NEWS UPDATE :

Minister Tifatul Sembiring uses Twitter to get public input

Sabtu, 31 Oktober 2009

The Jakarta Post - How can a top government official receive input directly from the people? Tweeting is new Information and Communications Minister Tifatul Sembiring’s method of choice.

Since his installation last week, Tifatul has been introducing himself to fellow Twitterers with the nickname @tifsembiring and many people have responded to him immediately.

While many politicians are known for being serious figures, Tifatul likes to tweet funny poems. He is looking for input from the people by asking what they want in the telecommunications sector, using hash #tifsembiringasking.

Asked whether he writes the tweets himself, Tifatul said, "Sometimes I do. Tweeting is short so I can still write them."

As a comparison, tweets from @boediono, the Vice President, are not written by him, but by his staff.


*Source: The Jakarta Post
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

ikhlas tak berbatas

Jumat, 30 Oktober 2009




Jum'at, 30/10/09 at 10.48
Belajar untuk terus menerus ikhlas. Mengalirkan keikhlasan dalam setiap nafas kesadaran, dalam setiap langkah pergerakan, dalam seluruh amal kebajikan, dalam setiap tindak dan ucapan, dalam setiap pengambilan keputusan. "Aku berjuang karena Allah, bukan karena Khalifah Umar bin Khathab", ungkap Khalid bin Walid saat menerima keputusan dirinya harus melepas posisi sebagai panglima perang dan menjadi prajurit biasa.
[cahyadi takariawan on facebook]

PKS Interupsi Israel di Sidang Paripurna DPR

Selasa, 27 Oktober 2009



VIVAnews – Anggota Fraksi PKS DPR Surahman Hidayat (Jawa Barat X) interupsi di tengah sidang paripurna, Selasa 27 Oktober 2009. Dia mendesak DPR mengutuk keras pelanggaran Israel terhadap Masjid Al Aqsa, tempat suci ketiga umat Muslim di Jerusalem.

Surahman mendesak Parlemen segera mengeluarkan pernyataan resmi berupa kutukan terhadap Israel.

Ketua DPR Marzuki Alie menanggapi desakan itu. Dia mengatakan sebelum mengeluarkan pernyataan resmi atas kasus pelanggaran Israel harus melalui mekanisme rapat pimpinan lebih dulu.

“Nanti akan ada rapat pimpinan,” kata anggota Fraksi Demokrat dari Daerah Pemilihan DKI Jakarta III itu.

Wakil ketua DPR dari Fraksi PKS (Sulawesi Selatan I), Anis Matta, menambahkan hari ini akan langsung dilakukan rapat pimpinan untuk membahas sikap DPR atas kasus Israel.

Anis Matta akan mendorong DPR segera mengeluarkan sikap resmi.

Pada Minggu pagi kemarin, polisi Israel dan pemrotes Arab bentrok di kompleks Masjid Al Aqsa. Kejadian ini telah mengundang perhatian masyarakat internasional.


*VIVAnews.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Sertijab Presiden PKS


Presiden PKS yang baru dilantik Luthfi Hasan Ishaaq berjabat tangan dengan mantan Presiden PKS Tifatul Simbiring di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2009). Pergantian presiden PKS dilakukan karena Tifatul Sembiring telah terpilih menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) dan agar bisa fokus dengan tugas barunya.
(Heru Haryono/okezone)

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PKS Tak Masalah (Warga) Israel Bantu Korban Gempa

VIVAnews - Partai Keadilan Sejahtera tak memasalahkan masuknya bantuan Israel kepada warga korban gempa di Sumatera Barat. "Kalau masalah kemanusiaan, sumber dari manapun tak masalah," ujar Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.

Namun sikap PKS ini, ujar Luthfi, tidak mengubah komitmen PKS terhadap solidaritas perjuangan rakyat Palestina. "Komitmen kami tetap kalau soal Palestina. Solidaritas pada perjuangan rakyat Palestina. Jalur politik juga diperjuangkan," ujarnya di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Selasa 27 Oktober 2009.

Luthfi menjelaskan, PKS tidak memusuhi warga Israel. PKS hanya memusuhi tindakan Israel yang melakukan penjajahan di tanah Palestina.

Ketua Fraksi PKS di parlemen, Mustafa Kamal, menambahkan, soal perjuangan Palestina, fraksi PKS akan memperjuangkanny pula. "Di DPR ada kaukus untuk Palestina. Kami akan meminta pemerintah secara tegas untuk turut memberikan solusi mengenai krisis di Palestina," ujarnya.

Selain ke pemerintah, PKS juga bisa memanfaatkan Badan Kerjasama Antarparlemen yang saat ini diketuai kader PKS, Hidayat Nur Wahid. "Semoga bisa lebih optimal untuk mencarikan solusi permasalahan di sana," ujarnya.

Masyarakat Israel mengirimkan bantuan kemanusiaan senilai US$ 500 ribu bagi korban gempa Sumatera Barat Senin kemarin. Bantuan dari masyarakat Israel ini disalurkan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke sejumlah lokasi terparah akibat gempa.

Bantuan dari Israel yang disalurkan HMI berupa obat-obatan bagi sejumlah rumah sakit di Kabuapten Padang Pariaman serta Kabupaten Agam. Menurut Ketua PB HMI Pusat, Arif Musthofa, bantuan ini murni sebagai bentuk aksi kemanusiaan.

"Karena ini murni sebagai bentuk aksi kemanusiaan tanpa embel-embel lain, kita terima dan didistribusikan," kata Arif Mustofa, Senin 26 Oktober 2009.

Bantuan ini langsung dikirim masyarakat Israel dengan menggunakan pesawat komersil. Arif mengaku, bantuan ini spontan diberikan masyarakat Israel setelah mengetahui besarnya dampak bencana dan korban yang ditimbulkan akibat gempa 7,9 Skala Richter, Rabu 30 September 2009. "Kita harapkan tidak ada sentimen atas bantuan ini," kata Arif.


*vivanews.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Menkominfo Ucapkan Selamat Hari Blogger via Twitter

"Tepat tanggal 27/10. Ingin jadi yang pertama mengucapkan Selamat Hari Blogger Nasional! Pergi ke Palu membawa koper, jayalah selalu hai para blogger,"
[@tifsembiring]

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring mungkin menjadi orang pertama yang mengucapkan Selamat Hari Blogger Nasional. Ucapan ini ia layangkan melalui Twitter.

Ditelusuri okezone, Selasa (27/10/2009), tweet tersebut telah bertengger di Twitter pribadi milik Tifatul sejak 9 jam yang lalu, atau sekira pukul 01.00 dini hari.

"Tepat tanggal 27/10. Ingin jadi yang pertama mengucapkan Selamat Hari Blogger Nasional! Pergi ke Palu membawa koper, jayalah selalu hai para blogger," tulis Tifatul.

Hari ini memang bertepatan dengan hari blogger nasional yang baru berusia 3 tahun. Akhir pekan kemarin bahkan Menkominfo menyempatkan diri untuk menghadiri Pesta Blogger Nasional 2009 yang dipadati oleh hampir 1.500 orang. Jumlah blogger sendiri saat ini telah mencapai 1 juta orang.

Twitter pribadi dengan akun tifsembiring ini ternyata baru berumur lebih dari seminggu. Akun ini dibuat Tifatul sejak tanggal 20 Oktober, sebelum dirinya resmi dilantik sebagai Menkominfo. Hingga saat ini, Tifatul baru berhasil menarik sekira 14.188 follower.

Rupanya akun twitter ini dibuatnya untuk menampung aspirasi para netter yang peduli dengan teknologi, yang notabene industri di bawah naungan Depkominfo, baik itu internet, jaringan telekomunikasi, penyiaran, maupun open source. (srn)


*okezone.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

MUKERWIL DPW PKS MALAYSIA

KUALA LUMPUR – Malaysia, 24-25/10/2009. Semangat, terencana, dan optimis. Mungkin kata-kata yang bisa menggambarkan acara Mukerwil PIP PKS Malaysia, Sabtu – Ahad, 24 – 25 Oktober 2009 di salah satu sekolah Islam, di Kuala Lumpur. Di samping utusan DPD dari Johor, Malaysia Utara (Penang, Perak, dan Perlis), Pantai Timur (Pahang, Kelantan, Trengganu), Selangor, dan Kuala Lumpur, hadir pula PIP PKS dari Brunei.

“Penting memahami tiga gugus tugas dakwah kita,” kata Ketua MPW Abu Muhammad dalam sambutannya. “Hal ini agar kita tidak mis-persepsi atau istilah pesantrennya, ‘suka kesimpret sarung sendiri’, dan confused. Ketiga gugus tugas kita adalah internal, di tengah masyarakat, dan politik.” Memang benar, jika semua kader memahami ketiganya, maka akan terjadi harmoni, tidak bertabrakan, dinamis dan produktif.

Ketua DPW DR. Sigit PW Jarot mengarahkan capaian-capaian yang mesti diraih dalam mukerwil tersebut. Kepakarannya nampak sakali dalam menguraikan langkah demi langkah pola pembahasan mukerwil sehingga para peserta memahaminya dengan baik.

Mukerwil ini merupakan program koordinasi setelah dilakukan konsolidasi dalam bentuk muswil yang telah diselenggarakan pada Juli 2009. Dalam muswil telah dihasilkan 11 amanah muswil yang pada mukerwil kali ini dibuat program-program untuk mencapai 11 amanah muswil tersebut. Suasana mukerwil nampak sekali penuh dengan semangat, respon yang antusias terhadap paparan tiap bidang, sehingga menghasilkan langkah-langkah kedepan yang lebih baik. Insya Allah.


*pengirim: Abdul Wahid Surhim (Pelajar S3 UTM Johor-Malaysia)
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Tifatul Berburu Follower di Twitter

Senin, 26 Oktober 2009

Jakarta - Menkominfo baru, Tifatul Sembiring menunjukkan geliatnya di situs mikroblogging, Twitter. Lewat Twitter-nya @tifsembiring, kini ia sedang berburu follower sebanyak-banyaknya.

Dalam salah satu tweet-nya, Tifatul Sembiring mengaku masih newbie alias masih pendatang baru di Twitter sehingga masih harus belajar. Sebagai pemain baru dia pun berburu follower sebanyak-banyaknya.

Bahkan, dia menuliskan sebuah tweet yang intinya berjanji jika followers-nya lebih banyak dari Joko Anwar (33.946 followers), dia akan melakukan audiensi dengan para pengguna Twitter.

"jika followers saya lbh bnyk dr jokoanwar tiga hari ini, saya akn audiensi dg wkl teman2 tweps & kita cari bingkisan bg bbrp followers :)," demikian isi tweet yang dilontarkan Tifatul.

