NEWS UPDATE :

Melepas Belenggu Eklusivisme PKS

Selasa, 17 Juni 2008

Sebuah Catatan dari Pecinta PKS [becik p]
................................
Ass wr wb
Boleh tuch semalem [16/6] taushiahnya oleh Kang Makhroji. Ini kali, yang perlu bagi temen-2 PKS. So, bisa jadi semacam ICE BREAKING, biar nggak pada punya prinsip bahwa jadi orang PKS itu harus: jalannya nunduk melulu, pendiem, "JAIM", senyum kalo sama orang yang sudah kenal aja (tapi kalo keseringan senyum-2 sendiri bisa bahaya..., ntar.. he...he, yang penting KEEP SMILE).

Dan semalam, wah....., That's a great moment for us. Ternyata..... kita semua (orang-2/ bukan orang orangan lho, PKS yang dari kacamata luar dipandang sebagai komunitas yang jaim, exlusive, serba santun) bisa NGAKAK menembus batas imajiner yang selama ini terbungkus dalam tirai keanggunan kita. Bagai blasting yang membuncah menghantam tembok yang membelenggu. (Tapi jangan keseringan ngundang ustadz Makhroji, ntar pada nggak mau segera kawin, inginnya dengerin khotbahnya melulu. Bisa bahaya).

Ok, good memory, bisa diingat-ingat. Segeralah kawin bagi yang belum kawin. Ayo kawin...kawin...kawin... lahirkan laskar-2 ISLAM yang siap membela Rabb dan RasulNya sampai titik darah penghabisan.... Insya Allah surga menunggu kita. Amiiiiin.

Wss wr wb.

................................
[ADMIN: Thanks u p becik! Semoga partai kita ini menjadi benar-benar PKS = Partai Kita Semua.]

Liqo Bersama Ikhwan Piyungan: Jaga Keutuhan Rumah Tangga Kader

Reporter: Abu Hasan Surhim

"Sadarilah,

isteri kita memang tidak secantik Zulaikha
Tidak sekaya Khodijah
Tidak setabah Fatimah
Tidak secerdas Aisyah...

Begitu juga suami kita..

Tidak setampan Yusuf
Tidak secerdas Ali
Tidak sejujur Abu Bakar
Tidak sekuat Umar..
Tapi yakinlah isterimu adalah isteri akhir zaman dan suamimu adalah suami akhir zaman yang akan memberi keturunan yang sholih dan sholihah," urai Kang Makhroji semalam (16/6)di acara Liqo Bersama Ikhwan DPC PKS Piyungan, Bantul, Yogyakarta.

Bertempat di Masjid Kholid bin Walid dusun Banyakan Sitimulyo Piyungan, hari Senin (16/6) malam, lima puluhan lebih kader ikhwan PKS Piyungan khusyu mendengar taujih Kang Makhroji dengan tema Menjaga Bahtera Rumah tangga. Ustads yang bertampang 'sangar' tapi jenaka ini mewanti-wanti para kader untuk bersabar dalam menghadapi perilaku pasangan hidupnya. "Segala kekurangan yang ada pada pasangan kita merupakan ladang peluang amal bagi kita," imbuh beliau. "Rumah tangga adalah benteng para kader dalam aktivitas dakwahnya, maka jagalah... pertahankan benteng itu jangan sampai iblis membobolnya. Karena seringkali 'kalahnya' kader bersumber dari bobolnya benteng rumah tangga kader."

Tak terasa satu setengah jam Kang Makhroji memberi wejangan dengan ditemani multimedia. Memang, kalau ngaji sama Kang Makhroji waktu serasa singkat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga rumah tangga kader dakwah dari badai duniawi.


Yankes PKS Srimartani: Kagak Harus Nunggu Pemilu Melayani Wong Cilik

Minggu, 15 Juni 2008

Reporter: Watix [PKS Srimartani]

Hari ini [Ahad/15-6-08] adalah hari dimana kesibukan DPRa Srimartani dalam melayani warga khususnya di wilayah Srimartani segera dimulai.Yaitu berupa kegiatan sosial yang berupa YANKES alias Pelayanan Kesehatan yang merupakan program kerja DPRa PKS Srimartani yang bersifat ekstern.Pelayanan kesehatan ini bersifat sosial dan gratis untuk semua warga di Rejosari tersebut.

Sebelum ke Rejosari,dengan waktu yang telah ditentukan yaitu jam 08.30 WIB,tim DPRa Srimartani ngumpul di basecame,tepatnya di rumahnya Ukh Ikik Piyungan karena tempatnya yang sangat setrategis.Ketua DPRa Srimartani,Akh Rusdi yang juga sebagai koordinator Yankes,datang tepat waktu.Biasalah,si Boz kan harus datang tepat waktu biar dicontoh oleh anak buahnya (tim DPRa Srimartani).He5x!!.Padahal waktu itu teman-teman yang lain belum ngumpul terutama dari akhwat dan sebagian ikhwannya.Tetapi khusus buat Ukh Choir,dia telah menunggu di Rejosari mengingat rumahnya yang sangat dekat dengan tempat Yankes.Sedangkan akhwatnya cuma mbak Ikik yang punya rumah (tempat basecame).Sayangnya,teman kami Ukh Nurul dan Ukh Novi tidak bisa menghadiri kegiatan ini.Untuk menyingkat waktu dan agar tidak molor kegiatan Yankesnya,akhirnya Akh Rusdi berangkat sendiri dengan membawa 2 box obat yang ukurannya lumayan besar.Dengan penuh semangat,Akh Rusdi meluncur ke Rejosari dengan kedua box obat yang selalu setia menemaninya selama perjalanan.Semoga selamat sampai tujuan ya Boz!!!

Sementara Ukh Ikik masih menunggu teman-teman yang lain.Akhirnya datanglah satu-persatu akhwatnya,mulai dari Ukh Nunik,Ukh Nur,Ukh Tri,Ukh Watix,Bu Yani,dan Bu Tri. Tapi masih ada lagi akhwat lain yang belum datang yaitu Ukh Niken,Ukh Faiz,dan Ukh Susti.Mereka ini berasal dari DPRa Sitimulyo.Karena sudah menunjukkan jam 09.15 WIB,akhirnya keberangkatan akhwat di bagi menjadi dua sesi karena yang tahu tempatnya Cuma ukh Tri dan Ukh Watix.Ukh Tri,Ukh Nur,dan Ukh Nunik berangkat duluan,sedangkan yang lain masih menunggu ketiga teman lain yang belum datang.Beberapa menit kemudian tepatnya jam 09.30 WIB kedua teman kami datang dan kami pun segera menghidupkan motor dan cabut ke Rejosari.

Kira-kira jam 09.55 WIB,kami sampai di Rejosari.Di sana sebagian warga yang mau berobat telah datang dan menunggu Yankesnya dimulai walaupun kami (tim DPRa) dan dokternya belum datang.Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan Yankes ini sangat dinantikan warga Rejosari yang notabene telah mengenal dan akrab dengan DPRa Srimartani sebelumnya.Tak berapa lama akhirnya semua pihak yang mendukung terlaksananya Yankes ini telah siap dalam melayani warga Rejosari yang membutuhkan pengobatan karena kondisi kesehatannya yang kurang sehat.Acara Yankes pun dimulai sekitar jam 10.00 WIB.Selama pelaksanaannya,banyak sekali pekerjaan yang kami lakukan.Untuk itu kami membagi tugas.Ukh Nunik dan Bu Yani bertugas sebagai receptionist (mencatat nama pasien,menimbang berat badan pasien,dan menulis keluhan sakitnya si pasien) ,Ukh Niken bertugas mengukur tensi darah,Pak Dokter…..(dah tahu kan tugasnya apa),Pak Putut yang notabene dari DPRa Srimulyo juga ikut membantu kami dan beliau bertugas memotret alias seksi dokumentasi yang memotret sana-sini,ini itu dan masih banyak lagi yang beliau potret.Penasaran dengan hasil potrettannya yang very-very beautiful dan sulit untuk dilupakan,hubungi aja Ketua DPRa Srimartani Akh Rusdi.Dengan CP 08…………..Sedangkan akhwat yang lain bertugas menyiapkan obat.Sementara Akh Echoy,Akh Heru,dan Akh Gino bertugas sebagai seksi perlengkapan.BTW,Akh Gino juga sama seperti Pak Putut,yaitu berasal dari DPRa Srimulyo.Beliau juga aktif dalam membantu DPRa Srimartani dalam hal Yankes.Dengan memeras pikiran dan tenaga (wah terlalu hiperbola banget),kami berusaha melayani warga Rejosari dengan ikhlas dan maksimal.Dengan adanya kerjasama DPRa Srimartani dan warga yang baik,acara pun berjalan dengan kondisi aman,tertib,nyaman,dan lancar.

Hari sudah semakin siang dan menunjukkan pukul 12.00 WIB.Karena sudah tidak ada pasien lagi yang berobat,akhirnya kami menyudahi kegiatan Yankes ini.Setelah sholat Dzuhur dan beres-beres,kami pun langsung pulang dengan terlebih dahulu berpamitan sama tuan rumah yang telah meluangkan waktu dan tempatnya untuk pelaksanaan Yankes. Kepulangan kami tidak langsung ke rumah kami masing-masing, tapi ada agenda lain yaitu melayat Bapaknya Pak Kordus Piyungan yang meninggal dunia hari ini.Nah,setelah ini kami baru pulang ke rumah kami masing-masing dengan kesemangatan yang masih menyelimuti jiwa kami.By watix

Demam Euro 2008: Akhwat Piyungan Nonton Bareng!

Reporter: Nie-A [PKS Srimulyo]

Piyungan: Sabtu (14/6) Sore itu para kader akhwat dan ummahat se-DPC Piyungan berbondong menuju kediaman pak Harjono di Kabregan. Ada apa gerangan? mereka akan menghadiri Liqo bersama dengan agenda nonton bareng.

