NEWS UPDATE :

Mungkin Kurang Ikhlas

Jumat, 30 Juli 2010


Dalam sebuah pengajian yang disampaikan oleh tim Arimatea (Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual) di Masjid Mardliyah Kampus UGM pada tanggal 15 Maret 2009 ada sebuah kisah menarik ketika seorang pegiat dakwah, katakanlah ustadz aktivis anti pemurtadan, justru hampir murtad bahkan sampai dua bulan "mondok" di gereja. Kisah ini dituturkan sendiri oleh ustadz yang bersangkutan.

Sepulang dari Arab Saudi Ustadz Zulkifli Nur kerap chatting dengan temannya yang tinggal di Riyadh, ngobrol tentang dakwah, dsb. Pada suatu sore beliau chatting di warnet. Ketika beliau sudah sign out dan hendak pulang karena hampir maghrib, tanpa sadar beliau tiba-tiba log in lagi akun Yahoo Messenger-nya. Masuklah sebuah pesan YM dari orang yang belum pernah dikenalnya meminta diadd. Ditanggapinya pesan itu, singkat. Lalu muncul kalimat-kalimat tentang Yesus dan ayat-ayat bibel. Beliau tak kuasa membalas ataupun membantah, padahal semestinya beliau bisa dengan mudah membantahnya. Tak terasa, adzan maghrib lewat begitu saja dan pesan dari orang tak dikenal itu masih saja mengalir, tanpa balas dari sang ustadz, hanya dibaca dan terus dibaca. Tak hanya adzan maghrib, pesan itu terus mengalir sampai waktu maghrib habis berganti isya'. Lama sekali ustadz itu menatap monitor bagai terkena hipnotis.

Pulang ke rumah, tiba-tiba saja ustadz Zulkifli merasa sangat benci pada wajah istrinya. Kata-kata kasar keluar sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan sang istri. Sejak saat itu beliau tak pernah sholat selama kurang lebih satu bulan, mau membaca al-qur'an pun yang nampak hanya tanda-tanda salib. Ketika mendengar adzan beliau merasa panas, majlis ta'lim, tarbiyah, khutbah Jum'at mulai ditinggalkan satu per satu. Beliau selalu saja ingin chatting dengan orang yang belum pernah dikenal yang membuatnya terpana dengan ayat-ayat bibel. Sempat sang ustadz bertemu dengan salah seorang sahabat dakwahnya hendak mengatakan "Ada apa dengan saya?" tapi tak ada daya sama sekali, seperti dikunci mati.

Sebulan setelah percakapan pertama, orang yang selama ini chatting dengan ustadz Zulkifli mengajak bertemu beliau di Batam. Sang ustadz menjual motornya untuk biaya tiket pesawat Makasar-Jakarta-Batam. Sesampai di Batam beliau disambut seorang wanita lalu diantar ke hotel. Wanita itulah yang ternyata selama ini chattingdengan beliau. Malam harinya beliau diajak ke sebuah gereja yang dihadiri oleh lebih dari seribu jemaat, 700 di antaranya orang muslim. Di lantai dua gereja beliau duduk dan mendengar bisikan doa "Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii 'alaa diinik, tsabbit qolbii 'alaa tho'atik". Di akhir acara, anggur dipaksakan pada beliau untuk diminum, lalu roti, lalu minyak zaitun diurapkan, itulah perjamuan kudus. Atas kehendak Alloh, pulang dari gereja beliau muntah darah di hotel.

Keesokan harinya hari Jumat pukul 10.00 ada jadwal pembaptisan di gereja dan ustadz Zulkifli termasuk dalam daftar pertama. Pada saat jam 11 siang ustadz Zulkifli tiba-tiba teriak "Saya mau sholat Jum'at!" sehingga seluruh jemaat kaget. Setelah sholat Jum'at Batam diguyur hujan. Selama dua bulan di gereja, ustadz Zulkifli tidak pernah berhasil dibaptis meski setiap hari ke gereja bahkan sampai khatam bibel.

Tiga hari sebelum ustadz Zulkifli meninggalkan Batam ada kejadian aneh. Sepulang dari gereja beliau pengen sekali sholat ketika melewati masjid rusun Jamsostek. Beliau sholat isya sangat lama. Tiga langkah keluar dari masjid beliau ditegur oleh seseorang "Hei kamu! Kamu tau tidak siapa diri kamu?" lalu dipukul pula pundak kiri beliau oleh orang tersebut. Beliau ditanyai tentang keadaannya selama ini dan diberitahu kalau beliau akan dimurtadkan. Beliau membalikkan badan lalu kembali mencari orang itu, ternyata sudah tidak ada.

Hari selanjutnya ustadz Zulkifli kembali ke gereja lalu melakukan hal yang sama dengan hari sebelumnya. Usai sholat di masjid dan berjalan tiga langkah beliau ditegur oleh seseorang dengan lembut. Orang tersebut menyuruh beliau pergi dari Batam untuk menemui saudara-saudara ustadz Zulkifli dan minta diruqyah. Orang itu memberikan uang dan kejadian malam sebelumnya terulang, orang itu tidak ada setelah ustadz membalikkan badan.

Keesokan hari ustadz Zulkifli pergi diam-diam ke bandara untuk terbang ke Jakarta menemui saudara-saudara beliau di Wahdah Al-Islamiyah LIPIA. Dalam Sriwijaya Air beliau mengikatkan sabuk pengaman lalu tertidur. Dalam tidurnya ustadz Zulkifli diputarkan kembali kejadian semenjak dari Makasar hingga kejadian terakhir di Batam. Ustadz Zulkifli menangis dan untuk pertama kalinya setelah tiga bulan baru saat itu beliau mengucap istighfar. Orang di sampingya menanyakan keadaan beliau, kenapa dari tadi beliau mengangis. Beliau lalu pergi ke toilet. Di antrian toilet beliau bertemu dengan seorang dengan pakaian pilot memberi ucapan selamat, "Selamat, anda telah menyelamatkan akidah anda..."

"Bapak tadi ngomong, salaman dengan siapa?" tanya seorang pramugari.
"Bapak ngomong sendiri, saya takut..." lanjut pramugari itu lagi
Tiap kali ustadz Zulkifli tertidur, kejadian demi kejadian diputar dalam benaknya.

Sampailah ustadz Zulkifli di Jakarta untuk menemui saudara-saudara beliau. Tentu saja semua kaget dengan kedatangan beliau, "Antum dari mana? Semua orang, keluarga antum mencari antum kemana-mana."
"Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan saya, saya pengen diruqyah"
Ustadz Zulkifli menceritakan semua yang dialaminya pada kepala asrama di LIPIA. Beliau menanyakan siapa tiga orang misterius yang ditemuinya dan ada apa dengan doa yang selalu terdengar ketika beliau masuk gereja.
"Pernahkah antum mengamalkan doa-doa itu?"
"Ya, sekitar kelas enam SD saya diajari bapak saya doa-doa itu dan senakal-nakalnya saya, saya terus mengamalkannya sampai menjelang kejadian di Makasar"
Setelah itu ustadz Zulkifli diruqyah santri-santri LIPIA.

Ketika proses ruqyah, jin dalam tubuh ustadz Zulkifli berbicara menggunakan bahasa Inggris, bahasa Ibrani, dan bahasa Arab Ammiyah. Santri-santri dari Filipina menerjemahkan perkataan jin itu. Jin itu bernama Judas, dia mengaku semenjak dia hidup sudah ada 350 orang murtad atas usahanya lewat internet sebagaimana modus terhadap ustadz Zulkifli. Jin itu mengatakan bahwa ada 1500 jin pasukan dalam tubuh ustadz Zulkifli. Peruqyah menjelaskan kepada jin itu tentang Islam. Jin itu mengatakan kalau dia lebih paham Islam tentang mereka. Bahkan, ketika ada seorang salah membaca ayat ketika meruqyah, jin itu mengoreksinya.

Setelah pembicaraan dan penjelasan yang panjang akhirnya jin Judas mau masuk Islam dan mengajak pasukannya masuk Islam. Semua pasukannya menolak masuk Islam. Judas mengancam akan membunuh pasukannya jika tidak mau masuk Islam, hingga 1500 jin itu masuk Islam. Perlahan-lahan 1500 jin pun keluar dari tubuh ustadz Zulkifli atas ancaman Judas, Judas keluar terakhir. Sebelum keluar dari tubuh ustadz Zulkifli jin Judas berpesan "Saya tidak akan masuk lagi dalam tubuh ini, saya akan membantu memperjuangkan agama Alloh dengan cara saya. Namun pesan saya, wahai para aktivis dakwah, ikhlaslah dalam beribadah kepada Alloh. Tahu kenapa saya masuk dalam tubuh orang ini? Karena dia beribadah tidak ikhlas kepada Alloh."

Ustadz Zulkifli mengetahui semua detail saat beliau diruqyah dari video dan rekaman santri-santri LIPIA. Beliau pun sadar bahwa dulu pernah tidak ikhlas dalam beribadah dan berdakwah. Ketidakikhlasan itu memudahkan jin merasuk dan hampir memurtadkan beliau.

Semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran berharga untuk kita, agar kita selalu ikhlas beribadah kepada Alloh. Segala aktivitas dakwah kita semoga selalu lurus karena Alloh. Tak dapat dibantah bahwa godaan jin dan syetan terhadap para ustadz para aktivis dakwah jauh lebih berat dibanding godaan pada orang-orang umum, makanya selalulah meminta perlindungan pada Alloh, dengan menjaga amalan wajib dan menambahnya dengan amalan-amalan sunnah. Bentengi diri dengan Al-Qur'an, dengan sholat malam, dengan dzikir pagi petang.

Semoga kita terhindar dari amal-amal yang diniatkan kepada selain Alloh...



*Ditulis oleh Akhid Nur Setiawan Abu Kholid bin Jamal As-Sulaimani
diambil dari: http://pejuangperadaban.blogspot.com


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Temu Kader & Tarhib Ramadhan DPRa Sitimulyo

Kamis, 29 Juli 2010


Reporter: Bachtiar
Taklim Rutin Partai(TRP) yang dilaksanakan oleh DPRa. Sitimulyo pada hari ahad 25 Juli 2010 merupakan TRP spesial, pasalnya dari beberapa TRP sebelumnya pengisi atau pemateri yang dihadirkan masih dalam lingkup Sitimulyo (bolo dewek).

Disaat bergeraknya suasana pagi menuju siang, walaupun terlambat dari jadwal yang telah disepakati tepat pukul 09:00 WIB acara TRP dimulai. Akh Parman sebagai Sekretaris DPRa. Sitimulyo yang menjadi pembawa acaranya, dengan runtun beliau membacakan susunan acara yang akan dilalui dalam TRP kali itu.

Tempat TRP berada di dusun Monggang tepatnya dikediaman Akh Sulistio, rindang dan sejuk ditambah hembusan angin yang semilir memberikan kesan tersendiri dari beberapa kader yang hadir pada saat itu total kurang lebih 20 kader manambah sejuknya nilai silaturahim PKS DRPa. Sitimulyo.

Beberapa saat kemudian Akh Iwan Stiawan yang bertugas sebagai penjemput pemateri tiba bersama Ust. Al Wanto, yang menandakan materi inti segera dimulai. Akh Sulistio sebagai tuan rumah yang sekaligus sebagai penanggungjawab pemateri kali itu di hujani pertanyaan siapakah gerangan pemateri yang mengisi TPR pagi siang kali ini? dengan tenang beliau memberikan jawabannya "Ust. Al Wanto" dengan serempak beberapa kader yang hadir pun menyahut "Oooooo". Akh. Parjo kemudian dengan spontan menambahkan bahwa Ust. Al Wanto merupakan salah satu guru di SDIT Lukmanul Al Hakim yang tinggal di Imogiri.

Dalam materinya Ust Al Wanto menyampaikan Tarhib Ramadhan dengan memberikan penjelasan mengenai tiga ciri berpuasa yaitu Puasa orang beriman tapi belum meninggalkan hal-hal yang tidak berguna, Puasa orang beriman yang sudah meninggalkan hal-hal yang tidak berguna, dan Puasa seperti sahabat. Beliau memberikan materi dengan jelas dikemas dengan beberapa contoh-contoh keseharian kader pada umumnya yang sesekali membuat beberapa kader melebarkan senyumnya. Memang target dari materi yang beliau sampaikan adalah khususon seputar para kader pada umumnya.

