NEWS UPDATE :

Arti Sebuah Obrolan

Jumat, 31 Oktober 2008

Oleh Ustadz Musyaffa Ahmad Rahim, Lc.
-------------------------------------------------
Tersebutlah dalam buku-buku sejarah bahwa khalifah Umar bin Abdul Aziz, yang terkenal juga sebagai khalifah Ar-Rasyid yang kelima, telah berhasil merubah gaya obrolan masyarakatnya.

Pada masa khalifah sebelumnya, obrolan masyarakat tidak pernah keluar dari materi dan dunia, di manapun mereka berada; di rumah, di pasar, di tempat bekerja dan bahkan di masjid-masjid.

Dalam obrolan mereka terdengarlah pertanyaan-pertanyaan berikut:

"Berapa rumah yang sudah engkau bangun? Kamu sudah mempunyai istana atau belum? Budak perempuan yang ada di rumahmu berapa? Berapa yang cantik? Hari ini engkau untung berapa dalam berbisnis? Dan semacamnya."

Pada zaman khalifah Umar bin Abdul Aziz menjadi pemimpin, dan setelah dia melakukan tajdid (pembaharuan) dan ishlah (reformasi), dimulai dari meng-ishlah dirinya sendiri, lalu istrinya, lalu kerabat dekatnya dan seterusnya kepada seluruh rakyatnya, berubahlah pola obrolan masyarakat yang menjadi rakyatnya.

Dalam obrolan mereka, terdengarlah pertanyaan-pertanyaan sebaai berikut:

"Hari ini engkau sudah membaca Al Qur'an berapa juz? Bagaimana tahajjud-mu tadi malam? Berapa hari engkau berpuasa pada bulan ini? Dan semacamnya."

Mungkin diantara kita ada yang mempertanyakan, apa arti sebuah obrolan? Dan bukankah obrolan semacam itu sah-sah saja? Ia kan belum masuk kategori makruh? Apalagi haram? Lalu, kenapa mesti diperbincangkan dan diperbandingkan? Bukankah perbandingan semacam ini merupakan sebuah kekeliruan, kalau memang hal itu masuk dalam kategori mubah?

Dari aspek hukum syar'i, obrolan yang terjadi pada masa khalifah sebelum Umar bin Abdul Aziz memang masuk kategori hal-hal yang sah-sah saja, artinya, mubah, alias tidak ada larangan dalam syari'at.

Akan tetapi, bila hal itu kita tinjau dari sisi lain, misalnya dari tinjauan tarbawi da'awi misalnya, maka hal itu menujukkan bahwa telah terjadi perubahan feeling pada masyarakat, atau bisa juga kita katakan, telah terjadi obsesi pada ummat.

Pada masa Sahabat (Ridhwanullah 'alaihim), obsesi orang -dengan segala tuntutannya, baik yang berupa feeling ataupun 'azam, bahkan 'amal -selalu terfokus pada bagaimana menyebar luaskan Islam ke seluruh penjuru negeri, dengan harga berapapun, dan apapun, sehingga, pada masa mereka Islam telah membentang begitu luas di atas bumi ini. Namun, pada masa-masa menjelang khalifah Umar bin Abdul Aziz, obsesi itu telah berubah.

Dampak dari adanya perubahan ini adalah melemahnya semangat jihad, semangat da'wah ilallah, semangat men-tarbiyah dan men-takwin masyarakat agar mereka memahami Islam, menerapkannya dan menjadikannya sebagai gaya hidup.

Al Hamdulillah, Allah swt memunculkan dari hamba-Nya ini orang yang bernama Umar bin Abdul Aziz, yang mampu memutar kembali "gaya" dan "pola" obrolan masyarakatnya, sehingga, kita semua mengetahui bahwa pada masa khalifah yang hanya memerintah 2,5 tahun itu, Islam kembali jaya dan menjadi gaya hidup masyarakat.

Tersebut pula dalam sejarah bahwa beberapa saat setelah kaum muslimin menguasai Spanyol, ada seorang utusan Barat Kristen yang memasuki negeri Islam Isbania (Nama Spanyol saat dikuasai kaum muslimin).

Tujuan dia memasuki wilayah Islam adalah untuk mendengar dan menyaksikan bagaimana kaum muslimin mengobrol, ya, "hanya" untuk mengetahui bagaimana kaum muslimin mengobrol. Sebab dari obrolan inilah dia akan menarik kesimpulan, bagaimana obsesi kaum muslimin saat itu.

Selagi dia berjalan-jalan untuk mendapatkan informasi tentang gaya an kaum muslimin, tertumbuklah pandangannya kepada seorang bocah yang sedang menangis, maka dihampirilah bocah itu dan ditanya kenapa dia menangis? Sang bocah itu menjelaskan bahwa biasanya setiap kali dia melepaskan satu biji anak panah, maka dia bisa mendapatkan dua burung sekaligus, namun, pada hari itu, sekali dia melepaskan satu biji anak panah, dia hanya mendapatkan seekor burung.

Mendengar jawaban seperti itu, sang utusan itu mengambil kesimpulan bahwa obsesi kaum muslimin Isbania (Spanyol) saat itu masihlah terfokus pada jihad fi sabilillah, buktinya, sang bocah yang masih polos itu, bocah yang tidak bisa direkayasa itu, masih melatih diri untuk memanah dengan baik, hal ini menunjukkan bahwa orang tua mereka masih terobsesi untuk berjihad fi sabilillah, sehingga terpengaruhlah sang bocah itu tadi.

Antara obrolan orang tua dan tangis bocah yang polos itu ada kesamaan, terutama dalam hal: keduanya sama-sama meluncur secara polos dan tanpa rekayasa, namun merupakan cermin yang nyata dari sebuah obsesi.

Setelah masa berlalu berabad-abad, datang lagi mata-mata dari Barat, untuk melihat secara dekat bagaimana kaum muslimin mengobrol, ia datangi tempat-tempat berkumpulnya mereka, ia datangi pasar, tempat kerja, tempat-tempat umum dan tidak terlupakan, ia datangi pula masjid.

Ternyata, ada kesamaan pada semua tempat itu dalam hal obrolan, semuanya sedang memperbincangkan: Budak perempuan saya yang bernama si fulanah, sudah orangnya cantik, suara nyanyiannya merdu dan indah sekali, rumah saya yang di tempat anu itu, betul-betul indah memang, pemandangannya bagus, desainnya canggih, luas dan sangat menyenangkan, dan semacamnya.

Merasa yakin bahwa gaya obrolan kaum muslimin sudah sedemikian rupa, pulanglah sang mata-mata itu dengan penuh semangat, dan sesampainya di negerinya, mulailah disusun berbagai rencana untuk menaklukkan negeri yang sudah delapan abad di bawah kekuasaan Islam itu. Dan kita semua mengetahui bahwa, semenjak saat itu, sampai sekarang, negeri itu bukan lagi negeri Muslim.

Saudara-saudaraku yang dimulyakan Allah... Betapa seringnya kita mengobrol, sadarkah kita, model manakah gaya obrolan kita sekarang ini?

Sadarkah kita bahwa obrolan adalah cerminan dari obsesi kita?

Sadarkah kita bahwa obrolan kita lebih hebat pengaruhnya daripada sebuah ceramah yang telah kita persiapkan sedemikian rupa?

Bila tidak, cobalah anda reka, pengaruh apa yang akan terjadi bila anda adalah seorang ustadz atau da'i, yang baru saja turun dari mimbar khutbah, khutbah Jum'at dengan tema: "Kezuhudan salafush-Shalih dan pengaruhnya dalam efektifitas da'wah".

Sehabis shalat Jum'at, anda mengobrol dengan beberapa orang yang masih ada di situ, dalam obrolan itu, anda dan mereka memperbincangkan. Bagaimana mobil Merci anda yang hendak anda tukar dengan BMW dalam waktu dekat ini, dan bagaimana mobil Pajero puteri anda yang sebentar lagi akan anda tukar dengan Land Cruiser, dan bagaimana rumah anda yang di Pondok Indah yang akan segera anda rehab, yang anggarannya kira-kira menghabiskan lima milyar rupiah dan semacamnya.

Cobalah anda menerka, pengaruh apakah yang akan terjadi pada orang-orang yang anda ajak mengobrol itu? Mereka akan mengikuti materi yang anda sampaikan lewat khutbah Jum'at atau materi yang anda sampaikan lewat obrolan?

Sekali lagi, memang obrolan semacam itu bukanlah masuk kategori "terlarang" secara syar'i, akan tetapi, saya hanya hendak mengajak anda memikirkan apa dampaknya bagi da'wah ilallah.

Saudara-saudaraku yang dimulyakan Allah... Sadarkah kita bahwa telah terjadi perubahan besar dalam gaya obrolan kita antara era 80-an dengan 90-an dan dengan 2000-an, obrolan yang terjadi saat kita bertemu dengan saudara seaqidah kita, obrolan yang terjadi antar sesama aktifis Rohis di kampus dan sekolah masing-masing kita.

Saat itu, obrolan kita tidak pernah keluar dari da'wah, da'wah, tarbiyah dan tarbiyah, namun sekarang?

Silahkan masing-masing kita menjawabnya, lalu kaitkan antara gegap gempita da'wah dan tarbiyah saat itu dengan seringnya kita mendengar adanya dha'fun tarbawi di sana sini.
----------
sumber: dudung.net

Pengamat: PKS Lebih Konkret dari Parpol Lain

JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinilai lebih konkret dibanding partai politik (parpol) lain peserta Pemilu 2009. Tolak ukurnya, yaitu adanya target peningkatan kaderisasi di partai pimpinan Tifatul Sembiring itu.

"Pemilu 1999, 1 kader PKS harus membina 7 orang, di Pemilu 2004 1 kader 13 binaan, dan Pemilu 2009 ini, 1 kader 24 orang. Teman-teman di PKS kalau bicara kader pakai data dan itu konkrit," ujar pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Eep Saefullah Fatah usai menjadi pembicara acara Orasi dan Diskusi Politik: Merumuskan Agenda Politik Kaum Muda dalam Pemilu 2009 di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Kamis (30/10/2008).

Eep mengatakan, kejelasan target dalam setiap aktivitas politik PKS itu yang membedakan dengan parpol lain. Hal lain, Eep mengaku siap bekerja di saat politisi lain menikmati libur mereka. "Politisi PKS siap bekerja keras dikala politisi lain sibuk," imbuhnya.

Metode kerja PKS ini merupakan salah satu dari dua cara mengantongi pengalaman sebagai modal menjadi calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres). Dosen Ilmu Politik ini menjelaskan ada dua cara politisi mendapat pengalaman yakni membangun basis konstituen dan pengalaman formal.

