NEWS UPDATE :

Pesona Pos WK di Mata Ibu-ibu Mutihan

Selasa, 31 Maret 2009

by Ken Sri
----
Matahari sedang garang-garangnya diluar sana. Berkah buat yang jemur gabah. Cuaca gini paling enak ya tiduran di rumah, baca-baca majalah, ato nonton tipi sama bocah-bocah. Keluar rumah? Ugh...gerah...! Apalalagi gak dapet rupiah. Ngapain ah! Gitu kali pikir kebanyakan orang. Syukur, kami gak ikut-ikutan golongan kebanyakan orang tadi.

Berempat selepas dzuhur, kami (Tim PWK Srimartani) memilih untuk 'jalan-jalan'. Menyatroni perkumpulan PKK dusun Mutihan. Kami memang punya janji untuk mensosialisasikan program PWK (Pos Wanita Keadilan). Bulan Maret, forum PKK dusun Mutihan yang digelar tiap Minggu legi ini jatuh tanggal 29. Kegiatan bertempat di rumah Pak Dukuh yang mampu menampung anggota dari 4 RT.

Waktu kami sampai sana, sempat kaget juga. Wuih, ternyata ibu-ibunya buanyak banget. Forum sejenis yang sudah kami dampingi dengan PWK anggotanya nggak sebanyak ini. Ternyata, walau cuma 4 RT, wilayah Mutihan terhitung cukup luas. Yang ikut PKK sekitar 175 orang. Itu belum semua, kalau ikut semua mencapai 250 orang.

“Mbak arep pelayanan kesehatan gratis yo? Peneran, sikil ku kemeng-kemeng iki!” tanya seorang ibu paruh baya.

Ibu itu ternyata udah tahu kalo PKS ya = Pelayanan Kesehatan gratiS. Sabar ya bu, bentar lagi ibu juga tau kalo PKS gak cuma bisa 'PKS'.

Dari kami ber-4, yang sudah nikah dan punya anak baru seorang. Bu Nur Wakidah. (Sisanya tau sendiri lah). Jadi, srawung dengan ibu-ibu, mbok-mbok, embah-embah, tak ubahnya smacam hiburan. Apalagi sempat ada konser kecil-kecilan. Lha artisnya siapa? Ya mbok-mbok semua tadi. Lagunya sih jelas tak sekeren nidji, padi, apalagi endank soekamti punya. Tapi udah populer duluan sebelum band-band mereka lahir. Yap, apalagi kalo bukan mars PKK sama Projotamansari..! Dinyanyikan dengan suara yang aduhai. Jadi hiburan tho?

Lho, kok malah sampe mana-mana ki piye? Kembali ke…… PWK.

Saat tiba giliran bu Nur Wakidah (ketua Bidang Kewanitaan DPC Piyungan), bu MC mempersilahkan.
“Silahkan bu Nur, waktunya 15 menit saja lho!”

“Ibu-ibu sekalian, PKS itu programnya gak cuma yankes (pelayanan kesehatan geratis tis). Kami juga punya program khusus perempuan. Namanya Pos Wanita Keadilan. Yang tujuannya membentuk Ibu yang Pintar dan Sholihat” tutur bu Nur.

Lantas diuraikan berbagai kegiatan PWK selama ini. Srimartani sudah mendampingi 5 dusun. Yang tertua PWK Kemloko, sejak bar gempa. (tentu dengan bahasa yang merakyat di telinga mereka, boso jowo gitu lho...)

Wess, walo bu Nur menyampaikan dalam waktu yang singkat, ternyata ibu-ibu PKK Mutihan langsung terpesona dengan program-program yang ditawarkan. Alhasil mereka bersedia diadakan pendampingan PWK. Alhamdulillah...

Selain sosialisasi PWK, kami juga melaksanakan amanat PPK (apalagi kalo bukan sosialisasi pencontrengan...). Yang tampil Pak Wawan Wikasno, caleg PKS dapil IV. Dengan gayanya yang kocak, beliau mampu mengubah suasana yang gerah jadi meriah, euy! Akhirnya jam 3an acara usai.

Sampe ketemu Minggu Legi bulan depan ya....
---
(Piyungan at 21.30 WIB, ditemani dinginnya malam. Sambil H2C nunggu klahiran ponakan...)


posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Ibu-ibu [juga] Butuh Ilmu

By : Ummu Asma’
Mendung yang menggelayut menjatuhkan satu-satu butiran gerimis sore itu. Jalanan yang mendaki dan tidak rata membuat kami harus ekstra hati-hati memacu motor. Beruntung kami sudah terbiasa menyusuri bukit Gentingsari sehingga hapal betul kelokan dan ‘jebakan’ jalan yang tidak rata.

Alhamdulillah, bertiga kami sampai di rumah ibu Maryati. Ibu-ibu warga setempat juga sudah berkumpul. Sore itu (Minggu, 29/3/09), sebagaimana setiap Minggu Legi PWK DPRa Sitimulyo melakukan pendampingan ibu-ibu PKK dusun Gentingsari. Berbagi adalah motivasi yang mempertemukan kami dengan ibu-ibu. Dan kali ini kami akan berbagi ilmu yang dibutuhkan para ibu.

Bidan Niken Winarsih, kader PKS Sitimulyo yang menjadi nara sumber menyampaikan tentang ‘Kanker’ (bukan kantong kering lho…). Saat mendengar judul materi tersebut suasana yang tadinya rame berubah menjadi tenang, wajah ibu-ibu langsung serius tapi tetap senyam-senyum. Dengan jelas dan detil bidan Niken menguraikan tentang penyakit kanker, aneka ragamnya dan juga cara pencegahannya.

Ibu-ibu sangat interest mendengarkannya karena perempuan rawan dengan penyakit tersebut apalagi anggota PKK ini adalah perempuan semua…(Lha iyalah…namanya juga PKK). Sehingga para kaum perempuan tidak terlalu menyepelekan tentang penyakit tersebut. Mulai saat ini juga harus lebih memperhatikan tentang kesehatan, dan salah satunya adalah ‘kanker’.

Tepat pukul 17.30 WIB acara pun selesai. Tim Kewanitaan DPRa Sitimulyo yang beranggotan Ibu Farikhah, Ibu Darsih dan bidan Niken berpamitan. Ibu-ibu PKK juga pulang dengan membawa ilmu baru yang semoga bermanfaat. Amin.
-----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Hilmi Aminuddin: Semua Mendekat ke PKS

VIVAnews - Setelah mengajak kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera membaca surat Al Fatihah bagi korban bencana Situ Gintung, Ketua Majelis Syura PKS Hilmi Aminuddin mengungkapkan secuil rahasia arah koalisi. Sejak tiga bulan lalu, Hilmi mengaku disibukkan dengan lamaran ke PKS.

Ini tanda kemenangan kata Hilmi. "Bahwa PKS ada di hati seluruh bangsa sehingga semua mendekat ke PKS," ujarnya dalam orasi politik kampanye rapat umum PKS di Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin 30 Maret 2009.

Jika ada yang terus menanyakan akan ke mana arah PKS, Hilmi mengatakan PKS tidak berubah, tetap sebagai partai dakwah. PKS tidak membebani gerakan dakwah dengan korupsi, kolusi dan nepotisme. "Kita tak mencemari semangat reformasi karena kita partai pelopor reformasi," katanya.

Hilmi juga menceritakan pengalamannya 6 hari lalu di mana ada permintaan mendadak dari Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk berdiskusi di rumah beliau di Cikeas, Bogor. Yudhoyono merasa optimistis bersama PKS karena itu ingin memperpanjang koalisi.

"Saya katakan koalisi belum selesai. Kita selesaikan dulu sampai akhirlah. Husnul khotimah dululah. Kita tidak melirik yang lain dulu sebelum evaluasi partner kita," kata Hilmi.

Hilmi juga mengatakan bahwa arah koalisi PKS ke depan adalah koalisi dengan partai yang prorakyat. Sebab PKS tidak ingin menjadikan rakyat saling bersaing secara terbuka di pasar. "Kita tentu akan mendukung calon presiden yang berjuang kuat untuk membela rakyat," ujar Hilmi.
------
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Laksar Pelangi Kunjungi Kemloko

Senin, 30 Maret 2009

Reporter : Abu Zalfaa’
KEMLOKO: Hujan rintik-rintik mengiringi langkah kami menuju dusun Kemloko desa Srimartani. Hari itu, Sabtu (28/3/09), pukul 18.45 WIB kami tracking untuk memenuhi permohonan kader dan simpatisan Partai Kita Semua (PKS) Kemloko dengan menyuguhkan hiburan edukatif bagi warga setempat.

Meski sepanjang perjalanan hujan turun dan jalanan yang licin, namun dengan mendendangkan nasyid-nasyid perjuangan “kan melangkah kaki dengan pasti, menerobos sgala onak duri…”, perjalanan kamipun terasa indah dan penuh semangat. Sampai di Kemloko, kamipun langsung menuju rumah kader kami, rumah Bapak Syahroni dan Ibu Jazimah (Pos WK). Kehangatan dan kekeluargaan sambutan dari keluarga Bapak Roni, menjadi spirit tersendiri bagi kami.

Setelah menyampaikan salam, bercengkerama dan meletakkan perlengkapan acara malam itu, kamipun bersama-sama menuju Masjid Nurul Huda untuk menegakkan sholat Isya’ berjama’ah. Keramahan warga Kemloko tidak hanya pada keluarga Bapak Roni saja, namun sepanjang jalan menuju masjid, tegur sapa, bahkan canda tawa anak-anak mewarnai keakraban kami dengan mereka.

Jam 20.00 WIB acara Nonton Bareng warga Kemloko dimulai. Meski hujan masih turun, namun antusias warga tetap tinggi. Dari anak-anak, remaja hingga bapak-bapak dan kaum ibu berduyun-duyun ingin menyaksikan hiburan nonton bareng malam itu. Bertempat tepat didepan rumah keluarga Bapak Roni, Layar putih dengan ukuran 4 x 5 m terpasang dan penonton menyaksikan dari teras rumah Bapak Roni.

Diawali dengan tayangan pentas special “ROHMAT IRAMA”, kader Piyungan yang mempunyai suara khas seperti Bang Haji Rhoma Irama, yang mendendangkan lagu-lagu PKS “Memberi Bukti Bukan Janji“ (dari lagunya Perjuangan & Doa) mengundang tepuk riuh dari para penonton.

Suasana bertambah semarak setelah muda-mudi Kemloko hadir dan memadati lokasi, usai mengadakan pertemuan rutin di rumah mas Aris. Kedatangan mereka yang antusias akan NonBar itu, langsung disambut dengan diputarnya film LASKAR PELANGI “limited edition”.

Disebut “limited edition” karena sudah diedit dengan ‘menyisipkan’ iklan-iklan PKS setiap 10 menit tayangan. Beberapa film lainnya juga telah disiapkan istimewa bagi para kader, simpatisan, dan warga pada umumnya dalam rangka mempererat silaturahmi dan memahami Partai yang Kebal Sogokan itu. Editor Film-film tersebut adalah Bapake Haidar, yang malam itu juga sudi hadir di Kemloko.

Menyaksikan Laskar Pelangi, yang sarat nilai-nilai kehidupan dan edukatif bagi anak-anak, juga bagi kita semua, ternyata banyak diminati oleh warga semua usia. Tentunya mereka yang ingin mendapatkan spirit perjuangan mendapatkan yang lebih baik. Bahkan ada dari mereka yang terharu dan menangis menyaksikan kisah para Laskar Pelangi didikan Ibu Muslimah.

