NEWS UPDATE :

Bagai Benteng yang Tak Tertaklukkan!

Jumat, 27 Februari 2009

SABAR
Allah SWT menjadikan sabar bagai kuda yang tak pernah letih, pedang yang tak pernah tumpul, pasukan perang yang tak terkalahkan, dan benteng yang tak tertaklukkan.

Sabar dan kemenangan ibarat dua saudara kandung. Di dalam Al-Quran Allah telah memuji orang-orang yang sabar. Juga bahwa bagi mereka pahala yang tak terputus, bahwa Dia selalu bersamanya dengan hidayahNya, pertolonganNya yang mulia, dan kemenangan yang nyata dariNya.

Allah SWT berfirman:
“Dan sabarlah kalian! Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” [Al-Anfal:46]

Dengan kebersamaan Allah inilah orang-orang yang sabar dapat mencapai kebaikan dunia dan akhirat serta mengenyam kenikmatan lahir dan batin. Juga Allah SWT menggantungkan imamah (kepemimpinan) kepada sabar dan yakin. Allah SWT berfirman:

“Dan diantara mereka Kami jadikan pemimpin-pemimpin yang menjadikan perintah Kami sebagai petunjuk. Yaitu ketika mereka sabar dan yakin kepada ayat-ayat Kami.” [As-Sajadah:24]
-------
dikutip dari: Tazkiyatun Nufus Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah

Hamas-Fatah Sepakat Akhiri Pertikaian

Hidayatullah.com--Baik gerakan Hamas dan Fatah sepakat mengakhiri pertikaian, dengan diawaali penghentian “peperangan” informasi, penghentian penangkapan serta pembebasan tahanan yang berasal dari dua faksi itu.

Ini disampaiakn pada jumpa pers utusan Hamas, Dr. Mahmud Zahar, beserta perwakilan Fatah, Azam Al Ahmad, di Kairo Rabu (25/2) kemarin pasca pembicaraan damai dua faksi terbesar di Palestina itu. Atas prakarsa Mesir, dua pihak saat ini sudah mulai membahas pemembebasan tahanan politik dari dua kelompok.

Kesepakatan itu memberi dampak positif bagi pertemuan yang dilangsungkan hari ini Kamis (26/2) yang dihadiri semua faksi perjuangan Palestina.

Di mana Musa Abu Marzuk, Wakil Biro Politik Hamas sebagai wakil organisasi itu, sedangkan Fatah diwakili oleh Ahmad Qari’ yang difasilitasi oleh Kepala Intelijen Mesir, Umar Sulaiman. [tho/mfi/www.hidayatullah.com]

Golkar-PKS Siap Usung Kalla Sebagai Capres

(Jawa Pos) JAKARTA - Embrio koalisi mulai muncul. Jusuf Kalla yang telah menyatakan berpisah dengan SBY kini mendapat pelabuhan koalisi yang baru. Kemarin calon presiden dari partai beringin itu memenuhi undangan PKS menghadiri diskusi di Kantor DPP PKS di Jakarta Selatan.

Diskusi Ke Mana Arah Koalisi Pasca Pemilu itu tampaknya hanya bungkus dari balik pendekatan koalisi. Kedua pihak pun tanpa ragu-ragu menyatakan hasrat membangun ikatan.

Bagaikan acara pinangan, kedua pihak bertemu dengan berpantun. ''Kalau datang ke Kota Padang, mampir ke Solok untuk membeli beras. Kalau JK datang ke Mampang, maka isyarat sudah jelas,'' kata Presiden PKS Tifatul Sembiring menyambut kedatangan Kalla yang disambut tepuk tangan.

Sebagai tamu, Kalla tak mau kalah. Begitu diberi kesempatan bicara, Kalla lantas berbalas pantun. ''Bukan ladang sembarang ladang. Ladang banyak jerami. Bukan datang sembarang datang. Tapi datang mempererat silaturahmi,'' katanya lantas diikuti tepuk tangan hadirin.

Ketua umum Partai Golkar itu didampingi pejabat partai berlambang beringin. Mereka, antara lain, anggota Dewan Pembina Golkar Fahmi Idris, Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso, dan Burhanuddin Napitupulu.

Kalla duduk bersama Tifatul Sembiring dan anggota Dewan Syura PKS yang juga Ketua MPR Hidayat Nurwahid. Tifatul mengatakan, figur Kalla sesuai dengan kondisi dunia saat ini. Sekarang dunia sedang didera krisis finansial global. Namun, Kalla dengan tim ekonominya mampu menghadapi krisis dengan cerdas.

PKS, kata Tifatul, sebenarnya juga sudah punya kandidat capres. Yakni, Hidayat Nurwahid. Bahkan, nama tersebut sudah didengungkan sebagai capres dari PKS. ''Tapi, kalau kita kompromi, bisalah,'' katanya lantas terkekeh.

Mendapat tawaran seperti itu, Kalla mengatakan, koalisi antara PKS dan Golkar sebenarnya sudah lama terbangun. Dia ingat saat mengajak PKS untuk berkoalisi mendukung pemerintahan. Ketika itu dia melihat PKS memiliki visi membangun bangsa. ''Saya katakan kepada mereka, kalau membangun bangsa, kenapa dari luar. Membangun bangsa lebih baik dari dalam,'' katanya.

Akhirnya, kata Kalla, hingga kini PKS dan Golkar mampu terus bersinergi membangun bangsa. ''Meski memang, sebelumnya satu, kita berdebat. Memang begitu, tapi kalau sudah keputusan kita satu lagi,'' katanya.

Dia lantas mencontohkan swasembada beras yang sudah terbangun. Dia mengatakan, swasembada beras terwujud karena ada instruksi presiden, kemudian dilakukan oleh menteri pertanian yang didukung oleh anggota dewan dari Partai Golkar.

''Boleh-boleh saja itu diklaim oleh PKS. Saya katakan kepada presiden, semakin banyak yang mengklaim keberhasilan, berarti pemerintah semakin bagus. Itu justru menunjukkan keberhasilan pemerintah saat ini,'' katanya.

Kalla menuturkan, sejarah politik kepartaian di Indonesia selalu berulang. Dia mencontohkan sistem kepartaian. Awalnya, sistem multipartai berjalan. Namun, lambat laun sistem itu berubah menjadi hanya tiga partai. ''Kemudian, sekarang kembali lagi menjadi multipartai. Nah, nanti pun bisa jadi kembali hanya beberapa partai,'' katanya.

Kata Kalla, dengan sistem multipartai seperti sekarang ini, satu partai tak mungkin mendapatkan suara hingga 50 persen. ''Kalau zaman tiga partai mudah sekali. Kalau sekarang susah. Koalisi saat ini adalah kemutlakan,'' katanya.

Mau tidak mau, kata dia, partai harus berkoalisi agar memperoleh persentase suara yang signifikan. Namun, koalisi yang dijalankan tidak semata koalisi. Harus ada kesepakatan prinsip dan tujuan antarpartai yang berkoalisi. Nah, Kalla menilai, PKS dan Golkar secara fundamental memiliki kesamaan satu sama lain.

''Golkar dan PKS memiliki kesepakatan mengenai kesejahteraan. Golkar memahami bahwa kesejahteraan dicapai dengan bekerja dan berkarya. Kalau PKS, ya sudah lengkap itu. Keadilan dan kesejahteraan sudah ada di situ kan. Jadi, sama-samalah kita ini. Secara fundamental sama,'' katanya lantas diiringi tepuk tangan hadirin.

Kalla menambahkan, sebagai pengusaha yang berada di pemerintahan dia selalu berlaku profesional. ''Profesional itu kan artinya berurutan. Dulu, saya menjabat menteri perdagangan, tapi enam bulan kemudian dipecat oleh Gus Dur. Kemudian, jadi Menko Kesra, ya sedikit naik pangkat lah. Sekarang jadi Wapres. Saya tidak tahu setelah ini,'' katanya.

Dia juga mulai menafikan mitos mengenai presiden harus berasal dari Jawa. Beberapa waktu lalu dia sempat berkunjung ke salah satu kiai di Jatim. Di sana salah seorang kiai marah kepada dirinya. Kiai itu tidak terima tuduhan bahwa orang Jawa hanya memilih presiden dari Jawa.

''Kiai mengatakan, kalau orang Jawa berpikir seperti itu, berarti kami ini (suku Jawa, Red) diskriminatif,'' katanya. ''Saya nurut saja. Biasanya kalau kiai sudah ngomong tidak bisa dibantah,'' imbuhnya.

Isyarat senada diungkapkan Hidayat Nurwahid. Mantan presiden PKS itu mengatakan, polemik yang mengatakan bahwa Partai Golkar dan PKS berbeda secara ideologi sudah bukan zamannya lagi. Karena itu, koalisi dengan Golkar bagi PKS sangat mungkin dijalin.

Namun, Tifatul mengatakan, pertemuan tersebut belum final. Sebab, masih akan ada lagi pembicaraan berikutnya. Apalagi, menurut Tifatul, Golkar belum memutuskan secara definitif siapa capres mereka. ''Hari ini masih ada dua suara di Golkar,'' katanya.

PKS sendiri, kata Tifatul, menargetkan dukungan di parlemen sebesar 40 persen. Sebab, itu angka aman bagi stabilitas pemerintahan. Karena itu, koalisi dengan partai lain masih terus dijajaki.(aga/tof)
-------
sumber: Jawa Pos

Jika JK-Hidayat Jadi, SBY Terancam Tak Dapat Pasangan

Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan minatnya untuk memasangkan Ketua Umum Golongan Karya (Golkar) Jusuf Kalla (JK) sebagai calon presiden (capres), berduet dengan kadernya Hidayat Nurwahid sebagai calon wakil presiden. Jika jadi, SBY terancam tak bisa dapat pasangan.

"Kalau JK berpasangan dengan Hidayat maka SBY bisa nggak dapat pasangan," ujar pakar Komunikasi Politik Universitas Indonesia (UI) Effendi Ghazali, saat dihubungi detikcom, Jumat (27/2/2009).

Menurut Effendi saat ini bola panas memang dipegang oleh kedua tokoh tersebut. Hasil beberapa riset menunjukkan kalau kedua tokoh tersebut mampu unggul di atas pasangan yang lain pada Pemilihan presiden (Pilpres) 2009.

"JK-Hidayat merupakan tokoh kunci karena beberapa riset menyatakan kalau mereka berdua berpasangan mampu meraih suara yang tinggi. Hanya bisa dikalahkan oleh duet SBY-JK atau SBY-Hidayat," terang penggagas acara Republik Mimpi ini.

Sementara itu terkait pernyataan Taufik Kiemas yang tetap memprioritaskan duet Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)-Golkar, Effendi mengatakan Golkar lebih condong kepada PKS.

"Kalau dengar kalimatnya, lebih terbuka Golkar-PKS daripada PDIP-Golkar," ujarnya.

Lebih dari itu, Effendi menilai Golkar sebagai partai fenomenal menjelang Pemilu 2009 karena banyak didekati partai-partai besar lain.

"Golkar sekarang menjadi fenomenal justru karena dizalimi dengan 2,5 persen itu Golkar bangkit, menjadi solid," tutur Effendi. ( ddt / nwk )
--------
sumber: detik.com

Tifatul & JK Berbalas Pantun

Jakarta – Presiden PKS Tifatul Sembiring memang raja pantun. Di hampir setiap kesempatan, ia memang kerap melontarkan sajak khas Melayu ini. Sehingga, saat Ketua Umum DPP Golkar Jusuf Kalla datang ke markas besarnya, ia tak lupa melontarkan pantun. Kalla pun ternyata tak mau kalah. Ia membalas pantun itu dengan gaya tersendiri.

‘Kalau datang ke Kota Padang, mampir ke Solok membeli beras. Kalau JK datang ke Mampang, maka isyarat makin jelas,” lontarnya saat memulai kata sambutan, di gedung DPP PKS, Kamis (26/2).

Lontaran pantun ini membuat pengunjung diskusi ‘Ke Arah Mana Koalisi Pasca Pemilu Legislatif 2009’ secara spontan tertawa riuh. Bahkan, saat menutup sambutan pun, ia kembali melontarkan pantun singkat. ”Nenek Sofian mengunyah sirih. Cukup sekian terima kasih,” ujarnya, yang lagi-lagi disambut tawa riuh.

