknya lagi, agar begitu bulan puasa lewat, apa yang dimaksudkan dalam CEO's note ini langsung bisa dilaksanakan di semua kantor PLN di seluruh Indonesia.

Sebenarnya, sudah banyak pimpinan cabang PLN yang menerapkan peraturan ini lebih dulu dari pusatnya, tapi masih sporadis. Beberapa pimpinan cabang PLN memang ikut mengeluhkan pengapnya kantor pusat saat mereka datang ke Jakarta.

Saya sendiri, di tempat saya yang lama (Jawa Pos, Red), pernah mengeluarkan peraturan seperti ini. Jadi, bagi saya tidak ada masalah. Hasilnya juga sudah terbukti sangat baik. Karena itu, kalau sekarang saya dituntut karyawan PLN untuk mengeluarkan ketentuan yang sama, ibaratnya asu rindhik digitik. Seperti orang lapar tiba-tiba disuruh makan xia fei.

Bahkan, ketentuan yang pernah saya buat di tempat saya yang lama itu lebih keras. Larangan tersebut mula-mula hanya berlaku di ruang kerja. Lalu, berhasil diperluas ke seluruh gedung. Dua tahun berikutnya lebih keras lagi: Karyawan yang tidak memedulikan larangan itu tidak boleh memegang jabatan struktural.

Terakhir, larangan tersebut berbunyi: Barang siapa masih melakukannya, tunjangan kesehatannya (biaya pengobatannya) dihapuskan! Untuk apa memberikan tunjangan kesehatan kalau dia sendiri dengan sengaja mengorbankan kesehatannya!

Kebetulan, semua direksi saya waktu itu tidak ada yang begitu. Setidaknya, sudah tidak melakukannya lagi sebelum jadi direktur. Itu sebuah kebetulan yang hebat. Sekarang pun, tidak seorang pun direksi PLN yang melakukannya. Jadi, pasti, peraturan ini akan bisa ditegakkan dengan keras.

Saya perhatikan, di mana-mana, termasuk di anak-anak perusahaan tempat saya dulu bekerja, ketentuan seperti ini sulit dilaksanakan karena satu alasan: di antara pimpinannya sendiri ada yang melakukannya. Bahkan, sebagaimana bisa dibaca dalam kutipan e-mail di bawah nanti, ada salah seorang direksi PLN yang di tempat lamanya dulu, di sebuah unit PLN, kerasnya melebihi saya. Di samping ada juga yang lucunya sangat mengabunawas. Yakni, seorang direktur yang aslinya Surabaya dan memang alumnus ITS.

Maka, untuk meneruskan berkah Ramadan itu, ketentuan ini mulai berlaku di PLN sejak hari pertama masuk kerja pasca-Lebaran. SK direksinya sudah diterbitkan awal September lalu. Sebetulnya saya malu. Mengeluarkan ketentuan begini saja kok menghabiskan masa jabatan hampir delapan bulan. Kesannya seperti pimpinan yang tidak tegas.

Perusahaan-perusahaan maju di seluruh dunia sudah lama menerapkannya. Kalau tidak segera dibuat, kesannya, di bidang ini pun PLN ketinggalan jauh. Untung ada e-mail berikut ini. Bisa menjadi pemicu awal ketentuan baru ini:

***

Bulan Ramadhan memang bulan penuh rahmat. Hikmah Ramadhan kali ini tak hanya membekaskan hikmah-hikmah spiritual, tapi juga yang lain. Setelah beberapa hari memasuki Ramadhan aku merasakan kelapangan tersendiri memasuki ruang kerja.

Ya, dada ini begitu lapang, lega, dan nyamaaaannn.

Tidak seperti hari-hari sebelum Ramadhan.

Semenjak kepindahanku ke PLN Pusat ini lima bulan yg lalu, dada begitu sesaknya. Bahkan sudah semenjak pagi buta, saat baru keluar dari pintu lift sekali pun.

Bahkan terkadang aku malu saat punya tamu, dan mereka melihat kantor PLN-ku yang megah dan ber-AC tapi penuh dengan asap rokok.

Ya, di hari kelimabelas Ramadhan hikmah besar ini aku rasakan. Hilanglah sudah bekas-bekas asap rokok. Rupanya perlu 15 hari tersendiri untuk menghilangkan sisa-sisa asap rokok itu.