Semarak dan gelak tawa selalu mengiringi sepanjang menyaksikan film Laskar Pelangi, bersama teh hangat dan cemilan yang semakin menghangatkan suasana, terlebih disetiap interval 10 menit sang editor, Abu Haidar, menyisipkan iklan-iklan edukatif PKS maupun iklan-iklan lucu lainnya, sehingga tak khayal para penontonpun bertepuk tangan riuh bahkan dengan gelak tawa.

Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 23.15 WIB. Di akhir acara, kami tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Kemloko yang telah sudi menyaksikan nonton bareng film “LASKAR PELANGI“. Semoga dilain waktu bisa mengadakan agenda yang sama dengan film-film negeri tercinta ini yang lebih menarik. [dh]
------
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Massa PKS Luber di Senayan

Jakarta - Stadion Gelora Bung Karno (GBK) yang mampu menampung 100 ribu orang dipenuhi ribuan kader PKS. Tidak hanya itu, 'pasukan putih' juga tampak memenuhi lapangan rumput sepakbola tersebut.

Pantauan detikcom, pukul 11.30 WIB, Senin (30/3/2009), seluruh kursi yang ada di tribun terisi penuh oleh massa PKS sehingga panitia akhirnya membuka pintu utama sebelah utara yang langsung menuju lapangan dan panggung. Mereka meluber hingga ke tengah lapangan.

Dipandu pembawa acara, mereka pun melakukan aksi gelombang manusia dan mengibar-ngibarkan bendera PKS. Berulang kali kata takbir bergema di Senayan.

"Allahu Akbar...Allahu Akbar!" seru ribuan massa PKS.

Kampanye nasional ini dihadiri antara lain oleh Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminudin, Sekjen PKS Anis Mata, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Begitu dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Quran, acara dilanjutkan dengan penampilan grup band Cokelat yang membawakan lagu 'Bendera'. Sambil bergoyang, ribuan kader PKS mengibarkan bendera mereka. Kampanye ini merupakan putaran terakhir kampanye PKS di Jakarta. [detik.com]

Cokelat & Extravaganza
Pemain Extravaganza, Tika Prihatna, rupanya menjadi pembawa acara kampanye rapat umum Partai Keadilan Sejahtera atau PKS. Namun bagi Tika, PKS adalah singkatan dari Partai Kaya Seni.

"Selain Partai Kita Semua, juga Partai Kaya Seni," kata Tika membawa acara kampanye di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin 30 Maret 2009.

Tika mengomentari penampilan band Cokelat yang membawakan lagu Bendera. Meski dikenal lebih memilih nasyid, kader dan simpatisan PKS rupanya ikut menikmati hiburan rock ala Cokelat itu.

Mereka berjingkrak mengikuti irama. Bendera PKS berkibar-kibar di antara lebih dari seratus ribu peserta yang mengenakan pakaian putih. Mata mereka tertuju ke panggung di mana vokalis Cokelat, Kikan, yang mengenakan pakaian serba hitam bernyanyi. Usai lagu berhenti, takbir pun bergema berkali-kali. [vivanews.com]
----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

"If you vote us, We will fight for you"

"If you vote us, we will give you good governance. We will fight for you," kata Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Tifatul Sembiring, dalam orasi politiknya di Gelora Bung Karno, Jakarta. Itulah janji PKS pada konstituennya.

Tifatul lalu dengan penuh semangat mengajak rakyat menggunakan hak pilih. "Jangan Golput. Kalau Golput yang terpilih tentu yang bermental tidak baik," katanya Senin, 30 Maret 2009.

Tifatul mengatakan partainya masih yang paling bersih. "Tidak ada satupun yang tertangkap KPK," ujarnya. Bahkan, lanjutnya, Komisi Pemberantasan Korupsi sudah mengklarifikasi pernyataan Abdul Hadi Djamal terkait Rama Pratama. "Pertemuan Four Season tidak terkait langsung kasus Abdul Hadi Djamal," katanya.

Dia meminta kadernya jangan melakukan kecurangan dan juga mengantisipasi kecurangan kelompok lain. Dengan begitu, bisa mendorong perubahan.

Tifatul juga mengingatkan agar peserta kampanye menyumbang untuk korban bencana Situ Gintung. "Kemarin, di Jawa Barat terkumpul 100 juta," katanya.

Usai orasi, Tifatul memperkenalkan calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat PKS dari daerah pemilihan DKI Jakarta. Para calon itu disebut namanya satu persatu kemudian diarak keliling lapangan menggunakan enam buah mobil.

Nyanyi sebelum orasi
Suara Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Tifatul Sembiring, rupanya cukup merdu. Dalam kampanye PKS di Gelora Bung Karno, Senayan, sebelum berorasi Tifatul menjajal suaranya berduet dengan Ipang BIP.

Mereka berdua menyanyikan 'jingle' lagu kebanggaan PKS dalam kampanye Senin 30 Maret 2009 itu.

Harapan itu masih ada
Selagi kita bersama
Saatnya berikan yang kita punya tuk bangsa

Partai keren sekali
Pasti keren sekali
Penuh kasih dan sayang
Partai kalem dan santun
Pasti koruptor sebel
PKS itu partai kita semua

Massa kampanye pun memberi tepuk tangan pada pimpinan partainya yang bernyanyi dengan Ipang. Kombinasi vokal Ipang yang serak dan rock itu berpadu dengan suara Tifatul yang merdu bercengkok Melayu.

Usai mereka bernyanyi, takbir kembali menggema. Tifatul lalu berorasi menyapa kader PKS. Sebuah pantun sebagai pembuka.

Kalau bukan setetes cinta,
Kan kugubah sebait puisi.
Kalau bukan karena cinta
Takkan mungkin aku di sini

Massa pun kembali berikan tepukan yang lebih meriah bagi pria berdarah campuran Karo dan Minang itu. [VIVAnews.com]
----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

“Tukang Es Naik odong-odong, Pilih PKS Dong”

Selain artis ibukota, Kampanye Akbar PKS di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta Selatan pagi ini, juga dimeriahkan oleh dua buah ondel-ondel raksasa, yang didatangkan langsung dari Perkampungan Betawi di daerah Jagakarsa Jakarta Selatan.

Seperti layaknya kader PKS, dua ondel-ondel yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan ini juga menggunakan kostum dan atribut PKS.

Ondel-ondel laki-laki, menggunakan kemeja lengan panjang berwarna hitam dengan logo PKS di sisi kanan atas kemeja. Pada sisi tengah kaus terbentang tulisan “Tukang Es Naik odong-odong, Pilih PKS Dong”. Sedangkan ondel-ondel perempuan menggunakan gaun warna kuning dengan selendang putih melingkar di pinggangnya. Pada sisi kanan atas gaun, juga terdapat logo PKS, dan pada sisi tengah gaun terdapat tulisan “Makan Pepes Anget-anget, PKS Oke Banget”.

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah PKS Jakarta Selatan, Drs. Khoiruddin,M.Sc., PKS sengaja menghadirkan ondel-ondel dalam kampanye akbar ini, dengan tujuan untuk menghibur masyarakat sekaligus turut serta melestarikan budaya Betawi yang mulai langka di temui di Ibukota.

“Ondel-ondel yang merupakan kebudayaan masyarakat Betawi sudah mengakar berpulu-puluh tahun. dan harus dilestarikan keberadaannya. Dan ini juga merupakan tugas dari partai politik untuk melestarikan budaya bangsa,” tutur pria yang juga menjadi calon Anggota dewan PKS DPRD DKI Jakarta daerah pemilihan Jakarta Selatan.

Pada kampanye PKS sebelumnya di Lapangan Blok S, PKS juga menghadirkan kesenian Lenong Betawi untuk menghibur para kader dan simpatisan.(adine/pk-sejahtera.com)
-----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

'Tak punya malu, tak ada sungkan'

by salwangga
----
Begitulah anak muda. Semangatnya selalu menggelora. Boleh dikata, 'tak punya malu, tak ada sungkan'. Memang, untuk dakwah dan kebaikan bangsa negara buat apa gedhein rasa malu. Jangan karena 'malu sebagian dari iman' lantas buat berkiprah koq malah malu.

Kebayang aja sih, anak-anak muda sekira usia 20-an slasap slusup ke pasar Kembangsari. Nyapa sana-sini. Dari mbok-mbok bakul yang mbesengut dagangan belum lagi, bisa jadi senyum gara-gara di 'colek' sama pks. Colekannya maut pula. "dagangan laris mani bu'e", pinter nyuri perhatian. Itu memang pertanyaan, tapi, bernada do'a. Kalau saja mbok bakul tadi gak senyum, oalah, bisa nyia-nyiain doa tuch. Makanya, bener banget, tebarlah do'a dengang sering-sering bertanya.

Saat masih sekolah -sma- disuruh beli cabe aja mlingsut. Apalagi ke pasar beli sayuran. Boro-boro jual hasil kebun yang notabene memang untuk beli buku. Lah, ini, gara-gara pks jadi para pemberani dan tak lagi ada rasa malu. Cuap-cuap seperti bakul jamu era 90-an. Bawa mobil, parkir, buka kap, teriak-teriak, "bapak-bapak, ibu-ibu, ingkang kagungan panu, kurap, kudis, mangga, mang cerak mriki, wonten sedaya obate. Jamune pak gundul niki, sampun kawentar mboten mawon namun donyane manungsa. nanging ugi donyane lelembut ugi sampun pitados...." walah....

But, salut. Semoga masa muda kalian selalu penuh semangat, dan terpenting adalah, "tak tahu malu" untuk urusan dakwah. Justeru setan-lah yang akan takut menggoda. Pesen sal, jangan lupa buku diary. Tulis setiap hari segala pengalaman. Unik, nyentrik, lucu, kadang drop semangat. Tulis aja. Itu bukti buat anak cucu nanti, "inilah perjuangan pendahulu kalian", rasakan kebanggaan berkata itu 30 tahun mendatang.
----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Rumah Mewah atau Rumah Da'wah?

by A-Has
----
Semilir angin menyambut kehadiran Laskar Srimartani yang datang satu-satu. Sore itu (Sabtu, 28/3) mereka berkumpul di sebuah rumah ‘mewah’ (mepet sawah) di kawasan Somokaton Sitimulyo. Rumah ‘dakwah’ (cedak sawah) yang asri ini memang menjadi tempat favorit bagi kader-kader Piyungan buat merancang amal da’wah. Bukan hanya untuk DPRa Sitimulyo, tapi DPRa yang lain serta syuro level DPC juga menjadi pelanggan tetap. Disamping suasana ‘eksternal’ (udara, ketidakbisingan) yang mendukung juga karena support ‘internal’ (sohibul bait yang baik dengan ‘ube rampe’nya) yang menjadikan ‘rumah mewah’ ini menjadi pilihan buat konsolidasi kader.
----
Setelah dibuka dengan basmalah oleh akh Eko Heri sekjen DPRa Srimartani, lantunan kalam ilahi menyapa peserta majlis syuro yang duduk melingkar. Ayat-ayat jihad surat At-Taubah yang dibacakan akh Dhanie Asy-Syakib memang pas untuk terus menjadi tadzkirah di saat seperti ini. Kader aseli Wonogiri yang ber-isteri-kan akhwat Kuden Sitimulyo ini memang dikaruniai suara yang merdu.

