NEWS UPDATE :

tak bisa email, sms pun ok!

Minggu, 28 Februari 2010

[1/4] Laporan: Bidang kepemudaan DPC Piyungan. Jum'at tgl.26 feb 2010. Mengadakam acara Renang ikhwan bersama. Lokasi Kolam Renang Umbul Tirta di Mantup,Bangun
[2/4] tapan. Dipimpin oleh ketua bid.kepemudaan Rijal Sunardi SKR.(Sarjana Koran) Acara diikuti juga oleh ketua DPC PIY Andi TW. Peserta 14 org ikhwan. Kumpul
[3/4] di Markas DPC pukul.06.00. Berangkat 06.40. Selesai pkl.08.40. Kontribusi 5rb. 3 org blm bisa berenang. Ada yg bawa anak juga. (Bahtiar bawa Aisyah) NB:Bis
[4/4] a di edit oleh mr.Admin.
.....

4 bingkisan sms di atas diterima admin dari akh sinyo al-qudsy sabtu 27-02-10 pukul 16:46:35 saat admin masih mudik ke kampung asal. afwan, kalau baru bisa diposting hari ini usai pulang dari mudik siang tadi.

semangat dari para reporter model gini yang bikin blog pkspiyungan masih tetap exis mengudara. tak bisa email sms pun jadi. maka admin sengaja menyajikan seutuh dan se-original sms aselinya (termasuk yang ada salah ketik huruf, dll). pokoke 100% aseli.

so, bagi semua para kader yang punya cerita zeputar da'wah-mu, aksi dpra-mu, kiprah dpc-mu, atau catatan personal-mu yang ber-iobroh buat kite-kite, tentu akan makin indah jikalau kita bagi bersama disini. di blog pks piyungan.



piyungan, ahad 28/02/10 17.18
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Mengapa PKS Vokal Soal Century?

Kamis, 25 Februari 2010

JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan salah satu pihak yang dibilang kritis dalam menyikapi kasus bailout Bank Century. Mengapa PKS begitu kritis?

“Kami kritis soal Century karena sudah menandatangani perjanjian dengan Pak SBY untuk menciptakan good goverment dan good governance,” ujar Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaaq kepada okezone, Rabu (24/2/2010) malam.

Karenanya, PKS mengaku tak khawatir dengan ancaman reshuffle kadernya di kabinet. Dia menganggap, wacana reshuffle yang pernah dilontarkan beberapa kader Demokrat tidak merepresentasikan Presiden SBY.

“Kami tidak mau termakan rumor. Terlebih wacana itu dilontarkan kader Demokrat yang memiliki misi pribadi jelang Munas Demokrat nanti,” tandasnya.

Lantas, jika seandainya PKS ditendang dari koalisi dan kadernya terkena reshuffle, apakah PKS akan menjadi partai oposisi seperti PDI Perjuangan dan Hanura? Lutfi menjawab normatif.

“Kami akan terus menjalankan visi misi kami. Jika sesuai kami akan menjadi partner, namun jika bertentangan akan kami kritisi,” pungkasnya.

Perlu diketahui, dalam pandangan soal kasus Century, PKS yang diwakili Andi Rahmat menyebutkan sejumlah nama yang harus bertanggungjawab. Padahal, saat ini PKS masuk dalam lingkaran koalisi pemerintah.

Sebanyak empat kadernya pun duduk sebagai menteri di Kabinet Indonesia Bersatu jilid dua. Yakni Tifatul Sembiring (Menkominfo), Suswono (Menteri Pertanian), Suharna Surapranata (Menristek), Salim Segaf Aljufri (Menteri Sosial).


*sumber: okezone.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PKS: Untuk Masuk Surga Tak Harus Jadi Menteri

Menanggapi desas-desus reshuffle kabinet, PKS tidak khawatir jika keputusan akhir yang disampaikan semalam berimplikasi pada reshuffle kader-kader PKS di kabinet.

"Itu hanya urusan kekuasaan, bukan urusan amal saleh. Kalau tidak tidak jadi menteri masih ada amal saleh di tempat lain," kata anggota Pansus dari PKS, Fahri Hamzah di Gedung DPR, Rabu (24/2/2010).

Fahri menambahkan, selama ini petinggi-petinggi partainya mendukung penuh apa yang dia dan teman-temannya lakukan di Pansus. Tidak ada tekanan dan kekhawatiran dari pengurus partai karena mereka terlalu keras.

"Hanya temuan dan fakta yang bisa merubah kami," tambahnya.

Oleh karenanya PKS tidak akan menutup-nutupi temuan yang ada dan menunjuk siapa yang bersalah dan bertanggung jawab.

"Kalau rakyat kecil yang salah kita perlakukan dengan tindakan kasar. Kalau orang besar (yang salah) kita halus-halusi, itu yang membuat kita hancur. Nggak harus jadi menteri untuk bisa masuk surga," pungkasnya. [taz/inlh, okz]


*sumber: www.voa-islam.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Koalisi (Bukan) Periuk Nasi


Oleh Saldi Isra*
[Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Andalas Padang]
---
Sekalipun ada yang menggadaikan idealisme lembaga legislatif, sebagian partai politik masih tetap berpendirian, jadi bagian koalisi bukan segala-galanya. Bagi mereka, menjadi bagian koalisi bukan masalah periuk nasi.
---

Spekulasi yang berkembang bahwa hasil Panitia Khusus DPR tentang Hak Angket Bank Century akan bergerak ke arah pemakzulan, terjawab sudah. Penyampaian pandangan akhir fraksi-fraksi di Pansus dapat dikatakan sebagai politik ”jalan tengah”. Meski tidak eksplisit, semua kekuatan politik dapat dikatakan ”sepakat” untuk tak masuk ke wilayah pemakzulan.

Pandangan itu membenarkan dugaan sebelumnya, guna menutup peluang ke arah pemakzulan, mayoritas kekuatan politik mencari ”terobosan” lain yang mereka nilai mampu menyelamatkan gagasan pembentukan Pansus Century. Cara yang dilakukan sejumlah kekuatan politik, melempar bola panas kepada penegak hukum untuk menindaklanjuti indikasi tindak pidana yang dilakukan sejumlah tokoh sentral dalam skandal Century.

Padahal, dengan menyebut nama bekas Gubernur BI, sekarang Wakil Presiden, sebagai pihak yang diduga bertanggung jawab, rekomendasi dapat saja bergerak ke arah pemakzulan. Namun, langkah ke arah pemakzulan tidak menjadi pilihan politik Pansus. Bagaimanapun, bagi sejumlah kekuatan politik, mendorong semua pihak yang bertanggung jawab ke jalur hukum jadi pilihan paling masuk akal guna menyelamatkan berbagai kepentingan.

Bahkan, sejak awal sudah dapat dibaca, Pansus sengaja menghindari pemenuhan logika bangunan sistem pemerintahan presidensial. Upaya penghindaran dilakukan dengan tidak memanggil Presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan tertinggi. Tidak terlalu mengherankan bahwa penarikan kesimpulan hanya bisa menjamah sampai Boediono dan Sri Mulyani Indrawati. Bahkan, bagi sejumlah parpol dalam koalisi, penyebutan nama itu pun dilakukan dengan keberanian luar biasa.

Pengkhianatan

Banyak kalangan berpendapat, pembentukan Pansus merupakan batu ujian untuk menilai kesetiaan parpol terhadap hati nurani, terutama sebagai wakil rakyat. Khusus parpol dalam koalisi, pembentukan Pansus jadi batu ujian ganda antara kesetiaan terhadap hati nurani dan kesetiaan menjaga bangunan koalisi.

Dari perspektif apa pun, kekuatan-kekuatan politik di Pansus Century harusnya menempatkan kepentingan yang lebih luas sebagai bagian pelaksanaan tugas-tugas konstitusional yang diamanatkan UUD 1945. Dalam konteks itu, melihat spektrum di balik skandal Century, menutup fakta-fakta yang terungkap selama Pan- sus bekerja dengan tujuan menjaga keutuhan bangunan koalisi dapat dikatakan bentuk pengkhianatan terhadap amanat rakyat.

Sulit dibantah, pilihan politik mengutamakan menjaga bangunan koalisi akan memberikan dampak sistemik terhadap keberadaan DPR sebagai lembaga perwakilan rakyat. Selain membunuh harapan sebagian besar masyarakat untuk membongkar skandal Century sampai ke akar- akarnya, pilihan politik menjaga keutuhan koalisi dengan mengabaikan aspirasi yang berkembang berpotensi memperpanjang krisis kepercayaan kepada DPR. Padahal, sejak awal banyak kalangan berharap, hasil Pansus mampu menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada DPR.

Tidak hanya itu, ”menggadaikan” fungsi dan hak konstitusional dengan tujuan menjaga keutuhan koalisi dapat dinilai sebagai bentuk pengkhianatan atas UUD 1945. Padahal, saat dilantik, anggota DPR berjanji mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi, seseorang, dan golongan.

Koalisi presidensial

Dalam sistem pemerintahan presidensial, koalisi jadi pilihan sulit. Namun, itu tak terhindarkan, terutama saat parpol yang mendukung presiden tak mendapatkan dukungan mayoritas di DPR. Bahkan, Scott Mainwaring (1993) menyatakan, pemerintahan presidensial dengan sistem kepartaian majemuk merupakan kombinasi yang sulit dan dilematis.

Dengan posisi sebagai minority government, guna mendapat dukungan di DPR, presiden berupaya membentuk pemerintahan koalisi dengan merangkul sejumlah parpol. Dalam ”Simalakama Koalisi Presidensial” dikemukakan, cara yang paling umum dilakukan presiden adalah membagikan posisi menteri kabinet kepada parpol yang memberikan dukungan (Kompas, 27/11-08). Faktanya, langkah darurat membentuk koalisi tak pernah kondusif dalam sistem pemerintahan presidensial.

Namun, yang sering dilupakan, dalam sistem pemerintahan presidensial posisi legislatif tak dapat begitu saja tertakluk kepada eksekutif. Bahkan, sekalipun berasal dari parpol pendukung presiden, parpol di DPR tetap punya posisi politik yang berbeda dengan presiden. Karena itu, sulit dipahami jika sebagian kekuatan politik di Pansus Century memosisikan diri sebagai pasukan berani mati pihak eksekutif.