Dada menjadi begitu lapaaaang. Beraktivitas pun menjadi lebih bersemangat. Terasa sebuah kebersamaan hakiki: bekerja sehat adalah milik bersama.

Alhamdulillah.

Lalu.

Adakah ini bisa berlanjut sesudah Ramadhan? Selamanya? Adakah bekerja sehat ini akan berhasil kembali menjadi milik kita?

Aku enggak tahu, apakah hanya aku yang enggak tahan dengan asap itu?

Aku engga tahu, apakah aku yang terlalu menuntut hakku agar udara kamar kerjaku bersih? Aku enggak tahu, apakah merokok di ruang AC memang sudah dibenarkan? (sesuatu yg tidak aku dapati di unit-unit yang telah kulalui).

Aku juga enggak tahu, apakah 'hanya' untuk bekerja sehat diperlukan SK DIREKSI?

Hehehe.

(Supriyadi M.S., risk infrastructure, divisi manajemen risiko)

***

Kang Supri, banyak orang menonjolkan ego dan urat sarafnya, hanya karena sebatang rokok. Kalau diingatkan bahwa merokok itu mengganggu kesehatan... banyak yang menjawab yang tidak merokok pun banyak yang mati duluan. Astaghfirullah.

Kalau orang luar negeri datang ke kantor kita, mereka merokoknya keluar gedung. Atau ke ruang khusus tempat merokok. Yakni saat rapat break 10-15 menit... kemudian balik dan lanjut kerja. PLN sudah lama punya buku COC (code of conduct, Red) dan sudah naik cetak edisi yang baru. Tapi kayaknya hanya akan menjadi etalase berikutnya kalau tidak diimplementasikan.

Hanya waktu yang akan menjawab... apakah PLN bangkit... atau sebaliknya. Ini hampir terjadi di seluruh PLN. Lebih gawat lagi mereka juga masih merokok di kamar kecil alias WC. Maaf ini hanya mengungkapkan ketidakberdayaan saya melihat kondisi ini. Semoga masih ada waktu untuk menikmati hari-hari kerja TANPA ASAP ROKOK di luar bulan Ramadhan. (Tri Prantoro, perencanaan korporat PT PLN).

***

Kok sama ya. Ini juga kegelisahan saya. Saya pernah masuk ke salah satu ruang Kadiv (kepala divisi). Uh! Bau asap rokok. Yang juga berat adalah: banyaknya puntung rokok di sekitar kita. Saya sudah minta bagian umum untuk mengadakan pos penerimaan puntung rokok setelah Lebaran nanti. Dengan imbalan Rp 1.000/puntung.

Kalau memang aspirasi untuk sehat dari para karyawan sedemikian kuatnya, ok. Go! Kita tingkatkan upaya melarang merokok di ruang kerja ini. Yang masih melakukannya kita minta memilih: pilih tetap merokok di ruang kerja atau meninggalkan jabatannya! Setelah Lebaran mulai kita berlakukan.

(Dahlan Iskan).

***

Luar biasa... Dirut seperti ini yang kita harapkan... yang mampu menyehatkan karyawannya. Kegelisahan kawan-kawan semua ini sebenarnya juga dirasakan oleh sebagian besar kaum perempuan. Hanya, umumnya tidak mau protes. Tapi, dari beberapa kali saya komunikasi dengan pegawai/outsourcing wanita di PLN, sebenarnya mereka juga keberatan. Hanya tidak mau ribut saja. Pilih diam.

Sebenarnya sudah ada peraturan tentang hal ini yang bisa dijadikan pedoman termasuk sanksi-sanksinya. Hanya, masalahnya apakah pimpinan kita secara kolektif mau menjalankan apa tidak. Sudah terlalu banyak aturan di negeri ini... tapi yang kita harapkan sebenarnya pada tataran pelaksanaannya.

Kalau kita perhatikan Perda dan Pergub DKI, yang punya kewajiban menegakkannya bukan hanya perokok, tapi juga pimpinan perusahaan dan pegawai secara umum. Pasal-pasal dalam perda tersebut tidak dimuat di sini. Intinya, perokok di dalam ruangan kerja bisa dimasukkan penjara. (Endro Yulianto).

***

From: Manu Sukendro

Jika seorang tukang ojek merokok sehari 1 bungkus, maka sebulan telah membakar tembakau Rp 300.000. Setahun Rp 3.600.000. Dalam 10 tahun Rp 36.000.000. Padahal, jika uang sebesar Rp 10.000 dishadaqahkan, Allah menggantinya sebesar 10x, atau sebesar 700x, atau tak terhingga tergantung keridhaan-Nya. Tergantung tingkat keimanan dan ketaqwaan seseorang.

