NEWS UPDATE :

Dukung Palestina Merdeka, Delegasi DPR RI Masuk Gaza

Selasa, 29 Juni 2010

Kairo - Ketua DPR RI dan delegasi hari ini masuk Gaza. Mereka direncanakan akan melakukan pertemuan dengan para tokoh Palestina di Gaza, meninjau RS Dar El Shifa dan melihat kondisi wilayah Gaza.

Delegasi terdiri dari Ketua DPR RI Dr. Marzuki Alie, Ketua Badan Kerjasama Antarparlemen (BKSAP) Dr. Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua Komisi I Agus Gumiwang Kartasasmita, 20 anggota Komisi I mewakili seluruh fraksi, dan staf ahli Ketua DPR Makarim Wibisono.

"Rombongan hari ini diantar Dubes RI A.M Fachir sampai di pintu perbatasan Rafah, Mesir, untuk selanjutnya masuk wilayah Gaza, Palestina," tutur Konselor Pensosbud KBRI Kairo Iwan Wijaya Mulyatno kepada detikcom, Selasa (29/6/2010).

Menurut Iwan, sebelum berangkat ke Gaza, Dubes A.M. Fachir dan Ketua BKSAP serta anggota Komisi I DPR RI melakukan pertemuan dengan Gubernur Sinai Utara, Murad Muwafi.

Dalam pertemuan tersebut Ketua BKSAP menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada rombongan Delegasi DPR RI.

Juga disampaikan tiga agenda kunjungan delegasi Indonesia ke Jalur Gaza, yakni pertama, Indonesia ingin menegaskan posisinya mengenai pencabutan blokade total Israel atas Jalur Gaza, yang telah menyengsarakan rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Kedua, melalui kunjungan ini Indonesia menegaskan dukungan penuh terhadap kemerdekaan bangsa Palestina dan berdirnya negara Palestina yang berdaulat.

Ketiga, pemerintah Indonesia memandang penting terciptanya rekonsiliasi Palestina sebagai syarat mendasar bagi tercapainya sebuah negara Palestina yang berdiri di tanah Palestina.

Gubernur Sinai Utara menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kunjungan Delegasi DPR RI dan atas upaya penyelesaian masalah Palestina. "Mesir memberikan pandangan yang sama dengan Indonesia," demikian Iwan.

*sumber: detik.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Yang Tersisa di MUNAS PKS

Kamis, 24 Juni 2010

(sebuah pesan 'menyambut hasil MUNAS PKS' dari Ustadz Cahyadi yang saya sayangi, semoga Allah selalu melimpahkan ridlo Nya).

Meminjam Puisi Chairil Anwar, Antara Karawang Bekasi, 1948

Antara Sabang - Serui

Mengenang Kepergian Para Pejuang Dakwah
(Ustadz Rahmat Abdullah dan seluruh pejuang dakwah yang telah mendahului kami di seluruh penjuru bumi pertiwi)


Kami yang kini terbaring antara Sabang - Serui
tidak bisa teriak takbir dan angkat bendera lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan berdegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati mulia. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa

Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan pengorbanan 4-5 ratus ribu kader setia

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Ataukah jiwa kami melayang untuk kemajuan, kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga dakwah
menjaga jama’ah
menjaga ummah

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Sabang – Serui



(terima kasih Ustadz...yg sudah dan selalu beri kesempatan --entah yg ke berapa-- padaku)


*diambil dari sini
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Susunan Pengurus Tingkat Pusat PKS 2010-2015

Rabu, 23 Juni 2010

KETUA MAJELIS SYURA : K.H. HILMI AMINUDDIN

DEWAN SYARI'AH PUSAT
Ketua : K.H. DR. SURAHMAN HIDAYAT
Sekretaris : KH. BAKRUN SYAFEI, Lc.
Ketua Tanfiziyah : KH. BUKHORI YUSUF, MA.

MAJELIS PERTIMBANGAN PUSAT
Ketua : UNTUNG WAHONO
Sekretaris : MARDANI ALI SERA
ARIFINTO

DEWAN PENGURUS PUSAT
Presiden : LUTHFI HASAN ISHAAQ

Sekretaris Jenderal : MUHAMMAD ANIS MATTA
1. Wakil Bidang Kordinasi Lembaga Tinggi : ADE BARKAH
2. Wakil Bidang Administrasi : BUDI HERMAWAN
3. Wakil Bidang Organisasi : AHMAD CHUDORI
4. Wakil Bidang Komunikasi Politik : FAHRI HAMZAH
5. Wakil Bidang Media : MAHFUDZ SIDIK
6. Wakil Bidang Arsip dan Sejarah : SITARESMI SOEKANTO
7. Wakil Bidang Data dan Informasi : RIKO DESENDRA
8. Wakil Bidang Perencanaa : GUNAWAN
9. Wakil Bidang Protokoler : BUDI DHARMAWAN

Bendahara Umum : MAHFUDZ ABDURRAHMAN

Ketua-Ketua Dewan Pengurus Pusat:
1. Bidang Wilayah Dakwah Sumatra
Ketua : CHAIRUL ANWAR
Wakil Ketua : MUHAMMAD IDRIS LUTHFI

2. Bidang Wilayah Dakwah DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten
Ketua : MA'MUR HASANUDDIN

3. Bidang Wilayah Dakwah Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur
Ketua : ZUBER SAFAWI
Wakil Ketua : ROFI' MUNAWAR

4. Bidang Wilayah Dakwah Bali dan Nusa Tenggara
Ketua : OKTAN HIDAYAT

5. Bidang Wilayah Dakwah Kalimantan
Ketua : HADI MULYADI
Wakil Ketua : RISWANDI

6. Bidang Wilayah Dakwah Sulawesi
Ketua : NAJAMUDDIN

7. Bidang Wilayah Dakwah Indonesia Timur
Ketua : M.K. RENWARIN
Wakil Ketua : AIDIL HERYANA

8. Bidang Bidang Kaderisasi
Ketua : MUSYAFA AHMAD RAHIM

9. Bidang Bidang Pembangunan Keummatan
Ketua : AHMAD ZAINUDDIN

10. Bidang Bidang Kepanduan dan Olah Raga
Ketua : ASEP SAEFULLAH

11. Bidang Generasi Muda dan Profesi
Ketua : TAUFIK RIDHO

12. Bidang Politik, Pemerintahan, Hukum dan Keamanan
Ketua : MUSTAFA KAMAL
Wakil Ketua AGUS PURNOMO

13. Bidang Kelembagaan Pendidikan&Sosial
Ketua : DENI TRESNAHADI

14. Bidang Pengembangan Ekonomi dan Kewirausahaan
Ketua : JAZULI JUWAINI

15. Bidang Kewanitaan
Ketua : ANIS BYARWATI
Sekretaris : SARAH HANDAYANI

Ketua-ketua Badan:
1. Badan Penegak Disiplin Organisasi
Ketua : AUS HIDAYAT

2. Badan Pengembangan Kepemimpinan
Ketua : DWI TRIYONO

3. Badan Pemenangan Pilkada
Ketua : MUHAMMAD SYAHFAN BADRI

4. Badan Hubungan Luar Negeri
Ketua : BUDIYANTO

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Wawancara Khusus Ust. Hilmi Aminuddin Pasca MUNAS PKS

Munas ke-2 PKS berakhir Minggu (20/6) di Jakarta. Dalam Munas yang diselenggarakan sejak 17-20 Juni 2010 itu, selain mengukuhkan kepengurusan PKS periode 2010-2015, juga dijadikan sarana untuk konsolidasi pimpinan PKS dari seluruh penjuru nusantara. Beragam hal ditanyakan publik juga kader PKS terkait dengan sikap politik PKS belakangan ini, mulai dari soal keinginan PKS menjadi partai terbuka sampai soal koalisi permanen.

Berikut petikan wawancara dengan Ketua Majelis Syuro PKS, KH Hilmi Aminuddin.

Apa yang ingin dicapai PKS dalam Munas 2 kali ini?
Musyawarah nasional bagi PKS memiliki beberapa makna. Pertama, merupakan momentum untuk konsolidasi pascapemilu dan konsolidasi menghadapi pemilu (legislatif) maupun pemilukada berikutnya. Kedua, Munas merupakan langkah koordinasi untuk menyiapkan dan melaksanakan program partai. Ketiga, Munas menjadi sarana untuk mensosialisasikan langkah-langkah ke depan PKS, sekaligus ajang mobilisasi seluruh kekuatan dari pusat hingga ke daerah.

Munas juga untuk merespons tantangan ke depan dan memperkuat kerjasama dengan semua lapisan masyarakat yang selama ini ikut serta membantu tumbuh kembangnya PKS.

Buah dari konsolidasi dan ekspansi tersebut diharapkan ke depan mudah-mudahan PKS mampu mencapai target posisi tiga besar. Sebagian kalangan menilai target itu adalah mimpi. Namun bagi kami bermimpi besar itu selalu dibiasakan. Apa yang kami capai saat ini adalah mimpi kami beberapa waktu lalu. Bagaimana pun kami harus mengubah impian itu menjadi tantangan yang menggairahkan, melahirkan perencanaan-perencanaan, dan program-program ke depan.

Dalam Munas kali ini berkembang lagi gagasan PKS untuk menjadi partai terbuka atau menjadi partai tengah. Sejauh mana keseriusan PKS dengan rencana atau keinginan itu?
Bagi kami, menjadi partai terbuka atau partai tengah bukanlah taktik atau strategi politik untuk menambah jumlah pemilih. Tetapi hal itu merupakan implementasi atau pelaksanaan dari ajaran Islam yang mengharuskan kami menjadi Ummatan Wasathan (Ummat Pertengahan). Islam mengajarkan pluralitas atau keberagaman sebagai sebuah sunnatullah. Dan itu disebutkan di dalam Alquran. Islam adalah agama terbuka. Misinya adalah Rahmatan lil 'alamin, sehingga produk-produk kebajikan yang dihasilkan harus dinikmati oleh semua kalangan, bukan hanya orang muslim saja. Eksklusivitas itu tidak mencerminkan ajaran Islam. Kami ingin membangun kebersamaan dalam keberagaman kita.