Sekalipun eksekutif berupaya membangun koalisi, kekuatan politik di DPR seharusnya tak menggadaikan posisi konstitusionalnya. George C Edwards III dan Stephen J Wayne dalam Presidential Leadership: Politics and Policy Making (2002) menyatakan, dalam bangunan sistem pemerintahan presidensial partai politik di DPR tidak dapat begitu saja membenarkan semua tindakan pemerintah.

Jika semua tindakan yang dilakukan pemerintah dibenarkan, parpol di DPR sedang menggadaikan posisi sebagai pemegang kekuasaan legislatif terutama dalam pelaksanaan fungsi pengawasan. Dalam sistem parlementer sekalipun, tak semua kebijakan pemerintah dibenarkan oleh parpol pendukung eksekutif. Oleh karena itu, bangunan koalisi hanya dapat dibenarkan sepanjang tak menghancurkan fungsi pokok masing-masing lembaga.

Berdasarkan itu, dalam pengungkapan skandal Century, pilihan parpol membenarkan semua tindakan pemerintah merupakan pilihan untuk bertahan di jalur kekuasaan. Bisa jadi, bagi mereka, kelangsungan koalisi sekaligus kelangsungan kekuasaan dan rezeki (baca: periuk nasi).

Sekalipun ada yang menggadaikan idealisme lembaga legislatif, sebagian partai politik masih tetap berpendirian, jadi bagian koalisi bukan segala-galanya. Bagi mereka, menjadi bagian koalisi bukan masalah periuk nasi.

Oleh karena itu, menjelang sidang paripurna DPR, banyak kalangan berharap, mereka yang membenarkan semua tindakan pemerintah dapat merenungkan pilihan tersebut. Yang jauh lebih penting, parpol yang dinilai cukup mampu menjaga idealisme lembaga perwakilan tidak berubah pendirian hanya karena kepentingan memelihara periuk nasi.


*Saldi Isra Guru Besar Hukum Tata Negara dan Direktur Pusat Studi Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang


[sumber: Koran KOMPAS, Kamis 25/02/2010]
----

posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Mawar Merah untuk PKS Cs, Mawar Putih untuk PAN Cs

Rabu, 24 Februari 2010

[detik.com] - Sekuntum mawar merah masing-masing diberikan kepada anggota Pansus Century dari PKS, PDIP, Golkar dan Hanura. Sementara PAN, PPP, dan Gerindra diberikan sekuntum mawar putih. Apakah beda mawar merah dan putih itu?

"Warna beda merah dan putih. Yang merah untuk yang berani," kata anggota Koalisi Masyarakat Peduli Anti Korupsi (KOMPAK) Effendi Ghazali saat menemui Pansus Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/2/2010).

KOMPAK menemui pansus untuk mengucapkan rasa terima kasih atas kerja keras pansus selama ini. "Berhasil mendekati apa yang diharapkan publik, tapi masalah skandal Bank century masih jauh dari selesai," kata aktivis KOMPAK lainnya, Thamrin Amal Tamagola.

Lebih fokus, apresiasi Kompak ditujukan untuk PKS, Golkar, PDIP dan Hanura karena telah memberikan pandangan yang jelas, sistematis dan memenuhi unsur-unsur komunikasi politik dengan menyebut nama pihak-pihak yang bertanggung jawab.

"Kami kecewa dengan Partai Demokrat dan PKB yang memiliki pandangan yang beda dengan sebagian besar fraksi," katanya.

Masing-masing anggota pansus juga dihadiahi sebuah amplop kosong dari Kelompok Cipayung. Menurut mereka, jika pengusaha melobi dan memberikan amplop berisi untuk maksud tertentu, maka kami hanya bisa memberikan amplop kosong untuk maksud tertentu.

"Mohon dihargai, itu sama-sama amplop," kata anggota Cipayung yang juga Ketua HMI, Aris Mustopha.


*sumber: detik.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Amien Rais, F-PAN dan Century Gate

Oleh: Anggun Gunawan*
“Konklusi saat katakan, bicaralah yang benar, sebutkanlah nama. Kalau kita masuk wilayah tanpa nama, itu namanya Pansus tanpa nama. Pansus yang tidak bertanggung jawab,”….. “Pansus berubah gaya atau sikap, tolong ditepis sejauh mungkin. Pansus ini milik rakyat, harap disesuaikan dengan kehendak rakyat. Tapi jangan hanya takut rakyat, tapi takut Tuhan juga,” (Kompas Edisi Online, Senin, 22 Februari 2010 15:18 WIB)
---

Penyataan di atas disampaikan Amien Rais, tokoh nasional yang dielu-elukan sebagai “Bapak Reformasi Indonesia” oleh banyak kalangan, dalam kesempatan audiensi dengan Tim Sembilan Inisiator Hak Angket Century di kediamannya, Gandaria, Jakarta, Senin 22 Februari 2010. Sebuah penyataan yang jelas sekaligus menyindir menjelang penyampaian pandangan akhir 9 fraksi yang ada di dalam Pansus Angket Century DPR-RI.

Sebagai politisi senior, mantan Ketua MPR-RI, dan tokoh penggerak reformasi yang berhasil mengulingkan ototarian Orde Baru, apa yang disampaikan oleh Amien Rais menjadi spirit istimewa bagi para politisi dan menggairahkan harapan anak bangsa akan terbuka kasus Century secara terang benderang. Lewat daya magis kata-katanya tentu banyak yang berharap para politisi yang tergabung dalam Pansus Century berani untuk mengungkap fakta yang ditemukan sekaligus membuka kepada publik siapa yang harus bertanggung jawab atas terjadinya Centruy Gate.

Menjelang detik-detik penyampaian pandangan akhir Fraksi, kembali Amien Rais memberikan penyataan:

“Tidak ada satu fraksi pun yang sebut nama. Saya sudah tahu. Inilah politik transaksional yang tadinya menggebu menjadi lemah lunglai,” (Kompas Online, Selasa, 23 Februari 2010 19:43 WIB)

Aura pesimis sangat tampak dari penyataan guru besar hubungan internasional UGM ini. Ekspektasi sebagaimana tercermin dari pernyataan beliau sehari sebelumnya, seolah buyar. Timbul sebuah pertanyaan, apakah Amien Rais lewat koneksinya di kekuasaan telah mendapatkan informasi terbaru terkait lobi-lobi yang dilakukan oleh Partai Demokrat terhadap partai koalisi dan partai oposisi?

Setelah dibuka sekitar jam 8 malam oleh Idrus Marham (Selasa 23/02/2010), Rapat Pansus dimulai dengan pandangan akhir Fraksi Partai Demokrat, dilanjutkan PDIP, PKS, Golkar, PAN, PPP, PKB, Gerindra, dan Hanura. Demokrat dengan dalih penyelamatan ekonomi nasional dari krisis global menganggap kebijakan bailout tidak menyalahi aturan sehingga tidak perlu dipertanggungjawabkan oleh pengambil kebijakan. Sekaligus menegaskan wacana mengalirnya dana talangan Century ke kantong petinggi Demokrat dan team kampanye SBY sebagai fitnah. PDIP yang sejak awal sudah garang, lewat juru bicara Maruarar Sirait kembali memperlihatkan ketegasannya bahwa terjadi banyak pelanggaran terkait penyelamatan Century dan menyebutkan nama-nama yang bertanggung jawab atas kasus Century. Golkar yang awalnya dianggap memble karena hanya menyebutkan inisial ternyata membuat suprise dengan memaparkan kepanjangan dari inisial yang disebutkan selama penyampaian pandangan fraksi. PKS dengan uraian data dan fakta yang dimiliki menyebutkan dengan berani siapa saja yang mesti bertanggung jawab. PPP, meskipun santer diindikasikan akan membelot dari pandangan awal, ternyata berani menyampaikan kesalahan-kesalahan dalam penyelamatan Century walaupun hanya menyebutkan jabatan-jabatan yang mesti ditelusuri lebih lanjut keterlibatannya. PKB sebagaimana pandangan awal tetap menganggap kebijakan penyelamatan Century sebagai kebijakan yang benar di tengah kondisi bangsa yang kritis akibat pengaruh krisis global.

Untuk fraksi PAN, penulis mencermati bahwa pandangan fraksi yang disampaikan oleh Asman Abnur, SE., M.Si memiliki kemiripan dengan Fraksi Demokrat. Memulai pandangan dengan pemaparan imbas krisis keuangan AS terhadap perbankan nasional, pemaparan tujuan dibentuknya panitia angket, dan tidak menyebutkan nama-nama pejabat BI, Departemen Keuangan, KSSK, dan LPS yang mesti bertanggungjawab.

Apa yang disampaikan oleh Amien Rais beberapa menit menjelang rapat dimulai bahwa tak ada satupun fraksi yang menyebutkan nama tenyata tidak terbukti. PDIP, Golkar, PKS, dan Hanura menyebutkan dengan terang nama-nama pejabat yang mesti bertanggung jawab dan diusut lebih lanjut oleh penegak hukum (KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian). Namun, Amien Rais benar terkait prediksinya untuk PAN yang memang tidak menyebutkan nama.