Seringkali dalam tweet-nya Tifatul melontarkan pantun, salah satunya adalah,"bunga selasih diatas nampan, terima kasih utk ucapan dan doa kawan-kawan. naik sampan ke komedi puter, nyaman juga bermain twitter.. hehe."

Dari pantauan detikINET, Minggu (25/10/2009), sekitar pk 15.30 wib, jumlah follower Tifatul sudah mencapai 8.076 orang, dan sepertinya jumlah ini akan terus bertambah.

Semoga kehadiran Tifatul di dunia Twitter ini akan membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk dapat berdialog, menyampaikan gagasannya kepada Sang Menkominfo demi kemajuan dunia telekomunikasi Indonesia. ( faw / faw )

"terima kasih buat teman yg sdh follow saya, kehormatan buat saya sbg newbie. pohon rimbun di jatijajar, harap maklum baru belajar. :).." [tifatul]


*detiknet.com
---

posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Big Match: Keadilan FC Piyungan VS Persopi Old Crack


Reporter: Abu Hasan
PIYUNGAN - Setelah dua kali berjalan digulirkannya kembali riyadhoh sepakbola sabtu pagi, Keadilan FC Piyungan sore kemarin, Ahad 25 Oktober 2009, melakukan ujicoba sekaligus friendly match dengan Tim Senior Piyungan PERSOPI (Persatuan Sepakbola Piyungan) Old Crack.

Big Match kali ini berlangsung di markas PERSOPI Lapangan Piyungan yang terletak ditengah pusat kota kecamatan Piyungan. Tim Keadilan FC yang dinahkodai Wawan Wikasno dan berkostum putih-putih akan dijamu Tim Persopi yang berkostum biru-biru.

Tepat pukul 16.15 peluit dimulai pertandingan berbunyi. Menit-menit awal tuan rumah langsung menggebrak dengan serangan bertubi-tubi. Serbuan yang digalang secara sistematis dengan bola-bola pendek cukup merepotkan pasukan putih. Lima menit berjalan, gawang Keadilan FC yang dijaga Bimo Sakti kebobolan. Hal ini tak terlepas dari kurang koordinasinya lini belakang Keadilan FC.

Ketinggalan 1-0 nyali Keadilan FC tidak ciut. Silih berganti serangan dilancarkan kedua belah pihak. Namun tuan rumah masih tampak diatas angin dan mendominasi jalannya pertandingan. Memanfaatkan skill individu dan kepaduan tim, akhirnya tuan rumah berhasil menggandakan kemenangan, 2-0.

Walaupun sudah tampak kedodoran dan kelelahan, Keadilan FC mulai bangkit. Kerjasama sang kapten Wawan Wikasno, striker Abdilah dan Agung akhirnya mampu memperkecil skor menjadi 2-1. Sampai babak pertama berakhir kedudukan 2-1 untuk keunggulan tuan rumah.

Di babak kedua terjadi pergantian empat pemain Keadilan FC. Andi, Dhani, Zaini, dan Anton masuk. Pertandingan babak kedua Tim tamu tampak bisa mengimbangi permainan Tim Biru. Baru beberapa menit akhirnya Keadilan FC mampu menyamakan skor 2-2. Gairah menggempur lawan menyebabkan kelengahan lini pertahanan. Tim tuan rumahpun berhasil mengungguli lagi dengan skor 3-2. Dan menit-menit terakhir babak kedua, Tim tamu terpaksa harus menyerah dengan skor akhir 4-2 untuk kemenangan Persopi Old Crack.

Walaupun kedodoran, laga perdana friendly match ini memberi pelajaran berharga bagi Keadilan FC Piyungan. Di tilik dari sisi usia, Tim tuan rumah jauh lebih sepuh dibanding pemain-pemain Keadilan FC yang masih muda-muda. Namun tuan rumah mampu bermain efektif, sangat terorganisir, tidak menghambur-hamburkan tenaga karena mengandalkan bermain bola-bola pendek, sangat taktis umpan-umpan satu dua pemain. Praktis mereka 'hemat energi'. Berbeda sekali dengan Keadilan FC yang masih seporadis, kurang terorganisir dan 'boros tenaga' sehingga mudah kelelahan. Itulah pelajaran berharga yang kami dapatkan sore itu: Efektifitas sumber daya dan organisasi yang rapi.**

----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Alumni Gontor Gantikan Tifatul Sebagai Pjs Presiden PKS

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring yang diangkat sebagai Menkominfo dalam Kabinet Indonesi Bersatu II secara resmi mengundurkan diri. Sebagai gantinya adalah Luthfi Hasan Ishaaq yang sebelumnya menjadi Ketua Badan Hubungan Luar Negeri.

“Pergantian mereka merupakan bentuk konsistensi PKS dalam menjaga komitmen kenegarawanan,” kata Sekjen DPP PKS Anis Matta dalam jumpa pers di Gedung Markas Dakwah (Kantor DPP) PKS, Jakarta, Ahad (25/10).

Menurut Anis Matta, ada tiga alasan yang cukup mendasar mengapa PKS segera mengganti para fungsionarisnya yang duduk dalam jabatan publik, terutama di bidang eksekutif. Pertama, sebagai eksekutif mereka telah bekerja di level kepentingan bangsa yang harus lebih diutamakan dibandingkan kepentingan partai. “Dengan begitu Presiden SBY tidak perlu lagi khawatir terhadap loyalitas para menteri dari PKS. Mereka telah dihibahkann untuk kepentingan bangsa,” tegas Anis Matta yang kini menjadi salahsatu wakil ketua DPR RI.

Kedua, manajemen sebuah kementerian terlalu besar untuk dirangkap dengan manajemen sebuah partai. Begitu pula sebaliknya. Karena itu sebaiknya tidak terjadi rangkap jabatan.Alasan ketiga, tambah Anis,yang tak juga kalah pentingnya, masalah sirkulasi kaderisasi kepemimpinan. “Dengan pergantian tersebut sirkulasi kaderisasi kepemimpinan di PKS bisa berjalan dengan lancar. Kami tidak pernah kekurangan stok pemimpin,” tegas Anis.

Pergantian para pimpinan PKS yang terpilih sebagai pejabat publik bukanlah hal baru. Pada tahun 1999 Presiden PKS Nurmahmudi Ismail yang terpilih sebagai Menteri Kehutanan pada era Presiden Abdurahman Wahid digantikan oleh Hidayat Nurwahid. Pada tahun 2004 Hidayat Nurwahid yang terpilih sebagai Ketua MPR juga segera digantikan oleh Tifatul Sembiring.

Sementara Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP) Salim Segaff Al-Jufrie yang ditunjuk sebagai Duta Besar RI di Saudi Arabia juga segera digantikan oleh DR Surahman Hidayat. Belakangan Salim Segaff dipilih Presiden SBY sebagai Menteri sosial. “Semuanya berjalan lancar, dan samasekali tidak menimbulkan gejolak,” tambah Anis Matta.

Wewenang Ketua Majelis Syuro

Sesuai dengan AD/ART PKS, kewenangan mengangkat seorang presiden (Ketua DPP) berada ditangan Ketua Majelis Syuro yang saat ini dijabat Ustad Hilmi Aminuddin. Selain itu, Ketua Majelis Syuro juga mengangkat Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP), Ketua Dewan Syariah Partai (DSP), Sekjen dan Bendahara DPP. Keenam orang tadi disebut sebagai Dewan Pengurus Tingkat Pusat (DPTP) yang memegang otoritas kekuasaan tertinggi partai. Keberadaan DPTP haruslah mendapat pengesahan dari anggota Majelis Syuro yang terdiri dari 99 orang.

Luthfi Hasan Dinilai Tepat Pimpin PKS

Luthfi Hasan Ishaq dinilai sebagai sosok yang tepat menjadi Presiden PKS menggantikan posisi Tifatul Sembiring. Bergabung dengan PKS sejak awal, Luthfi dinilai mengetahui situasi dan kondisi di PKS.

"Saya lihat track recordnya Pak Luthfi orang yang tepat," ujar Direktur Indobarometer M Qodari kepada detikcom, Minggu (25/10/2009).

Menurut Qodari, Luthfi merupakan salah seorang kader inti PKS. Bergabung sejak masih bernama Partai Keadilan (PK) menjadi salah satu nilai lebih bagi Luthfi. "Dia ikut membangun partai dari masih kecil sampai menjadi besar, dia tahu isi PKS," kata Qodari.

Qodari menilai, dibandingkan dengan partai-partai lain, PKS relatif memiliki kader dengan kemampuan yang hampir merata dan memiliki pendidikan ideal untuk ditempatkan menjadi Presiden PKS.

"Mungkin Luthfi betul-betul terlibat dalam catatan sejarah," imbuhnya.

Qodari berharap ke depan PKS di bawah kepemimpinan Lutfi dapat lebih maju. "Mudah-mudahan bisa lebih maju," tandasnya.

Sosok Luthfi Hasan Ishaaq

Luthfi Hasan Ishaaq, lahir di Malang, Jawa Timur 5 Agustus 1961. Master bidang Islamic Studies ini menamatkan pendidikan SLTP dan SLTA di Pondok Pesantren Modern, Gontor Jawa Timur. Menguasai secara fasih bahasa Arab dan Inggris, Luthfi mempunyai jam terbang yang cukup tinggi di Eropa. Ia pernah tinggal di Belanda selama beberapa tahun ketika diberi tugas sebagai supervisor pengembangan PKS di Eropa.

Pilihan terhadap Luthfi tidak terlalu mengherankan melihat latar belakangnya yang panjang sebagai kader inti partai. Luthfi adalah salahsatu pendiri PK pada tahun 1998 bersamaan dengan Era Reformasi setelah jatuhnya rezim Soeharto. Semasa PKS masih bernama Partai Keadilan (PK) dan dipimpin oleh Nurmahmudi Ismail, ia tercatat sebagai sekjen. Kemudian ia menjadi bendahara umum DPP ketika presiden partai dijabat oleh Nur Mahmudi Ismail dan Hidayat Nurwahid. Terakhir jabatannya adalah Ketua Badan Hubungan Luar negeri DPP.

