NEWS UPDATE :

LSI: Artis Jadi Caleg, Bukti Parpol Gagal Lakukan Kaderisasi

Kamis, 31 Juli 2008

detiknews: Sejumlah artis ramai-ramai bertarung menjadi caleg di Pemilu 2009. Fenomena ini menunjukan kegagalan parpol dalam melakukan kaderisasi.

"Itu cara prilaku partai yang buruk. Itu kan cuma cara instan dan menunjukkan kegagalan parpol dalam melakukan kaderisasi karena tidak membangun dari bawah kader-kader parpolnya," kata Direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI) Saiful Mujani.

Hal ini disampaikan Saiful usai seminar bertajuk "Refleksi Perjalanan Bangsa dan Konsolidasi Demokrasi dalam menyongsong Pemilu 2009" di Hotel Sahid Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (31/7/2008).

Menurut dia, wakil rakyat bukan wilayah artis. "Tetapi mereka dipaksakan dengan memanipulasi popularitas mereka. Tentu saja masyarakat umum yang kurang berpendidikan memilih orang yang dia tahu saja," ujarnya.

[pkspiyungan.blogspot.com]

Family Gathering DPRa PKS Srimartani

Reporter: Watix
kamerawan: Didi

pkspiyunganonline: NGANYANG - Hari ini, Kamis 30 Juli 2008 di Pemancingan Minolestari, DPRa Srimartani mengadakan kegiatan TRP (Taklim Rutin Partai). Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai forum ukhuwah di kalangan intern DPRa Srimartani agar tercipta suasana kekeluargaan yang nyaman dan tentram,mengikat dan mempererat tali persaudaraan, mensolidkan kader, Family Gathering, memperlancar komunikasi diantara kader-kadernya, dan untuk merefreshkan pikiran yang selama ini disibukkan oleh berbagai kegiatan-kegiatan demi untuk memperjuangkan dan melayani kepentingan rakyat Kelurahan Srimartani.

Acara dimulai pukul 08.30 WIB dengan dimoderatori oleh akh Eko Heri Purwanto yang tidak lain adalah sekretaris DPRa Srimartani.Akh Eko memberikan sambutan yang berisi bahwa semoga menangnya PKS di 2009 mampu merubah sistem tata Negara Indonesia ini menjadi lebih baik lagi dan sesuai dengan aturan yang adil dan memihak pada kepentingan rakyat Indonesia yang sekarang ini kondisinya morat-marit tak karuan..Acara ini dihadiri oleh kader-kader Srimartani khususnya dan tak lupa kami ucapkan terima kasih juga kepada kader dari Srimulyo yaitu Ibu Endah dan kader dari Sitimulyo Pak Didi Darmadi yang telah menyempatkan diri untuk menghadiri kegiatan TRP ini.

Kegiatan TRP diawali dengan tilawah Al-Qur’an yang dilantunkan oleh Pak Hary Sinjo alias Abu Zidane. Suasana pun semakin hening dan larut dengan lantunan ayat-ayat Allah yang menusuk jiwa dan raga ini karena pikiran kita langsung tertuju kepada Allah SWT bahwa betapa kecilnya kita ini dihadapan-Nya.Ketua DPRa Srimartani akh Rusdi Martono pun juga tak ingin ketinggalan untuk menyampaikan sambutan-sambutannya yang notabene sambutan ini untuk membuat semangat kader-kader yang dipimpinnya menjadi kader yang bisa memimpin dan dipimpin, bisa dimenejemen dan memenejemen diorganisasi dan mengorganisasi,amanah,baik itu untuk diri sendiri maupun orang lain, terutama untuk melayani rakyat Srimartani semaksimal mungkin hanya karena Allah SWT semata.

Taujih disampaikan oleh Ust Sugeng Dhani yang telah merelakan dirinya jauh-jauh datang dari Wonogiri hanya untuk menghadiri TRP ini.Taujihnya membahas tentang “Keadilan” dengan Abdulloh bin Rowahah sebagai contohnya.Intinya adalah keadilan merupakan suatu hal yang penting untuk menjalani kehidupan ini.Dengan seseorang memiliki sikap adil berarti di dalam jiwa dan raganya secara otomatis telah tertanam ketaqwaan kepada Allah SWT.Keadilan sangat penting untuk ditanamkan di dalam jiwa dan pikiran masyarakat untuk membentuk kepribadian yang adil yang kemudian direalisasikan menjadi suatu kebiasaan yang membudaya dan berkarakter adil,tetapi keadilan terhadap diri sendiri juga tidak boleh diabaikan.

Suasana menjadi hangat dan semangat setelah kita melantunkan kalimat “Allahu Akbar”!!!! Sebelum acara inti dimulai diadakan terlebih dahulu acara “Kado Silang”.Setiap kader mengambil undian nomor dan mengambil kado sesuai dengan nomor yang di dapat.Setelah semuanya mendapat kado,maka dengan hitungan satu,dua,tiga,kami langsung membuka kadonya.Lucu sekali!!! Ada yang dapat juz ‘Amma,buku bacaan,frame foto,dan tak ketinggalan pula ada yang dapat payung.Semoga kado ini dapat dimaknai sebagai kenang-kenangan dan membuat silaturahmi di antara kita semakin kokoh Pokoknya asyik sekali!! Karena acara TRP ini sifatnya serius tapi rileks,maka semua kader pun mulai sharing dan memberikan masukan-masukan untuk kemajuan DPRa Srimartani dan untuk kelangsungan hidup PKS ke depannya.Masukan dan sharingan itu antara lain acara TRP (Taklim Rutin Partai) diadakan setiap 3 bulan sekali dengan tempat yang berbeda-beda tapi menyenangkan sekaligus untuk refreshing sekalian wisata kuliner,dalam acara TRP ini disarankan untuk mengajak teman-teman di luar kader untuk mengenalkan PKS agar PKS tidak awam di telinga mereka,kader siluman (pribadi yang tidak aktif dalam kegiatan kepartaian PKS tetapi memilih PKS pada Pemilu 2009 mendatang) diperhatikan karena dengan adanya kader siluman ini berarti PKS telah dikenal oleh pribadi masyarakat dan itu artinya PKS telah diterima dan dipercaya masyarakat untuk memimpin negara Indonesia untuk mengadakan perubahan ke arah yang lebih baik yang sifatnya merakyat walaupun mereka tidak menunjukkan bahwa mereka adalah simpatisan PKS.Selain itu ternyata DPC PKS Piyungan sudah membuka dan membaur dengan kehidupan masyarakat dan hal ini harus tetap dipertahankan,dan harus ditingkatkan lagi.Sebagai warga Negara Indonesia yang baik,kami (kader PKS Piyungan) juga berpartisipasi dalam rangka HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke-63 dengan mengadakan kegiatan olimpiade antar DPRa di DPC Piyungan juga disampaikan dalam acara ini.DPRa Srimartani optimis dalam olimpiade ini akan menyabet juara umum.Oleh karena itu kami (DPRa Srimartani) mempersiapkan fisik dan mental untuk mengikuti berbagai lomba diantaranya adalah lomba lari karung,menggulung stagen,lari kelereng,tarik tambang dan lainnya (jenis lombanya dapat dilihat di pkspiyungan.blogspot.com).Acara ini berlangsung aman,tertib,lancar,dan meriah karena di sini juga dihadiri oleh anak-anak kecil yang sangat lucu sekali.

Setelah acara inti selesai,maka kami pun menikmati hidangan makanan khas Pemancingan Minolestari dengan lahapnya.Acara selesai pukul 12.00 WIB.Kami pun kembali ke tempat peraduan (rumah) kami masing-masing. (By watix)

Jangan Coblos PKS!

pkspiyunganonline: JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan penandaan kertas suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 dilakukan dengan men-contreng atau memberikan tanda cek bukan mencoblos seperti pemilu sebelumnya. Anggota KPU Divisi Sosialisasi Pemilu Endang Sulastri menyatakan, penetapan istilah men-contreng tersebut nanti disesuaikan dengan istilah di daerah masing-masing.

''Kepastiannya men-contreng, tidak dengan tanda lain,'' kata Endang saat ditemui di gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, kemarin (29/7).

Sesuai dengan UU Pemilu No 10/2008, Pemilu 2009 tidak lagi mencoblos surat suara. Pemerintah dan DPR menetapkan bahwa pemilu kali ini dilakukan dengan menandai surat suara. KPU telah menetapkan pemungutan suara Pemilu 2009 pada 11 April.

Menurut Endang, sebelum men-contreng ditetapkan, beberapa usul publik meminta agar surat suara bisa ditandai dengan melingkari, memberikan tanda silang, dan men-contreng. KPU akhirnya memilih tanda contreng. "Pertimbangannya sederhana, supaya masyarakat gampang mengingat," lanjut Endang.

Mengenai istilah, KPU menyerahkan sosialisasi yang sesuai dengan kondisi daerah. Beberapa daerah mengenal istilah men-contreng dengan men-centang. Ada juga yang mengenal dengan istilah men-cawang. "Seperti istilah mencoblos, di Papua itu dikenal dengan menikam. Karena itu, istilah disesuaikan dengan apa yang dikenal masyarakat setempat," tambah dia.

Lantas bagian mana yang ditandai oleh pemilih? Menurut Endang, sesuai dengan UU Pemilu, penandaan surat suara Pemilu 2009 bisa dilakukan di logo, tanda gambar, atau juga nama partai. Syaratnya, pemilih hanya boleh menandai kertas suara tersebut satu kali. "Kalau lebih satu kali, tidak sah," terang dia.

Namun, untuk memperjelas, KPU akan mengatur cara penandaan kertas suara tersebut dalam peraturan KPU. Peraturan tersebut nanti diharapkan bisa memberikan panduan kepada pemilih, bagian surat suara mana yang di-contreng. ''Satu atau dua minggu lagi peraturannya selesai,'' katanya.

Secara terpisah, Kepala Biro Logistik KPU Dalail menyatakan, format dan desain surat suara Pemilu 2009 sampai saat ini masih perlu dibicarakan dengan DPR. Meski begitu, untuk kertas nanti, KPU akan menggunakan kertas HVS seberat 80 gram untuk standar idealnya.

''Besar surat suaranya belum ditentukan,'' kata Dalail. Namun, dengan asumsi peserta pemilu mencapai 34 parpol, kertas suara Pemilu 2009 diperkirakan selebar satu halaman koran. (bay/mk)

sumber: jawapos
---------

JADI, JANGAN COBLOS PKS TAPI CONTRENG-LAH PKS!!!

PKS Bantah Nikmati Dana BI

INILAH.COM, Jakarta - PKS sedang menyiapkan langkah-langkah menanggapi pernyataan Hamka Yandhu yang menyebut kader PKS menerima aliran dana BI. Masalah ini sudah pernah diklarifikasi sebelumnya.

Ketua Badan Humas DPP PKS Ahmad Mabruri ketika dihubungi INILAH.COM menyatakan tidak benar Tb Soenmandjaja menerima aliran dana BI sebesar Rp 250 juta. Menurutnya, Soenmandjaja sudah menjelaskan hal tersebut pada awal tahun 2008 lalu.


"Hal ini tidak benar sama sekali. Dan beliau telah menjelaskan kepada partai malah sempat bikin konferensi pers waktu itu, dia menyatakan tidak ikut menerima dana BI tersebut," kata Mabruri kepada INILAH.COM, Jakarta, Rabu (30/7).

