NEWS UPDATE :

Bukan Saya yang Pasang Bendera Moncong Putih

Minggu, 30 November 2008

by Dimar Assidiqi
Sabtu 29 November 2008 Jam 20.00 WIB. Saya memenuhi undangan ‘Rapat Sinoman’ dari salah satu tetangga yang ingin melangsungkan akad nikah adik perempuannya di awal bulan Desember 2008 besuk ini. Tidak ada yang spesial dengan rapat tersebut. Rapat tersebut berjalan seperti biasa dan lancar-lancar saja membahas persiapan Pesta Resepsi.

Yang spesial adalah ketika seorang bapak paruh baya mendekati saya dan pengin ngobrol-ngobrol dengan saya. PakAbidin Dongga namanya, bapak dari 2 orang anak yang bertempat tinggal di RT sebelah tapi masih satu kampung dengan saya.

"Mas Dimar, saya minta kaos PKS nya". Saya kaget sekali atas perkataan beliau tersebut. Belum sempat saya jawab beliau langsung berujar menyambungnya, "Bukan saya lho mas yang pasang bendera-bendera ‘Moncong Putih’ itu di kampung kita. Itu bukan orang sini yang pasang, orang dari dusun sebelah". "Oh..gitu.." jawab saya singkat. Memang benar adanya, dusun Tambalan sekarang tampak memerah karena panyak sekali atribute-atribute moncong putih yang dipasang.

"Ya memang gitu mas. Tapi jangan kawatir walaupun sekarang dusun kita ini tampak memerah (moncong putih-red), tetapi hati kami akan tetap memutih (pilih PKS-red)," tutur beliau. "Tunggu saja tanggal mainnya mas," sambung beliau lagi.

Obrolan singkat di sela-sela Rapat Sinoman malam itu makin menambah semangat kami tuk terus bergerak memenuhi panggilan da’wah yang suaranya makin bergema di seantero pelosok tanah air.

Pos WK Srimartani Lebarkan Sayap

Sabtu, 29 November 2008

Rapporteur: Delim@
SRIMARTANI CITY: Sore yang cerah di hari Jumat (28\11\08), tak seperti hari-hari kemarin yang tiada luput dari sapuan gerimis. Cuaca yang sangat mendukung untuk JeJeEs ini tak terlewatkan oleh team Pos WK Srimartani. Team yang didukung oleh Ummu Yasmin, Ummu Muthia, Ummu Ais, Choir, dan ADel telah bersiap di pelataran BMT Azzam pukul 15.55 WIB.

Tema JeJeEs kali ini dalam rangka memperlebar basis Pos WK di wilayah Srimartani. Target pertama adalah dusun Mandungan. Maka kami segera mengarah ke kediaman Pak RT. Celoteh riang beberapa balita didampingi ayah bundanya, pak Wahyudin dan bu Makhromah, menyambut kedatangan kami.

Pak Wahyudin belum lama menjabat ketua RT, baru beberapa bulan. Namun menyaksikan kaum ibu yang tak mempunyai wadah untuk menggali dan mengembangkan potensi, naluri beliau tergelitik. Segera saja pak Wahyudin bersama sang istri menggagas dan merintis perkumpulan ibu-ibu dusun Mandungan. Alhasil tanggal 2 Oktober silam berhasil digelar pertemuan perdana sekaligus pembentukan pengurus kelompok ibu-ibu. Pertemuan selanjutnya akan diadakan tiap minggu pertama setiap bulan. Begitu tahu kedatangan kami untuk menawarkan pendampingan Pos WK bagi ibu-ibu, pak Wahyudin dengan gembira menyambutnya. "Kebetulan sekali, kami baru saja merintis perkumpulan ibu-ibu, lha ini langsung dikirimi team Pos WK yang bersiap mendampingi..!" ujar Pak RT .

Beliau ini memang bukan pak RT biasa. Pernah meraih penghargaan sebagai juara pertama tingkat Nasional Lomba Karya Tulis Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran, yang diadakan oleh Depdiknas. Pengalamannya berinteraksi dengan dunia anak memang cukup luas. Beliau pernah mengajar di TPA, TK, SD, dan kini menjadi guru SMP di wilayah Berbah, Sleman. Anda tahu buku berjudul 'Maa... Aku Bisa!!!' ? Buku yang memberi solusi bagaimana seharusnya para orang tua melejitkan potensi kreatif anak, adalah karya pak Wahyudin, ayah 5 orang anak.

Sebenarnya menyenangkan sekali berbincang dengan beliau, tapi mengingat kami harus meneruskan agenda JeJeEs, mau tak mau kami harus berpamitan. Kami pun membawa oleh-oleh berupa agenda sosialisasi Pos WK di dusun Mandungan pada tanggal 7 Desember mendatang.
--
Target JJS selanjutnya adalah dusun Pos Piyungan, dusun yang letaknya paling strategis di kecamatan Piyungan. Berada di persimpangan jalan Jogja-Wonosari dan jalan Piyungan-Prambanan.

Kami segera menuju ke rumah dukuh setempat, ibu Mujiyati. Kedatangan kami yang wajah-wajahnya tak asing lagi bagi beliau, mendapat sambutan hangat. Beberapa kali DPRa PKS Srimartani memang telah menyelenggarakan kegiatan disana. Jadi ketika kami menawarkan untuk mengadakan pendampingan Pos WK bagi kelompok arisan ibu-ibu di dusun Pos Piyungan, dengan antusias beliau merespon positif.

Dari diskusi hangat sore itu, bu Dukuh tertarik dengan program-program Pos WK yang sudah berjalan di dusun-dusun lain. Beliau mengharapkan agar di dusunnya diselenggarakan program serupa. Akhirnya disepakati sosialisasi Pos WK akan diselenggarakan dalam forum arisan pada 7 Desember 2008. Kebetulan sekali harinya bersamaan dengan dusun Mandungan. Hanya waktunya saja yang berbeda, di Mandungan jam 14.00 sedang di Pos Piyungan jam 16.00.

Alhamdulillah, langkah kami sore itu dalam upaya melebarkan sayap Pos WK di wilayah Srimartani mendapatkan sambutan yang makin menambah semangat kami berjuang. Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan 'pundi-pundi udara' sebagai bekal untuk 'terbang' melesat lebih tinggi..!!

Ada yang mau kenalan dengan mbak-mbak PKS yang ramah-ramah

Reporter: Dimar Assidiqi
MUTIHAN: Kamis 27 November 2008 Pukul 19.30 WIB - Team Ikhwan PKS Srimartani melanjutkan kembali tradisi yang selama ini sudah menjadi rutinitas yaitu Silkoh (Silaturohim Tokoh). Kali ini kami berkunjung kembali ke rumah Mas Sunar Mutihan, Ketua Pemuda "MUDIGA" dusun Mutihan yang dulu sempat meminta bendera dan atribut PKS.

Sesampainya di tempat, kamipun langsung ngobrol dengan santai. Ya, karena memang selama ini kami sudah dekat dengan beliau. Terkait atribut PKS yang kami berikan beberapa waktu yang lalu mas Sunar berujar, "Mas, atributenya laris manis diminta sama temen-temen pemuda dan warga sini mas. Kaos-kaos PKS yang njenengan berikan dulu sudah habis terjual dengan "gratis", sudah pada dipakai tuh. Bendera-benderanyapun langsung pada minta dan dipasang sendiri-sendiri oleh warga".

Alhamdulillah, terasa senang hati ini. Kedatangan dan pemberian kami ternyata diterima dengan baik oleh warga Mutihan. Mudah-mudahan di kesempatan yang lain kami diberi limpahan rezeki oleh-Nya ntuk bisa memberikan yang lebih banyak lagi.

Perbincangan kami berlanjut dengan membicarakan agenda-agenda kegiatan. Kami menawarkan program penyaluran Hewan Qurban di mutihan, kegiatan ibu-ibu bersama Pos WK (Pos Wanita Keadilan) dan Yankes Gratis (Pelayanan Kesehatan) bulan desember mendatang. Mas sunar menyambut agenda-agenda tersebut dengan gembira. "Pada prinsipnya saya sangat setuju mas, nanti saya komunikasikan dengan warga sini. Yang pasti saya mendukung dan optimis sekali kegiatan-kegiatan tersebut untuk di laksanakan di dusun Mutihan ini".

Di tengah obrolan, kami sempat 'kaget' dengan 'penawaran' mas Sunar. "Oh iya mas, ada yang mau kenalan nih dengan mbak-mbak PKS yang ramah-ramah," ujar mas Sunar. Jangan-jangan mas Sunar mau ta'aruf dengan akhwat PKS, batin kami. "Yang mau kenalan itu namanya mbak Tiara, anak SMA kelas 2. Nih tak kasih nomor HP-nya dan coba hubungkan dia dengan mbak-mbak PKS, kayaknya kepengin ikutan kegiatan sama mbak-mbak PKS," sambung mas Sunar yang membuat lega hati ini. "Insya Alloh mas Sunar, kami dengan senang hati akan mensilaturohimi beliau. Kami senang sekali akan tambah teman lagi," sambut kami. Dan tentunya para akhwat yang akan mem-followup-inya, bukan kader ikhwan lho!

Tak terasa sudah sejaman berlalu, sekitar jam 20.30 kamipun pamit undur diri dari rumah mas Sunar, untuk melanjutkan "Tradisi Baru" kami yang lain yaitu "Olahraga Malam". Team segera meluncur ke rumah akh "Si Boy" Haryadi di dusun Sanansari.
(to be continued)

Catatan Zaim Uchrowi atas '100 Pemimpin Muda' PKS

Jumat, 28 November 2008

"PEMIMPIN MUDA"
Oleh Zaim Uchrowi
*
Pekan silam nama saya disebut sebagai salah satu dari '100 Pemimpin Muda' Indonesia menurut Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Nama Aa Gym, Arifin Ilham, dan Erick Thohir juga masuk dalam daftar pemimpin muda lintas partai dan golongan itu. Tentu saya bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan itu. Tapi, pada saat yang sama, saya juga bertanya-tanya pada diri sendiri: Apa makna penghargaan ini?

Dengan usia 48 tahun, saya bukan lagi muda walaupun sering ingin tetap dianggap muda. Suasana gedung Sabuga-Bandung malam itu membantu menjawab pertanyaan tersebut. Suasana itu sangat khas Bandung. Satu-satunya kota di muka bumi ini yang mampu menyatukan aroma agamis dengan budaya pop. Konser band dan syahdu ayat Alquran rapi berjalinan. Gelora dakwah dengan entakan irama rap-reggae-rock berpilin-pilin satu sama lain. Sebuah keadaan yang meyakinkan saya bahwa sebenarnya tidaklah penting siapa yang masuk dalam daftar '100 Pemimpin Muda' itu. Tidaklah penting nama saya atau nama siapa pun ada dalam daftar itu. Apalagi banyak nama lain yang layak untuk dipilih sebagai 'pemimpin muda' yang tersebar di seluruh negeri ini.

Yang terpenting dari acara itu tampaknya justru spirit yang melatarinya. Yakni, spirit untuk tidak begitu saja puas pada hal yang sudah ada. Spirit untuk memandang segala hal dengan cara pandang yang baru. Kemenangan Obama mungkin ikut menginspirasi penguatan spirit itu. Kemenangan Obama bukan sekadar kemenangan kubu Partai Demokrat di Amerika Serikat. Kemenangan itu, kata seorang kawan, merupakan kemenangan harapan universal masyarakat global yang memandang bahwa sistem yang tengah berlaku saat ini tidak lagi memadai buat mengatur dunia.

Gegap gempita acara yang menghangatkan udara dingin Parahyangan itu mungkin akan membuat bingung banyak pihak. Membuat bingung para puritanis Islam. Membuat bingung pengamat Barat yang ingin melihat Islam dari sudut pandangnya sendiri. Di tengah pekik 'Allahu Akbar' serta 'Merdeka', di antara antusiasme para santri mengikuti 'Panggung Pemuda' itu, saya justru larut dalam perbincangan dengan diri sendiri. Bangsa ini, kata hati saya, memang tak lagi dapat dikelola dengan cara pandang lama. Bangsa ini memerlukan cara pandang yang sama sekali baru di semua aspek kehidupan.

