NEWS UPDATE :

Selamat Jalan Gusdur

Kamis, 31 Desember 2009

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.
Keluarga Besar DPP PKS mengucapkan turut berduka cita atas wafatnya Mantan Presiden Republik Indonesia ke-4 KH. Abdurrahman Wahid (Gusdur), Rabu (30/12). Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa, menerima segala amal dan arwah almarhum di terima di sisi-Nya. Bagi keluarga yang ditinggalkannya semoga selalu diberi ketabahan dan kesabaran. Amin. [http://pk-sejahtera.org]

Anis Matta: Kita Kehilangan Tokoh dan Simbol Demokrasi

JAKARTA -- Sekjen PKS Anis Matta dalam perjalanan menuju Doha Qatar, Rabu (30/12) malam, menyampaikan bela sungkawa dari dirinya pribadi dan partainya untuk Abdurrahman Wahid. Menurut dia, Indonesia tak hanya kehilangan tokoh intelektual seiring meninggalnya Gus Dur -panggilan kehormatan Abdurrahman- ini.

"Sebagai bangsa, kita bukan hanya kehilangan tokoh intelektual tetapi terutama kehilangan tokoh dan simbol demokrasi," kata Anis yang menelepon di jeda penerbangan. Dia mengajak kita semua mendoakan Gus Dur. "Semoga diterima semua amalnya dan diampuni semua dosa besarnya," ujar dia.


*Republika Online
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Menkominfo: Mobil Mewah Tak Pantas Diterima

Rabu, 30 Desember 2009

KOMPAS.com — Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menilai para menteri tidak pantas untuk mengambil mobil dinas, apabila mobil tersebut terlampau mewah dan tidak mencerminkan sebagai bangsa Indonesia yang sedang berkembang. Walau demikian, Tifatul mengaku belum tahu mobil jabatan menteri yang akan dibagikan tersebut adalah mobil mewah.

"Saya rasa kalau mewah ya tidak pantas. Tetapi kata Pak Hatta (Hatta Rajasa, Menko Perkonomian) mobilnya tidak mewah, lebih sempit dari Camry," kata Tifatul kepada wartawan di Jakarta, Selasa (29/12/2009).

Tifatul yang menteri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut mengaku belum tahu bahwa mobil dinas para menteri yang segera dibagikan tersebut bermerk Toyota Crown atau varian mewah produksi Toyota. Harga mobil tersebut sebesar Rp 600 juta hingga Rp 700 juta, plus pajak harga mobil itu menjadi antara Rp 1,2 miliar dan Rp 1,3 miliar.

Adapun harga Toyota Camry yang menjadi mobil dinas para menteri saat ini memiliki harga hanya setengah dari Toyota Crown. "Selama dua bulan saya menjadi menteri belum pernah pakai mobil dinas. Yang saya pakai adalah Toyota Fortuner, saya beli dengan hasil keringat sendiri," tandasnya.

Tifatul juga menyatakan dalam pandangan pribadi bahwa mobil dinas untuk para menteri adalah mobil milik negara sehingga hanya boleh dipakai pada saat tugas-tugas negara. Mobil tersebut tidak boleh dipakai untuk kepentingan pribadi seperti untuk jalan-jalan yang bukan merupakan tugas dinas atau dipakai oleh keluarga. "Itu adalah aset negara, jadi harus dipakai untuk tugas-tugas negara," tandasnya.

Saat ditanya apakah dia akan menolak Toyota Crown sebagai mobil dinasnya, Tifatul mengaku belum tahu. Dia akan mencari tahu dulu apa benar Toyota Crown itu mobil mewah atau bukan.


*sumber: kompas.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Murah Meriah Syuro DPRa Sitimulyo


Reporter: Bachtiar 'Bakul Sayur'
Setelah bekerja sedari pagi hingga siang tanpa mengenal lelah, para kader PKS DPRa Sitimulyo masih dilanjutkan agenda syuro DPRa yang merupakan agenda rutin pekanan. Hari senin (28/12/09) pukul 17:00 agenda pekanan DPRa Sitimulyo dihadiri kurang lebih 15 kader yang terdiri dari 10 ikhwan dan 5 akhwat.

Eksistensi PKS pasca pemilu merupakan tema syuro DRPa Sitimulyo sore itu yang berlangsung di rumah Akh Muhamimin Sarojo Iskandar (Jack) Ketua DPRa Sitimulyo. Agenda lain adalah mobilisasi kader PKS dalam mensukseskan acara HAMAS Piyungan, laporan kegiatan renang bersama, laporan kegiatan Pos WK di Gempolsari, dan persiapan Musker DPC PKS.

Ketua HAMAS Piyungan akh Sunardi dipersilahkan untuk mengawali sosialisasi kegiatan HAMAS. Dalam penyampaiannya beliau mewajibkan bagi kader ikhwan untuk ikut dalam kegiatan HAMAS pada akhir tahun di pantai Glagah.

Sesi kedua dilanjutkan laporan kegitan renang ikhwan yang telah dilaksanakan pada tanggal 25 Desember 2009 pukul 06:00 - 08:00 di kolam renang jalan kaliurang km.8. Akh Purnomo selaku koordinator kegiatan menginginkan kegiatan ini diagendakan satu bulan sekali yang langsung berbuah kata "sepakat".

Berlanjut sesi ketiga laporan kegiatan Pos WK di Gempolsari yang disampaikan oleh ukhti Titik. "Sukses" merupakan kesimpulan dari laporan beliau dan akan berlanjut kegiatan PWK di dusun Ngablak. Sebagai tambahan bu Nurwakidah memberikan usulan kepada Tim Pos WK dan Kewanitaan DPRa Sitimulyo agar kegiatan Pos WK dapat berjalan rutin. Selain itu cerdas dalam menangkap peluang kegiatan, agar PWK selalu ditunggu kehadirannya.

Sesi terakhir membahas persiapan DPRa Sitimulyo dalam menghadapi Muskercab DPC PKS dengan mengagendakan Muskeran DPRa guna menampung semua usulan dari kader Sitimulyo dalam program kerja yang akan dilakasanakan satu tahun kedepan. Disepakati muskeran mengambil tempat di rumah akh Parman dusun Nganyang yang direncanakan pada hari ahad tanggal 10 Januari 2010 pukul 08:00-12:00. Dalam kesempatan tersebut ketua DPRa Sitimulyo memberikan amanah untuk pada pejabat struktural DPRa Sitimulyo agar mempersiapkan program kerjanya sebagai bahan Muskeran DPRa Sitimulyo.

Tepat adzan Magrib mengumandang pertanda bahwa syuro sore hingga petang tersebut berakhir. Namun aktivitas kader DPRa (khususnya ikhwan) belum berakhir. Ba'da isya akan dilanjut liqo rutin plus futsal.


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Berdarah-darah di PWK Gempolsari

Selasa, 29 Desember 2009

By : tiQu
[Ahad Wage (27/12/09) pukul 14.30]
Tik..tik…tik… rintikan air hujan mulai turun…dan bressssssss…ternyata laju motor kami kalah cepat dengan sergapan air hujan. “Astaghfirullahal’adzim ternyata kita harus berhenti pakai mantrol,” kataku pada bu darsih yang berboncengan dengan b’Wetik.


“Bu Darsih bawa mantrolkan?” tanyaku pada beliau.
“Tidak mbak…”
“Hah.. gak bawa ?!!!!! ,“ spontan kata2 itu keluar dari mulutku.
“iya tadi kelupaan gak tak masukin di jok motor”
“Oke, kalo begitu kita terus saja..”

Di tengah perjalanan kami bertemu ukhti Fia dan bu Hanik yang sedang menunggu di pinggir jalan.

“Ada apa mbak?” tanyaku was-was.
“Kami kehilangan jejak bu Candra”

Selain jalannya naik dan berkelok-kelok ukhti Fia memang baru pertama kali blusukan ke dusun Gempolsari.

.....

Itulah lika-liku perjalanan kami saat menuju PWK Gempolsari Sitimulyo. Alhamdulillah kami tiba di rumah ibu Tugiman pukul 14.45 WIB. Setelah beberapa pekan yang lalu kami mengikuti pelatihan tes gula darah, asam urat dan tes golongan darah yang diselenggarakan Tim Medis DPC PKS Piyungan, kali ini kami siap melayani permintaan ibu-ibu PWK Gempolsari. Itung-itung praktik magang atau PTT lah. Antusias ibu-ibu luar biasa setelah mendengarkan materi tentang kesehatan gula darah dan asam urat sebulan yang lalu, merekapun ingin mengecek kondisi kesehatan masing-masing.

Setelah acara arisan selesai, kami mulai mempersiapkan alat dan membagi tim. B’hani dan bu darsih di bagian tes asam urat dan gula darah; saya dan m’fia di bagian tes gol darah; bu candra dan bu wetik bagian persiapan alat dan “melayani” ibu-ibu kalo ada pertanyaan.

Hujan masih setia membersamai sepanjang acara kami. Haripun makin temaram dan tiba-tiba listrik padam. Gelap seketika, tapi tidak lama. Secercah cahaya lampu teplok menerangi ruangan praktik. Kondisi ini membuat kami harus ekstra teliti bin hati-hati saat ambil darah. Bahkan sampai ada yang empat kali berpindah jari karena darahnya gak mau keluar. "Lha tanganku kapalan je mbak..hehehe…," sahut bu pasien sambil nyengir.

Alhamdulilah sampai berakhirnya acara pukul 16.00 WIB ada 20 pasien yang kami layani.

