TAK PUAS SUSUNAN DAFTAR BACALEG SLEMAN ; Kantor DPD PDIP DIY Digeruduk 14 PAC

YOGYA (KR) - Kantor Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPD PDIP) DIY, Jalan Badran digeruduk puluhan kader dari perwakilan 14 Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Sleman, Kamis (28/8). Mereka mengungkapkan ketidakpuasan atas penyusunan daftar bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) Sleman, karena dianggap melanggar AD/ART dan Surat Keputusan DPP, 210/KPTS/DPP/V/2008.

Mereka datang dengan menggunakan sepeda motor dan membawa bendera PDIP. Kedatangan diterima Wakil Ketua DPD PDIP DIY, Nuryadi dan Wakil Sekretaris Bambang Dwiratno. Ketidakpuasan mereka terkait dengan diisinya nomor urut kecil oleh kader yang tidak mengakar.

Sedangkan ketua dan sekretaris PAC justru dilempar ke nomor urut yang lebih besar. Ke-14 PAC tersebut, Ngaglik, Sleman, Pakem, Cangkringan, Ngemplak, Kalasan, Turi, Berbah, Prambanan, Depok, Mlati, Gamping, Godean dan Minggir.

Menurut salah seorang juru bicara PAC-PAC, Ito Suyarto dalam pertemuan tersebut mengungkapkan, pihaknya mempertanyakan penyusunan daftar Bacaleg untuk Sleman oleh Dewan Pengurus Cabang (DPC) yang ternyata tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Ada kecenderungan, penyusunan nomor urut, terkesan seenaknya sendiri.

Mereka minta kepada DPD untuk berbuat agar ada perubahan nomor urut Bacaleg, sehingga sesuai dengan ketentuan. “Kami berharap agar DPD memperhatikan tuntutan ini,” ujar Ito Suyarto.

Jika ternyata DPD tidak mampu mengambil keputusan, maka para pengurus PAC mengancam akan istirahat, tidak ikut dalam proses memenangkan PDIP. Namun demikian, pihaknya tidak pindah partai karena masih mencintai PDIP.

Ketua PAC Prambanan, Handoko juga menyampaikan hal yang sama. Menurutnya, dalam penyusunan caleg seharusnya menggunakan aturan yang berlaku. “Kami ingin ada peninjauan ulang,” ujarnya.

Sedangkan Ketua PAC Ngaglik, Sumono Hadi Susilo, sesuai dengan SK DPP 210, maka ketua dan sekretaris DPD, DPC dan PAC mendapat prioritas nomor kecil. Untuk PAC prioritas bagi yang berhasil meraih suara terbanyak. “Tetapi kenyataan yang terjadi justru tidak,” ujarnya.

Menghadapi tuntutan itu, Nuryadi akan meminta kepada Ketua DPD DIY, H Djuwarto untuk segera menggelar rapat terkait dengan tuntutan ini. Selain itu, akan menggelar pertemuan dengan DPC PDIP Sleman terkait dengan upaya penyelesaian daftar Bacaleg. Jika memungkinkan, akan menghadirkan pengurus DPP PDIP untuk dapat menjelaskan SK 210, sehingga penafsiran terhadap isi tidak diragukan. “Untuk mengubah daftar Bacaleg saya pikir masih ada kesempatan. Kami sendiri tidak ingin penyusunan daftar dibuat seenaknya,” ujar Nuryadi.

Dalam kesempatan itu, perwakilan 14 DPC PDIP se-Sleman menyerahkan berkas mengenai fakta-fakta tentang ketidakbenaran penyusunan daftar Bacaleg kepada Nuryadi. Mereka memberikan waktu 7 hari kepada DPD untuk segera mengambil sikap.
(Jon)-f

sumber: koran KR (29/8/2008)

0 Response to "TAK PUAS SUSUNAN DAFTAR BACALEG SLEMAN ; Kantor DPD PDIP DIY Digeruduk 14 PAC"

Poskan Komentar