Sambil nyruput teh hangat dan menikmati jagung rebus, syuro berlanjut dengan pembahasan agenda dakwah yang dipimpin oleh Rusdi Martono. Berkostum black HAMAS, kepala suku Srimartani ini dengan lugas membahas program yang sudah berjalan dan merancang agenda kedepan. Syuro tampak hidup dengan partisipasi 8 akhwat dan 7 ikhwan yang hadir sore itu. Syuro dalam hangatnya ukhuwah memang menjadi energi perjuangan yang tak bertepi. Optimisme dan semangat yang terpancar dari ketulusan wajah-wajah yang hadir seakan menepis keputusasaan yang melanda negeri ini.

“…..hayya alal falah…..”
Panggilan kemenangan yang mengalun segera disambut dengan mengakhiri jalannya syuro. Asa dan azam mengiringi langkah-langkah kader untuk ruku’ dan sujud memohon kekuatan dan keridhoan-Nya.

Selepas maghrib, barisan laskar ikhwan Srimartani menuju 3 titik di dusun yang berbeda guna merealisasikan rancangan proker yang sudah dibahas sore tadi. Dusun Tambalan ada sosialiasi pemilu, Mutihan persiapan peresmian masjid yang ‘dibidani’ PKS, di Kemloko ada nonbar ‘Laskar Pelangi’ sebagai sarana komunikasi dan ‘penjagaan’ (calon) konstituen.

Malam minggu malam yang ditunggu
Untuk berbagi demi impian negeri yang maju

-----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Indramayu Jadi Lautan PKS

Kampanye PKS di Indramayu berlangsung meriah. Selain diisi orasi politisi nasional, seniman lokal juga turut tampil. Membawakan lagu tarling berjudul 'Warung Pojok', Abdul Azid membius massa PKS.

Pantauan detikcom, Minggu (29/3/2009) di GOR Singalodra, Indramayu, Abdul Azid yang memakai ikat kepala khas Sunda, dan memakai kemeja coklat lengan pendek, didaulat tampil setelah orasi politik.

Lagu 'Warung Pojok' bernada keroncong dangdut yang dinyanyikan pria sepuh yang dikenal luas publik Jawa Barat ini segera saja membuat massa bergoyang. Tidak terkecuali Anggota Dewan Syuro PKS Hidayat Nurwahid dan Ketua FPKS DPR Mahfudz Sidik.

Acara, kampanye dimulai sekitar pukul 13.00 WIB, ribuan pendukung PKS hadir dari berbagai wilayah di Indramayu dan Cirebon. Mereka umumnya menggunakan truk dan motor.

Dalam orasinya, Hidayat mengajak masyarakat agar memilih caleg yang berkualitas, agar dihasilkan lembaga legislatif yang lebih baik.

"Karena DPR yang baik akan mampu menghadirkan pemerintahan yang bersih termasuk pemerintahan yang mampu mengelola sumber daya secara maksimal," jelas Hidayat.

Dia pun sempat menyinggung soal kilang minyak Balongan yang berada di Indramayu. "Di Indramayu ada minyak Balongan, ada laut, tapi apakah sudah dinikmati masyarakat atau belum?" tanya Hidayat.

"Belum..." jawab pendukung PKS serempak.

Kampanye juga dihadiri berbagai macam komunitas pedagang asal Indramayu, yang berwirausaha di Jakarta. Mereka ikut naik ke panggung, dan mengaku pulang dalam rangka memenangkan PKS.

"Ini sangat luar biasa. Mereka pedagang sekoteng, tahu gejrot, gorengan dan lainnya pulang kampung untuk memenangkan PKS. Harusnya yang di Indramayu dan Cirebon lebih bersemangat lagi," terang Hidayat. [detik.com]
----

posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Mimpi Besar Itu Firdaus

Oleh Muhsinin Fauzi
Rasulullah SAW bersabda, ''Jika engkau memohon kepada Allah SWT, memohonlah surga Firdaus karena ia adalah surga paling tinggi, atapnya adalah arsy Allah yang Maharahman.''
Rasulullah SAW juga bersabda, ''Barang siapa yang harapannya, tujuannya akhirat, maka dunia datang padanya, sedangkan ia tidak membutuhkan lagi.'' Dua hadis ini memberikan pelajaran sangat penting. Pertama tentang mimpi kita yang seharusnya melesat melampaui dunia, yaitu surga Firdaus. Kedua tentang mimpi yang akan berdampak baik terhadap urusan dunia kita.

Dua hadis ini juga memiliki alur logika yang sangat kuat dan sering dijadikan rumus motivasi. Pertama, motivasi yang sangat tinggi akan memberikan inspirasi dan lebih mendobrak.

Potensi kita keluar berlipat-lipat. Persiapan musafir dari Jakarta menuju Bali tidak sama dengan pelancong yang tujuannya hanya ke Cirebon, apalagi cuma sampai Bekasi.

Kedua, untuk menggapai kebebasan finansial, rumusnya, buatlah uang mengejar kita, bukan sebaliknya. Ketiga, jika kita cermati, para pewaris Firdaus adalah mereka yang sangat berkualitas luar dalam. Hanya membuat dunia mengejar mereka adalah perkara mudah.

Ada enam kualifikasi pewaris Firdaus di surat Almukminun [23] ayat 1-11. Pertama, shalat dengan khusyuk. Untuk khusyuk, kita perlu menyediakan fasilitas ibadah yang baik dan mengatur segala urusan kehidupan sehingga tidak meng ganggu shalat.

Kedua, berpaling dari hal yang tidak berguna. Karakter orang sukses adalah berorientasi pada manfaat. Potensi waktu, otak, tenaga, dan harta tidak untuk sesuatu yang sia-sia.

Ketiga, menunaikan zakat. Firdaus bukan milik orang pelit dan tidak mampu berzakat. Para pewaris surga adalah mereka yang pandai mengelola aset sekaligus bergairah dalam berzakat. Yang terpenting adalah menjadi orang yang mampu berzakat, bukan men jadi orang kaya.

Keempat, menjaga kehormatan dan mampu menahan diri. Kelima, menjaga amanah. Dengan konsisten menjaga amanah, setumpuk kepercayaan dan kedudukan penting akan datang menghampiri.

Keenam, menjaga shalat sehingga terjaga kesalehannya. Para pewaris Firdaus adalah orang saleh yang berdaya. Mereka tidak dipermainkan dunia yang nista, tapi memainkan dunia sehingga menjadi mulia. Jadi, mimpi besar kita hendaklah Firdaus, bukan yang lain. [Republika, 30/03/09]
-----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PKS Galang Bantuan Korban Situ Gintung

Sabtu, 28 Maret 2009

Jakarta - Jebolnya tanggul Situ Gintung mengejutkan semua orang. Musibah yang terjadi pada Jumat (27/3) pukul dua dinihari tersebut telah mengakibatkan banyak jatuh korban jiwa dan kerugian materil. Sejak hari pertama DPP PKS melalui Posko Penanggulangan Bencana (P2B) telah berada di lokasi Musibah.

Disamping menurunkan relawan, PKS yang yang dikenal 'peduli' juga memberikan bantuan kepada korban musibah Situ Gintung. Dengan penggalangan dana dari kader dan simpatisan, PKS ingin meringankan beban masyarakat sekitar Situ Gintung.

"Sampai sekarang kita terus menggalang dana dari simpatisan dan kader berupa sembako, pakaian layak pakai dan obat-obatan," ujar Ketua Fraksi PKS DPR RI Mahfudz Siddiq kepada INILAH.COM di Jakarta, Sabtu (28/3).

Mahfud menyatakan, PKS sudah sejak hari pertama turun ke tempat musibah untuk memberikan bantuan berupa pencarian korban-korban. "Kita juga sudah membuat dapur umum. Kalau dari DPP kita serahkan penanganannya ke DPW Banten dan Tenggerang," katanya.

Terkait berdatangannya petinggi-petinggi parpol mengunjungi masyarakat korban tanggul jebol itu, PKS menilai seharusnya tidak perlu dilakukan. "Karena yang dibutuhkan masyarakat disana itu adalah bantuan langsung bukan tinjauan-tinjauan dari petinggi parpol. Enggak penting itu," ungkapnya.

Mahfudz menyatakan, dengan adanya kejadian tanggul jebol yang telah merenggut puluhan nyawa itu sebaiknya pemerintah segera melakukan antisipasi terhadap tanggul-tanggul yang sama agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kita tahu di sejumlah daerah ada situ sejenis yang juga sudah tua, dalam musim hujan yang masih berlangsung ini harus ada pengecekan ulang agar tidak terjadi hal serupa," pungkasnya. [sumber: inilah.com, situs dpp pks, dll]
----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Kampanye PKS Tegal: Al Fatihah Buat Korban Situ Gintung

Tegal - Mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid menjadi jurkam dalam kampanye PKS di Tegal, Jawa Tengah. Dia mengajak ribuan simpatisan PKS untuk hening cipta sejenak, mendoakan puluhan warga yang menjadi korban ambrolnya Situ Gintung.

"Kita sedang mendapatkan musibah, kemarin di Jakarta ada tanggul jebol. Kita harus peduli. Kalau tidak bisa secara langsung, mari kita yang di sini berdoa," kata Hidayat dalam kampanye yang digelkar di Lapangan Dukuh Salam, Kecamatan Slawi, Tegal, Sabtu (28/3/2009).

"Kita doakan yang dipanggil oleh Allah supaya mati syahid. Yang masih diberi kesempatan untuk melanjutkan kehidupan, supaya diberi ketabahan. Al Fatihah...." seru NHW yang kemudian memimpin doa tersebut.

Kepada massa, NHW mengatakan, petaka Situ Gintung merupakan pelajaran bagi pemerintah, khususnya Departemen Pekerjaan Umum. Banyak waduk dan juga saluran irigasi yang sekarang ini dalam kondisi kritis. Selain berpotensi menimbulkan bencana, kondisi tersebut sangat menyulitkan para petani.

"Pada forum ini saya tegaskan, agar pemerintah betul-betul maksimal melaksanakan tugasnya, terkait dengan masalah irigasi, situ, dan sebagainya, supaya tidak terjadi lagi," pungkasnya.

Kampanye ini juga dihadiiri oleh Caleg DPR RI Jawa Tengah Dapil IX (Brebes, Tegal, Kota Tegal, Susmono. Susmono saat ini masih tercatat sebagai anggota Komisi IV DPR. Usai kampanye di Tegal, HNM melanjutkan perjalanannya ke Pekalongan. (detik.com)
------
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Anis Matta: Tembus 20% PKS Usung Capres Sendiri

JAKARTA - Meski beberapa hari ini PKS 'menjajaki' berkoalisi dengan PD, Sekjen PKS Anis Matta menegaskan PKS tetap menargetkan mengusung capres internal. Ini akan dilakukan kalau perolehan suaranya mencapai 20 persen.

Terlebih hasil survei internal menunjukkan PKS sudah menembus angka 10 persen. ''Hasil pemetaan kami di dapil-dapil (daerah pemilihan-Red) setelah 10 hari masa kampanye terbuka, suara PKS sudah di atas 10 persen,'' kata Anis. Pada Pemilu 2004, PKS mendapatkan suara 7,4 persen.