Masih dalam guyuran air hujan dan cuaca yang semakin dingin satu persatu ibu-ibu PWK meninggalkan rumah ibu Tugiman. Tak ketinggalan kamipun pamit pulang. Hanya satu yang belum pamitan: curah hujan yang mengalirkan rizqi dari Sang Pencipta. Semoga ini juga berkah buat kami. (tQ)

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

i luv u mom

Rabu, 23 Desember 2009


by tiQu
---

kata mereka diriku s’lalu dimanja...

kata mereka diriku s’lalu ditimang...
ooh... bunda, ada dan tiada
dirimu kan selalu ada didalam hatiku


itulah sepenggal lagu dari melly goeslow.
malam ini kudengar lagu ini dinyanyikan dengan sepenuh jiwa hanya untuk bunda.
haahhhh… haru rasanya. kangeennn!
padahal belum satu menit kami bertemu.
sulit rasanya mata ini terpejam.
mengingat kembali pengorbananmu untuk kami.
ingin sekali kulakukan sesuatu untukmu,
kami hanya ingin membuatmu bahagia.
senyummu, candamu dan tawamu yang kami harapkan.

bunda sungguh luar biasa peranmu atas anak-anakmu
dengan kesabaran dan keikhlasanmu
engkau tak kenal lelah mengasuh kami
membuat kami tertawa di kala sedih
menjaga kami di kala kami sakit
dan engkau hanya terdiam dan tersenyum di kala kami marah

maafkan atas sikap tingkah laku anak-anakmu yang menyakitimu
entah dengan apa kami membalasmu
yang pasti kami sangat menyayangimu
engkau tetap ibu yang terbaik untuk kami
hari kemarin, hari ini dan hari esok tetap hari ibu

i love u mom



Somokaton Lt.II, 11.15 pm [22-12-09]

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Perkokoh Basis Masa, DPRa Sitimulyo Bentuk Tim Silaturohim

Selasa, 22 Desember 2009

Reporter: Bachtiar
Waktu menunjukkan pukul 16:45 wib saat belasan kader ikhwan akhwat DPRa Sitimulyo berkumpul di rumah Ketua DPRa Sitimulyo yang baru, akhi Sarojo, di dusun Banyakan. Selasa sore itu (15/12/09) adalah agenda syuro rutin DPRa Sitimulyo. Tidak seperti syuro biasanya yang rutin hari Senin, syuro kali ini digeser dikarenakan Senin kemarin ketua DPRa punya agenda ke kota batik Solo guna menjemput jemaah haji yang baru datang.


Agenda syuro yang dibahas pada hari itu pertama adalah laporan kegiatan pekanan yang telah dilaksanakan oleh para koordinator. Satu persatu para koordinator menyampaikan hasil kegiatannya kepada peserta syuro yang hadir pada sore itu, peserta terdiri dari akh Muhaimin Sarojo Iskandar, akh Parman, akh Didik, akh Bachtiar+Aisyah, akh Nitra, akh Purnomo, ukh Fajar, ukh Warti, ukh Nur Wakidah dll.

Setelah pemaparan para koordinator, dilanjutkan usulan untuk membentuk Tim Silaturahim DPRa agar agenda silaturohim sebagai program unggulan dapat terkoordinir dengan baik. Silaturohim rutin ini selain sebagai sunnah nabi yang banyak fadhilah juga sekaligus sebagai upaya untuk menjaga konstituen, simpatisan dan simpul masa yang telah banyak berjasa pada pemilu kemarin. Semua menyetujui usulan ini, dan disepakati bahwa tim dibagi antara ikhwan dan akhwat dimana setiap tim ikhwan dan akhwat nanti terbagi lagi beberapa subtim agar jangkauan silaturohim makin luas dan agar setiap kader punya target yang spesifik dan termonitor.

Adzan maghrib sebagaimana biasanya menjadi pertanda usainya majlis syuro. Harapan kita semua semoga langkah dan gerak dakwah kami selalu mendapat ridho dari Allah Subhanahu Wata'ala. Amin.


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Foto2 Hari Ibu

Senin, 21 Desember 2009







Kreasi Anak dari Sampah An-organik




Ratusan ibu-ibu Meriahkan Hari Ibu Bersama PKS Piyungan

Reporter: Ummu Zidane Layla
[20-12-09] Dengan semakin maraknya Global Warming yang bukan sekedar isu tapi sudah jadi fakta yang berbahaya bagi keselamatn generasi, maka kami kaum wanita PKS Piyungan beserta Pos Wanita Keadilan (POS WK) se-kecamatan Piyungan telah mengadakan kegiatan pelatihan pembuatan pupuk kompos dari sampah orgnik, serta lomba kreasi daur ulang sampah anorganik dalam rangkain kegiatan peringatan Hari Ibu yang ke-71, Minggu 20 Desember 2009.

Kegiatan yang disentralkan di dusun Bangkel, Srimulyo, Piyungan, Bantul ini dihadiri 150-an peserta, yang terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak. Selain acara inti diatas, kegiatan yang berlangsung dari pukul 8 pagi sampai 12 siang ini juga dimeriahkan dengan kesenian Hadrah dari group Samrah Payak Cilik. Hiburan khas nahdiyin ini menambah meriah suasana dan membuat sejuk hati panitia serta peserta yang mulai merasakan hawa panas matahari.

Dari sekian banyak tema, kami memilih tema 'SAYANGI BUMI, SELAMATKAN GENERASI', yang bermakna, bahwa diadakannya acara ini adalah sebuah upaya rasa kasih dan sayang PKS terhadap kaum ibu, karena tugasnya memelihara dan menyelamatkan generasi. Namun, bukan berarti, bapak-bapak atau kaum pria tidak wajib perduli, justru kaum prialah yang seharusnya mendukung program ini, mengingat begitu banyak, beragam dan beratnya tugas kaum ibu. Selain itu, pemberdayaan kaum ibu merupakan tanggungjawab kami, partai yang membawa jargon perubahan menuju peradaban yang lebih baik. Tentu juga dengan gaya hidup yang lebih baik.

Sampah menjadi masalah utama di kecamatan Piyungan, karena seluruh sampah di wilayah kota Yogyakarta, Sleman serta Bantul, semua bermuara ke TPA Piyungan. Coba kita bayangkan, jika masyarakat Piyungan tidak kreatif dalam mengolah sampah, maka 5 tahun ke depan, lingkungan di kecamatan Piyungan tidak lagi aman, nyaman, serta sehat untuk dihuni dan dihidupi. Semoga acara kami ini bisa menjadi inspirasi bagi semua. Karena, jika bukan sekarang, dan bukan kita, siapa yang akan peduli terhadapa masa depan anak cucu kita?


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Mereka Siap Menjadi Pelaku Sejarah

Sabtu, 19 Desember 2009



"Tahun Baru - Pengurus Baru - Semangat Baru"

bertepatan dengan awal tahun baru hijriyah 1 muharram 1431 era baru pks piyungan dimulai. hari itu, jumat kliwon, bertepatan dengan 18 desember 2009, seratusan kader ikhwan akhwat ummahat dan anak-anak kader generasi penerus menyaksikan perpindahan estafeta kepemimpinan jajaran pengurus dpc dan dpra se-kecamatan piyungan.

bertempat di griya dahar minolestari, acara sederhana penuh hikmad sekira pukul 10.00 dibuka dengan tilawah qur'an. usai tilawah, suasana tiba-tiba berganti dengan gemuruh takbir dan lantangan suara membahana seiring dengan hentakan shoutul harakah. dengan dipandu abuhasan, serempak semua hadirin berdiri dan meneriakan bait-bait "bingkai kehidupan"...

mengarungi samudera kehidupan
kita ibarat para pengembara
hidup ini adalah perjuangan
tiada masa tuk berpangku tangan

setiap tetes peluh dan darah
tak akan sirna di telan masa
segores luka di jalan allah
kan menjadi saksi pengorbanan

allah ghoyatuna
ar-rasul qudwatuna
al-quran dusturuna
al-jihadu sabiluna
al-mautu fii sabilillah asma amanina

gelora semangat dan optimisme membuncah seketika menyambut jajaran pimpinan baru dpc dan dpra yang bersama-sama maju di depan hadirin. seremonial sertijab (serah terima jabatan) disimbolisasi dengan penyerahan kenang-kenangan dari ketua dpc baru kepada ketua dpc lama. alunan takbir membahana menyaksikan sejarah baru dakwah pks piyungan.

sejarah baru itu sudah dimulai. kami bertekad dan siap untuk menjadi pelaku-pelaku sejarah yang tak kenal kata menyerah apalagi kalah di jalan allah. karena menyerah hanya bagi pecundang, karena kalah hanyalah bagi yang berhenti dari putaran dakwah.

pengurus baru. ya, semua berganti. dari ketua dpc sampai tiga ketua dpra. semua baru. semua fresh. kami tidak kekurangan stock kepemimpinan karena tarbiyah mengajarkan kami untuk senantiasa terus mencetak kader, membina mereka, mempersiapkan jajaran qiyadah dakwah menghadapi perubahan jaman.

selamat berjuang kepada antum semua
wabil khusus kepada...

akhuna andi tri widodo yang diamanahi sebagai ketua dpc pks piyungan
akhuna muhaimin sarojo yang diamanahi sebagai ketua dpra sitimulyo
akhuna winarno yang diamanahi sebagai ketua dpra srimulyo
akhuna eko heri yang diamanahi sebagai ketua dpra srimartani

sungguh untuk inilah kita dilahirkan
sungguh kebahagiaan ada di sini
di jalan ini
jalan para nabi
semoga allah mengumpulkan kita semua di negeri abadi


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Anniversary Mother’s Day

Jumat, 18 Desember 2009

Oleh Rachmawati Chandra Dewi
[Ketua Bidang Kewanitaan DPC PKS Piyungan]
---
Alangkah bahagianya duhai kaum ibu, karena di setiap tahunnya selalu ada Anniversary Mother’s Day. Hari Spesial bagi kaum ibu di tahun 2009 inipun sudah di depan mata. Bidang Kewanitaan (Bidwan) yang mewadahi kegiatan ibu dan anak di DPC PKS Piyungan pun tidak mau melewatkannya begitu saja.

Dengan berbekal surat perintah dan ta’limat dari Bidang Kewanitaan DPW PKS D.I. Yogyakarta untuk mengusung tema “Sayangi Bumi, menyambut baik tugas Selamatkan Generasi”, maka kami memilih beberapa kegiatan untuk kami laksanakan. Dengan semangat ’45 Bidwan DPC Piyungan segera kuatkan azzam, rapatkan barisan, atur strategi, susun rencana untuk mensukseskan kegiatan Hari Ibu di bumi Piyungan tercinta.

Dusun Bangkel sebagai tempat pilihan kami untuk menabur kegiatan di Hari Ibu ini. Karena menabur jadi pastilah kegiatan kami rame dan lebih dari satu. Sehingga kami berharap, benih kebaikan yang kami taburkan disana bisa berbuah lebih banyak. Amin. Kegiatan yang akan kami laksakan itu tidak jau-jauh dari tema “Sayangi Bumi, Selamatkan Generasi”. Kegiatan tersebut antara lain: Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Menjadi Kompos, dan Lomba Anak “Kreasi dari Limbah Kering”.

Kegiatan yang direncanakan oleh Bidang Kewanitaan DPC PKS Piyungan untuk memperingari Hari Ibu tahun 2009 ini mempunyai target untuk masyarakat khususnya kaum ibu antara lain; masyarakat mampu memilah sampah sesuai dengan jenis sampah tersebut, masyarakat mampu mengolah sampah organik skala rumah tangga tersebut menjadi kompos, dan anak-anak terasah kreatifitasnya terhadap limbah kering yang ada di sekitarnya.

