NEWS UPDATE :

Profesor New York University Temukan Hidayah di Afghan

Jumat, 30 April 2010

Profesor beragama asli Yahudi ini mengaku takjub melihat kehidupan orang Pakistan dan Afghan. Ketakjuban membawanya menuju Islam
--
Oleh: M. Syamsi Ali

DUA minggu lalu, selepas Jumat saya menemukan secarik kertas di atas meja kantor saya di Islamic Cultural Center of New York . Isinya kira-kira berbunyi, “I have been trying to reach you but never had a good luck! Would you please call me back? Karen.”

Berhubung karena berbagai kesibukan lainnya, saya menunda menelepon balik Karen hingga dua hari lalu. “Oh! thank you so much for getting back to me!” jawabnya ketika saya perkenalkan diri dari Islamic Center of New York. “I am really sorry for delaying to call you back,” kataku, sambil menanyakan siapa dan apa latar belakang sang penelpon.

“Hi, I am sorry! My name is Karen Henderson, and I am a professor at the NYU (New York University),” katanya.

“And so what I can do for you?” tanyaku. Dia kemudian menanyakan jika saya ada beberapa menit untuk berbicara lewat telepon. “Yes, certainly I have, just for you, professor!" candaku. "Oh.. that is so kind of you!” jawabnya.

Karen kemudian bercerita panjang mengenai dirinya, latar belakang keluarganya, profesinya, dan bahkan status sosialnya.

“Saya adalah seorang professor yang mengajar sosiologi di New York University,” demikian dia memulai. Namun menurutnya lagi, sebagai sosiolog, dia tidak saja mengajar di universitas tapi juga melakukan berbagai penelitian di berbagai tempat, termasuk luar negeri.

Karen sudah pernah mengunjungi banyak negara untuk tujuan penelitiannya, termasuk dua negara yang justru disebutnya sebagai sumber inspirasi. Yaitu Pakistan dan Afghanistan.

"Saya menghabiskan lebih dari 3 tahun di negara ini, sebagian besar di desa-desa," katanya. "Selama tiga tahun, saya punya banyak kenangan tentang orang-orang. Mereka sangat menakjubkan," lanjutnya.

Tidak terasa Karen berbicara di telepon hampir 20 menit. Sementara saya hanya mendengarkan dengan serius dan tanpa menyela sekalipun. Selain itu Karen berbicara dengan sangat menarik, informatif, dan disampaikan dalam bahasa yang jelas, membuat saya lebih tertarik mendengar. Mungkin karena dia adalah seorang professor, jadi dalam berbicara dia sangat sistematis dan eloquent.

"Karen, itu adalah cerita yang sangat menarik. Saya yakin apa yang Anda lakukan seperti pengalamanku juga. Saya tinggal di Pakistan 7 tahun, dan memiliki kesempatan untuk mengunjungi banyak daerah-daerah yang tidak Anda sebutkan, " kataku.

"Tapi apa kau ingin menceritakan cerita ini?" tanyaku Lagi

Nampaknya Karena menarik napas, lalu menjawab. Tapi kali ini dengan suara lembut dan agak lamban.

"Sir, saya ingin tahu Islam lebih lanjut, agama orang-orang ini. Mereka adalah orang-orang manis, dan saya pikir saya telah terinspirasi oleh mereka dalam banyak hal, " katanya.

Tapi karena waktu yang tidak terlalu mengizinkan untuk saya banyak berbicara lewat telepon, saya meminta Karen untuk datang ke Islamic Center keesokan harinya, Sabtu lalu. Dia pun menyetujui dan disepakatilah pukul 1:30 siang, persis jam ketika saya mengajar di kelas khusus non-muslim, Islamic Forum for non-Muslims.

Keesokan harinya, Sabtu, saya tiba agak telat. Sekitar pukul 12 siang saya tiba, dan pihak security menyampaikan bahwa dari tadi ada seorang wanita menunggu saya. “She is the mosque.” (maksudnya di ruang shalat wanita). Saya segera meminta security untuk memanggil wanita tersebut ke kantor untuk menemui saya.

Tak lama kemudian datanglah seorang wanita dengan pakaian ala Asia Selatan (India Pakistan). Sepasang shalwar dan gamiz, lengkap dengan penutup kepala ala kerudung Benazir Bhutto.

“Hi, sorry for coming earlier! I can wait at the mosque, if you are still busy with other things,” kata wanita baya umur 40-an tahun itu. Dia jelas Amerika berkulit putih, kemungkinan keturunan Jerman.

“Not at all, professor! I am free for you,” jawabku sambil tersenyum.
“Silakan duduk dulu, aku pamit sekitar lima menit," mintaku untuk sekedar melihat-lihat weekend school program hari itu.

Setelah selesai melihat-lihat beberapa kelas pada hari itu, saya kembali ke kantor. “I am sorry Professor!” sapaku.

“Please do call me by name, Karen!” pintanya sambil tersenyum.

“You know, saya lebih senang memanggil seseorang penuh penghormatan. Dan aku benar-benar tak tahu bagaimana harus memanggil Anda,” kataku. "Di sejumlah negara, orang suka dikenal dengan gelar profesional mereka. Tapi aku tahu, di Amerika tidak,” lanjutku sambil ketawa kecil.

Kita kemudian hanyut dalam pembicaraan dalam berbagai hal, mulai dari isu hangat tentang kartun Nabi Muhammad SAW di sebuah komedi kartun Amerika, hingga kepada asal usul Karen itu sendiri.

“Saya adalah seorang kelahiran Yahudi. Orangtua saya orang Yahudi, tetapi Anda tahu, terutama ayahku, dia tidak percaya pada agama lagi,” katanya.

Bahkan menurutnya, ayahnya itu seringkali menilai konsep tuhan sebagai sekedar alat repression (menekan) sepanjang sejarah manusia.

Namun menurut Karen, walaupun tidak percaya agama dan mengaku tidak percaya tuhan, ayahnya masih juga merayakan hari-hari besar Yahudi, seperti Hanukkah, Sabbath, dll.

“Perayaan ini, sebagai orang Yahudi kebanyakan, tidak lebih dari warisan tradisi, “ jelasnya. "Yudaisme adalah saya pikir bukan agama, dalam arti lebih tentang budaya dan keluarga, “ tambahnya.

Dalam hatiku saya mengatakan bahwa semua itu bukan baru bagi saya. Sekitar 60 persen atau lebih Yahudi di Amerika Serikat adalah dari kalangan sekte ‘reform’ (pembaharu). Mereka ini ternyata telah melakukan reformasi mendasar dalam agama mereka, termasuk dalam hal-hal akidah atau keyakinan. “Sekte reform” misalnya, sama sekali tidak percaya lagi kepada kehidupan akhirat. Saya masih teringat dalam sebuah diskusi di gereja Marble Collegiate tahun lalu tentang konsep kehidupan.

Pembicaranya adalah saya dan seorang Pastor dan Rabbi dari Central Synagogue Manhattan. Ketika kita telah sampai kepada isu hari Akhirat, Rabbi tersebut mengaku tidak percaya.

Tiba-tiba salah seorang hadirin yang juga murid muallaf saya keturunan Rusia berdiri dan bertanya, “Jadi, jika Anda tidak percaya pada kehidupan setelah kematian, mengapa Anda harus pergi ke rumah ibadat, mengenakan yarmukka, memberi amal, dll? Mengapa Anda merasa perlu untuk bersikap jujur, bermanfaat untuk orang lain? Dan mengapa kita harus menghindari hal-hal yang harus kita hindari? " begitu pertanyaannya kala itu.

Sang Rabbi hanya tersenyum dan menjawab singkat, “Kami melakukan semua karena apa yang harus kita lakukan,” ujarnya. Mendengar jawaban sang Rabbi, semua hadirin hanya tersenyum, dan bahkan banyak yang tertawa.

Kembali ke Karen, kita kemudian hanyut dalam dialog tentang konsep kebahagiaan. Menurutnya, sebagai seorang sosiolog, dia telah melakukan banyak penelitian dalam berbagai hal yang berkaitan dengan bidangnya. Pernah ke Amerika Latin, Afrika, beberapa negara Eropa, dan juga Asia , termasuk Asia Selatan."Tapi satu hal yang harus aku ceritakan padamu, orang-orang Pakistan dan Afghan adalah orang-orang sangat menakjubkan,” katanya mengenang.

"Apa yang membuat Anda benar-benar heran tentang mereka,” tanyaku.

“Banyak, religiusitas mereka. Antara lain komitmen mereka terhadap agama. Tapi saya rasa yang paling menakjubkan tentang mereka adalah kekuatan mereka, dan bertahan lama di alam dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

"Aku heran bagaimana orang-orang ini begitu kuat dan tampak bahagia meski kehidupan yang sangat menantang.”

Saya tidak pernah menyangka kalau Karen tiba-tiba meneteskan airmata di tengah-tengah pembicaraan kami. Dia seorang professor yang senior, walau masih belia dalam umur. Tapi juga pengalamannya yang luar biasa, menjadikan saya lebih banyak mendengar.

Di tengah-tengah membicarakan ‘kesulitan hidup’ orang-orang Afghanistan dan Pakistan, khususnya di daerah pegunungan-pegunungan, dia meneteskan airmata tapi sambil melemparkan senyum. “I am sorry, saya sangat emosional dengan kisah ini,” katanya.

Segera saya ambil kendali. Saya bercerita tentang konsep kebahagiaan menurut ajaran Islam. Bahkan berbicara panjang lebar tentang kehidupan dunia sementara, dan bagaimana Islam mengajarkan kehidupan akhirat itu sendiri.

"Tidak peduli bagaimana Anda menjalani hidup Anda di sini, itu adalah sementara dan tidak memuaskan. Harus ada beberapa tempat, kadang di mana kita akan hidup kekal, di mana semua mimpi dan harapan akan terpenuhi, " jelasku. “Keyakinan ini memberi kita kekuatan besar dan tekad untuk menjalani hidup kita sepenuhnya, tidak peduli bagaimana situasi dapat mengelilingi kehidupan itu sendiri,” jelasku.

Tanpa terasa adzan Dhuhur dikumandangkan. Saya pun segera berhenti berbicara. Nampaknya Karen paham bahwa ketika adzan didengarkan, maka kita seharusnya mendengarkan dan menjawab. Mungkin dia sendiri tidak paham apa yang seharusnya diucapkan, tapi dia tersenyum ketika saya meminta maaf berhenti berbicara.

Setelah adzan, saya melanjutkan sedikit, lalu saya tanya kepada Karen, "Jadi, apa yang benar-benar membuat Anda menelepon saya?”

"Saya ingin memberitahu Anda bahwa pikiran saya terus-menerus mengingat orang-orang itu. Memori saya mengingatkan saya tentang bagaimana mereka bahagia, sementara kita, di Amerika hidup dalam keadaan mewah, tapi penuh kekurangan kebahagiaan,” ujarnya seolah bernada marah.

"Tapi kenapa kau harus datang dan membicarakan dengan saya?" pancingku lagi.