Mabruri menambahkan, diharapkan seusai maghrib pihaknya bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat Bogor mengenai pernyataan Hamka Yandhu tersebut. "Dengan tim sukses dan DPD nanti malam kami rencananya bisa memberikan penjelasan kepada masyrakat Bogor di rumah salah satu pengurus PKS," katanya.

Dijelaskan Mabruri, penghembusan isu untuk menurunkan citra seorang tokoh menjelang Pilkada merupakan suatu hal yang lazim, dan menurutnya hal itu sebenarnya bisa hilang sendiri. Kejadian serupa juga terjadi saat Pilkada Jateng, waktu itu PKS mengusung calon Sukawi, namun setelah proses Pilkada selesai maka kabar tersebut sudah tidak ada kelanjutannya.

"Kalau menjelang pemilihan begini ini hal ini sudah biasa untuk turunkan pamor calon kami, seperti di Jateng saja, kan sama, nah sampai sekarang tidak ada proses hukumnya. Tapi kami untuk sekarang mencoba sebisa mungkin menjelaskan kepada masyarakat itu tidak benar," tegasnya.

Nama Tb Soenmandjaja disebut Hamka Yandhu dalam kesaksian di pengadilan Tipikor bersama 51 orang anggota dewan lainnya yang menerima aliran dana BI. Soenmandjaja tergabung dalam Fraksi Reformasi dan menjadi anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004.[L6]



PKS Telah Memberi Bukti

pkspiyunganonline: INILAH.COM, Jakarta – Meski termasuk partai politik berusia muda, Partai Keadilan Sejahtera sukses melakukan alih generasi. Ada perubahan yang muncul: heterogenisme pemikiran dan perilaku politik. Nasib PKS ke depan ditentukan kaum mudanya.

Generasi pertama PKS sebentar lagi akan berlalu dan menjadi catatan sejarah. Sementara kaum mudanya bergerak cepat menyongsong masa depan dengan semangat pembaruan.

Pada generasi pertama, nyaris semua tokoh PKS berlatar belakang pendidikan agama dan mereferensi pemikir Islam Timur Tengah dalam literatur pemikirannya. Mereka misalnya Abu Ridha, Hilmi Aminudin, dan Rahmat Abdullah.

Direktur Reform Institute Dr Yudi Latif melihat, ruang publik mereka sempit. Karena represi Orde Baru, maka terjadi proses kristalisasi dan internalisasi ideologi mereka.

Lain halnya dengan generasi kedua, mereka sudah mulai heterogen, meski fondasi pendidikan agamanya masih sangat kuat. Hal itu bisa dilihat dari munculnya tokoh-tokoh seperti Mutammimul Ula, Untung Wahono, Hidayat Nur Wahid, dan Didin Hafiduddin.

Menurut Yudi Latif, literatur non-agama menjadi bagian yang mempengaruhi pemikiran mereka. Konsistensi politik pada masa mereka juga sedikit agak berkurang represinya.

Perkembangan lebih lanjut menjadikan generasi ketiga nyaris kebalikan dari generasi pertama. Pada generasi ini, kebanyakan kadernya berlatar belakang pendidikan umum. Nama-nama yang muncul adalah Zulkieflimansyah, Al Muzammil Yusuf, Anis Matta, Mahfudz Sidik, dan Fachri Hamzah.

Ruang publik mereka cukup luas karena situasi politik memberikan ruang yang relatif luas untuk ekspresi politik. Literatur yang digunakan pun sudah banyak ragam. Bahkan, referensi Barat juga turut mempengaruhi pemikiran mereka. Demikian juga dengan konsistensi politik, yang nyaris tanpa represi dari Orde Baru menjadikan ideologi mereka agak cair.

Dalam hal regenerasi, dosen Fisipol UGM Ary Dwipayanan menyebutkan bahwa kaum muda menjadi kekuatan inti PKS. Hal ini juga dibenarkan Anis Matta, Sekjen PKS. "Lebih dari 80 persen caleg PKS berusia di bawah 50 tahun. Malahan ada yang berusia 26 tahun. Bisa jadi nanti di DPR tidak akan terlihat lagi anggota DPR yang tertidur saat sidang," ujarnya.

Jika di DPR partai sudah menetapkan calonnya, tak demikian halnya dengan calon presiden. Untuk soal satu ini, PKS baru akan menentukan setelah pemilu legislatif. “Kalau misalkan perolehan suara kami kurang, kita akan melihat nanti di tahun 2009 siapa yang akan kami dukung,” ujar Anis.

Yang jelas, pilihan PKS tidak didasarkan pada figur tertentu. Pemilihan calon lebih ditentukan oleh faktor determinasi partai. PKS melihat, 100 tahun Kebangkitan Nasional merupakan bagian dari proses memunculkan pemimpin muda. Terkait hal itu, PKS akan berkomunikasi dengan elemen-elemen masyarakat sipil, ekonomi, dan politisi.

Jika PKS mampu meraup 20% suara pada Pemilu 2009, mereka akan memilih satu dari 100 tokoh tersebut. Apalagi, Presiden PKS, Tifatul Sembiring sudah memberi sinyal partainya akan meninggalkan Susilo Bambang Yudhoyono pada Pilpres 2009. Mereka lebih suka mengusung calon muda. Istilah mereka balita, bawah lima puluh tahun.

Bagaimana kira-kira prospek PKS di masa depan? Dalam dua pemilu lalu, PKS membuktikan bahwa mereka tidak mengusung simbolisme agama, melainkan menawarkan citra disiplin, pikiran murni, bebas korupsi, dan disiplin. Di sinilah mereka mampu menarik simpati.

PKS juga tidak mau masuk dalam ranah politik Islam yang terbagi-bagi menjadi modernis dan tradisional. Para analis melihat, PKS akan mampu meraih kedua ranah tersebut. Dari Islam modernis (yang jadi basis PBB, PAN, PPP, dan PBR) dan Islam tradisionalis (PKB dan basis-basis NU lainnya).

''Masa depan PKS ditentukan mereka sendiri, terutama kaum mudanya yang proaktif menjaring dukungan masyarakat,” kata pengamat politik UGM, Prof Mochtar Mas'ud.

Jadi, kalau sekarang PKS menyuarakan keinginan melakukan regenerasi kepemimpinan, bukan berarti sebuah pemikiran tanpa dasar. Setidaknya, mereka telah membuktikan mampu melakukannya. [I4]


Kronologi Bentrok Warga dan Mahasiswa Sekolah Theologi Injil Arastamar (SETIA)

Rabu, 30 Juli 2008

pkspiyunganonline: Berikut ini kronologi bentrok warga Pinang Ranti dan Mahasiswa Sekolah Theologi Injil Arastamar seperti yang diceritakan oleh tokoh masyarakat Risman Hadi kepada Suara Islam, Ahad (27/7) kemarin.

Jum’at malam (25/7), diawali dari tertangkapnya mahasiswa yang berada di mess gang melinjo bernama Julius, dipergoki warga karena berusaha mencuri pompa air. Dari rumah warga dia diamankan ke rumah Ketua RW. Kemudian diserahkan ke petugas dan dibawa ke Polsek Pinangranti.

Tiba-tiba dari gang melinjo, ada warga melapor ke masjid kalau rumahnya dilempari oleh mahasiswa SETIA. Kemudian, warga ingin mengecek ke mess mahasiswa, ingin tahu alasan mengapa melempari rumah warga. “Ada maling dari pihak mereka, kok seolah-olah mereka nggak terima,” ujar Risman.

Pada saat ingin mengecek, ternyata warga sudah disambut dengan batu bata dan balok (di atas balok ada paku tajam). Ini seolah ada desain dimana ada pemicu awal. Kemungkinan maling itu sebagai pemicu.

Warga yang merasa terserang akhirnya mundur. Menunggu petugas datang. Begitu petugas datang, Massa yang ada ingin mengecek lagi kenapa mahasiswa melempari warga, tapi justru dari pihak mahasiswa lebih beringas akhirnya warga melayani. Terjadilah perang timpuk-timpukan. Walhasil warga yang kalah karena warga dari bawah, sementara mereka berada di tingkat 2 mess.

Hari Sabtu (26/7) pukul 1 pagi, massa dari warga kembali ke masjid. Kemudian dari arah bawah datang 6 orang berbaju hitam dan berkulit gelap, memancing kisruh kembali dan dikejar oleh warga. Bentrok kembali terjadi. Mereka mengaku dari polisi, tetapi saat diminta ditunjukkan KTA tidak mau. Hal itu membuat curiga warga, bahwa mereka itu provokator. Mereka pun dikejar oleh warga.

Keenam orang tak dikenal tersebut diduga bersembunyi di asrama mahasiswa putri.Dari dalam asrama, terdengar provokasi dengan kata-kata kasar, maka akhirnya warga spontanitas menyerang asrama. Penyerangan tersebut semata-mata akibat provokasi.

Sabtu siang kondisi aman seperti keseharian biasa. Namun malamnya, bentrok terjadi lagi. Sekitar 8 yang diduga preman dari pihak SETIA terlihat petantang-petenteng bolak-balik di depan Masjid, sedangkan di dalam Masjid ada pengajian. Salah satu dari mereka melempar masjid. Warga pun mengejar mereka.

Delapan orang tersebut masuk kembali ke dalam asrama putri. Ternyata di dalam asrama sudah ada sekitar seratusan orang. Melihat tersebut, warga agresif lagi ingin menangkap orang tersebut. Kemudian terjadi saling menyerang. Warga pada saat itu hanya membawa alat sekadarnya, seperti gagang sapu dan pentungan. Sementara pihak mahasiswa Kristen tampak lebih siap. Hal ini terbukti dengan adanya anak panah yang diarahkan pada warga.

Walhasil 15 orang warga terluka, 2 orang terkena panah (panah tersebut diduga berasal dari kupang). Panah tersebut berbau anyir, dan begitu luka keluar darah hitam. 3 orang petugas terkena batu yang kebanyakan terkena dari belakang. Karena posisi petugas dan warga berhadap-hadapan.

Pihak yayasan kemudian memohon pihak kepolisian mengevakuasi mahasiswa yang berada di sana. “Jadi, selesai bikin masalah, mereka minta evakuasi,” kata Risman. Dia pun sempat bersitegang dengan kepolisian, menuntut preman yang berada di dalam asrama mahasiswi tersebut untuk ditangkap.

Bentrok masih terjadi. Akhirnya polisi mengeluarkan gas airmata. Evakuasi dilakukan, dan diduga ada sekitar 100 orang di dalam karena petugas membawa mereka dengan menggunakan 3 truk.

Pantauan Suara Islam langsung dari lapangan di hari Ahad (27/7) siang, kondisi kembali tegang setelah tertangkapnya 2 pemuda berkulit hitam oleh warga. Mereka berusaha masuk ke dalam kampus SETIA. Sementara itu, beredar isu akan datang preman Ambon dan Tanah Abang yang sengaja dipanggil oleh pihak yayasan untuk mengamankan kampus.

Sorenya, Walikota bersama jajaran aparat setempat menggelar rapat. Hasilnya, Walikota berjanji akan mengevaluasi keberadaan kampus SETIA dan jika dimunginkan akan direlokasi dari Pinangranti. Malamnya, pihak kepolisian mengevakuasi sekitar 1300 mahasiswa dari dalam kampus SETIA. [ihsan/www.suara-islam.com]


Mahasiswa SETIA ke DPR, Ancam Dirikan Negara Baru

pkspiyunganonline: Mahasiswa Sekolah Tinggi Theologi Injili Arastamar atau SETIA mengadu ke DPR demi bisa kuliah lagi di kampusnya. Jika tidak dipenuhi, mereka mengancam akan mendirikan negara baru.