Iya nih, para akhwat dan ummahat gak mau ketinggalan dengan para ikhwan yang pekan ini lagi demam bola. Tepat pukul 16.00 WIB acara yang dihadiri 40-an kader akhwat–ummahat itu pun dimulai. Diawali dengan tilawah oleh .........? dan sambutan oleh ibu Tri Wuryani dengan penuh antusias bak nonton bola para akhwat pun terus berdatangan bahkan ada beberapa ummahat yang membawa serta bayi mereka. Subhanallah. Pukul 16.10 WIB acara yg ditunggu tunggu pun dimulai .....teeet! ………… setelah film diputar ternyata??! … mereka bukan nonton bola! tapi nonton taujih alias mendengar dan melihat Ust.Anis Matta,Lc ( Ketua TPP 2009) menyampaikan “pidato kemenangan” pada Rakor Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Wilayah Dakwah Jateng-DIY Februari lalu.

Yach,.. seperti itulah kader PKS sejati walau tidak berkesempatan ikut rakor mereka pun “menghadirkan” rakor di rumah :-) hadirin pun dengan serius dan penuh semangat mengikuti “rakor” tsb . Suasana pun menjadi hidup karena sesekali diiringi tawa dan gemuruh takbir seakan kita berada di ruang rakor dan berhadapan langsung dengan Ust. Anis Matta. Gaya khas Ust. Anis Matta dengan jiwa mudanya yang berapi- api “Kemenangan kita harus diawali dengan satu keyakinan yang kuat bahwa kita menang untuk akherat kita. Tunjukkan aura kemenangan kita dengan wajah kita yang selalu memancarkan semangat dan bahagia. Walau saat ini kita kader yang “miskin” jangan pernah kita tampil sedih dan muram. Tunjukkan bahwa harapan itu ada pada diri kita. Perjuangan kita adalah sebuah cerita yang akan kita ukir bersama. Kita sedang mengukir sejarah dan bertekad membangun perabadan bangsa yang lebih baik. Target kemenangan 20% tahun 2009 bukan sesuatu yang mustahil karena kitalah yang menjadi penentu! “Yakinlah “Harapan itu masih ada”. Kalimat terakhir Ust. Anis Matta, menghujamkan kembali azzam dan semangat kami untuk terus merapatkan barisan menguatkan langkah dengan satu keyakinan: kita pasti menang . Tak terasa 1,5 jam sudah bersama Ust. Anis Matta.

Pukul 17.30 WIB acara yang --tak kalah seru dengan nonton bola-- itu berakhir. Peserta pun pulang dengan sejuta harapan di dada untuk terus melangkah menapaki jalan panjang ini .Harapan itu masih ada. Teruslah berjuang, Kita pasti menang!. Allahu Akbar! (nie-a)


Roadshow Euro 2008: PKS Srimartani 'Dilamar'

Reporter: Dimar Assidiqi [PKS Srimartani]

Sabtu-14 Juni 2008 PKS Srimartani mengadakan lanjutan Road Show Nonbar Euro 2008. Kali ini bertempat di dusun Sanansari Srimartani Piyungan. Dimulai jam 21.00 WIB Nonbar dimulai dengan memutar “Dagelan Kirun” yang membuat puluhan warga yang hadir tertawa tiada henti. Kemudiam sekitar jam 23.00 WIB Nonbar Euro’08 pun dimulai.

Ternyata di sela-sela Nonbar kami (Team Nonbar PKS Srimartani) dipanggil masuk ke rumah pak Salman. “Ada perlu sebentar mas” kata beliau. Pak Salman adalah Kordus (Koordinator Dusun) PKS di Sanansari.
Beliau sangat berterima kasih sekali atas kiprah PKS selama ini, khususnya di dusun Sanansari. “Matur nuwun mas, pas Gempa Buni rumiyen panjenengan-panjenengan sampun ewang-ewang warga mriki, matur nuwun ugi penyaluran Hewan Qurban ipun lan Kalender PKS gratis kolo wingi” urai beliau. Beliau juga bercerita Nostalgia lika-liku beliau menjadi Konperdus PKS yang Notabene menjadi yang minoritas di daerah beliau kala itu. “Tapi Alhamdulillah mas, sekarang perkembangannya sudah sangat pesat. Yang tadinya membenci sekarang banyak yang ingin gabung dengan kita (PKS-red)”. Kata beliau malam ini juga kami akan dipertemukan dan akan “dilamar”.

"Lho, lamaran apa ini pak? Kami belum siap ini."

Tidak seperti apa yang ada di benak kami, ternyata ada warga yang dari dusun sebelah, dusun Bulusari yang kemudian datang, beliau mas Purwanto yang pengin “melamar” jadi kader PKS.
“Syaratnya apa mas? Dan harus bayar berapa mas kalau mau gabung dengan njenengan?’. Tanya mas Purwanto.
“Insya Alloh GRATIS mas, kebetulan ini kami bawa rompi PKS. Ini buat njenengan saja sebagai tanda jadi”. Jawab kami.

Subhanalloh…Alhamdulillah…bertambah saudara lagi kita. Semoga bias menambah semangat lagi bagi kita semua. Dan seperti biasa, jam 04.00 dini hari kami selesai dan setelah sholat subuh jama’ah, kamipun pamit untuk pulang.

Pacu Adrenalin Jihad Anda! - -downloads mp3 shohar terbaru- -

Bangkitlah Negeriku

Tatap tegaplah masa depan
Tersenyumlah tuk kehidupan
Dengan cinta dan sejuta asa
Bersama membangun Indonesia
Pegang teguhlah kebenaran
Buang jauh nafsu angkara
Berkorban dengan jiwa dan raga
Untuk tegaknya keadilan

Bangkitlah negriku
Harapan itu masih ada
Berjuanglah bangsaku
Jalan itu masih terbentang
Slama matahari bersinar
Slama kita terus berjuang
Slama kita satu berpadu
jayalah negriku jayalah
................

Udah denger 'garangnya' Shoutul Harakah?! Lewat album yang bertitel Bangkitlah Negeriku, group nasyid dari kota Bandung ini ingin mengiringi para kader PKS dalam merealisasikan cita-cita besarnya.

Di album ini ShoHAR merilis 11 lagu yang merupakan kumpulan nasyid-nasyid terbaik mereka di album terdahulu dengan menyisipkan satu nasyid baru yang menjadi title album ini "Bangkitlah Negeriku".
Yang menakjubkan lagi adalah hampir semua nasyid ShouHAR merupakan karya Ustads Tate Qomaruddin, Lc termasuk nasyid "Bangkitlah Negeriku". Memang benar, sejarah akan berulang, termasuk kehadiran ulama yang sekaligus sastrawan.

Bagi anda yang berminat dengan nasyid "Bangkitlah Negeriku" bisa didownloads di kolom "DOWNLOAD MP3 SHOHAR" (kiri bawah dari blog ini).

Berpakaian Dinas Putih, Hade Dilantik Mendagri

Jumat, 13 Juni 2008

TEMPO Interaktif, BANDUNG:Berpakaian dinas seragam putih –putih, Ahmad Heryawan dan Jusuf Macan Effendy alias Dede Jusuf (Hade), pagi ini resmi diambil sumpah jabatannya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat oleh Menteri Dalam Negeri Mardiyanto. “Sumpah yang saudara ucapkan mengandung tanggungjawab terhadap Negara Republik Indonesia” kata Mardiyanto di Gedung Merdeka Bandung, Jumat (13/6).

Pengambilan sumpah jabatan itu berlangsung dalam rapat paripurna istimewa DPRD Jawa Barat yang dipimpin Ketua DPRD AM Ruslan. Dalam sambutannya saat membuka persidangan, Ruslan memuji proses pemilihan Gubernur di Jawa Barat berlangsung aman dan damai.

Ruslan juga memuji sikap dua kandidat incumbent yaitu Gubernur Danny Setiawan dan pasangannya waktu itu, Iwan Sulanjana, juga Agum Gumelar dan pasangan incumbentnya, Wakil Gubernur Jawa Barat Nu’man Abdul Hakim yang sportif mengakui kekalahan.

Kedua pasangan incumbent sendiri, tampak hadir diantara seribuan lebih undangan. Tampak hadir pula, pimpinan partai penyokong Hade seperti Presiden PKS Tifatul Sembiring, juga Ketua MPR Hidayat Nur Wahid yang juga anggota Majelis Syuro PKS.

Seperti diketahui, pasangan Hade memenangkan Pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Wakilnya, April lalu. Kemenangan Hade cukup fenomenal karena sebagai pendatang baru, Hade yang diusung PKS dan PAN ini unggul atas dua pesaingnya yang diusung koalisi 7 patai. Hade meraup kemenangan di 15 kabupaten/kota. Adapun Agum Gumelar – Nu’man hanya 9 daerah sedangkan Danny Setiawan- Iwan Sulanjana hanya unggul di tiga daerah. Meski pun tingkat partisipasi Pilkada Jawa Barat, menurut Anggota KPU Jawa Barat Ferry Kurnia Rizkiansyah, hanya 67,3 persen.

Dan sejak dilantik hari ini, Hade, sudah sah melenggang ke Gedung Sate. Ia, sesuai Surat Keputusan Presiden Nomor 41/P/2008 yang dibacakan Sekretaris DPRD Jawa Barat Hatta memimpin Jawa Barat selama 2008-2013. Sekaligus berhak mendapat gaji pokok sesuai perundangan yang berlaku.

Ahmad Fikri/Rana Akbari Fitriawan

Nge-TOP di Jantung Kota Riyadh

Pengirim : Abdulllah Haidir [PKS Arab Saudi]


Riyadh - Bertempat di Conference Hall, Al Khozama Hotel Riyadh, PIP PKS Arab Saudi Komisariat Riyadh (Jumat, 6/6/2008) menggelar kegiatan Training Orientasi Partai (TOP) yang diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai komunitas masyarakat Indonesia yang ada di kota Riyadh. Selain komunitas TKI juga turut hadir kalangan asatidz dan mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di berbagai universitas yang ada di Riyadh.


Dengan mengangkat tema “Mewujudkan Kader yang Bersih, Peduli dan Profesional Untuk Perbaikan Bangsa Indonesia”, PIP PKS Arab Saudi Komisariat Riyadh berusaha untuk menjaga dan meningkatkan vitalitas gerakan dakwah di Riyadh. Kita ingin lebih profesional dengan membangun “supersistem” yang handal, demikian disampaikan Ketua Komisariat Ust. Hidayat Mustafid, MA dalam sambutannya. Selain itu lewat kegiatan TOP diharapkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang kedudukan politik dalam Islam serta kiprah dan prospek PKS yang berbasis gerakan dakwah. Selain pemaparan materi oleh Ketua PIP PKS Arab Saudi, Abdullah Haidir, Lc dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PIP PKS Arab Saudi, Abu Ja'far, Lc serta telewicara dengan narasumber Ust. Ahmad Qusyairi Suhail, MA (ketua PIP PKS Arab Saudi periode yang lalu) yang berada di Indonesia, kegiatan TOP kali ini juga agak berbeda karena diselingi pula dengan soft launching situs resmi PIP PKS Arab Saudi dengan alamat: www.pks-arabsaudi.org.