Karen merubah posisi duduknya, tapi nampak sangat serius lalu berkata. "Aku sudah memikirkan ini untuk waktu yang cukup lama. Tapi aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana untuk melanjutkan itu. Aku ingin menjadi seorang muslim,” ujarnya mantap.

Saya segera menjelaskan bahwa untuk menjadi muslim itu sebenarnya sangat mudah. Yang susah adalah proses menemukan hidayah. Jadi nampaknya Anda sudah melalui proses itu, dan kini sudah menuju kepada jenjang akhir.

"Pertanyaan saya adalah apakah Anda benar-benar yakin bahwa ini adalah agama yang Anda yakini sebagai kebenaran, “ kataku.

"Ya, tentu tidak diragukan lagi!" Jawabnya tegas.

Saya segera memanggil salah seorang guru weekend school wanita untuk mengajarkan kepada Karen mengambil wudhu. Ternyata dia sudah bisa wudhu dan shalat, hanya belum hafal bacaan-bacaan shalat tersebut.

Selepas shalat Dhuhur, Karen saya tuntun melafalkan, “Asy-hadu an laa ilaaha illa Allah wa asy-hadu anna Muhammadan Rasul Allah” dengan penuh khusyu’ dan diikuti pekikan takbir ratusan jamaah yang hadir.

Hanya doa yang menyertai, semoga Karen Henderson dijaga dan dikuatkan dalam iman, tumbuh menjadi pejuang Islam di bidangnya sebagai profesor ilmu-ilmu sosial di salah satu universitas bergengsi di AS. Amin!

[New York, 26 April 2010]

*www.hidayatullah.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Arah Kiblat Masjid di Yogyakarta Dibenahi


YOGYAKARTA-- Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta menyatakan terus melakukan pembenahan arah kiblat sejumlah masjid dan mushala sehingga jumlah tempat ibadah dengan arah kiblat yang tidak benar tinggal 10 persen.

"Banyak masjid dan mushala yang sudah membenarkan arah kiblatnya. Masjid dan mushala yang belum membenarkan arah kiblatnya tinggal sedikit saja," kata Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam dan Pemberdayaan Masjid Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta Nasiruddin di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, pihaknya beserta tim dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terus melakukan pembenaran arah kiblat masjid atau mushala di Yogyakarta. Namun demikian, pembenaran arah kiblat tersebut, lanjut dia, baru akan dilakukan apabila ada permintaan dari masyarakat atau pengurus masjid.

Ia menyatakan, penyebab masih adanya masjid dengan arah kiblat yang tidak benar atau tidak mengarah ke Kabah, karena saat dibangun tidak dilakukan pengukuran arah kiblat yang sebenar-benarnya, atau hanya berpatokan ke arah barat. "Padahal, untuk mengukur arah masjid agar benar tersebut tidak terlalu rumit. Sudah ada alat khusus dan hanya membutuhkan waktu paling lama sekitar 30 menit," katanya.

Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu mengeluarkan uang untuk mengukurkan arah kiblat masjid atau mushala kepada petugas dari Kantor Kementerian Agama. Apabila sebuah masjid atau mushala dinyatakan salah arah kiblat, kata dia, maka tidak perlu mengubah seluruh bangunan masjid tetapi hanya membetulkan shaf saja sehingga kemiringannya sesuai arah kiblat.

Nasiruddin menyatakan, di Kota Yogyakarta terdapat sebanyak 450 masjid, dan 411 mushala dengan 802 takmir.

*Republika
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Jadilah Kitab Walau tanpa Judul

Kamis, 29 April 2010

Oleh: KH Hilmi Aminuddin
(Ketua Majelis Syura PKS)
---
Kun kitaaban mufiidan bila 'unwaanan, wa laa takun 'unwaanan bila kitaaban. Jadilah kitab yang bermanfaat walaupun tanpa judul. Namun, jangan menjadi judul tanpa kitab.

Pepatah dalam bahasa Arab itu menyiratkan makna yang dalam, terutama menyangkut kondisi bangsa saat ini yang sarat konflik perebutan kekuasaan dan pengabaian amanah oleh pemimpin-pemimpin yang tidak menebar manfaat dengan jabatan dan otoritas yang dimilikinya. Bangsa ini telah kehilangan ruuhul jundiyah, yakni jiwa ksatria. Jundiyah adalah karakter keprajuritan yang di dalamnya terkandung jiwa ksatria sebagaimana diwariskan pejuang dan ulama bangsa ini saat perjuangan kemerdekaan.

Semangat perjuangan (hamasah jundiyah) adalah semangat untuk berperan dan bukan semangat untuk mengejar jabatan, posisi, dan gelar-gelar duniawi lainnya (hamasah manshabiyah). Saat ini, jiwa ksatria itu makin menghilang. Sebaliknya, muncul jiwa-jiwa kerdil dan pengecut yang menginginkan otoritas, kekuasaan, dan jabatan, tetapi tidak mau bertanggung jawab, apalagi berkurban. Yang terjadi adalah perebutan jabatan, baik di partai politik, ormas, maupun pemerintahan. Orang berlomba-lomba mengikuti persaingan untuk mendapatkan jabatan, bahkan dengan menghalalkan segala cara. Akibatnya, di negeri ini banyak orang memiliki "judul", baik judul akademis, judul keagamaan, judul kemiliteran, maupun judul birokratis, yang tanpa makna. Ada judulnya, tetapi tanpa substansi, tanpa isi, dan tanpa roh.

Padahal, ada kisah-kisah indah dan heroik berbagai bangsa di dunia. Misalnya, dalam Sirah Shahabah, disebutkan bahwa Said bin Zaid pernah menolak amanah menjadi gubernur di Himsh (Syria). Hal ini membuat Umar bin Khattab RA mencengkeram leher gamisnya seraya menghardiknya, "Celaka kau, Said! Kau berikan beban yang berat di pundakku dan kau menolak membantuku." Baru kemudian, dengan berat hati, Said bin Zaid mau menjadi gubernur.

Ada lagi kisah lain, yaitu Umar bin Khattab memberhentikan Khalid bin Walid pada saat memimpin perang. Hal ini dilakukan untuk menghentikan pengultusan kepada sosok panglima yang selalu berhasil memenangkan pertempuran ini. Khalid menerimanya dengan ikhlas. Dengan singkat, ia berujar, "Aku berperang karena Allah dan bukan karena Umar atau jabatanku sebagai panglima." Ia pun tetap berperang sebagai seorang prajurit biasa. Khalid dicopot "judul"-nya sebagai panglima perang. Namun, ia tetap membuat "kitab" dan membantu menorehkan kemenangan.

Ibrah yang bisa dipetik dari kisah-kisah tersebut adalah janganlah menjadi judul tanpa kitab; memiliki pangkat, tetapi tidak menuai manfaat. Maka, ruuhul jundiyah atau jiwa ksatria yang penuh pengorbanan harus dihadirkan kembali di tengah bangsa ini sehingga tidak timbul hubbul manaashib, yaitu cinta kepada kepangkatan, jabatan-jabatan, bahkan munafasah 'alal manashib, berlomba-lomba untuk meraih jabatan-jabatan. Semoga.


*sumber: Republika
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

KPK, PPATK & Satgas Hukum Milik Siapa?

Oleh: Nyoman Brahmandita*
Keberadaan berbagai lembaga negara non struktural kini semakin dipertanyakan efektivitasnya. Pasalnya KPK, PPATK, dan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, saat ini lebih mirip sebagai barisan tameng pelindung kekuasaan, sekaligus senjata mematikan lawan-lawan politik kekuasaan.

Makin terlihat gamblang bahwa pembentukan lembaga-lembaga baru di luar kabinet memiliki muatan politik untuk melindungi kekuasaan. Ternyata, tidak semua lembaga-lembaga non struktural maupun lembaga pemerintah non kementerian itu terbukti memperbaiki keadaan.

Hanya di awal pembentukannya saja gembar-gembor semangatnya. Namun seiring perjalanan waktu, semangat itu mulai pudar. Dan yang lebih kental terlihat adalah adanya misi-misi politik untuk tujuan jangka pendek yang tidak ada manfaatnya bagi masyarakat.

Yang tersisa kemudian tinggal lembaga plang nama, dan jadwal rutin tahunan pengajuan anggaran operasional yang hanya menambah beban keuangan negara. Sementara, pada saat yang sama, prestasi dan kinerjanya tidak lebih baik dari lembaga kementerian negara yang ‘digantikan’ fungsinya.

Contoh paling nyata adalah keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komisi yang dibentuk dengan harapan besar untuk memberantas tuntas korupsi, pelan-pelan mulai terdistorsi. Padahal, sebagai lembaga ad hoc yang bersifat sementara, jatah hidup KPK memiliki batasan waktu.

KPK semula dibentuk untuk mempercepat pemberantasan korupsi hingga ke akar-akarnya. Lembaga ini dibentuk karena kejaksaan dan kepolisian dianggap tidak mampu memberantas korupsi.

Bila insitusi kejaksaan dan kepolisian sudah mampu membabat korupsi, KPK pun lantas dibubarkan. Fungsi pencegahan, pemberantasan dan penindakan korupsi pun dikembalikan sepenuhnya kepada dua institusi itu.

Namun, toh KPK tidaklah sehebat yang diharapkan semula. Saat merebak kasus Cicak vs Buaya, dukungan masyarakat terhadap KPK sangat besar. Ketika itu, tampak bahwa KPK benar-benar milik rakyat.

Tetapi ketika harus menyelesaikan dugaan penyimpangan kewenangan dalam kasus Bank Century, KPK tiba-tiba impoten. KPK seperti hendak melindungi suatu kepentingan dengan segala macam dalih dan kilah. Kini KPK seolah bukan lagi milik rakyat, tetapi milik penguasa.

Perlindungan kepentingan itu tampak nyata saat KPK harus memeriksa mantan Gubernur BI Boediono dan mantan Ketua KSSK Sri Mulyani. Untuk melakukan pemeriksaan itu, KPK bahkan harus menggunakan berbagai istilah eufimisme.

Lebih lucu lagi, sebagai pemeriksa, KPK harus sowan ke kantor para terperiksa. Padahal ketika diperiksa sebagai saksi kasus korupsi biaya impor kereta api ex Jepang yang terjadi di Kementerian Perhubungan, Hatta Rajasa yang kini menjabat Menko Perekonomian bersedia datang ke kantor KPK.

Nah, sekarang KPK memberikan perlakuan istimewa kepada Sri Mulyani. Padahal Sri Mulyani dan Hatta Rajasa sama-sama menteri, dan sama-sama warga negara yang memiliki kedudukan sama di depan hukum.

KPK justru melakukan diskriminasi perlakuan hukum, sesuatu yang sesungguhnya sangat tidak pantas dilakukan penegak hukum. Diskriminasi ini justru memperlihatkan bahwa KPK hendak melindungi suatu kepentingan dan kekuatan besar di balik kasus Century.

