NEWS UPDATE :

Refleksi Harlah NU: Bangkit, Apanya Yang Bangkit?

Sabtu, 31 Januari 2009

Oleh Ahmad Tohari *
Kang, satu tahun lagi muktamar NU pada Januari 2010. Mbok sampeyan mulai membuat pemanasan dengan menulis di Japos. Intinya, NU musti berubah, khusyuk melayani umat ketimbang jadi alat ambisi politik para petingginya. Memalukan! Terima kasih.
------
Itu pesan singkat yang saya terima kemarin dari seorang teman. Ketika itu, saya sedang merasa amat masygul karena mendengar ada bacok-bacokan antarsesama warga NU di Madura. Gara-garanya adalah ekses perebutan kursi kekuasaan di Jawa Timur antara Khofifah Indar Parawansa dan Saifullah Yusuf, ya, sama-sama petinggi NU. Saya dengar ketua umum PB NU menjenguk korban bacok-bacokan itu. Namun, saya tidak yakin apakah dia datang dengan hati nurani atau hanya dengan raga belaka.

Dengan mengutip sepenuh SMS itu, sesungguhnya saya tidak perlu menulis lebih lanjut. Sebab, pesan itu sudah amat jelas: bila kita benar-benar setia kepada cita-cita awal, NU harus segera putar haluan. Tinggalkan penghambaan kepada kepentingan politik dan kekuasaan para petingginya.

Cukup sudah umat menjadi korban. Kembalikan NU ke jalan yang benar, yakni jalan berbakti dengan sungguh-sungguh kepada umat, bukan kepada siapa pun selainnya.

Ini peringatan blak-blakan model Jawa Timuran yang hanya bisa disampaikan oleh arek yang bebas kepentingan dan tidak takut akan ''kutukan'' para petinggi NU, baik yang ada dalam struktur maupun di luarnya, karena mereka telah menjadikan umat sebagai modal meraih kekuasaan. Peringatan ini juga terasa lahir karena kecenderungan pemanfaatan kepatuhan umat oleh petinggi NU sudah sampai ke taraf yang memalukan.

Kehilangan Orientasi

Di Indonesia, masyarakat NU dikenal punya dalil bagus sekali sebagai prinsip dasar perjuangan mereka. Dalil tersebut berbunyi almuhafadhoti 'alal qodimisholih wal ahdu bil jadidil ashlah. Atau, mempertahankan hal-hal lama yang baik dan menerima hal-hal baru yang lebih baik. Ini prinsip dasar perjuangan yang hebat. Di dalamnya jelas terkandung sifat cerdas, visioner, dan inovatif.

Tidaklah suatu kaum memilih prinsip dasar perjuangan seperti itu bila pada mereka tidak ada kemampuan analisis sosial keagamaan yang canggih serta tanggung jawab yang besar terhadap umat di dunia dan akhirat; jelasnya tidak punya wawasan ke depan yang amat cerdas.

Karena memiliki prinsip perjuangan itu, maka orang membayangkan masyarakat NU hidup dalam kondisi maju dan sejahtera. Mereka berada di barisan depan dan menjadi teladan di segala bidang; ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan tentu saja akhlak serta moralitas sosial. Perkiraan demikian tidak mengada-ada. Sebab, dengan prinsip perjuangan itu, siapa saja jelas bisa menjadi yang terbaik dan terdepan.

Tapi, bagaimana nyatanya? Petinggi NU membanggakan kaumnya sebagai nahdliyin, kaum yang bangkit. Tapi, apanya yang bangkit? Mayoritas warga NU malah tertinggal dalam segala hal. Kebanyakan mereka miskin, kurang terdidik, jumud, dan yang kelewatan, ada juga yang suka bacok-bacokan.

Kenyataan yang pahit itu seharusnya cukup untuk menyadarkan para pengurus NU dari tingkat terbawah hingga yang tertinggi untuk segera banting stir. Jangan kehilangan orientasi perjuangan karena menggejalanya keningratan baru yang berkembang sekarang ini dalam sisi struktural maupun kultural NU adalah jahiliah yang nyata.

Dan salah satu manifestasi keningratan baru itu muncul sebagai gejala yang menguat akhir-akhir ini, yakni pengabdian kepada para petinggi NU dengan mengorbankan umat.

NU untuk Siapa?

Pertanyaan ini pernah muncul dalam pertemuan para kiai di Cilacap ketika mereka membahas isu APBD yang pro umat. Jawaban yang disepakati atas pertanyaan itu adalah, NU dipersembahkan sebagai bakti kepada Allah. Namun, jawaban itu dikritisi dengan pertanyaan lanjutan: bagaimana konkretnya?

Saat itu, Rais Syuriyah PC NU Cilacap Kiai Su'ada mengatakan, ada kaum yang secara simbolis menjadi alamat Allah. Kaum itu adalah para tetangga yang sakit, baik sakit jasmani, sakit mental, sakit sosial-ekonomi, dan seterusnya.

Barang siapa tidak menjenguk (membantu, menolong, berpihak kepada) mereka berarti orang tersebut tidak menjenguk Allah. Dan neraka adalah imbalan yang adil bagi siapa yang tidak mau menjenguk tetangga yang sakit itu. Kemudian, Kiai Su'ada membacakan sebuah hadis qudsi yang panjang. Jadi, konkretnya, demi Allah, NU untuk umat, bukan untuk para petinggi.

Rasanya, tak seorang pun pengurus NU yang tidak percaya akan kebenaran dan kandungan hadis qudsi yang dimaksud. Artinya, tak ada seorang juga di antara mereka yang mau masuk neraka karena mengabaikan para tetangga yang sakit alias umat yang masih miskin dan serbakurang itu.

Bila benar demikian, perahu NU yang besar ini seharusnya berisi muatan program-program untuk perbaikan kehidupan umat. Wujudnya bisa berupa perbaikan mutu dan sarana pendidikan, pelatihan peningkatan perekonomian dan kesehatan keluarga, dan peningkatan kualitas sumber daya insani secara umum. Hal-hal itulah yang sudah lama menjadi kebutuhan nyata umat, dan seharusnya ke sanalah kemudi kapal besar NU diarahkan.

Berpolitik adalah hak setiap orang, termasuk warga NU. Namun, seorang petinggi NU yang bermental ksatria hanya akan memasuki dunia politik dalam kapasitas sebagai pribadi seorang warga negara. Dia tidak akan menggunakan struktur NU dengan cara apa pun untuk kepentingan pribadinya. Dan, sebenarnya dia tidak usah khawatir. Kalau dia memang bermutu dan pantas dipercaya, tentu orang NU akan memilihnya juga; memilih karena mutu, bukan karena ke-NU-annya. Demikian idealnya.

Sayang, kondisi ideal itu belum dibangun, dan para pengurus NU harus memulainya sekarang. Mumpung kapal besar NU baru oleng, belum sama sekali tenggelam oleh gelombang sejarah karena nakhoda dan awaknya tidak lagi mengutamakan keselamatan penumpang.

* Ahmad Tohari, budayawan tinggal di Banyumas, Jawa Tengah
--------
Jawa Pos (31/1)

HNW: Obama Diharapkan Tak Dukung Separatis RI

KENDARI — Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid sangat menaruh harapan kepada Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama untuk tidak memberikan "angin" kepada separatis yang merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Obama ingat Indonesia tidak hanya karena bakso, nasi goreng, dan rambutannya, tapi juga harus ingat Indonesia sebagai negara kesatuan dari Sabang sampai Merauke yang tidak ingin diganggu oleh separatis," katanya ketika berpidato pada acara silaturahmi akbar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kendari, Kamis (29/1).

Hidayat Nur Wahid mengharapkan agar Presiden Obama menolak segala bentuk separatisme yang mengganggu NKRI, seperti gerakan separatis Republik Maluku Selatan (RMS) dan Organisasi Papua Merdeka (OPM). "Di masa pemerintahan Presiden Bush, pelaku separatis seperti Alex Manuputy dari RMS mendapatkan suaka politik, bahkan dengan dukungan sebagian anggota Kongres AS telah memberikan angin untuk kemerdekaan RMS dan OPM," ujarnya.

"Kita harapkan Presiden Obama tidak memberi angin kepada separatis ini untuk mengganggu negara berdaulat NKRI, dan kalau ini dilakukan Obama (tidak memberi "angin" pada separatis) merupakan sumbangsih yang luar biasa terhadap peradaban umat Muslim dan peradaban dunia," ujarnya. Sebab, kata Nur Wahid, Indonesia merupakan salah satu negara besar di dunia, baik dari luas wilayahnya maupun jumlah penduduknya yang mayoritas beragama Islam, dan negara ini juga memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar.

Nur Wahid juga mengkritik kebijakan Presiden Obama yang mengutus George Micthell dalam menyelesaikan konflik Palestina-Israel tanpa melibatkan kelompok Hamas. "Ini tidak menyelesaikan masalah di Palestina, tapi bisa menimbulkan masalah baru," ujarnya.

Ia mengatakan, Indonesia dapat meningkatkan peran di kancah politik dunia, termasuk upaya penyelesaian konflik di Timur Tengah, khususnya masalah Palestina-Israel, karena negara Indonesia dapat diterima baik oleh negara Timur Tengah maupun negara-negara Barat.
--------
sumber: Antara

Turki 'Serang' Israel

DAVOS - Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, memanas. Pada salah satu sesi dialog perdamaian kemarin (30/1), dua pembicara, yakni Presiden Israel Shimon Peres dan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, adu mulut di panggung. Kejadian itu disaksikan langsung Sekjen PBB Ban Ki-moon dan Sekjen Liga Arab Amr Mussa serta ratusan hadirin yang memadati ruang pertemuan.

Pemicunya adalah pidato Shimon Peres mengenai konflik Gaza. Saat diberi kesempatan berbicara oleh moderator, Peres menyatakan bahwa Israel terpaksa menyerang Hamas karena mereka menembakkan ribuan roket dan mortir ke Israel. ''Tragedi Gaza bukanlah Israel, tapi Hamas,'' kata peraih Nobel Perdamaian bersama mendiang pemimpin PLO Yasser Arafat pada 1994 itu dengan suara keras yang disambut tepuk tangan hadirin. Kemudian, sambil menunjuk Erdogan, Peres mengatakan bahwa Turki akan berbuat hal yang sama jika Istanbul dihujani roket.

PM Turki yang sejak semula bersungut-sungut melihat Peres berkampanye tentang invasi ke Gaza dalam pidatonya langsung menginterupsi. Erdogan mengkritik hadirin yang terdiri atas pejabat internasional maupun swasta karena mereka memberikan tepuk tangan atas pidato emosional Peres. Erdogan mengingatkan hadirin bahwa Israel berlaku biadab di Gaza dengan membantai lebih dari 1.300 warga Palestina.

''Saya merasa sangat sedih karena orang-orang tepuk tangan atas ucapan Anda, padahal banyak orang tewas,'' teriaknya kepada Peres sebelum dihentikan oleh moderator, yakni wartawan Washington Post David Ignatius.Tak menggubris peringatan moderator, Erdogan terus nyerocos sambil menuding balik Peres dengan mengatakan, Peres berbicara keras hanya untuk menutupi kesalahan-kesalahannya di Gaza. Untuk yang kedua, moderator menegur Erdogan. ''Kita tidak bisa memulai kembali debat ini karena waktunya tidak ada,'' tegur moderator Ignatius.

Merasa moderator tak menghargai protesnya, Erdogan semakin berang. Dia menuding wartawan senior The Post itu tidak adil karena Peres diberi waktu 25 menit untuk berbicara, sedangkan dirinya hanya 12 menit. ''Saya berpikiran tidak akan datang lagi ke Davos setelah kejadian ini karena Anda tidak membolehkan saya berbicara,'' kata PM Turki itu sambil bangkit dari kursi, kemudian berjalan meninggalkan panggung.