Tak mau kalah, Kalla membalas sambutan itu dengan pantun pula. Ia sebelumnya menyebut walaupun Tifatul kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat, namun menyukai pantun. “Saya orang Semandau, harus dibalas pantunnya,” ujar Kalla.

Kalla kemudian melontarkan pantun,“Bukan ladang sembarang ladang. Di ladang banyak jerami. Bukan datang sembarang datang, untuk erat silaturahmi.”

Tawa hadirin kembali bergemuruh di dalam gedung DPP PKS. Suasana ini, jelas membuat gedung yang penuh sesak itu sedikit segar. Suasana diskusi pun akhirnya mengalir dengan lancar. [nuz]
-----
sumber: inilah.com

Mantan Petinggi PAN Akui PKS Memang Beda

by Om Wied
Pak Mardiono, begitu bapak yang satu ini biasa dipanggil. Musafir mengenalnya bulan Juli '08. Sebagai Project Leader sebuah kontraktor readymix satu lokasi di Halmahera . Keakraban segera tercipta takala beliau juga berasal satu daerah, Yogyakarta . Pakem, Sleman disanalah tepatnya.Tuntutan kerja mengharuskan kami sering berinteraksi satu sama lain. Dalam suasana yang senggang, perbincangan santai dan humor-humor segar sering meng-interupsi disela-sela kesibukan. Tak jarang isu-isu politik menimpali dan mewarnainya.

"Kenapa gak gabung ke PKS aja, Pak?", spontan Musafir bertanya siang itu ketika golput menjadi pilihannya.

"Ah.. Semua partai sama saja. Ramai-ramai berebut kursi, lalu KORUPSI juga beramai-ramai..!", jawabnya kecut.

Hari-hari selanjutnya perbincangan politik lebih terfokus, 'kekecewaan' kiranya kata yang tepat untuk mewakilinya. Idealisme yang dimiliki, mendorong hasrat di dada untuk turut membangun negeri. Dengan bekal Intelektual Muda di pundaknya, Geologist alumni UGM ini berlabuh ke partai (yang paling) reformis di benaknya, ketika angin reformasi bergulir di negeri ini.

Terbang ke Eropa untuk melanjutkan studi Master di bidang Geotechnic tidak membuat langkahnya terhenti. Di Jerman inilah kiprahnya semakin berkibar. Sebagai pimpinan partai untuk wilayah negara 'Tim Panser' yang digenggamnya, membawanya berkomunikasi dengan petinggi ataupun pejabat pusat dari partainya.

"Ini foto saat meeting di Hotel anu..," hotel yang asing di telinga Musafir disebutnya. Sambil tangannya asyik meng-clik 'tikus' di atas meja, tampak foto Mantan Ketua MPR, Sekjen dan jajaran DPP tersembul bergantian di layar monitor komputernya, men-shohih-kan cerita dan kenangannya.

"Tapi, itu dulu, Pak..! Sekarang gak lagi..," kalimat 'apatis story' menutup cerita foto koleksinya.

Pulang ke tanah air setelah selesai study-nya, 'fatamorgana' reformasi di partainya terlihat jelas. Satu per satu keterlibatan kader partainya dalam korupsi 'tercium' olehnya. Jawaban dari tokoh partai atas 'pemberontakan' hati akan hal itu membuatnya kecewa. Meski dibujuk untuk mengisi satu pos di DPP, ia tak silau. Semua partai sama saja, baru ataupun lama. KORUPSI ... !! Golput adalah yang terbaik, begitu mungkin pikirnya.

***
"Profil Kader PKS. Ini mah bukan bacaan ringan! Tapi gak apa apa, biar saya baca baca dulu. Makasih ya, Pak..!" sambutnya saat Musafir menyodorkan sebuah buku padanya. Malam itu, Musafir memang sengaja berkunjung ke kamar campnya.
***

Setelah sekitar dua bulan tenggelam dalam kesibukan masing masing, siang itu kami berkesempatan ngobrol lagi.

"Pak Wied, lihat acara 'Pengusaha bertanya, Parpol menjawab'? Saya lihat iklannya, tapi gak nonton e.... Gimana sih?" tanya beliau suatu kali tentang 'iklan Ust. Tifatul' dalam tayangan TV dengan topik diatas.

"Kebijakan ekonomi egaliter.... bla bla bla," sedikit Musafir menjelaskan berusaha ‘sok PD’ untuk meyakinkannya.

"Mau softcopy platform pembangunan PKS?", sahutku.

Sejurus kemudian dua file (platform dan falsafah) tersebut telah pindah via USB mengikuti anggukannya tanda setuju.

"Ntar aku baca baca (dalam laptop) di kamar," pungkasnya obrolan kami hari itu.
***

Setelah beberapa hari berlalu 'target harus closing' dalam pikiran Musafir menyeruak.

"Gimana, udah mantap pilih PKS?", tanya Musafir mengawali bincang hangat pagi ini.

"Kalo PKS (mencapreskan) Pak Hidayat (Nur Wahid), saya dukung penuh," jawab beliau.

"Makanya pilih PKS, (PKS) kita gelembungkan dulu biar dapat 20%," sambungku antusias.

"Oh ya, aturan 20% itu ya? Tapi... tak harus member (jadi kader PKS) to? Floating Mass aja bisakan?" beliau menimpali.

"Gak masalah... Tapi... Ntar kan bisa kita bidik jadi Kader to?", dengan senyum Musafir tak mau kehilangan momen.

"Bisa aja nih jualannya. Iya dech..!!", sambut beliau diiringi tertawa lepas kami.(w)
-----

Antara Damaskus, Dubai dan Depok... (The Dream City)

Kamis, 26 Februari 2009

Depok memang bukan tandingan Damaskus dari sisi ke-'alim-an ilmu agama. Atau Dubai dengan sisi infrastruktur dunia usahanya.
-------
Oleh: Muhaimin Iqbal*

Alhamdulillah hari ini (25/2) adalah hari kesepuluh saya melakukan perjalanan ke Damaskus dan Dubai, insyaallah besok sudah kembali ke Depok. Maksud perjalanan ini adalah dalam rangka mengidentifikasi 'bukit' untuk 'pohon zaitun' yang kita tanam agar bisa memberikan hasil yang terbaik karena tumbuh 'tidak di timur dan tidak pula di barat'.

'Pohon zaitun' ini bisa berupa pendidikan untuk anak-anak kita, usaha yang kita bangun, amal islami yang kita persiapkan untuk akhirat kita atau apa saja yang memerlukan lingkungan pertumbuhan yang baik.

Dari kunjungan ini saya membuat analisa dari dua kota Damaskus dan Dubai, relatif bila dibandingkan dengan Depok dimana saya tinggal. Yang saya sajikan disini hanya summary dari analisa tersebut.

Damaskus

Sejak pertama kali datang berkunjung empat tahun lalu, saya selalu pingin balik ke kota ini. Damaskus yang merupakan bagian dari negeri Syam – negerinya para nabi – memang sangat berbeda dari berbagai kota yang pernah saya kunjungi.

Di negeri ini Anda bisa langsung ngaji sama ulama-ulama besar yang hidup di zaman ini. Di masjid-masjid besar seperti Jami' Bani Umayyah, Anda bisa langsung nimbrung majlis ilmunya Dr. Wahbah Zuhaily yang kitabnya jadi referensi ulama kontemporer di seluruh dunia. Atau di masjid lain bisa bergabung dengan majlis ilmunya Dr. M. Said Ramadhan Al-Bouti yang kitabnya juga jadi rujukan di seluruh dunia. Pendeknya bila Ilmu yang Anda cari – bukan gelar – maka insyaallah sangat mudah bagi Anda unttuk memperolehnya disini.

Kota ini juga bagaikan 'surga' bagi para penghafal Al-Quran, mereka dapat memperoleh bimbingan dari para Hafiz yang sanat-nya nyambung sampai Rasulullah SAW. Selama kunjungan di Damaskus saya banyak ditemani mahasiswa-mahasiswa sholeh yang sedang mencari sanat hafalan Al-Qur'annya ini.

Yang lebih hebat lagi tentang kota ini adalah ajaran Islam yang diterapkan sungguh-sungguh oleh sejumlah besar warga kota. Selama saya di Damaskus misalnya, saya tidak boleh tinggal di hotel karena ada keluarga sholeh yang ingin menerapkan dan mengajari anak- anaknya bagaimana cara menghormati tamu.

Kelompok masyarakat lain melarang saya untuk menyewa mobil dari dan ke lapangan terbang, semata karena mereka ingin berbuat baik dengan tamunya di kota ini. Di toko-toko, tempat minum, warnet dlsb. dengan mudah kita diberi harga khusus atau bahkan gratis setelah kita ngobrol dan mereka tahu kita tamu di kota ini.

Di belahan manapun di dunia, ada orang baik dan tetap ada orang jahat. Damaskus nampaknya berbeda, lebih banyak orang baiknya. Lho kok berani saya berkesimpulan demikian ?. Ketika teman saya kehilangan sepatu di masjid; orang-orang yang mengetahui ia kehilangan sepatu membujuk-bujuk dia untuk mengambil sepatu mereka sebagai penggantinya. Ketika dia tetap tidak mau karena akan membeli sepatu lain di toko, gantian saudaranya yang menunggu di masjid yang dibujuk-bujuk untuk mengambil sepatu mereka sebagai pengganti sepatu yang hilang.

Hal-hal tersebut diatas tidak kita jumpai di negeri-negeri lain termasuk negeri kita bukan?.

Dubai

Negeri ini berbeda dari sisi layanannya terhadap pengusaha. Sejak mengurus visa melalui konsultan saya di Dubai segala kemudahan mereka berikan.

Memasuki negeri ini adalah pengalaman saya termudah dibandingkan seluruh negeri lain di dunia, bahkan balik ke negeri sendiri-pun tidak lebih mudah dari memasuki negeri ini.Dubai Mereka cukup memindai mata Anda untuk data base-nya, bahkan tidak perlu isi entry form – kita langsung masuk.

Untuk urusan usaha juga begitu mudahnya. Kalau Anda punya konsultan untuk menyiapkan segala sesuatunya disini, Anda bisa menyelesaikan pendaftaran perusahaan, buka bank account sampai memilih kantor hanya dalam tempo satu hari kerja saja.

Bila pemerintah Dubai ingin melayani sebaik mungkin orang-orang yang akan berusaha di negerinya; tidak demikian halnya dengan orang-orang asing yang bekerja mencari nafkah di negeri ini.

Para sopir taksi, satpam, penjaga toko dlsb. yang rata-rata orang India, Pakistan dan Mesir – mereka tidak ada ramahnya sama sekali. Sangat berbeda dengan citra Dubai yang ingin dibangun oleh pemerintahnya.

Kalau saya jadi pemerintah Dubai; para pekerja ini baru boleh masuk Dubai setelah mereka lolos tes kepribadian yang ketat yang intinya keramahan dalam menghormati tamu. Mereka di garis depan yang selalu bertemu dengan tamu-tamu yang berkunjung ke negeri ini, tanpa penanganan yang baik mereka bisa mencitrakan citra yang berbeda dari yang hendak dibangun oleh Dubai ini.

Depok

Depok memang bukan tandingan Damaskus dari sisi ke-'alim-an ilmu agama dan bukan pula tandingan Dubai dari sisi infrastruktur dunia usaha. Tetapi di Depok inilah lebih dari separuh usia saya tinggal, belum ada niatan saya untuk meninggalkannya.

Di tengah-tengah banyaknya ustadz pinter yang sekarang sibuk di dunia politik, masih ada beberapa ustadz yang secara istiqomah mengajarkan Al-Quran, Hadits dan kitab-kitab Agama lainnya. Salah satunya di masjid Darussalam, Griya Tugu Asri – dimana Anda dapat belajar ilmu-ilmu agama ini hampir setiap malam.

Pak Wali kota (DR. Nurmahmudi Ismail, dari PKS-ed) yang tinggal di komplek yang sama, juga bisa kita temui setiap habis sholat subuh di masjid Darussalam tersebut. Tidak semua masalah bisa diatasi pak wali, tetapi beliau insyaallah mau mendengarkan keluhan-keluhan warganya.