"Kita minta ada kepastian, kita ingin kembali belajar dengan tenang di sana. Memang di sini kami ini minoritas, tetapi di daerah kami, kami mayoritas. Kami siap mendirikan negara baru," kata salah satu perwakilan dari SETIA dalam audiensi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/7/2008).

Sekitar 200 mahasiswa SETIA yang didampingi perwakilan dosen, rektor dan pimpinan Aras Gereja Nasional ditemui perwakilan Fraksi PDIP dan Fraksi PDS di ruang rapat Komisi VII DPR.

Menurut koordinator tim Advokasi STT SETIA, Lubis, mahasiswa menuntut kembali ke kampus dan asramanya di Kampung Pulo, Pinang Ranti, Jakarta Timur. Mereka juga meminta DPR menjamin keamanan mereka.

"Kami meminta perlindungan keamanan terhadap mahasiswa dan meminta kepastian hukum terhadap kasus ini," kata Lubis.

Seorang perwakilan mahasiswa, Maruli, juga mengancam akan bertahan di DPR jika keinginan mereka tidak dipenuhi. "Kami berencana akan tetap bertahan di DPR selama mahasiswa tidak dipulangkan," ujar Maruli.

Curhat mereka disimak baik-baik oleh sejumlah anggota FPDIP dan FPDS. Antara lain Ketua Umum PDS Ruyandi Hutasoit dan Ketua FPDS Carol Daniel Kadang.

"Masukan ini akan saya teruskan kepada Kapolri, karena saat ini masih membuat langkah-langkah penanganan," kata anggota FPDIP, Gayus Lumbuun.(fiq/gah/detik)

sumber: swaramuslim.com

Kasus Tawuran di Pinang Ranti : SETIA Manipulasi Izin Bangunan

pkspiyunganonline: Jakarta - Izin pembangunan Sekolah Tinggi Theologi Injili Arastamar (SETIA) dinilai bermasalah. SETIA semula izin membuat pagar. Tetapi berubah menjadi bangunan. Warga Kampung Pulo pun komplain.

"Dari tahun 1991-1992, SETIA telah memanipulasi data. Yang berawal dari perizinan pagar berubah menjadi bangunan. Ketika dikomplain warga, dia selalu bilang intimidasi pemerintah," kata Ketua Forum Komunikasi Muslim Kampung Pulo Risman Hadi saat ditemui wartawan di Masjid Baiturrahman, Kampung Pulo, Pinang Ranti, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Sabtu (26/7/2008).

Menurut dia, warga tidak pernah menerima SETIA untuk berkepentingan bisnis. Alasannya, tidak memungkinkan mendirikan yayasan di tengah pemukiman padat dan mayoritas muslim.

"Lalu dengan banyaknya jumlah mereka sampai 7.400 orang berdasarkan data tahun 2007, ini memancing kerawanan sosial. Terbukti, dari tadi malam kejadian tindak pencurian," ujarnya.

Selain itu, kata Risman, mahasiswa SETIA sering terlibat bentrok antarsuku.

"Mereka melakukan suka-suka mereka. Ini dilakukan di tengah warga saya. Dari awal, sesepuh masyarakat di sini sudah menolak. Karena akan menimbulkan konflik yang lebih global," tutur pria yang mengenakan kaos lengan panjang warna hitam dan sorban warna hitam putih ini.

SETIA didirikan pada 11 Mei 1987. SETIA punya fasilitas yang mampu menampung 1.500 orang. SETIA memiliki 6 program studi yakni Teologi, Pendidikan Agama Kristen, Pendidikan Guru TK/SD (PGTK/PGSD), PGSLTP jurusan matematika dan bahasa Inggris, D3 Akademi Perawatan, dan Sekolah Menengah Teologi Kristen.

Pada tahun 2007, Front Pembela Islam (FPI) pernah demo menuntut SETIA ditutup.(aan/djo/detik)

sumber: swaramuslim.com

Kolom Anis Matta: KOMPETISI

Para pahlawan mukmin sejati tidak membuang energi mereka untuk memikirkan seperti apakah ia akan ditempatkan dalam sejarah manusia.

Yang mereka pikirkan adalah bagaimana mereka meraih posisi paling terhormat di sisi Allah swt. Itulah sejarah yang sebenarnya. Kalau suatu ketika sejarah manusia memberi mereka posisi yang terhormat, itu hanya -seperti kata Rasulullah saw- "berita gembira yang dipercepat".

Ridha Allah dan tempat yang terhormat di sisi-Nya. Itulah cita-cita sejati para pahlawan mukmin. Dan itulah ambisi yang sebenarnya, ambisi yang disyariatkan, ambisi yang mendorong lahirnya semangat kompetisi yang tak habis-habis. Di sini medan kompetisi itu sangat berbeda dengan kompetisi di medan lain. Yang membedakannya adalah luas wilayah kompetisi yang tak terbatas kecuali oleh batasan kebaikan itu sendiri, karena hadiah yang disediakan untuk para kompetitor juga tak terpatas. .

Dari mata air inilah para pahlawan mukmin sejati itu mereguk surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang bertakwa, "(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS. Ali Imran: 1 33-134).

Kompetisi adalah semangat yang melekat dalam diri para pahlawan. Sebab ini merupakan cara terbaik untuk mengeksploitasi potensi-potensi mereka. Maka mereka membutuhkan medan kompetisi yang tak terbatas, sebab ketidakterbatasan itu akan mendorong munculnya semua potensi tersembunyi dalam diri mereka. Dan, medan kompetisi ini memang tidak terbatas, sebab medannya adalah "amal shaleh", dan amal shaleh itu beragam serta tidak terbatas.

[pkspiyungan.blogspot.com]

PKPB Dukung Cawakot PKS Bandung

pkspiyunganonline: detikBandung - Kekisruhan internal Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Kota Bandung berimbas kepada dukung mendukung pasangan dalam Pilwalkot. Diisukan mendukung pasangan Dada-Ayi, PKPB menyatakan hal itu tidak benar. PKPB Bandung mendukung sepenuhnya pasangan Taufikurahman-Deni Triesnahadi (Trendi) yang diusung PKS.

Hal itu disampaikan Sekertaris PKPB Kota Bandung Iwan Suhermawan kepada wartawan saat jumpa pers di RM Ponyo, Jalan Malabar, Senin (28/7/2008). "Kami ingin klarifikasi dan menyesalkan mantan ketua PKPB Kota Bandung Oom Supriatna yang menyatakan jika PKPB mendukung Dada-Ayi. Itu tidak benar," tandasnya.

Menurut dia posisi Oom kini bukan lagi sebagai ketua PKPB Kota Bandung maupun pengurus. Oom pun menurutnya telah dicoret dari keanggotaan partai pada awal 2008 ini karena dianggap tidak menjalankan amanat partai.

"Kami mendukung pasagan Trendi. Ini berdasarkan hasil rapat pleno Juni lalu dan disetujui oleh pengurus PKPB tingkat Jabar," ungkapnya.

Dia mengungkapkan pernyataan ini dilakukan menyusul ditemukannya spanduk dan pamflet atas nama Oom yang menyatakan jika PKPB mendukung Dada Rosada. "Makanya kami mengimbau agar Oom dalam 3x24 jam ini untuk segera menurunkan spaduk atau pun pamflet lalu meminta maaf kepada PKPB dan dimuat di media massa," kata Iwan.

Pernyataan tersebut diamini Ketua PKPB Kota Bandung Deden Yogaswara. Menurutnya jika ultimatum itu tak digubris, pihaknya akan menempuh jalur hukum.

Sementara itu calon walikota dari PKS Taufikurahman yang juga hadir, menyatakan dirinya percaya atas komitmen teman-teman di PKPB yang mendukung pasangan Trendi.



The Light of Heart [4]

Selasa, 29 Juli 2008

Hidupkan dengan Ma’rifat
Hidupkan bunga-bunga ukhuwah di taman ini dengan berma’rifat kepada Allah dengan sebenar-benar ma’rifat.

Ma’rifat bukanlah sekedar mengenal atau mengetahui secara teori, namun ia adalah pemahaman yang telah mengakar dalam hati karena terasah oleh banyaknya renungan dan tadabbur, tajam oleh banyaknya dzikir dan fikir, sibuk oleh aib dan kelemahan diri hingga tak ada sedikitpun waktu tersisa untuk menanggapi ucapan orang-orang yang jahil terlebih menguliti kesalahan dan aib saudaranya sendiri, tak ada satupun masa untuk menyebarkan informasi dan berita yang tidak akan menambah amal atau menyelesaikan masalah terlebih menfitnah atau menggosip orang.

Hanya hati-hati yang disibukkan dengan Allah yang tidak akan dilenakan oleh Qiila Wa Qaala (banyak bercerita lagi berbicara) dan inilah ciri kedunguan seorang hamba sebagaimana yang ditegaskan Rasulullah apabila ia lebih banyak berbicara dari berbuat, lebih banyak bercerita dari beramal, lebih banyak berangan-angan dan bermimpi dari beraksi dan berkontribusi.

“Diantara ciri kebaikan Keislaman seseorang adalah meninggalkan yang sia-sia”. ( HR. At Tirmidzi).

Agustusan DPC PKS Piyungan Adakan Olimpiade Antar DPRa

Reporter: Abu Hasan Surhim
pkspiyunganonline: PIYUNGAN - Dalam rangka merayakan hari jadi Republik Indonesia yang ke-63 sekaligus sebagai upaya konsolidasi kader DPRa di wilayah kecamatan Piyungan, DPC PKS Piyungan akan menyelenggarakan olimpiade antar DPRa. Olimpiade yang akan digelar pada 18 Agustus mendatang akan mempertandingkan 8 cabang lomba.

1. Footsal [ikhwan]
2. Volly Plastik [ikhwan]
3. Balap karung [ikhwan – akhwat]
4. Tumpeng hias [akhwat]
5. Gulung stagen [ikhwan]
6. Lari kelereng [ikhwan – akhwat]
7. Balapan gendong anak [ikhwan]
8. Tarik tambang [ikhwan – akhwat]

Semalam [28/8] bertempat di Mabes DPC Piyungan berlangsung ‘teknikal meeting’ yang dihadiri oleh seluruh utusan tiga DPRa. Walaupun hari H olimpiade masih lama, namun ‘suasana panas’ sudah terasa di forum teknikal meeting. Masing-masing DPRa mengklaim sudah mempersiakan tim yang solid dan optimistis mampu merebut gelar juara umum.

DPRa PKS Srimulyo Adakan Yankes 2 in 1

Reporter: Nie-A
Pkspiyunganonline: PRAYAN - Ahad (27/7). Dewan Pimpinan Ranting (DPRa) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Srimulyo mengadakan Pelayanan Masyarakat dengan agenda Pelayanan Kesehatan (YanKes) masyarakat dan pemeriksaan kesehatan hewan gratis di dusun Prayan Srimulyo Piyungan Bantul Yogyakarta.