Prof. Amien Rais dalam berbagai kesempatan terlihat garang menyebutkan Sri Mulyani dan Boediono sebagai orang bertanggungjawab atas kasus Century. Tapi kenapa PAN yang tak lain dan tak bukan adalah partai yang ia dirikan dan menjadi Ketua Majelis Pertimbangan Partai pada partai yang dibesarkan oleh kader Muhammadiyah itu, surut untuk menyebutkan nama pejabat-pejabat yang bertanggung jawab? Apa yang terjadi dengan PAN? Apakah suara Amien Rais tidak lagi didengar oleh politisi PAN sebagaimana yang ia ungkapkan sendiri, “Di PAN saya hanya penasihat. Saya tidak otoriter. Semua sudah seragam,” ? (Kompas Online Selasa, 23 Februari 2010 19:43 WIB)

Nasehat dan kewibawaan Amien Rais sangat jelas terlihat dalam Kongres PAN beberapa waktu yang lalu. Lewat kharismanya, pemilihan ketua umum PAN berlangsung kompromistis tanpa prosesi pengambilan suara. Apakah memang suara Amien Rais sudah tak lagi berpengaruh di PAN ataukah Amien Rais ingin partainya tetap merapat pada kekuasaan yang memang mengiurkan lewat kehadiran Hatta Radjasa sebagai orang dekat SBY? Atau jangan-jangan kekuatan Amien Rais di PAN sudah tergantikan oleh suara Hatta Radjasa yang saat ini menjadi ketua Umum? Entahlah… Sebagai partai dengan basis pendukung dari Muhammadiyah agaknya sangat mengecewakan ketika PAN tidak bersikap tegas tentang siapa yang harus bertanggung jawab atas pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dalam penyelamatan Bank Century…


*diambil dari : http://polhukam.kompasiana.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Buya Syafii: Staf SBY Tak Bermoral

Jakarta, RMOL. Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif kesal terhadap Staf Khusus Presiden Andi Arief.

Pasalnya, Andi Arief menyatakan bahwa Syafii terkejut setelah mengetahui kasus letter of credit politisi PKS Muhammad Misbakhun di Bank Century yang mengalami gagal bayar. Hal itu dikatakannya tadi malam, usai bertemu Syafii Maarif, di sebuah hotel di Jakarta Selatan.

Sepertinya, Syafii merasa dijadikan tumbal oleh Andi Arief untuk menekan PKS.

Ini tidak sehat, anak ini menyalahgunakan. Saya nggak ngerti soal itu,” kata Syafii kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 24/2)

Tidak hanya itu, Buya Syafii, panggilan akrabnya, juga mengatakan Andi Arief tidak bermoral.

Ini tidak sehat, anak ini tidak bermoral,” kesalnya.

Syafii sendiri mengaku baru mengetahui soal statement Andi Arief tersebut. [zul]


*sumber: rakyatmerdeka.co.id
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Ada Masalah, Hubungi Anggota Dewan PKS!

Selasa, 23 Februari 2010


by abuhasan
sakit memang tidak menyenangkan. apalagi bagi lapisan masyarakat miskin, pasti akan menambah beban hidup. itu pula yang dirasakan keluarga pak sugeng yang tinggal di dusun kembangsari rt 6 desa srimartani. setelah dua bulan menganggur dan baru sepekan dapat kerjaan sebagai kuli batu beliau mendapat musibah. anak pertamanya terkena usus buntu!

ika nur setianingrum yang baru kelas dua sd inipun terpaksa dilarikan ke rumah sakit. namun, ruang rawat inap sudah penuh semua tinggal yang kelas utama, kata petugas rumah sakit swasta yang berlokasi di dekat terminal bus lama kota jogja. sekali lagi dengan terpaksa pak sugeng mengambil kelas utama, yang ternyata nantinya malah menimbulkan masalah baru.

masalah baru yang makin menambah beban bapak dua anak ini adalah ketika mau mengurus keringanan biaya. sebagai keluarga yang memiliki kartu jamkesos (Jaminan Kesehatan Sosial) beliau pun berusaha mengurus dengan meminta surat rujukan dari rumah sakit yang bersangkutan.

"pak, karena anak bapak pertama kali dirawat menggunakan kelas utama maka jamkesos tidak bisa diberikan. karena jamkesos hanya bisa untuk kelas non-utama," kata-kata dari petugas jamkesos yang bertugas di rumah sakit swasta ini bagai petir di siang bolong.

"tapi pak, anak saya cuma masuk awalnya di kelas utama dan cuma beberapa jam lalu dipindah ke kelas tiga. kalau ada biaya tambahan karena pemakaian kelas utama dan jamkesos nanggungnya cuma kelas tiga, saya bersedia membayar kelebihannya pak," pak sugeng terus berusaha agar mendapat jamkesos. namun petugas yang hanya melihat sisi prosedural ini tetap menyatakan kalau jamkesos tidak bisa diberikan. titik.

dalam galau, resah dan gundah, pak sugeng teringat degan salah satu tetangganya yang orang partai. siapa tahu bisa memecahkan kebuntuan. beliaupun menghubungi tetangganya yang seorang kader pks.

"mas haryadi, iki aku arep jaluk tulung. mengko esuk-esuk neng nggonku yo," malam-malam pak sugeng menghubungi akh haryadi, kader pks dpra srimartani, yang walaupun orang ndeso tapi semenjak aktif di pks punya chanel, koneksi dan loby dengan kalangan atas (maksudnya petinggi dan pejabat pks).

paginya, selasa 16 februari 2010, akh haryadi ke rumahnya pak sugeng dan mendengar cerita mentoknya urusan jamkesos.

"kami akan bantu pak. saya akan menghubungi pak guston anggota dewan dprd propinsi diy dari pks bantul. beliau insya allah biasa membantu masalah-masalah begini," ujar akh haryadi yang langsung menelpon pak guston (nama aslinya agus sumartono tapi teman-teman pks sering memanggilnya guston).

deretan angka 0274-7136895 nomor flexy akh guston dipencet.

"ada apa akh haryadi? ada yang bisa kita bantu?" begitu sapaan dari akh guston yang sudah beberapa kali dimintain bantuan sama akh haryadi.

cerita permasalahan jamkesos dari pak sugung pun disampaikan.

"antum langsung datang saja ke kantor jamkesos dan minta ketemu dengan pak x pimpinan jamkesos. bilang kalau dari pak guston. insya allah beliau akan bisa membantu," ujar akh guston. singkat tapi solutif.

maka hari itu juga akh haryadi meliburkan kerjanya dan mengantar pak sugeng ke kantor jamkesos. biar bisa ketemu, maka akh haryadi menelpon dulu pak x untuk janjian.

"pak, saya haryadi. saya ada pesen dari pak guston untuk menemui bapak untuk mengurus masalah jamkesos."

"oh ya, silahkan datang ke kantor. kita ketemu disana," balas pak x dengan sangat ramah.

"silahkan duduk. ada yang bisa kami bantu pak?" pak x mempersilahkan tamunya.

"oh begitu. insya allah akan saya bantu. saya akan menghubungi rumah sakit bersangkutan. bapak akan dapat jamkesos walaupun selisih biaya kelas utama tetap bapak tanggung. doakan pak ya, agar saya bisa mengurus ini dengan baik," sangat bijak pak x memberi tanggapan dari keluhan pak sugeng yang bercerita asal usul masalah.

lega dan bahagia perasaan pak sugeng. satu masalah beban biaya bisa diperingan.

alhamdulillah dik ika sudah dioperasi usus buntu. dan setelah lima hari dirawat akhirnya bisa pulang. total biaya rp 3.923.652 yang seharusnya ditanggung alhamdulillah cuma rp 1.455.852 yang dibayar karena dapat keringanan dari jamkesos.

.....

panjang lebar akh haryadi bercerita malam senin kemarin (21/2) kala kami liqo bertempat di masjid sampakan. usai penyampaian materi dan mutaba'ah amaliyah yaumiyah di sesi terakhir liqo kami rutinkan agenda "qodhoya wa rowa'i" bahasa infotainment-nya "kabar kabari". setiap ikhwah bercerita kondisi diri, keluarga, suka duka, permasalahan atau kabar gembira selama sepekan terakhir. mudah-mudahan kabar dari akh haryadi ini ada manfaatnya. paling tidak bagi kami, kiprah dan kepedulian para anggota dewan dari pks sangat menggembirakan dan membanggakan. mereka betul-betul peduli dengan kondisi rakyat walaupun luput dari publikasi media.

bagi teman-teman di wilayah propinsi yogyakarta yang nantinya menemui masalah yang sama bisa kontak langsung ke pak guston (agus sumartono) lewat nomor hp-nya (0274)-7136895. atau anggota dewan pks lain yang antum kenal dimana saja antum berada.



----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Bukan ku ingin mengubur sejarah...

by KenSri
Pulang dari acara PWK di Tambalan udah sadar sich kalo punya tugas kirim report ke Mr. Admin. Rencana malemnya mo bikin tuh report. Pas malem, sindrom 'ntar-ntar' kumat. Ntar aja ah! Habis ngerjain ini, itu, ini itu... Alhasil, sampe kesadaran lenyap gak kesampean juga! Dari ntar aja ah, jadi besok wae lah...! Maka mulus lah jalan menuju lupa... Pas kebetulan ingat, buru2 cari pembela! Wah, dah lama ni acara. Wis basi britane. Gak usah di bikin report juga gak papa!

'nyawa blog', bak tukang kredit berhati bunga yg nagih utang dg cara yg sangat halus.. Maksude? Suka-suka persepsi kalian aja lah... Hehe...
Makanya ni, biar udah jam 23 lebih dan daya pijar mata mulai melemah, ayo di sempetin setor utang!!!

Sekilas info aja ya, tgl 13 feb kemaren program PWK DPRa Srimartani yaitu di dusun Tambalan. Dengan agenda praktek bekam oleh ukhti Maemunah, dihadiri 25an ibu-ibu. Acara berlangsung lancar dan berakhir menjelang dzuhur. Untuk pertemuan bulan depan mereka meminta 'jipeng' alias ngaji kupeng alias ceramah agama.

Mekaten ingkang saget kulo aturaken, gedandengan wekdal sampun ndungkap ndalu.. Trimakasih lho kalo ada yg mau baca secuil info lawas ini. Susunan katanya jumpalitan pula!!
Pun pareng...



---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PRESS RELEASE: Pemira MS PKS di Malaysia

Pemira MS Berbasis Komputer (Offline dan Online)
Ahad (21/2/2010). Pemira MS (pemilihan raya majlis syuro) yang diselenggarakan di Malaysia, Brunei, dan Thailand telah berjalan dengan baik. Sebanyak 192 anggota inti PKS di tiga negara ini (mayoritasnya, 172 orang, berada di Malaysia) mengikuti proses pemungutan suara dengan beberapa cara.