Sebagai salah satu komisariat yang pernah menyumbang perolehan suara signifikan hingga PKS berhasil mendapatkan suara sebesar 29 % dan menempati posisi pertama di Arab Saudi pada Pemilu 2004 lalu, maka kegiatan TOP kali ini dirasa penting baik untuk organisasi ataupun para kader terutama dalam menghadapi manuver pemenangan Pemilu 2009 yang akan datang. “Jika DPP PKS menargetkan 20 % suara, maka PKS di Saudi memasang target 60 % suara pemilih”, kata salah seorang pembicara yang disambut pekikan takbir. Semoga setelah nge-TOP di Riyadh, PKS makin ngetop di Arab Saudi.


Pake Perahu PKS Daftarkan SAE di Pilkada Bogor

Pengirim : Abdul Wahid Surhim [Malaysia]

BOGOR, Jabar. Setelah melalui perjalanan panjang dan melelahkan dalam menentukan cabup/ cawabup Kabupaten Bogor (disingkat Kabo), akhirnya TOMDA PKS Kabo menetapkan H. Tb. Soenmandjaja, SD sebagai calon bupati dan H. Ace Supeli sebagai calon wakil bupati pada pilkada kabo yang akan digelar Agustus mendatang. Selanjutnya cabup/cawabup PKS itu dipopulerkan dengan nama SAE (Sunda/Jawa: baik).

Kang Soenman (sapaan akrab ust Soenmandjaja) adalah anggota MPP (Majlis Pertimbangan Pusat) PKS, mantan aleg PKS di DPR (1999-2004) dan mantan Ketua DPW PK Jabar. Beliau terkenal sangat humoris tapi serius dan sangat ketat dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sedangkan H. Ace Supeli sendiri berlatar belakang pengusaha. Beliau sangat dekat dengan mantan calon Presiden dari PK, Prof. Dr. Didin Hafiduddin.

Yang unik adalah, ketika mau mendaftar sebagai cabup/cawabup di KPUD Kabo, SAE naik perahu menyeberangi danau yang terletak di dekat Kantor KPUD Kabo. Tentu saja, hal ini menyedot perhatian wartawan dan masyarakat sekitar. Sambil terus melambaikan tangan, SAE optimis (bi idznillah) untuk memenangkan pilkada Kabo mendatang. Allahu akbar!
Selanjutnya, terus dilakukan komunikasi politik dengan partai Islam lainnya, seperti PBB dan PBR. Alhamdulillah, PBB siap mendukung SAE. Sedangkan komunikasi dengan PBR akan dilakukan sesegera mungkin.

Raport Merah Gubernur DKI

Kamis, 12 Juni 2008

Catatan Perjalanan Admin ke Ibukota [3]

"Kepada saudara Gubernur DKI , saya mengingatkan untuk memberikan perhatian kepada sejumlah hal yaitu penuntasan wajib belajar 12 tahun dan juga memberikan perhatian atas jaminan kesehatan bagi warga miskin,dan membuat serta melaksanakan anggaran pendapatan dan belanja daerah secara transparan sesuai asas pemerintahan yang bersih dan berwibawa", kata Menteri Dalam Negeri Mardiyanto saat memberikan sambutan pada acara sidang paripurna istimewa DPRD pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur di Jakarta, Minggu 7 Oktober 2007. [Antara]

..............................

Kali ini, Admin [mumpung masih di j-k-t, dan masih kelanjutan catatan kemarin] akan menyoroti penilaian warga DKI terhadap gubernur dan wakil gubernur baru mereka [kebetulan lagi, koran Indo Pos Jakarta Raya hari ini memuat topik kita kali ini]

..............................

Hampir satu tahun Fauzi Bowo-Prijanto menjalankan roda pemerintahan DKI Jakarta. Namun, sampai saat ini belum terlihat prestasi yang bisa ditoreh keduanya. Yang ada justru sebaliknya. Kekecewaan masyarakat terhadap kinerja keduanya muncul. Tengok saja hasil survey Lingkar Studi Jakarta Raya (Lisja).

Survey dengan metodologi random sampling ini menunjukkan mayoritas warga Jakarta tak puas dengan kinerja pemenang Pilkada langsung ibu kota itu. Bahkan, mayoritas mengaku kecewa dengan duet Foke-Pri (lihat gambar diatas- klik gambar utk memperbesar). Direktur Lisja Andi Faisal mengatakan survey yang dia lakukan melibatkan 500 orang responden.

Responden berasal dari lima wilayah Jakarta. “Kami menggunakan metode random sampling untuk menentukan sample survey,” katanya. Survey ini dilakukan April lalu. Saat itu, tepat seratus hari duet Foke-Pri berkuasa. Hasilnya? Dari 15 item pertanyaan yang terkait dengan layanan publik, reformasi birokrasi hingga realisasi janji kampanye Foke-Pri, tak satupun ada nilai plus. [IndoPos Jakarta Raya, 12 Juni 2008]

........................................

Kita berharap dan berdoa, agar kader PKS yang diberi amanah untuk memimpin rakyat mampu menjalankan amanah kepemimpinan dengan baik, senantiasa dalam bimbingan Allah SWT. Tetap sederhana, rendah hati dan husnul khotimah. [Admin sore ini, insya Allah balik ke Jogja]


Prasasti Keperkasaan PKS Jakarta

Rabu, 11 Juni 2008

Catatan Perjalanan Admin ke Ibukota [2]

Begitu kaki menjejak tanah ibukota, ada hasrat yang lama terpendam untuk menelusuri 'prasasti' keperkasaan PKS Jakarta tatkala menghadapi gempuran 'pasukan ahzab' koalisi partai-partai dalam pilgub DKI.

Seketika itu juga, perburuan Admin akan 'jejak-jejak' pertarungan fenomenal dalam literatur dunia politik Indonesia dimulai. Alhamdulillah, tak sulit untuk menemukan 'prasasti' itu. Dengan gagah duet 'Adang-Dani' masih berkibar di sudut-sudut jalan
pinggiran Jakarta Selatan, depan pasar Bintaro.

Rupanya, gelora Admin untuk mengabadikan momen bersejarah itu menemukan titik temu dengan kiprah PKS Jakarta awal Juni ini. Seakan ingin menegaskan, kalau PKS lah satu-satunya partai yang akan bertarung secara kesatria. Tidak peduli menang atau kalah. Kita masih ingat, media massa mengelu-elukan PKS yang dengan gagah mengakui kekalahan di Pilgub DKI dan memberi ucapan selamat kepada 'Foke' Fauzi Bowo.

Dan, tanggal 1 Juni 2008 lalu, kembali media massa mengabadikan 'kenegarawanan' PKS, tatkala bersama warga Penjaringan Jakarta Utara, kader-kader PKS membuat tanggul-tanggul penahan air pasang. Maklum, prediksi BMG di awal Juni ini pantai utara Jawa akan kedatangan tamu, berupa air pasang/rob yang beberapa bulan lalu sukses merendam kawasan di pesisir Jakarta.Yang menarik adalah bahwa, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, bahkan sempat mengunjungi persiapan warga bersama kader PKS dalam membuat tanggul-tanggul tersebut. Tak ayal aktivitas kader di kelurahan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara ini pun masuk liputan media elektronik. Sekali lagi PKS menunjukkan, menang kalah bukan alasan untuk berhenti bekerja dan melayani masyarakat.

"Wa quli'maluu fasayaraLLaahu amalakum wa Rasuuluhu wal Mu'minuun..."

Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada [Allah] Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan". (At-Taubah:105)

Sang Murobbi Yang Tak Terganti

Selasa, 10 Juni 2008

Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negeri kau sambangi
Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhan-mu…
(Izzatul Islam — Sang Murabbi)

Soundtrack film 'Sang Murobbi' yang dilantunkan Izzatul Islam ini begitu pas dengan sosok 'Syaikhul Murobbi PKS'. Film ini memang diangkat dari kehidupan nyata sosok murobbi teladan yang pernah dilahirkan dari rahim ummat Islam Indonesia, Alm. Ust. Rahmat Abdullah-Semoga Allah SWT merahmati beliau.

Dalam film ini Astri Ivo berperan sebag
ai istri alm. Ustadz Rahmat Abdullah [Irwan Rinaldi] yang berperan sebagai Ust. Rahmat Abdullah muda, Jerio (anak dari Atik cancer) berperan sebagai bang Awi (adik alm. Ust. Rahmat Abdullah), Neno Warisman dan David Chalik sebagai bintang tamu, akan mengisahkan perjalanan Da'wah alm. Ust. Rahmat Abdullah dari beliau bujangan hingga wafatnya.

Irwan Rinaldi menyatakan ini adalah tantangan
yang berat buat saya ketika harus memerankan Ust. Rahmat Abdullah, sosok yang begitu religius, santun, dan bersemangat dalam berda'wah. Untuk itu saya betul-betul mempelajari karakter beliau dari cara memegang mikropon, cara memegang kacamata, hingga cara beliau jalan, dengan cara mencari dokumentasi dalam bentuk foto maupun rekaman video. Alhamdulillah sedikit banyak saya sudah dapatkan dari rekan-rekan di Islamic Center IQRO'.



Imbas Euro 2008: di Piyungan Suporter Italia 'Bentrok' dengan Supoter Belanda

Bekerja sama dengan HAMP (Himpunan Angkatan Muda Petir), Senin [9/6] malam, DPRa PKS Srimartani mengadakan NONBAR EURO 2008 di dusun Petir Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta.

Acara dimulai jam 21.30 WIB dengan ditemani mas Tukul 'Empat Mata' Arwana di Trans7. Puluhan warga dan pemuda Petir berkumpul, saling bercanda dan tertawa melihat “Wong Ndeso” (mas Tukul-red) beraksi.