Hal yang sebangun dan serupa terjadi pula pada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Bayangkan, dalam kasus korupsi Gayus Tambunan dan Susno Duadji, PPATK sangat cekatan dan rajin membongkar data-data aliran sesat duit korupsi.

Tetapi ketika didesak DPR dan publik untuk membongkar aliran dana talangan Bank Century, PPATK dengan tegas dan kekeuh menolaknya, sembari berlindung di balik ayat-ayat kerahasian perbankan.

Penolakan PPATK membuka aliran dana talangan Bank Century itu justru semakin menegaskan peran lembaga itu sebagai tameng pelindung kepentingan besar yang bermain di belakang kasus Century.

Satgas Pemberantasan Mafia Hukum pun mengidap sindrom yang sama. Satgas yang salah satu anggotanya adalah Ketua PPATK itu, tampak memainkan strategi tebang pilih. Kasus yang diungkap lebih mirip aksi balas dendam atau mengalihkan perhatian masyarakat dari kelanjutan penangangan kasus Century.

Menilik kinerja lembaga-lembaga non struktural itu yang lebih mirip body guard untuk kepentingan kekuasaan, maka keberadaannya harus segera ditinjau ulang. Sebab pada dasarnya, lembaga-lembaga tersebut bukan alat-alat perlengkapan negara.

Seharusnya, alat perlengkapan negara adalah institusi yang bertindak untuk dan atas nama negara. Sebagai alat perlengkapan negara, lembaga-lembaga itu seharusnya juga menjalankan tugas-tugas negara.

Tetapi kenyataan justru menunjukkan kebalikannya. Lembaga-lembaga tersebut lebih mengakomodasi tugas-tugas untuk menjaga serta melindungi kepentingan dan keamanan pemerintahan berkuasa. Maka yang terjadi justru duplikasi dan distorsi fungsi-fungsi kementerian yang notabene merupakan alat-alat perlengkapan negara yang sebenarnya. [mdr]


*sumber: inilah.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

IPW Desak Polisi Perlakukan Misbakhun Secara Fair

Rabu, 28 April 2010

JAKARTA- Indonesia Police Watch (IPW) menyayangkan sikap polri yang mendahulukan penanganan kasus L/C fiktif dengan tersangka Misbakhun ketimbang skandal Bank Century.

Padahal kasus Bank Century sudah mendapatkan rekomendasi dari Pansus DPR dan memiliki dampak sistemik.

“Tanpa mengurangi penghormatan atas penegakan hukum, IPW menuntut agar Polri bertindak fair, dan correct dalam menangani perkara Misbakhun,” ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada okezone di Jakarta, rabu (28/4/2010).

Dengan bersikap netral dalam kasus Misbakhun, menurut Neta, Polri akan terhindar dari tudingan menjadi alat kekuasaan untuk melakukan kriminalisasi terhadap lawan politik penguasa.

Seperti diketahui, inisiator Hak Angket Century M Misbakhun sejak Senin 26 April malam telah ditahan oleh polisi karena diduga terlibat dalam kasus penerbitan L/C fiktif Bank Century. Penanganan perkara hukum ini tergolong cepat ketimbang skandal Bank Century yang merugikan negara sebesar Rp6,7 triliun.(ful)

*sumber: okezone.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Ta'awun adalah Nafas Kami

Jumat, 23 April 2010

assalamu'alaikum wr wb

'afwan, ana rony sekretaris dpc pks pontianak timur kalimantan barat.

ana sering buka blog dpc pks piyungan, eye catching. boleh nggak ana minta template blog dpc piyungan karena blog kami error di templatenya (bagian read more) sedangkan blog ini baru aja kami buat kemaren.

insyaallah dari template dpc piyungan akan kita modifikasi sesuai dngan keadaan dpc kami.
jazakallah atas bantuannya. kami tunggu jawaban antum.

wassalamu'alaikum wr wb

Dari: DPC PKS Pontianak Timur (infodpcpks@gmail.com)
Kepada: pkspiyungan@yahoo.co.id


.....

satu lagi email dari ikhwah diterima ADMIN blog pkspiyungan pagi ini (23/4/10), jum'at yang penuh barokah. semoga template yang kami kirim ada manfaatnya.

ikatan ukhuwah di jalan da'wah ini sudah lama terbukti lintas geografi, lintas ras, suku dan latarbelakang apapun. ta'awun pun sudah mengalir di setiap nadi ikhwah. di jalan inilah, ikhwah yang tidak pernah bertemu fisik terasa akrab tak ada jarak, karena missing link duniawiyah sudah diputus dengan kesamaan fikroh, kesatuan langkah, dan kebersamaan tujuan.


fawatsiqillahumma robithotaha.....
wa-adim wuddaha....
wahdiha subulaha....


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

DPC Piyungan Semarakkan Muswil DPW PKS Jogja

Rabu, 21 April 2010

by wied
---
From:W, Wawan
Sent:19/04/10 5:58 AM
Dalam rangka MUSWIL keadilan fc piyungan mewakili DPD PKS BANTUL TANDING LAWAN DPD KULON PROGO hari ini senin 19 april 2010 di lap sidokabul jam 16.00 , mohon teman2 kumpul jam 15.30 di pak arif.

Semula dahi ane hanya berkerut, bergumam dalam hati. 'Ini sms kadaluwarsa ko' ya terkirim lagi'. Memang sehari sebelumnya (ahad, 18/04/10) sms yang seperti itu ane terima, Undangan untuk laga ahad sore hari.

Agak siang sekitar jam 10.00, Bp. 'Abdillah (Ketua DD IV) menelepon untuk konfirmasi yang ternyata dua laga untuk dua hari (ahad vs Gunung Kidul, senin vs Kulonprogo).

Sekira jam16, pasukan piyungan mulai berdatangan di TKP. Beberapa ikhwan mulai bergAnti kostum, saling bercengkrama serta salam sapa diantara yang hadir. Setelah masing masing tim berganti kostum.

'Lho... Ko' ada lima tim?', kenyataan di lapangan ada lima full team (kodya, Bantul, Sleman, Kulonprogo dan Gunung Kidul)

Setelah saling kasak kusuk kesana kemari, Bantul 'hanya' mendapat giliran sebagai supporter. Karena Bantul vs. Kulonprogo akan digelar Ahad 25/04/10 di Stadion Kridasana. Nada kecewa menyelinap di antara Laskar Piyungan yang hadir saat itu.

Sesaat kemudian laga pertama dimulai antara DPD Kodya vs. DPD Sleman. Saling unjuk kebolehan diperagakan. Riuh dan gemuruh supporters masing menyemangati tim kesayangan mereka.

'Abii...!!', seorang ukhti kecil (ucil) kira kira empat tahunan ikut memberi semangat abi yang sedang bermain. Dari tengah lapangan si abi nampak lebih PD.

'Abii...!!', lebih keras suara ucil dari pinggir lapangan. Dengan bahasa gerak dan isyarat tangan tetap konsentrasi main bola.

'Abii...!! Mau pipis...!', sontak si abi lari keluar lapangan minta segEra diganti pemain lain. Ternyata ucil kebelet pipis minta di-handle abi.

Itulah sepenggal kisah yang (buat ane tak mau) terlewatkan, kenapa? Sepak bola, sebuah game yang 'paling dekat' dengan kekerasan dan tawuran mampu begitu santun di tangan ikhwan. Tak ada rasa khawatir melepas ucil yang asyik berlarian di pinggir lapangan. Ciri khas yang tak luntur sebagai implementasi dari nilai dan ruh tarbiyah.(wied)


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Salam Ukhuwah dari DPC PKS Banda Raya Aceh

Assalamuailaikum...Wr.Wb.
Salah Ukhwah kami...
Akhi/Ukhti yang dirahmati Allah...kami dari DPC Banda Raya (Aceh) mencoba membuat web dari blogspot.
Setelah kami membuat web,kami kekurangnan animasi atau design dari web itu sendiri.
Setelah kami melihat web antum dari pks piyungan.blogspot...
Kami ingin mendesainnya seperti itu,tapi kami belum tau caranya...
Oleh sebab itu,kami minta pertolongan dari antum sedikit kontribusi ilmu mengenai design web...
caranya bisa dikirim melalui email ini.
Syukran Jazakumullah...semoga amal antum dibalas disisi Allah Swt.

pengirim: mulia rahman (you_mul2006@yahoo.co.id)

....

Pagi ini, email diatas barusan admin baca dan langsung kami kirim email balasan. Mudah-mudahan bisa sedikit membantu dan saling menyemangati di jalan dakwah yang penuh berkah ini.

Buat mulia rahman, tolong alamat web DPC Banda Raya kalau udah mengudara diinfokan di sini biar kami cantumkan di link untuk saling berkunjung dan tentu saling menguatkan di perjalanan panjang nan menawan ujungnya.

"untuk teman-teman semangat dalam berdakwah...!"
"hidup adalah pertarungan.Untuk menjadi manusia yang lebih baik dan lebih bermakna...!"
"Allahu akbar"

[thx buat fighter yang telah berbagi semangat]

[syukron juga buat taniza, masih dinanti tulisan2 catatan perjalanan dakwah, walau sudah tidak di pyongyang lagi]

Piyungan City, 21-04-10

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com
ilustrasi foto diambil dari http://www.galerikeadilan.net

simple life

Jumat, 16 April 2010

Hidup itu sederhana,
kita yang membuatnya jadi rumit dengan 4 hal:

- Rencana yang tidak dilaksanakan
- Janji yang tidak dipenuhi
- Kewajiban yang dilalaikan
- Peraturan yang kita langgar


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PKS: Dibiayai Uang Rakyat, Aparat Harus Lindungi Rakyat

Kamis, 15 April 2010


[detik.com]
- Bentrokan antara polisi dan satpol PP melawan massa di Koja, Jakarta Utara, disesalkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaq pun meminta agar aparat keamanan melindungi masyarakat, bukan menyakiti masyarakat.

"Jangan sampai aparat yang dibiayai dari uang rakyat, justru melukai masyarakat. Ini sangat disayangkan," ujar Luthfi dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Kamis (15/3/2010).

Dalam pandangan anggota Komisi I DPR RI ini, semestinya hal seperti ini tidak terjadi jika pendekatan persuasif yang dikedepankan.

"Dalam negara demokrasi pendekatan persuasif dan dialogis harus dikedepankan," tegas dia.

Menurut Luthfi, bentrok di Tanjung Priok menggambarkan betapa pendekatan dialogis dan persuasif kurang dikedepankan. Akibatnya ongkos sosial (social cost) yang harus dibayar oleh pemerintah sangat besar. Belum lagi kerugian yang ditimbulkan akibat rusaknya berbagai fasilitas umum.

Luthfi berharap, semua pihak dapat mendinginkan suhu yang sempat memanas di Tanjung Priok, sehingga korban dan kerugian bisa diminimalisir.

"Pemerintah Daerah, aparat keamanan, juga perwakilan masyarakat sebaiknya duduk bersama untuk mencari solusi terbaik terhadap persoalan ini," pintanya.