Sekjen PBB Ban Ki-moon dan PM Israel yang duduk sejajar dengan Erdogan hanya melongo melihat ''kegusaran'' PM Turki itu. Sedangkan upaya Sekjen Liga Arab Amr Mussa yang berdiri dan mencoba menenangkan Erdogan berakhir sia-sia. Erdogan langsung meninggalkan acara dan saat itu juga terbang pulang ke negaranya.

''Serangan'' PM Turki kepada presiden Israel di sebuah forum internasional cukup mengagetkan. Mengingat, Turki adalah salah satu di antara sebagian kecil negara-negara muslim yang punya hubungan diplomatik dengan Israel. Erdogan selam ini juga memimpin upaya mediasi antara Israel dan Syria beberapa saat menjelang serbuan ke Gaza.

Dia berkali-kali mengecam serbuan itu, namun menolak desakan memutus hubungan dengan Israel. ''Saya seorang pemimpin dunia yang mengatakan bahwa anti-Semitisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Saya katakan ini sejak awal menjadi perdana menteri maupun sebelumnya,'' ujar Erdogan menanggapi kecaman kelompok Yahudi.

Jadi Pahlawan

Rakyat Turki mengelu-elukan PM Recep Tayyip Erdogan saat dia mendarat di Istanbul beberapa jam setelah walk out dari debat soal Gaza di Davos. Massa begitu bangga atas ketegasan pemimpin mereka dan menyambutnya dengan lambaian bendera Turki dan Palestina di bandara saat Erdogan turun dari pesawat.

Saat berpidato di hadapan massa penjemputnya, Erdogan mengatakan bahwa nada dan bahasa Presiden Israel Simon Peres tidak bisa diterima. ''Saya hanya tahu saya harus melindungi martabat Turki dan bangsa Turki,'' kata Erdogan.

''Saya bukan kepala suku. Saya perdana menteri Turki. Saya harus melakukan yang harus saya lakukan,'' tambah Erdogan yang disambut teriakan massa ''Turki bersama Anda''.

Namun, saat jumpa pers di kantornya, emosi Erdogan sudah mereda. Dia kepada wartawan menyatakan bahwa keputusannya meninggalkan tempat debat bukan akibat ketidaksepahamannya dengan Peres, tapi karena diberi waktu lebih pendek daripada presiden Israel.

Sementara itu, Presiden Peres mengatakan, dirinya berharap agar hubungan Israel dengan Turki tidak terganggu akibat perdebatan sengit antara dirinya dan PM Erdogan. Dia mengaku sudah menelepon PM Turki untuk menyampaikan permintaan maaf. ''Saya katakan ke dia, ini bukan tentang Anda, atau rakyat Anda. Kita masih bersahabat,'' ujar Peres. (AP/BBC/CNN/kim)
-------
Jawa Pos (31/1/2009)

Ada Udang di Balik Panwaslu Vs PKS

Jumat, 30 Januari 2009

by Wied*
Silang pendapat antara PKS vs Panwaslu terkait Aksi Solidaritas Palestina semakin melebar. Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) yang dikeluarkan oleh Kepolisian yang serta merta mencabut status tersangka Tifatul Sembiring cs tidak membuat kasus ini berhenti.

Jauh hari sebelumnya, dengan lantang Panwaslu mengatakan untuk terus mengejar, dan berusaha melengkapi bukti bukti yang dirasa kurang.

Mencermati antusiasme yang dimiliki Panwaslu, publikpun menjadi bertanya-tanya. Benarkah profesionalisme yang dikedepankan? Seperti apa professionalitas terhadap kinerja mereka?

Alih-alih bekerja secara professional, Panwaslu kian terlihat 'ada udang di balik tepung' dalam mensikapi masalah ini. Entah itu tekanan dari pihak lain, menutupi rasa malu (karena tuntutan kalah) atau justru mereka yang tidak professional.

Sebenarnya Panwaslu tidak harus kebakaran jenggot karena SP3 yang telah dikeluarkan dalam kasus ini. Sikap bijaksana dan seimbang sebagai 'pengawas' tanpa memihak partai tertentu dapat ditunjukkan.

Sebagaimana mereka katakan bila ditanya langkah yang telah ditempuh tentang pelanggaran oleh parpol lain misal Partai Demokrat dan Gerindra: “kewenangan kami hanya mengawasi dan melaporkan, sedang proses hukumnya menjadi wewenang polisi dan kejaksaan.”

Dengan demikian Panwaslu akan terlihat bekerja sesuai aturan dan kewenangan tanpa memihak golongan tertentu ataupun dalam tekanan partai lain. Bravo Bawaslu! Jadilah 'wasit' yang adil.
-----
*widodo@nhm.co.id [inilah.com]

Rp 425 Juta Tahap I Bantuan Masyarakat Indonesia untuk Gaza

Kamis, 29 Januari 2009

Tim relawan Indonesia menyerahkan bantuan langsung senilai Rp 425 juta untuk korban perang di Palestina. Bantuan itu diserahkan kepada Latjnah Al Iqhotsa Wa Thawari, sayap sosial Hamas yang membawahi sejumlah lembaga sosial yang ada di Gaza.

Bantuan dalam bentuk tunai itu diserahkan Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa (DD), Rabu (28/1/2008) sekitar pukul 05.00 pagi, atau sekitar pukul 10.00 WIB. Ketua Tim Kemanusiaan DD Naryo Adhiat menyatakan, bantuan itu diterima langsung Ketua Latjnah Al Iqhotsa Wa Thawari, Fuad An Nahal.

“Alhamdulillah, bantuan tahap pertama dari masyarakat Indonesia, sudah bisa disampaikan secara langsung. Penyerahan kita lakukan di kantor mereka di pusat kota Gaza City. Mereka menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut, dan menitip salam
kepada masyarakat Indonesia serta mohon doa,” ujar Naryo melalui telepon, Rabu pagi dari Gaza City.

Menurut Naryo, sebelum pemberian bantuan itu, Hamas mengundang tim kemanusiaan DD yang berjumlah dua orang, bermalam di salah satu base camp para pejuang Hamas. Dari tempat itu, terdengar beberapa kali ledakan bom yang bersumber dari pesawat-pesawat tempur Israel.

“Hamas berjanji akan membantu menjaga relawan-relawan dari Indonesia selama berada di Gaza City,” ujar Naryo.

Disebutkan Naryo, setelah penyerahan bantuan dalam bentuk tunai ini, pihaknya akan memberikan bantuan susulan senila Rp 2 miliar. Sejauh ini masih belum ditentukan,apakah bantuan tersebut akan diberikan secara tunai juga, atau dalam bentuk logistik. Beberapa alternatif bantuan antara lain kursi roda dan peralatan medis, serta dukungan pembangunan fasilitas sosial warga Gaza yang rusak dihantam bom dari Israel.
--------
eramuslim.com

RS Bethesda Kirim Tim Perawat ke Gaza

YOGYAKARTA - Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum melalui unit kerja Yakkum Emergency Unit atau YEU, RS Bethesda, dan RS Panti Waluyo mengirimkan dua tenaga perawat senior ke Jalur Gaza. Mereka akan bergabung dengan tiga dokter dan dua perawat dari RS milik Muhammadiyah dalam tim medis gabungan antariman dari Humanitarian Forum Indonesia.

Rencana keikutsertaan dua tenaga perawat senior, masing-masing bernama Heri Widiarso dan Bambang Kamiwarno, itu disampaikan Direktur YEU Arshinta kepada pers di Ruang Pimpinan RS Bethesda Yogyakarta, Rabu (28/1). ”Kami belum tahu mereka akan ditempatkan di rumah sakit mana di Palestina. Penempatan tergantung Red Cross Society di Palestina dan Jordania,” kata Arshinta.

Pengiriman tenaga perawat ini merupakan wujud solidaritas kemanusiaan dalam menanggapi kebutuhan akan tenaga medis terampil di daerah konflik. Pengiriman tenaga juga dimaksudkan untuk penjajakan kebutuhan kesehatan lebih lanjut dan menjadi tim awal pendirian RS lapangan yang direncanakan pemerintah di Jalur Gaza.

Bisa diperpanjang

Menurut Arshinta, kedua perawat senior itu akan bekerja selama dua minggu, tetapi bisa diperpanjang apabila dibutuhkan. Tim akan meninggalkan Tanah Air pada 29 Januari mendatang menuju Jordania. Di sana mereka akan bergabung dengan Palang Merah Palestina, Jordania, dan negara-negara lain.

”Kami tengah memberi mereka informasi-informasi terbaru mengenai perkembangan yang terjadi di Jalur Gaza, di samping persiapan medis. Untuk kiriman obat-obatan, telah disiapkan bersama Muhammadiyah,” kata Arshinta.

Sejak perang pecah akhir Desember 2008, sedikitnya 1.300 orang meninggal dan 5.300 lainnya luka-luka, termasuk 1.855 di antaranya anak-anak. Selain itu, 100.000 orang dilaporkan mengungsi. Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 20 Januari 2009, kebutuhan mendasar masyarakat Jalur Gaza adalah obat-obatan dan kebutuhan pokok untuk bertahan hidup.

Direktur RS Bethesda Yogyakarta Sugianto mengatakan, selain dokter, dalam bidang medis yang banyak dibutuhkan adalah tenaga perawat. ”Ini karena jumlah korban yang luka-luka sangat banyak, sementara banyak rumah sakit yang rusak akibat serangan Israel,” katanya.

Buruknya kondisi di Gaza menyebabkan sistem kesehatan, terutama untuk penyakit dan gizi, menjadi terabaikan. Pelayanan laboratorium sangat terbatas akibat padamnya aliran listrik. Begitu pula dengan program vaksinasi juga terganggu sehingga memungkinkan munculnya kejadian luar biasa atas penyakit-penyakit tertentu.
-------
sumber: kompas

Pembekalan Kader Piyungan oleh Tokoh Senior PKS Pusat

Reporter: Abu Hasan
BANYAKAN: Senin (26/1)- Bidang Kaderisasi DPC PKS Piyungan menggelar Pembekalan Kader khusus ikhwan yang berlangsung di masjid Cholid bin Walid dusun Banyakan Sitimulyo. Acara yang diikuti empat puluhan ikhwan ini menghadirkan tokoh senior DPP PKS Ustadz Naharus Surur, M.Kes.

Ustadz yang berprofesi sebagai dokter plus pengusaha ini membeberkan tentang tugas manusia sebagai kholifah fil ardh yang telah 'ditaqdirkan' oleh Sang Pencipta. Kesadaran akan misi yang dikhususkan untuk manusia dan tidak dibebankan kepada malaikat maupun jin ini menjadikan kita memiliki beban yang lebih berat. Namun Allah SWT telah 'mempersiapkan' manusia dengan perangkat-perangkat yang akan memudahkan dan mensukseskan misi kholifah ini. "Ini adalah misi yang akan menjadikan manusia makhluk yang paling mulia melebihi malaikat," tegas ustadz yang diamanahi menjadi Caleg tingkat pusat wilayah pemilihan D.I. Yogyakarta.

Pada akhir ceramah, Ustadz yang selama masa pemilu bermukim di kantor DPW ini memperkenalkan dirinya. Beliau menjelaskan kalau kehadirannya di Jogja ini karena memenuhi amanah da'wah. Beliau rela meninggalkan keluarganya demi suksesnya dakwah siyasi. Bagi ustadz yang bertubuh besar ini jadi aleg atau tetap caleg bukan menjadi tujuan, karena yang terpenting adalah kemenangan dakwah dan ridho Allah SWT.
---------
NB: Ada titipan salam dari Ustadz Naharus Surur buat mas Wahid Surhim.