Satu hal yang mungkin para kader resapi hanya sebagai berbagi apa yang telah disampaikan Ust Al Wanto yakni [Ruhi & Keruhi], beliau mewanti-wanti agar apa yang kita lakukan dalam rangka menambah asupan Ruh malah menjadi menambah asupan Keruhi yang menyesatkan. Ini beliau sampaikan agar kita anggap merupakan suatu yang manfaat bagi ibadah Ramadhan kita malah terjebak manjadi sesuatu yang merugikan.

Tepatnya azan lohor materipun berakhir yang dilanjutkan dengan istirahat dan arisan kader, sampailah pada pengumuman siapa yang mendapat giliran berikutnya yakni Akh Bachtiar. Siap dengan lantang ane pun menjawab...yang menandakan kesiapan ane dalam menerima tugas.

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Jangan Jadikan Nisfu Sya’ban Sumber Perpecahan Ummat

Selasa, 27 Juli 2010


Hidayatullah.com--Sebagaimana diketahui, di pertengahan bulan Sya’ban yang dikenal dengan istilah nisfu sya’ban, banyak umat Islam yang menghidupkan malamnya dengan qiyam dan siangnya dengan puasa, termasuk di Indonesia sendiri.

Akan tetapi fakta bahwa ada sebagian umat Islam lain tidak setuju dengan amalan ini tidak bisa dipungkiri, sehingga seringkali terjadi hubungan tidak sehat antara yang pro dan yang kontra. Darul Ifta’ Al Mishriyah, Lembaga Fatwa Mesir telah mewanti-wanti agar persoalan seperti ini jangan sampai menjadikan sumber perpecahan dan keterbelakangan.

“Harus diketahui bahwa hal semacam ini bukanlah sebuah persoalan, dan bukanlah hal yang memisahkan antara pengamal sunnah atau pelaku bid’ah, bukan pula pelaku ketaatan atau pelaku maksiat.” Demikian tanggapan Amin Fatwa (Komisi Fatwa) Darul Ifta, menjawab pertanyaan hidayatullah.com mengenai perselisihan yang biasa terjadi karena khilaf dalam ibadah nishfu Sya’ban.

Bahkan dengan tegas pihak Darul Ifta’ memperingatkan bahwa sibuk dalam masalah seperti ini menyebabkan kemunduran umat.

“Setiap muslim tidak boleh menjadikan hal ini sebagai perkara besar, yang harus mendapat perhatian besar. Karena sesungguhnya penyebab kemunduran umat adalah terlalu sibuk dengan masalah-masalah yang bukan merupakan prioritas utama.”

Dengan demikian, Darul Ifta’ menyatakan bahwa tidak sepatutnya umat Islam memperselisihkan masalah ini, yang bisa menyebabkan salah satu mencela saudaranya yang lain.

Mengenai kedudukan hadits fadhilah nisyfu Sya’ban, Darul Ifta’ menjelaskan bahwa hadits mengenai sunnahnya melakukan puasa dan qiyam dihukumi dhaif oleh Al Hafidz Al Iraqi dalam Takhrij Ihya’. Akan tetapi ada hadits lain yang diriwayatkan Imam Muslim yang membolehkan puasa itu. Bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam berkata kepada seorang laki-laki, ”Apakah engkau telah melakukan puasa di pertengahan bulan ini (Sya’ban)? Laki-laki itu menjawab, “Tidak.” Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, ”Jika engkau telah menunaikan puasa Ramadhan maka berpuasalah satu atau dua hari.”

Lembaga yang dipimpin oleh Mufti Mesir, Prof. Dr. Ali Jum’ah ini menyebutkan bahwa ada hadits lain yang menjelaskan fadhilah malam nishfu Sya’ban, yang diriwayatkan Ahmad dan Tirmidzi dari Ibnu Amru secara marfu’, menjelaskan bahwa Allah mendatangi hamba-Nya di malam hari pertengahan Sya’ban, dan mengampuni hamba-hamba-Nya, kecuali dua, yakni orang yang saling membenci atau pembunuh.

“Dengan demikian, tidak mengapa jika ada seorang muslim yang “menyambut” rahmat Allah ini dengan melakukan puasa di siang harinya dan qiyam di malam harinya.” Demikian Darul Ifta’ menutup pernyataannya yang ditujukan kepada hidayatullah.com melalui surat elektronik, beberapa waktu yang lalu.


*sumber: www.hidayatullah.com

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Friendly Match Futsal HAMAS Piyungan vs Laskar PKS Berbah

Reporter: Abu Hasan Surhim
Menjalin persahabatan antar komunitas anak muda PKS lintas DPC menjadi motivasi kami menggelar Friendly Match Futsal antara HAMAS (Himpunan Anak Muda PKS) Piyungan dengan B-PKS (Barisan Pemuda Keadilan Sejahtera) DPC Berbah. Laga perdana ini berlangsung tadi malam, Senin 26 Juli 2010, bertempatr di Rifki Futsal Sampakan Berbah.

Tim Futsal HAMAS Piyungan langsung dikapteni oleh Sunardi Komandan HAMAS sedang dari B-PKS Berbah dikomandani oleh Satriyo.

Laga futsal persahabatan dimulai pukul 9 malam. Dengan masing-masing tim beranggotan enam orang, jalannya pertandingan futsal berlangsung seimbang. Gol demi gol silih berganti di masing-masing tim. Beberapa kali juga terjadi pergantian pemain. Hingga bel berbunyi pukul 10 malam skor akhir imbang 12-12.

Usai sudah friendly match futsal 1 jam , antara HAMAS Piyungan dengan B-PKS DPC Berbah. Badan Sehat Ukhuwah kuat, insya Allah.

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Saudi Akan Tentukan Ramadhan dengan Teknologi Modern

Senin, 26 Juli 2010

Untuk pertama kalinya penetapan awal bulan Ramadhan di Arab Saudi pada hari Selasa, (10/8) nanti akan menggunakan teknologi modern. Dan diharapkan juga proyek ini supaya diprakarsai oleh beberapa negara Islam. Demikian dilansir Al-Arabiya.net (25/7).

Pempinan proyek ini, Muhammad Shawkat mengatakan bahwa teknologi modern tersebut membutuhkan legitimasi secara syar'i, sehingga dapat dijadikan acuan.

Teknologi modern tersebut terdiri dari sebuah kamera video khusus yang ditempatkan di teleskop, dan terhubung ke komputer. Dengan demikian, ratusan foto gambar yang ditangkap kamera, dapat langsung diakses ke komputer. Kemudian dengan menggunakan sebuah program khusus untuk meneliti gambar-gambar itu, baru setelah itu bulan akan terlihat di komputer.

Adapun kelebihan dari alat ini adalah dapat melihat bulan yang sebelumnya tidak terlihat, dan bahkan dapat melihat bulan di siang hari.

Rencanya, penentuan awal bulan Ramadhan akan menggunakan alat ini. Karena telah diperkirakan bahwa ru'yatul hilal sepertinya tidak mungkin dilakukan di daerah Arab pada hari Selasa (10/8) nanti, baik dengan mata telanjang ataupun dengan teleskop. Namun cara-cara falak yang manual atau tradisional masih digunakan terlebih dahulu.

*hidayatullah.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

"Hattrick" Pakde di Jum'at Penuh Rahmat

Jumat, 23 Juli 2010

by: abuhasan surhim
subuh yang masih menyisakan dingin kini makin hangat dengan suguhan susu jahe yang kami pesan dari warung burjo sebrang masjid sampakan. masih dalam posisi melingkar usai dzikir ma'tsurat agenda kami lanjutkan dengan berbagi cerita.

salah satu cerita menarik subuh hari ahad 18 juli kemarin dituturkan oleh akhuna mujiran yang akrab disapa "pakde".


"itu namanya hattrick, pakde!" timpal akh sunar usai mendengar cerita pakde sambil ketawa diikuti ikhwah yang lain yang juga tidak bisa menahan tawa renyahnya.

"kalau di koran KR itu namanya 'sungguh-sungguh terjadi'," seru ikhwah yang lain.

"bener ketiga-tiganya lahir hari jum'at?" yang lain masih belum percaya dengan cerita akh mujiran.

pakde sambil senyam-senyum menegaskan kalau ceritanya shohih bin valid. bapak yang baru dua hari (kini sepekan) mendapat karunia anak ketiga ini mengulang ceritanya:

"anak pertama kami, Atikah Nur Wahida lahir tanggal 24 oktober 2003 HARI JUM'AT PON jam lima sore. anak kedua, Rizqi Ahmad Nur Zahid lahir 25 nopember 2005 HARI JUM'AT PAHING jam lima sore juga. dan kemarin yang ketiga, Yahya Hafidz Maulana lahirnya juga HARI JUM'AT (KLIWON) 16 juli 2010 jam dua pagi. alhamdulillah, SEMUANYA LAHIR HARI JUM'AT."

subhanallah, tiga buah hati pasangan akhi mujiran (piyungan) dan ukhti seniwati (sanden) yang menikah 30 desember 2002 ini semuanya lahir hari jumat yang penuh rahmat. keluarga ikhwah yang sederhana ini memang penuh berkah. walau hanya tamatan sd, beliau sangat menginginkan anak-anaknya jauh lebih baik dari dirinya. salah satu wujudnya dengan memberi nama anak-anaknya dengan nama-nama yang baik.

"kalau kita tidak ikut tarbiyah tidak bakalan anak-anak kita namanya jadi baik-baik," timpal akh didi darmadi.

"tidak akan jauh dari nama bapak-bapaknya: darmadi - parman - parjo - sunar - sarojo, alhamdulillah kita bisa ikut liqo," tambahnya penuh semangat.

tak terasa susu jahe sudah habis. jam di dinding masjid al-ikhlas menunjuk angka 05.45, saatnya melanjutkan agenda berikutnya: futsal...!

disamping liqo rutin hari senin sore (yang ada buka puasa bersamanya), liqo ini juga punya agenda rutin bersama dengan tempat yang tetap di masjid al-ikhlas sampakan tiap ahad pagi: qiyamullail berjama'ah mulai pukul 03.30, dilanjut shubuhan, ma'tsurat, berbagi cerita (sambil ditemani susu jahe) dan disudahi futsal yang bertempat di lapangan futsal persis belakang masjid sampakan.

sengaja saya tunda hasil "berbagi cerita pakde" diatas untuk saya tulis hari ini, JUM'AT, sayyidul ayyam....


** syukron buat "supir angkot" atas kiriman foto "pakde family"
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Mau Dirikan Khilafah? Mulailah Dari Sekarang

Kamis, 22 Juli 2010

Oleh: Ustadz Sarwat, Lc
Salah satu yang membuat kita berdecak kagum kepada sejarah umat Islam dalam masa-masa khilafah Islamiyah adalah persembahan yang diberikan tiap khilafah itu kepada umat manusia. Salah satu persembahan yang utama adalah jaminan pendidikan dan kesehatan buat semua orang, bukan hanya umat Islam, tetapi semua pemeluk agama.

Perguruan Tinggi di dunia Islam sejak dulu tidak pernah memungut bayaran dari para mahasiswanya. Sebaliknya, semua mahasiswa malah mendapatkan gaji dan tunjangan dari kampusnya. Baik kampus itu milik negara atau pun milik swasta.

Maka tidak heran kalau dunia pendidikan saat itu sangat maju dan berkualitas. Sebab semua orang yang ingin belajar, mendapatkan bantuan dari semua pihak. Bukan saja dari negara, tapi dari semua elemen masyarakat.

Dan gratisnya pendidikan adalah ciri sebuah khilafah Islamiyah. Kalau hari ini ada keinginan untuk mengembalikan lagi khilafah, rasanya sangat tepat kalau ciri-ciri itu kita mulai lebih dahulu. Agar orang tahu, bahwa mendirikan khilafah itu memang ada manfaatnya yang langsung bisa dirasakan, bukan saja oleh umat Islam, tetapi juga orang pemeluk agama lain.

Sayangnya, nyaris semua kampanye untuk kembali kepada khilafah saat ini, berhenti hanya sebagai slogan kosong tanpa makna. Kalau cuma bicara doang, semua orang juga bisa. Tapi yang dibutuhkan adalah bukti nyata, amal, kerja, prestasi, hasil, manfaat yang real. Bukan hanya janji-janji kosong bak calon anggota legislatif. kalau nanti saya terpilih, saya akan begini dan begitu. Kalau nanti khilafah sudah bediri, nanti kita akan begini dan begitu. Kalau ada khilafah nanti kita akan makmur.