Acara dimulai sekitar pukul 10.00 WIB diawali dengan sambutan oleh Kepala Dukuh, Bapak Margianto. Sedikitnya 6 dokter hewan yang diterjunkan segera berkeliling ke rumah-rumah penduduk yang memelihara ternak sapi untuk memeriksa kesehatan dan memberikan suntikan vaksin agar sapi mereka tetap sehat. Masyarakat pun menyambut kegiatan tersebut dengan senang hati. “ Matur nuwun sanget lho mas ……, sapi kulo sampun dipun suntik. Mugi-mugi sapi kulo tahan banting, tambah sehat lan rosa ”.

Pada waktu yang sama, di rumah Bapak Dukuh, sekitar 30an warga Prayan dengan sabar menunggu antrian untuk mendapat pemeriksaan kesehatan gratis. “Sakit menopo bu? “Kulo watuk, sakit tenggorokan, sesak nafas, sirah mumetz, pegel linu, jimpe-jimpe gringingen”. “Wah-wah sakit kok diborong sendiri tho bu?” ”Njih bu dokter ,wiwit BBM mindak meniko kulo rak mboten leren, nggih teng sabin, nggih teng kebon, ngecor mbako, teng peken lan sanese, wiwit enjang ngantos sonten. “ Wah ibu meniko kirang istirahat bu”. “Lha pripun maleh bu dokter …………”. Keluhan seperti itu sering sekali ditemui di setiap Yankes. Kehidupan masyarakat kalangan bawah memang memprihatinkan setiap hari harus memeras keringat membanting tulang demi mempertahankan hidup di tengah situasi yang serba sulit karena mahalnya kebutuhan hidup saat ini. Jangankan untuk memeriksa kesehatan, untuk makan sehari-hari saja mereka harus membanting tulang tanpa istirahat. Karena itu masyarakat pun selalu menyambut antusias setiap kali PKS mengadakan pelayanan kesehatan gratis seperti ini.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada PKS yang telah memberikan pelayanan kesehatan kepada warga kami, dan kami salut pada PKS ini karena punya kegiatan pelayanan bidang sosial, kesehatan dan peternakan. Namun demikian, kami berharap PKS juga mengadakan pelayanan di bidang pertanian karena sebagian besar warga masyarakat kita petani.” Kesan dan pesan dari Bapak Dukuh Margianto mengakhiri kegiatan Yankes di Prayan siang itu. (nie-a)

KPK-N: Selamatkan Kekayaan Negara

pkspiyunganonline: Jakarta, Kompas - Hidayat Nur Wahid, Amien Rais, Abdurrahman Wahid, WS Rendra, Rizal Ramli, serta sejumlah tokoh nasional mendeklarasikan Komite Penyelamat Kekayaan Negara.

Komite ini bertujuan menyelamatkan kekayaan negara dari kerusakan maupun pemanfaatan kekayaan negara bagi kepentingan kelompok, golongan, atau segelintir orang. Pemanfaatan itu bisa secara sembunyi-sembunyi, melalui kebijakan menyimpang, dan melalui penyalahgunaan kekuasaan, yang berdampak menyengsarakan rakyat.

Para tokoh itu duduk sebagai penasihat. Penggagas Komite Penyelamat Kekayaan Negara (KPK-N) antara lain Marwan Batubara (Dewan Perwakilan Daerah DKI Jakarta), Adhie Massardi (Tim Indonesia Bangkit), Fadhil Hasan (Indef), Imam Sugema (Intercafe-IPB), dan Abdullah Sodik (Serikat Pekerja Pertamina).

”O, anak-anak bangsa yang malang. Negeri yang Tuhan anugerahkan kepada kita, memang didesain seperti surga, untuk kita nikmati dengan rasa syukur. Tapi, mereka yang telah kita beri kepercayaan mengubahnya menjadi surga bagi mereka sendiri,” kata Adhie, membacakan deklarasi.

Menurut Hidayat, KPK-N merupakan terobosan dan tidak perlu dicurigai memiliki kepentingan politik. Tidak ada alasan juga bagi Indonesia untuk tidak menghadirkan masyarakat yang makmur sejahtera.

Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch Ibrahim Zuhdi Fahmi Badoh, di tempat terpisah, menyambut baik lahirnya KPK-N. Dia berharap komite ini tak sekadar menjadi gerakan moral, tetapi juga mampu mendorong proses hukum, terutama menyangkut kasus-kasus besar penjualan aset bangsa. Salah satunya adalah penjualan aset oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional.

”Para tokoh besar itu harus berani membongkar kasus-kasus yang punya backing kuat,” ucapnya. Dia khawatir gerakan ini hanya kampanye menjelang pemilu belaka.

Jangan gembos

Mantan Ketua MPR Amien Rais juga menegaskan, KPK-N merupakan agenda politik bersama. Dia meminta Pokja KPK-N memprioritaskan pengawalan hak angket BBM di DPR. ”Bagaimana agar Panitia Angket BBM tidak kena diare, masuk angin, dan mlempem,” ujarnya.

Dia juga mengajak semua pihak yang ikut bergabung dalam KPK-N agar terus mencuatkan rasa kebangsaan, jangan sampai kehilangan martabat dan harga diri bangsa.

”Kita tidak perlu segalak Hugo Chavez (Presiden Venezuela). Tapi, tidak usah glosor seperti sekarang ini. Dengan Singapura takut, dengan Amerika Serikat menggigil,” katanya.

Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga mengingatkan, inti dari negara adalah kejujuran dan keterbukaan. Dia juga meminta KPK-N agar tidak pernah takut menyelamatkan kekayaan negara dan menjadikan kemajemukan bangsa Indonesia sebagai kekuatan perjuangan.

WS Rendra dalam orasinya juga menekankan pentingnya kebinekaan. Dia meminta hukum warisan Belanda tidak terus dilanggengkan karena sentralistik dan meniadakan hukum adat.

Baginya, kekuatan hukum adat justru menguatkan kohesivitas masyarakat dan membuat kekayaan alam setempat terjaga. (sut)

Total Football PKS Johor

Senin, 28 Juli 2008

Reporter: Abdul Wahid Surhim

pkspiyunganonline: JOHOR-Malaysia (27/7/08). Menghadapi Pemilu 2009 yang sudah memasuki masa kampanye tertutup, DPD PKS Johor – Malaysia kembali melakukan konsolidasi internal. Prinsipnya adalah seluruh kader harus total memenangkan PKS di Johor. Langkah yang diambil setelah membentuk enam DPC di Negeri Johor, adalah meleburkan struktur MPD dan DPD kedalam TPPD. Komandan TPPD adalah Ketua DPD, sedangkan Wakil Ketua adalah Ketua MPD.

Perubahan struktur ini merupakan arahan dari TPPW PKS Malaysia. Harapannya, “total football” benar-benar siap dimainkan oleh seluruh kader Johor. Seluruh kader harus mengeluarkan semua potensi yang dimiliki untuk pemenangan PKS di Johor. Ibarat tongkat Nabi Musa as, maka kader harus bisa melemparkan potensinya agar bisa menjadi “ular raksasa lincah” yang siap menelan “ular jadi-jadian” karya para tukang sihir Fir’aun.

Parpol-parpol selain PKS yang resmi sebagai peserta Pemilu 2009 memang tengah “menyihir” rakyat Indonesia, agar seakan-akan merekalah pahlawan sejati. “Sihir” mereka harus kita lawan dengan “tongkat Nabi Musa as”, yakni amal nyata yang bermanfaat bagi rakyat. Bi idznillah, para tukang sihir itu akan bertekuk lutut bahkan menjadi pendukung dakwah!

Sebelum ditutup dengan doa, para peserta menyanyikan Mars PKS dengan penuh semangat.

Temu Kordus II DPRa Sitimulyo: Ojolali Pilih Nomor Wolu

Reporter: Didi Darmadi

pkspiyunganonline: SITIMULYO - "Ojolali pilih nomor wolu (8). Wolu iku W = Wadzkurullah (eling Gusti Allah); O = Ora ono pangeran kejobo Allah (Tiada Tuhan selan Allah-red); L = Laa ilaaha illallah; U = Usaha Gelem Makaryo (harus mau bekerja keras-red)," dengan mantap Bapak Tugiman, mantan jurkan Golkar, mengajak para hadirin untuk memenangkan PKS.

Sontak saja, para hadirin yang terdiri dari para kordus (koordinator dusun) bertepuk tangan menyambut ajakan Pak Tugiman. Tak ayal acara Temu Kordus yang dilaksanakan DPRa PKS Sitimulyo, Piyungan Bantul Yogyakarta, malam Senin [27/7] kemarin bertambah gayeng.

Kegiatan yang berlangsung di pemancingan Mino Lestari ini juga menghadirkan dua aleg DPRD Bantul dari PKS, Amir Syarifudin (yang asli orang Sitimulyo) dan Agung Laksmono. Mereka mensosialisasikan UU Pemilu dihadapan empat puluhan peserta Temu Kordus.

Temu Kordus sebagai ajang komunikasi dan konsolidasi kader-simpatisan diselenggarakan secara rutin tiap Senin Pahing (bulanan) oleh DPRa PKS Sitimulyo. Temu Kordus kali ini adalah yang kedua, setelah sebelumnya di tempat yang sama dilangsungkan Temu Kordus pertama tanggal 22 Juni 2008.

MABIT 3 in 1 DPC PKS Piyungan

Reporter: Didi Darmadi

pkspiyunganonline
: KABREGAN - Bertempat di Masjid Kabregan, Srimulyo, Piyungan Bantul Yogyakarta, malam Sabtu [25/7] kemarin berlangsung kegiatan MABIT [Malam Bina Iman dan Taqwa] yang diselenggarakan oleh DPC PKS Piyungan. Kegiatan yang rutin diadakan sebulan sekali ini diikuti oleh kader-kader liqo ikhwan dari 3 DPRa yang ada di wilayah kecamatan Piyungan.

Sebagai muwajih MABIT kali ini adalah Ustadz Abdillah, ketua Daerah Da'wah 4 DPD PKS Bantul. Sedangkan yang menjadi imam qiyamullail ustadz Agung Isnaeni.

Ada 3 target utama dalam setiap acara MABIT PKS Piyungan. Pertama: meningkatkan ma'nawiyah ruhiyah kader, kedua: menguatkan jalinan ukhuwah diantara kader, sedangkan ketiga adalah menyegarkan jasadiyah kader. Lho? Iya, karena pagi setelah sholat shubuh dan dzikir ma'tsurat dilanjutkan dengan main bola di lapangan Tegalyoso. So, MABIT 3 in 1 memang bikin kader tambah keker [ruhiyah, ukhuwah dan jasadiyahnya].

PKS Siap Power Sharing

pkspiyunganonline: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan siap untuk berbagi kekuasaan (power sharing) dengan partai lain, termasuk partai berbasis nasionalis.

Pernyataan itu diungkapkan Presiden PKS Tifatul Sembiring menanggapi pertanyaan wartawan mengenai peta kekuatan partai pada Pemilu 2009 mendatang.

“Tidak ada partai yang melebihi 25% (suara) di legislatif. Artinya kita siap power sharing, termasuk PKS. Mari kita membangun kebersamaan, keadilan, penghormatan dan harga diri bangsa,” katanya usai menyaksikan pemutaran perdana film Sang Murrabi di GRJS, Bulungan, Jakarta, Minggu malam (27/7).

Saat ditanya mengenai siapa saja yang sudah diajak bicara oleh Tifatul terkait kemungkinan power sharing, ia menegaskan dirinya sudah berbicara dengan sejumlah partai Islam dan juga nasionalis.