Kegiatan ini tentunya diharapkan berkelanjutan sampai kedepan, hingga masalah sampah skala masyarakat kecil bisa tertangani dengan baik. Oleh karena itu, tujuan yang ingin kita capai di kegiatan Hari Ibu tahun 2009 ini antara lain; masyarakat makin mengetaui dan memahami dampak negatif yang ditimbulkan dari penumpukan sampah di lingkungan sekitarnya, meningkatkan kepedulian dari semua lapisan masyarakat terhadap sampah dan cara penanganannya, masyarakat bisa merasakan manfaat dan hasil dari pengelolaan sampah yang baik dan benar.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang pentingnya mengolah sampah dengan baik dan benar. Dalam keluarga, sosok ibu adalah sosok yang paling bertanggung jawab terhadap kebersihan rumah dan lingkungannya. Dari ibulah dimulainya kebiasaan yang baik dalam hal mengelola sampah hingga tidak lagi membawa dampak buruk bagi keluarga dan lingkungan, melainkan membawa dampak yang baik dan bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar.

Dengan terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat, berarti kita telah mewariskan bumi yang nyaman bagi kita dan anak cucu kita kelak. Semoga kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik dan mencapai hasil yang diinginkan. Amin.


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

dag dig dug plong nampang di koran

Kamis, 17 Desember 2009


by Rachmawati Chandra Dewi
"Ya… Halo 2x.. bu.. dah sampai mn..?"
“Kita sdh di barat Kids Fun” .
Itulah sekelumit persiapan dan koordinasi kami Bidang Kewanitaan (Bidwan) DPC PKS Piyungan dengan perwakilan PKK Bangkel Rabu 16 Desember 2009, untuk meluncur ke kantor Kedaulatan Rakyat (KR) yang terletak di jalan Mangkubumi Yogyakarta. Dengan berbekal seragam batik dan semangat ’45, kami pun segera meluncur dengan xenia hitam ber-plat AB 1011 LAH ( “dibaca : Abdillah” ) he..he.. maksa banget .

Ini merupakan pengalaman yang kedua bagi tim Bidwan PKS Piyungan bertandang ke kantor KR untuk melakukan audiensi. Kunjungan pertama sekira setahun lalu saat ramai-ramainya pemilu. Dalam kunjungan yang kedua ini kami mengusung kegiatan yang berbeda, dan mengajak partner yang berbeda pula. Karena baru pengalaman yang kedua, selama perjalanan dan sampai di kantor KR pun rasa grogi dan panas dingin masih terasa. Namun perasaan itu mulai memudar dan berganti senang, bangga dan terharu ketika kami sudah berada di ruangan dan berhadapan langsung dengan Tim REDAKSI KR, surat kabar harian terbesar dan tertua di propinsi DI Yogyakarta.

“Kami dari perwakilan Bidang Kewanitaan DPC PKS Piyungan dan perwakilan dari PKK Bangkel, di hari ibu tahun 2009 ini akan melaksanakan beberapa kegiatan, antaralain; ….. bla..bla..”. Banyak hal yang kami sampaikan, mulai dari latar belakang, tema yang kita usung, kegiatan dan waktu pelaksanaan, target dan tujuan yang ingin kita capai, sasaran peserta, dan sebagainya. Hingga tidak banyak kita berikan ruang dan celah untuk tim redaksi menanyakan tentang kegiatan ini, karena sudah kami berikan secara gamblang dan tanpa malu-malu (..dan semoga tidak malu-maluin, he..he..he..).

Suasana percakapan kami cukup cair mengalir secair teh botol yang dihidangkan KR untuk kami. Alhamdulillah, cukuplah bisa mengobati rasa haus kami walau rasa haus itu tidak terlalu kami rasakan karena terbantu ruangan yang full AC. Senyum manis selalu kita pasang karena disela-sela percakapan ada jepretan kamera dari tim redaksi. Beruntunglah kami juga dibekali kamera mini (dari MR Admin) untuk dokumentasi audiensi dan kunjungan kami hari ini. Walau singkat namun cukup padat merayap juga informasi yang kami berikan untuk tim REDAKSI KR dan yang kami terima dari Tim REDAKSI KR. Pertemuan pun berakhir, di detik-detik terakhir sebelum pamitan kami manfaatkan untuk berfoto bersama. Klik... klik…!! Jadi dech bakalan nampang di koran. (he..he..he...).

“Alhamdulillah…lego.. mak plos nong…”.

“Besok kita harus agendakan lagi tuk kunjungan-kunjungan berikutnya nggih bu…?”.

Senyum penuh semangat dan senandung syukur pada sang Ilahi terdengar lirih dalam hati masing-masing, mengiringi perjalan kembali ke bumi Piyungan tercinta. Semoga esok kami bisa melaksanakan kegiatan Hari Ibu dan melaporkannya untuk teman-teman semua. Amin…


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Kunjungan Bid. Kewanitaan DPC PKS Piyungan ke Koran KR

by admin
hari rabu kemarin (16/12) bidang kewanitaan dpc pks piyungan berkunjung ke redaksi koran kedaulatan rakyat (KR) dalam rangka audiensi pemaparan program peringatan hari ibu. kunjungan ke surat kabar terbesar di jogjakarta ini dipimpin langsung oleh kabid kewanitaan ibu rachmawati chandra dewi dengan didampingi tiga kader akhwat dan ibu-ibu PKK Dusun Bangkel.


silaturohim ini alhamdulillah direspon baik oleh redaksi KR dengan mempublikasikan audiensi ini pada terbitan koran KR hari ini (kamis, 17-12-2009). isi selengkapnya kami cuplikan dari koran KR terbitan hari ini di halaman 5 dengan judul "Pelatihan Pengolahan Sampah Organik":

PIYUNGAN (KR) - Bidang Kewanitaan DPC Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Piyungan bekerja sama dengan PKK Bangkel, Pos WK se-Piyungan dan PKK Piyungan akan menyelenggarakan kegiatan memperingati Hari Ibu, berupa, pelatihan pengolahan sampah organik menjadi kompos dan lomba anak kreasi dari limbah kering, Minggu (20/12) di rumah Kadus Bangkel Desa Srimulyo.

"Sampah selalu dihasilkan setiap hari dan jika tidak dikelola dapat menimbulkan masalah. Melalui kegiatan ini kita ingin mendidik masyarakat untuk mengelola sampah menjadi barang bermanfaat," uajar salah seorang panitia, Rachmawati Chandra Dewi, ST saat bersilaturahmi ke Redaksi KR, Rabu (16/12).

Didampingi Tri Wahyuni AMd dan Farikah AMd (Ketua dan Sekretaris Bidang Kewanitaan DPC Piyungan), Prihartanti (sekretaris panitia), Satini dan Sri Sutami (PKK Dusun Bangkel), diterima Humas Redaksi KR, Suci Aryadhien. (Aks)-n



---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Prepare Aksi Peringatan Hari Ibu Bidwan DPC PKS Piyungan

by: tiQu
BANGKEL - Detik-detik menjelang Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember, Divisi Akhwat DPC PKS Piyungan semakin pula merapatkan barisannya untuk melaksanakan acara pada moment tersebut. Setelah Hari Ibu tahun lalu DPC PKS Piyungan memberikan penghargaan (PKS Award) kepada 8 Tokoh Wanita, maka momen Hari Ibu tahun ini Bidang Kewanitaan PKS Piyungan akan memperingatnya dengan acara yang tak kalah seru dibanding sebelum-sebelumnya.

Dalam rangka persiapan, maka pada Ahad kemarin (13/12/09) jam 8.00 WIB Bidang Kewanitaan DPC yang diketuai oleh Rahmawati Candra Dewi, beserta B’Nur, B’ Farikhah, B’Warti, Mbak Fia & Mbak Ti2k melakukan koordinasi dengan Ibu-Ibu Pengurus PKK & anak-anak untuk lomba untuk persiapan serangkaian acara pada Hari Ibu yang akan dilaksanakan Pada Hari Ahad,20 Desember 2009 Jam. 8.00 – 12.00 WIB bertempat di Rumah bapak Dukuh Bangkel. Selain di DPC Piyungan, peringatan hari Ibu ini juga akan dilaksanakan oleh stiap DPC PKS yang ada di Kabupaten Bantul.

Pada acara Hari Ibu kali ini akan mengusung tema ”Sayangi Bumi Selamatkan Generasi” dengan serangkaian kegiatan yaitu: ”Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Menjadi Kompos dengan mengundang ahlinya trainner Bp. Riyanto, S. P dan juga akan dilaksanakan Lomba untuk anak-anak; Lomba Kreasi dari Barang Bekas. Tema ini diambil sesuai dengan kebutuhan keluarga pada umumnya, agar mereka pintar memanfaatkan bahan-bahan yang ada, yang sudah tidak terpakai lagi. Rencananya acara ini juga akan dihadiri oleh tokoh masyarakat seperti dari Kecamatan dan Kelurahan. (tQ)


----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

heboh! futsal bersama masyayikh dewan syari'ah

Rabu, 16 Desember 2009


by abuhasan

"ini harus kita rutinkan. sebulan sekali lah".

dengan sekujur tubuh yang masih berkeringat usai satu jam futsal ustadz abdur rozaq (ketua dewan syari'ah dpd pks bantul) mengajak ikhwah lain untuk meng-istimroyiyar- kan riyadhoh jama'i.


"iya, kita futsal bareng setiap selasa pahing," sambut ustdaz agus sofwan (dewan syari'ah dpw pks jogja) tak kalah semangat.

"benar-benar sehat. kayak mukhoyam saja," ujar amir syarifuddin aleg pks bantul sambil menyeka keringatnya.

malam itu (tadi malam, selasa pahing 15/12/09) kami bersebelas yang merupakan dua liqo mtz dapel empat dpd pks bantul menggelar liqo bersama dengan agenda inti riyadhoh jama'i : futsal!

