NEWS UPDATE :

Selamat Idul Fitri 1429 H

Selasa, 30 September 2008

Sebelum Ramadhan pergi
Sebelum Idul fitri datang
Sebelum operator sibuk
Sebelum sms pending mulu
Sebelum pulsa habis
Dari hati ngucapin MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Jika HATI sejernih AIR, jangan biarkan IA keruh,
Jika HATI seputih AWAN, jangan biarkan dia mendung,
Jika HATI seindah BULAN, hiasi IA dengan IMAN.
Mohon Maaf lahir Dan batin

Andai jemari tak sempat berjabat.
Jika raga tak bisa bersua.
Bila Ada kata membekas luka.
Semoga pintu maaf masih terbuka.
Selamat Idul Fitri

Faith makes all things possible.
Hope makes all things work.
Love makes all things beautiful.
May you have all of the three.
Happy Iedul Fitri.

Walopun operator sibuk n’ sms pending terus,
Kami sekeluarga tetap kekeuh mengucapkan
Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir Dan batin

Bila kata merangkai dusta..
Bila langkah membekas lara…
Bila hati penuh prasangka…
Dan bila Ada langkah yang menoreh luka.
Mohon bukakan pintu maaf…
Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin

Walaupun Hati gak sebening XL Dan secerah MENTARI.
Banyak khilaf yang buat FREN kecewa,
Kuminta SIMPATI-mu untuk BEBAS kan dari ROAMING dosa
Dan Kita semua hanya bisa mengangkat JEMPOL kepadaNya
Yang selalu membuat Kita HOKI dalam mencari kartu AS
Selama Kita hidup karena Kita harus FLEXIbel
Untuk menerima semua pemberianNYA
Dan menjalani MATRIX kehidupan ini…
Dan semoga amal Kita tidak ESIA-ESIA…
Mohon Maaf Lahir Bathin.

MTV bilang kalo mo minta maap g ush nunggu lebaran
Org bijak blg kerennya kalo mnt maap duluan
Ust. Jefri blg org cakep mnt maap gk prl disuruh
Kyai blg org jujur Ga perlu malu utk minta maap
Jd krn Merasa anak nongkrong yg jujur, keren, cakep dan baek
Ya gw ngucapin minal aidzin wal faizin , mohon maaf lahir Dan batin ..

Mawar berseri dipagi Hari
Pancaran putihnya menyapa nurani
Sms dikirim pengganti diri
SELAMAT IDUL FITRI
MOHON MAAF LAHIR BATHIN

Selamat Hari Idul Fitri ,
Marilah Kita saling mengasihi n memaafkan…
Ku tau kau telah banyak berbuat salah Dan dosa kepadaku,
sering meminjam duit n Ga ngembaliin,
pake motor Ga pernah isi bensin,
tapi tak usah risau… Ku t`lah memaafkanmu. ..
---------

Bazar DPRa PKS Srimartani Membuat Ceria Ibu-ibu Kemloko

Senin, 29 September 2008



Reporter: Abu Hasan
KEMLOKO SRIMARTANI - Berbagi Ceria. Itu tema kegiatan DPRa PKS Srimartani di akhir Ramadhan menyambut Idul Fitri 1429. Setelah Sabtu (27/9) kemarin, DPRa PKS Srimartani berbagi ceria dengan anak-anak yatim, maka Ahad (28/9) DPRa Srimartani berbagi ceria dengan ibu-ibu dusun Kemloko Srimartani.

Pagi-pagi benar kader-kader DPRa PKS Srimartani sudah 'nggruduk' ke dusun Kemloko guna menggelar Bazar Sembako Murah & Pakaian Pantas Pakai. Ternyata ibu-ibu Kemloko juga sudah bergerombol di halaman depan Masjid Kemloko. Mereka sangat antusias hadir guna mendapat paket sembako seharga 20 ribu dengan hanya membayar 10 ribu alias diskon 50%. Tak kalah menarik adalah 'pakaian pantas pakai' yang masih bagus-bagus dengan bandrol seribu sampai lima ribu perak.

Maka ketika acara secara resmi dibuka oleh Ketua DPRa Srimartani Rusdi Martono, sontak para ibu dan anak-anaknya menyerbu stand pakaian pantas pakai. Lumayan, bisa murah meriah berlebaran.

Hanya berlangsung sekitar dua jam, 'barang dagangan' DPRa Srimartani ludes. Sebanyak 200 paket sembako tak bersisa, sedangkan pakaian pantas pakai tinggal beberapa potong.

PKS Berbagi Ceria benar-benar telah membuat ceria ibu-ibu dan anak-anak dusun Kemloko Srimartani Piyungan bantul Yogyakarta.

DPRa PKS Srimartani Berbagi Ceria dengan Anak Yatim Lewat Kado Lebaran

Reporter: Delim@
KWASEN, SRIMARTANI - Hari ke-27 Romadhon 1429 yang bertepatan juga dengan Sabtu 27 September 2008, sangatlah menyenangkan bagi 26 anak yatim yang kurang mampu di wilayah Desa Srimartani Piyungan Bantul D.I. Yogyakarta. Pasalnya, pada hari itu mereka mendapat undangan istimewa dari DPRa PKS Srimartani dalam acara Buka Bersama Anak Yatim dan Pembagian Kado Lebaran.

Acara yang berlangsung di kediaman Kyai Fauzan Kwasen Srimartani, selain dihadiri anak yatim dan walinya, juga dihadiri Bapak Amir Syarifudin aleg DRPD Bantul dari PKS dan tokoh-tokoh masyarakat dari dusun Kwasen.

Diawal acara, hadirin dibuat tersentuh dengan lantunan tilawah nan merdu yang dibawakan oleh ananda Herfiyanto santri TPA Sunan Geseng Jolosutro. Pada sesi sambutan, Bapak Amir Syarifudin meminta anak-anak yatim yang hadir mendo’akan PKS agar tetap istiqomah melayani masyarakat bukan saja ketika mau pemilu tetapi bisa terus hadir dan bermanfaat sepanjang masa. Beliau meminta itu karena do’a anak yatim adalah do’a yang mustajab.

Detik-detik menjelang bedug maghrib anak-anak sudah duduk rapi untuk bersiap-siap berbuka puasa. Wajah mereka nampak sumringah melihat menu buka puasa kali ini. Ketika adzan berkumandang serentak mereka pun melafalkan doa berbuka Allaahumma laka sumtu....

Tiba saat pembagian kado lebaran, anak-anak pun riang dan sabar berbaris untuk mendapatkan giliran menerima kado. Setiap anak mendapatkan bingkisan berupa seperangkat alat tulis dan sejumlah uang saku. Acara berakhir dengan senyum ceria anak-anak menenteng bingkisan kado lebaran.

Anak yatim itu…. Mereka juga berhak ceria di hari fitri ini.

Selamat Idul Fitri 1429 H
Mohon Maaf Lahir & Batin
Taqobbalallahu minna wa minkum

Khutbah Idul Fitri 1429

Minggu, 28 September 2008

Ramadhan, untuk Esok Yang lebih Cerah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اللهُ أكْبَرُ، اللهُ أكْبَرُ، اللهُ أكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الله أكْبَرُ، الله أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ، الله أكْبَرُكَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأصِيْلاً، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله الله أكْبَرُ، الله أكْبَرُ وَلله الْحَمْدُ.

الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِ الأنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أجْمَعِيْنَ.

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada tuhan selain Allah yang Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji hanya milik Allah. Allah Maha Besar sebesar-besarnya, segela puji bagi-Nya sebanyak-banyaknya, Maha Suci Allah dari pagi hingga petang hari. Tiada tuhan selain Allah, sendiri. Yang benar janji-Nya, yang memberi kemenangan kepada hamba-Nya, yang memuliakan prajurit-Nya sendirian. Tiada tuhan selain Allah, dan kita tidak beribadah kecuali hanya kepada Allah, mengikhlaskan agama hanya kepada-Nya, walaupun orang-orang kafir membenci. Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, bagi Allah-lah segala puji.”

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar…

Pada pagi hari ini kita menyaksikan ratusan juta manusia mengumandangkan takbir, tahlil, tasbih, dan tahmid. Semilyar mulut menggumamkan kebesaran, kesucian, dan pujian untuk Allah Subahanhu wa Ta’ala, sekian banyak pasang mata tertunduk di hadapan kemaha-besaran Allah Azza wa Jalla, sekian banyak hati diharu-biru oleh kecamuk rasa bangga, haru, bahagia dalam merayakan hari kemenangan besar ini. Sebuah kemenangan dalam pertempuran panjang dan melelahkan, bukan melawan musuh di medan laga, bukan melawan pasukan dalam pertempuran bersenjata. Namun, pertempuran melawan musuh-musuh yang ada di dalam diri kita, nafsu dan syahwat serta syetan yang cenderung ingin menjerumuskan kita. Ibnu Sirin berkata tentang sulitnya mengendalikan jiwa, “Aku tidak pernah mempunyai urusan yang lebih pelik ketimbang urusan jiwa.” Hasan Bashari berkata, “Binatang binal tidak lebih membutuhkan tali kekang ketimbang jiwamu.”

Kemenangan melawan hawa nafsu ini adalah inti kemenangan, inilah kemenangan terbesar, kemenangan utama yang akan melahirkan kemenangan-kemenangan lain dalam semua kancah kehidupan dunia yang kita arungi. Kita membutuhkan kemenangan seperti ini untuk memenangkan semua pertarungan yang kita hadapi dalam hidup ini. Betapa banyak perangkat-perangkat meteri kemenangan dikuasai oleh seseorang, kelompok, dan bangsa. Namun ternyata mereka harus menelan kekalahan dengan sederet perangkat materi itu. Mereka memiliki ilmu dan teknologi, senjata, perlengkapan, dan sarana lainnya, namun itu semua tidak berdaya di hadapan seseorang, kelompok, atau bangsa yang memiliki ketangguhan jiwa, kekuatan mental, dan kematangan pribadi.

كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 249).

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil-hamdu…

Selama sebulan penuh kita berada dalam bulan suci, bulan penuh keberkahan dan nilai. Bulan yang mengantarkan kita kepada suasana batin yang sangat indah. Bulan yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan bagi kita kaum Muslimin. Bulan Ramadhan melatih kita untuk memberi perhatian kepada waktu, di mana banyak manusia yang tidak bisa menghargai dan memanfaatkan waktunya. Ramadhan melatih kita untuk selalu rindu kepada waktu-waktu shalat, yang barangkali di luar Ramadhan kita sering mengabaikan waktu-waktu shalat. Adzan berkumandang di samping kanan kiri telinga kita, namun kita tetap dengan segala kesibukan kita, tak tergerak bibir kita untuk menjawabnya apa lagi untuk memenuhi panggilan itu…

Dan kita membiarkan suara Muadzin itu memantul di tembok rumah dan kantor kita, lalu pergi bersama angin lalu.

Sedangkan pada bulan Ramadhan ini kita selalu menunggu suara adzan, minimal adzan Maghrib, kita tempel di rumah kita bahkan kita hapal jadwal Imsakiyyah…

Mudah-mudahan selepas Ramadhan ini rasa rindu kepada waktu shalat selalu kita pelihara. Waktu adalah kehidupan. Barangsiapa menyia-nyiakan waktunya berarti ia menyiakan-nyiakan hidupnya.