"Membangun konstituen juga ada dua yaitu dengan cara lunak seperti di lembaga swadaya masyarakat, atau secara keras seperti bergelut di partai. Ini yang dilakukan PKS dan menjadi pembeda dengan partai lain," terangnya.
------------
sumber: okezone

Silkoh Penuh Ibroh

by: Dimar Assidiqi
REJOSARI SRIMARTANI: Selasa 28 November 2008 jam 19.30 Team Silkoh PKS Srimartani melanjutkan "tradisi" SILKOH nya ke Dusun Rejosari. Kali ini kami mengunjungi bapak Ponijan. Beliau adalah Kordus kita dan kebetulan kemarin jadi calon Dukuh walaupun akhirnya gagal mendapat suara terbanyak.
Di sana kami banyak membicarakan perkembangan dan informasi-informasi terkini dari dusun Rejosari. Yang alhamdulillah walaupun beliau gagal untuk menjadi dukuh, tapi beliau masih menjadi tokoh sentral dusun Rejosari.

Khusus tentang pencalonan beliau maju menjadi dukuh kemarin, beliau juga sedikit banyak bercerita lika-liku perjalanan proses tersebut. Beliau menyampaikan bahwa sama sekali beliau tidak menggunakan cara "money politik" dalam mendapatkan suara. Padahal sudah ada beberapa teman yang menyodorinya bantuan uang yang cukup besar, kalau toh beliau mengiginkan. Tapi beliau tidak bergeming. Entah bagaimana dengan calon yang lain.

Untuk review saja, pemilihan dukuh di dusun rejosari yang berlangsung sekitar bulan agustus 2008 lalu diikuti 3 calon dukuh. Dan pak Ponijan menjadi salah satunya calon yang memang bukan beliau sendiri yang mencalonkan, melainkan majunya beliau dalan PilDuk karena warga yang mengajukannya. Terkait biaya dan sebagainya tentunya juga disokong oleh iuran sebagian warga.

Pun demikian ternyata hasilnya pak Ponijan kalah tipis dengan Dukuh terpilih. Di urutan pertama, dukuh terpilih mendapatkan 221 suara, sementara pak Ponijan yang notabene "tidak menggunakan apa-apa" mendapatkan 201 suara dan calon dukuh ketiga mendapatkan sekitar 67 suara. Pun demikian itu semua tidak lantas membuat pak Ponijan kecewa, beliau malah mengungkapkan: "Memang sudah takdir dari Alloh bahwa saya lebih baik tidak jadi dukuh mas, saya yakin tentang itu".

Subhanalloh, banyak pelajaran yang bisa kai ambil dari Silkoh kami kali ini. Dari kesabaran pak Ponijan, sampai ketegaran hati beliau menghadapi itu semua. Mudah-mudahan itu bisa menjadi Ibroh bagi kita semua.

Satu permintaan lagi, semoga "TRADISI SILKOH" ini bisa senantiasa dipertahankan walaupun sudah habis bulan syawal tahun ini. Semoga.

Syawalan 1429 DPC PKS Piyungan

Kamis, 30 Oktober 2008


Reporter: A-Has
MINOLESTARI PIYUNGAN : "Berjuang menegakkan kebenaran di jalur politik itu mesti sabar dan istiqomah. Sedikit demi sedikit kita bawa masyarakat menuju kebaikan mereka. Pemilu kemarin saya 'sebar' kaos di kampung, namun pas coblosan yang milih 'mung telu'. Sing penting tidak mudah menyerah dan tidak putus asa." Urai Kang Makhroji memberi taujih pada Syawalan Kader DPC PKS Piyungan, Ahad (26/10).

Bertempat di pemancingan dan lesehan Mino Lestari, sebanyak tujuh puluhan kader ikhwan akhwat DPC Piyungan menghadiri Syawalan di penghujung bulan syawal. Syawalan yang dihadiri semua caleg dari PKS Piyungan ini berlangsung dari jam sembilan pagi hingga waktu dzuhur. Bapak Amir Syarifudin, aleg DPRD Bantul dari PKS Piyungan juga turut membersamai syawalan yang dipandu Sekjen DPC Piyungan, Pak Sulistiono.

Setelah mendengar lantunan Al-Quran di awal acara, suasana 'dipanaskan' dengan kumandang Mars PKS yang dinyanyikan secara koor semua kader. Dengan posisi tegak berdiri, semua kader menghentakkan 'bait-bait perjuangan' dengan dipimpin akh Dhanie Asy-Syakib.

Pada sesi sambutan dan pengarahan, Ketua DPC PKS Piyungan Wawan Wikasno memberi tadzkiroh akan kemulian berjihad di jalan Allah. Mengutip ayat 95 surat Al-Maidah, ketua DPC Piyungan memberi semangat kepada semua kader: "Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk (berpangku tangan tidak ikut berjihad) tanpa adanya uzur dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya."

"Dalam konteks sekarang, percuma saja kalau ada kader yang hanya mau ikut liqo tapi tidak mau terlibat dalam kegiatan-kegiatan dakwah PKS. Dia hanya suka 'duduk-duduk' saja di halaqoh liqo tapi tidak mau bersusah-susah, tidak mau mengambil resiko berhadapan dengan masyarakat menyuarakan kebenaran," sambung Akh Wawan Wikasno menutup sesi sambutan dan pengarahan.

Kumandang adzan Dzuhur menghentikan sejenak acara. Kader-kader ikhwan langsung menuju ke mushola pemancingan merapatkan shof sholat berjama'ah secara bergilir.

Ba'da sholat dzuhur, rangkaian acara Syawalan DPC PKS Piyungan ditutup dengan acara 'ramah-tamah'. Sambil menyantap hidangan lele bakar khas Mino Lestari, para kader yang melingkar berkelompok-kelompok kecil terlihat asyik saling berbagi cerita. Tak ketinggalan 'tunas-tunas muda' kader cilik PKS yang berlari-larian saling kejar dan bercanda menambah semarak acara syawalan.

Lewat Iklan, PKS Ingin Sadarkan Anak Muda

"Kita tidak mengadopsi figur, tetapi lebih kepada pemikiran mereka yang kita adopsi. Kita ingin mengajak anak muda lebih mengenal tokoh bangsa," ujar Ketua Fraksi PKS Mahfud Sidiq.
--------
JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak menafikan telah menumpang popularitas dari tokoh-tokon nasional melalui iklannya di layar televisi.

Ketua Fraksi PKS Mahfud Sidiq mengatakan, banyak generasi muda yang sudah tidak kenal dengan tokoh-tokoh nasional bahkan generasi muda tidak mengenali pemikiran yang dimiliki tokoh nasional tersebut.

"Saya kira kalau dinilai menumpang popularitas bisa-bisa saja. Orang punya penilaian tersendiri. Tapi itulah niat baik PKS," ungkap Mahfud kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (30/10/2008).

Dia membantah iklan partainya dipakai untuk mengambil basis massa partai lain seperti dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

"Kita tidak mengadopsi figur, tetapi lebih kepada pemikiran mereka yang kita adopsi. Kita ingin mengajak anak muda lebih mengenal tokoh bangsa," ujarnya.

Dia menuturkan, tema iklan yang disuguhkan PKS adalah pemuda dan kepemimpinan. PKS yang kadernya didominasi orang muda, kata dia, ingin memanfaatkan momentum untuk menyambung sejarah pemikiran-pemikiran para tokoh nasional.

"Ini menjadi penting bagi orang-orang muda. Jadi kita adopsi pemikiran tokoh nasional sekaligus mengapresiasi dan menghargai tokoh nasional tersebut," kata Mahfud.

Menurutnya, PKS merupakan partai terbuka dan di dalamnya ada keberagaman latar belakang seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, nasionalis, dan kalangan sekuler.
------
sumber: okezone

DPR Setujui RUU Pornografi Jadi UU

JAKARTA -- Setelah diwarnai berbagai dinamika selama beberapa tahun, RUU tentang Ponrografi akhirnya disetujui untuk disahkan menjadi UU. Kesepakatan itu dicapai dalam Rapat Paripurna DPR yang dipimpin Ketua DPR Agung Laksono di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis siang pukul 13.15 WIB.

Agung Laksono mengetuk palu persidangan sebagai persetujuan setelah delapan (dari 10 fraksi) menyampaikan persetujuan yang disampaikan melalui juru bicaranya.

Setelah fraksi-fraksi menyatakan setuju, Agung mempersilakan Menteri Agama Maftuh Basyuni untuk menyampaikan pendapat akhir pemerintah. Pemerintah menyambut baik RUU ini dan menyetujui untuk segera diundangkan.

Persetujuan atas RUU ini diwarnai "walk out" dua fraksi, yaitu PDIP dan Partai Damai Sejahtera (PDS). Sikap itu diambil di awal pembukaan rapat paripurna pada Kamis pagi.

Sikap PDIP yang menolak RUU Pornografi bukan hanya ditunjukkan di rapat paripurna ini, tetapi juga sudah ditunjukkan dalam rapat-rapat di tingkat Pansus dan di tingkat Panitia Kerja (Panja)

Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) yang sebelumnya juga keberatan dengan pengesahan RUU ini, akhirnya dapat menerima dan menyetujui untuk segera diundangkan. Bahkan PKB mendorong pemerintah segera melakukan sosialisasi atas RUU ini.
-------
sumber: republika online

Diva DPRa Sitimulyo Taklukan Gunung Gempol

by: Ti2k
----------
“Naik-naik kepuncak Gunung... tinggi-tinggi sekali….”
“Subhanallah...,” kata ini yang terucap ketika kami Divisi Akhwat (Diva) DPRa Sitimulyo bersilaturahmi ke rumah Ibu Ambar Ketua PKK dusun Gempolsari Banyakan II Sitimulyo kecamatan Piyungan, Selasa (28/10). Ternyata rumah beliau jauh...dan tinggi....tinggi sekali... diatas perbukitan Gempolsari.

Berbekal motor tua, crew Diva yang terdiri dari B'Caca, B'Nur, B'Farikhah dan Ukhti Ti2k tidak patah semangat nge-trek melewati beberapa bukit. Walau harus pake acara kesasar dulu, akhirnya kami berhasil sampai di lokasi dengan selamat.

Begitu turun dari motor yang sudah ‘ngos-ngosan’, senyuman hangat Ibu Ambar langsung menyambut kami. Dengan ditemani segelas teh hangat & makanan grubi (terbuat dari singkong) perbincangan kamipun juga semakin hangat, banyak sekali agenda-agenda yang kami bicarakan untuk persiapan pertemuan Pos WK di Gempolsari selanjutnya.

Setelah kurang lebih 45 menit asyik bercengkerama (gak pake acara ngrumpi lho), akhirnya kami harus berpamitan pulang berhubung mendung pekat sudah menaungi perbukitan Gempolsari. Ketika berpamitan Bu Ambar menawari kami buah mangga sebagai oleh-oleh. “Mau mangga mbak, tapi masih mentah, kalo mau tak petikkan ?”. Karena sudah ‘diburu’ mau hujan, kamipun menjawab dengan becanda, “Mboten bu...matur suwun belum nyidam...he..he..he..”.

Itulah silkoh kami sore itu...tunggu berita silkoh kami selanjutnya ya... afwan Kami pamit...mo turun gunung dulu.