*sumber: detik.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Dialah Lelaki Sejati

Saudaraku, seperti apa sih lelaki sejati itu? Apakah yang kuat dan tegas? Ataukah lemah lembut dan penuh kasih sayang? Apa mungkin juga kombinasi dari keduanya?

Secuil tulisan ini tidaklah cukup untuk melukiskan sosok besar seorang sahabat mulia yang "kehadirannya" serta "kebergabungannya" dalam barisan dakwah tak pernah terlintas secuil pun pada para sahabat yang lain, dialah Umar “Al-Faruq” Radiyallahanhu.

Tahukah kalian, Rasul SAW pernah berdoa kepada Allah untuk menguatkan Islam dengan salah satu dari dua orang : Abu Jahal atau Umar bin Khatab. Dengan ijin Allah, Umarlah yang terpilih. Dibalik sifatnya yang kasar dan keras, hidupnya yang tenggelam dalam kejahiliahan, perasaan bencinya dan niatannya yang ingin membunuh Nabi, ALLAH memilih Umar dan menunjukan hati Umar ketika ayat Qur’an dibacakan.

Tahukah kalian, Rosul SAW pernah menjelaskan bahwa “Allah meletakan kebenaran di lidah dan hati Umar”. Dia adalah sahabat nabi yang keras dan tegas terhadap orang kafir dan kemungkaran, namun lembut hati kepada orang-orang yang beriman. Karenanya ia dijuluki “Al-Faruq”, yang tegas membedakan yang hak dan yang batil. Syaitan pun menyingkir, tidak berani berada di jalan yang akan dilalui Umar.

Tahukah kalian, dibalik keperkasaan seorang Umar, terdapat dua garis hitam di wajahnya karena banyak menangis. Umar yang kuat kerap menangis saat membaca Qur’an, Umar merasa lemah dihadapan Robbnya. Seorang Umar juga luluh hatinya dan menangis karena rengekan anak kecil yang lapar. Bahkan, Umar yang pemberani ini lemas mendengar wafatnya Rasul SAW dan gemetar ketika sahabat Abu Bakar RA mengingatkannya tentang kedudukan Nabi.

Tahukan kalian, dibalik kebernanian Umar di medan perang menghadapi musuh-musuh Allah SWT dan Rasul-Nya, ia adalah sosok seorang suami penyabar. Umar memilih diam saat Istrinya mencereweti dan mengomeli karena suatu perkara. Sahabat yang dijamin masuk Surga Allah itu berlapang hati dan ridha karena melihat jasa-jasa istrinya yang begitu besar melahirkan anak-anaknya dan mengurus Umar dan anak-anak tanpa kenal lelah.

Tahukah kalian, Rosul SAW pernah berkata, “Jikalau ada nabi yang akan datang setelah aku, orang itu adalah Umar“. Namun, Umar tidak pernah merasa mulia, dengan segala kerendahan hatinya ketika ia akan dibai’at Abu Bakar sebagai Kholifah pertama pengganti Nabi, ia berkata, “Andai leherku terjulur di bawah pedang, lantas pedang itu menebasnya sampai putus di jalan Allah adalah lebih baik daripada aku memerintah umat Islam, yang didalamnya ada Abu Bakar”.

Semoga Allah meridhoi para sahabat nabi semuanya.

Dan semoga, Allah Azza wa Jalla akan "menghadirkan" kembali Umar-Umar di zaman ini.

*diedit dari http://azzamdf.multiply.com/journal/item/220/220

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Jangan Tinggalkan Syuro

Rabu, 14 April 2010

by Bachtiar DE
---
From : PKS Jack
Undangan Syuro DPRa PKS Sitimulyo, Selasa 06-04-2010 mulai pukul 17.00 t4 Muhaimin Iskandar(Banyakan).

SMS diatas dikirimkan oleh akh Muhaimain 'Jack' Iskandar Ketua DPRa PKS Sitimulyo kepada seluruh kader yang berada di wilayah kelurahan Sitimulyo, Piyungan.

Syuro yang dipimpin oleh akh Muhaimin Iskandar membahas beberapa agenda, penjadwalan dan teknis lapangan pada semua kegiatan yang akan dilaksanakan pada bulan April 2010 merupakan agenda yang diangkat pada sore menjelang petang yang dihadiri 10 kader ikhwan dan akhwat.

Kegiatan yang akan dilaksanakan pada bulan April 2010 antara lain :
1. Ahad, 11 April 2010 Sosialisasi Pilkada di balaidesa Srimartani dan Pos WK di Gempolsari
2. Ahad, 18 April 2010 Liqo bersama para Akhwat
3. Ahad, 25 April 2010 TRP tempat mbak Pais di karangploso

Satu kegiatan yang masih dalam tahap konfirmasi yakni YANKES, pasalnya persediaan obat yang menjadikan kegiatan ini di undur pelaksanaannya hingga tanggal 02 Mei 2010 dengan kesepakatan syuro bertempat di dusun Banyakan.

Tepat pukul 17.55 wib syuro ditutup resmi oleh ketua DPRa Sitimulyo.


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

DPC PKS Piyungan Sosialisai Pilkada Bantul

Selasa, 13 April 2010


Reporter: Eko HP
Hari Ahad 11 April 2010 jam 13.00 - 16.00 WIB di Pendopo Balai Desa Srimartani, Piyungan, berlangsung acara Sosialisasi Calon Bupati & Wakil Bupati Kabupaten Bantul 2010-2015 H. Sukardiyono-Darmawan Manaf, pasangan yang diusung PKS, Partai Demokrat, PPP dan PKB.

Dihadapan 100-an kader dan simpatisan PKS Piyungan pasangan yang dikenal dengan SUKADARMA menyampaikan tekadnya untuk memperbaiki kondisi Bantul dari seluruh aspek dengan semangat keagamaan, mentalitas mandiri dan pengelolaan pemerintahan yang bersih dari korupsi. Pekikan takbir mewarnai "orasi politik" dari SUKADARMA yang disambut antusias hadirin.

Sesuai jadwal KPU, Pilkada Kabupaten Bantul yang diikuti 3 pasang calon ini akan berlangsung pada hari Ahad 23 Mei mendatang.

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PKS: Ada Modus Kriminalisasi Perdata (Kasus Misbakhun)

Senin, 12 April 2010

Tim Advokasi Partai Keadilan Sejahtera mengatakan kasus Misbakhun adalah murni perkara perdata antara Bank Mutiara (dulu Bank Century) dan PT Selalang Prima Internasional.

Salah seorang tim advokasi, Mabruri, menyatakan hal itu dalam pesan singkat kepada wartawan, Senin (12/4).

Dijelaskannya, Muhammad Misbakhun pemilik PT Selalang Prima Internasional (SPI) tak bisa membayar L/C US$ 22,5 juta ke Bank Century. Namun, belakangan Bank Mutiara (dulu Bank Century-Red) dan PT SPI sepakat melakukan restrukturisasi L/C. Bank Mutiara akhirnya memutuskan menerima permintaan PT SPI untuk melakukan restrukturisasi L/C senilai US$ 22,5 juta.

"Tapi ada modus kriminalisasi perdata yang banyak terungkap belakangan ini dan komisi III memang sudah menciumnya sebagai permasalahan dalam institusi penegak hukum yang akan diusut dalam masa sidang ini," jelas Mabruri.

Sebagian kalangan melihat bahwa kasus perusahaan milik salah seorang inisiator Hak Angket Bank Century ini seharusnya dilaporkan sendiri oleh Bank Mutiara dan menjadi perkara perdata, bukan malah diintervensi oleh orang di luar permasalahan, yaitu Staf Khusus Presiden, Andi Arief atau pemerintah. (sumber: rakyatmerdeka.co.id)

Misbakhun Dibidik karena Inisiator Century

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak akan membentuk tim khusus untuk membela kadernya, M Misbakhun yang tersandung kasus dokumen pendukung letter of credit (L/C) yang diduga fiktif.

"Biasa saja, tidak ada persiapan khusus," ucap Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq saat diminta tanggapannya terkait penetapan Misbakhun sebagai tersangka oleh Mabes Polri saat dihubungi okezone, Senin (12/4/2010).

Menurut dia, PKS tidak membentuk tim pembela karena sudah cukup dari pengacara perusaan dan tim advokasi yang dibentuk Fraksi PKS di DPR. "Sudah cukuplah tim dari perusahaan dan advokasi dari fraksi. Kami tinggal menunggu laporan saja," terang Lutfi.

Dia menjelaskan, kasus yang menimpa kadernya itu sudah lama terjadi dan tidak terkait partai. Disinggung apakah penetapan Misbakhun sebagai tersangka ada hubungganya dengan kasus Century, Lutfi mengatakan semuanya mungkin saja.

"Kalau dibidik mungkin karena inisiator Century, tapi kejadian (L/C fikrif) sudah lama dan tidak ada hubungannya dengan partai," katanya. (okezone.com)

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Sungguh, Mereka Begitu Berani…

Minggu, 11 April 2010

By: Abu Izzuddin
Tatkala kholifah Umar Bin Khoththob ingin diajak berbincang-bincang oleh anaknya, maka Umar bertanya: “Urusan negara atau urusan keluarga yang akan kita perbincangkan..??”. “Urusan keluarga..,” jawab sang anak. Maka Umar-pun mematikan lampu yang sedang menyala itu. “Kenapa ayah mematikan lampu itu…?” Tanya anaknya. “Karena minyak yang ada dilampu ini adalah dari uang negara, dan hanya dipakai untuk urusan negara, bukan untuk urusan keluarga…”.

Ustadz Salim Segaaf Al-Jufri ( Menteri Sosial ) suatu saat diminta untuk menanda-tangani suatu dokumen. Saat pena sudah di tangan, dan hampir membubuhkan tanda-tangan beliau, beliau berkata “ Afwan, mohon tunggu sebentar, saya ambil pena saya dulu, karena ini pena negara, sedang urusan ini bukan urusan negara“.

Suatu saat ibu sudah menyiapkan masakan untuk makan siangku, ada sayur so (daun melinjo) yang sudah tersaji. Saat itu akupun bertanya “ Daun so ini dari mana mbok…?? Apa ngambil dari tetangga…? Tadi sudah bilang sama yang punya belum..??? Ibupun sambil senyum malu-malu menjawab “Belum, ya besok nggak diulang lagi…” Akupun nggak ingin makan sesuatu yang belum jelas sumbernya.

Ikhwah fillah, mungkin itu hanya sepotong kisah tentang sikap hati-hati, yang sudah diajarkan oleh pemimpin-pemimpin kita. Akan tetapi, saat ini banyak manusia-manusia yang sungguh berani bermain-main dengan amanah dan harta negara. Tak canggung dan tak malu untuk memungut iuran tak resmi ( pungli ), memotong dana bantuan untuk si miskin dengan embel-embel biaya administrasi, uang bensin atau apapun sebutannya. Bahkan yang lebih besar lagi adalah para markus yang bisa memainkan hukum dengan segepok rupiah, atau menggelapkan pajak negara untuk kemewahan pribadi. Rumah mewah, mobil mewah, apartemen mewah, taman pribadi mewah dan kemewahan duniawi yang lain.