Katakan balasan dari Allah sebesar 700x, seorang tukang ojek yang mau bershadaqah setiap hari (hadist shahih mengatakan bershadaqah wajib setiap hari), maka Allah akan memberikan ganjarannya per hari Rp 10.000 x 700 = Rp 7.000.000, sebulan Rp 210.000.000, setahun Rp 2.520.000.000, atau 10 tahun Rp 25.200.000.000.000.

Balasan rizki dari Allah bisa berupa harta yang mendatangkan keberkahan, istri, anak-anak yang saleh dan saleha, shadaqah dapat memadamkan panas kubur, shadaqah dapat menjadi naungan di Padang Mashar, dll. (Muh. Manu S.).

***

Terima kasih pencerahannya. Mari kita sama-sama menyesuaikan diri dengan aturan yang ada, dengan niat ibadah. (Iskandar, divisi perbendaharaan).

***

Aku pernah ikut seminar di Gedung Serbaguna di Pusdiklat PLN di Ragunan, a few years ago. Tiba-tiba Pak Nur Pamudji (sekarang menjabat direktur energi primer PLN) dengan gagahnya mengambil mic dan berkata: ''Karena ruangan seminar ini ber-AC, mohon peserta seminar yang merokok di ruangan ini diminta keluar oleh panitia'' (demikian kira2 kalimat yg saya ingat). Bahkan, ada yg cerita ke saya bahwa beliau mencabut rokok dari mulut seseorang yg sedang merokok di dalam ruangan Jawa Bali Control Center di Gandul. (Helmi Najamuddin).

***

Pak Eddy (direktur SDM), setelah saya mengamati aspirasi karyawan yang beredar di e-mail mereka, saya ikut menanggapi: Lain kali ruang Kadiv jangan diberi pintu, agar mereka jangan menutup pintu dengan alasan untuk merokok! Dalam e-mail itu saya kemukakan bahwa siapa yang merokok di ruang kerja akan kita suruh memilih: merokok atau berhenti dari jabatan/status karyawan. Mohon disiapkan SK, dengan sanksi yang benar-benar kita tegakkan (saya sendiri bersedia jadi polisi). (Dahlan Iskan).

***

Besok saya akan mulai menyiapkan aturan tersebut lengkap dengan sanksi disiplinnya, begitu pula prosedur pengendalian & penegakan GCG (termasuk pembuatan/pengelolaan situs whistle blower). (Eddy Erningpramaja, direktur SDM)

***

Aku sedih... manakala ingatanku kembali pada dua orang bulik/tanteku, orang2 yang aku dekat dengan mereka... Mereka sakit, mereka berbulan-bulan batuk, mereka sesak napas, menderita... Mereka terkena kanker paru2, dan akhirnya mereka tidak kuat...

Mereka bukan perokok, mereka setiap hari... dipaksa menghirup asap rokok. Orang bilang... mereka perokok pasif. Bulikku yang satu terpaksa kerja di satu ruangan... di kantornya... yang isinya orang-orang yang.... semuanya perokok.

Bulikku yang satunya lagi, suaminya perokok berat. Dia habiskan waktunya... bercengkerama, makan, tidur dengan suaminya yang tidak pernah lepas dari rokok... Aku pikir.... mereka ini, bulik-bulikku, sejatinya para korban orang-orang yang kurang peduli...

Duh Gusti... ampunilah dosa2 bulik-bulikku itu... Juga, limpahkan kasih-MU bagi yang lain, yang tidak berdaya, para korban perokok. Duh Gusti... berilah petunjuk kepada orang-orang yang kurang peduli itu...

Duh Gusti... terima kasih dan puji syukur... aku haturkan. Nyatanya... Engkau telah berikan kekuatan padaku dan kawan2ku untuk jadikan bilik, lorong, selasar, dan ruang-ruang majelis tempatku bekerja... terbebas dari kurang peduli. (Murtaqi Syamsuddin, direktur bisnis dan manajemen risiko)

***

Saya sudah merokok sejak kelas 5 SD. Maklum anak kolong. Puncaknya waktu tugas di Aceh Tengah selama 4 tahun, 96-99. Maklum udara sangat dingin dan tiap hari stres krn GAM. Bisa 3 bungkus sehari! Kretek lagi. Saya 3x usaha berhenti. Kali pertama dan kedua berhenti dgn niat krn batuk dan nggak enak badan... gagal total karena 6 bulan kemudian krn badan mantap terus merokok lagi.