Gara-gara Iklan, IPNU Tuding PKS Wahabi

Rabu, 29 Oktober 2008

JAKARTA, RABU (29/10) — Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) melayangkan protes atas iklan politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menampilkan tokoh-tokoh pahlawan nasional, seperti KH Ahmad Dahlan, (pendiri Muhammadiyah) dan KH Hasyim Asyhari (pendiri Nahdlatul Ulama).

GMMN menilai, penampilan tokoh-tokoh tersebut hanya digunakan untuk menarik suara rakyat. "Hal ini merupakan penipuan politik. Kami meragukan apakah azas yang diusung oleh PKS sewarna dengan Hasyim Asyhari, pendiri NU," ujar Dendy, anggota PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Rabu (29/10) di Kantor PBNU, Jakarta.

Hal senada diungkapkan Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Idy Muzayyad. "PKS cenderung melakukan kegiatan kampanye politik di media massa dengan mendompleng ketokohan yang memiliki barisan pengikut. Jelas bahwa aliran PKS adalah Wahabi, sedangkan Hasyim Asyhari adalah Sunni. Hal ini tentu akan membingungkan. Saya merasa ada unsur kesengajaan untuk membiaskan penokohan ini oleh PKS," ujarnya.

Dendy menegaskan, pihaknya akan segera melayangkan surat protes keras terhadap penayangan tokoh tersebut kepada pengurus PKS. "Kami akan mengimbau yang bersangkutan untuk menghentikan tayangan iklan politik tersebut," tuturnya.

sumber: kompas.com
--------
Komentar pembaca kompas.com:
kangrie @ Rabu, 29 Oktober 2008 | 15:41 WIB
"duh ceilee gus dandy... Kyai Hasim Asyhrari itu bukan hanya milik NU lo.. Beliau itu milik Nasional bahkan milik Umat Islam keseluruhan tidak wahabi tidak suni.. i.. Kyai Hasyim itu panutan umat dan sudah selayaknya jadi kebanggaan bersama.. wajar saja pks menampilkan beliau dalam iklannya.. toh tidak mengurangi kemuliaan beliau.. bahkan cenderung lebih mengenalkan kepahlawan beliau kepada generasi muda lainya.. Peace Aja deh.. gitu aja repot gus dandy......?"

Silkoh DPRa Sitimulyo di Penghujung Bulan

Reporter: BDE
NGANYANG SITIMULYO: Berakhirnya hujan pada malam hari tanggal 28 Oktober 2008 ba’da maghrib, dua punggawa Sitimulyo (Sunardi dan Bachtiar) mengawali perjalanan silkoh. Melintasi malam yang gelap gulita dengan suasana dingin menusuk pori-pori kulit perjalanan pun terus dilakukan, silaturahmi pun diawali dari rumah Pak Marni, beliau merupakan ketua RT. 04 Dusun Nganyang Sitimulyo Piyungan.

Tanggapan hangat dari Pak RT ini mampu melenyapkan hawa dingin udara malam itu. Selain membahas acara syawalan dan pengajian rutin di Dusun Nganyang kami pun meminta do’a restu dan masukan dari beliau. “Semua aktifitas, apapun itu dilakukan semata-mata untuk beribadah” pesan yang beliau sampaikan kepada kami berdua.

Setelah kurang lebih 30 menit kami (karena hanya berdua) melanjutkan silaturahmi ke rumah Pak Shodiq, beliau merupakan Ta’mir Masjid Alhidayah Nganyang. Sebelum masuk kerumah beliau, kami berdua melakukan sholat Isya terlebih dahulu (rumah beliau dan masjid berjarak hanya 5 meter).

Pembicaraan hangat pun terjadi disertai canda dan tawa, Sunardi (Ketua Tim Pemenangan Pemililu DPRa. Sitimulyo) menyampaikan maksud kedatangan malam itu antara lain silaturahmi, salah satu dari hikmah silaturahmi yakni menambah rezeki. Suguhan yang disajikan oleh tuan rumah sangatlah meriah, kopi susu yang dilengkapi umburampenya. “Alhamdulillah, silaturahmi itu memang mendatangkan rezeki”.

Sama halnya dari silaturahmi kami di rumah Pak Marni, kepada Pak Shodiq kami mohon do’a restunya serta masukkan dari beliau. “Kalau nanti terpilih mohon diutamakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, serta pemimpinnya pun harus jujur dan adil,” begitu beliau menitip pesan. Pesan ini beliau sampaikan karena keprihatinan beliau terhadap para pemimpin atau wakil rakyat yang sudah tidak amanah lagi.

“Monggo diunjuk mas,” sambung Pak Shodiq. Kami pun menghabiskan suguhan yang tersisa, tepat pukul 20.15 kami berdua pun berpamitan dan meluncur ke pos kamling Dusun Nganyang RT.03 yang merupakan pos terakhir silkoh malam itu.

Profil Pos WK Dusun Klenggotan Srimulyo

Oleh : Nur Wakhidah
Pasca gempa bumi di Yogyakarta pada tanggal 27 Mei 2006, telah membuat Bidang Kewanitaan DPC PKS Piyungan ingin lebih berperan serta dalam recovery kepada masyarakat, salah satunya adalah Dusun Klenggotan RT 07 Srimulyo Piyungan Bantul Yogyakarta. Karena letak geografis dusun Klenggotan berdekatan dengan Pasar Wage, maka sebagian besar warganyapun bermata pencaharian sebagai pedagang, dan ada sebagian yang bekerja sebagai guru dan wiraswasta.

Berbekal rasa kepedulian dan rasa ingin berbagi dengan masyarakat, kami dari Bidang Kewanitaan DPC PKS Piyungan mendatangi rumah Ibu Endah Iswari Klenggotan Rt 07 Srimulyo Piyungan, yang jika dilihat kilas balik, rumah Beliau dulunya merupakan tempat/Pos untuk berkoordinasi Partai Keadilan yang sekarang bernama Partai Keadilan Sejahtera. Dan sambutan yang luar biasa kami terima dari Beliau. Kebetulan juga Beliau adalah pengurus Ibu-ibu PKK di Klenggotan Rt 07, kemudian kami dipertemukan kepada Ibu-ibu PKK saat pertemuan PKK tanggal 16 Juli 2006.

Selanjutnya kami melakukan sosialisasi tentang apa dan bagaimana POS WK, dan alhamdulilah masyarakat Klenggotan menerima baik program-program yang kami tawarkan. Tetapi, dengan berbagai pertimbangan belum bisa launching. Dengan berbekal keyakinan dan semangat teman-teman, pelan tapi pasti kami tetap mendampingi kegiatan ibu-ibu PKK RT 07 yang dilaksanakan setiap tanggal 16 tiap bulannya. Kemudian dibentuk susunan pengurus POS WK Klenggotan sebagai berikut:

Penasehat I : Ibu Dawami ( Ibu RT 07)
Penasehat II : Ibu Endah Iswari
Ketua I : Ibu Sum Amrozi
Sekretaris I : Ibu Nur Iswandi
Bendahara I : Ibu Hartini
Humas : Ibu Mugi

Kegiatan pertama yang dilaksanakan adalah Psikologi anak dengan pembicara Ibu Pihasniwati, Psi, yang dihadiri 40 orang (80% dari ibu-ibu PKK yang ada). Kegiatan lain yang sudah dilakukan diantaranya:

1. Manajemen Mikro oleh Ibu Nur Harjono
2. Pengajian Ibu dan Anak oleh ustadz Sayyid
3. Penyuluhan kesehatan gigi oleh dokter gigi Ratna Widiyastuti
4. Pelayanan Kesehatan
5. Pelatihan Membuat Peningset
6. Penyuluhan akan Bahaya Demam Berdarah
7. Pelatihan Membuat Ampyang

Pada tanggal 22 Januari 2008 kita mengadakan konsolidasi pengurus di Rumah Ibu Sum Amrozi yang dihadiri oleh pengurus POS WK Klenggotan, Kewanitaan DPRa Srimulyo dan Kewanitaan DPC Piyungan dengan agenda utama pelaksanaan Launching. Syuro’ tersebut menghasilkan keputusan akan diadakan Launching pada tanggal 20 Maret 2008 dengan program kegiatan pendamping pengajian, bazar dan lomba mewarnai.

Dengan ini, mudah-mudahan kita senantiasa Istiqomah dalam mendampingi kegiatan ibu-ibu POS WK Klenggotan RT 07.

Silkoh Spesial 1 DPRa Srimartani

Selasa, 28 Oktober 2008

Reporter: Dimar As-Sidiqi
Dibawah naungan mendung yang menggelayut, sore itu (Ahad, 26/10) Tim DPRa PKS Srimartani meluncur ke sebuah Rumah Sakit di daerah Kota Jogjakarta. Tim terdiri dari Rusdi, Dhani, Haryadi, Sugeng Riyadi dan Abu Hasan.

Masih dalam tema besar silaturohim namun kali ini lebih spesial untuk membesuk Bapak Muridan, ketua ta’mir dan tokoh dusun Tambalan Srimartani. Khotib dan imam utama masjid Jabal Nur ini tengah mendapat ujian berupa sakit stroke.

Sesampai di lokasi, kebetulan Bapak Muridan sudah tersadar dan tengah ‘berlatih’ menggerakan kaki dan tangan sebelah kanan yang terkena stroke. “Alhamdulillah mas, sedikit-dikit bapak sudah mulai membaik,” ujar putri Pak Muridan sambil ‘melatih’ bapaknya menggerak-gerakkan kakinya.

Sejenak setelah melihat kondisi Pak Muridan, kami pun memanjatkan do’a untuk kesembuhan Pak Muridan. Dipimpin oleh Abu Hasan dan di-amini teman-teman DPRa serta Pak Muridan dan putrinya, lantunan do’a khusus menjenguk orang sakit mengalir dan memenuhi Ruang Mawar Rumah Sakit Hidayatullah.

“Siapa yang menjenguk orang sakit (berarti) ia duduk di taman-taman surga hingga apabila bangkit maka ditugaskan tujuh puluh ribu malaikat yang mendo’akannya samapai malam.” (HR al-Hakim, Ibnu Majah, hasan shohih)

Silkoh Tahlilan DPRa PKS Srimartani

Reporter: Dimar As-Sidiqi
--------------------------
"pak rusdi ada berita lelayu. bapaknya mas musthofa umbulsari meninggal dunia dan sdh dimakamkan tdi siang jam2. Maaf trlmbt membri kbrnya."

SMS dari ukhti Khoiriyah nyampe ke HP-nya Ketua DPRa Srimartani ba'da Ashar, Ahad (26/10).
--------
Mas Musthofa adalah 'simpatisan' yang jadi Kordus PKS (Koordinator Dusun) di dusun Umbulsari Srimartani. Hubungan dengan beliau selama ini berjalan intens. Kami pun sudah silkoh ke dusun beliau beberapa waktu yang lalu.

