NEWS UPDATE :

Ifthor Kader DPRa PKS Sitimulyo

Selasa, 31 Agustus 2010

Reporter: Bachtiar
Dalam rangka mengokohkan kebersamaan, kesolitan dan semangat kader, sudah barang tentu merupakan kewajiban DPRa PKS Sitimulyo untuk menggelar agenda rutin bulanan partai yaitu dalam wadah TRP (Talim Rutin Partai) yang kali ini dirangkai dengan buka puasa bersama.

Masih dalam suasana kemerdekaan di bulan ramadhan yang mengingatkan kita bahwa proklamasi pun hadir di saat yang sama. Semangat untuk meningkatkan amalan diri untuk kemenangan agar menjadi hamba yang bertakwa.

Bertempat di kediaman Akh. Iwan S di dusun Karangploso, pada hari Jum'at tanggal 27 Agt 2010 bertepatan 17 Ramadhan 1431H, agenda TRP yang dirangkai dengan iftor ini dihadiri duapuluhan kader ikhwan dan akhwat.

Tidak kalah menariknya siraman rohani pada acara tersebut diisi oleh kader senior yang ada di kecamatan Piyungan Al Ustad Juhadi. Dalam tausiahnya beliau lebih banyak memberikan semangat dan motivasi bagi kader jonior2 yang ada di Desa Sitimulyo agar pada bulan Ramadhan amalan-amalan bagi kader tentunya berbeda sekali dengan yang bukan kader terutama target-target amalan ibadah seperti sholat lail, tilawah, kajian2 pengetahuan dll.

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, tepatnya pukul 17:41 yang dibarengi dengan suara sirine menandakan waktunya berbuka puasa dan juga selesailah tausiah dari Ustad Juhadi.

Alhamdulillah suguhan berbuka puasa oleh tuan rumah pun ternyata super spesial, pasalnya menu berbuka sore menjelang petang yakni bakso buatan ayah/bapak dari Akh. iwan yang terkenal dengan kelezatanya. Tak ayal keringatpun terasa membasahi disebagian tubuh setelah menyantap menu spesial dengan racikan dan kolaborasi bumbu yang sangat pas.

Semoga dengan kebersaman, semangat, kesolitan dan langkah kita selalu mendapat bimbingan dan ridho dari Allah SWT...amin

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

DPC PKS Piyungan Bagikan Bingkisan Lebaran Anak Yatim

Senin, 30 Agustus 2010

Reporter: Didi Darmadi
Mengoptimalkan detik-detik Ramadhan yang akan memasuki 1/3 terakhir, selain mempersiapkan Program Internal (untuk kader) berupa Itikaf, DPC PKS Piyungan juga menyapa masyarakat dengan menggelar Program Buka Puasa Bersama Anak Yatim plus Bingkisan Lebaran.

Bertempat di Area Gemises Ngangkruk Klenggotan desa Srimulyo, pada Ahad 29 Agustus 2010 bertepatan 19 Ramadhan 1431, Program PKS Peduli ini berlangsung. Sebanyak 25 anak-anak yatim/piatu yang berasal dari 3 desa di Piyungan mengikuti acara ini.

Acara dibuka pukul 16.45 dengan tilawah Al-Quran oleh akhi Parman dilanjutkan sambutan Ketua DPC PKS Piyungan ustadz Andi Tri Widodo sekaligus penyerahan bingkisan lebaran berupa angpo @ Rp 40.000. Memang tidak bisa mencukupi kebutuhan lebaran anak-anak yatim ini, tapi paling tidak cukup membuat mereka bisa tersenyum di hari lebaran nanti.

Acara berikutnya Kajian Multimedia yang disampaikan oleh akhi Eko Heri dengan pemutaran audio visual Islami dengan tema budi pekerti.

Tepat pukul 17.41 WIB saat masuknya waktu Maghrib anak-anak Yatim dan pengantarnya menikmati hidangan buka puasa. Acara pun diakhir dengan sholat maghrib berjamaah.

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Kesan Pesan untuk Irwan Prayitno Gubernur Sumbar yang Baru

Jumat, 27 Agustus 2010

Oleh Hesti Fazrul*
Jalannya tidak buru-buru, badannya tegak, posturnya lumayan tinggi, rambut ikal tahi lalat di atas bibir dan kacamata cukup tebal. Selalu pakai kemeja dan celana pantalon seperti bapak-bapak kantoran.. jauh deh dengan gaya kakak-kakak kelas lain yang kasual. Terkesan serius dan sedikit malu-malu. Yang jelas tidak jual tampang atau jaga image seperti senior lain.

Itu ciri-ciri yang tersimpan dalam ingatan saya. Ketika itu ternyata dia adalah salah satu mentor yang membimbing adik-adik mahasiswa/i baru di Fakultas Psikologi UI termasuk saya.

Jaman itu mahasiswa/i baru dibagi dalam beberapa kelompok sekitar 5 atau 6 orang kemudian dibmbing oleh dua orang senior. Mereka menjelaskan materi kuliah dan juga masalah-masalah lain seputar kampus. Mahasiswa baru boleh bertanya apa saja kepada kakak mentor. Kami memanggil mereka Mas untuk pria dan Mbak untuk wanita.

Saya menangkap tanda bahwa Mas yang satu ini termasuk senior yang alim dan sholeh bila dibanding kakak-kakak lain. Tapi dia pintar sekali tutur katanya jelas dan bila kita bertanya jawabannya memuaskan. Kesan mendalam lain adalah walaupun sosoknya cukup tampan dia tak tebar pesona kepada sebegitu banyak mahasiswi baru Psikologi yang katanya manis dan caem…ehm..

Hanya dua alinia itu yang bisa saya kenang dari tokoh ini. Selanjutnya tidak tahu lagi. Lama kemudian terdengar kiprahnya di partai politik. Dulu Partai Keadilan, sekarang Partai Keadilan Sejahtera. Beberapa waktu sosoknya selalu bertengger di DPR Pusat. Kemudian terdengar mengikuti ajang pemilihan Gubernur Sumbar. Setelah tigakali (duakali -ed), pada pemilihan yang terakhir dia menang. Dan tanggal 15 Agustus 2010 lalu telah dilantik sebagai Gubernur Sumbar. Dialah Irwan Prayitno yang pernah saya kenal sekelumit hampir 25 tahun yang lalu. Sebagai adik kelas saya berharap dia tidak berubah, saya yakin dia masih kokoh dengan garis hidupnya yang agamis dan spiritual.

Di bawah kendalinya saya berharap Sumatera Barat akan melahirkan kembali tokoh-tokoh yang terkenal dengan kehandalan daya pikir, kreativitas, punya semangat kewiraswastaan/enterpreneuship yang tinggi. Sumatera Barat kembali akan melahirkan tokoh-tokoh pejuang dan diplomasi hebat seperti Mr. Muhammad Yamin, sehingga Indonesia tidak lagi dilecehkan lagi seperti sekarang. Sumatera Barat menjadi daerah yang pembangungannya berdasarkan kejujuran bukan berlandaskan semangat proyek dan birokrasi kotor yang mementingkan hanya kalangan tertentu saja.

Selamat berjuang Da Irwan……. JANGAN LUPAKAN CITA-CITA AWAL SEPERTI YANG KAMU KUMANDANGKAN SAAT KAMPANYE PEMILIHANMU…. DAN JANGAN LUPA KACANG DENGAN KULITNYA.

Tangerang, 18 Agustus 2010


*Hesti Fazrul: (Saya seorang ibu rumahtangga biasa yang ingin tetap mengakses ilmu walaupun hanya di rumah saja. Berharap sisa hidup yang diberikan Allah terus bermamfaat bagi kemanusian dan makhluk Allah yang lain)

**diambil dari sini: http://regional.kompasiana.com

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Ada Emak Bertanya Pada Anaknya


by
Ken Sri

---
"Endah bungahe sing podho iso nindakke poso yo..."

"Lha aku ra poso ki, dadine ra entuk rahmat, ampunan, lan pembebasan seko neroko....?"

Readers, apa jawaban yang benar untuk pertanyaan Emakku ini...? Jujur, binun aku apa jawabnya..