Sungguh mereka ‘berani’ sekali bermain-main dengan amanah itu. Atau mungkin mereka memang nggak memahami hakikat amanah yang akan dimintakan pertanggungjwabannya, atau hati mereka telah mati…??? Wallohu a’lam bishowab.

Ikhwah fillah, mungkin kita masih termasuk orang-orang yang bermain-main dengan hukum ALLOH, sehingga kita merasa berat membayar kewajiban zakat kita, atau mungkin masih merasa santai melihat tetangga kita yang kekurangan, atau hati kita tak terketuk melihat anak yatim di sekitar kita. Dan kita tak berpikir untuk segera menunaikan hak-hak ALLOH dari harta kita.

Ingatlah wahai ikhwah sekalian, saat kita curi mangga, tebu, kelapa, pepaya, nangka, tomat, cabe, telor, pisang atau apalah yang dahulu pernah kita ambil dari tetangga kita. Mungkin kita dulu belum begitu faham akan apa yang kita kerjakan. Tatkala Islam mulai kita fahami, dosa kita fahami, pahala kita fahami, maka yang ada adalah penyesalan. Betapa kita ingin menebus apa yang dahulu kita kerjakan dengan kebaikan agar minimal impas, antara keburukan dan kebaikan yang kita lakukan.

Ikhwah fillah, lalu apakah yang menyebabkan kita masih menunda amal-amal kita?
Alloh masih memberi kesempatan kepada kita untuk menyiapkan bekal kita, Alloh masih titipkan harta kepada kita, Alloh masih sehatkan jasad-jasad kita, Alloh masih luangkan waktu-waktu kita, dan Alloh masih sehatkan akal dan fikiran kita, lalu haruskah ini kita sia-siakan?

Ikhwah fillah, ingatlah selalu, pesan dari murobbi kita Nabi Muhammad SAW, agar kita mempergunakan lima kesempatan :
- Kaya kita sebelum miskin kita
- Sempat kita sebelum sempit kita
- Sehat kita sebelum sakit kita
- Muda kita sebelum tua kita
- Hidup kita sebelum mati kita

Lalu, apakah kita termasuk orang yang begitu berani menyia-nyiakan kesempatan dan amanah ini…???


Tegal, 11/4/10

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

sambil berdakwah sekalian cari maisyah

Jumat, 09 April 2010


by abuhasan
---
smile...

baru saja saya dibuat tersenyum dan tertawa kecil sendirian di depan monitor. penyebabnya adalah polah seorang ustadz yang sudah lama saya kenal di dunia nyata namun belum berapa lama berjumpa beliau di dunia maya.

kalau antum ikhwah di jogja pasti kenal dengan ustadz makruf amary. ketua dewan syariah dpw pks jogja ini sudah dikenal sosok seorang ustadz yang mampu meramaikan suasana dengan canda segarnya.

dan, walau tidak secara langsung, sudah lama saya mendengar beliau punya 'sambilan' jual beli mobil. yang sering cerita adalah murobbi yang kebetulan satu majlis dengan ustadz makruf di dewan syariah dpw. dan (lagi-lagi dan) yang diceritain itu mesti polah guyonan ustadz makruf di dunia barunya 'makelar mobil'.

misalnya, saat beliau menawar mobil (punya ikhwah) yang mau dibelinya, beliau sambil liatin plat atau spion berkata, "akhi, ini platnya agak miring, harganya turun lima juta nich..." ???... yang bener aje, masak gara-gara plat nomor rusak dikit bisa turun segitu. tapi itu hanya just kiding.

nah, yang mau saya ceritain ini (yang bikin saya tersenyum sendiri) adalah postingan beliau (tepatnya iklan beliau) yang ditulis di facebook (tuh kan, ustadz juga doyan pesbuk, demi maisyah). di pesbuk ustadz makruf menulis.... (saya copy paste aja):

Tingkatkan mobilitas dakwah antum....
Salah satu sarananya adalah mobil !

Ada Honda Accord 1985, sangat terawat, kondisi bagus.
Ada Peugeot 2003, kondisi bagus dan mulus.
Harga nego.....


tuh kan, sekali dayung dua pulau terlampaui. sambil berdakwah sekalian cari maisyah. namun, beliau tidak asal ngomong. bicara mobilitas dakwah, beliau sangat teruji. contohnya, waktu pemilu kemarin. saat itu, hampir tengah malam, saya teringat pernah bertemu tak sengaja dengan beliau di sebuah warung makan pinggir jalan. ngobrol-ngobrol ternyata beliau baru turun dari jaulah dakwah muter-muter di gunung kidul bersama rombongan dpw.

btw, sekarang ini beliau terlihat sangat menjiwai dan menikmati dunia mobil-mobilan. lihat saja foto beliau yang saya comot dari akun pesbuknya, kaos orange dengan gambar mobil dan latar belakang taman bunga sambil memasang wajah smile....


jumat, 9-4-10

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Laporan Kegiatan DPRa PKS Sitimulyo Bulan Maret 2010


Oleh: Sarojo
[Ketua DPRa PKS Sitimulyo]
---

Periode Maret 2010 DPRa PKS Sitimulyo telah menjalankan beberapa agenda-agenda kepartaian, dakwah dan sosial yang kami rangkum secara ringkas sebagai berikut:


- Kegiatan PWK (Pos Wanita Keadilan), frekuensi 2 kali:
1) 7 Maret, di dusun Gempolsari, materi Penyuluhan Asam Urat oleh Bu Ristiani
2) 14 Maret, di dusun Gentinmgsari, materi Penyuluhan Asam Urat oleh Bu Ristiani

- Menjenguk yang sakit, frekuensi 1 kali:
1) 7 Maret, menjuenguk Ibu Hanik di dusun Karangploso

- Forum Ukhuwah Akhwat-Ummahat, frekuensi 1 kali:
1) 21 Maret, tempat TKIT Ar-Raihan

- Temu Kader Ranting (TRP), frekuensi 1 kali:
1) 28 Maret, tempat rumah Bapak Suparman dusun Nganyang

- Konsolidasi Relawan untuk Pilkada, 26 Maret

- Syuro Rutin DPRa, frekuensi 2 kali:
1) 8 Maret, tempat bapak Mujiran
2) 23 Maret, tempat ibu Farikhah

- Olahraga bersama ikhwan (Futsal), rutin pekanan tiap Senin malam jam 21.00 - 22.00


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Ormas Islam: Waktu Sholat Subuh di Indonesia Kepagian


Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan bahwa waktu subuh di Indonesia terlalu pagi dibandingkan dengan negara-negara lain, terutama yang berada di kawasan Timur Tengah.

Muhammadiyah berkesimpulan, subuh di Indonesia ditetapkan pada saat matahari berada pada posisi 20 derajat di bawah ufuk, sedangkan di negara-negara lain berkisar antara 16 hingga 18 derajat di bawah ufuk.

Hal ini yang mengakibatkan waktu subuh di Indonesia kepagian, meskipun mempertimbangkan keluarnya fajar sodik dan fajar kazib yang merupakan pertanda pergantian hari.

Walau begitu, MUI tetap menyatakan salat subuh yang biasa dijalani umat Muslim di Indonesia tetap sah karena yang menentukan sah dan tidaknya ibadah salat adalah niat.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Muhamadiyah Jatim mendukung penetapan ulang waktu subuh di Indonesia.

"Memang harus ada penetapan ulang melalui kajian ilmu falak," kata Ketua PW Muhammadiyah Jatim, Syafiq Mughni.

Penentuan ulang waktu shalat Subuh di Indonesia sebagaimana usulan Pimpinan Pusat Muhammadiyah perlu melibatkan sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam yang lain.

"Penentuan waktu shalat Subuh perlu melibatkan ormas Islam lainnya," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, K.H. Abdusshomad Buchori, di Surabaya, Rabu.

Bahkan, kalau perlu, usul dia, dibahas dalam kongres nasional sehingga penetapan waktu subuh dapat diterima oleh seluruh umat Islam di Indonesia.

Sebelum dibahas dalam kongres, penetapan waktu shalat Subuh perlu penelitian oleh para ahli ilmu perbintangan (falak) dari berbagai aliran. Namun, yang memiliki peran penting dalam melakukan kajian itu adalah Kementerian Agama (Kemenag).


*sumber: hidayatullah.com

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Laporan Kegiatan DPRa PKS Srimulyo Bulan Maret 2010

Kamis, 08 April 2010


Oleh: Winarno Abdussalam

[Ketua DPRa PKS Srimulyo]
---
Alhamdulillah, berbagai program dakwah DPRa Srimulyo selama bulan Maret 2010 berjalan dengan baik. Ini semua atas dukungan seluruh kader ikhwan/akhwat dan juga pertolongan dari Allah SWT. Berikut kami sampaikan rekap kegiatan bulan Maret 2010, baik yang bersifat internal maupun eksternal.


- Aksi Sosial (Pelayanan Kesehatan plus), frekuensi 2 kali:
1) 21 Maret, di dusun Ngelosari
2) 28 Maret, di dusun Plesedan

- Pos Wanita Keadilan (PWK), frekuensi 4 kali:
1) 16 Maret, di dusun Ngangkruk, kegiatan Sulam Pita oleh Bu Laela & Rati
2) 28 Maret, di dusun Nyamplung, penyuluhan asam urat oleh Bu Nila
3) 28 Maret, di dusun Gondang Kaligatuk, penyuluhan asam urat oleh Mbak Septi
4) 31 Maret, di dusun Bangkel, penyuluhan asam urat oleh Bu Prapti

- Syuro DPRa, frekuensi 4 kali (2 rutin, 2 insidental):
1) 6 Maret, tempat akh Abdul Azis
2) 19 Maret, tempat ukhti Rati
3) 23 Maret, tempat Bu Giyanti
4) 27 Maret, tempat akh Gino

- Temu Kader DPRa (TRP: Ta'lim Rutin Partai), frekuensi 1 kali:
1) 14 Maret, tempat rumah akh Yusuf dusun Jolosutro

- Kaderisasi, frekuensi pekanan berupa pembinaan liqo ikhwan dan akhwat

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Aksi Layanan Sosial DPRa Srimulyo bulan Maret 2010

Oleh: Winarno Abdussalam
Bulan Maret 2010 DPRa PKS Srimulyo mengadakan 2 (dua) kali kegiatan Aksi Sosial berupa Pelayanan Kesehatan Gratis Plus.

Ahad 21 Maret 2010, Aksi Sosial di dusun Ngelosari bertempat di rumah Pak Alip Wahab RT 04. Aksi yang dimulai pukul 13.00 sampai jam empat sore ini melayani pelayanan kesehatan/pemeriksaan umum yang ditangani dr Andi dari Tim Medis DPD PKS Bantul. Warga juga mendapat kesempatan pemeriksaan tes golongan darah, gula darah dan asam urat yang ditangani Tim Medis DPRa Srimulyo.