Setelah mas Tukul “capek”, suasana mulai memanas karena acara live Euro 2008 udah mulai. Sesi pertama penyisihan Grup C diawali bentrok antara Perancis vs Rumania. Para pendukung perancis (termasuk penulis-red) akhirnya harus puas melihat Frank Ribery c.s ditahan imbang oleh Rumania.

Di partai ke dua, duel Belanda vs Italia lebih menarik. Dari puluhan penonton Nonbar yang datang, sebagian besar memang pendukung Belanda. Tetapi tidak sedikit pula yang mendukung Tim Italia. Saling 'bentrok' antar suporter ndeso pun tak bisa dielakkan. Masing-masing kubu silih berganti menyoraki tim kesayangnnya. Tak sia-sia suporter dusun Petir mendukung Belanda. Tim Orange ini masih terlalu perkasa buat Tim Azzuri. Italia pun akhirnya dipaksa menyerah 3-0 tanpa balas.

Jam 04.00 WIB dini hari nonbar usai sudah. Kamipun (Tim NONBAR PKS Srimartani-red) minta pamit dengan mas Huda c.s dan menuju masjid Al-Ihsan Piyungan untuk Sholat Subuh berjama'ah.

Catatan:
Acara Nonbar [Nonton Bareng] Euro 2008 adalah varian aktifitas PKS Srimartani dengan segmen kawula muda.

[Reporter Lapangan : Rusdi]

'Sampai Mati Saya Bela Ahmadiyah' [Gus Dur]


Catatan Perjalanan Admin ke Ibukota


Assalamu'alaikum sobat-sobatku di Piyungan,

Banyak peristiwa menarik yang terjadi sepanjang perjalanan admin dari Jogja ke Jakarta semalam. Sebenarnya, admin udah me-list berita-berita apa yang akan dishare buat sobat-sobat piyungan. Namun, begitu kaki menjejak terminal Blok M dan mata menyasar ke loper koran yang menggelar beraneka warna harian Ibu Kota, ada headline yang hampir seragam dengan judul yang berbeda-beda. Topiknya 'hot issue' Ahmadiyah. Terpaksa dech, catatan Admin terfokus untuk 'membedah' headline harian ibukota [Plus disertai foto-foto lho biar valid dan ber-nash githu!].

Kalo judul tulisan ini rada 'garang', admin mengikuti saran Akh Dimar yang baru kursus jurnalistik. Katanya, judul tulisan harus membuat penasaran pembaca. Kalo pembaca tulisan ini penasaran dengan judul diatas, berarti manjur juga tuh jurus Mas Dimar.

Hari ini polemik tentang Ahmadiyah masih berlanjut walaupun pemerintah sudah mengeluarkan SKB (Surat Keputusan Bersama) yang diteken Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Jaksa Agung yang memerintahkan Jemaat Ahmadiyah Indonesia [JAI] menghentikan penyebaran, penafsiran, dan kegiatan yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran Islam.
Dari pantauan Admin terhadap beberapa surat kabar yang terbit di ibukota [kebetulan saat transit di terminal Blok M ada penjaja koran-jadi sempetin jeprat jepret], aroma pro-kontra terhadap terbitnya SKB itu makin memanas.

Surat kabar Republika memberi judul headlinenya: 'Aktivitas Ahmadiyah Dilarang'. Kompas menulis 'Pemerintah di Atas Semua Pihak'. Koran Tempo: 'Kegiatan Ahmadiyah Dilarang'. Yang cukup garang adalah judul headline harian Nonstop: 'Ahmadiyah Is Dead', dan yang bikin heboh adalah headline Pos Kota : 'Gusdur: Sampai Mati Saya Bela Ahmadiyah' yang disambung dengan pernyataan Habib Rizieq: 'Tangkap Gusdur!'.
Pernyataan menyejukkan disampaikan KH Ma'ruf Amin. "Meski isinya hanya bisa menghentikan kegiatan keagamaan Ahmadiyah yang menyimpang dan tak bisa melarang atau membubarkan Ahmadiyah, Alhamdulillah kita perlu syukuri dulu keputusan itu", kata Ketua Komisi Fatwa MUI ini kepada Republika.

So, what next 'Ahmadiyah'...?!$#

PKS Piyungan Dukung Tim Perancis di Euro 2008

Senin, 09 Juni 2008

Euro 2008 sudah digelar sejak Sabtu [7/6] kemarin. Nanti malam adalah saatnya mendukung Tim Perancis. Lho kok bisa? Cause, Tim Perancis yang berada di grup neraka bersama Belanda, Italia dan Rumania akan menurunkan sembilan pemain Muslim dalam timnya. Skuad Tim Ayam Jantan ini akan menghadapi Rumania dalam laga perdana nanti malam jam 23.00 WIB live di RCTI.

Diantara pemain inti Tim Les Bleus yang muslim adalah Franck Ribery-pemain Bayern Munich. Ribery yang masih berusia 25 itu, dikenal sebagai pemain yang selalu terlihat memanjatkan doa sebelum pertandingan dimulai.

"Islam adalah sumber kekuatan saya di dalam dan di luar lapangan sepakbola. Saya mengalami kehidupan yang cukup keras dan saya haris menemukan sesuatu yang membawa saya pada keselamatan dan saya menemukan Islam, " kata Ribery.

Pemain sepakbola bermata biru yang memperkuat tim Prancis itu memulai karir sepakbolanya dengan bergabung dengan tim Boulogne di tanah kelahirannya, kemudian ia pindah ke tim Alès, Brest and FC Metz. Kepindahannya ke Olympique Marseille membawanya ke posisi pertama bintang sepakbola Perancis paling populer pada bulan Agustus, Oktober dan November 2005. Ribery terpilih untuk memperkuat tim Perancis pada Piala Dunia FIFA tahun 2006 yang digelar di Jerman.

Pada tahun 2006 itulah, jati diri Ribery yang telah menjadi mualaf dan memeluk agama Islam terkuak dan menjadi pemberitaan di tengah pertandingan pembukaan antara tim Perancis melawan tim Swiss Piala Dunia 2006.

Muslim lainnya yang namanya populer sebagai bintang lapangan hijau tim Perancis adalah Eric Abidal. Eric yang masuk Islam lima tahun yang lalu dan memakai nama Islam "Bilal" ini mengatakan, agama Islam yang dipeluknya telah mendorongnya untuk bekerja keras memperkuat timnya.

"Saya memeluk Islam dengan keyakinan penuh, " kata Abidal, 29, pada majalah Match yang terbit di Paris. Abidal menikah dengan seorang perempuan asal Aljazair dan kini dikaruniai dua orang anak.

Thierey Henry, adalah bintang lapangan hijau lainnya yang akan berlaga di Euro 2008, memperkuat tim Perancis. Henry yang pernah dua kali dinominasikan sebagai pemain terbaik versi FIFA ini kerap mendorong agar setiap orang membaca al-Quran dan membaca lebih banyak lagi tentang agama Islam agar lebih mengenal agama itu.

Pemain Muslim yang menjadi bintang tim sepakbola Perancis adalah Lilian Thuram yang menjadi mualaf pada tahun 1991 ketika masih berusia 16 tahun. Selain Thuram, ada pemain tengah Lassana Diarra (Portsmouth), penyerang Karim Benzema (Lyon), pemain tengah Samir Nasri (Marseille) dan Hatem Ben Arfa (Lyon.

Perancis akan menggelar pertandingan pertama, berhadapan dengan Romania pada Senin (9/6) dalam ajang Euro 2008 yang melibatkan 16 tim sepakbola Eropa. Pemenang Euro 2008 akan mewakili Eropa pada Piala Konfederasi FIFA 2009 yang akan digelar di Afrika Selatan. (Eramuslim)

DPC PKS Piyungan: Solid Tapi Bahagia

Minggu, 08 Juni 2008

"Untuk menjadi organisasi legendaris maka kader PKS harus berkarakter solid tapi bahagia. Solid tapi tertekan hanya akan menjadi bom waktu kehancuran suatu organisasi." Demikian diantara taujih Ustadz Eko Novianto dalam acara Temu Kader DPC PKS Piyungan Kab. Bantul D.I. Yogyakarta, Ahad 8 Juni 2008. Kegiatan yang digelar di Pemancingan Mino Lestari ini dihadiri seratus lebih kader ikhwan-akhwat.

Dengan penuh semangat, hari Ahad pagi tadi, para kader tumpah ruah memenuhi panggung utama Mino Lestari. Rombongan kader dari dusun Kaligatuk pun turun gunung 'full team' lengkap dengan anak-anaknya. Suasana pun bertambah ceria dengan kehadiran puluhan kader-kader kecil PKS. Mungkin, pemandangan seperti ini yang tidak bakal ditemukan di partai selain PKS. Para kader PKS meyakini bahwa penanaman nilai-nilai jihad harus dimulai sejak kecil.

Suasana menjadi hening tatkala Akhuna Wargito melantunkan ayat-ayat Al-Quran untuk membuka acara. Seolah ingin menegaskan 'ke-nasionalisme-an' PKS, maka semua peserta sambil berdiri menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana bertambah hangat ketika dilanjutkan dengan menyanyikan Mars PKS yang dipimpin oleh Andi Tri Widodo.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan antum semua meluangkan waktu disini. Ini bukti kesolidan PKS Piyungan sebagai modal besar memenangkan Pemilu 2009", demikian sambutan Ketua DPC PKS Piyungan, Wawan Wikasno.

Dalam kesempatan itu juga hadir Aleg DPRD Bantul dari PKS, Bapak Amir Syarifudin, yang didampingi oleh Bendahara DPD PKS Bantul, Bimo Sakayo. Aleg PKS dari dapel empat ini membeberkan kondisi sosial-politik Bantul terkini, sekaligus menginformasikan peluang-peluang program pemda Bantul yang bisa diakses oleh masyarakat.

Sekitar pukul 11.00 acara diakhiri dengan ramah-tamah sambil menikmati pecel lele bakar khas Mino Lestari.

"Kepada peserta yg belom bayar pecel lele jangan pulang dulu ya....,

kalo ndak bawa uang kreditnya di BMT Azzam aja..!"



Kordus DPRa PKS Srimulyo Merapatkan Barisan

Bertempat di Sekretariat DPRa PKS Srimulyo, Jumat [6/6] kemarin, berlangsung Silaturohim Kordus PKS Srimulyo ke-1. Acara yang dihadiri 17 peserta ini mengundang Aleg DPRD Bantul dari PKS, Bapak Amir Syarifudin.