Emak, memang sudah 2 tahun ini tak bisa menjalani puasa Romadhon. Tidak diijinkan oleh dokter, dilarang pula sama kondisi fisik beliau...
Pernah maksa puasa, tapi dapet 3 ato 4 hari gitu sudah tak sanggup lagi.

Semenjak kanker kelenjar getah bening yg bersarang 2006 silam, kesehatan Emak memang turun drastis. Ditambah lagi efek kemoterapi & radioterapi, yg membuat beberapa organ (terutama pencernaan) terganggu fungsinya sampe sekarang.

Belum pulih yg satu, ujian kembali datang.. 2008, jantung koroner kata dokter. Emak mengeluh sering terengah-engah. Terutama malam hari. Padahal tidak melakukan aktivitas berat.
"Ini jantungnya mulai menbengkak, jadi mendesak paru2. Itu yang membuat jadi seperti sesak nafas.", kata dokter lagi.

Maka, sejak 4 tahun yg lalu, Emak tiada hari tanpa minum obat. Belasan macam. Dengan dosis yg semakin tinggi bila dosis sebelumnya mulai tak efektif. Sebenarnya khawatir juga, pemakaian obat tertentu dalam jangka panjang akan menimbulkan masalah baru. Tapi gimana ya...? Kalo obat tak diminum, tubuh benar2 kepayahan...

Ah Emak...
Untuk makan saja, ini itu dilarang. Tubuhnya jadi sensitif terhadap rerupa makanan. Untuk menu sehari2 adalah nasi+sayur bening yg dijus (karna gigi telah keropos semua & tenggorokan menolak makanan bertekstur kasar). Tiga ato empat kali sehari, sepanjang tahun... Kadang, rasa manis jadi hambar di lidah emak. Asam malah terasa agak manis! Coba bandingkan dengan kita yg masih dikaruniai nikmat sehat... Segala rupa dan rasa masih bisa kita nikmati. Tanpa takut alergi ato lidah iritasi ato tenggorokan luka.

Alhamdulillah... ALLOH menganugrahkan kesabaran (yg menurutku sangat luaar biasa) pada Emak. Jarang sekali beliau mengeluh tentang sakitnya.

Jangan khawatir akan janji ALLOH, Mak.. Semoga sakit ini menjadi penggugur dosa bagimu...


*Piyungan, 17 Ramadhan 1431

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Luaskan Bentangan Cakrawala Kepahamanmu

Rabu, 25 Agustus 2010

Oleh: Cahyadi Takariawan
Sungguh sangat ingin aku sampaikan pesan penting ini pertama kali: luaskan bentangan cakrawala kepahamanmu. Bergerak dalam dinamika dakwah adalah pergerakan yang berlandaskan kepahaman, berlandaskan hujah, berlandaskan ilmu dan pengetahuan. Tak ada keberhasilan dakwah, jika tidak diawali ilmu dan kepahaman. Tidak akan ada keteguhan di jalan dakwah, jika tidak memiliki cakrawala pengetahuan yang memadai.

Coba aku ajak membuat perbandingan. Saat anak masih kecil, ia hanya bermain di dalam rumah saja. Ia akan bertanya tentang benda-benda yang ada di dalam rumahnya sendiri. Dengan mudah orang tua menjawab dan menjelaskan, karena itu benda-benda yang sangat umum dan dikenalnya dengan baik. Bertambah usia, si anak mulai bermain di halaman rumah. Ia bertanya tentang benda-benda yang ada di halaman rumah. Orang tua dengan mantap menjawab semua pertanyaan anak.

Bertambah lagi usianya, anak bermain di lingkungan tetangga. Ia membawa pertanyaan seputar lingkungan sekitar, dan ada beberapa pertanyaan yang mulai sulit dijawab orang tuanya. Semakin besar anak, pergaulannya semakin luas, permainannya semakin jauh, tidak hanya di lingkungan tempat tinggal. Ia mulai bepergian ke luar kota, ia mulai mengenal beraneka ragam jenis manusia. Pertanyaan yang dibawa pulang semakin banyak yang dirasakan sulit oleh orang tuanya. Apalagi saat dewasa anak mulai mengenal manca negara, ia mengunjungi berbagai negara. Pergaulannya tanpa batas geografis, betapa luas pengetahuannya dan akhirnya semakin banyak pertanyaan tidak terjawab oleh orang tuanya yang belum pernah bepergian ke luar negeri.

Apa yang terjadi? Ada senjang informasi, ada senjang tsaqafah, ada senjang wawasan, ada senjang cakrawala pemikiran,antara anak dengan orang tua. Kesenjangan ini menyebabkan dialog sering tidak menyambung, atau dialog menjadi tidak seimbang. Anak berbicara tentang teknologi tinggi, yang tidak terbayang oleh orang tuanya yang gagap teknologi. Anak bercerita tentang pesawat terbang, sementara orang tuanya belum pernah melihat bentuk pesawat kecuali melalui gambar. Merasakan naik pesawat, berbeda dengan orang yang hanya mengerti gambar pesawat.

Bagaimana jika gambaran anak di atas adalah realitas pergerakan dakwah, yang tumbuh dari kecil membesar, dari segmen yang sempit ke segmen yang tak terbatas, dari tertutup menuju keterbukaan ? Sementara orang tua tersebut adalah kader dakwah yang stagnan. Kesenjangan informasi ternyata membahayakan.

“Sedang apa kau di sini ?” tanya sang ayah.

“Aku sedang bersiap untuk terbang ke London”, jawab sang anak.

“London itu apa ?” tanya ayah.

“London itu nama sebuah tempat di Eropa”, jawab sang anak.

“Apa engkau bisa terbang ?” tanya ayah.

“Aku naik pesawat terbang”, jawab sang anak.

“Mengapa kamu pergi ke London ? Pergilah ke sawah saja tempat biasanya kamu bermain-main”, pinta sang ayah sembari keheranan.

“Biasanya anakku bermain di sawah, mengapa sekarang ia mau bermain ke London?” pikir sang ayah.

“Apakah anakku sudah menjadi kafir dan ikut-ikutan gaya hidup orang Barat ?” pikir ayah.

Tentu saja, pikiran itu berlebihan. Ayah “berhenti” informasinya hanya di sekitar rumah, paling jauh ke pasar kecamatan atau kabupaten. Sementara si anak terus berkembang, ia melanglang buana mengelilingi dunia. Wawasannya terus bertambah, sementara si ayah wawasannya sudah selesai dan titik. Agar seimbang, si ayah harus mulai dikenalkan naik pesawat terbang dan mengunjungi berbagai pulau dan negara.

Bahkan, untuk sekedar mengerti sebuah kelucuan pun, memerlukan wawasan pengetahuan yang memadai. Seseorang tidak mengerti apa yang lucu sehingga tidak tertawa, pada saat orang lain merasa sangat lucu dan tertawa terbahak-bahak. Salah satunya, karena senjang informasi.

Ada tsaqafah maidaniyah, wawasan keilmuan yang terbentuk karena interaksi seseorang dengan realitas lapangan dakwah. Semakin luas pergaulan dan lapangan aktivitasnya, akan semakin banyak tsaqafah yang didapatkan. Jika aktivis “berhenti” mendapatkan asupan wawasan dan informasi lapangan, pastilah akan terbentuk persepsi puritan yang sering tidak “nyambung” dengan realitas lapangan.

Ini yang harus dijaga, secara pribadi maupun jama’i. Jangan berhenti mencari keluasan kepahaman, baik tekstual dari kitab, maupun kontekstual dari realitas lapangan. Teruslah berjalan meniti kepahaman. Teruslah merasa haus dan dahaga dari ilmu dan pengetahuan, sehingga tidak lelah untuk mencari dan mencari. Walau bis Sin, walau di negeri China, atau di negeri manapun.***

*sumber www.cahyadi-takariawan.web.id
*posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Lomba Tahfidz & Cerdas Cermat Antar Liqo Akhwat/Ummahat DPC PKS Piyungan

Selasa, 24 Agustus 2010

Repo(r)te(r): Ken Sri
Masih dalam pesona Agustus-an, juga amazing-nya bulan Romadhon, banyak cara yg bisa dilakukan untuk turut memeriahkannya. Salah satuny adalah acara yg dimotori oleh Bidang Kewanitaan DPC PKS Piyungan kemaren, Ahad 22 Agustus 2010 di masjid Al-ikhlas, srimulyo. Selaen untuk memeriahkan moment Romadhon 1431 & HUT RI ke-65, juga bermaksud tuk mempererat ukhuwah diantara akhwat ummahat gitu. Ini loh acaranya, lomba tahfidz QS. An-Naba' & QS. An-Nazi'at. Berikutnya lomba CCA (Cerdas Cermat Agama) antar liqo akhwat ummahat.