Ada survei tahun 1980 bahwa Jepang adalah negara pertama yang paling produktif dan evektif dalam menggunakan waktu, disusul Amerika dan Israel. Subhanallah, ternyata negara-negara itu kini menguasai dunia. Sebagai seorang muslim, mestinya kita menjadi orang yang paling disiplin dengan waktu kita. Al-Qur’an yang kita baca di bulan Ramadhan mengisyaratkan pentingnya waktu bagi kehidupan. Bahkan pada banyak ayat Allah bersumpah dengan waktu.

Maka jika kita ingin menjadi manusia yang terhormat di antara manusia lain dan bermartabat di sisi Allah, hendaknya kita isi waktu kita dengan hal-hal yang produktif, baik untuk kepentingan dunia atau akhirat kita.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil-hamdu…

Ramadhan juga melatih kita untuk memakmurkan tempat-tempat ibadah; masjid, mushalla, dan surau. Gegap gempita kita mendatangi rumah-rumah Allah ini, kita kerahkan anak istri kita untuk meramaikan tempat suci ini. Hingga ketika menyaksikan pemandangan indah ini seseorang sempat berkhayal, “Andai Ramadhan datang dua belas kali setahun.” Begitu indah pemandangan ini, suara pujian dan doa bersahut-sahutan dari pengeras suara di antara masjid-masjid. Alam serasa hanyut dalam tasbih dan istighfar.

Suasana ini perlu kita pertahankan selepas Ramadhan ini, kita perlu mengerahkan keluarga kita untuk memakmurkan masjid-masjid Allah. Sehingga kita layak mendapatkan janji Allah, bahwa,

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ الله فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ….. وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ بِالْمَسَاجِدِ

“Ada tujuh golongan manusia yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya di hari dimana tidak ada naungan selian naungan Allah….dan seseorang yang hatinya terikat dengan masjid.”

Ramadhan juga melatih kita untuk lebih mementingkan ketaatan kepada Allah dengan mengorbankan tenaga dan kepentingan kita, saat-saat kita masih lelah bekerja seharian, setelah sepanjang siang kita bertahan dengan rasa lapar dan dahaga, saat kita mestinya beristirahat dari kepenatan, namun, justru kita ruku’ dan sujud dalam shalat tarawih atau qiyamu Ramadhan dengan satu harapan, mudah-mudahan kita mendapatkan keridhaan Allah, itulah satu-satunya yang paling berharga dalam hidup kita selaku Muslim.

Semangat ini juga mestinya kita jaga setelah Ramadhan, kita perlu mempersembahkan apa yang kita miliki ini untuk meraih keridhaan Allah. Sejatinya, apa yang kita miliki saat ini hanya amanah dari Allah Ta’ala, apakah kita dapat menunaikannya atau tidak. Hendaknya keridhaan Allah itu menjadi tujuan kita, tidak ada desah nafas, mulut bergerak, tangan berayun, dan kaki melangkah kecuali kita harus mengirinya dengan satu pertanyaan, “Apakah dengan apa yang saya ucapkan dan saya lakukan ini saya akan mendapatkan ridha Allah.” Hingga dengan demikian serasilah apa yang sering kita ikrarkan,

إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam.”

Ramadhan juga melatih kita untuk mempunyai rasa solidaritas sesama manusia, dengan rasa lapar dan dahaga kita teringat akan nasib sebagian dari saudara-saudara kita yang kurang beruntung di dalam hidup ini, mereka setiap harinya dirongrong rasa lapar dan dahaga. Apalagi, rasa kemanusiaan semacam ini nyaris mulai sirna dewasa ini. Saat budaya hedonisme mulai menjangkiti manusia modern, dimana mereka hanya disibukkan oleh urusan pribadi, nafsi-nafsi, urusanku urusanku sendiri, silahkan urus urusanmu sendiri. Hal ini diakibatkan karena orientasi hidup manusia modern yang hanya memandang materi sebagai satu-satunya tujuan. Bahkan, terkadang untuk memenuhi ambisi kebendaannya seseorang rela menghalalkan segala cara.

Solidaritas semacam ini perlu kita pelihara dan kita aplikasikan dalam hubungan dengan sesama manusia dengan melakukan shiyam-shiyam sunnah, di mana Islam telah mensyariatkannya. Manusia modern perlu melakukan puasa untuk melatih kepekaan sosialnya, para pejabat perlu melakukan puasa sunnah untuk merasakan derita yang dialami sebagian besar bangsa ini. Sehingga, muncullah kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada masyarakat miskin. Atau, minimal dapat menurunkan gaya hidup kelas tinggi mereka di tengah bangsa yang menangis ini.

Kita menyambut adanya itikad baik dari pemimpin negeri ini untuk membudayakan hidup sederhana. Alangkah indahnya jika ajakan hidup sederhana ini diterapkan oleh semua pihak, terutama para pejabat, menteri, anggota dewan, dirjen-dirjen dan lain sebagainya. Ini akan menggurangi anggaran negara dan dapat dialokasikan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.

Bangsa ini masih terpuruk, rakyat masih menderita. Kemiskinan menjadi pemandangan utama di setiap sudut kota dan pelosok desa. Tidaklah pantas memamerkan kemewahan di hadapan mereka. Apalagi menggunakan fasilitas negara.

Zuhud, adalah sikap yang diajarkan Islam kepada kita dalam hidup ini. Az-Zuhri ditanya tentang makna zuhud dan dia menjawab, “Zuhud bukanlah pakaian yang kumal dan badan yang dekil. Zuhud adalah memalingkan diri dari syahwat dunia.” Orang mukmin boleh kaya dan berjaya, namun yang ada di hatinya hanyalah Allah semata. “Letakkan harta di tanganmu dan jangan letakkan di hatimu.” Demikian nasihat ulama.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil-hamdu…

Sungguh banyak pelatihan yang diberikan oleh Diklat Ramadhan kepada kita, itulah barangkali di antara hikmah disyariatkannya shiyam selama sebulan agar sebelas bulan sisanya kita lalu dengan menerapkan nilai-nilai Ramadhan. Agar suasana spiritual yang dilatih selama sebulan ini menjadi energi kita dalam mengarungi sebelas bulan berikutnya. Agar predikat takwa itu benar-benar terjaga dalam diri kita. Sebab ketakwaan itulah bekal hidup dan modal kita untuk menghadapi pengadilan Allah Azza wa Jalla.

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَاأُولِي الْأَلْبَابِ

“Dan berbekallah kalian, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.”

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sesungguhnya sebaik-baik kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil-hamdu…

Demikianlah Ramadhan telah memberikan banyak perubahan dalam diri kita. Mulai dari sikap, perilaku, dan paradigma dalam memandang hidup dan kehidupan ini. Mestinya ini semua menjadi bekal kita untuk melakukan perubahan-perubahan di masa depan, perubahan yang mengantarkan hidup kita ke arah yang lebih baik. Sebagai pribadi maupun bangsa.

Sungguh kehidupan yang kita lalui masih sulit, beban yang kita pikul semakin berat. Baik sebagai pribadi atau sebagai bangsa, kita sekarang belum juga bisa berkelit dari krisis multi dimensi yang cukup pelik. Pekerjaan kian sulit dicari, harga-harga masih membumbung tinggi, angka pengangguran masih tinggi, bencana alam, kejahatan meraja-lela. Demi sesuap nasi, nilai-nilai yang semestinya dijunjung dan dijaga tidak diindahkan lagi. Bahkan, nyawa yang begitu mahal dan berharga oleh semua agama dan ideologi, kini menjadi taruhan yang sangat murah. Dari layar TV dan media cetak kita sering menyaksikan peristiwa pembunuhan yang sungguh mendirikan bulu kuduk kita; seorang anak membantai ayahnya, suami mencincang istrinya, tetangga menghabisi tetangganya, saudara menggorok saudaranya, yang rata-rata motifnya sama, ekonomi.

Tidak ada bekal terbaik untuk menghadapi kondisi sulit ini selain ketakwaan. Barangkali semua orang sepakat bahwa kita semua harus bangkit untuk mengatasi semua kesulitan yang melanda kita dan bangsa kita dewasa ini. Untuk itu di hari yang fitri ini, di tengah kita merayakan kemenangan besar ini. Di mana kita baru saja selesai melakukan pelatihan selama sebulan penuh, di mana nuansa kesucian tengah kita rasakan saat ini, sehingga pikiran dan hati kita tengah mengalami pencerahan karena nilai-nilai ketakwaan. Marilah kita menatap hari esok dengan semangat berubah ke arah yang lebih baik dan penuh optimisme, dan memang seorang Mukmin, seorang Muttaqi, seorang yang bertakwa pantang kehilangan asa dalam kondisi apapun. Optimisme adalah harga mati jika kita ingin bangkit mengatasi berbagai kesulitan ini.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil-hamdu…

Ada beberapa variabel untuk membangun optimisme dalam diri kita.

Pertama, Husnudzan kepada Allah.

Husnudzan atau berprasangka baik kepada Allah ini harus kita kokohkan dalam diri kita. Kita sepakat bahwa tidak ada satu peristiwa yang terjadi selain dengan izin dan kehendak Allah, termasuk ujian dan kesulitan yang tengah kita hadapi. Dan seorang Mukmin selalu menghadapi semua ketentuan Allah itu dengan prasangka baik. Ia mempunyai prinsip bahwa apa yang menimpanya, itulah yang terbaik baginya menurut Allah. Oleh karena itu ia tidak menggerutu kepada Penciptanya, ia tidak memberontak karena keputusan Tuhannya, dan ia selalu menatap semua ujian itu dengan senyum. Ia yakin akan mendapatkan dua keuntungan dari ujian itu:

1. Diangkat dan dihapuskannya kesalahan dan dosa-dosanya

2. Dan tinggikan derajatnya di sisi Allah Azza wa Jalla

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ صَبَرَ فَلَهُ الصَّبْرُ وَمَنْ جَزِعَ فَلَهُ الْجَزَعُ

“Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, Dia menguji mereka. Barangsiapa bersabar ia mendapat (pahala) kesabarannya, dan barangsiapa gundah gulana, ia (tersiksa) karena kegundahannya.”

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh mengherankan urusan seorang Mukmin, semua urusannya berakibat baik baginya, dan itu tidak terjadi kepada selain orang-orang Mukmin, jika mendapatkan kebaikan ia bersyukur dan itu baik baginya. Dan jika mendapat bencana ia bersabar dan itu baik pula baginya.” (Muslim)

Husnudzan harus kita pelihara dalam diri kita. Allah tidak menghendaki dari hamba-Nya selain kebaikan, kalau tidak di dunia, di akhirat. Jangan sampai kita celaka di dunia dan di akhirat akibat prasangka buruk kita kepada Allah. Na’udzu billah, tsumma na’udzu billah.

Kedua, Tidak putus berdoa.

Doa merupakan senjata orang beriman, berdoa merupakan ibadah dan enggan berdoa merupakan kesombongan kepada Allah Azza wa Jalla.

Sebagai bangsa, kita ini mestinya sudah hancur berantakan, mestinya negara yang bernama Indonesia ini gulung tikar. Krisis ekonami yang berkepanjangan, krisis kepercayaan, moral, bom meledak di mana-mana, pemerintahan yang lemah, tekanan bahkan konspirasi untuk menghancurkan bangsa kita begitu kuat. Pertikaian dan peemusuhan antar suku, entis, dan antar agama, pertumbuhan ekonomi yang kian memburuk, hutang negara yang kian membumbung tinggi. Mestinya, semua itu cukup membuat kita, sebagai bangsa ambruk terkapar… akan tetapi kenyataannya tidak, apapun keadaannya, kita masih bisa berdiri tegak. Barangkali pihak-pihak yang menginginkan kehancuran negeri ini tak habis pikir, mengapa hingga saat ini kita masih bisa bertahan. Kita yakin seyakin-yakinya, itulah berkat doa yang dipanjatkan setiap muslim di negeri ini, bahkan di seluruh dunia, itu semua berkat ratusan juta pasang tangan yang selalu ditengadahkan ke langit, memohon kepada yang Maha Kuat dan Maha Perkasa, agar negeri ini dijauhkan dari kehancuran…

Ketiga, meneladani para nabi dan rasul.