Selain pelayanan kesehatan, aksi sosial ini makin gayeng dan diserbu warga dengan digelarnya bazar murah penjualan pakaian pantas pakai dan lomba anak-anak menggambar dan mewarnai.

Ahad 28 Maret 2010, agenda Aksi Sosial dilaksanakan di dusun Plesedan bertempat di rumah Pak Yanto Ketua RT 01. Aksi berjalan lancar mulai jam 14.00 s/d 17.30. Sebanyak 50-an pasien mendapat pelayanan/pemeriksaan kesehatan umum yang ditangani oleh dr Rima dari Tim Medis DPD PKS Bantul. Sedang pemeriksaan tes golongan darah, gula darah dan asam urat yang ditangani Tim Medis DPRa Srimulyo. Tak ketinggalan aksi ini juga dimeriahkan dengan lomba anak-anak menggambar dan mewarnai. Untuk biaya aksi sosial ini semuanya dihandel oleh Bapak Maryono yang memberi infaq 500 ribu rupiah.


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

DPC PKS Piyungan Gelar Tarbiyah Tsaqofiyah Anggota Dewasa

Selasa, 06 April 2010

DPC PKS Piyungan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Tarbiyah Tsaqofiyah (TTS) Anggota Dewasa DPD PKS Bantul yang diselenggarakan pada hari Sabtu 3 April 2010 bertempat di Balai Muslimin Piyungan. Acara berlangsung dari pukul 13.30 sampai dengan pukul 16.00 WIB dengan materi Fiqih Muamalat yang disampaikan oleh ustadz Chudori, Lc, Ketua Dewan Syariah DPW PKS Yogyakarta.

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

[Saatnya Diterapkan] Hukuman Mati bagi Koruptor


Kompas - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar di Jakarta, Senin (5/4), menyetujui penerapan hukuman mati bagi terpidana korupsi dan penyuapan. Hakim harus berani menerapkan hukuman itu karena sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999.

UU No 31/1999, yang diperbarui dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, mengatur hukuman mati dapat dijatuhkan antara lain pada pelaku korupsi saat negara sedang dilanda krisis, saat bencana alam, atau dalam keadaan tertentu. Yang kini belum ada adalah keberanian majelis hakim untuk menerapkan hukuman mati.

Patrialis di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, menyatakan, ”Undang-Undang Korupsi sudah mengatur soal itu dan membolehkan. Saya setuju penerapannya itu. Masa kita harus berdebat terus mengenai itu. Sekarang tergantung bagaimana majelis hakim menafsirkan dan berani memutuskannya.”

Perlunya sanksi yang keras pada pelaku korupsi muncul kembali karena meski sudah banyak pejabat dihukum terkait kasus korupsi, sanksi tidak membuat pejabat atau orang lain jera untuk korupsi. Korupsi, khususnya suap, bahkan kini dinilai sebagai budaya (Kompas, 5/4).

Menurut Patrialis, untuk mengikis korupsi dan penyuapan, pemerintah sebenarnya menerapkan aturan yang keras agar membuat kapok pelakunya. ”Jika sekarang masih terjadi, mungkin harus lebih keras lagi cara penerapan sanksinya,” ujarnya.

Patrialis mengatakan, selain hukuman berat, kesejahteraan pegawai juga harus lebih baik dan memadai lagi. ”Kalau ada orang yang seperti Gayus HP Tambunan lagi, tentu harus dihajar dengan hukuman yang lebih berat dan keras lagi,” paparnya.

Latvia dan China

Di Surabaya, Jawa Timur, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengakui, korupsi di negeri ini sudah parah dan merajalela. Karena itu, Indonesia perlu belajar dari Latvia dan China yang berani melakukan perombakan besar untuk menumpas korupsi di negaranya.

Menurut Mahfud, sebelum tahun 1998, Latvia adalah negara yang korup. Untuk memberantas korupsi yang parah, negara itu menerapkan UU lustrasi nasional atau UU pemotongan generasi. Melalui UU itu, semua pejabat eselon II diberhentikan dan semua pejabat dan tokoh politik yang aktif sebelum tahun 1998 dilarang aktif kembali. Sekarang, negara ini menjadi negara yang benar-benar bersih dari korupsi.

Di China dilakukan pemutihan semua koruptor yang melakukan korupsi sebelum tahun 1998. Semua pejabat yang korupsi dianggap bersih, tetapi begitu ada korupsi sehari sesudah pemutihan, pejabat itu langsung dijatuhi hukuman mati.

”Hingga Oktober 2007, sebanyak 4.800 pejabat di China dijatuhi hukuman mati. Sekarang China menjadi negara bersih. Indonesia seharusnya berkaca dari dua negara ini,” tambahnya.

Saat menjabat Menteri Kehakiman pada era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Mahfud pernah mengusulkan rancangan UU lustrasi dan UU pemutihan. Namun, usulan itu kandas karena Gus Dur lengser.

Mahfud menilai korupsi di Indonesia sedemikian merajalela dan menjadi penyakit kronis, bahkan negara ini sudah rusak. ”Korupsi terjadi di mana-mana, mulai polisi, jaksa, hakim, hingga kantor sepak bola. Ironisnya, korupsi justru merajalela dan menjadi penyakit setelah kita mengamandemen UUD 1945 selama empat kali sejak tahun 1999 hingga 2002,” ujarnya.

Menurut Mahfud, sistem pemberantasan korupsi di Indonesia sudah bagus. Namun, mentalitas dan moralitas masyarakat Indonesia telah rusak.

Mahfud juga menyatakan, dia baru mendapat laporan dugaan kasus korupsi dari anggota DPR. Dugaan kasus korupsi yang nilainya lebih besar dibandingkan dengan korupsi pegawai pajak Gayus Halomoan P Tambunan itu akan dibukanya.


*sumber: KOMPAS (6/4/10)
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

SUSNO: Calon Kapolri yang Anti Korupsi & Anti Maksiat (?)

RUANG pertemuan di lantai dua gedung Yayasan Tenaga Kerja Indonesia, di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis sore pekan lalu (31/3), riuh rendah oleh teriakan dukungan. Ratusan pria berjenggot dan berbaju gamis, rata rata anggota Forum Umat Islam-penyelenggara diskusi hari itu-langsung bersorak setuju setiap kali pembicara mengeluarkan pernyataan bernada kritis tentang polisi. Di latar belakang, sebuah spanduk bergambar Komisaris Jenderal Polisi Susno Duadji berkopiah hitam terpampang dengan tulisan besar besar: "Susno Disayang, Susno Ditendang".

Tempik sorak mereka membuat diskusi hari itu lebih mirip ajang pernyataan dukungan. "Jarang sekali ada polisi yang antikorupsi dan juga antimaksiat seperti Pak Susno," puji KH Muhammad al Khathath, Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam, di awal acara.

Susno tampil penuh percaya diri. "Saya ini ibarat striker dalam permainan sepak bola," kata mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri ini tatkala tiba gilirannya bicara. Ketika bersaksi dalam persidangan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar, Januari lalu, Susno mengaku "sudah menendang bola sampai 12 meter di muka gawang".

Dua pekan berikutnya, ketika diundang panitia angket pengusutan bailout Bank Century untuk bicara di Senayan, Susno sesumbar, "Sudah memasang bola persis di depan gawang." Namun, sambil tersenyum geli, dia mengaku semua "umpan matang" nya itu tidak disambar pemain lain. "Semua orang malah sibuk memeriksa bolanya buatan siapa, bahannya apa, mereknya apa...."

Karena itulah, dua pekan lalu, Susno menendang bola panas berikutnya: permainan makelar kasus dalam penanganan perkara korupsi Gayus Tambunan, pegawai rendahan Direktorat Pajak yang menggelapkan Rp 28 miliar. "Kalau yang ini tidak gol juga, penonton bisa kecewa," katanya, disambut riuh keplok dukungan.

Susno, sang striker, memang punya banyak stok bola liar. Kabarnya, setumpuk dokumen dan rekaman suara mengenai berbagai kasus penting di negeri ini sudah disimpan Susno dalam tiga brankas, sesaat sebelum dia dicopot dari posisinya, akhir November lalu. Ditanya berkali kali, Susno enggan mengungkapkan "amunisi" apa lagi yang masih dia simpan. "Ini nuklir semua, cukup dipakai sekali sekali," katanya enteng.

Kini "nuklir" pertama Susno sudah berhasil mengguncang Trunojoyo. Dua perwira tinggi: Brigjen Edmon Ilyas dan Brigjen Raja Erizman, diperiksa tim independen bentukan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri. Edmon bahkan dicopot dari jabatannya sebagai Kapolda Lampung. Ibarat permainan sepak bola, Susno sudah berhasil membuat "kemelut di muka gawang". Gol macam apa yang di-incar Susno?

Rabu pekan lalu, kuasa hukum Susno, Efran Helmi, menegaskan sepak terjang Susno tak lepas dari usaha kliennya menghindari ancaman pemecatan. Susno memang sudah dua kali diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan Polri. "Kami melihat ada desain agar Pak Susno sudah diberhentikan secara tidak hormat sebelum Oktober 2010," katanya. Me-ngapa harus Oktober? Efran berbisik, "Saat itu akan ada agenda besar: pergantian pimpinan Polri."

...

AKHIR Januari 2008 akan selalu dikenang Susno Duadji sebagai momen menentukan dalam kariernya sebagai polisi: Kapolri Jenderal Sutanto melan-tiknya menjadi Kapolda Jawa Barat. Tak banyak orang yang tahu siapa Susno ketika itu. Pelantikannya pun tak banyak diliput media, kalah pamor dengan Komisaris Besar Rumiah yang saat itu diangkat menjadi Kapolda pe-rempuan pertama di Indonesia.

"Padahal pelantikan Susno itu luar biasa. Dia sudah empat tahun berkarier di luar kepolisian, tiba tiba saja dibawa masuk lagi oleh Sutanto," kata Ketua Presidium Indonesian Police Watch Neta S. Pane, Kamis pekan lalu. Sejak 2004, Susno adalah Deputi Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Ke-uangan. Kebijakan tak lazim Sutanto itu, menurut Neta, mengindikasikan keistimewaan Susno. "Biasanya, perwira yang ditempatkan di luar kepolisian sudah habis kariernya."

Di bumi Pasundan, Susno langsung membuat gebrakan. Sepekan setelah di-lantik, dia mengumpulkan semua perwira di Polda Jawa Barat untuk menandatangani pakta integritas. Dia juga minta semua bawahannya meninggalkan budaya pungutan liar. "Saya tidak takut kehabisan anggota saya di Polda Jawa Barat jika semua dipecat karena korupsi," katanya dalam satu wawancara dengan media lokal di Bandung.

Warga pun jatuh cinta. "Sejak zaman Pak Susno, di Bandung polisi tidak pernah lagi nyetop mobil untuk ditilang," kata Achmad Setiyaji, mantan Redaktur Senior Harian Umum Pikiran Rakyat, yang kini aktif menggalang dukungan untuk Susno Duadji. Achmad adalah pe-nulis buku Mereka Menuduh Saya, yang ber-isi penjelasan versi Susno mengenai kasus kontroversial seputar dirinya.