Eh, Lomba ini diikuti oleh peserta dari 2 warga kecamatan lho! Peserta berwarga kecamatan Piyungan dan peserta berwarga kecamatan Dlingo! Dlingo ini biar tetangaan sama Piyungan, tapi rada jaoh juga jaraknya. Coz pake menyebrangi bukit Patuk sgala. Padahal patuk ki masuk kabupaten sebelah lho! Dan lagi topografi dlingo yang tak semulus piyungan. Sarana transportasi umum? Alamak... Susah bener carinya! Intinya, akses mobilitas di piyungan jauh lebih mudah daripada di dlingo, kawan! Saluuut untuk smangat sisters from dlingo...!!

Alokasi waktu lomba dibagi menjadi 2. Jam 07.00-08.30 untuk tahfidz dan 09.00-11.00 untuk CCA. Pendaftaran via sms pada beberapa hari sebelumnya, terdaftar 16 orang untuk tahfidz dan 15 regu CCA. Tapi karna ada beberapa reason dr pserta, akhirnya pserta tahfidz menjadi 12 org (ada yg karna saking jaohny rumah jadi ndak komanan waktu alias telat..), dan CCA menjadi 13 regu.

Jangan dibayangkan lomba CCA-nya macam di tipi-tipi itu ya..! Ada podium, ada bel, para penonton duduk manis dan rapi, suasana aman terkendali..(padahal jarang ya lomba CCA masuk tipi..hehe..). Lha kita ini, coba ada orang laen yg lihat, mungkin dikira lomba balita sehat...! Coz banyak banget para ummahat yg didampingi oleh putra-putri kecilnya. Beberapa masih bayi malah. Suasana jadi meriah sama celoteh & tangis bayi..! Ruaar biasa antusias para ummahat qta ini..! Jadi, sementara sang ummi beraksi, temen2 laen yg tak menjadi peserta lomba kebagian peran ganda: sebagai supporter & baby sitter.... sip tenan! gayeng banget pokoke...!

Begini ni info seputar CCA kemarin. Lomba CCA dikomandani oleh Bu Warti. Babak pertama bertajuk babak penyisihan dimana tiap2 regu mendapat soal tertulis. Dari 13 regu (masing2 regu 3 org), disaring hingga tersisa 5 regu yang berhasil mendapat nilai ujian tertulis tertinggi. Nah, regu yg berhasil lolos babak ini injih meniko:

1. Regu A, Endah cs
2. Regu B, Desy cs
3. Regu C, Anik cs
4. Regu D, Ken Sri cs
5. Regu E, Titik cs

Kelima regu melaju kebabak berikutnya yg terdiri atas pertanyaan wajib, lemparan, dan rebutan. Materinya komplit.. (laiknya menu 4 sehat 5 sempurna pas sahur gitu..). Ada Al-Quran, sejarah, fiqih, hadits, ke-PKS-an, dll. Masing2 regu saling berpacu buat ngumpulin skor. Salip-salipan ma regu tetangga! Finally, dipenghujung lomba, 3 regu keluar sebagai pemenang.

Dan sebagai pemenangnya adalah..... (iringan tepuk tangan mode on -).....

...Juara I disabet regu B (dpra srimulyo).
...Juara II diduduki regu C (srimulyo lagi euy..).
...Sedangkan Juara III dipegang regu D (dpra srimartani).(alhamdulillah, dapet juara 3)

Trus untuk lomba tahfidz, ini dia para jawaranya:
- Juara I diraih Mulati (srimulyo).
- Juara II ditempati Nurmaika (dlingo),
- sedang Juara III teruntuk Ari (euy..srimulyo lagi).

Gitu dulu info dari Ken Sri. Maafkan saya ya readers kalo alur penulisan liputan ini ngalor ngidul. Suka suka jari melompat je... Maaf juga ya Mr.Admin, reportnya telat begini. Suka suka Yahoo!selular kapan mo diajak kerjasama gitu je...

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Behind The Scene Lomba Tahfidz & CCA (catatan panpel)

Oleh: Ibu Hida*
Bulan Ramadhan 1431 H yang juga bertepatan dengan HUT RI Ke-65 memberi inspirasi bagi Bidang Kewanitaan (Subbid Kaderisasi Akhwat) DPC PKS Piyungan bekerjasama dengan Kewanitaan DPC PKS Dlingo untuk menyelenggarakan Lomba Tahfidz dan Cerdas Cermat Agama (CCA), Ahad 22 Agustus 2010 (12 Ramadhan 1431).

Acara ini dikemas dengan nama KALORI (Kajian dan Lomba Setengah Hari). Dalam pelaksanaannya Kajian ditiadakan karena paginya sudah ada (ikutan) Kajian Kitab Intensif Tafsir Tematik bersama Ustadz Ridho Hisyam. Sebagai gantinya, acara diawali dengan Tasmi' oleh ukhti Puput dari DPC Dlingo.

Dimasa pendaftaran, tercatat 16 peserta Tahfidz dan 15 regu untuk CCA, dimana tiap regu beranggotakan 3 orang anggota liqo. Dalam pelaksanaannya, hanya 12 peserta Tahfidz dan 13 regu CCA. Hal ini disebabkan beberapa hal, diantaranya kondisi kesehatan anak yang tidak memungkinkan ditinggal, trauma gempa yang mengguncang Bantul malam sebelumnya, terlambat sehingga dicoret dari daftar, dan beberapa mempunyai acara mendadak.

Pukul 7 pagi diawali dengan lomba Tahfidz QS An-Nabaa' dan An-Naziat dengan juri Bu Nur Wakidah dan Bu Nur Layla Zamzana. Penilaian yang dipakai adalah kelancaran, tajwid, dan makhroj.

Pukul 9 pagi Lomba CCA pun digelar seperti dilaporkan oleh Ken Sri.

Kesan beberapa peserta CCA setelah acara usai, diantaranya.... (ini SMS dari wakil peserta):

- "Materinya cukup komplit, tingkat kesulitan lumayan, jebul qta2 msh sempit kawuruhe. Kelompok q dpt soal sing angil2 je..." (sms wakil srimartani).

- "Sudah bagus". (sms wakil sitimulyo). (singkat padat mugi ra mergo ra menang..xixixi (red).

- "Apa ya? Kalo sulit kayaknya tidak. Cuma kurang belajar... Krn kurang belajar jadinya ga bsa. Sip lah bwt motivasi untk belajar lbh giat lg." (wakil srimartani)

- "Wah sulit...5x buanget. Itu sich p'tanyaan u org2 yg agak ustd (he2x). Mmmm saya yakin para MR jg blm tentu bs semuakan? apalagi kt2. Bsk lagi tlg dksh kisi2 di LQ2x." (wakil srimulyo)

Buat para juara 1, 2 dan 3 akan mendapat piala dan hadiah menarik yang insya Allah akan dianugerahkan pada Acara Syawalan.


*laporan dikirim oleh Bu Hida via SMS

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

suka duka reporter blog (pkspiyungan)

Senin, 23 Agustus 2010


Wah mizter aiem sori...
Yahoo seluler ki ra konco tenan kok, wiz ngetik dunak dunuk kawit tadi dg bhasa jumpalitan yg tiada duanya, e.. tinggal kirim aja kok pake diskonek. Lha malah ilang semua jdnya... :-( lak yo bkin nggonduk! hrap dtgu y mizter...

sms sejuta emo melayang dan mampir di huawei-es?a item yg diunlock jadi fl?x?. pukul 12:59:08 siang ini (23/8). sang pengirim ternyata ken sri, reporter yang meliput (dan jadi peserta) acara cca cerdas cermat agama antar liqo akhwat dpc piyungan yang digelar ahad kemarin (22/8).

alhamdulillah, ane malah bersyukur. bukan karena telatnya reportase, tapi sms tadi menunjukan "masih adanya" ruhul mas'uliyah alias rasa bertanggung jawab walaupun cuma amanah kecil-kecilan di blog kecil-kecilan ini.

bukan untuk mengeluh kalau admin menyampaikan kalau berapa kali admin ber-sms mengingatkan untuk membuat reportase liputan kegiatan (dpra/dpc), tapi diam sejuta bahasa. gak ada angin gak ada guntur. sudah dibikin atau belom, sudah email atau ndak. bahkan kabar burungpun ndak ada. hanya husnudzon solusinya (walo terus terang kadang berat). mungkin sms tidak sampe, ato ganti nomor, maybe hpnya ilang, pasti ada kezibukan yang lebih penting, de-el-el... akhirnya admin hunting ke salah satu peserta acara (wawancara singkat dengan rumus 5w + 1h : what, who, when, where, why + how) dan dibikinlah liputan ala kadarnya.

