NEWS UPDATE :

Hasil Perhitungan Akhir Pemilu 2009 versi POLRI

Kamis, 30 April 2009

Walaupun POLRI memang tidak secara khusus melakukan penghitungan suara pada pileg 2009, namun kepolisian melakukan pendataan terhadap suara-suara tiap parpol di seluruh TPS. Hal itu dilakukan dengan alasan sebagai data pembanding bila ada perkara tentang sengketa hasil pemilu.

Dari data Polri itu menunjukkan, total suara sah dari 66.000 TPS yang dihimpun 1.865 PPK hingga 29 April untuk DPR sebesar 115 juta suara. Dengan rincian:

1. Partai Demokrat 25 juta suara
2. PDIP 15,9 juta
3. Golkar 15 juta
4. PKS 10 juta
5. PAN 6,7 juta
6. PPP 5,7 juta
7. Gerindra 5,3 juta
8. PKB 5,2 juta.

sumber: inilah.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Survey Terbaru: Hidayat Nur Wahid Cawapres SBY Favorit

VIVAnews - Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) mengeluarkan hasil survei terbaru tentang elektabilitas calon presiden dan wakil presiden dalam pemilihan presidan 2009. Salah satu yang disurvei adalah persepsi masyarakat terhadap kriteria calon wakil presiden untuk Susilo Bambang Yudhoyono.

Siapa pendamping paling tepat untuk Yudhoyono? "Muncul nama-nama figur favorit. Dari 1.118 responden, 37,9 persen memilih Hidayat Nur Wahid," kata Kepala Divisi Penelitian LP3ES, Fajar Nursahid di Audiotorium Adhiyana, Wisma Antara, Jakarta, Kamis 30 April 2009.

Di urutan dua, muncul nama mantan Ketua Umum Partai Golkar, Akbar Tandjung yang dipilih 13,2 persen responden. "Sebanyak 12,5 persen memilih Sri Mulyani, 7,7 persen memilih Hatta Rajasa, dan 3,6 persen memilih Soetrisno Bachir," tambah Fajar.

Dalam survei juga terlihat pertimbangan masyarakat tak lagi mementingkan faktor suku, Jawa atau non-Jawa bukan lagi masalah. "Sebanyak 39 persen responden memilih calon wakil presiden Yudhoyono dari Jawa, 20,9 persen memilih berasal non jawa, dan 39,4 berpendapat sama saja," kata Fajar.

Sedangkan dari sisi usia, mayoritas responden memilih tokoh muda. "52,6 persen berpendapat pendamping Yudhoyono berasal dari tokoh muda, 32,5 persen memilih tokoh tua, dan 14,9 persen berpendapat tua atau muda sama saja.

Dijelaskan Fajar, survei yang dilakukan LP3ES dilakukan dengan metodologi televoting di lima kota yakni Medan, Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Makassar. Jumlah responden yang disurvei sebanyal 1.118 orang. "Margin of error 2,9 persen, tingkat kepercayaan survei 95 persen," tambah dia.

sumber: vivanews.com
----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Pemuda Masjid Dukung Hidayat

Jakarta - Brigade Masjid Badan Komunikasi Pemuda & Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) menyampaikan dukunganya kepada Hidayat Nur Wahid untuk mendampingi SBY sebagai calon wakil presiden.

Menurut Komandan Nasional Brigade BKPRMI Said Aldi Al Idrus, sejatinya Brigade Masjid mengusulkan Hidayat sebagai calon presiden. Namun karena keputusan tertinggi PKS mengusulkan yang bersangkutan sebagai cawapres, maka Brigade Masjid mendukung sepenuhnya mantan Presiden PKS itu mendampingi SBY.

"Kami selaku anak-anak masjid yang tergabung di Komando Nasional Brigade Masjid mendukung sepenuhnya Bapak (HNW) untuk mendampingi SBY sebagai cawapres," kata Said ketika bertandang ke ruang kerja Hidayat di Gedung MPR, Rabu (29/4).

Atas dukungan itu, Hidayat menyampaikan penghargaan dan terima kasih. "Terima kasih dukungannya, tapi dalam konteks PKS kita sudah menyampaikannya dalam amplop tertutup. Kita tunggu bagaimana respon dari beliau (SBY)," tandas Hidayat. [inilah.com]
----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Hidayat: PD Minta Klarifikasi SMS Fitnah

Rabu, 29 April 2009

Jakarta - Hidayat Nur Wahid mengaku banyak menerima SMS yang memfitnahnya sebagai Wahabi dan anti NKRI. Partai Demokrat yang tengah melakukan penjajakan dengan PKS sampai meminta Hidayat untuk memberikan klarifikasi atas SMS tersebut.

"Saya mendapatkan SMS dari kawan-kawan Demokrat agar masalah ini bisa diklarifikasi," ujar anggota Majelis Syura PKS itu di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (29/4).

Hidayat kemudian menjelaskan bahwa Wahabi adalah suatu kelompok yang mengharamkan parpol. "Sedangkan saya pendiri parpol. Bahkan mantan ketua parpol. Dari situ saja merupakan fitnah yang mengada-ada. Saya dan PKS adalah bukan wahabi," jelas Hidayat.

Tentang fitnah anti NKRI , Hidayat memandang itu lebih lucu lagi. Hidayat mengingatkan bahwa ketua partai, dia telah menandatangani kontrak politik dengan SBY di 2004. Salah satu butirnya adalah mempertahankan NKRI.

"Jadi saya tegaskan lagi, sangatlah elok jika persaingan menuju RI 1 dan RI 2 dilakukan dengan cara-cara elegan. Jangan memfitnah karena itu tidak membantu masyarakat untuk berpolitik," terangnya.

"Bagi saya itu bisa saya abaikan. Tapi saya kasihan apabila pengambil keputusan mengambil keputusan karena terpengaruh fitnah. Silakan ambil keputusan, tapi isinya jangan memfitnah dan hal-hal yang tidak faktual," imbuh Hidayat. [ana]

sumber: inilah.com
----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Beda PKS dan Golkar di mata Pengamat

Jakarta - Permintaan dari 25 DPD I agar Golkar kembali rujuk dengan Demokrat dinilai sama saja dengan mengerjai Ketum Jusuf Kalla (JK). Karena Golkar tak solid, diyakini SBY tidak bakal bersedia bersanding dengan partner lamanya itu.

"Golkar ini lucu karena di Rapimnas mencapreskan JK, elit DPP semua berjejer angkat tangan. Tiba-tiba Agung (Laksono) ngomong beda, Muladi berbeda, DPD beda. Ini seperti ngerjain Ketumnya, membingungkan orang di dalam dan di luar Golkar," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari kepada detikcom, Rabu (29/4/2009).

Menurut Qodari, karena perpecahan ini, nilai politik Golkar lebih rendah dari nilai elektoralnya. Meskipun berdasarkan quick count Golkar menempati posisi ketiga terbesar, namun posisi politiknya lemah.

Dibanding PKS yang berada di urutan keempat, posisi politik Golkar lebih rendah. "PKS lebih tinggi nilai politiknya dari elektoralnya. Walaupun cuma 8 persen, tapi mesin politiknya solid, SDM-nya berkualitas, semangatnya tinggi. Ini persoalan eksistensi," urai Qodari.

Karena kelemahan Golkar ini, Qodari beranggapan SBY tak bakal menggandeng Golkar meski partai mantan penguasa di Orde Baru itu ingin rujuk. "SBY tidak mungkin mau gandeng cawapres Golkar walaupun nanti Golkar balik lagi," analisisnya. ( mpr / sho )

sumber: detik.com
-----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PKS Ajukan Kontrak Islami

Jakarta - Tim 5 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bertemu dengan Tim 9 Partai Demokrat (PD) di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Selasa (28/4) petang. Dalam pertemuan yang merupakan kesepakatan bersama tersebut, PKS menyampaikan draf piagam kerja sama koalisi kepada Tim 9 PD.

PKS mengedepankan pokok-pokok pikiran Islami untuk dijadikan sebagai landasan penyusunan kebijakan pemerintah dalam berbagai aspek kebangsaan dan kenegaraan.

''Baik untuk kerja sama di eksekutif maupun legislatif,'' ujar Presiden PKS yang juga Ketua Tim 5, Tifatul Sembiring, kepada Republika, Selasa (28/4), usai pertemuan.

Dia menuturkan, PKS menginginkan koalisi politik yang bisa mendukung semangat pencarian solusi masalah-masalah kebangsaan dengan pendekatan Islam. ''Bahasanya, koalisi tidak menghalangi pengambilan solusi-solusi Islami sebagai salah satu alternatif penyelesaian masalah bangsa,'' imbuh Tifatul.

Dalam piagam, lanjutnya, juga disebutkan agar tidak ada upaya menghalang-halangi atau memberikan kebebasan dalam berdakwah untuk perbaikan moral bangsa. Masalah moral bangsa yang dimaksudkan Tifatul, yaitu peredaran narkoba, praktik prostitusi, perjudian, dan penyebaran alkohol.

Tifatul tak menampik jika semangat pencarian solusi Islami tersebut juga perlu diperjuangkan dalam penyusunan konstitusi negara. ''Intinya tidak menghalangi alternatif-alternatif solusi Islam untuk masalahmasalah kebangsaan.'' Kecuali masalah domestik, PKS juga mengajukan usulan kesepakatan dalam keaktifan peran luar negeri Indonesia di wilayah regional dan internasional. Masalah penguatan kerja sama Asean, Asia, dan perdamaian konflik di Timur Tengah menjadi bidikan utama proposal politik PKS.

Khusus untuk isu perdamaian di Timur Tengah, PKS ingin ada kesepakatan anggota koalisi guna mempercepat kemerdekaan Palestina.

Dia menambahkan, piagam kerja sama koalisi PKS akan dipelajari Tim 9 PD. Dalam satu-dua hari ke depan, Tim 9 berjanji akan memberikan tanggapan atau penawaran-penawaran kontrak politik untuk perwujudan koalisi.

Serahkan cawapres
PKS juga telah mengantarkan nama-nama kandidat cawapres mereka ke SBY. ''Tadi (Selasa––Red) sudah ada dari unsur majelis syura yang mengantarkan kandidat cawapres PKS ke kediaman Pak SBY di Cikeas,'' ujar Tifatul. Ia menolak menyebutkan cawapres yang diajukan PKS kepada SBY.

Sumber Republika di lingkungan PKS mengungkapkan, putusan majelis syura terkait cawapres adalah pengajuan tiga nama kandidat, yaitu Hidayat Nur Wahid, Tifatul Sembiring, dan Salim Segaf Al Jufri.

Hidayat siap
Sementara itu, Hidayat Nur Wahid memberikan sinyal kesediaannya untuk diduetkan dengan SBY. Menanggapi pertanyaan wartawan, Hidayat menunjukkan kesiapannya untuk mendampingi SBY. ''Kini, saya siap memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,'' kata Hidayat.

Hidayat menyerahkan sepenuhnya mekanisme pemilihan calon wakil presiden (cawapres) kepada SBY. ''Sampai sekarang saya tetap menghormati hak SBY.''

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Yon Machmudi, mengatakan, SBY perlu didukung oleh figur bakal calon wakil presiden yang bersih. ''SBY harus di-back up (didukung––Red) oleh figur yang bersih dan konsisten dalam perjuangan untuk memberantas korupsi.''