Sembilan bulan di Jawa Barat, pada September 2008, mendadak Susno dipanggil ke Jakarta. Kapolri Jenderal Sutanto akan pensiun dan Susno diminta menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal-sebuah posisi prestisius yang biasanya diisi calon pemimpin Polri. "Ini juga tidak lazim," kata Neta. "Biasanya posisi Kabareskrim diisi orang dalam," katanya. Kepala Badan sebelumnya, Bambang Hendarso Danuri, bakal menjadi Kapolri baru.

Sumber Tempo yang dekat dengan Susno menuturkan ada peristiwa menarik sebelum jenderal kelahiran Pagar Alam, 56 tahun silam itu, dilantik menjadi Kepala Badan Reserse. "Pada saat itu Sutanto sempat berpesan agar Susno membereskan Bareskrim dulu, baru kemudian seluruh kepolisian," katanya. Pesan inilah yang kemudian ditafsirkan Susno sebagai restu Sutanto untuk pencalonan Susno kelak menjadi Kapolri. Saat dimintai konfirmasi, Susno membenarkan. "Saya memang orangnya Pak Tanto," katanya.

Sejak itu, sebagai orang ketiga di pucuk pimpinan kepolisian, Susno punya kans besar menggantikan Bambang Hendarso. Mengingat usia, Bambang harus pensiun pada Oktober 2010. "Kalau dia duduk manis saja mengerja-kan apa yang jadi porsinya, Susno sebe-narnya punya peluang," kata Herma-wan Sulistyo, profesor riset di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang aktif meng-ajar di Sekolah Perwira Tinggi Kepolisian di Lembang, Jawa Barat. "Sa-yangnya, dia memilih jadi bola liar."

Hermawan meragukan klaim Susno tentang kedekatannya dengan Sutanto.- "Saya tidak pernah dengar bahwa Susno disiapkan khusus untuk jadi Kapol-ri," katanya. Di antara perwira tinggi Angkatan 1977 yang kini masuk bursa pencalonan Kapolri, kata Hermawan, nama Susno kalah mencorong dibanding perwira tinggi lain misalnya Komisaris Jenderal Ito Sumardi. Kabares-krim pengganti Susno ini disebut sebut- lebih berpeluang menjadi Tri Brata Satu-sandi untuk menyebut posisi Kapolri.

...

PERSAINGAN menuju tampuk pimpinan Polri memang selalu melibatkan intrik dan saling jegal. "Sejak zaman dulu selalu begitu," kata Komisaris Besar (Purn.) Bambang Widodo Umar. Mantan polisi yang kini mengajar di Universitas Indonesia ini adalah saksi sejarah persaingan Jenderal Bimantoro dan Komisaris Jenderal Chaerudin Ismail, yang berebut posisi Kapolri sembilan tahun lalu.

"Setiap menjelang pergantian, para jenderal yang merasa berpeluang biasanya sudah membentuk tim sukses masing masing," katanya. Tim ini bertugas menyebarkan berita baik menge-nai jagoannya. Mereka bisa berasal dari mantan atasan, ajudan pribadi yang setia, atau kerabat. "Tim ini yang aktif mendekati partai di parlemen dan orang orang di sekitar Presiden," kata Bambang.

Selain berpromosi, tim sukses kandidata punya misi menjatuhkan pesaing. Tak mengherankan jika surat kaleng dan pesan pendek berisi kabar burung biasanya beredar pada bulan bulan akhir kepemimpinan seorang Kapolri. "Satu kali, ada calon Kapolri yang sudah disetujui Presiden batal dilantik karena muncul surat kaleng tentang pernikahannya yang kedua," kata Bambang tertawa.

Tak hanya soal rumah tangga, kasus korupsi juga biasanya terbongkar pada momen momen penentuan seperti itu. Pada Juli 2001, misalnya, di puncak persaingan Bimantoro vs Chaerudin, merebak kasus dugaan suap Bimantoro dalam proyek pengadaan kapal patroli polisi senilai Rp 300 miliar. Dia ditu-ding melakukan penunjukan langsung, menyalahi prosedur baku dalam penentuan pemenang tender. Dokumen me-ngenai kasus ini diam diam dikirim ke meja redaksi sejumlah media. "Polanya memang selalu begitu," kata Hermawan Sulistyo. "Diam diam para perwira tinggi akan saling sodok," katanya.-

Kompetisi tahun ini pun diprediksi tak akan jauh berbeda. Manuver Susno mengungkap kasus Gayus baru babak pemanasan. Apalagi sekarang bursa pimpinan Polri sudah ramai. Sedikitnya ada empat nama lain yang disebut sebut berpeluang. "Kompetisi makin panas karena Kapolri membiarkan semua calon bersaing terbuka," kata Hermawan Sulistyo. Mengingat usia pensiun dan pangkatnya saat ini, dia menilai persaingan akan terjadi antarper-wira tinggi dari angkatan 1977 sampai 1980. Dari angkatan 1976, kata Hermawan, Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Gories Mere juga punya peluang.

Selain Susno Duadji, calon kuat dari angkatan 1977 adalah Komisaris Jenderal Ito Sumardi. Dari angkatan 1978, ada nama seperti Inspektur Pengawasan Umum Komisaris Jenderal Na-nan Soekarna, Kapolda Sumatera Utara Irjen Oegroseno, dan Kapolda Jawa Barat Irjen Timur Pradopo. Angkatan termuda yang bersaing, angkatan 1980, punya calon seperti Kepala Korps Brimob Irjen Imam Soedjarwo.

Neta S. Pane punya pandangan lain. Menurut dia saringan pertama calon Kapolri adalah pangkatnya. "Biasanya jenderal berbintang tiga yang punya peluang," katanya. Saringan berikutnya adalah sisa masa jabatan aktif sebelum pensiun. Dari stok komisaris jenderal yang ada saat ini, kata Neta, hanya Nanan Soekarna (pensiun pada Juli 2013) dan Susno (Juli 2012) yang paling berpeluang. "Semua calon lain sudah harus pensiun pada 2011," katanya.

Pertarungan pertama para calon ini akan terjadi di Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi. Dewan inilah yang menggodok nama nama calon Kapolri yang akan diusulkan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selain Kapolri, anggota Dewan ini adalah Wakil Kepala Polri Komjen Yusuf Manggabarani, Inspektur Pengawasan Umum Komjen Nanan Soekarna, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Irjen Budi Gunawan, dan Kepala Divisi Sumber Daya Manusia Irjen Edy Soenarno. "Kalau ada satu orang saja yang menolak seorang kandidat, biasanya calon itu terpental," kata Hermawan.

Bambang Widodo Umar mengingatkan, saling sodok antar tim sukses bakal makin ramai menjelang rapat rapat Dewan Kepangkatan. Ikatan kesukuan dan agama kadang jadi isu sensitif. "Pokoknya, tiap kali pergantian Kapolri, aroma perkoncoan selalu terasa kental," kata Komisaris Besar (Purn.) Parlin-dungan Sinaga-mantan perwira menengah yang ditangkap pada 2001 karena mendukung Jenderal Chaerudin Ismail menjadi Kapolri.

...

DALAM lebih dari satu kesempatan, Susno Duadji berkali kali me-lontarkan keinginannya menjadi Kapolri. "Dia siap menandatangani kontrak politik, untuk mundur jika dalam enam bulan gagal membersihkan polisi," kata satu orang dekat Susno, pekan lalu. Achmad Setiyaji, pendukung utamanya di Jawa Barat, membenarkan. "Pak Susno merasa terpanggil untuk membenahi Polri," katanya.

Meski berambisi, Susno tahu persis nasibnya kini di ujung tanduk. Masa depan kariernya di kepolisian amat bergantung pada keberhasilannya merangkul publik dan memperbaiki citranya yang ternoda dalam kasus cicak versus buaya-perseteruan antara Komisi Pemberantasan Korupsi dan polisi. Karena itulah, Susno ganti strategi: kini ia mengaku orang baik yang tidak mencari posisi. "Saya tidak ingin jabatan. Kalau hari ini dilantik jadi Kapolri, akan saya tolak," katanya tegas di akhir diskusi Forum Umat Islam, pekan lalu.

Meski begitu, toh gerilya berlanjut. Susno terus merangkul seteru lama dan memelihara basis dukungan -publik. Beberapa kali, ayah dua anak ini bertemu dengan para aktivis LSM yang dulu kencang menyerangnya. Somasi yang pernah dikirim ke Kombes (Purn.) Bambang Widodo Umar, yang mengkritiknya di sebuah media, dicabut. "Bahkan saya diundang makan malam dan diskusi di sebuah hotel," kata Bambang Widodo.

Selain itu, dengan bantuan Achmad Setiyaji, Susno terus memperbesar basis dukungannya di Jawa Barat. "Saya sering mengajak dia berkeli-ling menemui aktivis, akademisi, dan ulama," kata Achmad. Para pendukung Susno kerap berkumpul di Masjid Al Ma'soem, Cileunyi, dan di kediaman pengusaha Haji Nanang Iskandar Ma'soem, di Bandung Tengah.

Kampung halamannya di Sumatera juga tak lupa digarap. Pada Idul Adha tahun lalu, Susno pulang ke Pagar Alam, Palembang. "Padahal dia termasuk jarang pulang kampung," kata adiknya, Hardi Duadji. Di sana Susno berkurban seekor sapi.

Ada gula, ada semut. Sedikit demi se-dikit, dukungan untuk Susno membu-kit. Ketika ia meninggalkan diskusi di gedung YTKI, Kamis pekan lalu, Sek-jen Forum Umat Islam, Al Khathath, tiba tiba berteriak, "Kalau Pak Susno ditahan, siapa mau ikut ditahan?"- Ratusan tangan mengacung ke- udara, disusul takbir sahut menyahut.***


*sumber: Majalah TEMPO, Edisi 06/39, Tanggal 05 April 2010
(Judul Asli: "Nuklir di Kantong Penendang Bola")
---

posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Wawancara SUSNO: "Saya Tidak Ingin Jabatan"

BUKAN Susno Duadji namanya kalau tak pandai merangkai kata. Kamis pekan lalu (31/3), dia berkali kali mengundang tawa hadirin saat menjadi pembicara seminar bertajuk "Susno Disayang, Susno Ditendang" yang diadakan Forum Umat Islam di gedung YTKI, Jalan Gatot Su-broto, Jakarta Selatan. Tepuk tangan makin riuh ketika mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI itu bercerita dengan perumpamaan menggelitik. "Kapolri itu ibarat layang layang. Yang mengendalikan ada di bawah," katanya.

Pernyataan Susno itu muncul ketika seorang peserta diskusi bertanya soal kebenaran isu ada cukong cukong yang siap mensponsori perwira berbintang untuk naik ke pucuk pimpinan polisi. "Kepada intel intel yang hadir di sini, tolong sampaikan ini ke Mabes Polri, ya," katanya.