Selain itu Luthfi juga terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009 dan kini kembali terpilih sebagai anggota Dewan periode 2009-2014.Selama berkecimpung di DPR, Luthfi ditempatkan di komisi 11 (perbankan) dan kemudian di komisi 1 (Pertahanan dan Luar Negeri). Selain itu ia juga tercatat sebagai anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen untuk Afrika, Eropa dan Organisasi Negara-Negara Konferensi Islam (OKI). Posisinya sebagai wakil ketua di BKSAP (Badan Kerjasama Antar Parlemen 2004-2009) membuat Lutfi mempunyai networking yang cukup kuat di dunia internasional. Luthfi juga menjadi anggota tetap komisi Timur Tengah di International Parliementary Union (IPU). Sebuah organisasi yang beranggotakan anggota parlemen seluruh dunia


DATA PRIBADI

Nama : Luthfi Hasan Ishaaq,MA
TTL : Malang, 05-Agustus-1961
Nama Istri : Sutiana Astika
Jumlah Anak : 11 (sebelas) Orang
Email: lh-ishaq@madanibiznet.org

RIWAYAT PENDIDIKAN

1 KMI Gontor Ponorogo
2 D III Bahasa Arab
3 Fakultas Ushuluddin Ibnu Saud Universitas
4 Fakultas Islamic Studies Salafia University

RIWAYAT PEKERJAAN

1 Direktur PT Sirat Inti Buana
2 Public Realition Islamic Org Union
3 Penterjemah Institute Policy Studies

PENGALAMAN/JABATAN PADA ORGANISASI

1 Bendahara PKS
2 Ketua I Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Saudi Arabia
3 Ketua Departemen Kaderisasi PPI Cabang
4 Ketua Departemen Kesenian OPPM Gontor
5 Ketua Pelajar Islam Indonesia


*dirangkum dari: detik.com, vivanews.com, pk-sejahtera.org
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Tifatul Sembiring, Blogger Yang Menkominfo

Minggu, 25 Oktober 2009

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) yang baru empat hari menjabat dalam Kabinet Indonesia Bersatu II, Tifatul Sembiring, mendapat sambutan yang meriah dari para blogger, saat membuka Pesta Blogger 2009 di Gedung SMESCO, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (24/20).

Saat Tifatul mengawali pidato sambutannya, tak hanya para jurnalis foto yang mengabadikannya. Namun para blogger pun berebut posisi dengan para fotografer. Sang Menteri yang menjadi sorotan pun akhirnya berkelakar.

"Inilah jadinya kalau blogger jadi Menkominfo," ujarnya disambut tawa dan tepuk tangan yang meriah dari para Blogger.

Tifatul Sembiring, yang juga Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, mengaku bahwa dirinya juga seorang Blogger, Ia mengaku bahkan tak hanya mempunyai blog tetapi juga akun di Facebook dan Twitter.

Dalam kesempatan itu, Tifatul meminta para blogger dan masyarakat menggunakan
internet dan situs jejaring sosial dengan baik. "Jangan disia-siakan," ujarnya.

Tifatul juga mengaku tergelitik dengan kasus dugaan pencemaran nama baik yang
menyeret Prita Mulyasari ke pengadilan gara-gara menulis keluhan melalui internat dan kasus penculikan remaja gara gara Facebook.

Dalam pidato sambutannya, menteri yang baru menjabat empat hari ini, berjanji selama dia menjabat sebagai menteri, dirinya akan menjaga kebebasan informasi, berekspresi dan berpendapat.

Sebaliknya, Tifatul Sembiring, yang juga Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, juga meminta kalangan blogger untuk membuat informasi yang benar dan bertanggung jawab.

"Saya menghimbau untuk menjaga kebebasan dalam berbagi dan berekspresi secara bertanggungjawab," ujar Tifatul dalam sambutannya.

Tifatul juga mengatakan masyarakat termasuk para blogger untuk memanfaatkan internet lebih positif, dan kreatif. Persaingan dunia internasional menjadi pemacu agar masyarakat Indonesia mempunyai ketrampilan dan daya saing.

Dalam kesempatan ini, Tifatul juga mencanangkan visinya untuk membentuk Indonesia Informatif, artinya, terkoneksi dengan lancar dan murah serta memberi informasi yang benar.

Saat hendak menutup sambutannya, Tifatul mengucapkan pantun. "Kalau ada sumur di
ladang boleh menumpang mandi. Jikalau ada waktu senggang, bolehlah kita chatting
lagi," ujar Tifatul disambut tepuk tangan para blogger.

PESTA BLOGGER 2009: ONE SPIRIT ONE NATION

Acara Pesta Blogger 2009 sendiri dihadiri ratusan kalangan blogger dan penggemar dunia internet. Acara diisi berbagai sarasehan dan juga hiburan.

Pesta blogger kali ini, terbilang paling meriah dibandingkan dua kali pesta blogger yang pernah digelar sebelumnya. Tak hanya para blogger nasional, sejumlah blogger asing juga turut bergabung.

Ketua Panitia Pesta Blogger 2009 Imam Brotoseno mengatakan dari registrasi terakhir Kamis (23/10) lebih dari 1200 blogger akan hadir dalam pesta ini. Namun pada pembukaan acara hari ini saja, diperkirakan jumlah perserta sudah lebih dari itu.

"Blogger manca negara juga hadir disini seperti Amerika Serikat, Australia dan Singapura," ujar Imam. Mereka berbagi pengalaman dalam penggunaan blog untuk kewirausahaan, backpaker, dan blog humor.

Selain blogger asing blogger dari seluruh Indonesia, seperti Samarinda, Makasar, Bandung, Balikpapan, Medan, Surabaya, Palembang, Yogyakarta, Malang, Surabaya, juga turut hadir.

Pesta Blogger kali ini mengusung tema One Spirit One Nation. "Tema ini untuk mengingatkan para blogger untuk tetap bersatu sebagai bangsa dengan segala perbedaan yang ada," ujar Imam Brotoseno.


*sumber: TempoInteraktif.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Ketika Eks Menteri & Menteri Baru dari PKS Bersilaturahim

Sabtu, 24 Oktober 2009





JAKARTA - DPP PKS melaksanakan silaturahim bersama menteri KIB (Kabinet Indonesia Bersatu) I dan KIB II dari PKS Jumat (23/10) sore. Acara yang dibuka dengan taujih Ketua Majelis Syuro PKS, KH. Hilmi Aminudin ini kental suasana kekeluargaan. Tampak hadir para menteri KIB I Anton Apriantono (Mentan), Adhyaksa Dault (Menegpora), dan Yusuf Asyari (Menpera). dan dari KIB II yang baru dilantik, hadir Salim Segaf Aljufri (Mensos), Suharna Surapranata (Menristek), Tifatul Sembiring (Menkominfo), dan Suswono (Mentan).

Acara ini juga dihadiri pula oleh para petinggi PKS dari berbagai unsur DPP. Dalam tausiyahnya, Ketua Majelis Syuro KH. Hilmi Aminudin, menyampaikan harapannya agar para mantan menteri KIB I dari PKS dapat terus mendukung menteri PKS selanjutnya yang bertugas di KIB II, agar menter-menteri baru ini lebih berprestasi di masa depan. Suasana segar makin terasa saat para mantan menteri yang telah menyelesaikan tugasnya dengan sukses menyampaikan pengalamannya selama diamanahi menjadi menteri.


*sumber: http://pk-sejahtera.org/v2/main.php?op=isi&id=8106

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Kontribusi Untuk Negeri

Jumat, 23 Oktober 2009

Menjadi apa kita ini? Ada yang menjadi Presiden, ada yang menjadi Menteri, ada yang menjadi anggota DPR RI, ada yang menjadi petani, ada yang menjadi buruh, ada yang menjadi pedagang, ada yang menjadi karyawan, ada yang menjadi direksi...

Menjadi apapun atau tidak menjadi apapaun kita ini, yang penting berkontribusi untuk kebaikan negeri. "Sebaik-baik kalian adalah yang paling bermanfaat bagi manusia".
[by pakcah on facebook]

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Profil & Obsesi Menteri Pertanian Suswono

Kamis, 22 Oktober 2009

Bogor (ANTARA News) - Jatah pos kementerian pertanian, tampaknya menjadi "tradisi" yang belum lepas dimandatkan kepada Institut Pertanian Bogor (IPB). Setidaknya, dalam tiga masa pemerintahan terakhir, jabatan menteri pertanian (Mentan), selalu diamanahkan kepada orang IPB.

Pada era pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri, jabatan Mentan disandang oleh Prof Bungaran Saragih, guru besar IPB. Kemudian, pada era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Kabinet Indonesia Bersatu I 2004-2009, jabatan itu diberikan kepada Dr Anton Apriyantono, juga pengajar di IPB.

Kini, pada masa bakti lima tahun kedua sekaligus terakhir SBY --yang kembali terpilih menjadi Presiden RI 2009-2014-- jabatan Mentan dipercayakan kepada Ir Suswono, MMA, lulusan IPB yang juga pernah mengajar di almamaternya itu, dan lima tahun terakhir menjadi anggota DPR-RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Politisi yang menjabat juga salah satu pendiri Partai Keadilan (PK) tahun 1998, dan PKS tahun 2002 itu, selama di Senayan (2005-2009) duduk sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI yang membidangi masalah pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan, kelautan, dan pangan.

Lulus Program S1 Sosial Ekonomi Peternakan IPB (1984), pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah (Jateng) 20 April 1959 itu, melanjutkan Program S2 Magister Manajemen Agribisnis IPB (2004), dan kini sedang dalam proses menyelesaikan Program S3 Doktor Manajemen Bisnis IPB (kandidat doktor), sosok Suswono tak lepas dari masalah pertanian.

"Saya telah merumuskan konsep pemikiran sebagai visi pertanian lima tahun ke depan yaitu `Pertanian Industrial Unggul Berkelanjutan yang Berbasis Sumberdaya Lokal untuk Meningkatkan Nilai Tambah, Daya Saing Ekspor dan Kesejahteraan Petani`," katanya saat menyampaikan obsesinya dalam perbincangan dengan ANTARA di kediamannya, Jalan Munggaran No. 8 Kelurahan Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat (Jabar).

Visi itu, katanya, adalah menyelaraskan harapan Presiden SBY saat memanggil dirinya di Cikeas dalam "audisi" calon menteri, di mana SBY berharap Departemen Pertanian (Deptan) mampu mewujudkan kemandirian pangan dengan meningkatkan produksi beras dan kesejahteraan petani.

Ketika dipanggil Presiden selama 15 menit, ia mengaku mendapatkan sejumlah paparan berisi harapan dan target SBY terhadap Deptan lima tahun ke depan.

Ia mencatat ada 10 butir harapan SBY yang disampaikan. "Pak SBY berharap Deptan mampu mewujudkan kemandirian pangan nasional," kata Ketua HMI Cabang Bogor (1982 - 1983) itu.

Setiap daerah mempunyai keunggulan masing-masing. Keunggulan tersebut diharapkan dapat mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Di samping itu, Deptan juga diharapkan dapat mempertahankan swasembada beras nasional. Caranya yakni dengan meningkatkan prodiksi beras.