“Saya sudah bicara dengan Pak Suryadarma Ali, Gus Dur, MS Ka'ban, Cak Imin, Yusril ihza Mahendra, termasuk Golkar dan PDIP. Kalau kita fokuskan kekuatan ini, ada 36%-37% untuk membangun parlemen yang kuat. Kan koalisinya Islam sudah dibuktikan melalui beberapa pilkada,” ucapnya.

sumber: inilah.com


Ketika PAN Berharap Muhammadiyah Bersikap Netral

pkspiyunganonline: jawapos, JAKARTA - Dukungan terbuka Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin kepada Partai Matahari Bangsa (PMB) membuat Partai Amanat Nasional (PAN) waspada. Hal itu bisa dimaklumi, mengingat basis alami pemilih PAN adalah warga Muhammadiyah.

''Terserah Pak Din. Itu urusan pribadi beliau,'' kata Sekjen PAN Zulkifli Hasan di Jakarta kemarin (26/7). Ketika ditanya langkah PAN untuk menghindari eksodus simpatisan PAN ke PMB, Zulkifli juga tak banyak berkomentar. ''PAN urusan PAN, Pak Din ya Pak Din,'' jawabnya.

Wasekjen PAN Teguh Juwarno meyakini, pernyataan Din lebih dalam kapasitasnya sebagai pribadi. "Kami tahu itu bukan sikap resmi institusi Muhammadiyah. Jadi, kami hormati sikap politik pribadi Pak Din," kata staf khusus Mendiknas itu.

Menurut dia, keputusan Muktamar Muhammadiyah 2006 di Malang menegaskan posisi Muhammadiyah yang akan menjaga jarak terhadap semua parpol. Bahkan, pengurus Muhammadiyah juga dilarang aktif di parpol.

Bagaimana kalau Pak Din ikut turun berkampanye untuk PMB? ''Tentu saja, kami mempercayai Muhammadiyah punya mekanisme internal untuk tetap konsisten dan berkomitmen dengan keputusan muktamar,'' ujarnya.

Teguh menambahkan, PAN tetap menjadikan warga Muhammadiyah sebagai konstituen utama. ''PAN dilahirkan kader-kader Muhammadiyah. Tidak bisa dimungkiri, sampai saat ini pun banyak kader Muhammadiyah yang mewarnai kiprah PAN,'' tegasnya.

Dukungan Din Syamsudin itu tercetus ketika memberikan orasi politik dalam pembukaan Rapimnas PMB di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat, 25 Juli lalu. ''Bisikkan kepada orang-orang, Din sebagai pribadi mendukung PMB,'' ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menilai dukungan eksplisit Din tersebut sangat berpotensi menggerus pundi-pundi suara PAN pada Pemilu 2009. ''Pak Din diam saja sudah memakan potensi suara PAN. Apalagi, kalau sudah begini (ada dukungan terbuka, Red),'' katanya.

Qodari menyebut, sejak awal dideklarasikan, PMB mengidentikkan diri sebagai partai yang didukung anak-anak muda Muhammadiyah. Kampanyenya juga diarahkan kepada keluarga besar Muhammadiyah. ''Sekarang semua bergantung pada kampanye PMB dan Pak Din. Kalau Pak Din keliling seluruh Indonesia bersama pengurus PMB, waduh bisa habis suara PAN,'' ujarnya.

Dia lantas mengingatkan, berdasarkan survei Indo Barometer dua tahun terakhir, tingkat elektabilitas (keterpilihan) PAN tidak mengalami pergeseran signifikan. Dari 3,5 persen per Mei 2007, menjadi 3,4 persen per Desember 2007, dan naik lagi ke 3,5 persen pada Juni 2008.

Wacana menjadikan PAN sebagai partai terbuka, imbuh Qodari, terbukti belum membawa pengaruh positif berupa meluasnya segmentasi pendukung. Wacana PAN terbuka justru bisa dimanfaatkan PMB dengan menyebut PAN bukan lagi rumah Muhammadiyah. (pri)

PKS Menang: Presiden, Menteri dan Diplomat Semua Anak Muda

pkspiyunganonline: Depok - Menghadapi Pemilu 2009, PKS tengah mencari daun muda untuk disiapkan masuk ke arena pilpres. Bukan hanya itu, jika mereka berhasil unggul di pemilihan legislatif dan menjuarai pilpres, seluruh jabatan penting negara akan diberikan kepada daun muda.

Target yang dibidik PKS pada 2009 yakni meraih 20 persen suara. Jika begitu, PKS juga akan mencalonkan presiden dari kalangan internal partai yang usianya dibawah lima puluh tahun (Balita).

"Kita siapkan kader-kader muda untuk presiden," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring, usai menghadiri Konsolidiasi Akbar Pemenangan Pemilu 2009, di Depok, Jawa Barat, Minggu (27/7).

Menurut dia, bukan Capres saja yang PKS siapkan dari kalangan muda, untuk jabatan menteri juga disiapkan kader muda yang berusia antara 30-40 tahun dan diplomat-diplomat muda yang berusia sekitar 30 tahun.

Kesuksesan kader di usia muda, menurut Tifatul, bisa dilihat di Pilgub Jawa Barat. Ahmad Heryawan yang diusung PKS pada Pilgub Jawa Barat, dia masih berusia muda yaitu 42 tahun.

Untuk mewujudkan itu semua, PKS akan mengerahkan 800 ribu kadernya di Pemilu 2009.

sumber: inilah.com

PKS Putar Perdana Film 'Sang Murabbi'

Minggu, 27 Juli 2008

pkspiyunganonline: detiknews, Jakarta - Peminat film sepertinya bakal dimanjakan dengan sebuah film baru bertema Sang Murabbi. Film religi yang 'berbau' politik ini akan diputar perdana sore nanti Pukul 19:00 WIB. Bukan di Cineplex 21, namun di GRJS Bulungan.

"Malam nanti kader PKS akan launching premiere film Sang Murabbi, kisah tentang KH Rahmat Abdullah mantan Ketua Majelis Syuro PKS," ujar humas PKS Mabruri dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Minggu (27/7/2008).

Sederetan artis ternama tanah air akan meramaikan film yang dibuat untuk mengenang jasa KH Rahmat ini seperti artis cantik Astri Ivo, Neno Warisman, aktor tampan yang belakangan ini bergabung dengan Partai Hanura, David Chalik, Irwan Rinaldi dan sebagainya.

"Sejak trailer film ini diputar upload di youtube, sudah lebih 30 ribu orang yang mengunduh. DVD-nya juga sudah dipesan lebih dari 10 ribu keping," kata Mabruri.

Rencananya, lanjut Mabruri, acara launching ini akan dihadiri secara langsung oleh Presiden PKS Tifatul Sembiring.

Sang Murabbi, sebuah film yang bercerita tentang seorang guru bersahaja yang dulunya miskin kemudian berubah setelah mendapatkan kelapangan rezeki. Ia tidak lupa tujuan awal perjuangannya untuk berdakwah, bukan untuk mencari kehidupan dunia.

Syuting film yang disutradari oleh Zul Ardhia ini dilakukan di beberapa kawasan. Di antaranya di Setu, Jakarta Timur. Menurut situs blog sangmurabbi, lokasi ini dipilih karena memiliki kemiripan dengan situasi Kuningan, Jakarta Selatan, di era 70-an akhir dan 80-an.

Pengambilan gambar juga dilakukan di lokasi di wilayah lain seperti Kampung Raden, Pondok Gede, dan Pondok Rangon.

Apakah film ini bisa menyaingi film religi seperti Ayat-Ayat Cinta? Kita tunggu hasilnya.(anw/anw)



Sinopsis Film Sang Murabbi

Sinopsis
Film ini berkisah tentang perjalanan dakwah Ustadz Rahmat Abdullah. Berawal dari persepsi positif Ustadz Rahmat muda tentang profesi guru, yang merupakan rekfleksi cita-citanya saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Setiap kali ditanya orang, apa cita-citanya, ia akan menjawab dengan mantap: menjadi guru!

Persepsi itu kemudian menjadi elan vital yang menggerakkan seluruh energi hidup Ustadz Rahmat, ketika ia menimba ilmu di pesantren Asy Syafiiyah di bawah asuhan KH Abdullah Syafii. Bakat besar dan pemikirannya yang brilian, menjadikan Ustadz Rahmat dikagumi oleh setiap orang, terutama gurunya, KH Abdullah Syafii, yang menjadikan Ustad Rahmat muda sebagai murid kesayangannya.

Ustadz Rahmat muda mulai merintis kariernya sebagai guru selulus dari Asy Syafiiyah. Selain di almamaternya, ia juga mengajar di sekolah dasar Islam lainnya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Perjalanan karier yang dipilihnya itu kemudian mempertemukannya dengan guru keduanya, Ustadz Bakir Said Abduh yang mengelola Rumah Pendidikan Islam (RPI). Melalui ustadz lulusan pergururan tinggi di Mesir itu, Ustadz Rahmat banyak membaca buku-buku karya ulama Ikhwanul Muslimin, salah satunya adalah buku Da'watuna (Hasan Al-Bana) yang kemudian ia terjemahankan menjadi Dakwah Kami Kemarin dan Hari Ini (Pustaka Amanah).

Situasi ini, membuat potensi bakat Ustadz Rahmat Abdullah melejit dengan banyaknya referensi bacaan yang ia konsumsi, mulai dari kitab Arab klasik yang sudah sulit dicari, sampai buku-buku sastra dan budaya. Ia pun dikenal sebagai dai yang lengkap, karena tidak cuma menguasai ilmu-ilmu Islam yang “standard” tetapi juga persoalan-persoalan kontemporer.

Potret paripurna kedaian Ustadz Rahmat terlihat ketika ia membina para pemuda di lingkungan rumahnya di kawasan Kuningan. Ustadz Rahmat menggunakan pendekatan yang masih sangat langka di kalangan dai, yaitu dengan grup teater yang didirikannya. Para pemuda itu diasuhnya dalam organisasi bernama Pemuda Raudhatul Falah (PARAF) yang menghidupkan masjid Raudhatul Falah di bilangan Kuningan dengan kegiatan-kegiatan keislaman.

Pementasan grup teater binaan Ustadz Rahmat muda itu mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Salah satunya adalah pementasan berjudul Perang Yarmuk. Pada pementasan inilah, Ustadz Rahmat dan para pemuda PARAF harus berhadapan dengan aparat yang mencoba membubarkan pementasan.

Akibat pementasan itu, Ustadz Rahmat dikenai wajib lapor. Tapi, hingga hari ini, Ustadz Rahmat tidak pernah mau meladeni aturan yang menindas kebebasan itu.

“Saya tidak akan pernah datang ke kantor kalian,” kata Ustadz Rahmat kepada Suryo, seorang aparat yang bertugas menyatroninya. “Kalau ibu saya yang memanggil, baru saya mau datang.”

Keteguhan pada prinsip dan ketegasan sikapnya itulah yang membuat Suryo ngeper. Hingga bertahun kemudian keteguhan dan ketegasan itu tetap terpelihara dengan baik, meski Almarhum harus terlibat dalam wasilah (sarana) dakwah bernama partai. Ia tetap dikenal sebagai guru ngaji, inspirator kaum muda yang progresif dan berpikiran jauh ke depan. Undangan daurah satu ke daurah yang lain tetap disambanginya. Tak ada yang berubah, termasuk ciri khas yang menjadi warisan dari kedua orang tuanya yang mulia: kesederhanaan.