Itu terbalik. Ciptakan dulu kemakmuran, setidaknya di kalangan yang terbatas, sehingga semua orang tahu dan melihat langsung buktinya. Baru nanti semua orang akan melirik dan melihat langsung. Kemudian orang akan mengambil kesimpulan. Ooo, mereka itu makmur karena mereka menerapkan syariat Islam, yang kalau semakin besar, akan menjadi khilafah.

Saudara-saudara saya yang sangat getol mengkampanyekan tegaknya khilafah itu rupanya bingung harus mulai dari mana perjuangan mereka itu. Persis orang yang bingung, mana duluan, telur atau ayam.

Padahal contoh dari Nabi SAW itu jelas sekali. Tidaklah Madinah itu didirikan, kecuali kalau sudah ada muhajirin dan anshar. Artinya, tidak mungkin khilafah Islam itu berdiri, kalau tidak ada umatnya.

Loh, 1,5 milyar ini apa bukan umat?

Benar, mereka itu umat. Tapi umat yang tidak berhak memiliki khilafah. Karena mereka umumnya tidak kenal agama Islam yang dipeluknya sejak lahir. Yang mereka kenal sekedar ritual-ritual tanpa makna. Karena faktor keturunan saja mereka sekarang secara formal beragama Islam.

Benar, mereka itu umat. Tapi mereka tidak bersatu seperti 15 juta orang yahudi di seluruh dunia. Mereka lebih suka hidup berkelompok-kelompok sambil asyik saling mengejek dan menjelekkan satu sama lain, sembari membanggakan kelompok mereka sendiri. Setiap partai membanggakan apa yang mereka punya. Setiap jamaah merasa paling unggul dengan prestasinya. Setidak ormas merasa paling berjasa dengan karyanya. Setiap gerakan merasa paling populer dengan nama besarnya. Setiap murid merasa paling benar dengan fatwa ustadznya.

Benar, mereka umat. tapi mereka juga belum lagi menerapkan syariah dalam pribadi dan keluarga mereka. Bahkan mereka pun belum lagi mengerti detail-detail syariah. Karena mereka tidak pernah belajar ilmu syariah secara serius. Latar belakang pendidikan mereka tidak lain adalah ilmu-ilmu milik orang kafir yang sekuler. Ilmu-ilmu keislaman yang mereka punya sangat terbatas, dangkal, dan sebisa-bisanya saja. Tidak mengambil dari sumber ilmu itu sendiri secara matang dan serius.

Benar, mereka umat. Tapi apa yang mereka makan, tidak tahu halal haramnya. Apa yang mereka minum, juga tidak tahu halal haramnya. Apa yang mereka pakai, juga tidak tahu halal haramnya. Apa yang mereka dapatkan dari rejeki, juga tidak pasti halal haramnya.

Benar, mereka umat. Tapi mereka tidak tahu siapa yang jadi mahram dan siapa yang bukan. Mereka tidak tahu cara bagi waris yang diajarkan Rasulullah SAW. Mereka tidak tahu bahwa mengucapkan talak kepada istri walau cuma main-main ternyata jatuh juga. Mereka tidak tahu kalau wanita yang ditalak suaminya itu ada masa iddahnya dan tidak boleh keluar dari rumah suaminya.

Benar, mereka umat. Tapi mereka tidak tahu bahwa macet di jalanan kota Jakarta itu tidak bisa dijadikan alasan untuk menjama` shalat. Dan bahwa menjama` shalat itu tidak boleh dilakukan setelah sampai di rumah, karena sudah bukan musafir lagi.

Dalam keadaan yang sangat awam dan parah dalam keawaman itu, rasanya masih mimpi kalau kita bicara tentang tegaknya khilafah islam. Sebab keawaman-keawaman seperti itu tidak pernah terjadi di masa tegaknya khilafah Islam selama 14 abad ini. Dan tidaklah khilafah Turki Utsmani runtuh di tahun 1924 yang lalu, kecuali karena umat ini semakin awam dan terlalu awam dengan syariah Islam.

Maka kalau kita bercita-cita ingin mengembalikan lagi khilafah Islamiyah seperti itu, langkah pertama yang harus ditempuh adalah kita wajib menghidupkan kembali ilmu-ilmu keislaman, sehingga seluruh lapisan umat yang 1,5 milyar ini MELEK syariah. Bukan cuma melek, tapi sampai paham, mengerti, nyambung, tahu, ngeh, dan ngelotok. Kemudian mereka menerapkan syariah itu, minimal mulai dari diri sendiri, kemudian di dalam lingkungan terdekat, yaitu keluarga dan tetangga. Dan seterusnya sampai masyarakat, negera dan dunia.

Jangan sampai orang yang teriak-teriak mengajak untuk mendirikan khilafah malah tidak mengerti detail syariah Islam. Atau tidak bisa berbahasa Arab, sehingga tidak mampu merujuk kepada turats (warisan) ilmu-ilmu keislaman yang asli. Jangan sampai dia malah orang yang masih belajar mengeja huruf Al-Quran, atau baca Quran tidak fasih yang hanya bikin kuping jadi kesemutan.

Katanya mau mendirikan khilafah, lha wong baca Quran aja termehek-mehek gitu kok?

Kenapa begitu?

Karena bicara khilafah artinya bicara berjuta bahkan bermilyar pekerjaan besar. Dan semua itu harus sudah dimulai sejak sekarang, bukan menunggu kalau khilafah sudah berdiri, baru mau kerja.

Salah satu pekerjaan rumah itu ya belajar dulu deh baca quran yang fasih, tanpa salah, dan enak didengar. Kalau itu saja masih belum dikerjakan, terus mimpi bikin khilafah, waduh . . .

Pekerjaan lainnya ?

Ya, itu tadi. Gimana caranya kita bisa punya kampus dan rumah sakit yang gratis. Sebab di masa khilafah dulu, semua kampus dan rumah sakit memang gratis, baik yang negeri atau yang swasta. Dan untuk punya kampus atau rumah sakit yang gratis, tentu tidak harus menunggu khilafah berdiri dulu. Sebaliknya, justru keberadaan kampus dan rumah sakit gratis itulah yang akan membuat orang-orang tertarik ikut mendirikan khilafah. Karena memang ada manfaat yang nyata dan langsung bisa dirasakan umat.

Bukan sekedar koar-koar dan omong kosong.

Wasalam


*dikutip dari: http://www.ustsarwat.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Aku Masih di Sini untuk Setia

Rabu, 21 Juli 2010


"Saya teringat pada waktu tahun 90-an. Saat itu banyak aktivis dakwah yang meninggalkan Jogja karena ada tawaran kerja di perusahaan-perusahaan besar di luar Jawa akan tetapi sebagian tetap bertahan di Jogja. Ya, sebagian memilih melanjutkan pengembangan dakwah di Jogja, memilih bersabar bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan sore hari, mereka tidak berpaling pada dunia," itu kata ustadz kami seusai membahas salah satu ayat dalam surat Al-Kahfi dalam kajian jelang buka puasa Romadhon 1430 H.

Selengkapnya ayat yang dimaksud adalah "Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas." (QS. Al-Kahfi/ 18 : 28)

Ada rasa haru tersendiri jika kita mendengar kabar bahwa sahabat dakwah kita yang sudah begitu akrab hendak pulang kampung ataupun hijrah ke kota lain nan jauh dari kita. Di satu sisi ada harap akan kebaikan yang lebih baik dari ketika dia bersama-sama dengan kita namun di sisi lain ada khawatir bahwa semua akan berubah tidak seperti yang diharapkan semula. Antara bahagia dan sedih: kita bahagia karena sahabat kita memperoleh sebuah kebaikan dari Alloh dan kita sedih karena sahabat dakwah tak akan lagi di sisi.

"Teman-teman saya tu sudah pada ke luar negeri, kuliah di mana, kerja di mana, saya koq dari dulu masih di sini aja ngurusin DPC, hahaha!" kelakar seorang sahabat saya pada suatu ketika. Beliau memang telah beberapa tahun 'menunda' kelulusan kuliahnya sehingga sampai berkata seperti itu. Hanya tawa yang bisa kami luapkan bersama karena tak cukup syar'i menjadikan dakwah sebagai kambing hitam. Kami buang jauh-jauh kalimat "Kalau saja tidak perlu berdakwah dan terlibat amanah-amanah ini mungkin sekarang kita sudah sukses melanglang buana."

Hidup memang penuh dengan pilihan, bukan berarti mereka yang pergi itu berpaling pada dunia dan meninggalkan dakwah. Mereka pergi untuk kembali dengan dakwah yang lebih powerful. Bukan berarti juga yang bertahan di kampung halaman lantas akan terus-menerus berada di jalan dakwah. Inilah pentingnya mengokohkan niat, niat sungguh menentukan makna kehadiran kita di suatu tempat.

Abu Zubaidin Al-Yaami rohimahulloh mengatakan, "Niatkanlah untuk kebaikan, semua perkara yang engkau lakukan sampai-sampai pergimu ke tempat sampah." Dikutip dari Jami'ul 'Ulum wal Hikam, 70/I (SMS dari seorang kawan)

Berhati-hatilah dengan niat hijrah kita, resapi betul hadits Arba'in An-Nawawi urutan pertama. Niat bisa membatasi antara dunia dengan akhirat. Jika kita mengharap akhirat, kita akan mendapatkan akhirat bahkan insya'alloh kita juga akan mendapatkan dunia yang tak pernah kita harapkan. Jika kita mengaharap dunia, alih-alih akhirat, dunia pun mungkin bisa jadi justru tak akan didapat.

Jangan pernah hijrah hanya karena dunia yang kita inginkan, apalagi berpaling dari dakwah karena dunia yang hina. Tidak elok sama sekali jika kita hijrah lalu kehilangan keringat peluh lelahnya berdakwah. Tentunya kita tak mau kehilangan nikmat itu, nikmat iman, nikmat hidayah, nikmat dakwah, berlelah-lelah dalam dakwah itu indah! Sekali lagi, niatkanlah untuk Alloh. Boleh jadi substansinya sama namun nilainya berbeda, yang membedakannya adalah niat.

Teruntuk sahabat-sahabat dakwahku, semoga Alloh senantiasa membersamai kita, meridhoi dan memberikan barokah pada kita semua di manapun kita berada. Saya memilih di sini, tetap di sini, tetap di kampung halaman saya, bukan berarti menafikan nasihat para ulama mengenai pentingnya hijrah dan menjelajah dunia. Kampung halaman saya masih negeri merdeka, masih banyak yang bisa dan perlu dilakukan di sini. Semoga juga bernilai kebaikan. Mungkin keberadaan saya di sini jauh lebih baik dari keberadaan saya di luar sana. Bukankah masyarakat sekitar kita jauh lebih berhak menikmati dakwah kita? Yah, kalaupun hijrah, jangan lupa kisah Fathu Makkah. Seusai hijrah, pulanglah dan jadikan kampung halaman kita futuh.

<---end of this note--->

*Ditulis oleh Akhid Nur Setiawan Abu Kholid bin Jamal As-Sulaimani, kami comot dari blognya disini:
http://pejuangperadaban.blogspot.com/2010/06/aku-masih-di-sini-untuk-setia.html

**gambar: KORSAD Bandung, diambil dari galerikeadilan.net dan diedit sendiri.
---

posted by: pkspiyungan.blogspot.com

LiQo yang sungguh menyenangkan

Selasa, 20 Juli 2010

by: abuhasan surhim
Alhamdulillah, gerbang rumah Pak Bach masih open walaupun saya nyampe rumahnya pukul 17.18. Ikhwan yang lain sudah pada ngumpul sambil bercengkrama menunggu detik-detik momen yang paling dinanti sore itu: saat adzan maghrib!

Sore kemarin, Senin (19/7/10), sesusai agenda liqo yang dicanangkan semenjak bulan Rajab, setiap Senin kita mengadakan Tour Buka Puasa Bersama yang sohibul baitnya bergantian. Start dari Ane, ke rumah Pak Parman, singgah di Om Wied yang lagi mudix, dilanjut ke warung bakso Mas Shinyo, dan sekarang gilirannya Pak Dosen Bachtiar.