Carut-marut ekonomi saat ini menegaskan bahwa Indonesia memang memerlukan cara pandang yang sama sekali baru. Seperti di awal 1990-an, langkah perekonomian kita yang dipuji masyarakat Internasional terbukti rapuh dan rentan terhadap guncangan ekonomi dunia. Kita bahkan lebih rentan dibanding banyak negara lain yang kebijakan ekonominya 'kalah canggih' dibanding kita. Tanpa cara pandang baru mengelola ekonomi ke depan, Indonesia menjadi seperti keledai: akan selalu terantuk batu yang sama di dalam perekonomian.

Di kancah politik demikian pula. Politik kita telah mampu memenuhi harapan asasi manusia untuk bebas berserikat, berkumpul, dan mengemukakan pendapat. Namun, politik yang ada masih jauh untuk dapat efektif memakmurkan masyarakat seperti yang dicita-citakan melalui kemerdekaan. Tanpa cara pandang baru, politik akan terus berputar-putar sekadar sebagai alat pemenuhan kepentingan pribadi para pelakunya, namun tak akan banyak memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Masalah kependudukan dan lingkungan juga memerlukan cara pandang baru. Tanpa cara pandang baru, jumlah penduduk berkualitas rendah akan semakin meledak. Air bersih, udara segar, dan kehijauan alam akan rusak. Bencana juga akan semakin bertubi-tubi. Pemahaman keagamaan pun memerlukan cara pandang baru. Tanpa cara pandang baru pemahaman keagamaan hanya akan menjadi beban, bukan berkah, bagi terbangunnya peradaban.

Acara peneguhan 'Pemimpin Muda' di Bandung itu memperkuat keyakinan saya. Bangsa ini memang memerlukan cara pandang yang sama sekali baru dalam setiap hal. Keyakinan itu yang perlu kita tumbuhkan di setiap tarikan napas, di setiap detak denyut nadi, agar bangsa dan negara ini benar-benar menjadi bangsa dan negara bermartabat serta berjaya.
-------------
sumber: Republika (28/11/2008)

New Wave Marketing ala PKS

By ijulchaniago@yahoo.com
Dalam Kompas edisi 26 November 2008, Hermawan Kertajaya mengulas tentang era new wave marketing, yang dimana telah terjadi pergeseran patokan yang digunakan untuk menggambarkan value terhadap suatu produk, dari sekedar brand atau merek menjadi karakter. Karakter digambarkan sebagai DNA pada makhluk hidup.

Walaupun seseorang bisa bergonta-ganti baju, tetapi DNAnya tidak berubah. Beliau mencontohkan karakter yang tertanam dalam logo MTV, walaupun bentuknya sering berubah-ubah, tetapi kita tetap bisa mengenalinya. Hal yang sama ditemukan pada Avatar dalam aplikasi Yahoo Mesenger.

Konsep inilah yang mungkin bisa menjelaskan kenapa PKS mencoba merubah warna tradisionalnya dari warna putih ke warna kuning ataupun menampilkan iklan-iklan yang mengundang kontroversi.

Walaupun beberapa kalangan di partai Golkar merasa terusik dengan dicaploknya brand kuning yang selama ini ditempelkan kepada Golkar, sebenarnya PKS tidak dalam upaya untuk merebut pemilih Golkar.

PKS ingin menunjukkan karakter PKS tidak terikat oleh warna tertentu, apakah kuning, putih, hijau, biru dan sebagainya. PKS tidak ingin citranya hanya terbatas simbolisasi, tetapi karakter yang tertanam pada semua aktivitas PKS.

Upaya tidak terikat pada warna tertentu itu telah ditunjukkan PKS sejak lama, sebutlah warna pasangan Adang Darajatun-Dhani Anwar dalam Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu yang mangambil tema warna orange, ataupun pernak-pernik “sumber dana” PKS seperti souvenir, baju, rompi, air minum kemasan, dan lainnya.

PKS memang tidak mengikatkan diri pada kategorisasi tertentu, tetapi lebih membangun karakter partai sesuai motto bersih, peduli dan profesional. Dimanapun dia berada, apapun bajunya, apapun warna kulitnya apapun tampilan luarnya, motto itulah yang menjadi pembedanya dengan partai-partai yang lain.

Bersihnya PKS telah diketahui banyak orang, pedulinya PKS telah dirasakan para korban bencana ataupun upaya penghargaan kepada guru dan silaturahmi keluarga pahlawan serta penganugrahan 106 pemimpin muda sebagai bagian dari pencitraan kepedulian.

Profesionalnya PKS bisa dilihat dari rapihnya administrasi kepartaian, serta tidak adanya konflik internal yang mengganggu kinerja partai ditengah fakta partai lain saling gontok-gontokan berebut kursi pimpinan. Profesionalnya juga bisa dilihat dari gaya kampanye, program, ataupun iklan yang benar-benar beda dari mainstream partai-partai Indonesia. Iklan yang hanya bermodal Rp 2 miliar dan tayang hanya sekitar tiga hari saja, tapi dibicarakan berminggu-minggu di media massa.

Benar atau tidaknya analisa ini hanya PKS yang tahu, tetapi seperti kita ketahui, PKS mempunyai banyak kader bergelar doktor, master dan sarjana, yang mereka klaim sebagai partai dengan kader doktor terbanyak di Indonesia. Boleh jadi fenomena PKS yang merajalela dengan manuver politiknya telah dirancang matang (by design, bukan respon sesaat atau pragmatis) untuk mencapai targetnya 20% suara pada Pemilu 2009.
------------------
sumber: inilah.com

Olahraga Malam Ala PKS Srimartani

Oleh Dimar 'Sembiring' Assidiqi
Bak melepaskan dahaga pepohonan, sang hujan mengguyur bumi Srimartani petang tadi. Selaksa kabut menyelimuti sang malam. Semilir bayu berhembus di kegelapan sampai menusuk tulang. Memang waktu yang tepat untuk merebahkan raga di peraduan yang telah capek seharian beraktifitas. Sambil melingkarkan selimut tebal untuk menghangatkan badan.

Tapi, kader-kader ikhwan DPRa PKS Srimartani beranggapan lain. Mereka memilih keluar rumah untuk "Berolahraga Malam". "Olahraga Malam" diawali dengan "olahraga jiwa" sebagai pemanasan, yaitu liqo' untuk merawat hati ini yang tlah sepekan belum di TuneUp. Sampai jam sepuluhan malam, pasca di Tune-Up dengan liqo' sungguh terasa jiwa ini fresh kembali dan siap untuk melakukan "balapan" lagi.

Jam 22.00an malam, giliran "Olahraga badan" yang kami lakukan, yaitu dengan melakukan jalan kaki bareng ratusan meter jauhnya sembari membawa bekal. Jangan salah, bekal yang kami bawa bukanlah air minum, roti ataupun nasi bungkus; melainkan palu, paku, kawat, bambu dan rontek. Sesekali kami berhenti di dekat pepohonan. Bukan karena capek, tetapi kami mampir sebentar untuk sekedar menitipkan rontek-rontek PKS kami kepada sang pohon.

Tak terasa ratusan meter tlah kami lalui dengan jalan kaki bersama. Membuat tubuh ini berkeringat sehat dan menghilangkan rasa dingin yang kami rasakan sebelumnya. Puluhan rontek-pun tlah selesai kami titipkan di pepohonan di sepanjang jalan Srimartani, dari mulai perempatan Munggur sampai Petir.

Sepanjang jalan Srimartani adalah sepanjang jalan kenangan bagi kami malam itu.
------------
Seraya Warnet, 27-11-08 23:37 PM
NB: Salam kami buat Ustadz Abdul Wahid Surhim di Malaysia, kapan nich kita di-TuneUp lagi?

PKS dalam Teori Informasi

Oleh Zamkofa Anwar (Information Theory Lab)
Iklan PKS yang kontroversial dikabarkan meraup kesuksesan luar biasa menjelang pemilu 2009. PKS, sebuah partai modern, yang kabarnya tidak punya banyak dana untuk iklan ini, malah beritanya banyak dimuat di hampir seluruh media massa di tanah air dan menjadi buah bibir masyarakat baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Namun banyak yang tidak sadar bahwa PKS menjadi berita bukan karena kontroversi iklannya, namun lebih kepada hal-hal baru, unik dan di luar kebiasaan, yang mereka tawarkan.

Setidaknya itulah yang dikatakan oleh teori informasi, sebuah teori yang banyak berbicara tentang ketidakbiasaan/ketidakpastian.

Teori informasi digagas oleh Claude C Shannon (MIT) pada tahun 1948 dalam papernya A Mathematical Theory of Communication. Kemudian teori ini diperjelas dengan baik dalam buku Elements of Information Theory karangan Thomas M Covers dan Joy A Thomas.

Teori ini mengatakan bahwa jumlah informasi (berita) adalah seiring dengan jumlah ketidakpastian/ketidakbiasaan sesuatu yang ada di dalamnya, kemudian secara matematis dinyatakan dengan entropi(H) yaitu penjumlahan semua Pxlog2(1/P).

Dengan teori ini, sebuah peristiwa yang pasti terjadi (P=1) atau tidak mungkin terjadi (P=0), keduanya akan memiliki entropi rendah dan mendekati H=0, yang dengannya, peristiwa tersebut tidak akan menjadi berita besar.

Nilai entropi sebuah peristiwa inilah yang menjadi takaran media massa dalam memberitakannya. Secara umum media massa (media massa yang netral) akan memuat berita-berita yang memiliki nilai entropi H mendekati 1. Misalnya, sebuah partai akan menjadi berita besar (H=1) jika dia biasanya tidak korupsi tapi tapi tiba-tiba melakukan korupsi, atau jika biasanya korupsi tapi tiba-tiba tidak korupsi.

Sedangkan yang tidak menjadi berita adalah partai yang tidak biasa korupsi atau partai yang selalu korupsi dan karena keduanya mempunyai nilai kepastian yang tinggi (pasti tidak korupsi atau pasti korupsi) sehingga tidak ada informasi (H=0) yang perlu dibaca dari peristiwa tersebut.

Nah, bagaimana agar entropi H menjadi tinggi sehingga media/ masyarakat tertarik untuk meliput dan mendengarnya? Jawabannya adalah dengan membuat P memiliki nilai sekitar 0.5. Hal ini dikarenakan nilai tertinggi entropi adalah jika sebuah kejadian/ peristiwa memiliki P=0.5, kemungkinan terjadinya ‘korupsi atau ‘tidak korupsi adalah 0.5.

Kembali pada kasus PKS, PKS sangat biasa melakukan aksi sosial, seperti cek kesehatan gratis, bantuan bencana alam, tanah longsor, mengecat jembatan, membersihkan sungai dan banyak aktivitas sosial lainnya yang membumi di masyarakat, maka ini sama artinya dengan P=1 (hal-hal yang pasti dilakukan PKS). Akibatnya nilai entropi H=0, sehingga tidak diliput media.

Kasus yang lain tapi kebalikannya, PKS dengan citranya yang bersih, berkali-kali menolak uang korupsi, uang sogokan dan lain-lain yang berkaitan dengan kemaksiatan dan merusak mental negara, maka bagi PKS ini adalah kejadian yang probabilitasnya dekat dengan P=0 (pasti tidak dilakukan –Insya Allah-), maka nilai entropi H=0. Sekali lagi, karena entropinya rendah lagi-lagi tidak akan diliput media, sudah biasa.

Bagaimana agar media meliput PKS dan masyarakat tertarik dengannya? PKS nampaknya memahami nilai entropi teori informasi ini dengan baik sehingga akhir-akhir ini beritanya banyak diliput media massa.