Liqo Bersama dan Pembekalan Spreading Akhwat Piyungan

Reporter: AkhwatQowwiy
PIYUNGAN: Sabtu, 24/01/09 - Untuk menguatkan barisan kader wanita dan memberi bekal spreading direct selling, maka Bidang Kewanitaan DPC PKS Piyungan mengadakan Liqo Bersama spesial yang bertempat di aula rumah Ibu Hj.Umi Farida pengusaha Toko Besi Sandeyan Piyungan. Beliau merupakan salah satu penerima PKS Award Kategori Wanita Pengusaha yang diadakan oleh Bidang Kewanitaan DPC PKS Piyungan beberapa bulan yang lalu.

Acara dimulai tepat pukul 14.00 WIB dipandu langsung oleh Nur Wakidah Ketua Bidang Kewanitaan DPC PKS Piyungan. Setelah pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh Ukhti Choiriyah kemudian dilanjutkan sambutan dari ibu Tri Wuryani Ketua Kaderisasi Akhwat DPC Piyungan.

Selanjutnya acara pemutaran film contoh-contoh nyata tentang spreading, bagaimana membuka percakapan yang benar, cara penutup percakapan ketika spreading di masyarakat umum dan bagaimana cara menghadapi berbagai karakter orang.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan Sosialisasi Pemilu yang disampaikan oleh Muhammad Abdillah Ketua Dewan Dakwah IV (Pleret, Dlingo, Imogiri, Piyungan). Dengan cara penyampaian beliau yang pelan tapi pasti, peserta memperhatikan dengan seksama. Kemudian setelah acara Sosialisasi usai, peserta diberi kesempatan untuk break sebentar melaksanakan Sholat Asar.

Setelah Sholat Ashar, pembicara utama alhamdulillah sudah datang beliau adalah Ibu Dwi Kurnia Ketua Kewanitaan DPW PKS Yogyakarta yang sering dipanggil Ibu Wiwik. Di awal pembicaraan beliau sekilas diputarkan sebuah kisah Palestina dan seorang pendiri Hamas yaitu Syekh Ahmad Yasin, dengan keadaan beliau yang sudah renta sakit (sudah beberapa kali terkena tembakan dari Israel), beliau masih bisa memberi semangat kepada para pejuang.

Selanjutnya beliau memberikan pembekalan untuk para kader dakwah tentang Spreading dan cara-cara pemilihan dengan menyentang. Beberapa tips dan contoh Spreading, beliau sampaikan yaitu : 1) lihat dulu seperti apa orang yang kita hadapi 2) Kita harus menguasai dulu materi yang akan kita sampaiakan, 3) ketika bertemu dengan orang yang kurang sepaham dengan kita, jangan panik hadapi dengan tenang dan tetap Percaya Diri. Melihat bahasa dan gaya beliau dengan semangat menyampaikan, peserta sampai terbengong-bengong ”Oo...Gitu ya ?!!” dan sesekali tersenyum.

Dengan mencontoh semangat Syekh Ahmad Yasin yang tidak pernah putus asa dalam memperjuangkan kebenaran, semoga kitapun juga bisa sesemangat Beliau dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan di jalan dakwah ini dan terus..terus...dan terus semangat.

Tepat Pukul 17.00 WIB diiringi dengan rintik hujan, peserta dilepaskan untuk melaksanakan Spreading di beberapa dusun di Piyungan.

Laporkan Politik Uang ke Panwaslu!

YOGYAKARTA -- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan ada indikasi mulai dilakukannya praktik politik uang (money politics) oleh para calon anggota legislatif (caleg) di daerah ini.

Ketua Panwaslu Provinsi DIY, Agus Triyatno di Yogyakarta, Kamis, mengatakan pihaknya mendapat laporan dari masyarakat baik melalui telepon maupun layanan pesan singkat (SMS) bahwa di beberapa tempat di wilayah DIY, sejumlah caleg dari partai politik (parpol) tertentu membagi-bagikan uang atau sembako.

"Ada beberapa caleg di wilayah Kota Yogyakarta dilaporkan membagi-bagikan sembako kepada warga sekitar. Selain itu, dalam hajatan peringatan seribu hari meninggalnya seorang warga di Bantul, penyelenggara membagikan uang Rp 20.000 kepada tiap peserta kenduri," katanya.

Menurut dia, kegiatan bagi-bagi uang dan sembako tersebut dikaitkan dengan misi dan visi caleg yang bersangkutan dan ajakan untuk memilih caleg tersebut, sehingga ini sudah bisa dikategorikan sebagai politik uang.

"Kegiatan seperti itu diperkirakan akan terus berlangsung hingga menjelang pemilu legislatif pada April mendatang. Masyarakat diimbau mewaspadai kegiatan seperti itu dan melaporkannya kepada panwaslu," katanya.

Ia mengaku untuk mengantisipasi praktik politik uang, Panwaslu DIY merasa kesulitan menindaklanjuti laporan masyarakat karena tidak ada saksi pelapor yang berani menyebutkan identitas dengan jelas.

Selama ini, kata dia, laporan kecurangan kampanye pemilu yang masuk dan diterima Panwaslu DIY hanya lewat telepon dan SMS namun tidak disertai dengan identitas pelapor yang jelas.

"Padahal laporan masyarakat yang dianggap sah secara hukum dan bisa ditindaklanjuti panwaslu adalah laporan tertulis disertai identitas jelas sebagai saksi pelapor," katanya.

Menurut dia, praktik politik uang oleh caleg memang sulit dibuktikan secara hukum karena tidak ada saksi pelapor yang jelas identitasnya. Jadi, praktik politik uang bisa diajukan ke ranah hukum jika yang bersangkutan saat membagikan uang tertangkap tangan. - ant/ah
-------
sumber: republika

Aksi PKS Peduli DPRa Sitimulyo

Rabu, 28 Januari 2009



Reporter: AkhwatQowwiy
SOMOKATON: Untuk yang kesekian kalinya, Ahad, 25/01/09 DPRa Sitimulyo mengadakan Yankes (Pelayanan Kesehatan) dan Baksos (Bakti Sosial) 50 paket sembako bertempat di Somokaton Sitimulyo Piyungan Bantul. Kebetulan Dusun Somokaton adalah salah satu dusun yang mendapatkan bantuan pembangunan Masjid dari Qatar lewat Partai Keadilan Sejahtera.

Alhamdulillah warga memberikan sambutan yang luar biasa kepada kami, tanda terimakasih mereka atas dibangunkannya masjid tersebut. Warga mulai berdatangan satu persatu, kemudian disusul oleh bapak-bapak yang tadinya kerja bakti, datang ketempat Yankes sudah rapi menggunakan baju batik. Tak ketinggalan pula para pemuda Somokaton yang ingin tes golongan darah.

Dengan dibantu dokter Andi dari Tim Medis DPD PKS Bantul dan bidan Dwi Astuti, 48 pasien tertangani dengan lancar. Warga sangat senang dengan diadakannya Yankes ini apa lagi secara gratis. Tidak ketinggalan para Kader ikhwan dan Akhwat melaksanakan Direct Selling ditempat bapak-bapak dan Ibu-ibu yang sedang menunggu obat, begitu antusiasnya mereka mendengarkan penjelasan tentang salah satu Partai Politik No. 8 yang bergambarkan Padi Emas ini. Para kader menjelaskan pada warga dengan teknik atau gaya bahasa masing-masing dan sesekali warga tertawa dan memberi komentar.

”Mbah... PKS niku, le aksi mboten nek ajeng Pemilu mawon, sakderenge gempa lan pemuilu PKS nggih sampun ngewontenaken Yankes. Nggih mboten mbah?”, salah seorang kader menjelaskan. ”Ho..o.. aku yo wis ngerti PKS, mbiyen aku yo tau prikso neng PKS...” jawab warga.

Salah seorang warga juga ada yang usul, gimana kalau diadakan Yankeswan (Pelayanan Kesehatan Hewan). Kebetulan juga di dusun Somokaton ada kelompok pemelihara sapi. Masukan ini Insya Allah kami akan mewujudkannya untuk agenda selanjutnya.

Alhamdulillah Pukul 11.30 WIB, pasien sudah mulai berkurang dan yankespun ditutup. Semoga setip aksi kita bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar. [TQ]

Hamas Secara "de Facto" Akui Israel

Gaza City, Kompas - Hamas bisa mengakui Israel secara de facto, tetapi tidak akan pernah mengakui secara de jure. Karena itu, opsi perlawanan tetap merupakan pilihan bagi rakyat Palestina. Hal itu ditegaskan seorang anggota parlemen Palestina dari Hamas yang juga salah satu juru bicara Hamas, Mushir al-Misri, kepada Kompas di Gaza City, akhir pekan lalu.

”Itu sikap realitis,” kata Al Misri. Menurut Al Misri, Hamas sudah menawarkan solusi gencatan senjata jangka panjang selama 10 hingga 15 tahun dengan imbalan berdirinya negara Palestina di atas tanah tahun 1967 dengan ibu kota Jerusalem timur, yakni Hamas ingin ada ketenangan dan perdamaian.

Ia mengatakan, bila perdamaian berdasarkan wilayah tanah sebelum tahun 1967 disetujui, itu berarti di dalamnya mencakup kota Jerusalem timur, yang direbut Israel dalam perang 1967 dan hingga sekarang tetap dikuasai.

Ia mengatakan, tidak ada tanda-tanda Israel menerima solusi dua negara. ”Buktinya Israel semakin memperluas pembangunan permukiman Yahudi dan tembok pemisah. Sekarang di mana negara Palestina bisa berdiri, di saat permukiman Yahudi bertebaran di seantero Tepi Barat?” ujar Al Misri.

Ia menyatakan, Israel bicara solusi dua negara hanya wacana belaka dan janji mantan Presiden AS George W Bush untuk mewujudkan solusi dua negara pada akhir tahun 2008 ternyata juga gagal.

Al Misri menegaskan, Israel tidak paham bahasa perdamaian. ”Buktinya, PLO telah mencoba opsi perdamaian selama lebih dari 15 tahun, tetapi tidak menghasilkan apa-apa. Bahkan, kami telah memberi konsesi tanah 78 persen dari tanah historis Palestina. Rakyat Palestina kini hanya menuntut tanah sebanyak 22 persen saja, yaitu tanah tahun 1967 yang meliputi Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Jerusalem timur,” tutur Al Misri.

Israel kini masih ingin mengambil 50 persen lagi dari tanah yang sudah tersisa hanya 22 persen itu dengan membangun permukiman Yahudi dan tembok pemisah di Tepi Barat.

Karena itu, katanya, opsi perdamaian telah gagal mewujudkan cita-cita rakyat Palestina. ”Opsi perlawanan kini harus menjadi pilihan rakyat Palestina. Sebagian besar rakyat Palestina kini memilih perlawanan,” katanya.

Tentang prinsip perjuangan Hamas, Al Misri menegaskan, Hamas berjuang melawan penjajahan, seperti halnya rakyat lain yang punya hak melawan penjajahan.

Berunding kembali

Di Kairo, Mesir, Senin (26/1), Hamas dan Israel kembali terlibat perundingan tidak langsung tentang syarat-syarat gencatan senjata di Kairo dengan perantara Mesir.

Perundingan dengan Israel tidak masalah bagi Hamas. Hamas sudah punya pengalaman berunding dengan Israel, seperti tercapainya gencatan senjata selama 6 bulan dari 19 Juni hingga akhir tahun 2008 melalui perundingan tidak langsung dengan perantara Mesir.