Yon Machmudi mengakui, Mensesneg Hatta Radjasa yang merupakan tokoh PAN akan menjadi pesaing berat Hidayat. ''Namun, peluang Hatta tergantung dari kesolidan PAN dalam mengajukannya sebagai cawapres pendamping SBY. Karena, perolehan kursi di DPR 2009 oleh PKS dan PAN akan menentukan kecondongan SBY,'' katanya.

sumber: Republika (29/4/09)
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Pantun Terbaru Tifatul Sembiring

Usai pertemuan antara PKS dengan Demokrat di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2009), Presiden PKS Tifatul Sembiring tak ketinggalan melontarkan pantun terbarunya:

Bahan batik dijadikan dasi
Batik dibuat di kota Solo
Hati-hati berkoalisi
Kalau nggak jodoh bisa jomblo

Pantun itu juga diulang oleh Pak Tifatul pada acara Today's Dialogue Metro TV tadi malam (28/4) yang menghadirkan 4 nara sumber dari PKS (Tifatul Sembiring), PD (Hayono Isman), Golkar (Poempida Hidayatullah) dan PDIP (Sabam Sirait).

Selalu Menanam

Selasa, 28 April 2009

Oleh Abdul Wahid Surhim*
----
PKS JOHOR – Malaysia, Ahad 26 April 2009. “Asslm alkm. Uztad kenapa kalo dulu kita berda'wah terasa begitu ni'mat. Tapi kenapa ketika da'wah menyentuh wilayah kekuasaan ane merasakan hampa. walaupun semangat tetap menyala. tlg uztad ane mnt nasehat, mgkn ada yg salah dari ane.”

Ini adalah isi SMS dari seorang ikhwah. Mungkin ini mewakili sebagian kader lama yang pernah merasakan dakwah dari sebelum partai.

Alhamdulillah, saya merasakan yang sebaliknya. Saya merasakan dakwah semakin nikmat, karena bi idznillah, saya ikutan menanam “pohon dakwah” meskipun sedikit saja. Mungkin inilah letak perbedaan antara yang “menggugat” dakwah (karena dakwah sekarang mulai ke tengah-tengah dalam rangka membangun peradaban Indonesia) dan yang merasakan semakin nikmatnya dakwah, yaitu MENANAM!

Bagi yang tidak pernah ikutan menanam, takkan melihat hasil tanamannya yang sekarang sudah tumbuh besar dan kuat, bahkan buahnya pun sudah dinikmati segala kalangan di seluruh penjuru negeri ini. Bahkan, non-muslim pun sudah mulai merasakannya sehingga mereka bergabung dan terlibat dalam membersarkan partai dakwah ini.


Jadilah seperti pohon pisang. Dia takkan mati sebelum berkontribusi (berbuah). Meskipun kita tebang batang pohon pisang itu, ia akan terus bertunas dan melanjutkan kehidupannya. Kalau sudah berkontribusi, tanpa ditebang pun ia akan mati sendiri. Bahkan, sebelum berproduksi ia sudah beranak dan membentuk “halaqah” di mana ia ditanam.

Itulah sekelumit apa yang disampaikan dalam “Temu Kader PKS Johor – Malaysia” pada Ahad, 26 April 2009. Ini pertemuan pertama kader dari berbagai penjuru Negeri Johor setelah pemilu yang sangat melelahkan kemarin. Alhamdulillah, PKS Johor ada di urutan ketiga setelah PD dan PG.

Allah SWT memberikan perumpamaan kader dakwah dengan pohon yang terus bertunas, tunas itu menguatkan pohon, membesarkannya dan tumbuh tegak lurus di atas pokoknya (48:29). Maka jadilah orang yang selalu menanam. Bahkan Rasul SAW memerintahkan agar kita selalu menanam meskipun besok kiamat: “JIka kiamat terjadi dan salah seorang di antara kalian memegang bibit pohon kurma, lalu ia mampu menanamnya sebelum bangkit berdiri, hendakalah ia bergegas menanamnya.”

*Mahasiswa program doktoral UTM (univ. Teknologi Malaysia)
----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PKS-Demokrat Koalisi Terkuat

oleh Yasmin Filistin
---
Musyawarah Majelis Syura XI PKS telah memutuskan untuk berkoalisi dengan SBY dan Partai Demokrat, dengan catatan adanya persetujuan 'kontrak politik antara dua belah pihak.

Langkah ini kami nilai sangat tepat, karena mencerminkan jati diri PKS sebagai partai reformis yang tidak sekadar memperebutkan kekuasaan, tapi juga memastikan berjalannya ‘cita-cita reformasi’ dalam bentuk kontrak politik yang jelas membela kepentingan rakyat.

Hal ini berbeda dengan ambisi parpol lain yang hanya berburu kekuasaan, sehingga ditolak oleh kubu Partai Demokrat. Perpaduan Demokrat dan PKS yang tercitrakan sebagai partai bersih dan anti-KKN akan membangkitkan optimisme bangsa ini atas terwujudnya kepemimpinan yang mampu menjadi teladan di tengah citra buruk politisi.

Koalisi ini akan lebih menjanjikan lagi apabila mengusung duet SBY-Hidayat Nur Wahid (HNW) sebagai pasangan capres-cawapres. Sosok SBY yang antikorupsi berpadu dengan figur HNW yang dikenal sederhana dan bersahaja, akan mampu membangun bangsa mewujudkan cita-cita luhur menciptakan keadilan dan kesejahteraan.

Koalisi ini juga dipastikan akan sangat efektif, karena kondisi internal Demokrat dan PKS yang sangat solid. Demokrat dengan SBY sebagai figur pemersatu, sedangkan PKS sebagai partai kader tidak diragukan lagi soliditasnya. Dipastikan apa pun keputusan Majlis Syuro PKS akan dipatuhi oleh seluruh struktur dan kader PKS sampai tingkat RT.

Berbeda sekali dengan partai-partai lain yang kondisi internalnya saja berpecah-belah, penuh dengan tarikan kepentingan faksi-faksi. Jangankan menjadi solid dan padu berkoalisi dengan partai lain, untuk menyatukan internal partainya saja kedodoran.

Dari kenyataan ini, koalisi Demokrat dan PKS diprediksi dengan mudah akan mampu memenangkan Pilpres 2009. Soliditas dan popularitas Demokrat-PKS dan SBY-HNW dipastikan menjadi magnet yang sangat kuat untuk menarik dukungan rakyat.

*yasminfilistin@yahoo.co.id

sumber: inilah.com
----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PWK Gempolsari Sarasehan Keluarga Sakinah

By: tiQu
---
Sengatan sang mentari berbalut semilir angin mengiringi langkah kami ke dusun Gempolsari Banyakan Sitimulyo. Tak mau ketinggalan kicauan burung yang saling bersautanpun meramaikan perjalanan siang itu.

Ahad Wage, (26/04/09) Pukul 14.00 WIB. Kami kembali menyusuri perbukitan dengan jalanan yang menanjak. Karena sudah beberapa kali boncengin ummu Sofie, kali ini saya cukup berani untuk boncengin mereka di jalanan yang menanjak. Tanpa ragu lagi motor kami melaju ke rumah Ibu Sariyem tempat acara PKK.

Saat kami datang, acara sudah dimulai. “Selamat datang mbak-mbak PKS.., “ spontan MC menyambut kehadiran kami. Senyum dan sapa mengalir dari ibu-ibu yang lain. Kalau biasanya acara PWK diisi dengan berbagai pelatihan ketrampilan dan penyuluhan kesehatan ibu, kali ini kami menyajikan materi seputar membangun keluarga sakinah.

Dengan tema “Kunci Bahagia dalam Keluarga” Ibu Tri Wuryani menyampaikan taushiyah dipadukan dengan pengalaman dalam mengarungi bahtera rumah tangga dari sudut agama. Ibu dari 5 orang anak ini sebelumnya minta maaf karena tidak bisa bahasa jawa (bisa sich..tapi dikit-dikit, maklumlah kan asli Jakarte).

Beberapa tips yang disampaikan oleh mantan caleg PKS dari Piyungan ini antara lain:

1. Mawas diri
2. Tujuan menikah sama, yi: untuk bertakwa (supaya tidak terjerumus dalam zina, melahirkankan anak sholeh dan sholehah dan membentuk keluarga yang sakinah)
3. Saling menutup aurot pasangan kita.

Berdasarkan riset dan pengalaman (kalau penulis mah belum ngalamin), keharmonisan dan keretakan rumah tangga sangat ditentukan oleh komunikasi. Oleh karenanya, ibu rumah tangga yang sekaligus pengusaha gemak ini memberikan tips berkomunikasi dengan suami:

- Kalo berbicara dengan suami harus dalam keadaan tenang (jangan emosi…)
- Biasakan cerita apa saja dengan suami (terbuka gitu lhoh..)
- Kalau suami sedang berbicara, kita dengarkan (saling menghargai gitu…)

Yang terakhir.. tak ada pasangan yang tidak mempunyai perbedaan. Yang paling penting bagi isteri adalah banyak berkorban untuk suami, anak dan keluarga. “Pengorbanan adalah kembang kehidupan, kita harus saling mendukung”. Inti dari kehidupan yaitu saling berkait; kalau kita ingin dihargai, maka kita harus menghargai. Kalau kita ingin dihormati, maka kita harus menghormati dan kalau kita ingin disayangi maka kita harus menyayangi.

Nah itu-tu..tipsnya…baguskan? Silahkan dipraktekkan di keluarga masing-masing… Insya Allah akan menjadikan keluarga yang bahagia. ***

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

bukan hanya Intan Nuraini yang mendamba

by salwangga
----
wah, intan nuraini mendambakan (terwujudnya duet SBY-HNW -ed). baru mendambakan aja fotonya udah nongol. jelas saja artis gitu loh...

sssst, ini bukan ngiri loh. mendingan nganan aja deh, biar gak keseleo.

sal juga sangat sangat sangat mendambakan duet mereka itu. bahkan sebelum pks memanen suara di piliham legislatif kemarin, sal tuch udah ngimpi-impiin gitu.

mestinya mah, bukan intan nuraini yang ditongolin photonya. udah jelas artis sinetron, pasti aja banyak yang kenal. orang udah terkenal koq tambah di terkenalin lagi. mubazir tuch.

mendingan juga sal yang ditongolin photonya. tajuknya, "seorang simpatisan pks, memimpikan sby-hnw menjadi pasangan negeri ini" he..he..he...

ngaco yach?

enggak juga, dunia imaginasi memang bebas koq. dan, nyata-nyata dari imaginasi juga eistein mengantongi hadiah nobel untuk rumus e=mc kuadratnya. tul gak?
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

How Long Can You Go

by Lams Gallery
----
Sebuah perjuangan pasti penuh lika-liku,
sebuah perjalanan pasti penuh onak dan debu.
Lika-liku itu harus bisa dilewati dg keluwesan,
sedang onak dan debu itu akan bisa diluruhkan dengan tekad dan kekuatan serta kemauan untuk kontinue menjaga kebersihan.

Setinggi apapun sebuah impian,
mustahil bakal dapat dicapai
kalau hanya indah dikatakan,
tanpa adanya langkah kecil
yang kan memulai sebuah langkah yang besar..


Semangat terus buat para pejuang..