"alhamdulillah ke-2" dari berkah sms ken sri tadi juga bisa jadi bahan tulisan ini. everything by design, tidak ada sesuatu yang kebetulan, di setiap peristiwa berjuta hikmah ada dibaliknya. apalagi di bulan penuh berkah dan penuh hikmah ini...

bagi penulis2 blog ini yg udah lama gak nyumbang oret2an, yuk sedekah lewat tulisan, semoga jadi amal sholih, ilmu yang bermanfaat, penebar semangat, pengingat yg lalai, pengikat sejarah.... sejarah dakwah kita.


by: admin
inspired by kensri

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Kajian Kitab Intensif DPC PKS Piyungan di 2/3 Ramadhan

Reporter: Abu Hasan
Memasuki 2/3 hari-hari Ramadhan, DPC PKS Piyungan semakin mengintensifkan kegiatan untuk tarqiyah (meningkatkan) kualitas kader-kadernya. Salah satu program andalannya adalah Kajian Kitab Intensif dalam rangka Tarqiyah Tsaqofiyah.

Kalau Ramadhan tahun lalu kitab yang dikaji adalah kitab Fiqih "Ibanatul Ahkam" karya Syaikh Alawy Abbas Al-Maliki dan Syaikh Hasan Sulaiman An-Nuri yang merupakan kitab syarah (penjelasan) dari kitab Bulughul Maram, maka Ramadhan 1431 ini Kajian Kitabnya adalah Tafsir Tematik yang disampaikan oleh Ustadz Ridho Hisyam.

Kajian Tafsir Tematik dimulai pada hari Sabtu (21/8) 11 Ramadhan 1431 bertempat di Masjid al-Ikhlas Bintaran Kulon Srimulyo Piyungan dan akan berlangsung sampai habis Ramadhan mulai pukul 05.30 - 06.30.

Pada kegiatan perdana jumlah peserta mencapai enam puluh peserta, ikhwan akhwat. Ustadz Ridho Hisyam dalam kajiannya menguraikan tentang Ilmu, Akal, dan Hakikat Manusia.

Kalaulah tanpa (adanya) ilmu, maka manusia lebih rendah dari binatang.
Dalam bahasa arab, definis manusia (al insan huwal hayawanun naathiqun), manusia itu hewan "yang berfikir", so kalau kita sudah tidak mau berfikir, tidak mengoptimalkan akal dengan ilmu, maka keudukannya sama bahkan lebih rendah dari binatang. Dengan kata lain, eksistensi "kemanusiaan" manusia ada pada ada tidaknya eksistensi ilmu pada dirinya.

Salahsatu ayat yang beliau kaji adalah ayat 179 surat al A'rof:

"Dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai."

Banyak yang beliau sampaikan dengan dalil-dalilnya secara runtut, terurai, dan mudah difahami. Gaya penyampaian beliau yang serasa melumat coklat bagi para hadirin membuat waktu kajian terasa singkat.

Sebagai tambahan, pada hari ketiga Kajian tadi pagi (Senin, 23/8) beliau menyampaikan Tafsir Tematik dengan tema Hukum Perubahan Sosial. Ayat yang dikaji antara lain, QS. 13:11, 8:52-54, 7:96-99.

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Ada Konser Musik di Ngabuburit Kader PKS DPC Piyungan

Minggu, 22 Agustus 2010

Reporter: Abu Hasan
Ngabuburit kader dan simpatisan PKS se-Piyungan yang digelar Jumat (20/8) 10 Ramadhan berlangsung meriah dan mengasyikan, terutama bagi kader-kader "awal" yang baru kali ini ikutan acara PKS. Selain menunya istimewa juga ada konser musiknya (tentu yang islami lho).

Atas sponsor tunggal dari ibu hajjah Ida pemilik Toko Besi Sandeyan (toko besi terbesar di piyungan), acara buka bersama alias ngabuburit yang digelar DPC PKS Piyungan dapat berjalan sukses. Bertempat di pendopo sohibul bait yang bersebelahan dengan Toko Besi Sandeyan, seratusan lebih ikhwan akhwat ummahat plus keluarganya berbondong-bondong datang. Acara ngabuburit dengan sponsor tunggal Ibu Hajjah Ida (simpatisan PKS) ini sudah jadi tradisi tahunan PKS Piyungan dan menjadi menu yang dinanti-nanti kader setiap datangnya Ramadhan.

Seperti tahun sebelumnya, pengisi acara inti adalah ustadz Anant. Disamping piawai berceramah beliau juga seorang artis religi yang sudah terkenal di Jogja. Kalau tahun lalu beliau mengenalkan album religi pertamanya yang bertitel Air Mata Tahajud dengan hitsnya 'Sementara' dan 'Bangunlah Sayang', maka kali ini usai mengawali dengan taushiyahnya tentang menata hati beliau mengenalkan album barunya yang belum rilis (katanya mau rilis nanti pas 25 Desember). Dua buah lagu beliau bawakan, yang pertama bertema tentang keagungan Nabi Muhammad SAW dan kedua bertema remaja. Dua-duanya mampu memukau hadirin, selain isinya sangat menyentuh juga musik dan vokalnya tak kalah dengan ST12.

Acara buka puasa bersama kader PKS se-Piyungan dimulai sekira pukul 16.45 dengan pembawa acara al akh Taufiq dilanjutkan tilawah Al Quran oleh al akh Winarno dan sambutan Ketua DPC Piyungan ustadz Andi Tri Widodo.

Usai konser tunggal Ustadz Anant pas waktu Maghrib, hidangan berbuka pun disajikan sohibul bait. Ada es buah yang segeerrr, cemilan yang manis gurih dan menu utama spesial ayam kampung yang mantbz.

Acara kemudian diakhiri dengan sholat Maghrib berjamaah bertempat di Masjid Pasar Piyungan yang terletak di seberang jalan Toko Besi Sandeyan.

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Renungan Ramadhan (6): Dunia yang Nisbi

Sabtu, 21 Agustus 2010

“Perasaan senang, bahagia, tenteram, puas dan lapang dada ternyata tak timbul sebab keserasian suatu raihan manusia dengan keinginannya. Begitu sebaliknya, rasa sedih, masygul dan gundah gulana tak lahir karena kontradiksi harapan dengan kenyataan. Segala rasa itu adalah kesan maknawi yang dialirkan Sang Ilah ke hati hamba yang Ia kehendaki.”

“Tak jarang, seseorang yang hidup dalam kemiskinan, cacat fisik dan kepelikan lain yang menyusahkan, nyatanya bisa menghirup perasaan legawa, sejahtera, serta bahagia. Rasa hati yang positif itu bisa menjalar ke kawan-kawan dekatnya, bahkan kepada orang yang memandang wajahnya atau menyebut dirinya.”

“Banyak pula orang yang hidup dalam kemewahan materi, keperkasaan raga, jaminan masa depan, dan kenyamanan, tapi, dengan segenap fasilitas itu, ia tak merasakan damai. Hatinya sempit, keruh, susah, sumpek dan penuh gelisah. Siapa saja yang membicarakan orang semacam ini bakal merasakan suntuk, apalagi memandangnya atau berkumpul bersamanya.”

Begitulah Habib Abdullah bin Husein bin Thahir membaca gelagat manusia dalam kehidupannya. Sungguh tepat kiranya. Manusia memang sering teperdaya. Mereka senantiasa menyangka bahwa kebahagiaan hanya bisa direngkuh dengan kebendaan. Kekayaan pun mereka kejar-kejar setengah mati. Dan begitu mereka dapat, ternyata semua itu hampa, kosong, tak ada apa-apanya.

