Anak-anak Jalur Gaza Palestina mengirimkan mainan dan uang celengan mereka untuk membantu teman-teman sebayanya yang terkena musibah gempa di HaitiSeorang pejabat di lembaga amal Waed yang mengkoordinasi penyaluran bantuan tersebut ke Haiti, mengatakan bahwa bantuan makanan dan susu bubuk dari anak-anak Gaza akan dikirim langsung ke Haiti.
"Ini adalah tugas kemanusiaan kita yang dengan seluruh kekuatan yang kita miliki untuk membantu manusia-manusia yang tertimpa bencana," tegasnya.
Palang Merah Gaza dalam hal ini menyatakan, "Meski warga Jalur Gaza berada dalam kondisi sulit akibat blokade Zionis Israel, namun jiwa dan cinta mereka terhadap sesama mendorong mereka untuk menyisihkan apapun yang mereka miliki untuk membantu sesama yang tertimpa musibah di Haiti."
Anggota parlemen Palestina, Al-Khudri dalam hal ini mengatakan, "Kita dapat merasakan makna cinta dan kasih sayang yang sesungguhnya dari bantuan yang sedikit ini."
Sementara itu, pasca musibah, akibat musibah 12 Januari 2010 lalu, krisis kemanusiaan kian parah di Port-au-Prince, ibukota Haiti. Penjarahan di mana-mana. Ribuan warga Port-au-Prince berbondong-bondong meninggalkan ibukota yang luluh-lantak diterjang gempa. Warga ingin kabur dari kelaparan dan kekerasan yang merajalela di ibukota. Mereka berharap bantuan pangan akan lebih mudah didapat di kota-kota kecil.
Namun bukan hal mudah untuk pergi meninggalkan ibukota. Dikarenakan bahan bakar sulit diperoleh, para sopir bus pun menaikkan harga ongkos bus. Ini tentu berat bagi sebagian besar warga Haiti yang hidup dalam kemiskinan. “Ribuan dan ribuan orang pergi, saya tak pernah melihat eksodus seperti ini, bahkan di saat Natal,” kata sopir bus, Garette Saint-Julien seperti dilansir International Herald Tribune, Selasa (19/1).
Kebanyakan mereka yang meninggalkan Port-au-Prince mengatakan akan pergi ke peternakan-peternakan kecil milik kerabat mereka. Sebab di ibukota Haiti itu, mereka mulai kelaparan karena bantuan asing belum juga menjangkau semua korban gempa yang selamat.
Gempa berkekuatan 7 Skala Richter itu merupakan gempa terdahsyat di negara miskin Karibia itu dalam waktu 200 tahun. [sumber: www.hidayatullah.com]
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com