Moga ini bisa jadi penyemangat

"Seorang yang bersama menyelesaikan sebuah hajat saudara muslim lebih disukai dari pada sebulan ber i’tikaf di masjid Nabawi.." [hadits]
----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

JK Abaikan Rekomendasi 25 DPD Partai Golkar

JAKARTA--MI: Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla, Senin (27/4) malam menyesalkan surat yang ditandatangani 25 DPD Partai Golkar yang meminta DPP Partai Golkar kembali berkoalisi dengan Partai Demokrat. Kalla menilai adanya politik adu domba internal parpol yang dilakukan pihak-pihak tertentu yang kini terjadi di Golkar, PAN dan PPP.

Isi surat yang dilayangkan hari ini tersebut mengkhawatirkan Partai Golkar gagal berkoalisi sehingga tidak bisa mencalonkan capres. Untuk mengantisipasi itu 25 DPD mengusulkan enam nama pendamping SBY sebagai cawapres yaitu Aburizal Bakrie, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Agung Laksono, Fadel Muhammad, Akbar Tanjung dan Surya Paloh.

"Saya mencermati surat itu. Kami sudah bekerja dengan mandat itu, dalam 1-2 hari ini kita akan segera umumkan koalisi ini," kata Kalla.

Dalam jumpa pers yang juga dihadiri Fahmi Idris, Soemarsono, Burhanuddin Napitupulu, dan Syamsul Muarif, Kalla menyatakan sebagai antisipasi langkah 25 DPD tersebut, ia akan mengumumkan cawapres pendampingnya, Selasa atau Rabu ini. "Saya tetap menjadi capres, malah kami adalah koalisi pertama yang mengumumkan cawapres," tegasnya.

Kalla menyesalkan langkah pihak-pihak tertentu untu memecah belah partai mulai PAN, PPP dan kini Partai Golkar. "Kita cari siapa ini, apa ada terencana. Tiga partai kok sama ada perpecahan, ini ada apa. Tiga partai ini kenapa bersamaan, semua melawan ketua umumnya. ada apa ini. kita tidak tuduh siapa-siapa," jelasnya.

"Kita tidak mau ada budaya politik seperti ini, artinya tidak menjalankan demokrasi secara baik-baik, terpecah belah pandangannya, ditakut-ditakuti dan ditangkapi," tambah Kalla. (Fud/OL-06)

sumber: mediaindonesia.com
---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

HNW Dipinang SBY?

Senin, 27 April 2009

Jakarta - Mendengar kabar dirinya akan dipinang mendampingi SBY maju pilpres, Hidayat Nur Wahid siap menerima takdir. Namun dia menyerahkan sepenuhnya pilihan kepada SBY dan memberi kesempatan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu beristikharah.

"Pada prinsipnya saya siap menerima takdir Allah, beri kesempatan SBY untuk beristikharah dengan baik agar bisa memilih yang terbaik, agar bisa menjalankan amanah rakyat," tutur Anggota Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/4/2009).

Hidayat menyerahkan sepenuhnya keputusan di tangan SBY, Hidayat mengaku tidak 'ngoyo' demi duduk di kursi wapres. Hidayat mengaku tidak terlalu bernafsu duduk di kursi RI 2.

"Saya menghormati PD maupun SBY, kalau di PD ada Tim 9. Dalam berpolitik tidak perlu ngoyo, tidak perlu menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan," tutur Hidayat.

"Makanya dalam tubuh PKS diajarkan bagaimana berpolitik bermoral, saya tidak memposisikan diri untuk sombong," imbuhnya.

Saat ditanya apa saja persiapan Hidayat menjadi cawapres SBY, "terlalu dini bicara persiapan," jawabnya singkat.

sumber: detik.com
----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PKS Ajukan Nama Cawapres ke SBY lewat Amplop Tertutup

JAKARTA - PKS, rupanya, tak ingin dianggap terlalu bernafsu mengajukan cawapres. Musyawarah Majelis Syura (MMS) XI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kemarin (26/4) memutuskan untuk mengajukan nama cawapres kepada SBY dalam amplop tertutup.

Menurut Ketua Majelis Syura PKS Hilmi Aminuddin, partainya memutuskan untuk berkoalisi dengan SBY dan Partai Demokrat apabila kontrak politik disepakati bersama. Kontrak itu harus berdasar platform dengan persetujuan Tim Lima PKS dan Tim Sembilan Partai Demokrat serta menindaklanjuti keputusan MMS XI.

Presiden PKS Tifatul Sembiring mengatakan, keputusan untuk mengajukan cawapres dalam amplop tertutup sudah melalui pertimbangan majelis syura. Itu dimaksudkan untuk menjaga hubungan dengan Partai Demokrat yang sempat memanas.

PKS tak mau tergelincir untuk kali kedua. Sebelumnya, koalisi antara PKS dan Partai Demokrat memanas setelah pernyataan Anis Matta yang mengancam akan menarik dukungan jika Partai Golkar merapat ke Demokrat.

''Seperti yang diungkapkan Ustad Hilmi, ini dilakukan untuk menjaga kesantunan dan etika berpolitik. Hal-hal sebelumnya menimbulkan kesalahpahaman, baik di kalangan masyarakat maupun capres dan cawapres, yang kami perhatikan,'' katanya.

Tifatul menjamin, amplop tersebut berisi nama-nama cawapres versi mereka. Hanya, pengumumannya yang ditunda. Dia khawatir, apabila telanjur diumumkan, kubu SBY merespons lain. ''Kami ingin mengumumkan hasil-hasil ini dalam bentuk resmi (kesepakatan dengan kubu Demokrat, Red). Kalau nggak, nanti jadi gonjang-ganjing ditendang sana sini,'' jelasnya.

Meski begitu, kata Tifatul, kontrak politik dan usul soal cawapres kepada SBY bersifat fleksibel, tidak kaku. Karena itu, sebagai tindak lanjut MMS kemarin, majelis syura membentuk tim lima yang diketuai Tifatul. Para anggotanya adalah Suharna Surapranata (ketua Majelis Pertimbangan PKS), Surahman Hidayat (ketua Dewan Syariah PKS pusat), Suripto (anggota Komisi 3 DPR), dan Machfud Sidiq (ketua Fraksi PKS). Mereka akan membawa hasil MMS kepada tim sembilan dari Partai Demokrat.

Lantas, nama siapa saja yang masuk dalam amplop? Informasi yang diterima Jawa Pos menyebutkan, amplop tersebut berisi beberapa nama. Nama-nama itu sengaja tidak hanya satu untuk memberikan keleluasaan bagi SBY memilih cawapres. Namun, nama yang paling kuat tentu Hidayat Nurwahid. Selain ketokohannya, ketua MPR itu dipilih karena beberapa fakta yang didapatkan anggota majelis syura.

''Pak Hidayat itu sudah lama didekati Pak SBY. Beliau menunjukkan ketertarikan sejak dulu. Tapi, masih ada beberapa pihak di luar yang tidak berkenan. Padahal, survei terakhir justru menunjukkan bahwa elektabilitas Pak SBY naik ketika disandingkan dengan Pak Hidayat,'' ujar salah seorang anggota majelis syura kepada Jawa Pos. (aga/tom/tof)

sumber: Jawa Pos (27/4)
----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Inilah Hasil Musyawarah Majlis Syuro PKS

Minggu, 26 April 2009

Jakarta - Setelah menggelar rapat dua hari, Musyawarah Majelis Syuro (MMS) PKS akhirnya memutuskan PKS berkoalisi dengan SBY dan Partai Demokrat. PKS juga mengusulkan cawapres.

Hasil putusan MMS ini disampaikan Ketua Majelis Syuro DPP PKS KH Hilmi Aminuddin dalam jumpa pers usai MMS ditutup di hall Bina Karna, Komplek Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu (26/4/2009). MMS berakhir sekitar pukul 17.15 WIB.

MMS menghasilkan empat hal:

Pertama, dalam Pemilu Presiden PKS berkoalisi dengan SBY dan Partai Demokrat, apabila kontrak politik disepakati bersama.

Kedua, kontrak politik dilakukan berdasarkan platform bersama dan disetujui oleh Tim Lima (PKS) dan Tim Sembilan (Partai Demokrat) dan dibuat dalam keberpihakan dan kepedulian terhadap bangsa dan negara.

Ketiga, Dengan mempertimbangkan etika dan kesantunan politik, PKS akan menyampaikan nama-nama cawapres dalam amplop tertutup kepada SBY.

Keempat, Tim Lima yang diketuai Tifatul Sembiring akan menindaklanjutinya.

Koalisi PD-PKS Masih Bisa Gagal
Meski sepakat mengusung SBY dan bergabung dengan Partai Demokrat dalam Pilpres 2009, PKS menyatakan, koalisi kedua partai masih bisa gagal bila tidak dicapai kesepakatan dalam flatform kontrak politik sehingga. PKS siap menjadi oposisi.

"Bila tidak ada kesepakatan antara PKS dan Demokrat sehingga tidak terjadi koalisi, maka PKS siap menjadi oposisi," ucap Presiden PKS Tifatul Sembiring setelah acara Musyawarah Majelis Syura di Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu (26/4).

Tifatul menjelaskan, PKS siap membantu pemerintahan baik dari dalam maupun dari luar. Bila tidak koalisi maka PKS akan membantu pemerintahan dari luar dengan menjadi oposisi. "Kami akan melakukan dorongan dan tekanan kepada pemerintah," imbuhnya.

Namun, soal kesepakatan koalisi lanjut Tifatul, masih akan fleksibel karena pasti akan melibatkan partai koalisi lainnya. PKS tidak memaksakan kehendak agar semua partai mengikuti platform yang telah dibentuk.

"Nanti tim 5 lah yang melakukan komunikasi, tim 5 itu terdiri dari Suharna Suraprananata, Surahmanahan Hidayat, Mahfud Shidiq, Suripto dan saya sendiri," pungkasnya.

sumber: detik.com, inilah.com
-----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Gontor Dukung Hidayat Dampingi SBY

Jakarta - Sejumlah kalangan pondok pesantren menyatakan dukungan mereka terhadap sosok Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid untuk menjadi calon wakil presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), termasuk ponpes yang menjadi almamater Hidayat, Ponpes Gontor.

Pimpinan Pondok Pesantren Moderen Gontor, KH Syukri Zarkasy, saat dihubungi dari Jakarta, Minggu, mengatakan, sosok Hidayat Nurwahid yang juga alumni Gontor merupakan pribadi yang terdidik sebagai pemimpin sejak belajar di pondok pesantren. "Dia itu punya kesungguhan, 'mujahadah' dan mau belajar untuk setiap tugas yang dihadapi. Kita optimistis dia bisa dan mampu menjalankan tugas sebagai wakil presiden," paparnya.

Syukri menambahkan, bangsa Indonesia perlu pemimpin yang memberikan keteladanan, kejujuran, bebas KKN, sederhana, dan bersih, tidak pernah terlibat korupsi. "Hidayat Nurwahid memiliki sifat-sifat itu dan masyarakat pun menginginkan pemimpin yang seperti itu," katanya.

Dalam pengamatan dia, dalam pergaulan Hidayat juga dikenal supel dan mau bergaul dekat dengan semua kalangan. "Bahkan, saya di rumahnya juga pernah tahlilan sama-sama," katanya.

Selain itu, katanya, ayahanda SBY juga alumni Gontor. "Jadi, bagi kami, SBY itu sudah termasuk keluarga Gontor, bukan sekadar keluarga alumni," katanya.

Karena itu, lanjutnya, Pondok Pesantren Gontor di seluruh Tanah Air mendukung duet SBY-Hidayat.

Senada dengan pendapat itu, pimpinan Pondok Pesantren Nurul Iman, Parung, Bogor, Habib Segaf bin Abubakar mengatakan, bangsa Indonesia memerlukan pemimpin yang terampil, sabar, dan berakhlak mulia.