Ustadz Rahmat memang berada di jenjang tertinggi partai, serta terpilih pula sebagai wakil rakyat di DPR pusat. Namun, ia kerap dipergoki sedang menyetop bus kota untuk mendatangi sebuah undangan. Ia kerap terlihat jalan kaki untuk jarak yang cukup jauh. Tak ada yang berubah, karena ia sadar betul bahwa langkah itulah yang dimulainya dulu sebagai permulaan di jalan dakwah.

Hingga akhirnya, di sebuah hari yang sibuk dan berat, Ustadz Rahmat merasakah tanda-tanda kesehatannya terganggu. Namun, rasa tanggung jawabnya yang besar terhadap amanah dakwah, membuat ia tak begitu mempedulikan tanda-tanda itu.

Ia masih terlibat dalam sebuah syuro penting. Lalu, saat adzan berkumandang dan ia beranjak untuk memenuhi panggilan suci itu, ia berjalan ke tempat wudhu. Saat berwudhu, tanda-tanda itu makin kuat, menelikung pembuluh darah di bagian lehernya. Ia coba untuk menyempurnakan wudhunya, tapi rasa sakit yang merejam-rejam kepalanya membuatnya limbung.

Disaksikan oleh Ustadz Mahfudzi, salah seorang muridnya, Ustadz Rahmat nyaris terjatuh. Ustadz Mahfudzi cepat memapahnya, lalu mencoba menyelamatkan situasi. Tetapi Allah lebih sayang kepada Ustadz Rahmat Abdullah. Innalillahi wa innailaihi raaji'uun...Syaikhut Tarbiyah itu meninggalkan kita dengan senyum yang amat tulus...hujan air mata dari seluruh pelosok tempat mengiringi kepulangan beliau.
-------

Info lengkap film Sang Murabbi bisa dilihat di situs resminya: http://www.sangmurabbi.com

[pkspiyungan.blogspot.com]

Kolom Anis Matta: KESABARAN

Rahasianya adalah karena kesabaran ibarat wanita yang melahirkan banyak sifat lainnya. Dari kesabaranlah lahir sifat santun. Dari kesabaran pula lahir kelembutan.
----------
Tidak ada keberanian yang sempurna tanpa kesabaran. Sebab kesabaran adalah nafas yang menentukan lama tidaknya sebuah keberanian bertahan dalam diri seorang pahlawan. Maka dahulu ulama kita mengatakan: "Keberanian itu, sesungguhnya hanyalah kesabaran sesaat."

Risiko adalah pajak keberanian. Dan hanya kesabaran yang dapat menyuplai seorang pemberani dengan kemampuan untuk membayar pajak itu terus-menerus. Dan itulah yang dimaksud Allah swt dalam firman-Nya: "Jika ada di antara kamu dua puluh orang penyabar, niscaya mereka akan mengalahkan dua ratus orang. Dan jika ada di antara kamu seratus orang (penyabar), niscaya mereka akan mengalahkan seribu orang kafir."(QS. 8: 65).

Ada banyak pemberani yang tidak mengakhiri hidup sebagai pemberani. Karena mereka gagal menahan beban nsiko. Jadi keberanian adalah aspek ekspansif dari kepahlawanan. Tapi kesabaran adalah aspek defensifnya. Kesabaran adalah daya tahan psikologis yang menentukan sejauh apa kita mampu membawa beban idealisme kepahlawanan, dan sekuat apa kita mampu survive dalam menghadapi tekanan hidup. Mereka yang memiliki sifat ini pastilah berbakat menjadi pemimpin besar. Coba simak firman Allah swt ini: "Dan Kami jadikan di antara mereka sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka bersabar dan mereka selalu yakin dengan ayat-ayat Kami." (QS. 32 : 24).

Demikianlah kemudian ayat-ayat kesabaran turun beruntun dalam Qur'an dan dijelaskan dengan detil beserta contoh aplikasinya oleh Rasulullah saw, sampai-sampai Allah menempatkan kesabaran dalam posisi yang paling terhormat ketia la mengatakan: "Mintalah pertolongan dengan kesabaran dan sholat. Sesungguhnya urusan ini amatlah berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu'." (QS. 2: 45 )

Rahasianya adalah karena kesabaran ibarat wanita yang melahirkan banyak sifat lainnya. Dari kesabaranlah lahir sifat santun. Dari kesabaran pula lahir kelembutan. Bukan hanya itu. Kemampuan menjaga rahasia juga lahir dari rahim kesabaran. Demikian pula berturut-turut lahir kesungguhan, kesinambungan dalam bekerja dan yang mungkin sangat penting adalah ketenangan.

Tapi kesabaran itu pahit. Semua kita tahu begitulah rasanya kesabaran itu. Dan begitulah suatu saat Rasulullah saw mengatakan kepada seorang wanita yang sedang menangisi kematian anaknya: "Sesungguhnya kesabaran itu hanya pada benturan pertama." (Bukhari dan Muslim). Jadi, yang pahit dari kesabaran itu hanya permulaannya. Kesabaran pada benturan pertama menciptakan kekeba¬Ian pada benturan selanjutnya. "Mereka memanahku bertubi-tubi, sampai-sampai panah itu hanya menembus panah," kata penyair Arab nomor wahid sepanjang sejarah, Al-Mutanabbi.

Mereka yang memiliki naluri kepahlawan dan keberanian, harus mengambil saham terbesar dari kesabaran. Mereka harus sabar dalam segala hal: dalam ketaatan, meninggalkan maksiat atau menghadapi cobaan. Dan dengan kesabaran tertinggi, "sampai akhirnya kesabaran itu sendiri yang gagal mengejar kesabarannya," kata Imam Ibnul Qayyim.

[pkspiyungan.blogspot.com]

Pengamat CSIS: Suara PKB Bisa Lari ke PKS

pkspiyunganonline: Konflik yang terjadi di tubuh PKB, diyakini J Kristiadi, pengamat politik dari CSIS (Central for Strategic and International Studies), akan menurunkan perolehan suara partai itu pada Pemilu 2009.

Hal itu diungkapkannya, usai diskusi publik ‘Gejolak Harga dan Risiko Politik Pemerintah’, di Sekretariat Barindo, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (26/7). Menurutnya, pemilih tradisional PKB yang berasal dari warga NU diperkirakan akan lari ke partai lain, sehingga menurunkan perolehan partai itu.

“Pasti akan turun. Meskipun ada pemilih tradisional yang sangat setia, tapi sebagian akan pindah ke partai lain. Bisa ke PKS atau Golkar,” kata Kristiadi.

Ia meminta PKB saat ini lebih mengokohkan diri, karena masih banyak rakyat yang mengharapkan agar PKB menjadi partai besar. Partai yang bisa merangkul semua anak bangsa menjadi kekuatan efektif.

“Sudahlah. Muhaimin Iskandar dan Yenny rukun kembali di bawah restu dan wibawa Gus Dur untuk menjadim partai besar,” tandasnya. [R2]

sumber: inilah.com

The Light of Heart [3]

Sabtu, 26 Juli 2008

Minimal ukhuwah adalah kelapangan dada (salamatus shodr) dan maksimalnya adalah itsar (mementingkan orang lain dari diri sendiri) demikian tegas Hasan Al Banna.

Kelapangan dada adalah modal kita dalam menyuburkan taman ini, sebab kita akan berhadapan dengan beragam tipe dan karakter orang, dan “siapapun yang mencari saudara yang tanpa salah dan cela maka ia tidak akan menemukan saudara”.

Inilah pengalaman hidup para ulama kita yang terungkap dalam bahasa kata untuk menjadi pedoman dalam kehidupan. Kelapangan dada akan melahirkan sikap selalu memahami dan bukan minta dipahami, selalu mendengar dan bukan minta didengar, selalu memperhatikan dan bukan minta perhatian, dan belumlah kita memiliki sikap kelapangan dada yang benar bila kita masih selalu memposisikan orang lain seperti posisi kita, meraba perasaan orang lain dengan radar perasaan kita, menyelami logika orang lain dengan logika kita, maka kelapangan dada menuntut kita untuk lebih banyak mendengar dari berbicara, dan lebih banyak berbuat dari sekedar berkata-kata.

“Tidak sempurna keimanan seorang mukmin hingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya”. ( HR. Bukhari Muslim)

Remember Bosnia: The Dark Side of Europe

Para Muslimah yang selamat dalam pembantaian massal etnis Bosnia sedang mendengarkan berita penangkapan Radovan Karadzic di samping foto-foto orang hilang di Srebrenica. Karadzic kini menghadapi 15 tuntutan kejahatan perang termasuk pembantaian. [hidayatullah.com]

Pengamat: Peluang Capres Muda Makin Menguat

Jumat, 25 Juli 2008

pkspiyunganonline: Wacana munculnya calon presiden alternatif dalam Pemilu 2009 terus menguat. Sejumlah partai politik bahkan terang-terangan merepresentasikan figur capres alternatif dalam format kepemimpinan capres berusia muda.

Meski menimbulkan polemik di kalangan tokoh politik, wacana kepemipinan muda dipastikan semakin mengemuka, bahkan tidak mustahil jadi kenyataan dalam Pemilu 2009. Ini mengingat kepemimpinan nasional sepuluh tahun era reformasi masih masuk dalam kategori transisi demokrasi. Lantas bagaimana publik menakar peluang capres alternatif pada Pemilu 2009?

Menurut Direktur Eksekutif Soegeng Soerjadi Syndicate (SSS) Sukardi Rinakit dalam Pemilu 2009 akan terjadi keterbelahan sikap parpol dalam mengusung capres.

"Parpol kategori papan atas akan mengusung capres senior, sedangkan parpol kategori menengah ke bawah akan berani mengusung calon alternatif," ujar Sukardi dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema Tokoh-Tokoh Alternatif dalam Pemilu 2009 Jumat (25/7) di Gedung DPR, Jakarta.

Sukardi menegaskan, dalam Pilpres 2009 wajah alternatif bisa memainkan peran dalam kemenangan. "Yang akan muncul kuat adalah gabungan dua tokoh yang berdampak pada kewibawaan tradisional, gabungan kewibawaan tradisional dengan tokoh muda, dan tokoh muda itu sendiri," katanya.

Menurut dia, peluang majunya tokoh alternatif karena perilaku pemilih Indonesia cenderung melodramatis, mudah lupa, mudah bosan, dan mudah kasihan. "Karakter masyarakat kita memang masih mudah bosan," Sukardi beralasan.

Ia juga menilai ranah politik nasional saat ini ibarat tanah yang gembur. Dengan kondisi demikian, Sukardi menegaskan, peluang kemunculan tokoh alternatif sangat terbuka lebar. "Apalagi calon incumbent (SBY, red) belum memberikan insentif dalam bentuk apa pun kepada publik," jelasnya.

Sukardi memberi saran, calon alternatif harus memiliki tiga hal untuk meraih dukungan publik. "harus ada tiping point, yaitu untuk menanamkan memori kepada publik, networking, dan media placement (iklan)," tegasnya.

Ia juga menandaskan, dalam Pilpres 2009 persoalan suku, agama dan ras tidak menjadi lagi faktor penting. "Yang terpenting adalah figur, karena 80% pemilih kita berpendidikan di bawah SLTP," ujarnya.***


sumber: inilah.com

Majelis Budaya Rakyat Gelar Pekan Tarbiyah


PK-Sejahtera Online: Majelis Budaya Rakyat Gelar Pekan Tarbiyah yang akan berlangsung Jumat-Ahad, 25-27 juli 2009 d GRJS Bulungan Blok M Jakarta Selatan. Acara ini akan diisi oleh beberapa kegiatan diantaranya simposium dg tema "Peran Ustadz Rahmat Abdullah dalam Dakwah Tarbiyah".