Membuat iklan kontroversial dengan memasukkan Suharto, KH. Hasyim Asyari dan Ahmad Dahlan, sampai undangan 106 pemimpin muda Indonesia adalah hal yang tidak biasa. Ini adalah hal baru bagi perpolitikan di Indonesia. PKS mendapat kecaman karena dialah yang memulai pertama kali. Oleh karenanya nilai P ini ada di kisaran 0.5, memiliki entropi H=1 (tertinggi), sehingga banyak media yang meliput dan masyarakat 'terbangun' untuk sadar dengan semangat kepahlawanan misalnya.

Entropi akan mengecil dengan sendirinya jika terus menerus dilaksanakan atau sebaliknya, terus menerus tidak pernah dilaksanakan. Karena probabilitas P yang nilainya sekitar 0.5 sedikit demi sedikit akan menjadi P~1 jika terus dilaksanakan atau sebaliknya, menjadi P~0 jika tidak pernah dilaksanakan.

Akibatnya, kegiatan yang sama jika dilaksanakan lagi, tidak akan menjadi berita besar. PKS sadar dengan ini, karenanya mereka terus berpikir, berinovasi dan kreatif dalam mencerdaskan masyarakat.

Pesan saya buat PKS, boleh saja Anda bermain di entropi yang tinggi agar diliput media, tetapi untuk aktivitas Anda yang meskipun memiliki entropi H=0 (tidak diliput media) seperti bersih dari korupsi, peduli pada masyarakat bawah dan umat, profesional dalam bekerja, jangan berhenti untuk dilaksanakan.

zamkofa@gmail.com
----------------
sumber: inilah.com

Kemanakah gerangan ia hari ini?

Walaupun seorang Rasul, Muhammad saw. sesungguhnya bukanlah seseorang yang dimanjakan oleh Allah swt. Layaknya manusia yang lain, beliau pun harus berjuang keras, mencurahkan tetesan keringat dan darah dalam mengemban amanat Allah swt. Tak jarang, beliau dicaci, dihina, dan diancam oleh musuh-musushnya dalam memperjuangkan tegaknya kebenaran ajaran Islam. Dan semua itu beliau hadapi dengan lapang dada, tanpa pernah mengeluh barang sebentar pun.

Pernah pada suatu ketika, setiap kali Rasulullah membuka pintu pagi-pagi untuk menjalankan salat Subuh, seonggok kotoran tertumpuk di ambang pintu rumahnya. Kotoran manusia. Rasulullah hanya mengernyit. Pada awalnya beliau sempat terkejut juga. Tapi tidak berapa lama, dengan sabar beliau mengambil air dan segera membersihkan tempat itu. Setelah itu ia pun meneruskan niatnya pergi ke Masjidil Haram yang sempat tertunda. Kejadian itu terus berulang hampir setiap hari.

Di hari-hari tertentu, bahkan bukan setumpuk kotoran manusia yang beliau dapatkan di muka pintu rumahnya, melainkan dua tumpuk besar. Orang pun akan jijik melihatnya. Ternyata besok dan besoknya lagi, kotoran itu makin bertambah tumpukannya.

Namun, sekali lagi itu terjadi, Rasulullah tidak mengeluh. Ia membersihkan saja sendiri semua onggokan bernajis itu. Sampai akhirnya orang jahat yang melakukan perbuatan keji dan tidak beradab itu merasa bosan sendiri dan menghentikan tindakannya menumpuk kotoran manusia di depan pintu rumah Rasulullah saw.

Lepas dari kejadian itu, Rasulullah belum terbebas dari kedengkian dan kejahatan musuh-musushnya. Tiap kali beliau melalui sebuah rumah berloteng dalam perjalanan menuju masjid, selalu dari jendela atas ada seseorang yang menumpahkan air najis ke arahnya. Byur, air itupun seketika mengguyur kepalanya. Basah kuyuplah beliau. Setiap hari, beliau harus menghadapi hal itu.

Rasulullah tidak pernah sekalipun marah. Suatu kali, tatkala beberapa hari sesudah itu tidak ada air najis yang ditumpahkan ke kepalanya dari jendela loteng itu, Rasulullah merasa heran. Maka, ia pun bertanya para sahabat.

“Ya Sahabatku, kemana gerangan orang yang tinggal di loteng atas itu?”

Sahabat itu mengernyitkan dahi tanda keheranan. “Ada apa, ya Rasulullah?” salah seorang dari mereka malah balik bertanya.

Rasulullah menjawab, “Tiap hari biasanya ia selalu memberikan sesuatu kepadaku. Kalian tahu, ia memberiku guyuran air ke kepalaku setiap kali aku lewat hendak ke masjid. Tapi beberapa hari ini tidak. Terus-terang aku jadi bimbang tentang keadaannya.”

Para sahabat saling berpandangan. “Kebimbanganmu tidak keliru, ya Rasulullah. Orang itu sedang sakit keras dan tidak keluar dari biliknya.”

Rasulullah mengangguk-anggukkan kepalanya pelan. Sepulang dsri pertemuannya, beliau segera menemui istrinya. Beliau menyuruhnya untuk menyiapkan makanan. Sang istri tidak banyak bertanya. Ia hanya menuruti saja perintah suami tercintanya. Ia tahu, suaminya pasti akan melakukan suatu kebajikan.

Dan benar saja, tanpa banyak yang tahu, Rasulullah membawa makanan itu ke rumah orang jahat yang tiap hari mengguyurnya dengan air. Ia memang bermaksud menengok keadaan sakitnya dan mendoakan agar cepat sembuh.

Ketika bertemu, tidak kepalang malunya orang itu. Ia sangat terperanjat menerima kedatangan Rasulullah dengan membawa makanan yang lezat-lezat. Padahal tiap hari ia memberikan air najis kepadanya. Orang itu pun amat malu dna menangis-nangis minta maaf.

Dengan lapang dada, Rasulullah memberi maaf. Tidak sedikitpun disinggungnya perbuatan keji yang dilakukan orang itu kepadanya. Apa yang terjadi, orang itu begitu kagum dan simpati kepada ketulusan dan kemuliaan ahlak Rasulullah. Bayangkan, tiap hari ia memperlakukannya dengan tidak beradab, tapi Muhammad begitu saja menerima permintaan maafnya. Seumur hidup ia baru menemukan orang seperti itu. Apalagi dari kalangan kaum lain. Orang itu seketika menyatakan dua kalimat syahadat memeluk Islam.

Suatu hari, Abu Jahal yang sangat jahat kepada Rasul, mengirim utusan. Utusan itu membawa kabar bahwa ia tengah menderita demam hebat. Ia ingin Rasulullah datang silaturahim ke rumahnya sekalian menengoknya.

Sebagai kemenakan yang berbakti, Rasulullah segera bergegas hendak berangkat menuju ke rumah pamannya itu.

Tapi sebenarnya, pemimpin orang musyrik itu tidak sakit. Ia telah menyiapkan lubang di depan pembaringannya yang di atasnya ditutup dengan permadani. Dan di dalam lubang itu telah dipasanginya beberapa tonggak yang runcing-runcing. Maksudnya jelas untuk menjerumuskan Rasulullah saw ke dalamnya.

Ketika terdengar langkah langkah-langkah Rasulullah memasuki kamarnya, tokoh busuk itu cepat-cepat menutupi badannya dengan selimut tebal sambil berpura-pura merintih-rintih. Namun dalam pendengaran Rasulullah, rintihan Abu jahal itu tidak wajar dan berlebih-lebihan, tidak sesuai dengan wajahnya yang tetap cerah dan berwarna merah.

Maka Rasulullah pun tahu bahwa pasti Abu Jahal sedang menyiapkan jebakannya. Karena itu begitu beliau hampir menginjak permadani yang dibawahnya menganga sebuah lubang berisi tonggak-tonggak runcing, beliau segera permisi lagi dan keluar tanpa berkata sepatah pun.

Abu Jahal terkejut. Ia bangun dan memanggil-manggil keponakannya agar mendekat kepadanya. Karena Rasulullah tidak menggubris, Abu Jahal jadi kesal dan geram. Ia bangkit tanpa sadar dan melompat ke permadani hendak mengejar Rasulullah. Ia lupa akan perangkap yang dibuatnya. Akibatnya, tak ampun, ia terjerumus sendiri ke dalam lubang itu dan menderita luka-luka yang cukup parah.

Akhirnya setelah kejadian itu, terpenuhi juga keinginan Abu Jahal ditengok Rasulullah. Sebab setelah terperosok ke lubang itu, ia betul-betul sakit. Rasulullah datang bersilturahmi membawakan makanan-makanan lezat yang diterima Abu jahal dengan muka sangat kecut.
----------------
sumber: dakwatuna.com

Kantor DPP PKS Lebih Cerah

Kamis, 27 November 2008

PK-Sejahtera Online: Warna kantor DPP kini lebih mudah dikenali. Sebelumnya, kantor DPP terlihat kusam karena warna catnya telah kusam dan kotor. Kini beberapa pekerja tampak sedang memoles gedung kantor DPP dengan cat baru. Selain agar lebih terlihat bersih, kantor DPP PKS pun lebih mudah dikenali dengan warna cerahnya

Warga Kemloko Gotong Royong Memasang Baliho Jumbo PKS

Reporter: Dimar As-Sidiqi
KEMLOKO: Rabu senja hari (26/11/08), sebuah mobil bak terbuka meluncur menyusuri jalanan desa Srimartani Piyungan Bantul Yogya. Tidak seperti biasa, mobil tersebut menjadi pusat perhatian masyarakat di sepanjang jalan. Bukan karena mobilnya, tetapi karena apa yang dibawa mobil yang meluncur start dari dusun Sanansari. Diatas mobil pickup tersebut bertengger dengan gagah baliho besar dengan simbol PKS dan nomor 8.

Setelah melewati jalanan datar ke arah timur desa Srimartani, mobil berbelok ke kiri menanjak dan semakin menanjak. Persis di gerbang dusun Kemloko mobil berhenti. Kerumunan warga sudah menunggu kedatangan mobil. Terlihat ibu-ibu, bapak-bapak, para pemuda dan tak ketinggalan anak-anak menebarkan senyumnya kepada rombongan DPRa PKS Srimartani yang turun dari mobil.

Dengan dibantu warga setempat, baliho besar PKS mulai diturunkan dari mobil. Para pemuda dan bapak-bapak mulai memasang baliho PKS. Begitu mau dipasang, giliran ibu-ibu yang 'protes'. "Jangan disitu pak, tidak kelihatan, ke kanan lagi dekat tiang listrik, ya disitu. Nah, kan lebih pas bisa terlihat semua warga," begitu ibu-ibu mengkomando pemasangan baliho PKS.

Jadilah "Baliho Jumbo PKS" tegak terpampang di depan akses jalan utama dusun Kemloko.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah benyak membantu, especially untuk warga Kemloko yang sore hari itu sungguh sangat luar biasa sekali.

Sesegar Telaga Kautsar

Rabu, 26 November 2008

Oleh Ustadz Muhammad Arifin Ilham
Kebahagiaan hidup di dunia ini bermula dari merasakan halaawatul iimaan (manisnya iman). Dan, halaawatul iimaan adalah buah dari al-Mujaahadah fii thaa'atillah (usaha sungguh-sungguh untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah swt). Allah memberi karunia halaawatul iimaan kepada hamba-Nya, karena hamba itu terus-menerus "merayu" ridha-Nya dengan kemurnian akidah, kenikmatan beribadah, dan kemuliaan akhlak. Seseorang akan merasakan nikmatnya beribadah ketika ia konsisten melaksanakan ketaatan kepada-Nya.

Ibarat seorang musafir yang menempuh perjalanan ke suatu tempat. Dia akan merasa senang ketika akan memulai perjalanan, juga ketika masih dalam perjalanan. Puncak perasaan senang itu datang saat ia telah sampai ke tempat yang ditujunya.