Karena jenazah sudah dimakamkan, kami memutuskan untuk ke tempat Mas Musthofa malam harinya sekitar Isya. Kali ini Tim DPRa dari Rusdi Martono, Dhani Asy-Syakieb, Sinyo Hariyanto, Si Boy haryadi, Sugeng Riyadi dan Sihono.

Sesampai di lokasi, warga dusun Umbulsari juga sudah berdatangan ke tempat Mas Musthofa untuk 'tahlilan'. Kami pun bergabung bersama warga mengikuti tahlilan yang dipimpin oleh Kyai Junaidi. Kyai yang juga pendukung berat PKS ini memimpin jama'ah tahlil hingga usai sekitar jam sembilan malam.

Ba'da tahlilan, sebelum berpamitan kami sejenak berbincang-bincang dengan tuan rumah dan warga yang hadir.

Hasil Majlis Syuro: SIKAP POLITIK PKS

Senin, 27 Oktober 2008

SIKAP POLITIK PKS

Sikap politik PKS terhadap beberapa kondisi aktual Bangsa:

1. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendukung dan berperan aktif dalam usaha memerangi dan memberantas korupsi di Indonesia. Oleh karena itu PKS memandang posisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap diperlukan di Indonesia dan bahkan harus diperkuat peranannya dengan menghadirkan KPK di daerah-daerah disertai dengan penyediaan tenaga-tenaga profesional yang memiliki integritas tinggi. PKS juga berharap KPK dapat masuk ke dalam masalah-masalah korupsi yang memiliki dampak besar bagi kehidupan bangsa Indonesia, seperti dalam kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan BUMN-BUMN strategis.

2. Dalam menghadapi krisis global, PKS mengapresiasi kebijakan yang telah diambil Pemerintah dan Bank Indonesia sebagai langkah yang cukup efektif untuk meredam kepanikan. Namun ini harus dijaga keberlanjutannya untuk menghasilkan ekspektasi publik yang positif atas sistem keuangan dan ekonomi Indonesia, karena dampak krisis ini masih akan panjang. Dalam jangka pendek perlu dikembangkan langkah-langkah yang memberikan dukungan kongkrit kepada sektor riil diantaranya: stabilisasi harga, fasilitasi pengembangan pasar ekspor alternatif, menurunkan harga BBM, dll. Dalam jangka panjang untuk menghindari krisis lebih lanjut penting dilakukan perumusan kebijakan ekonomi alternatif yang telah terbukti handal dalam menghadapi gempuran krisis ekonomi nasional 1998 dan krisis global saat ini, seperti yang sudah mulai dirintis oleh Pemerintah RI melalui penerapan UU Perbankan Syariah dan UU Surat Berharga Syariah Nasional (Sukuk).

3. Dalam spirit menyambut hari Sumpah Pemuda, rasa tanggung jawab dan cinta terhadap masa depan bangsa PKS menuntut segera atas pengesahan RUU Pornografi dalam rangka komitmen melaksanakan Pancasila, UUD 1945, menjaga keutuhan NKRI, meningkatkan kualitas seni budaya dan moralitas bangsa dalam semangat menghormati bhinneka tunggal ika.

4. Pentingnya mengawasi realisasi pelaksanaan anggaran belanja negara 20% untuk pendidikan nasional agar tidak menjadi lahan korupsi baru yang bertentangan dengan semangat merealisasikan ketentuan UUD itu. KPK dituntut untuk jeli mengawasi hal ini.

5. Mendesak kepada pihak PT Lapindo Brantas untuk lebih bertanggung jawab terhadap korban-korban kasus lumpur Lapindo, dan mendesak Presiden untuk segera merevisi Keppres tentang perluasan peta daerah terdampak.

6. Pertimbangan Koalisi

1) PKS akan memperjuangkan Indonesia Madani yang adil, sejahtera dan bermartabat

2) PKS siap berkoalisi dengan berbagai komponen bangsa yang sejalan dengan platform PKS untuk membangun Indonesia.

3) PKS akan berkoalisi dengan pihak-pihak yang :

a. Reformis dan anti korupsi

b. Sungguh-sungguh berjuang untuk kesejahteraan bangsa

c. Mampu mengelola Pemerintahan dan Negara secara professional

Sidang pleno Majelis Syuro PKS ke-10 menetapkan kandidat pemimpin Nasional dari kader PKS sebagai berikut :

1. DR. H.M. Hidayat Nur Wahid
2. Ir. H. Tifatul Sembiring
3. DR. H. Salim Segaff Al Jufri
4. H.M. Anis Matta Lc.
5. Prof. DR. H. Irwan Prayitno
6. H. Suharna Surapranata M.T.
7. DR. H. Sohibul Iman MSc.
8. DR. H. Surahman Hidayat, M.A.

Jakarta, 26 Syawal 1429 H / 26 Oktober 2008

PKS Akan Pastikan Pilpres Hanya Satu Putaran

Minggu, 26 Oktober 2008

JAKARTA - Atas nama efisiensi, PKS menyatakan akan mendorong agar Pemilihan Presiden 2009 hanya berjalan satu putaran.

Karena itu Fraksi PKS akan mendukung opsi syarat dukungan capres 30 persen kursi di parlemen dalam pembahasan RUU Pilpres.

"Kita mendukung kursi 30 persen," ungkap Presiden PKS Tifatul Sembiring dalam acara Musyawarah ke-10 Majelis Syuro PKS di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (26/10/2008).

Tifatul menjelaskan, syarat minimal dukungan capres sebesar 30 persen kursi di parlemen secara automatis akan membuat kandidat capres dan cawapres maksimal tiga pasangan. Sehingga pemenang pilpres bisa ditentukan dalam satu putaran pemilihan secara langsung.

"Kita ingin pilpres hanya satu putaran. Ini sesuai dengan keadaan sekarang yang masih krisis. Pelaksanaan pilpres satu putaran bisa menghemat lebih dari Rp700 miliar. Jadi arah kita ke sana," terang dia.

sumber: okezone

PKS Tidak Dikotomikan Capres Laki-laki dan Perempuan

Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memunculkan 8 nama kandidat capres yang akan diusung pada Pilpres 2009. Meski semuanya laki-laki, namun bukan berarti PKS antiperempuan.

"Silakan kalau mau mencalonkan (perempuan). Tapi kami semua laki-laki. Itu sudah keputusan Majelis Syuro. Tapi tidak ada pendikotomian antara laki laki dan perempuan," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring.

Hal itu dia katakan di sela-sela acara Musyawarah Majelis Syuro ke-10 PKS di Hotel Sahid, Jl Sudirman, Jakarta, Minggu (26/10/2008).

Bukti PKS tidak mendikotomikan antara laki-laki dan perempuan ini, menurut Tifatul, adalah PKS telah memenuhi kuota 30 persen caleg perempuan sebagaimana diamanatkan undang-undang.

"PKS sudah memenuhi kuota 30 persen calon perempuan di legislatif. Itu artinya PKS tidak antiperempuan," tegas Tifatul.

Kedelapan kandidat capres yang dimunculkan PKS adalah Hidayat Nur Wahid, Tifatul Sembiring, Salim Assegaf Al Jufri, Anis Matta, Irwan Prayitno, Suharna Surapranata, Sohibul Iman, dan Surahman Hidayat.
----------------
sumber: detikcom

8 Nominator Capres PKS Hasil Sidang Majlis Syuro

Jakarta – PKS telah menetapkan delapan nama yang dinominasikan sebagai calon presiden bagi Pilpres 2009. Mereka berasal dari tubuh partai berlambang bulan dua bulan sabit yang mengapit sebatang padi itu.

Kedelapan kader PKS yang menjadi nominator capres itu adalah Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Presiden PKS Tifatul Sembiring, Dubes RI untuk Saudi Arabia Salim Segaff Al Jufri, Sekjen PKS Anis Matta, Ketua Komisi X Irwan Prayitno, Ketua Majelis Pertimbangan PKS Suharna Surapranata, Ketua DPP Ekuin dan Teknologi PKS Sohibul Iman, dan Surahman Hidayat.

Nama-nama nominator, menurut Ketua Majelis Syura PKS Hilmi Aminuddin, diputuskan berdasarkan hasil sidang pleno Majelis Syura PKS ke-10. Sementara untuk memutuskan pemilihan capres akan dibentuk komisi ad hoc bernama Komisi Pilpres dan Capres. Namun, penetapan capres baru akan ditentukan setelah Pemilu Legislatif.

“Majelis Syura akan bersidang, siapa dari delapan nominator yang akan dipilih sebagai kata terakhir,” kata Hilmi, dalam konferensi pers di acara Musyawarah Majelis Syura PKS ke-10, di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (26/10).

Anggota Mejelis Syura yang bersidang, tambah Hilmi, berjumlah 99 orang. Mereka terdiri dari 33 perwakilan di seluruh Indonesia. “Nantinya, mereka yang akan menyalurkan aspirasi, siapa saja yang nanti layak dari kedelapan nominator unrtuk dijadikan capres,” jelasnya.

sumber: inilah.com

Mendaki Sejarah!

Oleh Anis Matta
-------------------
Di alam batin para pahlawan, pencinta dan pembelajar sejati, hidup selalu dimaknai sebagai pendakian sejarah. Kita akan sampai ke puncak kalau kita selamanya punya energi dan rute pendakian yang jelas. Pendakian kita akan terhenti begitu kita kehabisan nafas dan kehilangan arah. Energi dan rute, nafas dan arah, adalah kekuatan fundamental yang selamanya membuat kita terus mendaki, selamanya membuat hidup terus bertumbuh.

Semakin tinggi gunung yang kita daki, semakin panjang nafas yang kita butuhkan. Begitu kita kehabisan oksigen, kita mati. Semakin kita berada di ketinggian semakin kita kekurangan oksigen. Itu sebabnya kita harus merawat dan mempertahankan semangat kepahlawanan kita. Karena dari sanalah kita memperoleh nafas untuk terus mendaki.

Tapi kita perlu rute yang akurat dan jelas. Sebab kesadaran tentang jarak memberi kita kesadaran lain tentang bagaimana mendistribusi energi secara seimbang dan proporsional dalam jarak tempuh yang harus dilalui dan pada lama waktu yang tersedia. Dengan begitu kita bisa mengukur posisi ketinggian maksimum yang mungkin kita capai pada pandakian yang kita lakukan.

Rute yang jelas dan akurat membuat kita jadi terarah. Keterarahan, atau perasaan terarah, sense of direction, memberi kita kepastian dan kemanta¬pan hati untuk melangkah. Pandangan mata kita jauh menjangkau masa depan, menembus tabir ketidaktahuan, keraguan dan ketidakpastian. Kita tahu kemana kita melangkah, berapa jauh jarak yang masih harus kita tem¬puh, berapa lama waktu yang kita perlukan. Tapi ketika kita menengok ke belakang, atau melihat ke bawah, ke kaki gunung yang telah kita lalui, ke lembah ngarai yang terhampar di sana, kita juga tahu jarak yang telah kita lalui. IIham dari masa lalu dan mimpi masa depan terajut indah dan cerah dalam realitas kekinian.