"Hidayat Nurwahid itu seorang doktor alumni Universitas Madinah Arab Saudi yang berakhlak baik, tidak suka mencela orang lain, jujur, dan sederhana. Banyak rakyat yang menyenangi sosok Pak Hidayat, termasuk saya dari pesantren yang bukan orang partai," katanya.

Habib menyebut pemikiran-pemikiran Hidayat Nurwahid tentang kenegaraan dan demokrasi juga cukup baik sebagai landasan untuk membangun pemerintahan yang bersih dan bebas KKN. "Pesantren saya mendukung Pak Hidayat, dan saya kira para ulama juga akan mendukung," tadas Segaf.

sumber: inilah.com
----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PKS: Kontrak Politik Dulu, Cawapres Belakangan

Sabtu, 25 April 2009

VIVAnews - Dalam membangun koalisi, Partai Keadilan Sejahtera mengutamakan perincian kontrak politik. Setelah kontrak beres, barulah bicara calon presiden dan wakil presiden.

"Yang penting kontrak politik dulu yang diajukan, baru bicara koalisi," kata anggota Majelis Syura PKS, Anis Matta, sebelum mengikuti Musyawarah Majelis Syura di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu 25 April 2009. "Bisa juga kami mengajukan calon wakil presiden, tapi pengajuannya bukan syarat yang kami susun."

Sementara mengenai mitra koalisi, Anis Matta yang juga Sekretaris Jenderal PKS itu, menyatakan kemungkinan besar Partai Demokrat. "Tapi tergantung kontrak politik yang ditandatangani. Harus ada kesepakatan dulu dalam kontrak politik," katanya.

Namun semuanya masih tentatif sampai Musyawarah Majelis Syura ini memutuskan. "Masih ada opsi lain. Komunikasi dengan partai lain kan tetap jalan meski tanpa pertemuan. Tapi kemungkinan besar kami upayakan ke Demokrat," kata Anis.

Isi kontrak politik antara lain mengenai manajemen koalisi, masalah politik, masalah regional, masalah ekonomi dan lain-lain. "Ada banyaklah," ujarnya.
----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Intan Nuraini Dambakan Duet SBY-Hidayat

VIVAnews - Pemain sinetron Intan Nuraini menjagokan Hidayat Nur Wahid menjadi calon wakil presiden mendampingi calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pemilu Presiden 2009. Intan berharap SBY menjatuhkan pilihan kepada Hidayat untuk mendampinginya selama lima tahun.

“Saya tidak terlalu suka politik, tapi soal pilihan pada Pemilihan Presiden itu wajib," katanya ditemui di Hotel Clarion, Makassar, Jumat 24 April 2009. "Tapi jika SBY paket dengan Hidayat Nur Wahid, saya tidak akan ragu-ragu untuk mencontreng paket itu."

Mantan kekasih Sahrul Gunawan itu memilih Hidayat karena latar belakang Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat tersebut. Hidayat adalah mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Intan sangat menyukai PKS karena menganggap partai nomor 8 itu sebagai partai bersih.

“Pak HNW merupakan kader PKS yang selama ini dikenal sebagai partai yang bersih. Sehingga sangat cocok jika HNW menjadi pemimpin bangsa. Biar negara ini tidak salah urus,” ujarnya dengan mimik serius.

Intan menambahkan, figur HNW yang bersih sangat pantas mendampingi sosok SBY yang berwibawa dan memiliki komitmen kuat membangun bangsa. Ia juga menganggap, paket tersebut bisa mempengaruhi masyarakat Indonesia menjatuhkan pilihannya kepada mereka.

Intan juga menyinggung tentang banyaknya artis yang terjun ke dunia politik. Ia menilai, fenomena tersebut lumrah adanya. Namun saat ditanya, apakah tertarik iku terjun ke dunia politik. Ia menjawab dengan diplomatis.

“Banyak partai yang meminta saya bergabung. Tapi, saya belum punya niatan ke sana. Dunia politik itu berat, membutuhkan banyak tenaga dan pikiran,” katanya.

sumber: vivanews.com
----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Hilmi Aminuddin: Suara PKS Merata Sampai Papua & Maluku

Jakarta - Meski suara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hanya naik 1 persen di Pemilu Legislatif pada 9 April lalu, namun partai berlambang padi dan kapas itu mengklaim suaranya merata di seluruh Indonesia. Suara PKS mengisi Maluku dan Papua.

"Kita berhasil mengisi tempat-tempat yang blank seperti di Papua dan Maluku. Saat ini semua merata," ujar Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin di sela-sela acara Musyawah Majelis Syuro ke XI PKS di Hotel Bumikarsa, Bidakara, Jakarta, Sabtu (25/4/2009).

Menurut Hilmi, pihaknya berterima kasih kepada istri-istri kader dan ibu-ibu rumah tangga yang membantu perolehan suara PKS.

"Mereka telah menyisihkan bukan hanya sesuap nasi tapi 3/4 pendapatannya. Itu kader PKS yag tidak dimiki kader partai lain," katanya.

Hilmi menjelaskan, meski naik 1 persen, suara PKS masih melebihi partai lainnya. Oleh karena itu PKS merasa bersyukur.

"Kita harus mensyukuri hasil tersebut. Kita jaga barisan agar kokoh dan solid dan tidak terganggu dengan hasil setelah pileg," tegas Hilmi.

sumber: detik.com
-----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Perolehan Kursi Naik, PKS Puas

Jakarta - Dengan perolehan suara yang stabil di Pemilu 2009, PKS optimistis mampu meraih 72 kursi parlemen. Apalagi peningkatan yang signifikan ini bisa dicapai hany dengan biaya kampanye yang relatif murah.

"Dari laporan hasil Pemilu Legislatif 2009, perolehan suara popular vote atau quick count KPU, PKS memperoleh suara 8,1 persen. Sedangkan hasil tabulasi PKS, memperoleh 25 juta suara pemilih. Jadi diprediksikan PKS akan memperoleh 61-72 persen atau 13 persen kursi DPR RI," kata Sekjen PKS Anis Matta.

Hal ini disampaikan Anis yang juga selaku Ketua Tim Pemenangan Pemilu Nasional (TPPN) PKS ini dalam jumpa pers disela-sela Musyawarah Majelis Syura PKS di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (25/4).

Anis memaparkan, dengan memperoleh suara 8,1 persen, PKS sudah memiliki 61 kursi DPR RI, 216 DPRD Provinsi dan 1.146 DPRD Kabupaten/Kota. Perbandingan pada Pemilu 2004, PKS mendapat 45 kursi DPR RI, 160 DPRD Provinsi, dan 917 DPRD Kabupaten/Kota.

"Yang paling signifikan adalah DPR RI dan DPRD Provinsi, sedangkan kota tidak terlalu besar karena efek money politics lebih besar dibanding 2 level atasnya," tuturnya.

Anis menjelaskan, Majelis Syuro sangat mengapresiasi hasil perolehan suara PKS. Apalagi melihat pengeluaran dana kampanye PKS lebih kecil dibanding partai lain seperti Gerindra, Golkar, PD, PAN dan PDIP.

"Iklan PKS di televisi hanya Rp 30 miliar. Jadi ada efektibilitas yang sangat baik dalam kampanye partai," pungkas Anis.

sumber: inilah.com
-----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Bergeraklah! Rakyat kan bersamamu

by salwangga
---
Walaupun PKS menang di dusun Rejosari pada pemilu 2009, Pak Lanjar sesepuh Rejosari masih meminta maaf kepada kami dan teman-teman serta Bapak Amir Syarifudin (aleg yang juga caleg PKS). Karena menurut beliau dukungan suara warga Rejosari pada Pemilu 2009 belum maksimal untuk PKS. Sedangkan perjuangan ALEG PKS di DPRD Bantul dan kiprah PKS di dusunya, telah nyata hasilnya bagi warga Rejosari, namun masih ada warga yang tergiur 'serangan fajar'.
---
Memang begitulah "asli"nya watak bangsa ini. "Kau beri hatimu, akan ku persembahkan jiwa ragaku. Kau berikan empatimu, akan kau dapatkan bhaktiku".

Sejak masa penjajahan pun emang udah gitu. Para pejuang perebut kemerdekaan begitu murni jiwanya. Berjuang benar-benar demi bangsa dan negara. Tidak jarang rakyat pribumi maupun non pribumi mempersembahkan harta mereka untuk logistik perjuangan.

Peran serta rakyat biasa memang kecil. Secara, orang biasa dengan kemampuan politik pas pasan, memang bisa apa?

Tapi, jangan pernah remehkan satu pribadi. Apalagi kalau rakyat kecil itu sudah bersatu terhimpun oleh kekuatan senasib sepenanggungan. Dahsyat kekuatan mereka. Pribadi-pribadi rapuh dan terkesan polos alias lugu itu, yang terkesan gampang di ombang-ambingkan dengan janji-janji itu, yang mudah dibelokan kemana suka para pembesar itu, jika sudah berikrar sehidup semati dalam satu pergerakan perjuangan, ikatan itu lekat dalam hati paling dasar.

Terlalu panjang ya, kalimatnya. memang begitu lah kalau sal nulis. Spontan gitu aja. Begitu baca postingan ini, sal teringat zaman sd dulu. Kalau memang si 'pak lanjar' ini benar yang sal maksud. Berarti masih satu angkatan sama sal. Atau, kakak kelas beda setahun atau dua tahun. Waktu itu tahun 85 atau 86, sekolah masih di kampung Kemloko. Sekarang udah bubar tuch sekolah. Udah rata lagi sama tanah. Udah ambruk.

Kami, adalah anak-anak kecil kolot dengan genggaman tangan begitu mungil. Tapi, harus mampu memecahkan karang persoalan hidup yang semakin rumit. Berbelit. Melilit. Bin pailit. Dan bikin kejepit. Sudah langka manusia yang bener-bener masih berjuang atas nama rakyat mah.

Hanya saja, begitu malam sudah bosan dengan kegelapannya, fajar pasti kan segera menyingsin. Begitu kan kata Aidh al Qarni si penulis dua buku mega best seller internasionl (la tahzan dan menjadi wanita paling bahagia) itu.

Ketika rasa lapar sudah menjerit. Ketika rasa percaya sudah sedemikian morat-marit. Ketika keadilan sudah terusir lari terbiri-birit. Walah, koq malah main syair it it it segala. Maksud sal adalah, tidak mungkin hari itu malam terus. Ada kalanya siang. Sore. Gelap. Trus, kembali ke fajar lagi. Benderang kembali. Gitu.

Dan, sekarang saatnya PKS tunjukkan sikap nih. Fajar itu ada ditanganmu. Tapi, fajar itu tak juga akan benderang kalau saja mendung-mendung tetap bergelayut di pelupuk si rakyat (petani) kecil.

Semoga saja gak bingung dah baca komentar ini, sal sendiri juga bingung mau nulis apa sebenarnya tadi. Malah nyampe kemana-mana.

Sal sungguh tersentuh dengan "pribadi asli" penduduk pribumi. Sal bener-bener kangen dengan kepolosan dan keluguan cermin dari ketulusan mereka. Pak Lanjar memang tulus, sal rasakan itu. Hanya saja, untuk kancah politik secara global, ketulusan saja tidak cukup. Harus ada sistematika yang mampu membentengi kelicikan pihak lawan. Contohnya, ya duit itu tadi. Serangan fajar.