Diumpamakan juga seperti anak kedl yang diajak berekreasi oleh orang tuanya. Dia akan merasa gembira ketika orang tuanya menjanjikan hal itu. Dia akan lebih gembira lagi ketika ia dan orang tuanya mulai bersiap-siap untuk berangkat ke tempat itu. Puncak kegembiraannya adalah pada saat ia sampai ke tempat tujuan.

Diibaratkan juga seperti seorang yang akan menikah.Dia merasa senang pada saat-saat menjelang pernikahan-nya. Terlebih lagi setelah pernikahan itu dilaksanakan.

Begitu juga dengan seorang hamba yang beribadah kepada Allah swt. Dia akan melaksanakan ibadahnya dengan senang hati, khusyuk, dan nikmat. Puncak kenikmatan beribadahnya dirasakan pada saat menjelang kematian. Dia akan merasakan kebahagiaan. Karena itulah pintu pertemuannya dengan Allah swt. Zat yang selalu diibadahinya dengan segenap perasaan tunduk dan cinta selama hidupnya di dunia.

Allah swt. berfirman,
"..Orang-orang yang beriman berkata, 'Sesungguhnya, orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang kehilangan diri mereka sendiri dan (kehilangan) keluarga mereka pada hari Kiamat. Ingatlah, sesungguhnya orang-orang yang lalim itu berada dalam azab yang kekal..." (asy-Syuuraa [42]: 45)

Subhanallah. Ingatlah bahwa orang-orang beriman akan tetap berkumpul bersama keluarga mereka yang beriman di akhirat nanti. Sementara orang-orang yang tidak beriman, keluarga mereka akan terpisah dan bercerai-berai. Sungguh kehidupan di dunia adalah cerminan dari kehidupan akhirat. Jika di dunia kita hidup sukses dan bahagia dalam ketaatan kepada Allah, maka di akhirat pun kita akan menjadi orang yang sukses dan bahagia di bawah naungan ridha Allah swt.

Mereka yang sukses di akhirat dimulai dari kesuksesan mereka dalam menjalani hidup di dunia, dan kesuksesan menjalani hidup di dunia adalah dengan menjadi hamba yang bertakwa.

Ali bin Abu Thalib berkata, "Kunci takwa itu ada empat. Pertama, al-khaufu minal jaliil (takut kepada Yang Maha Agung). Kedua, al'amalu bit Tanziil (mengamalkan wahyu yang telah diturunkan). Ketiga, al-Qanaa' atu bil qaliil (merasa puas dengan apa yang ada meski sedikit). Keempat, al-isti'daadu liyaumir rahiil (menyiapkan diri untuk hari kemudian)."

ltu semua benar-benar karunia dari Allah. Ingatlah bahwa mereka yang masuk ke surga bukan karena banyaknya pahala shalat, zakat, puasa at au ibadah mereka yang lain, tetapi semua itu karena rahmat dan ridha Allah swt.

"…tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” (al-Hujuraat [49]: 7)

Surga terlalu mahal untuk diperoleh dengan ibadah yang hanya 60 sampai 70 tahun usia hidup kita, meski banyak orang yang usia hidupnya kurang dari itu, dan usia yang digunakan untuk beribadah pun tidak mencapai separuhnya. Sementara nikmat yang Allah berikan kepada kita tidak terhitung dengan jumlah angka-angka yang dibuat untuk urusan duniawi.

Akan tetapi, Allah mencintai kita semua. Karena rahmat dan kasih sayang-Nya itulah, Dia memberikan rasa cinta dalam hati kita. Perasaan cinta pada keimanan dan menjadikannya terasa nikmat dan indah bagi orang-orang yang beriman.

Oleh karena itu, semua kenikmatan yang Allah beri kepada kita, baik yang ada di dalam diri kita seperti hati, akal, panca indera, maupun di luar diri kita, yang ada di seluruh alam semesta, semuanya adalah fasilitas yang harus dipergunakan untuk beribadah kepada Allah swt., sehingga kita bisa men¬jadi 'Abdan syakuuran' (hamba yang bersyukur).

Karena nikmat kita bersyukur, dan rasa syukur itu sendiri adalah nikmat. Mensyukuri setiap nikmat, menikmati rasa syukur, mensyukuri nikmat lagi kemudian menikmati rasa syukur lagi, mensyukuri nikmat lagi, dan menikmati rasa syukur lagi, dan begitu seterusnya. Sehingga seluruh aktivitas hidup kita tidak lepas dari aktivitas mensyukuri nikmat dan menikmati rasa syukur itu.

Selama kita bersyukur atas semua nikmat yang Allah beri, selama itu pula hidup akan teras a nikmat.

Meredam Rumor

Oleh Muhammad Ahmad Ar-Rasyid*
Redamlah berita-berita yang tidak jelas asal-usulnya dan meragukan, karena Allah SWT sudah berfirman:

“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan sekiranya mereka menyerahkan berita itu kepada Rasul dan para pemimpin (ulil amri) mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).” [An-Nisa:83]

Gambaran yang dilukiskan ayat ini adalah gambaran sebuah Jama'ah dalam masyarakat Islam yang belum terbiasa hidup disiplin dan belum menyadari nilai suatu isu dalam mengacaukan barisan. Berbagai dampak yang ditimbulkannya bisa jadi sangat fatal, karena mereka belum memiliki kesiapan untuk menghadapi tingkat peristiwa tersebut dan belum menyadari keseriusan masalahnya. Karena sebuah kata selintas atau keseleo lidah kadangkala menimbulkan bahaya atas pelakunya sendiri dan keseluruhan anggota Jama'ah. Bahaya yang tak pemah terduga sebelumnya. Atau barangkali karena mereka tidak merasakan loyalitas hakiki dan sempurna kepada barisan ini. Oleh karena itu, mereka kurang memperhatikan akibat besar yang akan ditimbulkan oleh penyebaran isu ke sana-sini sehingga berpindah dari mulut ke mulut.

Tampaknya gambaran ini sudah terjadi pada masyarakat Muslim saat itu. Karena masyarakat mereka saat itu terdiri dari beberapa kelompok yang tidak sama tingkat keimanannya, tidak sama pemahaman dan kesadarannya, dan berbeda pula tingkat loyalitasnya. Guncangan dan kelemahan seperti inilah yang dihadapi al-Qur'an dengan manhaj-nya yang rabbani.

AI-Qur'an menunjukkan jalan yang benar kepada Jama'ah Muslim:
"Dan sekiranya mereka menyerahkan berita itu kepada Rasul dan para pemimpin (ulil amri) mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil Amri).”

Jadi, tugas seorang prajurit yang baik dalam pasukan Muslim, yang dipimpin oleh seorang amir yang mukmin, ketika mendengar suatu berita atau informasi, maka ia akan segera menyampaikan berita itu kepada amirnya, tidak kepada teman-ternan atau orang-orang yang tidak berkepentingan, karena pemimpin Mu'min itulah yang berhak memutuskan atau menyimpulkan hakikat berita tersebut. Sebagaimana pemimpin juga berhak menentukan apakah penyebaran berita tersebut mengandung mashlahat atau tidak.

Barangsiapa menempuh jalannya berdasarkan cahaya-cahaya kecerdasan di atas berarti dia telah mendapat petunjuk.
----------------
sumber: Kitab Al-Awaiq karya Muhammad Ahmad Ar-Rasyid

Program Lingkungan Hidup DPRa PKS Srimartani

Reporter: Dimar Assidiqi
SRIMARTANI: Beberapa waktu yang lalu (15/11/2008) jajaran pengurus DPRa PKS Srimartani bertemu dengan Didik JN asisten Amir Syarifudin aleg PKS DPRD Bantul di rumahnya. Dari pertemuan informal ini kami mendapat informasi terkait program-progam dari pemda Bantul yang bisa diakses masyarakat. Salah satunya adalah program penghijauan dari Dinas Pertanian Pemkab Bantul. Dari program ini masyarakat baik kelompok tani atau karang taruna bisa mengajukan permintaan bibit buah-buahan dan kayu-kayuan. Tidak hanya informasi yang diberikan, Didik JN juga menjelaskan detil cara-cara pembuatan proposal dan pengajuannya.

Setelah mendapat cukup pembekalan, DPRa PKS Srimartani langsung merancang program peduli lingkungan di wilayah desa Srimartani. Dengan membawa blanko proposal permintaan bibit, Tim DPRa Srimartani kemudian bergerak ke beberapa dusun untuk menawarkan program penghijauan dengan mengakses bibit gratis dari dinas pertanian.

Setelah bergerilya selama dua hari (karena ada deadline waktu pengajuan proposal), dusun-dusun di wilayah Srimartani yang berhasil kami ajukan proposal permintaan bibit adalah Umbulsari, Kemloko, Sanansari, Rejosari, Tambalan, Sumber rejo dan Bulusari. Bibit yang diajukan meliputi bibit kayu-kayuan (jati, mahoni, sengon laut) dan bibit buah-buahan ( rambutan, pete, klengkeng, durian, mangga) dengan jumlah bibit masing-masing dusun antara 1000-1500 per jenis bibit.

Sekarang kami tinggal menunggu informasi realisasi dari proposal yang telah kami ajukan. Menurut penuturan Didik JN, di wilayah kecamatan lain beliau juga melakukan pendampingan program ini dan sudah berhasil mendapatkan bibit yang diajukan.

Bagi DPRa lain yang mau menjalankan program penghijauan ini bisa langsung menghubungi Didik JN.

Dapel IV Bantul Bahas Isu-isu Strategis Pemenangan Pemilu

Reporter: Abu Hasan
IMOGIRI: Menyongsong kemenangan di Pemilu 2009, berbagai elemen PKS terus bergerak. Tadi malam (25/11/08) elemen da’wah Dapel IV Bantul yang meliputi kecamatan Piyungan, Pleret, Imogiri dan Dlingo melakukan koordinasi dan konsolidasi.

Bertempat di sebuah pesantren di wilayah Imogiri, syuro Dapel IV dihadiri para ‘sesepuh dakwah’ dari 4 kecamatan. Setelah mendapatkan taujih jihad dari ustadz Agus Sofwan, syuro berjalan dengan dipimpin langsung oleh Muhammad Abdillah Ketua Dapel IV Bantul. Beberapa agenda strategis yang dibahas diantaranya pendanaan, strategi dan time schedule pemenangan pemilu.

Tentu disamping membahas hal-hal yang strategis guna dijadikan acuan bagi struktur DPC, syuro semacam ini sangat strategis untuk mensolidkan jajaran Kader Inti di Dapel IV. Karena disamping keunggulan strategi, hal yang menentukan tercapainya kemenangan adalah kokohnya barisan kader da’wah. Terlebih di tengah ‘serangan’ deras yang tertuju kepada partai da’wah ini. Sebab, kalau tidak disikapi dengan jernih dan cepat, banyak isu-isu yang bisa ‘memecah’ keutuhan barisan da’wah. Oleh karenanya, syuro Dapel IV kali ini juga menyepakati untuk dilakukan secara rutin dua pekanan.

Masih banyak ‘PR’ yang belum selesai pada syuro yang berlangsung sampai jam sebelas malam ini. Tetapi beberapa isu-isu strategis sudah mulai mengerucut dan disepakati untuk segera diajukan ke struktur DPD PKS Bantul.

PKS Bersama Guru Teladan Nasional

Selasa, 25 November 2008

Presiden PKS Tifatul Sembiring didampingi Ketua Departemen Pendidikan DPP PKS Fahmi Alaydrus, Selasa (25/11), di DPP PKS Mampang Prapatan Jakarta Selatan, memperingati Hari Guru Nasional 25 November 2008 dengan mengusung tema 'Memuliakan Guru, Melalui Berbagai Bentuk Sikap dan Langkah Nyata'. Dalam kesempatan itu Tifatul memberikan hadiah kepada Larasati, Guru Teladan Nasional. (foto)

Hormati Guru, PKS Keluarkan 8 Instruksi

JAKARTA- Dalam rangka hari guru nasional 2008 (25 Nopember), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menginstruksikan kepada seluruh kadernya untuk melaksanakan Gerakan Nasional PKS Memuliakan Guru. Gerakan ini akan berlangsung selama satu pekan.