Rute itu membuat kita menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran akan jarak dan waktu. Dalam kesadaran itu fokus kita tertuju pada semua upaya untuk menjadi efesien, efektif dan maksimal. “Kita menjadi peserta kehidupan yang sadar”, kata Muhammad Iqbal.

Kesadaran itu manifestasi pembelajaran. Kesadaran itu melahirkan kekhusyukan. Maka begitulah sejak dini benar, tepatnya pada tahun keempat periode Mekkah, Allah menegur keras para sahabat Rasulullah saw, generasi pertama Islam, untuk tidak banyak bercanda dan segera menjalani hidup dengan penuh kekhusyukan:

"Belumkah datang saatnya bagi orang-orang beriman untuk meng¬khusyukkan diri mengingat Allah dan (melaksanakan) apa yang turun dari kebenaran itu (AI Qur'an)".

Sumber: Tarbawi

Obama dan McCain dalam Timbangan Kepentingan Israel

Oleh Shalih Nuami
-----------------------
Lembaga pengambil kebijakan dan penilai strategi di Israel sangat peduli dengan kemenangan pemilihan presiden dalam pemilu Amerika. sebab pemilihan presiden AS memiliki pengaruh besar terhadap Israel dan masa depannya.

Semua indikasi menyebutkan bahwa hasil pemilihan presiden di AS kali ini memberikan pengaruh besar terhadap hubungan antara kedua pihak Israel dan AS. Bahkan untuk masa depan Israel sendiri. Sebab ada masalah krusial yang sangat besar yang harus diselesaikan. Namun Israel sendiri menyadari bahwa mengatasi masalah itu sekali lagi bergantung kepada kerjasama dengan AS. Karena kewenangan presiden sangat besar dalam pemerintahan AS dalam hubungan luar negeri dan bahkan mutlak, maka kepedulian Israel terhadap hasil pemilihan presiden AS kali ini sangatlah tinggi. Pada saat yang sama, salah satu pasal dalam akidah keamanan Israel adalah bahwa Israel harus berkoalisi dengan negara kuat. Ini akidah sejak Israel didirikan.

Masalah Iran

Bagi Israel ada dua masalah penting dimana negara zionis harus tenang dari orientasi dua kandidat presiden AS baikd dari partai Republik atau Demokrat yakni masalah nuklir Iran dan kepentingan Israel dalam perundingan dengan Palestina.

Bagi penentu kebjikan Israel dan penilai strategi di sana, proyek nuklir Iran adalah ancaman terbesar bagi Israel saat ini. Buktinya, selama ini Israel mengerahkan seluruh tenaganya di bidang intelijensi untuk menggagalkan proyek nuklir Iran ini. Buktinya, kepala badan intelijen Mossad, Meir Dagan dialihkan jabatannya menjadi ketua tim yang mengatasi proyek nuklir Iran menjadi orang terpenting yang memiliki wewenang menentukan kebijakan.

Dalam menghadapi ancaman Iran ini, Israel lebih memilih melakukan tekanan politik dan ekonomi serta sarana militer. Dalam hal ini, Israel menilai peran presiden AS ke depan sangat menentukan. Saat ini Israel menilai menekan Iran dari sisi ekonomi dan politik sangat sulit untuk membuat negara para mullah itu menghentikan program nuklirnya. Apalagi setelah krisis Georgia dan Rusia yang membuat Iran makin ekstrim dan semakin sulit menekan Rusia untuk mengembargo Iran. Kekhawatiran Israel terhadap Iran bukan saja karena mereka mampu membuat bom nuklir, namun Israel juga khawatir Iran mendapatkan suplai iptek yang bisa digunakan untuk mengembangkan uranium yang cukup membuat bom nulklir di masa depan. Israel menilai,meski pihaknya berhasil menghancurkan proyektor nuklir Iran setelah mereka memperoleh suplai iptek tersebut maka hal itu tidak akan memberikan hasil apapun. Soal aktifitas militer, Israel menilai ada dua sekenario soal penggunakan kekuatan militer menggagalkan program nuklir Iran; pertama AS yang melakukannya atau Israel. Tentu Israel lebih memilih sekenario pertama karena kemampuan militernya yang besar.

Untuk menunaikan tugas yang ini (invasi militer) maka tentu Israel lebih memilih kemenangan John McCain karena sikapnya yang tegas terhadap proyek Iran disamping karena ia jenderal dan pejabat coordinator militer AS dan kongresnya. Keseriusan kandidat yang satu ini dalam hal menyelesaikan nuklir Iran lebih besar daripada Obama.

Emer Iron, pengamat militer harian Haaretz Israel menilai McCain adalah presiden AS terbaik sebab ia memiliki pandangan yang orsinil dan kuat soal kebutuhan membangun koalisi internasional dalam memerangi apa yang disebut negara-negara pembelot. Ia dinilai lebih baik daripada pesaingnya. Pada saat yang sama, ada ketidakpercayaan Israel terhadap Obama meski janji-janjinya yang diberikan kepada Israel. Obama dinilai meragukan dalam komitmen menghadapi ancaman Israel ketika ia berpidato di depan AIPAC, organisasi penekan Israel terbesar di AS. Keraguan Israel terhadap Obama menurut para wartawan di Israel seperti Nahom Berne’ dan Simon Shafer dalam harian Yediot Aharonot karena Obama berakar dari Islam, sebab nama ayah Obama adalah Husain. Dalam pidatonya di depan AIPAC, Obama berjanii akan menjaga keamanan Israel, menjamin kwalitas dan perbekalan militer yang mampu digunakan untuk menghadapi ancaman Iran, merencanakan penjualan senjata kepada Israel dalam dua decade dengan nilai 30 miliar dolar, memberikan system pertahanan rudal kepada Israel sesuai dengan peraturan NATO. Menurut wartawan Israel, masalah Obama hanya karena janjinya melakukan perundingan dengan presiden Iran.

Data jajak pendapat terakhir di AS, kans Obama mengungguli John McCain. Namun meskipun seandainya John McCain menang dalam bursa pemilihan presiden AS, dan berhasil menyelesaikan proyek nuklir Iran, maka dalam kondisi sekarang ini ada keraguan besar soal keberanian John McCain menyerang Iran seperti yang diinginkan oleh Israel. Ini karena krisis ekonomi dan keuangan di AS saat ini dan tekanan elit militer AS yang menyatakan bahwa serangan ke Iran akan mengancam keberadaan Iran di Iran dan akan membuat sulit AS di Afganistan.

Karenanya, pada saat ini, ada banyak indikasi Israel ingin AS melakukan serangan militer ke Iran di fase antara pemilu AS dan sebelum jabatan presiden AS diserahkan kepada prsiden terpilih. Sebab Bush tidak akan terpengaruh dengan serangan ini.

Presiden AS mendatang dan prinsip dasar Israel

Israel menggadaikan secara berlebihan kepada peran presiden AS yang baru dalam hal dukungannya terhadap kepentingan Israel dalam perundingan dengan Palestina. Israel meminta dari presdien AS yang baru bahwa tidak akan ada perundingan politik dengan Palestina. Israel sudah menyampaikan kepada calon presiden AS sebagai berikut:

1. Syarat pendirian negara Palestina adalah Palestina harus menghentikan perlawanan yang disebutnya sebagai aksi terorisme.

2. Mendirikan system politik Palestina yang tegas terhadap aksi provokasi terhadap Israel dan siap mengawasi dalam system pendidikan dan media masa.

3. Presiden AS harus komitmen dengan surat jaminan presdien Bush kepada PM Israel Ariel Sharon dimana AS mengakui realitas demografi setelah perang Juni 1967 terutama keberadaan permukiman Israel.

4. Penampungan pengungsi Palestina tidak boleh di dalam wilayah Israel. Artinya Israel menolak hak kembali pengungsi Palestina.

Penentu kebijakan Israel merasa tenang dengan sikap John McCain dalam masalah-masalah di atas. Meski Obama dalam banyak kesempatan komitemen mendepak Hamas dan mengambil segala kebijakan untuk kepentingan Israel.
Namun demikian di Israel adalah yang menilai bahwa identitas presiden AS mendatang tidaklah penting. Mantan menteri pertahanan Israel, Moshe Arnis mengatakan, hubungan AS – Israel terfokus kepada dasar yang kuat soal nilai dan kepentingan Israel bersama yang tidak mengandalkan identitas pemerintah penguasa di AS. Ia menegaskan bahwa bahaya bagi pemimpin politik Israel yang mengungkapkan kekhawatirannya akan masa depan hubungan AS dengan Israel agar kekhawatiran itu tidak jadi kenyataan. Arnis menegaskan bahwa meski hubungan Israel dan AS baik dan akan membaik, namun Israel meminta kepada presiden AS mendatang untuk menerapkan keputusan Kongres memindahkan kedubes AS dari Tel Aviv ke Al-Quds dan membebaskan agen Yahudi Amerika, Joshan Bulard yang memata-matai untuk kepentinagn Israel dan mengintenskan kerjasama Ameriak Israel dalam masalah teknologi. (bn-bsyr)
----------------------
sumber: infopalestina

Analisis: Menakar Prestasi SBY - JK

Oleh Iman Sugema
(Ekonom InterCAFE, Institut Pertanian Bogor)
-------------------
Ada tiga metode baku yang biasanya dilakukan ekonom dalam mengevaluasi kinerja suatu pemerintahan. Dua cara yang pertama sangat sederhana untuk dibuat dan, karena itu, merupakan metode yang paling populer. Cara tersebut biasanya menggunakan ukuran yang obyektif walaupun interpretasinya bisa subyektif. Cara ketiga adalah menggunakan hasil survei persepsi dan kemudian menginterpretasikannya secara obyektif.

Saya hanya mengambil beberapa sampel, yaitu pertumbuhan ekonomi, inflasi, kemiskinan, dan pengangguran. Dengan menggunakan ketiga metode tersebut, kita dapat memberikan gambaran yang lebih pas mengenai prestasi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla, yang kini sudah berjalan empat tahun.

Cara pertama adalah membandingkan data antarwaktu (time series). Misalnya, pertumbuhan ekonomi pada 2004 ketika SBY-JK mulai memerintah adalah 5,03 persen. Tahun berikutnya naik menjadi 5,69 persen, lalu turun ke 5,51 persen pada 2006, dan melonjak ke 6,32 persen pada tahun lalu serta 6,36 persen di semester pertama 2008. Secara umum, tren kinerja pertumbuhan dapat dikatakan menaik. Karena itu, pemerintah akan menyebutnya sebagai prestasi, seperti dinyatakan dalam pidato Presiden pada 16 Agustus lalu. Tentu hal ini bisa juga dibumbui dengan kenyataan bahwa tingkat pertumbuhan rata-rata pada pemerintahan sebelumnya ternyata lebih rendah.

