by Ken Sri----
Matahari sedang garang-garangnya diluar sana. Berkah buat yang jemur gabah. Cuaca gini paling enak ya tiduran di rumah, baca-baca majalah, ato nonton tipi sama bocah-bocah. Keluar rumah? Ugh...gerah...! Apalalagi gak dapet rupiah. Ngapain ah! Gitu kali pikir kebanyakan orang. Syukur, kami gak ikut-ikutan golongan kebanyakan orang tadi.
Berempat selepas dzuhur, kami (Tim PWK Srimartani) memilih untuk 'jalan-jalan'. Menyatroni perkumpulan PKK dusun Mutihan. Kami memang punya janji untuk mensosialisasikan program PWK (Pos Wanita Keadilan). Bulan Maret, forum PKK dusun Mutihan yang digelar tiap Minggu legi ini jatuh tanggal 29. Kegiatan bertempat di rumah Pak Dukuh yang mampu menampung anggota dari 4 RT.
Waktu kami sampai sana, sempat kaget juga. Wuih, ternyata ibu-ibunya buanyak banget. Forum sejenis yang sudah kami dampingi dengan PWK anggotanya nggak sebanyak ini. Ternyata, walau cuma 4 RT, wilayah Mutihan terhitung cukup luas. Yang ikut PKK sekitar 175 orang. Itu belum semua, kalau ikut semua mencapai 250 orang.
“Mbak arep pelayanan kesehatan gratis yo? Peneran, sikil ku kemeng-kemeng iki!” tanya seorang ibu paruh baya.
Ibu itu ternyata udah tahu kalo PKS ya = Pelayanan Kesehatan gratiS. Sabar ya bu, bentar lagi ibu juga tau kalo PKS gak cuma bisa 'PKS'.
Dari kami ber-4, yang sudah nikah dan punya anak baru seorang. Bu Nur Wakidah. (Sisanya tau sendiri lah). Jadi, srawung dengan ibu-ibu, mbok-mbok, embah-embah, tak ubahnya smacam hiburan. Apalagi sempat ada konser kecil-kecilan. Lha artisnya siapa? Ya mbok-mbok semua tadi. Lagunya sih jelas tak sekeren nidji, padi, apalagi endank soekamti punya. Tapi udah populer duluan sebelum band-band mereka lahir. Yap, apalagi kalo bukan mars PKK sama Projotamansari..! Dinyanyikan dengan suara yang aduhai. Jadi hiburan tho?
Lho, kok malah sampe mana-mana ki piye? Kembali ke…… PWK.
Saat tiba giliran bu Nur Wakidah (ketua Bidang Kewanitaan DPC Piyungan), bu MC mempersilahkan.
“Silahkan bu Nur, waktunya 15 menit saja lho!”
“Ibu-ibu sekalian, PKS itu programnya gak cuma yankes (pelayanan kesehatan geratis tis). Kami juga punya program khusus perempuan. Namanya Pos Wanita Keadilan. Yang tujuannya membentuk Ibu yang Pintar dan Sholihat” tutur bu Nur.
Lantas diuraikan berbagai kegiatan PWK selama ini. Srimartani sudah mendampingi 5 dusun. Yang tertua PWK Kemloko, sejak bar gempa. (tentu dengan bahasa yang merakyat di telinga mereka, boso jowo gitu lho...)
Wess, walo bu Nur menyampaikan dalam waktu yang singkat, ternyata ibu-ibu PKK Mutihan langsung terpesona dengan program-program yang ditawarkan. Alhasil mereka bersedia diadakan pendampingan PWK. Alhamdulillah...
Selain sosialisasi PWK, kami juga melaksanakan amanat PPK (apalagi kalo bukan sosialisasi pencontrengan...). Yang tampil Pak Wawan Wikasno, caleg PKS dapil IV. Dengan gayanya yang kocak, beliau mampu mengubah suasana yang gerah jadi meriah, euy! Akhirnya jam 3an acara usai.
Sampe ketemu Minggu Legi bulan depan ya....