Sebetulnya, sejak 2008, saat Mukernas di Bali sudah kita deklarasikan. Sebelum itu komunikasi sudah kita jalankan. Bahkan dengan komunitas China sudah sejak PK lahir, khususnya melalui organisasinya (INTI). Mereka sudah bekerjasama dan membantu PKS. Kita tidak menawarkan Islam, namun menawarkan kerjasama. Bingkainya bisa format kemanusiaan, kebangsaan, dan keummatan. Sekali lagi itu bukan taktik dan strategi namun itu pengejawantahan dari ajaran Islam yang hakiki.

Mengapa diawal kelahiran Partai Keadilan dan kemudian menjadi PKS, kami terkesan eksklusif? Itu karena memang kami perlukan untuk menunjukkan identitas dan integritas kami. Dengan itu kami bisa membuat diferensiasi sehingga kami dihargai dan diakui. Anda saja kalau mencari pasangan (suami/istri) pasti akan menilai dulu siapa calon Anda itu. Setelah identitas dan integritas kami terbentuk, yang tentu saja memerlukan proteksi, barulah kami mulai membuka diri untuk bersama-sama dengan seluruh komponen bangsa membangun negeri ini.

Bahkan keterbukaan itu juga membawa ke pergaulan dan kerjasama dengan komunitas internasional, dalam pergaulan antar bangsa, juga dengan berbagai negara, karena kami tidak mau terkungkung dalam pergaulan yang sempit. PKS memiliki MoU dengan Partai Buruh Australia dan saling aktif menjalin komunikasi. Kami juga menjalin komunikasi dengan Partai Komunis Cina. Pemerintah Indonesia menginginkan diplomasi itu tidak hanya government to government, namun juga diplomasi people to people. Oleh karena itu PKS aktif menjalin komunikasi dengan partai-partai di berbagai negara, baik yang sedang berkuasa maupun yang sedang tidak berkuasa.

Berkaitan dengan sikap politik PKS untuk menjadi Partai Terbuka, bagaimana mengelola reaksi kader-kader PKS sendiri?
Kader-kader PKS adalah kader terbina. PKS itu seperti Universitas Terbuka dengan pendididkan kader secara terus menerus. Struktur terkecil di PKS adalah unit-unit kader yang jumlahnya minimal lima orang maksimal 12 orang. Dalam tataran demokrasi, unit terkecil PKS ini merupakan lembaga demokrasi terkecil dalam struktur PKS. Dalam tataran pendidikan unit tersebut merupakan kelas pendidikan kader, dari sisi tataran sosial, unit tersebut merupakan elemen komunitas sosial terkecil dimana mereka saling bermusyawarah, mereka saling berkontribusi mengatasi problem masing-masing. Dengan begitu kader-kader kami terbentuk menjadi kader yang rasional, di mana saat lembaga tertinggi, yakni Majelis Syuro mengambil sebuah kebijakan, mereka akan tahu ke mana arah kebijakan tersebut. Dan mereka pula lah yang akan menyampaikan kebijakan PKS kepada masyarakat, karena mereka bergaul aktif dengan masyarakat. Kader-kader PKS umumnya masuk ke dalam struktur sosial masyarakat dan terlibat aktif dalam kerjakerja sosial di masyarakat. Dengan demikian kami memiliki mekanisme dan alur yang jelas dalam sosialisasi arah kebijakan PKS.

Bagaimana dengan rencana PKS menerima kader-kader baru dari kalangan non muslim, apa implikasinya? Apakah itu bukan wajah lain dari Islamisasi di daerah-daerah yang penduduknya non muslim?
Dalam masalah kaderisasi, kami memiliki sistem stelsel. Ada delapan tingkat kaderisasi, dua level di antaranya adalah untuk menampung siapa saja. Disana terjadi berbagai proses kaderisasi. Mengapa kita perlu memberi ruang itu? Karena berdasarkan pengalaman 10 tahun terakhir, di daerah-daerah yang mayoritas nonmuslim, kami sering didatangi masyarakat dan tokoh-tokoh non muslim yang mengajukan diri untuk bergabung dengan PKS. Kami jelaskan ke mereka bahwa kami partai berazaskan Islam. Namun mereka mengatakan bahwa niatan bergabung bukan karena agamanya, tetapi karena suka dan tertarik dengan program-program kerja PKS. Akhirnya mereka pun membentuk kepengurusan di daerah mereka.

Jadi ini murni sebagai antisipasi ke depan. Kemudian perlu kami jelaskan, kader PKS itu mengalami transformasi dalam proses kaderisasi bersama PKS. Ada kader yang dibentuk menjadi tokoh Islam (rijalul Islam), kemudian berkembang menjadi tokoh-tokoh dakwah (rijalul dakwah), selanjutnya menjadi tokoh bangsa (rijalul ummah), dan akhirnya menjadi negarawan (rijalul daulah). Dan kalau sudah mencapai posisi negarawan, maka dia harus bertemu, berkomunikasi, berpartisipasi, dan bekerjasama dengan semua komponen bangsa yang beragam.

Soal mereka masuk Islam atau tidak, Allah saja yang punya agama Islam tidak pernah memaksa seseorang untuk beragama Islam. Apalagi PKS. Jadi tidak ada agenda Islamisasi, dalam konteks pemaksaan agama itu tidak ada. Pemaksaan itu bukan hanya melanggar kemanusiaan, namun juga melanggar aturan Allah SWT. Dalam konteks kehidupan bernegara, Indonesia milik bersama. Kita bukan satu-satunya.

Tetapi simbol-simbol Islam masih sangat kental. Misalnya soal takbir, pembelaan terhadap Palestina. Tetapi di sisi lain PKS terkesan mendekati Amerika Serikat yang jelas-jelas Pro Israel. Lantas bagaimana dengan kader-kader PKS di daerah menghadapi pergeseran sikap ini?
Islam adalah identitas PKS. Selamanya akan tetap menjadi identitas PKS karena itu tetap akan selalu dijaga. Masalah Palestina, saya kira bukan hanya persoalan Islam. Sekarang sudah menjadi persoalan kemanusiaan dan sudah menjadi perhatian seluruh komunitas internasional. Kalau diperhatikan, pembelaan kita terhadap Palestina ketinggalan dengan negaranegara Eropa. Lihat saja sudah aktivis-aktivis dari negara-negara Eropa jauh lebih berani dalam mengadvokasi persoalan Palestina dibanding kita. Termasuk mendesak Israel agar membuka blokade terhadap Gaza. Masalah Palestina juga merupakan komitmen konstitusi negara kita, yakni UUD 1945. Bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan dan Indonesia berkewajiban untuk membantu upaya-upaya kemerdekaan bangsa-bangsa yang terjajah. Dan negara-negara barat pun mengakui bahwa Palestina itu saat ini sedang di jajah.

Dalam kaitan hubungan dengan Amerika Serikat. Kami melihatnya sebagai bangsa, hubungan antarbangsa. Bukan AS sebagai rejim. Kita tidak terpengaruh secara khusus oleh perilaku rejim yang sedang berkuasa. Namun kami melihatnya dalam pergaulan dan interaksi antar bangsa, dimana bangsa AS merupakan bagian dari komunitas internasional. Kita harus saling berinteraksi, berkomunikasi, dan bekerjasama, saling bantu dan saling menguntungkan.

Bagaimana dengan penegakan syariat Islam?
Pertanyaan ini sering ditanyakan, bahkan ditakutkan sebagian komponen bangsa, jika PKS menang syariat Islam akan diberlakukan. Terhadap pertanyaan itu kami menjawab bahwa tidak mungkin bagi kami untuk meninggalkan syariat Islam. Semua pemeluk Islam pasti melaksanakan syariat Islam. Yang harus dipahami, ada syariat yang bisa dilakukan oleh individu dan ada yang harus dilakukan oleh negara, artinya harus ada undang-undangnya. Sholat ada syariatnya, puasa ada syariatnya, zakat ada syariatnya, setiap ibadah ada syariatnya. Ini syariat yang dilakukan oleh individu. Hanya ada sebagian kecil syariat, sekitar dua persen, yang ditakuti masyarakat, seperti hukum hudud, razam, juga qishos ini harus negara yang melakukannya. Individu atau kelompok tidak bisa melakukannya. PKS tidak bisa melakukannya, karena tidak ada undang-undangnya. Dan undang-undang adalah soal kesepakatan publik. Kalau publik tidak sepakat ya tidak bisa dilaksanakan.

Banyak pihak yang setelah mendengarkan penjelasan ini jadi paham. Bahkan mereka yang semula merasa tidak serumah dengan PKS, sekarang banyak yang merasa serumah. Bahkan merasa sekamar.

Dalam pidato pembukaan Munas PKS menyatakan siap menjalin koalisi permanen dengan SBY. Apakah selama ini PKS puas dengan koalisi yang dijalin?
Ukurannya tidak bersifat subyektif, bukan masalah puas atau tidak puas. Tapi kami melihatnya, ada tidak manfaatnya bagi bangsa. Sejauh ini kami melihat koalisi itu masih memberi manfaat bagi ummat. Selama membawa manfaat bagi bangsa kita akan teruskan koalisi.

Terkait dengan koalisi permanen, yang dimaksud adalah koalisi yang disesuaikan dengan undang-undang yang berlaku. Undang-undang mengatur bahwa masa jabatan pemerintahan berlangsung selama dua periode. Nah, selama periode itulah koalisi kita bangun. Koalisi permanen tidak berarti koalisi sampai akhir hayat. Koalisi kami sangat teratur dan terukur sesuai aturan-aturan yang telah disepakati bersama. Semuanya tertulis dalam kontrak politik yang rinci. Selama ini banyak manuver-manuver dan upaya memecah belah koalisi kami dengan SBY, serta memprovokasi dan hasutan-hasutan agar kami berpisah. Kami tidak tergoda dengan provokasi karena dasar koalisi kami jelas, yakni dalam bingkai reformasi. Koalisi yang kami bangun adalah koalisi dengan misi suci yakni untuk memperjuangkan kepentingan bangsa, kepentingan Ummat. Bukan kepentingan kaum elit partai.