"ini pasti idenya antum," sergah ustadz abdur rozaq kepadaku sebelum futsal dimulai saat kami berkumpul di 'mu futsal' yang terletak di kawasan kusumanegara kota jogja. ane yang dituduh provokator futsal hanya cengar-cengir.

pekan kemarin, di liqo mtz memang ane mengusulkan kepada naqib untuk merealisasikan salah satu program riyadhoh bersama. ane usulkan futsal. selain menyehatkan badan juga menguatkan ukhuwah. kalau kader inti sehat lahir batin, insya allah kader yang dibawah juga sehat. gayung bersambut, ustadz agus langsung menelpon ustadz abdur rozaq untuk diagendakan pekan depan liqo usr bersama dengan acara utama: futsal!

malam itu, usai liqo sejenak di rumah pak amir, kami meluncur ke 'mu futsal' yang terletak di kawasan kusumanegara. beberapa hari sebelumnya pak wawan sudah mem-booking satu jam, dari jam 9-10 malam.

"aturan mainnya gimana?" tanya ustadz abdur rozaq pada ane. seumur-umur belum pernah ke tempat arena futsal apalagi main futsal.

"sama dengan main sepak bola, ustadz. bedanya kalau bola out tidak dilempar pakai tangan, tapi ditendang pakai kaki," balas ane.

"gampang kalau begitu. yang penting nendang dan dapat keringat," ujar kyai pengasuh ponpes nurul yaqin imogiri ini. diusianya yang sudah lima puluh tahun ketua dewan syariah dpd pks bantul ini masih sangat semangat kalau diajak kegiatan yang bersifat fisik. mukhoyam atau riyadhoh.

waktu menunjuk pukul 21.05 saat sirine berbunyi menandakan giliran kami bermain. bersepuluh kami dibagi dua tim. tim a: ustadz agus, ustadz abdurrozaq, ustadz kartono, wawan, dan ane. sedang tim b: amir, bimo, abdillah, sumarjono, nur kholis. dari sepuluh orang ini, tujuh diantaranya adalah para caleg pks dapel 4 bantul (satu diantaranya jadi aleg, pak amir). futsal ini sekaligus reuni para caleg.

menit-menit awal bermain, masih tampak kecanggungan dari para ustadz. maklum baru kali ini kenalan dengan futsal. adegan-adegan lucu (salah tendang, nendang angin, asal nendang, jatuh berguling) membuat orang-orang yang melihat kami bermain pada tertawa. namun, setelah taaruf dengan lapangan sudah cukup baik, pertandingan pun lebih menarik, tak kalah dengan yang sudah biasa main futsal. bahkan ustadz kartono (ketua bkkbs bantul) yang jadi kiper beberapa kali mendapat applaus dari kami dan penonton karena penyelamatan gawangnya yang gemilang. di tengah pertandingan, bergabung ustadz hanafi yang datang agak terlambat. pertandingan pun makin menarik. makin asyik. makin berkeringat. tak capai semua mengejar bola, umpan sana, tendang sini, kadang teklingan pun tak terhindar. ustadz juga manusia, urusan tekling-menekling jalan juga.

tak terasa sudah satu jam kami bermain. walaupun ngos-ngosan dan sekujur tubuh bersimbah keringat, semua peserta merasa puas dan ketagihan untuk merutinkan futsal jama'i. insya allah, sesuai kesepakatan tiap selasa pahing akan digelar futsal jama'i dua liqo ikhwan mtz pengampu dapil empat pks bantul yang mencakup empat kecamatan: piyungan, pleret, imogiri, dlingo.

salam jama'i!

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Pelatihan Kader Akhwat Tim Medis DPC PKS Piyungan

by: tiQu
Ngijo Srimulyo - Pahala Allah Banyak tersebar di bumiNya dan dakwah adalah salah satu pintu ikhtiar kita...

Kepercayaan masyarakat kepada Partai Keadilan Sejahtera Piyungan semakin kuat, begitu pula dengan pelayanan masyarakat yang semakin banyak dan aksi-aksi yang ditunggu oleh mereka. Sehingga semangat dan tekad kami untuk berjuang pada masyarakapun semakin besar.

Ahad, 13 Desember 2009 jam 16.00 WIB bertempat di Ngijo, DPRa Sitimulyo melopori kegiatan Pelatihan Tes Gula Darah, Tes Asam Urat dan Tes Golongan Darah untuk Akhwat dan Ummahat Kecamatan Piyungan. Kegiatan ini dilakukan untuk pembekalan para kader DPC PKS Piyungan yang siap terjun untuk pelayanan Masyarakat, sehingga jika sewaktu-waktu ada permintaan mereka siap.

Acara ini dihadiri + 15 orang dari 3 DPRa di Piyungan. Pelatihan ini dilatih oleh Bp. Andi Tri Widodo (Ketua DPC), beliau menjelaskan dengan luwes dan sabar tentang alat-alat yang digunakan dan juga bahan-bahan yang digunakan seperti: alat pendeteksi, Reagent, Alkohol, dan lain sebagainya... satu persatu dengan detail. Setelah dijelaskankan dan saling bertanya kamipun langsung mempraktekkannya dengan saling bergantian, mencoba alat tersebut. Ada pula yang baru lihat jarum aja dah merinding hiii.... saat akan diambil sample darahnya beliau memejamkan mata.. (bikin kami semua tertawa geli), ada pula saat pengambilan darah I, ternyata darahnya tidak keluar sehingga harus diulangi pengambilan darahnya lagi.

Walaupun pada awalnya kami takut untuk mencoba mengambil darah, tapi dengan semangat ingin bisa lama kelamaan kami merasa enjoy dan percaya diri. Dan ternyata bisa..!! kami...bisa!

Insya Allah kami siap terjun ke Lapangan dan siap melayani masyarakat yang membutuhkan.

Haripun semakin gelap, adzan magribpun mulai berkumandang tanda berakhirnya acara.

Jazakumullah khiron katsir Pak Andi atas berbagi ilmunya yang begitu Luar Biasa bagi kami, hanya Allah yang akan menggantinya di surga nanti..Amiin (tQ)

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Hangat Menyehatkan dari PWK Tambalan

Selasa, 15 Desember 2009

Reporter: Nur Wakidah
[13.12.2009] - Kembali kami membersamai ibu-ibu Pos WK Tambalan. Setelah bulan lalu Penyuluhan tentang Diabetes Millitus oleh bidan Ami, A.Md.Keb (yang saat ini sedang sakit, semoga Allah menyembuhkan anti dengan kesembuhan yang tiada sakit lagi setelahnya), bulan ini ibu-ibu meminta ketrampilan tentang pengolahan tanaman lidah buaya.

Jujur nih... Kita agak kelimpungan juga untuk mencari trainernya. Karena ibu-ibunya super semangat, dengan semangat pula kita sanggupi. Setelah tanya sana tanya sini, Mbah Google menjadi tempat pencarian terakhir.

Luar biasa.... Ternyata tanaman Lidah Buaya mempunyai khasiat yang sangat banyak. Biasanya nih, di sekitar rumah tanaman lidah buaya tidak begitu kita perhatikan. Bahkan kita buang begitu saja. Yang kita tahu, lidah buaya hanya untuk menyuburkan rambut saja. Ternyata Lidah Buaya yang bahasa latinnya Aloevera mempunyai khasiat untuk mengobati diabetes millitus, serangan jantung, ambeien, radang tenggorokan, kulit memar, lecet, bisul, sembelit dan masih banyak lagi. Tanaman aloevera ini mempunyai kandungan nutrisi yang cukup bagi tubuh manusia. Ada karbohidratnya, lemak, vitamin, mineral dll.

Waktu menunjukkan pukul 10.15 WIB ketika kami (saya, Mbak Nila dan Mb Choir) datang ke Tambalan. Kali ini giliran Mbak Nila yang ketiban sampur untuk menyampaikan olahan "Sekoteng Lidah Buaya".

"Saat musim hujan begini sangat cocok kalau kita membuat minuman yang menghangatkan bagi tubuh sekaligus mempunyai banyak manfaat bagi tubuh kita...," Mbak Nila memulai peragaannya.

"Dengan bahan yang sangat murah dan dengan mudah kita dapatkan di sekitar kita. Yang kebanyakan hanya kita buang begitu saja..," lanjutnya yang makin membuat penasaran ibu-ibu PWK.

"Caranya (perhatiin baik-baik ya) ambil daging lidah buaya, pisahkan dari kulitnya. Kemudian potong dadu (ndak salah nich? dadu dipotong? oh.., maksudnya potong2 seperti bentuk dadu). taruh dalam saringan, siram dengan air mengalir sambil diaduk aduk ringan hingga lendirnya habis, tiriskan. Kolang kaling iris tipis-tipis, kacang tanah disangrai hingga renyah, kupas kulit arinya...". Selesai! oh belum....

"Untuk kuahnya, rebus 1 lt air, masukkan jahe, daun pandan, serai, daun jeruk dan gula. Atur lidah buaya, kolang kaling, kacang tanah, tambahkan biji selasih dalam mangkuk saji, tuangi dengan kuah jahe hangat. Sajikan..." panjang lebar Mbak Nila yang juga Umminya Dila menerangkan kepada ibu-ibu.

Dengan semangat dan antusias ibu-ibu mengikuti yang disampaikan Ummi Dila.

"Ternyata mudah ya..." kata ibu-ibu.

"Walah mbak, di rumah ki cuman pada tak buang tanaman lidah buaya, lha kok enak juga yo dimakan..," ibu yang lain menimpali sambil nyruput sekoteng lidah buaya.

Alhamdulillah akhirnya kelar juga kita mendampingi ibu-ibu Pos WK Tambalan. Untuk pertemuan bulan depan ibu-ibu minta diadakan penyuluhan tentang Bekam, cara sehat ala Rasulullah... Insya Allah kita bertemu kembali bulan depan ya...

Salam PWK!