DAJJAL

“Dunia ini tak ada bedanya dengan Dajjal. Sebuah hadis Nabi SAW mengenalkan sosok Dajjal kepada kita: Ia (Dajjal) datang dengan membawa surga dan nerakanya sendiri. Surga versi Dajjal yang disaksikan orang-orang, hakikatnya adalah neraka yang membakar. Sedang neraka milik Dajjal yang terlihat oleh mata, ternyata, itulah embun surga yang menyegarkan.”

“Dunia pun segendang sepenarian. Ia mengusung surga dan neraka. Surga yang dihidangkan oleh dunia ternyata menyimpan azab, azab di dunia dan azab di akhirat. Sementara itu, neraka dunia yang dirasakan oleh manusia ternyata memendam sejuta nikmat, nikmat dunia dan nikmat akhirat.”

“Manakala kita menyaksikan seseorang dikaruniai anak yang banyak, limpahan emas dan perak, pakaian-pakaian megah, rumah dan kendaraan mewah, makan dan minuman lezat, istri nan jelita, kebun-kebun serta tanah-tanah yang lapang, jabatan tinggi, banyak pengikut, dan popularitas, kita pasti membayangkan bahwa ia telah berada di puncak kenikmatan dan kepuasan. Akan tetapi, bila kita mau merenungkan lebih jauh, kita tersadar: sejatinya ia berada di pusaran keletihan dan kepayahan; ia terkurung di dalam arus kesumpekan dan jurang fitnah serta marabahaya. Betapa tidak. Kalau kita kaji lagi, segenap kesusahan, keresahan dan laku dosa ternyata berpangkal dari kenikmatan-kenikmatan tersebut. Surga yang semu itu pun menjelma neraka.”

“Coba kita amati orang yang hidupnya pas-pasan dan merasa cukup dengan semua itu, yang jalan hidupnya zuhud, anaknya sedikit, pakaian dan rumah tinggalnya sederhana, tak bermodal, bukan tuan tanah, khumul dan tak dihiraukan orang banyak, serta menyepi dari keramaian, niscaya akan terbit rasa iba di hati kita akan keadaannya. Kita bakal menyangka bahwa orang seperti ini senantiasa digelayuti kesedihan. Kita takkan pernah tahu bahwa hati orang macam inilah yang sebenarnya jauh lebih bahagia dan damai dari orang model pertama tadi.”

“Itu masih di dalam tataran dunia. Di akhirat kelak, sang manusia tak berpunya akan beroleh harapan selamat dan sukses lebih besar dari si kaya raya. Dari sini kita bisa menyerap kearifan: neraka dunia sebenarnya adalah surga. Memang, tak ada kata rehat atau enak dalam kehidupan di dunia. Akan tetapi bila kita membaca ihwal kedua macam orang di atas, kita bisa menyaksikan perbedaan yang sangat nyata.”

Itulah kenisbian dunia yang dikuak oleh Habib Abdullah. Semoga mata kita terbuka hingga bisa lebih bijak lagi dalam menyikapi hidup. Bila dikaruniai rizki lebih, mungkin kita bisa berbagi, dan bila diberi cobaan kesulitan hidup, kita mampu bersikap kuat dan bersabar. Simaklah doa beliau berikut ini,

“Ya Allah, tuntunlah kami menuju akhlak terindah, sungguh, tak ada yang kuasa mengantar kami ke sana selain diri-Mu. Palingkan jiwa kami dari akhlak-akhlak tak elok, sebab, nyatanya tak ada yang berdaya mengelakkan kami dari semua itu kecuali Engkau.”

*sumber: http://www.forsansalaf.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Meriahnya Buka Puasa Bersama Kader PKS DPRa Srimulyo

Jumat, 20 Agustus 2010

Reporter: Tri Wuryani
Dalam rangka mempererat ukhuwah diantara kader, DPRa PKS Srimulyo mengadakan Buka Puasa Bersama. Kegiatan ifthor kader ini berlangsung di hari kelima Ramadhan, Ahad 15 Agustus 2010, bertempat di rumah Al Akh Abu Izzuddin dusun Prayan Srimulyo Piyungan.

Antusiasme kader baik ikhwan maupun akhwat bahkan termasuk para jundi-jundiyah calon kader PKS dari anak-anak kelurga ikhwah turut meramaikan suasana buka puasa bersama. Tak kurang enampuluhan kader tumpah ruah hingga rumah al akh Wargito (nama asli) penuh sesak.

Sore itu, agenda acara langsung dipimpin sang Ketua DPRa Srimulyo al akh Winarno Abdusssalam. Untuk acara inti disampaikan oleh Ketua DPC PKS Piyungan al akh Andi Tri Widodo. Dalam Taushiyahnya beliau mengingatkan kembali untuk para kader agar memaksimalkan dan mengoptimalkan bulan penuh kutamaan ini dengan aktifitas ruhiyah, da'awiyah, ilmiyah dan ukhuwah.

Tibalah acara yang dinanti-nantikan: Saat Adzan Maghrib tanda waktu berbuka. Dengan sigap sohibul bait menghidangkan es buah aneka rupa, kue spesial bika ambon dan hidangan inti nasi padang yang mengundang selera. Pokoke yammii....

Alhamdulillah, acara ifthor jama'i kader DPRa Srimulyo berlangsung dengan sukses. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua, wabil khusus kepada shohibul bait semoga Allah SWT melipatgandakan amal sholihnya, diberkahi keluarganya, dimudahkan segala urusannya, diluaskan rezekinya. Amin Yaa Mujibas Sailin.


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Renungan Ramadhan (5): Istighfar Pembuka Pintu-pintu Langit

Kamis, 19 Agustus 2010

Kita teramat dimanja oleh Allah SWT. Sadarkah kita? Curahan kasihnya kepada kita tak tepermanai. Ia menggadang-gadang kehadiran kita di firdaus-Nya. Ya, ia merindukan kita.

Kala kita melesat jauh dari dekapannya, Ia sigap. Ayat-ayatnya segera berseru memanggil kita, sabda-sabda RasulNya akan lantang mengajak kita kembali.

Dan, kala kita terasuki dosa, ia memberikan penawar. Penawar yang sangat mujarab membersihkan ruhani kita dari gumpalan-gumpalan dosa. Penawar itu teracik dan terkemas cantik dalam kalimat-kalimat sakti “istighfar”.

Habib Umar bin Segaf as-Segaf, dalam karyanya, Tafrihul Qulub wa Tafrijul Kurub, mendedah keagungan istighfar dengan mengalirkan seuntai kalimat ringkas sebagai mukaddimah, “Istighfar adalah instrumen pemantik rizki”. Sudah barang tentu, kalimat ini multi tafsir. Dalam pandangan salaf sekaliber Habib Umar, kata “rizki” memuat berjuta makna, ada rizki ruhani, ada rizki ragawi. Wallahu a’lam.

Beliau kemudian melanjutkan kalamnya, “Kitabullah dan hadis-hadis Rasul SAW menyebutkan fadhilah-fadhilah istighfar berulang kali. Diantara fadhilahnya adalah melebur dosa-dosa, menetaskan jalan keluar dari pelbagai persoalan, dan menyingkirkan kegalauan serta kesumpekan dari dalam hati.”

“Memang, kesumpekan dan deraan persoalan, lazimnya berpangkal dari perbuatan dosa. Oleh karena itu, seyogianya diobati dengan istighfar dan taubat yang tulus ikhlas. Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa melazimi istighfar, maka untuknya, Allah memberikan kebahagiaan dari kemasyghulan, jalan keluar dari kesulitan-kesulitan, dan Ia akan melimpahkan rizki kepadanya dengan cara-cara yang tak pernah diperhitungkannya.”

Seolah hendak menegaskan, Habib Umar menyebutkan lagi fadhilah istighfar, “Khasiat istighfar adalah menghapus dosa-dosa, memendam aib-aib, memperderas rizki, mengalirkan keselamatan pada diri dan harta, mempermudah capaian cita-cita, menyuburkan berkah pada harta, dan mendekatkan diri pada-Nya.”