Saat ini rata-rata produksi beras dalam negeri 5 ton per hektare. Ke depan diharapkan setiap hektare mampu menghasilkan sedikitnya 10 ton.

Suswono yang tercatat sebagai dosen Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor 1984-2004 mengutarakan, SBY juga berharap Deptan dapat memperbaiki infrastruktur pertanian, agar sektor ini dapat terus menggeliat serta menjadi pelaku utama pembangunan nasional.

Berikutnya, Deptan diharapkan mampu meningkatkan nilai tukar petani, agar kesejahteraan petani mengalami peningkatan.

Selanjutnya, Deptan diminta untuk membuat kebijakan yang melindungi petani dengan cara mewujudkan subsidi untuk pelaku usaha pertanian.

"Presiden juga berharap agar ekspor dan impor tidak merugikan petani," katanya.

Lemahnya produksi peternakan nasional juga mendapatkan perhatian khusus dari SBY. "Produksi peternakan harus digenjot," katanya.

Yudhoyono juga mengharapkan agar Deptan mampu meningkatkan kerja sama dengan negara-negara sahabat atas dasar saling menguntungkan. Harapan terakhir SBY terhadap Deptan yaitu terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik.


Melanjutkan Dan Mengevaluasi

Untuk menjawab harapan yang tinggi dan mewujudkan misi besar Presiden Yudhoyono dalam mewujudkan kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani, Suswono melontarkan sejumlah pemikirannya bagi revitalisasi pertanian ke depan.

Pada prinsipnya ia akan melanjutkan keberhasilan program-program yang telah dilaksanakan pendahulunya, Anton Apriyantono.

Namun, selaras dengan itu, dirinya juga akan mengevaluasi berbagai kendala yang dihadapi dan program yang masih lemah implementasi untuk dilakukan perbaikan.

Dalam kaitan itu, ia menegaskan sekali lagi rumusan konsep pemikiran sebagai visi pertanian lima tahun ke depan yaitu

"Pertanian Industrial Unggul Berkelanjutan yang Berbasis Sumberdaya Lokal untuk Meningkatkan Nilai Tambah, Daya Saing Ekspor dan Kesejahteraan Petani"

Melalui misi tersebut, anak pasangan H Asyraf (pensiunan PNS) dan Hj Suratni itu bertekad dapat menjadikan pertanian lebih menggeliat lagi.

"Pertanian diharapkan tidak hanya menjadi tulang punggung kehidupan bagi warga yang menggantungkan hidup secara langsung dari sektor ini saja, namun juga diharapkan menjadi salah satu sumber devisa negara," kata bapak empat anak itu.

Ia mencontohkan, bersama Malaysia, Indonesia menguasai sekitar 80 persen pasar dunia minyak sawit sehingga faktor ini diharapkan dapat meningkatkan devisa negara.

"Saya akan bekerja keras untuk mewujudkan misi tersebut," kata anggota DPR RI terpilih PKS periode 2009-2014 tersebut.

Karena itu, lanjut dia, meski berangkat dari partai politik, ia akan menanggalkan atribut partai dengan bekerja secara profesional.

Sebagai sektor penyumbang tenaga kerja terbesar dibandingkan sektor-sektor lainnya, menurut dia, pembangunan pertanian mesti dibangun sungguh-sungguh.

"Sektor pertanian menjadi penyedia bagi 41 juta pekerja yang terlibat secara langsung. Sektor ini menjadi tumpuan bagi separuh tenaga kerja secara nasional," katanya.

Bila dihitung berdasarkan kepala keluarga (KK), jumlah yang terlibat secara langsung di sektor pertanian mencapai 23 juta KK. "Dan bila setiap KK memiliki lima orang anggota, maka total sebanyak 115 juta jiwa yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian," katanya.

Tingginya populasi penduduk yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian, menjadikan sektor ini sangat strategis dalam konteks pengelolaan kebijakan negara.

Karena itu, Suswono bertekad bekerja keras untuk melindungi nasib 115 juta jiwa penduduk yang menggantungkan hidup dari sektor ini dan nasib rakyat Indonesia pada umumnya dengan menjadikan pertanian sebagai sektor primadona dan tumpuan utama pembangunan nasional.


Penggemar Sayur Asem

Dalam penilaian orang terdekatnya, Suswono dikenal sebagai sosok yang sederhana. Penggemar sayur asem itu, saat pulang kampung, selalu dibuatkan makanan kesukaannya itu.

"Kakak saya, Suswono, memang salah satu penggemar sayur asem, bila pulang ke Slawi minta dibuatkan sayur asam," kata adik kandung Suswono, Siti Arumsih, di Tegal, Selasa (20/10).

Soal makanan, kata Siti yang tinggal di RT02/RWIV, Desa Kalisapu, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal itu, Suswono bukanlah orang yang pilih-pilih. Sebagian besar makanan kesukaannya adalah makanan sederhana.

Berdasarkan cerita beberapa teman dekatnya, Suswono memang dikenal memiliki kecerdasan yang lebih baik ketimbang mereka.

Suswono pernah aktif di sejumlah organisasi seperti menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor, Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Peternakan IPB, Pengurus Pelajar Islam Indonesia (PII) Daerah Tegal, dan Ketua PII Komisariat Slawi.

Asisten pribadi Suswono dan pengelola Kantor Perwakilan Pusat Informasi dan Pengaduan (PIP) Slawi, Aji Kurnia Darmawan, mengaku, mengenal Suswono sebagai pribadi yang layak dicontoh masyarakat.

"Sosok Suswono merupakan sosok pekerja keras, disiplin, dan memberikan perhatian kepada sesama," katanya.

Ikhwal sosok pekerja keras itu, dikuatkan oleh Hj Mieke Wahyuni, sang istri.

"Sejak muda, bapak sudah terbiasa dengan kesibukan dan mobilitas tinggi. Sebagai seorang isteri saya selalu mendukung penuh langkah suami. Sebagai bentuk dukungan penuh, berbagai urusan keluarga di rumah, semua saya pegang kendali," katanya.

Menurut Mieke, sejak duduk di bangku SMA di Kabupaten Tegal, Jateng, Suswono telah aktif di organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) dan saat kuliah di Fakultas Peternakan IPB, suaminya itu aktif di HMI.

Saat sudah berkeluarga, hobi berorganisasi Suswono tidak lantas padam, namun semakin meningkat. Hal tersebut ditunjukkannya dengan menjadi bagian penting dari sejarah lahirnya PK dan kemudian PKS.

Mieke Wahyuni mengatakan, setiap kali sang suami mengalami promosi jabatan, ia tidak terlalu kaget. Misalnya pada tahun 2004 lalu saat suaminya terpilih sebagai anggota DPR, dan kemudian salah satu pimpinan di Komisi IV, ia dan keluarganya menyikapinya biasa-biasa saja.

Hal sama juga dilakukannya saat dipilih Presiden SBY sebagai anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II.

Ia bahkan mengingatkan suaminya agar tidak banyak berubah seandainya dipilih presiden menjadi Menteri Pertanian. "Jabatan sifatnya amanah dan sementara, karena itu harus hati-hati mengemban amanah tersebut," katanya. [ANTARA News]

Langkah Awal Suswono, Siapkan Rp 1 Triliun untuk 10.000 Desa

KOMPAS.com — Departemen Pertanian, dalam pemberdayaan ekonomi petani, tidak lama lagi akan meluncurkan program pengembangan usaha agrobisnis pedesaan (PUAP). Program PUAP didukung anggaran senilai Rp 1 triliun dengan cakupan meliputi 10.000 desa.

Menteri Pertanian yang baru, Suswono, Kamis (22/10), menyampaikan hal itu sebagai langkah awal setelah dirinya ditetapkan menjadi Menteri Pertanian.

"Ini program sudah lama, dan persiapannya sudah cukup matang selama setahun terakhir. Kunci keberhasilan program ini ditentukan kesiapan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang sudah dibentuk di desa-desa sentra pertanian pangan," kata Suswono dari Partai Keadilan Sejahtera.

Menurut Suswono, pencanangan penyerahan program PUAP kemungkinan berlangsung di Cirebon dan Kabupaten Tegal. Untuk melaksanakan PUAP, per Gapoktan akan memperoleh dana Rp 100 juta untuk keperluan pembelian sarana produksi.

Pengawasan penggunaan dana bantuan itu dilakukan oleh tim penyelia yang terdiri atas kaum muda yang peduli terhadap pemberdayaan petani. [kompas.com]
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Mensos: Siap Kerja Keras, Cerdas dan Tuntas

JAKARTA--Tak ada persiapan khusus di rumah kediaman Dr. Salim Segaf Al-Jufri, MA, saat pengumuman Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, Kamis malam (21/10). Rumah di komplek Pejaten Residence Kav. 12-A, Jakarta Selatan itu memang baru dihuni selama dua bulan. “Saat bertugas sebagai Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi dan Kesultanan Oman, rumah kami di kawasan Condet dijual. Lalu, kami pindah ke sini,” ujar Doktor Salim, demikian panggilan akrab Menteri Sosial RI yang baru dalam rilis yang diterima redaksi Republika Online, Kamis (22/10).

Malam itu, tokoh yang tercatat sebagai Dosen Pascasarjana di Universitas Islam Negeri, Jakarta itu ditemani isterinya, Hj. Zaenab Alwi, dan mertuanya, H. Alwi Basri serta ibu. Tampak pula tiga dari lima orang anaknya, Sarah, Afaf dan Rihab. Putera sulungnya, Idrus, sedang menempuh kuliah di Madinah, sedang puteri bungsunya, Sumayyah, sudah istirahat.

“Bangsa ini masih menghadapi persoalan besar yang harus kita selesaikan bersama-sama. Sebagian saudara kita juga masih banyak yang hidup kurang sejahtera. Tugas Departemen Sosial sangat berat,” ungkap cucu Pendiri Organisasi Al-Khairaat, “Guru Tua Al-Jufri” dari Palu, Sulawesi Tengah.

Sebuah pesawat televisi berukuran 21 inchi terlihat kurang jelas gambarnya, karena antena ruang dalam tidak berfungsi dengan baik. Tapi, Doktor Salim tetap tenang dan ramah menyambut para tetamu dari kalangan wartawan, aktivis organisasi sosial dan lembaga swadaya masyarakat, serta kalangan birokrat.

Saat nama Dr. Salim Segaf Al-Jufri disebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada urutan ke-21, pria kelahiran Solo, 17 Juli 1954 itu mengucapkan “Inna lillahi …walhamdulillah”, dengan nada khusyu karena sadar beratnya amanah yang akan dipikul. “Saya siap mendukung tugas suami secara moral dan spiritual,” ujar sang istri.