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

suka duka silaturohmi dpra srimartani

Senin, 14 Desember 2009



reporter: abu hasan

"sampun ping kali cek teng sarjito. mboten ngertos ping pinten malih."

walau cukup berat beban cobaannya, ibu itu masih menyiratkan senyum teduh diwajahnya saat bercerita tentang kondisi putra ragilnya.


belum genap tiga tahun, dik syarif mahmud khoiruddin harus merasakan sayatan pisau dan tusukan jarum yang mengoperasi usus buntunya. dua belas hari yang biasanya dilewati dengan canda riang bersama kakak dan teman mainnya harus berganti dengan hari-hari sepi di rumah sakit sarjito. untung sang bunda dengan setia menemaninya walau nyalinya sempet ciut karena teman sekamar anaknya selama delapan hari di icu setiap harinya ada yang meninggal. "kalau tidak terpaksa saya tidak berani mas dikerumuni mayat," lirih bu sugeng bercerita pada kami berempat sambil klekaran di lantai.

ba'da maghrib sore itu (12/12) saya meluncur ke lapangan petir srimartani. satu jam sebelumnya ada sms masuk dari ketua dpra pks srimartani:

Aslm. AgndaSos: Petang nanti hbs Magrib mari qt jenguk klrga pakSugeng (KordusPetir) ada anggt klrgany sakit. Kmpul diLapanganPetir hbs Mgrib pas. BISA? Mhn bls.

setelah membalas sms dan berjamaah maghrib di mushola kampung tempat tinggalku, aku keluarkan zx-130. awalnya mau pakai spin karena lebih nyaman bisa slonjoran, tapi ternyata mau dipakai istri ke bu lurah menyampaikan undangan acara pwk dalam rangka hari ibu. "greng..greng...," suara berat si kuda besi hitam merah melaju mengantar diriku mengawali agenda malam mingguan.

sesampai di lapangan yang dulu pernah dipakai dpc pks piyungan untuk friendly match dengan pemuda dusun petir, sudah standby akh eko heri ketua dpra srimartani yang baru dan sepasang kader andalan dpra srimartani akh haryadi dan ukhti khoiriyah [buku pak cah di jalan dakwah aku menikah, terealita pada pasangan ini].

'yang lain pada ijin jadi kita berempat saja,' ujar ecoy adam (panggilan sang ketua dpra).

'banyak-banyak juga malah nanti bikin repot tuan rumah,' ujarku menimpali (sejatinya untuk nyem-nyemi ketua dpra biar tidak kecewa karena pada ndak hadir).

hanya dua ratusan meter naik ke arah utara lapangan petir kami sudah sampai di rumah yang sederhana. salam kami langsung berbalas disusul dengan munculnya pak sugeng yang sosoknya sudah tidak asing bagi kami begitu pula sebaliknya karena di pemilu kemarin beberapa kali kami sudah ketemu. saksi pks pemilu kemarin ini langsung mempersilahkan kami masuk ke rumah.

'assalamu'alikum, dik siapa nich namanya?' sapa kami melihat anak lelaki yang berbaring di lantai beralas tikar sambil memegang mobil-mobilan.

'dik syarif. ayo salim, salim,' jawab bu tukiyah sambil berbicara kepada anak lelakinya untuk membalas salaman tangan kami yang diulurkan padannya. sambil dibantu kakaknya yang duduk disebelahnya, dik syarif membalas jabatan tangan kami.

cerita tengtang syarif menghiasi silaturohim yang baru sekali ini saya dan akh eko ke rumahnya pak sugeng. untung akh haryadi bercerita tentang kondisi yang dialami keluarga pak sugeng dan mengusulkan dpra srimartani untuk menjenguknya.

sambil minum teh hangat yang disajikan sohibul bait, kami dengan seksama mendengarkan penuturan bu tukiyah tentang kondisi anak keduanya ini sebelum dan sesudah menjalani operasi usus buntu. 'setiap hari rabu kami masih ke sarjito untuk cek kondisi syarif, sudah dua kali periksa,' tambah pak sugeng yang sehari-harinya kerja sebagai buruh bangunan di proyek.

beban yang sangat berat. semoga allah memberi pahala yang besar buat keluarga ini dan menggantinya (segala biaya dan tenaga yang dikeluarkan) dengan sesuatu yang lebih baik. batinku.

"namanya ika setiya ningrum," jelas bu tukiyah saat kami menanyakan anak yang duduk menemani dik syarif bermain mobil-mobilan. anak pertama keluarga pak sugeng ini ternyata rangking satu di kelasnya. "tapi ndak tahu sekarang, karena pas ujian kemarin tidak kami ajari karena sibuk ngurus adiknya," ujar bu tukiyah menutup cerita.

adzan isya yang terdengar dari kejauhan berbarengan dengan pamitan kami. sebelum pulang, kami bersama-sama memanjatkan doa dengan diamini semua yang hadir. tak lupa ukhti khoiriyah menggenggam erat tangan bu tukiyah sambil menyampaikan 'amanah' dari dpra srimartani. tidak seberapa dibanding beban mereka. namun mudah2an sapa salam senyum dan silaturohim kami bisa membawa keberkahan pada kami semua. keluarga pak sugeng dan dpra srimartani.***



nb: dpra srimartani akan terus menggiatkan agenda silaturohmi. minimal sepekan sekali. kalau pekan ini silaturohmi 'duka'. maka pada pekan sebelumnya silaturohmi 'ceria' dilakukan dpra srimartani ke salah satu simpatisan dan kordus di dusun kemloko yang dikaruniai putra pertamanya. akh ecoy yang katanya mau bikin liputan belum juga kirim email. tapi ane masih setia menunggu berita dari antum semua, walau rada basi tapi sejatinya tak ada yang basi dengan berbagi. sok, atuh! [admin]

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

antara anis matta & helvy tiana rosa

by abuhasan
hari ini saya terinspirasi oleh dunia kepenulisan. walau bukan sastrawan, penulis, penyair, atau reporter, saya mencintai mereka yang berjuang menyerukan hati nurani (baca: fitrah islam) lewat goresan pena mereka. saya menyukai anis matta dengan rangkaian kata yang betul2 visioner dan bernash. saya menyukai helvy tiana rosa (htr) yang menjadi pemantik generasi sastra islami nusantara.

anis matta dan htr menyapa hari2ku disaat bersamaan. saat aku berkutat dengan diktat2 akuntansi di kampus. ustadz anis menyemai fikroh dengan kolom tetap di majalah inthilaq. dan mbak htr menggelorakan ghiroh dakwah dengan cerbungnya di majalah yang sama dengan judul mc allister. saat itu, kalau ada edisi terbaru inthilaq (majalah yang sampai detik ini masih saya simpan di perpus kamarku) yang jadi kebetan pertama adalah tulisannya mereka berdua. bagaimana kelanjutan kisah mc allister? setelah dia jadi muallaf bagaimana perjuangannya? bukan hanya saya, teman-teman aktifis dakwah kampus yang lain juga punya kecanduan yang sama.

saya terlahir tidak dengan bakat menulis. pun sampai detik ini. seingatku dulu ketika saya sunatan kakak ku memberi hadiah seperangkat alat menggambar. cat air yang saya sendiri tidak bisa menggunakannya. justru yang punya bakat menulis adalah kakak ku ini. saya ingat kakak ku ini karya tulisnya (cerpen) pernah dimuat di majalah panjimas. ndak tahu ya honornya berapa, soalnya saat itu saya ndak ditraktir (he..he...he...). bukan saja menulis, kakak ku ini juga orang teater (pemain, penulis naskah drama, sutradara) yang pernah ditunjuk mewakili kotaku pentas di tmii (tegal atau malah level jateng?). tapi sayangnya, bakat hebat menulis kakak ku ini saat ini belum dioptimalkan lagi. saya ndak tahu kenapa. paling hanya menduga, kalau ada prioritas lain saat ini. harapanku mudah2an suatu saat dunia kepenulisan ditekuni kembali kakak ku.

sampai detik ini saya sendiri masih awut-awutan kalau menulis. sepenggal paragraf butuh berjam-jam untuk dituangkan dalam rangkain kata. bahasa kurang mengalir. kaku. tidak inspiratif apalagi visioner kayak anis matta. untuk itulah saya mengagumi para penulis. mereka orang-orang hebat. mereka bisa bikin orang semangat, meneteskan air mata dan menyunggingkan senyum bahkan tertawa sendirian. hari sabtu kemarin ketika jalan-jalan di gramedia saya baru tahu ada buku ayat amat cinta yang ditulis mbak asma nadia (adiknya htr) dkk. baru baca sepenggal sub judul pertama aja sudah seperti orang gila yang ketawa sendirian. buku plesetan resmi ayat-ayat cinta ini emang gokil banget. tapi isinya tetep dakwah. saya jadi inget komentarnya mas becik yang ketika ikut untuk pertama kalinya acara pengajian pks beliau terpingkal-pingkal. 'orang pks bisa bikin ngakak juga ya? kirain bisanya cuma yang serem-serem dan selalu serius'. mbak asma dkk (salah satunya mas boim lebon) memang luar biasa. walaupun kemarin belum jadi beli bukunya, tapi saya sudah berniat nanti akan membeli. ternyata buku ini udah dari tahun 2008 terbitnya (dasar kuper).

tuh kan. nulis tema a nyambungnya ke b. judul dan isinya pun bainas samaa' was sumur sat. intinya alfuttahiyah beribu pujian untuk mereka para penulis. dari ibnu hisyam sampai generasi flp. walaupun tidak jadi penulis, saya masih berharap ada diantara lima anakku yang akan jadi penulis. untuk itu saya fasilitasi dan dorong mereka menulis apa saja di diary maya mereka. disini dan disini.


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Perempuan Berselendang Bintang

Oleh: Dani Ardiansyah*
Bicara tokoh sastra dan karya karya di dalamnya, tentu mengingatkan kita pada sederetan nama besar yang memang memiliki reputasi dan track record yang gemilang dalam bidang tersebut. Masing-masing nama tentunya memiliki sejarahnya sendiri. Gaya, peminat, dan bahkan periodenya sendiri. Nama-nama besar yang kemudian kita kenal dengan sebutan sastrawan, penyair, atau penulis, tentu menjadi bagian yang tak lepas daripada minat dan ketertarikan awam maupun profesional pada seni yang mereka usung. Secara tidak langsung, mereka berdiri di atas kaki para penikmatnya.

Mereka, para sastrawan tersebut, dengan ciri dan muatan seni yang diusung masing-masing, tidak jarang dapat mempengaruhi sikap dan pemikiran para penggemar. Tentunya, sikap dan pemikiran itu dapat terlihat ketika mereka menuangkannya dalam tulisan. Sastra, bagi sebagian sastrawan, bukan hanya sekedar estetika kata-kata. Sastra juga dapat menjelma lokomotif perjuangan dalam banyak bentuk. Dapat menjadi corong perjuangan untuk kemaslahatan umat.

Forum Lingkar Pena (FLP) adalah salah satu lokomotif perjuangan, yang menurut saya paling berhasil menghimpun kekuatan tersebut. FLP adalah sebuah komunitas yang kekuatannya layak diperhitungkan dalam kancah kesusastraan, bukan hanya dalam tataran lokal, tapi juga internasional. Betapa tidak, komunitas yang lahir dari semangat perjuangan, semangat bangkit dari keterpurukan ini --paling tidak dalam hal minat baca dan menulis, mendapatkan sambutan yang sangat luar biasa dari masyarakat. Dan terbukti, dengan tumbuhnya komunitas tersebut, humanisasi (baca: Islami) kepenulisan pun dimulai. Lalu, dalam kegemilangan komunitas sastra itu, muncul satu nama di antara para pendirinya yang lain, yang juga gemilang; Helvy Tiana Rosa (HTR), seseorang yang oleh penyair cilik yang juga putranya, Abdurrahman Faiz disebut-sebut sebagai Perempuan Berselendang Bintang.