Mereka adalah kekasih-kekasih Allah dan itu kita sepakat. Namun ujian Allah timpakan kepada mereka begitu dahsyat dan tak terperikan. Bahkan di antara mereka ada yang mendapatkan gelar Uluz Azmi karena keberhasilan mereka dalam mengarungi ujian berat. Dan mereka tidak pernah berputus asa kepada Allah Ta’ala.

Adalah nabiyullah Zakaria yang selalu merindukan anak, namun hingga di usianya yang mulai senja, si buah hati yang diidamkannya belum kunjung datang. Akan tetapi hal itu tidak membuatnya berputus asa dan kehilangan optimisme. Dengarkanlah Al-Quran menuturkan,

ذِكْرُ رَحْمَةِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا(2)إِذْ نَادَى رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا(3)قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا(4)وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا(5)يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ ءَالِ يَعْقُوبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا

(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakariya, yaitu tatkala ia berdo`a kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. Ia berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo`a kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya`qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai”.(Maryam: 2-6)

Orang yang sudah tua renta, istrinya mandul…lalu mengharapkan mempunyai anak? Rasanya mustahil itu terjadi, rasanya harapannya akan tinggal harapan. Akan tetapi kekasih Allah tidak menyandarkan harapannya kepada sebab-sebab manusiawi, karena sebab-sebab itu merupakan kehendak Allah, Allah mampu menciptakan dari yang tiada menjadi ada. Apalagi dari yang sudah ada, walau usia renta dan istri mandul. Akhirnya Allah mendengar doanya dan melihat ketegarannya.

يَازَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَى لَمْ نَجْعَلْ لَهُ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا

“Hai Zakariya, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.” (Maryam: 7).

Itu pula yang dialami Ibrahim, Khalilullah.

Tidak ada yang mustahil bagi Allah, jika kita tetap berusaha dan berdoa.

Pada perang Khandaq, saat sepuluh ribu pasukan sekutu yang terdiri dari suku Quraisy dan kabilah-kabilah Arab lainnya mengepung Madinah. Sementara Rasulullah hanya didukung dua ribu pasukan dengan parit yang mengelilingi sebagian sisi kota. Sementara itu orang-orang Yahudi Quraidzah yang terikat perjanjian dengan kaum Muslimin untuk melindungi wilayah perbatasan kota Madinah, ternyata mereka membatalkan perjanjian dan bergabung dengan pasukan sekutu. Dan dengarlah sikap Rasulullah menghadapi kondisi genting ini,

اَللهُ أَكْبَرُ، أَبْشِرُوْا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ بِفَتْحِ اللهِ وَنَصْرِهِ…

“Allahu Akbar, bergembiralah wahai sekalian kaum Muslimin dengan kemenangan dari Allah dan pertolongan-Nya.”

Dan ternyata Allah memperhatikan optimisme hamba terbaik-Nya, dua ribu pasukan Muslim dapat mengalahkan sepuluh ribu pasukan sekutu plus orang-orang Yahudi Bani Quraidzah.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil-hamdu…

Keempat, beramal dan bertawakkal.

Sebab Allah tidak menurunkan emas dari langit. Singsingkan lengan baju. Kita gunakan seluruh potensi yang Allah karuniakan kepada kita

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan katakanlah: “Bekerjalah kalian, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kalian akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kalian apa yang telah kamu kerjakan”. (At-Taubah:105).

Sebab tidak ada yang mengubah kita selain kita sendiri…

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ(11)

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (Ar-Radu: 11)

Akhirnya, dengan jiwa yang suci bersih bak seorang bayi yang baru lahir. Marilah kita tundukkan hati kita kepada kebesaran Allah, menengadah, mengharap akan karunia dan rahmat-Nya, untuk kita keluarga kita, kaum Muslimin, dan bangsa kita.

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِيءُ مَزِيْدَهُ يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ.

ألَّلهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُوْلُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَ مِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهَا جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَاناَ وَلاَ تَجْعَلِ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَا وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغِ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى الأمُوُرِ كُلِّهَا وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الأخِرَةِ

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

sumber: dakwatuna.com

Akhwat Menggugat!

Sabtu, 27 September 2008

Oleh: R-fa Arifien
(Mahasiswi Al Azhar Banat (putri) Cairo Tingkat 2 Ushuluddin)
------------
"kuper banget sih ni cewek, gak bisa jadi orang modern, gak gaul ..!" seberapa sering kita dengar statemen ini? Atau mungkin kita juga pernah dengar kata-kata kasar seperti "sok suci", "sok alim" atau "sok jual mahal" atau kata-kata lain yang masih sesaudara dengan kata-kata tersebut. Kita pasti tau alasan sebagian laki-laki mengatakan hal tersebut kepada perempuan. Karena sang perempuan tidak mau diajak jalan bareng, atau hanya karena sang perempuan nunduk jika ketemu laki-laki di jalan.

Sungguh kata-kata yang menyakitkan untuk seorang perempuan yang berkepribadian lembut. Apalagi jika dikatakan dihadapannya langsung, entah berapa banyak perempuan harus menangis karena statemen semacam ini, menjadi bingung untuk bersikap dan kemudian timbullah sekelumit pertanyaan. Salah ga' sih jika kita sebagai perempuan menjaga pergaulan kita, menjaga pandangan kita, menjaga harga diri kita? Apa kita harus bermetamorfosis menjadi perempuan yang katanya modern dan gaul biar ga' dikatain kuper? Ada ga' sih yang ngebela kita? Dan masih banyak lagi rentetan pertanyaan yang akhirnya memenuhi rongga otak.

Dalam al-Qur'an surat an-Nuur ayat 31 dijelaskan:
"katakankalah kepada perempuan yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak padanya…..".

Sobat, coba kita telaah lagi ayat di atas, Allah mengajarkan kita untuk menjaga "pandangan". Hanya sekedar memandang saja tidak boleh, apalagi jika ditambah dengan nongkrong dan jalan bareng yang tidak ada tujuan yang jelas? Berapa kali pandang yang terjadi? Dan jangan-jangan pakai nafsu lagi, na'udzu billah kalau sampai menjerumuskan kita ke dalam hal-hal lain yang juga dilarang dalam agama. Lagipula, kalo kita pikir-pikir, apa sih manfaatnya nongkrong dan jalan-jalan ga' karuan? Cuma habis-habisin uang dan waktu saja. Padahal kalo kita isi dengan aktivitas lain seperti mengikuti kajian atau mebaca buku yang bermanfaat setidaknya agara bisa jadi tambahan ilmu buat kita. Ya paling tidak, bisa menjadi khazanah pengetahuan kita. Jadi salah ga' sih kalo kita jaga pandangan dan pergaulan kita? Tapi bukan berarti kita harus menutup diri dari pergaulan dan hanya nyingkuk di pojokan kamar saja. Karena tugas kita adalah "menjaga diri" dan bukan "menutup diri". Tidak ada larangan bagi kita untuk berbicara dengan lawan jenis jika ada keperluan dan kepentingan seperti konsolidasi kerja dalam organisasi atau dalam hal belajar mengajar, tapi dengan catatan sebisa mungkin kita bersikap biasa tanpa menunjukkan sikap yang dibuat-buat dan manja, dalam surat al-ahzab ayat 32 disebutkan:
"…..maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik".

Maksud dari tunduk dalam ayat di atas adalah berbicara dengan sikap yang menimbulkan keberanian orang untuk bertindak yang tidak baik terhadap dirinya. Oleh karena itu, kita harus menjaga suara kita ketika berbicara dengan lawan jenis, jangan sampai terkesan manja di depan mereka tapi jangan pula terlalu kasar sampai disebut judes, yang wajar-wajar saja dan jangan dibuat-buat. Dan yang tak boleh dilupakan, sebisa mungkin jauhi untuk bertemu hanya berduaan saja karena ditakutkan ada setan yang tabiatnya suka nimbrung, tiba-tiba hadir di tengah-tengah kalian. Lebih baik jangan ambil resiko untuk berteman dengan setan.

Sejatinya, Islam dengan syariatnya tidak pernah melarang manusia untuk menjauh dari pergaulan yang ada. Namun hanya menyekat dan memberikan batasan-batasan yang benar dalam bergaul. Pemberian batasan itupun bukan tanpa alasan, tapi sangat mendukung untuk terciptanya insani yang kaffah dalam beragama. Tidak dapat dipungkiri bahwa tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa hidup sendiri. Semua memerlukan teman atau orang lain untuk melengkapi kehidupannya, karena keinginan untuk saling mengenal satu sama lain itu adalah kodrati termasuk keinginan untuk saling mengenal antar lain jenis. Berbagai adat kebiasaan yang berbeda-beda di antara manusia, bisa menyebabakan terjadinya hubungan saling melengkapi.

Al-Qur'an telah jelas menggambarkan:
"hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku dupaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" (al-Hujurat : 13).

Perlu diingat bahwa dalam ayat di atas disebutkan bahwa orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa. Jadi, kita memang boleh untuk saling mengenal dan bergaul satu sama lain, akan tetapi taqwa tetap harus menjadi landasan utama pergaulan jika kita menginginkan dan merindukan untuk menjadi perempuan yang kaffah dalam islam.

Jika ada yang mengatakan bahwa aturan semacam ini adalah aturan orang kuper, maka dia salah besar dan mungkin justru dialah orang yang kuper. Istilah kuper adalah julukan buat orang yang cenderung introvert alias tertutup kepribadiannya, yang tidak pernah nyambung kalau diajak ngobrol dan terkadang tulalit. Sedangkan aturan bergaul kita tidak separah yang dilakukan oleh orang kuper. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa kita hanya "menjaga diri" dalam bergaul agar tidak terjerumus kepada hal-hal yang negative dan bukan "menutup diri". Syariat dari zaman dulu sampai zaman sekarang yang katanya modern tetaplah sama tidak pernah berubah. Syariat itu peka zaman sobat. Bukankah hal yang peka zaman itu lebih disukai dari pada yang peka hanya di suatu zaman saja yang nantinya bakal disebut kuno pada zaman selanjutnya? Jadi kata siapa para akhwat yang menjaga syariatnya dikatakan tidak modern dan ketinggalan zaman? justru mereka tak pernah ketinggalan zaman walau sampai zaman modern habis nantinya. Maka yang pantas dikatakan kuper adalah mereka yang tidak tahu bahwa mode yang bagus adalah yang tak habis dimakan zaman alias peka zaman yaitu syariat islam.