Dari perbandingan tiga kota tersebut; maka seandainya keluarga saya keluarga muda yang sedang menyiapkan generasi Qur'ani masa depan, maka Damaskus-lah tempat tingggal pilihan saya. Bila keluarga saya telah matang di Dunia usaha dan siap untuk bersaing dengan pemain global, maka Dubai-lah pilihan saya.

Dua kota ini bisa menjadi bukit yang baik untuk menanam pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak dibarat untuk bidangnya masing-masing.

Sementara Depok adalah tanah datar biasa yang sudah penuh pepohonan dan ilalang, namun alhamdulillah dengan berbagai keterbatasan dan hambatan yang ada – kita masih bisa menumbuhkan pohon zaitun yang relatif baik – meskpin belum yang terbaik. Wallahu A'lam.
--------
*Penulis Direktur Gerai Dinar (sumber: www.hidayatullah.com)

ZULHAMLI ALHAMIDI YANG SAYA KENAL

Tambahan bahan untuk bayan bagi kita yang selama ini hanya mendengan berita yang dangkal. Insya Allah setelah membaca tulisan ini, hati kita terbuka untuk berfikir jernih dan bijaksana. Tulisan ini juga dalam rangka mengikuti langkah penulis dalam memenuhi hak-hak ukhuwah bagi Akhina Zulhamli Alhamidi. (ChA).
[tulisan ini ditulis oleh Purwani Puji Lestari aleg PKS DPRD Jambi, teman akhuna Zulhamli Alhamidi]

Sumber:
http://pur76.multiply.com/journal/item/37

ZULHAMLI ALHAMIDI YANG SAYA KENAL

Sudah belasan tahun saya mengenal sosok dan pribadi Zulhamli Alhamidi tanpa pernah menemukan kesalahannya sedikitpun kecuali satu kali ini saja. Saya prihatin dan bertanya-tanya apakah manusia memang tidakboleh khilaf suatu saat? Tulisan ini saya niatkan dalam rangka memenuhi salah satu hak-hak ukhuwwah beliau sebagai saudara saya sesama muslim.

Uda Zul, begitu panggilan akrabnya di kalangan anak-anak Rohis sejakjadi aktivis da'wah di kampus UNJA. Saya pun sekampus dengan beliau, cuma saya FE 93 sedangkan beliau Fapet 94. Tapi sejak sama-sama ngantor di Fraksi PKS, saya ikut memanggilnya Uda Zul karena memang usia beliau lebih tua 1 tahun dari saya. Saya juga satu majelis ta'lim dengan istri beliau, Mbak Lisa. Da Zulhamli adalah anggota dewan paling miskin di DPRD Kota Jambi menurut ekspos LHKPN versi BPK tahun 2004 dengan asset pribadi 'hanya'Rp. 3,5 juta saja (diikuti 3 rekan F-PKS lainnya yang sama-sama termasuk paling miskin, selain mas Hizbullah). Berita itu juga bikin polemik di koran lokal saat itu, karena Uda Zul memang sangat sederhana. Selain masih tinggal numpang di rumah mertua walau sudah punya 2 anak, Da Zul juga punya motor 'butut' yang selalu menemaninya ke manapun. Bahkan motor tua milik Da Zul sempat menginspirasi saya untuk bikin puisi (maaf file-nya belum ketemu). Dan motor tuanya itu sempat patah jadi dua saat suatu malam beliau ditabrak oleh pemuda yang sedang ngebut di dalam gang dalam perjalanan beliau menuju tempat Mabit ikhwan.

Ada dua momen yang paling berkesan tentang Da Zul dalam interaksinya dengan saya. Pertama, saat suatu hari saya datang ke Fraksi pagi-pagi dalam keadaan sangat lapar dan lemah karena tidak makan malam dan belum pula sarapan padahal saya sedang hamil. Dalam keadaan pusing dan gemetar karena benar-benar tak sanggup berdiri dan melangkah kuatir mendadak pingsan, Uda Zul tiba-tiba muncul di Fraksi. Saya sempat sungkan dan malu ingin meminta tolong Uda Zul memesan makanan kekantin, tetapi pandangan mata saya sudah mulai agak gelap. Akhirnya dengan suara agak pelan, terucap juga permintaan tolong itu ke Da Zul.Saya pikir kalau saya akhirnya pingsan, bukankah Da Zul juga yang repot? Saya sangat merasa kurang sopan menyuruh seorang bapak dua anak, apalagi dengan level kaderisasi lebih tinggi dari saya, melakukan hal sepele seperti beli sesuatu ke kantin. Tapi alhamdulillah Da Zul benar-benar membantu saya pagi itu.

Yang kedua, saat polemik Pansus Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Penerapan PP.41/2007 di mana saya dipercaya menjadi Ketua Pansus di DPRD Kota Jambi. Posisi saya sangat sulit waktu itu, dilematis. Kesediaan Da Zul menjadi juru bicara Pansus, membacakan hasil kesimpulan Pansus di Rapat Paripurna walaupun berbeda pendapat dengan sikap akhir (stemmotivering) Fraksi PKS, sangat saya hargai. Pansus maunya ada penghematan anggaran melalui perampingan dinas sehingga sepakat dengan 9 Dinas saja dari Formasi 13 Dinas yang ada. Tetapi PKS pada menit-menit terakhir setelah masa lobi yang cukup alot, justru fix di formasi 14 Dinas mengikuti Golkar sebagai rekan koalisi Pilwako saat itu. Saya dan Da Zul sebetulnya utusan Fraksi yang tidak terlalu sepakat dengan hasil kesimpulan Pansus, tetapi toh khalayak juga taulah sikap pribadi kami tentu berafiliasi ke sikap akhir Fraksi PKS.

Beliau sosok yang pendiam, hanya bicara jika perlu saja. Dia orang yang sensitif, mudah tergugah hati. Da Zul pernah pingsan dalam suatu muhasabah sewaktu ada Dauroh Aleg PKS di Bengkulu. Da Zul juga pernah tiba-tiba menangis saat pidato membacakan Pandangan Umum Fraksi PKS saat santer menolak rehab gedung DPRD yang bakal menghabiskan dana APBD belasan miliar rupiah. Dan sehari setelah musibah dirinya dirazia di panti pijat itu, Da Zul juga 2 kali pingsan sebelum akhirnya datangke DPW PKS Jambi untuk menghadapi konfrensi pers, lalu menyatakan mundur dari DPRD Kota Jambi sekaligus mundur dari pencalegannya di Dapil Jambi Timur-Pelayangan. Jabatan terakhir Da Zul di DPRD Kota Jambi selain beliau adalah Wakil Ketua Fraksi PKS, beliau akhir Desember 2008 kemarin baru menyelesaikan tugasnya sebagai Wakil Ketua Komisi B. Di struktur partai, beliau adalah salah seorang Ketua Bidang di DPW. Beliau juga aktif di berbagai kegiatan di DPD dan DPC. Saya tidak melihat ada gaya hidup yang berubah signifikan setelah Da Zul menjadi Aleg. Hingga saat ini beliau dan keluarganya masih ngontrak rumah sederhana di Talang Banjar (karena ada tuntutan Aleg PKS harus tinggal di Dapilnya). Di rumahnya pun tidak ada barang mewah. Selain motor tuanya itu, hanya tampak satu lemari penuh buku, televisi di ruang keluarga, room set anak-anak dan seperangkat kompor gas di dapur si ummi. Tidak ada sofa di sana, boro-boro koleksi keramik mewah!! Tamu yang datang terpaksa duduk lesehan di atas karpet sederhana. Kalaupun Da Zul sesekali bawa mobil Carry edisi lama, itu sebetulnya mobil milik mertuanya, kadang-kadang dipakai untuk menjemput anak-anaknya: Ainun, Ahmad dan si kecil Aziz.

Uda Zul memang sangat gemar olah raga Badminton seperti bapak-bapak anggota dewan yang lain. Kantor kami memang punya gedung olahraga sendiri, sehingga keluarga besar DPRD Kota bisa leluasa memanfaatkan waktu luang di situ. Di kantor, teman-teman Fraksi lain mengakui Da Zul cukup lihay main bulu tangkis ini. Mungkin saking semangat, badan Uda Zul sering pegal-pegal, saya yakin bapak-bapak sparing partner dia juga begitu jika terlalu menguras energi. Diakui oleh rekan-rekan sejawat, kalau pegal mereka kadang mampir rame-rame ke Panti Pijat Sehat Bersih yang lokasinya cukup dekat dari kantor dan memang punya izin operasional resmi dari Pemerintah Kota. Bahkan sesekali bapak-bapak itu bawa istri mereka sekedar pijat refleksi karena memang pengunjung laki-laki dan perempuan dibedakan tempat dan petugas yang melayaninya, harus sama-sama laki-laki atau sama-sama perempuan (Itulah yang saya heran mengapa pada kasus Da Zul koq justru petugasnya lain jenis? Menurut wartawan yang ikut Razia tetapi tidak ikut menjelek-jelekkan Aleg PKS di media, ada kemungkinan razia itu direkayasa. Tapi maaf saya tidak ingin buka di sini karena kuatir pencemaran nama baik pihak tertentu).

Yach… siapa sangka hobby berolahraga ini justru menjadi sandungan di belakang hari. Mungkin Allah ingin mengingatkan bahwa ada tugas Aleg yang lebih penting daripada sekedar riyadhoh. Wallohu a'lam. Yang pasti, kinerja dan keikhlasan Uda Zul dalam beramal jauh lebih baik dibandingkan saya. Apa yang telah terjadi atas Da Zul adalah pertanda Allah masih sayang sama beliau, Allah mungkin sedangmempersiapkan rencana yang lebih baik untuk beliau dan keluarganya.Tetapi terus terang kami di Fraksi belum siap kehilangan… Seseorang yang pergi begitu saja karena media lokal, nasional, cetak, elektronik, bahkan internet secara sistematis telah terlanjur membunuh karirnya tanpa ampun sampai beliau sangat malu dan tak punya muka lagi untuk sekedar datang ke kantor. Padahal tidak ada Perda dan aturan KUHP/KUHAP yang beliau langgar saat peristiwa di Panti Pijat itu. Beliau sedang pijat tradisional di tempat resmi dan petugas resmi, tidak ada asumsi razia yang dia langgar tapi Satpol PP dan Poltabes –dengan alasan mengamankan Pejabat Daerah –telah menggiring publik menuduh dia berbuat mesum dengan pemijat. Astaghfirullah… Kasihan UdaZul.

Sebagai kader Partai Da'wah, Dewan Syari'ah PKS lebih berhak menilai sejauh mana kesalahan beliau. Dan inisiatif pengunduran diri dari DPRD maupun dari pencalegannya di Pemilu 2009 adalah sebuah inisiatif yang patut dihormati. Bahkan itu sebetulnya masih terlalu berlebihan.

Kali terakhir saya bertemu dengan Uda Zul di DPRD – subhanalloh saya rasanya mau nangis lagi… - kami berlima duduk bersama di Fraksi PKS di Lantai 2, ngumpul saja karena Jum'at pagi itu tidak ada agenda rapat. Bang Dede sedang ngonsep Pandangan Umum RPJP di laptop, Mas Hiz baca koran, saya baca majalah Ghoib buat persiapan ngisi Rohis sejam lagi, sedangkan Bang Zay seingat saya baca printout PP.8/2008. Lalu Uda Zul? Dia serius memperhatikan HP-nya menyetel tilawah Qur'an (kalo gak salah, surat Al.Anfaal, taujih robbani yang paling mengena jelang Pemilu 2009). Murottal itu distel Da Zul agak keras sehingga saya yakin terdengar dari lantai bawah ruang Fraksi. Dan kami berlima cukup lama saling diam menyimak ayat-ayat Allah di sela kegiatan masing-masing, sampai menjelang jam 11 siang saya pamit duluan mau keSMA 5….