Sesuai woro-woro dari sohibul bait di FB, sore itu kami dimanjakan dengan suguhan spesial tuan rumah: ayam kremezzz, soup aneka warna plus sambal spesial. Belum lagi aneka buah-buahan yang melengkapi meriahnya buka bersama sore kemarin.

Seusai buka bersama, sebagaimana yang sudah diagendakan juga, kami mengumpulkan dana untuk munashoroh buat salah satu anggota liqo yakni akhuna Haryadi yang istrinya melahirkan dengan operasi caesar yang menelan biaya 5,6 juta. Alhamdulillah dengan segala keterbatasan dari masing-masing anggota liqo total munashoroh yang terkumpul satu juta rupiah.

Ba'da sholat isya berjamaah di masjid al-ikhlas sampakan kami bersepuluh meluncur ke rumah akhuna Haryadi di dusun Petir Srimartani. Beliau sore itu ijin tidak ikut Buka Puasa Bersama karena barusan mengurus kepulangan istrinya dari rumah sakit Wirosaban.

Sampai di rumah akhuna Haryadi sungguh tampak bedanya. Kalau dulu sepi, sekarang sudah ceria dengan kehadiran Nasyita Sayyidul Luthfiyah, sang buah hati. Nama Luthfiyah disamping memiliki arti lembut juga karena beliau ini nge-fan sama Presiden PKS hasil munas kemarin, ustadz Luthfi.

Kami tidak bisa berlama-lama di rumah akhuna Haryadi, karena liqo kami sudah ditunggu liqo kaligatuk yang malam itu turun gunung untuk 'menantang' futsal.


Agenda ketiga liqo Senin kemarin pun berlanjut di lapangan. Tim Liqo dari pegunungan kaligatuk benar-benar berlaga dengan ciri khas 'gunungnya': anti bersepatu alias nyeker. Tapi walaupun nyeker (termasuk murobbinya akh Abu Izzuddin) mereka yang secara usia lebih sepuh-sepuh sedikitpun tidak takut beradu kaki dengan Tim Liqo kami yang semuanya bersepatu. Jan, sikile roso-roso tur atos tenan koyo watu.

Tidak sia-sia Bu Candra (istirnya Pak Bach) memberi menu spesial buka bersama tadi hingga membuat Tim Liqo kami berhasil mengatasi 'kegananasan' ceker kaligatuk. Tapi bukan soal kalah menang, futsal tadi malam (yang lebih dominan dagelannya) sungguh mampu menguatkan ukhuwah diantara kami semua.

Usai sudah agenda marathon liqo, setengah sebelas malam kamipun pulang ke rumah masing-masing. Rumah yang sejak pagi tidak dilihat karena habis pulang kerja tadi langsung dilanjut agenda liqo. Home sweet home.


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Syuro PKS DPRa Srimulyo Sambut Ramadhan

Reporter: Yuliatun
Spesial day for syuro, ya bisa begitu kita sebutkan untuk menggambarkan syuro kita kemarin yang telah dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 17 Juli 2010. Bertempat di rumah ukhti Desi dan akh Joni di dusun Payak Srimulyo.

Syuro DPRa Srimulyo ini dipimpin langsung oleh ketua DPRa kita, Bapak Winarno Abdussalam. Dimulai pukul 17.20 – pukul 19.00 WIB ini dihadiri diantaranya Akh Winarno, Akh Putut, Akh Eko Ngangkruk, Akh Gino, Bpk Wargito, ukhti Desi, Utaminingsih, Ketut Tantri, Giyanti, Septi Utami P, Yuli.

Selain silaturahim pada syuro ini dihasilkan beberapa keputusan diantaranya yaitu yang pertama adalah akan diadakannya Pelayanan kesehatan yang akan dilaksanakan di dusun Jombor kelurahan Srimulyo yang insya Allah akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Juli 2010 pk 15.30 s.d. selesai. Pada pelayanan kesehatan ini sesuai permintaan akan diadakan cek asam urat dan cek gula darah.

Selain akan diadakan pelayanan kesehatan sesuai syuro akan dilaksanakan TRP khususnya DPRa Srimulyo pada tanggal 1 Agustus 2010. Yang insya Allah akan bertempat di rumah bapak Wawan Wikasno/ Ibu Farikhah di dusun Ngijo. Akan dilaksanakan Insya Allah mulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 11.00 dan dilanjutkan dengan agenda berikutnya sesuai agenda dari masing-masing kader.

Selain dua hasil diatas berkaitan acara untuk bulan Ramadhan maka direncanakan akan diadakan iftor (Buka Bersama) untuk seluruh kader Srimulyo yang Insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2010 yang bertempat di Rumah bapak Wargito, Prayan. Untuk penjelasan lebih rincinya akan diberikan selanjutnya.

Sekelumit infi di atas adalah hasil syuro kemarin, semoga kita semua dapat istiqomah dijalanNya, selalu diringankan langkah kita untuk selalu memberikan yang terbaik bagiNya. Semoga Keikhlasan selalu mengiringi setiap langkah kita. AMIIN. Just Do the best….

Semangat….. Go! Go! Go! ALLAHU AKBAR….!!!

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Pandanglah Saudaramu

Senin, 19 Juli 2010

Saudaraku,
Perjalanan ini memang panjang dan melelahkan. Terkadang, mungkin kita terengah-engah kehabisan nafas untuk terus menapakkan kaki hingga sampai ke tujuan. Terkadang, mungkin kita terseok-seok merasa tak kuat dan hampir tertinggal oleh derap serta gerak para kafilah da'wah itu. Terkadang, mungkin kita tersandung dan mungkin terjatuh oleh aral dan kesulitan perjalanan. Terkadang....

Saudaraku yang dirahmati Allah,
Tak satupun di antara kita yang tak pernah mengalami suasana perasaan seperti itu. Hampir semua kita, sekokoh apapun kepribadiannya, pasti akan mengalami situasi lemah dan merasa kekurangan tenaga. Ya. Memang demikianlah jiwa manusia, seperti yang pernah disabdakan Rasululiah SAW dalam salah satu hadits shahih, bahwa keimanan itu ada kalanya bertambah dan berkurang. la bertambah karena amal shalih dan berkurang karena kemaksiatan.

Tapi ingat saudaraku,
Selama kita berusaha berada dalam kafilah ini, insya Allah kelemahan dan kekurangan kita tidak akan mampu menjatuhkan kita. Selama kita tetap komitmen bergerak dalam orbit komunitas jama'ah da'wah, insya Allah kita menerima banyak keistimewaan dan barakah. Selama kita tetap memelihara hubungan baik dengan kafilah da'wah, insya Allah semua kelalaian dan penyimpangan kita kemungkinan besar akan dapat diluruskan dan kembali pada jalan yang benar.

Kesimpulannya kita baru akan jatuh terpuruk, tenggelam dan terseret oleh arus yang lain, tatkala kita berada di luar arus atau orbit jama'ah da'wah.

Salah satu barakah hidup bersama orang-orang shalih adalah, mereka selalu mampu memberi nasihat dan pencerahan hati bagi orang yang duduk bersamanya. "Sebaik-baik sahabat adalah, orang yang bila engkau melihatnya, menjadikanmu mengingat Allah," begitulah sabda Rasulullah SAW. Renungkanlah perkataan Rasulullah tersebut. Sekadar melihat seorang teman yang shalih akan memberi cahaya keshalihan yang berbeda dalam diri orang yang melihatnya.

Saudaraku para kafilah da'wah,
Melihat orang lain yang lebih tinggi kadar ibadah, zuhud, jihad dan ilmunya, lebih tinggi darinya dalam hal ibadah, pasti akan memberi pengaruh yang besar dalam diri kita. Memang itulah tabiat jiwa manusia.

Karenanya, tidak ada yang lebih baik dari sering-sering berziarah dan menemui orang-orang yang berkarakter seperti itu. Merekalah yang akan mempengaruhi zuhud kita, ibadah dan jihad kita. Karenanya, para sahabat generasi pertama disebut sebagai generasi istimewa antara lain lantaran mereka senantiasa hidup bersama Rasulullah SAW. Ada seorang salaf mengatakan, "Jika aku merasakan kekerasan hati, maka aku segera pergi dan melihat wajah Muhammad bin Wasi'." (Nuzhatul Fudhola, 1/526). Ibnul Mubarak juga mengatakan, "jika melihat wajah Fudhail bin Iyadh, aku biasanya menangis."

Itulah salah satu prinsip yang dipegang oleh orang-orang shalih terdahulu. Bagi mereka, bertemu dengan saudaranya adalah bekal spirit yang dapat membekali kebangkitan ruhani mereka. Dan memang demikianlah yang terjadi.

Saudaraku,
Membaca dan menelaah peri hidup orang-orang shalih juga mampu membangkitkan semangat baru dalam diri kita. Bisa dikatakan, membaca dan menelaah peri hidup mereka, hampir sama dengan kita menziarahi dan berhadapan dengan mereka sehingga kita pun menerima barakah dari Allah karenanya.

Karenanya, Imam Ibnul Jauzi rahimahullah mengatakan:

"Aku berlindung kepada Allah dari peri hidup orang orang yang tidak punya cita-cita tinggi hingga bisa diteladani orang lain, yang tidak punya sikap wara' yang bisa ditiru oleh orang yang ingin berzuhud. Demi Allah, hendaklah kalian mencermati perilaku suatu kaum, mendalami sifat dan berita tentang mereka. Karena memperbanyak meneliti kitab-kitab mereka adalah sama dengan melihat mereka. Bila engkau mengatakan telah mendalami dua puluh ribu jilid buku, berarti engkau telah melihat mereka melalui kajian engkau terhadap tingkat semangat mereka, kepandaian mereka, ibadah mereka, keistimewaan ilmu mereka yang tidak pernah diketahui orang yang tidak pernah membacanya.” (Qimatuz Zaman 'indal ulama: 31)

Saudaraku,
Seringlah mengunjungi saudaramu dalam jalan ini. Jangan jauhkan mereka dari hati. Sering-seringlah berkunjung, bertatap muka. Disanalah engkau akan menemui berkah hidup berjama’ah, yang dapat memberi bekal bagi jiwa agar kita dapat melanjutkan perjalanan ini sampai tujuan terakhir… ridha Allah dan surga-Nya.

[Muhammad Nursani/Tarbawi]


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Rehat Sejenak (bagian 2)

Minggu, 18 Juli 2010

Oleh: Abu Izzuddin
---
Subhanalloh… Ternyata ada banyak pelajaran yang diberikan oleh sungai ini…
Betapa tidak, air jernih yang mengalir ini, entah sudah berapa jauh perjalanan yang di tempuhnya. Mungkin ia berasal dari mata air di atas sana, nun jauh di kaki bukit yang tinggi. Keluar dari mata air, merayap menyelinap diantara penghalang yang ada. Meresap diantara butir-butir pasir, melewati bebatuan dan juga batang-batang pohon dan semak belukar… mengalir terus dan bercampur dengan titik-titik air yang lain. Terkadang juga bertemu dengan titik-titik air yang tercurah dari langit yang tinggi, bersatu dan terus mengalir… bahkan hingga ke samudra raya…

Setelah belajar banyak dari air yang mengalir, untuk selanjutnya penulis merenungkan hal lain…

Saat ku lihat sebongkah batu yang cukup besar di pinggir sungai itu.. kembali ana tertegun…. Subhanalloh, serumpun semak dan rumput tegak berdiri diatas batu. Hijau daunnya, segar dan kokoh batangnya, walau kulihat hanya berdiri di atas sedikit tanah yang menempel di atas sebongkah batu tersebut. Airpun tak banyak membasahinya.
Cobalah sahabatku lihat ini, betapa rumput dan semak tersebut tetap eksis di tengah segala “keterbatasan”. Terbatas air yang di dapatnya, terbatas tanah tempat akar-akarnya berurai mencari sumber makannya. Tapi rumput itu tetap bisa menampilkan kesegaran warna hijaunya… tetap kokoh dan sulit tercerabut akarnya sekalipun sedikit sekali mereka bisa “mencengkeram” tanah di atas batu tersebut.