Sebagian besar proses pemungutan suara dilakukan secara offline menggunakan komputer di setiap TPS (Kuala Lumpur, Selangor, Malaysia Utara, Pantai Timur, Johor, Brunei, dan Thailand). Yang berhalangan hadir karena sakit atau sedang berada di Indonesia, bisa melakukannya secara online atau cukup mengirimkan sms no urut CAMS (calon anggota majlis syura) kepada panitia di TPS. Selanjutnya, panitia akan memilihkan melalui komputer secara offline.

Proses ini sangat memudahkan pemilih dan panitia dalam proses perhitungan suara, karena otomatis jumlah suara terhitung secara akurat dan cepat.

Hasilnya sudah bisa diduga, mantan Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid menjadi nomor wahid dalam pemira MS di Malaysia ini. Ada lima CAMS lain yang menjadi pemenang dalam pemira MS di Malaysia ini, yaitu Luthfi Hasan Ishaq, Musyaffa Ahmad Rahim, Abdul Aziz Abdul Rauf, dan Abdul Muiz.

Satu lagi yang istimewa, Ketua Majlis Syuro, Presiden dan Sekjen PKS juga turut memilih di Malaysia menggunakan komputer. Para qiyadah ini memberikan apresiasi yang baik cara pemungutan suara di Malaysia yang menggunakan komputer. Ini lebih murah, akurat, dan cepat.

TTD

PANITIA PEMIRA MS WILAYAH MALAYSIA, BRUNEI DAN THAILAND
DR. SIGIT PW JAROT
DR. TEDDY S. GUNAWAN



*pengirim berita: Abdul Wahid Surhim, Pelajar S3 UTM Malaysia
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

DPR RI Rencanakan Kunjungi Gaza Gunakan Kapal Laut

Senin, 22 Februari 2010

Jakarta - Huwaida Arraf, aktivis peduli Palestina, mengunjungi DPR. Huwaida mengajak anggota parlemen Indonesia menuju jalur Gaza menggunakan kapal laut. Ajakan itu disambut baik DPR.

"Kami berterimakasih sekali disambut dengan ramah pada kunjugan pertama ke Indonesia. Saya berniat mengajak parlemen Indonesia bersama Malaysia, Turki dan yang lain bersama-sama ke jalur Gaza menggunakan kapal," kata Huwaida kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (22/2/2010).

Huwaida diterima oleh sejumlah anggota Komisi I DPR. Di depan anggota DPR, Huwaida menceritakan mengenai kegiatan yang ia lakukan dan kondisi warga Palestina di jalur Gaza. Huwaida juga mengajak anggota DPR membantu keprihatinan rakyat Palestina di jalur Gaza.

Untuk diketahui, Huwaida yang merupakan ibu muda kelahiran Amerika berdarah Palestina itu merupakan aktivis transnasional yang memelopori pengadaan kapal untuk melewati jalur lut menuju jalur Gaza. Huwaida sudah berhasil menggalang dana untuk pembelian kapal ke jalur Gaza itu.

Anggota Komisi I DPR dari FPKS, Al Muzammil Yusuf, yang ikut menerima Huwaida menyambut positif ajakan Huwaida itu. Keberangkatan beberapa anggota DPR dijadwalkan bulan Maret 2010.

"Beberapa anggota DPR yang peduli dengan Gaza akan berangkat ke sana menggunakan kapal kelima," ujar Muzammil.

Wakil Ketua BKSAP DPR M Najib yang juga ikut menerima Huwaida juga menyambut positif. "Intinya kita akan ke sana, hanya teknisnya sedang kita rencanakan," papar Najib.

Selain anggota DPR, Huwaida juga akan mengajak wartawan yang berniat meliput ke Palestina. "Kita juga ajak relawan dan wartawan yang berniat tulus untuk Palestina," tutup Huwaida.


*sumber: detik.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

nyawa blog

sepekan lebih off mengudara serasa betahun-tahun. terjebak pada kesibukan kerja yang mengejar target dan menguras pikiran memang seharusnya tidak jadi alasan. tapi begitulah, admin juga manusia yang banyak kekurangan. beruntung teman-teman dan sentilan para pengunjung blog ini cukup mujarab mengobati.

maka melalui coretan singkat ini, admin mengajak kembali bagi para reporter resmi maupun kader yang mengikuti segala kegiatan dpc/dpra untuk menuliskan laporan kegiatan. sesingkat dan sependek apapun tidak jadi masalah. karena kabar dari antum semua adalah nyawa bagi blog ini. semoga kumpulan huruf-huruf yang antum ketik akan menjadi amal sholih.



ttd: admin

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Cara Unik PKS Memilih Pemimpin

Kemarin, Minggu 21 Februari 2010, Partai Keadilan Sejahtera menggelar Pemilihan Raya memilih 65 anggota Majelis Syuro. Terdapat 195 kader tingkat ahli PKS yang berebut 65 kursi majelis tertinggi penentu kepemimpinan dan ideologi PKS ini.

"Mereka dipilih berdasarkan daerah pemilihan, 33 provinsi," kata Juru Bicara PKS, Ahmad Mabruri, dalam perbincangan dengan VIVAnews, Senin 22 Februari 2010.

Majelis Syuro yang memiliki kewenangan memilih Presiden PKS memiliki 99 anggota. Dua di antaranya adalah anggota seumur hidup yakni Hilmi Aminuddin, Ketua Majelis Syuro saat ini, dan Salim Segaf Al Jufri, Ketua Majelis Syuro sebelum Hilmi. Kemudian 65 dipilih oleh 37.435 kader PKS tingkat madya ke atas dan sisanya, 32 orang, merupakan ahli-ahli.

"Setelah 65 orang itu terpilih, mereka menggelar rapat dengan dua anggota seumur hidup itu, memilih 32 orang ahli itu," kata Mabruri. Ahli-ahli yang dimaksud meliputi ahli ekonomi, syariah, politik dan lain-lain.

Setelah memiliki 99 anggota, Majelis Syuro kemudian menggelar rapat membentuk susunan kepemimpinan Majelis Syuro, Presiden PKS, Sekjen, Bendahara, Ketua Dewan Syariah Pusat dan Ketua Majelis Pertimbangan Pusat. Tentunya juga rapat memilih siapa Ketua Majelis Syuro.

Semua calon anggota Majelis Syuro ini minimal telah mencapai kriteria kader ahli atau level lima pengkaderan. Hampir semua pengurus pusat PKS telah mencapai tingkat itu. "Saya juga kader ahli," kata Mabruri yang duduk sebagai Kepala Hubungan Masyarakat PKS itu. Namun Mabruri tidak maju dalam pencalonan anggota Majelis Syuro.

Namun, tidak semua kader ahli bisa mencalonkan diri menjadi anggota Majelis Syuro. Ada prosedur panjang yang harus ditempuh sebelum resmi bertarung di Pemilihan Raya. "Jadi, tak bisa bermodal uang berharap bisa dipilih menjadi anggota Majelis Syuro," kata Mabruri.


*sumber: vivanews.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Pemilu Raya PKS

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melaksanakan Pemira (Pemilahan Raya) serentak di seluruh Indonesia pada Minggu, 21 Februari 2010 kemarin. Pemira merupakan salah satu tahapan penting dalam proses demokrasi di PKS.

Tercatat 37.435 kader PKS anggota madya, dewasa dan ahli akan memilih Anggota Majelis Syuro PKS periode 2010-2015. Menurut Mardani, sekretaris Panitia Pemira Tingkat Pusat, ada 33 dapil sesuai jumlah provinsi.

Calon anggota majelis syuro (CAMS) berjumlah 195 orang, memperebutkan 65 kursi yang tersebar sesuai daerah pemilihan. "Jumlah CAMS terbanyak ada di Jabar yaitu 36 orang. Jatah kuota dari dapil ini 12 orang," kata Mardani dalam rilis yang diterima VIVAnews, Senin 22 Februari 2010.

Suharna Surapranata, Menteri Riset dan Teknologi, juga maju dari dapil Jawa Barat. Sementara Menteri Komunikasi dan Informati Tifatul Sembiring yang juga mantan Presiden PKS maju dari dapil Sumatera Utara.

Pemira berakhir pukul 14.00 kemarin dan hasilnya akan diumumkan 15 Maret. Setelah itu anggota

Majelis Syuro terpilih akan bersidang awal April menentukan susunan kepemimpinan Majelis Syuro. Presiden PKS, Sekjen, Bendahara, Ketua Dewan Syariah Pusat dan Ketua Majelis Pertimbangan Pusat juga akan ditetapkan di sidang Majelis Syuro ini. Munas PKS yang membahas renstra 5 tahun ke depan akan dijadwalkan awal Mei ini.


*sumber: VivaNews.com

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

MISI KADERISASI PKS

Kamis, 18 Februari 2010




"Meningkatkan kuantitas dan kualitas kader agar mampu merealisasikan tujuan-tujuan dakwah"
(capacity building)

---



1-Meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan integritas kader.
2-Meningkatkan jumlah kader inti dan kader pendukung secara signifikan.
3-Meningkatkan efektivitas sistem manajemen pembinaan kader.
4-Tersebarnya kader secara proporsional sesuai segmen, tingkatan sosial dan kawasan geografis sesuai dengan tingkat urgensi dan peran dalam tuntutan mihwar dakwah.
5-Meningkatkan kesehatan dan kebugaran kader.
6-Meningkatkan kemandirian dan jiwa kewirausahaan melalui upaya pemberdayaan ekonomi kader.
7-Meningkatkan kekokohan keluarga dan pembinaan anak kader sebagai basis dakwah.
8-Meningkatkan dukungan struktur terhadap peran dakwah kader akhawat.
9-Meningkatkan leverage kepemimpinan tokoh partai dakwah di tingkat nasional, regional dan internasional di berbagai sektor strategis.



---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Tolak Valentine's Day Dengan Nikah Masal

Minggu, 14 Februari 2010



Bandung - Penolakan Valentine Day digelar secara unik di Kota Bandung. Sebanyak 18 pengantin muslim yang mengikuti nikah massal diarak menggunakan becak dan diikuti puluhan sepeda ontel dari Paguyuban Sapedah Baheula Bandung, Minggu (14/2/2010).