Anis menegaskan, metode pemetaan PKS ini cukup menjamin kalau perolehan suara PKS bisa lebih besar dari hasil pemetaan. ''Kita tidak menghitung mereka yang masih belum menentukan pilihannya. Pemetaan ini khusus untuk konstituen dan kader PKS yang sudah jelas pilihannya.'' Dengan kondisi ini, target PKS memperoleh dukungan 20 persen suara nasional sangat rasional. [Republika, 28/3/09- edited]
------
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Yang Menguatkan [pengakuan Ust.Hidayat tentang si dia]

Di dalam blog-nya, ustadz Hidayat Nur Wahid menulis:

"Saya bersyukur didampingi perempuan-perempuan yang kuat. Ada ibu saya. Almarhumah istri pertama. Dan sekarang istri kedua."

"Sungguh, support dari makhluk Allah yang kerap diidentikkan dengan kelemahan ini amat menguatkan setiap langkah saya dalam beraktivitas.

Termasuk di antaranya, dukungan istri ketika berkampanye di Lapangan Blok S, Jakarta Selatan, Jumat (20/3/2009) lalu. Padahal, istri saya tengah mengandung 7 bulan, buah cinta kami. Bukan cuma 1, tetapi kembar 2 anak lelaki !

Subhanallah…"
-----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Bangsa yang Bergerak

Oleh Zaim Uchrowi
----
Di tengah hiruk pikuk kampanye hari-hari ini, ia memberi kabar menyegarkan.

Namanya Pandu, seorang siswa kelas XII SMA 8 Jakarta. Ia anak seorang kawan, Nidzom, yang dulu merintis dan membangun Perpustakaan Republika hingga menjadi seperti sekarang. Ketika banyak anak seusianya sedang bingung mencari kerja atau kuliah, ia telah memperoleh kepastian.

Ujian Akhir Nasional belum berjalan. Namun, Pandu telah mendapat tempat di berbagai universitas penting Amerika. Ia telah diterima di MIT, Yale, hingga Columbia University. Ia masih mengharapkan untuk tembus Harvard. Baginya, bintang terjauh, gunung tertinggi, serta samudra terluas harus ditaklukkan. Jangan pernah melangkah setengah bila mampu menjangkau penuh.

Pandu hanya salah seorang yang mewakili bangsa yang tengah bergerak: Indonesia ini. Banyak Pandu lain di negeri ini yang juga bergerak. Terkadang, pergerakannya bukan dalam bentuk yang membuat orang lain terperangah. Atau yang dapat membuat bertepuk tangan. Misalnya, mereka yang tengah memperjuangkan nasib seperti para korban lumpur Lapindo Sidoarjo. Ratusan ibu rumah tangga sederhana itu datang ke Jakarta sama sekali bukan buat berwisata. Mereka hanya ingin didengar para pemimpin: Agar dibantu mencari jalan keluar dari keterpurukan setelah kehidupannya tenggelam oleh luapan lumpur itu.

Ratusan ribu politisi, yang sekarang aktif berkampanye memperebutkan kursi legislatif, juga bergerak. Sebagian tentu punya agenda jelas untuk memperjuangkan sesuatu yang dipandangnya penting bagi bangsa ini. Sebagian dengan kesadaran penuh ingin menjadikan kursi DPR semacam profesi: pekerjaan nyaman yang memberi kekayaan, kekuasaan, juga kepopuleran. Sesuatu yang sah buat dijalani. Atau, kata seorang kawan lain, ''buat membeli kehormatan.'' Apa pun tujuannya mereka rela berdarah-darah berjuang untuk mendapatkan posisi itu.

Banyak di antara kita yang masih gamang membayangkan. Akan sampai mana ujung ingar-bingar politik yang terwakili oleh pemilihan umum ini. Akankah benar-benar mengantarkan Indonesia menjadi bangsa maju seperti bangsa-bangsa tetangga? Ataukah, demi mempertahankan istilah demokrasi, kita siap untuk hanya berujung pada kegaduhan demi kegaduhan? Tampaknya hanya waktu yang akan dapat menjawabnya secara persis. Yang dapat kita lakukan adalah terus berusaha untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, selain tentu saja berdoa. Kata orang bijak, tugas manusia memang hanya berusaha dan berdoa. Hasil adalah buah dari usaha dan doa tersebut. Itu sepenuhnya urusan Tuhan. Bukan urusan kita. Dari sudut pandang ini, manusia memang harus terus bergerak. Nilai manusia ditentukan oleh seberapa banyak bergerak. Tak ada amal yang dihasilkan tanpa bergerak. Meskipun pergerakannya pergerakan hati. Tak ada kemajuan yang dapat dicapai dengan diam. Dalam sudut ini, diam jelas bukan emas. Yang emas adalah bergerak dan bergerak.

Yang kemudian menjadi tantangan adalah: Ke arah mana kita harus bergerak? Buah kemajuan apa yang bakal kita peroleh dari berbagai gerak selama ini? Itu pertanyaan sederhana, tapi penting buat dicermati. Kumpulan gerak tak selalu menghasilkan kumpulan buah. Tanpa kesesuaian arah, tanpa keserempakan, antargerak dapat saling melemahkan. Bila demikian, jangan harap ada buah yang dapat diperoleh. Karena itu, kesesuaian arah adalah penting. Keserempakan gerak merupakan kesemestian. Kesesuaian arah dan keserempakan gerak terus akan terbangun bila ada ketulusan bersama dan kesatuan hati. Itu yang perlu untuk terus kita tumbuhkan, terutama di hari-hari kompetisi politik saat ini. Dengan ketulusan bersama dan kesatuan hati, bangsa ini akan bergerak secara indah hingga mampu berbuat seperti Pandu yang menaklukkan bintang terjauh, gunung tertinggi, dan samudra terluas itu. [Republika, 27/3/09]

-----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Pelangi PKS

Jumat, 27 Maret 2009

Emang MERAH bisa PKS?
Untuk Indonesia yang lebih baik, KENAPA TIDAK?

-----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

"Emang, semua rakyat Indonesia bisa PKS?"

by salwangga
----
Sal juga tersenyum geli pertama melihat itu. Di bilangan ancol Jakarta Utara, setiap berangkat atau pulang kantor sal sempatkan tersenyum jika memandang.

"Emang kuning bisa pks?" begitu tulisan itu.

Kebetulan warna disana hanya tiga. merah, kuning, hijau. Biru-nya gak/belum ada. Karena sal 'orang biru', dalam hati tersenyum juga. "Jangan-jangan ada birunya nih" pikir sal.

Baca postingan ini ("Pelangi PKS"), eh, ada juga warna biru itu. Secara, dari muasal memang semenjak remaja dulu, sal aktive berkiprah di Srimartani maupun Piyungan dengan bendera biru.

Bersama rekan seperti, Samsuhadi, Sumardiana-petir, Mujahid, Aziz, Akhid Darmawan, Yusron Nurkholis-munggur, dan, banyak lagi. Lupa nama mereka satu persatu. Sekira tahun 90-an lah. Dari semenjak cuma 3 partai.

Coba saja, kalau tahun itu sal sudah hobby nulis. Tentulah banyak banget kenangan sejarah kiprah sal di rumah sendiri. Meskipun sekedar catatan diary. Sekarang baru nyesel, semua itu serasa hilang. Tak berbekas. Lupa.

"Ikatlah ilmu dengan menuliskannya" kata Ali bin Abithalib. Tradisi orang-orang zaman dulu memang cuma dengar-cerita. Tak ada tulis menulis. Lantas, Rasulullah mendobrak dengan dasar wahyu pertama "iqra".

Dini sal katakan, "ikatlah pengalam-mu dengan mencatatnya", karena 10 atau 20 tahun mendatang, kamu pasti akan tersenyum dan perlu kenangan akan segala kiprahmu.

Gara-gara "emang biru bisa pks?" sal jadi tersenyum sendiri. Memang sih, dusun Petir dimana sal menumpahkan tangis pertama kali, basis biru. Tapi, disini sal kasih semangat ke siapa saja yang memang pengin benar dengan cara yang benar dan untuk kebenaran.

jadi, "emang, semua rakyat indonesia bisa pks?" :) tergantung kader and market tentunya. [sal]
------
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

'Sarapan Pagi' Laskar Srimartani


by Ken Sri
--------
Sang pagi sedang mengumbar pesonanya. Diiringi semilir bayu menggelitik kulit. Sisa hujan semalam pun belum terserap sempurna oleh bumi. Udara terasa begitu fresh, nyaman sekali. Lambaian gemulai pucuk padi siap panen, menyenangkan tiap mata yang memandang. Hati pun bersorak, Srimartani... gemah ripah loh jinawi..!

Matahari masih malu-malu menyembul. Maklum baru jam 6, mendung pula. Tapi laskar Srimartani sudah berkostum rapi. Ngumpul di rumah pak Agung Daraman. Bukan kondangan lho ya..., tapi briefing, mengawali aksi spreading & sosialisasi pencontrengan. Kalo kemarin-kemarin kami blusukan dari kampung ke kampung, maka pagi ini (Kamis, 26/3), giliran pasar Kembangsari (the only one traditional market in Srimartani) jadi pilihan. Ada rangkaian bunga warna-warni, stiker, daftar caleg PKS lengkap, pamflet. Spesimen surat suara untuk simulasi pemungutan suara juga ada. Pokoke Komplit Sekali (PKS). Pernak-pernik itu amunisi kami buat spreading.

Para bakul pasar mungkin sudah hapal sama kami. Datang pagi-pagi, bawa pick-up, trus muter sholawatan. Rak yo soko PKS! Terbukti, saat kami baru nyampe pelataran parkir ibu-ibu bakul berseru, “Wah, ada rombongan PKS. Pada mau bagi-bagi apa ni?!”

Kalo menjelang Idul Fitri kami biasa bagi-bagi kado lebaran. Nggak mau pemilu aja PKS suka bagi-bagi, apalagi mepet pemilu gini. Pasti bagi-baginya lebih banyak ni. Mungkin gitu ya pikir mereka. Ada benernya juga, emang ada macem-macem yg bakal kami bagi. Ya pernak-pernik amunisi yang jadi bekal kami tadi (he...he...).

Dengan telaten, para bakul dan pembeli kami samperin satu-satu. Lempar senyum trus lanjutin,
“Assalamu'alaikum pakdhe budhe, ngaturi sugeng...., wah laris manis meniko daganganipun..”
Yang tadinya cuek, disapa gitu langsung sumringah. Orang jawa je, sehebat apapun aksara jawa yen dipangku mati.

“Ngemutaken, tanggal 9 Kemis pahing ampun kesupen tindhak TPS, bu”
“Tenang wae mbak, wis suwe oleh ku rencana pilih PKS,” ujar ibu berbaju biru.
“Alhamdulillah... nyuwun pangestunipun nggih budhe..”
Senyum selalu menyungging di bibir, meski belum sempat sarapan (lapar bisa mempengaruhi kualitas senyum nggak ya....?)

Once upon a time….. Di ujung pasar blok sebelah timur……,
“Mas lha duitnya mana?”
Olala, masih ada juga yang mengharapkan suaranya dibeli murah?? Dua puluh rebeng buat lima taon bo!! Uang segitu paling pol bisa ngganjal perut berapa hari sich?
“PKS gak mau dipilih karna uangnya bu. PKS ingin dipilih karna bersih, peduli, dan profesional...”