Bukankah seorang prajurit dakwahpun harus bisa bersikap seperti rumput tersebut. Mampu bertahan walaupun sedikit fasilitas yang dimiliki. Bukan hanya bertahan dalam dakwahnya, tapi juga harus betul-betul memiliki “spirit” dakwah yang kuat, tahan banting dan tidak mudah patah dalam izzah. Sehingga dia betul-betul menjadi “part of solution” dan bukan menjadi “part of problem”. Hal inilah yang ana sangat rasakan di awal ana menapaki jalan dakwah ini. Fasilitas tak seperti sekarang. Liqo harus “ngonthel” dengan kereta angin alias sepeda, kadang boncengan juga. Termasuk banyak cibiran dari orang lain maupun harokah lain.

Memang saat ini, dengan semakin banyaknya barisan pendukung dakwah ini, makin besarnya jamaah tarbiyah ini, makin berkembangnya ladang dakwah yang berhasil dikelola, semakin banyaknya fasilitas yang di dapat, dan semakin majunya sarana yang dimiliki, bisa berdampak pada “perasaan” seorang jundi yang merasa “berhasil” dalam dakwah.

Semalam, setelah selesai liqo, seorang ikhwan mengajak sharing ana untuk melihat keadaan “kendaraan” dakwah ini. Ada kekhawatiran beliau, dengan semakin majunya keadaan kita, kita jadi lebih “hubbud-dunya”. Rasa ukhuwah yang terasa semakin kendor, maupun kadang-kadang izzah untuk dakwah yang dinomor-dua-kan, karena kita lebih mengejar “fasilitas” yang memang menggiurkan. Tapi, memang itulah resiko yang bisa menjangkiti siapapun di antara kader-kader dakwah tercinta ini. Memang kita benar-benar jamaah manusia, dan bukan jamaah malaikat.

Tapi sahabat sekalian, izzah itu akan tetap terjaga, keikhlasan itu takkan pernah pergi dari jiwa kita jika memang niat kita tetap lillahi ta’ala. Saat miskin kita jundi ALLOH, saat kayapun kita jundi ALLOH. Utsman bin Affan itu calon penghuni surga dan juga Abdurahman bin Auf, mereka adalah kalangan orang-orang yang “mampu”. Insya Alloh seorang Abu Dzar Al-ghifari adalah juga calon penghuni surga, walau untuk sekedar kain kafan untuk membungkus jasad mulia beliau, beliaupun tak memilikinya.

“Untuk menebus salah satu taman syurga ALLOH di akhirat nanti, aku rela menyerahkan semua yang ada padaku, dan aku rela dengan kondisi apapun saat ALLOH menghidupkanku di dunia ini..” syukron yaa Akhuna Sulistiono, atas dorongan spiritnya..

Akhi wa ukhti fillah, jadilah rumpun yang senantiasa segar menghijau dan kuat walaupun tak banyak air yang tersedia untuk kita. Walau kita hidup di atas batu yang keras. Semoga taman syurga tertebus dengan keikhlasan kita, pengorbanan kita, kesabaran kita dan juga keistiqomahan kita… Fastaqim kama umirtu yaa mujahid...


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Mukhoyam Pandu Keadilan Dasar II DPD Bantul (hari kedua)

Sabtu, 17 Juli 2010

by: Bachtiar
Dinginnya embun Sabtu dini hari (9/7/10) membangunkan kuda Apalosa untuk bergegas mempersiapkan sholat subuh. Sebelum adzan subuh mengumandang kelompok paling sibuk adalah kelompok kami, pasalnya kami bertanggung jawab terlaksananya sholat subuh.

Setelah sholat subuh dan Al-matsurad bersama semua pesertapun dibubarkan yang diteruskan dengan urusan pribadi antara lain masak, makan dan bersih-bersih. Dikelompok Apalosa kami memiliki koki handal (akh Topik) yang dengan sukarela menawarkan diri manjadi koki. srang-sreng-srang-sreng dengan mahirnya beliau memasak apa yang ada, ditengah aksi sang koki terdengar suara peluit yang menandakan seluruh peserta berkumpul dilapangan. Anjuran dari ketua (akh Parman) dengan tergesa-gesa sang koki menunda aksi mautnya dan segera menuju arah suara peluit.

Seluruh peserta pun berkumpul, "sudah makan...." serempak para peserta menjawab "siap belum.....". Walaupun demikian semangat peserta MPKD II tidak pudar, olah raga pagi adalah agenda saat itu. tu wa ga pat dan seterusnya tubuh para peserta bergerak sampai keringatpun mengucur tanpa disadari nafsu makanpun meningkat. Selain gerak tubuh ternyata ada gerakan tambahan lain yang diberikan oleh instruktur yakni latihan beladiri walaupun sedikit tapi para pesertapun mengikuti dengan semangat.

Tak terasa hampir satu jam kami melaksanakan olah raga pagi plus, saatnya untuk melanjutkan kegiatan yang lain yakni makan pagi. Tenang dan damai (demena ake)itulah yang terasa disaat rekan-rekan melahap hidangan yang telah disediakan oleh sang koki.

Setelah makan pagi agenda dilanjutkan materi P3M/P3K Pertolongan Pertama Pada Musibah/Kecelakaan, Subhanallah buanyak sekali(saking okenya) ilmu yang diberikan kepada kami mengenai "DRABC"nya sampai menjelang sholah lohor. Pada dasarnya para peserta merasa belum puas dengan materi yang diberikan, pasalnya masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang akan dilontarkan kepada pemateri ternyata terhalang oleh waktu yang membatasi akhirnya materi P3M/P3K pun diakhiri.

Setelah sholat lohor kegiatan dilanjutkan dengan makan siang, satu hal yang menarik saat makan siang di hari kedua menu yang disajikan oleh sang koki sungguh mengenyangkan. Dua menu yang disiapkan oleh sang koki, menu nasi+sarden dan menu mie goreng membuat para punggawa Apalosa pun merasa marem dan tonjo.

Setelah istirahat makan siang tanpa henti seluruh peserta dikumpulkan kembali untuk agenda berikutnya yakni Outbond. Game yang dipersiapkan oleh panitia terdiri dari 6 game, masing-masing kelompok wajib melalui setiap game yang disediakan. Dari enam game yang dilalui kelompok Kuda Apalosa, hanya dua game yang dianggap gagal oleh instruktur dan hukuman game pertama menyanyi dan hukuman game kedua adalah push-up atau sit-up sebanyak dua puluh kali.

Sore berubah menjadi petang menandakan agenda Outbond berakhir, semua pesertapun membersihkan diri untuk menyambut sholat magrib dan isya. Kelompok 4 mendapat giliran berikutnya yang bertanggung jawab terlaksannya sholat magrib dan sholat isya, mulai dari muajin, imam, dan pengisi kultum. ini merupakan ketetapan dari panitia MPKD II setiap kelompok bertanggungjawab dan mempunyai giliran sesuai dengan jadwal sholat.

Selepas sholat isya seluruh para peserta dikumpulkan kembali untuk mendapatkan taujih dari panitia yang dilanjutkan dengan unjuk kebolehan dari masing-masing kelompok. Riang dan tawa menghiasi malam yang penuh keakraban, walaupun demikian setiap sajian pentas seni dari masing-masing kelompok panitia memberikan penekanan terkait materi seni harus memiliki bobot taujih atau hikmah dan bukan hanya hiburan semata.

Tidak terasa kurang lebih pukul 22.00 para pesertapun dibubarkan untuk menuju tendanya masing-masing dan bergegas istirahat, disela-sela istirahat ada beberapa peserta melakukan target pribadi yang telah ditetapkan panitia MPKD II antara lain tilawah 1/2 jus, sholat lail, push-up 50/hari, sit-up=50/hari, dan down-up=30/hari.

Serangkaian agenda dihari pertama dan kedua slayer yang telah dibagikan oleh panitia wajib untuk dikenakan, itu merupakan penanda peserta MPKD II atau bukan. Dari sekian peserta MPKD II personil Kuda Apalosalah yang kehilangan slayer (a' Gin), pasalnya terlalu banyak gerak kemudian tidak disadari terlepas dari ikatan dan jatuh entah dimana sebagai hukumannya a' Gin pun push-up 20 kali sebagai tanda keteledorannya.

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Inilah Liqo "Produktif"

Jumat, 16 Juli 2010

Oleh: Ibn Surhim
Tangis kencang yang memecah kesunyian malam membuat wajah seorang ikhwah berseri-seri. Ketegangan dan kecemasan yang tak bisa disembunyikan dari wajahnya semenjak subuh pun sirna.

Ikhwan dan akhwat-ummahat (teman-teman liqo, murobbi, murobbiyahnya) yang berjam-jam dengan setia turut membersamai di rumah sakit Wirosaban Jogja sontak memberi tahniah atas kelahiran putri pertama buah hati akhuna Haryadi dan ukhti Khoiriyah.

Putri dengan berat 2,75 kg ini terbilang spesial, lahir malam jumat kliwon (semalam, Kamis 15 Juli 2010 sekira pukul sepuluh malam) dan harus dibedah lewat operasi caesar.

.....

"Alhamdulillah telah lahir anak kami dgn slamat sehat berat 3 kg smga menjadi anak yg sholeh. Jam 2 di persalinan Monggang"

SMS diatas saya terima pagi ini (Jumat 16 Juli 2010) pukul 07:15:43. Bukan dari akh Haryadi, tapi kali ini dari mutarobbi yang lain yakni akhuna (Pakde) Mujiran yang mengabarkan kelahiran anak ketiganya. Ikhwah yang bekerja sebagai sopir toko besi ini sangat bergembira dan lega mengingat HPL anak ketiga ini jadwalnya 2 Juli lalu, praktis molor dua pekan yang bikin deg-degan.

.....

Dua pekan sebelumnya, Abu Zidane sang juragan bakso mengabarkan di Buku Tamu blog ini tentang kelahiran anak keduanya:

"Alhamdulillah 3x Telah lahir anak kami yg ke-2 pd hari sabtu pkl.14.03 tgl.03/07/2010 dgn jenis kelamin Akhwat dgn BB 2.5 Kg.Ibu & Bayi Sehat.Jzkmlh"

.....

Dan Insya Allah, dalam beberapa pekan lagi (HPL 18 September 2010) kami juga akan mendapat tambahan 'kader baru' dari pasangan akhuna Bachtiar & Rachmawati Chandra Dewi (Kabid Kewanitaan DPC PKS Piyungan) yang sudah enam tahun menanti sang buah hati pertamanya semenjak menikah april 2004.

.....

Alhamdulillah, empat ikhwah yang tergabung dalam satu liqo dengan 12 personil ini dalam waktu yang berdekatan (sudah dan akan) mendapat karunia besar berupa anak yang akan menjadi penerus perjuangan dakwah dan jihad orangtunya.

‘Baarokallohu laka fil mauhuubi laka wa syakartal Waahib wa balagho asyuddahu wa ruziqta birrohu’

“Semoga Allah memberkahimu dalam anak yang diberikan kepadamu. Kamu pun bersyukur kepada Sang Pemberi, dan dia dapat mencapai dewasa, serta kamu dikaruniai kebaikannya.”

"Robbana hablana min azwajina wa dzuriyatina qurrota a'yun waj'alna lilmuttaqiina imaama"


Piyungan, Jumat Kliwon 4 Sya'ban 1431
alfaqir ila robbihi

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Dauroh Murobbiyah Kader Akhwat DPC PKS Piyungan

Kamis, 15 Juli 2010

Reporter: Titik Wijayanti
Bertepatan dengan peringatan Isro’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Sabtu 11 Juli 2010 bertempat di Balai Desa Srimulyo, Kaderisasi DPC PKS Piyungan menggelar acara Dauroh Murrobi untuk kader Akhwat dan Ummahat. Kegiatan ini sekaligus untuk merespon amanah MUNAS PKS yang menekankan pentingnya Tarbiyah dan capacity building kader PKS.

Satu persatu peserta mulai memadati ruangan yang tampak sejuk dan nyaman. Tepat pukul 08.30 WIB acarapun dimulai dengan dipandu oleh ibu Rahmawati Candra Dewi yang merupakan Ketua Kewanitaan DPC PKS Piyungan, kemudian dilanjutkan dengan Sambutan yang disampaikan oleh Ibu Farikhah selaku tim Kaderisasi DPC PKS Piyungan.

Dengan dibagi menjadi 3 Sesi, di Sesi I mendatangkan Ust. Dudi dengan materi Problematika Ummat. Beliau menyampaikan beberapa hal tentang dakwah:
1. Makna Dakwah
2. Sumber Dakwah
3. Tips-tips menjadi Da’i yang tangguh

Dengan pembawaan beliau yang kalem tapi berisi ini, peserta pun sangat antusias sehingga banyak yang bertanya.