Cara kedua adalah membandingkannya terhadap janji atau target pemerintah. Dalam dokumen Rancangan Pembangunan Jangka Menengah disebutkan bahwa target pertumbuhan ekonomi adalah 5,5 persen pada 2005, tahun berikutnya 6,1 persen, lalu 5,7 persen di 2006, 6,7 persen di 2007, 7,2 persen pada tahun ini, dan 7,6 persen pada 2009. Membandingkan target dengan realisasi, kita bisa menyimpulkan bahwa pada umumnya pemerintah tidak berhasil dalam merealisasi target pertumbuhan, kecuali pada 2005. Karena itu, lawan-lawan politik SBY-JK akan menggunakan fakta ini. Lebih masuk akal, bukan?

Dari kedua metode tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa pada pertumbuhan ekonomi dari 2005 menuju 2008 ada kecenderungan perbaikan, walaupun under perform. Interpretasi dan sudut pandang menjadi penting di sini dan sangat bergantung pada posisi politik Anda. Kalau Anda orang pemerintah, Anda akan bilang bahwa pemerintah telah berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi walaupun belum bisa mewujudkan janji-janjinya. Kalau Anda menjadi oposisi, Anda akan cenderung mengatakan prestasi pemerintah tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Karena itu, rakyat boleh merasa tidak puas terhadap kinerja pemerintah.

Kedua metode itu juga akan menghasilkan kesimpulan yang kira-kira sama kalau kita aplikasikan pada isu pengangguran dan kemiskinan. Tingkat pengangguran aktual adalah sebagai berikut: 10,3 persen (2005), 10,5 persen (2006), 9,8 persen (2007), dan 8,5 persen (2008). Angka-angka tersebut adalah tingkat pengangguran pada bulan Februari, yang secara serial paling konsisten. Setelah 2006, terdapat kecenderungan bahwa pengangguran relatif menurun. Tapi, kalau kita bandingkan dengan target dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah, bisa disimpulkan bahwa pencapaian pemerintah jauh di bawah target. Target dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah adalah 9,5 persen (2005), 8,9 persen (2006), 7,9 persen (2007), 6,6 persen (2008), dan 5,1 persen (2009). Selain di bawah target, dapat juga disimpulkan bahwa pemerintah kesulitan memenuhi janjinya.

Angka kemiskinan merupakan hal yang paling menarik. Dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah, pemerintah menargetkan angka kemiskinan menjadi 8,2 persen pada akhir 2009. Tidak ada target tahunan yang dijanjikan, memang, tapi dengan angka kemiskinan aktual pada 2008 yang masih di atas 15 persen, dapat disimpulkan tidak akan ada keajaiban dalam bentuk apa pun yang bisa membantu pemerintah memenuhi target tersebut. Apalagi 2008 dan 2009 akan merupakan tahun yang sangat menyulitkan menyusul terjadinya gonjang-ganjing finansial dunia.

Kinerja pengurangan kemiskinan juga bisa dibilang tidak cukup mengesankan. Karena dinaikkannya harga bahan bakar minyak secara fantastis, angka kemiskinan pada 2006 meloncat 120 basis point menjadi 17,8 persen. Dihitung dengan angka absolut, pemerintah masih menjadi net-creator di bidang kemiskinan sampai 2007. Baru pada tahun ini, angka kemiskinan secara persentase dan jumlah absolut penduduk miskin betul-betul menurun. Itu pun dengan catatan bahwa banyak pihak melontarkan kesangsian atas angka tersebut.

Target inflasi dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah juga terbilang sangat fantastis, yakni 7 persen (2005), lalu berturut-turut 5,5 persen, 5 persen, 4 persen, dan 3 persen (2009). Bandingkan dengan inflasi aktualnya, yaitu 17,1 persen (2005), 6,6 persen (2006 dan 2007), serta 12,1 persen pada September 2008. Pemerintah bisa saja menyalahkan bahwa kenaikan tersebut akibat lonjakan harga minyak dunia dan komoditas pangan. Tapi, seandainya harga bahan bakar minyak bisa dikendalikan, saya yakin inflasi tidak akan setinggi 2005 dan 2008.

Dari indikator-indikator makro tersebut, dan dengan mengaplikasikan dua metode evaluasi, kesimpulan berikut ini bisa ditarik. Walaupun terdapat perbaikan dalam angka pertumbuhan, kemiskinan, dan pengangguran, janji-janji dalam tiga hal itu sangat sulit diwujudkan. Dalam hal inflasi, angka aktual menunjukkan bahwa pemerintah tidak punya prestasi sama sekali serta sulit mewujudkan janji-janji kampanye dan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah. Untuk inflasi, kedua cara evaluasi tersebut menghasilkan kesimpulan yang sama, yakni total failure.

Sebagaimana telah diulas, kedua cara evaluasi ini mengandung kelemahan yang sama, yaitu bergantung pada sudut pandang Anda. Walaupun data yang digunakan merupakan indikator obyektif dan bisa dipertanggungjawabkan, interpretasinya bisa sangat subyektif, tergantung posisi Anda. Selain itu, metode ini tidak mencerminkan persepsi masyarakat.

Karena itu, evaluasi bisa juga dilakukan dengan cara yang ketiga, yaitu melalui survei persepsi. Kita cukup beruntung bahwa berbagai lembaga survei selalu melakukan monitoring mengenai hal ini. Contohnya adalah yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia, Lingkaran Survei Indonesia, dan Indobarometer. Saya tidak akan menunjukkan angka statistiknya secara detail, karena menyangkut kekayaan intelektual lembaga-lembaga tersebut.

Namun kesimpulan survei berbagai lembaga tersebut umumnya seragam. Angkanya saja yang sedikit berbeda. Jika kita gunakan hasil survei pada pertengahan 2008, akan sangat jelas bahwa tingkat kepuasan terhadap pemerintahan SBY-JK sudah jauh melemah, hanya sekitar 50 persen dari responden. Bandingkan tingkat kepuasan masyarakat pada awal pemerintahan SBY-JK, yang berada di atas 75 persen.

Sumber utama ketidakpuasan adalah ketidakmampuan pemerintah di bidang perekonomian. Ada tiga hal utama yang mereka anggap paling penting, yakni ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan harga, ketidakyakinan dalam memecahkan masalah pengangguran, dan kekurangpuasan dalam upaya menurunkan tingkat pengangguran. Tentu terdapat variasi dalam soal kedalaman pertanyaan dan jumlah responden, tapi kesimpulannya tetap sama.

Dengan menyatukan ketiga alat evaluasi tersebut, kita sekarang mendapatkan gambaran yang utuh. Kesimpulannya sebagai berikut. Pertama, terdapat ketidakpuasan yang nyata di masyarakat terhadap kinerja di bidang perekonomian. Inflasi adalah yang paling konsisten. Ketiga metode evaluasi menunjukkan kesimpulan yang sama. Bahkan survei persepsi menempatkan stabilitas harga sebagai hal yang paling penting. Ternyata di bidang inilah memang pemerintah paling jeblok.

Kedua, walaupun ada inkonsistensi di antara kesimpulan yang dihasilkan ketiga metode tersebut, hasil survei bisa menjadi benchmark. Walaupun ada perbaikan dalam angka pengangguran, tampaknya perbaikan itu belum dianggap cukup dirasakan oleh masyarakat. Artinya, ekspektasi masyarakat terhadap pemerintahan SBY-JK terlalu tinggi untuk bisa diwujudkan. Implikasinya bagi pemerintahan mendatang adalah mereka jangan terlalu mengumbar janji yang manis-manis.

Sebagai catatan terakhir, tantangan dan ekspektasi yang kita hadapi bersama memang sangat berat. Apalagi tahun depan diperkirakan gelombang krisis global akan semakin nyata. Ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintah bisa jadi makin besar.

Iman Sugema, Ekonom InterCAFE, Institut Pertanian Bogor
--------
sumber: tempointeraktif (
Kamis, 23 Oktober 2008)

Sang Pemburu Ukhuwah

by: Abu Hasan
-----------------
"Denah rmh pak sugeng mana???bsk syuro mau brgkt ga tau rumahnya..." Tanya Nazzma via blog ini .
"Denah rumah pak sugeng emang rada ribet, mending barengan aja sama mbak ikik atau yg laen." jawab Admin dari sebrang Srimartani.
"Tapi saya ada acara dl ma anak kantor,,jadi bisanya agak telat or nyusul...." balas Azzma penuh semangat menggebu ingin ikut Forum Ukhuwah DPRa Srimartani apapun yang terjadi (wah, kayak di sinetron aja!)
"Rumh p'sugeng: ikuti aja jln smping pak lurah,ada gapura putih k kanan,ada pr3an k kiri, ad pr3an kcil lg yg ad pohn jambu k knan.Tny aj rumh p'sugeng," ADel yang rumahnya tidak begitu jauh dari 'lokasi' akhirnya turun tangan memberi P3K (Pertolongan Pertama Pada Ketersesatan).

Akhirnya, kala Mentari beranjak ke peraduannya di suatu hari yang bernama Sabtu dengan kalender yang menunjuk angka 25 bulan kesepuluh di tahun dua ribu delapan bertempat di rumah Akh Sugeng Riyadi dusun Wanujoyo Kidul Srimartani Piyungan, sebanyak dua puluh ikhwan akhwat dari DPRa Srimartani duduk melingkar merajut ukhuwah mengurai problema dan menancapkan azam untuk kemenangan da'wah.

Majlis ini sedari awal kala pertama digagas dan dilaksanakan menggunakan title 'Forum Ukhuwah', tentu dengan suatu kesadaran bahwa Ukhuwah adalah pilar kedua setelah Aqidah yang akan mendatangkan kekuatan maha dahsyat. Kekuatan yang menjadi syarat terwujudnya sebuah kemenangan. Maka sudah selayaknya kalau forum-forum semisal ini menjadi 'buruan' bagi para kader seperti yang ditunjukan oleh seorang 'Azzma'.

"Dan (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha gagah lagi Maha Bijaksana." (Al-Anfal : 63)

Tak Kenal Maka Ta'aruf

Oleh Dimar 'Sembiring' Assidiqi
"Tak Kenal Maka Ta'aruf". Itulah kata-kata yang disampaikan mas Sunar kepada kami.
Tentunya kader PKS Piyungan sudah tidak asing lagi dengan nama Sunar. Tapi yang ini bukan akh Sunardi dari dusun Ngayang Sitimulyo Piyungan, melainkan "Teman Baru" PKS Srimartani dari dusun Mutihan Srimartani Piyungan. Mas Sunarmanto namanya, beliau adalah ketua pemuda di dusun Mutihan yang disillaturohimi PKS Srimartani pada kesempatan malam ini.

Seusai Syuro DPRa Srimartani yang bertempat di rumah Akh Sugeng Riyadi Wanujoyo Kidul (Sabtu, 25/10), Team Srimartani yang terdiri dari Akh Rusdi Martono, Akh Dhani Asy-Syakieb, Akh Eko Heri Purwanto dan Akh Hariyanto Sinyo, bersillaturohim ke rumah mas Sunarmanto atas "undangan " beliau sendiri. Bermula dari SMS permintaan bendera PKS oleh beliau ke Akh Akhied AE jam 16.30 sore yang kemudian diteruskan ke Akh Rusdi dan langsung kami tindaklanjuti malam hari ini juga.