Sukses selalu, ditunggu postingan sambungannya...
-----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

JK Capres, Golkar Harus Siap Jadi Oposan [Editorial JawaPos]

Jumat, 24 April 2009

PERCERAIAN Partai Demokrat dan Partai Golkar ditegaskan dalam rapat pimpinan nasional khusus (Rapimnassus) kemarin. Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla dimandatkan untuk maju menjadi calon presiden. Dalam pilpres nanti, SBY-JK yang dulu duet kini berduel.

Apa boleh buat. Itulah politik kita. Tak ada ''suami-istri'' yang abadi. Yang ada kehendak berkuasa (will to power) yang abadi. Maka, ''kawin cerai'' dalam politik hal yang sangat biasa. Tak ada yang perlu disesali atau digembirai berlebihan. Setelah pemilu oleh rakyat, arah politik memang tetap saja ditentukan oleh para elite. Entah itu sesuai perasaan konstituen atau tidak, bola pingpong sepenuhnya berada di tangan elite politik.

Setelah JK maju menjadi capres Golkar, ada semacam kelegaan. Sebab, nanti SBY tidak maju sendirian tanpa lawan. Namun, sebagai koreksi, wacana boikot pilpres yang sempat terlontar itu harus menjadi agenda, agar nanti UU yang mengatur pilpres diubah dan memuat tentang kemungkinan capres tunggal. Sebaiknya, boleh saja calon tunggal sekaligus pemenang, kalau parpol lain ogah mengajukan capres. Sebab, dalam tiga kali pemilu, ada semacam pengulangan protes-protes tak berkesudahan oleh parpol yang kalah. Protes-protes ini bisa menjadi boikot pilpres tanpa solusi, bila calon tunggal tak diperbolehkan maju. Semoga ini dipikirkan DPR baru kelak.

Hasil keputusan musyawarah Golkar itu akan berlanjut dengan tarik-menarik, mencari pemenuhan syarat minimal capres-cawapres 25 persen hasil suara pileg atau 20 persen kursi di DPR. Selain SBY dan JK, menurut hitungan kasar, ada kans satu orang lagi bisa maju capres. Kabarnya, Mega-Prabowo.

Demokrat atau SBY sendiri berusaha sebanyak-banyaknya mendapat dukungan dari partai tengah, agar posisinya di parlemen aman. Dengan keluarnya Golkar dari barisan SBY, tentu upaya memperoleh mayoritas di parlemen jadi sedikit repot.

Soal pilpres, orang mulai menghitung-hitung kans lawan SBY. Dari hasil survei-survei, popularitas SBY memang tak tertandingi. Kemenangan Demokrat diyakini akan berlanjut ke kemenangan SBY. Bahkan, SBY diperkirakan menang mudah. Bila SBY menang satu putaran, tentu akan menjadi kemenangan yang hemat, karena tak perlu mengongkosi babak kedua pilpres.

Bila perkiraan SBY menang itu benar, sebagai konsekuensi, tentu Golkar akan menjadi oposisi. Dalam sambutan di Rapimnassus, JK sudah berbesar hati dengan mengatakan menjadi pendukung pemerintah atau oposisi ''sama amalnya, semuanya baik.'' Semuanya demi membangun bangsa. Bahkan, menurut dia, menjadi oposisi gampang, karena tinggal mencari kesalahan, hantam, lalu keluar, selesai.

Tak apalah kalau pemahaman JK soal oposisi seperti itu. Golkar memang perlu belajar lebih banyak menjadi oposisi. Sebelumnya, memang tak terbayangkan Golkar jadi oposan. Setidaknya sejak pemilu 1971 atau 38 tahun lalu, Golkar selalu menjadi partai pemerintah. Rerimbunan beringin seakan tak pernah didesain bisa menjadi tempat berteduh para oposan.

Sebenarnya pada Pemilu 2004 lalu, Golkar hampir menjadi oposan. Waktu itu Golkar mengajukan Wiranto-Sholahuddin Wahid di pilpres. Kalah di putaran pertama, Golkar mendukung Megawati-Hasyim Muzadi di putaran kedua. Setelah kalah lagi oleh SBY-Kalla, ''naluri'' memerintah Golkar muncul lagi. Ketua umum Golkar waktu itu, Akbar Tandjung, disingkirkan, digantikan Kalla yang baru saja menang pilpres bersama SBY. Akhirnya, saat gerbong pemerintah mulai berjalan, Golkar melompat naik. Inilah yang boleh jadi menjadikan anggota koalisi SBY-Kalla merasa terganggu. Sebab, saat pemilu Golkar tak mendukung SBY-Kalla, tetapi peran di pemerintahan lebih dominan. Tak heran PKS mengancam keluar dari koalisi apabila Kalla diwapreskan lagi oleh SBY.

Akhirulkata, selamat bertarung Pak JK. Bila gagal, siap-siaplah menjadi oposisi. Tak perlu mencari jalan ''menikung'' menjadi partai pemerintah lagi. Semoga Golkar ''beramal'' dengan serius dari kursi oposan untuk kali pertama.

Tentu saja impian melihat Golkar menjadi oposan ini buyar bila JK menang pilpres. Siapa tahu? Namanya juga usaha. (*)

sumber: Jawa Pos (24/4)
-----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Inilah 4 Anggota DPD RI Terpilih dari D.I. Yogyakarta

JOGJA - Rapat pleno rekapitulasi perolehan suara untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) propinsi D.I. Yogyakarta yang berlangsung di JEC Rabu (23/4) berjalan lancar. Dari total suara 2.007.331 tercatat suara sah 1.789.089 suara, sedang suara yang tidak sah 218.243.

Dari hasil rekapitulasi ini, pemilihan anggota DPD RI untuk propinsi Yogyakarta yang diikuti 12 calon anggota DPD menempatkan 4 wakil yang terpilih sebagai berikut:


1. Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas [ 941.153 suara / 52,61 % ]
2. Cholid Mahmud [181.415 suara / 10,14 % ]
3. Hafidh Asrom [171.108 / 9,56 % ]
4. Afnan Hadikusumo [106.117 / 5,93 % ]

Dari 4 anggota DPD terpilih ini, dua anggota lama adalah GKR Hemas (Istri Sri Sultan Hamengku Buwono X) dan Hafidh Asrom (NU). Sedang wajah baru wakil DPD RI dari Yogyakarta adalah Cholid Mahmud (PKS) dan Afnan Hadikusumo (Muhammadiyah).

Menilik hasil ini, PKS Yogyakarta mengalami kemajuan pesat dengan meloloskan kader terbaiknya menjadi salah satu ‘duta’ masyarakat Jogja untuk DPD RI. Sebagai catatan, pada pemilu 2004 kemarin PKS Jogja tidak memajukan kadernya dan hanya mendukung salah satu calon yang punya kedekatan dengan PKS namun tidak berhasil lolos ke senayan.

-----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Bertarung Menuju RI-1 [Editorial Metro TV]

RESMILAH sudah perceraian Jusuf Kalla dengan Susilo Bambang Yudhoyono. Pasangan presiden dan wakil presiden itu bukan hanya bercerai, keduanya bahkan akan bersaing pada pemilu presiden nanti.

Kepastian Jusuf Kalla menjadi calon presiden itu diputuskan rapimnasus Golkar kemarin (23/4). Rapimnasus juga memberi mandat kepada Jusuf Kalla melakukan komunikasi politik dengan berbagai parpol untuk membangun koalisi.

Sekalipun eksplisit tidak disebutkan sebagai hasil rapimnasus, kiranya kepada Jusuf Kalla juga diberikan mandat untuk menjajaki siapa yang akan mendampinginya menjadi calon wakil presiden. Sebab, mandat membentuk koalisi akan menjadi mandat yang ompong, bila tanpa disertai mandat untuk juga mencari calon wakil presiden.

Berdasarkan mandat itu, Golkar bisa bergerak lebih lincah dan lebih cepat, sebab manuver politik diserahkan kepada sang calon presiden. Hasilnya pun akan lebih cepat diperoleh dibanding mandat membentuk koalisi dan mencari calon wakil presiden diserahkan kepada sebuah tim. Sebab, tiap-tiap anggota tim memiliki isi kepala berbeda-beda, selera berbeda-beda, bahkan kepentingan berbeda-beda, sehingga tim itu akan lebih banyak berdebat daripada menghasilkan keputusan.

Yang jelas, ditetapkannya Kalla sebagai calon presiden merupakan pembuktian bahwa Golkar adalah partai yang konsisten. Pertama, konsisten dengan wacana yang dikembangkan sebelum pemilu legislatif, bahwa sebagai partai yang besar, Golkar harus mencalonkan presiden. Publik pun mencatat kata-kata Jusuf Kalla ketika itu yang mengatakan mampu menghasilkan pemerintahan yang lebih baik dan lebih cepat.

Kedua, dengan dicalonkannya Kalla sebagai presiden, Golkar pun kosisten dengan paham kebangsaan yang diusungnya. Yaitu, siapa pun anak bangsa ini berhak menjadi presiden, tanpa pandang bulu apakah dia Jawa atau bukan Jawa.

Pencalonan Kalla yang bukan Jawa, jelas sebuah lompatan sejarah yang sangat jauh dan bermakna bagi perjalanan demokrasi di negeri ini.

Republik ini pernah memiliki presiden yang bernama BJ Habibie yang bukan Jawa. Tapi Habibie menjadi presiden adalah akibat jatuhnya Pak Harto. Ia menjadi presiden bukan karena dirancang dan dikehendaki menjadi presiden. Dia adalah wakil presiden, ban serep yang naik kelas menjadi ban utama karena ban utama pecah di tengah jalan.

Dan sejarah mencatat Habibie yang bukan Jawa itu sanggup menjadi presiden. Bahkan dialah presiden yang pertama kali menyelenggarakan pemilu yang demokratis di zaman reformasi.

Jawa dan bukan Jawa tidak lagi relevan. Semuanya adalah anak kandung bangsa ini. Semuanya harus menyatu sebagai pemilik NKRI. Idiologi kebangsaan itulah yang konsisten diusung Golkar.

Yang juga penting ialah dengan Golkar mengusung calon presiden maka persaingan merebut kursi presiden tetap seru dan menarik. SBY tidak akan melenggang sendirian dalam arti seakan sudah pasti terpilih lagi menjadi presiden hanya karena popularitasnya paling tinggi dan partainya meraih suara terbanyak. Bukankah KPU pernah melontarkan pikiran perlunya peraturan pemerintah pengganti undang-undang untuk mengantisipasi terjadinya calon tunggal? Sungguh pikiran yang merendahkan martabat banyak partai.

Pertarungan merebut kursi RI-1 itu tidak lama lagi akan berlangsung. Inilah pertarungan yang hingga saat ini masih menyisakan misteri, karena belum seorang pun yang telah dipastikan menjadi calon wakil presiden. Padahal, bukan mustahil kecerdikan memilih calon wapres itulah yang justru menjadi faktor yang menentukan pilihan rakyat.

sumber: mediaindonesia.com
--------
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Bergesernya Skenario Perdamaian Timteng

Tampilnya Avigdor Lieberman sebagai Menteri Luar Negeri Israel sungguh telah menjungkirbalikkan skenario proses perdamaian Timur Tengah. Lieberman adalah pemimpin partai ultranasionalis Yisrael Beiteinu yang berhasil meraih 15 kursi Knesset pada pemilu legislatif Israel 10 Februari lalu.