Dialog hangat dengan anggota dewan berjalan penuh keakraban dan terbuka. Bahkan, ada kordus yang menanyakan peruntukan gaji anggota dewan untuk apa saja.

Bukan hanya pertanyaan yang dilontarkan para kordus, mereka juga menyarakankan agar kelompok tani di desa Srimulyo lebih dioptimalkan, mengingat Menteri Pertanian negara kita adalah kader PKS.

Tak terasa malam semakin larut. Di penghujung acara para peserta disuguhi nasi tumpeng made in Kewanitaan DPRa Srimulyo.




Keadilan FC Piyungan Tundukkan Jogjatama FC

Sabtu, 07 Juni 2008

Bertempat di stadion Tegalyoso Piyungan, sabtu [7/6] pagi, berlangsung duel sengit antara Keadilan FC Piyungan melawan BMT Jogjatama FC.

Dengan kostum merah-campur aduk, Tim besutan DPC PKS Piyungan ini berhasil menundukkan tamunya dengan skor 4-3.

Gol pertama Keadilan FC lahir akibat handsball sehingga wasit menunjuk titik putih. Bola pinalti pun dengan mudah dilesakkan oleh striker Keadilan FC, Bimo Sakti.

Selang lima menit tim tamu berhasil menyamakan kedudukan 1-1 setelah terjadi kemelut di daerah pertahanan Keadilan FC. Dan sampai dengan peluit berakhirnya babak pertama, kedudukan masih imbang 1-1.

Memasuki babak kedua, tim tuan rumah langsung menyergap benteng lawan. Lewat aksi solo run, pemain transferan dari Madura:Abdillah, langsung menusuk daerah lawan hingga berhasil memperdaya kiper. 2-1 untuk PKS. Walau sudah diatas angin, tim tuan rumah tidak menurunkan daya gedornya. Gol ketigapun lahir dari kerjasama antara Abdillah dan playmaker Wawan 'Ipung' Wikasno. Namun, karena kelengahan barisan pertahanan Keadilan FC, tim tamu berhasil mencuri gol kedua untuk memperkecil kekalahan.

Tempo permainan kembali memanas. Lewat kerjasama antara Arif Kyoto dan Rianto, Keadilan FC berhasil memperlebar jarak dengan skor 4-2. Tim tamu rupanya pantang menyerah, melewati detik-detik injury time akhirnya Jogjatama FC berhasil menambah koleksi golnya.

Sampai peluit berbunyi, skor akhir tetap 4-3 untuk Keadilan FC Piyungan.

Forum Kordus DPRa PKS Srimartani

“Saya usul sederhana saja. Untuk pertemuan semacam ini kedepan harus diputar lagu Mars PKS sebagai jatidiri kita. Campursari boleh saja, tapi Mars PKS wajib ada”, ujar Pak Suwandi dari dusun Mojosari penuh semangat pada acara Temu Kordus DPRa PKS Srimartani semalam [6/6].

Bertempat di Pemancingan Mino Lestari, DPRa PKS Srimartani semalam mengadakan Temu Koordinator Dusun [kordus] yang dihadiri 35 peserta. Pertemuan ini sebagai tindak lanjut Pelantikan Kordus sekecamatan Piyungan beberapa waktu yang lalu di Balai Desa Srimartani.

Sambil menikmati pecel lele yang sambalnya ‘nendang’ di lidah itu, para kordus terlihat akrab dengan jajaran pengurus PKS ranting Srimartani. Beberapa saran dan harapan mengalir dari ketulusan dan semangat mereka untuk mengusung partai dakwah ini di kampung masing-masing. Merekapun mengharapkan agar silaturahim ini diadakan rutin. Awalnya, dari pihak pengurus DPRa Srimartani mengusulkan dua bulanan. Namun para kordus menginginkan ‘selepanan’ dan tempatnya bergilir. Akhirnya disepakati Forum Silaturahmi Kordus DPRa Srimartani diadakan setiap ‘Sabtu Legi’.

Sebelum pulang, tak lupa semua yang hadir ber-pose bersama mengabadikan tekad mereka memenangkan partai dakwah ini. KLIK!

Pernyataan Sikap F-PKS: Kasus Ahmadiyah dan Bentrokan Monas

Jumat, 06 Juni 2008

Terkait Kasus Ahmadiyah dan bentrokan dua kubu di Monas Ahad, 1 Juni 2008, Fraksi PKS DPR RI menyatakan sikap :

1. Untuk Kasus Ahmadiyah, dalam konteks pengaturan urusan keagamaan umat, negara memiliki instrumen keagamaan MUI yang memiliki otoritas hukum dan kompetensi di bidang syariah. Fraksi PKS akan menghormati setiap pandangan dan rekomendasi yang dihasilkan MUI terkait Ahmadiyah,

2. Pemerintah punya kewenangan hukum melalui aturan perundang-undangan dan mekanisme hukum untuk mengambil keputusan akhir terkait dengan tuntutan pembubaran organisasi Ahmadiyah. Semua pihak harus menyerahkan keputusan akhir kepada pemerintah dan menghormati apa pun keputusan dan kebijakan yang diambil untuk menghindari konflik berkepanjangan. Karena itu Fraksi PKS mendesak Pemerintah untuk segera mengeluarkan keputusan dan kebijakannya,


3. Semua pihak harus memberi waktu kepada pemerintah dan menahan diri untuk tidak melakyukan aksi-aksi demo (baik pro maupun kontra) dan juga menghentikan segala tindakan - tindakan sepihak terhadap orang Ahmadiyah dan pengikutnya,

4. Insiden/ Bentrokan Monas harus diproses secara hukum terhadap kedua belah pihak secara adil dan objektif berdasarkan fakta-fakta yang ada. Pemerintah dan semua pihak tidak boleh tergiring untuk melakukan penyikapan sepihak dan berat sebelah sehingga bisa menimbulkan perlawanan balik dari pihak yang merasa dirugikan,

5. Pimpinan-Pimpinan Ormas dan Parpol Islam hendaknya segera mengambil inisiatif untuk mengendalikan masanya agar tidak melakukan tindakan-tindakan kekerasan terhadap siapa pun dan menjaga persatuan dan perdamaian di kalangan umat serta memperingatkan agar tidak terprovokasi dengan politik adu domba,

6. PKS menyerukan seluruh kader, anggota dan pendukungnya untuk terlibat aktif dalam kegiatan penyadaran kehidupan beragama, meluruskan berbagai penyimpangan ajaran agama dan membangun budaya musyawarah dalam menyelesaikan berbagai perbedaan pendapat dan konflik.


Jakarta, 04 juni 2008
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI
Ketua,
ttd
Drs. Mahfudz Siddiq, M.Si

FUI: Diduga Kuat AS Ikut Dalangi Insiden Monas

"Apa maksudnya kuasa usaha AS John A Hefern yang datang membesuk para korban dari kalangan AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan),

apakah ini upaya untuk mendramatisir agar FPI dibubarkan?

ujar Dewan Penasehat FUI Ahmad Sumargono kepada wartawan, di Hotel Sofyan Cikini, Jakarta, Kamis(5/6).


Forum Umat Islam melihat indikasi bahwa terdapat bentuk intervensi asing yakni Amerika serikat untuk memecahbelah umat Islam dalam Insiden Monas 1 Juni lalu. Karena itu, umat Islam diminta untuk senantiasa mewaspadainya

Ia juga mempertanyakan sikap Kedubes AS yang menggelar jumpa pers mengecam insiden tersebut dan mendesak pemerintah Indonesia untuk segera bertindak terkait kasus itu.

Ahmad mengutarakan keinginannya agar pemerintah memeriksa berbagai sokongan dana asing yang diduga diperoleh sejumlah tokoh dan berbagai lembaga yang mendukung AKKBB.

Di tempat yang sama, Sekjen FUI Al-Khaththath mengatakan pemerintah sebaiknya tidak berlebihan dalam merespon kasus insiden Monas yang menyebabkan puluhan korban luka-luka. Pemerintah diharapkannya bisa berlaku adil dalam menangani kasus tersebut.

"Kami menuntut pemerintah dan aparat bertindak adil dalam menangani insiden Monas, " tukasnya.

Forum Umat Islam (FUI) akan terus mendesak agar Ahmadiyah segera dibubarkan dan dilarang di Indonesia karena menurut pengurus FUI, aliran tersebut merupakan pangkal masalah dari terjadinya Insiden Monas 1 Juli 2008.

"Kami menuntut kepada pemerintah untuk segera membubarkan Ahmadiyah sehingga terwujud ketentraman di masyarakat, sebab keterlambatan pemerintah dalam membubarkan Ahmadiyah menjadi pangkal masalah, " kata Ahmad Sumargono.

Ketua Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) itu juga menyesalkan, karena berbagai pihak yang menjadi pelaku inti dalam pengeluaran Surat Keputusan Bersama (SKB) Pembubaran Ahmadiyah kerap tidak bisa memberikan jawaban pasti kapan SKB itu akan benar-benar dikeluarkan.

Dalam kesempatan itu, mereka menginginkan para tokoh alim ulama beserta pimpinan ormas merapatkan barisan meningkatkan ukhuwah Islamiyah dalam menghadapi segala bentuk provokasi yang memecahbelah.

Pernyataan FUI itu senada dengan yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak Pemerintah segera menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait masalah penyelesaian kasus Jamaah Ahmadiyah.

"SKB tentang Ahmadiyah sebagai suatu langkah arif sesuai dengan koridor hukum, sebagai penawar emosi masyarakat, khususnya umat Islam, " demikian pernyataan resmi MUI Sekretaris MUI Anwar Abbas, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis.

Desakan itu, menurut Abbas, disampaikan karena pendapat MUI bersama ormas-ormas Islam memandang, akar permasalahan dari berbagai konflik dalam masyarakat akhir-akhir ini, termasuk insiden di lapangan Monumen Nasional (Monas) Jakarta, adalah penundaan pengeluaran SKB tentang Ahmadiyah.