Hamas dan Israel berbeda pendapat tentang masa gencatan senjata dan cara mengontrol gerbang perbatasan. Kepala Seksi Politik dan Keamanan di Kementerian Pertahanan Israel Amos Gilad menyampaikan kepada Kepala Intelijen Mesir Omar Sulaiman bahwa Israel menghendaki gencatan senjata di Jalur Gaza selama 18 bulan dengan imbalan pencabutan blokade secara terbatas, yakni mengizinkan memasukkan bahan bakar, bahan makanan, dan obat-obatan ke Jalur Gaza.

Akan tetapi, Israel tetap menolak memasukkan besi dan bahan bangunan karena khawatir dijadikan bahan untuk membuat roket dan jenis senjata lain.

Ketua Delegasi Hamas Shalah Bardawil menegaskan, Hamas menerima gencatan senjata selama satu tahun saja dengan imbalan pencabutan blokade secara total dan pembukaan semua pintu gerbang.

Bardawil menegaskan, Hamas menolak isu pembebasan serdadu Israel, Gilad Shalit, tentara Israel yang disekap Hamas bulan Juni 2006 untuk dikaitkan dengan masalah pencabutan blokade dan pembukaan gerbang. ”Masalah Gilad Shalit adalah isu tersendiri yang tidak ada kaitan dengan perundingan syarat-syarat gencatan senjata saat ini. Adapun isu pembebasan Gilad Shalit harus dengan imbalan pembebasan tawanan Palestina di penjara,” kata Bardawil.

Gerbang Rafah

Tentang pintu gerbang Rafah, anggota delegasi Hamas, Ayman Taha, seperti dikutip harian Mesir, Asharq Al Awsat, mengungkapkan, Hamas menerima kontrol Uni Eropa dan Turki serta aparat keamanan dari otoritas Palestina yang bermukim di Jalur Gaza atas gerbang Rafah hingga terbentuknya pemerintah persatuan nasional nanti. ”Sikap Hamas menyangkut gerbang Rafah itu belum mendapat jawaban dari pihak Mesir ataupun Israel,” ujar Taha.

Setiap hari di depan pintu gerbang Rafah-Jalur Gaza berkumpul orang-orang yang hendak menyeberang ke Mesir. Polisi perbatasan memberlakukan kebijakan buka tutup sambil memeriksa surat-surat keimigrasian kepada siapa saja yang ingin menyeberang.

Mobil tidak diperbolehkan masuk ke dalam lingkungan kompleks imigrasi, tetapi disuruh berhenti di depan pintu gerbang. Dari pintu gerbang ke gedung imigrasi yang jaraknya sekitar 300 meter semua orang diperintahkan naik taksi yang sudah disiapkan.

Taksi itu pula yang akan membawa para penyeberang perbatasan. Setiap orang dipungut bayaran 30 pound (sekitar Rp 60.000). Padahal, jarak dari pintu gerbang Rafah-Jalur Gaza ke pintu gerbang Rafah-Mesir hanya tak lebih dari 500 meter.

Suasana yang hampir sama terlihat juga di depan pintu gerbang Rafah-Mesir. Banyak orang berkerumun di tempat itu untuk minta izin masuk. Setiap orang yang akan meninggalkan Rafah-Mesir untuk pergi ke Rafah-Jalur Gaza dipungut pajak terminal 91 pound (sekitar Rp 180.000). Kemudian dipungut ongkos menyeberang dengan bus 30 pound untuk jarak tak lebih dari 200 meter.
-------
Kompas (27/1/2009)

PKS : Pokoke Kabeh Seneng

Selasa, 27 Januari 2009

kangge sedherek-sedherek kawulo wonten in jawi,
puniko wonten salam saking PKS, [PKS] Pilihan Kawulo sedanten,
Insya Allah nggih [PKS] Pas Kangge Sampeyan lan [PKS] Pokoke Kabeh Seneng.
( sedherekipun Ki Narto Sabdo, Ki Manteb Sudarsono, Ki Anom Suroto, Ki ..)
----------------
sumber: [8]PKS

PKS : Nggak Ada Loe Nggak rame !

Iklannya, bikin rame, -- nggak abis-abis diomongin orang.
Bhaksosnya, bikin rame -- habis-habisan diserbu ibu-ibu dan warga.
Mukhoyyamnya, bikin rame -- membuat puncak halimun kayak bumi perkemahan.
Apalagi demonya, dijamin rame banget -- bawaslu aja nggak mau ketinggalan, ikut ngrame'in. !
( eh .. demo, apa rihlah, atau reuni temen lama ?).
Ah.. yang pasti,
PKS : Nggak Ada Loe Nggak rame !
yo i.
-----
thanks to : [8]PKS

Tidak Terbukti, Polisi Hentikan Kasus Tifatul

Jakarta - Polda Metro Jaya telah memutuskan untuk menghentikan kasus tindak pidana pemilu yang disangkakan terhadap Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring hari ini. Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) pun telah ditandatangani oleh penyidik Polda Metro dan siap dikirimkan ke Tifatul.

"Tadi sudah dihubungi Kasat Kamneg dan sudah ditandatangani oleh penyidik sebagai Penegak Hukum Terpadu (Gakumdu)," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Zulkarnain saat dihubungi detikcom, Selasa (27/1/200).

Dikatakan Zulkarnain, SP3 itu pun siap dikirimkan ke Tifatul sebagai tersangka, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) sebagai pelapor dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Adapun pertimbangan penghentian kasus tersebut dikarenakan pelaporan Panwaslu yang menuding PKS melakukan kampanye terselubung itu tidak terbukti.

"Keterangan dari tersangka, saksi pelapor (Panwaslu) dan saksi ahli, aksi yang dilakukan PKS pada 2 Januari 2009 lalu tidak bisa dikategorikan sebagai kampanye," jelasnya.

Panwaslu melaporkan Tifatul dan Ketua Dewan Pengurus Wilayah PKS DKI Jakarta Triwisaksana serta Ketua Dewan Pengurus Daerah PKS Jakarta Pusat Agus Setiawan atas dugaan melakukan kampanye terselubung di sela-sela aksi solidaritas untuk Palestina pada 2 Januari 2009 lalu. Tifatul dan kedua petinggi PKS itu pun ditetapkan sebagai tersangka kasus tindak pidana pemilu. ( mei / nrl )
--------
detik.com

PKS Srimartani: Tiada Henti Melayani Lewat Aksi

Reporter: delim@
BULUSARI - Menyapa warga Srimartani dari dusun ke dusun melalui Aksi Sosial adalah menu rutin PKS Srimartani setiap bulannya (bahkan rencananya mau jadi menu dwi mingguan). Tak terkecuali bulan ini, kami pun menggelar Aksi Sosial PKS Peduli berupa pelayanan kesehatan gratis (YANKES), Ahad (25/1/09). Kali ini giliran warga dusun Bulusari, Srimartani, Piyungan, Bantul yang mendapat kunjungan tim YANKES.

Bagi kader Srimartani, menyusuri lereng terjal nan berliku plus jalanan yang bolong sana-sini sudah biasa. Begitu pun jalan setapak yang menuju kediaman Dukuh Bulusari, Pak Alex, tempat berlangsung YANKES. Tapi tidak biasa bagi dr.Miranti dari Tim Medis DPD PKS Kota Jogja yang baru kali ini menyambangi Srimartani (di Kota mana ada gunung, hehe). “Subhanallah, ternyata perjuangan temen-temen Srimartani cukup berat ya...,” begitu dr.Miranti berkomentar (setiap dokter yang ditugaskan ke daerah pegunungan Srimartani rata-rata komentarnya sama).

Pukul 14.45 WIB, pendaftaran mulai dibuka. Tak dinyana, ternyata rumah pak dukuh yang cukup sulit dijangkau tak menyurutkan langkah warga yang hendah berobat. Warga Bulusari dari berbagai penjuru, mulai balita sampai embah-embah buyut, berduyun-duyun menyerbu loket pendaftaran. Kebanyakan dari mereka hanya berjalan kaki. Bahkan ada embah-embah yang rela menempuh lereng berliku sejauh 1 km lebih dengan berjalan ditemani gerimis, demi mendapat 'sentuhan' Bu Dokter.

Tim aksi DPRa PKSD Srimartani kali ini rada cekak, terutama akhwatnya. Beruntung DPRa tetangga (Srimulyo & Sitimulyo) mengerahkan brigade akhwatnya untuk terjun bersama kami. Jumlah pasien yang datang memang diluar perkiraan. Dua petugas tensi cukup kewalahan menangani mereka, apalagi dr.Miranti. Tapi menunjukkan kelelahan dengan pasang muka keruh bin jutek bukan karakter kami. Seulas senyum senantiasa menghias wajah seluruh tim medis sejak awal hingga akhir aksi. Padahal beberapa akhwat sejak pagi juga menangani YANKES DPRa Sitimulyo di Somokaton, Sitimulyo.

Tim medis banyak menerima keluhan seperti batuk pilek, kemeng keju, hipertensi, darah rendah, maag, dll. Obat yang diperkirakan jumlahnya lebik dari cukup ternyata untuk beberapa jenis justru kurang saking banyaknya pasien, sehingga tim ikhwan harus turun gunung guna mengambil stock obat.

Stand golongan darah yang biasanya dipenuhi anak-anak usia SD, kali ini agak berbeda. Justru orang dewasa bahkan embah-embah yang mendaftar untuk cek golongan darah. Ada seorang nenek yang setelah di cek golongan darahnya adalah AB. Begitu kartu diserahkan, dengan polosnya si nenek bertanya, “Darah kulo sae mboten mbak?” (darah saya bagus tidak mbak?), sambil menahan senyum kami jawab, “Inggih sae mbah....”.

Akhirnya menjelang adzan maghrib semua pasien berhasil ditangani. Sebanyak 74 orang yang berobat, serta 18 orang cek golongan darah. Usai numpang sholat di rumah pak dukuh, kami pun berpamitan. Suasana yang gelap (tak ada lampu jalan) plus hujan rintik-rintik, membuat kami ekstra hati-hati. Baru berapa jenak perjalanan, kami sedikit senam jantung. Salah satu motor tim akhwat mengalami gangguan, mesin tiba-tiba mati di tanjakan yang berbatu. Bahkan nyaris terjadi tabrakan beruntun. Alhamdulillah situasi dapat terkendali. Setelah beberapa kali mesin hidup mati, akhirnya motor mau diajak jalan lagi. Lega rasanya..... Alhamdulillah…..
-----------
NB: Trimakasih banyak untuk brigade akhwat Srimulyo & Sitimulyo (Mbak-mbak: Septi, Ketut, Desy, Faiz, Yuli, Aan, Tri, Lia.) Jangan kapok naek turun gunung-gunung di Srimartani ya..... ^_^

NB again: Pak Kepala Dusun Bulusari meminta PKS mengadakan sosialisasi Pemilu sekaligus sosialisasi caleg dari PKS di dusun beliau. Beliau juga minta atribut-atribut PKS untuk ‘menghias’ dusun Bulusari.

PKS Luncurkan Petunjuk Pemilu 2009

Berubahnya teknis pemilu 2009 menjadi masalah sendiri untuk KPU dan parpol terutama dalam hal sosialisasi kepada masyaraat. Apalagi untuk pemilih yang berada di luar negeri yang jauh dari media tanah air kecuali internet.

Menjawab permasalahan ini, PKS Jerman meluncurkan Petunjuk Pemilu 2009 dalam versi audio visual, yang dapat dilihat dan diunduh di website resmi PKS Jerman (www.pk-sejahtera.de) atau di www.youtube.com dengan kata kunci petunjuk pemilu 2009.

Dengan latar musik orkestra instrumental dari grup band Coklat, media video ini cukup informatif menjelaskan secara tepat bagaimana suara sah dan dianggap sah, disertai pula contoh-contohnya. Ketua PIP PKS Jerman Surya Faisal Danuningrat mengatakan, "Adanya perubahan teknis pelaksanaan Pemilu tahun 2009 ini harus terus disosialisasikan kepada masyarakat melalui berbagai media. PKS Jerman turut ingin memberikan sumbangsihnya kepada masyarakat pengguna teknologi internet seluruh dunia."