“Logikanya, untuk menyucikan baju yang terciprat lumpur, kita bilas dengan sabun, bukan malah didekatkan pada asap-asap tungku. Pun demikian hati kita. Agar kian bersih dan molek, kita poles dengan istighfar, serta kita hindarkan dari lumuran-lumuran maksiat.”

“Dulu kala, seseorang mengadu kepada Imam Hasan Bashri mengenai kekeringan yang melanda negerinya. Sang Imam, dengan kearifannya, memberikan resep sederhana, “beristighfarlah!”. Lalu datang seorang lainnya. Kali ini ia mengeluhkan kefakiran yang terus menggelayutinya. Sang imam memperlakukannya sama dengan yang pertama. Ia memberikan resep istighfar kepadanya. Lalu datanglah orang ketiga. Yang terakhir ini menyambat nestapa bahtera rumah tangganya karena tak kunjung dianugerahi buah hati. Sikap sang imam masih seperti sebelumnya. Ia memberikan resep istighfar. Kepada ketiga-tiganya, Imam Hasan memberikan obat yang sama, yakni istighfar, untuk problematika yang beragam. Ia juga menjelaskan dalil-dalil al-qur’an dan hadisnya kepada mereka.”

“Suatu waktu, kemarau panjang menerpa negeri muslimin. Amirul mukminin, Umar bin al-Khattab tak mau tinggal diam. Ia segera berinisiatif memohonkan hujan. Akan tetapi, bukannya salat istisqa’ yang dicanangkan Umar seperti pada galibnya. Kali ini, ia, seorang diri, hanya melafalkan kalimat-kalimat istighfar.”

“Istighfar Umar bukan sembarang istighfar. Tapi istighfar yang penuh ijabah. Tak lama kemudian, hujan deras menggerojok tanah muslimin. Seseorang yang keheranan langsung melempar tanya, “bagaimana bisa Anda memohon hujan hanya dengan menggumamkan istighfar?”. Dengan enteng, Umar menukasi, “Aku memohon hujan dengan kunci-kunci langit.”

Kalam-kalam Habib Umar benar adanya. Kita perlu memaknainya dengan bijak. Barangkali, berondongan musibah yang mendera tanah tumpah darah kita ini adalah getah dari perbuatan kita sendiri. Tinggal bagaimana kita menyikapi?

Sejatinya, kita membutuhkan figur Umar bin al-Khattab radhiallahu ‘anhu. Tapi, mengharap sosok Umar, di era seporak-poranda kini, ibarat kerdil merindukan bulan, Sia-sia saja. Jadi, alangkah layaknya bila kita mulai membudayakan taubat dan istighfar di tengah-tengah rutinitas kita. Mari kita basahi bibir-bibir kita dengan istighfar, dengan pengharapan, barangkali Allah SWT berkenan menyetarakan istighfar kolektif kita ini dengan sebiji istighfar Umar bin al-khattab. Astaghfirullah rabbal baraya, astaghfirullah minal khathaya.

*sumber: www.madinatulilmi.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Renungan Ramadhan (4): Kisah Pengamen yang Islami dan Dermawan

Sabtu, 14 Agustus 2010

Ingin mendapat doa dari pengamen. Datang atau lewat di terowongan Stasiun Cawang, Jakarta Selatan. Di terowongan sepanjang 20 meter ini ada pengamen yang mendoakan siapapun yang lewat dengan lagu-lagunya.

Lagu-lagu yang dibawakannya adalah lagu khusus keagamaan seperti sholawat dan rawi barjanji yang diiringi alat musik rebana. Sholawat dan rawi berjanji merupakan syair berbahasa Arab yang isinya memohon keberkahan rejeki dan dimudahkan segala urusan di dunia dan akherat.

Pengamen yang selalu mendoakan orang ini adalah Sukma Iskandar (47) yang sudah dua bulan lalu mangkal di mulut terowongan Stasiun Cawang. Bersama Karno (16), anak sulungnya, Sukma mengamen di terowongan yang menghubungkan Jl Tebet Timur dan Jl Petogogan Jakarta Selatan dari pukul 12 hingga 16.00 WIB.

Di terowongan ini, Sukma dan anaknya tidak setiap hari mangkal. Sebab, ada kalanya ia juga mangkal di Stasiun Lenteng Agung dan Tanjung Barat. "Hari Jumat dan Minggu libur, karena bersi-bersih mushola," kata Sukma.

Mengenai lagu-lagu yang dibawakannya yang berirama keagamaan, menurut Sukma, karena selain ingin menghibur, ia juga ingin mendoakan semua orang baik yang memberinya uang ataupun yang tidak.

"Lagu-lagu biasa sifatnya kan ke dunia, kalau lagu-lagu yang saya nyanyikan bukan hanya doa mengharapkan dunia tapi juga akherat. Mudahan-mudahan dengan lagu-lagu ini bisa memudahkan mendapat rejeki dan segala urusan bagi yang mendengarnya," jelasnya.

Sukma mengaku, pendapatan rejekinya dalam mengamen tidak menentu. Rata-rata rejeki yang diperolehnya bisa mencapai Rp 50-70 ribu/hari. Dari rejeki yang diperolehnya, sebagian ia sisihkan untuk disumbangkan ke mushola yang ada di dekat rumahnya.

"Sekira ada lebihnya, saya sumbangkan ke mushola," tegasnya.

Walaupun berprofesi sebagai pengamen, ayah dari empat anak ini berharap, anak-anaknya terutama yang bungsu yang bernama Yadi yang kini duduk di bangku kelas enam sekolah dasar tidak menjadi pengamen.

"Jangan sampai anak saya sekolahnya lebih rendah dari saya. Kalau bisa lebih tinggi tapi sesuai dengan kemampuan saya," tuturnya.

*sumber: www.tnol.co.id
---

posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Renungan Ramadhan (3): Porsi Baca Al Qur'an di Ramadhan

Jumat, 13 Agustus 2010

Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur`an. Bahkan Imam Al Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya, bahwa di tiap tahunnya Jibril Alaihissalam membacakan Al Qur`an kepada Rasulullah SAW, dan itu dilakukan di tiap-tiap malam selama Ramadhan.

Oleh sebab itu, dengan berpedoman dengan hadits ini, Al Hafidz Ibnu Hajar berpendapat bahwa terus-menerus membaca Al Qur`an di bulan Ramadhan akan menambah kemuliaan bulan itu. (Fath Al Bari, 9/52).

Karena itulah, para salaf dan ulama amat memperhatikan amalan tilawah, sehingga porsi tilawah mereka berbeda antara bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya.

Sebagai contoh, Aswad bin Yazid An Nakha’i Al Kufi, seorang tabi’in. Disebutkan dalam Hilyah Al Auliya (2/224) bahwa beliau mengkhatamkan Al Qur`an dalam bulan Ramadhan setiap dua hari, dan beliau tidur hanya di waktu antara maghrib dan isya, sedangkan di luar Ramadhan beliau mengkhatamkan Al Qur`an dalam waktu 6 hari.

Adapula Qatadah bin Diamah, dalam hari-hari “biasa” tabi’in ini mengkhatamkan Al Qur`an sekali tiap pekan, akan tetapi tatkala Ramadhan tiba beliau mengkhatamkan Al Qur`an sekali dalam tiga hari, dan apabila datang sepuluh hari terakhir beliau mengkhatamkannya sekali dalam semalam .(Al Hilyah, 2/228).

Manshur bin Zadan, termasuk tabi’in yang terekam amalannya di bulan diturunnya Al Qur`an ini. Hisham bin Hassan bercerita bahwa di bulan Ramadhan, Manshur mampu mengkhatamkan Al Qur`an di antara shalat Maghrib dan Isya’, hal itu bisa beliau lakukan dengan cara mengakhirkan shalat Isya hingga seperempat malam berlalu. Dalam hari-hari biasa pun beliau mampu mengkhatamkan Al Qur`an sekali dalam sahari semalam. (Al Hilyah, 3/57).