Dalam konteks Pemilu 2014, mengingat target untuk menjadi tiga besar berarti PKS sudah merasa layak menacalonkan Presiden sendiri. Apa langkah-langkah strategis yang akan dilakukan PKS?
Kaderisasi kepemimpinan di PKS itu pertama-tama di gembleng dulu di dalam (internal) PKS, setelah itu diperkenalkan ke publik. Di PKS itu dikenal ada yang disebut poros dakwah atau poros kerja. Poros kerja kita itu ada empat level. Ada yang disebut poros struktural (bagaimana membangun integritas pribadi), poros sosial (berinteraksi dengan masyarakat), poros institusional (kemampuan institusinya yang berkembang), dan terakhir poros kenegaraan (menjadi bupati, gubernur, menteri, dan presiden). Sehingga kaderisasi kepemimpinan PKS memang mengarah kesana. Dan kader-kader PKS yang saat ini menjadi Bupati, Walikota, Gubernur, maupun Menteri merupakan bagian dari kader-kader bangsa ini. Kami dorong agar mereka untuk bekerja dengan baik dan profesional sehingga bisa memperoleh kepercayaan masyarakat. Dan pada saatnya nanti, jika masyarakat percaya maka mereka akan menjadi pemimpin di negeri ini.

Pimpinan nasional dalam pandangan PKS itu bukan hanya Presiden. Ada pimpinan formal (Gubernur, Menteri, Presiden) dan ada pimpinan non formal. Kedua jalur kepemimpinan itu kita dorong untuk terus berkembang. Jadi tidak hanya pimpinan birokrasi pemerintahan atau lembaga-lembaga kenegaraan. Dan pada saatnya kita akan sampai pada kepemimpinan nasional.

PKS mengusung jargon bersih. Bagaimana dengan komitmen PKS ke depan untuk pemberantasan korupsi dikaitkan dengan oknum di partai yang bermasalah?
Saya ingin tegaskan bahwa bersih itu dalam konteks bersih sebagai manusia, bukan sebagai malaikat. Tentu saja ada kekurangan-kekurangan atau kesalahan. PKS bukan partai malaikat, sehingga sangat mungkin berbuat kesalahan. Namun ada mekanisme untuk meminimalisir masalah itu, yakni dengan forum taushiyah atau mekanisme besarnya adalah proses amar makruf nahyi munkar. Yakni mengkonsolidasikan, mengkoordinasikan, dan memobilisir potensi-potensi pada setiap orang untuk bersama-sama melahirkan kebajikan yang bermanfaat bagi seluruh manusia. Kita menyadari bahwa setiap manusia memiliki potensi baik dan buruk (faalhamaha fujuroha wataqwaha). Yang dikonsolidasikan dan dimobilisasi adalah potensi positif kader.

Jika potensi positif dominan maka potensi negatif akan marjinal (tidak hilang sama sekali). Sebaliknya jika yang positif tidak dikelola, akhirnya yang negatif akan muncul kembali ke permukaan sehingga yang positif akan menjadi marjinal. Sedangkan Nahyi munkar, adalah mempersempit ruang gerak potensi negatif dan memperkecil efek-efek buruknya. Agar tidak memprovokasi kehidupan masyarakat, tidak merusak dan tidak mengganggu kehidupan sosial masyarakat.

Soal pemberantasan Korupsi, ada atau tidak ada KPK, agenda tersebut harus tetap dijalankan. Dan PKS akan tetap berada di garda terdepan dalam upaya pemberantasan korupsi di negeri ini.


*sumber: REPUBLIKA (Senin, 21 Juni 2010)
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

MUNAS PKS Himpun 5 Milyar untuk Palestina

Selasa, 22 Juni 2010

Munas ke-2 PKS yang digelar di Hotel Ritz Carlton tidak hanya sebagai wadah untuk konsolidasi struktur PKS seluruh Indonesia, tetapi juga menjadi ajang penghimpunan dana bagi rakyat Palestina.

Menurut Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq, sejak berlangsungnya Munas 16-20 Juni 2010, Panitia berhasil menghimpun dana sebesar 1.5 milyar yang akan disumbangkan melalui Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP).

“Alhamdulilah, Kami berhasil menggalang dana 1.5 milyar yang dikumpulkan dari berbagai wilayah dakwah, dari bagian Barat hingga bagian Timur”, ungkap Luthfi.

Lebih lanjut Luthfi mengatakan sejak awal Januari hingga Juni 2010 total dana yang terhimpun dari seluruh kader PKS di seluruh Indonesia adalah 5 milyar, yang akan disumbangkan melalui KNRP. (adine/dian)

*sumber: http://pk-sejahtera.org
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Survey KOMPAS: Menimbang Dukungan untuk Keterbukaan PKS

Komitmen Partai Keadilan Sejahtera untuk mengubah diri menjadi partai terbuka disambut dengan dukungan cukup berimbang oleh publik, antara yang menerima dan menolak. Respons cukup positif terhadap perubahan ini tidak saja tecermin pada penilaian masyarakat terhadap citra partai, tetapi lebih dari itu, juga tampak dari kesediaan sebagian publik untuk masuk menjadi anggota.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan partai berasaskan Islam yang pendiriannya terkait dengan pertumbuhan aktivitas dakwah Islam sejak periode awal 1980-an. Gerakan dakwah ini berbasis di masjid-masjid kampus. Dalam perkembangannya, aktivitas dakwah ini menjalar pula ke masyarakat umum, bahkan ke kalangan pelajar dan mahasiswa di luar negeri, baik Eropa, Amerika, maupun Timur Tengah. Persaudaraan (ukhuwah) yang dibangun dengan corak ideologi Islam yang kuat menjadi sebuah alternatif cara hidup di tengah-tengah masyarakat perkotaan yang cenderung semakin individualistik (Litbang Kompas, ”Partai-Partai Politik Indonesia: Ideologi dan Program 2004-2009”, 2004).

Perubahan politik pada 1998 mendorong para aktivis dakwah ini untuk merumuskan secara lebih konkret upaya peraihan cita-cita mereka. Pendirian partai politik yang berorientasi pada ajaran Islam perlu dilakukan untuk mencapai tujuan dakwah Islam. Partai Keadilan pun dideklarasikan di Jakarta pada 9 Agustus 1998. Tak perlu waktu lama, pada Pemilu 1999, Partai Keadilan yang menjadi cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera menduduki peringkat ketujuh dari 48 partai politik peserta Pemilu 1999 dengan perolehan suara 1.436.565 atau 1,36 persen. Sayangnya, peringkat ketujuh dan perolehan suara sebanyak itu tak mampu meloloskan Partai Keadilan dari ambang batas perolehan suara untuk bertahan pada pemilu berikutnya.

PKS pun didirikan pada 20 April 2002 untuk melanjutkan kiprah politik dakwah warga Partai Keadilan. Dalam waktu lima tahun, partai ini berhasil menduduki peringkat keenam dalam perolehan suara nasional dengan proporsi suara 7,34 persen pada Pemilu 2004. Bahkan, di DKI Jakarta, ia mampu menjadi partai pemenang mengalahkan partai-partai besar lainnya.

Kelas menengah kota

Memiliki basis pengikut di kalangan kelas menengah perkotaan, partai ini memperoleh suara tertinggi pada Pemilu 2009 dibandingkan partai berbasis massa Islam lainnya. PKS memperoleh 7,89 persen dari total suara sah, sementara Partai Amanat Nasional hanya memperoleh 6,01 persen, Partai Persatuan Pembangunan meraih 5,32 persen, dan Partai Kebangkitan Bangsa bahkan turun tinggal 4,94 persen.

Meski demikian, proporsi suara 7,89 persen ini juga bisa diartikan PKS belum maksimal memperbesar jumlah pengikutnya. Meskipun secara proporsi terdapat kenaikan dari 7,34 persen menjadi 7,89 persen, dalam jumlah suara justru menurun sekitar 200.000 suara dari semula 8,33 juta suara menjadi 8,21 juta. Ini berarti kesetiaan tinggi terhadap ideologi yang dianut belum berhasil memperbesar partai. Atas dasar kondisi tersebut, pada Musyawarah Nasional II yang berlangsung 16-20 Juni 2010, PKS berketetapan untuk mengubah target dan membuka diri bagi masuknya semua kalangan masyarakat, baik Muslim maupun non-Muslim.

Dukungan berimbang

Gaung keterbukaan yang menggema keras dalam Musyawarah Nasional II ini juga disambut antusiasme sebagian publik. Antusiasme tersebut ditunjukkan dengan menyatakan bersedia menjadi anggota PKS apabila partai ini berubah menjadi partai terbuka. Hal ini terekam dalam jajak pendapat yang diselenggarakan Litbang Kompas pada 16-18 Juni 2010. Dari 702 responden jajak pendapat, proporsi responden yang menyatakan bersedia menjadi anggota dengan yang tidak bersedia cukup berimbang, masing-masing 43,2 persen menyatakan bersedia, sementara 43,0 persen lainnya menolak menjadi anggota jika partai ini berubah menjadi partai terbuka.

Meski demikian, respons publik yang berimbang ini akan tampak sebagai dukungan positif menjadi anggota apabila dikaitkan dengan pilihan partai politik responden pada Pemilu 2009. Jajak pendapat ini mengungkapkan bahwa pemilih partai-partai lain ”mungkin” akan bergabung dengan PKS apabila keterbukaan jadi diterapkan. Di antara responden yang sebelumnya memilih Partai Demokrat, terdapat proporsi 43,4 persen yang menyatakan bersedia menjadi anggota PKS apabila partai ini menjadi partai terbuka. Kesediaan responden itu juga berlaku untuk konstituen dua partai besar lain, yakni Golkar (34,2 persen) dan PDI-P (42,9 persen).