---
Begitulah pernak pernik menyapa para bakul, pembeli, orang lewat yang hilir mudik di pasar Kembangsari pagi itu. Alunan sholawat yang membahana dari atas mobil pickup PKS mengiringi langkah kader ikhwan wa akhwat menyusuri lorong-lorong pasar. Tak cuma sholawatan yang terdengar, secara bergantian duet Ketua & Sekjen DPRa berorasi diatas pick up. Tak sekedar berorasi, dengan boso jowo yang kental (kopi kali), duet maut DPRa Srimartani ini juga mempraktekan cara mencontreng yang benar.

Saking asyiknya bersosialisasi dan spreading, gak terasa matahari semakin menyengat. Waktunya cabut ni. Lagian semua bakul udah rata dikunjungi. Akhirnya, tepat pukul 8 Laskar Srimartani berpamitan.

“Ibu-ibu, bapak-bapak lan simbah-simbah, kulo sa rencang PKS Srimartani ngaturaken agunging panuwun awit kawigatosanipun warga Srimartani, mugi tansah berkah lancar rizkinipun. Kupat kecemplung santen, sedaya lepat nyuwun pangapunten. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh…..” akh Eko Heri sang sekjen menutup acara pagi itu. [ks]

----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PKS Sitimulyo:Roadshow Sosialisasi Pemilu dusun Banyakan

Reporter: BDE
Tak kenal lelah adalah hal yang lajim bagi kader PKS, terhitung dari nama partai masih PK hingga kini kerja kader PKS tak pernah habis kegiatan (never ending PKS) itulah bedanya dengan yang lain. Muda, Gesit, Semangat dan pantang menyerah itulah kader PKS.

DPRa Sitimulyo kembali mengadakan sosialisasi untuk Pemilu 2009, Senin (23/3). Masih seperti malam sebelumnya, Pak Amir (aleg dan caleg) yang dibantu oleh Pak Abdilah dan Pak Agus Sofyan mengadakan sosialisasi ke masyarakat dusun Banyakan III RT 03 bertempat di kediaman bapak Wiskam. 60-an warga hadir membajiri kediaman pak Wiskam, tak ayal hingga ke halaman rumah beliau. Maklum, dusun Banyakan III (wilayah tempat tinggal pak Amir) merupakan lumbung suara PKS Sitimulyo.

Dengan bantuan teknis dari Tim Hamas Sitimulyo, Pak Amir memberikan penjelasan surat suara yang sah dan yang tidak sah. Malam itu masyarakaat diajak bagaimana membuka, mencontreng, hingga menutup kembali kartu suara yang benar tanpa merusaknya.

Setelah disimulasikan oleh petugas malam itu perwakilan warga diminta untuk mencoba mempraktikan cara yang telah diperagkan. Disetiap aksi pastilah ada hal yang menarik, kali ini yang menarik perhatian yaitu salah satu warga disaat membuka dan mencontreng tidak menemukan kendala. kendala yang datang ketika akan melipat kembali surat suara, beliau merasa kebingungan sampai dipandu
dengan bersama-sama pun masih menemui kesulitan. Dengan sigap dan telaten salah satu tim mengajarkan cara melipat surat suara yang sudah terurai, dalam hitungan per mili second surat suara dapat dilipat kembali ini dilakukan berulang kali.

Setelah tuntas tidak ada warga masyarakat yang kebingungan dalam pencontrengan, tepat pukul 21.15 WIB acara ditutup dengan berdo'a bersama.
-----

posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Kristolog Pembela Islam Dipenjara di Manado

Kristolog yang juga Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia kota Depok, Insan Mokoginta divonis penjara. Kesalahannya 'ceramah' di masjid.
------
Hidayatullah.com--Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia kota Depok (yang sekaligus kristolog nasional kebanggaan umat Islam), H Insan Mokoginta divonis Pengadilan Negeri Bolaang Mongondow 6 bulan penjara. Pengadilan Tinggi Manado pun menolak bandingnya. Gara-garanya ia dianggap kampanye di masjid.

Kejadian itu berlangsung awal tahun ini ketika ia bersama aktivis Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hakimudin mengadakan Kajian Kristologi dan Pengobatan Islami (Islamic Healing Center). Di sela-sela ia mengadakan training Kristologi itu, Pak Insan –panggilan akrabnya- menyelipkan gambar anaknya yang menjadi caleg DPR-RI dari PKS Dapil Sulawesi Utara.

Karena alasan itulah, ia kemudian diseret pengadilan negeri setempat menjadi narapidana. Pengadilan pun berlangsung kilat. Hanya sekitar seminggu, awal Maret lalu. Pak Insan langsung diketuk palu melanggar pasal pidana pemilu tentang larangan berkampanye di tempat ibadah.

”Pengadilannya berlangsung cepat dan argumen-argumen saya ditolak oleh jaksa dan hakim,” ujarnya kepada www.hidayatullah.com. Ia juga heran kenapa masalah ini tidak ditangani Panwaslu terlebih dahulu dan langsung ke pengadilan.

Dari Pengadilan Negeri Bolaang Mongondow ia diberi kesempatan untuk naik banding ke Pengadilan Tinggi Manado. Memanfaatkan waktu untuk membuat surat naik banding, ia pulang ke Depok. Selain pulang ke rumah, ia juga harus memenuhi undangan-undangan dari beberapa jamaah masjid. Sebelum tanggal 11 Maret ia balik ke Sulut, ia sempat ceramah tentang Kristologi di Semarang dan Lampung.

Setelah menyelesaikan tugasnya ceramah di beberapa daerah, pak Insan kembali lagi ke Sulut. Tapi beberapa hari di Manado ia memberi kabar tak sedap. ”Saya sekarang ditahan,” katanya kepada para pengurus Dewan Da’wah Depok. Ia mengaku, bahwa surat bandingnya ditolak Pengadilan Tinggi Manado. ”Alasanya terlambat,” katanya kepada hidayatullah.com.

Padahal ia pernah menunjukkan surat keputusan pengadilan negeri setempat, kepada pengurus Dewan Da’wah Depok, tidak tertera tanggal batas waktu untuk naik banding dalam surat itu.

Menurutnya, sebenarnya pengadilan harus menerima bandingnya. Karena beberapa saksi telah mengundurkan diri dan mencabut kesaksiannya.

”Saya menduga ada sesuatu di balik ini,”kata Pak Insan. ”Pak Insan sebenarnya sudah lama diincar karena kajian intensifnya dimana-mana tentang Kristologi,”kata Ustadz Denny Abdul Wahab yang pernah menemani Pak Insan roadshow ceramah di Sulut.

Sebenarnya pak Insan sedang menyiapkan pengacara untuk Permohonan Kasasi (PK) ke Mahkamah Agung. ”Tapi kata pengadilan negeri sini, tidak ada PK untuk kasus ini,”ujarnya.

Kini Pak Insan harus menjalani penjara 6 bulan dan membayar denda 6 juta rupiah. ”Alhamdulillah saya bisa ngajar ngaji dari Maghrib sampai Isya’ kepada narapidana,” ujar pak Insan kepada www.hidayatullah.com via telepon kemarin (24/3). Dari pagi sampai jam 7 malam ia boleh berkeliling di penjara itu. Tapi mulai jam 7 malam ia harus masuk ke selnya yang sempit 3x3 m. ”Ada tiga orang di dalam dan ada yang nashrani,”ujarnya.

Dai yang aktif mengisi kajian Kristologi di berbagai daerah ini, mengaku akan membuat buku tentang pengalamannya di penjara ini. Ia heran kenapa masalah kajian Kristologi di Masjid dan hanya menyelipkan keterangan foto anaknya menjadikan dirinya narapidana. ”Kalau dakwah dan menyelipkan kampanye di masjid atau pesantren dijadikan pasal pidana, berapa ribu orang yang akan dipenjara,” tanya Ustadz Denny Abdul Wahab salah satu ketua Dewan Da’wah Depok.* [nh/www.hidayatullah.com]
----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

ICMI dan MUI Keluarkan Maklumat Politik

Rabu, 25 Maret 2009

VIVAnews – Ikatan Cendekia- wan Muslim Indonesia dan Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan maklumat politik untuk mendukung suksesnya Pemilihan Umum 9 April 2009.

Isi maklumat yang ditanda- tangani Muslimin Nasution, Ketua Presidium ICMI dan Amidhan, Ketua MUI, pertama, meminta seluruh masyarakat Indonesia ikut berpartisipasi dalam pemilihan umum dengan menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.

Kedua mengimbau masyarakat agar hanya memilih calon anggota legislatif yang beritegritas tinggi, memiliki keteladanan, jujur, terpercaya, cerdas, dan memahami masalah bangsa.

Ketiga, meminta para calon legislator dan partai agar mengedepankan etika politik, mematuhi aturan, dan tidak melakukan praktek money politics serta black campaign. Mereka diminta tidak memilih cara menghalalkan segala cara untuk menang. Sebaliknya harus menanamkan sikap siap kalah dan siap menang.

Keempat, Komisi Pemilihan Umum sebagai penyelenggara pemilu, diminta menyelenggarakan pemilihan dengan aman, langsung, umum, bebas, jujur dan adil.

Kelima, meminta para pengawas pemilu dan penegak hukum agar netral, tegas, dan adil dalam mengawal pemilu.

Dengan demikian, diharapkan Pemilu 2009 menghasilkan wakil rakyat yang dapat menjalankan amanah rakyat dengan sebaik-baiknya, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
----

posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Harapan Tidak Pernah Datang. Harapan Harus Kita Ciptakan

by salwangga
-----
buat sobatku di srimartani khususnya dan piyungan tentunya....

Serahkan air mata dan pengaduan, hanya kepada Tuhan. Kalaupun harus mati, biarlah setelah melalui perjuangan panjang. Setelah mengalahkan segala tantangan. Setelah menundukkan semua rintangan. Ketimbang tiada kiprah dan tak berbuat apa-apa. Cita-cita demi bangsa dan negara diatas kemuliaan mentalitas dakwah, adalah segalanya. Cinta tanah air, bangsa dan negara merupakan sebagian dari iman.

Tak ada kata menyerah. Harapan selalu ada didepan. Dan inilah, secercah berlian milik para pejuang. Masa lalu meskipun berupa kejayaan, hanyalah milik para pecundang. Mengagungkan diri dari masa lalu. Bangga dengan sejarah. Tapi, tak berkelanjutan. Terlena akan masa belakang. Lupa meracik formula lebih baik di masa datang.

Banyak partai didukung oleh sumber daya manusia bertitel ganda. Triple malah. Bahkan lebih. Sayangnya, banyak diantara mereka terjebak pada intelektualitas belaka. Kecerdasan (otak) boleh setinggi langit. Silahkan saja berkembang terus. Jika mental tetap kerdil, apa guna?

Di dada setiap manusia terbentang luas bak samudera tiada pantai. Membentang tak bertepi. Itulah jiwa. Sanggup berkembang tanpa batas. Satu pribadi yang telah menemukenali diri, dapat mencapai ruhiah ilahi. Dengan bekal gemblengan mabit (malam binaan iman), pencapaian suatu prestasi bukanlan segalanya. Proses menjalani 'itu' dengan segenap jiwa, serasa lebih bermakna. Ikhlas dan sabar adalah penolong utama.

Rukuk dan sujud hanya pada ilahi robbi. Bukan pada manusia. Bukan pada partai. Bukan pada pemimpin. Bukan pada segala bersifat kebendaan. Segala benda dapat lenyap. Bumi memang fana. Semua manusia bisa lupa. Pemimpin dapat saja keseleo kelakuannya. Tapi, selama wajah membekas sujud, santun dan bersahaja senantiasa melekat disana. Masa boleh berganti. Pimpinan silahkan beregulasi. Hanya satu yang pasti, 'ibadah tak boleh berhenti'. Niatkan mengabdi. Hanya tertuju pada Sang Khaliq -pencipta abadi.