Kali ketiga berhenti tahun 2005. Alasan? Nggak ada. Berhenti saja. Sukses sampai hari ini. Supaya terus sukses saya mendukung 100% larangan merokok. Nggak usah bikin ruangan khusus merokok atau apa pun. Nggak ada gunanya. Di bandara gagal! Nggak usah pake alasan kesehatan atau ditakut-takuti pake gambar tengkorak segala, percuma! Pokoknya tidak boleh saja. (Nasri Sebayang, direktur perencanaan dan teknologi)

***

Waktu saya Kabag Operasi di Control Center Gandul tahun 2000, saya berlakukan larangan merokok di Gedung Operasi Gandul. Alasannya: ''Bahaya Kebakaran'' (habis gimana, pangkat cuma kepala bagian, di atas masih ada kepala dinas dan kepala divisi di gedung yang sama, jadi musti cari alasan yang kuat).

Alasan yang sebenarnya adalah saya tidak mau jadi perokok pasif seperti buliknya Pak Murtaqi. Sebab, di Gandul, asap rokok beredar melalui saluran AC sentral. Larangan ini mendapat dukungan luas, sampai kepala divisi pun (Pak Gultom) yang berkantor di gedung itu nggak berani melanggar (Pak Gultom alumnus Inggris, jadi paham benar soal sopan santun merokok). Mereka yang melanggar, saya cabut rokoknya dari mulutnya, nggak peduli atasan atau bawahan (saya dulu dijuluki ''Madura'' karena galak banget soal rokok ini).

Tahun 2005, GM P3B JB (Muljo Adji) mengeluarkan larangan merokok di semua gedung P3B JB dan masih berlaku sampai sekarang. Kalau Dirut mengeluarkan larangan merokok itu, dukungan akan datang dari 99,999% pegawai PLN. Karena sesungguhnya yang merokok ini sedikit sekali, tapi mereka mendominasi, seolah-olah itu kebebasan mereka. Next turn, larangan merokok harus masuk surat pernyataan ketika rekruitmen dan perjanjian kerja bersama. Setuju dengan Pak Nasri, nggak usah dibuatkan tempat merokok. Pokoknya DILARANG. Titik. (Nur Pamudji)

***

Wah... aku setuju 1000%. Bagiku, mending bau kentut daripada bau rokok. Kentut gak jelas pelakunya dan gak bisa dilarang... Kalo perokok, pelakunya jelas... Larang aja! (Bagiyo, direktur pengadaan strategis).

***

Bismillah! Ramadan kali ini kita kenang sebagai bulan pemicu larangan merokok di ruang kerja di seluruh PLN!

Mohon maaf lahir batin. (*)

*Dahlan Iskan, CEO PLN (eks pimpinan Jawa Pos)

*diambil dari: jawapos.co.id (edisi Senin 20/09/10)
*judul asli: Dahlan Iskan: Soal Sepele dengan Pertaruhan Jabatan

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Mudik Asyik Mensyiarkan PKS di Kampung

Kamis, 09 September 2010

Reporter: Abu Hasan Surhim
Sehari setelah sampai di kampung halaman, alhamdulillah kami bisa mengadakan acara PKS di rumah. Rabu (8/9) 29 Ramadhan 1431, bertempat di rumah kami, bekerjasama dengan pengurus DPRa PKS desa Debong Tengah kotamadia Tegal Jateng, sore itu kami mengundang lima puluhan bapak-bapak dan ibu-ibu PWK simpatisan PKS ranting Debong Tengah yang selama ini rutin mengikuti TRP (Ta'lim Rutin PKS).

Inti kegiatan kami adalah menjalin silaturohmi dan sekaligus menyampaikan amanah dana zakat yang berasal dari ikhwah Indonesia yang merantau di Malaysia. Kebetulan ustadz Abdul Wahid Surhim, kakak ane, studi S3 di UTM (Universitas Teknologi Malaysia) sehingga punya koneksi dengan ikhwah disana. Dan kegiatan ini sudah dimulai Ramadhan tahun lalu.