Akan tetapi, perubahan itu belum tentu menguntungkan apabila dilihat dari internal basis massa tradisional PKS. Perubahan tersebut disikapi dengan penolakan sebagian dari konstituen PKS sendiri. Jajak pendapat ini mencatat bahwa di antara responden yang memilih PKS pada Pemilu 2009, terdapat 34,0 persen yang menyatakan akan hengkang dari PKS jika partai ini mengubah diri sebagai partai terbuka. Hal ini mudah dipahami, mengingat sejak awal pendiriannya, partai ini kental meniupkan roh keislaman kepada para kader dan anggotanya. Namun, dukungan dari 59,7 persen konstituen PKS untuk membuka diri cukup menjadi penanda bahwa langkah tersebut kini tetap bisa dilaksanakan meski perkembangan partai ke depanlah yang pada akhirnya akan menentukan kesetiaan.

Citra terbuka

Dukungan publik atas peralihan PKS menjadi partai terbuka tecermin pula dalam pola penilaian masyarakat atas penyelenggaraan organisasi partai. Berkaitan dengan perekrutan anggota, separuh responden (49,3 persen) menyatakan, PKS merekrut anggota secara terbuka. Bahkan, lebih dari separuh responden (62,0 persen) menilai, PKS saat ini pun sudah merupakan partai yang terbuka untuk semua agama. Pola penyikapan ini tak dimungkiri berkaitan dengan kenyataan bahwa PKS juga mempunyai pendukung dari kalangan non-Muslim, seperti di Papua dan Nusa Tenggara Timur. Lebih dari itu, PKS kini memiliki 20 anggota legislatif non-Muslim yang sebagian besar merupakan anggota DPRD di Papua.

Masih berkaitan dengan pengorganisasian partai, publik menilai, PKS merupakan partai yang terorganisasi dan solid. Penilaian ini dikemukakan oleh sebagian besar responden (80,2 persen). Soliditas para pengikut PKS dibuktikan oleh hasil survei Litbang Kompas menjelang Pemilu 2009 yang menyatakan bahwa terdapat hampir 77 persen konstituen PKS pada Pemilu 2004 yang waktu itu akan memilih kembali PKS pada Pemilu 2009.

Selain soal penyelenggaraan organisasi partai, penilaian cukup positif juga diberikan publik terutama yang berkaitan dengan identitas PKS sebagai partai berbasis massa Islam.

Dalam jajak pendapat ini terungkap bahwa separuh lebih responden (66,8 persen) tidak setuju apabila PKS disebut sebagai partai garis keras. Meski dinilai bukan sebagai partai garis keras, PKS dilihat oleh separuh lebih responden (57,8 persen) tetap memiliki identitas Islam yang kental. Karakteristik Islam yang kuat ini bisa jadi dihubungkan dengan ”stigma” yang kerap melekat bahwa perjuangan partai ini untuk menegakkan syariat Islam di negeri ini.

Dukungan ataupun penolakan responden jajak pendapat ini yang cukup berimbang terhadap rencana PKS mengubah orientasi partainya merupakan cerminan dari perdebatan yang masih berlangsung di tubuh PKS dalam menyikapi angin perubahan. (Litbang Kompas)


*sumber: KOMPAS (Senin, 21 Juni 2010)
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PKS Bertaktik 'Jengis Khan' Raih Tiga Besar

Jumat, 18 Juni 2010

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menarget masuk tiga besar partai pemenang pemilu 2014. PKS sudah menyiapkan rencana strategis untuk meraih target partai tiga besar.

"Kita adalah generasi baru yang tumbuh di zaman baru (reformasi) dan sudah waktunya memimpin," kata Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta di Ballroom Ritz Carlton, Jakarta, Jumat 18 Juni 2010.

Menurut Anis, ada empat fase perjalanan partai yang sudah dilalui. Yakni fase integrasi ke politik Indonesia pada 1998, fase eksistensi dengan raihan suara signifikan pada 2004, fase mainstream pasca pemilu 2009. "Ke depan, kita memasuki fase leading," kata Anis.

Petinggi PKS yang juga Wakil Ketua DPR ini mengambil contoh kunci keberhasilan ekspansi Mongolia di bawah kepemimpinan Jengis Khan. Kuncinya, yaitu agresifitas.

"Untuk maksimal kita harus agresif. Itu yang menyebabkan Jengis Khan membawa Mongol menguasai seperlima bumi," kata dia. Kepengurusan partai disiapkan bekerja agresif. PKS membagi pada dua wilayah operasi penting, yaitu sektoral dan teritorial.

PKS membagi Operasi Teritorial di berbagai wilayah. Pembagian wilayah dakwah itu, Sumatera; Banten, DKI, Jabar; Jateng, DIY, Jatim; Bali, NTB, dan NTT; Kalimantan; Sulawesi; dan Wilayah Indonesia Timur (Maluku, Papua).

Operasi kedua diterjemahkan dalam bidang-bidang di struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat. "Bidang-bidang menggarap sektoral, sektor-sektor kita buat definitif," katanya.

Termin pertama kepengurusan fokus menggarap kaderisasi. Pada 2010 ini PKS mengusung jargon "kader lingkaran umat". "Kader lingkaran umat kita belah jadi dua bidang, yaitu bidang pengembangan keumatan dan bidang pembangunan generasi muda," kata Anis.

Bidang pengembangan keumatan fokus pada hubungan kepada organisasi massa dan kelembagaan sosial. "Pertumbuhan suara kita di Jawa Timur dan Jawa Tengah memperkuat kepercayaan diri bahwa hambatan emosional dengan warga NU sudah relatif hilang," ujar Anis.

Sementara bidang pembangunan generasi muda masih menyasar massa tradisional PKS, yaitu kelompok pelajar, mahasiswa, karyawan, serta kelompok profesional.

"Kalau di kabinet ada Meneg BUMN yang mengelola BUMN, ada yang kelola wajihah (lembaga) bidang kelembagaan sosial. Kelompok kelas menengah ke atas ini kita garap lebih baik," ujarnya. (adi)

*vivanews.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Bentuk Solidaritas Muslim Afsel di Piala Dunia 2010

Kamis, 17 Juni 2010

Cape Town - Diperkirakan ada 130 ribu umat Muslim yang datang ke Afrika Selatan untuk Piala Dunia 2010. Agar tak bingung mencari makanan halal dan tempat ibadah, penduduk Muslim Afsel pun sudah berinisiatif memberikan bantuan.

Bantuan dari komunitas Muslim Afrika Selatan tersebut disediakan dalam bentuk pusat selamat datang dan situs yang menyediakan informasi-informasi yang dibutuhkan orang Muslim yang datang ke negara itu musim panas ini.

"Kami berpikir bahwa Piala Dunia akan digelar di rumah kami dan kami ingin menunjukkan keramahtamahan. Kami mau menunjukkan bahwa kami adalah komunitas yang damai, terutama karena banyaknya kisah kejahatan dan kekerasan di Afrika Selatan," ucap Fatima Allie, salah seorang panitia lokal di Cape Town, kepada Reuters.

Tak jauh dari Stadion Green Point yang terletak di Cape Town terdapat sebuah distrik bernama Bo-Kaap. Salah satu wilayah pemukiman tertua di kota tersebut acap diasosikan dengan komunitas warga yang menganut agama Islam.

Di wilayah pemukiman yang dibangun di areal lereng bukit tersebut terdapat sebuah musala mungil dengan menara yang berdiri menjulang, menghiasi deretan rumah-rumah yang dicat dengan warna-warni pastel.

Masih di wilayah Bo-Kaap, sebuah museum di sana juga tengah menggelar pemeran khusus yang memberikan informasi mengenai sejarah Islam di Afrika Selatan dan juga tips praktis di mana mendapat makanan yang halal dan tempat beribadah selama berada di negara tersebut.

Nah, hal ini bukan cuma ada di Cape Town atau wilayah Bo-Kaap saja. Inisiatif serupa juga sedang dilakukan kota-kota pusat aktivitas Piala Dunia lainnya. Sebuah peta khusus bahkan telah dibuat dan diletakkan di tempat salat yang terdapat di bandar udara.

"Kami ingin menunjukkan sejarah kami di sini dan juga menunjukan kepada negara-negara Afrika lainnya bahwa kami juga bagian dari Afrika," jelas Allie.

Agama Islam di Afsel ini sendiri ternyata punya pertalian khusus dengan Indonesia, karena mulai berkembang seiring dengan kedatangan kolonialis asal Belanda yang turut membawa budak-budak dan juga tahanan politik dari wilayah Indonesia dan Asia Tenggara.

Salahsatunya adalah Syeikh Yusuf asal Goa, Sulawesi Selatan, yang dibuang dan ditempatkan di Zandvliet, desa pertanian di muara Eerste Rivier, pada 2 April 1694 dalam usia 68 tahun. Lokasi itu di Cape Town sekarang dikenal sebagai Macassar. Bersama ke-12 pengikutnya, yang dinamakan imam-imam, Syeikh Yusuf memusatkan kegiatan pada menyebarkan agama Islam di kalangan budak belian dan orang buangan politik, juga di kalangan orang-orang Afrika hitam yang telah dibebaskan dan disebut Vryezwarten.

MENYAMPAIKAN syiar Islam, memelihara dan mempertahankan agama Islam di kalangan golongan Muslim merupakan perhatian dan aktivitas Syeikh Yusuf di Afrika Selatan. Sebagai sufi, dia mengajarkan tarekat Qadiniyyah, Shattariyyah, dan Rifaiyyah di kalangan Muslim Afrika Selatan. Dia meninggal dunia tanggal 22 Mei 1699 dan dimakamkan di Faure, Cape Town.

Saat ini diperkirakan ada 1,5 persen, dari total 50 juta warga Afsel, yang menganut agama Islam.


*detik.com, buginese.blogspot.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Rehat Sejenak

Rabu, 16 Juni 2010

By : Abu Izzuddin*
---
Kangen rasanya… beberapa saat tidak membuat “coretan-coretan” di layar computer ini. Suntuk benar rasanya, tiap hari yang dilihat program-program dan berita di tv… tapi mau gimana lagi, memang itulah tugas dan tanggung jawab ane… kalau gak nonton tv, nanti malah gak gajian he he he…

Ada berita tentang Mavi Marmara… Luar biasa perjuangan para relawan melawan penyerangan serdadu Israel, gak punya senjata, tapi para relawan berjuang melawan tindakan kasar si setan zionis… walau dengan apa yang ada dan kemudian ada yang syahid… (Insya ALLOH...)