Tampak di antara tamu yang hadir, dr. Naharus Surur M.Ked. (Ketua Bidang Jaringan Badan Amil Zakat Nasional), Drs. Musholi (Direktur Program Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Strategis), dr. Agoes Koeshartoro (Direktur Bulan Sabit Merah Indonesia), Hilman Rosyad (mantan Anggota Komisi VIII DPR), Suryama Majana Sastra (Penasehat Pos Keadilan Peduli Umat), dan Achmad Aryanda (Dosen Universitas Nasional).

Mereka telah mempersiapkan draf revilasasi kementerian untuk mencapai tujuan pembangunan nasional dan Millennium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan PBB berdasarkan masukan dari para ahli dan pejabat di lingkungan Depsos.

Sekjen Depsos, Drs. Ghazali Husni Situmorang, MSc. datang pada pukul 23.00 WIB, setelah para wartawan meninggalkan tempat. Sekjen menyampaikan, mobil dinas Menteri yang baru belum tersedia. Mantan Ketua Dewan Syariah PKS itu segera menyambut, “Pakai saja mobil yang ada. Tak perlu disediakan yang baru,” ujarnya.

Begitu pula dengan rumah dinas, kalau bisa tetap menempati yang lama di komplek Widya Chandra IV/18, karena banyak arsip Depsos yang tersimpan di sana. “Tak perlu repot pindahan ke tempat baru,” pesan Menteri kepada Sekjen.

Sebagaimana pesannya kepada wartawan, Mensos siap bekerja sejak hari pertama dengan sarana yang tersedia. “Kerja keras (mengerahkan segala sumber daya), kerja cerdas (memanfaatkan segenap keahlian dan teknologi), dan kerja tuntas (mempertahankan konsistensi dan sinergitas). Itu prinsip revitalisasi yang akan kita kembangkan,” jelas Mensos.

Ia mengharapkan dukungan segenap pihak di jajaran birokrasi dan komponen masyarakat, termasuk mitra strategis di kalangan swasta, karena kesejahteraan sosial menjadi salah satu target utama pembangunan yang ditekankan Presiden SBY dalam periode kedua pemerintahannya.


*republika online
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Belum Dilantik, Tifatul Langsung Kerja

Jakarta - Meski belum dilantik, calon Menkominfo KIB II Tifatul Sembiring sudah memikirkan pekerjaan. Ia akan merampungkan proyek Palapa Ring yang masih tertunda persoalan teknis.

"Proyek Palapa Ring harus dilanjutkan dan dirampungkan," ujar Tifatul di Jakarta, Kamis (22/10). Ia berpendapat, sampai saat ini kawasan Indonesia bagian Timur belum sepenuhnya terakses jaringan telekomunikasi. Bahkan di beberapa daerah terpencil termasuk pulau-pulau terluar NKRI masih merupakan daerah blankspot.

Menurutnya, bila dahulu pada zaman Kerajaan Majapahit, Mahapatih Gajah Mada, menyatakan Sumpah Palapa untuk menyatukan nusantara, maka saat ini akan ada Palapa Ring untuk menyatukan wilayah NKRI. "Proyek ini adalah upaya untuk menyatukan seluruh wilayah NKRI dalam satu jaringan fiber optik," katanya.

Pria kelahiran Bukittinggi itu bertekad mengembangkan jaringan telekomunikasi khususnya di kawasan Indonesia Tengah dan Indonesia Timur karena di kedua wilayah itu layanan informasi masih kurang optimal. Karena Indonesia memiliki masalah dalam hal perbedaan kemudahan akses di kota besar dan daerah terpencil yang sangat besar.

Hal itulah, sambung dia, yang menjadikan ada jurang yang lebar dari sisi layanan komunikasi antara satu daerah dengan daerah lain terutama di wilayah terpencil. "Sebagai Menkominfo saya ingin komunikasi yang lancar dan informasi yang benar dalam arti lancar, mudah, dan bermanfaat," jelasnya.

Tifatul sendiri secara pribadi ingin Kominfo menjadi penggerak pembangunan bangsa, pengaplikasi produk lokal, penyerap tenaga kerja, sebagai alat pencerdasan kehidupan bangsa, dan alat demokrasi.

"Institusi ini juga potensial untuk menjaga NKRI karena sampai saat ini masih banyak daerah yang belum tersentuh akses telekomunikasi terutama di wilayah terluar dan terpencil," katanya.

Oleh karena itu, ia bertekad merangsang para vendor telekomunikasi untuk lebih mengembangkan perannya di seluruh bagian wilayah Indonesia. "Dengan begitu tidak akan ada lagi wilayah blankspot di Indonesia," tambahnya. [*/mut]


*inilah.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Susunan Kabinet Indonesia Bersatu II

Jakarta - Usai sudah rangkaian audisi yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menyaring para pembantunya. Tanpa ragu, SBY menyampaikan susunan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.

Susunan KIB II ini disampaikan Presiden SBY dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2009) pukul 22.00 WIB.

MENTERI KOORDINATOR

1. Menko Politik Hukum dan Keamanan : Marsekal (Purn) Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian : Hatta Rajasa
3. Menko Kesra : R Agung Laksono
4. Sekretaris Negara : Sudi Silalahi

MENTERI DEPARTEMEN

1. Menteri Dalam Negeri : Gamawan Fauzi
2. Menteri Luar Negeri : Marty Natalegawa
3. Menteri Pertahanan : Purnomo Yusgiantoro
4. Menteri Hukum dan HAM : Patrialis Akbar
5. Menteri Keuangan : Sri Mulyani
6. Menteri ESDM: Darwin Saleh
7. Menteri Perindustrian : MS Hidayat
8. Menteri Perdagangan : Mari E. Pangestu
9. Menteri Pertanian : Suswono
10. Menteri Kehutanan : Zulkifli Hasan
11. Menteri Perhubungan : Freddy Numberi
12. Menteri Kelautan dan Perikanan : Fadel Muhammad
13. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi : Muhaimin Iskandar
14. Menteri Pekerjaan Umum : Djoko Kirmanto
15. Menteri Kesehatan : Endang Rahayu Sedyaningsih
16. Menteri Pendidikan Nasional : Mohammad Nuh
17. Menteri Sosial : Salim Segaf Al Jufri
18. Menteri Agama : Suryadharma Ali
19. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata : Jero Wacik
20. Menteri Komunikasi dan Informatika : Tifatul Sembiring

MENTERI NEGARA

1. Menteri Riset dan Teknologi : Suharna Suryapranata
2. Menteri Koperasi dan UKM : Syarifudin Hasan
3. Menteri Lingkungan Hidup : Gusti Muhammad Hatta
4. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Amalia Sari Gumelar
5. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara : E.E Mangindaan
6. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal : Ahmad Helmy Faishal Zaini
7. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas : Armida Alisjahbana
8. Menteri BUMN : Mustafa Abubakar
9. Menteri Pemuda dan Olahraga : Andi Alfian Mallarangeng
10. Menteri Perumahan Rakyat : Suharso Manoarfa

PEJABAT SETINGKAT MENTERI

1. Kepala BIN: Jenderal (Purn) Sutanto
2. Kepala BKPM: Gita Wirjawan
3. Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan: Kuntoro Mangkusubroto


*warna hijau = Menteri dari PKS
*detik.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PKS Kandidat Kuat Pemenang Pemilu 2014

Rabu, 21 Oktober 2009

JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berpotensi menjadi partai pemenang pemilu 2014. Itu karena partai ini memiliki banyak kelebihan yang tak dimiliki partai lain.

Di antaranya, ideologi jelas, mesin partai baik karena memiliki kader yang solid dan loyal, serta mengusung isu yang diterima baik oleh masyarakat yaitu bersih dari korupsi.

Demikian kesimpulan yang mengemuka dalam diskusi bertema Meramal Nasib PKS di Pemilu 2014 Melalui "Terawangan" Pimpinan Media Massa di Hotel Atlet Century Park Jakarta. Hadir sebagai pembicara Arifin Asydhad (detik.com), Eddy Koko (Trijaya FM), Rikard Bagun (Kompas), Herry Mohammad (Gatra) dan Alfito Deanova (TV One).

Untuk menjadi partai besar, para pembicara sepakat PKS harus tetap konsisten menjaga garis ideologinya. Kesan perpecahan yang timbul akibat pernyataan pimpinan yang berbeda-beda kepada media harus dihindarkan.

Demikian juga dengan pembentukan citra bersih. Alfito Deanova menyoroti skandal korupsi di DPR yang menyeret nama kader PKS Rama Pratama meskipun kemudian tidak terbukti. Menurutnya, isu itu sangat merugikan PKS Sehingga banyak kader loyal yang keluar karena beranggapan PKS sekarang tidak seideal tahun 1999 dan 2004 lalu.

Dan yang tak kalah penting adalah menyiapkan sosok atau tokoh partai guna menghadapi pemilihan presiden 2014. PKS dinilai lemah dalam hal menampilkan tokoh. Mereka tak memiliki tokoh sekaliber Susilo Bambang Yudhoyono atau Megawati Soekarnoputri. "Perlu pencarian ke depan siapakah yang bertarung di 2014," kata Rikard Bagun.

Apalagi, sambung Bagun, posisi Megawati pada pemilu 2014 sudah akan diganti oleh penerusnya. Sementara, Yudhoyono tak bisa mencalonkan diri lagi menjadi presiden karena dibatasi konstitusi.

Menanggapi hal tersebut, Presiden PKS Tifatul Sembiring mengakui sejak 1999 sampai 2009 partainya terlalu fokus terhadap penguatan sistem. "Ke depan tokoh harus kita create," katanya.

Ketiadaan tokoh besar, kata Tifatul, turut mengakibatkan perolehan suara partainya pada Pemilu 2009 lalu stagnan. "Saya akui, 24 persen lari ke Partai Demokrat, 70 persen tetap. Tambahan dari partai-partai Islam yang merosot," ujarnya.


*Sumber: http://okezone.com

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Tifatul Tepis Keraguan Publik

Selasa, 20 Oktober 2009


"Program saya adalah komunikasi lancar, informasi benar."
(Tifatul Sembiring, Calon Menkominfo)

Jakarta
– Masuknya nama Tifatul Sembiring sebagai Menkominfo disambut keraguan. Kapabilitas Tifatul dinilai tidak sesuai dan dikhawatirkan akan membelenggu kebebasan pers.

Anggota DPR dari Partai Demokrat Roy Suryo adalah salah satu yang mempertanyakan kapabilitas Tifatul. Presiden PKS ini dinilai kurang memahami ICT (Information & Communication Technology) yang merupakan tugas utama Menkominfo.

Roy mengaku mendapat banyak pertanyaan dari rekannya yang mengenai kapabilitas Tifatul. “Mereka juga mengkhawatirkan kebebasan pers yang membelenggu," katanya.