---
(Piyungan at 21.30 WIB, ditemani dinginnya malam. Sambil H2C nunggu klahiran ponakan...)
posted by: pkspiyungan.blogspot.com
Berempat selepas dzuhur, kami (Tim PWK Srimartani) memilih untuk 'jalan-jalan'. Menyatroni perkumpulan PKK dusun Mutihan. Kami memang punya janji untuk mensosialisasikan program PWK (Pos Wanita Keadilan). Bulan Maret, forum PKK dusun Mutihan yang digelar tiap Minggu legi ini jatuh tanggal 29. Kegiatan bertempat di rumah Pak Dukuh yang mampu menampung anggota dari 4 RT.
Waktu kami sampai sana, sempat kaget juga. Wuih, ternyata ibu-ibunya buanyak banget. Forum sejenis yang sudah kami dampingi dengan PWK anggotanya nggak sebanyak ini. Ternyata, walau cuma 4 RT, wilayah Mutihan terhitung cukup luas. Yang ikut PKK sekitar 175 orang. Itu belum semua, kalau ikut semua mencapai 250 orang.
“Mbak arep pelayanan kesehatan gratis yo? Peneran, sikil ku kemeng-kemeng iki!” tanya seorang ibu paruh baya.
Ibu itu ternyata udah tahu kalo PKS ya = Pelayanan Kesehatan gratiS. Sabar ya bu, bentar lagi ibu juga tau kalo PKS gak cuma bisa 'PKS'.
Dari kami ber-4, yang sudah nikah dan punya anak baru seorang. Bu Nur Wakidah. (Sisanya tau sendiri lah). Jadi, srawung dengan ibu-ibu, mbok-mbok, embah-embah, tak ubahnya smacam hiburan. Apalagi sempat ada konser kecil-kecilan. Lha artisnya siapa? Ya mbok-mbok semua tadi. Lagunya sih jelas tak sekeren nidji, padi, apalagi endank soekamti punya. Tapi udah populer duluan sebelum band-band mereka lahir. Yap, apalagi kalo bukan mars PKK sama Projotamansari..! Dinyanyikan dengan suara yang aduhai. Jadi hiburan tho?
Lho, kok malah sampe mana-mana ki piye? Kembali ke…… PWK.
Saat tiba giliran bu Nur Wakidah (ketua Bidang Kewanitaan DPC Piyungan), bu MC mempersilahkan.
“Silahkan bu Nur, waktunya 15 menit saja lho!”
“Ibu-ibu sekalian, PKS itu programnya gak cuma yankes (pelayanan kesehatan geratis tis). Kami juga punya program khusus perempuan. Namanya Pos Wanita Keadilan. Yang tujuannya membentuk Ibu yang Pintar dan Sholihat” tutur bu Nur.
Lantas diuraikan berbagai kegiatan PWK selama ini. Srimartani sudah mendampingi 5 dusun. Yang tertua PWK Kemloko, sejak bar gempa. (tentu dengan bahasa yang merakyat di telinga mereka, boso jowo gitu lho...)
Wess, walo bu Nur menyampaikan dalam waktu yang singkat, ternyata ibu-ibu PKK Mutihan langsung terpesona dengan program-program yang ditawarkan. Alhasil mereka bersedia diadakan pendampingan PWK. Alhamdulillah...
Selain sosialisasi PWK, kami juga melaksanakan amanat PPK (apalagi kalo bukan sosialisasi pencontrengan...). Yang tampil Pak Wawan Wikasno, caleg PKS dapil IV. Dengan gayanya yang kocak, beliau mampu mengubah suasana yang gerah jadi meriah, euy! Akhirnya jam 3an acara usai.
Sampe ketemu Minggu Legi bulan depan ya....
---
(Piyungan at 21.30 WIB, ditemani dinginnya malam. Sambil H2C nunggu klahiran ponakan...)
posted by: pkspiyungan.blogspot.com






