Selain itu acara ini diramaikan oleh pameran foto Ustadz rahmat Abdullah, bazzar dan akan ditutup dengan launching film Sang Murobbi. Film ini berkisah tentang kehidupan Ustadz Rahmat Abdullah yang identik dengan dunia Tarbiyah.

Komunikasi sebagai Jembatan Atasi Konflik

pkspiyunganonline: Di tengah arus perubahan di Tanah Air, perbedaan pandangan dan kepentingan bisa memicu konflik antarkelompok. Untuk itu, komunikasi di segala bidang perlu dibuka seluas-luasnya.

Hal itu terungkap dalam acara peluncuran buku berjudul Manusia Komunikasi, Komunikasi Manusia dan kumpulan cerita pendek karya M Alwi Dahlan, Penyombong Kelas Satu, di Wisma Antara, Jakarta, sebagai peringatan 75 tahun usia Prof M Alwi Dahlan.

Dalam buku berjudul Manusia Komunikasi, Komunikasi Manusia, Alwi menuliskan, komunikasi tidak hanya terkait media massa, tetapi cakupannya sangat luas, meliputi segala segi dan bidang kehidupan manusia. Oleh karena itu, komunikasi perlu dipahami secara antardisiplin ilmu dan melewati tantangan yang membatasi hubungan antarmanusia. Buku itu juga berisi pengamatan dari beragam sudut pandang terhadap kiprah M Alwi Dahlan sebagai pakar dan praktisi komunikasi, juga sebagai Menteri Penerangan Kabinet Pembangunan VII di bawah Soeharto.

Setelah menggeluti berbagai bidang, seperti pendidikan, pemerintahan, kesenian, guru besar ilmu komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia ini berpandangan, ”Komunikasi itu penting dilihat dari kacamata apa pun.”

Menurut Bambang Harymurti, anggota Dewan Pers, komunikasi ibarat saluran darah dalam tubuh kita. Ketika ideologi mulai ditinggalkan, komunikasi berfungsi sebagai alat dalam menjalankan sistem demokrasi.

Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama menyatakan, seiring perkembangan teknologi, melalui media massa, komunikasi kini bersifat global, serentak, dan interaktif. Namun, informasi yang serentak diketahui masyarakat itu justru sering kali hanya menimbulkan percekcokan. ”Saatnya kita bangkit, menumbuhkan kesadaran akan makna Bhinneka Tunggal Ika, meski beragam tapi tetap bersama. Inilah tantangan masyarakat komunikasi,” ujarnya.

Wartawan senior August Parengkuan menambahkan, media menjadi bagian dari kemajuan teknologi dan berkembang pesat dari segi kuantitas ataupun keragaman. (evy)

sumber: kompas



The Light of Heart [2]

Bunga-bunga ukhuwah hanya akan mekar merekah oleh sinar mentari petunjuk-Nya dan akan layu karena tertutup oleh cahaya-Nya.

Maka bukalah pintu hatimu agar tidak tertutup oleh sifat kesombongan, rasa kagum diri dan penyakit merasa cukup. Sebab ini adalah penyakit umat-umat yang telah Allah binasakan.

Dekatkan hatimu dengan sumber segala cahaya (Alquran) niscaya ia akan menyadarkan hati yang terlena, mengajarkan hati yang bodoh, menyembuhkan hati yang sedang sakit dan mengalirkan energi hati yang sedang letih dan kelelahan.

Hanya dengan cahaya, kegelapan akan tersibak dan kepekatan akan memudar hingga tampak jelas kebenaran dari kesalahan, keikhlasan dari nafsu, nasehat dari menelanjangi, memahamkan dari mendikte, objektivitas dari subjektivitas, ilmu dari kebodohan dan petunjuk dari kesesatan.

Sekali lagi hanya dengan sinar cahaya-Nya, jendela hati ini akan terbuka.

“Maka apakah mereka tidak merenungkan Al Quran ataukah hati mereka telah terkunci”. (QS. 47:24)

Hidayat Nurwahid: Golput Bukan Ancaman

"Sekarang ini kan, partai- partai sudah diidentikkan dengan warna-warna. Golkar dengan kuning, PDIP merah, PAN biru dan PKS putih. Jadi kalau membesarkan golput, berarti membesarkan PKS," ujar Hidayat Nurwahid terkekeh-kekeh.
------------
pkspiyunganonline: Jakarta, Tribun - Ketua MPR Hidayat Nurwahid menyatakan, bersikap golput bukanlah ancaman. Golput dianggapnya sebagai pembelajaran bagi pemerintah, DPR dan rakyat untuk menghadirkan demokrasi yang lebih berkualitas.

"Di Amerika Serikat yang katanya menjadi rujukan pelaksanaan demokrasi saja, angka golputnya mencapai 30-40 persen. Jadi, berapa banyak orang yang golput itu bukanlah ukuran kredibilitas pemerintah yang terbentuk dari sebuah pemilu," kata Hidayat.

Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah mendidik semua pihak untuk menghadirkan demokrasi yang berkualitas. Dengan mendidik masyarakat, memilih dengan cerdas

"Kemudian, pelajari track record partai-partai, para pemimpin dan kader- kadernya. Dari situ angka golput akan terkurangi," urainya.

Secara bergurau, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, mengampanyekan golput justru bakal menguntungkan PKS.

"Sekarang ini kan, partai- partai sudah diidentikkan dengan warna-warna. Golkar dengan kuning, PDIP merah, PAN biru dan PKS putih. Jadi kalau membesarkan golput, berarti membesarkan PKS," ujar Hidayat Nurwahid terkekeh-kekeh.

Mantan Presiden PKS ini kemudian mengingatkan kepada generasi muda agar mulai mempersiapkan diri untuk jadi pemimpin di masa yang akan datang. Sebagai calon pemimpin, mereka harus mampu menjadi teladan bagi yang dipimpin. Dia harus mampu menunjukkan empati kepada yang dipimpin.

Dalam kondisi masyarakat yang prihatin, jangan tampil bermewah-mewah dengan mobil dan pesta yang mewah. Cara berpakaian juga sederhana saja.

"Negeri kita panas, nggak usahlah sering-sering pakai jas. Kalau pakai jas, akhirnya terpaksa menghidupkan AC lebih dingin. Kalau AC lebih dingin, itu artinya listrik jadi lebih boros. Di China saja, AC di kantor-kantor pemerintah diset 24 derajat Celcius," tuturnya.

Sesuai Reformasi, Sultan Dukung Pemimpin Muda Maju Pilpres

pkspiyunganonline: Jakarta - Pemimpin yang sudah uzur dianggap sudah tidak zamannya lagi dan harus minggir. Sudah saatnya kaum muda memimpin bangsa ini. Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X menganggap, pemimpin muda memang sesuai dengan tuntutan reformasi.

"Tuntutan (pemimpin muda) itu relevan dengan keadaan reformasi saat ini yang belum menghasilkan sesuatu dalam pemerintahan," kata Sultan dalam sebuah diskusi tentang kepemimpinan kaum muda di Hotel Crowne Plaza, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (22/7/2008).

Sultan berharap, generasi muda tetap berada di garis depan. "Persoalannya kita selama 10 tahun ini, politik tidak berhasil melakukan perubahan. Hal ini dipengaruhi oleh enam faktor, yaitu konsep dan ideologi, sipil, lembaga, strategi, program dan implementasi program dan aktor politik," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Sultan juga menyindir para pemimpin yang saat ini lebih mirip artis yang sukanya nongol di TV. "Jangan hanya tebar pesona seperti selebritis yang tiap hari muncul di pers," sindir Sultan.

Sultan pun meminta agar para pemimpin bangsa lebih mengedepankan aksi daripada teori. "Kita selalu pandai membuat konsep tapi miskin dalam implementasi," pungkasnya.(anw/iy)

sumber: detik.com

Hidayat: Optimistis Koalisi Parpol Islam

Kamis, 24 Juli 2008

pkspiyunganonline: PKS optimistis koalisi partai politik Islam yang kembali bergulir menjelang Pilpres 2009 dapat terwujud. Hal ini, menurutnya, justru akan merombak paradigma adanya dikotomi partai Islam nasionalis dan partai Islam sekuler.

"Hal ini mengulangi wacana yang terjadi pada menjelang pemilu 1999-2004. Itu baik saja," kata Hidayat Nurwahid, mantan Presiden PKS, pada diskusi ‘Wajah Muslim Indonesia’ di Fakultas Ilmu Budaya UI, Depok, Kamis (24/07).

Wacana koalisi ini, kata Hidayat, diharapkan dapat menjadi pendorong roda berpolitik menjadi lebih dinamis di Indonesia. "Ini bagian dari penguatan demokrasi kita, sehingga lebih bergairah dan menghadirkan peran serta yang lebih banyak lagi. Mengapa tidak?" katanya.

Dengan terwujudnya koalisi itu, menurutnya, justru akan menghapus adanya perbedaan di antara parpol Islam yang ada di Indonesia. “Dengan bergulirnya wacana tersebut, tidak menjadi dikotomi kembali antara partai Islam nasionalis dengan partai Islam sekularis,” papar ketua MPR itu.

Karena itu, Hidayat menyarankan agar setiap politisi parpol Islam untuk tidak mengutamakan kepentingan pribadinya. "Jangan terpecah-pecah. Jika ingat rakyat, maka kebijakan kita akan memihak kepada publik," katanya. [inilah.com]

Hidayat Nur Wahid: Koalisi Islam? Kenapa Tidak!

Detiknews: Jakarta - Isu koalisi partai Islam kembali bergulir menjelang Pemilu 2009. Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan koalisi partai Islam akan membuat kehidupan berpolitik di Indonesia menjadi lebih bergairah.

"Saya kira wacana itu bagian dari dinamisasi untuk menghadirkan gerak daripada berpolitik yang lebih dinamis, lebih menggairahkan. Tapi sekali lagi, selama itu tidak bertentangan dengan UU dan untuk menguatkan demokrasi kita, ya mengapa tidak," katanya usai menjadi pembicara dalam acara 'Diskusi Wajah Muslim Indonesia' di Fakultas Ilmu Budaya UI, Depok, Kamis (24/7/2008).

Menurut Hidayat, wacana koalisi partai Islam saat ini sama seperti yang terjadi pada Pemilu 1994 dan 1999. Tujuannya untuk dinamisasi politik, bukan menciptakan dikotomi partai yang berbeda platform-nya.

"Sesuatu yang baik saja dalam konteks dinamisasi. Tapi itu tidak pernah dimaksudkan untuk menghadirkan kembali dikotomi antara kelompok partai Islam-nasionalis dan partai nasionalis-sekularis," terangnya.

Ide koalisi Islam banyak ditanggapi pesimis berbagai pihak. Hidayat mengatakan, pesimisme itu justru harus dijadikan cambuk bagi pengurus partai Islam untuk bekerja keras.

