Wawancara Tifatul: Koalisi PKS-PDIP Tak Masalah!

Jakarta – Forum Majelis Syura yang digelar oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jumat (24/10), memiliki makna strategis bagi partai berlambang padi dan kapas ini. Dihadiri 99 dari majelis syura seluruh Indonesia itu membahas soal capres serta arah koalisi dalam Pemilu 2009.

Menurut Presiden PKS Tifatul Sembiring, Majelis Syura akan membedah dan menguliti nama-nama capres/cawapres yang beredar serta usulan koalisi dengan partai politik lainnya. “Semuanya akan dikuliti dan dibedah. Mana yang resisten bagi internal PKS dan yang mana tidak ,” kata Tifatul kepada INILAH.COM, Jumat (24/10) di Jakarta.

Namun, secara implisit, Tifatul menjelaskan, wacana koalisi PKS dengan PDI Perjuangan yang beberapa pekan ini menguat, tidak ada persoalan di internal PKS. “Saat ini ideologi parpol Islamis-Nasionalis semakin kabur,” tegasnya.

Inikah sinyal PKS menerima pinangan PDI Perjuangan? Padahal, beberapa tahun lalu, kedua partai ini saling menjaga jarak untuk tidak melakukan koalisi. Berikut penjelasan lengkap Tifatul Sembring:

Apa sebenarnya kriteria capres/cawapres yang akan diusung oleh Majelis Syura PKS?

Tentu kalau secara umum memiliki track record moral, yang bersangkutan tidak pernah terlibat KKN, punya karakter negarawan, visioner, tegas, dan berani dalam mengambil kebijakan. Selain itu, loyal terhadap tugas-tugasnya, serta memiliki kemampuan komunikasi yang bagus. Tapi jelas kita melihat perlembangan internal kita, karena kita tidak mungkin maju sendiri, kita perlu koalisi. Nah itu perlu kita hitung juga, PKS berkoalisi dengan siapa.

Artinya, forum majelsi syuro menentukan ke mana arah koalisi PKS dalam Pemilu 2009?

Ya. Masalah strategis itu. Dalam AD/ART itu masuk dalam kewenangan Majelis Syura.

Bagaimana dengan gagsan koalisi antara PDI Perjuangan dan PKS yang menguat?

Di PKS belum ada pembahasan sama sekali, termasuk pembahasan tentang koalisi dengan PDI Perjuangan. Yang kita lakukan tempo hari adalah silaturaham dengan semua partai, termasuk PDIP.

Banyak pandangan dari berbagai kalangan, jika PKS dan PDIP berkoalisi dalam Pemilu 2009 maka koalisi ini akan buyar di tengah jalan karena persoalan ideologi yang berbeda antara PKS dan PDI Perjuangan?

Tidak juga. Waktu kita bertemu dengan Pak Taufik Kiemas, beliau mengatakan bahwa yang disebut oleh PKS ‘umat’ itu, ya ‘rakyat’ dalam terminologi PDI Perjuangan. Yang dimaksud ‘marhaen’ di PDI Perjuangan, bagi PKS ya ‘kaum dhuafa’. Jadi kalau menurut saya, memang ke depan perlu dipikirkan format koalisi Islamis-nasionalis supaya pemerintahan stabil.

Jadi sama sekali tidak ada persoalan ideologi jika koalisi PDI Perjuangan dengan PKS?

Tidak. Saya kira saat ini, mulai mengabur soal ideologi partai nasionalis dan partai Islamis karena di PDI Pejungan ada Baitul Muslimin Indoensia (BMI).

Selain soal gagasan koalisi dengan PDI Perjuangan, apakah opsi lainnya juga masuk dalam pembicaraan Majelis Syuro PKS?

Tentu akan kita bicarakan, termasuk soal koalisi dengan SBY. Karena dalam Pemilu 2004 lalu, PKS koalisi dengan Partai Demokrat dan SBY. Itu kan juga partai nasional; dan tidak ada masalah kan.

Kalau boleh tahu bocoran, apa yang menguat di internal PKS dari DPC hingga DPP soal koalisi Pemilu 2009?

Ya usulan dengan berbagai macam partai semuanya akan dibedah satu persatu. Kira-kira kita cocoknya ke mana, apakah ada resistensi dari internal atau eksternal. Ini kan soal kapasitas.
-------------
sumber: inilah.com