Sobat, jangan pernah lagi menangis jika ada yang mengatakan seperti kata-kata di atas. Jangan pernah gentar menegakkan syariat islam karena kita memiliki pembela yang lebih hebat dari siapapun, siapa lagi kalau bukan Tuhan kita tercinta Allah Ta'ala. Jika ada yang mengatakan padamu "sok suci" jangan bersedih, karena insya Allah kau bukan hanya sok suci, tapi kau memang benar-benar suci dan terbebas dari kotoran dunia. Jika ada yang mengatakan bahwa dirimu "sok alim" jangan menangis, karena insya Allah kau memang lebih tau dan lebih alim tentang agama dari pada mereka yang hanya mengikuti tren masa kini (dunia) dan tertinggal dari tren masa depan (akhirat) yang lebih kekal. Jika ada yang berkata kepada dirimu "sok jual mahal" be happy, karena insya Allah kau memang tercipta sebagai perempuan yang mahal, kau adalah perempuan yang eksklusif dan excelen yang tidak ditemukan di pinggir jalan seperti perempuan lain pada umumnya. Tapi bukan berarti kau boleh sombong dengan predikat-predikat yang kau dapatkan, karena tetap yang boleh sombong adalah Cuma Allah saja karena Cuma Dia yang Perfect. Waalhu’alam.

DPRa PKS Srimartani Sumbang Air Bersih Dusun Bulusari

Reporter: Abu Hasan
BULUSARI - Musim kemarau kali ini benar-benar dirasakan berat oleh warga Bulusari Srimartani Piyungan. Mereka terpaksa harus menyisihkan uang belanja yang pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Hal ini yang disampaikan kepala dusun Bulusari Bapak Alex kepada Tim DPRa PKS Srimartani yang bersilaturohim ke rumah beliau.

Masih adanya 'derita wong cilik' seperti ini yang menyebabkan kader-kader muda PKS rela 'membuang romantisme anak muda' dan memilih menerjunkan diri dengan kemampuan yang ada untuk bisa 'mengobati luka' dan memberi setetes embun harapan.

Maka, setelah disyurokan di Korwil 1, DPRa PKS Srimartani sepakat untuk sedikit meringankan derita itu dengan memberi shodaqoh berupa pemberian air bersih gratis sebanyak 2 truk kontainer. Satu kontainer untuk kebutuhan warga dan satunya lagi untuk keperluan masjid.

Kamis 25 September kemarin, Ketua DPRa PKS Srimartani Rusdi Martono langsung menyerahkan bantuan air kepada warga dusun Bulusari Srimartani yang secara simbolis diterima oleh Bapak Kepala Dusun Bulusari.

Kami membatin, seandainya kekuasaan ada di tangan PKS, tentu bukan hanya 2 tangki truk air yang bisa kami berikan.

"Ya Allah, terimalah amal kami yang sedikit ini."
"Ya Allah, maafkan atas kelemahan kami ini."

DPRa PKS Srimartani Buka Bersama Warga Bulusari

Reporter: Dimar Assidiqi
BULUSARI - Setelah sedikit meringankan 'beban' ekonomi warga dusun Bulusari dengan memberi bantuan air gratis (Kamis, 25/9), DPRa PKS Srimartani kembali bersilaturohim kepada warga setempat dengan mengadakan acara Buka Puasa Bersama.

Acara yang berlangsung di rumah Bapak Kepala Dusun Bulusari ini dimaksudkan untuk 'menyirami' rohani warga Bulusari. Bukan saja kekeringan tanah yang perlu dikhawatirkan, tapi 'kekeringan jiwa' juga harus diperhatikan.

Maka pada Jumat (26/9) kemarin, atas undangan langsung dari Kepala Dusun, sebanyak tiga puluhan warga memadati rumah Pak Kadus Bulusari. Mereka khusyu' mendengar taujih yang disampaikan Ustadz Dhanie Asy-Syakib.

Ketika waktu berbuka puasa sudah tiba, tuan rumah menyuguhkan paket nasi Padang Murah Meriah yang dibawa oleh DPRa PKS Srimartani. Kesegaran buah semangka menambah manis ukhuwah yang dijalin antara PKS Srimatani dengan warga dusun Bulusari.

Sebagai catatan, kiprah PKS di Bulusari sudah berlangsung cukup lama, bukan hanya saat sekarang menjelang pemilu saja. Kami pernah mengadakan aksi layanan kesehatan gratis dan pembagian hewan qurban. Cuma zaman itu yang mengadakan aksi adalah DPC PKS Piyungan, maklum DPRa PKS Srimartani belom lahir.

Trio PDIP-Golkar-PKS Bakal Wow!

Jakarta - Wacana koalisi raksasa tiga partai diwacanakan. PDIP, Partai Golkar dan PKS. Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDIP Taufiq Kiemas serius menjajaki koalisi tersebut sebelum Pemilu digelar. Koalisi ini dinilai bakal menjadi hal yang 'wow!' alias luar biasa.

"Koalisi 3 partai besar ini akan luar biasa, dan merupakan terobosan besar, dan yang pasti, koalisi ini akan bisa bertahan lama," kata pengamat politik UI Maswadi Rauf kepada INILAH.COM, Jumat (26/9).

Menurut Maswadi, bila koalisi itu terjadi, tentu akan sesuai dengan yang diharapkan bangsa ini. Sebab ketiga partai tersebut memiliki platform yang mirip, yang tentunya akan menguatkan sistem presidensial Indonesia.

"Lebih bagus lagi apabila ada dua koalisi partai besar, yakni untuk koalisi pemerintahan dan koalisi oposisi," kata Maswadi.

Namun menurut Maswadi, wacana koalisi ini masih hanya lontaran dan keinginan dari segeintir elit partai, atau antar orang per orang, bukan secara institusi. Artinya belum dibicarakan di internal DPP.

"Idealnya segera diwujudkan, mumpung masih lama pemilunya. Maka seharusnya kemudian ada langkah lobi-lobi lanjutan. Seperti mulai menjajaki calon presiden," ujar Maswadi.

sumber: inilah.com

Survey LSI: PKS Partai Paling Islami

Jumat, 26 September 2008

pkspiyunganonline: JAKARTA – Di antara artai-partai Islam di Indonesia, PKS dinilai sebagai partai yang paling Islami. Partai ini berada di urutan pertama di atas PPP, PKB, PBB, dan PAN.

"Persepsi ini sedikit dipengaruhi oleh sikap partisan pemilih. Yakni kemampuan untuk mengidentifikasi keislaman partai sedikit terkait dengan kecenderungan pilihan terhadap partai bersangkutan," kata Direktur Riset Lembaga Survei Indonesia Doddy Ambardi, saat meluncurkan hasil survei Kekuatan Elektoral Partai-partai Islam Menjelang Pemilu 2009 di kantor LSI, Jakarta Kamis (25/9).

Namun, pilihan ini berbanding terbalik dengan kecenderungan pemilih Muslim memilih partai. Sebab, pemilih Muslim terlihat lebih cenderung memilih partai ‘sekuler’ dibandingkan partai Islam. "Berdasarkan studi longitudinal, kecenderungan sentimen elektoral pada partai Islam hanya sebesar 16,6%," cetusnya

Doddy menjelaskan, partai nasionalis dipersepsikan pemilih Muslim bukan hanya lebih Pancasilais, tapi juga secara umum lebih kompeten. Partai seperti itu, dinilai punya progam dan figur-figur yang lebih baik bagi rakyat dan lebih empati (peduli atau perhatian) pada rakyat.

"Saat ini pemilih lebih rasional dan mengedepankan kepentingan pragmatis bukan lagi keagamaan. Identitas keislaman tidak begitu penting. Kalau dia Islam, belum tentu dia pilih partai Islam," ujar doktor dari Ohio State University, AS, ini. [R2]

sumber: inilah.com

PKS Arab Saudi Buka Bersama TKI

Pengirim : El Chosal
Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Ramadahan tahun ini PKS Komisariat Riyadh kembali percaya diri mengadakan kegiatan Ifthar Jama'i (buka puasa bersama), diselenggrakan pada hari Jum'at, 19 Ramadhan 1429 H (19 September 2008 M), bertempat di peristirahatan al-Majid, Riyadh, Arab Saudi.

Disamping sebagai agenda rutin tahunan Komisariat, kegiatan ini bertujuan untuk merekatkan tali ukhuwah dan memberikan spirit kepada para kader dakwah -yang notabene para TKI- yang ada di kota Riyadh dan sekitarnya, agar mesin dakwah terus bergerak di tengah-tengah kesibukan kerja sebagai TKI, dan jihad siasah dapat kita menangkan, demi terwujudnya Indonesia yang berkeadilan dan bermartabat. Hal ini sesuai dengan tema yang diusung panitia Ifthar tahun ini, yaitu "Eratkan tali ukhuwah, gerakkan mesin dakwah, dan menangkan jihad siyasah."

Kegiatan yang menjadi garapan devisi dakwah Komisariat ini diikuti oleh sekitar 500 orang, berasal dari kader Partai dan para TKI yang telah menjadi simpatisan PKS. Hadir pula beberapa asatidz dan tokoh masyarakat Indonesia yang bermukim, di kota Riyadh. Tak ketingglan, aktifis dakwah dari ummahat, juga terlibat aktif dalam kegiatan ini (pada ruangan yang terpisah). Bahkan tak sedikit dari mereka yang memboyong putra-putrinya untuk hadir meramaikan acara ini. Jadilah kegiatan ifthar jama'i seperti acara reuni keluarga besar PKS se-kota Riyadh. Mereka berbaur menyatu dengan para TKI.

Kegiatan berbuka puasa yang dilaksanakan Partai Dakwah, tentu agak berbeda dengan yang lain. Tidak sekedar pahala tafthir shiyam dan pahala silaturrahim yang dikejar, tapi kegiatan ini juga diisi dengan aktititas postitif yang dapat mencerahkan dan menggugah semangat para aktifis dakwah. Dakwah harus tetap berjalan, di sela-sela kesibukan kerja sebagai TKI. Demikian obsesi panitia penyelenggara. Oleh karenanya, setalah Ketua Umum Komisariat (Ust. Hidayat Mustafid, MA) menyampaikan kata pembuka dan taujih siyasah, panitia menghadirkan Ketua Umum PKS Perwakilan Saudi Arabia, Ust. Abdullah Haidir, Lc untuk menjadi pembicara utama pada acara ini.

Pada kesempatan tersebut, tokoh Partai Dakwah Arab Saudi yang namanya masuk daftar caleg PKS Pusat pada pemilu mendatang ini, dengan cukup cerdas mengulas pentingnya para kader dakwah menerapkan perilaku dan sikap adil dalam hidup dan kehidupan sehari-hari, baik terhadap dirinya, keluarganya, mapun terhadap majikannya. Juga tak kalah penting, bersikap adil dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, termasuk dalam hal memilih kepemimpinan nasional nanti.

Rangkaian kegiatan ifthar diakhiri dengan berbuka puasa bersama ditengah lapangan, lalu dilanjutkan dengan shalat maghrib berjamaah.

KPU: Coblos atau Contreng, Semua Sah!

pkspiyunganonline: JAKARTA - Tata cara Pemilu 2009 mendatang kemungkinan besar mengakomodasi cara mencoblos dan mencontreng. Ketua KPU Abdul Hafiz Anshari menyebutkan penandaan pada surat suara sudah ada kesepakatan antara pemerintah dan KPU bahwa sistem contreng ataupun coblos dianggap sah.

"Kami harapkan sebelum Lebaran sudah ada keputusan tentang hal ini. Untuk penandaan ada kecenderungan itu supaya semua dianggap sah. Apapun bentuknya termasuk coblos," kata Hafiz di gedung DPR, Jakarta, Kamis (25/9).

Hafiz menjelaskan dalam hal mencoblos akan dianggap sah jika memenuhi salah satu dari hal. Yang pertama menurutnya harus berada pada kolom nama partai, dan yang kedua harus berada di kolom nomor urut calon. Sedangkan syarat yang ketiga yakni pada nama calon.