Tertuang delapan instruksi PKS untuk memuliakan guru di Indonesia yang disebutkan Presiden PKS Tifatul Sembiring di DPP PKS Jalan Warung Buncit Jakarta, Selasa, (25/11/2008).

Pertama, memuliakan guru melalui gerakan silaturrahmi seluruh kader untuk mengunjungi guru ke rumah atau kantornya.

Kedua, memuliakan guru melalui gerakan silaturahmi elemen struktur PKS untuk mengunjungi organisasi guru yang berada di tingkat provinsi, kabupaten/kota atau kecamatan.

Ketiga, memuliakan guru melalui gerakan menyemangati profesi guru dengan cara pemasangan spanduk syair penghormatan pada profesi guru yang dilakukan struktur DPD atau DPC.

Keempat, memuliakan guru dengan gerakan memberikan kado atau hadiah kepada guru atau memberikan sembako kepada keluarga guru yang tergolong mustahik.

Kelima, memuliakan guru melalui gerakan mobilisasi doa untuk para guru agar mereka tetap eksis memberikan kontribusi pada peningkatan mutu pendidikan anak bangsa.

Keenam, memuliakan guru melalui gerakan bakti sosial seperti memperbaiki, membersihkan atau melengkapi rumah guru.

Ketujuh, memuliakan guru melalui dukungan dan advokasi atas perjuangan guru untuk memperoleh peningkatan martabat seperti kualifikasi, kompetensi dan kesejahteraan.

Kedelapan, memuliakan guru melalui pemberian penghargaan kepada guru yang berdedikasi, berprestasi pada tingkat DPW dan DPD. (uky)

Syuro Berujung Pahala DPRa Sitimulyo

Reporter: Ummu Mumtaza
SUMOKATON: Hujan yang mengguyur Sitimulyo dan sekitarnya Senin sore, 24 November 2008 tidak mengurangi semangat kader DPRa PKS Sitimulyo dalam menghadiri syuro rutin DPRa. Syuro kali ini berlokasi di rumah Nur Wakidah Ketua Kewanitaan DPC dusun Sumokaton Sitimulyo.

Agenda utama syuro membahas persiapan Pelayanan Kesehatan (Yankes) yang rencananya dilaksanakan Ahad depan (30/11). Tim survey melaporkan, bahwa Dusun Gadung yang masih termasuk wilayah Pagergunung II tidak dapat dipakai karena ada manten. So, harus segera mencari alternatif daerah lain. Perdebatan kecil mewarnai syuro kali ini, karena beberapa kader mengajukan beragam alternatif tempat dengan segala alasannya.

Akhirnya, disepakati Yankes dialihkan ke dusun Lemah Abang, Sitimulyo. Dan untuk mendapatkan ‘hasil’ yang lebih optimal maka disamping acara inti Yankes juga dibersamai beragam acara pendamping yang berupa Bazar, Direct Marketing Door 2 Door, dan pemotretan untuk foto KTP gratis. Bazar yang dimaksud adalah bazar sembako murah dan bazar pakaian pantas pakai. Nah, bagi pembaca yang ingin berpartisipasi dapat menghubungi akh Purnomo di Sekretariat DPC PKS Piyungan, Jalan Jogja-Wonosari KM. 10 (barat pintu masuk Kids Fun) Jogjakarta.

Di akhir syuro, ketua DPRa PKS Sitimulyo Akhid Nugroho menyampaikan bahwa kebutuhan atribut untuk Sitimulyo sangat banyak, sementara DPC/DPD persediaannya amat sangat terbatas. Ide untuk lelang atribut yang tercetus saat Raker kemarin menemukan saat yang tepat. Sedangkan atribut yang dimaksud sore ini adalah bendera. Harga untuk satu buah bendera adalah Rp. 4.000. Subhanallah, Alhamdulillah terkumpul 165 buah atau senilai Rp. 660.000,- dari tujuh kader. Sementara hadirin yang lain, baik yang datang atau tidak datang syuroo’ segera menyusul. Dan memang inilah sumber dana da’wah kami : Sunduquna Juyubuna. Anda tertantang ???

Tifatul Sembiring: Tidak ada Faksi di PKS!

Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus melakukan inovasi politik. Meski menuai banyak kritik dan kecaman, PKS tetap tak terusik, bajkan kian gencar meluncurkan serangkain manuver. Terakhir, PKS menaganugerahkan penghargaan kepada 106 pemuda. Langkah ini juga mendapat reaksi keras.

Serangkaian upaya PKS tersebut tidak terlepas dari ambisi partai pimpinan Tifatul Sembiring ini untuk bergeser ke partai tengah. Meski demikian, rumor keretakan di tubuh PKS juga cukup santer, ditandai dengan munculnya faksi kesejahteraan dan faksi keadilan.

Faksi tersebut muncul akibat dari upaya PKS mengubah citra dan bergeser dari partai tertutup ke partai terbuka. Namun, semua rumor tersebut ditepis keras oleh Presiden PKS Tifatul Sembiring.

“Tidak ada faksi-faksi itu,” kata Tifatul saat ditemui di sela-sela silatutrahim keluarga pahlawan, akhir pekan lalu di Jakarta. Selain itu, Tifatul juga membincangkan perihal kondisi mutakhir PKS. Bagaimana perkembangan terakhir PKS? Berikut ini wawancara lengkapnya:

Bagaimana rencana koalisi dalam Pemilu 2009 mendatang?

Kalau ada persyaratan capres dengan 20% kursi DPR atau 25% dukungan suara sah nasional, saya secara pribadi berpendapat baiknya dibikin 40% supaya pemerintahan kuat dan tidak mudah digoyang. Pada 2004, saat mengusung SBY-JK, dengan koalisi PD, PBB, PKS, dan PKPI, hanya ada dukungan 18%. Itu gampang sekali digoyang di parlemen. Sehingga waktu pemilihan pimpinan komisi di DPR, habis diborong mereka tidak dibagi ke kita. Kalau 40% bisa lobilah.

Darimana suara 40% tersebut diambil?

Dari beberapa partai politik. Karena dalam kajian kami, tidak ada partai politik yang mampu meraih 25%. Artinya, semua partai politik harus menyiapkan diri untuk berkoalisi.

Bagaimana dengan iklan PKS yang ternyata mendapat reaksi keras dari publik? Sepertinya PKDS berharap simpati, namun cibiran yang didapat?

Itu kan tawaran dari kata. Dalam rangka Hari Pahlawan kita memanjang foto para pendahulu kita. Sebenarnya untuk khusus Soekarno dan Soeharto, kami menonjolkan itu dengan maksud menghargai apa yang mereka perbuat dulu. Kalau jadi bumerang, itu kan harus dikomunikasikan. Target dari iklan tersebut kan sebenarnya adalah upaya rekonsiliasi, jadi tidak ada dendam antara generasi Soekarno, Soeharto, dan seterusnya. Kita ingin cut-off, jangan sampai antargenerasi tidak membuat kemajuan, tapi harus bersinergi.

Apakah rekonsiliasi hanya direprsentasikan dengan iklan para tokoh tersebut serta mengumpulkan para ahli warisnya?

Kita tidak bisa rekonsiliasi mengumpulkan semua orang yang terkait dengan sejarah. Paling tidak, ini satu langkah awal. Yang jelas PKS hanya ingin melakukan islah. Soal nanti ada kelanjutan, ya Alhamdulillah.

Apa konsep rekonsiliasi yang diusung oleh PKS?

Frame besarnya adalah pada 2009 ini merupakan permainan terakhir bagi generasi 45-an. Seperti SBY, Wiranto, Megawati, Sri Sultan. Pada 2014 untuk mereka sudah selesai, ada generasi baru. Nah kita ingin pda 2014 kita tidak terikat lagi dengan image seperti itu.

Dulu waktu orde baru ada istilah ekstrim kanan dan ekstrim kiri. Sekarang kita ingin mengubah paradigma Indonesia maju dan modern, yang bukan lagi paradigma seperti itu, tapi paradigma persatuan dan kesatuan untuk perubahan. Dengan rekonsiliasi ini, dimaksudkan agar generasi berikutnya tidak dibebani oleh beban sejarah.

Sikap PKS terhadap Soeharto terkesan relatif soft. Pertama, saat Pak Harto di rawat di RSPP awal tahun yang meminta pemerintah agar memaaafkan kesalahan Soeharto. Kini PKS menempatkan Soeharto sebagai guru bangsa melalui iklan politiknya?

Saya kira memaafkan boleh-boleh saja, saling memaafkan tidak ada masalah. Sikap partai dakwah memang kadang paradigmanya susah dipahami oleh orang lain.

Bagaimana menyikapi hasil survei LSI yang menempatkan PKS hanya 4,9%?

Survei LSI diambil dari 34% penerima BLT dan BOS, jadi sample-nya mendukung SBY. Padahal 34% penerima BOS dan BLT hanya 10% dari penduduk Indonesia. Jadi menurut saya, itu tidak terlalu signifikan. Perubahan-perubahan seperti itu tidak ada masalah. Dulu waktu 2004, LSI merset PKS cuma 2%, hasilnya 7,34%. Jadi kalau sekarang disurvei LSI sebesar 4,9%, nanti waktu pemilu 2009 bisa 20%.

Apakah penurunan suara PKS versi LSI itu terkait dengan perubahan paradigma PKS?

Semua riset mengatakan, konsistensi pemilih PKS sebanyak 80%. Jadi manuver PKS lebih pada melebarkan sayap. Nanti ya kita lihat saja. Kalau ada yang salah, ya kita perbaiki.

Bagaimana dengan penolakan dari internal PKS atas perubahan paradigma PKS menjadi partai tengah yang memunculkan faksi keadilan dan faksi kesejahteraan?

Tidak ada itu. Namanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Di PKS itu tidak ada yang berlimpah ruah, itu tidak ada. Di pengurus tidak ada pengusaha-pengusaha.

Tidak khawatir ditinggalkan oleh pemilih tradisionalnya?

Tidak. 80% itu pemilih kita loyal kok.
---------------
sumber: inilah.com

Rontekisasi DPRa PKS Sitimulyo

Senin, 24 November 2008

Reporter: BDE
"…tik tik tik bunyi hujan
di atas genting

airnya turun tidak terkira
cobalah tengok jalanan sitimulyo
rontek PKS terpasang semua…"

Lagu semangat memecah kehe- ningan malam tepatnya kamis malam tanggal 20 Nopember 2008. Malam itu kurang lebih 200 rontek PKS terpasang dengan sempurna di sepanjang jalan utama desa Sitimulyo Piyungan.

Pemasangan atribut PKS dalam bentuk rontek di wilayah DPRa Sitimulyo dipimpin langsung oleh Akh Sunardi sebagai korlap. Beliau memberikan pengarahan bahwasanya rontek dipasang pada dua sisi jalan dan penggunaan bendrat/kawat kecil untuk semaksimal mungkin dan dianjurkan kuat.

Dari hasil syuro pemasangan rontek malam itu dikonsentrasikan di jalan Sitimulyo. Sebagai info bahwasanya jalan Sitimulyo melewati beberapa kandang dari partai-partai lain, walaupun demikian pemasangan tidak terhalangi oleh hal-hal seperti itu. Sempat ada kejadian serius, disaat memasang rontek di wilayah partai lain sempat ada perbincangan serius. "Mas kulo mbotem pareng nek panjenengan masang teng riki (mas saya tidak membolehkan memasang di sini)." Secara persuasif kami berargumen, "Pak niki sanes teng daleme jenengan utawi pekarangan panjenengan (pak ini bukan di rumah bapak atau di pekarang rumah bapak)." Inti dari perbincangan itu adalah bahwa pemasangan atribut partai di tempat umum dibolehkan, sedangkan di tempat milik pribadi harus seizin pemilik. Maka kamipun tetap melakukan pemasangan.