Lelah badan itu kodrati. Capek pikiran itu manusiawi. Tapi, menyerah? itu bukan watak umat Nabi (saw). Semakin sering lelah, semakin sering capek, itu pertanda jiwa naik satu tingkat. Jiwa tak pernah lelah tumbuh. Jiwa tak pernah berhenti berkembang. Sampai maut menjemput, meninggalkan raga (jasad) lama berganti dengan jasad baru. Manusia bukanlah penduduk bumi yang mengalami penyesuaian spiritual, tapi, manusia adalah makhluk langit yang mengalami pengalaman manusiawi. Hiruplah setiap nafas kehidupan, sebagaimana kau mencecap kopi penghangat pagi sampai tandas. Jangan sisakan sedikitpun sebelum jiwamu kenyang dan siap menghadap ilahi dengan segala catatan.

Duhai dzat pemilik segala catatan, torehkan langkahku ini dengan tinta paling indah di lembaran-Mu. Jadikan penggugur lalai dan khilaf tapak-tapak masa lalu. Jadikan pemberat amal kebaikan yang akan mengikis segala dosa-dosaku. Engkau Maha Melihat betapa lemah dan papa hambaMu, tapi, Engkau juga Maha Mendengar rintih dan munajad di dadaku. Dengan asma-Mu, kubentengi diri ini dari segala bisikan iblis disekujur aliran darahku. Yang hanya iri atas semangat perjuanganku. Dengan kalimah (laa ila ha ilallah)mu, ku tetapkan aku lah penyeru risalah yang diemban kekasihMu-Muhammad nabi yang ummi itu. Partai ini, gerakan ini, hanyalah wadah. Jiwaku tetap untukmu.

Sobat, menjawab puji-pujian selalu lebih sulit terhadap hinaaan atau tantangan. Jangan lekas berbangga diri jika dipuji. Jangan lekas menunduk malu jika dicaci. Tetap tegak. Tatap lurus kedepan. Banyak yang ingin melihat PKS lelah. Banyak yang ingin menatap PKS menunduk. Tapi, PKS sudah biasa mengontrol diri. Saya yakin itu. Wajah-wajah itu selalu tersungging senyum. Aura itu adalah aura air wudhu. Bekas sujud yang mencerahkan.

Tarapan tidak pernah datang, tapi, harapan selalu kita ciptakan. Hari kemarin adalah mimpi, hari esok adalah bayangan. Jika anda -sobat- ingin hari ini menjadi mimpi indah di esok hari. Berjuanglah dengan cara terbaik (do all with the best) di hari ini. Ingat, hari anda adalah hari ini. Selamat berjuang!

nb: saya menuliskan ini, khusus untuk sobat di srimartani. dan juga, piyungan tentunya.
-----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Adhyaksa 'Bakar' Kader PKS Sulteng

Jakarta - Adhyaksa Dault akan 'membakar' semangat kader dan massa pendukung PKS Sulawesi Tengah dalam kampanye di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, Rabu (25/3). Kampanye akan dipusatkan di lapangan basket gelora Luwuk mulai pukul 09.00 WITA.

Dalam kampanye ini, Mennegpora ini bertindak selaku juru kampanye nasional. Politisi kelahiran Donggala, Sulteng itu merupakan caleg PKS nomor urut 1 untuk DPR dari daerah pemilihan Sulteng.

Untuk berkampanye ini, Adhyaksa Dault telah mengajukan cuti sebagai Mennegpora kepada presiden. Sehari sebelumnya, Selasa (24/3), Adhyaksa Dault menghadiri serangkaian kegiatan di Kota Luwuk dalam kapasitas sebagai Mennegpora.

Setiba di Bandara Syukuran Amir, Adhyaksa bertatap muka dengan para Kepala Satuan Kerja Perangkat Desa (SKPD), camat dan kepala desa/lurah se-Kabupaten Banggai, dilanjutkan dengan pertemuan dengan ratusan pemuda di Kota Luwuk.

Pada Selasa sore, Adhyaksa Dault menyampaikan ceramah agama bertema ‘Keteladanan Nabi Muhammad SAW’ pada Forum Silaturahmi Majelis Taklim se-Kabupaten Luwuk di masjid Agung An Nur Luwuk.

Sedangkan pada Selasa malam, mantan Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ini melakukan silaturahmi dan dialog dengan ratusan tokoh masyarakat dan ulama se-Kabupaten Banggai. [*/nuz][inilah.com]
-----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Problem Politik dan Ongkos Ekonominya

Oleh Sunarsip (ekonom alumni STAN)
----
Lobi politik untuk menggolkan suatu kebijakan tanpa ada kompensasi tambahan adalah sah.
----
Kasus dugaan korupsi yang dilakukan anggota DPR, Abdul Hadi Djamal (AHD), terkait dengan pemanfaatan stimulus fiskal 2009, tampaknya mulai merambah ke mana-mana. Tidak hanya menyangkut substansi kasus dugaan korupsinya, tapi kini sudah merambah pada mekanisme hubungan kerja antara pemerintah dan DPR dalam membahas suatu kebijakan, khususnya soal mekanisme rapat dan lobi politik.

Padahal, substansi lobi politik untuk menggolkan suatu kebijakan itu berbeda sekali dengan lobi politik dalam kasus perburuan rente (rent seeker). Menurut saya, lobi politik untuk menggolkan suatu kebijakan tanpa ada kompensasi tambahan adalah sah, sementara perburuan rente ekonomi adalah sesuatu yang tidak dibenarkan karena menyebabkan ekonomi berbiaya tinggi. Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, pun ketika mengeluarkan paket stimulus ekonomi senilai 787 miliar dolar AS perlu melakukan lobi politik agar disetujui Senat dan Kongres AS. Tujuannya, agar diperoleh legitimasi politik atas paket stimulus yang dijalankannya.

Jauh hari sebelum istilah stimulus fiskal popular di Indonesia dan kini justru menjadi kasus yang dipersoalkan, sang penemu konsep stimulus fiskal, John Maynard Keynes (1936), sudah mengingatkan bahwa problem waktu (proper timing) bisa menggagalkan dari tujuan stimulus fiskal. Dan, Keynes mengingatkan bahwa soal hambatan waktu, bisa berasal dari lamanya proses legislasi di parlemen.

Sebagaimana diketahui bahwa stimulus fiskal memang sangat diperlukan dalam kondisi ekonomi sedang krisis. Dan, untuk bisa bekerja efektif, stimulus fiskal harus dieksekusi secara cepat dan tepat. Bila eksekusinya lambat, biaya yang dikeluarkan untuk stimulus fiskal bisa membengkak dan efektifivitasnya bagi pemulihan ekonomi menjadi diragukan. Dalam konteks ini, memang benar pernyataan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, bahwa parlemen bisa menghambat pe mulihan krisis ekonomi bila proses legislasi stimulus fiskal tidak berjalan normal. Klausul Pasal 23 UU APBN 2009 Salah satu isu yang mengemuka di balik kasus dugaan perburuan rente dari kebijakan stimulus fiskal adalah mengenai klausul pada Pasal 23 UU No 41/2008 tentang APBN 2009. Pasal 23 ini memang bisa disebut sebagai pasal 'sakral'. Terlebih lagi, AHD menyebut sebagai asal muasal terjadinya kasus yang menimpa dirinya. Dan, tak salah bila banyak orang kini ingin tahu apa isi dari Pasal 23 UU APBN 2009 itu. Dan, apakah memang ada korelasinya antara Pasal 23 tersebut dengan tindakan perburuan rente?

Pasal 23 UU APBN 2009 mengatur kelonggaran yang diberikan kepada pemerintah untuk melakukan langkah-langkah yang dianggap perlu bila terjadi kondisi darurat. Kondisi darurat tersebut adalah apabila terjadi hal-hal: (i) penurunan pertumbuhan ekonomi di bawah asumsi dan deviasi asumsi ekonomi makro lainnya yang menyebabkan turunnya pendapatan negara, dan/atau meningkatnya belanja negara secara signifikan; (ii) kenaikan biaya utang, khususnya imbal hasil Surat Berharga Negara, secara signifikan; dan/atau (iii) krisis sistemik dalam sistem keuangan dan perbankan nasional yang membutuhkan tambahan dana penjaminan perbankan dan Lembaga Keuangan Bukan Bank.

Bila berbagai situasi tersebut terjadi, pemerintah dengan persetujuan DPR dapat melakukan langkahlangkah: (i) pengeluaran yang belum tersedia anggarannya dan/atau pengeluaran melebihi pagu yang ditetapkan dalam APBN 2009; (ii) pergeseran anggaran belanja antarprogram, antarkegiatan, dan/atau antarjenis belanja dalam satu kementerian negara/lembaga dan/atau antarkementerian negara/lembaga; (iii) penghematan belanja negara dalam rangka peningkatan efisiensi, dengan tetap menjaga sasaran program/kegiatan prioritas yang tetap harus tercapai; (iv) penarikan pinjaman siaga dari kreditor bilateral maupun multilateral; (v) penerbitan Surat Berharga Negara melebihi pagu yang ditetapkan dalam APBN.

Kalau kita perhatikan, sesungguhnya tidak ada yang istimewa dari isi Pasal 23 tersebut. Ini mengingat, Pasal 23 UU APBN 2009 hanyalah mengatur tentang mekanisme kebijakan yang dapat diambil pemerintah secara cepat bila terjadi suatu kondisi yang dianggap darurat. Pasal 23 UU kemudian menjadi polemik karena pemerintah berniat memanfaatkan Pasal 23 UU tersebut sebagai celah/peluang hukum untuk mengajukan tambahan anggaran bagi stimulus fiskal senilai Rp 73,3 triliun (awalnya Rp 71,3 triliun), tanpa melalui mekanisme APBN Perubahan, sebagaimana yang normal terjadi bila terjadi revisi terhadap APBN.

Apakah memang ada yang salah dengan niatan pemerintah itu? Seca ra teori, apa yang dilakukan pemerintah sesungguhnya dapat dibenarkan. Dalam pandangan Keynes di atas, apa yang dilakukan pemerintah sesungguhnya merupakan exit strategy untuk menghindari problem waktu terhadap kemungkinan adanya problem politik. Sebab, berdasarkan pengalaman, setiap pembahasan APBN dengan DPR biasanya memang memakan waktu lama, sementara kita tidak bisa membiarkan perekonomian semakin terimbas oleh pengaruh buruk krisis ekonomi global.

Dengan kata lain, terungkapnya dugaan kasus perburuan rente dalam pembahasan kebijakan stimulus fiskal tersebut, tidak memiliki korelasi sama sekali dengan Pasal 23 UU APBN 2009. Oleh karena itu, terlihat aneh dan terkesan mengada-ada jika Pasal 23 kemudian disangkutpautkan. Perbaiki mekanisme kerja DPR Berdasarkan pengalaman saya mengikuti berbagai pembahasan di DPR, memang banyak hal yang perlu diperbaiki dalam mekanisme pembahasan suatu kebijakan di DPR. Tidak hanya menyangkut masalah kompetensi anggota DPR, juga menyangkut efektivitas pembahasan itu sendiri yang seringkali terkesan wasting time dan costly. Beberapa kali masih dijumpai bahwa cara berpendapat dan berargumentasi sejumlah anggota DPR tidak didasarkan analisis yang benar dan teruji. Kondisi inilah yang bisa membuat para mitra DPR merasa perlu mencari jalan keluar untuk menghindari situasi seperti itu. Dan, saya kira, dalam kasus rencana stimulus fiskal, pemanfaatan Pasal 23 merupakan bentuk 'kreativitas' pemerintah untuk menghindari potensi terjadinya deadlock.