Ah, Da Zul!! Ketika saya menjenguk ke rumahnya pasca pemberitaan itu untuk bertemu dengan istrinya (Mbak Lisa), hanya sekilas saya lihat Da Zul membukakan pintu untuk kami. Selebihnya, beliau lebih memilih masuk ke dalam. Hanya ada Mbak Lisa dan anak-anak yang menyambut kami dengan sejuta kesabaran di antara suara tertahan dan sesak di dadanya. Sementara mereka tegar, kami yang memandangi malah menangis. Sama seperti Da Zul, saya juga sudah belasan tahun mengenal Mbak Lisa sejak di Kampus, kami seangkatan 93. Selain dikenal sangat sabar dan pendiam, istri Da Zul juga seorang pekerja keras. Beliau guru SD Islam Terpadu Nurul Ilmi. Bayangkan bagaimana Mbak Lisa harus menghadapi ratusan wali murid yang bertanya-tanya tentang kejadian itu. Sementara anak-anak bertanya, "Ummi… Mengapa Abi tidak ngantor?"

Kasus razia panti pijat itu pahit banget yak!! Tidak terbayang kalau dalam sisa masa jabatan yang tinggal sekitar 5 bulan ini mendadak harus menghadapi drama voting di ruang Paripurna, sementara suara PKS kurang 1 orang… Walaupun saat ini isu pemecatan Kepala Satpol PP akibat salah ringkus di razia itu sudah disepakati oleh semua Fraksi di DPRD Kota Jambi (di sini total ada 40 kursi), kecuali Fraksi PKS memilih abstain untuk menjaga objektivitas. Saya masih tidak habis pikir, bukankah istri Kepala Satpol PP itu juga seorang akhwat PKS? Ah, otak saya masih bebal membaca situasi politis terselubung di balik penangkapan berdalih pengamanan Pejabat itu. Tapi semua respon dan dukungan dari internal DPRD Kota Jambi tidak akan mengembalikan kehidupan Da Zul seperti sedia kala. Mungkin butuh bertahun-tahun untuk pulih, entahlah. Saya ingin katakan bahwa mungkin Uda Zul bersalah secara syari'ah (baca: berdosa) dan kasus ini sudah diambil alih DPP. Tetapi tidak layak kita ikut-ikutan memojokkan beliau. Dalam hearing Komisi A sepekan setelah kejadian itu, saya katakan kepada perwakilan Poltabes, Satpol PP, dan rombongan wartawan PWI yang hadir, "Al insaan makaanulkhotho' wa khoiru khothoo-ihaa at tawwabiin." (Manusia adalah tempat berbuat salah dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang mau bertaubat). Sebagai sesama muslim, beliau adalah saudara kita yang punya hak-hak ukhuwwah dan harus kita tunaikan. Cukuplah beban vonis sosial yang ditanggungnya. Ingatlah istri dan anak-anak serta keluarga besar beliau ikut menanggung apa yang dirasakan Uda Zul.

Sementara apa yang sudah kita lakukan hari-hari ini? Apakah memang kita merasa lebih baik akhlaqnya dibanding beliau? (Terutama untuk saya pribadi dan 1112 AlegPKS se-Indonesia, kiranya lebih berhati-hati terhadap potensi jebakan dari lawan-lawan politik)

Wallohu a'lam
Feb 7, '09 3:40 PM
-------
sumber: pks-world.blogspot.com

Hidayat Nur Wahid Resmikan MyBlog Republika

JAKARTA -- Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid punya julukan baru. Rabu (25/2) siang, bersama pemimpin Pondok Pesantren Daarul Qur'an, Ustadz Yusuf Mansur, ketua MPR tersebut mengunjungi kantor Republika Online (ROL), untuk meresmikan blog di republika.co.id. Alhasil seperti para blogger lain di ROL, ia pun mendapat sebutan Roller.

''Saya membuka blog ini karena ingin sekali saling berbagi mengenai ilmu, mengenai pengetahuan, mengenai informasi-informasi yang sangat mungkin saya belum mengetahui tentangnya,'' tulis Hidayat dalam blognya.

Ia tidak berniat menjadikan blognya sebagai tempat menasihati orang lain. ''Saya tidak ingin menggarami laut yang sudah asin, mengajari ikan berenang, dan mengajari burung terbang,'' tulis Hidayat. Ia yakin dunia maya bukan laut dan para blogger bukan ikan dan burung yang harus diajari berenang dan terbang.

Dalam blognya, Hidayat antara lain bercerita tentang cita-cita masa kecilnya untuk menjadi dokter. Namun, sang ayah mengirimnya ke Pesantren Gontor. Ia tidak menyesali pilihan ayahnya, justru belajar dengan keras serta aktif dalam organisasi-organisasi di pesantren, termasuk pramuka.

Saat lulus dari Gontor, Hidayat tetap terobsesi untuk menjadi dokter, dan mendaftar ke UGM. Namun, kiai di Gontor mengatakan ijazah akan diberikan agar Hidayat belajar bahasa Arab di luar negeri. Seorang seniornya di Gontor akhirnya mengirimkan ijazah tersebut ke Arab Saudi. Dan, jadilah Hidayat kuliah di Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah. /rys/itz
---------
republika online

PKS Adakan Pertemuan dengan Golkar Bahas Koalisi

Rabu, 25 Februari 2009

(Jawa Pos) JAKARTA - Bentuk skema koalisi mulai muncul. PKS, partai papan tengah, mulai menebar jaring. Hari ini mereka mengundang partai berlambang pohon beringin untuk mematangkan rencana koalisi tersebut.

"Soal koalisi itu, kami akan membicarakan dalam pertemuan dengan Partai Golkar di kantor DPP PKS. Itu serius, mana pernah kami tidak serius," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring di gedung KPK kemarin.

Kedua partai, papar dia, akan sama-sama menghitung untung rugi berkoalisi. "Besok (hari ini, Red) akan kami hitung semua itu," tambahnya.

Agenda utama lain yang bakal dibahas, terang Tifatul, adalah pembicaraan soal pencalonan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla sebagai presiden. "Pak JK baru mendeklarasikan diri. Tentunya, akan kami ajak bicara juga beliau," jelasnya.

Apakah nama Hidayat Nurwahid akan resmi disodorkan dalam pertemuan itu? Tifatul menyatakan, wacana menggandengkan JK dengan Hidayat dalam satu pasangan hanya merupakan salah satu alternatif. "Kita lihat saja nanti semuanya. Biar surprise," ucapnya.

Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono yang juga hadir di gedung KPK kemarin tak mau terlalu mengomentari rencana pertemuan tersebut. "Itu hanya silaturahmi biasa," katanya.

Namun, dia menjelaskan bahwa Partai Golkar dan PKS selama ini sudah sering bergandengan tangan. "Kami sudah sering berkoalisi, apalagi di daerah untuk pilkada," ungkap dia. Jadi, setiap partai sudah memiliki pengalaman untuk bergandengan.

Soal koalisi, Partai Golkar masih membuka diri untuk menggandeng partai-partai lain. "Kalau formalnya, masih tunggu hasil pemilu. Jadi, belum ada ikatan formal dalam bentuk koalisi," jelas ketua DPR tersebut.

Di tempat terpisah, Ketua DPP PKS Bidang Politik Mahfudz Siddiq mengakui bahwa koalisi PKS itu memang sudah mengerucut. Selain bersama Partai Demokrat, Golkar telah menjadi alternatif terkuat. "Ketimbang PDI Perjuangan, basis massa PKS lebih menginginkan kedua partai itu," tutur dia di gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin.

Menurut dia, ideologi yang dimiliki dua partai tersebut lebih mudah diselaraskan dengan PKS. Karena itu, pilihan PKS untuk posisi capres yang akan diusung juga lebih mengarah ke SBY, JK, ataupun Sultan. "Daripada ke blok M (Megawati, Red), memang lebih mengarah ke tiga alternatif capres tersebut. Tapi, itu bukan persoalan perempuan atau laki-laki saja," tambah ketua FPKS di DPR tersebut.

Terkait dengan peluang PKS berkoalisi dengan Golkar untuk mengusung JK sebagai capres, menurut Mahfudz, hal itu sangat terbuka lebar. "Tapi, kalau masih kayak yoyo, bisa maju tapi bisa mundur lagi, ya repot juga," sindirnya sambil tersenyum. (git/dyn)
----
sumber: jawapos

PKS, The Real Warrior

by Dimar 'Sembiring' As-Sidiqi
-------
Pejuang Keadilan Sejati

Kadang menangis, kadang tertawa
Kadang bersedih, kadang gembira
Kadang mempunya, kadang tiada
Kadang dipuja, kadang dihina

Ahh... Itulah liku perjuangan kawan...

Begitu banyak aral merintang
Begitu banyak duri di jalan
Begitu banyak tembok menjulang
Begitu banyak lawan menghadang

Tapi, bagi pejuang sejati...

Aral tidak akan bisa merintang
Duri tidk akan menghambat jalan
Tembok menjulang tidak akan bisa menahan
Lawan tidak akan bisa menghadang

Pejuang sejati akan teus berjalan
Pejuang sejati akan terus bertahan
Pejuang sejati akan terus melawan
Pejuang sejati akan terus ke depan

Walaupun raga jadi taruhan
Sampai jiwa pun ikut melayang...
-------

Ahli Srategis Israel: 'Habisi HAMAS; Mission Impossible'

Al-Quds – Infopalestina: Pengamat Israel urusan strategi Danny Barakovic menegaskan bahwa melalui banyak studi keamanan dan strategi, Israel sudah menyimpulkan bahwa mustahil bagi mereka untuk menghabisi perlawanan Palestina di wilayah-wilayah yang mereka jajah. Ia mengisyaratkan bahwa Israel sekarang ini hanya bertujuan untuk melemahkan, baik terhadap Hizbullah di Lebanon atau "Hamas" di Palestina, terutama setelah Israel mencoba dan memperhatikan bahwa jika satu pejuang perlawanan dibunuh maka akan digantikan pejuang-pejuang perlawanan lainnya.

Dalam artikelnya berjudul "Apakah mungkin untuk memotong kepala Heidara?" ia menegaskan bahwa menghabisi perlawanan adalah mission impossible. Sebab Heidara istilah Israel bagi gerakan perlawanan adalah tokoh imajinatif fiktif yang memiliki tujuh kepala, setiap satu kepala dipotong maka dua kepala akan menggantikannya.

Barakovic menyebutkan beberapa faktor kekuatan perlawanan di Palestina dan Lebanon dan mengusulkan kepada Israel tentang mekanisme untuk melemahkan faktor-faktor itu. Faktor-faktor itu ada tiga: kekuatan keimanan dan akidah, dalamnya akar popularitas perlawanan di kalangan rakyat, dan hubungan mereka dengan kawasan-kawasan di sekitarnya.

Menurut penulis Israel ini bahwa kekuatan perlawanan pertama yakni kekuatan iman dan akidah diwujudkan dengan pemahaman mereka tentang aksi syahid. Diatas akidah inilah kelompok perlawanan di Palestina dan Libanon dibangun dengan harapan bisa membebaskan diri dari penjajahan Israel.

Danny Barakovic merekomendasi strategi Israel yang bekerja untuk melemahkan faktor yang dimiliki perlawanan ini, dengan cara: Israel dan Amerika “memblokade budaya’ dan melakukan aksi pendangkalan akidah didalam diri perlawanan. Ia meminta agar bibit-bibit akidah yang kuat yang merupakan rujukan tinggi bagi aksi perlawanan dan programnya harus diserang. Penulis mengatakan bahwa Israel sendiri merasa terganggu dengan media yang dikuasi oleh Gerakan Hamas dan Hizbullah sehingga monopoli media Israel tidak lagi berlaku.

Faktor kedua - menurut penulis - adalah simpati masyarakat yang mendalam terhadap perlawanan. Karena kelompok perlawanan juga memiliki aktifitas sosial dan pelayanan masyarakat. Sehingga hal itu menaikkan popularitas "Hamas" di Palestina dan "Hizbullah di Lebanon. Ia menyerukan agar Israel melakukan aksi yang melemahkan faktor ini. Caranya adalah blokade ekonomi, aksi pelaparan, pengusiran warga, dan langsung menyerang sasaran militer ke fasilitas sipil. Pada saat yang sama Israel juga harus melakukan blowup media untuk menyampaikan pembenaran aksi mereka sebagai aksi bela diri dan menyebutkan perlawanan sebagai terorisme, usul penulis Israel ini. Aksi ini bertujuan agar perlawanan terisolir secara sosial yang merupakan incubatornya.