Tepat pukul 22.00 WIB pasukan DPRa Sitimulyo beristirahat sambil menikmati wedang jahe dan ‘sega kucing’ khas ‘warung koboi’. Rintik-rintik hujan masih membersami kami menyantap hidangan sambil merancang ‘operasi atribut’ berikutnya.
-------
* Warung Koboi adalah warung hiek/warung wedang jahe dan nasi murah meriah khas Kota Jogja.

Program Pemberdayaan Peternak DPRa Srimartani

Reporter: Dimar Assidiqi
TAMBALAN: Setelah mengikuti sosialisasi program pemberdayaan peternak dalam bentuk plasma gaduh sapi yang diselenggarakan DPD PKS Bantul Dapel IV pada Kamis kemarin (20/11/08) di kecamatan Pleret, Tim DPRa PKS Srimartani mulai melakukan sosialisasi dan penawaran program gaduh sapi ke dusun-dusun.

Sesuai hasil syuro DPRa Srimartani kemarin (22/11) target sosialisasi pertama adalah dusun Tambalan. Memanfaatkan forum pengajian rutin malam Seninan bapak-bapak sedusun Tambalan, Tim DPRa Srimartani mensosialisasikan program plasma gaduh sapi. Bertempat di rumah Pak Trisno Atmojo, tadi malam (Ahad, 23/11/08), Tim DPRa Srimartani diberi waktu di awal acara di hadapan tigapuluhan jamaah pengajian.

Program plasma gaduh sapi adalah program penggemukan sapi, dimana kelompok peternak tinggal menyiapkan kandang yang berukuran 3x3 meter dan siap menyediakan pakan. Sapi di-drop oleh pihak koperasi sejahtera mandiri sebagai pemodal dengan margin profit 65:35 untuk peternak dan pemodal. Resiko sakit atau kematian ditanggung pemodal yang secara rutin akan mengecek kesehatan sapi setiap bulan. Jangka waktu program ini antara 3, 6 dan 9 bulan.

Atributisasi DPRa PKS Srimulyo

Reporter: Abu Ima
Malam mencekam dan dingin menusuk tulang. Begitulah suasana malam Senin itu (23 November 2008). Namun dengan kobaran semangat jihad prajurit dakwah DPRa PKS Srimulyo mulai berdatangan. Satu demi satu rombongan demi rombongan menuju ke satu titik di salah satu markas kader Srimulyo yaitu Jolosutro. Malam itu DPRa PKS Srimulyo menggelar atributisasi di salah satu jalan utama desa Srimulyo kecamatan Piyungan Bantul Yogyakarta.

Diawali datangnya Ketua DPRa Srimulyo Andi TW dan Eko Hamas dengan membawa segala amunisi yang diperlukan. Ada bamboo, rontek, tang, palu, bendrat dan bebrapa peralatan yang lainnya. Disusul rombongan yang dipimpin langsung oleh ketua DPC (Wawan) beserta 7 pasukannya (Jono, Witarto, Winarno, Suranto, Putut, Gino, Bimo) memakai mobil putih sudah siap dengan segala peralatannya. Tidak ketinggalan pula Pasukan khusus Jolo yang dipimpin Wargito dengan 3 anak buahnya (Nanang, Yusuf, Wihajar).

Malam semakin yang dingin menambah semangat semua kader yang sudah hadir. “Agenda malam ini adalah pasang rontek di sepanjang jalan jolo sampai SMP Piyungan dan bendera besar perempatan SMP Piyungan,” begitu arahan Ketua DPRa. Strategipun segera diatur dengan membagi jadi 3 tim. Tim 1 start dari Ngemplak, Tim 2 start dari SD Jolosutro dan tim 3 langsung menuju perempatan SMP Piyungan.

Ditengah mengatur strategi tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang cukup mengejutkan, ternyata tidak lain adalah pasukan dari bukit Kaligatuk turun gunung dengan menaiki kuda besinya. Dipimpin oleh Aziz beserta 6 rekannya (Harsih, Usman, Suyatno, Dalimin, Sigit, Hasan) turut serta dalam aksi malam itu. Kedatangan Aziz dkk membuat semangat semakin berkobar bagi seluruh kader yang hadir pada malam itu. Karena ketambahan 1 pleton maka jadi 4 tim yang beraksi, dengan tim 4 pemasangan dilebarkan dari jolosutro ke arah Ngelo dan Kaligatuk.

Setelah semua perlengkapan dan perlatan siap, jam 22.00 semua tim start berangkat menuju rutenya yang sudah ditentukan. Tim 1 dipimpin ketua DPC, Tim 2 dipimpin Sugino, Tim 3 dipimpin Andi dan Tim 4 dipimpin Aziz segera memberangkatkan pasukannya masing-masing. Semilir angin malam turut mengiringi langkah para mujahid tersebut hingga akhir aksi kira-kira pukul 24.00 WIB. Walaupun badan sudah terlihat kecapaian tapi tetap terpancar semangat yang berkobar dalam diri mujahid DPRa Srimulyo menuju rumah masing-masing.

Lintas Harokah Timnas PKS Piyungan

Reporter: Abu Hasan
BERBAH SLEMAN: Sepakbola memang olah raga yang sudah terbukti mampu ‘menyatukan’ keragaman manusia. Tengok saja Timnas Perancis. Negara sekuler yang cenderung rasis dan diskriminatif kepada imigran dan moslem ini tidak tampak pada tim nasionalnya. Bahkan sekitar separo pemain Perancis adalah muslim dan imigran.

Lho kok PKS bicaranya bola nich? Iya, saya teringat dengan timnas Perancis setelah kemarin (Ahad, 23/11/08) membersamai Timnas DPC PKS Piyungan bertandang ke DPC PKS Berbah Sleman. Berkostum putih-putih, Keadilan FC Piyungan menurunkan skuadnya dari lintas ormas dan lintas harokah. Ada dari NU, MU (bukan Manchester United tapi Muhammadiyah-ed), ponpes Ibnul Qoyyim Piyungan dan yang spesial teman-teman Salafy. Mereka tidak canggung mengenakan kostum PKS karena sudah menjadi bagian inhern tim sepakbola DPC PKS Piyungan yang berlatih tiap Sabtu pagi di lapangan Tegalyoso.

Dan sore itu friendly match antara DPC PKS Piyungan melawan DPC PKS Berbah berlangsung di lapangan Kadisono Berbah. Pertandingan berjalan seimbang, saling serang terjadi sejak menit pertama dimulai sampai peluit selesainya babak kedua. Menjelang maghrib pertandingan persahabatan antar DPC (Piyungan - Berbah) lintas DPD (Bantul-Sleman) ini akhirnya berakhir dengan skor 2-1 untuk keunggulan tim tuan rumah.

Walaupun menelan kekalahan, timnas PKS Piyungan layak dibanggakan karena mampu meramu dan memadukan para pemainnya yang beraneka ragam latar belakang ini. Bahkan mereka berencana akan secara rutin setiap Ahad sore untuk melakukan friendly match dengan tim-tim lain. Selain untuk menjaga kebugaran fisik yang lebih penting adalah untuk menjaga ‘kegairahan PKS’, kata Wawan Wikasno manajer timnas PKS Piyungan yang sekaligus ketua DPC PKS Piyungan dan juga playmaker tim.***

Pandanglah Kedepan!

Oleh Abdul Wahid Surhim
Allah SWT berfirman: فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ (maka bersegeralah menuju Allah, 51:50). Pandanglah kedepan, lihat garis finis di depan, jangan tengok kanan kiri, apalagi ke belakang. Itulah tabiat orang ketika berlari sprint. Berlari. Berlari. Terus berlari. Disertai kemauan kuat untuk menang.

Kemauan kuat. Optimisme. Itulah yang membedakan pejuang dengan pecundang. Itulah yang membedakan qiyadah dan jundiyah. Seorang jundi biasanya mudah goyah oleh kondisi yang terjadi di sekitarnya (kanan-kiri). Sedangkan qiyadah kadar optimismenya bertambah dengan berita sumbang yang tertuju kepada kafilah dakwah.

Ingatlah saat Khabbab bin Arats ra bercerita: "Kami pergi mengadu kepada Rasulullah saw. yang ketika itu sedang tidur berbantalkan kain burdahnya di bawah naungan Ka'bah. Permohonan kami kepadanya, "Wahai Rasulullah, tidakkah anda hendak memohonkan kepada Allah pertolongan bagi kami...?" Rasulullah saw pun duduk, mukanya jadi merah, lalu sabdanya: "Dulu sebelum kalian, ada seorang laki-laki yang disiksa, tubuhnya dikubur kecuali leher ke atas, lalu diambil sebuah gergaji untuk menggergaji kepalanya, tetapi siksaan demikian itu tidak sedikit pun dapat memalingkannya dari agamanya ... ! Ada pula yang disikat antara daging dan tulang-tulangnya dengan sikat besi, juga tidak dapat menggoyahkan keimanannya .... Sungguh Allah akan menyempurnakan hal tersebut, hingga setiap pengembara yang bepergian dari Shan'a ke Hadlramaut, tiada takut kecuali oleh Allah 'Azza wa Jalla, walaupun serigala ada di antara hewan gembalaannya. Tetapi, antum terburu-buru……!!"

Ingatlah apa yang dikatakan para mu’min sejati saat datang berita pengepungan musuh: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung." (3:173)

Segala macam fitnah dan serangan, bukan membuat mereka mempertanyakan langkah yang sudah diambil. Kalaupun tokh ada, ternyata itu keluar dari mulut para oportunis: “Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata: "Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya". (33:12). Sedangkan mu’min sejati malah yakin betul bahwa justru inilah janji Allah dan RasulNya dan benarlah janji itu. Tidak ada yang bertambah kepada mereka kecuali keyakinan (33:22).

Sekali optimisme. Semakin tinggi optimisme, semakin tinggi derajatnya di sisi Allah. Itulah kenapa para Nabi yang terbaik adalah mereka yang diberi gelar ulul ‘azmi (yang memiliki tekad dan optimisme yang luar biasa).
--------------
Johor, 22-11-2008

Eropa Serukan Syari’ah Islam Hadapi Krisis Keuangan

dakwatuna.com - Sebuah majalah ekonomi terbesar di Eropa mengajak negara-negara sekular -negara yang memisahkan antara agama dari kehidupan- untuk menerapkan syari’ah Islam dalam bidang ekonomi sebagai solusi manjur dalam menepis dampak dari sistem Kapitalis yang berpangku pada spekulasi pasar dan bisnis yang tidak riil.

Lebih berani dan tegas lagi, Rolan Laskin, Pemimpin Majalah “Jurnal Finansial” itu dalam pembukaannya di edisi minggu tersebut mengungkapkan mendesaknya penerapan syari’ah Islam di bidang ekonomi dan keuangan, untuk mensudahi krisis yanng menghantui dunia karena permainan spekulasi yang tidak riil dan tidak dibenarkan.

Laskin memaparkan dalam tulisannya: “Kehancuran yang digali oleh sistem Kapitalis, dan mendesaknya pembahasan terhadap alternatif pengganti untuk menyelamatkan krisis. Dengan lugas ia menawarkan runtutan dan tahapan penerapan syari’ah Islam, meskipun langkah ini tidak sesuai dengan tradisi dan keyakinan agama di Eropa.”

Semenjak beberapa tahun sebelumnya para pemikir dan pelaku ekonomi di Barat sudah memberi warning akan bahayanya sistem Kapitalis liberal yang bertumpu pada spekulasi dan bukan bisnis riil. Mereka sudah menyerukan adanya kajian dan pemahasan solusi pengganti dari sistem itu, dan ternyata solusi itu ada pada Islam! Allahu Akbar walillahil hamd.

