By : Abu Izzuddin*
---
Kangen rasanya… beberapa saat tidak membuat “coretan-coretan” di layar computer ini. Suntuk benar rasanya, tiap hari yang dilihat program-program dan berita di tv… tapi mau gimana lagi, memang itulah tugas dan tanggung jawab ane… kalau gak nonton tv, nanti malah gak gajian he he he…
Ada berita tentang Mavi Marmara… Luar biasa perjuangan para relawan melawan penyerangan serdadu Israel, gak punya senjata, tapi para relawan berjuang melawan tindakan kasar si setan zionis… walau dengan apa yang ada dan kemudian ada yang syahid… (Insya ALLOH...)
Ada juga berita tentang video porno yang pelakunya mirip artis yang cukup di kenal masyarakat, wa bil khusus anak muda… Penyanyi, pembawa acara dan bintang sinetron… Wah, nih dia penyebab kerusakan moral sebagian anak-anak negeri… Eh, bapak-bapak negeri dan ibu-ibu negeri juga nding… hehehe…
Ada juga berita-berita politik, berita tentang rencana kenaikan Tarif Dasar Listrik, kenaikan harga Elpiji dan juga berita rencana pemerintah mau mewajibkan pengendara motor harus pakai pertamax… ( Wah, khusus point terakhir yang cukup bikin ane agak pening.., berarti budget buat touring rutin Jogja-Tegal bakal naik nih.. hehehe…)
Dan yang lagi seru-serunya adalah acara Word Cup 2010 Afrika Selatan… Nih dia yang bikin banyak orang pada begadang sampai pagi… Kualifikasi menuju final Juara Dunia sepak bola telah di mulai… kira-kira siapa yaa, yang jadi jawara nanti…??? ( Nih pertanyaan buat para penggemar bola aja yaa… ).
Yaa, bercandanya cukup dulu yach… sekarang agak serius nih…
Ikhwah fillah, seperti inilah memang episode kehidupan yang ada di sekitar kita. Dalam satu waktu, ada kisah kekerasan dan kasih sayang. Ada kisah sedih dan bahagia, Ada yang bikin dongkol dan ada yang mengharukan. Ada kisah manis dan pahit…
Rutinitas dan episode kehidupan yang kita telah jalani terus mengalir. Bangun tidur, makan-minum, bekerja, beribadah, istirahat, bekerja lagi, ngasuh anak, ngaji dan sebagainya…
Kadang kejenuhan itu muncul, sehingga adakalanya kita perlu “re-fresh-ing” agar jasad kita segar kembali, agar pikiran kita jernih kembali dan agar hati kita bersih kembali. Dan untuk refreshing itulah mungkin kita perlu rehat walaupun hanya sejenak…
Saat ku ayunkan kaki, masuk ke sungai yang sejuk nan jernih airnya, diantara bebatuan yang begitu berserakan dan kokoh menghadang terjangan air yang datang… Juga semak belukar yang tumbuh ditepi-tepi sungai… aku mencoba membaca ayat-ayat kauniyah dari ROBBUL ‘ALAMIN…
Subhanalloh… Ternyata ada banyak pelajaran yang diberikan oleh sungai ini…
Betapa tidak, air jernih yang mengalir ini, entah sudah berapa jauh perjalanan yang di tempuhnya. Mungkin ia berasal dari mata air di atas sana, nun jauh di kaki bukit yang tinggi. Keluar dari mata air, merayap menyelinap diantara penghalang yang ada. Meresap diantara butir-butir pasir, melewati bebatuan dan juga batang-batang pohon dan semak belukar… mengalir terus dan bercampur dengan titik-titik air yang lain. Terkadang juga bertemu dengan titik-titik air yang tercurah dari langit yang tinggi, bersatu dan terus mengalir… bahkan hingga ke samudra raya…
Setetes mungkin tidak banyak berarti, tetapi ketika berkumpul, bersatu menjadi satu gayung, satu ember, satu bak, dan mungkin satu kolam, maka jadilah dia berguna untuk kehidupan kita.
Saat haus, dia kita minum, saat badan kotor dia kita pakai untuk mandi, saat pakaian kotor kita pakai dia untuk mencuci, bahkan tatkala kita hendak bermunajat kepada ROBB kita, kita pakai dia untuk wudhu.
Itulah wahai akhi, pelajaran dari setitik air, yang kadang kita tak mau belajar darinya. Jika hanya setitik, maka mungkin dia tak berarti, tapi jika berkumpul dengan yang lain, maka banyaklah manfaat darinya.
Demikian juga dengan diri kita. Secerdas dan sehebat apapun, jika kita berjuang sendiri, maka kita tidak akan menemui keberhasilan. Takkan banyak manfaat yang bisa kita berikan kepada agama ini, kepada ummat ini. Bahkan mungkin kita akan dapat dengan mudah dikalahkan. Syaiton-pun menyukai orang yang suka menyendiri, sebagaimana serigala menyukai buruannya yang terpisah dari rombongannya.
Maka, berita terakhir yang ane cuplik adalah akan (sedang) digelarnya hajat besar PKS lima tahunan: Musyawarah Nasional PKS ke-2, 16-20 Juni 2010. Sebuah event yang sangat penting bagi perjalanan partai dakwah kedepan. Tempat para qiyadah jama'ah bermusyawaroh untuk kemaslahatan dakwah, ummah, bangsa dan dunia.
Kita pribadi hanyalah setitik air, apalah yang bisa diperbuat.. Namun kita juga setitik air, yang jika bersatu dengan-titik-titik air yang lain, maka amat besarlah manfaat yang bisa kita berikan. Bahkan semakin banyak, akan semakin besar dan dahsyat kekuatannya, bahkan penghalangpun akan hanyut olehnya…
Waktu-waktu kita, infaq-infaq kita, pikiran-pikiran kita dan tenaga-tenaga kita, jika kita kumpulkan untuk bekerja dalam dakwah ini tentulah akan jadi kekuatan yang besar… InsyaALLOH…
Selamat ber-MUNAS PKS-ku, PKS kita semua. Wadah yang menyatukan jiwa-jiwa yang merindu surga, mengharap pahala, mencita-citakan kemajuan umat dan bangsa yang telah lama putus asa.
”Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Ali ‘Imran. 189).
*Abu Izzudin, operator stasiun relay TPI Jateng
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com