Faktor ketiga, adalah hubungan erat perlawanan dengan kawasan di sekitarnya sehingga mereka bisa bertahan dalam waktu yang sangat lama. Cara melemahnya menurut Barakovic adalah dengan memberikan iming-iming (inducements) atau ancaman terhadap pihak daerah yang memberikan dukungan kepada perlawanan seperti Syria dan Iran. Israel juga diminta agar meningkatkan isi ‘keranjang insentif’ kepada agen-agennya atau meningkatkan ancaman kepada mereka agar tidak mendukung perlawanan ini. Sehingga mereka bisa jadi akan tergiur dengan isi keranjang tersebut. Penulis ini mengusulkan agar hubungan antara Iran dan Syria dengan perlawanan segera diputus. [bn-bsyr]

Jadwal Kampanye Terbuka wilayah Yogyakarta

Jadwal kampanye terbuka melalui rapat umum untuk wilayah D.I. Yogyakarta sudah direalese KPU. Rapat akbar atau kampanye terbuka ini akan berlangsung dari 17 Maret hingga 5 April.

Dalam kampanye rapat umum ini propinsi D.I. Yogyakarta dibagi menjadi 2 zona: Zona 1 (Kota Yogya, Bantul dan Sleman), Zona 2 (Gunungkidul dan Kulonprogo). Berbeda dengan kampanye pemilu 2004, kali ini masing-masing parpol hanya dijatah satu kali per-zona untuk kampanye model rapat umum terbuka ini. Dan dalam hari yang sama hanya ada 2 partai yang akan berkampanye. Untuk zona 1, PKS mendapat jatah hari pertama pada Selasa 17 Maret mendatang bersama dengan Partai Kedaulatan. Sedang zona 2 PKS mendapat jadwal kampanye pada Kamis 26 Maret bersama dengan partai PKPB.

Manisnya Iklan Kontroversial PKS

Selasa, 24 Februari 2009

Jakarta — Mimpi PKS meraih 20 persen suara memang masih belum tergambar jelas. Tetapi, sigi politik terakhir menempatkan PKS mampu menembus 11,6 persen. Inikah efek manis dari seri iklan politik kontroversial itu?

Perolehan angka dalam survei yang dilakukan Lembaga Riset Informasi (LRI) ini memang cukup mengejutkan. PKS berada pada posisi empat besar. Sementara 3 parpol di atasnya adalah Partai Golkar (20,1 persen), Partai Demokrat (15,5 persen) dan PDI Perjuangan (15,3 persen). Capaian itu tentu melewati nominal yang diraih PKS pada Pemilu 2004 yang hanya mencapai 7,3 persen. Survei-survei sebelumnya pun juga mencatat PKS hanya mampu memperoleh 4 persen (LSI) dan 6,2 persen (LSN).

Meski hasilnya 'menggembirakan', tetap saja LRI dianggap tidak akurat. PKS masih berkeyakinan mampu meraih 14-15 persen suara. "Hasil LRI tidak akurat. Saat ini suara pemilih atau koresponden masih akan terus berubah. Riset PKS di lapangan menunjukkan perolehan suara PKS jauh lebih optimis, yaitu mencapai 14-15%," kata Sekjen DPP PKS Anis Matta PKS.

Menurut Anis, riset yang dilakukan LRI juga belum memadai. Faktor partai politik tidak dijadikan salah satu ukuran dalam survei tersebut. "Bulan Januari pasti belum dilihat. Padahal strategi parpol saja baru dibentuk pada bulan itu dan dilancarkan pada bulan Februari. Sedangkan survei ini paling hanya dilakukan selama 2 minggu," ujar Anis.

Analis politik Bachtiar Effendy berpendapat iklan politik yang ditayangkan PKS memang kreatif. Namun, pariwara itu tidak bisa dijadikan jaminan suara PKS akan terus terdongkrak. PKS tetap membutuhkan upaya ekstra.

"Langkah-langkah PKS, yang memunculkan kadernya yang di kabinet dalam iklan kampanyenya mrupakan langkah yang kreatif, tapi itu semua tidak secara otomatis akan membuat orang memilih PKS," nilai staf pengajar UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta ini.

"Tapi itu hanya petunjuk saja yang belum punya nilai absolutnya. Sesungguhnya bukan sesuatu yang mustahil bagai PKS untuk mencapai targetnya, karena pada 2004 saja PKS mengalami kenaikan 600%," cetus Bachtiar.

Bila target terpenuhi, lanjut dia, maka dapat diartikan PKS berhasil 'menyabotase' pemilih dari partai Islam lain seperti PKB, PAN, PBB, PBR dan PPP. Apalagi, parpol tersebut tidak ada yang seagresif PKS dalam beriklan.

"Saya tidak melihat iklan-iklan PKS sebagai hal yang blunder. Sebab partai Demokrat saja memonopoli keberhasilan pemerintah adalah keberhasilan SBY. Yang dilakukan PKS kan tidak hanya mengkalim keberhasilan Menteri Pertanian Anton Apriantono. Iklan-iklan PKS itu menunjukkan kalau PKS itu kreatif dan punya dana yang cukup untuk Pemilu," tandas Bachtiar.

Pakar Marketing Politik dari UI, Firmanzah meyakini angka 15 persen suara masih mampu diraih PKS. Karena itu, ia memprediksi PKS mampu menggalang kekuatan dengan parpol lain saat pilpres mendatang. “PKS akan kuat saat semua partai ingin berkoalisi,” ucapnya.

Hasil survei yang dirilis LRI memang cukup mengejutkan. Selain menempatkan Golkar sebagai pemenang, survei ini juga menampilkan PKS sebagai parpol penghuni kelompok 4 besar.

Bila itu yang terjadi, artinya strategi marketing PKS mengusung iklan yang menuai polemik cukup mengena sasaran dan menjang gerilya politik yang tiada henti yang dilakukan PKS. Tetapi, PKS sudah sepatutnya waspada karena 44 hari mendatang masih merupakan hari kritis yang dapat memutarbalikkan keadaan.[L4]
--------
inilah.com

PKS Ajukan Dua Syarat untuk Duet JK-Hidayat

JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengajukan dua syarat kepada Partai Golkar, jika partai beringin tersebut mau meminang Hidayat Nurwahid sebagai calon wakil presidennya Jusuf Kalla.

Syarat tersebut disampaikan Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Mahfud Siddik kepada okezone melalui telepon di Jakarta, Selasa (24/2/2009).

Syarat pertama, PKS meminta Partai Golkar berkomitmen untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan baik. Pasalnya, selama 32 tahun Golkar diketahui sebagai partainya orde baru yang identik dengan Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme.

Syarat kedua, PKS meminta Partai Golkar solid dalam mendukung calon presidennya. Hal ini mengingat, capres Golkar di tahun 2004, yaitu Wiranto tidak didukung penuh oleh Golkar.

"Kalau dua syarat tersebut bisa dijawab secara meyakinkan, maka peluang JK-Hidayat sangat besar," katanya.

Selain itu, lanjutnya, duet ini juga tergantung dengan perolehan suara PKS di pemilu legislatif. Jika PKS memperoleh suara di bawah 20 persen, maka duet tersebut bisa saja terjadi.
------
okezone.com

Final Badminton PKS Piyungan Cup 2009

Reporter: Dimar Sembiring
GOR CUT RIA: Ahad 22 Februari 2009 menjadi hari terakhir penyelenggaraan Turnamen Badminton PKS Piyungan Cup 2009, setelah sepekan lamanya berlangsung. Karena pada hari tersebut akan digelar babak semifinal dan dilanjutkan dengan partai Final.

GOR CUT RIA tempat turnamen digelar, malam itu ramai didatangi oleh para pecinta Badminton dari penjuru bumi Piyungan. Tak kalah banyaknya, datang juga para supporter yang memberikan dukungannya kepada team kesayangannya masing-masing.

Dimulai jam 20.00 WIB, pertandingan dimulai dengan babak semifinal yang mempertemukan team dari dusun Munggur melawan team dari dusun Payak A di line 1. Dan di line 2 bertemu team dari dusun Kradenan melawan Daraman A.

Pertandingan berjalan ketat dan masing-masing team berusaha memunculkan permainan terbaiknya. Karena ketatnya pertandingan, semifinalpun harus selalu memainkan partai ganda ke 3 sebagai penentu siapa yang berhak mendapatkan tiket ke partai Final. Dan akhirnya tampil sebagai Finalis, team dari dusun Payak A dan Daraman A. Setelah partai semifinal berakhir, masing-masing team pun diberi jeda -/+ 30 menit untuk beristirahat sebelum berlaga di partai Final.

Jeda 30 menitan tersebut digunakan untuk melaksanakan upacara penutupan Turnamen Badminton PKS Cup 2009, dan penyerahan secara sibolik Trophy tetap dari Ketua DPC PKS Piyungan Bp. Wawan Wikasno kepada Ketua Panitia Bp. M.Robby.

Dalam sambutannya, Ketua DPC mengatakan, komitmen PKS Piyungan yang akan mentradisikan turnamen tersebut di setiap tahunnya. Jadi tidak hanya menjelang Pemilu saja. Pada kesempatan tersebut juga, beliau memperkenalkan Caleg-caleg dari PKS yang kebetulan hadir. Yaitu: Bp. Naharus Surur Caleg Pusat, Bp. Setiya Caleg tingkat Propinsi dan Bp. Wawan Wikasno Caleg tingkat Kabupaten.

Kemudian tiba saatnya Partai Final digelar. Pertandingan berjalan sangat alot. Dan ternyata team dari dusun Daraman A harus mengakui keunggulan Payak A. Payak A menang dengan skore akhir 2-0.

Dan berikut para Juara Badminton PKS Cup 2009:
- Juara I : Payak A
- Juara II : Daraman A
- Juara III Bersama : Munggur dan Kradenan

Hidayat Dinilai Rakyat Sosok yang Jujur

Senin, 23 Februari 2009

JAKARTA -- Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) dinilai sebagai sosok yang bersih dan sederhana sehingga mendapatkan dukungan yang terus menguat. HNW dinilai juga mampu memposisikan dirinya dengan baik sehingga bisa disandingkan sebagai cawapres, baik dengan SBY maupun JK.

Penilaian itu disampaikan Presiden Lembaga Riset Informasi (LRI) Johan O Silalahi, mengomentari hasil survei yang dirilis lembaganya. Survei yang dilakukan pada 8-16 Februari 2009 dengan melibatkan 1.890 responden ini mendapati dukungan terhadap HNW yang kian menguat.

Bila dipasangkan dengan SBY, HNW mendapatkan dukungan 36,9 persen, terpaut tipis dengan duet SBY-JK (37,7 persen). Sementara bila HNW disandingkan dengan JK memperoleh dukungan responden 26,88 persen. Duet JK-HNW ini menempati peringkat pertama mengalahkan jago-jago lainnya. ''Rakyat merindukan sosok yang sederhana, jujur, dan dapat dipercaya,'' ujar Johan di Jakarta, Senin (23/2).

Johan menilai HNW sebagai sosok yang fenomenal. Diam-diam, lanjutnya, mantan presiden PKS ini mampu membangun basis pemilihnya dengan baik. Karenanya tak heran bila dalam dua tahun terakhir, popularitas sosok muda ini dinilainya terus menanjak. ''HNW dipercaya publik sebagai sosok yang sederhana, jujur, dan memiliki integritas tinggi,'' pujinya.

Seiring dengan itu, sambung Johan, popularitas maupun tingkat keterpilihan (electibilitas) HNW terus meningkat. Menurutnya, HNW merupakan sosok yang potensial untuk menjadi wapres mendatang. Namun, HNW dilihatnya belum bisa dijual sebagai calon presiden. ''Jadi tak heran kalau pasangan SBY-HNW mampu mengejar popularitas SBY-JK,'' tegasnya.