"Bahan-bahannya kami ambil dari Panitia Pemilihan Luar Negeri di Jerman, yang juga dapat diunduh dari internet," sambung Surya Faisal seraya menambahkan bahwa upaya ini dilakukan untuk memberikan pendidikan politik kepada publik untuk menggunakan hak pilih, serta membantu agar suara yang diberikan dapat dihitung sebagai suara sah.

Bagi yang ingin mendownload tersedia pula tautan menuju halaman download Petunjuk Teknis Pemilu 2009 dalam format JPG, PDF, FLV dan MPG. Ukuran media yang diunduh juga ditampilkan agar masyarakat dapat memilih yang diminatinya. Diharapkan sosialisasi ini dapat membantu masyarakat dan KPU dalam upaya mensukseskan momen demokrasi 5 tahunan bangsa Indonesia. Semoga.

*pengirim: Haryandi UGM, haryandi@gmail.com (Jerman)
----------
inilah.com

Srimulat Bergabung Bersama Relawan 8 PKS

Senin, 26 Januari 2009

Jakarta - PKS kembali unjuk gigi dengan mengerahkan 20 ribu kadernya di Tugu Monas Jakarta. Kali ini PKS mengadakan apel dan peluncuran 'Relawan 8', yakni kader PKS yang siap menangani masalah sosial masyarakat dan membantu penanganan bencana.

"Dalam apel dan peluncuran Relawan 8 ini dihadiri anggota Majelis Syuro PKS dan Sekjen PKS Anis Matta. Sedangkan Presiden PKS Tifatul Sembiring tidak bisa hadir karena ada acara keluarga," kata Ketua Humas DPW Jakarta Dedi Supriyadi kepada INILAH.COM, Jakarta, Minggu (25/1).

Menurut Dedi, acara ini dilakukan untuk mengantisipasi datangnya bencana alam di Jabodetabek, terutama bencana banjir. Peluncuran 20 Relawan 8 ini baru dilakukan saat ini mengingat curah hujan di Jakarta diramalkan membesar pada Februari 2009. "Yang hadir ini hanya sekitar 20 ribu relawan, karena hanya mengecek kesiapan aktivitas penanganan bencana pada relawan 8, pemecahan-pemecahan saja," ujar Dedi.

Selain di Jakarta, lanjut Dedi, Relawan 8 juga akan dibentuk di seluruh daerah yang ada di Indonesia dengan melibatkan kader di daerah-daerah.

Berdasarkan pantauan INILAH.COM ribuan kader PKS hadir di dengan mengenakan kaos berwarna orange dengan tulisan Relawan 8. Tulisan angka 8 terletak hampir di semua bagian kaos, mulai di bagian belakang berukuran besar, di kedua lengan dan bagian dada.

Panggung besar di belangan tugu Monas juga disiapkan PKS dengan spanduk besar bertuliskan Relawan 8. Gambar-gambar penanganan banjir juga dibeberkan. Sementara di sekeliling panggung ditancapkan bendera merah putih dan bendera Relawan 8 dan .

Seluruh kader kader dari tingkat DPW sampai tingkat koordinator RW ini melakukan upacara yang dipimpin oleh ketua Relawan 8 yang juga mantan Wakapolri Adang Darajatun. Dalam upacara pemakaian rompi Relawan 8 warna oranye kepada 8 tokoh perwakilan masyarakat. Di antara 8 tokoh tersebut terdapat artis dan pelawak Srimulat, yakni Kadir, Tarsan dan Eko DJ. [nng]
--------
inilah.com

Potret PKS di Mata Wong Cilik (Sebuah Fakta)

Minggu, 25 Januari 2009

by BDE
Berlalunya hari demi hari menghantarkan kita mendekati hajatan lima tahunan bangsa Indonesia bulan April besok. Berbagai prediksi dan sibuknya para partai politik dalam memenuhi target suara yang akan diperoleh menjadi menu keseharian. Tim sukses dari berbagai partai politik pun mulai bergerak dalam mencari dukungan sebanyak-banyaknya. Banyak pula pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk mengais rezeki. Cerita yang akan saya tuturkan adalah kejadian nyata yang saya saksikan sendiri.

Pada suatu hari di sebuah toko fotocopy di kawasan Bantul ‘bertemulah’ antara penjaga fotocopy, juru parkir (jukir) dan salah satu tim sukses sebuah partai (fulan X). Setelah diketahui bahwa yang datang untuk memfotocopy berkas adalah fulan X seorang Tim Sukses, sang juru parkir langsung menawarkan diri menjadi kader dan crew Tim Sukses partai fulan X. Sembari menyodorkan KTP-nya sang Jukir menawarkan pula untuk menjadi tim ‘serangan fajar’. Sialnya, setelah diteliti KTP milik sang Jukir ternyata sudah habis masa berlakunya. Akhirnya fulan X pun meminta maaf kalo sang Jukir tidak dapat diproses menjadi kader.

Selepas perginya fulan X, sang Jukir bercengkrama dengan tukang fotocopy. Mereka membincangkan betapa ‘euneknya’ jadi bagian TIM sukses parpol di musim pemilu sekarang. Berbagai fasilitas dan fulus dipastikan dapat mereka raih. Di tengah ‘Todays Dialog’ yang makin asyik aja ini, mereka berbincang sambil keheranan bahwa ‘hari gene’ kok masih ada partai yang tidak pernah mengeluarkan uang untuk ‘serangan fajar’ alias money politic. Bagaimana bisa menang? Lebih heran lagi (kata mereka) kok ya partai seperti itu masih ada yang mau jadi kadernya (gak ada uangnya kok mau repot-repot jadi kader). Mereka tambah heran lagi, makin lama kader dan simpatisannya kok malah makin tambah banyak.

Keheranan yang bertumpuk-tumpuk ini membuat mereka malah kagum pada ‘partai aneh ini’. “Partai seng blas ra tau ngetoke duit gur siji PKS, blas tur yo ono kadere” (partai yang samasekali tidak pernah mengeluarkan money politik cuma satu yakni PKS, bener-bener tidak pernah. Tapi kadernya tetap ada).

Belum usai ‘Todays Dialog’ antara Jukir dan tukang fotocopy, saya yang diam-diam jadi ‘pemirsanya’ berlalu meninggalkan mereka sambil tersenyum. Alhamdulillah, potret PKS dimata para kaula cilik pun tetap bersih sebagaimana semboyannya. Dan semoga dimata Allah SWT juga demikian adanya sehingga pertolongan-Nya akan datang untuk mengalahkan money politic dan segala bentuk tipu muslihat. Hasbunallah wani’mal wakil.***

Ribuan Orang Unjuk Rasa di Paris Dukung Palestina

PARIS, SABTU (24/1) - Ribuan demonstran turun ke jalan-jalan di Paris untuk menunjukkan dukungan terhadap warga Palestina yang tertindas akibat serangan militer di Gaza. Aksi unjuk rasa yang merupakan keempat kalinya dalam beberapa pekan terakhir ini ditujukan untuk menekan pemerintah Perancis agar memfokuskan dukungan ke warga Palestina di Gaza.

Demonstran membawa bendera Palestina dan mengecam Israel atas operasi militer yang dilancarkan belakangan. Unjuk rasa menentang aksi militer Israel itu beberapa diantaranya sempat diwarnai aksi kekerasan.

Operasi militer Israel di Gaza dimulai 27 Desember tahun lalu. Israel mengumumkan gencatan senjata pada 17 Januari dan aksi itu diikuti oleh Hamas sehari kemudian.
--------
kompas.com

Pesan HAMAS untuk Umat Dunia

INILAH. COM, JakartaHamas selalu seperti itu. Dia hidup di tengah berbagai deraan. Hebatnya, mereka bisa melewati semua tekanan itu. Karena ketegaran itulah, Hamas mengirim pesan tentang kebenaran versi mereka untuk umat dunia.

Tak tanggung-tanggung, tiga tekanan besar sudah dihadapi Hamas. Pertama, embargo keuangan internasional yang dikompori Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Kedua, sabotase politik yang terus-menerus dilakukan oleh oknum-oknum dari rezim Orotitas Palestina yang kalah pemilu dan lebih ingin hidup ‘damai’ di bawah Israel.

Ketiga, semakin ganasnya penjajahan Israel menangkapi para pemimpin Palestina dan memperlakukan rakyatnya lebih biadab dari rezim apartheid Afrika Selatan puluhan tahun silam. Israel, terakhir, bahkan menyerang Jalur Gaza selama tiga minggu.

Khaled Meshaal, pemimpin Hamas di Suriah, adalah pusat pusaran ujian bangsa Palestina saat ini. Dialah orang nomor satu di Harakah Al Muqaawamah Al-Islamiyah. Usianya lebih 50 tahun.

Tepat sembilan tahun yang lalu, ia pernah setengah mati setengah hidup. Gara-garanya, syaraf di dekat telinganya diinjeksi gas racun oleh dua agen Mossad di Yordania.

Sepuluh agen berpaspor Kanada dikirim PM Israel waktu itu, Benjamin Netanyahu, untuk membunuh Meshaal. Walaupun dua agen berhasil ditaklukkan seorang pengawal Meshaal, racun sudah terlanjur disuntikkan. Kedua Mossad yang dibekuk itu lalu ditukar dengan antidote alias penawar racun dan dibebaskannya Asy-Syahid Syeikh Ahmad Yassin. Alih-alih berhasil membunuh Meshaal, Israel malah terpaksa melepas ulama mujahid besar itu dari hukuman penjara seumur hidup.

Hamas semakin populer pasca-agresi Israel. Di mata aktivis Hamas, Israel telah gagal melemahkan Hamas, baik melalui politik maupun aksi militer.

Meninjau situasi di Gaza pasca-agresi Israel, Sekjen PBB, Ban Ki-moon tak mampu berkata-kata. Serangan Israel itu dianggap keterlaluan. Saat meninjau sekolah-sekolah PBB yang diserang Israel, Ban kembali terdiam. Ban hanya menyatakan, suasana yang ia lihat sangat menyedihkan dan menyakitkan hati. Akibat agresi Israel, lebih dari 1.330 orang tewas dan 5.300 orang terluka.

Seiring dengan denyut kehidupan yang kembali normal, terowongan-terowongan bawah tanah pun ikut dibenahi. Ratusan warga Palestina datang ke daerah perbatasan Gaza dan Mesir untuk memperbaiki terowongan yang dibombardir Israel. Penduduk di perbatasan yang mengelola terowongan itu mengaku, distribusi bahan-bahan kebutuhan, seperti bahan bakar, mulai bergerak melalui puluhan terowongan yang masih ada.

Di selatan kota Rafah, ratusan warga Palestina kembali memperbaiki terowongan mereka. Kegiatan itu dilakukan di bawah tenda. Kalau Israel membuka semua pintu penyeberangan, warga Gaza juga tak akan bisnis terowongan.

Menanggapi hal itu, Israel mengancam akan melancarkan serangan kembali untuk menghancurkan terowongan tersebut. “Jika kami harus menyerang kembali untuk menghentikan penyelundupan, kami akan lakukan. Israel punya hak menghentikan penyelundupan selamanya,” kata Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni kepada stasiun radio Israel.

Mengenai ancaman Israel itu, ungkap Khaled Meshaal, ada hal-hal yang harus menjadi catatan bagi setiap Muslim di manapun mereka berada. Pertama, menjadikan Al-Quds tertanam kuat di dalam hati. “Dengan demikian, hati Anda akan bersatu dengan kami di Hamas yang berjuang di luar maupun di dalam Palestina. Jangan katakan ‘akan’ bergabung, tapi ‘bergabunglah’,” katanya.