Penundaan pengeluaran SKB tersebut, menurut MUI menimbulkan situasi tidak menentu yang dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk melakukan propaganda pembelaan Ahmadiyah serta kemudian menyulut api permusuhan di tengah-tengah masyarakat yang sedang didera berbagai beban sosial ekonomi berat.(novel)

Presiden PKS Sambangi Kader PKS Malaysia

Reporter Johor: Abdul Wahid Surim

SELANGOR, Malaysia. Kader PKS di Malaysia di bulan Mei - Juni ini kedatangan banyak tamu istimewa. 5 Mei yang lalu kedatangan Dr. Hidayat Nur Wahid. Kedatangan Ketua MPR ini atas undangan Konferensi Internasional Pelajar Indonesia di Kuala Lumpur. Beliau juga menghadiri sidang parlemen Malaysia dan bertemu dengan ikhwah Indonesia yang ada di Kuala Lumpur dan sekitarnya. Kemudian disusul kedatangan Wakasekjen PKS Dr. Mardani yang datang ke Johor atas undangan ikhwah Malaysia, akhir Mei.

Meskipun hanya sebentar, ikhwah Indonesia di Johor memanfaatkan kedatangan beliau dengan mengadakan pertemuan untuk mendapatkan informasi terbaru perkembangan perpolitikan di tanah air. 1 Juni kemarin, kedatangan tiga aleg DPR Komisi IX dari Fraksi PKS. Dan Rabu Kemarin (4/6) kembali kedatangan dua orang petinggi PKS, yaitu Presiden PKS Ir. Tifatul Sembiring dan Ketua MPP PKS Drs. Suharna, serta Bendahara Umum PKS Mahfud Abdurrahman.

Presiden PKS menyampaikan pentingnya kita istiqamah mengarungi perpolitikan ini. Kemenangan demi kemenangan yang diraih oleh PKS di berbagai pilkada tidak boleh membuat kita melenceng dari jalan dakwah. Beliau menjelaskan masalah ini dengan mengambil ibrah dari surat Hud ayat 112-113. Sekali kita melenceng, maka Allah akan mencabut dukunganNya. Na’udzubillah min dzalik.

Allah SWT telah memberikan kemenangan kepada PKS sebanyak 92 pilkada. Delapan untuk pilgub dan 84 untuk pilbup/pilwalkot. Yang terakhir adalah dengan keluarnya keputusan Mendagri tentang kemenangan calon PKS di pilgub Malut. Saat ini Golkar sudah tidak dominan lagi di jajaran pimpinan negeri ini. Bahkan benteng terakhirnya di Jabar dan Sumut pun jebol.

Presiden Tifatul juga memberikan bekalan untuk memenangkan PKS di 2009. Kita semua harus memiliki 5 LEBIH: LEBIH DULU bergerak, LEBIH CEPAT bergerak, LEBIK KOMPAK, LEBIH DALAM menganalisis permasalahan, dan LEBIH JAUH melangkah.

Sementara Kang Harna (panggilan akrab Ketua MPP) menguraikan sekelumit pengantar Platform PKS. Seharusnya pengantar untuk memahami Platform PKS minimal memerlukan waktu 5x2 jam. Jadi dengan waktu 30 menit hanya bisa menyampaikan pengantar dari pengantar saja.

Kang Harna menekankan bahwa buku yang diberi judul Memperjuangkan Masyarakat Madani ini merupakan BUKU WAJIB BAGI KADER. Orang-orang di luar PKS saja sudah pada punya, masak kader tidak punya? Buku tersebut terdiri atas tiga bagian: Platform PKS, Falsafah Dasar Perjuangan PKS, dan AD/ART PKS.

Platform merupakan visi, misi, produ dan sikap partai terhadap permasalahan bangsa. Sehingga kalau kita tidak memahami Platform berarti tidak bisa menjawab permasalahan bangsa. Platform juga merupakan kebijakan partai, sehingga sifatnya ringkas. Rinciannya harus diterjemahkan oleh ikhwah/akhawat yang kelak duduk di pemerintahan, jika Allah mentaqdirkan PKS menjadi RI-1 atau RI-2 di tahun 2009. Allahu akbar!

Platform PKS sudah dilakukan uji public pada 20 April yang lalu di Hotel Bidakara, Jakarta. Sebagai pengujinya adalah Jimly Ashiddiqi (Ketua Mahkamah Konstitusi), Sri Mulyani (Menteri Keuangan), dan Azyumardi Azra. Semuanya memberikan apreasiasi luar biasa terhadap terbitnya buku itu. Di luar itu, beberapa pengamat dari berbagai lembaga juga menulis komentar positif terhadap Platform PKS. Dari CSIS (yang dulu menjadi think tank Suharto) J. Kristiadi dan Indra J. Piliang. Kristiadi mengatakan bahwa hampir semua partai politik di negeri ini tidak punya ideologi. Ideologi yang dimaksud bukan berupa tulisan tertera pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai politik, melainkan ideologi sebagai sistem nilai yang diinternalisasikan pada kader- kader partai.

"Hanya Partai Keadilan Sejahtera yang tampak mempunyai ideologi dalam pengertian ini," kata Kristiadi.

Sedangkan Indra J Piliang mengatakan dengan terbitnya buku Platform berarti PKS SIAP MEMIMPIN. Allahu akbar!


Catatan Kritis insiden Monas

Rabu, 04 Juni 2008

EMPIRIS: Sekali lagi, media massa menunjukkan kegagahannya. FPI sekarang yang menjadi sasaran tembaknya. Trial by the Press menghantarkan FPI menjadi terdakwa yang harus segera dihukum, dengan cara dibubarkan. Provokasi-provokasi media massa ke tengah ruang publik menyisakan banyak tanda tanya bagi Ummat Islam Bangsa Indonesia.

Setidaknya beberapa catatan kritis di bawah ini mesti jadi bahan perhatian kita semua:


1. Kenapa media massa seperti Kompas dan MetroTv sepertinya mengabaikan fakta kalau aktivitas AKK BB pada hari itu melanggar UU yang mengatur masalah demonstrasi? Kompas dan MetroTv secara tendensius langsung memvonis FPI sebagai ormas yang merusak semangat dan nilai-nilai keIndonesiaan, mendakwa FPI sebagai ormas yang tidak berhak menamakan dirinya sebagai pembela Islam dan seterusnya. Yang pada ujung kesimpulannya, FPI harus segera dibubarkan oleh pemerintahan SBY.

2. Kenapa harian Koran Tempo sebagai surat kabar nasional terkemuka tidak melakukan prosedur jurnalisme yang sesuai dengan harum namanya? Akibatnya, sekali lagi FPI menjadi korban fitnah yang cenderung terencana.

3. Kenapa tidak jelas terungkap di media massa kalau pada waktu kejadian, FPI hanyalah salah satu unsur ormas dari sebuah kegiatan demonstrasi yang sesuai dengan hukum (mendapatkan izin) dalam rangka menolak kenaikan harga BBM?

4. Kenapa SBY-JK sangat sigap sekali menanggapi keinginan orang-orang yang menghendaki pembubaran FPI? Bahkan seperti dengan sangat berlebihan, langsung menggelar rakor polkam. Padahal, Ummat Islam yang menghendaki pembubaran Ahmadiyyah lebih banyak, insiden berkaitan dengannya pun jumlahnya lebih dari satu kali. Kenapa Presiden sepertinya lebih bernafsu membubarkan FPI daripada Ahmadiyyah? Catatan tambahan: pada waktu kejadian FPI sedang menjaga keamanan Massa ormas-ormas Islam dalam mendemo kebijakan SBY-JK (kenaikan harga BBM), apakah ini ada kaitannya?

Dari catatan-catatan kritis di atas, setidaknya kita mesti waspada atas hal-hal sebagaii berikut:

1. Adanya kemungkinan kalau isu pemukulan oknum-oknum AKK BB memang diharapkan oleh orang-orang yang menggagas AKK BB. Pemukulan itu memang sangat potensial untuk membalikkan keadaan yang sekarang menjepit Ahmadiyah. Dengan cara memposisikan orang-orang Ahmadiyyah dan orang-orang yang bersamanya menjadi sebagai pihak yang teraniaya, ada kemungkinan arah angin akan berubah. Simpati publik, itulah yang diharapkan orang-orang AKK BB. (mirip kenaikan SBY menjadi presiden, skenario mendapatkan simpati publik dengan menjadi pihak yang teraniaya).

2. Selain itu insiden Monas bisa jadi pengalih isu Media Massa. Saat ini setidaknya pemerintahan SBY-JK sedang kerepotan menghadapi isu Kenaikan BBM dan SKB 3 mentri mengenai Ahmadiyah. Dengan terjadi insiden Monas, maka isu media massa jadi berubah. Isu yang hangat sekarang adalah tentang kebrutalan orang-orang macam FPI yang merusak kebhinekaan di Indonesia. Isu yang kemudian diharapkan menjadi konsumsi polemik publik adalah isu tentang bagaimana berIslam yang baik. Seperti sekali lempar batu, 2 burung mati, bukan?

3. Ummat Islam Bangsa Indonesia mesti mewaspadai kemungkinan tenggelamnya rencana pemerintah menerbitkan SKB 3 mentri mengenai keberadaan Ahmadiyyah.

4. Ummat Islam Bangsa Indonesia jangan mau menjadi korban dari kemungkinan adanya upaya mengadu domba Ummat Islam Bangsa Indonesia dengan jalan mengadu-adukan ormas-ormas Muhammadiyyah, NU dengan ormas-ormas muda seperti FPI.

Terlepas dari semua hal di atas, insien Monas adalah hasil dari ketidaktegasan Pemerintahan SBY-JK dalam menindak keberadaan Ahmadiyah yang melakukan penodaan terhadap agama Islam. Inilah bukti kongkrit dari kesulitan yang dihadapi Ummat Islam bila memposisikan diri berada di bawah konstitusi yang tidak mengakui Islam sebagai seperangkat Diin yang utuh. Karena dibawah konstitusi yang sekarang diakui, Islam hanya dipandang sebatas agama, tidak lebih dari sekedar sebuah ajaran tentang baik dan buruk, yang tidak mempunyai peraturan bagi pemeluknya yang melanggar peraturan.

Dewan Da’wah Peringatkan Rekayasa Opini Kasus Monas

Hidayatullah.com—Kasus bentrok kelompok AKK-BB dan anggota FPI membuat Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia memberikan pernyataan. Organisasi Islam yang cukup tua di Indonesia ini memperingatkan kepada umat Islam untuk berhati-hati. Sebab, menurutnya, arah opini sudah mulai dibelokkan.