Walaupun pengurus DPRa PKS disini hanya para simpatisan (karena mereka belum liqo tarbiyah, hanya mengikuti ta'lim PKS dua pekanan), tapi semangat dan kerja mereka luar biasa. Ini juga terlihat pada acara kali ini. Dua buah bendera PKS dipasang di gerbang masuk tempat acara, rumah kami yang terletak di pusat desa, dua buah speaker sound system besar dipasang hingga terdengar menggelegar. Susunan acaranya pun disesuaikan dengan kultur masyarakat setenpat yang kental nahdiyin.

Acara dibuka oleh Bapak Ade sekretaris DPRa yang juga ketua RT setempat dengan pembacaan Al-Fatihah, dilanjutkan dengan lantunan qiroah Al-Quran oleh ibu Khoridah perwakilan ibu-ibu PWK dengan suara merdu. Usai itu disambung dengan lantunan sholawat Nabi yang dipimpin bapak Farikhi.

Acara inti taushiyah dan pembagian zakat oleh almukarom Abdul Wahid Surhim. Di awal taushiyah, beliau memimpin pembacaan Al-Fatihah dengan niatan hadiah untuk almarhum kyai Surhim bin Ratib sebagai sesepuh dan pendiri PKS ranting Debong Tengah.

Usai penyampaian taushiyah dengan tema mensyukuri nikmat Allah SWT, acara dilanjutkan dengan pembagian zakat yang besarnya bervariasi antara 25rb - 50rb, bergantung dari tingkat kerajinan di TRP dan tanggung jawab di DPRa (pengurus atau bukan).

Alhamdulillah acara berlangsung dengan lancar, ibu-ibu dan bapak-bapak merasa sangat senang dengan kegiatan ini. Wajah tulus mereka berbinar-binar karena silaturohim tetap terjalin, mereka tetap diberi pembinaan walaupun bukan musim pemilu, dan kami berbahagia bertemu dengan para simpatisan ini walaupun setahun sekali, saat mudik lebaran seperti sekarang ini.

Tegal, akhir Ramadhan 1431

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Renungan Ramadhan (7): Sajadah Keikhlasan

Selasa, 07 September 2010


Hari itu seorang ibu tua menjajakan selembar sajadah lusuh dan robek di beberapa sisi ke sepanjang pasar. Sajadah satu-satunya itu dijual untuk membeli buka puasa. Hanya tinggal segenggam beras di rumah tak cukup dirasa untuk berbuka bersam keluarga, terpaksa alas semata wayang untuk menghadap sang khalik itu dijual.

Berjam-jam menawarkan, tak ada satupun yang berkenan membeli, wajar, di bulan ramadhan ini orang-orang berbondong-bondong mendatangi toko-toko guna membeli perlengkapan sholat baru, mana mungkin ada yang mau membeli sajadah bekas yang bentuknya tak karuan. di tengah keputus-asaannya, ia bertemu seorang ibu yang sedang mendorong gerobak yang berisi beberapa galon air, katanya untuk kebtuhan sehari, maklumlah mereka tak berlangganan air jadi terpaksa menimba air di d kampung sebelah. Si ibu tua penjaja sajadah pun menawarkan sajadah itu pada si ibu yang kelihatannya juga mengalami keterhimpitan ekonomi. Berbeda dengan orang-orang yang ditawarkan sebelumnya, ibu pendorong gerobak ini sudi membelinya, katanya supaya ibadahnya berkah kan sajadahnya dibeli untuk membantu orang juga. Kebetulan ibu tadi tidak membawa uang, jadi dia titipkan gerobak airnya pada si ibu tua, sedangkan dia pulang ke rumah mengambil uang 25 ribu. Setelah dibayar, alangkah terkejutnya si ibu pendorong gerobak tatkala ada seorang pemuda yang memberinya segepok uang berjumlah 1 juta.

Sebuah kisah di acara MINTA TOLONG di RCTI kemarin

Luar biasa. Sajadah lusuh dibeli dengan cahaya ikhlas, tak peduli apakah sajadah itu baru dari toko atau bekas yang penting seberapa sering sajadah itu menjadi alas perbincangan dengan sang khalik. Sangat disayangkan jika sajadah buatan turki,iran, mesir namun, tak pernah menjadi alas ketundukan pada-Nya.