Helvy Tiana Rosa, adalah satu nama dari sekian banyak nama yang terbit dari himpunan komunitas, yang benar-benar memiliki pola tegas dalam berkarya. Islam adalah sumber inspirasi terkuat yang terus dibangun dalam komunitas ini. Dan lagi-lagi, HTR, sebagai salah satu penggagas forum tersebut adalah sosok yang benar-benar patut diperhitungkan. Saya mengenal banyak nama sastrawan hanya melalui karyanya saja. Karena kebanyakan, saya hidup dalam masa yang jauh dengan mereka. Tapi HTR, saya hidup di masanya. Saya mengenal sosoknya, pernah bertemu dengannya, memahami -lewat tulisan- pemikirannya. Usaha dalam menyelami segala hal tentang HTR, saya lakukan dengan membaca sebagian gagasan beliau tentang sastra, yang terangkum dalam bukunya, Segenggam Gumam.

Kepekaan HTR terhadap permasalahan-permasalahan global, dapat dengan mudah kita temui dalam setiap cerpen yang ia tulis. Kepeduliannya terhadap perempuan termanifestasikan dalam 'Tanah Perempuan'. “Penderitaan yang sesungguhnya adalah ketika kamu kehilangan kepercayaan diri dan harapan. Ketika Allah tak ada dalam tujuan hidupmu”.

Tanpa pernah menghilangkan tujuan yang paling esensi, HTR menegaskan bahwa harapan dan kepercayaan diri adalah modal dasar sebuah perjuangan. Masih dalam Tanah Perempuan, beliau menulis “Sebab musuh utama kita bukan penjajah atau bencana, tetapi ketakberdayaan yang beranak-pinak dalam diri.” Terlihat jelas, bahwa HTR dengan kekuatan katanya mencoba memberikan peringatan yang tegas untuk kaum perempuan, bahwa claim lemah dan tak berdaya yang disandang oleh kaum perempuan haruslah dihilangkan.

Dalam keseriusannya bersastra, HTR juga menyempatkan menulis surealis. Dalam Lelaki Kabut dan Boneka, Ia menulis “Seperti Ia akan pergi ke jalan yang paling cinta. Jalan yang tak pernah membedakan bau darah seseorang”. Lalu, HTR juga bicara tentang cinta “Setiap hari cinta harus ditumbuhkan dengan berbagai cara. Cinta harus tumbuh menembus semua rintangan. Kuncup-kuncupnya tak boleh merekah semua seketika, untuk kemudian layu. Ranting dan pokoknya harus kuat menjulang. Cinta harus ditumbuhkan sepanjang usia dengan bunga-bunganya yang bertaburan di sepanjang jalan kesetiaan. Jalan yang ditapaki dengan riang di bumi dan semoga kelak mempertemukan kita kembali dengannya di surga”. Betapa kebijakan seorang Perempuan, dan pengalamannya yang sarat, terlihat jelas dalam setiap kata-kata yang ia tulis.

Selain itu, HTR dalam setiap tulisannya juga kerap menyisipkan pesan-pesan pembakar semangat, motivasi yang ketika kita usai membacanya, selalu terbit harapan baru dalam hati, seperti dalam Risalah Cinta “Ketika kau masih bertemu pagi dan putuskan diri untuk berdiri menghadapi berjuang dengan hati di jalan Illahi, maka saat itu kau telah mengakhiri hari dengan satu lagi kemenangan sejati”. Atau, “Ternyata saya tak pernah benar-benar kalah, meski mungkin belum sampai pada menang”.

Saya mengagumi HTR bukan hanya sebatas karya. Sebagai pemula yang ingin menjadikan tulisan sebagai alat perjuangan dan dakwah, pribadi low profile yang dimiliki HTR benar-benar membuat saya 'terpikat'. Seorang senior yang mampu memberikan contoh, bukan hanya melalui tulisan, tapi juga dengan tindakan. Mungkin inilah pesan yang hendak ia sampaikan dalam Risalah Cintanya yang lain, “Sebab apapun itu. Bukankah hidup adalah untuk bergandeng tangan di jalan kebaikan, dan membuat Allah tersenyum?”.

Dalam sebuah kesempatan diskusi dengan HTR, saya menyaksikan sendiri bagaimana penulis besar ini begitu sederhana dalam berlaku. Ia tak pernah sungkan untuk mendatangi para penggemarnya satu persatu, hanya untuk mempersilakan mereka mencicipi kue yang tersedia untuknya di meja depan, dari tangannya sendiri. Pantaslah jika Faiz mencintainya, seperti ia mencintai surga. “Aku mencintai bunda seperti aku mencintai surga”. Jika FLP adalah hadiah Tuhan untuk Indonesia, maka HTR adalah rangkaian pita yang mengikat hadiah tersebut, dan menjadikannya indah.(DAN)


*dicomot dari http://www.kabarindonesia.com/ dengan judul: "HTR: Pita yang Mengikat Hadiah Tuhan, dan Menjadikannya Indah"

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

negeri lima menara

Sabtu, 12 Desember 2009

by abuhasan
hari ini sepekan yang lalu saya jalan-jalan sama anak-anak. selepas mereka sekolah kami berlima touring ke kota dengan zx-130. tujuannya beraneka warna. tapi yang terkait postingan ini adalah tb gramedia di amburokmo plasa (amplas) yogyakarta. berawal dari celotehannya ya@smin yang panjang lebar bercerita tentang kisah nyata petualangan seorang santri.

"abah, buku negeri 5 menara bagus banget lho. kata temenku, isinya tentang petualangan keliling dunia seorang santri. tapi.....," kalimat terakhir agak memanjang, dan sebelum dituntaskan saya menimpali, "tapi kenapa?".


"harganya mahal," singkat balasnya.

"berapa? memang ada di sini?"

"lima puluh ribu. itu disana bukunya"

bergegas saya mengekor di belakang y@smin. tampak buku tebal bersampul coklat dalam genggamannya.

negeri 5 menara. begitu tertulis dalam cover buku dengan gambar bangunan lima menara yang mengelilingi judul tadi.

"tidak ada yang mahal untuk ilmu," komentarku sambil menggamit tangan y@smin menuju kassa.

"tapi bacanya setelah ujian ya?" pesanku, karena mulai seninnya (7/12) anak-anak (sd, smp) mulai ujian semester ganjil.

sejatinya saya langsung membeli buku negeri 5 menara ini karena tiga hal. pertama, sebagai support buat y@smin yang sering bercerita tentang keinginannya berkeliling dunia (terutama ke negeri sakura, menjadi komikus) dan kegemarannya melahap buku petualangan. kedua, buku ini ditulis dan merupakan kisah nyata penulis (a. fuadi) yang seorang santri gontor. kebetulan putra pertamaku sekarang jalan dua tahun nyantri di gontor.

dorongan ketiga adalah testimoni para endorser yang tertulis di sampul belakang buku. ada bj habibie. riri riza pembuat film. kh hasan a sahal pimpinan pondok gontor. kak seto. ary ginanjr agustian. htr alias helvy tiana rosa. ada juga herry nurdi pemred sabili. tak ketinggalan syafii maarif. dan ditutup dengan komentar farhan penyiar tv '...man jadda wajada (semboyan gontor), seperti antibiotik yang mengusir parasit-parasit yang melemahkan'.

buku yang saya beli edisi ketiga (oktober 2009), edisi pertama terbit juli 2009. di belakang cover depan dan belakang ada sketsa bangunan di gontor utama. untuk mengenalkan isi buku ini saya kutipkan yang terdapat di sampul belakang buku.

'negeri lima menara adalah buku pertama dari sebuah trilogi. ditulis oleh a.fuadi, mantan wartawan tempo & voa, penyuka fotografi, yang kini menjadi direktur komunikasi di sebuah ngo konservasi. alumni pondok modern gontor, hi unpad, george washington university, dan royal holloway university of london ini meniatkan setengah royalti trilogi ini untuk membangun komunitas menara, sebuah organisasi sosial berbasis volunteerism yang ingin menyediakan sekolah, perpustakaan, klinik dan dapur umum gratis buat kalangan yang tidak mampu.'

buku pertama dari trilogi ini bercerita tentang perjalanan penulis selama nyantri di gontor. tidak ada terbersit sedikitpun kalau akhirnya dia harus nyantri di gontor. setelah lulus dari mtsn di sumatera dengan nilai yang tinggi, keinginnya hanya masuk sman bukit tinggi. apa daya, ibunya 'memaksa' untuk menjadi pejuang agama. sempat mutung tiga hari mengurung diri di kamar sebagai bentuk penolakan namun sang bunda keukuh agar anaknya jadi santri. awalnya sangat terpaksa. namun ternyata dari situlah petualangan hidupnya dimulai. merantau ke jawa yang seumur hidup belum pernah keluar dari desanya. terdampar di gontor (di buku ini disebut dengan nama pondok madani) dan bersahabat karib dengan empat santri lain dengan sebutan sohibul menara. inilah kenapa buku ini diberi judul 'negeri lima menara'.

buku setbal empat ratus dua puluh halaman yang terbagi dalam empat puluh enam sub judul ini sangat mengasyikkan dibaca. bahasanya bagaikan air yang mengalir. penuh ibroh sekaligus jenaka. helvy tiana rosa berkomentar: 'novel ini antara lain bertutur tentang hubungan yang menyentuh antara anak dan ibu serta murid dan guru. akhirnya kita yakin haqqul yakin, bahwa kombinasi patuh kepada ibu, hormat kepada guru dan usaha pantang menyerah adalah rumus sukses yang tak terlawankan. berbahagialah para ibu yang telah membawa beragam keajaiban dan kemungkinan buat anaknya. layak dibaca para ibu yang bermimpi membesarkan akan-anak terbaik'.

selamat menikmati akhir pekan.

bintaran, sabtu 12/12/09

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Hamas Piyungan Tour de Dieng 2010

Jumat, 11 Desember 2009


reporter: abuhasan
"piye iki, hamas eneng acara ora?"
kalimat tanya penuh kerinduan akan aksi hamas (himpunan anak muda pks) piyungan disampaikan akh haryadi, akh sarojo, akh didi, dkk yang melaporkan 'pengaduan' para simpatisan kawula muda di dusun mereka yang gabung bersama hamas kala gebyar pemilu kemarin.