Bagaimana para penulis dan pemerhati di Eropa menilai secara obyektif dalam rangka beralih ke hukum-hukum syari’ah Islam dalam bidang Ekonomi? Dan apakah ini merupakan keseriusan cara pandang ekonomi Eropa dalam menangani krisis selama ini? Kita tunggu keberanian mereka membuktikan statemen mereka sendiri. (it/ut)

DPRa Srimartani: Merajut Ukhuwah Menuai Agenda Da'wah

Minggu, 23 November 2008

Reporter: Abu Hasan
MUNGGUR: Sabtu (22/11/2008) DPRa PKS Srimartani kembali merapatkan shof barisan kader-kadernya dalam agenda Majlis Ukhuwah. Acara dwi mingguan kali ini berlangsung di rumah Ibu Iin dusun Munggur Srimartani, kecamatan Piyungan.

Setelah pembacaan ayat suci Al-Quran yang dibawakan akh Sihono, jalannya Majlis Ukhuwah langsung dipimpin Rusdi Martono Ketua DPRa PKS Srimartani. Berita gembira ‘penambahan dua kader cilik’ dari keluarga Pak Priyanta dan Pak Sugeng membuka majlis ukhuwah kali ini. Teman-teman DPRa Srimartani sudah ‘jagong bayi’ ke keluarga Pak Priyanta Sabtu kemarin, sedangkan sore ini seusai acara, DPRa Srimartani akan silaturohim dan ‘jagong bayi’ ke keluarga Pak Sugeng.

Disamping untuk menguatkan ukhuwah, Majlis Ukhuwah juga membahas evaluasi kegiatan-kegiatan DPRa Srimartani yang sudah terealisir dan membuat rencana kegiatan ke depan. Beberapa agenda yang berhasil dirumuskan antara lain:
- Kegiatan Pos WK di tiga dusun binaan bulan Desember (Rejosari, Kemloko, Tambalan)
- Kegiatan menyambut Hari Ibu
- Sosialisasi & perluasan Pos WK dengan target dusun Mutihan, Bulusari, Umbulsari dan Daraman
- Persiapan Tebar Hewan Qurban
- Aksi PKS Peduli Pelayanan Kesehatan
- Pendampingan kelompok tani untuk mendapatkan bibit gratis
- Sosialisasi program plasma gaduh sapi
- Program Kajian kitab kuning ke Gus Fauzan
- Atributisasi PKS
- Silkoh rutin
- Temu Kordus

Alhamdulillah begitu terden gar kumandang adzan Maghrib, Majlis Ukhuwah pun usai sudah. Setelah menunaikan shalat jama’ah Maghrib di masjid Munggur, teman-teman DPRa Srimartani langsung meluncur ke rumah Pak Sugeng di dusun Wanujoyo Kidul untuk ‘jagong bayi’.

Ancaman Maut Langkah Kuda PKS

Sabtu, 22 November 2008

Jakarta – Langkah kuda PKS untuk meraih basis massa yang lebih luas dan besar, semakin tak terbendung. Langkah ini makin mencorong karena partai-partai politik lain tidak memiliki inisiatif serupa. Bahkan juga tidak di partai gajah sekalipun.

Dalam hitungan beberapa hari ini saja, PKS sudah melakukan langkah trengginas. Mulai dari beriklan kepahlawanan di media, menjalin rekonsiliasi moral kepada keluarga pahlawan nasional, dan memberikan penghargaan bagi 100 pemuda berintegritas.

Sebagai bagian dari gerak langkah kuda dari sisi intelektual, PKS, Sabtu (22/11) ini mengundang Prof Frankgrove. Ahli komunikasi politik dari University of Wisconsin, AS itu akan memberikan perspektif politik global kemenangan Barack Obama dan implikasi strategisnya bagi Indonesia.

“PKS ingin mendengar dari akademisi AS itu mengenai dampak kemenangan Obama bagi Indonesia dan dunia Islam,” kata Dr Sohibul Iman dan Sapto, keduanya aktivis PKS .

Memang, tidak ada jaminan bahwa dengan langkah kuda PKS itu, perolehan suaranya dalam Pemilu 2009 bakal bertambah besar. Namun upaya PKS pantas dicermati. Setidaknya, diapresiasi.

Langkah berani PKS itu bahkan ditandai dengan aksi mengundang keluarga mantan Presiden Soeharto, yakni Titiek Soeharto hadir dalam rekonsiliasi keluarga pahlawan. Langkah ini diharapkan bisa memotong dendam-dendam. PKS sudah menggebrak dari segala arah.

Dengan dakwah dan aktivitas politik dalam berbagai metode, PKS bergerak cepat dan masif untuk memenangkan Pemilu 2009 yang sudah di hadapan mata. Namun, melihat kecenderungan politik ke depan, pertarungan partai-partai politik Islamis dan nasionalis, diprediksi bakal head to head secara sengit. Apalagi situasi ekonomi Indonesia mungkin makin sulit akibat krisis finansial global yang memukul ekonomi nasional.

Dr Bahtiar Effendy dari UIN Jakarta menegaskan bahwa partai-partai politik Islamis dan nasionalis, PKS, Golkar, PDI-P, Partai Demokrat, PAN, PPP, PBR, Gerindra, dan Hanura masih memiliki masa depan. Syaratnya, mereka harus perduli, komitmen, dan konsisten dalam melayani dan menjaga kepentingan bangsa maupun aspirasi masyarakatnya.

Dalam hal ini, para pengamat politik melihat, PDIP, PKS, Golkar, PD, Gerindra, dan PAN akan makin bersaing ketat. Mereka akan head to head dan masih berpeluang untuk menang dalam Pemilu 2009.

Di kalangan partai-partai Islam, konflik internal PKB, juga memudarnya PPP dan PBB, telah membuka peluang bagi PKS untuk merebut suara. “Selama PKS konsisten dengan asas bersih dan perduli serta aspiratif, peluangnya untuk meraih suara terbesar, terutama dalam merebut swing voter, sangat terbuka,” kata Nanang Tahqiq MA, alumnus McGill University, Kanada dan dosen UIN Jakarta. Tampaknya, PKS jelas bergerak ke arah sana.
-------------
sumber: inilah.com

Anis: PKS Sudah Lama Moderat

Jakarta - PKS ingin terlepas dengan image "kolot" dengan lebih mengakrabi seniman dalam beberapa manuver politiknya. Namun begitu, Ketua Bappilu PKS Anis Matta menegaskan, PKS merupakan partai yang selalu mengikuti perkembangan zaman. PKS tidak ingin terjebak dalam pengelompokan aliran Islam tertentu.

"PKS sudah moderat dari dulu. Sikap dasar Islam itu moderat," ujar Ketua Bapilu DPP PKS, Anis Matta, kepada INILAH.COM, Jakarta, Sabtu (22/11) pagi.

Anis menjelaskan penampilan band Cokelat pada waktu lalu, menandakan PKS ingin merangkul semua pihak. "Kita berkolaborasi dengan seniman atau artis dalam tema yang sama. Senapas dengan semangat perjuangan," katanya.

Islam yang dianut oleh PKS, lanjut Anis, adalah Islam jalan tengah. Dalam menyikapi setiap persoalan, PKS tidak boleh terlalu keras atau terlalu lembut. "Kita tidak mengenal Islam kiri atau kanan. Pengelompokan ini membuat kita kerdil, tidak bisa maju," katanya.[nng]
----------------
sumber: inilah.com

Rahasia Iklan PKS

VIVAnews - Demi tujuan rekonsiliasi antargenerasi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusung tokoh-tokoh nasional yang dianggap sebagai guru bangsa dalam seri pertama iklan politiknya. Ada pendiri Nahdhatul Ulama KH Hasyim Asyari, pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan, Bung Tomo, Jenderal Sudirman, Soekarno dan terakhir, yang paling kontroversial, Soeharto.

Berbagai pihak memprotes iklan itu. Kalangan Nahdhatul Ulama keberatan PKS yang identik dengan Islam modernis menggunakan ikon Islam tradisional itu. Para korban kekerasan Orde Baru mencela munculnya Soeharto dalam iklan berdurasi 15 detik itu. Iklan yang sangat kontroversial. Walau hanya diputar 3 hari bertepatan dengan hari pahlawan – tanggal 9, 10, dan 11 November, namun gaung dan kehebohannya menandingi iklan “Menagih Janji SBY”-nya Wiranto beberapa bulan silam.

Pilihan PKS memasukkan tokoh-tokoh itu dalam iklan politiknya disebabkan oleh beberapa faktor. Dari segi idealisme, PKS bertekad membangun jembatan antargenerasi – Orde Lama, Orde Baru dan Era Reformasi – demi tercapainya rekonsiliasi nasional di mana tiap generasi bisa menghilangkan dendam atas generasi pendahulunya. Terlepas dari berbagai kesalahan dan kelemahan para pendahulu tersebut, PKS beranggapan bahwa mereka sudah berbuat apa yang mereka bisa, sehingga PKS tidak ingin menjadi pihak yang mengadili sejarah. “Jangan sampai kita memutuskan hubungan antargenerasi karena dendam masa lalu. Hal itu tidak membawa kemajuan bagi bangsa,” imbau Presiden PKS, Tifatul Sembiring, dalam acara “Silaturahmi dan Dialog antar-Keluarga Pahlawan Nasional” yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu, 19 November 2008, kemarin.

The Last of the Mohicans

Rekonsiliasi yang digaungkan PKS rupanya terkait erat dengan misi politik jangka panjang PKS pada Pemilu 2014. Pada tahun 2014 nanti, PKS memasang target untuk merebut kepemimpinan nasional. 2014 adalah era kepemimpinan generasi baru. “PKS ingin memenangkan Pemilu 2014 melalui Pemilu 2009 ini,” ungkap Tifatul. Dengan demikian, strategi PKS bukanlah strategi jangka pendek untuk Pemilu 2009, melainkan strategi jangka panjang yang berkesinambungan untuk Pemilu 2014. Dan ketika saat itu tiba nanti, PKS sebagai partai yang mayoritas terdiri dari generasi muda menginginkan tidak lagi dibebani dendam masa lalu. “Kita tidak mau lagi terikat dengan image atau stigma dendam antargenerasi seperti generasi-generasi sebelumnya!” tegas Tifatul.

Tifatul mengibaratkan Indonesia di tahun 2009 sebagai pertarungan "The Last of the Mohicans". The Last Mohicans ialah sebuah novel sejarah Amerika karangan James Fenimore Cooper yang menceritakan suku Indian yang terakhir punah di AS. Novel yang kemudian difilmkan ini menceritakan tentang ksatria terakhir dari suku Mohicans yang bertarung membela sukunya. “Tahun 2009 adalah the Last of the Mohicans atau the last chance bagi sebagian politisi,” tutur Tifatul. Pemilu 2009 merupakan kesempatan terakhir bagi tokoh-tokoh generasi lama seperti Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono, Wiranto, Sutiyoso, bahkan mungkin Sri Sultan untuk berkiprah dalam perpolitikan nasional. Karena itulah mereka akan bertempur habis-habisan pada Pemilu 2009. “Begitu masuk Pemilu 2014, mereka semua ini sudah selesai,” ujar Tifatul. Tokoh-tokoh tersebut tidak mungkin memaksakan diri untuk bertahan lebih lama lagi di arena perpolitikan nasional, karena pada saat itu mereka sudah akan berumur 80-an. “Jangankan berpolitik, untuk jalan saja mungkin sudah susah,” tutur Tifatul.

Dengan demikian, Pemilu 2014 nanti tidak akan ada lagi politisi yang memiliki pengalaman politik tahun 1945-an, dan ini adalah momen bagus bagi PKS untuk mematok target kepemimpinan nasional. Oleh sebab itu, PKS mengusung wacana rekonsiliasi sejak sekarang. “Ini sebagai niat baik untuk pendatang baru lainnya. Kami ingin membangun Indonesia yang lebih baik bagi kepemimpinan generasi muda mendatang,” ujar Tifatul.