Kian kuatnya posisi HNW juga diakui pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia, Efendy Ghazali. Ia menyebutkan saat ini ada dua tokoh nasional yang sedang diperebutkan untuk dijadikan pasangan dalam pilpres 2009, yakni JK dan HNW. Apalagi bila PKS nanti benar-benar mampu memperoleh suara 11 persen sebagaimana banyak diprediksi lembaga survei. ''PKS mempunyai kader yang solid,'' ujarnya.djo/kpo
--------
republika online

'Siapa pun yang berkoalisi dengan Nur Wahid akan beruntung'

Jakarta - Kesediaan Jusuf Kalla menjadi capres langsung menaikkan citra Golkar. Untuk wakilnya, JK lebih berpotensi dengan Hidayat Nur Wahid ketimbang Sri Sultan.

Begitulah hasil polling Lembaga Riset Indormasi (LRI) yang dilakukan sejak 8-16 Februari 2009. Jika JK berpasangan dengan Hidayat, hasilnya 27,88% respoden setuju.

"Hidayat Nur Wahid akan jadi kuda hitam. Ia punya potensi besar jadi cawapres. Hal ini dikarenakan popular atas kesederhanaannya, dipercaya dan punya integritas yang kuat," kata Presiden LRI Johan O Silalahi, di Jakarta, Senin (23/2).

Jika JK berpasangan dengan Sultan, angkanya hanya berkisar 19,68%. Dan jika JK berduet dengan Sekjen DPP PDIP Pramono Anung, angkanya semakin rendah, yakni 5,87%.

"Selain itu, PKS juga memiliki potensi besar dalam perolehan suara. Secara teknis di lapangan. Partai yang paling grass road di daerah-daerah hanya Golkar dan PKS. Sisanya nggak ada," beber Johan.

"Siapa pun yang berkoalisi dengan Nur Wahid akan beruntung. Track recordnya bersih sehingga tidak bisa diserang dari mana pun," imbuhnya. [ana]

Golkar: Hidayat Kunci Kemenangan JK
Survei Lembaga Riset Informasi (LRI) yang menunjukkan Partai Golkar sebagai partai nomor satu disambut gembira oleh Ketua Bapilu Partai Golkar Burhanuddin Napitupulu alias Burnap. Burnap menganggap Ketua MPR Hidayat Nur Wahid yang disebut-sebut sebagai cawapres SBY atau JK adalah kunci kemenangan keduanya di Pilpres 2009.

"Berdasarkan hasil survei yang dilakukan LRI, pasangan SBY-HNW (Hidayat) hanya unggul 9 persen dari pasangan JK-HNW. Dengan hasil seperti itu, berarti HNW adalah kuncinya," ujar Burnap.

Hal itu disampaikan Burnap usai acara Publikasi Hasil Survei LRI di Hotel Sari Pan Pasific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2009).

Burnap menyatakan, survei tersebut juga menyebutkan, siapapun yang bisa memperolah Hidayat sebagai cawapres, tentu akan menjadi presiden.

Siapa orang yang paling berpeluang? "Saya pikir Golkar seperti madu. Banyak partai yang mau berkoalisi kepada Golkar. Saya pikir lebih kepada Golkar," kata Burnap dengan pedenya.

Burnap mengaku, Golkar sudah melakukan pendekatan dengan Hidayat. Namun hasilnya masih menunggu rapimnas usai Pemilu Legislatif. Meski demikian, Burnap menyarankan untuk mensurvei peluang SBY-Hidayat dan JK-Hidayat.

"Karena survei ini dilakukan pada 16 Februari. Sedangkan Golkar memutuskan untuk mengusung capres sendiri pada 19 Februari. Saya usulkan untuk disurvei head to head JK-HNW dan SBY-HNW," tandas dia.
( nik / iy )
---------
inilah.com, detik.com

Baksos 3 in 1 DPRa PKS Sitimulyo

Reporter: BDE
Bertempat di dusun Ngampon, Sitimulyo, DPRa PKS Sitimulyo menggelar Aksi PKS Peduli pada hari Minggu 22 Februari 2009. Seperti yang diagendakan para syuro sebelumnya, disepakati kegitan pagi siang itu terbagi menjadi tiga : Yankes (pelayanan kesehatan), Bazar sembako murah, dan Potong rambut geratis. Kegiatan panel tersebut dimulai tepat pada pukul 09:00 yang diawali dengan pendataan para pasien yang akan berobat, dibarengi dengan potong rambut gratis sedangkan bazar baru bisa dimulai pada pukul 10.00 WIB.

Pelayanan satu atap merupakan gambaran yang tepat untuk menyimpulkan kegiatan pada hari itu, luasnya tempat yang dimiliki membuat semua kegiatan dapat dilaksanakan di ruangan yang sama. Pasien yang terdaftar pada pagi itu mencapai 60 orang yang didominasi oleh lansia (eyang-eyang) baik kakung maupun putri. Rata-rata penyakit yang dirasakan pun hampir sama yakni senut-senut diantara kaki dan pinggang (penyakitnya orang tua).

Kegiatan Bazar merupakan kegiatan yang disenangi oleh ibu-ibu dan simbah-simbah, karena harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan beli di toko atau pasar. Salah satu warga mencoba menghitung harga yang beredar di pasar dan di Bazar. "Mas niki regane pinten?"(mas ini harganya berapa?), pak Sunar (petugas Bazar): "Sangangewu mbah"(sembilan ribu). "Wah murah yo, nak neng pasar niki regane pun sewelas ewu mas"(wah murah ya, kalo di pasar ini harganya sebelas ribu).

Untuk kegiatan Bazar panitia dibantu oleh 2 perwakilan warga yang telah membagikan kupon Bazar dari PKS dengan bandrol harga paket sembako Rp. 10.000. Namun siang itu panitia memberi tambahan diskon sehingga harganya Cuma Rp. 9.000. warga pun tambah senang sekali terutama ibu-ibu. Sampai akhir acara jumlah paket yang terjual kurang lebih 160 paket.

Sedangkan kegiatan potong gratis, ini merupakan kegiatan perdana dan unggulan dari DPRa Sitimulyo. Pak Parman (kader yang punya keahlian potong rambut) merupakan pencetus ide potong gratis dan beliau sendiri yang menjadi petugasnya. Keahlian beliau tidak diragukan lagi dalam potong memotong khususnya rambut. Hari itu beliau mendapatkan pasien sebanyak 20 orang.

Tepat pukul 14.00 WIB kegiatan pada hari itu berakhir, semua kader pun pamit dan mengucapakan terimakasih atas sambutan yang hangat dari warga Ngampon, dan tidak lupa memohon doa restunya untuk kemenangan PKS di Dusun Ngampon khusunya dan Indonesia umumnya. [bde]

Walau Beras Murah, Petani Kita (tetap) Senang

by Becik Reog Pambudi*
Beberapa waktu lalu ada salah satu partai (katanya sih, peduli wong cilik) yang mengiklankan akan menurunkan haga sembako (baca beras). Gembar-gembor sana sini, bahwa mereka memiliki mekanisme untuk melakukan itu. Kemudian dari intern PKS muncul pernyataan dari mas Anis Matta saat berada di hadapan para petani di Sulawesi Selatan tepatnya di kecamatan Botonompo Gowa Sulsel. Bahwa petani rugi, kalau harga beras murah, seperti yang digemborkan salah satu partai. Lho kok bisa begitu ? Iya, karena dengan harga beras murah, otomatis pendapatan yang diterima para petani lebih kecil.

Lha ini, janokonya LSI mas Denny JA ikutan koar-koar. Bahwa, PKS itu ngawur, menilai semabko murah akan merugikan rakyat mencerminkan ketidakpahaman partai dakwah itu terhadap persoalan sembako. Permasalahannya, kata mas Janoko itu tadi, yang maksudnya murah itu bukan harganya, tetapi murah dalam artian masih bisa dibeli oleh masyarakat, dimana ada kebijakan kontrol (mungkin dari partainya, tetapi seingat saya dulu juga ada janji seperti ini nyatanya sampai sekarang juga belum ada peduli sama wong cilk) agar pemerintah mengontrol supaya harga tetap dalam daya beli masyarakat.

Nah, ini yang menarik. Sepertinya kebijakan sembako murah ini awalnya ya memang diarahkan ke propaganda pemilu agar harga sembako turun (sebelum ada counter dari mas Anis Matta). Sepertinya tak pernah ada kata-kata dalam propagandanya yang menyiratkan bahwa : 1-“kami akan mengusahakan agar sembako tetap dalam kemampuan daya beli masyarakat“. Yang ada adalah: 2- „Kami akan menurunkan harga sembako“.

Kalaupun toh dengan propaganda yang kedua itu daiharapkan masyarakat akan bisa merepresentasikan sendiri seperti maksud propaganda yang pertama, itu adalah salah besar. Konsultannya yang harus diupgrade lagi. Karena apa ? Karena saat ini masyarakat kita tahunya ya yang secara lahiriah saja. Jadi kalau propaganda yang kedua itu yang digemborkan, ya masyarakat luas tahunya adalah harga sembako memang akan diturunkan. Mereka nggak akan mikir apa itu kemampuan daya beli, apa itu kontrol harga dan lain-lain. Yang mereka tahu adalah partai „anu“ itu janjinya akan menurunkan harga.

Kembali ke awal, sebenarnya ada kaitan antara pernyatan mas Anis dengan mas Denny ini. Kalau mas Denny menyatakan bahwa murah dalam tataran dalam jangkauan daya beli masyarakat, root case nya adalah bagaimana supaya daya beli masyarakat ini bisa menjangkau harga yang dimaksud. Bukan hanya beras, tetapi semua aspek ekonomi ini bisa berjalan. Kuncinya ada di PETANI.

Petani dalam berproduksi akan berorientasi pada hasil. Dengan hasil yang melimpah, mereka akan senang. Tetapi syaratnya adalah hasil melimpah terebut diperoleh dengan input yang minim. Ingat hukum ekonomi, menhasilkan output yang maksimal dengan input minimal. Dan jika ditunjang dengan jaminan pasar yang baik (disini pemerintah yang berkuasa nantinya berperan), pendapatan petani akan meningkat. Dengan adanya jaminan pasar yang baik, harga pertanian akan stabil sehingga petani tidak dirugikan. Nah, setelah ini baru masuk ke pernyataan mas Denny JA tadi. Dengan meningkatnya pendapatan petani, daya beli mereka akan naik. Naiknya daya beli petani ini akan membawa konsukuensi positif pada perputaran ekonomi di sektor lain. Di sektor industri, petani akan mampu membeli hasil industri (barang atapun jasa) karena daya belinya telah meningkat. Karena hasil produksinya tersalurkan, komponen industri akan bergairah dengan semakin cepatnya cashflow mereka, sehingga ancaman PHK, pailit dan kredit macet akan tereliminir. Dengan terjaminnya cashflow masyarakat industri, mereka juga tidak akan keberatan untuk membeli sembako(beras) dengan harga yang wajar, dimana petani tidak dirugikan dan masyarakat tidak merasa kemahalan. Di perbankan, dengan lancarnya angsuran kredit industri karena output mereka terserap pasar, gairah perbankan juga akan meningkat. Belum lagi meningkatnya tabungan(saving) karena baik petani maupun pekerja industri (jasa dan barang) masih mempunyai cadangan untuk disimpan di bank.

Akhirnya bank-pun akan lebih mudah memberi pinjaman ke petani untuk berproduksi lagi. Begitu seterusnya.

Nah, sekarang bagaimana agar petani bisa menjual dengan harga murah, tetapi tetap tidak merugi ?

Ya itu tadi, input yang minimum menghasilkan output maksimum. Salah satu yang bisa menjadikan input minimum adalah pengolahan tanah. Bayangkan jika mengolah tanah dengan manual tenaga manusia. Lama, bro… dan akan memakan biaya mahal. Karena hitungannya adalah HOK (hari orang kerja) dikalikan lama waktu pekerjaan selesai. Makanya, untuk memastikan input yang minimum harus ada tehnologi yang masuk ke dalamnya. Sala satu cara pengolahan tanah yang efisien dar segi biaya ya, teknologi. PAKAI TRAKTOR! Disininlah LANGKAH NYATA TELAH DILAKUKAN MAS ANIS MATTA AGAR HARGA SEMBAKO (BERAS) MURAH tetapi petani tidak merugi, ADALAH LANGSUNG MENUJU KE KUNCI MASALAHNYA. MEMEBRI BANTUAN TRAKTOR KE PETANI DI SULSEL, sehingga minimizing input tercipta. Itu cuma satu langkah kecil dari agenda besar.