Kondisi internal DPR tersebut sesungguhnya bisa dimaklumi. Ini mengingat, anggota DPR berisikan orang-orang yang dipilih rakyat dengan latar belakang kompetensi yang berbeda. Dan, kita tahu bahwa pemilihan anggota DPR bukanlah diukur berdasarkan kompetensi, melainkan suara rakyat terbanyak. Sehingga, peluang terpilihnya anggota DPR dengan kompetensi yang tidak sesuai, menjadi sangat terbuka. Namun, karena ini adalah keputusan politik rakyat, kita juga tidak bisa menyalahkan kondisi ini. Yang terpenting adalah bagaimana ada jalan keluar sebagai jembatan untuk memenuhi dua kepentingan: terpenuhinya mandat rakyat dan efektivitas kerja DPR.

Saya mengusulkan sudah saatnya di DPR dibentuk tim ahli yang independen dengan latar belakang kompetensinya masing-masing yang dibutuhkan oleh setiap komisi di DPR untuk mengkaji setiap kebijakan yang akan dibahas antara pemerintah dan DPR. Karena independen, kedudukan tim ahli ini bukanlah staffing masing-masing anggota DPR, melainkan tim kolektif untuk suatu komisi DPR. Karena bekerja independen, reputasi yang bersangkutan menjadi taruhannya. Dan, oleh karena itu, kajiannya tidak bisa dipengaruhi untuk memenuhi kepentingan politik oknum DPR. Dengan adanya tim ahli independen ini, nantinya argumentasi yang dilontarkan oleh anggota DPR menjadi lebih teruji dan mitra DPR pun akan mendapat manfaat positif dari gagasan-gagasan yang keluar dari DPR.

*Republika (25/3/09)
-----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Yuk ciptakan cerita 'Bukan di Negeri Dongeng'

by salwanggga
-----
Tulisan (komentar) di bawah ini menanggapi reportase Ken Sisri (PWK Kemloko: Tak ada Belut.....). Tentu bukan hanya ditujukan untuk Ken Sisri saja tapi bagi kita semua (pelaku sejarah) agar tidak 'mengubur' sejarah karena 'lupa/malas/tidak mau' untuk menuliskan apa saja yang kita alami di sepanjang jalan da'wah ini. Yuk, kita abadikan sejarah itu dengan menulis dari SEKARANG! [admin]
-----
ini dia postingan yang sal tunggu-tunggu. kalau rajin posting dengan gaya reportase seperti ini, tahun depan insya allah lancar nulis novel nih. minimal cerpen. masih ingat buku 'bukan di negeri dongeng' yang dikeluarin pks? saya pernah punya buku itu, sayang banget ilang. tepatnya, dipinjem orang (jelas orang ya, klo jin tak doyan buku) lupa balikin. sal udah ikhlas (ikhlas kalau diomongin jadi berkurang gak sih?) koq. buku itu muter entah berapa tangan. yang penting kebaca orang banyak, malah jauh lebih bermanfaat ketimbang ngendon di rak buku.

sekilas tentang buku itu, cerita sehari-hari (tepatnya catatan harian para kader pks) di seluruh pelosok negeri. diceritakan bagaimana perjuangan dengan penuh kebersahajaan dan kesederhanaan. dari judulnya saja tersirat kalau buku itu tentang kisah luar biasa. satu contoh, seorang pejabat pks yang menerima gaji cukup sekedar buat makan 'hari itu'. sisanya, masih dalam amplop tertutup ditaruh diatas meja. sore hari ada yang mau pinjem. sangat mendesak dan sangat darurat. "ini, terimalah. uang ini menjadi hak bapak" kata pejabat itu. luar biasa. menangis tuch yang minjem. cerita lain lagi. wah, lupa. terlalu banyak sih. udah lama. sekira th 97-an gitu deh.

kembali ke tulisan (reportase) ken sri. gaya penulisan model penceritaan begini, ada narasi, ada deskripsi, ada dialog. wah, komplit pokoknya. terasa mengalir. enak dibaca. semakin sering berlatih, tentu makin luwes dibaca. apalagi ken sri termasuk kader. tentu banyak mengalami kejadian menggelitik sekaligus luar biasa yang menyentuh sisi-sisi humanisme secara universal. jangan dibuang tuch catatan. suatu saat bisa diketik rapi, model narasi cerita. dibikin alur, penokohan, karakter, dan sebagainya. jadi dech, novel base on true story. minimal kumpulan cerpen lah. ulangi lagi sejarah (tentunya dengan lebih baik) lahirnya buku 'bukan dari negeri dongeng' itu.

baca paragraf awal, "siang itu mendung tebal memayungi desa srimartani. tak ada angin. guruh pun tidak. menandai awal musim kemarau, udara terasa berat disarati kelembaban tinggi. pohon-pohon disepanjang jalan menunduk lesu mengharap hujan. yang ditunggu-tunggu masih menjanjikan harap. kami, secara team, bergerak menuju arah timur (dusun kemloko jangan disebut dulu. akhir atau pertengahan cerita baru ditulis -kemloko-nya). perlahan, angin mulai berhembus membawa sesuatu yang hendak dijtuhkan. trus, ganti paragraf. hujan lebat tiba-tiba mengguyur. angin mendadak ceria menyapa pohon. kami tak gentar dengan cuaca itu. raincoat dibagasi motor menjadi andalan untuk.... dst." gimana, lebih hidup kan narasinya?

apalagi kalau ditambah penokohan (bersifat karakter yang diurai lewat dialog) dan deskripsi (penggambaran situasi) di bukit kemloko itu. bagaimana lika-liku jalan yang nanjak. ibu-ibu antusias. setengah basah setengah kering. wah, manis deh pokoknya. ceritakan secara narasi yang bergerak dari titik a menuju b sampai berakhir di z. perkuat dengan dialog yang mewakili karakter tokoh. ditambah diskripsi yang mengikut sertakan pembaca terbetot secara emosi. gembira, ceria, yang seharusnya sedih tapi malah lucu.

nanti kalau sal pulang kampung boleh juga tuch nyicipin belut nabati. jangan baunya doang loh ya. bener-bener belut. janga diganti daun singkong. "ampun kesupen. tanggal sanga mangkih dipun sempetaken nyoblos. pojok nginggil sebelah kiwo menapa tengen bu? nomer wolu ingkang kados donut, cacahe kalih umpuk-umpukan.

meskipun sal tidak ada disana, tulisan ini menyertai perjuangan rekan-rekan.
------
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PWK Kemloko: Tak Ada Belut Godhong Telo pun Jadi

Selasa, 24 Maret 2009

by Ken Sri
-----
Hujan lebat di siang bolong mengguyur untuk kali kedua kemarin Ahad (22/3). Meski banyak yang memprediksi telah tiba masa kemarau, siapa yang bisa menolak nikmat Allah SWT?

Disela sibuknya sang hujan menghidupi bumi, tim PWK (Pos Wanita Keadilan) Srimartani yang berbalut raincoat berselancar menuju bukit Kemloko. Sepanjang jalan Munggur-Kemloko menggenang air disana-sini. Karna kami ngebut, rasanya kayak surfing aja!

Sampai lokasi acara PWK, badan rasanya setengah dingin setengah basah. Tapi, banyaknya peserta yang hadir mampu mengusir hawa dingin yang terasa. Tak sia-sia kami 'bermain hujan'. Bu Jazilah (ketua PWK Kemloko) sempat menghubungi kami, kata beliau kalaupun kami (tim PWK Srimartani) tak datang tak apa-apa. Soale udane deres banget. Namun, melewatkan perjumpaan dengan ibu-ibu PWK bagi kami merupakan suatu kerugian.

Agenda kali ini adalah pelatihan bikin kripik belut nabati. Menjelang pemilu, harga belut semakin mahal (apa hubungannya ya??). Namun dengan embel-embel nabati, kali ini kami membuatnya dengan bahan yang amat murah meriah. Tak perlu nyuluh ke sawah untuk mendapatkan belutnya. Cukup petik di kebon saja. Ya, hanya diperlukan daun singkong alias godhong tello yg direbus setengah matang sebagai pengganti belut (jaoh banget ya...!)

“Mlintir dong tello-nya jangan banget-banget ya…, nanti bisa alot!” Chef Isna, kader PWK Tambalan kasih arahan.
“Beres mbak….!” koor ibu-ibu.

Begitulah, godhong tello yang sudah direbus lalu dipelintir hingga menyerupai belut (tapi nyoba berkali-kali kok gak mirip-mirip ya…?). Langkah terakhir, celup di adonan tepung lalu goring dalam minyak panas. Hmmm… baunya dah kemana-mana nich…!

Disela goring menggoring, hadir rombongan Pak Setia (caleg Propinsi DIY dari PKS) membawa 50 paket sembako murah untuk ibu-ibu PWK Kemloko. Memang, setelah pelatihan bikin belut nabati, akan dilanjutkan dengan sosialisasi pemilu dan bazaar sembako murah.

“Ibu-ibu remen mboten kaliyan PKS?” pak Setia mengawali sesi sosialisasi pemilu.
Remen lah Pak. PKS itu ngurusi Kemloko sejak jaman gempa. Gak cuma kalo mau pemilu,” ujar seorang ibu yang di iyakan oleh teman-temannya.
“Kalo gitu PKS pantas dipilih apa nggak?”
“Pantaas….!” Koor ibu-ibu
“Nah, kalo pantas silahkan dipilih, tapi kalo nggak pantas ya jangan dipilih ya ibu-ibu…”
----

posted by: pkspiyungan.blogspot.com

DPRa Sitimulyo: Sosialisasi Pemilu di Dusun Somokaton

Reporter: BDE
SOMOKATON - DPRa PKS Sitimulyo semakin bergerak cepat dan mengencangkan ikat pinggang (kekendoran kali ya..). Bertempat di dusun Somokaton, Ahad 22 maret 2009 berlangsung sosialisasi Pemilu bagi warga sekitar Sumokaton. Hadir pada malam itu Amir Syarifudin (Aleg PKS DPRD Bantul), Abdillah(Caleg PKS DPRD) dan dr. Naharus Surur(Caleg PKS pusat).

Dihadapan 60-an warga yang memadati lokasi, Amir Syarifudin menjelaskan tatacara mencontreng yang benar atau suara yang dianggap sah. Antusias warga dalam mengikuti sosialisasi itu terlihat dari banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang lontarkan oleh warga. Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan baik dari kaum muda hingga tua hanya seputar kemungkinan suara yang sah dan tidak.

Berkali-kali para narasumber menyampaikan dan menghimbau kepada warga Sumokaton yang mempunyai hak pilih agar menyalurkan hak pilihnya dengan benar dan teliti jangan sampai hak suara tidak tersalurkan alias golput.

"Mas amir kalo kartu suaranya rusak/dirusak(maksudnya sudah ada contrengan dll) bagaimana?" tanya salah satu warga. Pak Amir pun dengan lugas menjelaskan cara menghindari kemungkinan-kemungkinan tersebut yang disebabkan dari oknum-oknum tertentu.