"Nah kalau mencontreng hal itu tidak boleh lebih dari satu. Tapi yang jelas kami akan menyosialisasikan hanya satu sistem ke masyarakat. Jadi ini supaya ada ketegasan dan kepastian di masyarakat hanya satu penandaan tapi ketika bicara tentang keabsahan maka semua sah," ujarnya.

Pada kesempatan itu Hafiz juga mengungkapkan jika dalam pembicaraan dengan DPR, seperti masalah penambahan bilik suara, warna surat suara, mekanisme pemberian suara. Selain itu penjelasan mengenai hasil simulasi yang dilakukan di Jatim dan Papua juga dibahas.

"Untuk warna memang belum ada rekomendasi, tapi yang jelas ada yang meminta jangan hitam. Dan KPU harus segera merumuskan hal itu," imbuhnya.

Dalam simulasi KPU di dua wilayah Jatim dan Papua, Hafiz tingkat kesalahan pemilih sangat minim. "Untuk di Papua, hanya 17 yang salah, dari 300 suara," pungkas Hafiz.

sumber: inilah.com

Sepicik Apa pun Ego Kita, ia Bisa Dicerdaskan!

Oleh: Muhammad Nuh
Kadang manusia bangga berdiri di atas egonya. Seolah ia mengatakan, “Inilah saya!” Nalar berikutnya pun bilang, pusatkan semua kekuatan diri demi kepuasan ego. Walau sebenarnya, keakuan itu sudah melabrak nilai-nilai ketinggian Islam.

Karena ego, orang bisa menganggap kalau dirinyalah yang terbaik. Tak perlu masukan dan sumbang saran. Karena ego pula, orang menjadi tak perlu berjamaah. Ego menghias kepicikan diri menjadi prestasi besar.

Ramadan memaksa ego untuk tunduk dengan kenyataan. Bahwa, yang ego banggakan ternyata tak sekuat yang dibayangkan. Dan kelemahannya begitu sederhana. Semua ada pada energi yang dihasilkan dari nasi, ikan, telur, dedaunan, dan air. Selebihnya, ego tak punya apa-apa.

Dalam bentuk yang lain, ego bisa ditundukkan dengan memperbanyak sujud. Itulah di antara makna qiyamul lail. Ketika sendiri, kemuliaan ego melalui simbol kepala secara terus-menerus disejajarkan dengan bumi. Suatu tempat di mana di situ ada kotoran, tempat berpijak kaki-kaki hewan, dan tempat berkumpul kotoran manusia. Ego dipaksa untuk melihat kenyataan diri. Bahwa, ia hanya seorang hamba.

Maha Benar Allah dalam firman-Nya, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadanya...” (QS. 98: 5)

Semoga tarbiyah Rabbaniyah di Ramadhan tahun ini telah mengembalikan kita kepada kesadaran bahwa kita hanyalah seorang hamba yang tugas utamanya adalah menyembah Allah. Tidak lebih.

Inilah momentum Ramadan yang begitu mahal. Persis seperti kucuran hujan buat para petani. Kumpulan airnya akan berlalu begitu saja jika tidak segera dibendung, dialirkan, dan dimanfaatkan. Agar, benih-benih kebaikan baru bisa tumbuh, besar, dan berbuah. Semoga kita bukan petani yang lalai menampung hujan rahmat di Ramadhan tahun ini.

sumber: dakwatuna.com

8 Agenda DPRa PKS Srimartani Menutup Ramadhan

Kamis, 25 September 2008

Reporter: A-Has
MASJID AL-IKHLAS: Dengan padatnya 'agenda' di penghujung Ramadhan 1429, DPRa PKS Srimartani terus melakukan koordinasi. Sambil 'numpang' di tempat itikaf, kader-kader DPRa Srimartani hampir tiap hari menggelar syuro ikhwan (kadang malam atau ba'da shubuh).

Seperti pagi ini, Kamis (25/9). Usai mengikuti dzikir ma'tsurat berjama'ah, peserta itikaf yang berasal dari DPRa Srimartani 'mojok' di sudut masjid Al-Ikhlas Bintaran Kulon. Dengan dipimpin Ketua DPRa PKS Srimartani Rusdi Martono, kader ikhwan DPRa Srimartani membuat lingkaran kecil. Ada Wong Agung, Dhanie Asy-Syakib, Si Boy from Sanan, Eko Yulianto, Rahmat, Sugeng Riyadi dan A-Has.

Ada 8 agenda yang dibahas. Diantaranya: bantuan air bersih ke dusun Bulusari, Baksos Sembako Murah di Kemloko, Buka Puasa dan Santunan Anak Yatim, sampai 'hiden agenda' yaitu acara perpisahan dengan salah satu kader 'imigran' yang akan come back ke kampoang halaman nun jauh di Kalimantan (hik..hik...hik.. jadi sedih nich).

Tak terasa sekitar satu setengah jama syuro berlangsung. Suasana penuh canda membuat syuro terasa singkat. Tahu-tahu jam sudah menunjuk 06.30 WIB. Terpaksa syuro dihentikan karena beberapa kader kudu ngantor dan nguli cari ma'isyah buat 'Aisyah' yang di rumah.

Btw, peserta syuro sepakat untuk to be continued nanti malam ba'da tarawih di tempat yang sama.

Bondan 'Mak Nyus' Winarno: Luar Biasa Ramadhan di Abu Dhabi dan Dubai

Oleh : Bondan 'Mak Nyus' Winarno
Sekalipun hanya beberapa menit, peman- dangan itu terekam sangat kuat dalam memori saya. Mungkin sampai ajal menjemput nanti panorama memukau itu akan tetap tercetak jelas dalam benak saya. Apa pun agama Anda, bila berkesempatan, jenguklah tempat ini. Di sinilah kita semua mendapat bukti, Tuhan menciptakan manusia-manusia khusus dengan derajat kesenian tinggi yang mampu menerjemah- kan keagungan Tuhan dalam bentuk karya seni.
-------
DALAM bulan puasa ini, saya berkesempatan berkunjung ke Abu Dhabi dan Dubai. Seperti Anda ketahui, mereka adalah dua dari tujuh emirat yang bergabung dalam Persatuan Emirat Arab (United Arab Emirates/UAE). PEA beribu kota di Abu Dhabi, sebagai emirat yang paling besar dalam arti luasan wilayah, dan juga terkaya karena cadangan minyak yang kabarnya baru akan habis sekitar tahun 2100 nanti.

Sesaat sebelum mendarat, pramugari Etihad Airways mengingatkan semua penumpang bahwa selama bulan Ramadhan siapa pun dilarang makan dan minum di tempat umum sebelum saat iftaar (buka puasa). Di tempat-tempat tertentu di hotel berbintang yang membuka fasilitas untuk makan siang bagi non-Islam, juga terpampang pemberitahuan bahwa minuman beralkohol tidak disajikan antara waktu souhour dan iftaar.

Suasana Ramadhan memang sangat terasa di Abu Dhabi. Siang hari tidak banyak kegiatan. Banyak toko dan souk (pasar) tutup. Tidak satu pun tempat makan dan minum yang tampak terbuka. Bahkan museum pun ditutup di pagi hari. Semua jawaban adalah sama: we open after iftaar.

Pemandangan ini sangat berbeda dengan suasana Ramadhan ketika tahun lalu saya berkunjung ke Turki. Padahal, sebenarnya jumlah penduduk Muslim di Turki jauh lebih besar dibanding UAE. Di Turki, 95 persen penduduknya beragama Islam. Tetapi, Turki memang sangat sekuler. Pada bulan Ramadhan, hanya sedikit penduduk Turki yang menjalani ibadah puasa. Warung dan restoran tetap buka seperti biasa. Business as usual!

Di UAE, suasana Ramadhan sangat terasa. Padahal, sebetulnya jumlah penduduk Muslim dan non-Muslim mungkin seimbang besarnya. Pasalnya, dari total penduduk UAE yang empat juta, hanya satu juta penduduk lokal. Sisanya adalah kaum pendatang dari India, Pakistan, Iran, Filipina, China, dan lain-lain. Warga Indonesia saja jumlahnya sekitar 75.000 orang di UAE.

Tempat-tempat dengan suasana internasional, seperti bandara dan hotel berbintang, selalu membangun tenda Ramadhan bagi yang menunaikan ibadah suci. Yang dimaksud tenda Ramadhan adalah memang tenda, seperti tenda kaum Bedouin, dengan hamparan permadani dan bantalan-bantalan tersebar. Mereka yang berpuasa dapat memanfaatkan tenda ini untuk beristirahat. Banyak yang tidur pulas di tenda-tenda yang disediakan ini.

Di berbagai tempat umum, seperti lobi hotel, sering tampak nampan penuh kurma. Di sampingnya, satu teko besar berisi gahwa (kopi bumbu khas Arab) dan cangkir-cangkir kecil. Semua itu disediakan cuma-cuma untuk siapa saja yang memerlukan.

Bila Abu Dhabi adalah ibu kota pemerintahan, Dubai adalah megapolitan yang lebih besar dan merupakan pusat bisnis UAE. Mungkin analoginya sama dengan Washington DC (pusat pemerintahan) dan New York City (pusat bisnis). Suasana Ramadhan di Dubai pun persis sama.

Namun, saya sempat singgah ke International Financial Center yang juga merupakan lokasi Dubai Stock Exchange. Di lantai bawah kompleks gedung ini terdapat food court papan atas untuk melayani kebutuhan para pekerja yang berkantor di IFC. Ternyata, food court ini tetap buka di bulan Ramadhan. Semuanya beroperasi di balik tirai-tirai yang khusus dipasang selama Ramadhan. Menurut kabar, food court di IFC ini ternyata justru lebih ramai di bulan Ramadhan. Soalnya, para wisatawan yang tidak berpuasa akhirnya menemukan tempat yang bagus untuk makan siang.

Pada saat iftaar, tempat-tempat makan penuh dengan pengunjung yang berbuka puasa. Saya langsung teringat suasana buka puasa di lepau-lepau nasi kapau yang berderet di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Sekalipun agak terasa suasana “survival of the fittest” untuk mendapatkan minuman dan makanan sesegera mungkin, tetapi sangat terasa pula suasana keakraban.

Pada suatu saat, saya kebetulan sedang berada di sebuah dapur restoran sesaat setelah iftaar. Seorang juru masak yang sedang menikmati buka puasa dengan segenggam kurma serta-merta memberikan semua kurma itu ke genggaman saya, sementara ia pergi mengambil kurma lagi untuk dirinya sendiri. Tiba-tiba, terasa ada segumpal besar menyumbat kerongkongan saya. Alangkah indahnya persaudaraan!

Di Abu Dhabi, saya berkunjung ke Sheikh Zayed Grand Mosque (Masjid Agung Syekh Said) di Abu Dhabi. Kunjungan ini sangat bermakna bagi saya, setidaknya karena saya merasa menjadi saksi dari sebuah sejarah yang sedang ditulis (history in the making). Masjid Agung ini baru selesai 90 persen. Diharapkan tahun 2009 akan selesai dan diresmikan.

Tidak dapat disangkal lagi, Masjid Agung Syekh Said ini adalah masjid terbesar dan terindah di dunia. Tetapi, demi penghormatan kepada Masjidil Haram di Tanah Suci Mekkah, bangunan Masjid Agung ini sengaja dibuat sedikit lebih kecil ukurannya. Tetapi, hamparannya sangat luas, dengan taman berumput hijau yang kini tengah diselesaikan. Di salah satu sudut halaman terdapat makam Syekh Said yang tidak boleh dipotret.