Bukan hanya bicara meningkatkan daya beli, tetapi tidak mencari darimana sumber penigkatan daya beli itu bisa dicapai. Jadi, please dech mikirnya pusing amat seh…… NON SENSE PEMBANGUNAN AKAN TERCIPTA KALAU PETANI tetap SENGSARA…… HIDUP PETANI …..!!!!!!

Salam, dari penghulu jagung.
-----------
*praktisi pertanian

‘Unsur Ideologis Hanya Ada di PKS’

Minggu, 22 Februari 2009

Surabaya - Pengamat Sosiologi Islam Nur Syam menilai partai politik Islam saat ini telah kehilangan ideologi keislamannya. Hal ini akibat parpol Islam umumnya tak mampu menjawab pragmatisme masyarakat.

Guru Besar Sosiologi di Fakultas Dakwah (FD) IAIN Sunan Ampel Surabaya itu menilai, kegagalan parpol Islam mempertahankan ideologi keislaman, akibat pragmatisme masyarakat.

"Masyarakat sekarang memilih parpol bukan karena ideologi, bukan karena kepentingan tertentu, dan juga bukan karena orientasi program parpol tertentu," katanya, di Surabaya, Minggu (22/2).

Menurut dia, masyarakat saat ini menentukan pilihan dalam Pemilu 2009 karena kedekatan dan pembinaan yang dialami secara emosional dari kader parpol tertentu.

"Jadi, parpol yang mendapatkan suara besar nantinya bukan lagi karena ideologi, kepentingan, atau program. Tapi, sejauh mana kader parpol mampu melakukan pembinaan kepada masyarakat," papar Nur Syam.

Dia menyatakan unsur ideologis saat ini bukan menjadi faktor penentu dalam memilih. Sehingga, parpol Islam yang mengusung ideologi keislaman, saat ini tidak akan dipilih karena faktor keislaman yang melekat. Kecuali PKS yang antara lain dipilih karena dianggap parpol Islam.

"Pemilih parpol Islam saat ini tidak melihat unsur ideologis, kecuali pemilih PKS (Partai Keadilan Sejahtera)," ujarnya.

Lebih jauh, Nur Syam menyarankan agar ke depan, parpol jangan mementingkan aspek ideologis. “Apakah ideologi kepartaian maupun ideologi ketokohan, melainkan melakukan pembinaan masyarakat sejak awal," sebutnya. [*/nuz]
--------
sumber: inilah.com

Gembleng Mental dan Fisik ala PKS Johor

Sabtu, 21 Februari 2009

Oleh: Abdul Wahid Surhim*
PKS JOHOR – Malaysia (15/02/09). Hari sabtu malam 14 Pebruari 2009 menjadi momen penting bagi PKS Johor – Malaysia untuk memantapkan mentalitas dalam menghadapi kemenangan dakwah 2009. Para kader dari semua peringkat mengikuti MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) untuk menggembleng dan memantapkan mentalitas kader agar lebih siap dan selalu siaga menghadapi kerja-kerja dakwah. Dengan Muwajjih DR. Dadan H, seluruh kader diingatkan bahwa kemanisan iman (halawatul iman) akan tercapai bila seseorang telah merasakan dua kelezatan: kelezatan taat (istildzadzut-tha’at) dan kelezatan memikul derita perjuangan (istildzadzu tahammulil masyaqqah).

Dua kelezatan itu merupakan buah dari keridhaan seseorang menjadi Allah sebagai Robbnya, Islam sebagai dien-nya, dan Muhammad SAW sebagai Nabi dan RasulNya. Jika seseorang sudah ridho, maka apapun yang diperintahkan Allah atau Islam atau Rasulullah akan dilaksanakan dengan penuh kelezatan. Apapun derita yang dialaminya tatkala melaksanakan perintah-perintah itu akan dirasakan kelezatannya. Pemenangan dakwah di tahun 2009 mungkin dirasakan berat. Tapi yang ingin merasakan manisnya iman, ini adalah kesempatan yang tidak boleh diabaikan.

Di samping mentalitas, pagi hingga siangnya (Ahad, 15/02/09) dilaksanakan pertandingan futsal antar-DPC yang diselenggarakan oleh DPC PKS SSK (Senai-Saleng-Kulai). Tidak tanggung-tanggung, arena futsalnya benar-benar berkelas dunia. Ini menambah semangat para peserta. Dilakukan dengan sistem setengah kompetisi dibagi dua grup, akhirnya mempertemukan juara dan runner-up grup masing-masing. Grup DPD PKS Johor sebagai juara grup A melawan runner-up Grup B (DPC SGPT: Skudai-Gelang Patah-Tampoi), dan DPC Pasir Gudang (runner –up Grup A) melawan DPC SSK (juara Grup B). Semua pertandingan pertandingan akhirnya ditentukan melalui adu pinalti, termasuk partai final. Akhirnya juara satu DPC SSK (tuan rumah), juara dua DPC SGPT, dan juara bersama 3 DPD dan DPC Pasing Gudang.

Pertandingan diakhiri dengan menyanyikan nasyid ISLAM CINTA KEADILAN, penyerahan hadiah, foto bersama, dan doa.
----
*Mahasiswa Indonesia program doktoral UTM (Univ. Teknologi Malaysia)

Catatan Ekspedisi HAMAS Piyungan (part 5)

Jumat, 20 Februari 2009

by Dimar Sembiring
-------
Cikampek, (Jumat 2/1/2009)
Setelah tidur sejenak di sebuah masjid daerah Indramayu, perjalanan malam kami lanjutkan. Sekitar 2 jam mengarungi jalanan, waktu subuh tiba. Kamipun berhenti di salah satu masjid di pinggir jalan daerah Cikampek. Setelah sholat subuh berjama’ah, kamipun memanfaatkan kesempatan transit ini untuk mandi dan membersihkan badan.

Sembari menunggu semua team selesai membersihkan badan, kami ngobrol santai sejenak di serambi masjid tersebut sembari “ngemil” snack2 bekal kami yang masih tersisa. Setelah semua team selesai membersihkan badan, perjalananpun dilanjutkan dengan perasaan fresh dan segar tentunya.

Pagi sudah merekah. Kali ini rute yang kita lalui sangat padat sekali, sempat beberapa kali kami salah jalur dan harus bolak-balik bertanya kepada sesama pengguna jalan yang lain ataupun kepada warga sekitar, bahkan telpon kepada kerabat yang ada di Jakarta untuk memandu jalan.

Jakarta (2/1/2009) at 09.12 WIB
Alhamdulillah, setelah beberapa jam mengarungi jalanan pinggiran ibu kota, sekitar pukul 9-an pagi akhirnya kami sampai di Markaz Da’wah PKS Pusat Jl. Petamburan Jakarta (ralat: Jl. TB Simatupang). Gedung yang baru nan megah dengan cat putih berbalut kuning keemasan ini menjadi tempat transit sebelum ikut acara inti ’Demo Palestina’.

Setelah berpose di depan Markaz Da’wah, kami dipersilahkan masuk oleh security (yang ternyata orang Kebumen). Di loby Markaz Da’wah sembari menunggu bertemu dengan Bendahara DPP Ustadz Masfuri yang kebetulan asli Tegal dan tetangga Ustadz Abu Hasan, kami menikmati Bubur Ayam Spesial Betawi yang disediakan oleh “Tuan Rumah”. “Seumur-umur, baru kali ini saya makan bubur ayam, eh..ternyata enak juga ya” komentar salah seorang team (ndeso tenan).

Beberapa saat kemudian Ustdaz Masfuri tiba dan langsung menghampiri kami. Beliaupun mengungkapkan apresiasi dan rasa salutnya kepada kami karena sudah datang di Jakarta. Setelah itu kamipun ngobrol panjang lebar. Kami bergantian sharing dengan beliau terkait penyebaran da’wah kami di daerah-daerah dan meminta saran dan nasehat terkait bagaimana baiknya kami bergerak dan bertindak untuk penyebaran da’wah dan tentang PEMILU 2009 tentunya.

Waktu sudah hampir mendekati waktu sholat jum’at, kami melanjutkan ke target selanjutnya yaitu Kantor DPP PKS di Mampang prapatan. Terima kasih kepada Ustdaz Masfuri yang telah memberi 10 bendera Palestina buat bekal demo siang itu. Kami pun langsung memasangnya di motor kami masing-masing.

Perjalanan kami kali ini lebih semangat lagi. Karena memang perut sudah kenyang, plus diberi semangat oleh Ustadz Masfuri dan ditambah lagi kami sudah menenteng bendera Palestina. Siap dech untuk ber-AKSI! Di sepanjang jalan menuju DPP, kami berjumpa dengan “Teman-teman Seperjuangan” rombongan PKS dari Depok dan sekitarnya yang juga telah siap untuk menuju Bundaran HI.

Semakin kami melaju, semakin banyak juga kami bertemu, bersanding dengan “Teman-teman Seperjuangan”, kontan membuat adrenaline kami semakin terpacu juga. Tak beberapa lama kemudian kamipun tiba di Kantor DPP PKS Mampang Prapatan. Akhirnya, “Pesanan khusus” dari Om Wied bisa kami laksanakan (sebelum berangkat, om wied pesan agar kami kudu mejeng foto di depan kantor DPP).

Di DPP aktifitas nya sudah sangat ramai sekali. Tim Korsad dan Kepanduan sudah bersiap siaga. Waktu yang mepet dan ’keramaian’ di DPP membuat kami mengurungkan niat untuk bertemu empat mata dengan Sang Presiden PKS. Transit sejenak di DPP kami manfaatkan untuk belanja oleh-oleh atribut di toko halaman gedung DPP.

Saat itu kami bingung mau sholat jum’at di HI atau di masjid dekat DPP. Kalau penginnya sich sholat jumat di bundaran HI, berhubung waktu sudah gak mungkin maka kami sholat Jumat bersama rombongan demo dari PKS Depok di masjid pinggir jalan dekat DPP.

Usai sholat jumat plus jama’ ashar, kami menuju Bundaran HI. Saat kami tiba, lokasi sentral aksi demo Palestina ini sudah penuh sesak dipadati ribuan kader simpatisan PKS. Tim Korsad, Kepanduan dan pihak kepolisian mulai sibuk mengatur massa demonstran yang mengalir ke hulu Bundaran HI bagai air bah dari lima penjuru. Beruntung kami masih bisa memarkir motor di dekat Bundaran HI.

Dengan mengangkat poster besar HAMAS yang kami bawa dari Jogja, kami langsung bergabung dengan lautan massa aksi. Inilah momen yang menjadikan kami (HAMAS Piyungan) berpeluh keringat dan debu mengarungi 633 km Jogja-Jakarta.
(to be continued)

Sultan Capres Alternatif PKS

Jakarta - Untuk terbentuknya koalisi alternatif yang kuat, PKS memerlukan dukungan dari parpol besar yakni Partai Golkar. Sri Sultan Hamengku Buwono X dianggap sosok yang cocok untuk diusung PKS.

"Sultan adalah sosok yang paling mungkin diusung oleh PKS," ujar pengamat politik Universitas Parahyangan Adrianus Harsawaskita kepada INILAH.COM, Jakarta, Jumat (20/2).

Menurutnya, sosok Sultan merupakan sosok populis tapi lemah. Gubernur DIY tersebut tidak mempunyai kendaraan politik dan dukungan politik yang real. Sultan sendiri, lanjutnya, sudah menegaskan dirinya adalah capres bukan cawapres.

Saat ini, ujar Adrianus, partai-partai saling membuka diri. Artinya siap untuk dipinang, termasuk Sultan. Besar kemungkinan, PKS akan mengusung dan siap menjadi kendaraan politik bagi sultan.

Namun dalam mencalonkan Sultan, PKS tidak mungkin menjadi gerbong alternatif secara tunggal karena akan menjadi citra yang jelek bagi Sultan sendiri.

“Orang-orang yang berada di belakang Sultan adalah orang-orang kejawen yang secara tidak langsung bertolak belakang dengan basis massa PKS yang kebanyakan Islam,” imbuhnya.