Acara yang dimulai pukul 20.05 WIB inipun bearakhir sekitar pukul 21.30 WIB.
------
NB: Tim DPRa Sitimulyo yang hadir dalam sosialisasi malam itu diantaranya nitra, didik, sulis, parman, widodo, bu nur, bu arih, dan mbak titik.

Rapatkan barisan singsingkan lengan bajumu untuk indonesia.....ALLAHU AKBAR
------
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Selamat Datang Harapan

Oleh Anis Matta

Kita tidak boleh lelah. Sampai hari ini. Bahkan sampai kapan pun. Untuk terus mengulang-ulang cara kita membaca perjalanan panjang perjuangan dakwah ini. Cara kita memahami setiap satuan capaian akan sangat mempengaruhi persepsi kita tentang keseluruhan perjalanan perjuangan kita. Tidak semata bagaimana capaian itu dihasilkan, tapi juga bagaimana capaian itu dilanjutkan. Tidak semata bagaimana kemudahan didapat, tapi juga bagaimana gangguan dan rintangan datang menghambat.

Itu pula yang akan mengantarkan kita kepada sebuah sikap –sebagaimana dikatakan oleh kholifah Harun Al-Rasyid, “Saya tidak bangga dengan keberhasilan yang tidak saya rencanakan, sebagaimana saya tidak akan menyesal atas kegagalan yang terjadi di ujung segala usaha maksimal.” Ya, yang paling sempurna tentu saja keberhasilan yang diberikan Allah setelah usaha dan kerja-kerja maksimal.

Dengan cara membaca yang benar dan menelaah yang utuh tahapan demi tahapan perjalanan kita, maka kita akan selalu mendapat penjelasan baru yang terus menyegarkan, tentang bagaimana realitas perjuangan ini dicapai, dan apa yang harus kita lakukan untuk menciptakan realitas baru berkelanjutan.

Sejarah umat Islam sangat kaya dengan pelajaran penting tentang hukum sebab akibat. Bahwa sebuah kemenangan memiliki syarat-syaratnya. Sebagaimana kehancuran sebuah bangsa, sebuah umat, memiliki sebab-sebabnya.

Sebagaimana para individu memiliki ajal, begitu juga sebuah umat, memiliki umurnya sendiri. Allah SWT berfirman, “Dan setiap jiwa yang bernyawa pasti akan merasakan mati.” Dalam firman-Nya yang lain, “Dan bagi setiap umat ada ajalnya.”

Karena itu, sebelum jauh-jauh berbicara tentang bagaimana sebuah partai harus menang, yang harus kita lakukan adalah menanyakan tentang bagaimana sebuah partai bisa hidup. Umur partai ditentukan oleh umur misinya, selama misi itu hidup, maka selama itu partai itu hidup. Hal-hal yang membuat sebuah partai bisa hidup adalah:

- Adanya misi kemanusiaan yang luhur dalam kerja-kerja politik partai itu. Misi itulah yang akan memberi sentuhan-sentuhan kemanusiaan pada kerja-kerja politik.

- Misi itu juga akan menerbitkan manfaat langsung, dalam bentuk spritual maupun material. Kehadiran partai yang punya misi akan memberi manfaat secara politik, sosial, maupun ekonomi.

[to be continued]
----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PKS: Hukum Mati Koruptor!

Kendari – Korupsi dianggap dosa besar bagi kader PKS. Partai dakwah ini berjanji memecat para kadernya di DPR yang terbukti melakukan korupsi. Bahkan, massa pendukung PKS menyebut hukuman yang pantas bagi kader PKS yang korup itu adalah hukuman gantung.

Hal itu terjadi saat Sekjen DPP PKS Anis Matta berkampanye di lapangan Benua-Benua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (24/3). Salah satu sumber korupsi terbesar, kata Anis, terjadi di lembaga legislatif.

Anis mengatakan, caleg PKS yang menjadi peserta Pemilu 2009 telah menandatangani kontrak politik untuk bersikap antikorupsi. Sehingga jika nanti ada caleg terpilih pada pemilu diketahui terlibat atau terindikasi korupsi, maka PKS tidak segan untuk memberikan sanksi pemecatan dari PKS.

"Kalau ada anggota PKS yang terlibat korupsi, apa hukumannya?” tanya Anis kepada massa. Massa secara serentak menjawab,"Gantung saja".

Dalam kesempatan itu, Anis juga memperkenalkan para caleg DPR asal Sultra, yang diberi kesempatan untuk menyampaikan komitmennya terhadap antikorupsi. Bahkan, sejumlah caleg tersebut menyatakan, akan siap mundur atau siap digantung jika nanti terlibat korupsi. [*/nuz]

inilah.com
-----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Pembekalan Saksi DPRa PKS Srimartani

Reporter: A-Has
Pemilu tinggal 16 hari lagi (saat tulisan ini dibuat-ed). Untuk mengawal suara yang diamanahkan ke PKS, maka semalam (Senin, 23/3) DPRa PKS Srimartani menyelenggarakan Pelatihan Saksi bertempat di Balai Desa Srimartani, Piyungan.

Tepat jam 20.15 WIB acara dimulai dengan menyaksikan ‘kliping’ iklan TV PKS dilanjutkan dengan menyimak taujih Presiden PKS Ustadz Tifatul Sembirng tentang ‘Jati Diri Partai Da’wah’. Setelah lantunan kalam ilahi yang dibacakan akhuna Dhanie Asy-Syakib, acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua DPRa PKS Srimartani Rusdi Martono. Dalam sambutannya, akh Rusdi membeberkan tentang perkembangan dan kiprah DPRa PKS Srimartani. Dijelaskan pula tentang jumlah TPS desa Srimartani (38 TPS) yang tersebar di 17 dusun.

Usai acara sambutan, acara inti berupa pembekalan saksi diberikan oleh dua nara sumber. Yang pertama disampaikan oleh Wawan Wikasno Ketua DPC PKS Piyungan yang menguraikan tentang tata cara pencontrengan yang benar. Sedang sesi kedua terkait advokasi, hak dan kewajiban saksi dll disampaikan oleh Wawan Andriyanto, SH dari Tim Saksi DPW PKS DIY.

Sebanyak 34 peserta yang hadir menyimak dengan seksama penyajian materi pembekalan saksi. Usai penyajian materi, pada sesi tanya jawab banyak peserta yang menanyakan seputar tugas saksi, apa yang boleh dan tidak boleh, bagaiaman teknis nanti di lapangan, cara protes, bagaimana menyikapi kecurangan, boleh merekam (kamera/handycam) atau tidak di area TPS, dll, dll.

Akhirnya tepat pukul 22.30 WIB acara selesai. Crew panitia acara tidak langsung pulang. Mereka bebenah dan beberes dulu sampai pukul 23.15 WIB.

crew: Rusdi, Ecoy, Eko, Si Boy, Dhanie, Suji, Sihono, Soegeng, A-Has.
----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

PERJUANGAN & DOA

Senin, 23 Maret 2009

PERJUANGAN & DOA
[Bang Haji Rhoma Irama]
-----
BERAKIT RAKIT KE HULU
BERENANG KE TEPIAN
SAKIT SAKIT DAHULU
SUSAH SUSAH DAHULU
BARU KEMUDIAN BERSENANG-SENANG

PAHIT RASANYA EMPEDU
MANIS RASANYA GULA
SAKIT-SAKIT DAHULU
SUSAH-SUSAH DAHULU
BARU KEMUDIAN BERBAHAGIA

BERJUANG (BERJUANG)
BERJUANG SEKUAT TENAGA
TETAPI JANGAN LUPA
PERJUANGAN HARUS PULA DISERTAI DOA

RINTANGAN (RINTANGAN)
RINTANGAN SUDAH PASTI ADA
HADAPILAH SEMUA
DENGAN TABAH JUGA DENGAN KEBESARAN JIWA
-----
NB [by admin]:
Panasnya 'suhu' politik jelang hari H pemilu 2009 kadang bisa 'menggoyahkan' keseimbangan [tawazun] hidup kita. Syeik Yusuf Qordhowi menyatakan tentang 'indahnya' Islam dengan ungkapannya:

Ibadah akan membersihkan hati
Ilmu akan menjernihkan pikiran
Olahraga akan menguatkan tubuh
dan seni akan melembutkan perasaan..

Semoga lirik lagu bang haji ini [terutama bait terakhir] bisa menguatkan jiwa kita.

Yuk songsong 'kemenangan da'wah' dengan tawazun.....

Ujian [PKS] adalah Cara Allah Memperkuat Eksistensi [PKS]

by salwangga
-----
sudah menjadi agenda wajib buat saya. begitu nyala komputer, check inbox mail kalau-kalau aja job yang urgent, langsung berkunjung ke pks piyungan.

saya sendiri sering tersenyum dengan jidat mengkerut. tapi, tetap berusaha isitoqomah. dalam arti, tidak (segera) terjebak pada menghakimi sesuatu atas dasar berita. suudzon. gitu, ada yang suka menyebutnya.

prinsip saya adalah, selama (masih) ada rasa menganggap diri paling benar, sekeliling salah, patut ditanyakan kadar ketauhidannya.

jangan berantem dulu, cas-cis-cus, menggerutu. ini murni pendapat pribadi. entah, kalau sudah ada ilmuwan atau ulama atau asaatid telah lebih dulu mengutarakannya. maksud saya adalah, tidak ada manusia satupun setelah nabi muhammad yang terbebas dari salah.

termasuk imam yang empat pun, sangat saling menghormati perbedaan pendapat. intelektualitas dan karakter manusia tentu berbeda. menghasilkan cara pandang berbeda pula. untuk yang suka warna kuning, apa yang dilihat tentu berdasar sudut pandang kuning. hobby merah, lain lagi. apalagi yang doyan banget sama hitam putih. tentunya juga sangat lain sudut pandang penilaiannya.

semua partai, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. itu hanya produk manusia. system yang dibuat oleh manusia. dijalankan oleh (beragam) manusia juga. tidak ada yang mutlak benar. mutlak salah. mutlak ragu. campur baur, pastilah itu.

saat ini, pks justru hendak dilambungkan namanya. loh kok gitu?

saya pernah dengar seorang ulama bilang, "rasulullah sendiri berkata, kalau fatimah mencuri, aku sendiri yang akan memotong tangannya". [kalau kutipan ini salah, redaksi boleh koreksi].

artinya, saat ini pks diberikan kesempatan untuk menunjukkan. inilah pks. inilah system yang pks pakai. tak peduli dari tubuh sendiri, kalau memang 'keseleo' baik lidah maupun kelakukan, tetap tegas ditindak.

bagaimana mau dipercaya bersih kalau tidak pernah ada masalah? terpenting adalah, buka-transparent-selesaikan-publikasi-clearkan. ujian bukan hendak melemahkan koq, justeru memperkuat eksistensi.

memang, paling susah adalah controling. tapi, selama dimulai dari paling bawah, insya allah, keatasnya pun sedikit untuk ada celah 'keseleo' begitu. dalam satu tubuh, pasti ada saja yang tidak enak dipandang. entah itu rambutnya, kukunya, atau sekedar 'daki' menempel. pks juga gitu. 100% bersih? wah, takabur itu namanya. tapi, klo 'masih lebih bersih' ketimbang lainnya, saya masih mengakui.
------
posted by: pkspiyungan.blogspot.com
 
© Copyright PIYUNGAN ONLINE
fixedbanner