Jika skenario perdamaian yang dikenal selama ini adalah Arab vis a vis Israel, sementara ini bergeser menjadi AS vis a vis Israel. Pergeseran itu menunjukkan betapa hubungan AS-Israel saat ini dalam keadaan dilematis karena haluan kebijakan perdamaian kedua negara itu kini mengarah pada jalur yang berseberangan.

Pemerintah AS di bawah Presiden Barack Obama selalu menekankan komitmennya pada solusi dua negara Israel-Palestina, atau berdirinya negara Palestina yang berdampingan secara damai dengan negara Israel.

Sikap Presiden Obama tersebut sesungguhnya adalah kelanjutan dari kebijakan pendahulunya, George W Bush, tentang solusi dua negara tersebut.

Solusi dua negara itu semula dijabarkan dalam konsep Peta Jalan Damai (Road Map) tahun 2003 yang digalang kuartet perdamaian (AS, Rusia, PBB, dan Uni Eropa). Konsep perdamaian itu ternyata tidak jalan karena tidak adanya mekanisme pelaksanaan konsep tersebut.

AS kemudian menggelar konferensi damai Annapolis pada akhir November tahun lalu, yang rekomendasinya menjadi mekanisme pelaksanaan Peta Jalan Damai itu. Rekomendasi inti dari konferensi Annapolis adalah solusi dua negara Israel-Palestina.

Akan tetapi, skenario damai AS itu mendadak terancam gagal ketika Menlu Lieberman dalam acara serah terima jabatan menlu pada hari Rabu, 1 April 2009, mengeluarkan ”bom politik” dengan menolak mengakui hasil konferensi damai Annapolis tersebut.

Konfrontatif

Sehari setelah itu, hari Kamis 2 April lalu, Lieberman melanjutkan manuver politik kontroversialnya dengan menegaskan, Israel tidak akan mundur dari Dataran Tinggi Golan, Suriah, yang dicaploknya pada perang tahun 1967.

Aksi manuver pemimpin Partai Yisrael Beiteinu itu terus melaju. Lieberman dalam sebuah forum pertemuan internal partai ultranasionalis Yisrael Beiteinu hari Selasa, 7 April, menegaskan, ”proses perundingan damai dengan Palestina telah mengalami jalan buntu”.

Menurut dia, tidak layak lagi melanjutkan perundingan tentang berdirinya negara Palestina yang telah dilakukan Pemerintah Israel sebelum ini.

AS dan dunia Barat langsung kebakaran jenggot dengan manuver politik kontroversial Lieberman itu. AS kini merasa dipukul oleh teman sendiri (Pemerintah Israel), bukan dari musuh klasiknya, seperti Iran, Hezbollah, dan Hamas.

Kelompok properdamaian sekutu AS di dunia Arab, seperti Mesir, Jordania, dan Otoritas Palestina pimpinan Presiden Mahmoud Abbas, juga merasa cemas dengan manuver Lieberman itu.

Bahkan, ketegangan muncul di kalangan internal Israel. Pemimpin Partai Kadima yang beroposisi, Tzipi Livni, mengkritik keras Lieberman. Ia menuduh bahwa pidato Lieberman pada acara serah terima jabatan menlu, yang berlangsung hanya 20 menit, itu telah menghancurkan semua upaya perdamaian selama bertahun-tahun.

Ini baru Lieberman yang bermanuver. Masih banyak dalam tubuh Pemerintah Israel saat ini yang tidak antusias terhadap perdamaian, seperti Partai Ortodoks Shas pimpinan Eli Yishai dan partai kanan radikal, Jews Home.

Jika Eli Yishai ikut berbicara mendukung Lieberman, kayak apa lagi atmosfer politik Timteng?

Cendekiawan Mesir, Prof Hassan Nafaa, dalam artikelnya pada harian Al Hayat edisi hari Rabu, 18 Februari 2009, mengatakan, AS dan Israel kini rawan konflik, khususnya soal isu taktis bukan isu strategis karena aspirasi politik publik di AS dan Israel saat ini berseberangan arah.

Menurut Nafaa, opini publik Israel kini mengarah ke kanan dan kanan radikal yang konfrontatif, sedangkan aspirasi publik AS lebih mengarah pada pendekatan persuasif dan dialogis.

Arah aspirasi publik di AS dan Israel yang berseberangan itu diterjemahkan lewat tampilnya Benjamin Netanyahu, Avigdor Lieberman, Eli Yishai di Israel, dan Barack Obama di AS.

Mengapa aspirasi publik Israel semakin ke kanan dan kanan radikal?

Hasil pemilu legislatif Israel pada 10 Februari lalu yang dimenangi kubu kanan menunjukkan adanya pergeseran ideologi dan orientasi politik rakyat Israel yang lebih bercirikan rasialis dan fundamentalis.

Semula ideologi dan orientasi politik tersebut dianut Partai Likud yang lalu berhasil mengambil alih kekuasaan di Israel pada tahun 1977 melalui pemimpinnya, Menachen Begin. Kemudian secara mengejutkan, ideologi dan orientasi politik itu kini semakin digemari publik Israel dan diadopsi sebagai platform oleh partai-partai baru, seperti Partai Yisrael Beiteinu, Ortodoks Shas, dan The Jewish Home.

Perubahan struktur demografis di Israel juga diduga turut berandil menggiringnya ke arah kanan. Sekitar 68 persen penduduk Israel adalah lahir dan tumbuh di negara Israel, atau mereka merupakan generasi kedua. Mereka yang terus hidup di bawah ancaman perang bersikap lebih keras dan lebih percaya pada partai-partai kanan. Mereka juga kurang terikat dengan ideologi para orangtua mereka yang dibawa dari Eropa.

Selain itu, adanya imigran besar-besaran dari Rusia yang kini mencapai 17 persen dari jumlah penduduk Israel saat ini. Imigran asal Rusia itu dikenal punya pandangan politik lebih keras terhadap Palestina dan Arab. Para imigran Rusia itu yang mendirikan partai ultranasionalis Yisrael Beiteinu.

Bergeser

Aspirasi politik Israel yang semakin mengarah ke kanan itu membuat pergeseran juga pada wacana lawan dan kawan politik dalam isu perdamaian Timteng. Hamas, yang selama ini dikonotasikan sebagai gerakan antiperdamaian dan lawan politik para penggerak perdamaian, bukan menjadi isu prioritas lagi.

Problema utama dari perdamaian saat ini bukan lagi berada di pihak Palestina atau persisnya Hamas, melainkan justru berada pada kekuatan-kekuatan politik di tubuh Pemerintah Israel sendiri, seperti Partai Yisrael Beiteinu, Partai Ortodoks Shas, Partai Jewish Home, dan bahkan Likud sendiri.

Betapa tidak! Yisrael Beiteinu, Shas, dan Likud kini sebagai pemegang keputusan di Israel.

Maka, wacana politik saat ini adalah bagaimana menghadapi Yisrael Beiteinu dulu dan koleganya di tubuh Pemerintah Israel saat ini untuk menyelamatkan konsep solusi dua negara Israel-Palestina?

Mantan Presiden AS, Jimmy Carter, dalam buku barunya dengan judul Konsep yang Bisa Diterapkan dalam Mewujudkan Perdamaian di Timteng, mengatakan, solusi dua negara Israel-Palestina masih mungkin jika Presiden Obama menggunakan semua kapasitas politiknya untuk menekan pemerintahan PM Benjamin Netanyahu guna menerima solusi tersebut.

Bila Obama gagal membujuk Netanyahu dan Lieberman menerima solusi dua negara itu, ada dua kemungkinan yang akan terjadi. Pertama, AS akan berusaha menjatuhkan pemerintahan Netanyahu-Lieberman, seperti skenario yang terjadi pada pemerintahan Netanyahu pertama (1996-1999) yang hanya berusia tiga tahun.

Kedua, AS menyerah dengan menerima segala manuver Netanyahu-Lieberman.

Bila opsi kedua itu yang terjadi, citra AS akan terpuruk dan pada gilirannya proyek Presiden Obama untuk membangun hubungan yang saling menghormati antara AS-dunia Islam terancam gagal.

Selain itu, wacana kelompok anti-AS dan Israel, seperti Hamas, Hezbollah, Suriah dan Iran, bahwa Israel hanya memahami bahasa kekuatan dari pada politik, semakin menemukan legitimasinya. Dalam waktu yang sama, citra kelompok pro-AS, seperti Mesir, Jordania, dan Otoritas Palestina pimpinan Presiden Abbas, yang sangat mendukung perdamaian dengan Israel, akan ikut terpuruk.

Hal itu akan berdampak pada kondisi politik di Mesir, Jordania, dan wilayah Palestina. Di Palestina, Hamas akan semakin kuat dan Fatah terus melemah. Di Jordania muncul kecemasan akan hidupnya kembali konsep negara Palestina di Tepi Timur Sungai Jordan (Jordania) yang sering didengungkan kubu kanan Israel sejak 1960-an. Maka, kepentingan strategis Jordania adalah berdirinya negara Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Mesir pun akan merasa terancam secara keamanan jika isu Jalur Gaza dibiarkan terus bergejolak tanpa solusi seperti sekarang ini.

Kini semua menunggu hasil rencana kunjungan Presiden Obama ke Israel dan wilayah Palestina pada bulan Juni nanti dan bentuk konsep damai baru yang akan diluncurkan Netanyahu-Lieberman.

sumber: Kompas, Minggu, 12 April 2009
------
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Wanita Berjilbab Penasihat Obama

Kamis, 23 April 2009

Satu lagi peran Muslim dalam kehidupan bernegara Paman Sam. Seorang wanita keturunan Mesir, warga Amerika berjilbab ditunjuk sebagai penasihat Presiden Obama.

Dalia Mogahed, analis senior dan direktur eksekutif Gallup Center, lembaga survey independen tersohor, untuk Kajian Muslim adalah nama tokoh yang ditunjuk menjadi salah satu anggota Dewan Penasihat Obama untuk Hubungan dan Lingkungan Berdasar Keyakinan.

Penunjukkan itu akan membuat Dalia memiliki kesempatan memberi masukan kepada Presiden Obama terhadap sikap praduga dan masalah yang dihadapi dunia Muslim.

Itu tak hanya membuat warga Mesir bahagia--meski juga tetap waspada--, pihak Arab pun mengamati lebih dekat tanda-tanda kepemimpinan baru di Washington yang berupaya meningkatkan hubungan dengan Islam. Hubungan yang diyakini banyak Muslim dirusak dengan parah selama delapan tahun oleh pemerintahan Bush.

Pemilihan Mogahed juga dilihat oleh banyak pihak di Timur Tengah sebagai satu langkah maju Obama menghapuskan stereotip dan penghakiman terhadap Muslim, sesuatu yang menimpa komunitas sejak 11 September 2001 silam.

"Dalia Mogahed adalah contoh terbaik dari wanita Muslim sukses. Ia membuktikan jika Muslim pun dapat berhasil di segala bidang, paling tidah di bidang keahliannya," ujar seorang pengunjung situs yang menuliskan komentarnya di harian independen Al Masry al Youm, seperti yang dikutip oleh Latimes.com, Rabu, 22 April.