Sesampainya di rumah, si ibu pendorong gerobak langsung berhambur dengan kedua anak perempuannya, “adek putri, ibu baru dapat rezeki, kamu bisa sekolah lagi,”. Bulu kuduk saya meremang, di saat keterhimpitan ekonomi melanda, naluri membantu sesame ternyata masih tersisa. Ternyata masih ada orang-orang yang punya naluri langka ini di Indonesia. Padahal sebelumnya terselip erat pesimis pada naluri yang dapat disamakan dengan kelangkaan harimau sumatera, walaupun masih ada namun dikerangkeng di kebun binatang, takut kalau-kalau taringnya mengoyak rencana-rencana busuk si pecinta dunia.

*ditulis oleh: Kali Siregar (www.kompasiana.com)

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

I'tikaf Berbasis Liqo di DPC PKS Piyungan

by abuhasan
ramadhan sudah di gerbang kepulangan tanpa bisa kita cegah. yang ada hanyalah menambah mujahadah dengan ibadah di sisa terakhir ramadhan dengan satu asa sang maha kuasa menurunkan rahmat dan maghfirohnya.

senin malam, 30 agustus 2010 yang menandakan bergulirnya 10 sisa ramadhan, kami menyambutnya dengan (latihan) itikaf. disebut "latihan" karena kami tidak full 24 jam berdiam di masjid, hanya start bada tarawih dan finish sekira jam 6 pagi.

di dpc pks piyungan, sudah dimulai sejak ramadhan tahun lalu, untuk kegiatan itikaf berbasis liqo (peserta dan pengelola per-liqo). untuk liqo kami itikaf bertempat di masjid al-ikhlas sampakan, sama seperti tahun lalu. tempatnya strategis di "jantung" piyungan barat, nyaman dan lapang, ta'mirnya full mensuport itikaf: dari mulai ikutan jadi peserta sampai menyediakan menu sahur g-r-a-t-i-s (tis). walau gratis tapi menu sahurnya selalu spesial 4 sehat 5 sempurna 6 nikmat: nasi + daging/ayam + sayur + buah + susu + kerupuk (biar tambah rame dan nikmat).
** jazakumullah khoiron jaza kepada keluarga pak jono, bu yuni dan pak min **

menu utama itikaf kami: (dimulai dari bada tarawih) tilawah al-quran (indiviudal), istirahat, qiyamullail (dari jam 02.30 - 03.45), sahur, shubuh, kultum, ma'tsurot, kajian tafsir + sholat dhuha sebelum pulang.

“Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama'ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka'at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.”
{HR. Tirmidzi no. 586. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

total peserta itikaf di liqo kami mencapai 20 orang, sudah termasuk ta'mir dan tambahan peserta liqo tetangga.


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Anis Matta Launching Komunitas Sahabat Al-Quran di Medan

Oleh: Kali Siregar*
Kabar anis matta akan membuka launching komunitas sahabat Al-Quran (KSQ), sebuah komunitas yang mempunyai misi mendekatkan mahasiswa di kota Medan dengan Al-Quran, menarik perhatian saya. Sebelumnya saya pernah menghadari seminar di Makassar tentang pilkada dimana salah satu pembicaranya anis matta, waktu itu beliau punya jadwal yang mepet jadi ditengah-tengah seminar beliau undur diri.

Petinggi PKS ini pun datang dengan diiringi satu mobil polisi plus mobil mewah berplat merah, maklumlah beliau kan wakil rakyat. Masjid dakwah USU sudah dipenuhi oleh ikhwan dan akhwat yang sudah menunggu dari ba’da dzuhur. Dengan stelan kemeja biru beliau tiba di masjidnya anak USU jam 4 sore dan langsung mengambil posisi duduk di saf terdepan bersama ustadz-ustadz yang menjadi pembicara sebelumnya. Yang membuat jamaah terkesima adalah saat melihat istri beliau yang ternyata bukan orang Indonesia, tapi orang arab. Gak ikhwan gak akhwat, semuanya terkesima. Salah seorang akhwat yang kuajak ke seminar itu sendiri terkagum-kagum, “kayaknya gak cantik luar aja bang, tapi cantik dalam juga, baru liat mukanya aja tenang,”.

Politisi lulusan LIPIA ini memberikan ceramah selama satu jam mengenai Al-Quran. Tak satupun kata-kata beliau terlewatkan, penuh pengetahuan baru, runut dan tak terlihat berpikir, semua keluar dengan sendirinya, seperti ilmu itu sudah mengakar kuat. insyaAllah isi ceramahnya akan saya posting nanti.