Tiga kubah utama masjid ini bentuknya agak mirip Sacre Coeur di Paris. Setidaknya, kesan itulah yang saya tangkap begitu melihatnya. Sayangnya, Abu Dhabi sedang musim debu saat itu sehingga permukaan kubah dari marmer putih itu tertutup debu yang kemerahan. Memotret dari jarak agak jauh pun tidak mampu menampilkan keindahan Masjid Agung ini karena ter-filter oleh debu yang cukup tebal.

Masjid Agung ini benar-benar internasional dalam berbagai aspek bangunannya. Beberapa arsitek dari berbagai bangsa mendesain eksterior maupun interior bangunan megah ini. Bahan bangunan, kontraktor, dan buruh bangunan pun diimpor dari berbagai tempat terbaik di dunia. Mutu pengerjaannya diselesaikan dengan kualitas tinggi. UAE memang dikenal dengan standar kendali mutu yang sangat tinggi.

Pualam putih yang banyak digunakan di bangunan masjid ini diimpor dari Carrara di Italia. Ribuan tiang-tiangnya dihiasi dengan inlay marmer warna-warni dengan desain indah. Puluhan ribu meter persegi serambi masjid diselesaikan dengan mosaik marmer yang dibuat di China. Desainnya modern, namun sangat bernuansa Islami.

Kalau dari eksteriornya sudah menggetarkan, tunggu sampai Anda masuk ke bagian dalam. Di bawah cuaca panas yang menyengat, seluruh ruangan dan serambi masjid terasa sejuk karena pendingin udara yang bekerja sangat bagus. Semakin ke dalam, warna-warni semakin menghilang, diganti dengan nuansa putih dan abu-abu yang anggun.

Sebetulnya, pintu besar ke bangsal utama Masjid Agung ini baru dibuka setelah iftaar. Untungnya, permohonan saya yang mengiba kepada petugas keamanan di situ ternyata dikabulkan. Pintu dorong yang besar itu didorong oleh dua orang petugas.
Ketika pintu-pintu itu perlahan terbuka, bulu kuduk saya meremang. Lutut saya goyah. Teman yang bersama saya tidak kuasa menahan pekikannya. Allahu akbar!

Di depan sana terbentang panorama dengan keindahan yang sungguh Illahiah! Sebuah kandelabra kristal superbesar tergantung dari langit-langit yang tinggi. Bentuknya sangat indah. Ada bola-bola kristal hijau dan merah berkelap-kelip. Di bawahnya, ukiran emas berdesain unik berpendar-pendar. Kandelabra buatan Jerman seharga Rp 100 miliar itu memang pantas menghiasi masjid seindah dan seanggun ini.

Di lantai, karpet Iran tanpa sambungan seluas 5.000 meter persegi terhampar cantik. Ada 50 jenis desain terajut di sana. Karpet wol ini juga merupakan karya luar biasa karena diselesaikan oleh 200 perempuan perajin karpet dari Iran selama 12 bulan.

Sekalipun hanya beberapa menit, pemandangan itu terekam sangat kuat dalam memori saya. Mungkin sampai ajal menjemput nanti panorama memukau itu akan tetap tercetak jelas dalam benak saya. Apa pun agama Anda, bila berkesempatan, jenguklah tempat ini. Di sinilah kita semua mendapat bukti, Tuhan menciptakan manusia-manusia khusus dengan derajat kesenian tinggi yang mampu menerjemahkan keagungan Tuhan dalam bentuk karya seni.

Ramadhan kareem, Saudaraku. Selamat berpuasa!

Bondan Winarno

sumber: kompas

NU, Muhammadiyah, Persis Sepakat Lebaran: 1 Oktober

Jakarta, Kompas - Hal itu diungkapkan Ketua Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Ghazalie Masroeri di Jakarta, Rabu (24/9). Harapan adanya kesamaan Idul Fitri tahun ini sangat besar mengingat awal Ramadhan juga dilalui secara bersama.

”Keseragaman hari raya lahir karena adanya kebijakan bersama untuk mengelola dan merangkum perbedaan yang ada,” katanya. PBNU mendukung adanya penyatuan perayaan Idul Fitri 1429 Hijriah.

Data hisab dari almanak NU menunjukkan ijtima’ (kesegarisan posisi Matahari-Bulan-Bumi) awal Syawal terjadi pada 29 September pukul 15.12 WIB. Saat matahari terbenam, ketinggian hilal mencapai -0,59 derajat. Dengan kriteria imkanur rukyat (visibilitas hilal), dipastikan hilal tidak dapat diamati sehingga umur Ramadhan digenapkan 30 hari dan 1 Syawal 1429 H jatuh pada 1 Oktober.

Data hisab ini akan dipastikan melalui rukyat sesuai landasan syar’i. Rukyat sekaligus menjadi sarana untuk mengoreksi sistem hisab yang digunakan. ”NU akan menyampaikan hasil rukyatnya ke sidang isbat Badan Hisab Rukyat Depag. Setelah ada keputusan, baru PBNU mengabarkan ke warganya,” kata Ghazalie.

Sementara itu, Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 04/MLM/I.0/E/2008 juga menetapkan Idul Fitri jatuh pada 1 Oktober. Keputusan sama ditetapkan Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) melalui Surat Edaran Nomor 1428/JJ-C.3/ PP/2008.

Peneliti Observatorium Bosscha ITB, Hendro Setyanto, menyebutkan, Muhammadiyah dan Persis menggunakan kriteria wujudul hilal dalam penentuan awal bulan hijriah. Jika setelah terjadi ijtima’, bulan terbenam setelah terbenamnya matahari, maka malam itu ditetapkan sebagai awal bulan hijriah, berapa pun sudut ketinggian bulan pada saat matahari terbenam.

Namun, karena pada 29 September hilal tenggelam lebih dulu dibandingkan matahari, hilal belum terbentuk. Karena itu, 1 Syawal jatuh pada 1 Oktober.

Sekotor Apa pun Jiwa Kita, ia Bisa Bibersihkan!

Oleh: Muhammad Nuh
Jangan pernah membayangkan kalau yang di dalam tak tersentuh kotoran. Alur hidup persis seperti aliran air dalam pipa-pipa. Ada yang masuk, mengalir dan berproses hingga menjadi keluaran. Kian kotor masukan, makin banyak endapan yang melekat pada bagian dalam pipa. Suatu saat, pipa bisa keropos. Ini akan berpengaruh pada keluaran yang dihasilkan.

Selama sebelas bulan, saringan-saringan masukan boleh jadi begitu longgar. Bahkan mungkin, tidak ada sama sekali. Semua bisa masuk. Mulai dari yang samar, kotor, bahkan beracun. Kalau saja tidak dipaksa ada saringan, proses pengeroposan menjadi sangat cepat. Jiwa-jiwa yang keropos akan membutakan mata hati. “Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami? Atau, telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukan mata itu yang buta, tetapi hati yang di dalam dada.” (QS. 22: 46)

Jika aliran yang masuk melalui pipa mata, telinga, mulut, pikiran, dan rasa bisa tersaring jernih; tidak akan ada endapan. Tidak akan ada tumpukan racun si pembuat keropos. Otomatis, keluaran pun menjadi bersih. Ibadah yang sebelumnya berat menjadi ringan. Sangat ringan!

Maha Benar Allah dalam firman-Nya, “dan jiwa serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sungguh beruntung yang mensucikan jiwa itu, dan sungguh merugi yang mengotorinya.” (QS. 91: 7-10)

Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung karena telah berusaha membersihkan jiwa kita selama sebulan di Ramdhan tahun ini.


sumber: dakwatuna.com

Seliar Apa pun Nafsu Kita, Ia Bisa Didewasakan!

Rabu, 24 September 2008

oleh: Muhammad Nuh
Momentum Ramadan menyediakan tarbiyah khusus buat nafsu kita. Mungkin, nafsu bisa mendikte apa pun di luar Ramadan. Di balik tuntutan lapar, ia bisa saja menciptakan seribu satu dalih agar orang mencuri. Ia juga bisa mengelabui orang hingga terjebak pada zina. Dan di balik tuntutan istirahat, ia pun mampu mengungkung orang menjadi penyantai dan pemalas.

Maha Benar Allah dalam firman-Nya, “…sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. 12: 53)

Di luar Ramadan, pintu-pintu aliran energi nafsu kerap terbuka lebar. Ia bebas mondar-mandir. Bisa bertingkah seperti apa pun menurut seleranya. Kekuatan nafsu kian berkembang bersama energi yang diperoleh tubuh dari makan, minum, dan lain-lain. Bayangkan jika pintu-pintu itu tak pernah tertutup. Nafsu jadi kian liar.

Allah swt. menghadiahi shaum agar seorang mukmin bisa mendewasakan nafsu. Bisa menutup-buka pintu-pintu energinya. Hingga, nafsu tidak lagi seperti anak kecil yang bisa dapat apa pun ketika merengek dan menuntut. Nafsu harus dipaksa. Agar, ia bisa dewasa. Semoga tarbiyah Rabbaniyah di bulan Ramadhan ini telah memdewasakan nafsu kita. Sehingga, pasca Ramadhan nanti kita bisa mengendalikan diri.

sumber: dakwatuna.com

Ramadhan 1429: Bulan Jihad DPRa PKS Srimartani

by: Abu Hasan
Dalam lintasan sejarah Islam, bulan Ramadhan sarat dengan momentum jihad dan kemenangan (futuhat). Tradisi itu seyogyanya diteruskan oleh mujahid-mujahid dakwah di era modern ini agar kejayaan Islam tidak hanya bisa dinikmati dalam kitab-kitab history.

Seakan terdorong oleh 'panggilan sejarah', kader-kader muda DPRa PKS Srimartani kecamatan Piyungan Bantul D.I. Yogyakarta pun ingin meneruskan tradisi futuhat Ramadhan dengan menjadi salah satu pelaku sejarah itu. Maka, jauh hari sebelum Ramadhan tiba berbagai program sudah dirancang.

Mari kita cermati langkah-langkah mereka:

Dari sisi stuktural terjadi perubahan yang cukup signifikan dengan 'dipecahnya' wilayah DPRa Srimartani menjadi 3 zona/korwil (masing-masing membawahi 5-6 dusun). Langkah ini diharapkan akan memperjelas pencapaian dan penguasaan basis massa sekaligus pemerataan 'beban' kader. Kader DPRa Srimartani yang 'ready & always' aktif berjumlah 24 orang: 10 ikhwan & 14 akhwat. Sehingga masing-masing korwil (zona) 'hanya' digerakan oleh 8 kader.

Walaupun belum sebulan diterapkan namun tujuan pembagian zona ini sudah menampakan hasil positif. Terlihat masing-masing korwil terjadi 'fastabiqul khoirot'. Satu contoh: Korwil 1 pada 20 September kemarin mengadakan kegiatan Baksos Sembako Murah dan Pakaian pantas pakai di dusun Umbulsari. Langkah ini kemudian 'ditiru' Korwil 3 dengan mengadakan kegiatan yang sama di dusun Kemloko 28 September besok. Kedua, masing-masing korwil minimal sudah dua kali mengadakan syuro korwil selama bulan Ramadhan ini. Padahal dulu hanya ada syuro DPRa yang berjalan dua pekanan.