"Perang" antara Susno dan Kepala Polri Jenderal Bambang Hendarso Danuri memang makin panas. Bisa jadi, itu salah satu alasan Susno kini memilih tiarap. Sepanjang pekan lalu, dia tak lagi banyak muncul di media massa. Beruntung tim Tempo sempat mewawancarai jenderal bintang tiga ini Selasa dua pekan lalu. Dalam wawancara itu Susno menjawab semua tudingan miring ke arahnya.

Anda dituduh melanggar kode etik Polri karena membuka kasus Gayus ke publik, bukannya lebih dulu melapor ke Kepala Polri....

Masak saya tidak boleh berbicara kepada wartawan? Saya kan punya hak hak sipil di negara demokrasi ini. Semua orang boleh bicara dengan wartawan dan masyarakat punya hak untuk memperoleh informasi.

Saya juga melaporkan kasus Gayus ke Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum. Satgas ini dibentuk dengan keputusan presiden dan masyarakat diimbau untuk melapor. Masak seorang polisi tidak boleh melapor? Di mana aturan yang menyebutkan bahwa polisi harus lapor ke atasannya dulu?

Anda memperhitungkan risiko tindakan Anda?

Sudah saya hitung semua risiko. Katanya saya mau ditangkap, ya silakan ditangkap. Itu artinya, mereka main kekuasaan.

Apa saja reaksi Mabes Polri yang Anda rasakan?

Saya diteror dengan berbagai isu. Katanya, saya merekayasa ancaman kepada diri saya sendiri. Padahal, kalau benar begitu, tangkap saja saya. Saya juga dituduh punya banyak rumah. Itu tidak benar. Sebagian rumah saya sudah saya jual sejak 2006.

Jadi betul Anda punya 16 rumah?

Saya dapatkan (semuanya) sebelum jadi polisi. Saya kan punya "warung". Sejak pangkat letnan, saya sudah punya usaha, karena gaji tidak cukup. Tapi usaha saya tidak pernah berhubungan dengan polisi. Saya juga bayar pajak, bayar zakat, bahkan bayar pungli. Sekarang, sebagian perusahaan dijalankan oleh menantu saya. Dari situ-lah saya hidup.

Apa saja usaha Anda?

Usaha saya serabutan: ada mesin penggilingan padi di kampung, tempat cuci mobil, dan bengkel. Lama lama semua usaha itu jadi besar. Rumah rumah saya itu juga termasuk usaha saya: jual beli rumah.

Apa nama perusahaan Anda?

Janganlah... nanti dicari dan ditutup polisi. Mereka kan sekarang lagi mencari cari.

Apakah sebagian kekayaan Anda diberi orang?

Tidak boleh. Itu namanya gratifikasi. Lagi pula, siapa yang mau memberikan rumah dan tanah ke saya?

Ada maksud tertentu di balik pengungkapan "dosa dosa" Anda?

Jelas. Saya bisa mencium motifnya. Jelek jelek saya kan sudah berpuluh tahun jadi polisi. Pengungkapan kasus kasus ini untuk memecah konsentrasi dan membuat saya stres. Setelah itu, kasus saya akan digiring ke arah pelanggaran disiplin dan kode etik profesi. Ini artinya saya akan dipecat, lalu kasus saya digiring ke pengadilan pidana.

Apa masih ada anak buah di kepolisian yang mendukung Anda?

Sekitar 80 persen polisi masih setia kepada saya. Tidak usah saya sebutkan namanya. Kalau disebut, mereka bisa dilibas.

Berapa banyak polisi yang anti Susno?

Yang melawan saya ini tidak satu dua orang. Mereka ini suatu gerombol-an, mulai bos sampai ke bawah. Mereka punya intelijen, punya satuan tugas, punya segala galanya. Kalau saya, ya berdua saja (Susno menunjuk pengacaranya, Husni Maderi-Red.).

Anda sakit hati karena dicopot dari posisi Kepala Badan Re-serse Kriminal Polri?

Siapa yang kecewa? Saya tidak kecewa. Kalau mau dicopot, ya silakan. Sejak diberhentikan, saya diam. Saya baru marah ketika ada perwira Mabes Polri yang mengancam akan memecat saya setelah bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk perkara Antasari Azhar.

Anda mengincar posisi Kepala Polri?

Jangan salah persepsi: saya tidak ingin jabatan.


*sumber: Majalah TEMPO, Edisi 06/39, Tanggal 05 April 2010


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Jusuf Kalla Diundang ke Palestina

Senin, 05 April 2010


Presiden Bulan Sabit Merah Palestina Younis Al Khatib mengundang Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) M Jusuf Kalla untuk mengunjungi negerinya. Undangan itu disampaikan Younis secara langsung kepada Jusuf Kalla saat mengunjungi Kantor Pusat PMI di Jakarta, Kamis (1/4).

Younis berharap pihaknya bisa menjalin kerjasama yang lebih erat dengan seluruh organisasi palang merah di dunia, termasuk PMI.

“Selama perang kami sulit mengirimkan pasokan kebutuhan medis. Satu-satunya cara kadang dengan bekerja sama dengan organisasi palang merah yang ada di dunia,” katanya.

Sedangkan Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengatakan, pihaknya siap membantu rakyat Palestina dan berencana memenuhi undangan Presiden Bulan Sabit Merah Palestina dalam waktu dekat. “Lagi diatur waktunya dan bagaimana caranya. Kita akan bantu, kita lihat dulu apa yang bisa dibantu,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum PMI memberikan bantuan dana kemanusiaan sebesar 100 ribu dolar Amerika Serikat (AS) kepada rakyat Palestina melalui Bulan Sabit Merah Palestina.

Dalam kesempatan itu, Younis menyampaikan penghargaan atas bantuan yang diberikan PMI.

Selama berada di Indonesia, Younis antara lain akan mengunjungi Rumah Sakit PMI di Bogor, melihat demonstrasi Tim Air dan Sanitasi PMI di Bandung dan melihat pelayanan tim medis PMI di Karawang, Jawa Barat.

Sebelumnya, pada 25 Februari 2009, PMI dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) juga telah mengirimkan bantuan berupa 2.000 lembar selimut dan dana 120 ribu dolar AS yang dikumpulkan dari masyarakat Indonesia kepada korban konflik di Gaza, Palestina.

*sumber: hidayatullah.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Manusia itu Menyukai Neraka

Jumat, 02 April 2010


Oleh: Prof Dr Ali Mustafa Yaqub
---
Ketua sebuah pengajian meminta maaf kepada penceramah karena jamaah yang hadir dalam pengajian tersebut tidak banyak. Ia semula mengharapkan agar jamaah yang datang dapat mencapai ribuan orang, tetapi ternyata hanya ratusan orang. Ia khawatir apabila penceramah kecewa dengan jumlah yang sedikit itu.

Apa komentar penceramah tersebut? Ia justru bersyukur dan tidak merasa kecewa. Katanya, ''Memang calon penghuni surga itu jumlahnya lebih sedikit dibandingkan calon penghuni neraka.'' Ia pernah membaca koran bahwa di Ancol diadakan pagelaran maksiat. Yang hadir dalam pesta kemungkaran itu mencapai 700 ribu orang. Kendati pesta itu dimulai jam delapan malam, pengunjung sudah mulai datang sejak jam satu siang.

Penceramah kemudian bertanya kepada para hadirin, ''Apakah ada pengajian yang dihadiri oleh 700 ribu orang?'' Hadirin pun serentak menjawab, ''Tidak ada.'' Ia kemudian bertanya lagi, ''Apakah ada pengajian yang dimulai jam delapan malam, tetapi jamaahnya sudah datang jam satu siang?'' Hadirin kembali serentak menjawab, ''Tidak ada.'' Penceramah kemudian berkata, ''Itulah maksiat, dan inilah pengajian. Kalau ada pengajian dihadiri oleh ratusan ribu orang, boleh jadi pengajian itu bermasalah.''

Ia juga mencontohkan dakwah Nabi Nuh AS. Beliau berdakwah selama hampir seribu tahun, tetapi pengikut beliau hanya 40 orang. ''Karena itu, kalau yang datang di pengajian ini mencapai ratusan orang, itu sungguh sudah bagus. Dan, begitulah calon-calon penghuni surga,'' tambahnya.

Lebih jauh, ustaz yang masih muda itu menyampaikan sebuah hadis tentang apa yang akan terjadi pada hari kiamat. Dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa nanti pada hari kiamat, Nabi Adam AS akan dipanggil oleh Allah SWT. Beliau diperintahkan oleh Allah SWT untuk memisahkan anak-cucunya, mana yang akan masuk surga dan mana yang akan masuk neraka. ''Ternyata,'' kata Nabi Muhammad SAW selanjutnya, ''Dari seribu anak-cucu Adam, 999 (sembilan ratus sembilan puluh sembilan) masuk neraka, dan hanya satu yang masuk surga.''

Ia kemudian mengajak jamaah untuk mengamati perilaku manusia setiap hari. ''Coba kita amati kehidupan manusia sehari-hari. Kita lihat mereka di pasar, pusat perbelanjaan modern atau mal, televisi, dan di mana saja. Ternyata lebih banyak yang senang bermaksiat daripada yang taat kepada Allah SWT. Orang bohong, penipu, ada di mana-mana, sementara yang shalat di masjid sepi-sepi saja. Ternyata manusia itu lebih menyukai neraka daripada surga.''


*sumber: Republika (31/3/10)
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Brigade Al-Qassam Pecundangi Pasukan Elit Israel

Kamis, 01 April 2010


Brigade Izzudin Al-Qassam, sayap militer Hamas, berhasil membuat kalang kabut pasukan Israel, Brigade Golani. Peristiwa yang seharusnya membuat Israel malu itu diabadikan dalam rekaman video yang dirilis situs Al-Qassam.

Rekaman video tersebut menunjukkan kepanikan tentara Israel menghadapi operasi Al-Qassam di Khan Younis. Bidikan sniper membuat beberapa anggota pasukan Israel tumbang, sehingga mereka memanggil bantuan dan menarik prajurit yang tewas keluar dari pagar pembatas.

Al-Qassam melancarkan operasi pada hari Jumat 26/3, untuk mematahkan mitos yang mengatakan bahwa Brigade Golani adalah pasukan elit Isrel paling berpengalaman, dilengkapi senjata canggih, dan anggotanya adalah para profesor dalam bidang ilmu militer.

Dalam operasi khusus itu, Al-Qassam berhasil menewaskan Deputi Komandan Batalion 12 dari Brigade Golani, seorang prajurit dan melukai 5 tentara Israel lainnya. Satu prajurit Israel dalam keadaan kritis.

Operasi pasukan Hamas ini membuktikan, bahwa pasukan Israel tidak sehebat yang selama ini disangka orang, sehingga membuat banyak negara kagum sekaligus ketakutan. Pasukan paling elit Israel, berhasil dibuat panik oleh pasukan Hamas yang hanya memanggul senjata sederhana.

(Lihat video di : http://www.alqassam.ps/arabic/video1.php?id=351&cat=1)

*sumber: hidayatullah.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com
 
© Copyright PIYUNGAN ONLINE
fixedbanner