Sesampainya di rumah mas Sunar, beliau menyampaikan alasan permintaan bendera tersebut. "Saya rencananya pengin memasang semua bendera partai-partai peserta PEMILU 2009 besuk, biar masyarakat sini bisa kenal semua mas" tutur beliau. Lanjut beliau "Saya ingin mendidik masyarakat tentang keberagaman, agar bisa terbiasa dan saling toleran satu sama lain mas". Pun demikian mas Sunar sangat terbuaka dengan semuanya, asalkan kesemuanya itu bisa bermanfaat untuk masyarakat.

Dialogpun berlanjut dan mas Sunar mulai bertanya-tanya tentang PKS. "Mas PKS itu bagaimana tho, punya program apa saja?". "Tak Kenal Maka Ta';aruf kan Mas?'. Kamipun memberikan informasi bahwa PKS mempunyai banyak sekali program pelayanan kepada masyarakat. Yang kesemuanya program itu bersifat "CONTINUE" alias selalu berlanjut. Tidak hanya karena menjelang PEMILU saja. Kamipun memberikan contoh-contoh progam layanan masyrakat yang meliputi; YANKES Gratis, NONBAR Gratis, YANKESWAN, FOTO KTP Gratis, Sembako Murah, Pakaian pantas pakai, Santunan Anak Yatim, Kajian Islam Multimedia, ketrampilan remaja putri dan Ibu-ibu melalui POS WK, Klub Bola Keadilan F.C dan lain-lain. Intinya yang kesemuanya itu adalah sarana kami PKS untuk bisa bermanfaat kepada masyarakat.

Di penghujung silaturohim, kami juga meminta do'a kepada mas Sunar, untuk mendo'akan PKS agar tetap bisa senantiasa istiqomah melayani masyarakat. Dan tentunya, pertemuan kami dengan Mas Sunar Mutihan ini bukan yang terakhir kali, 'orang potensial' seperti beliau ini 'wajib' untuk terus 'dibersamai'.

Hidayat Siap Jadi Capres PKS

Jakarta - Dibandingkan nama-nama calon presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang beredar, Hidayat Nur Wahid merupakan kandidat terkuat.

Sebagaimana pernyataan Presiden PKS Tifatul Sembiring bahwa ketua MPR itu sudah populer meskipun PKS belum mengkampanyekannya.

Ketika ditanyai di sela-sela Musyawarah Majelis Syuro ke-10 PKS di Jakarta, Sabtu (25/10), mengenai hal itu, Hidayat menjawab dengan tenang dan hati-hati. "Semua diserahkan kepada Majelis Syuro" ujarnya.

Ketika didesak apakah dirinya siap atau tidak untuk dicalonkan sebagai capres PKS, Hidayat secara tegas menyatalan siap.

"Saya siap jika itu merupakan keputusan Majelis Syuro, tapi kan belum diputuskan," jawabnya.

Hidayat mengatakan kader-kader PKS tidak dibiasakan untuk berbicara sebagai pribadi. Mengenai capres maupun koalisi, semua itu ditentukan oleh Majelis Syuro.

Hidayat juga tetap besar kepala dengan pernyataan Tifatul yang menjagokannya.

"Di sini banyak kader-kader yang bagus, ada Pak Anis Matta, begitu juga dengan Pak Tifatul dan Pak Hilmi," katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun INILAH.COM, ada lima nama capres PKS yang beredar. Selain Hidayat, Tifatul, dan Anis Matta, juga ada Mennegpora Adhyaksa Dault dan Dubes RI untuk Arab Saudi Salim Segaf Al-Jufri.
----------
sumber: inilah.com

Majelis Syura PKS Bahas Capres & Cawapres Hari Ini

Sabtu, 25 Oktober 2008

JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menggelar musyawarah Majelis Syura (MS) guna membicarakan kandidat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dari internal partai hari ini.

Pembahasan tersebut akan diagendakan dalam rapat Komisi Pemilihan Presiden (Pilpres) yang sudah ditetapkan dalam sidang majelis kemarin.

"Soal memunculkan satu atau dua nama (capres atau cawapres), peluang itu ada. Karena komisinya sudah disepakati yaitu Komisi Pilpres," kata Ketua DPP Bidang Pembinaan Wilayah PKS Martri Agoeng di sela Musyawarah MS PKS di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (24/10/2008).

Martri menyatakan, forum majelis sudah menetapkan empat komisi yang akan membahas setiap persoalan yakni Komisi Organisasi, Komisi Pemenangan Pemilu, Komisi Pilpres, dan Komisi Pernyataan Politik Kontemporer. "Soal calon ini akan mengemuka di Komisi Pilpres," tambahnya.

Terkait dengan nama calon, dia mengaku nama Ketua MPR Hidayat Nur Wahid yang sudah disebut dalam forum. Nama Hidayat muncul berdasarkan hasil survei di dalam dan di luar PKS. (lsi)

sumber: okezone

PKS Penentu Kemenangan Voting RUU Pilpres

JAKARTA - PDIP berusaha menghindari voting dalam penentuan syarat persentase suara untuk pengajuan pasangan capres-cawapres di RUU Pilpres. Di tengah tarik ulur tiga opsi voting, yaitu 15 persen kursi DPR/20 persen suara, 20 persen kursi/20 persen suara, dan 25 persen kursi, partai berhaluan nasionalis itu mengajukan tawaran kompromi.

''Usul kami 20 persen kursi atau 25 persen suara. Mudah-mudahan, ini bisa mencairkan kemungkinan terjadinya deadlock,'' kata anggota Fraksi PDIP Yasonna H. Laoly di Restoran Pulau Dua, kompleks Senayan, kemarin (24/10).

Menurut dia, sekalipun voting dimenangkan kubu pendukung angka 25 persen kursi, yakni PDIP dan Partai Golkar, kemungkinan terjadinya veto dari pihak pemerintah tetap ada. Sebab, sejak awal pemerintah mengusulkan dipertahankannya 15 persen kursi DPR atau 20 persen suara.

''Kalau sampai pemerintah tidak setuju dengan hasil voting, maka kita terpaksa kembali ke UU Pilpres lama, yaitu UU No.23/2003. Ini pasti menimbulkan masalah,'' ujarnya. Sebab, banyak materi di UU Pilpres lama yang sudah tidak sejalan dengan UU Pemilu Legislatif yang baru (UU No.10/2008).

Alasan lain PDIP mengajukan kompromi, imbuh Yasonna, PDIP menyepakati adanya acuan suara dalam syarat persentase yang tengah dipolemikkan. Jadi, tidak hanya berbasis kursi.

Tapi, mengapa ikut mendukung opsi voting 25 persen kursi yang tidak mengikutkan basis suara? ''Ya, itu bagian dari dinamikalah. Tapi, prinsipnya, kami ingin ada persentase berbasis suara juga,'' jelas wakil ketua Pansus RUU Pilpres itu.

Dia beralasan, tanpa mencantumkan syarat persentase berbasis suara bisa menjadi pintu masuk bagi gugatan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sebab, UUD 1945 menyebut pasangan capres-cawapres diajukan parpol atau gabungan parpol peserta sah pemilu. ''Persentase suara juga hasil pemilu, bukan hanya kursi DPR,'' cetusnya.

Di tempat yang sama, Ketua Fraksi PAN Zulkifli Hasan mengatakan, sekiranya voting benar-benar tidak bisa dihindari, penentu kemenangan adalah PKS. Saat ini, PKS satu-satunya kekuatan politik di DPR yang terang-terangan mendukung 20 persen kursi atau 20 persen suara.

''Kalau PKS ke 25 persen, berarti 25 persen yang menang. Kalau PKS ke 15 persen, berarti kami yang menang,'' ujarnya. Menurut dia, partainya tidak terlalu terbebani bila realitas politik parlemen memenangkan syarat 25 persen kursi.

''Kalau yang menang 25 persen kursi, ya sudah kami terima saja. Pada periode mendatang, kami mainkan lagi. Prioritas kami sekarang adalah mendapatkan suara sebanyak-banyaknya,'' tegas Zulkifli, lantas tertawa.

Dalam hitung-hitungan Jawa Pos, koalisi Golkar (129 kursi, sudah termasuk dua kursi milik PPKB), PDIP (109 kursi), dan PKS (45 kursi) di parlemen berjumlah total 273 kursi. Dengan mengansumsikan seluruh anggota dari tiga fraksi itu hadir di sidang paripurna dan solid, untuk memenangkan voting dengan minimal 276 suara, koalisi tiga fraksi sebenarnya masih kekurangan 3 suara.



JK Siapkan Voting

Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla menyatakan partainya sangat siap melakukan voting dalam penentuan syarat pengajuan calon presiden dalam pembahasan RUU Pilpres. Skenario voting sudah diramalkan Partai Golkar sejak awal pembahasan RUU tersebut.

Menurut Kalla, penentuan syarat pencalonan presiden melalui voting wajar-wajar saja. Keputusan melalui voting, katanya, tidak perlu dikhawatirkan. ''Ya namanya DPR, keputusan bisa melalui musyawarah atau voting,'' ujar Kalla setelah salat Jumat di Kantor Wakil Presiden kemarin.

Kalla optimistis keputusan DPR bisa sesuai dengan yang diusulkan Partai Golkar. Yakni, syarat pencalonan presiden adalah partai atau gabungan partai dengan 30 persen suara hasil pemilu legislatif. Partai Golkar memiliki 126 kursi di DPR, yang merupakan kekuatan terbesar di lembaga perwakilan rakyat.

Partai Golkar, kata Kalla, menginginkan pemerintahan ke depan kuat secara politik. Pemerintahan yang kuat harus didukung kekuatan besar di parlemen. Sehingga koalisi antarparpol harus diperkuat di DPR. ''Pemerintah kuat itu bisa terjadi dengan berkoalisi. Dan koalisi harus dibentuk sebelum pilpres,'' terang Kalla. (pri/tom/rdl)

sumber: jawapos

Wawancara Tifatul: Koalisi PKS-PDIP Tak Masalah!

Jakarta – Forum Majelis Syura yang digelar oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jumat (24/10), memiliki makna strategis bagi partai berlambang padi dan kapas ini. Dihadiri 99 dari majelis syura seluruh Indonesia itu membahas soal capres serta arah koalisi dalam Pemilu 2009.

Menurut Presiden PKS Tifatul Sembiring, Majelis Syura akan membedah dan menguliti nama-nama capres/cawapres yang beredar serta usulan koalisi dengan partai politik lainnya. “Semuanya akan dikuliti dan dibedah. Mana yang resisten bagi internal PKS dan yang mana tidak ,” kata Tifatul kepada INILAH.COM, Jumat (24/10) di Jakarta.

Namun, secara implisit, Tifatul menjelaskan, wacana koalisi PKS dengan PDI Perjuangan yang beberapa pekan ini menguat, tidak ada persoalan di internal PKS. “Saat ini ideologi parpol Islamis-Nasionalis semakin kabur,” tegasnya.