Dari sisi program kerja akan sangat terlihat sekali 'bedanya' dengan Ramadhan tahun sebelumnya. Secara garis besar program kerja DPRa PKS Srimartani pada Ramadhan 1429 ini (pra-in-pasca) baik yang sudah terealisir maupun belum sebagai berikut:

1. Tebar Imsyakiyah & 888 Bunga (31 Agustus, Pasar Kembangsari)
2. Spreading Imsyakiyah, Bunga & Buletin (Mutihan, Munggur, Sanansari)
3. Safari Ramadhan Bersama Aleg (Rejosari)
4. Pelatihan Torama Pos WK (Tambalan)
5. Buka Bersama Kader (Bintaran)
6. Syuro Korwil (sudah 6x)
7. Baksos Sembako Murah & Pakaian Pantas pakai (Umbulsari & Kemloko)
8. Bantuan Air Bersih (Umbulsari)
9. Bantuan Air Bersih (Mbulusari)
10. Kajian Islam Remaja (Mbulusari, Sanansari, Mojosari)
11. Buka Bersama & Santunan Anak Yatim (Kwasen)
12. Pemberian ZISWAF ke Yayasan Yatim PCNU Piyungan (Munggur)
13. Mobilisasi Kordus Srimartani pada Buka Bersama Kordus DPC (Sandeyan)
14. Tok-Tok-Wow PKS & Tebar 2008 Bunga Jelang Lebaran (Pasar Kembangsari)
15. Pembagian Zakat Fitrah ke Anak Yatim (Malam Takbiran)
16. Direct Selling (Umbulsari, Pos Piyungan)
17. Syawalan Rihlah Kader (Pantai Depok)
18. Syawalan Kordus
19. Bingkisan Lebaran Untuk Tokoh Masyarakat
20. Silaturohim Korwil dengan Kordus

Sederet program diatas kalau di-uangkan berkisar 8 jutaan. Alhamdulillah, DPRa Srimartani berhasil menghimpun dana program yang sebagian besar dari donatur non-kader.

Dalam usianya yang baru dua tahun dan jumlah kader yang paling sedikit dibanding DPRa tetangga, DPRa PKS Srimartani telah ber-ikhtiar seoptimal yang bisa mereka lakukan. Bagaimana hasil di Pemilu 2009?
"Faidza Azamta, Fatawakkal 'alaLLah!"
Tugas kita adalah mengoptimalkan ikhtiyar, sedang hasil itu semata hak prerogatif Allah SWT Sang Maha Kuasa.

Mengakhiri Ramadhan Dengan Husnul Khotimah

pkspiyunganonline - Bulan Ramadhan merupakan momentum peningkatan kebaikan bagi orang-orang yang bertaqwa dan ladang amal bagi orang-orang shaleh. Terutama, sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Sebagian ulama kita membagi bulan ini dengan tiga fase: fase pertama sepuluh hari awal Ramadhan sebagai fase rahmat, sepuluh di tengahnya sebagai fase maghfirah dan sepuluh akhirnya sebagai fase pembebasan dari api neraka. Sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat Salman Al Farisi: “Adalah bulan Ramadhan, awalnya rahmat, pertengahannya maghfirah dan akhirnya pembebasan dari api neraka.”

Dari ummul mukminin, Aisyah ra., menceritakan tentang kondisi Nabi saw. ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan: “Beliau jika memasuki sepuluh hari terkahir Ramadhan, mengencangkan ikat pinggang, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.”

Apa rahasia perhatian lebih beliau terhadap sepuluh hari terakhir Ramadhan? Paling tidak ada dua sebab utama:

Sebab pertama, karena sepuluh terkahir ini merupakan penutupan bulan Ramadhan, sedangkan amal perbuatan itu tergantung pada penutupannnya atau akhirnya. Rasulullah saw. berdo’a:

“اللهم اجعل خير عمري آخره وخير عملي خواتمه وخير أيامي يوم ألقاك”

“Ya Allah, jadikan sebaik-baik umurku adalah penghujungnya. Dan jadikan sebaik-baik amalku adalah pamungkasnya. Dan jadikan sebaik-baik hari-hariku adalah hari di mana saya berjumpa dengan-Mu Kelak.”

Jadi, yang penting adalah hendaknya setiap manusia meangakhiri hidupnya atau perbuatannya dengan kebaikan. Karena boleh jadi ada orang yang jejak hidupnya melakukan sebagian kebaikan, namun ia memilih mengakhiri hidupnya dengan kejelekan.

Sepuluh akhir Ramadhan merupakan pamungkas bulan ini, sehingga hendaknya setiap manusia mengakhiri Ramadhan dengan kebaikan, yaitu dengan mencurahkan daya dan upaya untuk meningkatkan amaliyah ibadah di sepanjang sepuluh hari akhir Ramadhan ini.

Sebab kedua, karena dalam sepuluh hari terakhir Ramadhan di duga turunnya lailatul qadar, karena lailatul qadar bisa juga turun pada bulan Ramadhan secara keseluruhan, sesuai dengan firman Allah swt.

إنا أنزلناه في ليلة القدر

“Sesungguhnya Kami telah turunkan Al Qur’an pada malam kemulyaan.”

Allah swt. juga berfirman:

شهر رمضان الذي أنزل فيه القرآن هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان

“Bulan Ramadhan,adalah bulan diturunkan di dalamnya Al Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan dari petunjuk dan pembeda -antara yang hak dan yang batil-.”

Dalam hadits disebutkan: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan di dalamnya ada lailatul qadar, malam lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa diharamkan darinya maka ia diharamkan mendapatkan kebaikan seluruhnya. Dan tidak diharamkan kebaikannya kecuali ia benar-benar terhalang -mahrum-.”

Al qur’an dan hadits sahih menunjukkan bahwa lailatul qadar itu turun di bulan Ramadhan. Dan boleh jadi di sepanjang bulan Ramadhan semua, lebih lagi di sepuluh terakhir Ramadhan. Sebagaimana sabda Nabi saw.:

“التمسوها في العشر الأواخر من رمضان“.

“Carilah lailatul qadar di sepuluh terakhir Ramadhan.”

Pertanyaan berikutnya, apakah lailatul qadar di seluruh sepuluh akhir Ramadhan atau di bilangan ganjilnya saja? Banyak hadits yang menerangkan lailatul qadar berada di sepuluh hari terakhir. Dan juga banyak hadits yang menerangkan lailatul qadar ada di bilangan ganjil akhir Ramadhan. Rasulullah saw. bersabda:

“التمسوها في العشر الأواخر وفي الأوتار”

“Carilah lailatul qadar di sepuluh hari terakhir dan di bilangan ganjil.”

“إن الله وتر يحب الوتر”

“Sesungguhnya Allah ganjil, menyukai bilangan ganjil.”

Oleh karena itu, kita rebut lailatul qadar di sepuluh hari terakhir Ramadhan, baik di bilangan ganjilnya atau di bilangan genapnya. Karena tidak ada konsensus atau ijma’ tentang kapan turunya lailatul qadar.

Di kalangan umat muslim masyhur bahwa lailatul qadar itu turun pada tanggal 27 Ramadhan, sebagaimana pendapat Ibnu Abbas, Ubai bin Ka’ab dan Ibnu Umar radhiyallahu anhum. Akan tetapi sekali lagi tidak ada konsensus pastinya.

Sehingga imam Ibnu Hajar dalam kitab “Fathul Bari” menyebutkan, “Paling tidak ada 39 pendapat berbeda tentang kapan lailatul qadar.”

Ada yang berpendapat ia turun di malam dua puluh satu, ada yang berpendapat malam dua puluh tiga, dua puluh lima, bahkan ada yang berpendapat tidak tertentu. Ada yang berpendapat lailatul qadar pindah-pindah atau ganti-ganti, pendapat lain lailatul qadar ada di sepanjang tahun. Dan pendapat lainnya yang berbeda-beda.

Untuk lebih hati-hati dan antisipasi, hendaknya setiap manusia menghidupkan sepuluh hari akhir Ramadhan.

Apa yang disunnahkan untuk dikerjakan pada sepuluh hari akhir Ramadhan?

Adalah qiyamullail, sebelumnya didahului dengan shalat tarawih dengan khusyu’. Qira’atul qur’an, dzikir kepada Allah, seperti tasbih, tahlil, tahmid dan takbir, istighfar, do’a, shalawat atas nabi dan melaksanakan kebaikan-kebaikan yang lainnya.

Lebih khusus memperbanyak do’a yang ma’tsur:

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ : قُلْت : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَرَأَيْت إنْ عَلِمْت أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ، مَا أَقُولُ فِيهَا ؟ قَالَ : قُولِي : اللَّهُمَّ إنَّك عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Seperti yang diriwayatkan oleh Aisyah, bahwa beliau berkata: “Saya berkata: Wahai Rasul, apa pendapatmu jika aku mengetahui bahwa malam ini adalah lailatul qadar, apa yang harus aku kerjakan? Nabi bersabda: “Ucapkanlah: “Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa’fu ‘anni.” (Ya Allah, Engkau Dzat Pengampun, Engkau mencintai orang yang meminta maaf, maka ampunilah saya.” (Ahmad dan disahihkan oleh Al-Albani)

Patut kita renungkan, wahai saudaraku muslim-muslimah: “Laa takuunuu Ramadhaniyyan, walaakin kuunuu Rabbaniyyan. Janganlah kita menjadi hamba Ramadhan, tapi jadilah hamba Tuhan.” Karena ada sebagian manusia yang menyibukkan diri di bulan Ramadhan dengan keta’atan dan qiraatul Qur’an, kemudian ia meninggalkan itu semua bersamaan berlalunya Ramadhan.

Kami katakan kepadanya: “Barangsiapa menyembah Ramadhan, maka Ramadhan telah mati. Namun barangsiapa yang menyembah Allah, maka Allah tetap hidup dan tidak akan pernah mati.”

Allah cinta agar manusia ta’at sepanjang zaman, sebagaimana Allah murka terhadap orang yang bermaksiat di sepanjang waktu.

Dan karena kita ingin mengambil bekalan sebanyak mungkin di satu bulan ini, untuk mengarungi sebelas bulan selainnya.

Semoga Allah swt. menerima amal kebaikan kita. Amin

تقبل الله منا ومنكم صالح الأعمال.

sumber: dakwatuna.com

Anis Matta: Koalisi dengan PDIP Tetap Terbuka

Selasa, 23 September 2008

pkspiyunganonline: JAKARTA - Banyak yang meragukan bahwa PDIP-PKS dapat mencapai kompromi untuk koalisi karena perbedaan ideologinya sangat jauh. Tetapi, menghadapi Pilpres 2009, wacana koalisi itu terus bergulir.

Sekjen PKS Anis Matta, misalnya, mengatakan bahwa saat ini tidak tepat lagi mendikotomikan PDIP-PKS secara ekstrem. '' PDIP-PKS itu tidak layaknya minyak dan air. Jadi, peluang koalisi tetap terbuka,'' katanya di Jakarta kemarin (21/9).

Saat ini, jelas Anis, PDIP dan PKS sama-sama bergerak ke tengah. Kekuatan-kekuatan politik di Indonesia kini memiliki kecenderungan dan kesadaran untuk meninggalkan era politik aliran pada masa lalu yang penuh dengan pergesekan dan ketegangan.

Dia mencontohkan, langkah PDIP yang membentuk Baitul Muslimin, sayap partai yang bernapaskan Islam. Sementara itu, PKS juga menggelar peringatan seratus tahun kebangkitan nasional dan memilih Bali sebagai tempat pelaksanaan Mukernas I PKS -1 Februari lalu.

''Beberapa iklan PKS juga mengutip pidato-pidato Soekarno,'' beber ketua tim Pemenangan Pemilu Nasional PKS itu. Dia menegaskan, PKS akan ikut mendorong lahirnya era Indonesia baru yang tidak tersekat-sekat ke dalam politik aliran.