Acara nikah massal yang diikuti 18 pasangan ini diselenggarakan Alifa Moslem's Shooping Center dan Rumah Zakat Indonesia (RZI). Mereka diarak sejauh 5 kilometer dari kantor RZI di Jalan Turangga, lalu melewati Jalan Lengkong, Jalan Buahbatu dan berakhir di Alifa di Jalan BKR.

"Yang ikut nikah massal ini ada 18 pasangan. Mereka pasangan dari kaum dhuafa yang belum memiliki status pernikahan yang sah secara hukum negara. Kami membantu untuk nantinya menerbitkan buku nikah," jelas Kepala Regional RZI Jabar Wahyu Hidayat kepada wartawan.

Wahyu menambahkan, acara kali bertema Berkasih Sayang dengan Menikah, 'Nikah Yes, Valentine No !'.

"Acara ini merupakan bagian dari syiar Islam. Kalau kasih sayang kan tiap hari juga dilakukan. Tujuan acara yaitu mengatasi pergaulan bebas dan memperjelas status pernikahan sesuai syariah Islam," kata Wahyu.

Dari keterangan Wahyu, 18 pasangan tersebut berasal dari Kecamatan Lengkong, Regol, Andir, Sukajadi dan Coblong. Hadir juga penghulu dari KUA Regol, Saefulloh.

"Pengantin tertua berusia 65 tahun dan termuda 22 tahun," jelas Wahyu.

Semua pasangan tersebut melaksanakan akad nikah di Alifa Moslem's Shooping Center di Jalan BKR No 63. Mereka kompak menggunakan pakaian adat Sunda berwarna merah muda.(bbn/avi)


*sumber: detik.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PKS Jogja Gelar Latsar Pandu Keadilan

Sabtu, 13 Februari 2010


Mengawali tahun baru 2010, Deputi Kepanduan DPW PKS DI Yogyakarta menyelenggarakan LPK (Latihan Dasar Pandu Keadilan) Angkatan II di Desa Banyurejo Kec. Tempel Kab. Sleman Yogyakarta awal Januari lalu.

Acara ini diikuti oleh 55 orang peserta, dengan rincian 1 orang peserta dari Kab. Pati (Jateng), 5 orang peserta dari Kab. Sleman, 4 orang peserta dari Kab Kulonprogo, 14 orang peserta dari Kab. Gunungkidul, 12 orang peserta dari Kota Jogja dan 19 orang peserta dari Kab. Bantul.

Hadir memberikan paparan pengarahan kepada peserta LPK pada acara Lailatul Katibah Ust. Ahmad Sumiyanto, SE., M.Si selaku Ketua DPW PKS DI Yogyakarta. Dalam sambutannya, Pak Anto, sapaan akrab Ketua DPW PKS DIY mengatakan bahwa seorang pandu keadilan harus memiliki jiwa seorang pejuang .

“Sebagai kader sekaligus kepanduan antum semua harus memiliki kemampuan ekstra, yaitu kedisiplinan, ketahanan, loyalitas yang tinggi kepada jamaah, kepekaan dan kemampuan untuk mengantisipasi tantangan dan ancaman dakwah dimasa mendatang,” paparnya.

Agenda utama selama LPK Angkatan II ini dapat dilaksanakan seutuhnya, mulai dari upacara pembukaan, bela diri praktis, senam ketahanan dan PBB, P3M, survival (teori dan praktik), halang rintang dan outbound (matra air), wawasan kepanduan, lailatul katibah, ranger patrol dan longmarch melalui wilayah Kab. Sleman, Kab. Magelang (Jateng), Kab. Kulonprogo, Kab. Bantul dan Kota Jogja.

Sepanjang sejarah pelaksanaan LPK atau kegiatan yang sederajat, LPK Angkatan II dinilai sangat memuaskan. Dari 55 orang peserta, 1 (satu) orang menyatakan mengundurkan diri untuk tidak melanjutkan agenda LPK, sedangkan 54 orang peserta dinyatakan lulus. (pks jogja)


sumber: http://pk-sejahtera.org
---

posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PKS Garansi Tak Bakal Melunak Sikapi Century

Rabu, 10 Februari 2010


JAKARTA - Petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjamin pandangan awal fraksinya di DPR mengenai skandal Bank Century tidak akan berubah. Bahkan, bisa jadi PKS mendapati temuan pelanggaran baru di kasus Bank Century.

"Yang jelas berdasarkan fakta yang ada kami tidak akan berubah. Aliran-aliran dana yang belum dikemukakan bisa saja bertambah," ujar Ketua Fraksi PKS Mahfud Sidik di gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/2/2010).

Ketika ditanya, apakah garansi sikap politik PKS tidak akan berubah seiring menguatnya tekanan politik dari Partai Demokrat serta tawaran konsesi politik, Mahfud pun menjawab dengan tegas. "Apapun konsensusnya, PKS tak akan berubah," ujarnya.

Mahfud menjelaskan, sikap politik PKS dalam kasus Bank Century tidak memiliki kaitan langsung dengan jalinan koalisi dengan Partai Demokrat. Sehingga ancaman pencopotan para kader PKS di Kabinet Indonesia Bersatu II tidak beralasan. Dalam konteks ini, tidak ada klausul perjanjian bahwa partai mitra koalisi tidak boleh berbeda pendapat dengan Partai Demorkat.

Cerita berbeda terjadi apabila kinerja para kader PKS baik di kabinet maupun di parlemen tidak maksimal. "Kalau mau di reshuffle ya silakan saja. Tapi tidak ada kaitannya dengan masalah ini," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam pandangan awalnya, Fraksi PKS menilai kebijakan bailout Bank Century sudah bermasalah sejak awal. Yaitu pada saat sebelum dilakukannya merger tiga bank yakni Bank Pikko, Dampac, dan CIC. Ironisnya BI tetap memberikan izin merger padahal tidak memenuhi persyaratan.

Sejumlah pelanggaran UU Perbankan dan UU Tipikor pun kemudian terus berlangsung dalam proses pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP), penyertaan modal sementara (PMS), hingga proses akhir pencairan dana talangan. Dalam kaitan ini, F-PKS mencatat terjadi sedikitnya 18 pelanggaran.

Karena itu, F-PKS merekomendasikan aparat penegak hukum agar segera menindak para pejabat yang diindikasi terlibat dalam kasus Bank Century. Itu karena kasus ini sudah bermasalah diranah kebijakan, kejahatan perbankan, dan kejahatan tindak pidana korupsi. Proses hukum dinilai bisa menjadi pijakan dalam proses penyelidikan lanjutan skandal yang merugikan negara sebesar Rp6,7 triliun itu.


*sumber: http://news.id.msn.com/okezone/regional/article.aspx?cp-documentid=3846636&utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Presiden PKS: Koalisi Bukan Cek Kosong

Selasa, 09 Februari 2010


Terkait sikap PKS yang tegas dalam Pansus Century, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq menegaskan komitmen koalisi tidak perlu dianggap sebagai sebuah masalah. Koalisi bukanlah cek kosong karena dibangun di atas komitmen serta kontrak politik.

Salah satu komitmen koalisi partai pendukung pemerintahan adalah mendorong terwujudnya pemerintahan bersih dan pemerintahan yang baik. Koalisi tidak dibangun untuk menutupi masalah-masalah yang terindikasi mengganggu terciptanya pemerintahan yang bersih dan baik.

Oleh karena itu, terkait dengan wacana perombakan (reshuffle) kabinet seiring kasus Century, Luthfi menegaskan, hal itu merupakan hak prerogatif presiden, bukan urusan partai politik. PKS berpandangan, isu perombakan kabinet itu bisa juga merupakan bentuk ancaman dari Partai Demokrat pada partai koalisi.


*sumber: Koran KOMPAS (Selasa, 9/2/10)
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

aku mau apa adanya

Senin, 08 Februari 2010



Iwan Fals : Hio*

Aku tak mau terlibat segala macam tipu menipu
Aku tak mau terlibat segala macam omong kosong
Aku mau wajar wajar saja
Aku mau apa adanya
Aku tak mau mengingkari hati nurani

Aku tak mau terlibat persekutuan manipulasi
Aku tak mau terlibat pengingkaran keadilan
Aku mau jujur jujur saja
Bicara apa adanya
Aku tak mau mengingkari hati nurani

Aku tak mau bicara yang tentang aku sendiri tidak tahu
Aku tak mau mengerti kenapa orang saling mencaci
Aku mau sederhana
Mau baik baik saja
Aku tak mau mengingkari hati nurani

Aku tak mau kehilangan akal sehat dipikiranku
Aku tak mau menyaksikan ada orang yang dihinakan
Aku hanya tahu
Bahwa orang hidup
Agar jangan mengingkari hati nurani


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Lingkar Madani Minta Golkar dan PKS Tidak Ubah Sikap


VIVAnews - Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) mendukung sikap partai Golkar dan Partai Keadilan Sosial (PKS) yang menyatakan pengucuran dana talangan sebesar Rp 6,7 trilun ke Bank Century menyimpang. Lima meminta agar dua partai itu tidak mundur dari sikapnya.

"Sudah selayaknya temuan-temuan yang sangat mendasar tersebut dinyatakan dengan sejelas-jelasnya agar dapat menjadi pelajaran penting dan penghukuman kepada siapa pun yang bermain-main dengan dana rakyat," kata Direktur Lima, Ray Rangkuti dalam siaran persnya.

Ray mengatakan Golkar dan PKS telah berkali-kali menyatakan kepada masyarakat bahwa temuan sementara dalam Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Bank Century mengindikasikan adanya berbagai kejanggalan bahkan pelanggaran hukum berkenaan dengan pengucuran dana ke Century. Ray menilai dua partai tersebut tidak dapat berubah sikap karena gentar atas ancaman koalisi.

"PKS dan Golkar tidak memiliki pintu untuk mundur. Pembelotan dari apa yang diwacanakan selama ini justru akan mengakibatkan tercemarnya nama dua partai ini di masa yang akan datang," ujar Ray.

Ray menilai partai politik harus menunjukkan keberadaan mereka demi dan untuk kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia secara menyeluruh. Dia juga menyatakan meninggalkan koalisi jelas jauh lebih terhormat dan elegan demi mempertahankan prinsip dari pada menjaga keutuhan koalisi hanya semata-mata karena dua atau tiga jabatan kursi kabinet.