Dalia, kelahiran Mesir pindah bersama keluarganya ke Amerika Serika hampir 30 tahun lalu. Baru-baru ini, ia menjadi salah satu penulis utama dalam "Who Speaks for Islam" (diterjemahkan oleh penerbit Mizan dengan judul "Saatnya Muslim Bicara") dengan John Esposito, guru besar ilmu politik Amerika, orang yang dikritik banyak pihak sebagai pemberi maaf Islam. Dalia dan Esposito menerbitkan lembar opini bulan ini dalam The Times, berjudul Ketidakpedulian Amerika terhadap Islam dan Dunia Muslim.**

sumber: republika online
-----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

"Maaf, Dukungan Kami Belum Maksimal"

Rabu, 22 April 2009

Oleh: Abu Zalfaa
Sore itu, Minggu Pahing (19/4), meski badan masih terasa belum fit setelah diterpa flu, kami berencana untuk menyapa (silaturahmi) ke warga. Ada kampung Rejosari dan Kemloko yang menjadi target agenda kami sore sampai malam kala itu. Bertiga, Ane, akh Sihono dan akh Sugeng janjian di simpang tiga Lapangan Petir.

Sepekan pemilu legislatif telah lewat, namun selama sepekan tersebut ada saja saudara-saudara kami dari kedua kampung tersebut yang hilir-mudik , entah via sms ataupun telpon, menanyakan bagaimana perolehan suara untuk para CAD PKS.

Walaupun bagi orang lain dianggap hal yang biasa, namun bagi kami, warga yang dengan rela kontak dengan kami merupakan atensi yang luar biasa. Karenanya, kami merasa seperti diingatkan, bahwa kami tidak boleh hanya diam saja dirumah, duduk-duduk santai apalagi tidur seharian. Then, kami berupaya agar atensi mereka, kami jadikan penyemangat untuk terus mendakwahkan PKS di bumi Srimartani ini. Desa yang kami cintai dan mencintai kami.

Makanya sore itu kami berupaya untuk mendatangi satu-persatu warga maupun kordus PKS (kontak dusun, simpatisan aktif) di dua dusun tersebut. Kamipun mulai menyusuri jalan menuju dusun Rejosari terlebih dahulu.

Sore hari, warga sudah mulai pulang dari sawah. Seperti biasa, tegur sapa keakraban menghiasi setiap kami berpapasan dengan warga. Kamipun singgah terlebih dahulu di rumah Bapak Lanjar (sesepuh warga Rejosari). Sembari menunggu Bapak Lanjar pulang dari sawahnya, kami menuju kandang sapi ternak milik Bapak Lanjar. Dua ekor sapi diantaranya adalah sapi ternak gaduhan yang ‘kami usahakan via jaringan PKS’ pada waktu yang lalu bersama warga yang lain dalam satu kelompok ternak sapi.

Dan sampai hampir 4 bulan lebih program penggemukan ternak sapi-sapi tersebut berjalan sukses, terbukti dua ekor sapi di kandang itu bisa bertambah berat dagingnya rata-rata 1,6 kg per hari ( dari target pemodal 0,8 kg per hari ).

Ternyata bukan itu saja yang membuat kami bangga dari program penggemukan ternak sapi. Diseberang kandang sapi ada tumpukan plastik 25 kg, Subhanalloh, ternyata itu adalah pupuk organik yang diolah dari kotoran sapi-sapi ternak di kandang tersebut. Kotoran sapi yang telah dicampur dengan E4, daun-daunan, gamping dll sehingga menjadi pupuk organik alternatif bagi para petani di sekitar piyungan. Apalagi pupuk organik yang dikelola sendiri oleh Bapak Lanjar dengan anaknya dan warga lainnya itu dikemas menarik dan harganya juga sangat terjangkau oleh masyarakat.

Senja semakin temaram, Bapak Lanjar yang kami tunggupun akahirnya datang sembari membawa “oleh-oleh” khas dari sawah. Seraut wajah yang nampak kelelahan, namun tersungging senyuman tulus yang diberikan menyapa kami yang sudah menunggu beliau.

Setelah membersihkan badan, beliau mengajak kami menuju ruang tengah untuk sekedar ngobrol sambil melepaskan dahaga dengan minum teh hangat dan gethuk makanan khas warga Rejosari (Bagi temen-temen yang menginginkan gethuk ternyata warga menerima pesanan juga).

Kisah dan cerita beberapa warga Rejosari (yang selalu meminta pendapat kepada Bapak Lanjar terlebuh dahulu) yang mendapat bingkisan amplop yang berisi uang ketika detik-detik menuju ke TPS, mengawali obrolan beliau.

Hasil pemilu legislatif di TPS 35-36 Rejosari, beliau benar-benar minta maaf kepada kami dan teman-teman serta Bapak Amir Syarifudin (aleg yang juga caleg PKS). Karena menurut beliau dukungan suara warga Rejosari yang belum maksimal untuk PKS. Padahal menurut beliau juga, perjuangan ALEG PKS di DPRD Bantul, Amir Syarifuddin dkk telah nyata hasilnya bagi warga Rejosari, namun hanya karena iming-iming “bingkisan” amplop yang berisi uang pilihan mereka bisa goyah.

[sebagai catatan, di TPS 35-36 Rejosari PKS berhasil menjadi pemenang nomor satu, suaranya sekitar 70-an per TPS. Afwan, data pastinya gak kebawa, ntar diedit lagi. Juara duanya adalah ‘suara gugur’ yang jumlahnya sekira 50-an. Hasil ini bagi DPRa PKS Srimartani sudah sangat memuaskan, namun bagi sesepuh dusun dianggap belum memuaskan -ed]

Tanpa dikomando, kami hampir saja serempak menjawab keluhan Pak Lanjar. Akhirnya salah satu dari kami menyampaikan akan hal tersebut, “Saking lebeting manah lan andaping asor, kawulo lan rencang estu saget nampi kawontenan kados puniko. Lan kawulo nyuwun, ampun ngantos perkawis puniko dados awrating penggalihan panjenengan lan kadang warga Rejosari. Mugi-mugi kanthi kadadosan puniko kawulo lan rencang langkung estu anggenipun nglampahaken amanah lan bekti dateng warga, soho wasanaipun sedanten warga Rejosari ugi nampi PKS kanthi estu mranani ing penggalih”.

Maksud jawaban yang disampaikan rekan kami itu “Dari dalam hati dan kerendahan hati kami, kami dan teman-teman benar-benar bisa menerima hasil pemilu tsb. Dan kami mohon hal itu jangan menjadi ketidaknyamanan hati, perasaan, kekeluargaan, persaudaraaan di dusun Rejosari. Semoga dengan kejadian itu kami benar-benar semakin gigih dalam menjalankan amanah dan pengabdian kepada warga, dan akhirnya semua warga bisa menerima PKS dengan ketulusan dan kerelaan hati”.

Obrolan-obrolan pun terus berlanjut semakin hangat. Menyinggung program penggemukan sapi, Pak Lanjar merencanakan lagi untuk tahap kedua akan lebih dimaksimalkan. Bahkan beliau sudah punya planning untuk 'menularkan' program ini kepada dusun-dusun binaan PKS selain Rejosari.

Adzan Maghrib berkumandang, kamipun bersiap-siap untuk berpamitan, ketika itu ternyata diluar hujan turun sangat deras, kamipun segera ke Masjid terdekat untuk berjama’ah sholat Maghrib.

( To be continued , agenda selanjutnya )
-----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Wuih! Suara PKS di Madura Melonjak 250%

Jakarta - Diam-diam PKS sukses mengubah citranya di mata pemilih yang berasal dari kalangan nahdliyin. Buktinya perolehan suara PKS di Pulau Madura pada Pemilu legislatif 2009 melonjak hingga 250 persen dibandingkan Pemilu 2004.

"Dengan raihan suara minimal 97.070 saat ini, berarti terjadi kenaikan 250 persen. Kami cukup mendapat tempat di kalangan Muslim tradisional-pedesaan, terutama keluarga besar nahdliyin, sambil tetap mempertahankan basis modernis-perkotaan," kata caleg DPR dari Dapil Jawa Timur XI, Sapto Waluyo, Rabu (22/4).

Sapto mengutip data Ketua DPD PKS Kabupaten Sumenep Mohammad Riadi berdasarkan rekapitulasi suara di PPK dan KPU setempat, PKS diperkirakan akan mendapat 2 kursi DPRD Kabupaten Sumenep, yakni di Dapil I (Kecamatan Sumenep, Kalianget, Manding, Batuan dan Talango), serta Dapil VII (Arjasa, Kangayan dan Sapeken).

"Untuk Dapil I, PKS memperoleh 4.445 suara dan Dapil VII dapat 5.012 suara. Itu sudah cukup untuk mendapatkan masing-masing satu kursi DPRD II," katanya.

Ia menjelaskan, suara total yang diperoleh PKS untuk Caleg DPR RI di Sumenep mencapai 11.553 suara, belum termasuk penghitungan suara resmi di Kepulauan Sapeken yang tertunda. PKS berjaya di Sapeken dengan perolehan suara tertinggi 5.012. Bila raihan suara PKS di Sumenep yang diperkirakan mencapai 16.565 suara, digabung dengan Bangkalan (14.494), Sampang (42.192) dan Pamekasan (23.819), totalnya 97.070

suara, maka jumlah itu sudah cukup untuk mendapat satu dari delapan kursi DPR yang diperebutkan di Jatim XI.

Sapto menjelaskan bahwa di seluruh Madura, PKS menempati urutan kelima setelah Partai Demokrat/PD (285.821), PKB (167.096), PPP (142.582) dan Gerindra (119.311).

"Suara PKS mengungguli PAN (76.287), PDIP (72.750) dan Golkar (66.341)," ujar dia mengutip penghitungan di KPU Bangkalan, Sampang dan Pamekasan yang sudah tuntas. [*/dil]

sumber: inilah.com
-----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Tirulah Akhwat Kita

by salwangga
----
Saat melewati tanjakan… terjadilah insiden itu. Tiba-tiba bidan Niken jatuh, motornya ambruk. Saya dan Ummu Soffie pun spontan terkejut... perjalanan tetap dilanjutkan membersamai ibu-ibu PWK dusun Gadung
----
Luar biasa perjuangan phisik mesti ditempuh ya. Butuh nyali lebih dari sekedar nekat untuk 'ngetrack' jalanan seperti itu.

Apalagi kalau mengenang jalanan ke sanan sari sekira 15 tahun lalu. Itu tuch, yang belok pas pinggir lapangan sebelum SD Petir-1. Ke arah utara.

Jalanan waktu itu masih berupa batu putih dengan segala keasliannya. Motor paling baru saat itu baru Astrea Prima atau kalau gak Astrea Star deh. Andalannya ya, Honda 70.

Luar biasa perlu dilatih keseimbangan bener-bener untuk menempuh perjalanan seperti itu. Lebih-lebih untuk motivasi yang berkutat seputar religi. Spiritual. Ibadah.

Sal yakin. Kalau orientasinya hanya sekedar partai, wah, udah pasti nyerah dah. Kebendaan. Duniawi. Apalagi. Tak mungkin bertahan lama.

Ada sesuatu yang menyentuh dari sisi hati yang paling dalam. Anggukan universal kemanusiaan. Sisi ruhiyah yang bicara. Pengabdian sejati. Kiprah seorang hamba dikarenakan begitu patuhnya terhadap sesembahan. Tuhan. Ya, benar. Tauhid.

Semoga, jatuhnya motor di jalan setapak lagi menanjak merupakan indikator dari bertambahnya iman. Tugas dan kewajiban yang diemban hanyalah sekedar 'simbol'. Sejatinya (perbuatan) itu adalah wujud dari existensi diri seorang hamba yang ingin mewujudkan pengabdian akan baktinya terhadap sesama. Imbalan dari itu adalah langsung dari Tuhan. Akherat. Tak tertandingi oleh segala apa yang ada di dunia.