Ada juga berita tentang video porno yang pelakunya mirip artis yang cukup di kenal masyarakat, wa bil khusus anak muda… Penyanyi, pembawa acara dan bintang sinetron… Wah, nih dia penyebab kerusakan moral sebagian anak-anak negeri… Eh, bapak-bapak negeri dan ibu-ibu negeri juga nding… hehehe…

Ada juga berita-berita politik, berita tentang rencana kenaikan Tarif Dasar Listrik, kenaikan harga Elpiji dan juga berita rencana pemerintah mau mewajibkan pengendara motor harus pakai pertamax… ( Wah, khusus point terakhir yang cukup bikin ane agak pening.., berarti budget buat touring rutin Jogja-Tegal bakal naik nih.. hehehe…)

Dan yang lagi seru-serunya adalah acara Word Cup 2010 Afrika Selatan… Nih dia yang bikin banyak orang pada begadang sampai pagi… Kualifikasi menuju final Juara Dunia sepak bola telah di mulai… kira-kira siapa yaa, yang jadi jawara nanti…??? ( Nih pertanyaan buat para penggemar bola aja yaa… ).

Yaa, bercandanya cukup dulu yach… sekarang agak serius nih…

Ikhwah fillah, seperti inilah memang episode kehidupan yang ada di sekitar kita. Dalam satu waktu, ada kisah kekerasan dan kasih sayang. Ada kisah sedih dan bahagia, Ada yang bikin dongkol dan ada yang mengharukan. Ada kisah manis dan pahit…
Rutinitas dan episode kehidupan yang kita telah jalani terus mengalir. Bangun tidur, makan-minum, bekerja, beribadah, istirahat, bekerja lagi, ngasuh anak, ngaji dan sebagainya…

Kadang kejenuhan itu muncul, sehingga adakalanya kita perlu “re-fresh-ing” agar jasad kita segar kembali, agar pikiran kita jernih kembali dan agar hati kita bersih kembali. Dan untuk refreshing itulah mungkin kita perlu rehat walaupun hanya sejenak…

Saat ku ayunkan kaki, masuk ke sungai yang sejuk nan jernih airnya, diantara bebatuan yang begitu berserakan dan kokoh menghadang terjangan air yang datang… Juga semak belukar yang tumbuh ditepi-tepi sungai… aku mencoba membaca ayat-ayat kauniyah dari ROBBUL ‘ALAMIN…

Subhanalloh… Ternyata ada banyak pelajaran yang diberikan oleh sungai ini…
Betapa tidak, air jernih yang mengalir ini, entah sudah berapa jauh perjalanan yang di tempuhnya. Mungkin ia berasal dari mata air di atas sana, nun jauh di kaki bukit yang tinggi. Keluar dari mata air, merayap menyelinap diantara penghalang yang ada. Meresap diantara butir-butir pasir, melewati bebatuan dan juga batang-batang pohon dan semak belukar… mengalir terus dan bercampur dengan titik-titik air yang lain. Terkadang juga bertemu dengan titik-titik air yang tercurah dari langit yang tinggi, bersatu dan terus mengalir… bahkan hingga ke samudra raya…

Setetes mungkin tidak banyak berarti, tetapi ketika berkumpul, bersatu menjadi satu gayung, satu ember, satu bak, dan mungkin satu kolam, maka jadilah dia berguna untuk kehidupan kita.

Saat haus, dia kita minum, saat badan kotor dia kita pakai untuk mandi, saat pakaian kotor kita pakai dia untuk mencuci, bahkan tatkala kita hendak bermunajat kepada ROBB kita, kita pakai dia untuk wudhu.

Itulah wahai akhi, pelajaran dari setitik air, yang kadang kita tak mau belajar darinya. Jika hanya setitik, maka mungkin dia tak berarti, tapi jika berkumpul dengan yang lain, maka banyaklah manfaat darinya.

Demikian juga dengan diri kita. Secerdas dan sehebat apapun, jika kita berjuang sendiri, maka kita tidak akan menemui keberhasilan. Takkan banyak manfaat yang bisa kita berikan kepada agama ini, kepada ummat ini. Bahkan mungkin kita akan dapat dengan mudah dikalahkan. Syaiton-pun menyukai orang yang suka menyendiri, sebagaimana serigala menyukai buruannya yang terpisah dari rombongannya.

Maka, berita terakhir yang ane cuplik adalah akan (sedang) digelarnya hajat besar PKS lima tahunan: Musyawarah Nasional PKS ke-2, 16-20 Juni 2010. Sebuah event yang sangat penting bagi perjalanan partai dakwah kedepan. Tempat para qiyadah jama'ah bermusyawaroh untuk kemaslahatan dakwah, ummah, bangsa dan dunia.

Kita pribadi hanyalah setitik air, apalah yang bisa diperbuat.. Namun kita juga setitik air, yang jika bersatu dengan-titik-titik air yang lain, maka amat besarlah manfaat yang bisa kita berikan. Bahkan semakin banyak, akan semakin besar dan dahsyat kekuatannya, bahkan penghalangpun akan hanyut olehnya…

Waktu-waktu kita, infaq-infaq kita, pikiran-pikiran kita dan tenaga-tenaga kita, jika kita kumpulkan untuk bekerja dalam dakwah ini tentulah akan jadi kekuatan yang besar… InsyaALLOH…

Selamat ber-MUNAS PKS-ku, PKS kita semua. Wadah yang menyatukan jiwa-jiwa yang merindu surga, mengharap pahala, mencita-citakan kemajuan umat dan bangsa yang telah lama putus asa.

”Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Ali ‘Imran. 189).


*Abu Izzudin, operator stasiun relay TPI Jateng
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

MUNAS PKS Mulai Hari Ini

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Musyawarah Nasional antara 16 sampai 20 Juni 2010 ini. Musyawarah yang akan diikuti 2.700 peserta dan 1.000 undangan ini bertempat di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta.

Para peserta terdiri dari 99 anggota Majelis Syura, perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah dari 33 provinsi, perwakilan Dewan Pimpinan Daerah yang berkedudukan di kabupaten/ kota dan sejumlah perwakilan PKS di luar negeri. "Tema Musyawarah Nasional, 'PKS untuk Semua'," ujar Ketua Panitia Munas, Makmur Hasanudin.

Agenda pada hari Rabu ini, 16 Juni, adalah Musyawarah Majelis Syura. Musyawarah 99 orang yang dipilih melalui Pemilihan Raya PKS ini untuk memilih Ketua Majelis Syura dan kabinet PKS yang meliputi Presiden PKS, Majelis Pertimbangan Pusat, Dewan Syariah Pusat, Sekretaris Jenderal PKS dan Bendahara PKS.

PKS membuat terobosan baru di strukturnya, sebagai bagian dari strategi pemenangan dalam Pemilu 2014. "Rancangan struktur DPP PKS yang akan disahkan pada Munas ke-2 mengintegrasikan struktur DPP dengan struktur Fraksi di DPR," kata Mahfudz Siddiq, salah satu Ketua PKS dalam struktur yang akan diresmikan nanti.

Struktur DPP akan menggarap semua agenda dakwah, pelayanan masyarakat dan pembangunan basis dukungan. Sementara struktur fraksi mengelola agenda kebijakan publik dan pemerintahan. "Duet Luthfi-Anis akan mengomandani kerja besar ini," kata Mahfudz kepada VIVAnews.

Luthfi-Anis yang dimaksud adalah Luthfi Hasan Ishaaq, Presiden DPP PKS, dan Anis Matta, Sekretaris Jenderal.

Desain organisasi DPP PKS ini, ujar Mahfudz, untuk memastikan capaian target Rencana Strategis 2010-2015 dan capaian target Pemilu 2014. "Kontrol kebijakan-kebijakan strategis partai dijalankan oleh Dewan Pimpinan Tinggi Partai yang terdiri dari Ketua Majelis Syura, Presiden DPP, Ketua Majelis Pertimbangan Pusat, Ketua Dewan Syariah Pusat, Sekjen, dan Bendahara," ujar Mahfudz.

Musyawarah Nasional yang di lingkungan internal PKS disebut sebagai Musyawarah Majelis Syura yang Diperluas baru dibuka Kamis besok. "Nanti Munas dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," Makmur menyampaikan.

Pada 18 Juni, agendanya adalah sosialisasi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PKS perubahan. Kemudian 19 Juni, seminar-seminar internasional menghadirkan nara sumber Duta Besar Jerman dan Duta Besar Amerika Serikat. Penutupan pada 20 Juni yang ditandai dengan pelantikan kabinet Majelis Syura. (kd)

*vivanews.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Munas PKS Akan Rumuskan Strategi Pemenangan Pemilu 2014

Senin, 14 Juni 2010

Jakarta - Munas II PKS yang akan digelar di Hotel Ritz Carlton Pacific Place SCBD Jakarta akan membahas upaya PKS dalam memenangkan Pemilu 2014. PKS menargetkan masuk tiga besar dalam pemilihan legislatif 2014 mendatang.

"Kami akan menyesuaikan strategi demi pemenangan Pemilu 2014, PKS targetkan tiga besar," ujar Ketua DPP PKS Mahfudz Siddik kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (14/6/2010).

Menurut mantan ketua FPKS ini, dalam Munas yang digelar tanggal 16-20 Juni 2010 mendatang, akan dibahas strategi PKS menghadapi partai besar. Dalam hitungan PKS, PD dan Golkar serta PDIP masih akan menjadi lawan yang berat.

"Termasuk dinamika partai-partai Islam yang sampai sekarang masalahnya belum tuntas," jelas Mahfudz.