Inikah sinyal PKS menerima pinangan PDI Perjuangan? Padahal, beberapa tahun lalu, kedua partai ini saling menjaga jarak untuk tidak melakukan koalisi. Berikut penjelasan lengkap Tifatul Sembring:

Apa sebenarnya kriteria capres/cawapres yang akan diusung oleh Majelis Syura PKS?

Tentu kalau secara umum memiliki track record moral, yang bersangkutan tidak pernah terlibat KKN, punya karakter negarawan, visioner, tegas, dan berani dalam mengambil kebijakan. Selain itu, loyal terhadap tugas-tugasnya, serta memiliki kemampuan komunikasi yang bagus. Tapi jelas kita melihat perlembangan internal kita, karena kita tidak mungkin maju sendiri, kita perlu koalisi. Nah itu perlu kita hitung juga, PKS berkoalisi dengan siapa.

Artinya, forum majelsi syuro menentukan ke mana arah koalisi PKS dalam Pemilu 2009?

Ya. Masalah strategis itu. Dalam AD/ART itu masuk dalam kewenangan Majelis Syura.

Bagaimana dengan gagsan koalisi antara PDI Perjuangan dan PKS yang menguat?

Di PKS belum ada pembahasan sama sekali, termasuk pembahasan tentang koalisi dengan PDI Perjuangan. Yang kita lakukan tempo hari adalah silaturaham dengan semua partai, termasuk PDIP.

Banyak pandangan dari berbagai kalangan, jika PKS dan PDIP berkoalisi dalam Pemilu 2009 maka koalisi ini akan buyar di tengah jalan karena persoalan ideologi yang berbeda antara PKS dan PDI Perjuangan?

Tidak juga. Waktu kita bertemu dengan Pak Taufik Kiemas, beliau mengatakan bahwa yang disebut oleh PKS ‘umat’ itu, ya ‘rakyat’ dalam terminologi PDI Perjuangan. Yang dimaksud ‘marhaen’ di PDI Perjuangan, bagi PKS ya ‘kaum dhuafa’. Jadi kalau menurut saya, memang ke depan perlu dipikirkan format koalisi Islamis-nasionalis supaya pemerintahan stabil.

Jadi sama sekali tidak ada persoalan ideologi jika koalisi PDI Perjuangan dengan PKS?

Tidak. Saya kira saat ini, mulai mengabur soal ideologi partai nasionalis dan partai Islamis karena di PDI Pejungan ada Baitul Muslimin Indoensia (BMI).

Selain soal gagasan koalisi dengan PDI Perjuangan, apakah opsi lainnya juga masuk dalam pembicaraan Majelis Syuro PKS?

Tentu akan kita bicarakan, termasuk soal koalisi dengan SBY. Karena dalam Pemilu 2004 lalu, PKS koalisi dengan Partai Demokrat dan SBY. Itu kan juga partai nasional; dan tidak ada masalah kan.

Kalau boleh tahu bocoran, apa yang menguat di internal PKS dari DPC hingga DPP soal koalisi Pemilu 2009?

Ya usulan dengan berbagai macam partai semuanya akan dibedah satu persatu. Kira-kira kita cocoknya ke mana, apakah ada resistensi dari internal atau eksternal. Ini kan soal kapasitas.
-------------
sumber: inilah.com

Kader PKS Ingin Capres Hidayat

Jumat, 24 Oktober 2008

Jakarta - Nama mantan Presiden PKS Hidayat Nurwahid menjadi nama yang paling diinginkan para kader PKS untuk diusung dalam Pilpres 2009.

"Hidayat yang paling kuat di sini," kata Presiden PKS Tifatul Semibiring di sela Musyawarah Majelis Syuro PKS yang berlangsung di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (24/10).

Namun saat ini, lanjut Tifatul, perdebatan yang terjadi adalah apakah nama capres akan diumumkan sebelum pemilu legislatif atau setelah pemilu legislatif.

"Yang mengatakan harus diumumkan sebelum pemilu legislatif beralasan dapat mendongkrak suara, selain itu pasca legislatif tenggang waktunya sedikit untuk menyosialisasikan calon," imbuh Tifatul.

Soal calon eksternal, Tifatul mengatakan PKS sedang mempertimbangkan akan berkoalisi dengan partai mana saja. "PKS setuju syarat capres 30 persen dalam RUU Pilpres. Karena setelah dipikirkan pada periode 2004 lalu dukungan yang terlalu kecil pada capres yang memenangkan pilpres justru merepotkan sendiri. Gampang digoyang dan deadlock," paparnya.

Dengan syarat persentase yang tinggi itu juga bisa mencegah 'penumpang' yang ikut bergabung dalam koalisi. "Setelah menang baru pada merapat, jadi dari sekarang disyaratkan saja 30 persen. Bisa satu putaran (pilpres) dan hemat biaya sampai Rp 700 miliar. Cocok dengan situasi sekarang," ujar Tifatul.

Tifatul mengungkapkan, hasil kajian Litbang DPP PKS menunjukkan, kondisi politi bangsa lebih stabil jika presiden terpilih diupayakan didukung lebih dari 40 persen suara.

sumber: inilah.com

Jelang Pemilu, Majelis Syuro PKS Gelar Munas

JAKARTA - Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Musyawarah X di Hotel Sahid Jakarta. Musyawarah ini mengagendakan pembahasan hasil survei serta strategi pemilu 2009 mendatang.

Humas PKS Mabruri mengatakan, acara yang dihadiri oleh 99 orang anggota majelis syuro dari seluruh Indonesia ini akan dilaksanakan secara tertutup.

"Tapi hari terakhir nanti kami akan menyampaikan hasil ini pada konferensi pers," tegasnya sebelum pembukaan musyawarah, di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Jumat (24/10/2008).

Sementara itu, untuk agenda musyawarah, kata Mabruri, adalah pandangan akan disampaikan wakil-wakil PKS dari daerah yang dilanjutkan dengan presentasi hasil survei Elektabilitas. "Yakni komparasi hasil survei umum dengan hasil survei internal," tegasnya.

Hal tersebut, kata Mabruri dinilai sebagai tolok ukur PKS dalam mencapai suara 20 persen dalam pemilu mendatang.

"Karena saat ini PKS baru mencapai 7,5 persen, makanya nanti malam musyawarah akan membahas langkah ke depan mengenai target pencapaian itu," ungkapnya.

Mabruri menambahkan, 99 orang anggota majelis syuro ini terdiri dari anggota senior yang berasal dari daerah. "Anggota majelis syuro ini tidak harus ketua DPD," katanya.
(ded)

sumber: okezone

Dewan Syuro Tentukan Koalisi PKS

Pontianak - Sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk berkoalisi dalam mengusung calon presiden di Pemilu 2009 akan ditentukan dalam Sidang Majelis Syuro PKS di Jakarta, 24-26 Oktober 2008.

"Yang akan dibahas di Majelis Syuro di antaranya tentang menyikapi masalah perkoalisian ke depan," kata anggota Majelis Syuro DPP PKS, Hidayat Nur Wahid di Pontianak, Kamis (23/10).

Menurut Hidayat Nur Wahid, koalisi tidak dapat dihindari karena hampir tidak mungkin ada partai politik yang 'single majority' di Pemilu 2009.

"Partai harus berkoalisi untuk mengusung Presiden di 2009," katanya. "Sedangkan untuk PKS, koalisi tidak akan 'terlalu lebar' dan 'terlalu pelangi. Tetapi menggambarkan tentang adanya kebersamaan antara partai nasionalis agama dan nasionalis sekuler," katanya.

Kebersamaan diperlukan untuk menghadirkan Indonesia yang semakin kokoh dan kuat serta berdemokrasi.

Ia menambahkan, koalisi partai politik bukan hal yang baru untuk PKS. "PKS adalah komunitas politik yang biasa berkoalisi. Ada dengan PDIP, Golkar, PAN, ada juga dengan PPP dan Partai Demokrat," kata Hidayat Nur Wahid.

PKS, lanjutnya, bahkan siap mengajak partai politik lain untuk berkoalisi kalau suara pada Pemilu 2009 mencapai 20 persen lebih. "Siapa yang akan diajak, tunggu Majelis Syuro dan Pemilu 2009," kata mantan Presiden PKS ini.

Mengenai munculnya wacana kalau ia akan berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri atau calon presiden lainnya di Pemilu Presiden 2009, Hidayat Nur Wahid mengatakan hal itu tidak dilarang dalam berdemokrasi.

"Yang mewacanakan itu jelas bukan dari PKS, tetapi dari tokoh PDIP dan sebagian lain," kata dia. Ia juga menegaskan bahwa keputusan-keputusan seperti itu bukan dari luar PKS atau individual pengurus, melainkan oleh Majelis Syuro.

sumber: inilah.com

BASIS PKS

Oleh Abu Hasan
-------------------
"Pemilu tahun lalu saya membuat baliho besar PAN yang dipasang persis disini bersama anak-anak muda sini," ujar Mas Ridwan kepadaku sambil menunjuk area di pintu gerbang masuk Dusun Klenggotan. "Ya, pasangnya disitu saja!", lanjut Mas Ridwan 'mengkomando' teman-temannya yang malam itu (Kamis, 23/10) memasang Baliho Besar bertuliskan 'BASIS PKS' berwarna merah darah dibawah logo besar PKS.

Terlihat antusias sekali Mas Ridwan dan anak-anak muda lokal dusun Klenggotan bergotong royong menyiapkan bambu dan perkap yang lain untuk pemasangan baliho besar PKS di kampung mereka, dusun Klenggotan.

Beberapa kader PKS Piyungan lintas DPRa turut 'membersamai' aksi Malam Jum'at Kliwon (memang tadi malam itu pas malam jum'at kliwon). Ada 'Bos' DPRa Srimulyo Andi TW (dusun Klenggotan berada di wilayah desa Srimulyo), Ketua DPRa Srimartani Rusdi Van Tambalan, Dhanie Asy-Syakib, Skul Purnomo dan Didi Nganyang dari DPRa Sitimulyo, dan 'Sang Arsitek' Si Boy from Sanan.

Dusun Klenggotan yang berada di wilayah desa Srimulyo kecamatan Piyungan merupakan dusun dengan jumlah pemilih terbesar se-desa Srimulyo, sehingga dalam setiap event 'pemilihan', dusun Klenggotan menjadi tolak ukur 'kemenangan'.

Mas Ridwan adalah tokoh 'anutan dan penggerak' pemuda dusun Klenggotan. Beliau, yang bekerja dengan membuka counter HP, menjadi 'incaran' para petinggi partai di kecamatan Piyungan untuk memperoleh 'kemenangan' di dusun Klenggotan.

Malam Jum'at kliwon seakan menjadi saksi 'tekad' seorang pemuda yang tergerak untuk menegakkan nilai-nilai keadilan demi terwujudnya kesejahteraan.
 
© Copyright PIYUNGAN ONLINE
fixedbanner