"Jika (mundur) karena koalisi, hal itu menandakan bahwa orientasi kekuasaan partai politik selalu mendahulukan hasrat mereka daripada membela kepentingan bangsa," kata Ray.


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PKS dan Golkar Tak Mau Diajak Tutupi 'Bangkai Gajah'

Jumat, 05 Februari 2010


Jakarta - PKS dan Golkar makin mempertegas sikapnya soal keputusan penuntasan skandal Bank Century. Di depan Sekjen Partai Demokrat (PD) Amir Syamsudin, PKS dan Golkar menyatakan tak mau menutupi 'bangkai gajah' dalam kasus Century.

"Ini masalah penegakan hukum dan keadilan. Menutupi kasus Century ini menurut saya percuma saja. Ibaratnya, kalau kita disuruh nutup bangkai tikus masih bisa, tapi kalau ngumpetin bangkai gajah, kan susah!," kata anggota Pansus Century dari FPKS Achmad Misbakhun yang duduk satu meja dengan Amir Syamsuddin dalam dialog 'Adakah Solusi Pansus Bagi Partai Koalisi?' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/2/2010).

Dalam kesempatan ini Misbakhun juga mengklarifikasi seputar tudingan PD bahwa PKS menghembuskan isu pemakzulan. "PKS tidak pernah berbicara pemakzulan, yang memulai adalah Bapak Presiden sendiri," papar Misbakhun.

PKS, lanjut Misbakhun, memang partai koalisi pemerintah bersama PD, PAN, PPP dan PKB. Tetapi PKS tidak mau menurut begitu saja di parlemen. "Ini bukan koalisi parlemen. Koalisi parlemen ada aturannya sendiri," papar Misbakhun.

Senada dengan Misbakhun, anggota pansus dari FPG Aziz Syamsuddin juga menyampaikan penolakannya ikut PD dalam konteks keputusan Pansus Century. Aziz menilai penuntasan Century sudah memasuki ranah hukum dan tidak bisa dihentikan begitu saja.

"Koalisi bukan untuk menutup pelanggaran hukum. Betul kata Misbakhun, kita tidak mungkin menutupi bangkai gajah," kata Aziz.

Diberitakan sebelumnya Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso menyatakan bahwa Golkar tidak akan membebek PD. Golkar, menurut Priyo memiliki sikap sendiri untuk masalah Century.


*sumber: detik.com
----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

NU Lepas dari Politik Praktis

Kompas - Nahdlatul Ulama harus benar-benar lepas dari politik praktis atau partai politik. Ke depan, NU harus berdiri di atas semua partai politik dan lebih mengedepankan politik kebangsaan atau kemasyarakatan yang didasari nilai-nilai kemanusiaan, bukan kekuasaan.


Demikian salah satu pokok pikiran KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, tentang NU pada masa depan yang disampaikan di Gedung PBNU Jakarta, Kamis (4/2). Adik kandung mantan Presiden Abdurrahman Wahid itu akan mencalonkan diri sebagai ketua umum PBNU dalam Muktamar NU, 22-27 Maret di Makassar.

Gus Solah berpendapat, partai politik merupakan salah satu ancaman bagi NU. Oleh karena itu, NU harus melepaskan diri dari politik praktis. ”NU tak usah ikut-ikutan kampanye. Untuk apa NU mengurusi partai karena akan menguras energi saja,” katanya.

Seharusnya NU memosisikan diri di atas semua partai, merangkul semua partai sebagai mitra. Saat ini NU sudah cair, terbukti dengan banyak kader NU yang aktif di berbagai partai politik.

Pengurus struktural NU ke depan juga diharapkan tidak merangkap jabatan dengan jabatan politis. ”Kalau ada tokoh struktural yang akan mencalonkan diri sebagai gubernur, bupati, atau wali kota, harus mundur dari kepengurusan,” ujar Gus Solah menjelaskan.

Bukan hanya itu, ideologi NU yang kini cenderung seperti organisasi politik, ujar dia, juga harus diubah. Pasalnya, NU adalah organisasi kemasyarakatan yang seharusnya lebih memikirkan masalah kebangsaan serta kepentingan masyarakat luas.

Gus Solah juga menginginkan NU menjadi mitra pemerintah yang berani memberikan kritik, sekaligus cara pemecahannya. Kritik itu tidak harus dilakukan secara terbuka melalui media massa, tetapi bisa diberikan langsung kepada pemerintah.

Pemilihan

Sementara itu di Jakarta, kemarin, Rais Syuriah Pengurus Besar NU KH A Hafidz Utsman mengungkapkan, untuk menyesuaikan dengan ciri organisasi jam’iyyah (perkumpulan), bukan organisasi politik, sejumlah kalangan NU mewacanakan agar proses pemilihan ketua umum dewan tanfidziyah (pelaksana harian) tidak lagi dipilih langsung, tetapi dipilih oleh rais aam (ketua umum) dewan syuriah (pimpinan tertinggi) NU bersama sejumlah formatur.

Beberapa muktamar terakhir, rais aam syuriah dan ketua umum tanfidziyah sama-sama dipilih langsung oleh pengurus NU, baik wilayah, cabang, maupun cabang istimewa.

Jika pemilihan ketua umum tanfidziyah ditiadakan, peserta muktamar hanya memilih rais aam syuriah dan sejumlah formatur untuk menyusun kepengurusan NU. Sistem yang dikenal dengan nama ahlul halli wal aqdi ini pernah diterapkan pada saat awal-awal pendirian NU.


*sumber: Koran KOMPAS (5/2)
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Muhammadiyah Ingatkan Bahaya Politik Dinasti

Yogyakarta - Memperingati satu abad Muhammadiyah yang akan dipusatkan di Yogyakarta pada (25/11) mendatang, Pengurus Pusat Muhammadiyah menyerukan lima pernyataan sikap terkait kondisi tanah air. Salah satunya, Muhammadiyah mengingatkan soal politik dinasti dan neo-korupsi, kolusi, dan nepotisme yang kian menguat dalam lembaga legislatif dan pemilihan kepala daerah.

“Ada neo-KKN dan politik dinasti, di mana muncul istri dan anak misalnya muncul dalam lembaga legislatif dan pilkada tanpa mempedulikan kualitas,” kata Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, kepada wartawan dalam jumpa pers saat membacakan pernyataan satu abad Muhammadiyah di kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Senin (23/1). Haedar menjelaskan PP Muhammadiyah mengingatkan agar politik dan kekuasaan hendaknya peka terhadap denyut nadi dan aspirasi publik yang tidak menghalalkan segala cara, mengedepankan kepentingan bangsa, dan menjauhkan diri dari KKN. “Karena sudah menunjukkan tanda-tanda menguat kembali,” ujar Haedar.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menambahkan tanda-tanda kemunculan politik dinasti dan neo-KKN sudah terlihat gejala dan fenomenanya. “Dinasti ini jelas terlihat dengan menampilkan penerusnya yang tidak dikenal, tahu-tahu muncul ke permukaan,” kata Din.

Selain muncul di lembaga legislatif, politik dinasti ini juga muncul dalam Pilkada. “Jadi tidak hanya tingkat nasional tetapi juga tingkat lokal hampir se-Indonesia,” kata dia.

Yang memprihatinkan, kata Din, orientasi neo-KKN dan politik dinasti ini adalah kekuasaan yang mengarah pada otorianisme baru dan sentralisasi kekuasaan. “Gejala ini berbahaya bagi masa depan bangsa,” kata Din.

Sebenarnya, kata Din, Muhammadiyah, telah menyampaikan rekomendasi dari hasil Tanwir di Lampung bulan Maret 2009 lalu. Isinya tentang revitalisasi visi dan karakter bangsa agenda lima tahun ke depan. “Kami telah menyampaikan kepada Presiden (Susilo Bambang Yudhoyono) dan Pak Yusuf Kalla,” katanya. “Seandainya pokok pikiran Muhamadiyah diperhatikan oleh presiden mungkin nggak akan terjadi seperti ini. Karena nggak diperhatikan aja.”

PP Muhammadiyah juga menyoal tentang pemberantasan korupsi yang masih belum berjalan dengan baik. Muhammadiyah, kata Haedar, menilai pemberantasan korupsi hendaknya dilakukan dengan tegas, berani, tidak tebang pilih, dan mampu menyeret koruptor besar.

“Hukum mesti ditegakkan dengan tegas, sistemik, memenuhi rasa keadilan serta tidak terjebak pada logika legal-formal yang memberi ruang leluasa bagi para mafia, pejabat korup, makelar kasus dan koruptor untuk memainkan celah hukum,” kata Haedar, masih membacakan pernyataan sikap Muhammadiyah.

Muhammadiyah juga minta agar pejabat tinggi belajar kepada para pendiri bangsa ini tentang jiwa kearifan, keberanian, kecerdasan, pengabdian, pengorbanan, dan keteladanan sehingga mampu mengurus bangsa dengan baik. “Jauhkan diri dari sikap angkuh, kebal kritik dan aji mumpung dalam menjalankan amanat rakyat," kata Haedar. “Karena ini cocok dengan keadaan saat ini.”


*sumber: TempoInteraktif.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Biduk Kebersamaan



"Jika engkau menghadapi dunia dengan jiwa lapang, engkau akan memperoleh banyak kegembiraan yang semakin lama semakin bertambah, semakin luas, duka yang makin mengecil dan menyempit. Engkau harus tahu bahwa bila duniamu terasa sempit, sebenarnya jiwamulah yang sempit, bukan dunianya.”
(Ar-Rafi’i)
---

Biduk kebersamaan kita terus berjalan. Dia telah menembus belukar, menaiki tebing, membelah laut. Adakah di antara kita yang tersayat atau terluka ? Sayatan luka, rasa sakit, air mata adalah bagian dari tabiat jalan yang sedang kita lalui. Dan kita tak pernah berhenti menyusurinya, mengikuti arus waktu yang juga tak pernah berhenti. Kita tak pernah berhenti karena menderita oleh keadaan seperti itu. Di jalan ini, "rasa sakit telah menjadi kenikmatan, pengorbanan menjadi indah dan jiwa menjadi tidak berharga." Kata itu yang pernah diucapkan seorang pejuang Palestina terkenal yang telah gugur, Mahmud Abu Hanud. Inilah perjalanan yang kita pilih untuk kita lalui bersama menuju keridhaan-Nya. Tujuan yang kita tetapkan dalam kebersamaan terbukti telah menjadikan kita lebih kuat, tabah, kokoh, menghadapi rintangan apapun juga.