Nah, bagaimana dengan kita? Berapa jumlah ayat yang kita baca di hari-hari biasa? Dan berapa pula yang kita baca saat berada di bulan Ramadhan? Apakah kita membaca lebih banyak? Atau sama? Atau malah lebih sedikit? Atau bahkan tidak sama sekali? [tho/hidayatullah.com]


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Renungan Ramadhan (2): Gramatika Ramadhan

Kamis, 12 Agustus 2010

Oleh: Muhbib Abdul Wahab*
Ada yang sangat menarik dari setiap akhir ayat-ayat yang berkaitan dengan puasa Ramadhan. Ayat 183-187 surah Albaqarah diakhiri dengan fi'il Mudhari' (present dan future tense). Misalnya, ayat 183 yang diakhiri dengan la'allakum tattaqun, lalu in kuntum ta'lamun (184), la'allakum tasykurun (185), la'allahum yarsyudun (186), dan la'allahum yattaqun (187).

Menurut gramatika bahasa Arab, akhir ayat-ayat tersebut mengandung arti bahwa puasa itu harus berwawasan masa kini dan mendatang. Ketakwaan itu mengawali, menyertai, mengakhiri, sekaligus menindaklanjuti Ramadhan.

Kecuali ayat 184, ayat-ayat lainnya dirangkai dengan kata la'alla yang menunjukkan arti harapan (tarajji). Artinya, Ramadhan harus menjadi bulan penuh harapan menuju perubahan dan peningkatan ke arah yang lebih baik dan bermakna.

Pertama, harapan menjadi orang bertakwa (la'allakum tattaqun). Dalam menafsirkan ayat ini, sebagian ahli tafsir menyatakan bahwa 'mudah-mudahan kalian semua dapat menjaga diri dari segala bentuk kemaksiatan.' Karena orang yang berpuasa itu mestinya antimaksiat. Makan dan minum saja tidak mau (di siang hari), apalagi maksiat?

Kedua, harapan menjadi orang yang berilmu (in kuntum ta'lamun). Ilmu harus menjadi dasar bagi kita dalam menggali makna dan rahasia puasa. Sebaliknya, puasa hendaknya mengantarkan kita untuk selalu menggali dan mengembangkan ilmu. Ilmu dan takwa menjadi 'identitas' Muslim.

Ketiga, harapan menjadi orang yang pandai bersyukur (la'allakum tasykurun). Bersyukur merupakan nilai positif dan konstruktif bagi orang yang berpuasa, karena ketika merasa letih, lapar, haus, dan dahaga, lalu pada saat berbuka dapat menikmati apa yang menjadi hak mulut dan perutnya, rasa gembira itu terekspresikan luar biasa indah. "Bagi orang yang berpuasa itu ada dua kegembiraan, yaitu kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan saat bertemu Tuhannya di akhirat kelak." (HR Thabrani).

Keempat, harapan menjadi orang yang berada dalam kebenaran (la'allahum yarsyudun). Berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah merupakan prasyarat yang mengantarkan seseorang itu memperoleh jalan kebenaran dalam menjalani kehidupan ini.

Harapan itu harus dipenuhi dengan ketaatan dan kesungguhan dalam berdoa, dengan sungguh-sungguh meminta kepada Allah dan bukan pada yang lain.

Kelima, harapan menjadi orang yang bertakwa (la'allahum yattaqun). Menjadi orang yang bertakwa harus tahu diri, tahu batas, dan tahu yang pantas. Tahu diri artinya bisa mengendalikan hawa nafsu, tahu batas berarti mengetahui larangan-larangan Allah, dan tahu yang pantas artinya berusaha untuk menampilkan performa diri yang terbaik sesuai dengan batas kemampuannya.

Dengan memahami gramatika Ramadhan ini, kita perlu memaksimalkan harapan-harapan baik kita dengan membuat perencanaan dan target yang jelas sehingga Ramadhan kali ini, membuahkan transformasi dan spiritualisasi diri ke arah peningkatan iman dan takwa yang bermakna. Semoga.

*sumber: republika.co.id

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Renungan Ramadhan (1): Menghitung Harga Nafas Kita

Rabu, 11 Agustus 2010

Oleh: Syaefudin*
Bernafas, mungkin sudah dianggap biasa dan tak lagi menarik dibahas oleh sebagian orang. Pasalnya, sejak bangun tidur sampai terlelap, manusia tak lepas dari kegiatan mengambil udara di alam bebas ini. Namun, pernahkah Anda memperhatikan bagaimana nikmat Allah ini sebenarnya bernilai miliaran rupiah? Tak perlu menghitung kegiatan bernafas secara keseluruhan yang melibatkan berbagai organ tubuh, cukup kiranya menjumlah rupiah dari setiap udara yang dihirup.

Sekali bernafas, umumnya manusia memerlukan 0,5 liter udara. Bila perorang bernafas 20 kali setiap menitnya, berarti udara yang dibutuhkan sebanyak 10 liter. Dalam sehari, setiap orang memerlukan 14.400 liter udara.

Lalu, berapa nilai tersebut bila dirupiahkan? Sebagaimana diketahui, udara yang dihirup manusia terdiri dari beragam gas semisal oksigen dan nitrogen. Keduanya, berturut-turut 20% dan 79% mengisi udara yang ada di sekitar manusia. Bila perbandingan oksigen dan nitrogen dalam udara yang manusia hirup sama, maka setiap kali bernafas manusia membutuhkan oksigen sebanyak 100 ml dan 395 ml lainnya berupa nitrogen. Artinya, dalam sehari manusia menghirup 2880 liter oksigen dan 11.376 liter nitrogen.

Jika harga oksigen yang dijual saat ini adalah Rp 25.000 per liter dan biaya nitrogen per liternya Rp 9.950 (harga nitrogen $ 2.75 per 2,83 liter), maka setiap harinya manusia menghirup udara yang sekurang-kurangnya setara dengan Rp 176.652.165. Dengan kata lain, bila manusia diminta membayar sejumlah udara yang dihirup berarti setiap bulannya harus menyediakan uang sebesar 5,3 Miliar rupiah. Dalam setahun, manusia dapat menghabiskan dana 63,6 Miliar.

Itu hanya jumlah uang yang diperlukan dalam setahun. Bila dihitung seluruh kebutuhan seumur hidup, pastilah nilainya lebih mencengangkan lagi. Sungguh, Allah maha pemurah atas segala karunia-Nya. Tak terkecuali nikmat Allah dari udara yang digunakan manusia sebagai bahan bernafas setiap saatnya.

Udara yang melimpah ruah di alam adalah bukti kasih sayang Allah yang luar biasa. Sekumpulan gas tersebut diberikan Allah kepada manusia dengan cuma-cuma. Tak sepeser pun dipungut dari manusia atas nikmat yang amat penting tersebut. Oleh karenanya, sudah sepantasnyalah manusia bersyukur kepada Sang Pencipta. Dia-lah Rabb yang mengurus kita di siang dan di malam hari sebagaimana firman Allah,“katakanlah: ‘Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari selain (Allah) Yang Maha Pemurah?’…”(QS Al Anbiyaa’ 21: 42).

*)Syaefudin. Penulis adalah Asisten Dosen Metabolisme, Departemen Biokimia, FMIPA-Institut Pertanian Bogor.

Sumber: Milis Daarut Tuhiid

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Tarhib Ramadhan DPC PKS Piyungan

Selasa, 10 Agustus 2010

Reporter: Widodo
Banyak hal yang dilakukan umat islam untuk menyambut bulan Ramadhan. Bulan yang selalu dinanti kedatangannya oleh umat beriman. Tarhib Ramadhan menjadi menu pembuka, seperti yang dilakukan oleh Dpc PKS PIYUNGAN pada ahad, 8 Agusts 2010 bertempat di Masjid Al Ikhlas Bintaran Kulon. Dengan mendatangkan Ustadz Khudhori, dan dihadiri 70an kader acara tarhib berjalan dengan lancar.

Acara dipandu oleh Dhani Asy Syakib, dengan diawali tilawah Qur'an oleh akh Tofik. Dilanjutkan sambutan ketua DPC PKS PIYUNGAN akh Andi Triwidodo, yang mengharapkan dengan adanya tarhib ini bisa menyemangati untuk menyambut datangnya bulan ramadhan.