Politisi PKS ini menambahkan, Presiden PKS dan Sekjen PKS baru akan memimpin langsung rapat-rapat dalam Munas dan kerja keras memenangkan Pilpres 2014 mendatang. "Duet Lutfi Hasan Ishaaq dan Anis Matta menjadi komandan kerja besar ini," tegasnya.

*detik.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Terobosan Struktur PKS untuk 2014

Sabtu, 12 Juni 2010

Partai Keadilan Sejahtera akan meresmikan struktur Dewan Pimpinan Pusatnya pada Musyawarah Nasional yang digelar mulai 16 Juni 2010 nanti. PKS membuat terobosan baru di strukturnya, sebagai bagian dari strategi pemenangan dalam Pemilu 2014.

"Rancangan struktur DPP PKS yang akan disahkan pada Munas ke-2 mengintegrasikan struktur DPP dengan struktur Fraksi di DPR," kata Mahfudz Siddiq, salah satu Ketua PKS dalam struktur yang akan diresmikan nanti.

Struktur DPP akan menggarap semua agenda dakwah, pelayanan masyarakat dan pembangunan basis dukungan. Sementara struktur fraksi mengelola agenda kebijakan publik dan pemerintahan.

"Duet Luthfi-Anis akan mengomandani kerja besar ini," kata Mahfudz kepada VIVAnews, Jumat 11 Juni 2010. Luthfi-Anis yang dimaksud adalah Luthfi Hasan Ishaaq, Presiden DPP PKS, dan Anis Matta, Sekretaris Jenderal.

Desain organisasi DPP PKS ini, ujar Mahfudz, untuk memastikan capaian target Rencana Strategis 2010-2015 dan capaian target Pemilu 2014. "Kontrol kebijakan-kebijakan strategis partai dijalankan oleh Dewan Pimpinan Tinggi Partai yang terdiri dari Ketua Majelis Syura, Presiden DPP, Ketua Majelis Pertimbangan Pusat, Ketua Dewan Syariah Pusat, Sekjen, dan Bendahara," ujar Mahfudz. (hs)

*vivanews.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Tiba di Bandara, Relawan Gaza Disambut Takbir

Senin, 07 Juni 2010

Relawan Indonesia untuk Palestina tiba di Tanah Air. Takbir Allah Akbar bergema menyambut kedatangan tiga relawan Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (Kispa) dan wartawan tvOne M Yasin.

Empat orang relawan Indonesia untuk Gaza itu tiba di Terminal 2D kedatangan internasional, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Senin 7 Juni 2010, sekitar pukul 15.15 WIB.

Rombongan menggunakan pesawat Emirat dengan nomor penerbangan EK356. Gema takbir terdengar berkali-kali saat keempat orang itu keluar dari pintu terminal.

Puluhan aktivis Kispa dan Dompet Dhuafa lainnya sudah menunggu sejak pagi di pintu terminal. Spanduk dan poster-poster dibentangkan untuk menyambut kedatangan mereka.

Spanduk dan poster yang dibentangkan antara lain bertuliskan "Selamat Datang Mujahid Kemanusiaan", "Selamat Datang Pejuang Kemanusiaan RI untuk Gaza".

Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid juga terlihat hadir menemui rombongan di dalam ruang khusus. Sesaat tiba, rombongan relawan langsung naik kendaraan menuju Kantor Kementerian Luar Negeri.

Tiga relawan Kispa yang datang ke Tanah Air ini yakni Ketua Kispa H Ferry Nur, Wakil Ketua Kispa Muhendri Muchtar, dan Hardjito Warno. Dan satu orang lainnya adalah wartawan tvOne, M Yasin. Mereka ke Gaza dengan menumpang kapal Mavi Marmara yang ditengah jalan diserang militer Israel. Sembilan orang meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka akibat aksi tersebut. (umi)

*sumber: vivanews.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Hamas Piyungan & Aksi Bela Palestina PKS Jogjakarta

Reporter: Dhanie Asy-Syakib
[Jogja] - Palestina yang merupakan salah satu tanah suci bagi umat Islam tak kunjung reda dengan ulah dan kebiadaban Israel la’natulloh ’alaihim. Kegeraman terhadap Israel itupun muncul dari dunia internasional, terlebih dengan ulah Israel dengan menerapkan blokade terhadap rakyat Palestina, terutama ekonomi, pembangunan dll, Yang tentu saja dengan blokade tersebut rakyat Palestina sangat menderita. Terbatasnya makanan, obat-obatan, bahan bangunan dll sudah tidak menjadi rahasia lagi, semua orang pasti mengetahui hal tersebut.

Oleh karena, ulah Israel yang SUNGGUH TERLALU tersebut, tidak manusiawi lagi, apalagi kalau dirunut, Israel-lah yang sesungguhnya harus menerima perlakuan tersebut karena merekalah yang justru menjadi penjajah dan real terorist on the world. Nah, untuk meringankan beban rakyat Palestina, banyak para aktivis kemanusiaan untuk Palestina, berupaya menggalang kekuatan, dana, bahan-bahan pokok untuk disalurkan langsung ke rakyat Palestina. Relawan-relawan ini tergabung dalam misi Freedom Frotilla yang akan membawa langsung bantuan makanan, obat-obatan, bahan bangunan dll yang memang sangat dibutuhkan oleh rakyat Palestina untuk kelangsungan hidup mereka.

Para relawan tersebut langsung akan menyerahkan bantuan tersebut ke rakyat Palestina melalui jalur laut menuju pantai Gaza dengan menggunakan Kapal Milik Turki Mavi Marmara. Namun, hanya tinggal beberapa waktu lagi sampai di daratan Gaza, kapal Mavi Marmara yang akan mengantarkan para relawan tersebut, disabotase oleh tentara Israel. Banyak dari para relawan yang terluka dan tidak sedikit pula yang menjadi korban keangkuhan Israel.

Peristiwa itulah yang membuat umat muslim dunia mengecam dan mengutuk keras ulah Israel. Dan di Jogjakarta, Jum’at 4/6 2010 usai jum'atan berlokasi di depan Museum Vanderberg Kawasan Malioboro, ribuan umat muslim Jogjakarta yang tergabung dalam Kader dan Simpatisan PKS serta FUI (Forum Umat Islam) Jogjakarta mengadakan aksi kecam Israel dengan membawa tema ”DARI JOGJA UNTUK PALESTINA”.

Hadir dalam aksi tersebut sekaligus memberi orasi adalah Ketua DPW PKS DIY Ust Ahmad Sumianto, Tokoh Ulama DIY Ust H Drs Sunardi Syahuri, Tokoh Jogja Bapak Sukri Fadholi dan Perwakilan dari Hizbu Tahrir DIY serta Majelis Mujahidin DIY. Orasi dari seluruh Tokoh tersebut berisi kecaman terhadap Israel dan ajakan kepada seluruh warga DIY untuk bersatu menghancurkan Israel serta membantu Rakyat Palestina dengan dana dan doa.

Tak ketinggalan HAMAS Piyungan beserta Korps Kepemudaan PKS lainya juga hadir pada aksi tersebut. HAMAS Piyungan yang bersekretariat di Kantor DPC PKS Piyungan, juga mengerahkan anggota militannya beserta Kader dan Simpatisan PKS dari Piyungan dan sekitarnya.

Sebagai wujud kepedulian Palestina, aksi tersebut juga menggalang dana untuk Palestina. Dana tersebut akan dikumpulkan dengan hasil penggalangan dana di wilayah-wilayah lain di seluruh Nusantara dan akan disalurkan ke Palestina.

SAVE PALESTINE!

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Sikap Inggris atas Insiden Misi Bantuan Gaza




Berikut ini adalah tulisan Martin Hatfull (Duta Besar Inggris untuk Indonesia) terkait insiden bantuan Gaza. Tulisan ini kami copy paste dari vivanews.com:

---

Akhir-akhir ini, banyak pembaca Anda terfokus pada peristiwa yang terjadi di Timur Tengah. Hal serupa juga dibahas di Inggris karena ada beberapa warga kami yang terlibat dalam kejadian penyergapan konvoi misi bantuan ke Gaza.

Maka, saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menjabarkan kebijakan dari pemerintahan baru Inggris mengenai kejadian ini dan isu lain di sekitarnya.

Kami sangat menyesalkan kejadian yang menyebabkan jatuhnya korban dan kami meminta Israel untuk melakukan berbagai macam hal demi mencegah terulangnya peristiwa yang tidak bisa diterima ini. Dewan Keamanan PBB dan Uni Eropa mengutuk peristiwa yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia.

Inggris telah memainkan perannya secara penuh baik di Uni Eropa ataupun PBB dalam menyepakati diperlukannya sebuah investigasi yang menyeluruh, kredibel, adil, dan independen atas peristiwa ini. Tujuan kami adalah mencapai sebuah proses yang dapat menjamin pertanggungjawaban atas peristiwa ini dan melibatkan komunitas internasional termasuk partisipasi internasional.

Kami tengah mengadakan pembicaraan lebih lanjut di forum internasional, termasuk di NATO, serta di Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Kami akan mengambil prinsip yang sama di seluruh upaya diplomatis kami serta menekan Pemerintah Israel untuk segera mengambil tindakan yang sesuai dengan aturan internasional.

Telah menjadi sorotan yang cukup lama bagi Pemerintah Inggris, termasuk pemerintahan sebelumnya, bahwa pembatasan jalur Gaza harus dihapuskan. Hal ini sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB tahun 1860 yang membahas tentang pengiriman bantuan kemanusiaan yang berkesinambungan serta meminta negara-negara untuk mengatasi permasalahan ekonomi dan kemanusiaan.

Akan tetapi, dalam tragedi yang baru saja terjadi, hal itu semua tidak terwujud. Hal ini sangatlah penting, mengingat bahwa selain perlunya akses untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan bagi masyarakat di Gaza tapi juga harus dipastikan bahwa rekonstruksi untuk tempat tinggal dan mata pencaharian harus dapat dilaksanakan.