pasca pemilu hamas piyungan memang belum mengadakan aksi. dan respon simpatisan hamas yang disampaikan teman-teman pada syuro hamas kamis sore kemarin (10/12) mengobarkan kembali semangat para pimpinan hamas untuk 'ngopeni' para simpatisan anak muda (non tarbiyah) yang jumlahnya mencapai seratusan.

maka di sore penuh berkah itu, bertempat di markaz dpc pks piyungan jalan jogja-wonosari km 10, berkumpulah para punggawa hamas piyungan dengan dipimpin langsung akh sunardi sang komandan hamas. hadir akh didi, si boy, jack sarojo, ecoy, dhanie, sckul, sinjo, dan tak ketinggalan akh andi tw ketua dpc piyungan. plus ane sang reporter.

walau undangan via sms rada mendadak, kehadiran full tim kader inti hamas piyungan ini menyiratkan akan kerinduan mereka pada hari-hari penuh gejolak semangat saat pemilu. usulan dan masukan yang datang dari semua peserta syuro hamas sore itu, juga menegaskan kalau hamasah (semangat) itu seperti virus yang cepat menular. empat puluh menit urun rembug akhirnya menyepakati diadakannya acara touring tahun baru dengan target lokasi dieng. kenapa memilih dieng? teman2 mengusul kalau bikin acara untuk anak muda (apalagi non-kader) maka lokasi yang dipilih harus 'menjual' sekaligus 'menantang'.

kalau urusan 'menjual' dan 'menantang' memang dieng punya nilai plus. saya sendiri belum pernah kesana jadi sangat mendukung usulan ke dieng. dan setelah saya tanya om google ternyata dieng betul2 'menjual' dan 'menantang'. ini saya kutipkan testimoni yang udah pernah kesana...


"Kalau ingin cepat (ke dieng) tak perlu lewat Magelang maupun Parakan. Setelah Muntilan ambil jalan ke kiri melewati Candi Borobudur. Terus saja sampai memotong jalan raya Magelang-Purworejo. Belok ke kiri (ke arah Purworejo) barang 2-3 km sampai ketemu simpang tiga ke arah kanan. Letak simpang 3 (kalau tak salah ingat) ada di Kecamatan Bruno(?). Ikuti jalan ke kanan, nanti tembusnya tak jauh dari Kertek. Wonosobo tinggal 5km dari situ. Lewat jalur ini Yogya-Dieng sekitar 2,5 jam.

Bila mengambil rute di atas motor harus fit lantaran banyak jalur menanjak. Jangan lupa isi angin lebih dari rerata untuk menghindri ban bocor. Maklum jalan itu jalan kabupaten yang tentu saja tak semulus jalan propinsi. Memang jika melewati Parakan akan bisa dilihat pemandangan aduhai. Utamanya antara Secang dan sebelum jembatan Kali Progo. Jalan seperti membelah benteng alam Sindoro-Sumbing. Saya hapal sekali tempat ini karena desa tempat saya KKN dulu kira-kira 5km dari pertigaan sebelum Jembatan Progo.

Dari sobat lain di internet bercerita: Saya share yang pernah bahkan sering saya lakukan..
Ke Dieng santai rata2 3 jam dari Jogja...saya sangat sarankan dari Jogja pukul 5 pagi jadi anda bisa pass by di Temanggung dan Parakan kira2 pukul 6.30 - 7 pagi. Seperti yang anda bilang pemandangannya sangat bagus dan bila beruntung akan anda dapatkan view Sindoro dan Sumbing mengapit jalan raya dengan latar langit biru. Lalu juga view sungai2 serta kebun teh dan tembakau yang menawan.... Bahkan sebelum itu, bila beruntung (lagi) anda selepas Jogja bisa ketemu sunrise yang bagus pula di sisi Merapi.

Sebenarnya ke Dieng tidak begitu jauh dari sisi jarak, kurang lebih 160an kilo (kalo tidak salah) namun karena medan berat menanjak jadi kec motor rata2 hanya bisa 50 - 60 kpj."


wah. jadi ndak sabar nich pingin cepet ke dieng. malam tahun baru di dieng! pasti asyik. apalagi kalau touring beramai-ramai bareng anak2 muda hamas. anda mau gabung?

----

Yang Tidak Dapat Diucapkan oleh Seorang Ayah

Kamis, 10 Desember 2009


by Fawza Fauziah*
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya..
Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja…..
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu.

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut…
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT….kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Dan akhirnya….

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik….
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..

Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Romo / Papa / Papi kita… tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya ;)

Yes I love you so much, Yah…


my beloved man....


*diambil dari facebook Fawza Fauziah (dengan sedikit editan)
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PKS: BPK Harus Audit Biaya Haji yang Tak Lazim

Rabu, 09 Desember 2009

Fraksi-PKS Online: Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PKS, Iskan Qolba Lubis menemukan banyak permasalahan serius dalam penyelenggaraan haji tahun ini. "Jika terus-menerus dibiarkan dari tahun ke tahun, maka pemerintah akan terus melakukan penzaliman abadi pada jemaah haji," cetusnya dalam seminar Mengurai Benang Kusut Penyelenggaraan Haji di Gedung DPR/ MPR, Jakarta Kamis (3/12).

Iskan menegaskan, jika pemerintah tidak bisa memperbaiki penyelenggara haji, dirinya akan mendorong komisi VIII untuk mengalihkan pelaksanaannya ke sebuah badan yang lebih profesional dan akuntabel. Saat ini, untuk dana haji saja tidak bisa dikelola secara profesional oleh Departemen Agama.

"Bayangkan saja, kalau di negara lain seperti Malaysia misalnya, uang setoran haji itu bisa bertambah. Andaikan dia setor 20 juta, dana itu bisa bertambah jadi Rp. 30 juta di tahun berikutnya. Di sini tidak, tetap Rp. 20 juta," bebernya.

Terkait dengan hak jamaah, Iskan menilai, sosialisasi hak jamaah terkait uang pengembalian pemondokan belum terlaksana dengan baik. Dikatakannya, dengan buruknya koordinasi, pemerintah telah melanggar hak-hak jemaah haji. Iskan meminta BPK mengaudit penyelenggara haji.

"Saya mengusulkan agar BPK secepatnya melakukan investigasi. Sebab, aneh ketika permasalahan haji begitu transparan, Menteri Agama justru mengatakan tidak ada masalah," tandasnya.

Yoyoh Yusroh, anggota Komisi VIII dari Fraksi PKS lainnya mengungkapkan, pemondokan pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini masih belum ada perbaikan pelayanan. Tim pemantau, tuturnya, banyak menemukan pemondokan yang tidak layak.

"Misalnya, perumahan basement yang tanpa ventilasi, pemadatan kapasitas pemondokan seperti kapasitas yang seharusnya 15 orang diisi 18 orang sehingga tempat mereka hanya 2x1 meter," katanya.

Dalam bidang kesehatan, tim menemukan rekrutmen jamaah dan dokter yang kurang bagus. Dia menunjuk contoh, kasus jemaah haji melahirkan di Madinah (iyet Suryati, 32) warga dari Sukabumi dan Zahra Azhari Hamim, warga Palembang yang meninggal setelah jatuh dari lantai 6 pemondokan akibat Schezoprenia yang dideritanya.

"ini di antara bukti kurang bagusnya rekrutmen jemaah haji dan dokter. Ini membuktikan bahwa rekrutmen yang dilakukan pada jemaah haji kurang bagus," ungkap Yoyoh.

Atas dasar itu, tambah Yoyoh, Tim Pemantau Haji Fraksi PKS DPR akan berupaya dengan cepat dan sungguh-sungguh mengusulkan kepada DPR untuk segera melakukan revisi Undang-Undang Haji sebagai payung hukum yang lebih baik demi penyelenggaraan ibadah haji yang lebih berkualitas.

Selain itu, Fraksi PKS juga menuntut pemerintah untuk melakukan perbaikan dalam koordinasi lintas depertemen yang memiliki hubungan terkait dengan penyelenggaraan haji. Di antaranya dengan Departemen Perhubungan, Departemen Dalam Negeri, dan Departemen Kesehatan.

"Sehingga masalah terkait pemondokan, katering, transportasi, dan kesehatan dapat teratasi dengan baik di masa mendatang," harapnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pusat Data dan Analisa Indonesia Corruption wathc, Firdaus Ilyas berpendapat, Depag belum sungguh-sungguh melakukan perbaikan dalam penyelenggaraan haji. Mahalnya biaya haji tahun ini tidak sebanding dengan pelayanan yang diterima para jemaah. "Permasalahan haji terlihat dari buruknya pelayanan yang diberikan Depag, misalnya lokasi pemondokan jauh dari Masjidil Haram, transportasi jarang, harga katering mahal, dan tempat pengobatan yang sulit diakses," tuturnya.

Firdaus juga mengkritisi tata kelola haji yang terkesan tertutup. Partisipasi publik dalam pembuatan dan pemantauan kebijakan dibatasi. (RN)


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Desember Cerio DPRa Sitimulyo

Selasa, 08 Desember 2009


Reporter: Wied
BANYAKAN - Syuro rutin DPRa PKS Sitimulyo kembali diselenggarakan. Kali ini Senin, 07/12/09 bertempat di Akh Sarojo Mas'ul DPRa yang baru. Pukul 17:05, Sebanyak dua belas ikhwan plus beberapa ummahat (maklum waktunya bebarengan dg Syuro Diva DPC) serius membahas babak baru kiprah dpra sitimulyo di masyarakat.

Dipimpin langsung sang Ketua DPRa, urun rembug diawali dengan flashback acara Rihlah Kader ke Gajah Mungkur pekan lalu. Sedang terkait Idhul Adha 1430 H menyalurkan satu ekor kambing ke dusun Nyamplung. Shohibul Qurban adalah Kyai Fauzan dari dusun Daraman dengan empat ekor kambing yang dikirim ke beberapa daerah. Satu diantaranya diamanahkan melalui DPRa Sitimulyo.

December Ceria menjadi topik utama saat ini. Antara lain sinkronisasi DPC - DPRa, disampaikan bahwa DPC punya agenda pada 18 Desember bertepatan Tahun Baru 1 Muharram 1431H dengan kegiatan Sertijab. Tanggal 20 Desember Divisi Kewanitaan DPC punya hajat besar dalam rangka Peringatan Hari Ibu, dan Tahun Baru 1 Januari 2010 akan digelar Touring DPC yang digawangi oleh HAMAS PKS Piyungan.