Sesi II dengan Materi Manajemen Forum yang disampaikan Oleh Ibu Ema Kusumawati. Dalam kondisi waktu menjelang siang, dengan kehadiran beliau yang Gaul tapi Syar’i, suasanapun menjadi fresh kembali, dengan diselingi guyonan-guyonan kecil sehingga suasana yang tadinya serius jadi cair agak santai. Ada beberapa hal yang beliau sampaikan tentang manajemen Forum:

1. Pra Forum
Niat yang benar (Kunci amalan Kita), Tujuan Forum, melihat audien dan memperhatikan penampilan kita.

2. Pas Forum
Kuasai Diri, Isi tiap kata-kata dengan pembicaraan positif dan jangan monoton (libatkan audien)

3. Pasca Forum
Ajak audien untuk mengambil kesimpulan dan arahkan audien untuk mengetahui yang diperoleh.

Kemudian Sesi ke III Microteaching dengan dibagi beberapa kelompok peserta diminta memilih salah satu materi yang sudah disiapkan panitia, kemudian didiskusikan dalam Forum.

Dengan dihadiri 25 kader akhwat dan Ummahat, alhamdulilah acara ini pun selesai tepat pada pukul 12.30 dan diakhiri dengan pembagian doorprize.

Acara seperti ini sangat bermanfaat bagi kader akhwat dan ummahat DPC PKS Piyungan agar menjadi da’i-da’i yang tangguh, istiqomah dan produktif mentarbiyah kader-kader yang lebih baik.

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Mukhoyyam Pertamaku

Rabu, 14 Juli 2010

by: Isur Totti Jombor 4ever
---
Mukhoyyam adalah pengalaman yang menyenangkan bagiku, setelah sebelumnya 2 hari sakit aku berpikir wah gak bisa ikut Mukhoyyam ini besok, padahal hari terakhir sakit hari Kamis dan mukhoyamnya besok jumat. Aku membatin pokoke besok harus bisa ikut Mukhoyyam, Alhamdulillah keesokan harinya badanku dah baikan.

Tapi karena jadwal Mukhoyam dilaksanakan setelah sholat Jum’at akupun belum bisa berangkat karena masih kerja. Jadinya ya sore hari baru bisa berangkat. Sore hari aku pun bareng dengan Akh Gino, Akh Topex, Akh Sarojo bersama-sama berangkat. Sampai sana jam 18.00 WIB, tak terasa kamipun harus jalan menuju ke tempat Mukhoyyam yang bisa dibilang melelahkan karena telah lama tidak olahraga (6 bulan) dikarenakan kakiku cedera akibat futsal.

Hari pertama tidak ada kegiatan yang begitu menguras tenaga.

Apalosa
Memasuki hari kedua baru kegiatan full time mulai dari sholat lail, kemudian dilanjutkan sholat subuh berjamaah, kebetulan hari 1 tugas kelompok kami. Saya baru tahu kalo nama kelompok kami adalah “APALOSA” alias kuda dari Eropa, tak kira makanan atau apa, heheheheh.

Sang Ketua
Di kelompok kami diberlakukan “Ngeyel……..dadi ketua” (Kalau banyak omong, jadikan ketua). Ternyata ketua kami adalah Akh Parman (Bukan karena ngeyel lho, tapi emang dia tu cocok banget jadi ketua, hheheh).

Menu Harian
Target kegiatan individual dari panitia selama sehari adalah: tadarus ½ juz, sholat lail, push up 50 x, sit up 30 x, back up 50 x.

Sarapan
Pagi hari kami masak sarden buat nemenin nasi, tak butuh waktu lama karena kami bawa kompor dan tabung gas 3kg (alhamdulillah gak meledak). setelah kenyang terdengar peluit tanda persiapan kumpul. Tapi ada kelompok lain yang sbelum peluit dibunyikan masak mie, ternyata setelah matang peluit berbunyi, mau gak mau harus ditinggal sampai siang hari ternyata dah jadi bubur,hehehehe.

Outbond
Siang hari istirahat dan sholat Dzuhur. Baru setelah Ishoma panitia membunyikan peluitnya tanda kami harus kumpul kembali. Ternyata acara siang hari itu adalah Outbond, wah asyik pikirku, berbagai permainan telah kami laksanakan tetapi yang paling berkesan bagiku adalah saat mata kami ditutup, yang dibuka adalah ketuanya saja.

Saat berjalan dengan mata tertutup menyusuri rute harus pake kode yang membuat asyik. Maju ke depan “sapi…”, ke belakang “kodok…”, berhenti “badak…”, belok kanan “kambing…”, belok kiri “kerbau…”. Perjalanan dimulai kamipun ketawa ketiwi karena banyak yang tak mengerti karena mata kami ditutup.

Dalam perjalanan Akh Parman selaku ketua memberikan aba-aba sapi, kambing, kerbau, badak. Nah, ketika berhenti tapi karena jalan terlalu cepat sampe-sampe nabrak batang pohon Akh Parman baru ngomong “Badak..”, “aduh sakit” teriak akh Sarojo yang menabrak pohon. Kamipun ketawa trus hingga perut kami sampai sakit banget.

OVJ
Kira-kira jam 5 sore kegiatan outbond telah selesai. Setelah Isya kegiatan selanjutnya adalah Pentas Seni. Berbagai kreasi ditampilkan, dari kelompok kami mengambil tema OVJ (Opera Van Java) yang ceritanya Aziz Gagap, Andre, dan Sule serta si Dalang Parto ikut Liqo dadakan. Adegan lucu dan menggelikan membuat semuanya tertawa-tawa.

Perang Terbuka
Kegiatan selesai kamipun segera istirahat, kamipun membagi jadwal ronda. Jam 2 dini hari kami dengar peluit, nah disini ada cerita lucu, ketika Akh Sarojo bangun ada peluit, trus dia bangunkan akh Parman selaku ketua regu, langsung akh Parman naik ke atas untuk menuju ke panitia. Ternyata ada panitia yang menjemput kami di dalam tenda disuruh naik ke atas, ternyata salah tangkap, tadi yang disuruh naik adalah kelompok lain,kami jadi ketawa melihat kejadian itu.

Setelah mendengarkan perintah kami pun segera menuju ke daerah perang (hehehe, istilah agar lebih serem) sampai di jalan kamipun dihadang oleh musuh tapi kami dapat menghindar. Kamipun ternyata tersesat, kemudian memutuskan untuk sholat lail dulu, setelah lail selesai kami mendapatkan kepungan musuh, tetapi yang jadi pertanyaan kenapa kok senteranya banyak sekali (padahal dari panitia maksimal 3 senter), ternyata kami dikeroyok oleh banyak musuh, terjadi pertarungan sengit karena memperebutkan slayer, karena dirasa kami kalah jumlah kami pun mengajak berunding saja. Ternyata mereka itu dua kelompok yang telah berdamai, pantas pikirku, mreka tadi kok banyak banget.

Adzan subuh berkumandang kemudian kamipun sholat subuh berjamaah, peluitpun bunyi tanda perang telah selesai kami kumpul kembali. Setelah mendapatkan pengarahan kamipun diadu untuk memperebutkan slayer musuh, ternyata kamipun kalah telak 7-1.

Long March
Hari terakhir adalah puncak kegiatan mukhoyam berupa long march. Sebelum long march yang kabarnya belangsung 12 jam kamipun diajak untuk pemanassan agar nanti dapat lancar dan tidak ada cedera dalam longmarch.

Ahad (11/7/10) jam 9.30 WIB kami memulai long march dari Gama Giri Imogiri menuju ke Mabes DPD PKS Bantul. Pertama-tama memang tidak melelahkan tapi karena sepatuku cocoknya untuk futsal bukan untuk long march, memasuki 1/3 perjalanan terakhir kakiku sakit banget lecet kayake, tapi aku tetap semangat sampe akhir. Kami hanya 5 kali istirahat itupun sudah termasuk sholat Dzuhur dan Ashar.

Sampai di DPD jam menunjukkan pukul 16.30 WIB, jadi kami telah menempuh 8 jam perjalanan, wah melelahkan sekali. Sampai di DPD kamipun segera istirahat dan sebelum pulang dilakukan upacara penutupan terlebih dahulu.

Pulang
Setelah upaca penutupan pun belum selesai permasalahannya, setelah kelompok lain dah ada jemputannya dan pulang, ternyata dari kelompok kami belum ada jemputan, jadi harus nunggu kira-kira 1 jam.

Alhamdulillah, jemputan datang trus kami pulang dengan cerita kami masing-masing, sampai di rumah langsung mandi, sholat kemudian langsung tidur. !!!!!

Pokoke puas banget ikutan Mukhoyyam, bagi yang tidak ikutan nyesel bangets!!!!

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Irwan Prayitno-Muslim Kasim Menangi Pilkada Sumbar

[detik.com] - Irwan Prayitno-Muslim Kasim dipastikan melenggang menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) periode 2010-2015. Pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut berhasil meraih 32,44 persen suara dalam Pemilukada Sumbar yang digelar 30 Juni 2010 lalu.

Irwan Prayitno sebelumnya tercatat sebagai Anggota Komisi I DPR RI (PKS) dan Muslim Kasim merupakan Bupati Kabupaten Padang Pariaman.

"Kita telah menyelesaikan rekapitulasi perolehan suara hari ini dan akan diumumkan secara resmi paling lambat tanggal 15 Juli mendatang. Hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilukada Sumbar menunjukkan pasangan Irwan Prayitno-Muslim Kasim unggul 32,44 persen," ujar Anggota KPU Sumbar, Husni Kamil Manik, kepada detikcom melalui telepon, Senin (12/7/2007).

Dikatakan Husni, jagoan Partai Golkar yang juga calon incumbent, Marlis Rahman yang berpasangan dengan Bupati Agam Aristo Munandar memperoleh 26,22 persen suara. Menyusul berikutnya adalah pasangan Endang Irzal-Asrul Syukur yang diusung partai Demokrat dan Gerindra dengan 20,54 persen suara.

Di posisi keempat, pasangan Fauzi Bahar-Yohannes Dahlan meraih 16,28 persen suara. Pasangan Wali Kota Padang dengan mantan Sekdaprov Sumbar itu tidak berhasil unggul di satu daerah pun, termasuk di Kota Padang.

Di posisi terakhir, Pasangan guru besar Universitas Islam Sumatera Utara dan purnawirawan TNI, Ediwarman-Husni Hadi hanya meraih 4,52 persen suara.

"Total pemilih pada Pemilukada kali ini berjumlah 33.194.59 dan yang datang menggunakan hak pilihnya sebanyak 21.118.35 pemilih. Suara sah tercatat 20.277.80 dan tidak sah 84055. Partisipasi pemilih tercatat sebesar 63,62 persen, turun 0,64 dibandingkan partisipasi pemilih pada Pilkada 2005," katanya.