Ayo, maju terus. Para akhwat dan ummahat. Segera pesan petak-petak hunian di surga. Pupuk terus pengabdian seorang hamba hanya dan hanya karena Tuhannya. Murnikan hati dan luruskan niat, itu kuncinya. 'Innamal a'malau binniat' gitu kan kata Rasul?
-----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Istri Nur Mahmudi Ingin Depok Punya Radio

TEMPO Interaktif, Depok: Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, berencana mendirikan radio daerah untuk mengkampanyekan program pembangunan dan aktivitas pemerintah. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Depok Norman Sjafaat mengatakan, ide pembuatan radio tersebut berasal dari Nur Azizah Tamhid, istri dari Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail. “Ide pembuatan radio ini tercetus dari Ibu Nur,” jelas Norman kemarin.

Menurut Norman, proses mendapatkan izin frekuensi dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat sedang diurus. Ia dan wali kota sudah bertemu Menteri Komunikasi dan Informasi, Muhammad Nuh pada 8 April guna meminta izin frekuensi. “Beliau (menteri) menyambut baik, kami diharuskan menempuh prosedur yang ada’” ujar Norman.

Penyiar yang akan direkrut selain mencari tenaga profesional juga menyeleksi pegawai negeri sipil Depok yang punya kemampuan di bidang penyiaran. Dana untuk pembangunan radio dianggarkan dalam APBD 2009 sebesar Rp 750 juta. Dana tersebut untuk pembangunan fisik seperti, tower, ruang siaran, dan prasarana lainnya.

Markas studio akan menggunakan salah satu titik perkantoran wali kota. "Mungkin menempel di salah satu gedung yang sudah ada,” kata Norman. Ditargetkan akhir tahun 2009 radio lokal Depok sudah menyapa pendengar. Barangkali inilah cara istri wali kota membantu suaminya mengurus pemerintahan.
-----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PKS Beri Keputusan Koalisi Pekan Depan

Selasa, 21 April 2009

JAKARTA--Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan akan memberikan keputusan koalisi melalui sidang majelis syuro yang rencananya digelar tanggal 25 April sampai 26 April 2009. Semua bentuk komunikasi politik dengan parpol lain sebelum pelaksanaan sidang majelis syuro dipastikan bukan merupakan keputusan akhir partai.

Hal itu dikatakan Presiden PKS, Tifatul Sembiring, menanggapi adanya pertemuan antara Tim 5 PKS dengan Tim 9 dari Partai Demokrat di Jakarta, Senin (20/4). Menurut Tifatul, pertemuan dengn Tim 9 PD merupakan bagian dari komunikasi politik yang dijalankan partai terhadap semua parpol peserta pemilu.

"Belum ada tanda tangan resmi koalisi atau kesepakatan tertulis apa pun," ujar Tifatul melalui sambungan telepon, di Jakarta, Selasa (21/4).

Dia menjelaskan, sidang majelis syuro adalah forum musyarawah tertinggi dalam partai sebagai sarana mengambil keputusan strategis kepartaian. Sidang majelis syuro terdiri dari 99 orang anggota yang merupakan perwakilan dari 33 provinsi yang ada di Indonesia.

"Majelis syurolah nanti yang memutuskan sikap partai untuk koalisi, capres/cawapres, dan lain-lain. Putusan ini wajib dijalankan pengurus DPP," jelas Tifatul.

Kendati demikian, Tifatul melanjutkan, pertemuan dengan Tim 9 PD bukan pula diartikan sebagai pertemuan tanpa makna. Pertemuan yang mendiskusikan pandangan politik PKS dan PD lebih menitikberatkan pada pembentukan pemerintahan yang kuat di masa mendatang. "Paling tidak lima tahun ke depan." Bagi PKS, pemerintahan yang kuat adalah pemerintahan yang dikendalikan sepenuhnya oleh presiden dengan tujuan-tujuan politik untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat serta optimalisasi terhadap pelayanan publik.

"Konstitusi merujuk pada pemerintahan presidensiil, artinya kekuasaan mutlak berada di tangan presiden. Para pembantu kerja presiden tentu harus memahami prinsip ini, termasuk menteri dan wapres," papar Tifatul.

Dia melanjutkan, prinsip-prinsip yang harus dipenuhi untuk menguatkan sistem pemerintahan presidensiil menjadi proposal utama PKS dalam menjalin komunikasi dengan parpol lain.

PKS tidak berada pada posisi menawar-nawarkan kandidat cawapres atau figur-figur calon menteri yang akan duduk di kabinet. "PKS tak ingin terjebak dalam praktik politik bagi-bagi kekuasaan," tandas Tifatul.

sumber: republika.co.id
----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Secuil kontemplasi dari hasil pemilu legislatif 2009

Oleh M.Fahrudin*
Alhamdulillah, secara umum pemilu legislatif tahun 2009 berjalan dengan cukup lancar. Kendala teknis persiapan memang menjadi catatan tersendiri karena Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang kacau balau. Tetapi situasi nasional secara umum tetap kondusif.

Target PKS untuk meraih suara sebanyak 20% yang ditetapkan sejak munas tahun 2005 ternyata meleset jauh dan hanya mendapatkan sekitar 8% (versi quick count dan tabulasi KPU) atau sekitar 12% (versi tabulasi internal). Banyak hal yang menjadi catatan mengenai penyebab ketidaksuksesan ini. Kita bisa meninjaunya dari dua sudut pandang. Pertama adalah dari ketercapaian target, kedua adalah dari sudut pandang rival sesama peserta pemilu.

Jika kita melihat dari sudut pandang pertama, maka kita akan melihat bahwa ini adalah kegagalan yang cukup besar. Bagaimana tidak, langkah-langkah sudah dipersiapkan sejak 4 tahun sebelumnya. Semua struktur sudah bekerja keras, bahkan parameter kenaikan yang signifikan sudah sangat terukur dari beberapa pilkada yang dimenangkan. Tetapi ternyata hasilnya sangat jauh dari harapan. Tak sampai 50% dari target, bahkan nyaris tidak ada peningkatan dari hasil pemilu 5 tahun sebelumnya.

Tetapi jika kita melihat dari sudut pandang rivalitas sesama peserta pemilu, maka kita akan mendapatkan gambaran yang mencengangkan: Selain PKS dan PD, semua peserta pemilu tahun 2004 mengalami kejatuhan suara yang signifikan. Praktis PKS hanya kalah dari Partai Demokrat. Jika kita melihat bagaimana cara PD berkampanye, maka kita akan memahami bahwa memang inilah sunnatullah. Siapa yang lebih “luar biasa” kerjanya, maka hasilnya pun akan lebih “luar biasa” pula. Di sini saya tidak berbicara tentang keikhlasan ataupun tentang kapasitas kader, tetapi lebih ke arah strategi memenangkan pemilu.

Realitas masyarakat Indonesia
Jika kita melihat realitas masyarakat Indonesia saat ini, maka kita akan mendapati bahwa mereka sangat mudah untuk digiring opininya. Lihat pengalaman pemilu presiden tahun 2004 lalu, bagaimana SBY dicitrakan sebagai sosok yang gaul, ganteng, gagah, dsb. Kemudian lihat juga kemenangan HADE di jawa barat, di mana PKS sukses mengopinikan citra muda-ganteng di tengah kedua calon lainnya yang sudah kakek-kakek. Lihat juga bagaimana media menggiring Foke menjadi orang yang sangat gaul pada pilkada Jakarta lalu.

Di mana-mana fenomena ini seragam. Apalagi ditambah dengan budaya sinetron dan film-film chicklit yang semakin menjadi-jadi. Masyarakat Indonesia secara umum tidak memiliki budaya menggali dan mengenali, tetapi hanya puas dengan citra menyenangkan saja. Dan Partai Demokrat melakukan itu. Sejak jauh-jauh hari kita bisa mengamati sikap SBY yang selalu terdesain dan terencana. Tidak pernah ada sikap spontan dari beliau. (cara bersikap di depan publik saja sudah direncanakan) Kemudian program-program populis seperti BLT, penurunan harga BBM (3 kali!!!), PNPM, swasembada pangan, dan lain-lain, ditambah dengan iklan layanan masyarakat, maka pencitraan itu dilaksanakan secara sangat sistematis. Belum lagi iklan partai yang sangat sering selama masa kampanye yang 9 bulan itu.

Ini belum ditambah dengan penggunaan artis-artis papan atas, logistik pemilu yang gila-gilaan (kualitas eksklusif dan jumlah yang luar biasa banyaknya), akomodasi yang sedemikian mewahnya selama masa kampanye terbuka kemarin (panggung setara konser soundrenalin yang dipasang di 13 kota, yang didrop langsung dari Jakarta). Ini masih belum ditambah dengan dukungan konsultan politik Fox Indonesia yang mengatur standarisasi “rasa” dalam setiap kampanye terbuka. Kita tidak bisa membayangkan betapa luar biasa besarnya biaya yang dikeluarkan untuk kampanye ini, sehingga jika kita tahu, maka sangat keterlaluan kalau kalah (ini kata Wisnu Nugroho di blognya, wartawan kompas yang ditugaskan untuk meliput SBY dan JK kemanapun mereka pergi, termasuk selama kampanye).

Dari mana semua dana itu? ........

Apa yang dilakukan PKS?
Lantas, apa yang dilakukan PKS selama ini? Politik pendidikan!! PKS sama sekali bukan partai massa, tetapi partai kader yang berjuang atas dasar visi. Ketika seseorang akan bergabung dengan partai, maka dia akan diajarkan mengenal Tuhannya terlebih dahulu. Kemudian mengenal Rasulnya, mengenal agamanya. Partai urusan kesekian. Apalagi urusan tetek bengek politik, kampanye, pilkada, dan lain sebagainya.

Pola seperti ini senantiasa terbawa pada setiap kampanyenya. Lihat saja semua leaflet dan brosur partai, semua penuh dengan penjelasan tentang visi-misi-program. Lihat saja fondasi partainya, sistem kerja jelas, struktur kepartaiannya jelas, bahkan platformnya pun dibukukan dan dijual bebas di mana-mana. Kemudian juga diseminarkan di berbagai tempat. Bahkan untuk figur jagoan dalam pilkada jabar, HADE, yang sebenarnya tanpa perlu visi-misi-janji jor-joran sudah sangat menjual pun, tetap menyusun konsep pemerintahan dan mengkampanyekannya.

Dengan pola kerja sistem kepartaian yang seperti ini, maka pendapatan suara sebesar 7,8% saja (atau menempati posisi keempat) sudah luar biasa. PKS berhasil melakukan pendidikan politik untuk setidaknya 7,8% pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Dan itu dilakukan oleh sebuah partai yang baru berumur 11 tahun, dengan pendanaan terbatas, dan dikepung oleh partai-partai dengan pendanaan luar biasa (PDIP dan Golkar) dan sebuah partai dengan pendanaan super luar biasa (Demokrat) yang semuanya justru melakukan pembodohan politik secara terang-terangan. Makanya, hingga saat ini saya menilai hasil PKS pada pemilu kali ini sangat spektakuler.

Wallahu a’lam.

*fahrudin1973@yahoo.com

pengirim: Abdul Wahid Surhim
-----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com
 
© Copyright PKS PIYUNGAN 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by PKS PIYUNGAN