Untuk agenda dakwah DPRa, DPRa Sitimulyo menjadwalkan munasharah selepas Maghrib. Yakni Ayahnda Ibu Evana yang mendapat cobaan berupa sakit Diabetes. Kegiatan silaturohmi dengan kordus/tokoh/simpatisan juga akan dilakukan secara rutin pekanan. Terkait konsolidasi internal, DPRa akan mengadakan lomba renang ikhwan yang akan dilaksanakan tanggal 25/12/09 (teknis menyusul).

Untuk memperlancar semua agenda dakwah, lini pendanaan juga akan dioptimalkan kembali. Sebagai langkah awal secara internal berupa Infaq rutin bulanan (atau sering dikenal dengan sebutan SPP - Shodaqoh Perjuangan PKS). Disepakati bahwa Akh Sunar dan Pakde Parjo akan bertindak sebagai Debt Collector-nya.

Tak terasa senandung merdu adzan Maghrib berkumandang yang sekaligus sebagai sinyal untuk menutup syuro sore itu. Insya Allah, azzam sudah bulat, semangat sudah kuat, ikhlas sudah jelas, pengorbanan tetap berjalan, dan harapan kami gantungkan hanya kepada Ar-Rahman. (wied)


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

tiga hari mencari cinta

Senin, 07 Desember 2009


by abuhasan

Tiga hari berturut-turut main bola. Sabtu pagi sepakbola bersama kader ikhwan se-dpc, ahad pagi futsal bareng remaja liqo pemula dan barusan (senin malam selasa tadi) main futsal lagi. Tapi, futsal kali ini betul-betul pamuncak triple riyadhoh pekan ini. Kalau futsal hari ahad nemenin 'cucu binaan' yang masih remaja, malam tadi futsal bareng 'anak kandung binaan' yang semuanya sudah jadi bapak-bapak.

Usai liqo rutin malam selasa (7/12) yang bertempat di rumah akh didi nganyang, sekira pukul 20.40 kami meluncur ke arena futsal langganan yang sudah kami booking. Liqo ikhwan kader pengampu dpra sitimulyo ini (salah satunya akh Sarojo Ketua dpra sitimulyo yang baru) malam ini hadir komplit 100%, yang bawa sepatu juga 100%. Malam sebelumnya (malam senin), di liqo yang satunya lagi (liqo dpra srimartani) ane juga sudah umumkan kalau malam selasa ini jam 9 malam akan main futsal bareng temen-temen ikhwan dpra sitimulyo.

Hujan rintik-rintik yang sejenak mampir di piyungan membersamai perjalanan kami ke arena futsal. Pukul 20.55 kami sampai di lokasi. Sesaat sebelum masuk arena futsal, kami kedatangan 'tamu istimewa' yang langsung disambut meriah teman-teman. Dialah akh Andi Tri Widodo sang ketua baru DPC PKS Piyungan yang menyempatkan waktunya untuk menyemangati kegiatan malam itu sebagai bagian tak terpisahkan dari aktivitas dakwah dan ke-pks-an piyungan.

Tepat pukul 21.00 futsal dimulai. Satu tim masing-masing enam orang. Keriuhan dan kehebohan langsung mewarnai arena. Yang bikin teman-teman tetap semangat sepanjang satu jam bermain adalah tidak ada yang dicemooh atau disalah-salahkan walaupun sering salah umpan, tendangan melenceng, dll (maklum, bapak-bapak modal semangat doank). Sebaliknya, yang ada adalah semua saling memberi semangat, mensupport, bertepuk tangan dengan diselingi canda ria dan kadang gelak tawa sepanjang pertandingan (untungnya arena futsal ini di tengah sawah, jauh dari pemukiman, jadi kehebohannya tidak sampai menggangu ketertiban umum, he..he..he..).

Dari semua riyadhoh futsal yang pernah ane ikuti, kayaknya futsal malam ini yang terheboh, terasyik, terbanyak keringatnya. Ternyata, futsal bukan hanya 'bahasa untuk anak muda dan binaan pemula' saja. Kader-kader senior yang sudah bapak-bapak juga perlu riyadhoh jama'i. Benar-benar ini riyadhoh mampu merefresh dan menyegarkan kembali buhul-buhul ukhuwah yang kalau gak pintar-pintar dirawat bisa-bisa sekarat atawa karatan. Ane lihat, teman-teman malam ini sangat menikmati acara tadi. Dan sebagai bentuk apresiasi (mumpung masih menyala semangatnya), ane juga langsung membuat postingan ini begitu nyampe rumah (sekalian nyoba internetan pakai flexi yang baru on dua hari lalu. lumayan lancar buat posting di blogger. murah lagi. cuma seribu enam ratus perak per hari unlimited. kok jadi promo ya?).

Kembali ke fut-sal! Kayaknya, riyadhoh futsal jama'i akan jadi agenda rutin kami. Badan sehat ukhuwah kuat!

Salam Jama'i!

my home, 7 dec 09, 22.48.

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

bicara dengan bahasa mereka

by wied
'Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kutaklukkan dunia', begitu kiranya Sang Proklamator RI berucap. Suatu gambaran jelas, agar kita tak boleh terlena menyiapkan generasi mendatang.

Namun ditengah arus globalisasi yang menyusup sendi kehidupan masyarakat, tidaklah mudah mengajak mereka bergabung dalam barisan dakwah. Untuk mensiasati dan berbicara dengan 'bahasa' mereka, liqo' + futsal adalah strategi yang coba kami terapkan yang semoga acceptable bagi kalangan remaja tsb.

Kamis malam, 3/12/09, setelah agak lumayan lama off karena alasan ini itu, sekira lima belas remaja dusun Somokaton (tempat dimana ane tinggal) kami kumpulkan di rumah. Kebetulan pekan ini lagi dapat jatah libur dari rantau sehingga kesempatan berharga ini dimanfaatkan untuk turut membersamai dalam pembinaan anak-anak muda kampung.

Usai tarbiyah ruhiyah dirasa cukup, maka pada jam 21:00, tarbiyah jasadiyah manjadi gilirannya. Kali ini friendly match mempertemukan mereka (Somokaton) melawan Ta'lim dusun Gampingan binaan akh Taufik. Semangat yang tinggi tampak dari jumlah mereka yang hadir. Alhasil, kapasitas lapangan yang hanya lima orang per team menjadikan yang lain antusias mensuport kawannya.

"Yang Gampingan ini belum semua ikut ngaji, Mas", ujar Akh Taufiq pada ane di pinggir lapangan.

"Tak masalah, (futsal) ini sarana kita," sahutku.

Bertiga (Ane, Taufiq, dan akh Danie yang akan diamanahi menjadi murobbi selepas ane kembali merantau lagi) larut dalam bincang dakwah malam itu hingga tak terasa peluit tanda waktu habis berbunyi.

Malam itu kami kembali ber-azzam dalam ri'ayah dakwah dan mengurai laku 'berbicara dengan bahasa' mereka. (Wied)


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

FPKS: Pemerintah Harus Hentikan Ujian Nasional

Jakarta - Pemerintah didesak untuk menghentikan ujian nasional (UN). Putusan Mahkamah Agung (MA) sudah jelas, harus ada perbaikan dalam penyelenggaraan UN bila hendak tetap digelar.

"Bila belum ada perbaikan dan tetap melaksanakan UN, berarti pemerintah melakukan kezaliman pada anak didik. Jika UN tetap dilaksanakan, ini preseden buruk bagi pendidikan nasional kita. Karena pemerintah mengesankan tidak taat atas putusan MA tersebut," kata anggota Komisi X FPKS Ahmad Zainuddin dalam siaran pers, Senin (7/12/2009).

Zainuddin menganggap pelaksanaan UN adalah kebijakan yang tidak adil karena menafikkan realitas aktual pendidikan nasional. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya disparitas dan kesenjangan yang mencolok baik antarsekolah maupun antarsiswa.

"Pelaksanaan UN sudah bertentangan dengan tujuan pendidikan nasional yang membentuk manusia yang beriman dan bertakwa serta berakhlak mulia. Banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan moral," urainya.

Zainuddin menerangkan, penetapan angka kelulusan UN yang mengalami peningkatan telah mengorbankan hak-hak siswa untuk mendapatkan pendidikan yang sewajarnya (melanggar hak pedagogi anak).

"Masyarakat tidak sepakat kalau UN dijadikan sebagai satu-satunya penentu kelulusan siswa. Faktanya, UN hanya berorientasi pada aspek kognitif dengan menafikkan aspek psikomotorik serta afektif. Jadi UN tidak bisa dijadikan sebagai standar peningkatan mutu pendidikan," terangnya.

Selain itu, berdasarkan laporan masyarakat di sejumlah daerah, ada guru yang dibebankan target untuk menaikkan persentase kelulusan hanya untuk menaikkan pamor sekolah. Di lain tempat, ketidakjujuran terjadi saat pelaksanaan UN dengan adanya penyebaran kunci jawaban melalui SMS (layanan pesan singkat) kepada peserta UN.

"Itu hanya sebagian kecil realita yang terjadi. Masih banyak pihak sekolah yang dengan sengaja menutup-nutupi kejadian seperti ini," ucap Ahmad Zainuddin.

Untuk itu, fraksi PKS mengusulkan agar pemerintah mengembalikan evaluasi belajar kepada satuan pendidikan dengan menerapkan model ujian yang mampu mengacu pada peningkatan kualitas guru dan sekolah dan sesuai dengan UU Sisdiknas.

"Selain akan menghemat anggaran negara, model itu juga diharapkan bisa lebih menjaga nilai-nilai akhlakul karimah," kunci Zainuddin. (detik.com)

*Profil Singkat:

Nama : Ahmad Zainuddin, Lc
Dapil: DKI Jakarta Timur
Komisi DPR : Komisi X (Pendidikan, Pemuda, Olahraga, Pariwisata, Kesenian dan Kebudayaan)
TTL : Ponorogo, 15 Juni 1966
Pendidikan : LIPIA, Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab Jamiyah Imam Muhammad Ibnu Sa’ud di Jakarta, fakultas Syariah, lulus tahun 1991
Jabatan PKS : Ketua Bidang Pembinaan Kader, DPP PKS, 2005 -Sekarang
Situs Web : www.ahmadzainuddin.net
Facebook: http://www.facebook.com/pages/H-Ahmad-Zainuddin-Lc/68877043372

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com
 
© Copyright PIYUNGAN ONLINE
fixedbanner