Lalu bagaimana Tifatul menepis keraguan itu? Tifatul menyatakan punya pengalaman panjang di PLN dan berlatarbelakang pendidikan manajemen informatika. Berikut petikan wawancaranya dengan wartawan INILAH.COM, Donny Andika, kemarin.

Banyak yang mengatakan Anda tidak pas untuk posisi Menkominfo?

Saya tamatan S1-manajemen informatika dari sekolah tinggi manajemen informatika, S2 saya di Islamabad, Pakistan tentang decision making process, politik internasional.

Saya 8 tahun di SCADA (supervisory control and data acusition system) PLN pengatur pusat beban se-Jawa Bali Madura. SCADA adalah suatu teknik kontrol yang menggabungkan antara mesin dengan manusia, yang menggabungkan kompetensi informasi dan juga komunikasi. Saya juga pernah jadi wartawan, pernah juga jadi Pemred untuk tabloid serta Humas

Lalu ke depan Kominfo akan diapakan?

Dalam arahan SBY disebutkan bahwa ke depan, information technology harus masuk ke sekolah-sekolah agar anak-anak didik lebih cepat memahami IT. Kedua, IT harus masuk ke bisnis, supaya kita bisa bersaing dengan dunia internasional.

Ketiga, agar IT masuk ke eGov (electronic government). dengan eGov ini akan meminimalisir masalah KKN. Bisa terintegrasi, paling tidak kita bisa mensponsorinya, memotori untuk tingkat daerah, kabupaten, kota, provinsi.

Ini akan meminimalisir KKN karena semua prosedur jelas. Suatu saat kita akan paper less, jadi pejabat-pejabat tidak menerima cash tapi melalui transfer untuk menghindari uang suap. Orang tinggal menyetor ke bank dan resinya dikasih tunjuk. Sistemnya sangat mudah kita bangun bahkan dengan teknologi dalam negeri.

Keempat, supaya menjaga kerahasian negara, banyaknya masalah-masalah sistem informasi yang harus kita jaga. Beliau juga meminta supaya dikembangkan ke daerah-daerah yang secara transportasi belum bisa dijangkau, paling tidak secara informasi harus tersentuh.

Apa visi Anda tentang Kominfo ke depan?

Visi kita ke depan adalah lima sukses Kominfo. Bayangan saya, yang pertama Kominfo bisa sebagai penggerak pembangunan. Yang kedua, Kominfo sebagai penyerap tenaga kerja. Karena ada 160 juta pelanggan ponsel di seluruh Indonesia.

Ketiga, Kominfo bisa sebagai penambah devisa negara. Jangan cuma belanja terus keluar, produksi dalam negeri dibeli dong. Keempat, sebagai upaya pencerdasan bangsa. Kelima, bagaimana untuk menjaga demokrasi dan persatuan.

Kalau visi pribadi?

Bagaimana kita menuju Indonesia yang informatif yang meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan dan merakyat dalam kerangka NKRI.

Apakah lima point itu akan jadi prioritas utama untuk 100 hari ke depan?

Oh iya… bahkan ada program untuk 2014, kita mempunyai apa yang dinamakan 10 ribu desa komputer. Jadi program itu sudah ada di Kominfo, mereka sudah menyusun APBN-nya, sudah disahkan, dan sudah diketok sama MPR. APBN 2010 kan sudah selesai, kalo ada yang kita sesuaikan ya kita adjust.

Jadi program 100 hari bagaimana bisa lebih dekat dengan INILAH.COM, supaya nulisnya lempeng gitu. Tentu kita akan ketemu dengan beberapa teman-teman yang dulu seprofesi dengan kita, wartawan, stake holder, vendor, para Pemred, kalau konsep-konsep ICT (information and Communication Technology) tentu kita persiapkan.

Lalu bagaimana dengan penetrasi selular ke daerah-daerah agar cepat tercapai?

Kalau bikin BTS lebih mudah dari pada bangun jalan raya, kan modal bangun jalan lebih besar daripada bangun BTS. Kita rangsang para vendor untuk ke arah sana, ini kan ada regulasinya. Pemerintah tidak membangun BTS. Ini arahan beliau ya….

Ada misi Indonesia bisa sebanding dengan India dalam bidang IT?

Kita harus menghargai produk lokal. Tahu nggak belanja kita di luar negeri di bidang infokom per tahun itu Rp 70 triliun. Itu angkanya spektakuler, bisnis infokom yang beredar di Indonesia mencapai Rp 200-300 triliun per tahun.

Jadi kenapa India bisa maju? Mereka bukan orang baru, dia punya semacam sillicon valley. Mereka menerima order-order software dari negara-negara lain, karena didukung oleh pemerintahnya dan didukung lokal konten.

Berarti jika Anda menjadi Menkominfo penetrasi internet Indonesia akan lebih cepat?

Program saya adalah komunikasi lancar, informasi benar.



*sumber: inilah.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Syawalan Lomba Mancing DPRa PKS Srimulyo







Reporter: Abu Hasan
MOROKANGEN - Detik-detik terakhir menjelang kepergian bulan syawal 1430 dimanfaatkan DPRa PKS Srimulyo dengan menggelar 'Syawalan Spesial' yang diperuntukkan bagi segenap kader, terutama yang sudah berkeluarga.

Hari Ahad kemarin, 18 Oktober 2009 atau 29 Syawal 1430, DPRa Srimulyo melancong ke Pemancingan MORO KANGEN yang terletak di daerah Sleman. Syawalan Spesial ini acara intinya lomba mancing antar Keluarga Kader. Ajang ini jadi semacam Family Gatering. Dari mulai anaknya sampai emak-nya dengan semangat syawalan ikut terlibat mancing mania. Ada yang sudah bawa alat pancing dari ruman, ada juga yang ngrental alat pancing di lokasi dengan hanya merogoh kocek seribu perak. Ada yang pakai umpan pelet ada juga yang pakai cacing.

Sekira pukul 10 pagi sebanyak enam puluhan peserta mulai acara pancing memancing. Ada tiga kolam dengan ukuran berbeda yang dipakai sebagai ajang Mancing Mania. Dan ternyata tingkat kesulitannya berbeda-beda karena jenis ikannya juga lain. Untuk kategori anak-anak dipakai kolam ukuran kecil tapi ikannya buanyak dan kayaknya belum pada makan, jadilah anak-anak riang gembira mendapatkan ikan dengan mudah dan cepat. Khonsa, Zulfa yang dipandu umi dan amahnya lansung dapat ikan bawal besar. Ali dan Yasmin juga dapat ikan bawal.

Di kolam lain kondisi bertolak belakang, akh Egik dan keluarga kaligatuk sudah setengah jam-an belom dapet-dapet. Kolam yang dipakai memang isinya ikan patin yang tidak mudah 'terprovokasi' hanya oleh cacing-cacing kecil. Yang terprovokasi justru yang mancing. Akh Egik dan anak-anaknya melihat yang lain udah pesta ikan akhirnya tak tahan dan segera pindah kolam yang mudah dipancing.

Di kolam ketiga, yang paling luas, peserta Mancing Mania kebanyakan kader yang emang hoby mancing. Lihatnya saja akh Putut dengan alat pancing profesionalnya. Akh Bimo yang disampingya juga sama. Tapi yang paling maniak mancing adalah Mas Jono Bangkel. Simpatisan dan saksi PKS yang bertampang preman ini yang paling banyak dapet ikan.

Adzan dzuhur yang sayup-sayup terdengar dari ke jauhan menandakan pula habisnya waktu lomba mancing. Sambil menunggu dimasaknya ikan hasil mancing, para kader secara bergantian sholat dzuhur berjama'ah di mushola kecil pemancingan Moro Kangen.Dan usai sholat dzhuhur, para peserta berpindah lokasi ke pendopo guna bersantap siang. Ada dua pendopo yang dipakai, satu untuk para ikhwan dan satunya lagi yang bersebelahan tempat akhwat ummahat dan anak-anak.

Sekira pukul 13.00 WIB rangkaian acara Syawalan Spesial selesai sudah. Acara ini juga sekaligus 'perpisahan' akh Andi Tri Widodo sebagai Ketua DPRa Srimulyo yang akan berpindah tugas menjadi Ketua DPC PKS Piyungan.

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Mengenal Calon Menristek Baru Kabinet SBY

Senin, 19 Oktober 2009

detik.com - Suharna Surapranata, Ketua Majelis Pertimbangan Partai, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), telah dipanggil ke Cikeas untuk menemui Presiden pada akhir pekan lalu. Suharna menyatakan diajak berbicara soal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek).

Meski belum diumumkan secara resmi, Suharna agaknya akan diposisikan sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) menggantikan posisi Kusmayanto Kadiman, Menristek saat ini.

Apa latar belakang Suharna? Berikut hasil penelusuran detikINET, Senin (19/10/2009), dari beberapa sumber.

Selain aktif di PKS, Suharna dikenal sebagai pendiri Yayasan Nurul Fikri. Dikenal dengan NF, yayasan ini bergerak di bidang pendidikan baik formal (sekolah) maupun informal (lembaga pendidikan dan bimbingan belajar).

Halaman Facebook Suharna bisa diakses oleh umum dan menampilkan latar belakangnya. Disebutkan bahwa Suharna merupakan alumni Fakultas Matematika dan IPA, Universitas Indonesia (1978).

Kemudian, Suharna melanjutkan pendidikan ke University of Tsukuba, Jepang, dengan bidang Computer Science (1986). Suharna juga memperdalam ilmunya dengan mempelajari Teknik Fisika di Institut Teknologi Bandung (1991).

Selain itu, Suharna dikatakan pernah aktif pada lembaga Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Sedangkan dari sisi pribadi, pria kelahiran 1955 ini mencantumkan dua orang anak pada halaman Facebook-nya.

Melihat latar belakangnya, Suharna agaknya memang punya amunisi yang cukup untuk menjadi Menristek. Meski masuk dari 'jalur politik', Suharna terlihat punya latar belakang riset yang cukup menjanjikan.

*sumber: detik.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Menyongsong Era Baru, DPC PKS Piyungan Gelar Muscab

Reporter: Abu Hasan
"Ini Muscab pertama yang digelar di DPD PKS Bantul pasca Pemilu 2009," tegas Pak Abdillah Ketua DD-4 DPD PKS Bantul saat memberi kata sambutan dalam acara Muscab (Musyawarah Cabang) DPC PKS Piyungan yang diselenggarakan pada Sabtu 17 Oktober 2009 di rumah ibu hajjah Ida Farida Sandeyan, Srimulyo, Piyungan.