Acara intipun segera dilakukan oleh Ust. Khudhori yang kemudian menyampaikan hakikat dan makna puasa. Makna puasa itu ada 5, yaitu:

1. Syahru Shiam. Q.s. Al baqarah: 183. Hakikat Shiam - menahan diri. Hati (qolbi), lisan (lisan), pendengaran (sam'i), penglihatan (abshori)

2. Syahru Qur'an.
Sudah sepantasnya sebagai kader dakwah untuk menyimak salafushalih dalam menjadikan Ramadhan adalah bulan tilawah Qur'an. Meningkatkan baik kuantitas maupun kualitas qur'an dalam amaliah harian.

3. Syahru Qiyam.
Bulan yang sepatutnya dihiasi dengan qiyamullail. Perbedaan rakaat dalam tarawih harus disikapi sebagai persoalan furu', tanpa menjadi penyebab perpecahan.

4. Syahru 'idh'aam (Shodaqoh) amal terbaik adl amal yg sesuai dgn momentumnya.
Program sahur bersama.

5. Syahru Asilati. Menyambung silaturahim baik kerabat dekat maupun jauh.

Adapun kegiatan ke-DPC-an selama ramadhan dijabarkan:

1. Tatsqif Ramadhan, tgl1-20 dgn tema: Hadits, Fiqih, Dakwah, Tafsir dengan 4 ustadz yang berbeda. Hari pertama Rabu (13/8/2010), Jam 05.30 - 06.30 di Masjid Al Ikhlas, Bintaran KULon.
2. Ifthor Kader Jumat, 20/08/2010 di Rumah Bu Ida, Sandeyan.
3. Ifthor Tokoh, Ahad, 03/09/2010 di Rumah Bp. Harjono, Kabregan.
4. Ifthor Bersama Anak Yatim, Ahad, 29/08/2010 - teknis menyusuL. (nur/wied)

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

sobat, selamat berlomba di bulan penuh keutamaan..!

Ken Sri slaku pihak-1, menyatakan prmohonan maaf kpd panjenengan selaku pihak-2, atas:
- persangka yg terlintas
- tutur yg tak pantas
- raut muka yg tak nyaman
- laku yg tak sopan
- utang yg blum lunas (hrp kirim daftar tagihan:-))
- dan atas sgala-gala kesalahan.
ugi ngaturaken sugeng nindakaken ibadah shiyam romadhon...

*sms dari kensri (ahad, 28 sya'ban 1431)

**sms diatas sekaligus sebagai 'pelunasan utang' tulisan di blog ini

---

dengan ini admin selaku pihak ke-3 memohon maaf atas sgala-gala pada pemirsa semua selaku pihak ke-4.

selamat berlomba meraih keutamaan di bulan ramadhan.....

ya Allah, tolonglah kami untuk selalu ingat pada-Mu, selalu mensyukuri sgala nikmat-Mu, selalu memberi amal terbaik pada-Mu. amin....
---


posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Kisah Sepotong ROTI

Kadang kita bertanya, mengapa Alloh menimpakan semua ini kepadaku? Ketika ada seorang anak perempuan yang melewati hari yang begitu berat. Semua yang dikerjakannya serba salah hari itu, dan segudang kesialan yang dihadi bagai tiada berhenti. Saat itulah, sang ibu menghiburnya, berharap melihat kembali senyum menghias bibir anaknya.

"Anakku, ibu sedang membuat kue. Maukah kamu?". Dengan sedikit menghela napasnya, si anak mengiyakannya. "Ikutlah kamu ke dapur bersama ibu. ibu tahu, kamu suka sekali makan kue, nak."

Sesampainya di dapur, sang anak duduk diseberang meja, berseberangan dengan ibunya.

"Nak maukah kamu minum minyak wijen ini?" terkejut dengan pertanyaan ibunya, sang anak menjawab," ah, ibu. Nggak lucu deh." Tersenyum ibunya menimpali," Kalau begitu, maukah kamu makan telur mentah ini?" Lagi-lagi sang anak terperangah dengan pertanyaan itu. Jawabnya, "Ibu ini gimana sih, katanya buat kue? Mana mungkinlah aku memakan telur mentah itu". Masih dengan ketenangan bak super woman, sang ibu menimpali, "Masih ada sedikit tepung panir mentah yang siap dimakan. Mau?" Putus asa sudah sang anak, "IBU KETERLALUAN...!!!!"

Dengan sigap sang ibu menyahut, "Anakku, bahan-2 ini masih mentah dan belum dicampur bersama-sama. Tetapi kalau kamu memasak dan mencampurnya bersama-sama, maka jadilah KUE YANG LEZAT. Alloh bekerja dengan cara yang sama, Anakku. Saat kita bertanya mengapa kita melewati potongan2 mozaik kehidupan yang begitu sulit, kita tidak pernah mau memahami berkah-berkah yang sedang Dia siapkan untuk kita di depan. Hanya Dia yang tahu. Dia tidak akan pernah membiarkan KITA JATUH, SAMPAI MELEWATI BATAS KEMAMPUAN KITA BERTAHAN. Dia sangat menyayangi semua makhluknya. Kita tidak perlu berkutat dengan bahan-bahan mentahnya, percayalah hanya DIA. Dan kita akan melihat sesuatu yang luar biasa terjadi. Alloh begitu mengasihi kita. Dia selalu mengirimkan percik bunga-bunga cantik disetiap musim semi tiba, Dia menerbitkan matahari yang dengan kehangatannya semua makhluk hidup bermetabolisme untuk hidupnya, Dia yang menggantikan siang dengan malam, Dia yang selalu mendengarkan curahan kita, Dia yang menerangi hati kita dikala gulita. Dia bisa ada dimana saja di dunia ini, tetapi alangkah bahagianya kita jika DIA memilih untuk tinggal di HATI KITA, anakku. Maka, sudahkah semua percik air mata kesusahanmu Engkau muarakan ke Dia? Karena hanya Dia-lah Sang Maha Bijaksana, yang akan memberikanmu jalan terbaik dalam hidupmu. PERCAYALAH."


*naskah kiriman: Becik Pambudi (becik.pambudi@gmail.com)

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Khutbah Rasulullah SAW Menyambut Bulan Ramadhan

Senin, 09 Agustus 2010

“Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yg paling utama."

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah, Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-alamin.

Wahai manusia, barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.

(Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan khotbahnya, “Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan seteguk air.”)

Wahai manusia, siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, ia akan berhasil melewati Sirathal Mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.

Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.”

(Aku –Ali bin Abi Thalib yang meriwayatkan hadits ini– berdiri dan berkata, “Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi, “Ya Abal Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.)

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

orang utan suka mukhoyam

Senin, 02 Agustus 2010

by: ibn surhim
---
(balonku ada 5 mode on:-)

kamilah orang utan
semua suka mukhoyam
orang utan tampan-tampan
siap jadi kepanduan

itulah yel-yel kelompok kami yang selalu mengiringi dan memotivasi sepanjang kegiatan mukhoyam pandu keadilan menengah 1 (mpkm1) yang diadakan dpd pks bantul selama 3 hari, mulai jumat pagi hingga minggu sore, melintasi dua bulan 30 juli hingga 1 agustus 2010, dengan base camp perbukitan gama giri imogiri bantul.

ketika diawal acara setiap kelompok disuruh membuat 'nama kelompok' dengan nama-nama hewan, kami dengan mantap memilih nama 'orang utan'. kenapa? apa filosofinya? tanya instruktur. kami datang di mukhoyam ini dan akan menetap di 'hutan mukhoyam' seperti orang utan yang terbiasa dan mencintai (alam) hutan. kami akan menikmati mukhoyam dengan kecintaan bukan paksaan. semangat...!

inilah orang utan yang suka mukhoyam:
kepala suku: wawan wikasno
kawanan: kartana nurhadi (alias mbah karto) - dr. budi santoso (doktor bukan dokter) - sabar nurohman, mpd - hanan muhtarom - sutrisno - musthofa - wusananto - ikhwanul muslimin (ini nama orang) - setia - ibnu.

mukhoyam yang penuh kenangan mengasyikan ini diikuti sekira 150 peserta dari dpd bantul plus beberapa kader dpd kota jogja dan sleman (yang belum ikut di dpd masing-masing), terbagi dalam 13 regu: orang utan, mendo kencono, ayam jantan, kuda lumping, kepompong, garuda, lebah, ......


....

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com
 
© Copyright PKS PIYUNGAN 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by PKS PIYUNGAN