Kedua, memberikan dukungan yang terus-menerus kepada perjuangan Palestina. Dukungan dana saat ini sedang sangat dibutuhkan dari seluruh kaum Muslimin.

“Kami berjihad dengan diri kami, dengan jiwa kami. Umat Islam yang lain berjihad dengan harta mereka. Bantuan materi ini bukan sekedar membantu Muslimin Palestina, tetapi juga untuk melindungi Al-Aqsha dari kemungkaran.”

Ketiga, dukungan kepada Palestina harus dilanjutkan dengan pengertian yang terus bertambah mengenai masalah-masalah Palestina.

Ada dua kepentingan dari hal terakhir ini. Pertama, dukungan ini akan menjadi bukti bagi bangsa Palestina bahwa meskipun diisolasi oleh Israel dari dunia luar, mereka tidak berjuang sendirian. Kepentingan berikutnya adalah untuk mengatakan kepada Zionis dan Amerika, “Bahwa kita yang di luar akan terus membantu karena ummat Islam adalah tubuh yang satu,” kata Meshaal. [I4]

PKS Kumpulkan Rp 22 M untuk Gaza

Sabtu, 24 Januari 2009

Jeneponto - Sekjen PKS Anis Matta menampik tudingan berbagai kalangan yang menyebut partainya memanfaatkan isu Palestina untuk berkampanye. Buktinya, PKS mampu mengumpulkan bantuan untuk rakyat Palestina sebesar Rp 22 miliar.

"Ini jauh lebih besar dari sumbangan pemerintah. Lantas dari sisi mana orang menilai PKS semata mengambil keuntungan dari isu Palestina," cetus Anis dalam dialog dengan 100 guru di Kabupaten Jeneponto, Sabtu (24/1).

Hal tersebut dikatakan Anis untuk menampik tudingan sejumlah pihak, bahwa PKS menunggangi isu Palestina untuk mendongkrak popularitas partai berlambang bulan sabit kembar tersebut.

Tuduhan itu, tegas Anis, sama sekali tidak benar. Sebab pihaknya sudah lama menaruh perhatian pada soal Palestina, sembari menambahkan, bantuan yang mereka serahkan buukan saja untuk bencana yang terjadi di dalam negeri tetapi juga di luar negeri.

"Saya harus menghadiri acara ini. Penting untuk merekonstruksi citra PKS terkait atas tudingan menunggangi isu Palestina. Namun perlu saya tekankan kepedulian PKS selalu terdepan," ujarnya.

Selain guru, Anis juga menemui sejumlah siswa dan warga untuk memberi pemahaman soal Palestina tersebut. Masalah Palestina adalah tragedi kemanusiaan terbesar, sekitar 1.200 orang telah mati syahid, yang sebagian besar diantaranya adalah anak-anak yang masih berstatus pelajar.

Menurutnya hal tersebut sangat perlu disayangkan, kendati berdasar keterangan juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, selama tiga minggu invasi Israel di Palestina justru telah lahir tiga ribu anak lainnya. "Ini jelas sebuah mukjizat," katanya.

Dalam acara itu, Anis mengimbau agar siswa, guru dan warga yang hadir dapat mengambil pelajaran berharga dari peristiwa pembantaian Palestina. Ia mengimbau agar warga Kabupaten Jeneponto mendoakan Palestina di akhir shalat dan meniatkan diri bisa ke Palestina membantu rakyat di sana. [*/dil]
----------
inilah.com

Diundang Megawati, Hidayat Pikir-Pikir

Jakarta - Kader PKS yang kini menjabat Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, jadi salah satu politisi yang diundang PDIP dalam rakernas di Solo. Namun Hidayat mengaku masih pikir-pikir hadir di hajat yang akan mengumumkan cawapres pendamping Megawati Soekarnoputri itu.

"Kalau saya diundang saya akan mempertimbangkan kehadiran saya. Jika saya diundang sebagai ketua MPR saya wajar hadir. Kalau saya diundang sebagai cawapres, (keputusan) cawapres itu harus dihadirkan melalui mekanisme partai," kata Hidayat Hidayat usai menghadiri acara Harlah PPP ke-36 di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (24/1).

Sebelumnya, Sekjen PDIP Pramono Anung mengungkapkan, PDIP mengundang sejumlah tokoh yang masuk bursa cawapres PDIP. Selain Hidayat, si moncong putih juga mengundang Prabowo Subianto, Sri Sultan Hamengku Bowono X, Akbar Tandjung, Sutiyoso, hingga Wiranto dan Surya Paloh.

Tokoh-tokoh itu merupakan nama yang muncul dari survei internal PDIP. Mega sendiri beberapa kali telah melakukan pertemuan empat mata dengan Prabowo, Sultan, dan Sutiyoso. [dil]
--------
inilah.com

Gaza City Mulai Berbenah

Jumat, 23 Januari 2009

Gaza City, Kompas - Kehidupan di Gaza City, ibu kota Jalur Gaza, sudah normal kembali, Kamis (22/1). Pertokoan di jalan utama Gaza City, yakni Jalan Omar Muhtar, mulai dibuka kembali dan dipenuhi konsumen. Begitu juga dengan warung makan dan kedai minum yang sudah dipadati pembeli.

Petugas kebersihan kota sibuk membersihkan puing-puing atau reruntuhan gedung kantor polisi yang hancur akibat dibombardir pesawat tempur Israel. Para petugas polisi lalu lintas sibuk mengatur lalu lintas pusat kota yang mulai ramai. ”Jalanan sudah mulai ramai kembali,” kata polisi yang tengah berdiri mengatur lalu lintas di perempatan dekat gedung kantor polisi yang runtuh dibom Israel.

Kantor polisi itu dibombardir Israel pada 27 Desember atau hari pertama serangan Israel ke Gaza. Akibat serangan itu, 13 polisi tewas dan 13 orang terluka. Tidak jauh dari kantor polisi yang hancur itu—sekitar 400 meter— tampak Gedung Parlemen Palestina (Majelis Tasyrie) yang juga hancur akibat dibombardir pesawat-pesawat tempur Israel.

Selama 23 hari agresi Israel ke Gaza, pesawat-pesawat tempur Israel mengarahkan sasaran pada gedung pemerintahan Hamas di seantero Jalur Gaza. Meski kehidupan mulai normal, suasana tenang kembali diganggu oleh tembakan meriam Israel di Laut Mediterania, lepas pantai Gaza. Tembakan meriam itu diarahkan ke kapal-kapal nelayan yang ada di kawasan Sudania, sekitar 2 kilometer sebelah barat laut Gaza City. Kapal perang jenis fregat Israel mencoba mencegat kapal- kapal nelayan Palestina berada di perairan lepas pantai Gaza.

”Itu suara tembakan meriam dan senapan mesin fregat Israel untuk mengusir nelayan Palestina. Posisinya sangat dekat dengan tempat kita ini,” ujar Ayman, petugas Hotel Zahrat al Sharq, tempat wartawan menginap.

Suara tembakan meriam yang sangat jelas terdengar dari Gaza City mulai terdengar sejak pukul 06.00 waktu setempat atau pukul 11.00 WIB hingga pukul 08.00. Anak-anak yang berada di jalanan dekat hotel berteriak saat mendengar suara tembakan itu.

Mulai ramai

Jalanan Gaza City tidak hanya ramai, tetapi juga macet, seperti terlihat di sekitar Rumah Sakit Sifa. Polisi berseragam biru sibuk mengatur arus lalu lintas. Suara klakson pun terdengar bersahutan dari mobil yang minta jalan.

Sejumlah warung internet di Jalan Omar Muhtar dan dekat Rumah Sakit Sifa juga mulai ramai. Anak-anak muda sibuk bermain game, seakan lupa perang yang baru saja berlalu. ”Sekarang saya senang bisa main game lagi. Saya juga senang perang sudah berakhir. Saya sudah terbiasa dengan perang karena itu saya tidak takut,” kata Abdurrahman (14), siswa kelas II SMP di Gaza City, sambil bermain game perang.

Ahmed Batta (19), polisi dari Hamas yang tengah berjaga-jaga di depan Gedung Pusat Kebudayaan Rashad Shawa, mengatakan, Gaza City kini kembali aman. ”Kami tidak gentar dengan peralatan militer canggih Israel. Meskipun Israel telah mengeluarkan semua mesin militer canggih, mereka tidak bisa dengan mudah menaklukkan kami,” ujar Batta sambil menjejakkan kaki ke tanah.

Sambil berpromosi, Batta menyatakan, dalam sejarah Gaza, tak ada yang paling aman seperti sekarang di era pemerintahan Hamas. Menurut dia, semua warga di Gaza kini berafiliasi atau setidaknya bersimpati kepada Hamas. ”Kini di Gaza tak ada Fatah dalam arti yang sebenarnya. Fatah kini hanya di wilayah Tepi Barat,” ungkapnya.

Ia menyatakan sangat bersimpati kepada rakyat Indonesia. ”Kami tahu rakyat Indonesia menggelar unjuk rasa dan demonstrasi besar-besaran untuk mendukung Hamas dan mengecam Israel,” kata Batta.

Ia melanjutkan, Hamas semakin populer pasca-agresi Israel. Menurut dia, Israel telah gagal melemahkan Hamas, baik melalui politik maupun aksi militer. ”Anda lihat sendiri, kan, Gaza City yang tetap saja ramai dan kehidupan sama sekali tak terpengaruh apa pun. Kami akui adanya kehancuran di mana-mana, tetapi kami tetap dapat bekerja seperti biasa,” kata Batta.

Meninjau situasi di Gaza pasca-agresi Israel, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon tidak mampu berkata-kata. Serangan Israel itu dianggap ”keterlaluan”. Pada saat meninjau sekolah-sekolah yang dikelola PBB yang diserang Israel, Ban kembali terdiam. Ban hanya menyatakan, suasana yang ia lihat sangat menyedihkan dan menyakitkan hati. Akibat agresi Israel, lebih dari 1.330 orang tewas dan 5.300 orang terluka.

Terowongan

Seiring dengan denyut nadi kehidupan yang kembali normal, terowongan-terowongan bawah tanah pun ikut dibenahi. Ratusan warga Palestina datang ke daerah perbatasan Gaza dan Mesir untuk memperbaiki terowongan yang dibombardir Israel. Penduduk di perbatasan yang mengelola terowongan itu mengaku, distribusi bahan-bahan kebutuhan, seperti bahan bakar, mulai bergerak melalui puluhan terowongan yang masih ada.

Salah satu pemilik terowongan, Mohammed, mengaku, ia dan tiga rekannya telah mengeluarkan 40.000 dollar AS untuk membangun lagi terowongannya dan jalur distribusi. ”Saya tak akan membawa masuk senjata atau narkoba. Saya ingin membawa barang yang dibutuhkan masyarakat, seperti makanan dan bahan bakar,” katanya.

Di selatan kota Rafah, ratusan warga Palestina kembali memperbaiki terowongan mereka. Kegiatan itu dilakukan di bawah tenda. ”Mau tak mau kami harus hidup. Kami masih muda dan tak mempunyai pekerjaan lain selain membuka bisnis terowongan ini. Kalau Israel membuka semua pintu penyeberangan, kami juga tak akan bisnis terowongan,” kata pemilik terowongan.(REUTERS/AFP/AP/LUK)

HAMAS Bagikan Uang Ganti Rugi Korban Gaza

GAZA CITY - Dalam waktu dekat Hamas akan membagikan uang kepada seluruh korban di Gaza. Rinciannya yakni 1.000 euro (sekitar Rp 15 juta) untuk tiap 1 orang anggota keluarga yang meninggal dan 4.000 euro (sekitar Rp 60 juta) ke setiap rumah yang hancur total akibat agresi Israel.