Setelah memangku jabatan sejak 1 Januari 2005, akhirnya per tanggal 17 Oktober 2009 Wawan Wikasno menyerahkan tongkat estafata Ketua DPC PKS Piyungan kepada akh Andi Tri Widodo. Gemuruh takbir peserta muscab membahana menyambut dimulainya 'era baru' kepemimpinan di DPC PKS Piyungan.

Sejak berdirinya PK (Partai Keadilan) di kecamatan Piyungan tahun 1998, kepimpinan DPC Piyungan sudah mengalami lima kali regenerasi yang kesemuanya orang aseli piyungan. Ketua PK pertama adalah Bapak Juhadi yang kemudian digantikan Amir Syarifudin yang sekarang jadi aleg DPRD Bantul. Dua pemimpin DPC ini adalah era PK ketika pemilu 1999. Sedang Qiyadah DPC ketiga yang memimpin di Pemilu 2004 adalah drh Sutrisno. Pasca Pemilu 2004 tongkat kepemimpinan berpindah ke Wawan Wikasno yang memimpin 'pertarungan' di Pemilu 2009 dengan hasil gemilang.

Dan menghadapi era baru 'persiapan mihwar dauli', pasca Pemilu 2009 kepemimpinan DPC PKS Piyungan diamanahkan kepada akh Andi Tri Widodo. Mantan Ketua DPRa Srimulyo ini dinilai oleh peserta muscab sebagai sosok yang paling pas untuk menghadapi era baru. Beliau selama ini telah sukses memimpin DPRa Srimulyo menjadi DPRa yang paling maju.

Dalam muscab yang dihadiri semua utusan DPRa dan Kader Inti yang ada di DPC Piyungan ini disepakti juga untuk dua tahun kedepan DPC akan fokus pada SDM, baik terkait peningkatan kualitas kader maupun ekspansi ke masyarakat terutama generasi muda.

Pelaksanaan muscab kali ini terbilang yang paling sederhana dan berlangsung relatif singkat dari jam 15.00 sampai 17.00. Rencananya akan diadakan 'pengumuman resmi' pergantian Ketua DPC ini dengan menggelar rihlah yang melibatkan semua kader, kordus, saksi dan simpatisan dalam waktu dekat.


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Super Liga DPC PKS Piyungan

Minggu, 18 Oktober 2009

Reporter: Dhanie
”...kpd slrh IKHWAN PKS PYG diwajibkan hadir pada SEPAK BOLA SABTU PAGI PERDANA, 17 Oct 09, jam 6.00 thit, di lapangan Tegalyoso...”.

SMS yang berisi ta’limat dari Ketua DPC PKS Piyungan ini masuk ke hp ane Jum’at pagi jam 04.42. Dan ternyata semua kader ikhwan DPC menerima SMS serupa.


Setelah 'libur musim kompetisi' sejak pemilu kemarin, kegiatan riyadhoh andalan sepakbola sabtu pagi DPC PKS Piyungan kembali dihidupkan. Kader-kader ikhwan (ada juga yang sekedar simpatisan) menyambut antusias 'comeback-nya' Keadilan FC Piyungan yang sudah lama dirindu. Tak ayal 20 ikhwan meramaikan gelaran perdana ini yang berlangsung di lapangan Tegalyoso.

Al-mu'minu-l-qowiyyu khoiru minal mu'minidhoif. Sabtu pagi memang waktu yang sudah cukup familiar di kalangan ikhwan DPC Piyungan untuk mengolah 'raga' mereka menjadi sehat dengan sepak bola (bahkan tidak sedikit para maniak bola di wilayah Piyungan juga mengetahui dan andil menyemarakan pada waktu tersebut). Ajang ini juga sebagai bentuk reuni (mengekspresikan kerinduan) semua ikhwan DPC yang selama sepekan sibuk dengan aktivitas pribadi, keluarga dan DPRa masing-masing.

Ta’limat Ketua DPC itu juga punya tujuan yang lain, pasalnya, sore harinya, Sabtu, 17 Oktober 2009, akan diselenggarakan MUSCAB (Musyawarah Cabang) DPC PKS Piyungan. Dan agenda sepak bola Sabtu Pagi Perdana ini adalah rangkaian acara tersebut, papar Ketua DPC. Selain itu, riyadhoh sabtu pagi perdana ini sebagai starting point akan di-geber lagi kegiatan Divisi Kepemudaan DPC PKS Piyungan.

Jam 06.00 kurang 5 menit teman-teman sudah pada bermunculan dengan style masing-masing. Lihat, Pak Wawan, ketua DPC sudah ready dengan konstum layaknya seorang coach, akh Boy ”H” dengan sepatu barunya, pak Arif ”Kyoto’ yang tanpa sepatu, akh Furqon dengan kostum dan sepatu bola lengkap, dll. Bahkan tak ketinggalan, kader X-Gatuk rela turun gunung menambah serunya sabtu pagi itu.

Meskipun sudah rada lama teman-teman tidak main bola di lapangan besar (lebih sering main futsal sich) pagi itu terlihat agak canggung dan duuh subhanalloh...tapi untungnya tidak lupa nendang bola...:-)

Bermain dengan satu lapangan penuh diawal-awal setelah sekian lama tidak main bola, wuuh astaghfirulloh...pada kelelahan. Namun semua itu tak membuat kami menyerah, buktinya sampai peluit akhir pertandingan semua yang hadir tetap KOMPAK dan terus berebot bola. Memang, sabtu pagi ini lebih kental refreshing dan suasana ukhuwahnya. Biar ngoz-ngozan yang penting kompak dan hepi!

Semoga kebersamaan di jama'ah ini bisa lebih kokoh dengan awal yang baik di sabtu pagi ini. ALLOHU AKBAR!

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Tauladan Pak Anton

Sabtu, 17 Oktober 2009


by abuhasan
Detik demi detik hari-hari ini begitu mendebarkan bagi 'para calon menteri' yang akan ditelpon SBY.

Begitu kira-kira headline media masa mulai dari kemarin terkait akan dilantiknya SBY-Boediono untuk menjadi Presiden-Wakil Presiden RI 2009-2014 yang otomatis akan dibentuk juga menteri jajaran kabinet. Bahkan Sabtu (17/10) dinihari tadi, detik.com melansir judul "Tunggu Telepon SBY, Elit PKS Siaga" untuk menggambarkan 'suasana mendebarkan' terkait itu.

Namun bukan headline itu yang menarik dan menyedot pikiran serta hati ini untuk menorehkan catatan kecil kali ini. Di situs yang sama (detik.com) ada postingan yang membuat jari-jari ini serasa lumer setelah beberapa hari membeku. Tulisan itu bertitel "Jika Diminta Jadi Menteri, Anton Minta Izin Partai Dulu". Sebelum membaca isi tulisan, saya sudah memastikan kalau nama Anton dalam judul ini adalah Anton Apriyantono menteri pertanian dari PKS. Maka sayapun langsung membaca isi utuhnya seperti dibawah ini:

Jakarta - Menteri Pertanian Anton Apriantono disebut-sebut akan dipertahankan SBY di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. Anton akan direkrut kembali atas nama kalangan profesional karena PKS tidak mengusulkan namanya.

Jika isu Anton akan dijadikan menteri kembali oleh SBY, Anton pun akan meminta izin dulu ke partainya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS). "Yang sudah jelas, saya tidak diajukan oleh partai saya," jawab Anton ketika ditanya tentang apakah dirinya ditawari jabatan menteri di KIB II.

Hal itu disampaikan Anton usai Perpisahan KIB I di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2009).

Anton pun mengaku belum dihubungi oleh SBY. Jika SBY meminta langsung dan tidak melalui partai? "Tidak bisa. Karena saya kan awalnya dari partai. Ya tetap harus dari partai," timpal doktor kimia pangan Universitas Reading, Inggris ini. [detik.com]


Subhanallah! Saya membatin atas kekaguman saya pada Akh Anton Apriyantono. Segudang prestasi selama lima tahun jadi mentan yang diakui semua kalangan tidak membuatnya merasa 'bisa sendiri tanpa jama'ah'. Kekaguman ini bertambah disaat banyak dari kita (kader atau bekas kader?) mulai 'meremehkan' arti jama'ah, arti syuro, arti qiyadah. Tapi Anton? Sungguh statemen-nya menegaskan bahwa jama'ah adalah pilar asasi dalam da'wah ini. Kita adalah jundi yang siap diterjunkan di posisi mana saja sesuai kebijakan jama'ah. Kita bukan tipe diserser yang merasa diri lebih hebat dari keputusan syuro jama'ah. Sungguh, kita ingin seperti Pak Anton Apriyantono, juga kita ingin seperti Kholid bin Walid yang tatkala 'dipecat' kholifah Umar bin Khothob dari jabatan Panglima turun 'cuma' jadi prajurit biasa, tak ada yang berubah pada 'kontribusi'nya bagi da'wah dan jama'ah.

"Allahumma innaka ta'lamu anna hadzihil qulub,
qodijtama'at ala mahabbatik
waltaqot ala tho'atik
wa tawahadat ala da'watik
wa ta'ahadat ala nushroti syari'atik
fawatsiqillahumma robithotaha......."


Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu,
telah berjumpa dalam taat padaMu,
telah bersatu dalam dakwah padaMu,
telah berpadu dalam membela syari’atMu.
Kukuhkanlah, ya Allah, ikatannya.
Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMu dan
keindahan bertawakkal kepadaMu.
Nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMu.
Matikanlah kami dalam syahid di jalanMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Syawalan Saksi DPRa PKS Srimartani

Jumat, 16 Oktober 2009


Reporter : Abu Zalfaa’
DARAMAN - Berdasarkan hasil syuro’ DPRa Srimartani pada Ahad lalu, maka malam ini, Rabu, 14 Oktober 2009, kami, keluarga besar DPRa PKS Srimartani akan menyelenggarakan Syawalan dengan para simpatisan, saksi pileg dan para Konperdus (Kontak Person Dusun) se-desa Srimartani.

Acara ini kami selenggarakan di rumah Bapak H. Basiran dusun Draman. Beliau adalah sesepuh dan tokoh masyarakat dusun Draman. Rumah beliau sudah sangat familiar dengan Kader dan simpatisan PKS, karena sejak gempa 2006 sudah menjadi posko PRAS dari KESRA DPP PKS.

Sebetulnya acara malam itu adalah acara rutin bulanan (selepanan) DPRa Srimartani dengan Saksi/Konperdus dalam bentuk ’Yasinan & Pengajian’ yang sebelum Ramadhan pernah berjalan satu kali, dan khusus bulan syawal ini dijadikan satu dengan acara ’Syawalan’. Kegiatan malam ini bertujuan sebagai ”Syawalan” antara keluarga besar DPRa PKS Srimartani dengan Forum Konperdus, yang memang ”lebaran” kemarin belum sempat saling bertemu dan juga sebagai forum informasi, baik informasi tentang dunia PKS maupun lainnya ( Program pemerintah/APBD yang bisa diakses oleh masyarakat luas).