Sangatlah jelas bahwa hanya solusi jangka panjang dan berkesinambungan antara Israel dan Palestinalah yang diperlukan untuk menghindari agar insiden tragis ini tidak terulang lagi. Penyelesaian jangka panjang tersebut adalah Solusi Dua Negara untuk mencapai sebuah negara Palestina yang hidup berdaulat dan berdampingan secara damai dengan negara Israel serta jaminan keamanan yang diakui oleh negara-negara sekitarnya.


*Admin: Disini kami hanya bermaksud untuk menambah tsaqofah tentang pandangan negara lain (yang cukup strategis) terhadap isu Palestina. Bukan berarti kami pro atau kontra dengan pandangan tersebut.
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Global lntifada

Jumat, 04 Juni 2010


Oleh: Riza Noer Arfani*
---
BAGAIMANA episode blockade Gaza pasca-insiden penyerangan Mavi Marmara oleh pasukan Israel akan berakhir? Ke mana akhir ceritanya?

Mavi Marmara adalah simbol bagi dimulainya gerakan 'intifada baru'. Sebuah gerakan populer masyarakat sipil dengan kekuatan yang lebih dahsyat: menentang tidak saja blockade Gaza, tetapi juga berbagai keputusan sepihak lsrael yang anti-perikemanusiaan terhadap Bangsa Palestina. Jika intifada lama dimasyarakatkan oleh Bangsa Palestina sendiri, intifada baru mengandung berbagai elemen masyarakat sipil sans frontieres, tanpa batas. Masyarakat pendukungnya berasal dari mana saja, dari berbagai penjuru dunia, dari berbagai lapisan sosial, kultural dan ideologis. Sebuah Global lntifada.

Apa yang ditentang oleh gerakan intifada baru ini? Pada intinya, baik intifada lama maupun yang baru sama-sama menentang aksi di luar perikemanusiaan yang dipertontonkan Israel. Kalau intifada pada penghujung dasawarsa,1980-an dipicu oleh aksi brutal Zionis Israel di berbagai kamp pengungsian Bangsa Palestina (termasuk di antara yang paling brutal di Sabra dan Shatila), maka intifada di penghujung dasawarsa 2000-an dipicu oleh keengganan Israel untuk mengikuti proses perundingan damai yang dirancang masyarakat internasional. Dengan dalih menguber para pelaku teror, misalnya, Israel memblokade Jalur Gaza sejak tiga tahun lalu yang berakibat pada tertutupnya pasokan kebutuhan dasar penduduk Gaza.

Perilaku semacam itulah yang kemudian memicu aksi solidaritas masyarakat intemasional yang bersimpati pada penduduk Gaza yang terisolir. Aksiyang didukung oleh beragam kalangan itu rupanya tidak masuk dalam kalkulasi politik dan strategi militer Israel. Pemerintahan Tel Aviv beranggapan bahwa pada akhirnya pemerintahan Gaza yang dikuasai oleh Hamas akan tunduk pada kemauannya. Setelah tiga tahun bertahan -karena kemudian mendapat dukungan dari Mesir yang dulu pemah menjadi sekutu terdekat Bangsa Palestina- tindakan blockade itu akhirnya mendapat perlawanan. Bukan dari Hamas atau penduduk Gaza, tetapi masyarakai sipil internasional.

Brutalitas Israel harus berhadapan dengan aksi simpatik masyarakat intemasional. Kalkulasi politik Machiavellian-Hobbesian ala Israel berbalas aksi Kantian Wilsonian ala Mavi Marmara, Aid Flotilla dan kawan-kawan. Pada awalnya memang Israel-lah yang menang, para aktivis anti-blokade Gaza harus menelan pil maha pahit menjadi korban serangan pasukan Israel dan bantuan gagal disalurkan. Namun pada akhimya, strategi israel memblokade Gaza akan menjadi senjata makan tuan ketika berhadapan dengan bola salju Intifada Global. Mengapa?

Ada 2 (dua) faktor yang dapat menjelaskannya. Pertama, penyelesaian soal Gaza dan juga akhimya status Kenegaraan Palestina dan lbukota Jerussalem hanya dapat ditempuh lewat jalur perundingan damai, bukan adu-kekuatan militer. Dari sisi ini, strategi militer Israel yang sebelumnya sangat mengandalkan dukungan Amerika Serikat (AS) kini mulai berantakan ketika Presiden AS Barack Obama mulai menunjukkan sikap berbeda, terutama ketika menangani isu pembangunan pemukiman dan Jerussalem. Dengan dukungan yang semakin melemah, front diplomatik yang mendukung strategi militer Israel dapat dipastikan tidak akan efektif.

Kedua, gerakan masyarakat sipil intemasional yang dipelopori aksi berani para aktivis kemanusiaan menembus blockade Gaza melalui jalur laut itu akan diikuti oleh serangkaian aksi sejenis dengan multitude yang semakin besar dan dengan intensitas yang semakin tinggi. Propaganda lsrael yang menyebut Hamas sebagai biang kerok anti-perundingan damai kini harus bersandingan dengan liputan gencar media massa internasional yang mengekspos keberingasan pasukan Israel ketika berhadapan dengan masyarakat sipil tak bersenjata. Selain harus bedarung di front diplomasi, kini Isarel juga mempertaruhkan kredibilitasnya sebagai bangsa yang beradab di hadapan bangsa-bangsa beradab lainnya.

Walhasil, Israel harus berhadapan dengan kenyataan bahwa cara yang selama ini ditempuh harus segera direvisi. Selama ini rezim Zionis ini berusaha meyakinkan masyarakat internasional bahwa dirinya adalah korban dari kebrutalan para pelaku teror dari wilayah-wilayah Palestina. Dan blokade Gaza adalah salah satu cara yang dianggap efektif untuk menghentikannya. Kini, opini publik internasional berbalik mempertanyakannya ketika mereka pun mempertontonkan kebrutalan yang tidak masuk akal. Apakah para perancang strategi Israel memang kehilangan akal ketika berhadapan dengan gerakan intifada baru itu? Ataukah mereka tidak siap dan panik?

Sangat mungkin bahwa Israel tidak siap dengan strategi altematif yang menjadikannya kehilangan akal sehat dan panic. Bahwa gertakan demi gertakan terhadap para aktivis Mavi Marmara, Aid Flotilla dan kawan-kawan telah jauh-jauh dilakukan oleh penguasa Israel. Bahwa pun langkah-langkah deterens juga telah ditempuh. Tetapi bahwa motivasi dan semangat para penggerak intifada baru itu yang tak tebendung itulah yang telah mengubah sama sekali kalkulasi politik Israel.

Dan bak bola salju, gerakan itu akan terus membesar dan tak terbendung. Yang paling rapuh diterpa oleh bola salju intifada global itu tentu saja adalah partai berkuasa Israel, Likud dan mitra koalisinya. Dalam jangka pendek dan menengah, intifada global akan menggoyahkan kekuatan mereka. Dalam jangka panjang, ia akan mampu mengubah lanskap diplomasi kawasan Timur Tengah, terutama dari sudut pandang Israel dan sekutu terdekatnya, Amerika Serikat.

*(Penulis adalah Staf Pengaiar pada Jurusan llmu Hubungan Intemasional UGM dan peneliti pada Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian /PSKP UGM)

--sumber: Koran Kedaulatan Rakyat halaman 1 (Jum'at 4 Juni 2010)--


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Kisah Keoknya Pasukan Komando Israel

Rabu, 02 Juni 2010

TEMPO Interaktif- Pasukan komando Israel sudah lama dikenal sebagai pembunuh andal. Mereka mampu bergerak cepat dan mematikan. Tapi, dalam operasi di geladak kapal misi kemanusiaan Mavi Marmara, Minggu subuh lalu, sesungguhnya pasukan ini gagal total.

Keberhasilan mereka membunuh sekurangnya 10 aktivis harus ditebus dengan kemarahan dunia. Mereka juga harus menanggung malu karena dua anggota pasukan khususnya terluka parah akibat perlawanan para aktivis yang tidak bersenjata.

Bagaimana kegagalan ini terjadi? Ynetnews, harian Israel, menyebutkan kegagalan sudah terjadi ketika pasukan diterjunkan dari helikopter. Teori dasar yang diajarkan pada pasukan khusus itu adalah, jangan pernah bergerak sendirian, usahakan selalu bersama anggota pasukan lain.

Teori itu tak berlaku di geladak Marmara. Mengira tak akan mendapat perlawanan sengit, pasukan komando turun satu demi satu dari helikopter, menggunakan tali. Di bawah, tentu saja mereka tidak disambut kalungan bunga. Yang mereka terima adalah serbuan puluhan aktivis yang menggebuk dengan berbagai senjata seadanya, dari kayu, besi, hingga kunci Inggris.

Dengan susah payah semua anggota pasukan komando ini akhirnya berhasil mendarat. Tapi kondisi mereka sudah babak-belur. Dua di antaranya bahkan pingsan, dan senjatanya dirampas.

Merasa terdesak, komandan pasukan memerintahkan menembak dengan peluru karet dan melemparkan granat pengejut. Ini pun tak membuat ratusan aktivis di geladak gentar. Mereka makin bersemangat melawan. Saat pasukan makin terpojok inilah, perintah maut itu dikeluarkan: gunakan peluru tajam. Rentetan tembakan segera melumpuhkan belasan aktivis dan menewaskan sekurangnya 10 orang.

Lembaga analisis intelijen Debka, yang berbasis di Yerusalem, menyebutkan bahwa pasukan komando itu memang kagok. Mereka bukan pasukan antihuru-hara. Mereka adalah pasukan pembunuh. Ketika menghadapi perlawanan para aktivis, mereka bingung karena diminta tidak mengambil alih kapal dengan menimbulkan korban jiwa. “Bahkan polisi perbatasan Israel yang biasa menangani orang-orang Palestina lebih terlatih dari pasukan khusus itu,” demikian Debka menulis.