"Total uang senilai 28,6 juta euro telah disiapkan dan akan dibagikan mulai hari Minggu (25/1) besok," kata juru bicara pemerintah Hamas Taher Al-Nunu seperti dikutip AFP Jumat (23/1).

Taher menambahkan, kompensasi Hamas ini juga termasuk uang sebesar 500 euro bagi anggota keluarga yang terluka dan uang 2.000 euro kepada tiap rumah yang mengalami kerusakan.

Agresi Israel yang berlangsung selama 22 hari kepada Hamas telah menewaskan lebih dari 1.300 warga Palestina meninggal dan 5.450 jiwa lainnya luka-luka. Sedangkan 4.000 rumah hancur dan 17.000 rumah lainnya mengalami kerusakan.

Sementara itu, bantuan terus mengalir untuk palestina. Di antaranya dari pemerintahan Arab Saudi yang menyatakan kesediaannya untuk mengirimkan bantuan senilai USD 1 miliar untuk rekonstruksi Gaza. Biaya rekonstruksi di Jalur Gaza sendiri ini diperkirakan akan menelan dana yang fantastis yakni sebesar US$ 2 miliar atau Rp 22 triliun. [nng]
---------
inlah.com

BUMI PKS Johor

Kamis, 22 Januari 2009

Oleh: Abdul Wahid Surhim*
JOHOR - Keseriusan PKS Malaysia memenangkan Pemilu 2009 semakin terlihat. Dengan jumlah pemilih luar negeri terbanyak, PKS Malaysia bertekad mendulang suara mayoritas TKI di negeri jiran ini.

Demi suksesnya target ini maka pada Sabtu kemarin (17/1) PKS Malaysia wilayah Johor mengadakan pembekalan kader dengan program BUMI PKS = Buat Umat Milih PKS. Acara yang berlangsung di Masjid Taman Universiti Skudai Johor ini diikuti 65 kader ikhwan dan 72 kader akhwat.

Sejak pukul 21.00 waktu Johor hari Sabtu (17/01/09), para peserta Bumi PKS sudah mulai berdatangan di Masjid Taman Universiti, Skudai, Johor. Semua peserta yang datang adalah peserta ikhwan, karena yang akhawat baru dimulai besoknya jam 09.00. Di suatu ruang dekat mimbar, para peserta sibuk mengisi formulir biodata sekaligus pernyataan kesiapan mengikuti acara tersebut.

Lima instruktur yang berpakaian khusus melakukan wawancara masal, lima peserta per instruktur, agar lebih cepat. Di ruang lain yang lebih besar, tertata kursi berbentuk leter U, cukup menampung 65 peserta yang mengikuti acara tersebut. Semua nama hilang, diganti dengan nomor yang tersemat di dada masing-masing. Semua ikhwah yang ada di Johor sebagai peserta, kecuali Ketua Panitia yang tetap membantu instruktur yang berasal dari DPW PKS Riau itu.

Sebelum acara ada insiden kecil. Salah seorang peserta tidak diperkenankan mengikuti acara karena membawa anak. Anak mesti di luar ruang, tapi anaknya tidak mau. Ada lagi yang datang terlambat, juga tidak diperkenankan ikut, sehingga dengan terpaksa pulang.

Acara dimulai dengan meruntuhkan ego peserta. Ini sangat berhasil dan membuat peserta sangat serius mengikuti acara hingga akhir. Team Instruktur sudah sangat berpengalaman sehingga acara Bumi PKS ini betul-betul berkesan dalam pada semua peserta. Malam ada tugas ruhiyah berupa tilawah satu juz, qiyamullail 11 rakaat, hafalan surat al-Anfal ayat 17, 45-47, mesti sudah tidur 60 menit setelah acara, dan tidak diperkenankan sama sekali berbicara satu sama lain dan menggunakan HP. Paginya dilanjutkan dengan muhasabah dan saling berwasiat yang diiringi dengan derai air mata. Kemudian dilanjutkan dengan pengarahan direct selling dan aplikasi direct selling di lapangan. Setelah DS, dilakukan evaluasi dan penutupan.

Acara ini disebut Bumi PKS karena memang targetnya “Buat Umat MIlih PKS!!!” Sesungguhnya kemenangan PKS sudah terwujud dengan acara ini karena hati semua peserta benar-benar mantap dalam memenangkan PKS pada Pemilu 2009. Allahu akbar!
------
* Mahasiswa Program Doktoral UTM

Pintu Perbatasan Rafah Dibuka

Rafah, Kompas - Penguasa Mesir, hari Rabu (21/1) tiba-tiba bersedia membuka pintu perbatasan Rafah ke Jalur Gaza bagi kalangan wartawan. Ratusan wartawan dari manca negara termasuk Kompas, langsung memanfaatkan peluang untuk melihat kondisi Jalur Gaza setelah 22 hari digempur militer Israel.

Pintu perbatasan mulai dibuka sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Wartawan yang sudah menunggu lebih dari tiga pekan di Rafah, harus menyerahkan paspor dan semua barang yang dibawa kepada pihak imigrasi Mesir. Pemeriksaan berlangsung dua setengah jam karena begitu banyak wartawan yang ingin segera ke Jalur Gaza.

Situasi menjadi kacau balau. Semua berebut untuk masuk gedung Imigrasi Mesir. Ransel berbagai ukuran, koper, kamera, dan berbagai barang bawaan wartawan bertumpukan di alat x-ray. Petugas kebingungan. Alat pemeriksa dihentikan dan situasi tambah kacau.

Hiruk pikuk juga terjadi ketika semua wartawan masuk pintu menuju ke ruang imigrasi. Berebutan dan saling desak.

Usai pemeriksaan sekitar pukul 18.15 waktu setempat, wartawan menggunakan bus berkapasitas 40 kursi melintasi perbatasan sepanjang 100 meter.

Di ujung sana, pihak imigrasi Palestina kembali melakukan pemeriksaan semua kelengkapan surat dan barang. Wartawan juga menandatangani surat pernyataan bersedia menanggung setiap risiko yang terjadi selama berada di Jalur Gaza.

Sekalipun Jalur Gaza kini relatif tenang menyusul gencatan senjata selama sepekan yang diterima Israel dan Hamas, namun tembakan sporadis masih sering terdengar. Juga disinyalir, ada sejumlah roket dan mortir yang ditembakkkan militer Israel yang tidak meledak. Israel juga diduga memasang ranjau di sejumlah tempat.

Untuk biaya bus yang hanya bergerak sekitar dua menit itu, setiap wartawan harus membayar 300 pound Mesir atau sekitar Rp 660.000. Untuk biaya imigrasi sebesar 90 pound Mesir.

Otoritas Palestina mengizinkan wartawan berada di Jalur Gaza selama enam hari. Wartawan juga dipersilakan menggunakan moda transportasi apa saja yang ada, dan bisa bepergian ke mana saja di Jalur Gaza termasuk ke Gaza City yang terletak sekitar 30-an kilometer dari kota perbatasan Rafah. Gaza City merupakan pusat pemerintahan Hamas, dan mengalami kerusakan berat akibat agresi Israel.
--------
Oleh Trias Kuncahyono dan Mustafa Abd Rahman

Ribuan Warga Gaza Rayakan Kemenangan

Rabu, 21 Januari 2009

Gaza City: Puluhan ribu warga Palestina di Jalur Gaza siang kemarin Selasa (20/1) keluar ke jalan-jalan melakukan longmach mendukung gerakan perlawanan Islam Hamas untuk merayakan kemenangan, meski kehancuran besar-besaran di Jalur Gaza.

Puluhan ribu warga Jalur Gaza itu keluar ke jalan-jalan sejak selesai shalat dhuhur. Mereka melalukan aksi ini ingin menyampaikan pesan setelah perang yang dialami Jalur Gaza selama lebih dari tiga pekan.

Puluhan ribu massa itu berjalan dari sekolah Fakhora di kamp pengungsi Jabalia di utara Jalur Gaza dimana Israel melakukan pembantaian di sana yang menelan 45 orang dan 150 lebih luka-luka. Mereka kemudian berjalan menuju rumah Asy-Syahid Dr. Nazzar Rayyan yang gugur bersama keluarganya dalam bom Israel.

Ribuan warga Palestina lainnya berjalan dari lapangan medan Palestina di Jalur Gaza tengah menuju gedung parlemen Palestina yang dihancurkan Israel. Seorang tokoh Hamas menyampaikan sambutan inti perwakilan dari Hamas.

Di Khan Yunis, Rafah selatan Jalur Gaza, Nasherat, Buraij, Der Al-Balah, ribuah warga Palestina juga keluar meyakan kemenangan perlawanan Palestina. Dalam aksi ini sejumlah besar pejuang dan tokoh Hamas ikut yang menarik perhatian warga di sekitar jalan. Warga Palestina mengibarkan bendera Hamas dan meneriakkan dukungan kepada perlawanan. (bn-bsyr)
--------

Dusta di Tengah Gelimpangan Mayat

Oleh Ahmad Syafii Maarif
Ketika pesawat Israel membombardir sekolah milik PBB beberapa hari yang lalu dan membunuh puluhan manusia, sebuah dusta besar berulang-ulang disiarkan: sekolah itu tempat persembunyian pejuang Hamas. Yang benar adalah tak seorang pun pejuang itu berada di sana. Hampir semua media Barat menelan begitu saja dusta zionis ini dan menyiarkannya ke seluruh penjuru dunia. Tetapi, untunglah ada stasiun televisi Al-Jazeera yang membongkar dusta itu sehingga kejahatan perang Israel cepat diketahui umat manusia di berbagai negara.

Akibatnya, Israel semakin terpojok. Tetapi, kebrutalan tetap saja dilangsungkannya. Istilah kejahatan perang rasanya sudah tidak memadai lagi untuk menggambarkan genosida yang diamukkan zionis atas rakyat Palestina. Harus ditambah dengan: kejahatan perang yang dilakukan oleh makhluk serupa manusia, tetapi bukan manusia.

Yang juga tidak kurang ironisnya untuk dicatat adalah rezim Bush dan sebagian besar anggota senat Amerika mendukung kejahatan perang Israel ini. Para pendukung ini, dalam perspektif kita, secara sadar telah memasukkan dirinya dalam kategori "makhluk serupa manusia" itu. Satu-satunya anggota senat yang bersuara lantang menentang kejahatan itu adalah Dennish Kucinich.

Kita kutip, "Hari ini, pajak dolar Amerika, jet-jet Amerika, dan helikopter Amerika yang diberikan kepada Israel telah menyebabkan berlakunya pembantaian di Gaza. Pemerintah [Bush] memungkinkan Israel menekan terus untuk melakukan penyerangan terhadap penduduk sipil yang tak berdaya, memblokade upaya-upaya bagi gencatan senjata di PBB, dan menampik agar Israel tunduk terhadap persyaratan bahwa pengiriman persenjataan tidak akan digunakan untuk tujuan agresi. Israel akan menerima 30 miliar dolar AS dalam tempo periode 10 tahun bagi bantuan militer, tanpa harus mematuhi prinsip-prinsip kemanusiaan apa pun, hukum internasional, atau standar dasar tentang kesopanan manusia. Bangkitlah Amerika."

Di tangan makhluk serupa manusia, apa yang disebut human decency (kesopanan manusia) tidak mungkin bertemu dalam kamus mereka. Jika Anda ingin mencari ungkapan itu, hanyalah berlaku bagi manusia yang punya hati nurani. Oleh sebab itu, seruan Kucinich untuk bangkit ditujukan kepada rakyat Amerika yang masih manusia, bukan yang serupa manusia.