Menjangkau pemilih yang lebih luas ini mensyaratkan PKS harus keluar dari 'kepompong'-nya. Dari ceruk pemilih partai Islam yang diperkirakan hanya 30 persen, PKS bermanuver untuk merenggut suara pemilih partai nasionalis sekuler yang mayoritas. Itulah fungsi iklan politiknya yang diributkan banyak pihak itu. Menurut Tifatul, strategi melebarkan sayap mutlak diperlukan untuk mendulang suara pemilih baru. “Tentu arah melebarkan sayapnya ke tengah,” tutur Tifatul. Tak bisa dipungkiri, pangsa pasar terbesar memang ada di kalangan nasionalis yang berada di garis tengah. Selain itu, lanjut Tifatul, bila PKS hanya berkutat di segmen pemilih Islam tradisionalis, maka perebutan suaranya juga lumayan ketat bersama-sama dengan PPP, PKB, dan PBB.

Meski membidik segmen pemilih baru, namun PKS yakin tidak akan ditinggalkan oleh pemilih lamanya. Tifatul menerangkan, semua riset menunjukkan bahwa 80 persen pemilih PKS terdiri dari pemilih yang loyal, konsisten, dan rasional. Dengan demikian ia tidak terlalu khawatir PKS akan gembos hanya karena menambah pangsa pasar.

Dana Terbatas

Namun pilihan beriklan lewat 'udara' membutuhkan biaya besar. PKS yang menggandeng Fastcom sebagai konsultan komunikasinya mengakui ketiadaan modal besar membuat mereka harus ekstra kreatif dalam beriklan. Karena keterbatasan dana itu pula, PKS hanya menayangkan iklan bertema kepahlawanannya selama 3 hari. “Punya 1 miliar rupiah saja sudah bagus,” ujar Tifatul sambil terkekeh.

Tidak kapok dengan kontroversi berkepanjangan yang menghantam iklan pertamanya, PKS berencana untuk merilis iklan lagi – kali ini dengan tema baru dan jenis yang berbeda. Iklan ini direncanakan untuk ditayangkan bertepatan dengan Hari Ibu tanggal 22 Desember. Hingga saat ini, PKS belum mau memberi bocoran tentang materi iklan baru tersebut. “Kalau dikasih tahu, yang nggak surprise. Padahal salah satu unsur iklan kan harus mengandung unsur kejutan,” sahut Tifatul tergelak-gelak. Jadi, mari kita tunggu iklan PKS berikutnya.
----------
Sumber: vivanews

Anis Matta: Saatnya Era Politik Kinerja!

Jumat, 21 November 2008

BANDUNG:: Anis Matta kembali menegaskan, PKS ingin keluar dari politik aliran dan masuk pada era politik kinerja. Jangan sampai, perbedaan dan ideologi aliran atau agama membuat perjuangan tersendat.

"PKS tidak mungkin memimpin negara sendirian, kita akan rangkul semua," tandasnya.
-----------------
(Bandung, 20/11/2008) -- detik.com

Pengamat: PKS Opinion Leader!

Jakarta – PKS kembali melakukan manuver politik. Setelah mengumpulkan ahli waris para pahlawan nasional, partai politik Islam itu kembali menggebrak pelataran politik nasional dengan mengumpulkan 100 tokoh muda Indonesia dari beragam latar belakang.

Sebagai puncak peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, dan Hari Pahlawan, PKS tampil mencolok di antara 37 partai politik peserta Pemilu 2009 lainnya. Wacana kaum muda memimpin, melalui acara peluncuran 100 tokoh muda ini tampaknya jadi tonggak baru atas komitmen moral dan politik PKS terhadap kepemimpinan generasi muda di panggung politik.

Direktur Eksekutif Chrata Politika, Bima Aria Sugiarto, menilai agenda politik PKS itu sebagai langkah positif. “Ini langkah positif bagi PKS dalam konteks kepemimpinan kaum muda,” tegas Bima kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (20/11) di Jakarta.

Namun, acara tersebut berlangsung bukan tanpa kritik. Bima mengkhawatirkan, acara tersebut akan kontraproduktif jika motivasi PKS hanya menjadikannya sebagai strategi politik menjelang Pemilu 2009. Apakah Bima mendapati indikasi keculasan PKS untuk memanfaatkan anak muda demi kepentingan Pemilu 2009? Berikut ini wawancara lengkapnya:

Bagaimana Anda memandang acara yang digelar PKS dengan memunculkan 100 tokoh muda?

Saya kira itu sangat positif. Memang saat ini ada kecenderungan dengan pendekatan punishment. Seperti menghukum politisi bermasalah, mengkritik politisi yang tidak perform, namun di sisi lain kita tidak pernah memberi reward. Untuk menyehatkan demokratisasi, maka harus ada reward. Nah, saat ini yang dilakukan PKS dalam posisi reward. Jadi reward dan punishment itu harus ada. Ini penting disuntikkan ke publik. Langkah PKS dilakukan dalam rangka upaya itu.

Bagaimana pendapat Anda dengan 100 tokoh muda tersebut?

Dalam menyeleksi 100 tokoh muda ini, tidak susah. Saya yakin potensinya bahkan ribuan. Harapan saya, penyeleksian ini tidak diintervensi strategi politik PKS. Jadi pemilih tokoh-tokoh ini akan menjadi kontraproduktif jika pijakannya strategi politik jangka pendek. Untuk memberi reward, itu bagus. Tapi harus difikirkan jangka panjangnya, semoga ini tidak terlalu politis.

Bagaimana peluncuran 100 tokoh muda ini dilihat dalam perspektif politik?

Ini langkah cerdas PKS dalam merebut momentum dan mengendalikan isu orang muda. Jadi ketika misalnya partai lain masih berwacana, PKS maju selangkah lebih konkret. Untuk mengendalikan isu, PKS jadi pioner lagi dalam isu-isu politik.

Soal seremoni yang dilakukan oleh PKS, apa hanya terhenti di seremoni atau harus ditindaklanjuti dengan program konkret?

Seremoni tidak ada yang salah, karena yang diharapkan dari seremoni adalah opini publik ke depan. Saya kira tidak ada yang salah dengan seremoni. Saya kira agak sulit juga 100 orang tersebut dikonsolidasikan, itu tidak bisa.

Jadi, upaya untuk memberi reward itu sangat positif. Kalaupun itu seremoni, ya tidak apa-apa. Tapi PKS berkewajiban mengawal terus 100 tokoh ini. Kalau berpresetasi ya diganjar terus. Tapi kalau misalnya melakukan hal-hal yang keliru, ya harus diingatkan, karena mereka yang memunculkan 100 nama tersebut. [P1]
-------------
sumber: inilah.com

PKS: The Show Must Go On!

By JAGUNG-er
Subhanalloh…!! Pagi ini kudukku benar-benar berdiri, bukan hanya merinding. Menyaksikan dan membaca berita di detik.com yang menampilkan berita Rekonsiliasi Keluarga Pahlawan oleh PKS. Dan salah satu pengisi acara adalah group band Cokelat, yang notabene adalah band aliran Rock. Cerminan bahwa PKS benar-benar akan membongkar dan membuktikan kepada dunia luar bahwa ekslusivisme adalah masa lalu.

Flashback, beberapa waktu lalu ketika di majelis liqo, terdengar desas desus di suatu daerah di kawasan Srimartani timur, Piyungan Bantul ketika kader-kader muda Srimartani dengan semangat juang Jeehad-nya menawarkan beberapa program kepada msyarakat. Penolakan, biasa yang terjadi. Tetapi anehnya dan yang membuat jidat ini mengkerut adalah alasan penolakan yang intinya adalah, masyarakat dilarang untuk dekat-dekat dengan PKS apalagi memilihnya nanti di Pemilu 2009. Alasannya adalah karena PKS adalah aliran keras, aliran kolot yang kadernya pada pakai “cadar” semua. Mau jadi apa Negara ini kalau nanti pemenangnya adalah PKS? Begitu fitnah yang ditujukan ke PKS.

Nah, sebelum acara di JCC yang menggambarakan “welcome to Rock” PKS, sebenarnya gambaran pemikiran sempit semacam itu sudah tidak terbukti. Khususnya di kawasan Piyungan. Karena kalau semua mau memandang (kalau perlu melotot), tidak ada satupun kader PKS dan simpatisannya yang bercadar. Apalagi yang bercelana “congkrang”. Yang bisa ditemuai bahkan ada simpatisan yang kalau pas ada acara PKS pakai krudung, berdandan rapi, tapi begitu lepas acara, ya…sudah balik lagi kondisi semula. Dan terhadap “oknum” yang begini, kader/simpatisan PKS yang lain tidak mengucilkan. Fine-fine aja. Dan gambaran celana “Congkrang, pakai jenggot, kumis hilang, juga tidak menggambarkan kader PKS sebenarnya. Di piyungan ada beberapa yang kader-nya gondrong (tapi kelihatannya salah satunya udah klimis neh, cute banget..he…he…), berkumis dan risih pakai jenggot. Jeans belel setia menemani. So, no problem gitu loh….

Dan dengan adanya hentakan “rock” semalam di JCC semakin mengukuhkan bahwa PKS bukan partai yang ekslusive, angkuh, sombong dan tetek bengek sebutan minir lainnya. Yang ada adalah PKS partai yang dinamis, open, positive thinking (terbukti dengan ditampilkannya iklan kontroversial dan acara Rekonsiliasi Keluarga Besar Pahlawan), yang berisi jiwa-jiwa muda yang smart, penuh dengan semangat, jujur dan menempatkan semuanya pada tempatnya.

Sebenarnya saya kasihan loh sama kritikus-kritikus yang pada kebakaran jenggot (nah, terbukti kan yang jenggotnya panjang-panjang bukan cuma orang PKS?) . Kalau saya boleh meng-'co-pas' blog ummuwangi yang bertitel inilah “LEXOTAN ala PKS” buat kawan-kawanya yang masih diseberang jalan. Blog ummuwangi menulis:

“Kesempatan sebiji zarah-pun disabet. Sementara yang laen masih bingung mikirin strategi tuk 'menghujat' strategi PKS yang kemaren. Ini sudah ada lagi strategi terbaru. Rekonsiliasi Keluarga Pendiri Bangsa... Ups, bahasa yang sangat smart.... Saya pikir Pengurus PKS perlu pertamax, bukan cuma premium sebagai fuel-nya. Lari terus, maju terus pantang tengok belakang tuk jadi pemenang. Banyak pihak yang benar-benar dibuat "triping" (sudah bukan geleng kepala lagi namanya, karena gelengnya terlalu cepat, he..he..) dengan langkah PKS dalam membangun public opinion. Mereka "triping" karena ada beberapa hal terkait dengan langkah PKS yang cukup fenomenal dan berani. Ini adalah "lexotan" bikinan PKS yang membuat banyak orang triping nglebihin lexotan beneran. Satu lagi, "antique". Yang pertama, kok ya sempet-sempetnya mikirin peluang yang nggak pernah dilirik orang lain. Dua, triping mereka semakin keras karena langkah nyentrik PKS bukan malah membuat PKS tenggelam justru makin berkibar. Orang jadi pengin tahu apa sih sebenarnya agenda PKS dan bagaimana juntrungan AD/ART-nya. Nah, reason yang kedua ini yang membuat para trippers makin keras lagi, keras lagi, sampai hampir berputar 360 derajat. Kemudian, yang ketiga, para krtikus ini makin kencang tripingnya karena "neuron" mereka sudah nggak nyampai untuk ngejar "neuron-neuron" muda yang selalu 1000 langkah didepan mereka. Loading mereka terlalu lama. Bahkan mungkin suau ketika "hang" bareng bareng. Hati-hati. Berpikir aja sesuai kemampuan, he...he.."

Nah, mau kemana nasib Negara kita? kita semualah yang andil dalam menentukan.
The Show Must Go On!
 
© Copyright PIYUNGAN ONLINE
fixedbanner