Saudaraku,
Dalam perjalanan panjang seperti ini, kita memerlukan satu bekal, yaitu sikap lapang dada, nafas panjang dan mudah memaafkan. Seperti orang-orang shalih dahulu, yang tak peduli dengan suasana getir yang mereka terima dalam menjalankan ketaatan. Seperti para pejuang yang tak pernah tersengal-sengal oleh kejaran musuh-musuhnya di jalan Allah. Seperti Rasulullah saw yang tak merasa tertekan dengan penghinaan atau cacian orang-orang sekitarnya, dalam menjalani misi kenabiannya.

Saudaraku,
Sungguh luar biasa sikap orang-orang shalih dalam memandang dan mengukur penghinaan orang lain terhadap dirinya. Ibrahim An Nakh’i, suatu hari berjalan bersama sahabatnya, seorang buta. Setelah beberapa lama menyusuri jalan, orang buta itu mengatakan, "Ya Ibrahim, orangorang yang melihat kita mengatakan, "Itu orang buta dan orang pincang…itu orang buta dan orang pincang." Ibrahim dengan tenang lalu mengatakan, "Kenapa engkau begitu terbebani memikirkannya? Jika mereka berdosa karena menghina kita sedangkan kita mendapat pahala, lalu kenapa?"

Fudhail bin Iyadh, tokoh ulama yang terkenal ketakwaannya di zaman generasi tabi’in bercerita bahwa suatu ketika, saat berada di Masjidil Haram, ia didatangi seseorang yang menangis. Fudhail bertanya, "Kenapa engkau menangis?" Orang itu menjawab, "Aku kehilangan beberapa dinar dan aku tahu ternyata uangku dicuri." Fudhail mengatakan, "Apakah engkau menangis hanya karena dinar?" Sungguh mengejutkan jawaban orang itu. Ia menjawab, "Tidak, aku menangis karena aku tahu bahwa kelak aku akan berada di hadapan Allah, dengan pencuri itu. Aku kasihan dengan pencuri itu, itulah yang menyebabkan aku menangis…"

Saudaraku,
Banyak sekali kisah-kisah kelapangan dada dan kemudahan memaafkan yang dicatat dari perjalanan hidup para salafushalih. Misalnya saja, ketika Rabi’ bin Khaitsam kudanya dicuri, tapi Fudhail malah memberi uang dua puluh ribu dinar kepada Rabi’. Ia lalu mengatakan, "Berdo’alah kepada Allah untuk yang mencuri itu." Rabi’ kemudian berdo’a, "Ya Allah jika ia orang kaya maka ampunilah dosanya, dan jika ia orang miskin maka jadikanlah ia orang kaya."

Mereka yang dirahmati Allah itu, menyikapi berbagai persoalan dengan lapang dada. Mungkin saja mereka berduka, bersedih, kecewa, atau barangkali tersulut sedikit kemarahannya. Tetapi mereka berhasil menguasai hatinya kembali. Hati mereka tetap ridha, mata mereka tetap teduh, ketenangan mereka sama sekali tidak terusik. Betapa indahnya.

Kisah-kisah itu harusnya membuat kita mengerti bahwa, jika kita tidak lapang dada dan tidak mudah bersabar, kita pasti akan menjadi orang yang paling menderita di dunia ini. Sebab penderitaan terbesar adalah jiwa yang cepat goyah dan bimbang saat menghadapi sesuatu yang sebenarnya remeh. Penderitaan paling berbahaya adalah ketika tujuan hidup kita yang demikian agung, terbentur oleh keadaan hidup yang sesungguhnya sepele. Persoalan remeh, yang kita lihat secara keliru, kemudian mengakibatkan sempitnya dada, nafas tersengal, kesal hati, murung wajah, hati yang bergemuruh duka cita, bahkan air mata dan dendam. Hingga istirahat terganggu, pikiran tidak tentu arah.

Jika itu yang terjadi, takkan ada amal-amal besar yang bisa dilakukan. Lantaran amal-amal besar itu, hanya lahir dari jiwa yang tenang, hati yang lapang, penuh ridha, pikiran yang jernih.

Itu sebabnya, pendakwah Syaikh Mushtafa Masyhur mensyaratkan sifat ’nafasun thawiil” atau nafas panjang, yang harus ada dalam diri para pejuang Islam. Baginya, jalan perjuangan yang terjal dan panjang tak mungkin bisa dilewati oleh orang-orang yang ber ‘nafas pendek’ alias mudah goyah, dan tidak sabar.

Saudaraku,
Apa rahasia lapang dada yang dimiliki para salafushalih itu? Kenapa mereka tetap memiliki bashirah yang terang dalam menghadapi persoalan hidup? Salah satunya adalah karena wawasan ilmu mereka yang luas. Orang yang sempit wawasan adalah orang yang takut dengan perkara-perkara kecil, sangat takut dengan pristiwa yang remeh dan mudah marah dengan kata-kata yang tidak berkenan di hatinya. Seseorang bahkan bisa sampai terbakar puncak kemarahannya disebabkan peristiwa yang sebenarnya bisa dilewati dengan memejamkan mata. Bahkan bisa dilewati dengan senyum bila dibarengi dengan sedikit berpikir lapang dada.

Itulah yang dikatakan oleh Ar Rafi’i dalam Wahyul Qalam, "Jika engkau menghadapi dunia dengan jiwa lapang, engkau akan memperoleh banyak kegembiraan yang semakin lama semakin bertambah, semakin luas, duka yang makin mengecil dan menyempit. Engkau harus tahu bahwa bila duniamu terasa sempit, sebenarnya jiwa mulah yang sempit, bukan dunianya." (Wahyul Qalam, 1/50)

Saudaraku dalam perjalanan,
Kita bisa seperti mereka. Jika kita tahu dan sadar, ada sasaran besar dan tujuan maha agung yang akan kita capai bersama di ujung jalan ini. Ada yang maha penting dari peristiwa-peristiwa apapun di jalan ini. Ada yang maha mulia dari berbagai kejadian-kejadian apapun di jalan ini.

Saudaraku,
Tak ada artinya aral apapun di jalan ini. Karena, kita sedang berjuang menuju Allah.

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Koalisi di 100 Lewat 7 Hari

Kamis, 04 Februari 2010


Oleh: Irwan Fals*
Dimotori oleh Partai Demokrat (PD), parpol-parpol pendukung koalisi pemerintahan SBY-Boediono, dikabarkan akan bertemu. Pertemuan itu mendesak dilakukan karena liarnya manuver masing-masing parpol menjelang Pansus Hak Angket Bank Century membacakan kesimpulan.

Parpol yang terbilang paling ‘liar’ dan agaknya sulit dikendalikan adalah PKS. Melalui Sekjennya, Ania Matta, partai Islam itu memunculkan wacana pemakzulan terhadap pemerintah. PKS juga tidak akan menutup-nutupi proses penyelidikan kasus Century jika ditemukan adanya pihak pemerintah yang bersalah.

Isu pemakzulan itu juga terus didorong oleh Partai oposisi seperti Gerindra yang telah menyampaikan sikap resminya. Sambil meminta SBY-Boediono tidak takut menghadapi isu pemakzulan itu, PDIP telah membuat kesimpulan sementara: empat lembaga negara melanggar hukum dalam kasus Bank Century.

Langkah PKS yang membuat isu pemakzulan semakin menggelinding bak bola panas tentu saja mengusik PD. Sekjen Demokrat Amir Syamsuddin melihat sikap beberapa partai koalisi itu aneh. Bukannya sikap yang berseberangan adalah menjadi domainnya partai oposisi?

Diingatkan seperti itu, PKS rupanya tak menurut. Mereka justru menuduh PD tidak paham makna koalisi dan demokrasi. Dalam demokrasi, perbedaan pandangan terhadap sebuah masalah adalah hal yang wajar-wajar saja, termasuk dalam kasus century. Mereka bahkan menagih komitmen SBY, yang ingin agar Skandal Century dibuka biar terang benderang.

Amir pun bersikap lebih keras. Dikasih jatah menteri kok sekarang tidak bisa diatur dan sudah bertindak di luar nalar politik? Begitulah analisanya. Karena itu, Kamis (4/2/2010), dia mengancam akan mengusulkan kepada presiden SBY untuk melakukan perombakan (reshuffle) kabinet.

Entahlah apa yang akan terjadi di di hari-hari yang akan datang. Mungkinkah pertemuan yang belum terjadwal itu dapat membuahkan hasil berupa kembalinya kekompakan partai koalisi menghadapi kasus bailout Bank Century Rp 6,7 triliun. Ataukah justru sebaliknya, terpecah, dan semakin membahayakan pemerintahan SBY-Boediono ini? Umur koalisi saat ini baru 100 lewat 7 hari. Wallahualam…


*dikutip dari: kageri.blogdetik.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Big Match: PKS Piyungan FC vs Kantor Pos Jogja FC

Senin, 01 Februari 2010


Reporter: Ortega
KADISONO - Kesebelasan PKS Piyungan FC kembali menggelar pertandingan persahabatan. Kali ini friendly match mempertemukan PKS Piyungan FC dengan Tim Sepakbola Kantor Pos Jogja FC.

Setelah paginya diawali dengan latihan rutin di lapangan Tegalyoso Piyungan, maka sorenya, Sabtu 30 Desember 2010, Tim kebanggaan DPC PKS Piyungan ini bertandang ke Stadion Kadisono yang terletak di kecamatan Berbah Sleman untuk menjajal kesebelasan Kantor Pos Jogja.