Selain itu, papar Adrianus, PKS masih membutuhkan dukungan dari partai-partai besar untuk menggagas koalisi alternatif. Ini dikarenakan dalam beberapa tahun ke depan seorang presiden harus mempunyai paket ekonomi terkait dengan stimulus ekonomi. Dengan begitu, presiden tersebut harus dapat menguasai parlemen.

Dua partai baru dan mempunyai kekuatan yang signifikan yakni Hanura dan Gerindra, dinilainya, tidak bisa dimasukan kedalam konfigurasi koalisi ini. Hanura semakin lama semakin hilang. Gerindra yang mempunyai kekuatan di sektor financial, tidak mempunyai pengalaman di parlemen.

“Parlemen akan tetap dikuasai oleh partai-partai besar dan partai lama yaitu Partai Golkar, PDIP, dan Partai Demokrat. Jika harus memilih, maka PKS akan memilih untuk merapat ke Partai Golkar untuk membentuk koalisi alternatif,” pungkasnya [bar]
--------
inilah.com

PKS Rangkul Komunitas Nasrani

Rabu, 18 Februari 2009

TANA TORAJA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tampaknya ingin membuktikan jati dirinya sebagai partai terbuka. Partai dakwah ini optimistis mampu meraup suara di Kabupaten Tana Toraja, wilayah di Sulawesi Selatan, yang didominasi kaum Nasrani.

Salah satu strateginya adalah dengan melakukan pendekatan kekeluargaan. "Kami akan buktikan bahwa partai ini adalah partai terbuka dan bisa diterima oleh berbagai kalangan," kata fungsionaris PKS Tanah Toraja, DK Bangngipadang, usai acara 'Mangkotanan' di Tanah Toraja.

Mangkotanan atau pertemuan rumpun keluarga dalam rangka konsolidasi tersebut, juga dihadiri sejumlah fungsionaris dan caleg PKS Tator yang bertarung di salah satu daerah kunjungan wisata di Sulawesi Selatan itu.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 500 orang yang mewakili tiap rumpun keluarga di Tator, antara lain berasal dari Kecamatan Sangalla, Gandasil, dan Mengkendek.

Bangngipadang mengatakan, kendati PKS dikenal sebagai partai dakwah, atmosfer kebersamaan di partai tersebut begitu terasa. "Saya melihat bahwa tidak lagi penting berpartai berdasarkan golongan, tetapi berdasarkan kinerja dan selama saya bergabung dengan PKS saya melihat sendiri pembuktian jargon bersih, peduli, dan profesional partai ini," ujarnya.

Senada dengan Banggipadang, fungsionari PKS Toraja Devi Taba mengatakan, tidak lagi penting mengukur citra suatu partai politik berdasarakan aliran. Menurutnya, masyarakat harus lebih banyak melihat kinerja, bukan pada aliran partai tersebut.

Soal keterbukaan, Devi menambahkan, PKS sekarang adalah benar-benar partai yang terbuka bagi siapa saja."Buktinya sekarang saya masih beragama Kristen, tapi PKS tidak mempermasalahkannya," katanya. [*/P1]
-----------
inilah.com

'I Like Monday' DPRa Sitimulyo

Reporter: BDE
I Like Monday, adalah statment yang pas buat menggambarkan suasana sore Senin tanggal 16 Februari 2009 di rumah pak Sulistiyo Ketua DPRa PKS Sitimulyo. Sore itu, DPRa Sitimulyo menggelar syuro rutin pekanan. Walau dengan waktu yang relatif singkat dimulai dari pukul 16:30 sampai terdengarnya adzan maghrib, singkatnya waktu tidak mengurangi kualitas hasil syuro.

Peserta yang berjumlah 15 kader ikhwan-akhwat ini dengan seksama mengikuti syuro yang kental suasana ukhuwahnya. Dapat dilaporkan bahwa agenda yang telah dibahas pada syuro itu antara lain: Persiapan Temu Saksi PKS Sitimulyo yang akan dilaksanakan di pemancingan Minolestari, Persiapan YANKES Plus di Gempol, dan info-info terkini dari masing-masing kader tentunya terkait berita yang terjadi dan dialami oleh para kader selama seminggu kebelakang.

Satu hal yang paling penting dan sangat kruasial bagi lancarnya semua kegiatan dan kebersamaan kader adalah partisipasi semua kader dalam kegiatan syuro sehingga dapat meminimalkan miss comunication antar kader yang terkait kebijakan-kebijakan yang telah disepakati. Intensitas pertemuan baik di dalam syuro maupun diberbagai kesempatan adalah obat yang mujarab untuk mempererat silaturahmi antar kader, mensinergikan dan menselaraskan semua pendapat.

Adzan maghrib pun berkumandang menembus dinginnya suasana di petang itu, menandakan berakhirnya acara syuro.

DPRa PKS Srimulyo Intensifkan Sosialisasi Caleg

Selasa, 17 Februari 2009

Oleh: Andi TW (Ketua DPRa Srimulyo)
Sebagai DPRa tertua dan cikal bakal lahirnya PKS Piyungan, DPRa PKS Srimulyo bertekad menjadi lumbung suara PKS sekaligus mengukuhkan sebagai DPRa terbesar perolehan suaranya pada Pemilu 2009. Untuk itu mulai akhir Desember tahun lalu upaya menggaet pemilih dilakukan secara lebih intensif dibanding sebelumnya. Selain melakukan Aksi PKS Peduli, program andalan lain adalah turba ke dusun-dusun bersilaturohmi ke warga sekaligus mengenalkan caleg dan sosialisasi teknis pencontrengan pemilu.

Sampai dengan kemarin (16/2) program sosialisasi caleg dan pemilu yang sudah dilakukan sebagai berikut:

1. 28-12-2008 dusun Gondang Kaligatuk (caleg: Amir, Naharus Surur)
2. 01-01-2009 dusun Brambang Plesedan (caleg: Amir)
3. 10-01-2009 dusun Bangkel (caleg: Gus Pur)
4. 18-01-2009 dusun Jemblong Ngelo (caleg: Wawan)
5. 24-01-2009 dusun Secang Kaligatuk (caleg: Amir)
6. 26-01-2009 dusun Ngijo (caleg: Wawan)
7. 26-01-2009 dusun Watuwayang (caleg: Amir)
8. 01-02-2009 dusun Gondang Kaligatuk (caleg: Wawan)
9. 01-02-2009 dusun Duren Kaligatuk (caleg: Wawan)
10. 05-02-2009 dusun Pangkah (caleg: Wawan, setiya)
11. 11-02-2009 dusun Jombokan Ngelo (caleg: Wawan)
12. 14-02-2009 dusun Jolosutro (caleg: Wawan, Amir, Arif Rahman, Chlod Mahmud)
13. 15-02-2009 dusun Bintaran Kulon (caleg: Amir)
14. 16-02-2009 dusun Bintaran Wetan (caleg: Tri Wuryani, Amir, Setiya)

Dalam waktu dekat beberapa dusun yang akan disambangi antara lain:
1. 21-02-2009 dusun Nyamplung (caleg: Wawan)
2. 21-02-2009 dusun Gondang Kaligatuk (caleg: Amir)
3. 02-03-2009 dusun Alasgede Kaligatuk (caleg: Amir)
4. 08-02-2009 dusun Pulepayung Kaligatuk (caleg: Amir)

Spreading Ba'da Ta'lim DPRa PKS Sitimulyo

Reporter: BDE
KARANGGAYAM - Selama 2 hari berturut-turut (jum'at dan sabtu) hujan rata membasahi kecamatan Piyungan dan sekitarnya, Alhamdulillah hari minggu pagi tanggal 15 Februari 2009 hujan pun menghentikan aktifitasnya dan memberikan kesempatan bagi para pengurus dan kader DRPa PKS Sitimulyo untuk melakukan agenda rutin bulanan dihari itu, yakni TRP (Ta'lim Rutin Partai).

Bertempat di rumah pak Bachtiar dusun Karanggayam kegiatan dilaksanakan. Pada kesempatan itu dibahas beberapa agenda yang akan dilaksankan DPRa serta beberapa info terkini dari DPC Piyungan. Info seputar DPC PKS Piyungan langsung disampaikan oleh Pak Wawan Wikasno yang notabenenya sebagai ketua DPC PKS Piyungan sekaligus sebagai CALEG untuk pemilihan DAPEL Wilayah IV Kabupaten Bantul.

Banyak informasi yang disampaikan dari beliau tentunya terkait dengan kondisi DPC piyungan yang dirasakan beliau suguh solid dalam segala kegiatan, disela-sela info terselip beberapa taujih yang mengugah semangat dari kader yang hadir pada hari itu. Tak kalah menariknya dari agenda TRP pagi siang itu yakni agenda spreading (menyapa warga ke rumah-rumah) sebagai penutup dari acara pada siang itu.

Spreading pung dibagi di tiga pedukuhan yakni: Karanggayam, Lengis, dan Babadan. Tim Spreading masing-masing pedukuhan terdiri dari 3 ikhwan dan 3 akhwat dengan target masing-masing kader dijatah minimal 5 rumah. Sebelum agenda Spreading di lakukan pengarahan pun disampaikan oleh pak Abdilah (kader senior DPRa Sitimulyo) terkait spreading yang akan dilaksanakan, yakni prosedur dalam penyampaian informasi dan tips dan trik agar warga setempat bisa menerima dan tertarik untuk mendengarkan informasi yang akan disampaikan. Tidak lupa pula pembagian amunisi (seperti kartu suara, stiker, brosur, panflet dll bukan bahan yang mudah meledak).

Bergeraklah seluruh kader (kurang lebih 20 kader) yang hadir pada siang hari itu, menjelang adzan Dzuhur sebagian rombongan sudah kembali ke pos semula (tempat TRP dilaksanakan). Tepat pukul 13.00wib acara pada hari itu resmi ditutup dengan melahirkan agenda yang baru yakni aksi PKS Peduli YANKES Plus (Pelayanan Kesehatan plus pasar murah plus potong rambut gratis tapi tetep rapi) pada tanggal 22 Februari 2009 di pedukuhan Gempol Sitimulyo.

Mohon Do'anya agar agenda kami terlaksana dan selalu setia melayani masyarakat dengan ikhlas, Amien.

Touring Janur Kuning HAMAS Mengenang 60 Th SU 1 Maret

Senin, 16 Februari 2009

by A-Has
-------
Dalam rangka mengenang tepat 60 tahun Serangan Umum (SU) 1 Maret 1949, Himpunan Anak Muda PKS (HAMAS) Jogjakarta akan menggelar Touring Janur Kuning dengan rute Merapi-Merbabu.

SU 1 Maret merupakan episode sejarah perjuangan heroik TNI dan rakyat Yogyakarta dalam rangka menunjukan eksistensi negara Republik Indonesia yang saat itu diklaim oleh agresor Belanda bahwa negara Indonesia sudah tidak ada. Walaupun hanya mampu merebut dan menduduki kota Yogyakarta selama 6 jam, namun posisi Yogyakarta sebagai ibukota negara RI saat itu mampu memicu perlawanan rakyat Indonesia di seluruh penjuru nusantara. Sejak itulah secara perlahan dan pasti bangsa Indonesia mampu mengembalikan kedaulatannya dan mengusir agresor Belanda.

Semangat patriotisme inilah yang akan dicontoh oleh HAMAS sebagai wadah generasi muda untuk memajukan Indonesia yang sedang terpuruk di segala bidang. Saatnya bagi generasi muda untuk bangkit bekerja keras memajukan tanah airnya. Bangsa ini menunggu lahirnya generasi muda yang peduli, bermoral, berjiwa kenegarawanan dan pantang menyerah.

Dalam kegiatan touring yang akan diikuti 200 bikers anggota HAMAS dari penjuru Yogyakarta ini akan digelar Refleksi 60 Tahun Serangan Umum 1 Maret dengan mengambil lokasi Gardu Pandang Ketep Pass. Area yang berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini sangat pas untuk melakukan refleksi salah satu episode heroik perjalanan bangsa menuju kejayaan.
 
© Copyright PKS PIYUNGAN 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by PKS PIYUNGAN