Khotibunnas ’alaa qodri uqulihim. Karenanya acara malam ini, sebagai bentuk Ma’rifatul Maidan Dakwah di DPRa Srimartani, kami kemas dengan rangkaian Baca Surat Yasin + Wirid Kalimah Thoyibah yang pahalanya insya’ALLOH, kami tujukan kepada saudara-saudara kita yang baru ditimpa ujian di Padang Sumatra Barat.

Acarapun dimulai jam 20.15 WIB yang dipandu oleh akh Dhanie yang dilanjutkan dengan sambutan dari akh Eko ”ADAM” HP, S.Spi. sebagai Mas’ul dakwah di DPRa Srimartani, yang menyampaikan ”sungkeman” kepada seluruh Konperdus dan seluruh simpatisan PKS serta seluruh warga di Srimartani. Dilanjutkan dengan bacaan surat Yasin dan Do’a yang dipimpin oleh Bapak Slamet Daraman.

Sebagai inti acara adalah mauizhotul hasanah yang disampaikan oleh Bapak H Basiran yang mengurai tentang makna syawalan dengan persaudaraan dan peningkatan iman. Di akhir, beliau menyampaikan betapa penting kekuatan iman dan persaudaraan (khususnya warga PKS) guna melaksanakan semua amal sholeh yang salahsatunya berupa program dan kegiatan-kegiatan PKS yang bertujuan untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

Malam kian larut namun nampak para Kader dan Simpatisan yang menjadi KONPERDUS malam itu semain ”gayeng” saja terlebih akh Hari ” Sinyo” yang masuk dengan menghidangkan minuman penghangat dan snack yang sudah dibungkus rapi.

Diakhir, Wawan Wikasno sebagai Ketua DPC PKS Piyungan menyampaikan beberapa informasi ke-PKS-an. Salah satu diantaranya adalah ”pamitan” dari amanah ketua DPC, karena dalam waktu dekat DPC PKS Piyungan akan mengadakan MUSCAB, yang tentu saja adanya estafeta kepemimpinan di struktur DPC, termasuk Ketua, ujar beliau.

Malam kian larut dan acara pun ditutup, meski masih banyak dari bapak-bapak konperdus ataupun pengurus DPRa yang melanjutkan obrolan mereka. Subhanalloh, dari pertemuan ini pulalah mereka (konperdus) mengharapkan agenda serupa bisa dilanjutkan dengan lebih apik dan rutin tentunya, SEMOGA.

----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Tak Lelah Merajut Ukhuwah

Selasa, 13 Oktober 2009


by : dhanie

Part One:
”Saya sudah kangen dengan saudara-saudara KONPERDUS kita”. Inilah ungkapan mas’ul dakwah DPRa Srimartani, Akh Eko Heri Purwanto,S.Psi ketika DPRa Srimartani menggelar syuro pada hari Ahad, 11 Oktober 2009 kemarin.

Memang benar, Sore itu, seperti ta’limat dari Ketua DPRa, jam 16.00 WIB, seluruh kader dakwah di DPRa Srimartani (termasuk para mujahid-mujahid muda: terlihat ada Faros, Ahmad, Khansa, Najiha juga ikut menyemarakan acara), sudah nampak mulai berdatangan di hunian rumah Keluarga Pak Priyanta+Bu Lusi Perumahan Pos Piyungan (bahkan akh Eko Yulianto yang sementara tinggal di Playen Gunung Kidul, juga hadir pada syuro sore itu).

”Hirosatuddin wa siyasatuddunya bihi” ini pulalah yang menjadi spirit perjuangan kami. Dan Meskipun pemilu sudah ”lewat”, namun GELORA SEMANGAT akan terus dipupuk, terlebih agar di bulan Syawal ini nilai-nilai Ramadhan juga selalu memberikan spirit kebajikan dalam setiap langkah, ungkap akh Eko mengawali acara. Dan syuro rutin yang merupakan salah satu program penguatan kader dan jama’ah tetap kami laksanakan, walaupun bulan Ramadhan dan Syawal.

Sore itu, kami membahas tentang pengaktifan kembali Forum Kontak Person Dusun, yang selama 2 bulan terakhir ditiadakan karena aktifitas masing-masing KONPERDUS selama persiapan dan Ramadhan di dusun mereka.

Maka untuk penguatan dan terjaganya silaturahmi antar Konperdus dan kader/pengurus DPRa Srimartani, Forum Konperdus perlu diaktifkan kembali. Dan mengambil momen syawal, Syuro memutuskan akan menyelenggarakan FORUM KONPERDUS + Syawalan yang akan mengundang seluruh Konperdus di DPRa Srimartani, dengan konsep acara : Tadarus/baca surat yasin, Tahlil, Mauizhotulhasanah, Info APBD dari ALEG, lain-lain. Acara ini insya’ALLOH akan diselenggarakan pada : Rabu, 14 Oktober 2009, Pukul 20.00 WIB – selesai bertempat di rumah Bapak H Bashiran dusun Daraman.

Acara tersebut juga akan menghadirkan Aleg PKS di DPRD Bantul terpilih dari Dapel IV, Amir Syarifuddin, yang akan menyampaikan APBD kab Bantul yang bisa diakses oleh masyarakat.

Selain membahas acara Forum Konperdus, syuro sore itu juga memutuskan akan diselenggarakan Outbond Remaja Masjid Al-Mujahid Griya Taman Sari 2, pada hari, ahad, 25 Oktober 2009 di taman wisata Bokoharjo Prambanan. Dan diakhir syuro, karena ada simpitas PKS dan Nenek dari ukhti Ikik P sedang sakit, maka disepakati juga seluruh yang hadir akan menjenguk usai sholat Maghrib.

Part Two:

Sesuai kesepakatan hasil Syuro, maka usai sholat Maghrib di masjid AL-IHSAN, kamipun bergegas kembali ke rumah pak Priyanta. Akh Eko ”ADAM’ HP sendiri yang mempimpin perjalanan tsb. Para umahat dan anak-anak melaju dengan mobil avansa-nya pak Priyanta sedangkan yang ikhwan mengendarai motor. Tujuan pertama adalah Petir Rt. 04 rumah bapak Sarbini.

Sesampainya tujuan rumah bapak Sarbini, meskipun Bapak Sarbini masih sakit namun beliau tegopoh-gopoh menyambut kami. Sekilas bapak Sarbini adalah warga yang rumahnya bersebelahan dengan akh Haryadi, dan pada malam Ahad, pekan kemarin masuk rumah sakit HIDAYATULLOH Jogjakarta, untuk menjalani operasi Radang Usus Buntu dan Alhamdulillah sudah 3 hari ini beliau di rumah dan kondisinya semakin membaik.

Pertemuan kami dengan Bapak Sarbini dan keluarga, sungguh nikmat dari ALLOH yang luar biasa. Karena jelas semua tentu sudah skenario-Nya, dan dengan silaturahmi tersebut kami, teman-teman DPRa yang tadinya belum kenal (dekat) dengan silaturahmi itu kami menjadi lebih tahu dan kenal dekat, Sehingga obrolan kamipun begitu cair sekali dan sesekali senyum, gelak tawa mewarnai silaturahmi itu.

Karena kami masih mempunyai acara lagi, maka kamipun mohon pamit dan tak lupa kami berdoa agar bapak Sarbini diberikan kesembuhan oleh Alloh SWT.

Part Three:

Menjelang isya’ kami meluncur menuju RS Hidayatulloh. Alhamdulillah adzan isya’ berkumandang dan kamipun bergegas ke masjid AL-IKHLAS Sampakan dulu untuk melaksanakan sholat Isya’ Berjamaah.

Usai sholat isya’ kami melanjutkan ke RS Hidayatulloh. Di kamar yang kami tuju lantai 2 Sudah banyak yang berkerumun dari pihak keluarga ibu Tumirah (Nenek ukhti Ikik P yang sedang menderita gejala stroke) yang memang sejak seharian menunggu pasien.

Kehadiran kamipun tak ayal membuat terkejut berbalut suka cita yang mendalam, karena sudah mau datang menjenguk ibu, nenek, Bu Tumirah. Bu Tumirah adalah Nenek ukhti Ikik P dan Akh Heru Jihad, yang bertempat tinggal di RT.03 Payak Tengah Srimulyo Piyungan.

Tak banyak yang kami lakukan saat itu, karena memang jam kunjung yang terbatas dan usai itupun kami ada agenda yang tak kalah pentingnya. Maka kamipun berkumpul mengelilingi Bu Tumirah dan mendo’akan beliau agar diberikan kesehatan dan yang terbaik dari ALLOH SWT. Usai itupun kami lantas pamit. Tabahkan dan sabarkan dirimu saudariku....

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PKS Butuh Tokoh Menangi Pemilu 2014

Senin, 12 Oktober 2009

Jakarta - PKS dinilai memerlukan seorang tokoh atau figur sentral untuk bisa memenangi Pemilu 2014 mendatang. Meskipun secara organisatoris partai berbasiskan dakwah ini solid.

"PKS memang perlu memunculkan tokoh ideologi dan mesin partai untuk kepentingan pemenangan Pemilu 2014," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKS di Jakarta, Minggu (11/10).

Menurut Tifatul, tuntutan agar PKS memiliki tokoh atau figur sentral sudah semakin kuat dan mulai terasa dibutuhkan. Selama ini, tuturnya, PKS memang terlalu konsentrasi pada sistem pengkaderan. Sehingga tidak ada yang menjadi tokoh sentral di PKS.

Namun, Tifatul melanjutkan, pada Pemilu 2014 mendatang PKS akan mengusung tokoh yang dianggap mampu. Selain itu, tokoh tersebut harus dipersiapkan dari sekarang dan akan dimulai pada Musyawarah Nasional PKS pada April 2010.

Kepada jajaran kader dan pengurus PKS di seluruh Indonesia, ia mengatakan, untuk mendapatkan citra yang baik dari masyarakat, PKS tidak perlu mengubah karakter yang selama ini sudah dijalankan. Yakni dengan terus memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai hal itu.

Dituturkan dia, Rakernas PKS telah menghasilkan sejumlah rekomendasi dari 33 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) untuk disampaikan pada Munas PKS April 2010, yang terkait dengan target dan program kerja PKS menghadapi Pemilu 2014. [*/jib]

*inilah.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com
 
© Copyright PKS PIYUNGAN 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by PKS PIYUNGAN