*sumber: detik.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Biodata & Sejarah Kepartaian Irwan Prayitno

Biodata
---
Nama :
Irwan Prayitno

Tanggal Lahir :
20 Desember 1963

Status Perkawinan :
Menikah, memiliki 10 anak dan 1 cucu

Suku Bangsa :
Tanjung, (Minang, Taratak Paneh, Kuranji, Padang)

Agama :
Islam

Keluarga

Istri:
Hj. Nevi Zuairina

Anak :
1. Jundi Fadhlillah (Lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Andalas)
2. Wafiatul Ahdi (Kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia)
Menikah dengan Irfan Aulia Syaiful
3. Dhiya Syahidah (Kuliah di Institut Teknologi Bandung)
4. Anwar Jundi
5. Atika
6. Ibrahim
7. Shohwatul Islah
8. Farhana
9. Laili Tanzila
10.Taqiya Mafaza

Bapak :
Drs. H. Djamrul Djamal, SH - Suku Minang

Ibu :
Dra. Hj. Sudarni Sayuti (Alm) - Suku Minang

Bapak Mertua :
Drs. H. Zulchair Narun (Alm)

Ibu Mertua :
Elbiza Rose


Aktifitas Kepartaian
---
1998 – 1999
Ketua Perwakilan Partai Keadilan (PK) di Malaysia

1999 – 2008
Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan (PK) dan Partai Keadilan
Sejahtera (PKS)

1999 – 2008
Pembina PK dan PKS Sumatera Barat

1999 – 2003
Ketua DPP Partai Keadilan Bidang Kebijakan Publik (Kebijakan Ekonomi, Pemberdayaan Ekonomi, Politik dan Hankam, Hukum dan HAM, Komunikasi Jaringan)

2000 – 2005
Anggota Majelis Syuro (Terpilih) PKS dari Sumbagut

2000 – 2002
Ketua DPP PK Bidang Kebijakan Publik

2002 – 2003
Ketua Bidang III DPP PK

2003 – 2004
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Bidang Kebijakan Publik (Politik dan Hankam, Hukum dan HAM, Komunikasi Jaringan, Kesenian Budaya)

2004 – 2005
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Bidang Kebijakan Publik (Politik dan Hankam, Hukum dan HAM, Komunikasi Jaringan, Kesenian Budaya)

2003 – 2004
Ketua Panitia Pemilihan Umum Internal PKS

2005 – 2007
Ketua Komisi Kebijakan Publik Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PKS

2005 – 2010
Anggota Majelis Syuro (Diangkat) PKS

2007 – 2010
Ketua Komisi Organisasi dan Wilayah Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PKS


Pendidikan
---

1970 - 1976
Sekolah Dasar Negeri 4, Kebon Baru, Cirebon

1976 - 1979
Sekolah Menengah Pertama 1, Padang

1979 - 1982
Sekolah Menengah Atas 3, Padang

1982 - 1988
S-1 Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi, Jakarta

1995 - 1996
S-2 Universiti Putra Malaysia, MSc Bidang Human Resource Development

1996 - 2000
S-3 Universiti Putra Malaysia, PhD Bidang Training Management (Lulus Cumlaude dengan IPK 3,97)

2005
Kursus Singkat Angkatan XIII, Lemhannas RI

Penulis Buku
---

Buku Seri Pendidikan Islam

1. Ma’na Asy-Syahaadatain
2. Ma’rifatullaah
3. Ma’rifah Ar-Rasuul
4. Ma’rifah Al-Islaam
5. Ma’rifah Al-Insaan
6. Ma’rifah Al-Qur’aan
7. Al-Ghazw Al-Fikri
8. Hizb Asy-Syaithaan
9. Qadhaayaa Ad-Da’wah/Al-Ummah
10. Al Haq Wa Al-Baathil
11. Takwiin Al-Ummah
12. At-Tarbiyah al-Islaamiyah Al-Harakiyah
13. Fiqh Ad-Da’wah
14. Membentuk Kepribadian Muslim
15. Kepribadian Muslim
16. Kepribadian Dai

Buku Seri Pendidikan Anak

1. Ajaklah Anak Bicara
2. Ketika Anak Marah
3. 24 Jam Bersama Anak
4. Membangun Potensi Anak
5. Tips Bergaul dengan Anak
6. Anakku, Penyejuk Hatiku

Buku Seri Pendidikan Masyarakat

1. Pemuda Islam, Generasi Penerus
2. Wanita Islam Perubah Bangsa
3. Dilema Kebijakan Energi
4. Mengkritisi Kebijakan Pemerintah
5. Dai di Tengah Kegalauan Politik
6. Pemikiran Menuju Masyarakat Madani

Buku Seri Manajemen SDM

1. Model Managemen Sumber Daya Manusia
2. Aktivitas Managemen Sumber Daya Manusia dan Aplikasi Asesmen
3. Asesmen Sumber Daya Manusia dalam Managemen Sumber Daya Manusia
4. Kajian Managemen Sumber Daya Manusia dan Asesmen Sumber Daya Manusia
5. Pembuatan Alat Asesmen Sumber Daya Manusia untuk Managemen Sumber Daya Manusia

Pekerjaan
---

Anggota DPR RI terpilih Periode 2009 – 2014 (Dapil Sumbar 1)

Dosen Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Jakarta (MM UMJ)

Guru Besar Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (Human Resource Development) di Universitas Muhammadiyah Jakarta, sejak 2008

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Mukhoyam Pandu Keadilan Dasar II DPD Bantul (hari pertama)

Selasa, 13 Juli 2010

by: Bachtiar BDE
---
"Peralatan tambahan : nasi bungkus=1, mie instan=3, telur ayam=3, sarden=1, susu sachet=2, cofee sachet=2, beras=1 gelas, dan uang. Ngumpul dan Jum'atan di Masjid Al Ikhlas"

SMS dari akh Sunardi (Ketua Kepemudaan PKS Piyungan) mengingatkan kepada para ikhwan yang akan mengikuti MPKD II DPD Bantul di Gama Giri Mandiri Imogiri Kabupaten Bantul, kurang lebih 20 Km sebelah selatan kota Yogyakarta.

Tepat pukul 13.30 WIB rekan-rekan PKS Piyungan yang telah ditunjuk untuk mengikuti MPKD II pun berkumpul. Dari total yang terdaftar hanya 6 personil dari 12 personil yang berangkat pada hari pertama walau demikian rekan-rekan yang lain menyusul di malam harinya.

Setelah pendataan peralatan kelompok telah selesai, dilanjut dengan pengumpulan peralatan tambahan dari personil yang nantinya digunakan untuk kelompok. Satu persatu personil mengumpulkan peralatan tambahan yang terdiri dari beras, telur, sarden, dan mie instan. Pada saat pengumpulan ada satu kejadian yang sangat memberikan kesegaran disaat suasana panas, pasalnya siang itu memang matahari terik sekali.

Ada satu personil yang mengumpulkan peralatan tambahan hanya 2 bungkus mie instan saja kemudian ane tanya "kok cuma dua mie instannya" rekan ane menjawab sambil mengambil satu bungkus yang ada di dalam tasnya "ini satunya"...Ger rekan-rekan yang lain pun tertawa, pasalnya mie instan yang berada di dalam tasnya itu adalah "MIE GELAS" dengan ukuran yang kecil. Dengan jelas dan sedikit geli beliaupun menjelaskan kronologis kejadian kenapa satu dari 3 mie instan itu adalah "MIE GELAS".

Tepat pukul 14:30 WIB kami dari DPC PKS Piyungan sampai di lapangan parkir Makam Raja Imogiri (tempat kumpul yang ditunjuk panitia acara), diikuti dengan rekan-rekan dari DPC yang lain. Tak lupa pula kami langsung menentukan ketua, dengan kesepakatan bersama dan dengan hasil voting akh Parman (lengkapnya Parman BMT) yang menjadi ketua kelompok dari Piyungan.

Dari Sekian kelompok yang telah dibuat oleh panitia, kelompok dari DPC Piyungan adalah kelompok dengan peralatan yang sangat buanyak... bisa dikatakan over bagasi. Personil awal ada enam tapi peralatannya untuk dua belas personil, dan itu semua ditanggung oleh kelompok masing-masing untuk membawa sampai ke lokasi MPKD II padahal lokasinya berada di atas perbukitan.

Walaupun demikian tidak patah semangat dengan cara apapun bagaimana caranya barang yang kami bawa bisa sampai ke lokasi diatas bukit. Matapun memandangi beberapa personil dari kelompok lain untuk meminta tolong membawakan peralatan kami, satu demi satu oleh akh Sunardi peralatan yang sekiranya tidak bisa dibawa oleh kelompok kami diserahkan kepada rekan dari kelompok lain untuk membawakannya mulai dari tenda dan tabung gas.

Tepatnya azan Magrib tenda masing-masing kelompok telah berdiri, setelah sholat maghrib dan sholat isya seluruh kelompok dimanjakan tanpa ada kegiatan apapun di malam pertama... [to be continues....]

*foto diambil dari FB-nya isoer (syukron to isoer...)
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

MUSDA 2 PKS JOHOR: MARI BEKERJA!

Senin, 12 Juli 2010

Pengirim: Abdul Wahid Surhim
(Pelajar PhD UTM Johor-Malaysia)
--
JOHOR – Malaysia, 11/7/2010. Kesinambungan kepemimpinan PKS Johor terjaga dengan baik dengan diselenggarakannya Musyawarah Daerah (Musda) yang kedua pada Ahad, 11 Juli 2010. Berbeda dengan Musda pertama yang hanya melibatkan tidak lebih dari 10 anggota inti, Musda kali ini benar-benar mengikuti apa yang sudah dicontohkan oleh Munas PKS Kedua yang baru lalu.

Hadir dalam Musda kali perwakilan resmi Indonesia di Johor dan sekitarnya (Johor, Melaka, Pahang, dan Negeri Sembilan) yang dipimpin oleh Konsul Jendral Jonas L. Tobing. Kepala KJRI Johor Bahru yang notabene non-Muslim ini menyambut baik dilibatkannya KJRI, organisasi pelajar, paguyuban Minang, dan organisasi pembina TKI (IKMI, Ikatan Keluarga Muslim Indoneisa) di Johor dalam Musda PKS Johor. Dengan demikian jalinan silaturrahim antar anak bangsa di negeri jiran ini bias berjalan dengan baik. Kepala KJRI Johor Bahru ini juga secara resmi membuka Musda PKS Johor yang kedua ini.

Setelah break ishoma, acara dilanjutkan dengan sosialisasi hasil Munas PKS yang baru lalu. Taujih yang menguraikan penjelasan lima misi PKS sebagaimana yang tercantum dalam Rencana Strategis (Renstra) 2010-2015 disampaikan oleh Ketua MPW PKS Malaysia. Kilasan Munas PKS disampaikan oleh Dr. Teddy S. Gunawan, Sekum PKS Malaysia yang juga dosen (bahasa Malaysianya pensyarah) UIA (Universiti Islam Antarbangsa). Turunan Renstra hingga menjadi program, khusus untuk luar negeri, disampaikan langsung oleh Ketua DPW PKS Malaysia, Dr. Sigit PW Jarot yang juga pensyarah UIA.

Meniru apa yang dilakukan dalam Munas yang lalu, Musda diakhiri dengan pelantikan Ketua DPD, DSD, dan MPD PKS Johor oleh Ketua DPW. Pemilihan masing-masing ketua struktur daerah ini sudah berlangsung pada Multaqa AI yang sudah berlangsung sebelum Musda. Yang istimewa adalah bahwa struktur PKS Johor sudah lengkap dengan diadakannya struktur DSD yang dipimpin oleh mantan Ketua DPD PKS Johor 2007-2010 Ustadz Azhari Jailani Daud, Lc (lulusan Universitas Islam Madinah) dengan dibantu oleh Ustadz Zaenuddin Ma’ali, Lc (lulusan Al-Azhar Mesir).

Dalam sambutannya Ketua DPD terpilih, Budi Yanto Husodo, MSc. (pelajar S3 UTM) menyemangati peserta Musda dengan berteriak, “PKS untuk Semua!” dan langsung disambut dengan suara lantang oleh hadirin, “Mari Bekerja!”

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Kader Senior PKS Menangi Pilgub Sumatera Barat 1 Putaran

Jumat, 09 Juli 2010

Hasil rekapitulasi penghitungan suara sementara pemilihan gubernur Sumatera Barat yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di kabupaten/kota, menempatkan pasangan Irwan Prayitno-Muslim Kasim mendapat jumlah suara terbanyak.

Pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera ini (berkoalisi dengan Partai Hanura dan PBR -ed) menang di 14 kota dan kabupaten di Sumbar. Irwan-MK unggul dengan perolehan suara 657.763 suara atau 32,63 persen dari total suara sah. (Dengan perolehan suara diatas 30% maka Pilgub hanya berlangsung satu putaran -ed).

Raihan suara pasangan tersebut mengalahkan perolehan suara pasangan yang diusung Golkar, Marlis Rahman-Aristo Munandar. Marlis dan Aristo hanya memenangkan Pilkada di tiga daerah yakni Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, dan Kota Payakumbuh.

Marlis-Arsito mengumpulkan 531.605 suara atau 26,37 persen. Sedangkan pasangan yang diusung Partai Demokrat, Endang Irzal-Asrul Syukur, memenangi dua Pilkada: Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh.

Daerah tersebut merupakan kantong suara dari pasangan mantan Dirut PT Semen Padang tersebut. Endang-Asrul mengumpulkan 410.567 suara atau 20,37 persen. Sedangkan pasangan Fauzi Bahar-Yohanes Dahlan mengumpulkan suara keempat terbanyak yakni 324.123 suara atau16,08 persen.