''Intinya, Islam dan nasionalis tidak perlu dipisahkan dan dipertentangkan. Sampai di sini, paradigma kami sama dengan PDIP,'' katanya. Dia menyampaikan, sebagai bagian yang tak terpisahkan dari suatu bangsa besar, PKS harus menunjukkan kesiapan untuk berkerja sama dengan berbagai komponen bangsa.

Karena itulah, tegas Anis, peluang untuk berkoalisi selalu terbuka. ''Seandainya terjadi koalisi, harus didasari kesamaan pandangan dan kesadaran. Bukan cuma pertimbangan pragmatis menang-kalah,'' ujarnya.

Sebelumnya, pengamat politik Islam Bachtiar Effendy menyatakan sangat meragukan koalisi PDIP-PKS dapat terwujud. Menurut dia, koalisi politik idealnya dikonstruksi oleh beberapa parpol yang secara ideologis dan politis saling berdekatan.

''PDI-Perjuangan dan PKS itu ibaratnya ada di kanan dan di kiri. Jadi, agak sulit,'' katanya, setelah diskusi di gedung DPD, kompleks Senayan, Jumat lalu (19/9). ''Bagaimana bisa membangun koalisi yang benar-benar koalisi kalau yang satu partai asasnya pancasila-marhaenisme, sedangkan yang lain Islam. Tidak mungkin itu,'' imbuhnya.

Bachtiar berpandangan, jauh lebih mudah mempertemukan PDI-Perjuangan dengan Partai Golkar. Kalau PKS, lanjut dia, akan lebih mudah berkoalisi dengan PPP atau PBB. ''Saya melihat wacana koalisi PDIP-PKS itu hanya kembang-kembang Pemilu 2009,'' tegasnya.

Mengapa masih mendikotomiskan nasionalis-religius? ''Ini bukan soal dikotominya. Kalau ideologinya berbeda, saya kira, program-program turunannya juga berbeda,'' jelasnya.

Makanya, lanjut Bachtiar, akan jauh lebih mudah bila partai-partai yang berkoalisi memiliki asas yang sama. ''Minimal tidak terlalu jauh,'' kata staf pengajar UIN Jakarta itu.

Bukankah dalam koalisi juga ada pertimbangan rasional pragmatis, misalnya menang-kalah ? ''Nah, jangan bicara koalisi yang seperti itulah,'' jawabnya, lantas tersenyum kecut.

Dia lantas mencontohkan koalisi politik besar di Malaysia, yaitu Organisasi Nasional Malaysia Bersatu (United Malays National Organization/UMNO), tidak mungkin terjadi kalau Partai PAS (Partai Islam se-Malaya) masuk di sana. ''Jadi, percayalah kepada saya, koalisi PDI-Perjuangan dengan PKS itu tidak akan terjadi,'' katanya.

Wacana koalisi PDIP-PKS belakangan mencuat setelah sejumlah hasil survei menunjukkan tingginya popularitas Ketua MPR Hidayat Nurwahid yang juga tokoh senior PKS. Sementara itu, PDIP juga tengah mencari sosok cawapres bagi ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri, yang kembali dicalonkan sebagai capres 2009 dari PDI-Perjuangan. (pri/mk)

sumber: jawapos

Langkah Gagah Akhwat DPRa PKS Sitimulyo

Kontributor : Candra
GENTINGSARI - Ramadhan sudah berada di penghujung nya. Saatnya kita 'habis-habisan' dalam berburu pahala. Pun demikian yang dilakukan pasukan akhwat DPRa PKS Sitimulyo. Dengan dikomandani Bu Candra dan Bu Farikhah, tujuh kader akhwat Sitimulyo melakukan direct selling di dusun Gentingsari Sitimulyo Piyungan, Ahad (21/9) kemarin.

Jalanan terjal nan mendaki tidak menyurutkan para kader akhwat Sitimulyo bersilaturohim ke rumah-rumah warga. Maka, sebanyak 26 rumah pun berhasil disambangi sore itu. Alhamdulillah dan biidznillah, hasilnya tidak mengecewakan. Sebanyak 5 rumah berhasil di-closing untuk mendukung PKS. Sedang sisanya perlu disilaturohim ulang karena belum bisa menentukan pilihan hari itu.

Matahari sudah menuju ke peraduannya. Pasukan akhwat Sitimulyo pun melangkahkan kaki menuju 'benteng'nya, baiti jannati, sambil mendendangkan syair keteguhan...

Takkan surut walau selangkah....
Takkan henti walau sejenak....
Cita kami hidup mulia....
Atau syahid mendapat surga...

"Dan seandainya ada satu orang yang mendapat hidayah lantaran upaya yang kamu lakukan, itu lebih baik dari dunia seisinya." (al-hadits)

Ketika Aku Melihatnya Menangis

oleh Ummi Zahid

Setelah lima tahun perjalanan usia pernikahan kami, jelang shubuh hari ini, kali pertama aku melihat suamiku menangis, terisak dan berlinang air mata.

Tak pernah kulihat sebelumnya dia menangis, pun ketika shalat malam atau ketika Allah sedang menguji kami. Aku hanya akan mendengar parau suaranya atau isak sesaat saat berdua berjama’ah mengisi malam dengan Qiyammul Lail, tidak seperti saat imsak menjelang shubuh ini, sungguh aku melihatnya menangis. Ya, suamiku sosok yang sederhana dan bersahaja itu menangis.

Pembicaraan berawal dari kesulitan-kesulitan yang sedang dialami orang tua kami lengkapnya orangtuaku atau mertuanya, saat ini berkaitan dengan masalah keuangan. Hutang-hutang yang melilit dan diminta untuk segera dilunasi. Sebenarnya aku diminta tidak menceritakan masalah ini ke suamiku, tapi karena aku dan suami telah saling berkomitmen untuk saling terbuka dan tidak memendam suatu masalah atau perasaan sendiri saja, akhirnya aku bercerita juga.

Ketika aku ceritakan masalah tersebut ke suamiku, aku mendapatkan jawaban yang tak kuduga sebelumnya. Dia meminta agar THR (Tunjangan Hari Raya) yang baru kami dapat agar ada yang dikirim untuk dapat membantu walaupun tidak dapat menyelesaikan semua hutang orang tuaku. Jujur saja, aku belum terfikir kearah sana, karena menjelang hari raya ini begitu banyak pengeluaran dan kebutuhan yang harus dipenuhi. Belum lagi biaya untuk mudik ke Jakarta karena kami tinggal di pulau Sumatra yang tentunya akan menghabiskan lembaran-lembaran rupiah yang tidak sedikit.

Ada kata-kata mengalir dari lisannya yang seakan menohok ruang dadaku. “ Orang tua tidak perlu tahu kesulitan-kesulitan kita di sini. Coba ummi bayangkan itulah akhlak Rosulullah SAW. Betapa Beliau tidak membiarkan harta yang didapat kecuali hanya mampir sebentar di rumah tangganya. Beliau susah, tapi di balik kesusahan itu ada tujuan yang jelas yang akan dituju. Ridho Allah.”

Ketika kukatakan jumlahnya cukup besar sehingga akan membuat orang tua mencari pinjaman lain untuk menutupi hutang yang ada. Katanya:
“ Setidaknya kita bisa sedikit membantu dan mengurangi jumlah pinjaman kalaupun akan berhutang lagi. Ingat, saat ini kita sedang pegang uang walaupun kita sedang butuh. Tapi saat ini hak uang yang utama adalah untuk membayar hutang karena memang harus dibayar apalagi jika sudah berhubungan dengan masalah orang tua. Hutang dengan institusi pastinya berkenaan dengan bunga, tapi jika hutangnya dengan perorangan selain bunga ada perasaan di sana.”

“ Coba ummi bayangkan lagi, bagaimana sahabat-sahabat Rosulullah SAW, Abu Bakar r.a contohnya, mengikhlaskan harta bendanya dijalan Allah dan hanya meninggalkan Allah dan Rosul-Nya untuk keluarganya. Kita belum sampai ke sana Mi, jauh..sangat jauh” katanya dengan suara mulai parau. “ Apalagi ketika…ada pembagian ghonimah perang dan ternyata sebagian besar ghonimah itu diberikan kepada kaum Muhajirin sehingga… sahabat Anshor sempat bertanya-tanya dan Rosulullah yang mulia berkata..” katanya mulai terisak. “ Apakah kalian merasa tidak cukup ketika setelah peperangan mendapati Rosul kalian pulang bersama kalian…” Dan diapun menangis..
Aku hanya dapat menatap sosok yang aku cintai didepanku menangis, tersedu, berlinangan air mata. Tanpa sadar air mataku mengalir. Menangis karena melihatnya menangis dan menagis karena kata-katanya yang mengingatkanku ketika diri ini mulai silau pada dunia.

Aku terus menatapnya sampai akhirnya tangisnya terhenti seiring lantunan adzan Shubuh yang memanggilnya untuk shalat berjama’ah dimasjid.
Ba’da shubuh ku termenung…Ya, seorang mukmin harus menganggap harta sebagai sarana, bukan tujuan. Ia membuktikan kebenaran imannya dengan mencari harta secara halal, menginfaqkannya sejalan dengan aturan Allah, dan berderma untuk mendapattkan keRidhoan Allah. Karena itu, ia berusaha menguasai harta untuk menjaga kehormatan, mempermudah melakukan kebajikan dan menghapuskan diri dari berbagai kekeliruan. Meski demikian seorang mukmin harus waspada terhadap harta dan selalu mengontrol kecenderungan hati terhadapnya. Sebab, harta adalah salah satu ujian untuk mengukur kualitas keimanan.

Semoga Ramadhan kali ini mengajarkan aku menjadi seorang mukmin yang tawadhu’ kepada Allah SWT dan sesama. Amin.

sumber: eramuslim.com

PKS Mulai Dekati Klub Sepakbola

pkspiyunganonline: Makassar – Partai Keadilan Sejahtera tampaknya mulai menggarap segala sisi dalam strategi kampanyenya. Bahkan, klub sepakbola pun kini menjadi ‘ladang garapan’.

Salah satunya, terungkap dari Muzakkir Ali, Ketua Bapilu (Badan Pemenangan Pemilu) PKS Kota Makassar, di sela-sela acara diskusi PKS dan aktivis buruh di Makassar, Senin (22/9).

Menurutnya, Sekjen PKS Anis Matta berniat membantu krisis keuangan yang dialami manajemen Persatuan Sepak Bola Makassar (PSM). Niat ini disampaikan Anis, setelah membaca di media mengenai seretnya kondisi keuangan PSM.

Sebagai putera daerah, kata Muzakkir, Anis merasa khawatir terhadap nasib yang menimpa PSM. Karenanya, ia ingin menawarkan pada PSM melalui media, biaya tiket pulang pergi plus biaya transportasi lokal saat laga tandang PSM mendatang, yang totalnya sekitar Rp40 juta.

"Pak Anis akan mengeluarkan dana pribadinya jika sekiranya PSM mau menerima tawaran tersebut," jelas Muzakkir.

PSM direncanakan akan melakukan laga tanding ke Jawa pada 4 Oktober. Sementara, beberapa hari terakhir, gaji pemain dan pelatih telat dibayarkan menyusul kondisi krisisis keuangan itu.

Muzakkir menambahkan, keinginan Anis yang berasal dari kabupaten Bone ini, merupakan stimulus. Ia berharap setelah Anis Matta, akan ada orang lain yang juga memberi bantuan pada PSM.

sumber: inilah.com
 
© Copyright PKS PIYUNGAN 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by PKS PIYUNGAN