Tepat pukul 16.20 wib, babak pertama dimulai. Tim PKS Piyungan FC yang berkostum putih-putih dipimpin oleh Akh Dhanie selaku kapten. Babak pertama berlangsung ketat dan berimbang. Upaya untuk saling membobol gawang silih berganti. Di tengah waktui babak pertama ini akhirnya PKS Piyungan FC mampu memecah kebuntuan dan memimpin sementara 1-0. Gol semata wayang ini bertahan hingga babak pertama berakhir.

Di babak kedua, pertandingan berlangsung lebih terbuka dan lebih menarik. Serangan taktis PKS Piyungan FC mampu menambah keunggulan hingga 3-0. Namun, kondisi fisik yang kelelahan dari skuad PKS Piyungan FC mampu dimanfaatkan Tim Kantor Pos FC hingga mereka mempertipis skor 3-2. Tak ingin kehilangan kemenangan, PKS Piyungan FC bangkit hingga mampu memperlebar jarak 4-2. Kesebelasan Kantor Pos FC juga tak kenal menyerah. Upaya mereka pun berhasil memperketat skor jadi 4-3. Sayang peluit panujang tanda berakhirnya babak kedua berbunyi.

Tepat pukul 17.50 wib usai sudah friendly match dengan keunggulan Tim PKS Piyungan FC. Hasil ini melengkapi kemenangan pada laga friendly match beberapa waktu lalu melawan Tim Kesebelasan dari Pesantren Ibnul Qoyyim. Buah manis rangkain kemenangan ini merupakan hasil dari latihan rutin yang digelar PKS Piyungan FC setiap sabtu pagi.



---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PKS Siap Berbeda Pendapat dengan Demokrat

[TEMPO Interaktif] - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan siap berbeda pendapat dengan Fraksi Demokrat dalam menyikapi kemungkinan pemakzulan Boediono, mantan Gubernur Bank Indonesia, yang kini menjabat wakil presiden.

"Kami tak mau didikte siapa pun," kata anggota Pantia Khusus Angket Bank Century Mukhamad Misbakhun saat dihubungi Tempo kemarin.

Menurut dia, mitra koalisi tak berarti harus tunduk kepada partai utama pemerintah. Misbakhun membantah anggapan bahwa partainya mendapat tekanan dari Demokrat dalam kaitan dengan hal itu.

Sebelumnya, Demokrat mengingatkan partai-partai koalisi agar tak mengusung wacana pemakzulan terhadap Boediono. Menurut Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, kontrak koalisi mestinya dianggap penting oleh partai mitra Demokrat di pemerintahan. "Kami yakin partai koalisi tak akan menggerogoti pemerintahan," kata Anas melalui pesan pendek kepada Tempo akhir pekan lalu.

Misbakhun menegaskan, partainya tak ingin terjebak dalam pertarungan antarfraksi di DPR. Apalagi semua fraksi memiliki agenda masing-masing. Yang pasti, kata dia, PKS tak menargetkan untuk menurunkan pejabat tertentu.

"Kalau memang salah, diberi sanksi. Tapi, kalau kami harus merehabilitasi pejabat yang tak bersalah, ya, harus dilakukan," ujarnya.

Sejauh ini, kata Misbakhun, PKS menilai terjadi banyak pelanggaran dalam kasus Century sejak bank itu berdiri hingga bailout dikucurkan. PKS juga menilai Boediono terindikasi bersalah karena data yang dikirim Bank Indonesia ke Komite Stabilitas Sistem Keuangan tak memadai. Namun, kata dia, PKS belum membicarakan pemakzulan.

Presiden PKS Luthfi Hasan Ishak menegaskan, penyelidikan kasus Century harus sampai pada kesimpulan siapa yang bertanggung jawab. "(Kasus Century) ini drama nasional," kata Luthfi.

Menurut dia, akan menjadi aneh bila Panitia Khusus tidak menghasilkan apa pun tentang siapa yang bertanggung jawab dalam kasus Century. Luthfi mengingatkan agar Panitia Khusus bekerja secara obyektif. "Pansus dibiayai negara. Jangan dibelok- belokkan untuk kepentingan politik," katanya.

Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Dewan Perwakilan Rakyat, Tjahjo Kumolo, menilai kemungkinan pemakzulan sangat besar dan sangat mungkin dilakukan. "Meskipun fraksi-fraksi di DPR belum bicara ke arah pemakzulan, bagi PDIP hal itu bukan hal yang mustahil dilakukan," katanya di Surakarta kemarin.

PDIP, menurut Tjahjo, sudah menyimpulkan bahwa terdapat pelanggaran dalam pemberian dana talangan kepada Century. Indikasinya, antara lain, ada penyalahgunaan wewenang, memperkaya orang lain, dan melanggar kebijakan yang ada. Adanya pelanggaran dalam kasus Century juga ditegaskan oleh Partai Persatuan Pembangunan dalam kesimpulan musyawarah kerja nasional di Medan, Sumatera Utara, kemarin.


*sumber: tempointeraktif.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Demokrat Siap Singkirkan PKS Dari Kabinet

Wakil Ketua Partai Demokrat Ahmad Mubarok tak menyangkal skenario menawarkan posisi menteri bagi PDIP. ”Yang namanya politik, semua mungkin,” katanya. Soal kocok ulang posisi kabinet, ia mengatakan sangat tergantung hasil Panitia Khusus Bank Century pada Maret nanti. Diakuinya, Partai Demokrat capek dibikin dag-dig-dug oleh perilaku PKS dan Golkar.
---
SELARIK pesan pendek mampir ke telepon seluler Hendrawan Supratikno, Rabu pekan lalu. ”Besok jangan ke luar kota dulu, pertemuan dengan Ketua Umum bisa sore, siang, atau malam,” bunyi pesan itu. Pengirimnya Tjahjo Kumolo, Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Anggota Panitia Khusus Angket Century itu terpaksa menangguhkan agenda ke Wisma Kopo, Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Rencananya, Kamis itu, Hendra akan mengikuti rapat Dewan soal Rancangan Undang-Undang Mata Uang. ”Karena disuruh standby, ke Kopo ditunda,” kata Hendra kepada Tempo, Jumat pekan lalu.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tengah rajin mengontrol lima anggota Panitia Angket Bank Century asal PDIP. Selain Hendrawan, empat yang lain adalah Gayus Lumbuun, Ganjar Pranowo, Eva Kusuma Sundari, dan Maruarar Sirait. Di luar itu ada pula Sudarto Danubroto dan Trimedya Panjaitan sebagai penasihat tim. ”Tiap pekan kami lapor kepada Ketua Umum,” kata Eva. Mega tekun mendengarkan. Bahkan, bagaimana cara tim bertanya kepada saksi di Panitia Angket pun dikomentarinya.

Mega tampaknya takut fraksinya ”masuk angin”. Apalagi, kata sumber Tempo, beberapa politikus Banteng Moncong Putih punya kasus yang rawan dijadikan bahan negosiasi. Ganjar Pranowo, misalnya, sempat diserang dengan isu gratifikasi Bank Indonesia. ”Tapi itu tak mempan,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai, Aria Bima. Untuk mencegah anggota PDIP dilobi kanan-kiri, ”Anggota Pansus kontak langsung dengan Ibu Mega tanpa melalui Dewan Pimpinan Pusat,” kata Hendra.

Partai Demokrat, seteru PDIP di DPR, menyadari lawannya bukan tak punya kelemahan. ”Di era Mega banyak kasus,” kata anggota Fraksi Partai Demokrat, Achsanul Qosasi. Ada sisa kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, penjualan BCA, pemberian release and discharge obligor BLBI, juga kasus Agus Condro. ”Itu semua kan bisa dipansuskan,” katanya. Tapi usul itu tak jadi dilanjutkan. ”Pak SBY melarang.”

Hal lain yang bisa menghalangi PDIP tancap gas adalah posisi Ketua MPR yang diduduki Ketua Dewan Pertimbangan PDIP Taufiq Kiemas. Tanpa restu Partai Demokrat, Taufiq mustahil mendapat jabatan itu.

Menurut sumber Tempo, saat ini Taufiq memang tak cawe-cawe dalam kasus Century. Pekan lalu, tatkala Mega mengumpulkan tim Pansus dan pengurus partai di Lenteng Agung, Taufiq memilih umrah. Ia berangkat bersama putrinya, Puan Maharani; Ketua DPR Marzuki Alie; Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman; dan Wakil Ketua MPR Ahmad Farhan Hamid.

Farhan tak yakin Taufiq Kiemas akan main tabrak. ”PDIP saya yakin akan berubah. Tak seperti Mega, TK tidak mau keras,” kata Farhan. Sumber Tempo mengatakan, kalau PDIP melunak, bukan tak mungkin Cikeas bakal memberikan lampu hijau kepada politikus PDIP untuk masuk kabinet. Konsekuensinya, posisi Partai Keadilan Sejahtera dan Golkar, yang dalam kasus Century dianggap anak nakal, bakal digeser.

Soal politikus PDIP jadi menteri ini sempat bertiup pada awal penyusunan kabinet, November 2009. Tapi Taufiq, yang membuka pintu bagi tawaran Cikeas itu, diganjal Megawati yang emoh bergandeng tangan dengan Demokrat.

Wakil Ketua Partai Demokrat Ahmad Mubarok tak menyangkal skenario menawarkan posisi menteri bagi PDIP. ”Yang namanya politik, semua mungkin,” katanya. Soal kocok ulang posisi kabinet, ia mengatakan sangat tergantung hasil Panitia Khusus Bank Century pada Maret nanti. Diakuinya, Partai Demokrat capek dibikin dag-dig-dug oleh perilaku PKS dan Golkar.

PDIP menyangkal ingin menukar Century dengan kursi menteri. ”Diberi tawaran masuk koalisi bukan hal baru. Kalau kami oportunis, tentu sudah kami ambil dari dulu,” kata Hendrawan. PDIP, kata Eva, tak punya target personal seperti memakzulkan Yudhoyono-Boediono atau mencopot Sri Mulyani. ”Kalau ada yang jatuh, kita anggap itu bonus saja.”


*sumber: Majalah TEMPO
----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com
 
© Copyright PKS PIYUNGAN 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by PKS PIYUNGAN