Pemimpin penjahat perang Israel: Ehud Olmert, Ehud Barak, Tzipi Livni, dan gangnya, telah menjadikan mayat rakyat Palestina di Jalur Gaza sebagai taruhan untuk masing-masing memenangkan pemilu Israel pada Februari 2009 ini. Maka, tidaklah salah bila Uri Avnery dalam The Palestine Chronicle, awal Januari 2009, menyebut perang ini sebagai Israel's New Election War. Anda bisa bayangkan tingkat kejahatan perang ini. Demi untuk saling berebut kursi di knesset Israel, rakyat Palestina yang tak berdosa dan tanpa pertahanan dimusnahkan begitu saja. Pemusnahan ini dengan dalih karena kiriman roket Hamas ke kawasan selatan Israel dan Hamas dituduh tidak setia terhadap gencatan senjata. Semuanya ini adalah dusta dan palsu belaka karena gencatan yang riil tidak pernah berlaku.

Bagaimana Hamas tidak akan bereaksi, Avnery menulis: Dalam kenyataannya, gencatan senjata tidaklah lumpuh karena sejak awal gencatan senjata riil tidak pernah ada. Tuntutan pokok bagi gencatan senjata di Jalur Gaza mestilah dengan membuka lintas batas. Tidak mungkin ada kehidupan di Gaza tanpa mengalirnya suplai yang tetap. Perbatasan itu tidak dibuka, kecuali untuk beberapa jam yang tak menentu. Blokade darat, laut, dan udara terhadap satu setengah juta umat manusia adalah tindakan perang, seperti halnya menjatuhkan bom atau meluncurkan roket. Semuanya ini melumpuhkan kehidupan di Jalur Gaza: menghabisi sebagian besar sumber-sumber pekerjaan, mendorong sejumlah ratusan ribu manusia ke pinggir maut karena kelaparan, menghentikan sebagian besar rumah sakit untuk berfungsi, serta merusak suplai listrik dan air. Mereka yang mengambil keputusan untuk menutup lintas-batas--dengan dalih apa pun--tahu bahwa gencatan senjata yang sebenarnya dengan kondisi seperti itu tidak pernah ada.

Saya sengaja mengutip pendapat pejuang Yahudi ini untuk menunjukkan bahwa membiarkan zionisme merajalela adalah harakiri bagi peradaban. Zionisme = dusta sejarah yang harus disetop untuk selama-lamanya. Tanda-tanda ke arah itu sudah semakin nyata walau di tengah gelimpangan mayat yang masih berjatuhan. ''Aduh, ya Allah, dengarkanlah jeritan ini!''
---------
sumber: Republika (20/1/09)

DIVA PKS Sitimulyo Adakan 'Syuting' di Somokaton

Reporter : Ti2k
Selasa (20/1) 16.30 WIB - Sesuai dengan rencana DiVa (Divisi Akhwat) DPRa PKS Sitimulyo mengadakan SyuTing alias Syuro Penting yang bertempat di rumah Ibu Nur Wakidah Somokaton Sitimulyo. Syuro ini diadakan untuk merapatkan barisan Kewanitaan DPRa Sitimulyo dalam menghadapi agenda besar kita yakni PEMILU April 2009.

Sebelum Agenda Utama dibicarakan, kami menyampaikan beberapa info terdekat DPRa PKS Sitimulyo:
1- Ahad, 25 Jan ’09 DPRa akan mengadakan Yankes dan Baksos dengan 50 Paket Sembako bertempat di dusun Somokaton pukul 09.00 WIB.
2- Taklim Rutin Partai (TRP) Senin, 26 Jan ’09 bertempat di rumah Ukhti Lala Tegalsari Sleman (meskipun rumahnya di Sleman, kegiatan beliau ikut di Piyungan/ wilayah DPRa Sitimulyo).

Memasuki babak utama, kali ini kami membahas seputar Pos WK dusun binaan yang sudah didampingi oleh tim Kewanitaan DPRa Sitimulyo, diantaranya : Pos WK Gempolsari, Pos WK Gentingsari, Pos WK Monggang, Pos WK Gadung, Pos WK Sampakan Babadan, dan Pos WK Ngampon.

Dalam waktu dekat untuk perluasan wilayah Pos WK target selanjutnya adalah dusun Lemah Abang, tapi kendala kita adalah waktu, karena mereka bisanya hanya malam hari, tapi kemudian untuk sementara mereka mengikuti kajian malam bareng bapak-bapak dengan pemateri Ikhwan DPRa Sitimulyo.

Dalam rangka efektifitas dan menjaga kesinambungan pembinaan, karena banyaknya Pos WK yang didampingi, maka syuro memutuskan untuk menunjuk dan membagi penanggung jawab pembinaan tiap Pos WK. Kami sepakat untuk mem-PJ-kan tiap Pos WK dengan membagi SDM yang ada. Selain itu kami juga membahas target untuk silaturahim, dan memutuskan segera masing-masing PJ untuk bersilaturahim ke target Pos WK sesuai amanahnya.

Akhirnya tepat Pukul 18.00 WIB syuro berakhir. Sebuah asa telah terukir dengan indah. Sebuah tekad telah terpatri dengan kuat. Membentuk memang lebih mudah, tapi merawat itu hal yang paling susah. Maka dengan adanya Syuting ini kami berharap semakin erat barisan kita menuju kemenangan 2009.

”Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh” (As-Soffat : 4)

-Satu Untuk Indonesia, Sambut Kemenangan Dakwah 2009- Allahu Akbar !!!

Kampus-kampus Gaza Bangkit dari Puing-puing Reruntuhan

Gaza City: Rektor Universitas Islam Gaza, Kamalin Sya’t menyatakan bahwa para dosen dan pegawai akan mulai aktif di kampus pada hari Sabtu ((23/01) depan. Waktu dimulainya kuliah bagi para mahasiswa akan diumumkan menyusul. Diperkirakan sekitar 10 hari lagi. Dia mengatakan bahwa kampusnya sudah melakukan seganap persiapan untuk melewati krisis ini.

Sementara itu Rektor Universitas al Azhar Gaza, Dr. Jawad Wadi dalam pernyataannya juga menyatakan bahwa dewan kampus akan melakukan pertemuan hari Kamis. Aktivis akademik dan administrasi akan dimulai hari Ahad sementara jadwal kuliah para mahasiswa akan diumumkan kemudian.

Mengenai ujian akhir semester pertama, Dr. Wadi menyebutkan kampus akan mengumumkan waktu ujian menyusul. Namun ujian tetap dilaksanakan sebagaimana yang sudah diputuskan dan tidak aka nada perubawah jadwal.

Sedang di Universitas al Aqsha, Wakil Rektor Dr. Munir Nisywan mengatakan bahwa dewan akan mengadakan pertemuan hari Rabu, besok. Sementara waktu kuliah untuk para mahasiswa akan diumumkan menyusul. Pihaknya sudah melihat bangunan kampus dan kerusakan yang terjadi. Namun pihaknya menyatakan siap untuk memulai perkuliahan.

Perlu disebutkan bahwa selama perang ke Jalur Gaza, pesawat-pesawat tempur Zionis Israel menggempur sebagian besar gedung Universitas Islam Gaza. Sementara itu kampus-kampus mengalami kerusakan besar akiabat bombardemen Israel disekitarnya. (seto)

Anak Jalanan Medan Bakar Bendera Israel

Selasa, 20 Januari 2009

MEDAN - Menjelang pengukuhan Barack Obama sebagai Presiden AS, sejumlah anak jalanan menggelar aksi unjuk rasa di Medan. Mereka mendatangi Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat di Gedung Uniland Plaza, Jl MT Haryono Medan, Selasa (20/1/2009) dan membakar bendera Israel di sana.

Anak jalanan yang tergabung dalam Gerakan Persaudaraan Pemuda (Gema) Keadilan Sumatera Utara itu, long march dari Lapangan Merdeka, Medan. Uniknya long march itu dilakukan dengan cara jalan mundur, hal ini dinyatakan sebagai bentuk penghinaan kepada Amerika Serikat yang dinilai tidak akan membawa angin segar terhadap perdamaian di Palestina. Amerika membawa kemunduran bagi dunia.

Selain itu, dalam aksinya anak jalan juga menyeret bendera Israel menggunakan sepeda motor. Setelah tiba di depan Uniland, bendera itu kemudian diinjak-injak dan kemudian dibakar, disambut sorak-sorai.

Salah seorang anak jalanan, Fauzan, menyatakan, Presiden Amerika Serikat terpilih Barack Obama tidak akan punya sikap atas agresi Israel ke Jalur Gaza.

"Kami tidak percaya Obama, dia pasti akan berpihak ke Israel. Amerika tetap antek Israel," kata Fauzan yang sehari-hari bekerja sebagai pengamen di sejumlah persimpangan jalan di Medan.

Aksi ujuk rasa puluhan anak jalanan yang mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian tersebut berakhir sekitar pukul 12.30 WIB. Kemacetan lalu-lintas yang sempat terjadi karena demo tersebut, berangsur lancar kembali.
------
detik.com

Kunjungan Diva PKS Sitimulyo ke PKK Gentingsari

by: TiQu
GENTINGSARI: Setelah dari pagi hingga siang melaksanakan kegiatan, sore harinya (Ahad Legi, 18/01/09) kami crew Diva (Divisi Akhwat) DPRa PKS Sitimulyo kembali hadir dalam kegiatan ibu-ibu PKK dusun Gentingsari Sitimulyo Piyungan Bantul.

Sebelumnya kami ber-lima ( Ukhti Eva, Ukhti Titik, Ummu Saif, Ummu Lisa & Ummu Wafa) janjian untuk berangkat bareng kumpul di Masjid Gentingsari, tapi akhirnya kami berangkat sendiri-sendiri langsung menuju lokasi. Ternyata Ummu Wafa ijin karena harus jaga putranya, dan katanya biar yang ngisi lebih konsen karena kebetulan yang ngisi adalah suami beliau.

Silaturohim kami kali ini rencananya sekaligus untuk Sosialisasi Teknis Pemilu oleh Wawan Wikasno Ketua DPC PKS Piyungan. Seperti kita ketahui betapa njlimetnya teknis ’pencontrengan’ untuk pemilu 2009. Petugas KPU pun tidak bisa menjamah ke seluruh dusun untuk sosialiasi karena keterbatasan personil dan dana.

Ketika kami sampai ditempat Ibu Rubiah selaku tuan rumah, ternyata di forum ibu-ibu ini tengah berlangsung promosi kredit super murah aneka panci, wajan, selang kompor, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Usai acara ’promosi’ giliran para ibu bayar arisan. Setelah menunggu setengah jam kami bersiap-siap memasang layar untuk sosialiasi dengan dibantu oleh dua ikhwan Mr’P & Mr. Skul. Tiba-tiba pak Wawan Wikasno mendapat ’berita keluarga’ yang mengharuskan beliau segera datang hingga akhirnya beliau minta ijin untuk di pending sosialisasinya.

Alhamdulillah ibu-ibu bisa memahaminya, ”kita nderek wis mbak, mo diisi apa aja” kata ketua PKK. Akhirnya acara diisi dengan bercengkrama dan ngobrol sekaligus jaring aspirasi harapan ibu-ibu untuk masa depan yang lebih baik.

Respon positif ibu-ibu ini menambah keyakinan kami bahwa kesabaran dan keihlasan dalam berjuang akan berbuah manis. Ibu-ibu yang dulu kesannya rada cuek ini lama-kelamaan setelah sering kita bersilaturohim berubah jadi akrab dan tambah dekat. Pepatah bilang ”Tak Kenal Maka Ta’aruf”

Semoga dengan ini kami bisa lebih Semangat, Allahu Akbar !!!
 
© Copyright PIYUNGAN ONLINE
fixedbanner