Pasangan nomor urut 1 Ediwarman-Husni Hadi memperoleh 91.726 atau 4,55 persen. Saat ini, 19 KPU Kabupaten/kota di Sumbar telah selesai melakukan rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Sumbar hari ini, Rabu, 7 Juli 2010. Penghitungan dan penetapan hasil perolehan masing-masing cagub Sumbar ini akan dilakukan paling lambat 15 Juli mendatang. (hs/vivanews.com)

*sumber: vivanews.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Anggota DPD RI Ust. Cholid Mahmud Menyambangi Piyungan

Senin, 05 Juli 2010

Reporter : Abu Izzuddin
Ustadz Ir. H. Cholid Mahmud, M.T, anggota DPD RI untuk wilayah pemilihan Yogyakarta pada hari Sabtu tanggal 3 Juli 2010 “turun gunung”. Mantan Ketua DPW PKS D.I. Yogyakarta yang memiliki waktu “reses Rutin” tiap hari Ahad ini berkesempatan untuk “menggali informasi dan aspirasi” di wilayah Kecamatan Piyungan, kabupaten Bantul.

Beliau memang berada di Jakarta tiap hari Senin hingga Kamis sebagai anggota DPD RI, sedangkan tiap hari Jum’at hingga Ahad adalah waktu beliau untuk mengurusi dakwah beliau di “markas” awal beliau yakni di Yogyakarta.

Pada acara RESES kali ini, beliau berkesempatan untuk “menggali informasi dan aspirasi” di wilayah Bantul timur, bersama para tokoh masyarakat di wilayah ini. Dengan didampingi Tim dari The Cholid Mahmud Centre ( CMC ) Yogyakarta, acara reses diadakan di pemancingan “Mino Lestari" desa Sitimulyo Piyungan.

Acara ini dihadiri tak kurang dari 67 tokoh masyarakat di wilayah Bantul Timur. Acara dipandu oleh Akh Andi Tri Widodo ( Ketua DPC PKS Piyungan ) dan dimulai pada pukul 20.25 WIB.

Setelah acara pembukaan dan tilawah Al-Qur’an , maka dialog antara tokoh masyarakat dengan Ustadz Cholid Mahmud pun dimulai. Untuk acara dialog dan serap aspirasi di moderatori oleh ustadz Slamet dari Bantul.

Pada awal dialog ini, Ustadz Cholid Mahmud memaparkan tentang fungsi dan tugas dari DPD RI. Beliaupun menyampaikan bahwa jika di lembaga DPR RI terdapat komisi-komisi dengan tugas dan tanggungjawab masing-masing, maka pada DPD RI ada komite-komite yang memiliki tugas, agenda dan tanggung jawab masing-masing. Adapun untuk tugas, dan agenda untuk masing-masing komite DPD RI adalah sebagai berikut :

- Komite 1 mengurusi masalah Otonomi daerah, Hubungan pusat-daerah, Pembentukan pemekaran dan penggabungan daerah.

- Komite 2 mengurusi pengelolaan sumber daya alam dan pengelolaan sumber daya ekonomi yang lainnya.

- Komite 3 mengurusi bidang Agama dan Pendidikan.

- Komite 4 mengurusi Rancangan APBN, Perimbangan keuangan Pusat-Daerah, Memberikan perimbangan hasil keuangan Negara dan masalah pajak.

Adapun Ustadz Cholid Mahmud saat ini di amanahi untuk duduk di komite 4 yang mengurusi Rancangan APBN, Perimbangan keuangan Pusat-Daerah, Memberikan perimbangan hasil keuangan Negara dan masalah pajak.

Acara reses kemudian dilanjutkan dengan Tanya jawab serta penyampaian aspirasi dari tokoh masyarakat di Bantul timur.

Dari daerah Srimartani ada yang menyampaikan masalah pembangunan sarana dan prasarana yang belum merata. Dari wilayah Sitimulyo juga muncul pertanyaan tentang RUUK Yogyakarta yang hingga saat ini belum menemui titik terangnya. Juga masalah pertanian, peternakan dan lainnya. Hal ini disampaikan oleh Bpk. Sugiman dari Banyakan Sitimulyo. Kemudian dari daerah Srimulyo muncul pertanyaan dari Bpk. Sadiran ( Bintaran Wetan ) yang menyoroti masalah pemerataan hasil pengelolaan sumber daya alam, baik untuk level wilayah maupun nasional, seperti kasus Freeport dan juga pengelolaan minyak bumi. Pada saat itu juga di bagikan kepada seluruh peserta reses berupa lembar aspirasi yang dengannya seluruh hadirin bisa menuliskan seluruh uneg-uneg dan aspirasi yang ingin disampaikan.

Ustadz Cholidpun berjanji akan menyampaikan aspirasi-aspirasi ini kepada pihak-pihak yang berkompeten, baik pada lembaga legislatif maupun eksekutif.

Ada satu hal yang juga disampaikan oleh Ustadz Caaholid tentang undang-undang yang perlu segera direvisi, yakni masalah UU BPK, mengingat pendapatan negara saat ini 70% berasal dari pajak, sementara ditemui kenyataan bahwa BPK menghadapi keterbatasan wewenang untuk melakukan audit pajak negara. Belum lagi masalah akut korupsi yang memang sudah bukan rahasia lagi menjadi hal yang paling menggerogoti anggaran negara.

Untuk masalah APBD-pun banyak masalah klasik ditemukan. Ada satu daerah yang anggaran belanja daerahnya 70% digunakan untuk membayar gaji pegawai, sedangkan 30% sisanya yang dipergunakan untuk pembangunan di daerah tersebut. Padahal dari yang 30% tersebut masih ada yang “bocor” ke kantong-kantong pejabat yang tak bertanggung jawab. Sudah pendapatan daerah kecil, pengeluaran begitu besar, dan banyak korupsi lagi. Maka pantas kalau disebut bahwa anggaran selalu “cupet” atau kurang.

Akhirnya, sekira pukul 23.00 WIB acara reses berakhir.

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Sabtu Pagi Kembali Lagi

by wied
---
Sent:2/07/10 5:49 PM
From: Danie-Syakieb
assalamu'alaikum...
ALFADHLU LILMUBTADI'...
dulu,para pendahulu qt di piyungan [mas wawan,pak sol dll] berpayah payah untuk menggiatkan sabtu pagi sbg pagi sehat dg LAT SEPAK BOLA..
BUAHnya adl eratnya ukhuwah,sehatnya raga dll..
SEKARANG..
pengurus qt aj pada "males" untuk SEKEDAR hadir di lapangan,
apalagi yg lain !
idzan, yuk selain penguatan maknawiyah qt,
qt KOKOHKAN UKHUWAH n RAGA qt N jg agar keutamaan jg mjd milik qt,
join aj bg yg peduli untuk ukhuwah ini:
besok pagi 06.30 di lapangan galoso...

......

Sejak perhelatan Piala Dunia Afsel digelar, gaungnya merambah ke pelosok negeri. Program riyadhoh jama'i yang sudah beberapa waktu dilakukan indoor (Futsal), pun ikutan menggunakan outdoor berupa sepak bola.

Sabtu pagi 3 Juni 2010 (seusai Belanda memaksa Brasil mudik lebih cepat dengan skor 2-1), di DPC Piyungan (sesuai SMS yang ane terima diatas), puluhan ikhwan merumput kembali di Lapangan Tegalyoso. Terbagi dalam 2 (dua) tim mereka terlihat saling memberi semangat dalam perebutan bola. Banyak gol tercipta dalam nuansa ceria pagi itu.

Abu Izzuddin yang lagi mudik turut berpartisipasi menjaga gawang hingga lahir banyak gol (ikhwah ini memang terkenal dermawan, bahkan pada lawan sekalipun). Ane yang juga lagi menikmati mudik berperan menjadi "gelandang(an)", yang mondar mandir cari bola biar dapat keringat. Tercatat skor 4-4 saat pertandingan usai, ini memang biar genap 8 untuk mengingatkan heroisme ikhwah pada pemilu lalu.

Namun Bukan skor tsb yang menjadi kerinduan ini, akan tetapi Semangat yang tak memudar. Berbekal 'sunduquna juyubuna' menggelorakan laksana air yang bertekad mampu menjadi suci dan mensucikan. Hampir tiap pekan sms mirip di atas mampir ke HP, meski ane berada nun jauh jadi musafir. Namun ikatan hati tak menyurutkan semangat berbagi.

Lika liku aktivitas dan kabar masing-masing ikhwah dan juga info terbaru menjadi menu pagi sehabis main bola. Tentang Gaza, DPC, DPRa, sampai Piala Dunia dan Muktamar 1 abad Muhammadiyah. Tak ketinggalan progress liqoat pekanan masing masing.

Sungguh diri ini jadi malu dan iri, hati yang lemah mudah terombang-ambing dalam keraguan. Teringat akan 2(dua) yang harus senantiasa di jaga yaitu: Niat dan Ukhuwah.

Ah... Mungkin sudah puluhan atau bahkan ratusan kali materi itu disampaikan dan sebanyak itu pula terlupakan. Bias informasi dari media menimbulkan hati was dalam curiga. Terlebih, tatkala tekad ekspansi dalam Mihwar Daulah belum didukung penuh oleh peran media. Oleh karenanya, pengokohan tarbiyah ruhiyah menjadi wajib dan tidak bisa ditawar lagi.

'Ya muqollibal quluub, tsabit quluubanaa 'alaa diinika wa tho'atika.
Ya muqollibal quluub, tsabit quluubanaa 'alaa da'wati fii sabiilika'. (wied)

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Penyerang Tim Jerman Baca Al-Quran Sebelum Bertanding

Tim Jerman memang salah satu tim yang diunggulkan untuk juarai piala dunia tahun 2010 di Afrika Selatan. Dengan meyakinkan Jerman mampu mencukur Inggris 4-1 dan menggunduli Argentina 4-0.

Selain sosok Thomas Mueller, Jerman juga andalkan sosok Mesut Özil setelah Jerman kehilangan Michael Ballack.

Mesut sosok kelahiran 15 Oktober 1988, merupakan pemain sepak bola berkebangsaan Jerman keturunan Turki kini bermain di klub Werder Bremen sejak Januari 2008 sebagai gelandang serang dan bergabung di tim Jerman senior sejak Februari 2009.

Ia berdiri di belakang duet penyerang Miroslav Klose dan Lukas Podolski saat Jerman melumpuhkan Australia 4-0 dan Argentina. Dan kebintangan Oezil bersinar sangat terang tatkala ia menjadi penentu kemenangan Jerman atas Ghana dengan skor tipis 1-0, sekaligus memastikan juara dunia tiga kali itu ke babak 16 besar.

Gol semata wayang yang dibuat Oezil sangat indah. Dari depan kotak penalti, dengan kaki kiri, ia melepaskan tendangan "gantung" ke pojok kanan gawang Ghana, yang teramat sulit dijangkau kiper Richard Kingson.

"Aku tendang saja bolanya," ujarnya seusai pertandingan, seperti dikutip AP. "Aku dapat support besar dari rekan-rekan setim. Tak peduli siapa lawan kami nanti, kami harus tetap menang."

Seperti dilansir AP beberapa waktu lalu, kebiasaan dia sebelum bertanding adalah membaca Al-Qur'an, Oezil lahir di Gelsenkirchen, merintis karir profesionalnya bersama Schalke, lalu pindah ke Bremen sejak dua tahun lalu.

Kecemerlangan Mesut Ozil di Piala Dunia 2010 ini, langsung membuat dia jadi primadona di bursa transfer musim panas ini. Dua raksasa Eropa dikabarkan sedang meliriknya.

Adalah Juara Seri A sekaligus kampiun Liga Champions Inter Milan dan pentolan Spanyol Barcelona. Keduanya bersaing ketat mendapatkan tandatangan gelandang serang Werder Bremen tersebut. Begitulah bunyi laporan SportItalia yang dilansir Goal.

Laporan ini menyebutkan Bremen mematok harga mencapai 15 juta Euro atau sekitar Rp 166 miliar. Sebenarnya tak hanya Nerazzurri dan Blaugrana yang naksir Ozil, dari tanah Inggris Manchester City siap menggelontorkan dana besar namun sepertinya Ozil yang debut di Timnas seniornya tahun lalu ini lebih suka main di Liga Champions.

*sumber:
http://berita8.com/news.php?tgl=2010-07-04&cat=20&id=24335
inilah.com

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com
 
© Copyright PIYUNGAN ONLINE
fixedbanner