Menanggapi aksi bentrokan, Dewan Da’wah sebagai lembaga da’wah, tidak menyetujui segala bentuk provokasi yang dapat menimbulkan aksi-aksi kekerasan yang dapat melahirkan korban.
Di sisi lain, setelah selama dua hari mencermati perkembangan “Peristiwa Monas”, 1 Juni 2008, maka Dewan Da’wah melihat mendapatkan kesan.

Pertama, telah terjadi upaya manipulasi pembentukan opini publik yang sangat sistematis yang dilakukan oleh Kelompok Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) dalam beberapa hal.

Kedua, AKK-BB selanjutnya membuat opini bahwa aksi mereka adalah aksi damai dan tidak ada kaitannya dengan Ahmadiyah.
“Pernyataan AKKBB tersebut adalah sesuatu yang tidak benar, karena pada tanggal 26 Mei 2008, AKKBB telah membuat iklan besar-besaran di berbagai media massa nasional, yang secara tegas menyebutkan bahwa aksi tanggal 1 Juni 2008 memang dilakukan untuk memberikan dukungan terhadap Ahmadiyah, “ ujar Dewan Da’wah dalam rilisnya yang dikirim ke redaksi www.hidayatullah.com.

“Selama ini, AKK-BB adalah kelompok yang sangat aktif dalam mendukung kelompok Ahmadiyah dan berbagai aliran sesat dalam Islam, dengan mengatasnamakan “Kebebasan Beragama”. Mereka telah memanipulasi slogan tersebut untuk tindakan-tindakan yang jelas-jelas merusak Islam,” tulisnya.

Dewan Da’wah juga mencermati, sejumlah media elektronik berulangkali menayangkan gambar penyerangan terhadap massa AKK-BB tanpa menampilkan awal mula peristiwa tersebut terjadi, sehingga memberikan kesan bahwa kasus Monas terjadi karena penyerangan murni, tanpa ada sebab-sebabnya. Dari tayangan video yang diperlihatkan oleh FPI tampak jelas bahwa massa Laskar Islam memang telah diprovokasi sebelumnya oleh AKK-BB.

Untuk itu, Dewan Da’wah menghimbau kepada para tokoh dan pemimpin masyarakat, khususnya para pemimpin ummat Islam, agar tidak mudah terpancing oleh pemberitaan-pemberitaan yang jelas-jelas bertendensi untuk mengadu domba antar masyarakat dan menanamkan kebencian yang membabi buta terhadap kelompok tertentu, tanpa mendalami akar permasalahannya lebih jauh.

“Tidaklah etis dan bijak melihat satu masalah besar, hanya berdasarkan tayangan film berdurasi satu menit atau dua menit. Penyesatan opini adalah sebuah bentuk kezaliman yang pasti akan ada balasannya di dunia dan akhirat,” tulisnya.

Dewan Da’wah juga menghimbau kepada para pejabat dan khususnya aparat kepolisian RI agar tetap bersikap profesional, adil dan tidak terprovokasi oleh opini para pendukung Ahmadiyah yang mencoba mengalihkan persoalan pokok tentang keberadaan aliran sesat Ahmadiyah, kepada masalah FPI semata-mata.
Dewan Dakwah juga meminta ummat Islam untuk berlaku adil dan menegakkan keadilan.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemampuan kepada kita semua untuk melihat mana yang haq dan mana yang bathil, meskipun yang bathil sering ditampilkan sebagai hal yang menawan dan mempesona,” tulis pernyataan yang ditandatangani Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Syuhada Bahri. [nuim/cha/www.hidayatullah.com]


Launching PIP PKS Johor Malaysia

Selasa, 03 Juni 2008

Koresponden Malaysia: Abdul Wahid Surhim*

Acara “launching” PIP PKS Johor Malaysia yang sudah dirancang sejak Musda 2 PKS Johor pada 1 September 2007 di Bagan Lalang, Selangor, Malaysia, akhirnya terlaksana pada Ahad, 1 Juni 2008. Berbeda dengan launching PKS di Indonesia yang bisa dengan mudah secara terbuka di lapangan, maka launching PIP PKS Johor diadakan dengan membuat acara Dialog antara Komisi IX DPR-RI dan KJRI Johor Bahru dengan Masyarakat dan Tenaga Kerja Indonesia. Acara tersebut diadakan di halaman kantor KJRI Johor yang dihadiri sekitar 500 peserta yang sebagian besarnya adalah TKI, dan sebagian lainnya para mahasiswa UTM (Universiti Teknologi Malaysia). Ada tiga anggota DPR yang hadir, dan semuanya dari Fraksi PKS (Ust Chairul Anwar, Ust Ansory Siregar, dan Ust Abdul Aziz Arbi).
[Foto dari kiri ke kanan: Teguh Prakoso (Bendahara DPD PKS Johor), Ust Abdul Aziz Arbi, Ust Azhary Jaelani, Lc (Ketua DPD PKS Johor), Chairul Anwar, Ust Ansory Siregar, Ust Agus Setiawan (Ketua MPW PKS Malaysia), M. Ridwan Hidayat (Ketua Wilda II yang membawahi Johor), dan Sukarsan (Sekretaris DPD PKS Johor)
Meskipun tidak ada pernyataan “launching”, melainkan hanya dengan menyebutkan nama Ustadz Azhary Jaelani, Lc. oleh Ust Abdul Aziz Arbi (ust Azhary adalah teman dari anaknya saat kuliah di Universitas Islam Madinah), bagi ikhwah sudah cukup. Perlu diketahui bahwa Ust Azhary Jaelani, Lc adalah Ketua PIP PKS Johor. Dengan tampilnya ketiga ustadz yang semuanya dari Fraksi PKS dengan sangat memukau, insya Allah TKI yang sebagian besarnya adalah simpatisan dan kader PKS itu, makin meningkatkan keyakinan akan kemenangan PKS di Johor khususnya dan di Malaysia umumnya.

PKS di luar negeri memang dikenal dengan istilah PIP (Pusat Informasi dan Pelayanan) PKS. Dalam pengelolaannya kemudian secara internal dibuat struktur yang mirip dengan yang ada di Indonesia. Saat ini ada enam PIP PKS yang setingkat DPW, yaitu Jepang, Jerman, Malaysia, Saudi Arabia, Mesir, dan Australia-Selandia Baru. PIP PKS Malaysia sendiri di samping memiliki struktur DPW, juga ada struktur MPW. Selanjutnya DPW kemudian membentuk Wilda dan DPD. PIP PKS Johor sendiri setingkat dengan DPD. Keberadaan DPD PKS Johor sendiri sebenarnya sudah ada sejak sebelum Pemilu 2004, akan tetapi belum pernah dilaunching ke masyarakat Indonesia di Johor.

DPD PKS Johor terus melakukan langkah-langkah pemenangan pemilu 2009 dengan berbagai kegiatan dan pengembangan struktur. Kegiatan yang sudah dilakukan adalah Mukerda, Training Dasar 1 (TD 1) untuk Anggota Muda, silaturrahim Pengurus DPD ke KJRI Johor, dan terakhir acara dialog tenaga kerja. Kegiatan tarbawi juga tidak henti-hentinya dilakukan, baik untuk Kader Pendukung maupun Kader Inti. Saat ini jumlah kader DPD PKS Johor 284 orang. Pengembangan struktur terus dilakukan dengan membentuk 9 DPC.

Doa antum semua di Indonesia sangat diharapkan untuk perjuangan kami di luar negeri, khususnya di Negeri Johor Darul Takzim, Malaysia. Allahu akbar!

Pengirim Naskah :

Ir. Abdul Wahid Surhim, MT
[Mahasiswa Program Doktoral UTM & Sekretaris MPW PKS Malaysia]
+ He's My Brother [Admin]

Weekend PKS Srimartani

Kalau dengar kata weekend, sering dikonotasikan dengan having fun yang bersifat duniawi materialistis. Namun berbeda dengan weekend ala PKS Srimartani kali ini. Seabreg kegiatan dipenghujung pekan kemarin lebih bernuansa 'having fun for the future'.
Dimulai hari Kamis [29/5], ikhwan Srimartani mengadakan buka puasa bersama di tempat favorit PKS Piyungan: Pemancingan Minolestari Nganyang.

Hari Jum'atnya, giliran akhwat Srimartani yang nglurug ke dusun Rejosari untuk membimbing adik-adik TPA di sore hari. Sedang ikhwannya, Jumat malam menjadi panitia MABIT DPC PKS Piyungan.

Tibalah hari Sabtu [31/5]. Kali ini ikhwan dan akhwat sama-sama ke kediaman keluarga Akh Sugeng Dhanie dan Mbak Upik. Sore itu, DPRa PKS Srimartani menggelar Forum Ukhuwah Kader yang rutin dua pekanan. Rumah yang masih belum 'sempurna' ini terasa teduh dengan alunan tilawah Akh Sinyo yang dilanjutkan dengan taushiyah dari tuan rumah. Setelah rombongan berpamitan ba'da Maghrib, suasana rumah kembali sunyi karena belum ada tangis bayi didalamnya. [ehm..]

Menutup hari-hari di pekan kemarin, keluarga besar PKS Srimartani berkunjung ke rumah Bapak Becik-Bu Iin di dusun Munggur dengan agenda 'jagong bayi'. Alhamdulillah, hari Kamis [22/5] lalu, Bu Iin melahirkan putri yang kedua di PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Bayi mungil nan cantik ini diberi nama: Wangi Bunga Firdaus. Barakumullah! Semoga menjadi anak yang sholihah.

Rombongan DPRa Srimartani pun pulang dengan aura kebahagiaan. Mereka melangkahkan kaki ke rumah masing-masing tuk menyiapkan diri menyambut hari esok yang akan tetap diisi dengan kerja-kerja melayani dan membahagiakan orang lain. Semoga Allah senantiasa membimbing langkah Antum.