"Boleh saja pesimis. Saya harap pesimisme itu dijadikan oleh kawan-kawan partai Islam sebagai cambuk untuk bekerja lebih keras," tukasnya.(gah/ana)

Penutupan Mukernas II PKS: Perkuat Komitmen Kemenangan PKS

pkspiyunganonline: Makassar klik_PKS – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menunaikan salah satu agenda nasionalnya yakni Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II yang menghadirkan kurang lebih 2500 pengurus PKS dari seluruh Indonesia. Mukernas yang di gelar di Makassar 21 – 23 Juli ini di tutup oleh Sekjen PKS Anis Matta. Di ajang Mukernas ini PKS secara serius dan konsisten tetap mendorong seluruh ikhtiar agar tokoh muda tampil sebagai pemimpin nasional pada seluruh lini di negeri ini.

Dalam penutupan Mukernas, di lakukan ikrar komitmen dalam bentuk pemakaian rompi dan pemberian bendera kemenangan PKS kepada seluruh ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) se Indonesia. Pemakaian rompi di lakukan oleh Ketua Majelis Syuro Pusat Hilmi Aminuddin sedangkan bendera kemenangan di serahkan langsung oleh Anis Matta yang juga sebagai Ketua Tim Pemenangan Pemilu Nasional (TPPN).

Pada kesempatan ini pula dilakukan Launching Pemenangan Pemilu 2009 oleh Anis Matta. Hal ini di tandai dengan penyerahan secara simbolis 467 mobil operasional pelayanan PKS kepada seluruh Dewan Pimpinan Daerah secara simbolis oleh Anis Matta. “ini merupakan armada kebajikan PKS untuk melayani masyarakat sebagai wujud kasih sayang PKS kepada masyarakat, sebab kunci kepemimpinan itu terletak pada pelayanan” ujar Anis dalam prosesi penyerahan ini.

Dalam pidato sambutannya, Anis Matta mengemukakan alasan mengapa PKS harus menang pada pemilu 2009. Pertama, karena merupakan harapan dari nurani jutaan rakyat Indonesia yang menginginkan lahirnya pemimpin baru yang menyelamatkan perjalanan sejarah bangsa ini.

“Alasan kedua, karena perintah untuk menyelamatkan bangsa ini bukan hanya dari manusia, tapi juga dari langit”, lanjutnya yang di sambut pekikan takbir membahana dari kurang lebih 3000 hadirin yang hadir. Alas an ketiga yang di sebutkan Anis, adalah regenerasi, ia mengemukakan bahwa regenerasi merupakan suatu keniscayaan, yang mesti di tempuh. “Dan telah menjadi trend global, suatu negara di pimpin oleh orang muda “kata Anis sambil menyontohkan kemenangan Barrack Obama di Amerika Serikat.

Anis menutup sambutannya sambil mengutip semboyan Kota Makassar : sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai. (nr)

PKS XL: Nikmati 8 Keuntungan PKS XL

PKS XL

Nikmati 8 Keuntungan PKS XL:

1. Suara Terbersih Sepanjang Nusantara
2. Jangkauan Luas
3. Gratis layanan masyarakat
4. Tersedia content luar negri
5. Bebas roaming KKN
6. Sinyal kuat sekuat anak muda
7. Aktivasi kapan saja dimana saja
8. Masa aktif sepanjang masa

*pkspiyungan.blogspot.com
[thanks wa syukron for: Hakim_abuizzat atas kiriman gambarnya]
--- yang mau download file gambar ori-nya silahkan klik disini ----

Capres Muda VS Capres Tua [to be continued...]

pkspiyunganonline: Jakarta, Detiknews - Tifatul Sembiring membuat suhu politik menjelang Pemilu 2009 semakin hangat. Dalam pidato politiknya di Mukernas Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Makassar, Senin 21 Juli 2008, Presiden PKS itu memberi warning 2009 adalah waktunya bagi yang muda untuk tampil.

Alasannya, para tokoh tua yang saat ini sedang ancang-ancang dianggap telah gagal. Sehingga tidak layak lagi maju ke Pilpres 2009. "Sudah waktunya para politisi gaek untuk pensiun. Pemimpin 2009 adalah pemimpin muda dan enerjik serta berani mengambil risiko," tegas Tifatul.

Menurut pria kelahiran Bukittinggi ini, PKS saat ini sedang mewacanakan pemimpinan muda yang usianya di bawah 50 tahun. Supaya ada regenerasi dalam penyelenggaraan kepemimpinan nasional.

Kriteria pemimpin muda versi PKS adalah bermoral, visioner, kenegarawanan, tegas, antikorupsi dan berpihak kepada rakyat.

"Masalah-masalah bangsa yang ada saat ini perlu penanganan cepat, cerdas dan enerjik. Dan ini hanya dimiliki orang-orang muda. Jadi orang yang tidak mampu memberikan solusi kepada bangsa baiknya minggir saja," jelas Tifatul kepada detikcom.

Beberapa kalangan menilai, pernyataan Tifatul tersebut mengandung pesan. Sukardi Rinakit, Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate menilai, kalau peryataan ini sebagai isyarat kalau partai yang sebelumnya mendukung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah siap-siap menarik dukungannya.

"Saya pikir, pernyataan itu diarahkan ke pemimpin nasional sekarang. Kita tahu citra SBY di mata publik terkenal kurang tegas," katanya.

Jelas Sukardi lagi, penilaian itu sudah merupakan penilaian publik karena respon SBY selalu terlambat. Sebut saja soal lumpur Lapindo dan kenaikan harga BBM. Karena dianggap tidak cekatan itulah, ujar Sukardi, PKS sebagai salah satu pendukung pemerintahan SBY mulai mencari alternatif pemimpin yang lain. Apalagi Tifatul secara tegas mengatakan partainya hanya siap mengawal SBY hingga 2008.

Lalu ke mana PKS akan menjatuhkan pilihan dalam Pilpres 2009? "PKS masih menunggu hasil rapat Mejelis Syuro. Kalau sudah ada keputusan mungkin saja kalimatnya jadi lain. Bisa saja kalau nanti hasil pemilu legislatif PKS mencapai 20% suara, kemungkinan besar kita akan mengusung calon sendiri," begitu kata Tifatul.

Pastinya, PKS saat ini sedang memusatkan perhatian bagaimana melahirkan pemimpin baru. Penggodokan saat ini sudah berlangsung di Mukernas yang saat ini berlangsung. Di Mukernas yang mengambil tema "Pemimpin Baru, Harapan Baru dan Indonesia baru" PKS mencari momentum lahirnya pemimpin baru Indonesia.

Sedangkan pengamat politik Fajroel Rachman mengatakan, wacana untuk memberi kesempatan bagi tokoh muda dalam suksesi kepemimpinan Indonesia sangat realistis. Katanya, saat ini era generasi muda memimpin bangsa sudah menjadi keniscayaan.

"Di beberapa negara maju sudah mengarah ke sana. Misalnya Dmitry Anatolyevich Medvedev di Rusia dan Barack Obama di Amerika. Keduanya masih berusia 40 tahunan," jelas Fajroel.

Fajroel menambahkan, dengan adanya pemimpinan muda di Indonesia diharapkan akan ada perubahan yang signifikan. Sebab bangsa ini, butuh orang muda yang memiliki pemikiran progresif.

Sedangkan tokoh-tokoh tua saat ini, yang punya pengalaman dan pola pikir Orde Baru tidak lagi bisa menjawab tantangan bangsa ini. Sebab pemimpin muda, menurut Fadjroel, umumnya mengusung ide progresif. Sedangkan golongan tua biasanya cenderung konservatif, kebijakannya tidak ada yang baru.

Menurut Fajroel, calon presiden dari kalangan anak muda saat ini sudah banyak yang siap tampil. Ia kemudian menyebut nama Soetrisno Bachir dari PAN serta Hidayat Nurwahid dan Tifatul Sembiring PKS. "Kalau dari tokoh non partai mungkin Faisal Basri bisa diandalkan," ujar Ketua Gerakan Nasional Calon Independen tersebut.

Ia kemudian memprediksi, bila jalur independen untuk maju di Pilpres 2009 dibuka, bukan tidak mungkin tokoh muda ini akan mengalahkan generasi tua seperti Wiranto, SBY, Jusuf Kalla, Megawati dan Prabowo.

Wacana pemimpin muda ini sebenarnya sudah bergulir sejak tahun lalu, saat peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2007. Saat itu ratusan tokoh pemuda dari sejumlah organisasi berkumpul di Gedung Arsip Nasional menggelar ikrar Kaum Muda Indonesia. Dalam ikrar tersebut dinyatakan saatnya kaum muda memimpin Indonesia.

Beberapa tokoh hadir di acara itu. Mereka antara lain, lain Mudji Sutrisno, Din Syamsuddin, Rizal Ramli, Denny JA, Sys NS , Hanif Dhakiri, Jacobus Eko Kurniawan (aktivis 98), Budiman Sudjatmiko (PDIP), Indira Damayanti(politisi perempuan), Indah Dahlan (Paramadina), Sabri Saiman (politisi PAN), Hamdan Zoelva (politisi PBB), Anis Baswedan (Rektor Universitas Paramadina), Isra Ramli (peneliti LSI), Beathor Suryadi (aktivis PDIP), Rama Pratama (PKS), Pius Lustrilanang, Ferry Juliantono (Prodem) dan Farid Faqih (Gowa).

Gagasan itu kemudian semakin nyaring mendekati Pemilu 2009. Apalagi ketika Presiden PKS Tifatul Sembiring kemudian menyatakan secara terbuka soal wacana pemimpin muda di Pilpres 2009. Beberapa tokoh tua yang sedang ancang-ancang maju di Pilpres tentu saja merasa agak terganggu dengan desakan tersebut. Sebab sejauh ini bakal capres yang muncul adalah muka-muka lama. Bahkan beberapa calon yang ada, seperti SBY, Abdurahman Wahid dan Megawati, pernah menjadi presiden.

Namun menurut pengamat politik Muhammad Qodari, regenerasi kepemimpinan nasional tidak akan terjadi di Pemilu 2009. Ia mengatakan, pada suksesi tahun depan hanyalah masa transisi saja. Ibaratnya, 2009 masa sunset buat tokoh tua dan sunrise buat kalangan muda. "Paling tidak 2014 baru muncul pemimpin nasional dari kalangan muda," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer tersebut.

Adapun masa transisi yang dimaksud Qodari adalah, di tahun 2009 hanya akan terjadi kompromi politik, artinya akan ada kombinasi yang tua dan yang muda. Persentasenya 40 persen kalangan tua dan 60 persen diisi oleh yang muda.

Alasan Qodari, meskipun tokoh-tokoh muda di bawah 50-an sudah bermunculan, namun untuk saat ini mereka belum memiliki akses dan popularitas. Sebab di setiap partai masih dikuasai kalangan senior.

Beberapa tokoh muda partai yang saat ini ada, imbuh Qodari, antara lain, untuk Golkar ada nama Yuddy Chrisnandi, Ferry Mursyidan Baldan, Priyo Budi Santoso, dan Idrus Marham. Untuk PDIP ada Pramono Anung, Ganjar Pranowo, Arya Bima, Maruarar Sirait.

Sementara untuk PKB ada Muhaimin Iskandar, Yenny Wahid, Lukman Edy. PPP ada Lukman Hakim. PAN ada Drajad Wibowo, Zulkifli Hasan. Juga PKS ada Tifatul Sembiring, Hidayat Nur Wahid, Anis Mata, Fachri Hamzah. Untuk Demokrat ada Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng.

"Mereka baru bisa tampil untuk menjadi pemimpin nasional di Pemilu 2014. Kalau untuk sekarang sepertinya akan sulit," pungkas Qodari.(ddg/iy)

 
© Copyright PIYUNGAN ONLINE
fixedbanner