Pertanyaan yang juga muncul adalah: mengapa pasukan komando itu tidak melakukan operasi diam-diam saja, misalnya menyabotase mesin kapal sehingga bisa diambil alih? Ternyata opsi ini sempat dipikirkan saat operasi dirancang, tapi tak dipakai karena kapal Mavi Marmara terlalu besar. Jika mesin kapal disabot, sulit buat pasukan Israel untuk menyeret kapal besar itu ke wilayah mereka. Maka, jadilah opsi penerjunan yang kemudian membawa bencana itu yang dipilih.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebutkan, pasukan komando dalam posisi membela diri karena diserang. Untuk memperkuat argumen ini, Departemen Pertahanan Israel kemudian merilis rekaman video penyerbuan. Argumen yang aneh, karena video itu jelas-jelas menunjukkan pasukan Israel menyerbu kapal. Mana ada pasukan menyerbu lalu tiba-tiba mengaku membela diri.


*sumber: tempointeraktif.com
----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Gaza Tidak Membutuhkanmu!

Selasa, 01 Juni 2010


Oleh: Santi Soekanto
Ibu rumah tangga dan wartawan yang ikut dalam kafilah Freedom Flotilla to Gaza yang diserbu tentara Israel 30 Mei 2010.
---

Di atas M/S Mavi Marmara, di Laut Tengah, 180 mil dari Pantai Gaza.

Sudah lebih dari 24 jam berlalu sejak kapal ini berhenti bergerak karena sejumlah alasan, terutama menanti datangnya sebuah lagi kapal dari Irlandia dan datangnya sejumlah anggota parlemen beberapa negara Eropa yang akan ikut dalam kafilah Freedom Flotilla menuju Gaza. Kami masih menanti, masih tidak pasti, sementara berita berbagai ancaman Israel berseliweran.

Ada banyak cara untuk melewatkan waktu – banyak di antara kami yang membaca Al-Quran, berzikir atau membaca. Ada yang sibuk mengadakan halaqah. Beyza Akturk dari Turki mengadakan kelas kursus bahasa Arab untuk peserta Muslimah Turki. Senan Mohammed dari Kuwait mengundang seorang ahli hadist, Dr Usama Al-Kandari, untuk memberikan kelas Hadits Arbain an-Nawawiyah secara singkat dan berjanji bahwa para peserta akan mendapat sertifikat.

Wartawan sibuk sendiri, para aktivis – terutama veteran perjalanan-perjalanan ke Gaza sebelumnya – mondar-mandir; ada yang petantang-petenteng memasuki ruang media sambil menyatakan bahwa dia "tangan kanan" seorang politisi Inggris yang pernah menjadi motor salah satu konvoi ke Gaza.

Activism

Ada begitu banyak activism, heroism. Bahkan ada seorang peserta kafilah yangmengenakan T-Shirt yang di bagian dadanya bertuliskan "Heroes of Islam" alias "Para Pahlawan Islam." Di sinilah terasa sungguh betapa pentingnya menjaga integritas niat agar selalu lurus karena Allah Ta'ala.

Yang wartawan sering merasa hebat dan powerful karena mendapat perlakuan khusus berupa akses komunikasi dengan dunia luar sementara para peserta lain tidak. Yang berposisi penting di negeri asal, misalnya anggota parlemen atau pengusaha, mungkin merasa diri penting karena sumbangan material yang besar terhadap Gaza.

Kalau dibiarkan riya akan menyelusup, na'udzubillahi min dzaalik, dan semua kerja keras ini bukan saja akan kehilangan makna bagaikan buih air laut yang terhempas ke pantai, tapi bahkan menjadi lebih hina karena menjadi sumber amarah Allah Ta'ala.

Mengerem

Dari waktu ke waktu, ketika kesibukan dan kegelisahan memikirkan pekejaan menyita kesempatan untuk duduk merenung dan tafakkur, sungguh perlu bagiku untuk mengerem dan mengingatkan diri sendiri. Apa yang kau lakukan Santi? Untuk apa kau lakukan ini Santi? Tidakkah seharusnya kau berlindung kepada Allah dari ketidakikhlasan dan riya? Kau pernah berada dalam situasi ketika orang menganggapmu berharga, ucapanmu patut didengar, hanya karena posisimu di sebuah penerbitan? And where did that lead you? Had that situation led you to Allah, to Allah's blessing and pleasure, or had all those times brought you Allah's anger and displeasure?

Kalau hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini, Subhanallah, sungguh banyak orang yang jauh lebih layak dihargai oleh seisi dunia di sini. Mulai dari Presiden IHH Fahmi Bulent Yildirim sampai seorang Muslimah muda pendiam dan shalihah yang tidak banyak berbicara selain sibuk membantu agar kawan-kawannya mendapat sarapan, makan siang dan malam pada waktunya. Dari para ulama terkemuka di atas kapal ini, sampai beberapa pria ikhlas yang tanpa banyak bicara sibuk membersihkan bekas puntung rokok sejumlah perokok ndableg.

Kalau hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini, Subhanallah, di tempat ini juga ada orang-orang terkenal yang petantang-petenteng karena ketenaran mereka.

Semua berteriak, "Untuk Gaza!" namun siapakah di antara mereka yang teriakannya memenangkan ridha Allah? Hanya Allah yang tahu.

Gaza Tak Butuh Aku

Dari waktu ke waktu, aku perlu memperingatkan diriku bahwa Al-Quds tidak membutuhkan aku. Gaza tidak membutuhkan aku. Palestina tidak membutuhkan aku.

Masjidil Aqsha milik Allah dan hanya membutuhkan pertolongan Allah. Gaza hanya butuh Allah. Palestina hanya membutuhkan Allah. Bila Allah mau, sungguh mudah bagiNya untuk saat ini juga, detik ini juga, membebaskan Masjidil Aqsha. Membebaskan Gaza dan seluruh Palestina.

Akulah yang butuh berada di sini, suamiku Dzikrullah-lah yang butuh berada di sini karena kami ingin Allah memasukkan nama kami ke dalam daftar hamba-hambaNya yang bergerak - betapa pun sedikitnya - menolong agamaNya. Menolong membebaskan Al-Quds.

Sungguh mudah menjeritkan slogan-slogan, Bir ruh, bid dam, nafdika ya Aqsha. Bir ruh bid dam, nafdika ya Gaza!

Namun sungguh sulit memelihara kesamaan antara seruan lisan dengan seruan hati.

Cara Allah Mengingatkan

Aku berusaha mengingatkan diriku selalu. Namun Allah selalu punya cara terbaik untuk mengingatkan aku.

Pagi ini aku ke kamar mandi untuk membersihkan diri sekedarnya - karena tak mungkin mandi di tempat dengan air terbatas seperti ini, betapa pun gerah dan bau asemnya tubuhku.

Begitu masuk ke salah satu bilik, ternyata toilet jongkok yang dioperasikan dengan sistem vacuum seperti di pesawat itu dalam keadaan mampheeeeet karena ada dua potongan kuning coklaaat menyumbat lubangnya! Apa yang harus kulakukan? Masih ada satu bilik dengan toilet yang berfungsi, namun kalau kulakukan itu, alangkah tak bertanggung-jawabnya aku rasanya? Kalau aku mengajarkan kepada anak-anak bahwa apa pun yang kita lakukan untuk membantu mereka yang fii sabilillah akan dihitung sebagai amal fii sabilillah, maka bukankah sekarang waktunya aku melaksanakan apa yang kuceramahkan?

Entah berapa kali kutekan tombol flush, tak berhasil. Kotoran itu ndableg bertahan di situ. Kukosongkan sebuah keranjang sampah dan kuisi dengan air sebanyak mungkin – sesuatu yang sebenarnya terlarang karena semua peserta kafilah sudah diperingatkan untuk menghemat air - lalu kusiramkan ke toilet.

Masih ndableg.
Kucoba lagi menyiram
Masih ndableg.
Tidak ada cara lain. Aku harus menggunakan tanganku sendiri

Kubungkus tanganku dengan tas plastik. Kupencet sekali lagi tombol flush. Sambil sedikit melengos dan menahan nafas, kudorong tangan kiriku ke lubang toilet.

Blus!
Si kotoran ndableg itu pun hilang disedot pipa entah kemana

Lebih dari 10 menit kemudian kupakai untuk membersihkan diriku sebaik mungkin sebelum kembali ke ruang perempuan, namun tetap saja aku merasa tak bersih. Bukan di badan, mungkin, tapi di pikiranku, di jiwaku.

Ada peringatan Allah di dalam kejadian tadi - agar aku berendah-hati, agar aku ingat bahwa sehebat dan sepenting apa pun tampaknya tugas dan pekerjaanku, bila kulakukan tanpa keikhlasan, maka tak ada artinya atau bahkan lebih hina daripada mendorong kotoran ndableg tadi.

Allahumaj'alni minat tawwabiin
Allahumaj'alni minal mutatahirin
Allahumaj'alni min ibadikassalihin

29 Mei 2010, 22:20

.....

*Santi Soekanto adalah salah satu dari 12 WNI di kapal Mavi Marmara yang diserbu Israel. Sebelum penyerbuan itu, Santi sempat mengirimkan surat elektronik (diatas) yang sangat menyentuh.

Surat jurnalis Hidayatullah ini bertajuk 'Gaza Tidak Membutuhkanmu!' yang dikirim pada Minggu 30 Mei 2010, atau sehari sebelum serangan Israel. Surat ini dibuat di atas kapal Mavi Marmara saat masih berada di Laut Tengah, 180 mil dari Pantai Gaza.

Saat itu, Santi dan anggota tim Freedom Flotilla lain tengah menunggu kedatangan tim lain untuk nanti sama-sama berangkat ke Gaza. Namun kabar akan serangan Israel sudah beredar.

"Kami masih menanti, masih tidak pasti, sementara berita berbagai ancaman Israel berseliweran," kata Santi dalam pembukaan suratnya.

Santi berbagi pengalamannya bertemu dengan ratusan orang dengan berbagai latar belakang. Masing-masing dengan gayanya sendiri. Ada anak buah politisi Inggris yang petantang-petenteng, sampai aktivis perempuan muslimah yang pendiam, namun cekatan untuk memastikan semua rombongan bisa makan tepat waktu.

*sumber: detik.com
---

posted by: pkspiyungan.blogspot.com
 
© Copyright PIYUNGAN ONLINE
fixedbanner