Suasana berubah saat memasuki sesi Tanya jawab. Salah seorang penanya bertanya tentang wacana pembangunan gedung DPR yang baru. Pertanyaan ini sama sekali tidak melenceng dari isi ceramah karna beliau menyinggung tentang kekuasaan dan kemewahan yang diceritakan dalam Al-Quran.

Pak anis mengatakan sebenarnya dari awal PKS menolak rencana itu. Akan tetapi idealnya memang wacana itu tidak salah tempat. Bayangkan saja gedung itu sudah berpuluh-puluh tahun digunakan. Sekarang setiap anggota DPR mempunyai staf ahli (saya lupa ahli apa aja). Jadi tiap anggota DPR mempunyai 4-5 anggotanya dan jika dikalikan dengan jumlah anggota DPR yang ada ditambah yang bekerja di sekretariat jenderal maka gedung DPR itu digunakan oleh lebih dari 5000 orang. Sayangnya pada saat dibagun, gedung DPR tidak diproyeksikan akan digunakan oleh orang sebanyak itu, memang begitulah pembangunan di Indonesia saat itu tidak melihat ke depan.

Untuk masalah Spa sebagai fasilitas tambahan, itu memang ada yang mengusulkan tapi hanya menjadi sekedar pembicaraan, teman-teman di DPR memang berpikir kalau-kalau gedung DPR ada tempat santainya apalagi setelah lelah bekerja. Terkecuali spa, menurutnya sepanjang gedung baru itu memang diperlukan dan bermanfaat, tidak termasuk dalam bermewah-mewahan.

“Area gedung DPR tetap menyisakan lahan untuk para demostran baik yang ramai-ramai ataupun yang hanya sekedar coret-mencoret,” candanya yang mengundang tawa dari jamaah yang hadir sebelum meninggalkan masjid dakwah USU ini.

“orang yang kuat ilmu agamanya akan mudah mendalami ilmu-ilmu lainnya” (anis matta, LC)


*diambil dari: http://regional.kompasiana.com
(dengan sedikit perubahan judul)


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Buka Puasa Bareng Kader DPRa PKS Srimartani

Jumat, 03 September 2010

Reporter: Abi Aisy
Sederhana dan berbobot, adalah ungkapan yang mengambarkan situasi atau suasana disore yang penuh nikmat dalam rangka kosolidasi beberapa agenda yang strategis bagi kader DPRa PKS Srimartani. Disamping itu, dalam rangka mengeratkan tali silturahmi antar kader DPRa PKS Srimatani agenda tersebut diramu dalam satu rangkaian dengan buka bersama kader baik yang senior maupun junior.

Bertempat dikediaman Pak Toto Draman desa Srimartani pada hari Sabtu tanggal 28 Agustus 2010 tepatnya pada tanggal 18 Ramadhan 1431H, program DPRa. Srimartani digelar. Kurang lebih duapulahan kader ikhwan dan akhwat berkumpul untuk mengikuti acara yang dihadiri pula oleh Ketua DPC Piyungan Ustadz Andi Tri Widodo.

Dikarenakan banyaknya rangkaian acara maka tepat pukul 16:45 acara tersebut dimulai dan dipandu langsung oleh ketua DPRa. Srimartani (Akh Eko). Pada kesempatan tersebut Akh Hariyadi bertugas membaca ayat suci Al Qur'an yang dilanjutkan dengan sambutan Ketua DPC Piyungan. Dalam sambutannya Ketua DPC memberikan beberapa penguatan dan semangat kepada kader yang hadir pada acara tersebut, selain itu pula beliau mengingatkan pula agenda-agenda kedepan yang telah menanti dan membutuhkan partisipasi dari semua kader agar agenda tersebut tercapai dan suskes.

Rangkaian acara berikutnya yang tidak kalah menariknya yaitu taujih dari Ust Agung alias Wong Agung yang menyampaikan tentang pentingnya Ta'awun tolong menolong dalam kebajikan dan jalan taqwa.

Saat masuknya waktu Maghrib tepatnya pukul 17:41 WIB yang menandakan waktunya berbuka puasa seluruh kader yang hadir menikmati hidangan buka puasa yang telah disediakan oleh tuan rumah. Acara pun diakhiri dengan sholat maghrib berjamaah.

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com
 
© Copyright PIYUNGAN ONLINE
fixedbanner