Pengirim naskah : Rusdi M

Vitalitas

Senin, 02 Juni 2008

Kolom Anis Matta

Para pahlawan mukmin sejati selalu unggul dalam kekuatan spiritual dan semangat hidup. Senantiasa ada gelombang gairah kehidupan yang bertalu-talu didalam jiwa mereka. ltulah yang membuat sorot mata mereka selalu tajam dibalik kelembutan sikap mereka. Itulah yang membuat mereka selalu penuh harapan di saat virus keputusasaan mematikan semangat hidup orang lain. ltulah vitalitas.

Tidak pemahkah kesedihan menghinggapi hati mereka? Tldak adakah Jalan bagi ketakutan menuju jiwa mereka? Pernahkah mereka tergoda oleh keputusasaan untuk mengundurkan diri dari pentas kepahlawanan? Adakah saat dimana mereka merasa lemah, cemas, dan merasa tidak mungkin memenangkan pertarungan?

Para pahlawan itu tetaplah manusia biasa. Semua gejala jiwa yang di rasakan oleh manusia biasa juga di rasakan para pahlawan. Ada saat dimana mereka sedih. Ada saat dimana mereka takut. Jenak-jenak kelemahan, keputusasaan, kecemasan dan keterpurukan juga pemah mendera jiwa mereka. .

Tapi yang membedakan dari manusia biasa adalah bahwa mereka selalu mengetahui bagaimana mempertahankan vitalitas, bagaimana melawan keta¬kutan-ketakutan, melawan kesedihan-kesedihan, bagaimana mempertahankan harapan di hadapan keputusasaan, bagaimana melampaui dorongan untuk menyerah dan pasrah di saat kelemahan mendera jiwa mereka. Mereka mengetahui bagaimana melawan gejala kelumpuhan jiwa.

Vitalitas hidup biasanya dibentuk dari paduan keberanian, harapan hidup, dan kegembiraan jiwa. Tapi ketiga hal ini di bentuk oleh paduan keyakinan-keyakinan iman dan talenta kepahlawanan dalam diri mereka. Dari sini saya kemudian mene¬mukan bahwa para pahlawan mukmin sejati selalu memiliki tradisi spiritual yang khas. Mereka mempunyai kebiasaan-kebiasaan khas yang di bentuk oleh keyakinan yang unik terhadap kegaiban. Dengan cara itu mereka mempertahanknn keyakinan mereka pada pertolongan Allah dan harapan akan kemenangan. Dengan cara itu mereka mempertahankan stamina perlawanan yang konstan. Kebiasaan-kebiasaan yang khas itu biasanya berbentuk ibadah mahdhah, tapi biasanya disertai dengan perilaku-perilaku tertentu yang sangat pribadi. Misalnya dua contoh berikut ini:

Dalam suatu peperangan kaum Muslimin menemukan betapa kekuatan Ibnu Taimiyah melampaui para mujahidin lainnya. Merekapun menanyakan rahasia kekuatan itu pada Ibnu Taimiyah. Beliau menjawab: "Ini adalah buah dari Ma’tsurat yang selalu saya baca di pagi hari setelah sholat subuh sampai terbitnya matahari. Saya selalu menemukan kekuatan yang dahsyat setiap setelah melakukann wirid itu. Tapi jika suatu saat saya tidak melakukannya, saya akan merasa seperti lumpuh hari itu”.

Suatu saat -dalam perang Yarmuk- Khalid Bin Walid menyuruh dengan marah beberapa pasukannya untuk mencari topi perangnya yang hilanq dari kepalanyanya. Beberapa saat kemudian pasukannya muncul dan melaporkan kalau topi Kholid tidak berhasil ditemukan. Khalid pun marah dan menyuruh mereka mencari kembali. Akhir¬nya mereka menemukannya. Tapi kemudian Khalid merasa perlu menjelaskan sikapnya yang unik itu. "Dibalik topi perang saya ini ada beberapa helai rambut Rasulullah SAW. Tidak pemah saya memasuki suatu peperangan dan memakai topi ini melainkan pasti saya merasa yakin bahwa Rasulullah SAW mendoakan kemenanganan bagi saya."

ltu hanyalah sebentuk hubungan yang sangat pribadi dengdn Rasulullah yang pernah menggelarinya "Pedang Allah Yang Senantiasa Terhunus."


Yankes Duwet Gentong DPRa Srimulyo

Minggu, 01 Juni 2008

"Kulo ngaturaken matur nuwun saestu dumateng PKS ingkang sampun purun ngawontenaken pelayanan kesehatan gratis wonten kampung meniko." Demikian sambutan Pak Poniman, ketua RT 5, ketika DPRa PKS Srimulyo hari Ahad [1/6] tadi mengadakan Pelayanan Kesehatan Gratis di dusun Duwet Gentong Srimulyo Piyungan dengan jumlah pasien 88 orang yang rata-rata lansia.

Bertempat di rumah Bapak Ketua RT 5 Dusun Duwet Gentong, Srimulyo Piyungan, selama kurang lebih 3 jam Tim Pelayanan Masyarakat DPRa PKS Srimulyo mengadakan aksi kesehatan dengan melibatkan 1 dokter umum, 1 dokter gigi dan 1 dokter hewan dengan dibantu kader ikhwan-akhwat PKS Srimulyo.

Crew DPRa Srimulyo yang ikut terjun dalam aksi yankes yang dimulai dari jam 09.30 sampai 13.00 cukup banyak. Dari kader ikhwan, hadir Pak Nugroho [Ketua DPRa], Andi TW, Gino, drh Rama, Suranto, Ragil, Yusuf dan Kasno. Sementara, kader akhwat yang terlibat ada ukhti Septi, Anik, Ratih, Tanti, Purwanti, Tri Lestari, Bu Prapti dan Bu Tri W.

Menilik jumlah pasien dan keterlibatan kader, acara yankes tadi berlangsung sangat sukses. Seorang warga yang ikut berobat, Mbah Ndoyo [60 th], memuji langkah PKS yang terjun langsung ke masyarakat bawah dengan mengatakan: "programe sae, saget langsung diraoske masyarakat."

Viva PKS Srimulyo! Semoga menambah tabungan amal sholeh kita.

Pengirim naskah : Andi TW

Terbukti: Terapi Singkat Berhenti Merokok!

Dalam 5 x 25 menit, kecanduan merokok bisa hilang dengan melakukan terapi SEFT (Spiritual, Emotional, Freedom, Technique). Hal itu dibuktikan dalam acara Stop Rokok Buat Hidupmu di Aula Wisma Menpora, Sabtu (31/5) yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Menpora. Kegiatan itu sendiri diikuti sekitar 1.500 siswa SMP dan SMA se-Jabodetabek dengan melibatkan 120 orang terapis.

Dalam terapi SEFT ini, awalnya pecandu diminta untuk mencium bau rokok yang biasa dihisapnya, ini adalah langkah awal yang disebut dengan the set-up yang bertujuan untuk memastikan agar aliran energi tubuh kita terarahkan dengan tepat. langkah ini dilakukan untuk menetralisir pikiran negatif yang spontan dari mencium bau rokok itu, yang pasti para perokok masih ingin menghisapnya. Setelah itu terapis akan menekan dada kita, tepatnya di sekitar dada atas.
Kemudian, terapis akan akan melakukan tapping di titik-titik tubuh yang merupakan titik aliran energi kita, yang jika diketuk beberapa kali akan berdampak pada ternetralisirnya gangguan emosi atau rasa sakit yang kita rasakan. Titik-titik tersebut adalah bagian atas kepala, titik permulaan alis mata, diatas tulan di samping mata, 2 cm di bawah kelopak mata, tepat di bawah hidung, diantara dagu dan bagian bawah bibir, di ujung tempat bertemunya ulang dada, di bawah ketiak, di perbatasan antara tulang dada dan bagian bawah payudara, dan di bagian dalam tangan yang berbatasan dengan telapak tangan.
Setelah tapping selesai, perokok diminta untuk mencium bau rokok kembali, lalu menghisapnya. Alhasil, mereka mengatakan pusing, pahit, getir dan tidak mau mengisap lagi.
"Baru tadi pagi saya terakhir merokok, setelah diterapi seperti ini, kok tiba-tiba rokok yang tiap hari saya hisap rasanya aneh, pahit dan getir, baunya juga tidak enak. "Semoga ini bertahan lama, saya niat tidak mau merokok lagi," ujar Yanto (20), yang berasal dari Bogor salah satu perokok yang mengikuti terapi tersebut.
Badan Amil Zakat Nasional Sebagai penyelenggara mendapat rekor dari Muri sebagai rekor terapi menghentikan merokok dengan peserta terbanyak. Sertifikat diterima langsung oleh Ketua Baznas Didin Hafidudin. "Saya akan menyampaikan sertifikat ini ke MUI supaya para ulama dan ustadz berhenti merokok," kata Didin.
Dalam kesempatan yang sama, penemu metode SEFT Ahmad Faiz Zainuddin mengungkapkan bahwa SEFT tidak hanya mampu menghilangkan kecanduan merokok, tapi bisa juga menghilangkan stres, phobia, alergi, trauma, dan lain-lain."SEFT sangat universal dan sangat mudah dilakukan," ujar Faiz.

Islamnya Raja Sriwijaya

Once upon in time, tahun 100 H (718 M), Raja Sriwijaya Jambi yang bernama Srindravarman mengirim surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz (717-720 M) penguasa dunia Islam kala itu di Baghdad. Surat itu berbunyi:
"Dari raja di raja yang adalah keturunan seribu raja,yang isterinya juga cucu seribu raja,yang di dalam kandang binatangnya juga terdapat seribu gajah,yang di wilayahnya terdapat dua sungai yang mengairi pohon gaharu, bumbu-bumbu wewangian, pala dan kapur barus yang semerbak wanginya hingga menjangkau jarak 12 mil, kepada Raja Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan lain dengan Tuhan. Saya telah mengirimkan kepada Anda hadiah,
yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak, tetapi sekadar tanda persahabatan. Saya ingin Anda mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan Islam kepada saya dan menjelaskan kepada saya tentang hukum-hukumnya."

Dua tahun kemudian, yakni tahun 720 M, Raja Srindra¬varman, yang semula beragama Hindu, masuk Islam. Sriwijaya Jambi pun dikenal dengan nama Sribuza Islam.
Itulah sekelumit kisah awal persentuhan tanah nusantara dengan Islam yang menjadi topik utama majalah Suara Hidayatullah edisi khusus.

 
© Copyright PKS PIYUNGAN 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by PKS PIYUNGAN